Pengertian Sejarah Wilhelm Scherer (Jerman: 1841—1886)
• Sejarah (history) berasal dari bahasa Yunani “istoria” Dia menggunakan 3 faktor penentu untuk menyelami pengarang,
yang berarti ilmu. yaitu Das Ererbte (warisan), Das Erlebte (pengalaman), dan
Das Erlernte (proses belajar)
Aristoteles mengartikan “istoria” sebagai
sebuah jalinan sistematik mengenai
seperangkat gejala alam Dia menyatakan bahwa seorang penulis sejarah harus mampu
menyelami seluruh kehidupan manusia, baik jasmani maupun
Pada perkembangannya, “istoria” rohani, yang bertaut secara kausal
(history) lebih bermakna pada jalinan
sistematik secara kronologis mengenai Pada awal abad ke-20 perhatian ilmuan thd sejarah sastra
gejala-gejala tentang manusia, sedangkan berkembang ke pemikiran Formalisme, Strukturalisme, dan
untuk jalinan sistematik mengenai gejala Resepsi.
alam biasa disebut science
Formalisme (Rusia) dipelopori oleh Sjklovski dan
Pengertian
Sejarah Sastra Joeri Tynjanov
• Sejarah sastra adalah suatu cabang ilmu sastra yang Sjklovski berpendapat bahwa pengamatan atau pencerapan thd
mempelajari petumbuhan dan perkembangan sastra objek secara terus-menerus (konstan) akan menghasilkan
suatu negara. penilaian yang klise, karena objek akan kabur/ tdk dikenal lagi.
Objeknya berupa karya sastra, pengarang, Sjklovski menegaskan bahwa pengarang harus mampu
penerbit, pengajaran, kritik, dll
mendobrak norma literer yang sedang berlaku (menyimpang
dari norma literer)
• Sejarah sastra membahas periode kesusastraan, aliran
yang berkembang, jenis karya sastra, pengarang, dan
reaksi pembaca Sementara itu, Tynjanov memandang bahwa karya sastra mrpkn
suatu sistem. Dia menekankan pada fungsi berbagai unsur dalam
sistem tersebut. Unsur tertentu dapat berfungsi dominan pada
suatu masa, tp pada lain waktu akan tergeser oleh unsur lain
Pertumbuhan karena pengaruh tradisi.
Sejarah Sastra
Strukturalisme (Praha) dipelopori oleh Felix
• Perhatian terhadap sejarah sastra dimulai sejak abad
ke-19 di Eropa Vodicka
• Ditandai oleh perhatian ilmuan pada zaman Vodicka menuliskan teori penulisan sejarah sastra yang
Romantik yang menghubungkan segala sesuatu mencakup 3 tugas utama, yaitu:
dengan masa lampau suatu bangsa
1. Analisis objektif thd efek estetik karya sastra dengan
• Pemikiran ilmuan zaman tsb bertolak dari Filsafat mempertimbangkan kemungkinan perubahan-
Positivisme perubahannya melalui perbandingan berbagai karya
sastra
Positivisme adalah pemikiran yg
2. Penulisan riwayat karya sastra berkaitan dengan
menyatakan bahwa segala sesuatu dapat
diterangkan bila sebabnya bisa dilacak dunia pengarang dan realitas social
3. Penelitian resepsi karya sastra yang terbuka
Positivisme dalam sastra : Suatu karya kemungkinan berubah karena pengaruh subjektivitas
sastra dpt diterangkan atau ditelaah bila pembaca dan perubahan kebudayaan
diketahui riwayat hidup pengarang dan
situasi zaman yang melingkupinya.
• Tokoh-tokoh Filsafat Positivisme
Hypolyte Taine (Prancis: 1828—1893)
Dia menegaskan bahwa seseorang
pengarang dipengaruhi oleh ras,
lingkungan, dan momen (saat). Ras
adalah apa yang diwarisi manusia dalam
jiwa dan raganya. Lingkungan adalah
keadaan alam dan sosial yang melingkupi.
