0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
125 tayangan16 halaman

Konsep Dasar Infokom dalam Organisasi

Makalah ini membahas konsep dasar komunikasi dalam perspektif teknologi informasi dan aplikasinya, termasuk perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, pesan yang dibawa oleh teknologi komunikasi, pengertian implementasi, dan dampak positif serta negatif dari perkembangan komunikasi dan teknologi informasi.

Diunggah oleh

PutriRara Pradina
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
125 tayangan16 halaman

Konsep Dasar Infokom dalam Organisasi

Makalah ini membahas konsep dasar komunikasi dalam perspektif teknologi informasi dan aplikasinya, termasuk perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, pesan yang dibawa oleh teknologi komunikasi, pengertian implementasi, dan dampak positif serta negatif dari perkembangan komunikasi dan teknologi informasi.

Diunggah oleh

PutriRara Pradina
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum wr. wb.


Alhamdulillah Puji syukur saya ucapkan selaku penulis kepada Allah SWT atas
rahmat-Nya, Alhamdulillah saya selaku penulis dan anggota kelompok saya dapat
menyelesaikan makalah yang berjudul “Konsep Dasar Komunikasi Dalam Perspektif
tekhnologi Dan Aplikasi Sistem Tekhnologi Informasi ”. Penulisan makalah ini
merupakan salah satu tugas untuk mata kuliah SISTEM INFOKOM ORGANISASI
PUBLIK.
Saya bersama anggota kelompok saya berharap, semoga makalah yang kami buat
ini berguna dan memberikan ilmu yang bermanfaat bagi teman teman dan kelompok kami
tentunya.
Terima kasih.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Penulis,

Kelompok VI

1
DAFTAR ISI
SAMPUL
KATA PENGANTAR 2
DAFTAR ISI 3
BAB I PENDAHULUAN
I.1 Latar Belakang......................................................................................................4
I.2 Rumusan Masalah.................................................................................................5
I.3 Tujuan Penulisan...................................................................................................5
BAB II PEMBAHASAN
II.1 Konsep dasar komunikasi dalam perspektif tekhnologi dan aplikasi sistem
Teknologi Informasi...................................................................................................6

II.2 Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi.........................................9

II.3 Pesan Yang Dibawa Teknologi Komunikasi.......................................................9

II.4 Pengertian Implementasi....................................................................................11

II.5 Teori Media Baru............................................................................................. 13


II. 6 Dampak Positif dan Negatif dari Perkembangan Komunikasi dan TI... ..........14

BAB III PENUTUP


III.1 Kesimpulan......................................................................................................16

III.2 Saran.................................................................................................................16

DAFTAR PUSTAKA

2
BAB I
PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang


Komunikasi merupakan aktifitas manusia yang sangat penting. Bukan hanya dalam
kehidupan organisasi, namun dalam kehidupan manusia secara umum. Komunikasi
merupakan hal yang esensial dalam kehidupan kita. Kita semua berinteraksi dengan
sesama dengan cara melakukan komunikasi. Komunikasi dapat dilakukan dengan cara
yang sederhana sampai yang kompleks, dan teknologi kini telah merubah cara manusia
berkomunikasi secara drastis.

Komunikasi tidak terbatas pada kata-kata yang terucap belaka, melainkan bentuk
dari apa saja interaksi, senyuman, anggukan kepala yang membenarkan hati, sikap badan,
ungkapan minat, sikap dan perasaan yang sama. Diterimanya pengertian yang sama
adalah merupakan kunci dalam komunikasi. Tanpa penerimaan sesuatu dengan
pengertian yang sama, maka yang terjadi adalah “dialog antara orang satu”.

Pengaruh globalisasi semakin terasa dengan semakin banyaknya saluran informasi


dalam berbagai bentuk seperti elektronik maupun non elektronik seperti surat kabar ,
najalah, radio, televisi, telepon, fax, komputer, internet, satelit komunikasi dan
sebagainya. Teknologi komunikasi dan informasi yang terus berkembang cenderung akan
mempengaruhi segenap bidang kehidupan termasuk bidang pendidikan kejuruan dan
pelatihan yang akan semakin banyak diwarnai oleh teknologi komunikasi dan informasi.

Secara khusus untuk pendidikan dan pelatihan akan dirasakan adanya


kecenderungan : (a) bergesernya pendidikan dan pelatihan dari sistem berorientasi pada
guru/dosen/lembaga ke sistem yang berorientasi pada siswa/mahasiswa/peserta didik. (b)
tumbuh dan makin memasyarakatnya pendidikan terbuka/jarak jauh. (c) semakin
banyaknya pilihan sumber belajar yang tersedia. (d) diperlukannya standar kualitas global
dalam rangka persaingan global, dan (e) semakin diperlukannya pendidikan sepanjang
hayat (life long learning). Aplikasi teknologi komunikasi dan informasi telah
memungkinkan terciptanya lingkungan belajar global yang berhubungan dengan jaringan
yang menempatkan siswa di tengah-tengah proses pembelajaran, dikelilingi oleh berbagai
sumber belajar dan layanan belajar elektronik. Untuk itu, sistem pendidikan konvensional
seharusnya menunjukkan sikap yang bersahabat dengan alternatif cara belajar yang baru
yang sarat dengan teknologi.

