Matriks Penyuluhan Pertanian Desa Suka Mulia
Matriks Penyuluhan Pertanian Desa Suka Mulia
Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas rahmat dan
Nomor 16 Tahun 2006 tentang Sistem Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (SP3K),
dan merupakan perencanaan tertulis serta sistematissebagai acuan dan pengendali pencapaian
tujuan penyuluhan pertanian. Programa disusun mulai dari programa penyuluhan tingkat
Programa penyuluhan pertanian ini berpedoman pada Permentan Nomor 47 tahun 2016.
Programa penyuluhan yang disusun setiap tahun dan memuat rencana penyuluhan tahun
berikutnya, merupakan acuan bagipara Penyuluh Pertanian pada masing-masing tingkatan dalam
menyusun Rencana Kerja Tahunan Penyuluh Pertanian yang merupakan penjabaran dari
Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat, atas bantuannya baik
itu masukan maupun data-data yang diberikan serta solusi yang akan dilaksanakan bagi penyuluh
semua, sehingga rencana kerja programa penyuluhan pertanian ini dapat diselesaikan dengan
baik.
kami berharap rencana kerja ini dapat dijadikan sebagai usaha kerja sama dalam
Tim Penyusun
I. PENDAHULUAN vii
C. Tujuan ………………………………………………….............................. 3
D. Manfaat …………………………………………………............................ 5
……………........................................................................................... 9
Unggulan…………................................................................................. 10
usaha.................................................................................................... 12
usaha.................................................................................................... 12
[Link]................................................................................................ 13
3.P3A............................................................................................................ 13
[Link].......................................................................................................... 14
[Link]......................................................................................................... 18
[Link]......................................................................................................... 18
IV. MASALAH
V. RENCANA KEGIATAN
VI. PENUTUP…………………………………………………………………….…. 30
LAMPIRAN
12. Daftar Data Alat dan Mesin Pertanian di Desa Suka Mulia............... 15
PENDAHULUAN
Kebijakan pertanian adalah serangkaian tindakan yang telah, sedang dan akan
dilaksanakan oleh pemerintah untuk mencapai tujuan tertentu. Adapun tujuan umum kebijakan
pertanian kita adalah memajukan pertanian, mengusahakan agar pertanian menjadi lebih
produktif, produksi dan efisiensi produksi naik dan akibatnya tingkat penghidupan dan
perannya sebagai stimulator dan fasilitator yang mendorong tumbuhnya kegiatan ekonomi dan
sosial para petani agar memberikan manfaat bagi peningkatan pendapatan dan kesejahteraannya.
Pembangunan pertanian pada masa mendatang dihadapkan pada isu strategis yang terus
lingkungan; dan perubahan iklim (climate change) global; keterbatasan akses petani terhadap
permodalan dan tingginya suku bunga usahatani, degadrasi lingkungan; kemiskinan dan
pengangguran; kerawanan pangan dan ketahanan energi; terbatasnya kapasitas dan kelembagaan
petani dan penyuluhan dan penurunan minat generasi muda terhadap sektor pertanian.
Mengantisipasi 9 (sembilan) isu strategis di atas, arah kebijakan bidang pertanian adalah:
(1) meningkatkan dan memantapkan kontribusi sektor pertanian terhadap pertumbuhan ekonomi
nasional; (2) meningkatkan produksi dan produktivitas komoditas pertanian; (3) meningkatkan
SDM pertanian; (4) meningkatkan daya saing dan nilai tambah hasil pertanian di pasar domestik
dan pasar global; (5) mendorong terjadinya transformasi struktur ketenagakerjaan dari sektor
senantiasa harus diwujudkan dari waktu ke waktu, sebagai prasyarat bagi keberlanjutan
eksistensi bangsa dalam mengatasi ancaman kelangkaan pangan dunia yang dampaknya semakin
terlihat nyata. Berkaca dari Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik
(APEC) di Vladivostok, Rusia, 8-9 September lalu, yang mengangkat tema ancaman krisis
pangan global, perhatian terhadap masalah krisis pangan harus lebih ditingkatkan.
