100% menganggap dokumen ini bermanfaat (3 suara)
2K tayangan38 halaman

Matriks Penyuluhan Pertanian Desa Suka Mulia

Dokumen tersebut merupakan kata pengantar program penyuluhan pertanian desa Suka Mulia tahun 2018. Program ini disusun sesuai peraturan tentang sistem penyuluhan pertanian, perikanan, dan kehutanan. Bertujuan meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani serta kerjasama antar petani. Menguraikan keadaan umum desa terkait potensi komoditas, produktivitas, kelembagaan petani, dan sarana prasarana pertanian.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (3 suara)
2K tayangan38 halaman

Matriks Penyuluhan Pertanian Desa Suka Mulia

Dokumen tersebut merupakan kata pengantar program penyuluhan pertanian desa Suka Mulia tahun 2018. Program ini disusun sesuai peraturan tentang sistem penyuluhan pertanian, perikanan, dan kehutanan. Bertujuan meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani serta kerjasama antar petani. Menguraikan keadaan umum desa terkait potensi komoditas, produktivitas, kelembagaan petani, dan sarana prasarana pertanian.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas rahmat dan

hidayah-Nya penyusunan Programa Penyuluhan Pertanian DesaSuka Mulia, Kecamatan

Secanggang, Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utaratahun 2018 dapat diselesaikan.

Programa Penyuluhan Pertanian Nasional disusun sesuai dengan amanah Undang-Undang

Nomor 16 Tahun 2006 tentang Sistem Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (SP3K),

dan merupakan perencanaan tertulis serta sistematissebagai acuan dan pengendali pencapaian

tujuan penyuluhan pertanian. Programa disusun mulai dari programa penyuluhan tingkat

desa/kelurahan, kecamatan, dan selanjutnya akan disampaikan ke kabupaten/kota.

Programa penyuluhan pertanian ini berpedoman pada Permentan Nomor 47 tahun 2016.

Programa penyuluhan yang disusun setiap tahun dan memuat rencana penyuluhan tahun

berikutnya, merupakan acuan bagipara Penyuluh Pertanian pada masing-masing tingkatan dalam

menyusun Rencana Kerja Tahunan Penyuluh Pertanian yang merupakan penjabaran dari

programa penyuluhan pertanian.

Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat, atas bantuannya baik

itu masukan maupun data-data yang diberikan serta solusi yang akan dilaksanakan bagi penyuluh

semua, sehingga rencana kerja programa penyuluhan pertanian ini dapat diselesaikan dengan

baik.

kami berharap rencana kerja ini dapat dijadikan sebagai usaha kerja sama dalam

melaksanakan penyuluhan pertanian kepada petani dan [Link] dalam

melaksanakan pekerjaan dan penyuluhan, sehingga dapat meningkatkan produktivitas hasil

pertanian, pendapatan dan kerja sama diantara petani.

Programa Penyuluhan Pertanian Desa Suka Mulia 1


STPP Medan, 05 Agustus 2018

Tim Penyusun

Programa Penyuluhan Pertanian Desa Suka Mulia 2


DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR …………………………………………………............... Halaman

DAFTAR ISI ………………………………………………………...…............... i

DAFTAR TABEL …………………………………………………...................... iii

DAFTAR LAMPIRAN …………………………………………………………. vi

I. PENDAHULUAN vii

A. Kebijakan Umum Pembangunan Pertanian………………………………..

B. Latar Belakang Penyusunan Programa……………………………………. 1

C. Tujuan ………………………………………………….............................. 3

D. Manfaat …………………………………………………............................ 5

II. KEADAAN UMUM 6

A. Potensi Pengembangan Komoditas Strategis dan komoditas Unggulan

……………........................................................................................... 9

B. Produktifitas dan ProduksiKomoditas Strategis dan komoditas

Unggulan…………................................................................................. 10

C. Perilaku Pelaku Utama dan Pelaku Usaha Dalam Usahatani.......................

[Link] pelaku utama dan non perilaku pelaku 11

usaha.................................................................................................... 12

[Link] pelaku usaha dan non perilaku pelaku

usaha.................................................................................................... 12

D. Keragaan kelembagaan Petani ………………………………....................

[Link]................................................................................................ 13

Programa Penyuluhan Pertanian Desa Suka Mulia 3


[Link].................................................................................................... 13

3.P3A............................................................................................................ 13

[Link].......................................................................................................... 14

[Link] ekonomi petani(koperasi pertanian..................................... 15

E. Keragaan kelas kemampuan kelompok tani………………………………. 15

[Link] kemampuan kelompok tani.............................................................. 16

[Link] yang belum bergabung dalam kelompok........................................ 16

F. Keragaan Lingkungan Usahatani.........................…………………………. 16

[Link] pasar desa................................................................................... 17

[Link] kios saprodi................................................................................ 17

[Link] keuangan mikro desa............................................................ 18

G. Keragaan prasarana dan sarana pendukung…………………………......... 18

[Link]......................................................................................................... 18

[Link]......................................................................................................... 18

[Link] usaha tani.......................................................................................... 19

[Link] mesin pertanian pra panen,panen, pasca panen dan 20

pengolahan hasil, distribusi dan pemasaran.................................................. 20

Programa Penyuluhan Pertanian Desa Suka Mulia 4


III. TUJUAN

A. Tujuan Perilaku ……………………………………………………………..... 21

[Link] perilaku pelaku utama......................................................................... 22

[Link] perilaku pelaku usaha.......................................................................... 23

B. Tujuan Non Perilaku .......................................................................................... 24

[Link] non perilaku utama.............................................................................. 24

[Link] non perilaku usaha.............................................................................. 24

IV. MASALAH

A. Masalah Perilaku …………………………………………………………..… 25

[Link] peerilaku utama............................................................................... 25

[Link] perilaku usaha................................................................................. 26

B. Masalah Non Perilaku …………………………………………………...…… 27

[Link] non perilaku utama........................................................................... 27

[Link] non perilaku usaha............................................................................ 27