3
Di era globalisasi seperti saat ini teknologi informasi dan komunikasi sedang
dalam masa pengembangannya yang meliputi segala hal yang mengenai proses
penggunaan sebagai alat bantu, manipulasi, dan pengelolaan informasi. Dalam
perkembangan teknologi informasi dan komunikasi dalam kehidupan sehari-hari
sekarang ini sangat pesat sekali, baik dalam mencari informasi maupun menerima
informasi sehingga memudahkan manusia untuk mencari, mempelajari dan mendapatkan
informasi yang diinginkannya dengan mudah, dimana saja, kapan saja, dan dari siapa saja.
Karena begitu mudahnya diakses maka diperlukan suatu undang-undang dalam mengatur
penggunaan teknologi informasi dan komunikasi. Teknologi informasi dan komunikasi
memiliki peran dalam bidang kehidupan seperti dalam hal telekomunikasi. Dengan
kemudahan berkomuniasi, manusia se akan lebih dinamis. Informasi tentang peristiwa
ditempat yang jauh dengan mudahnya didapatkan dengan bantuan alat-alat tersebut.
Kehadiran internet dalam teknologi informasi dan komunikasi membantu aktivitas dan
urusan kita dalam memperoleh dan menyampaikan informasi secara cepat. Internet juga
mendorong terjadinya keragaman gaya hidup dan penampilan untuk memicu kreatifitas
dan ide- ide yang baru.
Komunikasi sebagai media pendidikan dapat dilakukan menggunakan media-
media komunikasi seperti telepon, komputer, internet, email dan sebagainya. Teknologi
informasi dan komunikasi juga bermanfaat dalam bidang pemerintahan seperti
meningkatkan kinerja pemerintah. Implementasi teknologi informasi dan komunikasi
diperlukan mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan program-program
pembangunan disegala bidang.

1.2 Rumusan Masalah


1. Hubungan antara pelakasanaan komunikasi dengan aplikasi tekhnologi informasi.

1.3 Tujuan Penulisan


Adapun tujuan dari pembahasan dalam makalh ini adalah sebagai berikut:
1. Memenuhi salah satu tugas Mata Kuliah Sistem Infokom Organisasi Publik
2. Untuk mengetahui aplikasi teknologi Informasi dan Komunikasi

4
BAB II

PEMBAHASAN

II. 1 Konsep dasar komunikasi dalam perspektif tekhnologi dan aplikasi sistem
Teknologi Informasi.

Komputer telah digunakan dalam bisnis selama lebih dari 50 tahun. Selama masa
itulah perubahan-perubahan drmatis pada teknologi perangkat keras dan perangkat lunak
terjadi serta bagaimana teknologi tersebut diterapkan untuk memecahkan masalah-
masalah dalam bisnis. Perubahan besar pada perangkat keras adalah kecenderungan
penggunaaan komputer berukuran kecil dan diciptakannya hubungan antar komputer
membentuk jaringan komunikasi perubahan besar dalam teknologi lunak mulai dari
pemprograman dan disesuaikan dengan pesanan pelanggan hingga penggunaan sistem
perangkt lunak yang belum ditulis.

Lima Puluh tahun yang lalu, inovasi-inovasi ini tidak terbayangkan, bahkan oleh
seorang pakar komputer sekalipun. Namun, saat ini kecanggihan teknologi komputer
menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari, baik bagi ahli iinformasi maupun pengguna yang
berperan mengembangkan sistem informasi yang sesuai dengan kebutuhan masing-
masing.

Manusia kebanyakan sering kali kaget, mengapa teknologi berubah sangat cepat,
sementara teknologi yang masih sederhana saja belum dikuasainya. Dengan HP yang
dipunyai saat ini sudah tercukupi kebutuhan dalam berkomunikasi

Arti dari istilah teknologi informasi dan teknologi komunikasi sering kali
dianggap sama. Apa yang orang bayangkan saat mengatakan teknologi komunikasi
dengan teknologi informasi bisa jadi sama. Itu sudah sangat mungkin terjadi, karena
kedua istilah itu sudah campur aduk. Padahal keduanya emmiliki perbedaan makna.
Memang teknologi informasi dan teknologi komunikasi menunjuk pada makna yang bisa
jadi sama, namaun keduanya mempunyai perbedaan. Tentu saja, perbedaan arti istilah itu
tidak perlu kita bedakan secara membabi buta, sebab keduanya berkaitan erat.

Pengertian komunikasi Istilah komunikasi berasal dari bahasa latin, yaitu


communicatio yang berarti pemberitahuan atau pertukaran. Para ahli mendefinisikan
komunikasi menurut sudut pandang mereka masing-masing. Menurut Sarah Trenholm

5
dan Arthur Jensen (1996: 4) mendefinisikan bahwa komunikasi adalah suatu proses di
mana sumber mentransmisikan pesan kepada penerima melalui berbagai saluran.

