SATUAN ACARA PENYULUHAN
DIARE PADA BALITA dan
CUCI TANGAN YANG BENAR
Disusun oleh :
Kelompok 3
1. Ikhatotun Nuroniyah (201807007)
2. Wenny Faridah (201807008)
3. Vinda Nordiana .S (201807009)
4. Farijul Zaman (201807028)
5. Ahmad Agus .W (201807043)
6. Zulfia Pratama (201807042)
PROGRAM STUDI S1 ILMU KEPERAWATAN
STIKES BINA SEHAT PPNI MOJOKERTO
TAHUN AJARAN 2019/2020
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan YME karena berkat
rahmat dan karunia-Nyalah kami dapat menyelesaikan tugas yang disusun untuk
memenuhi tugas Keperawatan Komunitas sesuai dengan waktu yang telah di
tentukan.
Terima kasih kami sampaikan kepada dosen bidang studi Keperawatan
Komunitas yang telah memberikan kesempatan bagi kami untuk mengerjakan
tugas makalah ini, tak Lupa kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-
besarnya kepada seluruh pihak yang baik secara langsung maupun tidak langsung
telah membantu dalam upaya penyelesaian tugas ini dengan baikyang mendukung
secara moril dan materil.
Kami menyadari bahwa masih banyak kesalahan, kekurangan dan
kehilafan dalam rangkuman ini. Untuk itu saran dan kritik tetap kami harapkan
demi perbaikan makalah ini kedepan. Akhir kata kami berharap tugas ini dapat
bermanfaat bagi kami semua.
Penyusun,
Kelompok 3
LAPORAN PENDAHULUAN DIARE
1.1. Pengertian
Menurut World Healt Organization (WHO, 2005), penyakit diare
adalah suatu penyakit yang ditandai dengan perubahan bentuk dan konsistensi
tinja yang lembek sampai mencair dan bertambahnya frekuensi buang air
besar yang lebih dari biasa, yaitu 3 kali atau lebih dalam sehari yang mungkin
dapat disertai dengan muntah atau tinja yang berdarah. Penyakit ini paling
sering dijumpai pada anak balita, terutama pada 3 tahun pertama kehidupan,
dimana seorang anak bisa mengalami 1-3 episode diare berat (Simatupang,
2004).
Diare adalah buang air besar pada bayi atau anak lebih dan 3 kali
sehari, disertai konsistensi tinja menjadi cair dengan atau tanpa lendir dan
darah yang berlangsung kurang dan satu minggu (Juffrie, dkk, 2010).
Diare merupakan suatu keadaan pengeluaran tinja yang tidak normal
atau tidak seperti biasanya. Dan dapat disimpulkan bahwa diare adalah buang
air besar yang bertambahnya frekuensi defekasi lebih dari 3 kali perhari dan
konsistensi dari tinja yang melembek sampai mencair.
1.2. Penyebab Diare
Ada beberapa hal yang bisa menyebabkan timbulnya diare
(Simatupang, 2005). Diare disebabkan oleh masuknya kuman kedalam
tubuh melalui perantara hewan, kuman yang berada dalam makanan, air,
melalui tubuh (tidak mencuci tangan waktu makan). Berikut adalah faktor
penyebab lainnya, yaitu :
1. Efek samping obat-obatan tertentu
2. Faktor malabsorbsi. Malabsorbsi ini pada zat yang mengandung
karbohidrat, lemak, dan protein.
3. Konsumsi alkohol dan kopi yang berlebihan
4. Faktor makanan. Faktor makanan ini yang seringkali bisa menyebabkan
terjadinya diare. Diantaranya yaitu akibat dari makanan basi, beracun,
terlalu banyak lemak, sayuran dimasak kurang matang
5. Minum air tidak masak
6. Makan jajanan yang tidak bersih
7. Berak disembarang tempat
8. Makan dengan tangan kotor
9. Faktor psikologis. Psikologis ini ternyata juga berpengaruh keada angka
kejadian dari diare. Diantara faktor psikologis yang mempengaruhi
terjadinya diare adalah rasa takut, cemas, dan gelisah.
1.3. Bahaya Diare
Saat terjadi diare, feses yang dikeluarkan oleh penderita memiliki
kandungan air yang sangat tinggi (sangat encer). Selain itu, frekuensi buang
air besar pun meningkat secara drastis. Dalam sehari penderita bisa
kehilangan lima liter cairan tubuh. Penderita juga dapat kehilangan zat
mineral (elektrolit) yang terlarut dalam cairan tubuh. Padahal bersama cairan
tubuh, elektrolit berperan dalam menjaga agar fungsi tubuh senantiasa
normal.
