0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
400 tayangan36 halaman

Panduan Praktikum Pewarnaan Kulit

Dokumen tersebut memberikan petunjuk praktikum tentang teknologi pewarnaan dasar kulit. Ringkasannya adalah: (1) memberikan tata tertib praktikum untuk menghindari kecelakaan, (2) menjelaskan dua praktikum pertama yaitu mengetahui pH berbagai larutan cat dasar dan mengetahui ketahanan larutan cat dasar terhadap asam, (3) memberikan bahan, alat, dan cara kerja yang terperinci untuk melakukan praktikum

Diunggah oleh

Al Farizi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
400 tayangan36 halaman

Panduan Praktikum Pewarnaan Kulit

Dokumen tersebut memberikan petunjuk praktikum tentang teknologi pewarnaan dasar kulit. Ringkasannya adalah: (1) memberikan tata tertib praktikum untuk menghindari kecelakaan, (2) menjelaskan dua praktikum pertama yaitu mengetahui pH berbagai larutan cat dasar dan mengetahui ketahanan larutan cat dasar terhadap asam, (3) memberikan bahan, alat, dan cara kerja yang terperinci untuk melakukan praktikum

Diunggah oleh

Al Farizi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

PETUNJUK PRAKTIKUM

TEKNOLOGI PEWARNAAN DASAR KULIT

PROGRAM STUDI
TEKNOLOGI BAHAN KULIT
TEKNOLOGI PENGOLAHAN KULIT
SEMESTER IV

Disusun oleh
Elis Nurbalia, ST, [Link]

KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN RI
PUSAT PENDIDIKAN DAN LATIHAN INDUSTRI
POLITEKNIK ATK YOGYAKARTA
Kampus ATK-1 Jl. ATEKA, Bangunharjo, Sewon, Bantul
TATA TERTIB PRAKTIKUM

Untuk menghindari kecelakaan kerja dan kegagalan dalam


melaksanakan praktikum akibat tindakan kelalaian, maka mahasiswa
diwajibkan untuk mentaati tata tertib Praktikum Pewarnaan Dasar Kulit
sebagai berikut :
1. Mempelajari acara-acara praktikum dan teori sebelum melakukan
praktikum.
2. Simpan jaket, topi, tas dan lain-lain pada locker yang telah tersedia.
3. Kenakan jas lab pada waktu praktikum berlangsung
4. Masuk ke dalam Laboratorium 5 menit sebelum praktikum dimulai
dengan memakai jas Lab.
5. Sebelum acara praktikum dimulai dilakukan pre-test
6. Perhatikan semua petunjuk yang diberikan Dosen maupun Assisten.
7. Peminjaman peralatan dilayani setelah mengisi buku pinjam
8. Alat-alat yang akan digunakan harus dalam keadaan bersih.
9. Selama melaksanakan kegiatan praktikum dilarang bersendagurau
makan, minum dan merokok di dalam laboratorium
10. Buatlah catatan-catatan lengkap dari tiap-tiap pekerjaan yang dilakukan.
11. Bila terjadi kerusakan alat segera laporkan ke Laboran. Mahasiswa tidak
boleh membetulkan sendiri kecuali di bawah pengawasan asisten atau
laboran yang bertugas.
12. Bila kerusakan alat akibat kelalaian praktikan tidak dapat diperbaiki
maka praktikan wajib mengganti alat dengan membawa bukti pembelian.
13. Bila sampai waktu praktikum proses penggantian tidak diselesaikan
maka praktikan bersama kelompoknya tidak diperkenankan untuk
mengikuti ujian pada akhir semester.
14. Setelah pekerjaan selesai, bersihkan semua alat-alat yang telah dipakai
menurut ketentuan laboratorium dan dikembalikan kepada Laboran.

2
15. Kalau berhalangan atau tidak dapat mengikuti praktikum harus
memberitahukan secara tertulis (dengan surat) dan diketahui oleh orang
tua atau wali.
16. Kalau tiga kali berturut-turut tidak mengikuti praktikum dan tidak
memberi tahu secara tertulis maka tidak boleh mengikuti praktikum
selanjutnya.

3
PRAKTIKUM I

pH LARUTAN CAT DASAR KULIT

A. MAKSUD DAN TUJUAN

 Mengetahui pH berbagai larutan cat dasar kulit, sehingga perilaku dalam

proses pewarnaan dapat ditentukan.

 Metode ini digunakan untuk semua cat dasar kulit yang larut dalam air

seperti cat asam, direct, sulfur, reaktif dan lain-lain.