Everett M. Rogers dan Lawrence Kincaid (dalam wiryanto, 2004:6) menyatakan


bahwa komunikasi adalah suatu proses di mana dua orang atau lebih membentuk atau
melakukan pertukaran informasi antara satu sama lain, yang pada gilirannya terjadi saling
pengertian yang mendalam. Shannon dan Weaver (1949), bahwa komunikasi adalah
bentuk interaksi manusia yang saling mempengaruhi satu sama lain, sengaja atau tidak
sengaja dan tidak terbatas pada komunikasi verbal, tetapi juga dalam hal ekspresi muka,
lukisan, seni, dan teknologi. Bernard Berelson dan Gary A. Steiner(1964:527)
mendefinisikan komunikasi adalah transmisi informasi,gagasan, emosi, ketrampilan dan
sebagainya. Tindakan atau proses tranasmisi itulah apa yang di maksudkan dengan
komunikasi.

Pengertian secara terminologis merujuk pada proses penyampaian suatu


pernyataan yang di lakukan oleh seorang sebagai konsekuensi dari hubungan sosial.
Komunikasi diartikan sebagai proses penyampaian suatu pesan oleh seseorang kepada
orang lain untuk memberi tahu atau untuk mengubah pendapat dan sikap, pendapat atau
perilaku, baik secara lisan atapun tulisan, maupun tidak langsung tetapi melalui sebuah
media (Effendy, 2004: 3-4).

Pengertian Teknologi Informasi dan Komunikasi Kata teknologi bermakna


pengembangan dan penerapan berbagai peralatan atau sistem untuk menyelesaikan
persoalan-persoalan yang dihadapi manusia dalam kehidupan sehari-hari. Dalam bahasa
sehari-hari kata teknologi berdekatan artinya dengan istilah tata cara. Teknologi
merupakan hasil olah pikir manusia untuk mengenbangkan tata cara atau sistem tertentu
dan menggunakanya untuk menyelesaikan persoalan dalam hidupnya. Kata informasi
dapat diartikan berita yang mengandung maksud tertentu. Manusia memiliki pengetahuan
dan pengalaman yang selalu ingin dibagikan pada orang lain. Pengalaman atau
pengetahuan yang dikomunikasikan kepada orang lain tersebut merupakan pesan atau
informasi. Jadi, pesan atau informasi menuntut adanya kehadiran pihak lain. Kata
komunikasi berasal dari bahasa latin communicare yang bermakna berbagi atau
menyampaikan pesan, berita, informasi dan perasaan kepada orang lain.

Definisi teknologi informasi menunjuk pada teknologi modern, seperti


smatphone, teleconforence, videocall, dan bentuk alat komunikasi lainnya. Sementara itu,

6
teknologi informasi adalah semua hal yang mencakup sistem-sistem komunikasi, seperti
satelit siaran langsung, kabel interaktif dua arah, penyiaran bertenaga rendah (low power
broadcastling), komputer (termasuk personal komputer dan komputer genggam baru),
dan televisi (termasuk video disk dan video tape cassette) (Ely,1982).

Jadi dapat disimpulkan bahwa pengertian teknologi informasi adalah tata cara atau
sistem yang digunakan manusia untuk menyampaikan pesan atau informasi. Seiring
dengan perkembangan komputer dan peralatan komunikasi modern. Pengertian teknologi
informasi dan komunikasi dapat diartikan sebagai pemanfaatan perangkat komputer
sebagai alat untuk memproses, menyajikan serta mengelola data dan informasi dengan
berbasis pada peralatan komunikasi. Jadi, dua komponen pokok dalam teknologi
informasi dan komunikasi adalah peralatan komputer dan peralatan komunikasi.

Teknologi Komunikasi Teknologi Informasi


Cakupan Luas Sempit
Software Hardware
Hardware

Dari tabel diatas bisa dikatakan bahwa teknologi komunikasi itu mempunyai
cakupan yang lebih luas, yakni mencangkup perangkat keras (hardware) dan prangkat
lunak (software). Sementara itu teknologi informasi mencakup makna yang lebih sempit,
yakni perangkat keras sajaa.

Sama halnya dengan arti pers. Pers secara luas diartikan sebagai media cetak dan
eletronik, dan secara sempit bisa berarti media cetak. Kedua istilah ini tidak perlu kita
bedakan secara tajam. Perbedaan itu tetap perlu kitahui agar kita mengetahui
perbedaannya. Hanya dalam penggunannnya, seringkali disamakan satu sama lain.
Teknologi Komunikasi yang didalamnya mencakup software dan hardware, sekaligus arti
kata Teknologi informasi.