Karena kehilangan cukup banyak cairan tubuh, penderita bisa
mengalami dehidrasi. Dehidrasi berkelanjutan yang terjadi pada anak-anak
atau balita dapat mengakibatkan kematian. Namun pada orang dewasa,
kematian akibat dehidrasi jarang ditemukan.
Tingkat dehidrasi dapat dilihat dari gejala-gejala yang menunjukkan
hilangnya cairan tubuh. Pada tahap awal dehidrasi, penderita akan merasakan
mulut kering dan rasa haus yang berlebihan. Adapun tanda-tanda dehidrasi
selanjutnya tergantung pada tingkat dehidrasi yang dialami penderita.
1.4. Penanganan Diare
Diare menyebabkan khilangan cairan dan elektrolit sehingga penderita
harus diberi cairan sebanyak mungkin untuk mengganti cairan yang hilang.
Sebagai pertolongan pertama, diberi cairan rumah tangga seperti tajin, air
sayur, air matang, teh. Disamping itu, harus diberi cairan elektrolit berupa
oralit. Jka tidak ada oralit, bisa menggunakan larutan gula garam. Cara
pembuatannya sebagai berikut : satu sendok teh munjung gula pasir,
seperempat sendok teh muntung garam, dilarutkan dalam satu gelas air
matang (200cc). Selanjutnya penderita diberi minum.
1.5. Nutrisi bagi penderita Diare
Kondisi peristaltik usus yang tidak memungkinkan, maka perlu
diberi makanan yang lunak untuk membantu peristaltik usus. Bagi bayi
yang menyusui, ASI tetap diberikan dan PASI diencerkan.
Diet BRAT adalah singkatan dari Banana, Rice, Applesuace, and
Toast (pisang, nasi, saus apel, dan roti panggang). Makanan tersebut penting
dikonsumsi terutama 24 jam pertama diare yang dapat membantu
meringankan diare serta memberikan vitamin penting, mineral, dan
karbohidrat yang mudah dicerna (diserap).
Bisa disimpulkan, makanan yang baik dikonsumsi saat diare antara
lain :
a. Pisang
b. Beras
c. Sereal
d. Saus apel
e. Apel
f. Teh
g. Roti dan jelly
h. Yoghurt
i. Kentang rebus
j. Asupan cairan dan elektrolit (LGG / Oralit )
Menu diatas baik dikonsumsi untuk orang dewasa dan anak-anak,
namun mengenai makanan untuk bayi diare dibawah usia 12 bulan harus
berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.
Hindari makanan berikut ini saat diare, yaitu:
a. Makanan berlemak : gorengan dan makanan yang bersantan kental
b. Susu, mentega, es krim, dan keju
c. Minuman alkohol dan kafein
d. Pemanis buatan
e. Makanan yang menyebabkan gas berlebih : kubis atau kol, kacang-
kacangan, brokoli, dan kembang kol.
1.6. Pencegahan Diare
Adapun pencegahan diare adalah :
a) Mencuci tangan sebelum dan sesudah makan
b) Menutup makanan dan minuman
c) Mencuci buah atau sayuran sebelum dimakan atau dimasak
d) Selalu minum air yang sudah dimasak
e) Menjaga kebersihan lingkungan : rumah, aliran air, sampah di buang
pada tempatnya dan ditutup
f) Makan makanan yang sehat dan bergizi
Bila telah dilakukan upaya pertolongan pertama namun diare masih
terus berlangsung segera bawa penderita ke pusat pelayanan kesehatan
terdekat.
SATUAN ACARA PENYULUHAN
(SAP)
Pokok Bahasan : Cara Penanganan Diare Pada Balita Serta Cuci Tangan Yang
Benar
Hari/tanggal : Rabu, 4 September 2019
Pukul : 08.00-09.00 Wib
Sasaran : Ibu-ibu yang ada di Posyandu
Tempat : Di Ruangan Posyandu desa Mojokerto
A. Latar Belakang
Mencuci tangan terbukti dapat mencegah penyakit diare dan ISPA
(Infeksi Saluran Pernafasan Atas) yang menjadi penyebab utama kematian
pada anak-anak. Setiap tahun, sebanyak 3,5 juta anak-anak diseluruh dunia
meninggal sebelum mencapai umur 5 tahun karena penyakit tersebut
Mahadewitari (2011).
Penelitian yang dipublikasikan oleh Cochrane Library Journal
Oktober (2007) menemukan bahwa mencuci tangan dengan air dan sabun
adalah cara yang sederhana dan efektif untuk mencegah virus ISPA, mulai
dari virus flu sehari-hari hingga virus pandemik yang mematikan.
Penelitian di Karachi, Pakistan menunjukkan bahwa jumlah penderita
diare berkurang separuhnya dengan melakukan kampanye mencuci tangan
dengan sabun secara benar. Sebuah penelitian lain menunjukkan bahwa
mencuci tangan dengan sabun dapat mengurangi risiko diare hingga 47%.
