Nama : Ahmad Khumedillah Irfa’i
NPM : 1819104006
SENSOR KECEPATAN (RPM)
Proses penginderaan sensor kecepatan merupakan proses kebalikan dari suatu mot
or, dimana suatu porosobject yang berputar pada suatui generator akan menghasilkan suat
u tegangan yang sebanding dengan kecepatan putaran object. Kecepatan putar sering pula
diukur dengan menggunakan sensor yang mengindera pulsa magnetis (induksi) yang tim
bul saat medan magnetis terjadi.
Sensor kecepatan atau velocity sensor merupakan suatu sensor yang digunakan
untuk mendeteksi kecepatan gerak benda untuk selanjutnya diubah kedalam bentuk sinyal
elektrik. Dalam prakteknya ada beberapa sensor yang digunakan untuk berbagai
keperluan ini, sensor- sensor tersebut diantaranya:
• Tachometer dan Stroboscope
• Kabel Piezoelectric
• Muzzle velocity
• Encoder Meter
1. Tachometer dan Stroboscope
1.1. Tachometer
Pada setiap pelatihan audit pengukuran kecepatan misalnya untuk motor,
pengukurannya sangat kritis karena kemungkinan terdapat perubahan frekuensi,
slip pada belt dan pembebanan. Dalam hal ini ada dua jenis alat pengukur kecepatan
yaitu tachometer dan stroboscope.
Tachometer.
Tachometer sederhana adalah jenis alat kontak, yang dapat digunakan untuk
mengukur kecepatan yang memungkin kan dapat diakses secara langsung.
Tachometer biasanya merupakan magnet permanen generator DC kecil.
Jika generator berotasi akan menghasilkan tegangan DC yang proporsional
langsung terhadap kecepatan.
Gambar 1. Tachometer
Pada tachometer, roda tachometer dikontakkan dengan badan yang
berputar. Karena adanya gesekan diantara keduanya, setelah beberapa detik
kecepatan roda tachometer sama dengan kecepatan poros berputar. Kecepatan ini
ditampilkan pada panel sebagai putaran per menit (rpm). Kecepatan dari putaram
poros diukur menggunakan magnetik pick up sensor.
Kumparan kecil yang terletak dekat magnet menerima pulsa setiap kali
magnet lewat. Dengan mengukur frekuensi pulsa maka kecepatan poros bisa
ditentukan. Tegangan yang keluar adalah sangat kecil dan membutuhkan proses
penguatan (amplifikasi) untuk bisa diukur.
Gambar 2. diagram skematik tachometer
1.2. Stroboscope
Stroboscope merupakan salah satu alat yang lebih canggih dan aman untuk
mengukur kecepatan dengan cara tanpa kontak. Stroboscope menggunakan sumber
sinar cahaya yang dapat disinkronisasi dengan setiap kecepatan dan pengulangan
gerakan sehingga benda yang berpindah sangat cepat terlihat tidak bergerak atau
berpindah perlahan
Gambar 3. Stroboscope
Contoh penggunaan dari stroboscope ini dapat dilakukan dengan memasang
sebuah disket putih dengan titik hitam terpasang pada poros (as) dari motor 1800
rpm. Bila disket berputar pada 1800 rpm; tidak mungkin terlihat oleh mata
gambaran tunggal dan titik akan tampak menjadi lingkaran kabur. Bila diterangi
oleh cahaya stroboscope, maka cahaya akan disinkronkan dengan setiap putaran
disket. sebagai contoh bila titik berada pada jam tiga, titik akan terlihat pada posisi
ini pada kecepatan 1800 kali untuk setiap menit. Oleh karena itu, titik akan nampak
diam pada posisi tadi.
Jika laju sinar dari stroboscope diperlambat menjadi 1799 sinar per menit,
titik akan teriluminasi pada posisi cahaya yang berbeda, setiap kali
piringan berputar, dan titik akan tampak berpindah. Perlahan dalam arah putaran
360° dan tiba pada posisi sebenarnya 1 menit kemudian. Perpindahan yang sama,
tetapi di arah yang berlawanan rotasi dari titik, akan diobservasi jika laju sinar dari
stroboscope ditingkatkan menjadi 1801 rpm. Jika diinginkan, laju perpindahan
yang tampak dapat dipercepat dengan meningkatkan atau menurunkan laju sinar
pada stroboscope.