Jika dijelaskan lebih lanjut, bisa berarti bahawa perangkat kerasa meliputi bahan
material yang biasanya dapat di indra secara fisik. Jika berkaitan dengan indra penglihatan
indra penglihatan, bahan material itu bisa dilihat. Misalnya televisi, pesawat telepon,
satelit, surat, stasiun pemancar, relay, koran, radio, smartphone, dll.

7
II. 2 Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi

Teknologi informasi dan komunikasi sebagai suatu produk dan proses telah
berkembang sedemikian rupa sehingga memengaruhi segenap kehidupan kita dalam
berbagai bentuk aplikasi. Tofler menggambarkan perkembangan itu sebagai revolusi
yang berlangsung dalam tiga gelombang. Gelombang pertama timbul dalam bentuk
teknlogi pertanian. gelombang kedua ditandainya dengan adanya teknologi industri,
Gelombang ketiga merupakan resolusi teknologi elektronik dan informasi.

Tak dapat disangkal lagi bahwa perkembagan informasi dan komunikasi yang
telah berlangsung begitu cepat, telah menyebabkan sejumlah perubahan yang besar pada
masyarakat. Marshall McLuhan (1967) seorang pakar dalam bidang sosio-kultural
mengungkapkan bagaimana medium, atau proses teknologi elektrik dalam masa kita,
membentuk dan mengatur kembali pola interdependesi sosial dan segala aspek kehidupan
pribadi kita, Ia telah memaksa kita untuk mempertimbangkan dan menilai kembali hampir
semua pemikiran, tindakan, dan segenap kelembagaaan yang sebelumnya kita angap telah
mapan.

II.3 Pesan Yang Dibawa Teknologi Komunikasi

Teknologi diciptakan manusia untuk membantu menyelesaikan persoalan hidupnya


sehari-hari. Misal pesawat telepon diciptakan untuk membantu pengiriman pesan dengan
jangkauan secara fisik luas, begitu juga dengan teknologi komunikasi yang lain. Tentu
saja tujuan penciptaan teknologi sangat ideal, bahkan teknologi diharapkan untuk
mendidik manusia untuk melakukan banyak [Link] karena teknologi itu juga punya
dampak negatif, bagaimana manusia berfikir untuk menguranginya. Teknologi dalam hal
ini mendidik manusia untuk terus berpikir, mengantisipasi, meramalkan masa depan
kehidupan.

Berbagai dampak yang dibawa teknologi itu, disebabkan pesan yang dibawa
teknologi komunikasi. Menurut Everett M. Rogers (1986), pesan yang dibawa teknologi
bisa mendidik penggunanya untuk:

1. Melakukan Demasifikasi
Apa yang terjadi pada televisi itu dinamakan demasifikasi. Jika ditinjau awal
katanya, kata demasifikasi berawalan “de” yang berarti meniadakan. Sementara itu,
masifikasi berasal dari kata “massal” maka, demasifikasi berarti tidak massal atau

8
personal alias individual. Dalam konteks komunikasi, kata masifikasi dan personal sering
kali dikaitkan dengan kontrol pesan. Ini berarti bahwa masifikasi yang mengontrol pesan
adalah produser informasi, seperti penerbit surat kabar, pengelola televisi, dan pemilik
radio. Khalayak hanya pasrah pada suarat kabar yang disiarkan, radio dan televisi, klau
khalayak menerima pesan yang tidak masuk akal mereka hanya bisa mendongkol
kalaupun ada yang bertindak aling jauh paling banter mereka menulis di surat pembaca,
kontak pemirsa, dan keluhan pendengar tidak lebih dari itu.
Ciri dari masalah massifikasi adalah monopoli pesan bukan pada individu sebagai
khalayak penerima pesan. Satu hal pentik dalam demasifikasi adalah munculnya
perubahan kontrol pesan. Dalam pesan masssal yang mengontrol pesan adalah pengelola
atau pemilik media, sementara demasifikasi pengontrolnya adalah khlayak. Disamping
itu, mobilitas komunikasi juga menjadi lebih mudah dilakukan. Khalayak bisa
berhubungan dengan siapaa saja yang mereka hendaki. Khalayak bahkan bisa memilih
informasi sesuai dengan keinginan mereka. Ini disebabkam khalayak adalah pengontrol
pesan.
2. Menyesuaikan diri dan,

Seorang yang lahir di tahun 70 an, saat menginjak remaja media penyampai pesan yang
dikenal antara lain radio, surat kabar, dan televisi. Istilah internet belum dikenal oleh
generasi yang lahir pada saat itu. Saat mereka memasuki era 90 an akhir, mulai dikenal
istilah internet.

Bahkan pada tahun 2000 an dikenal dengan telepon genggam (Handphone/HP)


yang bisa jadi tidak dibayangkan muncul saat mereka remaja. Teknologi kemudian
berkembang pesan sampai muncul smartphone dengan software yang semakin modern
dan kompleks.

