Panduan Praktikum Pewarnaan Kulit
Panduan Praktikum Pewarnaan Kulit
PROGRAM STUDI
TEKNOLOGI BAHAN KULIT
TEKNOLOGI PENGOLAHAN KULIT
SEMESTER IV
Disusun oleh
Elis Nurbalia, ST, [Link]
KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN RI
PUSAT PENDIDIKAN DAN LATIHAN INDUSTRI
POLITEKNIK ATK YOGYAKARTA
Kampus ATK-1 Jl. ATEKA, Bangunharjo, Sewon, Bantul
TATA TERTIB PRAKTIKUM
2
15. Kalau berhalangan atau tidak dapat mengikuti praktikum harus
memberitahukan secara tertulis (dengan surat) dan diketahui oleh orang
tua atau wali.
16. Kalau tiga kali berturut-turut tidak mengikuti praktikum dan tidak
memberi tahu secara tertulis maka tidak boleh mengikuti praktikum
selanjutnya.
3
PRAKTIKUM I
Metode ini digunakan untuk semua cat dasar kulit yang larut dalam air
2. Alat
a. Gelas Arloji
b. Beker glass 10 ml (4 buah)
c. Beker glass 25 ml (2 buah)
d. Beker glass 100 ml
e. Pipet tetes
f. Gelas ukur 10 ml
g. Sudip
h. Seker
i. pH meter
j. Timbangan digital
4
k. Tissue
1. Kertas Whatman
D. CARA KERJA
a. Test nilai pH
1. Buat larutan cat dasar dengan konsentrasi 1 %, 2%, 3% dan 4%
2. Timbang cat dasar dalam timbangan digital (kecuali cat kationik
karena berbentuk cair).
3. Larutkan cat dasar ke dalam beker glass sebanyak 1 %, 2 %, 3 % dan 4
%, setiap konsentrasi dibuat sebanyak 10 ml.
4. Aduk cat dasar dengan sudip hingga homogen, lanjutkan pengadukan
dengan menggunakan seker selama 5 menit
5. Hidupkan pH meter.
6. Lakukan test pH untuk aquades dengan perulangan 3 kali
7. Lakukan test pH untuk sampel dyestuff dengan perulangan 3 kali.
8. Cuci jarum pH tester
9. Setiap perulangan pencucian jarum pH dilakukan
b. Drop test
1. Lakukan drop test untuk mengetahui tingkatan warna dari berbagai
konsentrasi pada kertas whatman 40.
2. Keringkan
3. Amati pergeseran warna yang terjadi
E. HASIL PENGAMATAN
Tabulasikan data hasil pengamatan :
a. Test pH
No Cat Dasar pH
Aquades 1% 2% 3% 4%
1. Metal
2. Direct
3. Asem
4. Sulfurid
5
5. Reactive
6. Kationik
b. Drop test
Pergeseran Warna
No Dyestuff
1% 2% 3% 4%
1 Asam
2 Metal komplek
3 Direk
4 Sulfur
5 Reaktif
6 Basa
6
PRAKTIKUM II
KETAHANAN LARUTAN CAT DASAR TEHADAP ASAM
7
f. Gelas arloji
g. Thermometer
h. Pipet tetes
i. Grey Scale for assessing change in colour
j. Kompor listrik
k. Vortex mixer
l. Pipet Volum 1 ml dan 10 ml
C. CARA KERJA
1. Drop test
a. Lakukan test pH pada asam yang digunakan
b. Timbang 0,25 gram cat dasar masukkan dalam erlenmeyer kemudian
tambahkan 50 ml air destilasi, aduk hingga rata dan tutup dengan
gelas arloji.