C. BAHAN DAN ALAT


1. Bahan
a. cat dasar
 Metal Complex
 Direct
 Asam
 Sulfurid
 Reactive
 Kationik
b. aquades

2. Alat
a. Gelas Arloji
b. Beker glass 10 ml (4 buah)
c. Beker glass 25 ml (2 buah)
d. Beker glass 100 ml
e. Pipet tetes
f. Gelas ukur 10 ml
g. Sudip
h. Seker
i. pH meter
j. Timbangan digital
4
k. Tissue
1. Kertas Whatman

D. CARA KERJA
a. Test nilai pH
1. Buat larutan cat dasar dengan konsentrasi 1 %, 2%, 3% dan 4%
2. Timbang cat dasar dalam timbangan digital (kecuali cat kationik
karena berbentuk cair).
3. Larutkan cat dasar ke dalam beker glass sebanyak 1 %, 2 %, 3 % dan 4
%, setiap konsentrasi dibuat sebanyak 10 ml.
4. Aduk cat dasar dengan sudip hingga homogen, lanjutkan pengadukan
dengan menggunakan seker selama 5 menit
5. Hidupkan pH meter.
6. Lakukan test pH untuk aquades dengan perulangan 3 kali
7. Lakukan test pH untuk sampel dyestuff dengan perulangan 3 kali.
8. Cuci jarum pH tester
9. Setiap perulangan pencucian jarum pH dilakukan
b. Drop test
1. Lakukan drop test untuk mengetahui tingkatan warna dari berbagai
konsentrasi pada kertas whatman 40.
2. Keringkan
3. Amati pergeseran warna yang terjadi
E. HASIL PENGAMATAN
Tabulasikan data hasil pengamatan :
a. Test pH
No Cat Dasar pH
Aquades 1% 2% 3% 4%
1. Metal
2. Direct
3. Asem
4. Sulfurid

5
5. Reactive

6. Kationik

b. Drop test

Pergeseran Warna
No Dyestuff
1% 2% 3% 4%

1 Asam

2 Metal komplek

3 Direk

4 Sulfur

5 Reaktif

6 Basa

6
PRAKTIKUM II
KETAHANAN LARUTAN CAT DASAR TEHADAP ASAM

A. MAKSUD DAN TUJUAN


 Untuk mengetahui ketahanan larutan cat dasar terhadap asam.
 Apabila cat dasar tahan terhadap asam, berarti cat dasar tersebut
mempunyai kemampuan untuk tidak berubah sifat warnanya walaupun
ditambah dengan asam sulfat maupun asam formiat.
 Metode ini dipakai untuk semua cat dasar yang larut dalam air.

B. ALAT DAN BAHAN


1. Bahan Praktek
a. Cat dasar :
 Metal Complex
 Direct
 Asam
 Sulfurid
 Reactive
 Kationik
b. asam
 Asam Sulfat 10 %
 Asam formiat 10 %
 Asam Asetat 10 %
 Asam Chlorida 10 %
c. Aquades
d. Kertas Whatman
2. Alat Praktek
a. Beker Glass 100 ml
b. Erlenmeyer 250 ml
c. Sudip / Pengaduk kaca
d. Tabung reaksi
e. Gelas ukur 10 ml

7
f. Gelas arloji
g. Thermometer
h. Pipet tetes
i. Grey Scale for assessing change in colour
j. Kompor listrik
k. Vortex mixer
l. Pipet Volum 1 ml dan 10 ml

C. CARA KERJA
1. Drop test
a. Lakukan test pH pada asam yang digunakan
b. Timbang 0,25 gram cat dasar masukkan dalam erlenmeyer kemudian
tambahkan 50 ml air destilasi, aduk hingga rata dan tutup dengan
gelas arloji.
c. Didihkan larutan cat dasar dan biarkan selama 2 menit
d. Dinginkan hingga temperatur + 60 oC
e. Ambil larutan cat dasar sebanyak 10 ml dan masukkan kedalam tabung
reaksi (buat 3 kali)
f. Tabung reaksi pertama tambahkan 0,5 ml H2SO4, homogenkan selama
5 menit
g. Tabung reaksi kedua tambahkan 0,5 ml HCOOH, homogenkan selama
5 menit
h. Tabung reaksi ketiga tambahkan 0,5 ml aquades sebagai kontrol,
homogenkan selama 5 menit.
i. Segera setelah proses homogenitas selesai, ambil 0,1 ml dari setiap
tabung reaksi teteskan pada kertas Whatman dengan cat dasar yang
ditambah aquades diletakkan di tengah sebagai perbandingan.
j. Keringkan kertas Whatman, setelah kering lakukan penilaian dengan
skala abu-abu (grey scale for assessing change in colour).
k. Tabulasikan data