Upaya mewujudkan pembangunan pertanian tidak terlepas dari berbagai macam masalah
yang dihadapi, masalah pertama yaitu penurunan kualitas dan kuantitas sumber daya lahan
pertanian. Dari segi kualitas, faktanya lahan dan pertanian kita sudah mengalami degradasi yang
luar bisaa, dari sisi kesuburannya akibat dari pemakaian pupuk [Link] kedua yang
dialami saat ini adalah terbatasnya aspek ketersediaan infrastruktur penunjang pertanian yang
juga penting namun minim ialah pembangunan dan pengembangan waduk. Selanjutnya, masalah
ketiga adalah adanya kelemahan dalam sistem alih teknologi. Ciri utama pertanian modern
adalah produktivitas, efisiensi, mutu dan kontinuitas pasokan yang terus menerus harus selalu
meningkat dan terpelihara. Hal lainnya sebagai masalah keempat, muncul dari terbatasnya akses
layanan usaha terutama di permodalan. Yang terakhir menyangkut, masalah kelima adalah masih
panjangnya mata rantai tataniaga pertanian, sehingga menyebabkan petani tidak dapat menikmati
penjualan.
pertanian yang dirumuskan dalam suatu kebijakan pembangunan negara berbasis pertanian yang
strategis dan berjangka panjang dalam rangka untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat
kondisi otonomi daerah saat ini, termasuk dengan telah mencermati dinamika perubahan iklim.
Integrasi kebijakan ini lebih lanjut disinergikan dengan kebutuhan masyarakat di level
mikro dengan mencermati kondisi sosial ekonomi dan budaya masyarakat, serta in-formal rules
pembangunan pertanian sesuai dengan yang tertuang dalam RPJM Kementerian Pertanian 2015-
2019 diarahkan untuk dapat menjamin ketahanan pangan dan energi untuk mendukung
ketahanan nasional.
B. Latar Belakang
dan Kehutanan (SP3K) mengamanatkan bahwa Programa Penyuluhan Pertanian, Perikanan, dan
Kehutanan terdiri dari atas programa penyuluhan desa/kelurahan atau unit kerja lapangan,
programa penyuluhan tingkatan kecamatan atau BP3K, programa penyuluhan kabupaten, dan
Penyuluhan pertanian adalah suatu proses pembelajaran bagi pelaku utama (pelaku
kegiatan pertanian) serta pelaku usaha agar mereka mau dan mampu menolong dan
hidup. Penyuluhan pertanian bertujuan merubah perilaku pelaku utama dan pelaku usaha
Menolong petani agar dapat menolong dirinya sendiri atau kata lain To Help People Help Them
Selves, maka penyuluh pertanian membuat Programa Penyuluhan Pertanian sebelum melakukan
pekerjaannya.
Programa Penyuluhan Pertanian merupakan rencana yang disusun secara sistematis untuk
memberikan arah dan pedoman sebagai alat pengendali pencapaian tujuan penyuluhan. Hal
tersebut dikaitkan dengan pembangunan pertanian maka peranan penyuluh pertanian mempunyai
kedudukan yang cukup strategis dalam penyelenggaraan pendidikan non formal bagi petani dan
keluarganya. Sehubungan dengan hal tersebut diatas penyuluhan pertanian merupakan kegiatan
untuk menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas dalam membangun kemandirian,
keterampilan, prakarsa dan tanggung jawab serta berpartisipasi aktif dalam pembangunan
partisipatif, aspirasi masyarakat tani dengan memperhatikan potensi wilayah dan program
pembangunan pertanian yang menggambarkan situasi keadaan yang nyata saat ini. Sasaran dan
tujuan yang ingin dicapai, permasalahan yang dihadapi dan pemecahannya serta cara mencapai
tujuan yang disusun secara sistematis. Dalam melakukan penyusunan programa, penyuluh
peran aktif dalam proses perencanaan penyuluhan melalui musyawarah tingkat desa. Dalam
setiap tingkatanya.