c. Didihkan larutan cat dasar dan biarkan selama 2 menit
d. Dinginkan hingga temperatur + 60 oC
e. Ambil larutan cat dasar sebanyak 10 ml dan masukkan kedalam tabung
reaksi (buat 3 kali)
f. Tabung reaksi pertama tambahkan 0,5 ml H2SO4, homogenkan selama
5 menit
g. Tabung reaksi kedua tambahkan 0,5 ml HCOOH, homogenkan selama
5 menit
h. Tabung reaksi ketiga tambahkan 0,5 ml aquades sebagai kontrol,
homogenkan selama 5 menit.
i. Segera setelah proses homogenitas selesai, ambil 0,1 ml dari setiap
tabung reaksi teteskan pada kertas Whatman dengan cat dasar yang
ditambah aquades diletakkan di tengah sebagai perbandingan.
j. Keringkan kertas Whatman, setelah kering lakukan penilaian dengan
skala abu-abu (grey scale for assessing change in colour).
k. Tabulasikan data
8
Nilai Ketentuan
5 (baik sekali) Tidak ada perubahan terhadap warna asli
4 (baik) Sedikit terjadi perubahan warna terhadap warna asli
3 (cukup) Terjadi perubahan warna terhadap warna asli
2 (sedang) Terjadi perubahan warna yang menyolok terhadap warna asli
1 (kurang) Terjadi perubahan warna yang sangat menyolok terhadap
warna asli
2. Homogenitas test
a. Setelah pengambilan larutan cat dasar untuk drop test, laurutan
didiamkan.
b. Amati pada 10 menit, 60 menit dan 120 menit
c. Tabulasikan data
Parameter homogenitas :
Nilai Ketentuan
5 (baik sekali) Tidak terjadi perubahan
4 (baik) Terjadi agregat atau flokulan tapi sedikit
3 (cukup) Terjadi agregat atau flokulan agak banyak
2 (sedang) Terjadi agregat atau flokulan merata
1 (kurang) Terjadi endapan
9
D. HASIL PENGAMATAN
a. Drop test
Greyscale
1. Metal
2. Direct
3. Asem
4. Sulfurid
5. Reactive
6. Kationik
b. Homogenitas test
Greyscale
No Cat Dasar
HCOOH Aquadest H2SO4
1. Metal
2. Direct
3. Asem
4. Sulfurid
5. Reactive
6. Kationik
10
c. Sampel drop test
Greyscale
No Cat Dasar
HCOOH Aquadest H2SO4
1 Asam
2 Metal komplek
3 Direk
4 Sulfur
5 Reaktif
6 Basa
11
PRAKTIKUM III
KETAHANAN LARUTAN CAT DASAR TEHADAP BASA
12
q. Gelas ukur 10 ml
r. Gelas arloji
s. Thermometer
t. Pipet tetes
u. Grey Scale for assessing change in colour
v. Kompor listrik
w. Vortex mixer
x. Pipet Volum 1 ml dan 10 ml
G. CARA KERJA
1. Drop test
l. Lakukan test pH pada basa yang digunakan
m. Timbang 0,25 gram cat dasar masukkan dalam erlenmeyer kemudian
tambahkan 50 ml air destilasi, aduk hingga rata dan tutup dengan
gelas arloji.
n. Didihkan larutan cat dasar dan biarkan selama 2 menit
o. Dinginkan hingga temperatur + 60 oC
p. Ambil larutan cat dasar sebanyak 10 ml dan masukkan kedalam tabung
reaksi (buat 3 kali)
q. Tabung reaksi pertama tambahkan 0,5 ml NaHCO3, homogenkan
selama 5 menit
r. Tabung reaksi kedua dan selanjutnya tambahkan 0,5 ml basa yang
lainnya, homogenkan selama 5 menit
s. Tabung reaksi ketiga tambahkan 0,5 ml aquades sebagai kontrol,
homogenkan selama 5 menit.
t. Segera setelah proses homogenitas selesai, ambil 0,1 ml dari setiap
tabung reaksi teteskan pada kertas Whatman dengan cat dasar yang
ditambah aquades diletakkan di tengah sebagai perbandingan.
