SATPAM
A. Prinsip-prinsip Penuntun Satpam
SK KAPOLRI NO. POL : T/842/1988 Tanggal 20 Desember 1988
1. Kami anggota satuan pengamanan memegang teguh disiplin, patuh dan taat pada pimpinan, jujur dan
bertanggung jawab
2. Kami anggota satuan pengamanan senantiasa menjaga kehormatan diri dan menjunjung tinggi
kehormatan satuan pengamanan
3. Kami anggota satuan pengamanan senantiasa waspada dalam melaksanakan tugas sebagai
pengamanan dan penertib lingkungan kerja
4. Kami anggota satuan pengamanan senantiasa bersikap terbuka, tidak menganggap remeh sesuatu
yang terjadi di lingkungan kerja
5. Kami anggota satuan pengamanan adalah petugas yang tangguh dan senantiasa bersikap ethis
dalam menegakkan aturan
B. Dasar
1. Naskah Fungsi Bimmaspol dan Pedoman Dasar Bimmaspol tanggal 13 November 1980
2. Surat Keputusan Kapolri No. Pol SKEP/126/XII/1980 tanggal 30 Desember 1980, tentang Pola
Pembinaan Satpam
3. Surat Keputusan Kapolri No. Pol SKEP/73IV/1981 tanggal 11 April 1981, tentang Pelaksanaan
Pembinaan Satuan-satuan Pengamanan
4. Surat Keputusan Kapolri No. Pol SKEP/74/IV/1981 tanggal 11 April 1981, tentang Pelaksanaan
Seragam Satuan Pengamanan
Ketentuan Umum
1. Satuan Pengaman (Satpam) adalah satuan kelompok petugas yang dibentuk oleh instansi/badan usaha
untuk melaksanakan pengamanan phisik dalam rangka penyelenggaraan keamanan swakarsa
dilingkungan/kawasan kerjanya
2. Badan usaha adalah perusahaan yang modalnya sebagian atau seluruhnya milik Negara (Perum,
Perusahaan, Jawatan, Persero, dan Perusahaan Daerah) dan atau seluruhnya milik swasta
3. Pengamanan phisik adalah segala usaha dan kegiatan mencegah/mengatasi timbulnya ancaman dan
gangguan keamanan dan ketertiban lingkungan suatu instansi.
Tugas Pokok, Fungsi dan Peranan Satpam
1. Tugas Pokok Satpam
Menyelenggarakan keamanan dan ketertiban di lingkungan/kawasan kerja khususnya pengamanan phisik
(Physical Security)
2. Fungsi Satpam
Segala usaha dan kegiatan melindungi dan mengamankan lingkungan/ kawasan kerjanya dari setiap
gangguan keamanan dan ketertiban serta pelanggaran hukum
3. Peranan Satpam
a. Unsur pembantu pimpinan instansi/Badan Usaha tempat ia bertugas dibidang keamanan dan
ketertiban lingkungan kawasan kerjanya
b. Unsur pembantu POLRI dalam pembinaan keamanan dan ketertiban terutama dibidang penegakan
hokum dan security dalam lingkungan kawasan kerjanya
4. Kegiatan Satpam
a. Mengadakan pengaturan dengan maksud menegakkan tata tertib yang berlaku dilingkungan kerjanya
khususnya yang menyangkut keamanan dan ketertiban atau tugas-tugas lain yang diberikan oleh
pimpinan seperti :
Pengaturan tanda pengenal
Pengaturan penerimaan tamu
Pengaturan parkir kendaraan
Dan sebagainya
b. Melaksanakan penjagaan dengan maksud mengawasi masuk atau keluarnya orang atau barang dan
mengawasi keadaan-keadaan atau hal-hal yang mencurigakan disekitar tempat tugasnya
c. Melakukan perondaan sekitar kawasan kerja menurut rute dan waktu tertentu dengan maksud
mengadakan, penelitian dan pemeriksaan terhadap segala sesuatu yang dapat atau diperkirakan
menimbulkan ancaman dan gangguan
d. Mengadakan pengawalan uang atau barang bila diperlukan dan disesuaikan dengan kebutuhan
e. Mengambil langkah-langkah dan tindakan sementara bila terjadi sesuatu tindak pidana antara lain :
Mengamankan tempat kejadian perkara
Menangkap dan memborgol pelakunya