V. RENCANA KEGIATAN

A. Kegiatan penyuluhan untuk perubahan perilaku………………………….….. 28

B. Kegiatan penyuluhan untuk perubahan non perilaku……………………..…... 28

VI. PENUTUP…………………………………………………………………….…. 30

LAMPIRAN

Programa Penyuluhan Pertanian Desa Suka Mulia 5


DAFTAR TABEL

Tabel Judul Halaman

1. Data Kependudukan di Desa Suka Mulia .......................................... 7

2. Data Penduduk Berdasarkan Jenis Kelamin ...................................... 8

3. Data Penduduk Berdasarkan Mata Pencaharian ................................ 8

4. Data Penduduk Menurut Tingkat Pendidikan .................................... 8

5. Data Penduduk yang Berusaha di Bidang Pertanian .......................... 9

6. Data Keadaan Curah Hujan ................................................................ 9

7. Luas Lahan di Desa Suka Mulia ...................................................... 10

8. Luas Lahan dan Produksi Menurut Subsektor ................................... 11

9. Data Kelompoktani Desa Suka Mulia ................................................ 14

10. Daftar Data Nama Gapoktan di Desa Suka Mulia ............................. 14

11. Daftar Data P3A (Perkumpulan Petani Pemakai Air) ........................ 15

12. Daftar Data Alat dan Mesin Pertanian di Desa Suka Mulia............... 15

13. Daftar Data Data Kelembagaan Ekonomi Tani ................................. 16

14. Data kelas Kemampuan Kelompoktani .............................................. 16

15. Kondisi Sumberdaya di Desa Suka Mulia .......................................... 17

Programa Penyuluhan Pertanian Desa Suka Mulia 6


DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran Judul Halaman

1. Matriks Rencana Kegiatan Penyuluhan Pertanian

Di Desa Suka Mulia………………………………………………............. 31

2. Matriks Kegiatan Mengupayakan Kemudahan Pelayanan

Dan Pengaturan Di Desa Suka Mulia……………………………............... 41

Programa Penyuluhan Pertanian Desa Suka Mulia 7


BAB I

PENDAHULUAN

A. Kebijakan Umum Pembangunan Pertanian

Kebijakan pertanian adalah serangkaian tindakan yang telah, sedang dan akan

dilaksanakan oleh pemerintah untuk mencapai tujuan tertentu. Adapun tujuan umum kebijakan

pertanian kita adalah memajukan pertanian, mengusahakan agar pertanian menjadi lebih

produktif, produksi dan efisiensi produksi naik dan akibatnya tingkat penghidupan dan

kesejahteraan petani meningkat.

Pembangunan pertanian diartikan sebagai rangkaian berbagai upaya untuk meningkatkan

pendapatan petani, menciptakan lapangan kerja, mengentaskan kemiskinan, memantapkan

ketahanan pangan dan mendorong pertumbuhan ekonomi wilayah. Pemerintah melaksanakan

perannya sebagai stimulator dan fasilitator yang mendorong tumbuhnya kegiatan ekonomi dan

sosial para petani agar memberikan manfaat bagi peningkatan pendapatan dan kesejahteraannya.

Pembangunan pertanian pada masa mendatang dihadapkan pada isu strategis yang terus

berkembang secara dinamis, antara lain: globalisasi ekonomi meningkatkan kerusakan

lingkungan; dan perubahan iklim (climate change) global; keterbatasan akses petani terhadap

permodalan dan tingginya suku bunga usahatani, degadrasi lingkungan; kemiskinan dan

pengangguran; kerawanan pangan dan ketahanan energi; terbatasnya kapasitas dan kelembagaan

petani dan penyuluhan dan penurunan minat generasi muda terhadap sektor pertanian.

Mengantisipasi 9 (sembilan) isu strategis di atas, arah kebijakan bidang pertanian adalah:

(1) meningkatkan dan memantapkan kontribusi sektor pertanian terhadap pertumbuhan ekonomi

nasional; (2) meningkatkan produksi dan produktivitas komoditas pertanian; (3) meningkatkan

Programa Penyuluhan Pertanian Desa Suka Mulia 8


tingkat kesejahteraan petani, produktivitas tenaga kerja pertanian, kemampuan/keterampilan

SDM pertanian; (4) meningkatkan daya saing dan nilai tambah hasil pertanian di pasar domestik

dan pasar global; (5) mendorong terjadinya transformasi struktur ketenagakerjaan dari sektor

pertanian ke non pertanian melalui pengembangan agroindustri perdesaan, serta (6)

meningkatkan pengelolaan sumberdaya pertanian yang lestari dan berkelanjutan.

Pembangunan pertanian di Indonesia dengan prinsip kemandirian dan berkelanjutan

senantiasa harus diwujudkan dari waktu ke waktu, sebagai prasyarat bagi keberlanjutan

eksistensi bangsa dalam mengatasi ancaman kelangkaan pangan dunia yang dampaknya semakin

terlihat nyata. Berkaca dari Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik

(APEC) di Vladivostok, Rusia, 8-9 September lalu, yang mengangkat tema ancaman krisis

pangan global, perhatian terhadap masalah krisis pangan harus lebih ditingkatkan.

Upaya mewujudkan pembangunan pertanian tidak terlepas dari berbagai macam masalah

yang dihadapi, masalah pertama yaitu penurunan kualitas dan kuantitas sumber daya lahan

pertanian. Dari segi kualitas, faktanya lahan dan pertanian kita sudah mengalami degradasi yang

luar bisaa, dari sisi kesuburannya akibat dari pemakaian pupuk [Link] kedua yang

dialami saat ini adalah terbatasnya aspek ketersediaan infrastruktur penunjang pertanian yang

juga penting namun minim ialah pembangunan dan pengembangan waduk. Selanjutnya, masalah

ketiga adalah adanya kelemahan dalam sistem alih teknologi. Ciri utama pertanian modern

adalah produktivitas, efisiensi, mutu dan kontinuitas pasokan yang terus menerus harus selalu

meningkat dan terpelihara. Hal lainnya sebagai masalah keempat, muncul dari terbatasnya akses

layanan usaha terutama di permodalan. Yang terakhir menyangkut, masalah kelima adalah masih

panjangnya mata rantai tataniaga pertanian, sehingga menyebabkan petani tidak dapat menikmati

Programa Penyuluhan Pertanian Desa Suka Mulia 9


harga yang lebih baik, karena pedagang telah mengambil untung terlalu besar dari hasil

penjualan.

Untuk memulihkan pertanian di Indonesia perlu peningkatan perhatian terhadap bidang

pertanian yang dirumuskan dalam suatu kebijakan pembangunan negara berbasis pertanian yang

strategis dan berjangka panjang dalam rangka untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat

[Link] konteks ini, telah diupayakan implementasi mekanisme perencanaan program

pembangunan pertanian yang terdesentralisasi (Decentralized Action Plan) sejalan dengan

kondisi otonomi daerah saat ini, termasuk dengan telah mencermati dinamika perubahan iklim.

Integrasi kebijakan ini lebih lanjut disinergikan dengan kebutuhan masyarakat di level

mikro dengan mencermati kondisi sosial ekonomi dan budaya masyarakat, serta in-formal rules

berupa norma-norma yang berlaku dalam relasi informal masyarakat [Link]

pembangunan pertanian sesuai dengan yang tertuang dalam RPJM Kementerian Pertanian 2015-

2019 diarahkan untuk dapat menjamin ketahanan pangan dan energi untuk mendukung

ketahanan nasional.

B. Latar Belakang

Undang-undang nomor 16 tahun 2006 tentang system Penyuluhan Pertanian, Perikanan,

dan Kehutanan (SP3K) mengamanatkan bahwa Programa Penyuluhan Pertanian, Perikanan, dan

Kehutanan terdiri dari atas programa penyuluhan desa/kelurahan atau unit kerja lapangan,

programa penyuluhan tingkatan kecamatan atau BP3K, programa penyuluhan kabupaten, dan

programa tingkatan lainnya.