Kasus diatas menjadi bukti, bahwa teknologi komunikasi “mengharuskan”


manusia untuk menyesuaikan diri dengan perkembangan yang kian modern. Saat belum
ada internet bisa jadi seorang terbiasa mengirim surat ke kantor pos. Sekaran orang bisa
dengan cepat mengirim pesan memalalui teknologi canggih bernama internet (SMS,
telepon dan media sosial). Contoh komunikasi dengan menggunakan media sosial
Seseorang yang sedang berada di Istanbul, Turki bisa berkomunikasi melalui fasilitas
video call. Kenyataan yang sangaat tidak mungkin dibayangkan 10 tahun lalu. Contoh
diatas membuktikan bahwa teknologi memberdayakan pemakainya. Meskipun pada point

9
diatas dikatakan, bahwa teknologi memunculkan demasifikasi yang akibatnya bisa ikut
mengontrol pesan, tidak berarti pemakai bisa bebas sebebas bebasnya ketika memakai
teknologi komunikasi. Seseorang akan dituntut untuk menyesuaikan diri dengan berbagai
standarisasi, mulai dari petunjuk teknis pemakaian, pengiriman pesan, nilai-nilai
kemanusiaan hingga makna pesan.

Salah satu kunci dalam hal menyesuaikan diri adalah para pemakai teknologi
komunikasi harus berperilaku global,. Artinya merka harus sadar bahwa mereka adalah
warga negara dunia Sebagai warga negara dunia mereka harus mengerti semua aturan
yang berlaku adalah universal. Berperilaku global dengan berinteraksi secara
prporsioanal dengan para pemakai teknologi komunikasi lainnya. Dengan berperilaku
global seorang telah dianggap mampu menyesuaikan diri yang berarti juga akan
mengikuti standarisasi dalam dunia global itu pula.

3. Meningkatkan Interaksi
Dengan penguasaan teknologi seseorang bisa :
a. Berhubungan dengan individu didaerah /negara lain degan cepat,
Contoh, Seorang dosen yang berhalangan hadir untuk mengajar dikelas, dan membuat
group media sosial (WhatApp) dengan mahasiswa hanya cukup mengumumkannya ke
group tersebut, mereka yang menjadi anggota akan cepat mengetahui informasi itu. Ini
bukti bahwa teknologi berperan dalam berkomunikasi secara cepat.
b. Menyalurkan aspirasi dan ekspresi yang pada gilirannya menjadikan mereka akrab
satu sama lain,
c. Mengakses hasil-hasil kebudayaan yang muncul diberbagai daerah/negara dan,
d. Meningkatkan partisipan mereka dalam kehidupan sosial politik yang menyangkut
seluruh daerah/negara.

II.4 Pengertian Implementasi

Menurut Mazmanian dan Sabatier (dalam Wahab, 2001;68) arti implementasi


kebijakan adalah pelaksanaan keptusan kebijakan dasar, biasanya dalam bentuk undang-
undang. Namun dapat pula berbentuk perintah-perintah atau Keputusan eksekutif yang
penting atau badan peradilan lainnya, keputusan tersebut mengidentifikasikan secara
tegas tujuan atau sasaran yang ingin dicapai dengan berbagai cara untuk menstruktur atau
mengatur proses implementasinya.

10
Dunn (1994: 58) Masalah yang harus diatasi oleh pemerintah adalah masalah
publik, yaitu nilai, kebutuhan atau peluang yang tak terwujudkan yang meskipun bisa
diidentifikasi tetapi hanya mungkin dicapai lewat tindakan publik. Karakteristik masalah
publik yang harus diatasi selain bersifat interdependensi juga bersifat dinamis, sehingga
pemecahannya memerlukan pendekatan holistik, yaitu pendekatan yang memandang
masalah sebagai bagian dari keseluruhan yang tidak dapat dipisahkan atau diukur
sendirian.

Secara sederhana, Implementasi berarti penerapan/pelaksanaan. Implementasi


teknologi komunikasi berarti penerapan teknologi komunikasi dalam kehidupan sehari-
hari. Implementasi juga seluruh kegiatan dan aktivitas yang dilakukan untuk
menggunakan teknologi komunikasi yang diterapkan. Sebagai sebuah proses penerapan
implementasi mempunyai 3 tingkat yakni:

a. Redifining
Mengatur, menyususn, dan bahkan memodifikasi struktur organisasi (bagi lembaga) atau
mental serta kebiasaan (bagi individu) untuk keperluan teknologi komunikasi yang di
maksud. Untuk individu misalnya akan mengubah kebiasan sehari-hari karena teknologi
yang akan diadopsi akan mengubah segalanya, maka diperlukan persipan yang disebut
mendefinisikan kembali sebelum menerapkannya.
b. Clarifying
Meyakinkan kepada semua anggota (bagi lembaga) atau di sendiri (individu) tentang
seluk beluk teknologi komunikasi yang dimaksud, sehingga teknologi komunikasi itu
tidak menjadi sesuatu yang asing alagi. Sebagai sesuatu yang baru, tewknologi
komunikasi tersebut sangat mungkin dianggap asing oleh lembaga atau individu. Untuk
bisa diterapkan harus ada proses yang meyakinkan bahwa teknologi komunikasi baru itu
penting untuk dimplementasikan.
c. Routinizing
Teknologi komunikasi sudah diketahui secara jelas dan menjadi bagian dari infrasruktur
sebuah organisasi (bagi lembaga) atu pelengkap kehidupan sehari-hari (bagi individu) Ia
sudah menjadi prosedur sehari-hari, tingkat ini mengungkapkan bahwa teknologi bukan
sesuatu yang asing tetapi sudah menjadi kehidupan sehari-hari bahkan menjadi faktor
penentu aktivitas manusia.