Parameter Grey Scale :

8
Nilai Ketentuan
5 (baik sekali) Tidak ada perubahan terhadap warna asli
4 (baik) Sedikit terjadi perubahan warna terhadap warna asli
3 (cukup) Terjadi perubahan warna terhadap warna asli
2 (sedang) Terjadi perubahan warna yang menyolok terhadap warna asli
1 (kurang) Terjadi perubahan warna yang sangat menyolok terhadap
warna asli

2. Homogenitas test
a. Setelah pengambilan larutan cat dasar untuk drop test, laurutan
didiamkan.
b. Amati pada 10 menit, 60 menit dan 120 menit
c. Tabulasikan data
Parameter homogenitas :
Nilai Ketentuan
5 (baik sekali) Tidak terjadi perubahan
4 (baik) Terjadi agregat atau flokulan tapi sedikit
3 (cukup) Terjadi agregat atau flokulan agak banyak
2 (sedang) Terjadi agregat atau flokulan merata
1 (kurang) Terjadi endapan

9
D. HASIL PENGAMATAN
a. Drop test
Greyscale

HCOOH Aquadest H2SO4


No Cat Dasar
pH : ..... pH : ....... pH : .......
10’ 60’ 120’ 10’ 60’ 120 10’ 60’ 120’

1. Metal
2. Direct
3. Asem
4. Sulfurid
5. Reactive
6. Kationik

b. Homogenitas test
Greyscale
No Cat Dasar
HCOOH Aquadest H2SO4

1. Metal
2. Direct
3. Asem
4. Sulfurid
5. Reactive
6. Kationik

10
c. Sampel drop test
Greyscale
No Cat Dasar
HCOOH Aquadest H2SO4

1 Asam

2 Metal komplek

3 Direk

4 Sulfur

5 Reaktif

6 Basa

11
PRAKTIKUM III
KETAHANAN LARUTAN CAT DASAR TEHADAP BASA

E. MAKSUD DAN TUJUAN


 Untuk mengetahui ketahanan larutan cat dasar terhadap basa.
 Apabila cat dasar tahan terhadap basa, berarti cat dasar tersebut pada
proses pewarnaan dasar yang dimulai dengan netralisasi mempunyai
kemampuan untuk tidak berubah sifat warnanya terhadap bahan netralisasi
yang dipakai.
 Metode ini dipakai untuk semua cat dasar yang larut dalam air.

F. ALAT DAN BAHAN


1. Bahan Praktek
a. Cat dasar :
 Metal Complex
 Direct
 Asam
 Sulfurid
 Reactive
 Kationik
b. Basa
 Sodium bi carbonat 10 %
 Sodium carbonat 10 %
 Sodium formiat 10 %
 Sodium Asetat 10 %
c. Aquades
d. Kertas Whatman
2. Alat Praktek
m. Beker Glass 100 ml
n. Erlenmeyer 250 ml )
o. Sudip / Pengaduk kaca
p. Tabung reaksi

12
q. Gelas ukur 10 ml
r. Gelas arloji
s. Thermometer
t. Pipet tetes
u. Grey Scale for assessing change in colour
v. Kompor listrik
w. Vortex mixer
x. Pipet Volum 1 ml dan 10 ml

G. CARA KERJA
1. Drop test
l. Lakukan test pH pada basa yang digunakan
m. Timbang 0,25 gram cat dasar masukkan dalam erlenmeyer kemudian
tambahkan 50 ml air destilasi, aduk hingga rata dan tutup dengan
gelas arloji.
n. Didihkan larutan cat dasar dan biarkan selama 2 menit
o. Dinginkan hingga temperatur + 60 oC
p. Ambil larutan cat dasar sebanyak 10 ml dan masukkan kedalam tabung
reaksi (buat 3 kali)
q. Tabung reaksi pertama tambahkan 0,5 ml NaHCO3, homogenkan
selama 5 menit
r. Tabung reaksi kedua dan selanjutnya tambahkan 0,5 ml basa yang
lainnya, homogenkan selama 5 menit
s. Tabung reaksi ketiga tambahkan 0,5 ml aquades sebagai kontrol,
homogenkan selama 5 menit.
t. Segera setelah proses homogenitas selesai, ambil 0,1 ml dari setiap
tabung reaksi teteskan pada kertas Whatman dengan cat dasar yang
ditambah aquades diletakkan di tengah sebagai perbandingan.
u. Keringkan kertas Whatman, setelah kering lakukan penilaian dengan
skala abu-abu (grey scale for assessing change in colour).
v. Tabulasikan data
Parameter Grey Scale :