Menolong korban
Melaporkan/meminta bantuan ke POLRI
Memberikan bantuan serta menyerahkan penyelesaian kepada POLRI terdekat dan memberikan
keterangan secukupnya
Memberikan tanda-tanda bahaya atau keadaan darurat melalui alat-alat alarm atau kode-kode
atau isyarat tertentu bila terjadi kebakaran, bencana alam atau kejadian-kejadian yang
membahayakan jiwa, badan atau harta benda orang banyak disekitar kawasan kerja serta
memberikan bantuan penyelamatan
5. Sikap dan Perilaku Satpam
a. Memelihara kebersihan badan
b. Rambut dicukur rapi
c. Kumis dicukur rapi, jambang dan jenggot dicukur habis
d. Pakaian rapi, bersih sesuai ketentuan tentang seragam satpam
e. Ulet, tabah, sabar dan percaya diri dalam mengemban tugasnya
f. Mentaati peraturan-peraturan Negara dan menghormati norma-norma yang berlaku didalam
lingkungan kerja
g. Memegang teguh rahasia yang dipercayakan
h. Bertindak tegas, jujur, berani, adil bijaksana
i. Cepat tanggap (Responsif) dalam memberikan perlindungan maupun pengamanan pada masyarakat
lingkungan kerja
j. Dapat dijadikan suri tauladan ditengah-tengah masyarakat atau lingkungan kerja terutama dalam
mengemban tugasnya
k. Melindungi dan menyelamatkan nyawa, badan, harta dan kehormatan sesama karyawan dan
kawasan kerja
l. Menghormati dan menjunjung tinggi Hak Azazi Manusia
m. Tidak menonjolkan kepentingan pribadi dan mencampuri urusan / bidang lain yang tidak ada sangkut
pautnya dengan tugas
n. Memiliki rasa kebanggaan dan semangat KORPS serta senantiasa menjaga nama baik ditengah-
tengah masyarakat atau lingkungan kerja
6. Perlengkapan Anggota Satpam
a. Kartu Tanda Anggota Satpam
b. Kartu Tanda Penduduk
c. Buku Catatan
d. Buku Saku
e. Surat Keterangan lainnya (SIM,Surat keterangan pemegang borgol dan lainnya)
f. Pensil dan Ballpoint
NORMA, STANDAR, PROSEDUR DAN KRITERIA
A. Norma/Dasar Hukum Tugas Satpam
1. Peraturan Kapolri No. Pol 24 tahun 2007 tentang Sistem Pengamanan Manajemen
Perusahaan/Instansi Pemerintahan
2. Peraturan Kapolri No. Pol 18 tahun 2006 tentang Sistem Pelatihan dan Kurikulum Satuan
Pengamanan
3. Peraturan Kapolri No. Pol 17 tahun 2006 tentang Pedoman Pembinaan Badan Usaha Jasa
Pengamanan dan Penyelamatan
4. Surat Keputusan Kapolri No. Pol Skep/1021/XII/2002 tentang Nomor Registrasi dan KTA Satpam
5. Surat Keputusan Kapolri No. Pol Skep/1019/XII/2002 tentang Pakaian Seragam Satuan-satuan
Pengamanan
6. Surat Keputusan Kapolri No. Pol Skep/302/III/1993 tentang Tanda Kualifikasi Pendidikan Anggota
Satpam
7. Surat Keputusan Bersama Menaker No. KEP.275/Men/1989 dan Kapolri No. Pol Kep/04/V/1989
tentang Pengaturan Jam Kerja, Shift dan Jam Istirahat Serta Pembinaan Tenaga Kerja Satuan
Pengamanan
8. Surat Keputusan Kapolri No. Pol Skep/199 XII/2008 tentang Pedoman Pembuatan dan Penulisan
Surat Tanda Lulus Peserta Pendidikan dan Pelatihandi Lingkungan Lemdiklat Polri
B. Standar Tugas Satpam
Anggota satpam/security selain harus mempunyai fisik yang kuat juga dituntut untuk dapat melakukan
tugas pelayanan yang baik terhadap tamu atau pelanggan ditempat bertugas. Security yang
berpengalaman akan terlihat dari sikap mereka, dengan sikap yang baik maka pengguna jasa dan
pelanggan atau tamu akan merasa nyaman dan aman, dengan demikian pelanggan atau tamu akan
semakin puas terhadap perusahaan/rumah sakit dan tentunya imbas baiknya juga akan ke perusahaan