secara strategis, produkstif dan dapat menyelaraskan keterpaduan/dinas terkait, untuk itu perlu
memiliki daya ungkit yang tinggi terhadap peningkatan produktivitas komoditas unggulan daerah
dan pendapatan petani. Untuk mencapai tujuan tersebut diperlukan informasi mengenai keadaan,
masalah dan alternative pemecahan masalah untuk mencapai tujuan sesuai dengan kondisi dan
kebutuhan lokalitas, agar mampu merespon kebutuhan pelaku utama dan pelaku usaha dan
perikanan, dan kehutanan sebagai dasar persamaan persepsi, gerakdan langkah dalam persiapan
perencanaan dalam merancang bangun kegiatan penyuluhan, maka dipandang perlu untuk
Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan (BP3K) Desa Suka Mulia Kecamatan Secanggang
C. Tujuan
Programa penyuluhan pertanian yang jelas dan sistematis dapat digunakan sebagai :
1. Dasar untuk penyusunan Rencana Kerja Tahunan Penyuluh Pertanian di Desa Suka Mulia
Kecamatan Secanggang,
program tersebut,
4. Dasar bagi wilayah kerja Desa Suka Mulia dalam perumusan usulan proyek/kegiatan
penyuluhan yang ingin dilaksanakan tahun berikutnya untuk dibahas pada diskusi unit
petani. Karena itu, programa juga berguna bagi petani dan penyuluh untuk :
KEADAAN UMUM
Desa Suka Mulia dengan Ibukota Kecamatan yaitu Hinai Kiri merupakan salah satu dari
23 (dua puluh tiga) kecamatan yang ada di Kabupaten Langkat. Secara administratif Desa Suka
Mulia berbatasan dengan Desa Cinta Raja di sebelah utara, Desa Kepala Sungai di sebelah
selatan, Desa Teluk di sebelah timur dan Desa Hinai Kiri di sebelah barat. Jarak dari Desa Suka
Mulia ke Kota Medan yaitu 45,8 km, sementara dari ibukota kabupaten yaitu berjarak 9 km.
Luas wilayah Desa Suka Mulia adalah 428 ha, dengan bentuk wilayah daerah lahan datar
berada pada ketinggian ±15 meter dari permukaan laut. Kondisi geografis tersebut merupakan
dan perkebunan rakyat, beriklim tropis dengan suhu minimum 27 – 32ºC, curah hujan tinggi
pada bulan September sampai Desember, sedangkan musim kemarau terjadi pada bulan Januari
sampai Agustus. Umumnya wilayah kerja penyuluhan pertanian Suka Mulia Kecamatan
Secanggang daerah pertanian tanaman pangan, peternakan, dan perkebunan rakyat. Tingkat
Potensi tanaman yang dapat dikembangkan di desa Suka Mulia adalah padi, cabai, dan
palawija dengan alasan iklim cocok, tanah baik, curah hujan [Link] lahan di Desa
Suka Mulia yaitu untuk kebun, sawah dan tegalan. Berikut ditampilkan tabel luas lahan di
1 Pekarangan -
5 Hutan Rakyat -
6 Tegalan 243,12
7 Padang Pengembalaan -
8 Perairan Umum -
9 Kolam -
JUMLAH 587,91
Dari tabel tersebut dapat disaksikan bahwa potensi usaha terbesar berada pada sektor lain
- lain lalu disusul oleh lahan pertanian sawah yaitu tadah hujan.
Selanjutnya ditampilkan produktifitas usaha Desa Suka Mulia melalui tabel 8 berikut
ini.
dominan ke padi sawah jadi tidak heran untuk per hektar bisa memperoleh 246,4 ton/ha. Jadi
sangat wajar, jika desa ini mempunyai topografi yang mendatar dan sangat cocok untuk ditanami
padi sawah, juga rata-rata para petani di Desa Suka Mulia membudidayakan padi sawah.