Momen adalah situasi politik pada suatu
zaman
Terdapat 3 pendapat ttg kelahiran Sastra Indonesia. Definisi umum
1. Yang menganggap Sastra Indonesia Kesusastraan Indonesia adalah sastra
muncul setelah abad ke-20, sedangkan berbahasa Indonesia yang lahir atau
sebelum itu disebut Sastra Melayu tumbuh sejak awal abad XX.
Dimulai sejak peristiwa politik • Definisi berdasarkan Beberapa Tokoh
SUMPAH PEMUDA.
Pendapat ini beralasan bhw Menurut Ajip Rosidi
“sastra” berasal dari “bahasa”.
Oleh karena itu, “Sastra Kesusastraan Indonesia
Indonesia” lahir setelah dimulai pada tahun 1921, sejak
kemunculan bahasa Indonesia kemunculan sajak-sajak
pd 28 Oktober 1928 Muhamad Yamin dan Rustam
Effendi, sebab telah
Dimulai sejak munculnya mengisyaratkan semangat
kesadaran nasionalisme, misal kebangsaan, meskipun belum
munculnya puisi “Tanah Air” tegas menyebut nama
karya Moh. Yamin (sebelum Indonesia
peristiwa politik Sumpah
Pemuda) • Menurut Umar Junus,
2. Sastra Indonesia merupakan kelanjutan Kesusastraan Indonesia lahir pada tahun
Sastra Melayu 1933 dengan kemunculan majalah
Poedjangga Baroe yang menegaskan
Menganggap Abdullah bin semangat Sumpah Pemuda 1928, yg
Abdulkadir Munsji pelopor menyatakan bahasa Indonesia sebagai
Sastra Indonesia bahasa persatuan dan bahasa nasional
• Menurut Jacob Sumardjo
3. Sastra Indonesia merupakan perkembangan dari Sastra Indonesia telah dimulai sejak
Sastra Nusantara, seperti Sastra Jawa, Sastra Sunda, munculnya keberadaan sastra Melayu
Sastra Bali, Sastra Melayu Rendah dan sastra peranakan Tionghoa
Contoh Karya Sastra Nusantara
Sastra Jawa Klasik BEBERAPA PENDAPAT TENTANG PERKEMBANGAN
KESUSASTRAAN INDONESIA
Arjuna Wiwaha
USMAN EFFENDI
Gatotkacasraya
Kesusastraan Lama (… -- 1920)
Pararaton
Kesusastraan Baru (1920 -- 1945)
Dewa Ruci
Kesusastraan Modern (1945 -- ...)
Sastra Sunda Klasik
ZUBER USMAN
Suryakanta
Sastra Lama
Ciung Wanara
Sastra Peralihan
Mundinglaya
(Zaman Abdullah Bin Abdulkadir Musyi)
SASTRA BALI KLASIK
Sastra Baru
Epos Jayaprana—Layonsari
Zaman Balai Pustaka (1908)
Sastra Melayu Klasik
Zaman Pujangga Baru (1933)
Syair Singapura Terbakar
Zaman Japang (1942)
Hikayat Abdulah bin
Abdulkadir Munsji Angkatan 45 (1945)
Hikayat Bidasari dll
J.S. BADUDU Sejarah Kesusastraan Indonesia
(Tumbuh dan Kembangnya)
Sastra Lama :
Perhatian ilmuan terhadap sejarah sastra Indonesia mulai
Masa Purba tampak sejak tahun 1930-an dengan adanya Polemik
Kebudayaan
Masa Hindu—Islam
Polemik kebudayaan adalah perdebatan tentang
Sastra Peralihan : konsep kebudayaan (termasuk sastra) antara
tokoh-tokoh Sutan Takdir Alisjahbana
Masa Abdullah bin Abdulkadir Munsyi. (STA), Sanusi Pane, M. Amir, Ki Hadjar
Dewantara, Adinegoro dll.
