A.
Definisi Variabel
Istilah variabel dapat diartikan bermacam – macam. Dalam tulisan ini variable
diartikan sebagai segala sesuatu yang akan menjadi objek pengamatan penelitian.
Sering pula dinyatakan variable penelitian itu sebagai faktor-faktor yang berperan
dalam peristiwa atau gejala yang akan diteliti. Jadi variabel penelitian pada
dasarnya adalah segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh
peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi tentang hal tersebut,
kemudian ditarik kesimpulan. Secara teoritis variabel dapat didefinisikan sebagai
atribut seseorang, atau objek yang mempunyai “Variasi” antara satu orang dengan
yang lain atau satu objek dengan objek yang lain (Hatch dan Farhady,1981).
Menurut Suharsimi Arikunto (1998:99) variabel penelitian adalah objek
penelitian, atau apa yang menjadi titik perhatian suatu penelitian. Menurut Ibnu
Hajar (1999:156) yang mengartikan variabel adalah objek pengamatan atau
fenomen yang diteliti. Dan menurut Sutrisno Hadi (1982:437) variabel adalah
semua keadaan, faktor, kondisi, perlakuan, atau tindakan yang dapat
mempengaruhi hasil eksperimen.
Setelah kita membicarakan beberapa pengertian dasar tentang variable.
Berikut ini kita akan membicarakan beberapa macam variabel ditinjau dari aspek
hubungan antar variabel yang digunakan untuk penelitian yaitu :
1. Variabel Dependen (terikat).
Variabel ini merupakan variabel terikat yang besarannya tergantung dari
besaran variabel independen (bebas). Besarnya perubahan yang disebabkan oleh
variabel independen ini, akan memberi peluang terhadap perubahan variabel
dependen (terikat) sebesar koefisien (besaran) perubahan dalam variabel
independen. Artinya, setiap terjadi perubahan sekian kali satuan variabel
independen, diharapkan akan menyebakan variabel dependen berubah sekian
satuan juga. Sebaliknya jika terjadi perubahan (penurunan) variabel indepnden
(bebas) sekian satuan, diharapkan akan menyebabkan perubahan (penurunan)
variabel dependen sebesar sekian satuan juga. Hubungan antar variabel, yakni
variabel independen dan dependen, biasanya ditulis dapal bentuk persamaan, Y =
a + bX.
2. Variabel Moderator
Variabel moderator ini adalah variabel yang selain bisa memperkuat hubungan
antar variabel, dilain pihak juga bisa memperlemah hubungan antara satu atau
beberapa variabel independen dan variabel dependen. Atau dengan kata lain,
variabel moderator memiliki kontribusi yang signifikan terhadap kemampuan
variabel independen dalam mempengaruhi variabel dependen.
3. Variabel Intervening
Variabel yang bisa memperkuat atau memperlemah hubungan antar variabel
(variabel moderator), secara teori merupakan satuan yang bisa diukur. Akan tetapi
variabel yang yang nilainya secara satuan relatif tidak dapat diukur secara pasti,
misalnya sedih, gembira, sakit hati, stress, frustasi dan sebagainya, merupakan
variabel intervening.
4. Variabel Kontrol
Variabel yang sering digunakan oleh penelitian, selain variabel moderator dan
variabel intervening adalah variabel kontrol. Variabel ini (kontrol), kualitas dan
kuantitasnya biasanya bisa dikendalikan oleh peneliti sesuai dengan waktu dan
tempat yang dikehendaki. Misalnya saja produktivutas lahan sawah yang diukur
dengan satuan penggunaan bibit, peneliti menggunakan variabel kontrol dalam
bentuk kualitas dan kuantitas pupuk yang sama. Akan tetapi kualitas dan kuantitas
bibitnya berbeda. Kualitas dan kuantitas bibit padi sebagai variabel bebas, yang
diukur dalam satuan kg., sedangkan produktivitas lahan sawah merupakan
variabel terikat yang diukur dalam satuan ton, sedangkan kualitas dan kuantitas
pupuk dalam jumlah sama digunakan sebagai variabel kontrol.
