OPTIMALISASI ALAT NAVIGASI RADAR DI ATAS KAPAL
SAAT MELEWATI ALUR LAUT KEPULAUAN INDONESIA
(ALKI)
Disusun sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan
Program Pendidikan Diploma III Pelayaran
DWI PRAYOGI
NIT : [Link].41
AHLI NAUTIKA TINGKAT III
PROGRAM DIPLOMA III PELAYARAN
POLITEKNIK PELAYARAN SURABAYA
2019
i
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dengan memperhatikan luas wilayah lautan yang dimiliki serta posisi
yang merupakan jalur perdagangan internasional maka Indonesia berada pada
jalur strategis lalu lintas pelayaran. Dan semakin meningkatnya tonase kapal
niaga, khususnya kapal tanker yang kini sudah mencapai kategori Ultra Large
Crude Carrier (ULCC). Selain itu, pendangkalan alur pelayaran sempit juga
menjadi alasan lain mengapa perairan itu akan ditinggalkan oleh kapal
bertonase besar. Lalu kemana kapal-kapal besar itu berpindah?
Memang sampai saat ini alur pelayaran sempit masih mendominasi lalu
lintas yang hiruk pikuk, namun kondisi perairan itu sudah overload dan tidak
produktif. Karena bagian tersempit dari jalur tersebut yaitu Phillips Channel
yang terletak di depan Singapura, hanya selebar 3 kilometer dan dengan
kedalaman 25 meter saja. Seluruh kapal-kapal raksasa yang sedang melewati
perairan tersebut harus dalam kondisi siaga penuh, karena kemungkinan untuk
kandas atau tabrakan dengan kapal lainnya bisa saja terjadi sewaktu-waktu
karena padatnya lalu lintas. Maka dari itu seluruh kapal memiliki alat navigasi
radar yang berguna sangat penting jika melewati alur-alur pelayaran sempit atau
ramai. Radio Detection and Ranging (RADAR) merupakan sistem gelombang
elektromagnetik yang digunakan untuk mendeteksi, mengukur jarak dan
membuat jalur pelayaran, melacak kondisi sekitar laut dan informasi cuaca.
Jadi sekiranya berguna bagi kapal yang melewati laut yang dangkal. Gelombang
ii
radio yang dipancarkan dari suatu benda dapat ditangkap oleh radar kemudian
dianalisa untuk mengetahui lokasi dan bahkan jenis benda tersebut. Walaupun
sinyal yang diterima relatif lemah, namun radar dapat dengan mudah
mendeteksi dan memperkuat sinyal tersebut.
Salah satu insiden terkait dengan alat navigasi radar di atas kapal saat
melewati ALKI adalah Tragedi tanggal 17 Desember 2015 pukul 15.39 WIB
terjadi MV. Thorco Could dan MT. Stolt Commitment bertabrakan di perairan
Riau. Insiden itu terjadi di dekat Karang Batu Berantai di perairan Indonesia.
Otoritas Indonesia dan Singapura bekerja sama mengevakuasi para awak dan
memastikan jalur pelayaran tidak terganggu. MV. Thorco yang berbendera
Kepulauan Cayman diketahui membawa pipa dan minyak. Sementara MT. Stolt
Commitment yang berbendera Antigua-Barbuda diketahui mengangkut bahan
kimia. Saat kejadian, kedua kapal tengah berlayar di Selat Singapura. Pada rabu
malam, otoritas maritim Batam menerima sinyal bahaya dari kedua kapal sudah
dalam posisi karam di belakang. Kejadian itu terjadi karena Human Error
terhadap pembacaan alat navigasi. Salah satunya yaitu alat navigasi radar yang
mendeteksi pancaran sinyal saat terjadi kecelakaan laut. Ini didapat dari sumber
[Link]
Batam%2c-Enam-Awak-Kapal
Radar akan sangat berguna pada saat cuaca buruk, keadaan berkabut dan
berlayar dimalam hari terutama apabila petunjuk pelayaran seperti lampu suar,
pelampung, bukit atau bangunan secara visual tidak dapat diamati. Jadi calon
perwira kapal harus paham dan mengerti untuk menggunakan alat Navigasi
Radar, karena di alur-alur pelayaran atau ALKI ini rawan terjadi bahaya
iii
tubrukan dan kandas. Maka Perwira Kapal harus jeli ketika melewati alur-alur
pelayaran saat menggunakan Radar diatas kapal.
Hal ini sangat menarik penulis untuk melakukan penelitian. Karena
seorang calon Perwira kapal harus mengerti dan mengetahui cara membaca alat
navigasi Radar. Dengan demikian maksud dari judul di atas ialah :
“OPTIMALISASI ALAT NAVIGASI RADAR DI ATAS KAPAL
SAAT MELEWATI ALKI ”.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah, maka penulis merumuskan
permasalahan sebagai berikut :
1. Bagaimana peran alat navigasi Radar di kapal saat melewati alur pelayaran
sempit ?
2. Bagaimana Kendala-kendala dalam menggunakan Radar melewati alur
pelayaran sempit ?
3. Bagaimana pengoperasian Radar di alur pelayaran sempit saat melewati alur
pelayaran sempit ?
C. Batasan Masalah
Masalah yang di bahas dalam penelitian ini adalah peran alat Navigasi
Radar di atas kapal sangat besar saat melewati pelayaran perairan sempit.
iv
D. Tujuan dan Manfaat Penelitian
A. Tujuan Penelitian :
1. Untuk mengetahui peran navigasi Radar dikapal saat melewati alur
pelayaran sempit.
2. Untuk mengetahui kendala apa saja yang terjadi pada Radar saat
melewati alur pelayaran sempit.
3. Untuk pengoperasian Radar ketika berada di alur pelayaran sempit saat
melewati alur pelayaran sempit.
B. Manfaat Penelitian
a. Manfaat teoritis
Diharapkan penelitian ini dapat mengembangkan sumbangan
dalam perkembangan ilmu pelayaran tentang bernavigasi dalam
berlayar khususnya penggunaan alat navigasi radar dan diharapkan
mampu memberikan informasi pada peneliti selanjutnya tentang alat-
alat navigasi radar yang dapat menunjang dalam pelayaran.
b. Manfaat praktis
Penelitian ini diharapkan dapat menjadi contoh untuk digunakan
perwira diatas kapal dalam pengoperasian radar secara benar sebagai
fungsi bagi transportasi laut untuk menetapkan alur pelayaran yang ada
di laut, sungai, dan danau serta melakukan kepentingan yang dapat
membantu meningkatkan keselamatan dalam sebuah pelayaran.