13
Nilai Ketentuan
5 (baik sekali) Tidak ada perubahan terhadap warna asli
4 (baik) Sedikit terjadi perubahan warna terhadap warna asli
3 (cukup) Terjadi perubahan warna terhadap warna asli
2 (sedang) Terjadi perubahan warna yang menyolok terhadap warna asli
1 (kurang) Terjadi perubahan warna yang sangat menyolok terhadap
warna asli

2. Homogenitas test
a. Setelah pengambilan larutan cat dasar untuk drop test, laurutan
didiamkan.
b. Amati pada 10 menit, 60 menit dan 120 menit
c. Tabulasikan data

Parameter homogenitas :
Nilai Ketentuan
5 (baik sekali) Tidak terjadi perubahan
4 (baik) Terjadi agregat atau flokulan tapi sedikit
3 (cukup) Terjadi agregat atau flokulan agak banyak
2 (sedang) Terjadi agregat atau flokulan merata
1 (kurang) Terjadi endapan

H. HASIL PENGAMATAN
a. Drop test
Greyscale

Na2CO3 Aquadest NaH2CO3


No Cat Dasar
pH : ..... pH : ....... pH : .......
10’ 60’ 120’ 10’ 60’ 120 10’ 60’ 120’

1. Metal

2. Direct

14
3. Asem

4. Sulfurid

5. Reactive

6. Kationik

b. Homogenitas test
No Cat Dasar Greyscale

Na2CO3 NaH2CO3
Aquadest
pH pH
1. Metal
2. Direct
3. Asem
4. Sulfurid
5. Reactive
6. Kationik

15
c. Sampel drop test

No Cat Dasar Greyscale

Na2CO3 NaH2CO3
Aquadest
pH pH
1 Asam

2 Metal komplek

3 Direk

4 Sulfur

5 Reaktif

6 Basa

16
PRAKTIKUM IV
KETAHANAN LARUTAN CAT DASAR TEHADAP AIR SADAH

I. MAKSUD DAN TUJUAN


 Untuk mengetahui kestabilan larutan cat dasar terhadap air sadah.
 Metode ini dipakai untuk semua cat dasar yang larut dalam air.

J. ALAT DAN BAHAN


1. Bahan Praktek
a. Cat dasar :
 Metal Complex
 Direct
 Asam
 Sulfurid
 Reactive
 Kationik
b. Larutan air sadah buatan :
Larutan A : 39,05 gram CaCl.2.6H2O / liter
Ekuivalent dengan 10 gram CaO / liter
Larutan B : 43,65 gram MgSO4.7H2SO
Ekuivalent dengan 10 gram CaO / liter
Standarisasi air sadah mengandung kesadahan permanent dengan
perbandingan molar CaCl2 : MgSO4 adalah 2 : 1 disiapkan sebagai
berikut.

 Ekuivalent terhadap 200 mg CaO / lt


200 ml larutan A ditambah 100 ml larutan B.
Encerkan dengan air distilasi sampai 15 liter
 Ekuivalent terhadap 400 mg CaO / lt
400 ml larutan A ditambah 200 ml larutan B.
Encerkan dengan air distilasi sampai 15 liter
c. Aquades

17
d. Kertas Whatman
2. Alat Praktek
y. Beker Glass 100 ml
z. Erlenmeyer 250 ml )
aa. Sudip / Pengaduk kaca
bb. Tabung reaksi
cc. Gelas ukur 10 ml
dd. Gelas arloji
ee. Thermometer
ff. Pipet tetes
gg. Grey Scale for assessing change in colour
hh. Kompor listrik
ii. Vortex mixer
jj. Pipet Volum 1 ml dan 10 ml

K. CARA KERJA
w. Lakukan test pH pada larutan air sadah
x. Timbang 0,4 gram cat dasar masukkan dalam erlenmeyer kemudian
tambahkan 20 ml air destilasi, aduk hingga rata dan tutup dengan
gelas arloji.
y. Didihkan larutan cat dasar dan biarkan selama 2 menit
z. Dinginkan hingga temperatur + 20 oC
å. Ambil larutan cat dasar sebanyak 1 ml dan masukkan kedalam tabung
reaksi (buat 3 kali)
ä. Dari ketiga tabung reaksi, tambahkan masing – masing tabung dengan
10 ml air destilasi, 10 ml air sadah 200 mg CaO / lt, 10 ml air sadah
400 mg CaO / lt
ö. Segera homogenkan selama 5 menit.
aa. Diamkan sesaat, segera amati secara visual, bandingkan dengan
parameter kestabilan terhadap air sadah.
bb. Diamkan 10 menit, amati secara visual adakah perubahan pada larutan.
Lanjutkan pengamatan setelah 60 menit dan 120 menit