B. MACAM-MACAM VARIABEL DALAM PENELITIAN
1. Variabel Kuantitatif.
a. Variabel Diskrit ( nominal,kategorik) yaitu variabael 2 kutub berlawanan.
b. Variabel Kontinum
1) Variabel Ordinal : Variabel Tingkatan.
2) Variabel Interval: Variabel Jarak.
3) Variabel Ratio: variabel Perbandingan (sekian kali).
2. Variabel Kualitatif
Variabel Kualitatif adalah variabel yang menunjukkan suatu intensitas yang
sulit diukur dengan angka.
3. Variabel Independen (Pengaruh, Bebas, Stimulus, Prediktor)
Merupakan variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab
perubahannya atau timbulnya variabel dependen (terikat).
4. Variabel Dependen (Dipengaruhi, Terikat, Output, Kriteria, Konsekuen)
Merupakan variabel yang dipengaruhi atau akibat, karena adanya variabel
bebas.
5. Variabel Moderator.
Merupakan variabel yang mepengaruhi (memperkuat atau memperlemah)
hubungan antara variabel independen dengan dependen. Variabel ini sering
disebut sebagaivariabel independen kedua.
6. Variabel Intervening (Antara).
Merupakan variabel yang menghubungkan antara variabel independen dengan
variabel dependen yang dapat memperkuat atau memperlemah hubungan namun
tidak dapat diamati atau diukur.
7. Variabel Kontrol.
Merupakan variabel yang dikendalikan atau dibuat konstan sehingga pengaruh
variabel independen terhadap dependen tidak dipengaruhi oleh faktor luar yang
tidak diteliti.
C. Jenis Jenis Variabel Pengertian
1. Variabel Bebas dan Terikat
variabel bebas adalah objek penelitian yang mempengaruhi faktor lainnya.
Sesuai dengan namanya, variabel ini sifatnya bebas dan hasilnya tidak
dipengaruhi oleh apapun. Beda halnya dengan variabel penelitian yang bersifat
terikat. Hasilnya dipengaruhi oleh objek penelitian yang lain. Contohnya pada
sebuah penelitian yang berkaitan dengan hasil belajar dan minat belajar. Yang
menjadi objek bebas adalah minat belajar yang mempengaruhi hasil belajar.
2. Dinamis dan Statis
Jika pada variabel bebas dan terikat lebih menekankan pada hubungan antar
keduanya. Berbeda dengan sifat objek penelitian yang satu ini. Variabel dikatakan
dinamis jika karakter atau jumlahnya bisa dirubah. Misalnya prestasi kerja,
motivasi belajar, dan lain-lain. Sementara yang bersifat statis artinya tidak bisa
dirubah seperti nama, jenis kelamin, pendidikan dan sebagainya.
3. Konseptual dan Faktual
Variabel adalah proses mengolah objek yang nyata maupun abstrak yang
tujuannya untuk mendapatkan hasil penelitian. Tahapan kegiatan yang meneliti
objek berdasarkan konsep yang sudah ada dinamakan Konspetual. Sementara jika
variabel sudah nyata ada sejak dulu, maka disebut faktual. Keduanya memiliki
karakter yang saling berlawanan. Contoh variabel penelitian tersebut misalnya
semangat belajar dan umur. Semangat belajar bersifat konseptual sedangkan umur
adalah sesuatu yang faktual sesuai dengan keadaan sebenarnya saat tersebut.
4. Aktif dan Atribut
Ada variabel penelitian yang bisa dimanipulasi dan ada pula yang tidak. Jika
menilik dari pendapat Kidder yang menyatakan bahwa variabel penelitian adalah
sebuah hasil yang didapatkan oleh peneliti setelah menarik kesimpulan dari proses
yang dilakukan. Bisa kita bagi jenis jenis penelitian menjadi 2. Jika objeknya bisa
dimanipulasi, dimasukkan dalam variabel aktif. Namun jika sifatnya tidak bisa
dirubah maka disebut dengan atribut.