u. Keringkan kertas Whatman, setelah kering lakukan penilaian dengan
skala abu-abu (grey scale for assessing change in colour).
v. Tabulasikan data
Parameter Grey Scale :
13
Nilai Ketentuan
5 (baik sekali) Tidak ada perubahan terhadap warna asli
4 (baik) Sedikit terjadi perubahan warna terhadap warna asli
3 (cukup) Terjadi perubahan warna terhadap warna asli
2 (sedang) Terjadi perubahan warna yang menyolok terhadap warna asli
1 (kurang) Terjadi perubahan warna yang sangat menyolok terhadap
warna asli
2. Homogenitas test
a. Setelah pengambilan larutan cat dasar untuk drop test, laurutan
didiamkan.
b. Amati pada 10 menit, 60 menit dan 120 menit
c. Tabulasikan data
Parameter homogenitas :
Nilai Ketentuan
5 (baik sekali) Tidak terjadi perubahan
4 (baik) Terjadi agregat atau flokulan tapi sedikit
3 (cukup) Terjadi agregat atau flokulan agak banyak
2 (sedang) Terjadi agregat atau flokulan merata
1 (kurang) Terjadi endapan
H. HASIL PENGAMATAN
a. Drop test
Greyscale
1. Metal
2. Direct
14
3. Asem
4. Sulfurid
5. Reactive
6. Kationik
b. Homogenitas test
No Cat Dasar Greyscale
Na2CO3 NaH2CO3
Aquadest
pH pH
1. Metal
2. Direct
3. Asem
4. Sulfurid
5. Reactive
6. Kationik
15
c. Sampel drop test
Na2CO3 NaH2CO3
Aquadest
pH pH
1 Asam
2 Metal komplek
3 Direk
4 Sulfur
5 Reaktif
6 Basa
16
PRAKTIKUM IV
KETAHANAN LARUTAN CAT DASAR TEHADAP AIR SADAH
17
d. Kertas Whatman
2. Alat Praktek
y. Beker Glass 100 ml
z. Erlenmeyer 250 ml )
aa. Sudip / Pengaduk kaca
bb. Tabung reaksi
cc. Gelas ukur 10 ml
dd. Gelas arloji
ee. Thermometer
ff. Pipet tetes
gg. Grey Scale for assessing change in colour
hh. Kompor listrik
ii. Vortex mixer
jj. Pipet Volum 1 ml dan 10 ml
K. CARA KERJA
w. Lakukan test pH pada larutan air sadah
x. Timbang 0,4 gram cat dasar masukkan dalam erlenmeyer kemudian
tambahkan 20 ml air destilasi, aduk hingga rata dan tutup dengan
gelas arloji.
y. Didihkan larutan cat dasar dan biarkan selama 2 menit
z. Dinginkan hingga temperatur + 20 oC
å. Ambil larutan cat dasar sebanyak 1 ml dan masukkan kedalam tabung
reaksi (buat 3 kali)
ä. Dari ketiga tabung reaksi, tambahkan masing – masing tabung dengan
10 ml air destilasi, 10 ml air sadah 200 mg CaO / lt, 10 ml air sadah
400 mg CaO / lt
ö. Segera homogenkan selama 5 menit.
aa. Diamkan sesaat, segera amati secara visual, bandingkan dengan
parameter kestabilan terhadap air sadah.
bb. Diamkan 10 menit, amati secara visual adakah perubahan pada larutan.
Lanjutkan pengamatan setelah 60 menit dan 120 menit
18
cc. Lakukan test drop untuk mengetahui pergeseran warna
dd. Tabulasikan data
Parameter Grey Scale :
Nilai Ketentuan
5 (baik sekali) Tidak ada pengendapan dengan air sadah
4 (baik) Tidak ada pengendapan terhadap air sadah yang ekuivalent
dengan 200 mg CaO/lt,
Namun terjadi endapan yang lemah (jonjot) terhadap air sadah
400 mg CaO / lt.