Perserikatan Bangsa Bangsa telah menetapkan tanggal 15
Oktober sebagai Hari Mencuci Tangan dengan Sabun Sedunia. Ada 20
negara di dunia yang akan berpartisipasi aktif dalam hal ini, salah satu di
antaranya adalah Indonesia.
Penyakit diare sering menimbulkan kejadian luar biasa dengan
jumlah penderita yang banyak dalam kurun waktu yang singkat. Biasanya
masalah diare timbul karena kurang kebersihan terhadap makanan dan
kurang kebersihan tangan. Saat ini banyak anak yang terkena diare pada
umumnya anak-anak tidak menghiraukan makanan yang dimakan. Anak
usia sekolah belum tentu paham akan arti kesehatan bagi tubuhnya
(Saroso, 2009).
Penyuluhan dan pendidikan tentang cara penanganan diare pada
balita dan mencuci tangan perlu diberikan kepada orang tua dan anak
karena salah satu indikator untuk perilaku hidup bersih dan sehat dengan
mengajarkan anak-anak untuk mencuci tangan sejak dini serta
memberitahu jajanan yang sehat diharapkan perilaku ini dapat diterapkan
dari awal usia dan menjadi kebiasaan sehingga dapat mencegah timbulnya
penyakit dan dapat meningkatkan derajat kesehatan.
B. Tujuan
1. Tujuan Umum
Setelah mengikuti penyuluhan kesehatan peserta didik mampu
melakukan cara penanganan diare pada balita dan 6 langkah cuci
tangan yang benar sehingga diharapkan orang tua dan anak usia
prasekolah mampu mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.
2. Tujuan khusus
Setelah melakukan penyuluhan tentang cara penanganan diare pada
balita dan mencuci tangan yang benar diharapkan peserta didik :
a. Mengetahui pengertian diare
b. Mengetahui penyebab diare
c. Mengetahui bahaya diare
d. Mengetahui penanganan diare
e. Mengetahui nutrisi bagi penderita diare
f. Mengetahui pencegahan diare
g. Mengetahui pembuatan dan pemberian oralit
h. Mengetahui pengertian mencuci tangan yang baik
i. Mengetahui waktu kapan saja harus mencuci tangan yang baik dan
benar
j. Mengetahui 3 manfaat mencuci tangan yang benar
k. Mengetahui 5 penyakit akibat dari tidak mencuci tangan
l. Mengetahui 6 langkah mencuci tangan yang benar
m. Meredemonstrasikan cara mencuci tangan yang benar
C. Pelaksanaan Kegiatan
Hari/tanggal : Rabu, 4 September 2019
Pukul : 08.00-09.00 Wib
Sasaran : Ibu-ibu yang di Posyandu
Tempat : Di Ruang Posyandu desa Mojokerto
1. Bahasan : Menangani Diare Pada Balita dan Mencuci Tangan
Yang Benar
2. Pokok Sub Pokok Bahasan : Menangani Diare Pada Balita dan 6
langkah mencuci tangan yang benar standar WHO
3. Metode :
a. Ceramah
b. Tanya jawab
c. Demonstrasi
d. Redemonstrasi
4. Media dan Alat :
a. Media
1). Laptop
2). Leaflet
3). LCD
b. alat
1). Sabun
2). Air
3). Galon
4). Pantom Gigi
5).Sikat Gigi
6). Odol
7).Gayung
8). Handuk Kecil
5. Setting Tempat
Keterangan Gambar :
= Pegawai Posyandu
= Penyuluh/ Pemberi Materi
= Moderator
= Observer
= Peserta
= Fasilitator
6. Pengorganisasi dan fungsi uraian tugas
a. Moderator : Sulfia Akbar
a) Membuka acara
b) Memperkenalkan anggota dan pembimbing
c) Mengontrak waktu dan bahasa
d) Mengatur jalannya acara
e) Menyimpulkan materi
f) Menutup acara
b. Penyaji : Ahmad Agus Widodo
a) Menyampaikan materi penyuluhan
b) Menggali pengetahuan peserta tentang materi penyuluhan
c) Mendemonstrasikan cara menangani diare pada balita dan
mencuci tangan yang baik dan benar
c. Fasilitator:
1. Ikhatotun Nuroniyah
2. Farijul Zaman
a) Memfasilitasi peserta didik
b) Memotivasi peserta didik
d. Observer : Vinda Nordiana
a) Mengobservasi jalannya acara
b) Mencatat jumlah peserta yang hadir
c) Mencatat tanggapan yang di kemukakan
d) Melaporkan hasil kegiatan
H. Kegiatan Penyuluhan
N Tahap/ waktu Kegiatan Penyuluhan Kegiatan Peserta
o
1 Pendahuluan Pembukaan;
(5 menit) Salam Menjawab
Perkenalan Memperhatikan