Penyuluhan pertanian adalah suatu proses pembelajaran bagi pelaku utama (pelaku

kegiatan pertanian) serta pelaku usaha agar mereka mau dan mampu menolong dan

mengorganisasikan dirinya dalam mengakses informasi pasar, teknologi, permodalan, dan

Programa Penyuluhan Pertanian Desa Suka Mulia 10


sumberdaya lainnya, sebagai upaya untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi usaha,

pendapatan dan kesejahteraannya, serta meningkatkan kesadaran dalam pelestarian lingkungan

hidup. Penyuluhan pertanian bertujuan merubah perilaku pelaku utama dan pelaku usaha

melalui peningkatan pengetahuan, ketrampilan sikap dan motivasinya. Dengan falsafah

Menolong petani agar dapat menolong dirinya sendiri atau kata lain To Help People Help Them

Selves, maka penyuluh pertanian membuat Programa Penyuluhan Pertanian sebelum melakukan

pekerjaannya.

Programa Penyuluhan Pertanian merupakan rencana yang disusun secara sistematis untuk

memberikan arah dan pedoman sebagai alat pengendali pencapaian tujuan penyuluhan. Hal

tersebut dikaitkan dengan pembangunan pertanian maka peranan penyuluh pertanian mempunyai

kedudukan yang cukup strategis dalam penyelenggaraan pendidikan non formal bagi petani dan

keluarganya. Sehubungan dengan hal tersebut diatas penyuluhan pertanian merupakan kegiatan

untuk menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas dalam membangun kemandirian,

keterampilan, prakarsa dan tanggung jawab serta berpartisipasi aktif dalam pembangunan

pertanian yang terencana dan terukur.

Programa Penyuluhan Pertanian yang merupakan salah satu wujud perencanaan

partisipatif, aspirasi masyarakat tani dengan memperhatikan potensi wilayah dan program

pembangunan pertanian yang menggambarkan situasi keadaan yang nyata saat ini. Sasaran dan

tujuan yang ingin dicapai, permasalahan yang dihadapi dan pemecahannya serta cara mencapai

tujuan yang disusun secara sistematis. Dalam melakukan penyusunan programa, penyuluh

mengacu pada Peraturan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor:

47/Permentan/SM.010/9/2016 Tentang Pedoman Penyusunan Programa Penyuluhan Pertanian.

Programa Penyuluhan Pertanian Desa Suka Mulia 11


Penyelengaraan penyuluhan di tingkat BP3K pada Desa Suka Mulia

KecamatanSecanggangKabupaten Langkat disesuaikan dengan kondisi, potensi dan kebutuhan

sasaran. Pencapaian Pembangunan Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan senantiasa melibatkan

peran aktif dalam proses perencanaan penyuluhan melalui musyawarah tingkat desa. Dalam

penyusunannya selalu memperhatikan keterpaduan dan kesinergian programa penyuluhan pada

setiap tingkatanya.

Agar penyelengaraan Penyuluhan Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan dapat berjalan

secara strategis, produkstif dan dapat menyelaraskan keterpaduan/dinas terkait, untuk itu perlu

memiliki daya ungkit yang tinggi terhadap peningkatan produktivitas komoditas unggulan daerah

dan pendapatan petani. Untuk mencapai tujuan tersebut diperlukan informasi mengenai keadaan,

masalah dan alternative pemecahan masalah untuk mencapai tujuan sesuai dengan kondisi dan

kebutuhan lokalitas, agar mampu merespon kebutuhan pelaku utama dan pelaku usaha dan

memberikan dukungan terhadap program Dinas/Instansi terkait.

Guna menyediakan acuan bagi seluruh penyelenggaraan penyuluhan pertanian,

perikanan, dan kehutanan sebagai dasar persamaan persepsi, gerakdan langkah dalam persiapan

perencanaan dalam merancang bangun kegiatan penyuluhan, maka dipandang perlu untuk

menerbitkan Programa Penyuluhan Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan Balai Penyuluhan

Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan (BP3K) Desa Suka Mulia Kecamatan Secanggang

Kabupaten Langkat tahun 2018.

C. Tujuan

Tujuan disusunnya programa adalah :

1. Menyediakan acuan dalam penyelenggaraan penyuluhan pertanian bagi para

penyelenggara penyuluh pertanian di tingkat kecamatan,

Programa Penyuluhan Pertanian Desa Suka Mulia 12


2. Memberikan acuan bagi penyuluh pertanian dalam menyusun rencana kegiatan

penyuluhan pertanian, dan

3. Menyediakan bahan penyusunan perencanaan penyuluhan untuk disampaikan dalam

forum musrenmbangtan tahun berikutnya.

D. Manfaat Programa Penyuluhan

Programa penyuluhan pertanian yang jelas dan sistematis dapat digunakan sebagai :

1. Dasar untuk penyusunan Rencana Kerja Tahunan Penyuluh Pertanian di Desa Suka Mulia

Kecamatan Secanggang,

2. Dasar untuk merencanakan dan menerapkan monitoring serta evaluasi pelaksanaan

program tersebut,

3. Dasar untuk merencanakan dan melaksanakan kegiatan penyuluhan di wilayah kerja

(koordinasi, pendampingan, pelatihan, dll);

4. Dasar bagi wilayah kerja Desa Suka Mulia dalam perumusan usulan proyek/kegiatan

penyuluhan yang ingin dilaksanakan tahun berikutnya untuk dibahas pada diskusi unit

daerah kerja pembangunan.

Programa penyuluhan pertanian disusun secara partisipatif dan berdasarkan kebutuhan

petani. Karena itu, programa juga berguna bagi petani dan penyuluh untuk :

1. Memecahkan masalah petani dan mengembangkan usahataninya;

2. Menanamkan rasa tanggung jawab bersama-sama terhadap penyelenggaraan penyuluhan

pertanian agar dapat berlangsung secara efektif dan efisien.

Programa Penyuluhan Pertanian Desa Suka Mulia 13


BAB II

KEADAAN UMUM

Desa Suka Mulia dengan Ibukota Kecamatan yaitu Hinai Kiri merupakan salah satu dari

23 (dua puluh tiga) kecamatan yang ada di Kabupaten Langkat. Secara administratif Desa Suka

Mulia berbatasan dengan Desa Cinta Raja di sebelah utara, Desa Kepala Sungai di sebelah

selatan, Desa Teluk di sebelah timur dan Desa Hinai Kiri di sebelah barat. Jarak dari Desa Suka

Mulia ke Kota Medan yaitu 45,8 km, sementara dari ibukota kabupaten yaitu berjarak 9 km.

Luas wilayah Desa Suka Mulia adalah 428 ha, dengan bentuk wilayah daerah lahan datar

berada pada ketinggian ±15 meter dari permukaan laut. Kondisi geografis tersebut merupakan

faktor pendukung berkembangnya usaha masyarakat di bidang pertanian, peternakan, perikanan

dan perkebunan rakyat, beriklim tropis dengan suhu minimum 27 – 32ºC, curah hujan tinggi

pada bulan September sampai Desember, sedangkan musim kemarau terjadi pada bulan Januari

sampai Agustus. Umumnya wilayah kerja penyuluhan pertanian Suka Mulia Kecamatan

Secanggang daerah pertanian tanaman pangan, peternakan, dan perkebunan rakyat. Tingkat

kesuburan tanah berada pada tingkatan rendah.