D. Klasifikasi Variabel
Variabel-variabel yang telah diidentifikasikan perlu diklasifikasikan, sesuai
dengan jenis dan peranannya dalam penelitian. Klasifikasi ini sangat perlu untuk
penentuan alat pengambilan data apa yang akan digunakan dan metode analisis
mana yang sesuai untuk diterapkan.
Berkaitan dengan proses kuantifikasi data biasa digolongkan menjadi 4 jenis yaitu
(a). Data Nominal
(b). Data Ordinal
(c).Data Interval
(d).Data Ratio
Demikianlah pula variabel, kalau dilihat dari segi ini biasa dibedakan dengan cara
yang sama
1. Variabel Nominal, yaitu variabel yang ditetapkan berdasar atas proses
penggolongan; variabel ini bersifat diskret dan saling pilah (mutually
exclusive) antara kategori yang satu dan kategori yang lain; contoh: jenis
kelamin, status perkawinan, jenis pekerjaan
2. Variabel Ordinal, yaitu variabel yang disusun berdasarkan atas jenjang
dalam atribut tertentu. Jenjang tertinggi biasa diberi angka 1, jenjang di
bawahnya diberi angka 2, lalu di bawahnya di beri angka 3 dan seterusnya.
(ranking)
3. Variabel Interval, yaitu variabel yang dihasilkan dari pengukuran, yang di
dalam pengukuran itu diasaumsikan terdapat satuan (unit) pengukuran yang
sama. Contoh: variabel interval misalnya prestasi belajar, sikap terhadap
sesuatu program dinyatakan dalam skor, penghasilan dan sebagainya.
4. Variabel Ratio, adalah variabel yang dalam kuantifikasinya mempunyai
nol mutlak.
E. MACAM-MACAM HUBUNGAN ANTAR VARIABEL
Sesungguhnya yang dikemukakan di dalam inti penelitian ilmiah adalah
mencari hubungan antara berbagai variabel. Hubungan yang paling dasar adalah
hubungan antara dua variabel bebas dan variabel terikat ( Independent variabel
dengan dengan dependent variabel).
1. Hubungan Simetris
Variabel-variabel dikatakan mempunyai hubungan simetris apabila variabel
yang satu tidak disebabkan atau dipengaruhi oleh variabel lainnya. Terdapat 4
kelompok hubungan simetris :
1). Kedua variabel merupakan indikator sebuah konsep yang sama.
2). Kedua variabel merupakan akibat daru suatu faktor yang sama.
3). Kedua variabel saling berkaitan secara fungsional, dimana yang satu berada
yang lainnya pun pasti disana.
4). Hubungan yang bersifat kebetulan semata-mata.
2. Hubungan Timbal Balik
Hubungan timbal balik adalah hubungan di mana suatu variabel dapat menjadi
sebab dan akibat dari variabel lainnya. Perlu diketahui bahwa hubungan timbal
balik bukanlah hubungan, dimana tidak dapat ditentukan variabel yang menjadi
sebab dan variabel yang menjadi akibat.
3. Hubungan Asimetris (tidak simetri)
Satu variabel atau lebih mempengaruhi variabel yang lainnya. Ada enam tipe
hubungan tidak simetris, yakni :
1). Hubungan antara stimulus dan respons. Hubungan yang demikian itulah
merupakan salah satu hubungan kausal yang lazim dipergunakan oleh para ahli.
2). Hubungan antara disposisi dan respons. Disposisi adalah kecenderungan
untuk menunjukkkan respons tertentu dalam situasi tertentu. Bila “Stimulus”
datangnya pengaruh dari luar dirinya, sedangkan “Disposisi” berada dalam diri
seseorang.
3). Hubungan antara diri indiviidu dan disposisi atau tingkah laku. Artinya ciri
di sini adalah sifat individu yag relatif tidak berubah dan tidak dipengaruhi
lingkungan.
4). Hubungan antara prekondisi yang perlu dengan akibat tertentu.
5). Hubungan Imanen antara dua variabel.
6). Hubungan antara tujuan (ends) dan cara (means)