11
Model diatas diringkas dengan mengatakan bahwa implementasi teknologi
komunikasi melewati 5 tahap yaitu agenda, setting, matching, redefining, clarifying, dan
routinizng. Implementasi teknologi omunikasi, biasanya mempunyai persoalan sebelum
dan setelah penerapannya. Sebelum penerapannya, akan berkaitan denga bagaimana
penerapan teknologi itu sendiri (mengenalkan, melatih, membiasakan,
menerapkannyadalam kehidupan sehari-hari) sementara itu jika sudah menjadi rutinitas
persoalan yang biasanya muncul adalah kurang percauya pada orang lain akibat terlalu
mengandalakan teknologi kecenderungan menghabiskan waktu dengan teknologi itu dan
sebagainya.

II.5 Teori Media Baru

Pierre Levy (dalam Putri, 2014) mengemukakan bahwa media baru merupakan teori
yang membahas mengenai perkembangan media. McQuail (2011: 152) menyatakan
bahwa media baru adalah berbagai perangkat teknologi komunikasi yang berbagi ciri
yang sama yang mana selain baru dimungkinkan dengan digitalisasi dan ketersediaannya
yang luas untuk penggunaan pribadi sebagai alat komunikasi.

Teori ini membahas tentang media pada zaman global. Istilah media baru mengacu
pada permintaan akses ke konten (isi/informasi) kapan saja, di mana saja, pada setiap
perangkat digital. Ciri utama media baru adalah adanya saling keterhubungan, aksesnya
terhadap khalayak individu sebagai penerima maupun pengirim pesan, interaktivitasnya,
kegunaan yang beragam sebagai karakter yang terbuka, dan sifatnya yang ada di mana-
mana (McQuail, 2011 : 43). Menurut R Cahyo Prabowo (dalam Putri, 2014) mengenai
media baru adalah suatu alat sebagai sarana komunikasi yang dimana saling berinteraksi,
berpendapat, tukar informasi, mengetahui berita yang melalui saluran jaringan internet
serta informasinya selalu terbaru secara kilat dan juga lebih efisien ringkas memberikan
informasi kepada pembaca atau khalayaknya.

12
II.6 Dampak positif pengaruh dari adanya perkembangan teknologi

a. Internet sebagai media berkomunikasi, dengan adanya internet tersebut para khalayak
dapat mudah untuk berkomunikasi dengan pengguna lainnya dari seluruh dunia tanpa di
batasi oleh ruang dan waktu.

b. Dengan adanya internet sebagai media pertukaran data, remaja dapat saling bertukar
informasi dengan cepat.

c. Media untuk mencari informasi atau data, dengan perkembangan internet yang pesat,
menjadikan www sebagai salah satu sumber informasi yang sering digunakan karena
keakuratanya dalam menyajikan informasi.

d. Mempermudah proses pembelajaran bagi para remaja khususnya dibidang pendidikan.

e. Mempermudah komunikasi untuk menyambung silaturrahmi antar khalayak satu dengan


lainnya.

f. Memudahkan untuk bertransaksi dan berbisnis dalam bidang perdagangan sehingga tidak
perlu pergi ke tempat penawaran atau penjualan sehingga dapat menghemat waktu dan
tenaga.

g. Tidak ketinggalan teknologi, remaja dapat mengikuti perkembangan Era Teknologisasi


Dunia sehingga para remaja lebih efektif, produktif dan efisien dalam waktu, energi dan
biaya karena adanya teknologi.

i. Sebagai media untuk hiburan, beberapa teknologi telah menciptakan fasilitas game, audio
dan video sebagai media hiburan di kalangan khalayak.

Tidak hanya mempunyai dampak positif, Teknologi informasi dan komunikasi juga
memiliki beberapa dampak negative yang cukup mengganggu kehidupan sehari-hari.
Kebanyakan dampak tersebut disebabkan karena penyalahgunaan dari teknologi informasi
dan komunikasi, ataupun disebabkan karena kurangnya pemahaman pengguna akan etika
dan juga cara untuk menggunakan teknologi informasi dan juga komunkasi dengan baik dan
juga benar. Pengguna kebanyakan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi
secara berlebihan tidak memikirkan dampaknya, dampak negatif dari perkembangan TIK
tersebut diantaranya sebagai berikut.

