0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
168 tayangan8 halaman

Reseptor Kulit dan Fungsinya

1. Kulit terdiri atas tiga lapisan utama yaitu epidermis, dermis, dan hipodermis. Epidermis merupakan lapisan luar yang melindungi tubuh, sementara dermis berisi pembuluh darah, saraf, dan reseptor. Hipodermis berisi jaringan lemak. 2. Reseptor-reseptor di kulit memungkinkan indra peraba bekerja dengan merasakan sentuhan, tekanan, panas, dan dingin. 3. Kelainan kulit um

Diunggah oleh

DhilDhilDhiLa
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
168 tayangan8 halaman

Reseptor Kulit dan Fungsinya

1. Kulit terdiri atas tiga lapisan utama yaitu epidermis, dermis, dan hipodermis. Epidermis merupakan lapisan luar yang melindungi tubuh, sementara dermis berisi pembuluh darah, saraf, dan reseptor. Hipodermis berisi jaringan lemak. 2. Reseptor-reseptor di kulit memungkinkan indra peraba bekerja dengan merasakan sentuhan, tekanan, panas, dan dingin. 3. Kelainan kulit um

Diunggah oleh

DhilDhilDhiLa
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Macam-macam Turgo Reseptor

Turgo reseptor dalam kulit ada bermacam-macam, yaitu sebagai berikut.

1. Korpuskula paccini, merupakan saraf perasa tekanan kuat.

2. Ujung saraf sekeliling rambut, merupakan saraf peraba.

3. Korpuskula ruffini, merupakan saraf perasa panas.

4. Ujung saraf crausse, merupakan saraf perasa dingin.

5. Korpuskula meissner, merupakan saraf perasa nyeri.

6. Ujung saraf tanpa selaput, merupakan saraf perasa nyeri.

7. Lempeng merkel, merupakan saraf perasa sentuhan dan tekanan ringan.

Reseptor-reseptor ini terdapat di dermis kulit.

Bagian-bagian Kulit

Kulit merupakan indera peraba manusia, kulit terdiri atas epidermis dan dermis. Epidermis ialah
lapisan luar yang terdiri atas lapisan sel yang disusun sangat rapat jaringan epitel. Sedangkan, dermis,
ialah lapisan di bawah epidermis yang terdiri atas sel yang longgar yang letaknya agak berjauhan dari
satu sel ke sel lainnya.

Lapisan kulit terdiri atas epidermis dan dermis.

1. Epidermis, terdiri atas bagian-bagian berikut.

Loading...

a. Lapisan kulit ari

Lapisan kulit ari adalah lapisan yang selalu mengelupas dan berganti dengan sel yang baru.

b. Lapisan Malpighi

Lapisan malpighi adalah lapisan kulit yang tersusun atas sel-sel yang disebut melanoblas. Melanoblas
mengandung zat warna atau pigmen yang disebut melanin. Melanin menjadikan kulit mempunyai
warna. Selain itu, melanin juga berfungsi melindungi kulit dari sinar matahari yang dapat merusak
lapisan kulit. Pada epidermis terdapat reseptor untuk rasa sakit dan tekanan lemah. Reseptor untuk
tekanan disebut mekanoreseptor.
2. Dermis, terdiri atas bagian-bagian berikut.

a. Ujung-ujung saraf peraba

b. Pembuluh darah

c. Otot penegak bulu/rambut

d. Folikel rambut

e. Papila

f. Kelenjar lemak

g. Kelenjar keringat

h. Kelenjar minyak

Fungsi Kulit

Pada kulit terdapat reseptor yang sensitif terhadap rangsangan raba, tekanan, panas, dingin, dan
nyeri. Reseptor ini dapat berupa ujung saraf yang bebas, ujung-ujung saraf yang berbenjol, atau ujung
saraf yang diselubungi kapsul jaringan ikat. Umumnya, setiap jenis reseptor hanya mempunyai fungsi
yang khusus, yaitu menerima satu jenis rangsang saja.