Masa Balai Pustaka
Polemik Kebudayaan
Sastra Baru : (Sebuah Perdebatan ttg Konsep Budaya Indonesia)
Angkatan Pujangga Baru Sutan Takdir Alisjahbana
Angkatan Modern (’45) Takdir berpendapat bahwa semangat
keindonesiaan yang baru seharusnya berkiblat
Angkatan Muda ke Barat dengan menyerap semangat atau jiwa
intelektualnya
• Sanusi Pane
Pembabakan Sejarah Sastra Indonesia menurut Yudiono KS
Pane berpendapat bahwa kebudayaan
Indonesia baru dapat dibentuk dengan
1. Masa Pertumbuhan (1900 – 1945)
mempertemukan semangat intelektualitas Barat
dengan semangat kerohanian Timur
a) Balai Pustaka
b) Poedjangga Baru
Sejarah Kesusastraan Indonesia
c) Kemin Bunka Sidhosho (Tumbuh dan Perkembangannya)
2. Masa Pergolakan (1945 – 1965) Perhatian terhadap sejarah sastra Indonesia semakin
tampak pada tahun 1940-an ketika STA menulis
a) Surat Kepercayaan Gelanggang buku Puisi Baru (1946) dan HB Jassin menyusun
antologi Gema Tanah Air (1948) dan Kesusastraan
b) Lembaga Kebudayaan Rakyat Indonesia di Masa Jepang (1948)
c) Manifes Kebudayaan Perhatian terhadap sejarah kesusastraan Indonesia
semakin berkembang pada tahun 1960-an, dengan
3. Masa Pemapanan adanya polemik tentang angkatan dan periodesasi
sejarah sastra Indonesia.
a) Majalah Horison
Menurut Ajip Rosidi , polemik tsb
b) Pusat Bahasa berawal dari tulisan HB Jassin , dlm
majalah Horison (agustus 1966) yang
c) Fakultas Sastra mendeklarasikan lahirnya Angkatan 66.
d) Dewan Kesenian Jakarta Perhatian ilmuan terhadap perkembangan sastra
Indonesia juga tampak saat Jakob Sumardjo
e) Sastra Populer menulis buku Lintasan Sastra Indonesia I(1990)
f) Kritik dan Esei Jakob mengajak masyarakat sastra
Indonesia untuk memperhatikan sastra
4. Masa Pembebasan Melayu Rendah dan sastra peranakan
Tionghoa (akhir abad ke-19) sebagai
a) Krisis Ekonomi dan Politik embrio sastra Indonesia, shg awal sastra
Indonesia tidak hanya bertolak dari Balai
b) Sastra Pembebasan Pustaka (1917)
c) Komunitas Sastra
Beberapa Kemungkinan Penelitian atas Sejarah Sastra
Indonesia
Potensi penelitian tentang sejarah kesusastraan
Indonesia, seperti:
Penelitian tentang karya sastra, berkaitan
dg asal usulnya, penerbitannya,
persebarannya, kritiknya, dll
Penelitian tentang pengarang, contoh
sejarah kepengarangan NH Dini, sejarah
kepengarangan Pramoedya Ananta Toer,
dll
Penelitian tentang pengajaran sastra,
contoh sejarah tumbuh-kembang
kurikulum sastra di sekolah menengah.
Bentuk
Kesusastraan Indonesia
Jenis (bentuk) kesusastraan Indonesia berupa cerita
pendek (cerpen), novel, roman, dan naskah drama
yang terbit di koran, majalah, dan buku-buku.
Sejarah mencatat bentuk/jenis kesusastraan Indonesia
mengalami perkembangan sendiri-sendiri, contoh:
Keberadaan novel/ roman sudah ada sejak
tahun 1920-an dengan terbitnya Azab dan
Sengsara (Merari Siregar)
Kemunculan puisi baru ada pada tahun
1928 dengan sajak-sajak Muhammad
Yamin dan Rustam Effendi
Sementara itu, keberadan cerpen baru
pesat pada tahun 1950-an, meski
gejalanya sudah ada sejak tahun 1930-an
dengan adanya beberapa cerpen karya M.
Kasim dan Suman Hasibuan.
Perkembangan cerpen semakin
pesat sejak tahun 1950-an,
ditandai oleh terbitnya majalah
Kisah (1953-1957) yang
mengutamakan pemuatan
cerpen.