Kemampuan petani dalam mengelola usaha taninya tergolong masih rendah. Hal ini
ditunjukkan dari hasil produksi yang dicapai belum sesuai dengan yang diharapkan. Teknologi
serta permodalan merupakan kendala dalam pengembangan usaha terutama untuk skala jangka
panjang. Diantara hal-hal yang merupakan kondisi saat ini di Desa Suka Mulia pada bidang
b. Petani belum menggunakan menanam padi sawah sistem jajar legowo 4-1 sebesar 60%
e. Petani belum menerapkan jarak tanam padi sawah sesuai rekomendasi sebesar 50%
f. Petani belum mengetahui manfaat pupuk organik padi sawah sebesar 30%
b. Petani belum menerapkan sistem jarak tanam sayuran sesuai anjuran sebesar 50%
c. Petani belum terampil menerapkan sistem PHT pada tanaman sayuran sebesar 25%
d. Petani belum mengetahui manfaat pupuk organik pada tanaman sayuran sebesar 40%
Dalam pemasaran hasil pertanian dari para petani yang berasal dari wilayah
rendah dan tanah pasang surut sehingga sangat rawan banjir terutama saat musim
penghujan
b) Kemampuan modal yang terbatas di kalangan petani juga menjadi hambatan dalam
c) Keadaan lahan yang pada umumnya merupakan tadah hujan, belum didukung oleh
irigasi teknis secara keseluruhannya sehingga pengaturan air di lahan usaha tani sulit
penting dalam rangka pencapaian tujuan – tujuan penyuluhan melalui tabel berikut
Kabupaten Langkat mempunyai kelembagaan petani yaitu kelompok tani yang sudah cukup
Nama Pengurus
Jenis
Nama Jumlah Modal
No Alamat Usaha
Gapoktan Ketua Sekretaris Bendahara Anggota Gapoktan
Tani
Mekar Suka Endi Padi
1 Rukimin Wasiman 184 25.000.000
Jaya mulia Wijaya sawah
Sumber : Data Primer Desa Suka Mulia
Dari informasi yang didapat gapoktan yang ada di Desa Suka Mulia sebenarnya belum di
sah kan oleh pemerintah. Ini dikarenakan luas lahan yang belum mencukupi keadaan yang
seharusnya. Jadi, poktan yang ada di Desa Suka Mulia menumpang dengan gapoktan yang ada di
Desa Teluk.
3. P3A
Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa, kelembagaan P3A di Desa Suka Mulia tidak ada
yang menggunakan irigasi, ini dikarenakan di desa tersebut menggunakan tadah hujan dan
pompa air.
Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa Desa Suka Mulia Kecamatan Secanggan,
Kabupaten Langkat, kebutuhan alsintan sudah tercukupi dengan baik. Dari data yang diperoleh
Desa Suka Mulia memiliki 3 buah hand tractor, 2 buah power tresser, 1 buah pedal treser, dan
Jumlah Lembaga
BUUD diluar KUD Bank
BUUD/KUD Kios Swadaya Lumbun
No Data Unit
Jlh Jlh Jlh Jlh Saprotan Desa g Pangan
Desa
Unit Anggota Koptan Anggota (LSD)
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10)
1 - - - - 1 1 - -
Sumber: Kantor Desa Suka Mulia
Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa, Desa Suka Mulia Kecamatan Secanggang
Kabupaten Langkat belum mepunyai Koperasi Pertanian (Koptan) yang medukung dalam
kegiatan pertanian mereka. Namun di Desa Suka Mulia sudah memiliki bank cabang desa yang
Kelompok tani merupakan kelembagaan pendukung yang memilki peran sangat penting
dalam rangka pencapaian tujuan – tujuan penyuluhan melalui tabel berikut. Adapun kelas
kemampuan kelompok tani di desa Suka Mulia disajikan pada tabel berikut.