Gambar 4. Prinsip kerja stroboscope
Untuk studi audit pada umumnya digunakan jenis kontak tachometer karena
alat tersebut sudah siap tersedia. Tachometer dan stroboscope digunakan untuk
mengukur kecepatan putaran motor, fan, pully , dan lain sebagainya.
Stroboscope digital merupakan sumber cahaya yang digunakan untuk
mengukur kecepatan obyek yang bergerak cepat atau untuk menghasilkan efek
optik menghentikan atau memperlambat gerakan
kecepatan tinggi untuk keperluan pengamatan, analisis atau fotografi kecepatan
tinggi.
Stroboscope memancarkan intensitas tinggi, waktu pendek sinar cahaya.
Peralatan memberi gambaran pulsa elektronik dari generator yang mengkontrol
laju sinar, pasokan daya pada jalur operasi, dan dioda pemancar cahaya (LED) yang
terbaca dalam nyala per menit. Cahaya dapat ditujukan pada hampir semua obyek
berpindah, termasuk pada area yang tidak dapat diakses. Bila mengukur kecepatan
perputaran obyek, atur laju cahaya awal mendekati yang tertinggi dari perkiraan
kecepatan obyek. Kemudian, perlahan mengurangi laju cahaya sampai dengan satu
gambar tampak. Pada titik ini, laju cahaya stroboscope setara dengan putaran
kecepatan obyek, dan kecepatan dapat dibaca secara langsung dari tampilan digital.
2. Kabel Piezoelectric
Efek Apiezoelectric diterapkan ke dalam suatu sensor kecepatan getaran
dengan wujud suatu kabel mineral-insulated. Kabel seperti itu menghasilkan suatu
isyarat elektris yang akan disampaikan ke suatu penerjemah ketika permukaan luar
kabel dimampatkan. Kabel piezoelectric telah digunakan dalam berbagai
eksperimen untuk memonitor getaran di dalam turboshaft mesin pesawat terbang.
Aplikasi lain meliputi pendeteksi dan analisa lalu lintas mobil.
Gambar 5. Sensor Kabel Piezoelectric:
Di dalam aplikasi ini, kabel dikuburkan ke dalam trotoar jalan raya, dengan
posisi tegak lurus terhadap lalu lintas tersebut. Sensor dirancang untuk menjadi
sensitip terutama pada tekanan vertikal. Suatu kabel piezoelectric terdiri dari suatu
tembaga yang dibatasi oleh pelindung padat sekitar 3-mm garis tengah luar,
piezoelectric bubuk ceramic, dan suatu inti tembaga bagian dalam ( Gambar 6).
Bubuk dengan ketat dimampatkan antar pelindung yang luar dan inti tersebut.
A B
Gambar 6. Aplikasi kabel piezoelectric di dalam jalan raya yang
monitoring: ( A) pemasangan sensor di dalam trotoar; ( B) bentuk dari
tanggapan elektrik.
Ketika sensor kabel pasang di dalam trotoar (Gambar 10), responnya atau
nilai keluaranya harus dikalibrasi, sebab bentuk isyarat dan amplitudonya tidak
hanya tergantung pada kandungan kabel tetapi juga pada jenis trotoar dan kelas
jalannya. Keluaran elektriknya sebanding terhadap tekanan yang diberikan terhadap
kabel tersebut. Panjang dan tipisnya piezoelectric akan membatasi lapisan
memberikan suatu impedans keluaran yang rendah. Cakupan yang dinamis kabel
adalah substansial (> 200 dB), sehingga dapat merasakan lebih jauh, yaitu
getaran amplitudo panjang yang disebabkan oleh hujan, namun menjawab secara
linier kepada dampak dari truk berat. Kabel mempunyai kemampuan tekanan 100
MPA. Juga dapat beroperasi pada temperatur - 400C sampai + 1250C..