18
cc. Lakukan test drop untuk mengetahui pergeseran warna
dd. Tabulasikan data
Parameter Grey Scale :
Nilai Ketentuan
5 (baik sekali) Tidak ada pengendapan dengan air sadah
4 (baik) Tidak ada pengendapan terhadap air sadah yang ekuivalent
dengan 200 mg CaO/lt,
Namun terjadi endapan yang lemah (jonjot) terhadap air sadah
400 mg CaO / lt.
3 (cukup) Tidak terjadi pengendapan terhadap air sadah yang ekuivalent
dengan 200 mg CaO / lt,
Namun terjadi endapan yang nyata / kuat terhadap air sadah
400 mg CaO / lt.
2 (sedang) Terjadi jonjot dengan air sadah yang ekuivalent terhadap 200
mg CaO / lt
1 (kurang) Terjadi endapan yang nyata dengan air sadah yang ekuivalent
terhadap 200 mg CaO / lt

19
L. HASIL PENGAMATAN
a. Stabilitas larutan cat dasar terhadap air sadah
Nilai Stabilitas Terhadap Air Sadah
200 mg CaO/L Aquadest 400 mg CaO/L
No Cat Dasar
PH : ........... PH : ...........
10’ 60’ 120’ 10’ 60’ 120’ 10’ 60’ 120’
1. Metal
2. Direct
3. Asem
4. Sulfurid
5. Reactive
6. Kationik

b. Sampel drop test


No Dyestuff 200 mg CaO / lt Akuades 400 mg CaO / lt

1 Asam

2 Metal komplek

3 Direk

4 Sulfur

5 Reaktif

6 Basa

20
PRAKTIKUM V
MATCHING COLOUR FOR NEUTRAL COLOUR
(Pencampuran Warna Netral)

M. MAKSUD DAN TUJUAN


 Untuk mendapatkan warna tertentu yang tidak terdapat dalam warna
homogen (tunggal)
 Metode pencampuran warna dapat dilakukan untuk semua jenis kulit dan
semua jenis cat yang digunakan dalam industri perkulitan.

N. ALAT DAN BAHAN


1. Bahan Praktek
a. 3 Cat dasar :
 Metal Complex
 Direct
 Asam
 Sulfurid
 Reactive
 Kationik
b. Kulit krast domba
c. Aquades
d. Wetting agent (Sincal MS)
e. Levelling agent (Invaderm LA, Synectan LA, Sincal MS)
f. Penetrating agent (Amonia)
g. Fatliquor agent (Lipoderm SAF)
h. Anti jamur
g. Fixing Agent (HCOOH)
h. Kertas pH
2. Alat Praktek
kk. Timbangan
ll. Gelas ukur
mm. Gelas arloji
21
nn. Thermometer
oo. Drum trial

O. CARA KERJA
1. Segitiga Warna
Buatlah segitiga warna sama sisi dengan perbandingan seperti dibawah ini
:

1 9

2 10 8

3 11 12 7

B 4 5 6 C

Total terdapat 15 warna sebagai berikut :


Warna tunggal : A ; B ; C
Warna no. 1 : 2A + 3C
Warna no. 2 : 2A + 2B
Warna no. 3 : 3A + 1B
Warna no. 4 : 1B + 3C
Warna no. 5 : 2B + 2C
Warna no. 6 : 3B + 1C
Warna no. 7 : 1C + 3A
Warna no. 8 : 2C + 2A
Warna no. 9 : 3C + 1A
Warna no. 10 : A + 9B
warna no. 11 : A + 2B + C
22
Warna no. 12 : 2A + 9B + C

2. Proses pewarnaan dasar untuk warna natural


Waktu Pengamatan
No Proses % Formulasi o
(menit) pH C BCG
Amati Kondisi
1. Weighing
2. Weting Back 500 H2O
60
1 Wetting Agent
D/W/D
3. Weighing
4. Dyeing 50 H2O
1 Levelling Agent
60’
1 Amonia
3 Dyestuff
5. Fatliquoring 50 + Air Hangat 60 60
6 Fatliquor Agent
6. Fiksasi 0,5 HCOOH 15 3
0,5 HCOOH 15
0,5 HCOOH 20
0,05 Preventol Cr 3,5- 3,8
D/W/D
7. Setting out &
Striking out
8. Hang Drying
9. Staking dan
buffing
10. Togling

23
PRAKTIKUM VI
MATCHING COLOUR FOR LIGHT COLOUR
(Pencampuran Warna Muda)

P. MAKSUD DAN TUJUAN


 Untuk mendapatkan warna tertentu yang tidak terdapat dalam warna
homogen (tunggal) khususnya warna muda yang sangat jarang ditemukan.
 Metode pencampuran warna dapat dilakukan untuk semua jenis kulit dan
semua jenis cat yang digunakan dalam industri perkulitan.