Macam-macam Gangguan pada Kulit

Kulit sebagai indra peraba dapat mengalami gangguan atau kelainan. Kelainan tersebut disebabkan
karena kotoran, penyakit, atau kesalahan kosmetik. Berikut ini akan dijelaskan beberapa kelainan dan
penyakit pada kulit.

1. Jerawat

Jerawat biasanya muncul di wajah, leher, punggung, bahu, dada, dan bahkan di lengan atas. Jerawat
biasanya terjadi karena tersumbatnya pori-pori kulit oleh kotoran.

2. Dermatitis

Dermatitis atau eksim merupakan penyakit peradangan kulit. Dermatitis secara umum ditandai
dengan kulit yang membengkak, memerah, dan gatal-gatal. Dermatitis dapat disebabkan oleh benda-
benda yang menyebabkan alergi pada kulit (misalnya sabun, logam, atau kosmetik).

3. Ketombe
Ketombe adalah sejenis eksim yang mengenai kulit kepala. Ditandai dengan terbentuknya sisik halus
yang mudah lepas dari kulit.

4. Panu

Panu diakibatkan oleh jamur. Infeksi jamur dapat bermacam-macam, pengobatannya biasanya
membutuhkan waktu lama, paling sedikit 30 hari dengan obat khusus jamur.

1. Epidermis

Epidermis merupakan macam macam lapisan kulit manusia yang paling luar sobat. Lapisan yang
disebut juga dengan kulit ari ini merupakan lapisan kulit yang tahan akan air dan juga memiliki
ketebalan yang berbeda – beda sesuai dengan fungsinya. Bagian kulit yang tebal ( terdapat pada
bagian telapak tangan dan juga kaki ) sedangkan untuk kulit tipis ( tentunya selain kulit telapak
tangan dan juga kaki ). Ada pun fungsi dari epidermis ini adalah sebagai berikut :

1. Sebagai penghalang untuk melindungi tubuh dari mikroba atau patogen yang berbahaya.
2. Memberikan ketahanan mekanis pada tubuh.
3. Memberikan warna pada kulit.
4. Melindungi tubuh dari resiko stress oksidan akibat terkena sinar ultra violet (UV).

2. Dermis

Lapisan kulit yang berada di bawah bagian lapisan epidermis disebut dengan lapisan dermis. Lapisan
ini lebih tebal dibandingkan dengan lapisan epidermis, dimana tebalnya mencapai 2,5 mm. Lapisan
dermis ini terdiri atas 3 bagian, yaitu antara lain :

1. Fibrolas, yaitu sel pada dermis yang mempunyai tugas utama untuk mensistesis matriks
ekstraseluler dan juga kolagen.
2. Makrofag, yaitu sel yang mempunyai fungsi pada jaringan yang berasal dari sel darah putih (
leukosit ).
3. Adiposit, yaitu sel pada dermis yang mempunyai fungsi sebagai tempat penyimpanan lemak.
Sel ini merupakan sel penyusun jaringan adipose serta jaringan penghantar areolar.

3. Hipodermis
Hipodermis merupakan bagian yang terletak di bawah lapisan dermis. Hipodermis merupakan lapisan
yang banyak mengandung lemak yang bertindak sebagai cadangan makanan, untuk membantu
memberikan perlindungan bagian tubuh terhadap benturan, serta mempunyai fungsi lainnya untuk
menahan pada bagian tubuh. Hipodermis ini merupakan lapisan terdalam kulit yang di dalamnya
terdapat pembuluh darah, limfa, serta sistem saraf pada manusia yang sejajar denagn permukaan
kulit itu sendiri. Ada pun fungsi dari hipodermis adalah :

1. Membantu menyangga tubuh bagian dalam terhadap adanya benturan.


2. Memberikan bentuk pada tubuh.
3. Sebagai penyedia makanan karena tempat berkumpulnya lemak.
4. Membantu mempertahankan suhu tubuh.

