0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
102 tayangan11 halaman

Penyuluhan TBC untuk Warga Binaan

Dokumen tersebut merupakan rencana pelaksanaan satuan acara penyuluhan (SAP) tentang penyakit TBC yang diselenggarakan di Rutan Klas II.B Manna. SAP akan membahas pengertian, proses penularan, gejala, dan pengobatan TBC serta ditujukan kepada warga binaan pemasyarakatan. Pelaksanaan SAP akan meliputi pembukaan, pelaksanaan materi, evaluasi, dan penutup.

Diunggah oleh

elva
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
102 tayangan11 halaman

Penyuluhan TBC untuk Warga Binaan

Dokumen tersebut merupakan rencana pelaksanaan satuan acara penyuluhan (SAP) tentang penyakit TBC yang diselenggarakan di Rutan Klas II.B Manna. SAP akan membahas pengertian, proses penularan, gejala, dan pengobatan TBC serta ditujukan kepada warga binaan pemasyarakatan. Pelaksanaan SAP akan meliputi pembukaan, pelaksanaan materi, evaluasi, dan penutup.

Diunggah oleh

elva
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP) TBC

Bidang Studi : Penyakit Dalam


Topik : TBC
Sub Topik : Penanganan TBC
Sasaran : Warga Binaan Pemasyarakatan Rutan Klas II.B
Manna
Hari / Tanggal : Sabtu / 29 Maret 2018
Jam : 10.00 Wib
Tempat : Masjid At-taqwa Rutan Klas II.B Manna

A. LATAR BELAKANG
Di Indonesia salah satu penyakit yang ditakuti pada abad ke-19, TBC
adalah penyebab nomor 8 kematian anak usia 1 hingga pada tahun 20
berdasarkan data dari WHO tahun 1993 didapatkan fakta bahwa sepertiga
penduduk bumi telah diserang oleh penyakit TBC. Sekitar 8 juta orang dengan
kematian 3 juta orang pertahun. Diperkiraan dalam tahun 2002 – 2020 akan ada
1 miliar manusia terinfeksi, sekitar 5-10 persen berkembang menjadi penyakit
dan 40 persen yang terkena penyakit berakhir dengan kematian.
Tuberkulosis (TBC) adalah penyakit lama, namun sampai saat ini masih
belum bisa dimusnahkan. Jika dilihat secara global, TBC membunuh 2 juta
penduduk dunia setiap tahunnya, dimana angka ini melebihi penyakit infeksi
lainnya. Bahkan Indonesia adalah negara terbesar ketiga dengan jumlah pasien
TBC terbanyak di dunia, setelah Cina dan India. Sulitnya memusnahkan
penyakit yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis ini
disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya adalah munculnya bakteri yang
resisten terhadap obat yang digunakan. Karena, itu upaya penemuan obat baru
terus dilakukan.
B. TUJUAN
1. Tujuan umum
Setelah mengikuti kegiatan penyuluhan diharapkan ibu dapat
menginformasikan dan mengetahui tentang penyakit TBC sehingga dapat
menjaga kesehatan dan lingkutan sekitar.
2. Tujuan khusus
Setelah mengikuti penyuluhan, diharapkan WBP dapat menjelaskan
kembai:
a) Pengertian TBC
b) Proses penularan TBC
c) Gejalah – gejalah TBC
d) Pengobatan TBC
C. PENGORGANISASIAN
 Penanggung Jawab : Drs. ANDI ANJAR, [Link]
 Moderator : ADITIO
 Penyaji : APRIANTO, [Link]
 Observer : 1. ANGGA SIRAIT
2. ANTON

D. DRAFT RENCANA PROSES PELAKSANAAN


No Kegiatan Penyuluh Kegiatan Peserta Waktu Media
1 Pembukaan :
 Memberi salam  Menjawab salam 05 menit

 Menjelaskan tujuan  Mendengarkan


pembelajaran dan
 Menyebutkan materi/pokok memperhatikan
bahasan yang akan
disampaikan
2 Pelaksanaan : Leaflet
 Menjelaskan materi  Mendengarkan 20 menit Lembar
balik
penyuluhan secara dan
berurutan dan teratur : memperhatikan
Pengertian TBC, Proses
penularan TBC, Gejala
TBC dan Pengobatan TBC
3. Evaluasi :
 Meminta saudara  Bertanya dan 05 menit
menjelaskan atau menjawab
menyebutkan kembali : pertanyaan
pengertian TBC, gejala
TBC
 Memberikan pujian atas
keberhasilan WBP
menjelaskan pertanyaan
dan memperbaiki kesalahan
serta menyimpulkan.
4. Penutup :
 Mengucapkan terima kasih  Menjawab 02 menit
dan mengucapkan salam. salam
E. METODE
1. Ceramah
2. Diskusi / tanya jawab
3. Demonstrasi