Berikut Gambaran yang harus dilakukan oleh petugas satpam :
1. Seragam dan kelengkapan
2. Baju seragam tidak kusam
3. Atribut lengkap (topi, tali kur, peluit, nama, emblem kesatuan, dan kopel/tongkat/borgol/sangkur)
4. Sepatu bersih dan dalam kondisi baik
5. Kerapihan
6. Rambut tercukur rapi
7. Kumis tercukur rapi
8. Tidak berjenggot dan berjambang
9. Tersenyum dengan ramah
10. Mengarahkan parkir kendaraan
11. Mengawasi keadaan sekitar
12. Tidak merokok dan bermain handphone disaat jam kerja
13. Tidak mengobrol dengan rekan kerja/ pekerja hingga melalaikan pasien, pengunjung dan tamu
14. Tidak duduk diatas kendaraan(mobil/Motor)
15. Tidak bau badan
Sikap Saat Tamu/Pelanggan datang :
1. Membantu membukakan pintu
2. Tersenyum mengucapkan salam dan menawarkan bantuan
3. Mengawasi/mengatur antrian
4. Membantu pelanggan, pasien, keluarga pasien, pengunjung dan tamu yang bertanya dan menjawab
dengan ramah dan jelas
5. Mengucapkan terima kasih dan salam
C. Prosedur-prosedur yang dilakukan Satpam
1. Prosedur dalam penanganan TKP (lokasi kejadian)
a. Tindakan terhadap lokasi kejadian
Tutup dan jaga TKP dari gangguan orang-orang yang tidak berkepentingan
Pertahankan keaslian TKP dan selama pemeriksaan pada TKP cegah barang bukti/bekas
jangan sampai rusak dan hilang
Jangan memegang barang bukti dengan tangan telanjang/terbuka agar sidik jari pelaku tetap
asli
Hubungi polisi setempat secara langsung melalui telefon
b. Tindakan terhadap korban
Memeriksa apabila masih ada tanda-tanda kehidupan pada korban
Beri tanda-tanda letak korban di TKP (gunakan kapur tulis)
Bila masih ada tanda-tanda kehidupan segera diberikan pertolongan dengan P3K
Bila memungkinkan mintai identitas pelaku
c. Tindakan terhadap pelaku
Tangkap pelaku bila masih ada di TKP dan melakukan penggeledahan
Catat identitas pelaku (nama,umur,pekerjaan, alamat)
adakan pencarian singkat jika pelaku kiranya berada disekitar TKP
segera menghubungi pihak kepolisian setempat
d. tindakan terhadap saksi
cari keterangan saksi-saksi yang mengetahui
tahan saksi ditempat kejadian sambil menunggu sampai datangnya petugas penyidik dari
kepolisian setempat
catat nama, pekerjaan dan alamat pada saksi dan memerintahkan siapapun yang dicurigai
untuk tidak meninggalkan TKP
e. melakukan pemberitahuan kepada pihak kepolisian terdekat dan keluarga korban melalui telefon
f. kewajiban memberi laporan singkat / khusus
setelah penyidik datang, laporkan semua urutan-urutan tindakan yang telah dilakukan dan
dibuat laporan secara singkat tentang nama, alamat korban, saksi dan pelaku tindak pidana
yang dicurigai serta tindakan yang telah dilaksanakan di TKP
2. Prosedur Mengatasi Orang Mabuk dan Perkelahian
a. Orang mabuk
Amankan orang yang mabuk sehingga tidak membahayakan orang lain
Lakukan penangkapan apabila ada perlawanan gunakan tongkat polisi (KOPEL) dengan tidak
membahayakan diri orang yang sedang mabuk, setelah orang mabuk dapat dikendalikan,
lakukan pemborgolan
Apabila orang mabuk tersebut tidak melakukan perbuatan mengganggu keamanan segera
amankan dan usahakan orang tersebut untuk menjauh dari lingkungan kerja
Apabila terjadi pengrusakan oleh orang mabuk tersebut, sehingga peristiwa tersebut
menyebabkan kerugian materi, kumpulkan barang bukti selanjutnya diserahkan ke polisi guna
kepentingan penyidikan
b. Perkelahian