Q. ALAT DAN BAHAN


1. Bahan Praktek
a. 3 Cat dasar :
 Metal Complex
 Direct
 Asam
 Sulfurid
 Reactive
 Kationik
b. Kulit krast domba
c. Aquades
d. Wetting agent (Sincal MS)
e. Levelling agent (Invaderm LA, Synectan LA, Sincal MS)
f. Penetrating agent (Amonia)
g. Fatliquor agent (Lipoderm SAF)
h. Combination Syntan
i. Anti jamur
j. Fixing Agent (HCOOH)
k. Kertas pH
2. Alat Praktek
pp. Timbangan
qq. Gelas ukur
24
rr. Gelas arloji
ss. Thermometer
tt. Drum trial

R. CARA KERJA
1. Buatlah segitiga warna sama sisi dengan perbandingan seperti dibawah ini
A

1 9

2 10 8

3 11 12 7

B 4 5 6 C

Total terdapat 15 warna sebagai berikut :


Warna tunggal : A ; B ; C
Warna no. 1 : 2A + 3C
Warna no. 2 : 2A + 2B
Warna no. 3 : 3A + 1B
Warna no. 4 : 1B + 3C
Warna no. 5 : 2B + 2C
Warna no. 6 : 3B + 1C
Warna no. 7 : 1C + 3A
Warna no. 8 : 2C + 2A
Warna no. 9 : 3C + 1A
Warna no. 10 : A + 9B
warna no. 11 : A + 2B + C
Warna no. 12 : 2A + 9B + C
25
2. Proses pewarnaan dasar untuk warna natural
Waktu Pengamatan
No Proses % Formulasi o
(menit ) pH C BCG
Amati Kondisi kulit
1. Weighing
2. Weting Back 500 H2O 60
1 Wetting Agent
D/W/D
3. Weighing
4. Dyeing 50 H2O
1 Levelling Agent
60’
1 Amonia
3 Dyestuff
5. Fatliquoring 50 +Air Hangat 70
3 Fatliquor agent 45’
3 Fatliquor agent
3 Fatliquor agent 45’
6. Fiksasi 0.5 HCOOH 10’
0,5 HCOOH 10’
0,5 HCOOH
20’
0,05 Anti Jamur 3,8 - 4
D/W/D
7. Setting out &
Striking out
8. Hang Drying
9. Staking & Buffing
10. Togling

26
PRAKTIKUM VII
METODA SANDWICH

S. MAKSUD DAN TUJUAN


 Mendapatkan warna kulit yang tua / gelap (deep)
 Mengaplikasikan teknik proses pewarnaan dasar secara berlapis dengan
menggunakan satu jenis cat dasar

T. ALAT DAN BAHAN


1. Bahan Praktek
a. Kulit tersamak
b. Dyestuff
c. Degreaser D
d. Amonia
e. Invaderm LU
f. Asam Formiat (FA)
g. Anti jamur
h. Minyak Corilene 275
i. Air

2. Alat Praktek
a. Drum
b. Timbangan digital
c. Beker glass 1.000 ml
d. Thermometer
e. Gelas ukur 100 ml
f. Gelas Arloji
g. Kompor listrik
h. Ember plastik
i. Kertas pH
j. Plastik

27
U. CARA KERJA
1. Pembasahan
500 % Air
1 % Wetting Agent
Putar 60 menit, test kebasahan Ф
D/W/D
2. Pewarnaan dasar
50 % air
1 % levelling agent
1 % Amonia Putar 15 menit
2 % Dyestuff Putar 60 menit
+ 50 % Air Panas 70 oC
+ 5 % fatliquor agent diencerkan 4 kali dengan air panas
60 oC
Putar 60 menit
1 % FA (1 : 10) Putar 20 menit
1 % FA (1 : 10) Putar 20 menit
2 % Chromosal B Putar 15 menit
3. Pewarnaan sandwich
100 % air 70 oC Putar 5 menit
0,5 % Dyestuff Larutkan dengan air panas 70 oC
Putar 15 menit
1 % FA (1 : 10) Putar 15 menit
0,5 % Dyestuff Larutkan dengan air panas 70 oC
Putar 15 menit
1 % FA (1 : 10) Putar 15 menit
0,5 % Dyestuff Larutkan dengan air panas 70 oC
Putar 15 menit
1 % FA (1 : 10) Putar 15 menit
1 % Chromosal B Putar 15 menit