3. Muzzle Velocity
LED dan Phototransistor dipilih sebagai sensor pada peralatan ukur ini.
LED sebagai sumber cahaya infra red dan Phototransistor sebagai penerima /
detektor cahaya infra red.
Muzzle Velocity adalah kecepatan awal peluru, yaitu kecepatan proyektil
peluru saat keluar dari ujung laras senjata yang menembakkannya. Peralatan ukur
Muzzle Velocity adalah perangkat elektronika yang dirancang untuk mengukur
kecepatan awal peluru senjata organik atau peluru kaliber kecil. Hasil pengukuran
dapat ditampilkan melalui penampil LCD, juga dapat dicetak pada printer melalui
output serial. Dari hasil pengukuran dan percobaan, komponen-komponen
peralatan ukur muzzle velocity dan modul software : LCD, RTC, beserta
perhitungan kecepatan, dapat berfungsi sesuai dengan yang direncanakan.
i n p u tse n
P h o t o t r
a ns e b a g a i d
proyektil
I n f ra R
e
ds e b a g a
s u m b e r c
Gambar 7. sensor Muzzle velocity
Peluru ditembakan pada ujung peralatan. Pada sistem ini digunakan LED
InfraRed dan Phototransistor sebagai sensor. Pada pengukuran kecepatan peluru
ada dua sensor yang dilewati peluru, pada saat peluru melewati sensor pertama akan
menyebabkan output phototransistor mengalami perubahan. Output
Phototransistor tersebut akan masuk ke interupt prosesor. Pada saat peluru lewat
sensor kedua terjadi perubahan output phototransistor, lalu diteruskan ke interupt
prosesor. Sinyal pertama mengaktifkan (start) counter dan sinyal kedua
menghentikan (stop) counter.
Berdasarkan penjelasan di atas maka dapat diringkas prinsip kerja dari
Muzzle Velocity sebagai berikut :
Keluaran dari
start dan stop Prosesor LCD
Gambar 8. Diagram Blok prinsip kerja Muzzle Velocity
Waktu yang diperlukan gerakan peluru dari sensor pertama kesensor kedua
dapat diukur, sedangkan jarak antara dua sensor adalah tetap sehingga kecepatan
peluru dapat dihitung dengan rumus:
s
V
t
Fungsi sensor ini adalah sebagai menerima sinyal cahaya inframerah yang
dipancarkan oleh LED jenis GaAs Infrared Emitting Diode. Saat peluru melintas
dan memotong cahaya dari LED, intensitas cahaya yang diterima oleh sensor akan
berubah. Secara elektris hal di atas berarti terjadi perubahan tegangan bias pada
phototransistor serta tegangan output dari sensor pun berubah. Pengkondisi sinyal
adalah berupa rangkaian elektronik yang terdiri atas rangkaian penguat transistor
dan rangkaian Comparator, berfungsi mengkondisikan sinyal sinyal listrik
yang diterima dari sensor agar sesuai dengan karakteristik sinyal input
mikrokontroler. Perubahan intensitas cahaya pada sensor pun hanya dinyatakan
dalam 2 keadaan, yaitu berubah (saat peluru memotong jalur cahaya dari LED) atau
tetap (tidak ada peluru yang lewat).
Pada aplikasi muzzle velocity ini, fungsi prosesor selaku pengendali adalah
menerima dan mengolah data dari keypad, menerima sinyal interupsi dari sensor
phototransistor yang berarti ada peluru yang melewati sensor, memberi instruksi
kepada counter untuk start atau stop,memproses atau menghitung data dari sensor
dan counter untuk memperoleh harga kecepatan peluru, memberi instruksi kepada
display untuk menampilkan hasil perhitungan,dan memberi instruksi kepada printer
untuk mencetak hasil pengukuran. Counter adalah perangkat eksternal yang terdiri
dari clock generator dan 16 bit binary.