Dari data yang telah di dapat bahwasannya di Desa Suka Mulia masih ada petani yang
belum mengikuti kelompok tani dengan alasan tidak mengetahui apa manfaat jika bergabung
Kondisi sumberdaya untuk lingkungan usaha ditampilkan melalui tabel berikut ini.
Di Desa Suka Mulia tidak terdapat pasar desa ataupun pasar besar. Dalam pemasaran
petani bisaanya mengantarkan ke pasar yang ada di desa lain yaitu Desa Teluk, Desa Hinai Kiri,
dan pasar yang terdapat di ibukota Langkat yaitu Pasar Stabat. Dalam pengembangan kinerja
kelompok tani tersebut, maka perlu adanya keterkaitan kelembagaan dalam hal menunjang
kinerja pertanian.
Petani di Desa Suka Mulia Kecamatan Secanggang Kabupaten Langkat Sumatera Utara
Desa Suka Mulia Kecamatan Secanggang Kabupaten Langkat hanya memiliki 1 buah
kios saprodi. Kios tersebut menjual berbagai sarana produksi pertanian, seperti pupuk dan
Yang dibutuhkan oleh pelaku utama dan pelaku usaha sesungguhnya adalah adanya
teknologi yang bersifat praktis dan bisa diterapkan sesuai dengan kondisi perekonomian warga.
Disamping itu petani juga sangat membutuhkan adanya kepastian dalam berusahatani melalui
ketersediaan sarana dan prasarana usahatani yang memadai seperti pompa air serta penguatan
modal agribisnis.
Penambahan pompa air perlu dilaksanakan agar saat terjadinya kekeringan para petani
dapat menanggulanginya dengan tidak hanya mengharapkan air dari tadah hujan saja.
Selain masalah sarana dan prasarana kendala lain yanag dihadapi oleh masyarakat tani
yaitu terkendala sarana produksi (saprodi) terutama masalah bibit unggul dan benih unggul yang
disebabkan oleh masalah tingkat kemahalan harga, dimana bibit dan benih unggul yang baik
memiliki harga yang terbilang cukup mahal dari harga benih dan bibit yang non unggul sehingga
para petani masih banyak yang memakai benih dan bibit non unggul dikarenakan faktor
ekonomi.
Sedangkan dalam masalah tanaman hortikultura, kebutuhan petani yaitu tersedianya bibit
unggul bermutu. Selama ini petani mengalami kendala dalam bibit dan banyak pula beredar bibit
Pelaku usaha yang akan melakukan usaha / bisnis dalam pembibitan masih minim dalam
hal pengetahuan pembibitan atau benih sayuran. Selain itu petani tidak dapat mengendalikan
Keragaan sarana dan prasarana pendukung seperti JITUT, JIDES, jalan usaha tani, mesin
pertanian pra panen, panen, pasca panen dan pengolahan hasil, distribusi dan pemasaran
1. JITUT
Di Desa Suka Mulia Kecamatan Secanggang Kabupaten Langkat Sumatera Utara tidak
menggunakan JITUT atau Jaringan Irigasi Tingkat Usaha Tani. Ini dikarenakan petani di desa ini
menggunakan sistem tadah hujan yaitu hanya mengharapkan air dari hujan saja.
2. JIDES
Di Desa Suka Mulia Kecamatan Secanggang Kabupaten Langkat Sumatera Utara tidak
menggunakan JIDES. Ini dikarenakan petani di desa ini menggunakan sistem tadah hujan, dan
bila terjadi kekeringan petani mendapatkan air dengan cara menggunakan mesin pompa air.
Jalan Usaha Tani (JUT) di Desa Suka Mulia Kecamatan Secanggang Kabupaten Langkat
sudah dalan keadaan baik dan membantu memperlancar sarana transportasi pada kawasan
pertanian di Desa Suka Mulia dalam mobilitas kegiatan usaha tani di desa tersebut.