Tabel 1. Data Kependudukan di Desa Suka Mulia

No Nama Dusun L P L+P Jumlah


1 Kepala Sungai I 487 528 1.015 247
2 Kepala Sungai II 470 434 904 258
3 Pasar XII 446 413 859 266
4 Tanjung Mulia 431 422 853 279
5 Pondok Rindu 214 205 419 213
6 Prasetya I 156 154 310 98
7 Prasetya II 142 120 262 80
8 Swadaya 135 114 249 90

Programa Penyuluhan Pertanian Desa Suka Mulia 14


Jumlah 2.481 2.390 4.871 1.531
Sumber : Data Primer Desa Suka Mulia

Tabel 2. Data Penduduk Berdasarkan Jenis Kelamin


Jumlah Jenis Kelamin
N Desa / Jumlah
Kepala Keterangan
o Kelurahan Laki – Laki Perempuan Penduduk
Keluarga
1 Suka mulia 491 671 765 1436 -
Jumlah 491 671 765 1436 -
Sumber : Data Primer Desa Suka Mulia
Tabel 3. Data Penduduk Berdasarkan Mata Pencaharian
No Pekerjaan Jumlah
1 Peternak 22
2 Petani 184
3 Buruh 290
4 Pedagang 47
5 PNS / TNI / POLRI 26
6 Nelayan -
7 Lain – lain 120
Jumlah 689
Sumber : Data Primer Desa Suka Mulia
Tabel 4. Data Penduduk Menurut Tingkat Pendidikan
Jumlah Penduduk Menurut Tingkat Pendidikan
Belum
TK SD SLTP SLTA Sarjana
Sekolah
44 178 112 103 39 120
Sumber : Data Primer Desa Suka Mulia

Programa Penyuluhan Pertanian Desa Suka Mulia 15


Tabel 5. Data Penduduk yang Berusaha di Bidang Pertanian
Pengusaha Agro Produk On Farm
Pengusaha Pengusaha
Pemilik Pengusaha
Pemilik Bur Agroindustri Agroniaga
No Tidak Pengga Agrosupport
Penggar uh Total (Pengelolaan (Pemasaran
Mengg rap (Penunjang)
ap Tani Hasil) Hasil)
arap
1 - 157 27 - 184 - - 3
Sumber : Data Primer Desa Suka Mulia
Tabel 6. Data Keadaan Curah Hujan
Rata -
Tahun 2010 2011 2012 2013 2014 2015 Jumlah
Rata
NO
Jumlah Jumlah Jumlah Jumlah Jumlah Jumlah Jumlah Jumlah
Bulan
(mm2) (mm2) (mm2) (mm2) (mm2) (mm2) (mm2) (mm2)
1 Januari 87 29 151 47 149 463 92,6
2 Februari 54 98 140 13 53 358 71,6
3 Maret 267 95 52 34 25 493 98,6
4 April 179 119 100 45 82 525 105
5 Mei 115 261 196 234 18 824 164,8
6 Juni 226 43 156 112 122 659 131,8
7 Juli 86 64 221 19 157 547 109,4
8 Agustus 133 199 224 235 195 986 197,2
9 September 165 275 123 265 172 1000 200
10 Oktober 254 258 371 395 371 1649 329,8
11 November 144 236 85 73 230 768 153,6
12 Desember 210 183 183 293 398 204 1471 245,16
Jumlah 210 1942 1860 2162 1870 1778 9743 19565
Sumber : Data Primer Desa Suka Mulia

Programa Penyuluhan Pertanian Desa Suka Mulia 16


A. Potensi Pengembangan Komoditas Strategis dan Komoditas Unggulan

Potensi tanaman yang dapat dikembangkan di desa Suka Mulia adalah padi, cabai, dan

palawija dengan alasan iklim cocok, tanah baik, curah hujan [Link] lahan di Desa

Suka Mulia yaitu untuk kebun, sawah dan tegalan. Berikut ditampilkan tabel luas lahan di

Desa Suka Mulia.

Tabel 7. Luas Lahan Di Desa Suka Mulia

NO Uraian Jumlah (Ha)

1 Pekarangan -

2 Sawah Irigasi Setengah Teknis -

3 Sawah Tadah Hujan 20

4 Perkebunan Rakyat 286

5 Hutan Rakyat -

6 Tegalan 243,12

7 Padang Pengembalaan -

8 Perairan Umum -

9 Kolam -

10 Dan Lain – Lain 38,79

JUMLAH 587,91

Sumber : BPP Desa Suka Mulia

Dari tabel tersebut dapat disaksikan bahwa potensi usaha terbesar berada pada sektor lain

- lain lalu disusul oleh lahan pertanian sawah yaitu tadah hujan.

Programa Penyuluhan Pertanian Desa Suka Mulia 17


B. Produktifitas dan Produksi Komoditas Strategis dan Komoditas Unggulan

Selanjutnya ditampilkan produktifitas usaha Desa Suka Mulia melalui tabel 8 berikut

ini.

Tabel 8. Luas lahan dan produksi menurut sub-sektor.

Luas tanam/ Produksi Produksi


Luas Panen
No Sub-sektor/Komoditi Pupulasi (Ha / (faktual (Potensial
(Ha)
Ekor) Ton/Ha) ton/Ha)
1 Tanaman Pertanian
Padi Sawah 20 20 246,4 616
2 Palawija
Jagung 55,9 55,9 71,2 712,8
Kacang tanah 0.32 0,32 2,1 210
Ubi Kayu 2 2 20 2.000
Ubi Jalar 0,02 0,02 21 2.100
Kacang Hijau 0,44 0,44 3,36 112
Kacang Kedelai 1,57 0,02 0,05 0,5
3 Hortikultura
Sawi - - - -
Cabe Merah 0,7 0,7 8 800
Bayam - - - -
Tomat 0,12 0,12 10 1.000
Terong 0,12 0,12 8 800
Kacang Panjang 0.52 0.52 9 900
Timun 0,28 0,28 10 1.000
Paria - - - -
Semangka - - - -
Bunga Kol - - - -
Sumber : Data Primer Desa Suka Mulia

Programa Penyuluhan Pertanian Desa Suka Mulia 18


Dari tabel diatas diketahui bahwa produktifitas usaha yang ada di Desa Suka Mulia lebih

dominan ke padi sawah jadi tidak heran untuk per hektar bisa memperoleh 246,4 ton/ha. Jadi

sangat wajar, jika desa ini mempunyai topografi yang mendatar dan sangat cocok untuk ditanami

padi sawah, juga rata-rata para petani di Desa Suka Mulia membudidayakan padi sawah.