G. MEDIA
1. Lembar Bolak Balik
2. Leafleat

H. SETTING TEMPAT

Keterangan
: Penyaji
: Moderator
: WBP
: Observer

I. KRITERIA EVALUASI
1. WBP mampu menjelaskan dan memahami pengertian TBC
2. WBP mengetahui dan memahami bagaimana proses penularan TBC
3. WBP memahami dan mengetahui bagaimana gejala-gejala yang
ditimbulkan dari penyakit TBC.
4. WBP mengetahui cara pencegahan yang tepat dan benar terhadap penyakit
TBC.
J. MATERI
1. Pengertian TBC
2. Proses penularan TBC
3. Gejala-gejala TBC
4. Pengobatan TBC
MATERI
TUBERCULOSIS ( TBC)

I. PENGERTIAN
TBC atau tuberculosis adalah infeksi bakteri Mycobacterium
tuberculosis yang menyerang dan merusak jaringan tubuh manusia. Bakteri
tersebut dapat ditularkan melalui saluran udara. TBC biasanya menyerang paru-
paru, namun bisa juga menyebar ke tulang, kelenjar getah bening, sistem saraf
pusat, jantung, dan organ lainnya.
Jenis tuberkulosis yang diderita oleh pasien sering kali merupakan infeksi
TBC laten, di mana terdapat bakteri TBC yang “tertidur” atau belum aktif secara
klinis. Bakteri TBC akan aktif dan mulai menunjukkan gejala setelah periode
waktu tertentu, beberapa minggu bahkan beberapa tahun, tergantung kondisi
kesehatan dan daya tahan pasien.
Jika pasien memiliki sistem kekebalan tubuh yang melemah (misalnya
pada penderita HIV, kanker, atau pasien yang menjalani kemoterapi), maka TBC
akan berkembang lebih cepat.

II. PENYEBAB
Penyakit TBC adalah suatu penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri
Mikobakterium tuberkulosa. Bakteri ini berbentuk batang dan bersifat tahan asam
sehingga dikenal juga sebagai Batang Tahan Asam (BTA). Bakteri ini pertama kali
ditemukan oleh Robert Koch pada tanggal 24 Maret 1882, sehingga untuk
mengenang jasanya bakteri tersebut diberi nama baksil Koch. Bahkan, penyakit
TBC pada paru-paru kadang disebut sebagai Koch Pulmonum (KP). Bakteri
Mikobakterium tuberkulosa.
A. KUMAN TBC
Penyakit Tuberkulosis Paru (TB Paru) disebabkan oleh kuman TBC
(Mycobacterium tuberculosis) yang sebagian kuman TBC menyerang paru, tetapi
dapat juga mengenai organ tubuh lain. Kuman ini berbentuk batang, mempunyai
sifat khusus yaitu tahan terhadap asam pada pewarnaan. Oleh karena itu disebut
pula sebagai Basil Tahan Asam (BTA). Kuman TBC cepat mati dengan sinar
matahari langsung, tetapi dapat bertahan hidup beberapa jam di tempat yang
gelap dan lembab. Dalam jaringan tubuh kuman ini dapat dormant, tertidur lama
selama beberapa tahun.
B. TERJADINYA TBC
Infeksi Primer :
Infeksi primer terjadi saat seseorang terpapar pertama kali dengan kuman TBC.
Percikan dahak yang terhirup sangat kecil ukurannya, sehingga dapat melewati
sistem pertahanan mukosilierbronkus, dan terus berjalan sehingga sampai di
alveolus dan menetap disana. Infeksi dimulai saat kuman TBC berhasil
berkembang biak dengan cara membelah diri di paru, yang mengakibatkan
peradangan di dalam paru. Saluran limfe akan membawa kuman TBC ke kelenjar
limfe disekitar hilus paru dan ini disebut sebagai kompleks primer. Waktu antara
terjadinya infeksi sampai pembentukan kompleks primer adalah sekitar 4-
6 minggu. Adanya infeksi dapat dibuktikan dengan terjadinya perubahan reaksi
tuberkulin dari negatif menjadi positif. Kelanjutan setelah infeksi primer
tergantung dari banyaknya kuman yang masuk dan besarnya respon daya tahan
tubuh (imunitasseluler). Pada umumnya reaksi daya tahan tubuh tersebut dapat
menghentikan perkembangan kuman TBC. Meskipun demikian ada beberapa
kuman akan menetap sebagai kuman persister atau dormant (tidur). Kadang-
kadang daya tubuh tidak mampu menghentikan perkembangan kuman, akibatnya
dalam beberapa bulan, yang bersangkutan akan menjadi penderita TBC.
Tuberkulosis Pasca Primer :
Tuberkulosis pasca primer biasanya terjadi setelah beberapa bulan atau tahun
sesudah infeksi primer, misalnya karena daya tahan tubuh menurun akibat
terinfeksi HIV atau status gizi buruk. Cirikhas dari tuberkulosis pasca primer
adalah kerusakan paru yang luas dengan terjadinya kavitas atau efusi pleura.