28
1 % Catalix GS diencerkan 4 kali dengan air panas
60 oC
0,01 % Anti jamur (1 : 10) Putar 30 menit, hingga bening
Test pH 3,5 – 3,8
4. Pencucian, setting out, striking out, hang drying, stoll

29
PRAKTIKUM VIII
KETAHANAN WARNA KULIT TERSAMAK TEHADAP PENCUCIAN
[COLOUR FASTNESS TO WASHING OF LEATHER ]

V. MAKSUD DAN TUJUAN


 Untuk mengetahui ketahanan warna kulit tersamak terhadap pencucian
dibawah kondisi domestik dimana didalam proses pencucian tidak hanya
terjadi perubahan warna kulit tetapi kemungkinan kelunturan dan
memberikan noda pada bahan lainnya.
 Metode ini dapat dipakai untuk semua jenis kulit tersamak terutama untuk
kulit garmen, glove dan lain-lain yang secara normal mengalami
pencucian.

W. DASAR TEORI
Lengkapi !

X. ALAT DAN BAHAN


1. Bahan Praktek
a. Kulit tersamak (leather)
b. Kain katun warna putih dipotong ukuran (3 x 5 cm2)
c. Kain Wool warna putih dipotong ukuran (3 x 5 cm2)
d. Dedocyl sodium sulphat
e. Aquades
2. Alat Praktek
uu. Kompor listrik
vv. Beker Glass 1000 ml
ww. Thermometer
xx. Erlenmeyer 250 ml )
yy. Sudip / Pengaduk kaca
zz. Kelereng
aaa. Gunting
bbb. Cutter

30
ccc. Jarum jahit
ddd. Benang
eee. Peniti
fff. Potongan kaca press
ggg. Pres
hhh. pH meter
iii. Grey Scale for assessing change in colour
jjj. Grey Scale for stainnng change in colour

Y. CARA KERJA
1. Siapkan 5 potong kulit dengan ukuran 3 cm x 5 cm
2. Siapkan 10 potong kain katun ukuran 3 cm x 5 cm
3. Siapkan 10 potong kain wol ukuran 3 cm x 5 cm
4. Sisipkan kulit diantara 2 potong kain katun, jahit jelujur tepinya
5. Sisipkan kulit diantara 2 potong kain wool, jahit jelujur tepinya
6. Siapkan cairan pencuci dengan melarukan 5 gram dedocyl sodium sulphat
dalam 200 ml air panas encerkan hingga 1 liter tahan temperatur hingga 40
+ 2 oC.
7. Masukkan spesimen uji ke dalam erlemeyer yang berisi 200 ml larutan
pencuci tambahkan 4 butir kelereng tempatkan diatas waterbath selama 30
menit sambil digoyang – goyang.
8. Ambil spesimen uji bilas dua kali dengan aquades selanjutnya dengan air
biasa.
9. Peras spesimen uji dengan alat penekan (pres)
10. Buka jahitan sisakan pada bagian pendek sebagai penguat
11. Keringkan di oven dengan temperatur 60 oC.
12. Cocokkan perubahan warna pada kulit dengan Grey Scale for assessing
13. Cocokkan penodaan warna pada kain dengan Grey Scale for stainnng

Parameter Grey Scale for assessing :

Nilai Ketentuan

31
5 (baik sekali) Tidak ada perubahan terhadap warna asli

4 (baik) Sedikit terjadi perubahan warna terhadap warna asli

3 (cukup) Terjadi perubahan warna terhadap warna asli

2 (sedang) Terjadi perubahan warna yang menyolok terhadap warna asli

1 (kurang) Terjadi perubahan warna yang sangat menyolok terhadap


warna asli

Parameter Grey Scale for stainning


Nilai Ketentuan

5 (baik sekali) Tidak ada noda pada kain putih

4 (baik) Terdapat noda pada kain putih yang sangat tipis

3 (cukup) Terdapat noda pada kain putih yang agak tebal

2 (sedang) Terdapat noda pada kain putih yang tebal dan tajam

1 (kurang) Terdapat noda pada kain putih yang sangat tebal, dalam dan
tajam

32
PRAKTIKUM IX
KETAHANAN WARNA KULIT TERSAMAK TEHADAP KERINGAT
[COLOUR FASTNESS TO PERSPIRATION OF LEATHER ]

Z. MAKSUD DAN TUJUAN


 Untuk mengetahui ketahanan warna kulit tersamak terhadap keringat
manusia dibawah kondisi domestik dimana keringat manusia sangat
bervariasi sifatnya sehingga didalam proses pengujian dirancang dengan
menggunakan keringat buatan yng bersifat universal meskipun demikian
tetap memberikan hasil seperti keringat alami.
 Metode ini dapat dipakai untuk semua jenis kulit tersamak terutama untuk
kulit garmen, sepatu, glove dan lain-lain yang secara normal dalam
pemakaian produk disainnya akan mengalami sentuhan dengan kulit
manusia.