13
2. Dampak negatif pengaruh dari adanya perkembangan teknologi:

a. Individu menjadi malas untuk bersosialisasi secara fisik karena terlalu asik dan berlebihan
dalam menggunakan teknologi.

b. Meningkatnya penipuan dan juga kejahatan cyber karena salah dalam menyalah gunakan
kemudahan dan kecangihan teknologi sehingga muncul banyak tindakan kejahatan.

c. Cyber Bullying yang marak terjadi terutama di media sosial.

d. Konten negatif yang berkembang dengan pesat, walaupun pemerintah sudah


berusaha membatasi agar tidak ada konten negatif di internet ataupun di media sosial namun
hal itu sama saja, masih banyak konten negatif yang masih beredar sampai saat ini.

e. Fitnah dan juga pencemaran nama baik secara luas, karena kebebasan dalam berpendapat
di media sosial oleh karena itu memicu adanya tindakan tersebut.

f. Mengabaikan tugas dan juga pekerjaan, karena terlalu sering asik sendiri dengan beramain
game ataupun bermain di media sosial.

g. Menguras biaya karena memerlukan biaya dalam penggunaan internet.

h. Mebuang-buang waktu untuk hal yang tidak berguna, dengan adanya teknologi ia
mengabaikan kehidupan sosialnya dan asik sendiri dengan teknologi yang dimainkan.

14
BAB III

PENUTUP

III. 1 Kesimpulan

Hubungan antara Teknologi Informasi dan komunikasi sangat erat karena Teknologi
Informasi atau TI merupakan alat serta sistem komunikasi yang dirancang khusus oleh
manusia dengan tujuan mempermudah interaksi dan pertukaran informasi.

Teknologi Informasi diartikan sebagai suatu teknologi yang dipergunakan dalam


mengolah data. Kegiatan mengolah ini mencakup kegiatan memproses, mendapatkan,
menyusun dan menyimpan serta memanipulasi data dengan tujuan untuk mendapatkan
informasi yang berkualitas, relevan, akurat serta tepat waktu.

Keberadaan teknologi informasi ini mempermudah komunikasi manusia sehingga


pertukaran informasi menjadi lebih baik lagi.

Dalam kehidupan di jaman modern ini kita tidak akan bisa lari dari pengaruh perkembangan
teknologi informasi dan komunikasi. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi
telah banyak bermanfaat bagi kita baik di dalam pendidikan, bisnis, komunikasi lain,
dan hiburan.
Di samping manfaat-manfaat positif tersebut, perkembangan teknologi dan
informasi memiliki dampak negatif. Dampak negatif tersebut hendaknya diminimalisasi
dengan arif sehingga tidak menghilangkan dampak positifnya

III. 2 Saran
Kemajuan teknologi informasi tidak mungkin ditolak tetapi harus dapat
dimanfaatkan agar tidak tersisih dari tata pergaulan masyarakat dunia. Salah satujalan agar
teknologi informasi dapat dimanfaatkan adalah dengan memberdayakan masyarakat karena
semakin tidak berdaya masyarakat maka dampak negatif akan muncul dan merusak
kehidupan. Pemberdayaan masyarakat dapat dilakukan dengan cara:
1) Mengenalkan tekologi informasi sekaligus manfaatnya bagi kehidupan sosial
kemasyarakatan,
2) Menghilangkan gagap teknologi dan rasa minder dalam menyikapi teknologi infomasi,
3) Mengenalkan dan mengingatkan masyarakat kemungkinan dampak negatif yang dapat
muncul dalam pemanfaatan teknologi informasi,
4) Meningkatkan daya nalar dan daya seleksi masyarakat terhadap berbagai informasi
yang membanjir, sehingga masyarakat semakin kritis dan dewasa dalam menyikapinya.

15
DAFTAR PUSTAKA
Abrar, Ana Nadya. Dalam Perkembangan Teknologi Komunikasi. 2003. Teknologi
Komunikasi Perspektif Ilmu Komunikasi. Yogyakarta:LESFI.

Rogers, Everett M. Dalam Perkembangan Teknologi.1986. Comumunication Technology


The New Media in Society. Michigan: Free Press.

Ahmad Zein, 2010, Dampak Positif dan Negatif dari Internet, http://
[Link]/blog/view/id_9102/title_dampak-positif-dan-negatif-dari
internet/

Wildan, 2008, Dampak Global Teknologi Informasi, [Link]


com/2008/09/13/dampak-global-teknologi-informasi/

Yulliana Minerva, 2009, Dampak Negatif Teknologi Informasi dan Komunikasi,


[Link] penggunaan- teknologi-informasi-
dan-komunikasi/

Maryonono, M dan istiana, b patmi. 2008. Teknologi Informasi dan Komunikasi. Jakarta :
Quadra

Mulyana. 2013. Pengantar dan Implementasi Kurikulum 2013. Bandung: Remaja Rosda

Karya Oetomo,Budi. 2007. Pengantar Teknologi Informasi Internet Konsep dan Aplikasi.

Yogyakarta: C.V AndiOffet Tachan, H. 2006. Implementasi Kebijakan Publik. Bandung.