Segera melerai / memisahkan dengan memberikan peringatan untuk mengalihkan
perhatiannya
Mendamaikan dengan cara membawa orang yang berkelahi ke pos penjagaan
3. Prosedur Penanggulangan Kebakaran
a. Jangan panik, usahakan tetap tenang
Ingat setiap kepanikan akan mengurangi daya fikir dan gerak anda
Pastikan lokasi kebakaran
b. Bunyikan Alarm
Alarm dibunyikan guna memberitahukan kebakaran dan melakukan tindakan pengamanan
Usahakan melokalisir/membatasi daerah kebakaran guna mencegah menjalarnya api lebih
luas
c. Pergunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR)
Kecepatan, keamanan, dan ketepatan menggunakan APAR akan berpengaruh dalam
pemadam kebakaran
Jika api masih berkobar/membesar, segera usahakan pemadam api dengan peralatan yang
lebih memadai
d. Hindari menjadi korban yang sia-sia akibat kecerobohan diri sendiri sehingga terjebak dalam
kebakaran api
e. Matikan aliran listrik, gas, dan aliran bahan bakar
Dalam kebakaran kita harus berusaha mengurangi segala kemungkinan dapat membesarkan
api dan jatuhkan korban bahaya lainnya
Segera putuskan/matikan aliran listrik pada saklar induk dan disegel, pastikan sekring tidak
dipegang
f. Beritahukan dinas kebakaran
g. Melaporkan kejadian tersebut pada pimpinan
h. Hubungi pihak kepolisian setempat
i. Segala tindakan agar tidak terlepas dari pertunjuk atasan dan pihak manajemen ditempat kerja
4. Prosedur Ancaman Bom Via Telepon
a. Penerima telefon harus bersikap tenang, wajar dan jangan panik
b. Pancing penelpon agar bicara selama mungkin dengan berbagai pertanyaan untuk mengenali
suara penelpon
c. Ingat dan catat pesan-pesan penelepon dan perhatikan suasana lingkungan yang terdengar
ditelepon, misalnya dialek/logat penelpon, suara mobil lalu Lalang dan lain-lain
d. Segera hubungi atasan dan kepolisian terdekat secara diam-diam guna menghindari kepanikan
pelanggan, tamu dan karyawan
e. Hubungi pihak Telkom dari mana tempat/lokasi penelpon
f. Lakukan penyisiran untuk mencari apakah ada benda dilokasi dengan ciri-ciri yang disebutkan
oleh penelpon
g. Apabila benda tersebut ditemukan, jangan disentuh melainkan lakukan tindakan pengamanan
ditempat kejadian perkara (TKP) sambal menunggu petugas kepolisian tiba
h. Koordinas agar staf/karyawan, pengunjung, tamu, pelanggan untuk segera keluar dengan tertib
i. Amankan semua akses keluar/masuk, orang-orang yang tidak berkepentingan “Dilarang Masuk”
j. Koordinasi terus dengan pihak manajemen
5. Prosedur Pengamanan Ledakan Bom
a. Evakuasi secara total dilakukan secara tertib, gunakan rute jalur yang aman dan jauh dari daerah
ledakan
b. Amankan TKP dengan radius 200 meter dari pusat ledakan
c. Hubungi tim P3K dan Pemadam Kebakaran kemudian hubungi pihak kepolisian setempat serta
tim GEGANA JIHANDAK BRIMOB
d. Koordinator mendampingi team JIHANDAK dalam melakukan penyisiran lokasi guna mencari
kemungkinan adanya bahan peledak lainnya
e. Bila ada daerah yang mencurigakan segera amankan dan kosongkan
f. Buat laporan kejadian secara detail/rinci berdasarkan fakta-fakta dilapangan maupun saksi-saksi
yang ada
g. Segera laporkan secara detail/rinci kepada aparat kepolisian setibanya mereka di TKP tentang
Perihal ledakan bom itu sendiri
Daera/area yang diperiksa/disisir
Laporan lainnya yang terkait
Tanggung Jawab :
1. Kabag Umum atau [Link] umum bertanggung jawab dalam mengawasi kegiatan operasional