C. Perilaku Pelaku Utama dan Pelaku Usaha Dalam Usahatani

1. Perilaku Pelaku Utama dan Non Perilaku Pelaku Utama

Kemampuan petani dalam mengelola usaha taninya tergolong masih rendah. Hal ini

ditunjukkan dari hasil produksi yang dicapai belum sesuai dengan yang diharapkan. Teknologi

serta permodalan merupakan kendala dalam pengembangan usaha terutama untuk skala jangka

panjang. Diantara hal-hal yang merupakan kondisi saat ini di Desa Suka Mulia pada bidang

perilaku masyarakat tani antara lain adalah :

1. Tanaman Pertanian, meliputi :

a. Petani belum menggunakan benih unggul bermutu sebesar 40%

b. Petani belum menggunakan menanam padi sawah sistem jajar legowo 4-1 sebesar 60%

c. Petani belum melakukan pemanenan padi dengan alsintan sebesar 20%

d. Petani belum menerapkan sistem PHT padi sawah sebesar 25%

e. Petani belum menerapkan jarak tanam padi sawah sesuai rekomendasi sebesar 50%

f. Petani belum mengetahui manfaat pupuk organik padi sawah sebesar 30%

2. Tanaman Sayuran , meliputi :

a. Petani belum mengetahui manfaat dari benih bermutu sebesar 40%

b. Petani belum menerapkan sistem jarak tanam sayuran sesuai anjuran sebesar 50%

c. Petani belum terampil menerapkan sistem PHT pada tanaman sayuran sebesar 25%

d. Petani belum mengetahui manfaat pupuk organik pada tanaman sayuran sebesar 40%

Programa Penyuluhan Pertanian Desa Suka Mulia 19


2. Perilaku Pelaku Usaha dan Non Perilaku Pelaku Usaha

Dalam pemasaran hasil pertanian dari para petani yang berasal dari wilayah

binaan Kecamatan Medan Selayang masih mengalami kendala, yakni :

a) Kondisi geografis yang pada umumnya merupakan strata agroekosistem dataran

rendah dan tanah pasang surut sehingga sangat rawan banjir terutama saat musim

penghujan

b) Kemampuan modal yang terbatas di kalangan petani juga menjadi hambatan dalam

peneapan berbagai paket teknologi pertanian

c) Keadaan lahan yang pada umumnya merupakan tadah hujan, belum didukung oleh

irigasi teknis secara keseluruhannya sehingga pengaturan air di lahan usaha tani sulit

dilaksanakan dengan baik.

D. Keragaan Keragaan Kelembagaan Petani

1. Poktan (Kelompok Tani)

Kelompok tani merupakan kelembagaan pendukung yang memilki peran sangat

penting dalam rangka pencapaian tujuan – tujuan penyuluhan melalui tabel berikut

Tabel 9. Data Kelompok Tani

Nama Tahun Jumlah


No Nama Kelompok Lokasi Kelompok
Ketua Berdiri Anggota
1 Tani Makmur Endi 1991 40 Dusun III Pasar 12
2 Sepakat Samin 1990 40 Dusun I
3 Pasar 12 Muliono 1991 55 Dusun II
4 Beringin Wagiman 1992 49 Dusun VII
Sumber: BPP Desa Suka Mulia

Programa Penyuluhan Pertanian Desa Suka Mulia 20


Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa, Desa Suka Mulia, Kecamatan Secanggang,

Kabupaten Langkat mempunyai kelembagaan petani yaitu kelompok tani yang sudah cukup

dengan jumlah 4 kelompok tani yang aktif.

2. Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani)

Tabel 10. Daftar Data Nama Gapoktan

Nama Pengurus
Jenis
Nama Jumlah Modal
No Alamat Usaha
Gapoktan Ketua Sekretaris Bendahara Anggota Gapoktan
Tani
Mekar Suka Endi Padi
1 Rukimin Wasiman 184 25.000.000
Jaya mulia Wijaya sawah
Sumber : Data Primer Desa Suka Mulia
Dari informasi yang didapat gapoktan yang ada di Desa Suka Mulia sebenarnya belum di

sah kan oleh pemerintah. Ini dikarenakan luas lahan yang belum mencukupi keadaan yang

seharusnya. Jadi, poktan yang ada di Desa Suka Mulia menumpang dengan gapoktan yang ada di

Desa Teluk.

3. P3A

Tabel 11. Daftar Data P3A (Perkumpulan Petani Pemakai Air)

Nama Pengurus Jumlah


No Nama P3A Alamat
Ketua Sekretaris Bendahara Anggota
1. - - - - - -
Sumber : BPP Suka Mulia

Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa, kelembagaan P3A di Desa Suka Mulia tidak ada

yang menggunakan irigasi, ini dikarenakan di desa tersebut menggunakan tadah hujan dan

pompa air.

Programa Penyuluhan Pertanian Desa Suka Mulia 21


4. UPJA (Usaha Pelayanan Jasa Alsintan)

Tabel 12. Daftar Data Alsintan (Alat Mesin Pertanian)

NO Alsintan Jumlah Keterangan

1 Hand Sprayer 223 Milik Pribadi

2 Pedal Treser 1 Milik Pribadi

3 Hand Tractor 3 Milik Pribadi + Bantuan

4 Power Tresser 2 Milik Pribadi

Sumber : BPP Suka Mulia

Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa Desa Suka Mulia Kecamatan Secanggan,

Kabupaten Langkat, kebutuhan alsintan sudah tercukupi dengan baik. Dari data yang diperoleh

Desa Suka Mulia memiliki 3 buah hand tractor, 2 buah power tresser, 1 buah pedal treser, dan

223 buah hand sprayer.

5. Kelembagaan Ekonomi Petani

Tabel 13. Daftar Data Kelembagaan Ekonomi Petani

Jumlah Lembaga
BUUD diluar KUD Bank
BUUD/KUD Kios Swadaya Lumbun
No Data Unit
Jlh Jlh Jlh Jlh Saprotan Desa g Pangan
Desa
Unit Anggota Koptan Anggota (LSD)
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10)
1 - - - - 1 1 - -
Sumber: Kantor Desa Suka Mulia

Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa, Desa Suka Mulia Kecamatan Secanggang

Kabupaten Langkat belum mepunyai Koperasi Pertanian (Koptan) yang medukung dalam

kegiatan pertanian mereka. Namun di Desa Suka Mulia sudah memiliki bank cabang desa yang

berjumlah 1 unit dan memiliki kios saprotan yang berjumlah 1 unit.

Programa Penyuluhan Pertanian Desa Suka Mulia 22


E. Keragaan Kelas Kemampuan Kelompok Tani

1. Kelas Kemampuan Kelompok Tani

Kelompok tani merupakan kelembagaan pendukung yang memilki peran sangat penting

dalam rangka pencapaian tujuan – tujuan penyuluhan melalui tabel berikut. Adapun kelas

kemampuan kelompok tani di desa Suka Mulia disajikan pada tabel berikut.