AIPI Usman, Nurdin. 2002. Konteks Implementasi Berbasis [Link]: CV


Obor Pustaka.

Sugiyono, [Link] Penelitian Kualitatif. Bandug:Alfabeta Wiryanto. 2004. P


engantar Ilmu Komunikasi. Jakarta. Grasindo

16

Common questions

Didukung oleh AI

The rapid evolution of technology has drastically reshaped people's perception and behavior by influencing how they communicate, interact, and access information. Individuals are often overwhelmed by the fast-paced changes, leading to a reliance on current technologies for communication and information retrieval. As technology becomes more embedded in daily routines, many experience difficulty adapting to new technological paradigms, leading to issues like information overload and decreased face-to-face interpersonal skills . Additionally, the prevalence of technology prompts societal shifts such as increased dependence on technology, less physical socialization, and altered consumption patterns driven by easier access to digital information .

Education systems can leverage technology to bridge the digital divide by ensuring equitable access to digital tools and resources, providing tailored digital literacy programs, and fostering inclusive online learning environments. Implementing infrastructure improvements, such as offering devices and affordable internet access, are crucial first steps . Additionally, incorporating technology into teaching practices can provide opportunities for students to engage with diverse learning materials, irrespective of their socioeconomic background. Educators can also develop digital skills that empower students to navigate technology effectively, reducing disparities in digital proficiency and fostering equal learning opportunities .

Cultural adaptation plays a significant role in the global adoption of new technologies by influencing how technologies are perceived and utilized across different societies. While technology provides universal applications, cultural norms and values shape the integration and acceptance of these innovations. This adaptation can determine the success or failure of technology in specific regions; for example, communication styles and societal needs can affect the popularity and function of social media platforms . Understanding cultural contexts helps in designing technologies that align with local preferences, ensuring broader acceptance and impact .

The positive effects of technology on societal interactions include improved accessibility to global communication, instantaneous data exchange, and enhanced learning opportunities. These advancements enable people to connect across distances, encouraging collaboration and exposure to diverse ideas . On the negative side, technology can lead to a decreased quality of personal interactions, increased cyberbullying, and the spread of misinformation. It can also contribute to increased isolation as individuals prioritize digital interactions over face-to-face communication. Understanding these dynamics is critical for leveraging technology's benefits while mitigating its drawbacks .

Communication theories provide frameworks to understand how technology impacts information exchange. For instance, Shannon and Weaver's model highlights how technology influences communication channels, affecting the transmission and reception of messages . Theories by Everett Rogers focus on the interactive nature of communication facilitated by technology, emphasizing processes like demassification where communication becomes more personalized and less about mass distribution . The incorporation of these theories allows for analyzing how technology alters communication flows, potential noise factors, and ultimately shapes understanding and interaction in digital environments .

The shift in communication patterns due to technology presents several challenges, such as decreased personal interaction, over-reliance on digital communication, and the potential for misinterpretation due to the lack of non-verbal cues. These challenges can increase social isolation and decrease empathy among individuals. Addressing these issues could involve promoting digital literacy to ensure effective communication using technology, emphasizing the value of face-to-face interactions, and developing digital platforms that simulate non-verbal interactions to enhance understanding . Encouraging structured digital detoxes may also help individuals balance digital and real-world interactions .

Technology information and communication are often confused because their meanings overlap; both involve similar processes and tools. However, technology information is narrowly defined, focusing on hardware and the processes of managing information using such tools. In contrast, technology communication not only encompasses the tools (hardware and software) but also involves the processes of transmitting messages and fostering understanding through those tools. The confusion arises because both fields use modern tools to facilitate interaction and exchange, yet it is essential to differentiate to appreciate their respective focus areas .

ICT applications improve government services by streamlining operations, enhancing communication between entities, and facilitating transparent information flow. By implementing e-government services, governments can enhance service delivery efficiency, reduce bureaucracy, and improve citizen engagement . ICT also assists in data management, allowing governments to analyze and utilize information effectively for decision-making processes. These improvements result in heightened transparency, accountability, and responsiveness to public needs .

Technology has transformed educational practices by providing new opportunities for learning and teaching through tools like online courses, virtual classrooms, and educational apps. These innovations facilitate distance learning, offer access to vast resources, and support diverse learning styles, making education more inclusive and accessible . The implications for teaching methods include the need for educators to adopt technology-enhanced pedagogies, integrate digital tools into curricula, and continually update their technological skills to engage students effectively. Technology also encourages a shift from traditional teaching methods to student-centered and interactive approaches .

Media theories describe the evolution of communication in the digital age by highlighting the transition from traditional mass media to interactive, personalized forms of communication enabled by digital tools. McQuail's theory of new media emphasizes features like interactivity, connectivity, and the capacity for user-generated content, illustrating how these technologies dismantle traditional media hierarchies and empower individual expression . Additionally, media theories address the implications of digital saturation, such as the blurring of lines between producers and consumers of information and the challenges of information overload in digital spaces .

Anda mungkin juga menyukai