sesuai SPO
2. Komandan satpam bertanggung jawab langsung untuk menjalani dan mengawasi SPO terhadap anggota
dilapangan
3. Seluruh petugas satpam melaksanakan dan bertanggung jawab secara langsung selama proses
pekerjaan langsung
SPO Umum Satpam
1. Membuka pintu saat aktivitas operasional rumah sakit
2. Melakukan pengontrolan dan pemantauan jalannya kegiatan operasional
3. Mengadakan pengecekan sekitar gedung
4. Mengawasi setiap pengunjung, keluarga pasien, tamu yang keluar masuk rumah sakit
5. Melakukan pendataan tamu perusahaan pada buku yang telah disediakan
6. Mengantar tamu ketempat tujuan kalau sudah mendapat izin untuk bertemu
7. Mengontrol dan mengecek inventaris perusahaan
8. Melakukan pencatatan pada buku mengenai situasi dan pekerjaan yang dilakukan (Logbook)
9. Ikut serta dan menjadi bagian dalam menjalankan serta menegakkan aturan yang telah ditetapkan oleh
manajemen dimana termasuk melakukan pengawasan terhadap karyawan
10. Melakukan pengecekan terhadap pintu-pintu dan menyalakan lampu-lampu dan mematikannya
11. Memeriksa setiap kendaraan yang masuk dan keluar
12. Pengawasan di area parkir terhadap kendaraan-kendaraan yang terparkir diseluruh area parkiran rumah
sakit
13. Menggunakan perilaku “SENYUM, SAPA, SALAM, SANTUN, SIGAP, SABAR” dalam menjalankan tugas
Prosedur Etika Pelayanan Satpam
1. Menyapa
- Memulai sapaan dengan ucapan selamat pagi/siang/sore/malam dengan sopan, senyum dan
menatap lurus kemata
- Melayani dengan ramah, sopan, namun tetap berwibawa
- Suara ramah, tegas namun tidak ketus
- Sapaan dilakukan disetiap lokasi tugas
- Menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar
2. Berterima kasih
- Ucapkan terima kasih pada saat tamu meninggalkan lokasi atau area rumah sakit
- Bila mengakhiri komunikasi selalu ucapkan terima kasih
- Dilakukan disetiap lokasi tugas
3. Menunjuk
- Selalu menggunakan tangan kanan dengan telapak tangan terbuka dan menghadap keatas untuk
memberikan penjelasan dengan sopan
4. Menghimbau
- Selalu memberitahukan peraturan yang berlaku dengan sopan dan ramah dengan penjelasan yang
tidak menyinggung dan merendahkan pengunjung atau tamu
- Jangan memperlihatkan emosi dan jangan memberikan komentar yang dapat memancing amarah
atau menyindir pengunjung, tamu, sesama karyawan. Usahakan selalu memulai kata dengan kata
“maaf pak/ibu”
SPO Patroli
1. Pelaksanaan patroli sekitar lingkungan tempat yang menjadi Kawasan dinas dilakukan setiap shift 1x1
jam
2. Patroli kesemua area rumah sakit
3. Patroli sarana prasarana rumah sakit, listrik-listrik dan lampu-lampu
4. Patroli seluruh akses masuk rumah sakit
SPO Penerimaan Tamu
1. Tamu ditanyakan dari mana, siapa, ingin bertemu siapa dan apa keperluannya
2. Tamu dipersilahkan mengisi buku tamu
3. Tamu dipersilahkan menunggu
4. Satpam menghubungi pihak yang dituju
5. Satpam berhak melakukan pemeriksaan terhadap tamu jika dianggap mencurigakan
SPO Penerimaan Surat
1. Memeriksa surat (nama), apabila benar tertuju untuk perusahaan dan karyawan maka diterima untuk
diserahkan kebagian kesekretariatan
2. Menyerahkan surat kepetugas informasi atau kesekretariatan
SPO Penerimaan Paket
1. Memeriksa paket dan mengecek kepihak perusahaan
2. Menyerahkan paket kebagian informasi atau kesekretarian
Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Keluar Masuk Barang