BAB II

PEMBAHASAN

SUSUNAN INDERA PERABA (KULIT)

Kulit adalah lapisan jaringan yang terdapat pada bagian luar menutupi dan melindungi permukaan
tubuh, berhubungan dengan selaput lendir yang melapisi rongga-rongga lubang-lubang masuk. Pada
permukaan kulit bermuara kelenjar keringat dan kelenjar mukosa.

Kulit terdiri dari lapisan luar yang disebut epidermis dan lapisan dalam atau lapisan dermis. Pada
epidermis tidak terdapat pembuluh darah dan sel saraf. Epidermis tersusun atas empat lapis sel. Dari
bagian dalam ke bagian luar, pertama adalah stratum germinativum berfungsi membentuk lapisan di
sebelah atasnya. Kedua, yaitu di sebelah luar lapisan germinativum terdapat stratum granulosum
yang berisi sedikit keratin yang menyebabkan kulit menjadi keras dan kering. Selain itu sel-sel dari
lapisan granulosum umumnya menghasilkan pigmen hitam (melanin). Kandungan melanin
menentukan derajat warna kulit, kehitaman, atau kecoklatan. Lapisan ketiga merupakan lapisan yang
transparan disebut stratum lusidum dan lapisan keempat (lapisan terluar) adalah lapisan tanduk
disebut stratum korneum.

Penyusun utama dari bagian dermis adalah jaringan penyokong yang terdiri dari serat yang berwarna
putih dan serat yang berwarna kuning. Serat kuning bersifat elastis/lentur, sehingga kulit dapat
mengembang. Stratum germinativum mengadakan pertumbuhan ke daerah dermis membentuk
kelenjar keringat dan akar rambut. Akar rambut berhubungan dengan pembuluh darah yang
membawakan makanan dan oksigen, selain itu juga berhubungan dengan serabut saraf. Pada setiap
pangkal akar rambut melekat otot penggerak rambut. Pada waktu dingin atau merasa takut, otot
rambut mengerut dan rambut menjadi tegak. Di sebelah dalam dermis terdapat timbunan lemak yang
berfungsi sebagai bantalan untuk melindungi bagian dalam tubuh dari kerusakan mekanik.

BAGIAN-BAGIAN KULIT

1. Ø Epidermis. Epidermis merupakan lapisan terluar dari kulit. Lapisan epidermis tersusun
atas kulit ari dan lapisan malpighi. Pada epidermis terdapat saluran keringat, lubang kulit
atau pori-pori, dan ujung rambut. Kulit ari merupakan lapisan epidermis terluar. Kulit ari
tersusun atas sel-sel terluar dari lapisan malpighi yang telah mati. Kulit ari berfungsi
mencegah masuknya bibit-bibit penyakit ke dalam tubuh dan mencegah menguapnya air dari
tubuh. Lapisan malpighi berada di sebelah dalam kulit ari. Lapisan ini tersusun atas sel-sel
yang aktif membelah diri
2. Ø Dermis. Dermis berada di bawah atau di sebelah dalam epidermis. Pada dermis terdapat
kelenjar keringat, kelenjar minyak, akar rambut, pembuluh darah, saraf, dan reseptor indra
peraba.
3. Ø Hipodermis. Hipodermis adalah lapisan kulit yang paling dalam. Lapisan ini mengandung
banyak jaringan lemak yang berguna untuk menghangatkan tubuh.

FUNGSI INDERA PERABA (KULIT)

Kulit berfungsi sebagai alat pelindung bagian dalam, misalnya otot dan tulang; sebagai alat peraba
dengan dilengkapi bermacam reseptor yang peka terhadap berbagai rangsangan; sebagai alat
ekskresi; serta pengatur suhu tubuh. Sehubungan dengan fungsinya sebagai alat peraba, kulit
dilengkapi dengan reseptor-reseptor khusus. Reseptor untuk rasa sakit ujungnya menjorok masuk ke
daerah epidermis. Reseptor untuk tekanan, ujungnya berada di dermis yang jauh dari epidermis.