4. Keragaan Mesin Pertanian Pra Panen, Panen, Pasca Panendan Pengolahan Hasil,
Di Desa Suka Mulia Kecamatan Secanggang Kabupaten Langkat Sumatera Utara sudah
menggunakan mesin pertanian pra panen yang digunakan untuk mengolah lahan pertanian di
desa tersebut. Mesin yang digunakan adalah hand tractor. Kemudia di Desa Suka Mulia juga
daerah baik tingkat Desa, Kecamatan, maupun Kabupaten/Kota di peruntukkan dengan acuan
yang bertujuan untuk peningkatan Pengetahuan, Keterampilan, dan Perilaku ataupun Kebisaaan.
(SDMP) melalui Badan Penyuluhan Pertanian diharapkan dapat meningkatkan pola Pertanian di
suatu daerah yang dimana mampu meningkatkan kualitas dan kuantitas dari hasil pertanian itu
sendiri yang berfungsi untuk peningkatan taraf ekonomi masyarakat yang di suluh. Penyuluhan
Pertanian mengacu pada pelaku utama dan pelaku usaha dalam bidang pertanian memberikan
ilmu dan tata cara pertanian dalam arti luas dan berkelanjutan yang di harapkan mampu
meningkatkan pola kualitas hidup dan keluarganya sebagai indikator pembangunan manusia.
Adapun tujuan dari penyuluhan Pertanian tahun 2018 adalah Meningkatkan produktivitas
Dalam pencapaian tujuan umum yang tersebut diatas maka dibutuhkan kegiatan-kegiatan
yang nantinya akan menunjang pencapaian tujuan tersebut, kegiatan-kegiatan yang akan
dilakukan antara lain kegiatan yang mempunyai tujuan lebih spesifik sebagai indikator yang
a. Tanaman Pertanian
1) Padi sawah
b) Petani dapat terampil menanam padi sawah dengan sistem jajar legowo meningkat
c) Petani dapat mengatur jarak tanam padi sawah sesuai anjuran dari 50% menjadi 85%
d) Petani dapat melakukan pengairan air di petakan sawah sesuai anjuran dari 50%
menjadi 95%
e) Petani yakin manfaat pupuk organik pada tanaman padi sawah dari 70% menjadi 95%
f) Petani dapat terampil menerapkan sistem pengendalian hama pada padi sawah sesuai
2) Cabai
a) Petani dapat menggunakan benih cabai bersitifikat dari 10% menjadi 75%
b) Petani mau menggunakan mulsa pada budidaya cabai dari 15% menjadi 65%
c) Petani dapat terampil menerapkan sistem pengendalian hama dan penyakit pada
a) Petani dapat yakin dengan hasil tanaman jagung dengan menggunakan 1-2
biji/lubang
b) Petani dapat yakin manfaat pupuk organik pada tanaman jagung dari 35% menjadi
55%
c) Petani sudah terampil menerapkan sistem pengendalian hama dan penyakit tanaman
a) Pengusaha saprodi mau melakukan kerjasama dengan lembaga keuangan dari 50%
menjadi 100%.
b) Pelaku usaha mampu meningkatkan peran dan fungsi kelembagaan sesuai petunjuk
c) Pelaku usaha mau bergabung dalam kelompok usaha pertanian sesuai petunjuk dari
Dalam mencapai dari penyuluhan dibutuhkan dukungan dari seluruh pihak. Pencapaian
target akan terlaksana dengan baik jika sarana dan fasilitas yang ada mendukung dalam
b) Pemerintah melakukan pembuatan sarana JITUT dan JIDES di Desa Suka Mulia dalam
d) Petani mendapatkan pupuk bersubsidi tepat waktu dan kebutuhan pupuk petani terpenuhi.
e) Petani tidak melakukan peralihan lahan sawah menjadi lahan perkebunan dan lokasi
pembangunan gedung.
b) Pengusaha tani mendapatkan informasi yang akan memajukan usaha tani yang sedang di
jalankan.
