0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
387 tayangan11 halaman

Proses dan Faktor dalam Destilasi

Dokumen tersebut membahas tentang distilasi, yaitu proses pemisahan komponen dalam campuran berdasarkan perbedaan titik didihnya. Terdapat beberapa jenis distilasi seperti distilasi atmosferik, vakum, dan tekanan tinggi. Proses distilasi dipengaruhi oleh faktor seperti suhu, waktu, dan tekanan. Contoh penerapan distilasi adalah pemisahan campuran etanol-air.

Diunggah oleh

Reydita Claudhiia
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
387 tayangan11 halaman

Proses dan Faktor dalam Destilasi

Dokumen tersebut membahas tentang distilasi, yaitu proses pemisahan komponen dalam campuran berdasarkan perbedaan titik didihnya. Terdapat beberapa jenis distilasi seperti distilasi atmosferik, vakum, dan tekanan tinggi. Proses distilasi dipengaruhi oleh faktor seperti suhu, waktu, dan tekanan. Contoh penerapan distilasi adalah pemisahan campuran etanol-air.

Diunggah oleh

Reydita Claudhiia
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB I.

Pendahuluan
1. Penjelasan tentang distilasi
Destilasi merupakan suatu perubahan cairan menjadi uap dan uap tersebut di
dinginkan kembali menjadi cairan. Unit operasi distilasi merupakan metode yang
digunakan untuk memisahkan komponen-komponen yang terdapat dalam suatu larutan
atau campuran dan tergantung pada distribusi komponen-komponen tersebut antara fasa
uap dan fasa air. Destilasi sederhana atau destilasi biasa adalah teknik pemisahan kimia
untuk memisahkan dua atau lebih komponen yang memiliki perbedaan titik didih yang
jauh. Suatu campuran dapat dipisahkan dengan destilasi biasa ini untuk memperoleh
senyawa murni (Walangare et al, 2013).
Tingkat efisiensi dari alat destilasi harus diketahui untuk mengoptimalkan kinerja
alat tersebut agar dapat berjalan dengan output keluaran yang maksimal tanpa harus
membuang energi yang berlebih sehingga dapat dilakukan penghematan energi.
Efesiensi kerja alat destilasi dapat diketahui dari volume yang dihasilkan pada suhu dan
waktu yang telah ditentukan. Yang mana efesiensi destilasi dipengaruhi oleh perbedaan
suhu dan besarnya koefisien perpindahan panas. Hal-hal yang mempengaruhi proses
destilasi adalah jenis larutan, volume larutan, suhu, waktu destilasi dan tekanan. Hasil
dari proses destilasi disebut dengan destilat yaitu larutan hasil destilasi yang sudah
terkondisi yang berada di penampung yang telah tersedia (Andani dan Yunita,2017).

2. Penjelasan tentang macam-macam distilasi


Berdasarkan tekanan operasi yang digunakan, distilasi dibedakan menjadi
tiga jenis, yaitu distilasi atmosferik, distilasi vakum, dan distilasi tekanan tinggi (lebih
dari 1 atm). Distilasi vakum biasanya digunakan jika senyawa yang ingin didistilasi
tidak stabil, dengan pengertian dapat terdekomposisi sebelum atau mendekati titik
didihnya atau campuran yang memiliki titik didih di atas 150°C. Destilasi vakum
memisahkan dua kompenen yang titik didihnya sangat tinggi, motede yang
digunakan adalah dengan menurunkan tekanan permukaan lebih rendah dari 1 atm,
sehingga titik didihnya juga menjadi rendah, dalam prosesnya suhu yang digunakan
untuk mendestilasinya tidak perlu terlalu tinggi. Sedangkan destilasi atmosfer
adalah proses pemisahan dua komponen berdasarkan perbedaan titik didihnya
pada tekanan atmosfer. Destilasi pada tekanan vakum dan atmosfer ini selain dapat
menurunkan titik didih dapat juga bertujuan untuk menghindari kerusakan komponen
pada proses pembuatan minyak atsiri (Dewi, 2012).
Macam dari destilasi adalah Destilasi sederhana atau destilasi biasa adalah teknik
pemisahan kimia untuk memisahkan dua atau lebih komponen yang memiliki perbedaan
titik didih yang jauh. Suatu campuran dapat dipisahkan dengan destilasi biasa ini untuk
memperoleh senyawa murni. Senyawa yang terdapat dalam campuran akan menguap
saat mencapai titik didih masing – masing. Destilasi Fraksionasi (Bertingkat) hanya
D I S T I L A S I