4. Encoder Meter
Aplikasi 'Automatic Transmission with Encoder Meter and Display' ini
adalah umtuk menghitung pulsa kecepatan motor dan menampilkannya di 7
segment. Modul yang digunakan adalah DT-51 MinSys Ver 3.0, DT- 51 KND, de
KITS SPC DC Motor (K6), Motor DC, dan rangkaian Sensor Kecepatan.
Hubungan antara DT-51 MinSys Ver 3.0 dan de KITS SPC DC Motor
adalah sebagai berikut:
de KITS SPC DC DT-51 MinSys Ver
Motor 3.0Port C & Port 1
SCL / J7 Pin 15 Pin 15 (Port 1.6)
SDA / J7 Pin 16 Pin 16 (Port 1.7)
Tabel 1. Hubungan DT-51 MinSys dengan de KITS SPC DC Motor
Cara menghubungkan DT-51 KND dengan DT-51 MinSys dapat dilihat
pada DT-51 KND User's Guide. Cara menghubungkan DC motor
dengan de KITS SPC DC Motor dapat dilihat pada Manual de KITS SPC DCMotor.
Rangkaian Sensor Kecepatan menggunakan OptoIsolator/OptoCoupler model "U"
(860D) dapat dilihat padagambar berikut :
Gambar 9. Rangkaian Sensor Kecepatan
Dengan dibantu lempeng lingkaran yang dilubangi, sensor kecepatan akan
menghasilkan pulsa high ( ) jika terdapat lubang.
Posisi sensor secara mekanis dapat dilihat pada gambar 2. Perlu diingat bahwa
jumlah lubang yang dibuat akan mempengaruhi hasil tampilan di DT-51 KND.
Makin banyak lubang maka pembacaan akan makin sering dan jika dikonversi ke
RPM akan didapat hasil yang makin mendekati kondisi aslinya.
Gambar 10. Posisi Mekanis
Hubungan antara de KITS SPC DC Motor dengan rangkaian sensor ini
adalah sebagai berikut:
Tabel 2. Hubungan de KITS SPC DC Motor dengan Rangkaian Sensor
Setelah menghubungkan rangkaian dan menghubungkan supply tegangan
yang tepat, download-lah program [Link] ke DT-51 MinSys Ver3.0.
Adapun blok diagram sistem secara keseluruhan adalah sebagai berikut:
Gambar 11. Blok Diagram AN13
Rangkaian Sensor Kecepatan berfungsi untuk mendeteksi jumlah putaran
per satuan waktu. Hal ini telah diakomodasi oleh de KITS SPC DC Motor pada
IN1 untuk mendeteksi pulsa kecepatan motor. DT-51 KND berfungsi sebagai input
transmisi (Top, Brake, Up, Down, Neutral) pada keypad dan output display pada 7
segment.
Penekanan TOP akan memutar motor pada kecepatan maksimum (tanpa
PWM). Penekanan Up atau Down akan mengurangi atau menambah nilai PWM
sebesar 10d. Penekanan N akan menghentikan putaran motor. Penekanan Brake
akan menghentikan putaran motor secara cepat (layout dapat dilihat pada gambar
4). Selain itu, DT-51 KND juga berfungsi untuk menampilkan hasil penghitungan
pulsa kecepatan motor (dalam desimal). Setiap 1 detik tampilan pada 7 segment
akan di- update. Tampilan hanya menyatakan jumlah pulsa bukan menyatakan
kecepatan motor dalam RPM.
Jika ingin menghitung RPM, maka bisa dihitung dengan rumus:
RPM Hasil Tampilan 60 detik
Jumlah Lubang GateTime
Pada [Link] digunakan GateTime 1 detik sehingga rumus
menjadi:
RPM Hasil Tampilan
Jumlah Lubang 60 detik
Jika hasil tampilan sebesar 135 pulsa dengan jumlah lubang 16, berarti
kecepatan putaran motor sekitar 506 RPM.
Gambar 12. Alokasi Keypad DT-51 KND
Flowchart dari sistem ini adalah sebagai berikut:
Gambar 13. Flowchart Program