Tabel 14. Data Kelas Kemampuan Kelompok Tani

No Nama Kelompok Tahun Berdiri Jumlah Anggota Kelas Kelompok

1 Tani Makmur 40 Pemula


2 Sepakat 40 Pemula
3 Pasar 12 55 Pemula
4 Beringin 49 Pemula
Sumber : Data Primer Desa Suka Mulia
2. Petani yang Belum Bergabung dalam Kelompok Tani

Dari data yang telah di dapat bahwasannya di Desa Suka Mulia masih ada petani yang

belum mengikuti kelompok tani dengan alasan tidak mengetahui apa manfaat jika bergabung

dengan kelompok tani.

F. Keragaan Lingkungan Usahatani

Kondisi sumberdaya untuk lingkungan usaha ditampilkan melalui tabel berikut ini.

Tabel 15. Kondisi Sumberdaya di Desa Suka Mulia

Jenis informasi Keterangan

Ketersediaan air Cukup (tadah hujan)

Ketersediaan tenaga kerja Cukup dan mobilitas tinggi

Status penggunaan lahan Milik pribadi dan penggarap

Programa Penyuluhan Pertanian Desa Suka Mulia 23


Respons petani terhadap inovasi Sangat baik

Aktifitas kelompoktani Baik (4 poktan)

Aksesibilitas lokasi Baik

Keberadaan saprodi Kurang Baik

Lembaga pengolahan Tidak ada

Lembaga pemasaran Pasar

Lembaga keuangan BRI

Sumber : BPP Desa Suka Mulia

Di Desa Suka Mulia tidak terdapat pasar desa ataupun pasar besar. Dalam pemasaran

petani bisaanya mengantarkan ke pasar yang ada di desa lain yaitu Desa Teluk, Desa Hinai Kiri,

dan pasar yang terdapat di ibukota Langkat yaitu Pasar Stabat. Dalam pengembangan kinerja

kelompok tani tersebut, maka perlu adanya keterkaitan kelembagaan dalam hal menunjang

kinerja pertanian.

1. Keragaan Pasar Desa

Petani di Desa Suka Mulia Kecamatan Secanggang Kabupaten Langkat Sumatera Utara

menjual hasil pertanian, hortikultura, peternakan maupun perikanan dengan cara

menyalurkan hasil pertanian ke pasar di daerah Stabat dan desa lain.

2. Keragaan Kios Saprodi

Desa Suka Mulia Kecamatan Secanggang Kabupaten Langkat hanya memiliki 1 buah

kios saprodi. Kios tersebut menjual berbagai sarana produksi pertanian, seperti pupuk dan

pestisida (obat – obatan pertanian).

Programa Penyuluhan Pertanian Desa Suka Mulia 24


3. Keragaan Lembaga Keuangan Mikro Desa

Lembaga keuangan mikro di Desa Suka Mulia Kecamatan Secanggang Kabupaten

Langkat Sumatera Utara belum memilki Koperasi Unit Desa (KUD).

G. Keragaan Prasarana dan Sarana Pendukung

Yang dibutuhkan oleh pelaku utama dan pelaku usaha sesungguhnya adalah adanya

teknologi yang bersifat praktis dan bisa diterapkan sesuai dengan kondisi perekonomian warga.

Disamping itu petani juga sangat membutuhkan adanya kepastian dalam berusahatani melalui

ketersediaan sarana dan prasarana usahatani yang memadai seperti pompa air serta penguatan

modal agribisnis.

Penambahan pompa air perlu dilaksanakan agar saat terjadinya kekeringan para petani

dapat menanggulanginya dengan tidak hanya mengharapkan air dari tadah hujan saja.

Selain masalah sarana dan prasarana kendala lain yanag dihadapi oleh masyarakat tani

yaitu terkendala sarana produksi (saprodi) terutama masalah bibit unggul dan benih unggul yang

disebabkan oleh masalah tingkat kemahalan harga, dimana bibit dan benih unggul yang baik

memiliki harga yang terbilang cukup mahal dari harga benih dan bibit yang non unggul sehingga

para petani masih banyak yang memakai benih dan bibit non unggul dikarenakan faktor

ekonomi.

Sedangkan dalam masalah tanaman hortikultura, kebutuhan petani yaitu tersedianya bibit

unggul bermutu. Selama ini petani mengalami kendala dalam bibit dan banyak pula beredar bibit

palsu yang dijual oleh lembaga maupun perorangan secara illegal.

Pelaku usaha yang akan melakukan usaha / bisnis dalam pembibitan masih minim dalam

hal pengetahuan pembibitan atau benih sayuran. Selain itu petani tidak dapat mengendalikan

Programa Penyuluhan Pertanian Desa Suka Mulia 25


hama dan penyakit yang ada disebabkan pengetahuan dan ketrampilan dalam pengendalian hama

dan penyakit terbatas.

Keragaan sarana dan prasarana pendukung seperti JITUT, JIDES, jalan usaha tani, mesin

pertanian pra panen, panen, pasca panen dan pengolahan hasil, distribusi dan pemasaran

disajikan pada berikut ini.

1. JITUT

Di Desa Suka Mulia Kecamatan Secanggang Kabupaten Langkat Sumatera Utara tidak

menggunakan JITUT atau Jaringan Irigasi Tingkat Usaha Tani. Ini dikarenakan petani di desa ini

menggunakan sistem tadah hujan yaitu hanya mengharapkan air dari hujan saja.

2. JIDES

Di Desa Suka Mulia Kecamatan Secanggang Kabupaten Langkat Sumatera Utara tidak

menggunakan JIDES. Ini dikarenakan petani di desa ini menggunakan sistem tadah hujan, dan

bila terjadi kekeringan petani mendapatkan air dengan cara menggunakan mesin pompa air.

3. Jalan Usaha Tani

Jalan Usaha Tani (JUT) di Desa Suka Mulia Kecamatan Secanggang Kabupaten Langkat

sudah dalan keadaan baik dan membantu memperlancar sarana transportasi pada kawasan

pertanian di Desa Suka Mulia dalam mobilitas kegiatan usaha tani di desa tersebut.

4. Keragaan Mesin Pertanian Pra Panen, Panen, Pasca Panendan Pengolahan Hasil,

Distribusi dan Pemasaran

Di Desa Suka Mulia Kecamatan Secanggang Kabupaten Langkat Sumatera Utara sudah

menggunakan mesin pertanian pra panen yang digunakan untuk mengolah lahan pertanian di

desa tersebut. Mesin yang digunakan adalah hand tractor. Kemudia di Desa Suka Mulia juga

Programa Penyuluhan Pertanian Desa Suka Mulia 26


sudah memiliki mesin panen padi (Power Tresser) yang digunakan untuk merontokkan padi dari

hasil panen di Desa Suka Mulia.

Programa Penyuluhan Pertanian Desa Suka Mulia 27


BAB III
TUJUAN
Landasan utama dilakukannya penyuluhan terhadap sekelompok masyarakat di suatu

daerah baik tingkat Desa, Kecamatan, maupun Kabupaten/Kota di peruntukkan dengan acuan

yang bertujuan untuk peningkatan Pengetahuan, Keterampilan, dan Perilaku ataupun Kebisaaan.