III. GEJALA TBC


A. GEJALA SISTEMIK/UTAMA
Demam tidak terlalu tinggi yang berlangsung lama, biasanya dirasakan malam
hari disertai keringat malam.
a) Kadang-kadang serangan demam seperti influenza dan bersifat hilang timbul.
b) Penurunan nafsu makan dan berat badan.
c) Batuk-batuk selama lebih dari 3 minggu (dapat disertai dengan
darah).
d) Perasaan tidak enak (malaise), lemah.

B. GEJALA KHUSUS
a) Tergantung dari organ tubuh mana yang terkena, bila terjadi sumbatan
sebagian bronkus (saluran yang menuju ke paru -paru) akibat
penekanan kelenjar getah bening yang membesar, akan menimbulkan suara
"mengi", suara nafas melemah yang disertai sesak.
b) Kalau ada cairan dirongga pleura (pembungkus paru-paru), dapat disertai
dengan keluhan sakit dada.
c) Bila mengenai tulang, maka akan terjadi gejala seperti infeksi tulang yang
pada suatu saat dapat membentuk saluran dan bermuara pada kulit diatasnya,
pada muara ini akan keluar cairan nanah.
d) Pada anak – anak dapat mengenai otak (lapisan pembungkus otak) dan disebut
sebagai meningitis (radang selaput otak), gejalanya adalah demam tinggi, adanya
penurunan kesadaran dan kejang - kejang.
IV. DIAGNOSIS TBC
A. DIAGNOSIS PADA DEWASA
Diagnosis Tuberkulosis Pada Orang Dewasa. Diagnosis TB paru pada orang
dewasa dapat ditegakkan dengan ditemukannya BTA pada pemeriksaan
dahak secara mikroskopis. Hasil pemeriksaan dinyatakan positif apabila
sedikitnya dua dari tiga SPS BTA hasilnya positif. Bila hanya 1 spesimen
yang positif perlu diadakan pemeriksaan lebih lanjut yaitu foto rontgen
dada atau pemeriksaan spesimen SPS diulang. Kalau hasil rontgen
mendukung TB, maka penderita diidagnosis sebagai penderita TB BTA
positif. Kalau hasil rontgen tidak mendukung TB, maka pemeriksaan lain,
misalnya biakan.
Apabila fasilitas memungkinkan, maka dapat dilakukan pemeriksaan lain,
misalnya biakan. Bila tiga spesimen dahak negatif, diberikan antibiotik spektrum
luas (misalnya kotrimoksasol atau Amoksisilin) selama 1 - 2 minggu.
Bila tidak ada perubahan, namun gejala klinis tetap mencurigakan TB, ulangi
pemeriksaan dahak SPS : Kalau hasil SPS positif, didiagnosis sebagai
penderita TB BTA positif. Kalau hasil SPS tetap negatif, lakukan pemeriksaan
foto rontgen dada, untukmendukung diagnosis TB.
a) Bila hasil rontgen mendukung TB, diagnosis sebagai penderita TB BTA
negatif rontgen positif.
b) Bila hasil rontgen tidak mendukung TB, penderita tersebut bukan [Link]
yang tidak memiliki fasilitas rontgen, penderita dapat dirujuk
untuk difotorontgen dada.
B. DIAGNOSIS MELALUI TEST KULIT
Test kulit TBC dilakukan dilengan. Dalam waktu dua atau tigahari,pada lengan
anda apakah ada reaksi. Bila reaksinya “positif”, ini berartianda mungkin
sudah terinfeksi TBC. Kadang kala, bila seseorangsudah terinfeksi kuman HIV
dan TBC, bisa saja terjadi reaksi“negatif”dalam tes kulit TBC. Hal ini
disebabkan sistim kekebalan tubuhandatidak berfungsi benar.
Petugas Kesehatan akan menyampaikanpada seseorang tersebut tentang risiko
terinfeksi TBC ataupenyakit [Link] mungkin perlu tes medis atau
perawatan.