1. Harus melakukan pengawasan terhadap penerimaan atau pengiriman barang (ikut serta melakukan
double check data atas perintah manajemen)
2. Harus melakukan surat jalan atau fisik barang (menghitung) pada saat memuat
3. Membubuhkan tanda tangan pada surat jalan
4. Melakukan pencatatan pada buku catatan penerimaan atau pengiriman barang
5. Satpam mempunyai wewenang untuk menahan penerimaan atau pengiriman barang apabila tidak
terdapat kesesuaian antara surat jalan dengan jumlah fisik barang dan melaporkan kepihak manajemen
Disiplin Anggota
1. Dilarang meninggalkan pos jaga dalam keadaan kosong
2. Selalu dalam kesiagaan, kesigapan dan waspada
3. Menjalankan semua aturan, prosedur, tata cara dan tata krama
4. Menjaga kebersihan lingkungan kerja
5. Menjalankan tugas sebaik-baiknya
6. Taat dan patuh pada pimpinan
7. Menjalankan penampilan dan performa diri
8. Menjaga ketertiban dan keamanan dan lingkungan kerja
9. Tidak melakukan kecurangan dalam bentuk apapun
10. Tidak membuat dan memberikan laporan palsu
11. Menjaga kebersamaan dengan azas kekeluargaan
12. Bersikap tegas namun ramah
13. Memberikan contoh yang baik
14. Menjalankan semua prosedur yang ada
15. Hadir 15 menit sebelum tugas
16. Melaksanakan serah terima tugas dengan baik dan penuh tanggung jawab
17. Menjaga perilaku (SENYUM, SAPA, SALAM, SANTUN, SIGAP, SABAR)
18. Menjaga dan memegang teguh rahasia perusahaan
Larangan Dalam Menjalankan Tugas Satpam
1. Dilarang merokok dalam menjalankan tugas
2. Dilarang menggunakan dan memegang barang-barang yang tidak berhubungan dengan pekerjaan
kecuali atas perintah
3. Dilarang menggunakan telepon/fasilitas perusahaan untuk urusan pribadi
4. Dilarang meninggalkan pos tanpa izin
5. Dilarang tidur selama bertugas
6. Dilarang menanggalkan pakaian dinas selama bertugas
7. Dilarang menggunakan, membawa, mengedarkan narkoba, minuman keras, judi dan lainnya
8. Dilarang memberikan dan membuat laporan palsu
9. Dilarang meminjamkan barang inventaris perusahaan kepada orang lain
10. Dilarang menggunakan alat komunikasi/HT dengan kata-kata kotor, sara, menyinggung perasaan orang
lain dan menjelekkan nama perusahaan
11. Dilarang berbuat asusila
12. Dilarang berkelahi sesame karyawan maupun pihak luar
13. Dilarang berjenggot, rambut panjang dan menggunakan perhiasan kecuali jam tangan
14. Dilarang untuk orang yang tidak berkepentingan berada dan masuk kedalam area yang telah ada
ketentuannya
15. Dilarang meninggalkan tugas atau jam kerja sebelum pengganti hadir
Penjagaan Gedung
1. Ruang rawat jalan dan lobby
- Anggota yang dinas sebagai pengamanan dan pelayanan untuk memberikan informasi bagi para
pasien, keluarga pasien dan pengunjung
2. Ruang rawat inap
- Pengamanan dan pelayanan untuk memberikan informasi bagi para pasien, keluarga pasien dan
pengunjung
- Melaksanakan aturan-aturan yang sudah berlaku ditetapkan oleh rumah sakit.
Contohnya : melarang pengunjung yang berkunjung diluar jam besuk, mengamankan jika terjadi
keributan di area rumah sakit terutama area rawat inap.
3. Mengontrol seluruh area rumah sakit
Pengawasan Khusus
Melakukan pengawasan, teguran serta melaporkan atas pelanggaran disiplin serta pelanggaran tata tertib
aturan misalnya :
1. Merokok di daerah terlarang
2. Berkeliaran di area rumah sakit tanpa izin
3. Melarang pedagang, pemungut biaya, dll yang masuk kedalam area rumah sakit