3 (cukup) Tidak terjadi pengendapan terhadap air sadah yang ekuivalent
dengan 200 mg CaO / lt,
Namun terjadi endapan yang nyata / kuat terhadap air sadah
400 mg CaO / lt.
2 (sedang) Terjadi jonjot dengan air sadah yang ekuivalent terhadap 200
mg CaO / lt
1 (kurang) Terjadi endapan yang nyata dengan air sadah yang ekuivalent
terhadap 200 mg CaO / lt
19
L. HASIL PENGAMATAN
a. Stabilitas larutan cat dasar terhadap air sadah
Nilai Stabilitas Terhadap Air Sadah
200 mg CaO/L Aquadest 400 mg CaO/L
No Cat Dasar
PH : ........... PH : ...........
10’ 60’ 120’ 10’ 60’ 120’ 10’ 60’ 120’
1. Metal
2. Direct
3. Asem
4. Sulfurid
5. Reactive
6. Kationik
1 Asam
2 Metal komplek
3 Direk
4 Sulfur
5 Reaktif
6 Basa
20
PRAKTIKUM V
MATCHING COLOUR FOR NEUTRAL COLOUR
(Pencampuran Warna Netral)
O. CARA KERJA
1. Segitiga Warna
Buatlah segitiga warna sama sisi dengan perbandingan seperti dibawah ini
:
1 9
2 10 8
3 11 12 7
B 4 5 6 C
23
PRAKTIKUM VI
MATCHING COLOUR FOR LIGHT COLOUR
(Pencampuran Warna Muda)
R. CARA KERJA
1. Buatlah segitiga warna sama sisi dengan perbandingan seperti dibawah ini
A
1 9
2 10 8
3 11 12 7
B 4 5 6 C
26
PRAKTIKUM VII
METODA SANDWICH
2. Alat Praktek
a. Drum
b. Timbangan digital
c. Beker glass 1.000 ml
d. Thermometer
e. Gelas ukur 100 ml
f. Gelas Arloji
g. Kompor listrik
h. Ember plastik
i. Kertas pH
j. Plastik
27
U. CARA KERJA
1. Pembasahan
500 % Air
1 % Wetting Agent
Putar 60 menit, test kebasahan Ф
D/W/D
2. Pewarnaan dasar
50 % air
1 % levelling agent
1 % Amonia Putar 15 menit
2 % Dyestuff Putar 60 menit
+ 50 % Air Panas 70 oC
+ 5 % fatliquor agent diencerkan 4 kali dengan air panas
60 oC
Putar 60 menit
1 % FA (1 : 10) Putar 20 menit
1 % FA (1 : 10) Putar 20 menit
2 % Chromosal B Putar 15 menit
3. Pewarnaan sandwich
100 % air 70 oC Putar 5 menit
0,5 % Dyestuff Larutkan dengan air panas 70 oC
Putar 15 menit
1 % FA (1 : 10) Putar 15 menit
0,5 % Dyestuff Larutkan dengan air panas 70 oC
Putar 15 menit
1 % FA (1 : 10) Putar 15 menit
0,5 % Dyestuff Larutkan dengan air panas 70 oC
Putar 15 menit
1 % FA (1 : 10) Putar 15 menit
1 % Chromosal B Putar 15 menit
28
1 % Catalix GS diencerkan 4 kali dengan air panas
60 oC
0,01 % Anti jamur (1 : 10) Putar 30 menit, hingga bening
Test pH 3,5 – 3,8
4. Pencucian, setting out, striking out, hang drying, stoll
29
PRAKTIKUM VIII
KETAHANAN WARNA KULIT TERSAMAK TEHADAP PENCUCIAN
[COLOUR FASTNESS TO WASHING OF LEATHER ]
W. DASAR TEORI
Lengkapi !