Reseptor untuk rangsang sentuhan dan panas, ujung reseptornya terletak di dekat epidermis.
Reseptor untuk tekanan, ujungnya berada di dermis yang jauh dari epidermis. Reseptor untuk
rangsang sentuhan dan panas, ujung reseptornya terletak di dekat [Link] itu kulit juga
berfungsi sebagai tempat keluarnya keringat dan menjaga masuknya kotoran atau bibit penyakit ke
dalam tubuh. Bagian kulit yg peka tehadap rangsang adalah ujung jari dan bibir.
Mekanisme kerja kulit adalah :

Kita meraba suatu benda = rangsangan diterima oleh ujung-ujung syaraf peraba = rangsang diteruskan
ke otak = otak memproses sehingga kita dapat merasakan kasar, halus, panas atau dingin suatu
benda.

KELAINAN PADA KULIT

Kutu air atau kaki atlit (Bahasa Inggris:athlete's foot) adalah sebuah infeksi jamur pada kulit, biasanya
di antara jari kaki yang disebabkan oleh jamur parasit, penyakit ini menular. Usta atau Lepra atau
disebut juga Penyakit Morbus Hansen, Penyakit Hansen adalah sebuah penyakit infeksi kronis yang
disebabkan oleh bakteri Mycobacterium leprae. Penyakit ini adalah tipe penyakit granulomatosa pada
saraf tepi dan mukosa dari saluran pernapasan atas; dan lesi pada kulit adalah tanda yang bisa
diamati dari luar. Bila tidak ditangani, kusta dapat sangat progresif, menyebabkan kerusakan pada
kulit, saraf-saraf, anggota gerak, dan mata. Tidak seperti mitos yang beredar di masyarakat, kusta
tidak menyebabkan pelepasan anggota tubuh yang begitu mudah, seperti pada penyakit tzaraath,
yang digambarkan pada alkitab dan sering disamakan dengan kusta.

Panau atau panu merupakan salah satu penyakit kulit yang disebabkan oleh jamur. Penyakit panau
ditandai oleh bercak yang terdapat pada kulit disertai rasa gatal pada saat berkeringat. Bercak-bercak
ini bisa berwarna putih, coklat atau merah tergantung kepada warna kulit penderita. Jamur yang
menyebabkan panau adalah Malassezia furfur. Panu paling banyak dijumpai pada remaja usia
belasan. Meskipun begitu panau juga bisa ditemukan pada penderita berumur yang lebih tua atau
lebih muda. Penyakit ini biasanya menyerang kulit di daerah yang menghasilkan banyak keringat.
Biasanya panau terdapat pada bagian atas dada, lengan, leher, perut, kaki, ketiak, lipatan paha, muka
dan kepala. Panu terutama ditemukan di daerah yang lembab dan dilindungi pakaian.

1. Eksim(ekzema)

Ditandai dengan kulit kemerah-merahan, bersisik, pecah-pecah, terasa gatal terutama pada malam
hari, timbul gelembung kecil yang berisi air atau nanah, bengkak, melepuh, berwarna merah, sangat
gatal dan terasa panas. Penyebabnya karena alergi terhadap rangsangan zatkimia tertentu, maupun
kepekaan terhadap makanan tertentu seperti udang, ikan laut, alkohol, vetsin, dll.

Pencegahan : Menghindari hal-hal atau bahan-bahan yang dapat menimbulkan alergi.

2. Kudis (Skabies)

Gejala : timbul gatal hebat di malam hari, terutama di sela-sela jari tangan, di bawah ketiak, pinggang,
alat kelamin, sekeliling siku, aerole (sekeliling puting payudara), dan permukaan depan pergelangan.
Kudis mudah menular ke orang lain baik secara langsung maupun tidak langsung (handuk, pakaian,
dll).

Pencegahan : kudis lebih sering terjadi di daerah yang higienisnya buruk, jadi memelihara kebersihan
tubuh adalah wajib bila ingin terhindar dari penyakit kulit ini.

3. Kurap

Penyebab : jamur

Gejala : kulit menjadi tebal dan timbul lingkaran-lingkaran, bersisik, lembab, berair, dan terasa gatal.
kemudian timbul bercak keputihan.