V. PENCEGAHAN TBC
1. TUJUAN PENCEGAHAN
a. Menyembuhkan penderita
b. Mencegah kematian
c. Mencegah kekambuhan
d. Menurunkan tingkat penularan
2. PENCEGAHAN TBC
a. Saat batuk seharusnya menutupi mulutnya, dan apabila batuk lebih dari 3
minggu, merasa sakit di dada dan kesukaran bernafas segera dibawa
kepuskesmas atau ke rumah sakit.
b. Saat batuk memalingkan muka agar tidak mengenai orang lain.
c. Membuang ludah di tempat yang tertutup, dan apabila ludahnya bercampur
darah segera dibawa kepuskesmas atau ke rumah sakit.
d. Mencuci peralatan makan dan minum sampai bersih setelah digunakan
oleh penderita.
e. Bayi yang baru lahir dan anak-anak kecil harus diimunisasi dengan vaksin
BCG. Karena vaksin tersebut akan memberikan perlindungan yang amat
bagus.

VI. PEMBERANTASAN
1. TUJUAN PEMBERANTASAN
Pemberantasan penyakit TBC didasarkan untuk memutusmata rantai virulenci
penularan penyakit TBC supaya tidak terjadi prevalenci penyakit TB yang
lebih besar.
2. PEMBERANTASAN PENYAKIT TBC
a. Pengobatan pada penderita hingga sembuh
b. Perlakuan pada rumah penderita untuk lebih memperhatikan factor
kesehatan lingkungan dengan menambah ventilator sebagai pengganti
udara, genteng kaca supaya sinar matahari dapat masuk, dan faktor higiene
lingkungan yang lain yang lebih baik.
c. Sterilisasi Rumah pasca Penderita.

VII. PENGOBATAN
1. JENIS OBAT
a. Isoniasid
b. Rifampicin
c. Pirasinamid
d. Streptomicin
2. PRINSIP OBAT
Obat TB iberikan dalam bentuk kombinasi dari beberapa jenis, dalam jumlah
cukup dan dosis tepat selama 6-8 bulan,supaya semua kuman dapat dibunuh.
Dosis tahap intensif dan dosis tahap lanjutan ditelan dalam dosis
tunggal,sebaiknya pada saat perut kosong. Apabila paduan obat
yangdigunakan tidak adekuat, kuman TB akan berkembangmenjadi kuman
kebal. Pengobatan TB diberikan dalan 2 Tahap yaitu:
a. Tahap intensif
Pada tahap intensif penderita mendapat obat (minumobat) setiap hari
selama 2 - 3 bulan.
b. Tahap lanjutan
Pada tahap lanjutan penderita mendapat obat (minumobat) tiga kali
seminggu selama 4 – 5 bulan.

VIII. EFEK SAMPING OBAT


Beberapa efek samping yang mungkin muncul akibat mengkonsumsi obatTB
bervariasi mulai dari ringan hingga berat. Efek samping ringan dapat berupa berubahnya warna
urine menjadi kemerahan yang diakibatkan oleh rifampisin. Efek samping lainnya dapat
berupa nyeri sendi, tidak ada nafsu makan, mual, kesemutan dan rasa terbakar
di hati, gatal dan kemerahan dikulit gangguan keseimbangan hingga kekuningan
(ikterus). Jika pasien merasakan hal-hal tersebut, pasien harus
segera berkonsultasi dengan dokter untuk memperoleh penanganan lebih lanjut, fase
lanjutan. Dalam beberapa kasus pengobatan bisa berlangsung hingga delapan bulan.
DAFTAR HADIR PESERTA PENYULUHAN

NO NAMA PESERTA TANDA TANGAN

10

11

12

13

14

15

16

17

18

19

20

21

22

23

24

25

26

27

28

29

30
NO NAMA PESERTA TANDA TANGAN

10

11

12

13

14

15

16

17

18

19

20

21

22

23

24

25

26

27

28

29

30

29

30

Anda mungkin juga menyukai