Kementrian Pertanian dalam program Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian

(SDMP) melalui Badan Penyuluhan Pertanian diharapkan dapat meningkatkan pola Pertanian di

suatu daerah yang dimana mampu meningkatkan kualitas dan kuantitas dari hasil pertanian itu

sendiri yang berfungsi untuk peningkatan taraf ekonomi masyarakat yang di suluh. Penyuluhan

Pertanian mengacu pada pelaku utama dan pelaku usaha dalam bidang pertanian memberikan

ilmu dan tata cara pertanian dalam arti luas dan berkelanjutan yang di harapkan mampu

meningkatkan pola kualitas hidup dan keluarganya sebagai indikator pembangunan manusia.

Adapun tujuan dari penyuluhan Pertanian tahun 2018 adalah Meningkatkan produktivitas

komoditas unggulan tanaman pertanian,tanaman [Link]

Secara Umum tujuan yang ingin di capai adalah meningkatkan produktivitas:

1. Padi sawah dari 5 ton/Ha menjadi 6,5 ton/Ha.

2. Kacang Tanah dari 0,6 ton/Ha menjadi 1 ton/Ha.

3. Cabai rawit dari 8 ton/Ha menjadi 8,5 ton/Ha.

4. Kacang Panjang dari 1,5 ton/Ha menjadi 2 ton/Ha.

5. Daging Sapi dari 200 Kg/ekor menjadi 250 Kg/ekor.

Programa Penyuluhan Pertanian Desa Suka Mulia 28


A. Tujuan Perilaku

Dalam pencapaian tujuan umum yang tersebut diatas maka dibutuhkan kegiatan-kegiatan

yang nantinya akan menunjang pencapaian tujuan tersebut, kegiatan-kegiatan yang akan

dilakukan antara lain kegiatan yang mempunyai tujuan lebih spesifik sebagai indikator yang

nantinya menjadi penunjang keberhasilan pencapaian tujuan umum.

1. Tujuan Perilaku Pelaku Utama

a. Tanaman Pertanian

1) Padi sawah

a) Petani menggunakan benih unggul bersertifikat dari 60% menjadi 85%

b) Petani dapat terampil menanam padi sawah dengan sistem jajar legowo meningkat

dari 60% menjadi 85%

c) Petani dapat mengatur jarak tanam padi sawah sesuai anjuran dari 50% menjadi 85%

d) Petani dapat melakukan pengairan air di petakan sawah sesuai anjuran dari 50%

menjadi 95%

e) Petani yakin manfaat pupuk organik pada tanaman padi sawah dari 70% menjadi 95%

f) Petani dapat terampil menerapkan sistem pengendalian hama pada padi sawah sesuai

prinsip PHT dari 70% menjadi 95%

2) Cabai

a) Petani dapat menggunakan benih cabai bersitifikat dari 10% menjadi 75%

b) Petani mau menggunakan mulsa pada budidaya cabai dari 15% menjadi 65%

c) Petani dapat terampil menerapkan sistem pengendalian hama dan penyakit pada

tanaman cabai dari 50% menjadi 85%

d) Petani dapat menggunakan pupuk organik dari 10% menjadi 65%

Programa Penyuluhan Pertanian Desa Suka Mulia 29


3) Jagung

a) Petani dapat yakin dengan hasil tanaman jagung dengan menggunakan 1-2

biji/lubang

b) Petani dapat yakin manfaat pupuk organik pada tanaman jagung dari 35% menjadi

55%

c) Petani sudah terampil menerapkan sistem pengendalian hama dan penyakit tanaman

jagung dengan prinsip PHT dari 70% menjadi 90%

1. Tujuan Perilaku Pelaku Usaha

a) Pengusaha saprodi mau melakukan kerjasama dengan lembaga keuangan dari 50%

menjadi 100%.

b) Pelaku usaha mampu meningkatkan peran dan fungsi kelembagaan sesuai petunjuk

dari 40% menjadi 60%

c) Pelaku usaha mau bergabung dalam kelompok usaha pertanian sesuai petunjuk dari

10% menjadi 40%

B. Tujuan Non Perilaku

Dalam mencapai dari penyuluhan dibutuhkan dukungan dari seluruh pihak. Pencapaian

target akan terlaksana dengan baik jika sarana dan fasilitas yang ada mendukung dalam

melakukan kegiatan pertanian.

1. Tujuan Non Perilaku Pelaku Utama

a) Petani mendapatkan bibit ungggul dengan harga terjangkau

b) Pemerintah melakukan pembuatan sarana JITUT dan JIDES di Desa Suka Mulia dalam

upaya memudahkan petani.

Programa Penyuluhan Pertanian Desa Suka Mulia 30


c) Tersedianya sumur bor supaya petani dapat memenuhi kebutuhan air untuk mengairi

sawahnya pada musim kemarau.

d) Petani mendapatkan pupuk bersubsidi tepat waktu dan kebutuhan pupuk petani terpenuhi.

e) Petani tidak melakukan peralihan lahan sawah menjadi lahan perkebunan dan lokasi

pembangunan gedung.

f) Bantuan yang diberikan pemerintah sesuai dengan kebutuhan petani.

2. Tujuan Non Perilaku Pelaku Usaha

a) KUD dapat beroperasi kembali.

b) Pengusaha tani mendapatkan informasi yang akan memajukan usaha tani yang sedang di

jalankan.

c) Pengusaha tani memiliki pasar untuk memasarkan hasil pertanian.

d) Koperasi dapat memenuhi kebutuhan pelaku usaha dalam peminjaman modal.

Programa Penyuluhan Pertanian Desa Suka Mulia 31


BAB IV
MASALAH
A. Masalah Perilaku

Sebelum di sepakati sebagai permasalahan, terlebih dahulu di lakukan identifikasi

masalah yang kerap kali di hadapi oleh petani di desa Suka Mulia antara lain di tinjau dari

beberapa aspek :