masalah yang kerap kali di hadapi oleh petani di desa Suka Mulia antara lain di tinjau dari
beberapa aspek :
a. Tanaman Pertanian
4) Padi Sawah
b) Petani belum terampil menanam padi sawah dengan sistem jajar legowo
sebesar 40%
c) Petani belum terampil mengatur jarak tanam padi sawah sesuai anjuran
sebesar 50%
sebesar 50%
e) Petani belum yakin manfaat pupuk organik pada tanaman padi sawah
sebesar 30%
5) Cabai
sebesar 90%
3. Jagung
b) Petani belum yakin manfaat pupuk organik pada tanaman jagung sebesar
65%
sebesar 50%
c. Pelaku usaha yang belum bergabung dalam kelompok usaha pertanian sesuai
perilaku. Tetapi masalah non perilaku tersebut akan di sampaikan pada forum
b. Belum adanya sarana JITUT dan JIDES di Desa Suka Mulia sehingga petani tidak
dapat menerapkan pola tanam sesuai anjuran. Petani harus menunggu hujan
supaya dapat bercocok tanam, petani di Suka Mulia hanya bisa menanam padi 1
c. Petani sulit untuk menerapkan kalender tanam karena faktor irigasi dan cuaca
permintaan petani.
lapangan
a. KUD yang berada di Desa Suka Mulia tidak beroperasi dengan baik
usah tani
d. Koperasi belum bisa memenuhi kebutuhan pelaku usaha dalam hal peminjaman
modal
Langkah-langkah yang akan ditempuh dalam mengatasi permasalah yang ada di tuangkan
dalam rencana kegiatan penyuluhan. Rencana kegiatan ini dibagi menjadi 2 (dua), pertama yaitu
Rencana kegiatan penyuluhan yang dilakukan untuk mengatasi masalah perilaku bagi
pelaku utama dan pelaku usaha adalah kegiatan yang berorientasi pada aspek perilaku yaitu
pengetahuan , sikap dan keterampilan bagi pelaku utama dan pelaku usaha.
Kegiatan yang dilakukan dengan menyampaikan materi penyuluhan yang sesuai dengan
permasalahan, metode yang sesuai dengan karakteristik Pelaku Utama/Pelaku Usaha dan kondisi
lokasi serta biaya yang tersedia serta memperhatikan aspek perilaku apa yang ingin diubah atau
sesuai dengan tujuan penyuluhan, juga frekuensi pelaksanaanya agar tujuan dapat tercapai.
Untuk lebih jelasnya rencana kegiatan penyuluhan disajikan dalam bentuk Matriks Rencana
Dalam hal mengatasi permasalah non perilaku memerlukan koordinasi yang baik dengan
berbagi pihak yang memiliki kompetensi dan kapasitas atau lintas sektoral. Rencana kegiatan
penyuluh adalah menjalin komunikasi dan koordinasi lintas sektoral dengan menyampaikannya
serta Musrenbang Kabupaten. Disamping itu bantuan dari Dinas Instansi serta lembaga lainnya
dapat menjalin dengan berbagi pihak lain seperti pihak swsata yang dapat dijadikan sebagi mitra.
Untuk lebih jelasnya Rencana Kegiatan Penyuluhan untuk masalah non perilaku disajikan dalam
sejahtera yang dijabarkan melalui pencapaiannya setiap tahun. Untuk tahun 2018 telah
penyuluh maka telah disusun programa Desa Suka Mulia tahun 2018 sesuai dengan kondisi dan
potensi wilayah binaan. Sehingga Programa Desa Suka Mulia benar-benar dijadikan acuan oleh
penyuluh dalam melaksanakan kegiatan dilapangan sehingga apa yang menjadi tujuan kegiatan
namun harus dikelola secara profesional dengan melibatkan semua aspek manajemen
manusia berkualitas yang mampu mengakses teknologi, permodalan dan pasar. Pada akhirnya