destilasi bertingkat ini memiliki rangkaian alat kondensor yang lebih baik, sehingga
mampu memisahkan dua komponen yang memiliki perbedaan titik didih yang
berdekatan. Untuk memisahkan dua jenis cairan yang sama mudah menguap dapat
dilakukan dengan destilasi bertingkat. Destilasi bertingkat adalah suatu proses destilasi
berulang. Proses berulang ini terjadi pada kolom fraksional. Kolom fraksional terdiri atas
beberapa plat dimana pada setiap plat terjadi pengembunan. Uap yang naik plat yang
lebih tinggi lebih banyak mengandung cairan yang lebih atsiri (mudah menguap)
sedangkan cairan yang yang kurang atsiri lebih banyak kondensat. Destilasi Azeotrop
Memisahkan campuran azeotrop (campuran dua atau lebih komponen yang sulit di
pisahkan), biasanya dalam prosesnya digunakan senyawa lain yang dapat memecah
ikatan azeotrop tersebut atau dengan menggunakan tekanan tinggi. Destilasi Uap Untuk
memurnikan zat / senyawa cair yang tidak larut dalam air, dan titik didihnya cukup
tinggi, sedangkan sebelum zat cair tersebut mencapai titik didihnya, zat cair sudah
terurai, teroksidasi atau mengalami reaksi pengubahan (rearranagement), maka zat cair
tersebut tidak dapat dimurnikan secara destilasi sederhana atau destilasi bertingkat,
melainkan harus didestilasi dengan destilasi uap. Destilasi uap adalah istilah yang secara
umum digunakan untuk destilasi campuran air dengan senyawa yang tidak larut dalam
air, dengan cara mengalirkan uap air kedalam campuran sehingga bagian yang dapat
menguap berubah menjadi uap pada temperature yang lebih rendah dari pada dengan
pemanasan langsung. Untuk destilasi uap, labu yang berisi senyawa yang akan
dimurnikan dihubungkan dengan labu pembangkit uap. Destilasi Vakum Memisahkan
dua kompenen yang titik didihnya sangat tinggi, motode yang digunakan adalah dengan
menurunkan tekanan permukaan lebih rendah dari 1 atm, sehingga titik didihnya juga
menjadi rendah, dalam prosesnya suhu yang digunakan untuk mendistilasinya tidak
perlu terlalu tinggi (Walangare et al, 2013).

3. Penjelasan tentang faktor-faktor yang mempengaruhi proses distilasi


Destilasi merupakan istilah lain dari penyulingan, yakni proses pemanasan suatu
bahan pada berbagai temperatur, tanpa kontak dengan udara luar untuk memperolah hasil
tertentu. Hal-hal yang mempengaruhi proses destilasi adalah jenis larutan, volume
larutan, suhu, waktu destilasi dan tekanan. Hasil dari proses destilasi disebut dengan
destilat yaitu larutan hasil destilasi yang sudah terkondisi yang berada di penampung
yang telah tersedia. Tingkat efisiensi dari alat destilasi harus diketahui untuk
mengoptimalkan kinerja alat tersebut agar dapat berjalan dengan output keluaran yang
maksimal tanpa harus membuang energi yang berlebih sehingga dapat dilakukan
penghematan energi. Efesiensi kerja alat destilasi dapat diketahui dari volume yang
dihasilkan pada suhu dan waktu yang telah ditentukan (Andani dan Yunita, 2017).
Destilasi bisa berjalan dengan baik jika faktor-faktor yang mempengaruhi proses
destilasi itu berjalan pada umumnya atau berjalan sesuai dengan yang dibutuhkan pada
saat proses destilasi. Faktor yang mempengaruhi adalah faktor-faktor yang
mempengaruhi Distilasi seperti Kondisi umpan, Sifat dari camuran,, Karakteristik
kolom, Jenis kolom (plate,packed ) dan panjang kolom,,Besaran - besaran lainnya (laju
uap naik, laju cairan turun/ reflux, luas permukaan kontak antara fasa gas dan cair, dan
effisiensi perpindahan massa) diperhatikan sehingga dampak diakibatkan kesalahan
operasi seperti foaming, weeaping ,entrainment, floodi ng bisa diatasi. Dan berdasarkan
faktor-faktor destilasi diatas akan mendapatkan hasil proses destilasi hanya bisa
D I S T I L A S I

dilakukan untuk memisahkan komponen-komponen yang memiliki perbedaan titik didih


dan tidak bisa digunakan untuk memisahkan komponen dengan titik didih yang
berdekatan atau sama (Fatimura, 2014).

4. Perbedaan evaporasi dan distilasi


Destilasi merupakan suatu perubahan cairan menjadi uap dan uap tersebut di
dinginkan kembali menjadi cairan. Destilasi merupakan istilah lain dari penyulingan,
yakni proses pemanasan suatu bahan pada berbagai temperatur, tanpa kontak dengan
udara luar untuk memperolah hasil tertentu. Penyulingan adalah perubahan bahan dari
bentuk cair ke bentuk gas melalui proses pemanasan cairan tersebut, dan kemudian
mendinginkan gas hasil pemanasan, untuk selanjutnya mengumpulkan tetesan cairan
yang mengembun. Unit operasi distilasi merupakan metode yang digunakan untuk
memisahkan komponen-komponen yang terdapat dalam suatu larutan atau campuran dan
tergantung pada distribusi komponen-komponen tersebut antara fasa uap dan fasa air.
Destilasi sederhana atau destilasi biasa adalah teknik pemisahan kimia untuk
memisahkan dua atau lebih komponen yang memiliki perbedaan titik didih yang jauh.
Suatu campuran dapat dipisahkan dengan destilasi biasa ini untuk memperoleh senyawa
murni (Walangare et al, 2013).
Evaporasi pada prinsipnya mempunyai dua fungsi yaitu merubah panas dan
memisahkan uap yang terbentuk dari bahan cair. Artinya, dalam proses ini sebagian air
atau pelarut akan diuapkan sehingga akan diperoleh suatu produk yang kental
(konsestrat). Proses pindah panas dan pindah masa yang efektif akan meningkatkan
kecepatan penguapan. Evaporasi akan terjadi apabila suhu suatu bahan sama atau lebih
tinggi dari titik didih cairan (Aji et al, 2013).