30
ccc. Jarum jahit
ddd. Benang
eee. Peniti
fff. Potongan kaca press
ggg. Pres
hhh. pH meter
iii. Grey Scale for assessing change in colour
jjj. Grey Scale for stainnng change in colour
Y. CARA KERJA
1. Siapkan 5 potong kulit dengan ukuran 3 cm x 5 cm
2. Siapkan 10 potong kain katun ukuran 3 cm x 5 cm
3. Siapkan 10 potong kain wol ukuran 3 cm x 5 cm
4. Sisipkan kulit diantara 2 potong kain katun, jahit jelujur tepinya
5. Sisipkan kulit diantara 2 potong kain wool, jahit jelujur tepinya
6. Siapkan cairan pencuci dengan melarukan 5 gram dedocyl sodium sulphat
dalam 200 ml air panas encerkan hingga 1 liter tahan temperatur hingga 40
+ 2 oC.
7. Masukkan spesimen uji ke dalam erlemeyer yang berisi 200 ml larutan
pencuci tambahkan 4 butir kelereng tempatkan diatas waterbath selama 30
menit sambil digoyang – goyang.
8. Ambil spesimen uji bilas dua kali dengan aquades selanjutnya dengan air
biasa.
9. Peras spesimen uji dengan alat penekan (pres)
10. Buka jahitan sisakan pada bagian pendek sebagai penguat
11. Keringkan di oven dengan temperatur 60 oC.
12. Cocokkan perubahan warna pada kulit dengan Grey Scale for assessing
13. Cocokkan penodaan warna pada kain dengan Grey Scale for stainnng
Nilai Ketentuan
31
5 (baik sekali) Tidak ada perubahan terhadap warna asli
2 (sedang) Terdapat noda pada kain putih yang tebal dan tajam
1 (kurang) Terdapat noda pada kain putih yang sangat tebal, dalam dan
tajam
32
PRAKTIKUM IX
KETAHANAN WARNA KULIT TERSAMAK TEHADAP KERINGAT
[COLOUR FASTNESS TO PERSPIRATION OF LEATHER ]
33
hhh. Erlenmeyer 250 ml )
iii. Sudip / Pengaduk kaca
jjj. Kelereng
kkk. Gunting
rrr. Cutter
sss. Jarum jahit
ttt. Benang
uuu. Peniti
vvv. Potongan kaca press
www. Pres
xxx. pH meter
yyy. Kertas ampelas halus ukuran 900
zzz. Grey Scale for assessing change in colour
aaaa. Grey Scale for stainnng change in colour
34
12. Setelah kering perlakukan spesimen uji (kulit) sebahai berikut :
a. Untuk kulit suede, bagian nap disikat terlebih dahulu dengan sikat
lembut
b. Untuk kulit soft, lakukan pelemasan terlebih dahulu
13. Cocokkan perubahan warna pada kulit dengan Grey Scale for assessing
14. Cocokkan penodaan warna pada kain dengan Grey Scale for stainnng
35
Parameter Grey Scale for assessing :
Nilai Ketentuan
5 (baik sekali) Tidak ada perubahan terhadap warna asli
4 (baik) Sedikit terjadi perubahan warna terhadap warna asli
3 (cukup) Terjadi perubahan warna terhadap warna asli
2 (sedang) Terjadi perubahan warna yang menyolok terhadap warna asli
1 (kurang) Terjadi perubahan warna yang sangat menyolok terhadap
warna asli
Parameter Grey Scale for stainning
Nilai Ketentuan
5 (baik sekali) Tidak ada noda pada kain putih
4 (baik) Terdapat noda pada kain putih yang sangat tipis
3 (cukup) Terdapat noda pada kain putih yang agak tebal
2 (sedang) Terdapat noda pada kain putih yang tebal dan tajam
1 (kurang) Terdapat noda pada kain putih yang sangat tebal, dalam dan
tajam
Lain – lain :
Pengamatan kulit secara organoleptik :
- Artikel
- Warna / kerataan warna
- Defek – defek/cacat
- Ketahan gosok basah dan kering (wool dan katun)
-
36