AA. ALAT DAN BAHAN


1. Bahan Praktek
a. Kulit tersamak (leather)
b. Kain katun warna putih dipotong ukuran (10 x 4 cm2)
c. Kain Wool warna putih dipotong ukuran (10 x 4 cm2)
d. Aquades
e. Reagen keringat buatan dibuat untuk 1 liter :
5 gram Sodium Klorida
5 gram Asam laktat 80 %
0,5 gram Urea
0,5 gram L. Histidine monohydrochlorida monohydrat
([Link].H2O)
pH diatur 8,0 + d.1 dengan amonia
2. Alat Praktek
eee. Kompor listrik
fff. Beker Glass 1000 ml
ggg. Thermometer

33
hhh. Erlenmeyer 250 ml )
iii. Sudip / Pengaduk kaca
jjj. Kelereng
kkk. Gunting
rrr. Cutter
sss. Jarum jahit
ttt. Benang
uuu. Peniti
vvv. Potongan kaca press
www. Pres
xxx. pH meter
yyy. Kertas ampelas halus ukuran 900
zzz. Grey Scale for assessing change in colour
aaaa. Grey Scale for stainnng change in colour

BB. CARA KERJA


1. Siapkan 5 potong kulit dengan ukuran 10 cm x 4 cm
2. Siapkan 10 potong kain katun ukuran 10 cm x 4 cm
3. Siapkan 10 potong kain wol ukuran 10 cm x 4 cm
4. Rendam potongan kain katun dan kain wool secara terpisah pada larutan
keringat selama 30 menit
5. Sisipkan kulit diantara 2 potong kain katun, jahit jelujur tepinya
6. Sisipkan kulit diantara 2 potong kain wool, jahit jelujur tepinya
7. Letakkan potongan kulit tersebut pada plate kaca / stainless, beri tekanan
sebesar 12,5 Kpa.
8. Agar kelebihan air dapat mengalir dengan maksimal, miringkan alat
penekan + 30 oC biarkan selama 15 menit
9. Masukkan sampel uji yang telah dipress kedalam oven dengan temperatur
37 + 2 oC selama 60 menit
10. Setelah satu jam (60 menit) spesimen uji dikeluarkan dari oven, buka
jahitan sisakan pada bagian pendek sebagai penguat
11. Keringkan kembali dengan temperatur dibawah kondisi normal

34
12. Setelah kering perlakukan spesimen uji (kulit) sebahai berikut :
a. Untuk kulit suede, bagian nap disikat terlebih dahulu dengan sikat
lembut
b. Untuk kulit soft, lakukan pelemasan terlebih dahulu
13. Cocokkan perubahan warna pada kulit dengan Grey Scale for assessing
14. Cocokkan penodaan warna pada kain dengan Grey Scale for stainnng

35
Parameter Grey Scale for assessing :
Nilai Ketentuan
5 (baik sekali) Tidak ada perubahan terhadap warna asli
4 (baik) Sedikit terjadi perubahan warna terhadap warna asli
3 (cukup) Terjadi perubahan warna terhadap warna asli
2 (sedang) Terjadi perubahan warna yang menyolok terhadap warna asli
1 (kurang) Terjadi perubahan warna yang sangat menyolok terhadap
warna asli
Parameter Grey Scale for stainning
Nilai Ketentuan
5 (baik sekali) Tidak ada noda pada kain putih
4 (baik) Terdapat noda pada kain putih yang sangat tipis
3 (cukup) Terdapat noda pada kain putih yang agak tebal
2 (sedang) Terdapat noda pada kain putih yang tebal dan tajam
1 (kurang) Terdapat noda pada kain putih yang sangat tebal, dalam dan
tajam

Lain – lain :
Pengamatan kulit secara organoleptik :
- Artikel
- Warna / kerataan warna
- Defek – defek/cacat
- Ketahan gosok basah dan kering (wool dan katun)
-

36

Anda mungkin juga menyukai