Pencegahan : jaga kebersihan kulit terutama di area tengkuk, leher, dan kulit kepala.

4. Bisul (Furunkel)

Bisul disebabkan karena adanya infeksi bakteri Stafilokokus aureus pada kulit melalui folikel rambut,
kelenjar minyak, kelenjar keringat yang kemudian menimbulkan infeksi lokal. Faktor yang
meningkatkan risiko terkena bisul antara lain kebersihan yang buruk, luka yang terinfeksi, pelemahan
diabetes, kosmetika yang menyumbat pori dan pemakaian bahan kimia.

5. Campak (Rubella)

Gejala dari penyakit ini adalah demam, bersin, pilek, sakit kepala, badan terasa lesu, tidak nafsu
makan, dan radang mata. Setelah beberapa hari dari gejala tersebut timbul ruam merah yang gatal,
bertambah besar, tersebar ke beberapa bagian tubuh.

6. Kusta

Kusta adalah penyakit infeksi kronis yang di sebabkan oleh mycobacterium lepra yang interseluler
obligat, yang pertama menyerang saraf tepi, selanjutnya dapat menyerang kulit, mukosa mulut,
saluran nafas bagian atas, sistem endotelial, mata, otot, tulang, dan testis. Tanda pasti kusta adalah:

a. Kulit dengan bercak putih atau kemerahan dengan mati rasa


b. Penebalan dalm saraf tepi di sertai kelainan berupa mati rasa dan kelemahan pada otot
tangan, kaki, dan mata
c. Pada pemeriksaan kulit BTA +

7. Ketombe (Seboroid)

Penyebab Penyakit ini diduga erat kaitannya dengan aktivitas kelenjar sebasea di kulit.

Keterangan: Seboroid yang terjadi pada kulit kepala sering di sebut juga dengan nama ketombe.
Gejala : Merah ,bersisik ,Berminyak ,Bau.

8. Lepra

Gejala: biasanya gejala awalnya kulit terlihat mengk000erut bahkan jika penyakit tersebut sudah akut
kumannya perlahan-lahan akan memakan kulit dan daging anda, jika anda merasa telah terkena
penyakit kulit jenis ini segeralah berobat ke dokter karena jika di biarkan penyakit kulit ini dapat
menjadi momok yang menakutkan.

9. Cacar air (Frambusia)

Penyebab : Penyakit kulit ini disebabkan oleh sejenis virus bakteri Trypanosoma. Penyakit ini sangat
menular terutama melalui udara, pakaian, tempat tidur dan keropeng penderita. Keterangan : Dari
jauh kulit yang terkena Frambusia mirip dengan buah frambus yang berbintil-bintil ranum.

Gejala : Bintil, Frambus, Cacar Air.

10. Panu atau panau

Panau atau Panu adalah salah satu penyakit kulit yang disebabkan oleh jamur,penyakit panu ditandai
dengan bercak yang terdapat pada kulit disertai rasa gatal pada saat berkeringat. Bercak-bercak ini
bisa berwarna putih, coklat atau merah tergantung warna kulit si penderita.

Panau paling banyak dijumpai pada remaja usia belasan. Meskipun begitu panau juga bisa ditemukan
pada penderita berumur tua.

Cara pencegahan penyakit kulit Panau dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan kulit, dan dapat
diobati dengan obat anti jamur yang dijual di pasaran, dan dapat juga diobati dengan obat-obatan
tradisional seperti daun sirih yang dicampur dengan kapur sirih dan dioles pada kulit yang terserang
Panau.

11. Infeksi Jamur Kulit

Jamur dapat tumbuh di permukaan kulit kita, dan menyebabkan kerusakan tekstur kulit sehingga
terlihat buruk. Belum lagi, rasa gatal yang sering menyerang menyertai infeksi jamur tersebut. Jika
tidak segera di atasi, jamur kulit dengan cepat menyebar ke jaringan kulit yang lebih luas.

Anda mungkin juga menyukai