1. Masalah Perilaku Pelaku Utama

a. Tanaman Pertanian

4) Padi Sawah

a) Petani belum menggunakan benih unggul padi bersetifikat sebesar 40%

b) Petani belum terampil menanam padi sawah dengan sistem jajar legowo

sebesar 40%

c) Petani belum terampil mengatur jarak tanam padi sawah sesuai anjuran

sebesar 50%

d) Petani belum melakukan pengaturan air di petakan sawah sesuai anjuran

sebesar 50%

e) Petani belum yakin manfaat pupuk organik pada tanaman padi sawah

sebesar 30%

f) Petani belum terampil menerapkan sistem pengendalian hama penyakit

tanaman padi dengan prinsip PHT sebesar 30%

5) Cabai

a) Petani belum menggunakan benih unggul cabai bersertifikat sesuai anjuran

sebesar 90%

b) Petani belum menggunakan mulsa dalam budidaya cabe sebanyak 85%

Programa Penyuluhan Pertanian Desa Suka Mulia 32


c) Petani belum terampil menerapkan sistem pengendalian hama dan penyakit

tanaman cabe dengan prinsip PHT sebanyak 50%

d) Petani belum menggunakan pupuk organik sebanyak 90%

e) Petani belum terampil menerapkan system pengendalian hama dan penyakit

kacang panjang dengan prinsip PHT sebesar 30%

f) Petani masih melakukan pemasaran hasil tanaman kacang panjang kepada

tengkulak sebesar 75%

3. Jagung

a) Petani belum yakin hasil tanaman jagung dengan menggunakan 1-2

biji/perlubang sebesar 40%

b) Petani belum yakin manfaat pupuk organik pada tanaman jagung sebesar

65%

c) Petani belum terampil menerapkan sistem pengendalian hama dan

penyakit tanaman jagung dengan prinsip PHT sebesar 30%

2. Masalah Perilaku pelaku usaha

a. Masalah saprodi belum mau melakukan kerjasama dengan lembaga keuangan

sebesar 50%

b. Pelaku usaha belum mampu meningkatkan peran dan fungsi kelembagaan

usaha pertanian sesuai petunjuk sebesar 60%

c. Pelaku usaha yang belum bergabung dalam kelompok usaha pertanian sesuai

petunjuk sebesar 90%

Programa Penyuluhan Pertanian Desa Suka Mulia 33


B. Masalah Non Perilaku

Di samping permasalahan yang bersifat perilaku, terdapat juga permasalahan non

perilaku. Tetapi masalah non perilaku tersebut akan di sampaikan pada forum

Musrenbang Nagari, antara lain :

1. Masalah Non Perilaku Pelaku Utama

a. Mahalnya harga bibit unggul tanaman hortikultura yang mengakibatakan petani

kewalahan untuk memakai bibit unggul

b. Belum adanya sarana JITUT dan JIDES di Desa Suka Mulia sehingga petani tidak

dapat menerapkan pola tanam sesuai anjuran. Petani harus menunggu hujan

supaya dapat bercocok tanam, petani di Suka Mulia hanya bisa menanam padi 1

kali satu tahun

c. Petani sulit untuk menerapkan kalender tanam karena faktor irigasi dan cuaca

yang tidak mendukung

d. Terlambatnya pendistribusian pupuk bersubsidi dan tidak sesuai dengan

permintaan petani.

e. Banyaknya peralihan lahan pertanian sawah menjadi lahan perkebunan ataupun

lokasi pembangunan gedung

f. Pemberian bantuan untuk mesin pompaair tidak sesuai dengan kebutuhan di

lapangan

Programa Penyuluhan Pertanian Desa Suka Mulia 34


2. Masalah Non Perilaku Pelaku Usaha

a. KUD yang berada di Desa Suka Mulia tidak beroperasi dengan baik

b. Kurangnya basisi informasi yang di miliki pengusaha tani sehingga memberikan

pengaruh terhadap kemampuan untuk mengambil keputusan dalam melakukan

usah tani

c. Belum tersedianya pasar untuk memasarkan produk usaha tani

d. Koperasi belum bisa memenuhi kebutuhan pelaku usaha dalam hal peminjaman

modal

Programa Penyuluhan Pertanian Desa Suka Mulia 35


BAB V
RENCANA KEGIATAN PENYULUHAN

Langkah-langkah yang akan ditempuh dalam mengatasi permasalah yang ada di tuangkan

dalam rencana kegiatan penyuluhan. Rencana kegiatan ini dibagi menjadi 2 (dua), pertama yaitu

berhubungan dengan perilaku dan kedua adalah menyangkut non perilaku.

A. Rencana Kegiatan Penyuluh Untuk Perubahan Perilaku

Rencana kegiatan penyuluhan yang dilakukan untuk mengatasi masalah perilaku bagi

pelaku utama dan pelaku usaha adalah kegiatan yang berorientasi pada aspek perilaku yaitu

pengetahuan , sikap dan keterampilan bagi pelaku utama dan pelaku usaha.

Kegiatan yang dilakukan dengan menyampaikan materi penyuluhan yang sesuai dengan

permasalahan, metode yang sesuai dengan karakteristik Pelaku Utama/Pelaku Usaha dan kondisi

lokasi serta biaya yang tersedia serta memperhatikan aspek perilaku apa yang ingin diubah atau

sesuai dengan tujuan penyuluhan, juga frekuensi pelaksanaanya agar tujuan dapat tercapai.

Untuk lebih jelasnya rencana kegiatan penyuluhan disajikan dalam bentuk Matriks Rencana

Kegiatan Penyuluhan pada Lampiran 1

B. Rencana Kegiatan Penyuluh Untuk Masalah Non Perilaku

Dalam hal mengatasi permasalah non perilaku memerlukan koordinasi yang baik dengan

berbagi pihak yang memiliki kompetensi dan kapasitas atau lintas sektoral. Rencana kegiatan

penyuluh adalah menjalin komunikasi dan koordinasi lintas sektoral dengan menyampaikannya

dengan penyelesaiannya dibawa ke forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan

(Musrenbang) tingkat Desa untuk selanjutnya diteruskan ke tingkat Musrenbang Kecamatan

serta Musrenbang Kabupaten. Disamping itu bantuan dari Dinas Instansi serta lembaga lainnya

Programa Penyuluhan Pertanian Desa Suka Mulia 36


juga sangat dibutuhkan guna penyelesaian masalah-masalah yang bukan perilaku tersebut atau

dapat menjalin dengan berbagi pihak lain seperti pihak swsata yang dapat dijadikan sebagi mitra.

Untuk lebih jelasnya Rencana Kegiatan Penyuluhan untuk masalah non perilaku disajikan dalam

bentuk Matriks mengupayakan Kemudahan pada Lampiran 2.

Programa Penyuluhan Pertanian Desa Suka Mulia 37


BAB VI
PENUTUP
Prioritas programa menitikberatkan pada terwujudnya rumah tangga petani yang

sejahtera yang dijabarkan melalui pencapaiannya setiap tahun. Untuk tahun 2018 telah

ditetapkan kegiatan-kegiatan yang harus dilaksanakan, untuk terselenggaranya kegiatan

penyuluh maka telah disusun programa Desa Suka Mulia tahun 2018 sesuai dengan kondisi dan

potensi wilayah binaan. Sehingga Programa Desa Suka Mulia benar-benar dijadikan acuan oleh

penyuluh dalam melaksanakan kegiatan dilapangan sehingga apa yang menjadi tujuan kegiatan

penyuluhan dapat tercapai.

Penyelenggaraan penyuluhan tidak hanya dilakukan karena program/proyek tahunan,

namun harus dikelola secara profesional dengan melibatkan semua aspek manajemen

(perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan kontrol) melalui kelembagaan di tingkat

Kecamatan (Balai Penyuluhan Pertanian) dan di tingkat kabupaten/kota (Badan Ketahanan

Pangan dan Pelaksana Penyuluhan) sehingga dapat diwujudkan pemberdayaan sumberdaya

manusia berkualitas yang mampu mengakses teknologi, permodalan dan pasar. Pada akhirnya

akan didapatkan kegiatan yang bermuara pada pensejahteraan petani.

Programa Penyuluhan Pertanian Desa Suka Mulia 38

Anda mungkin juga menyukai