5. Contoh aplikasi distilasi di kehidupan


Pemisahan Campuran etanol – oktanol – air dengan metode distilasi dalam
structured Packing merupakan salah satu sumber energy alternatif yang memiliki
beberapa kelebihan, antara lain dapat diperbarui, terurai secara biologis (biodegradable),
toksisitas rendah, dan ramah lingkungan karenaemisi CO2 nya rendah .Proses awal
adalah melakukan fermentasi pada bahan yang mengandung glukosa sehingga
didapatkan hasil berupa etanol. Etanol hasil fermentasi tersebut masih berupa broth yang
dapat dikatakan masih banyak bahan pengotornya, padabroth ini kemudian dilakukan
proses ekstraksi dengan solvent berbasis alcohol sehingga didapatkan etanol. Hasil
ekstraksi ini pun belum didapatkan kadar etanol yang diinginkan sehingga diperlukan
proses distilasi. Proses distilasi menghasilkan etanol yang telah terpisah dengan solvent
dan air kemudian solvent dapat digunakan kembali untuk proses ekstraksi, tetapi sistem
etanol-air akan membentuk azeotrop pada 78.2oC dengan komposisi 89.4% moletanol
dan 10.6% mol air sehingga dengan menggunakan distilasi biasa, tidak dapat diperoleh
etanol absolut (Abdullah et al, 2014).
Pengolahan aquades dengan cara proses destilasi yang mana Tingkat efisiensi dari
alat destilasi harus diketahui untuk mengoptimalkan kinerja alat tersebut agar dapat
berjalan dengan output keluaran yang maksimal tanpa harus membuang energi yang
berlebih sehingga dapat dilakukan penghematan energi. Efesiensi kerja alat destilasi
dapat diketahui dari volume yang dihasilkan pada suhu dan waktu yang telah ditentukan.
untuk mengubah air PDAM menjadi aquadest dapat menggunakan proses destilasi,
dimana semakin kecil volume air umpan maka akan semakin besar efisiensi. Hal ini
D I S T I L A S I

dikarenakan proses pemanasan yang cepat sehingga jumlah uap akan lebih banyak dalam
1 jam operasi (Adani dan Yunita, 2017)
BAB II. Metode
6. Tujuan Praktikum

7. Waktu dan Tempat

8. Alat dan Bahan beserta fungsinya

9. Cara Kerja

D I S T I L A S I
BAB III. Hasil dan Pembahasan

D I S T I L A S I
BAB IV. Penutup
10. Simpulan

11. Saran (untuk praktikum)

D I S T I L A S I
DAFTAR PUSTAKA
Abdullah, Adesya, Rahmatunnisa Nur Salikha, Tri Widjaja dan Setiyo Gunawan. 2014.
Pemisahan Campuran Etanol–Oktanol–Air dengan Metode Distilasi dalam Structured
Packing. Jurnal Teknik POMITS. Vol. 3, No. 2, Hal : 140 – 142.
Adani, Shabrina Iswari dan Yunita Ali Pujiastuti. 2017. Pengaruh Suhu Dan Waktu Operasi
Pada Proses Destilasi Untuk Pengolahan Aquades Di Fakultas Teknik Universitas
Mulawarman. Jurnal Chemurgy. Vol. 1, No. 1, Hal : 31 – 35.
Aji, Amri, Meriatna dan Anita Sari Ferani. 2013. Pembuatan Pewarna Makanan Dari Kulit
Buah Manggis Dengan Proses Ekstraksi. Jurnal Teknologi Kimia Unimal. Vol. 2, No.
2, Hal : 1 – 15.
Dewi, Asri Artsani Karima . 2012. Kinerja Destilasi Rimpang Jahe Secara Kohobasi Dan
Destilasi Uap-Air. Skripsi. Universitas Diponegoro Semarang.
Fatimura, Muhrinsyah. 2014. TinjauanTeoritis Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Operasi
Pada Kolom Destilasi. Jurnal Media Teknik. Vol. 11, No. 1, Hal : 23 – 31.
Walangare, K. B. A, A. S. M Lumenta, J. O Wuwung dan B. A. Sugiarso. 2013. Rancang
Bangun Alat Konversi Air Laut MEnjadiAir Minum Dengan Proses Destilasi Sederhana
Menggunakan Pemanas Elektrik. E-Jurnal Teknik Elektro dan Komputer. Vol. 1, No. 1,
Hal : 1 – 11.

D I S T I L A S I
LAMPIRAN

D I S T I L A S I
D I S T I L A S I
D I S T I L A S I
D I S T I L A S I

Anda mungkin juga menyukai