Menjelaskan topic Menyepakati kontrak
Menjelaskan tujuan
Membuat kontrak
waktu dengan peserta
didik
2 Penyajian Pelaksanaan :
(40 menit)
Menjelaskan materi
Memperhatikan,
penyuluhan secara berurutan
dan teratur. menjawabdan
Materi : meredemonstrasikan
1. Pengertian Diare
2. Penyebab Diare
3. Bahaya Diare
4. Penanganan Diare
5. Nutrisi bagi penderita
Diare
6. Pencegahan Diare
7. Pembuatan dan
Pemberian Oralit
8. Mengali pengetahuan
peserta didik tentang
pengertian cuci tangan
9. menjelaskan pengertian
cuci tangan
10. menggali
pengetahuan peserta
didik tentang kapan saja
waktu untuk mencuci
tangan
11. menjelaskan tentang
kapan saja mencuci
tangan yang baik dan
benar
12. menggali
pengetahuan peserta
didik tentang manfaat
cuci tangan
13. menjelaskan tentang
apa saja manfaat
mencuci tangan
14. menggali
pengetahuan peserta
didik tentang penyakit
apa saja yang bisa
dicegah dengan mencuci
tangan
15. menggali
pengetahuan peserta
didik tentang bagaimana
cuci tangan yang baik
16. Menampilkan video
bagaimana mencuci
tangan yang baik dan
benar
17. Mendemonstrasikan
cara mencuci tangan
yang baik dan benar
18. Mengajak salah satu
peserta didik untuk
mendemonstrasikan cuci
tangan yang baik dan
benar di depan peserta
didik lainnya
19. Mengajak semua
peserta didik untuk ikut
mendemonstrasikan
3 Penutup Melakukan evaluasi Memperhatikan
(15 menit) Menyimpulkan materi Memperhatikan
Menutup dan member Menjawab salam
salam
I. Kriteria Evaluasi
1. Evaluasi struktur
Peserta didik duduk sesuai dengan posisi
70% peserta penyuluhan menghadiri penyuluhan
Alat dan media tersedia sesuai perencanaan
Peran dan tugas penyuluh sesuai dengan perencanaan
2. Evaluasi proses
Pelaksanaan kegiatan sesuai dengan waktu yang direncanakan
peserta dapat mengikuti acara kegiatan penyuluhan dari awal
sampai selesai
Semua peserta didik yang hadir berperan aktif selama kegiatan
berjalan
3. Evaluasi Hasil
Setelah mengikuti penyuluhan diharapkan;
75% dari peserta didik yang hadir bisa menjelaskan pengertian
diare, penyebab, tanda gejala, serta penanganannya.
75% dari peserta didik yang hadir dapat menyebutkan
pengertian mencuci tangan
75% dari peserta didik yang hadir dapat menyebutkan 5 dari 9
waktu kapan saja harus mencuci tangan
75% dari peserta didik yang hadir dapat menyebutkan 2 dari 3
mamfaat mencuci tangan
75% dari peserta didik yang hadir dapat menyebutkan 3 dari 5
penyakit yang dapat dicegah dari mencuci tangan
75% dari peserta didik yang hadir dapat meredemonstrasikan
bagaimana cara mencuci tangan yang baik dan benar.
Lampiran
MATERI
[Link]
Menurut World Healt Organization (WHO, 2005), penyakit diare
adalah suatu penyakit yang ditandai dengan perubahan bentuk dan konsistensi
tinja yang lembek sampai mencair dan bertambahnya frekuensi buang air
besar yang lebih dari biasa, yaitu 3 kali atau lebih dalam sehari yang mungkin
dapat disertai dengan muntah atau tinja yang berdarah. Penyakit ini paling
sering dijumpai pada anak balita, terutama pada 3 tahun pertama kehidupan,
dimana seorang anak bisa mengalami 1-3 episode diare berat (Simatupang,
2004).
Diare adalah buang air besar pada bayi atau anak lebih dan 3 kali
sehari, disertai konsistensi tinja menjadi cair dengan atau tanpa lendir dan
darah yang berlangsung kurang dan satu minggu (Juffrie, dkk, 2010).
Diare merupakan suatu keadaan pengeluaran tinja yang tidak normal
atau tidak seperti biasanya. Dan dapat disimpulkan bahwa diare adalah buang
air besar yang bertambahnya frekuensi defekasi lebih dari 3 kali perhari dan
konsistensi dari tinja yang melembek sampai mencair.
[Link] Diare
Ada beberapa hal yang bisa menyebabkan timbulnya diare
(Simatupang, 2005). Diare disebabkan oleh masuknya kuman kedalam
tubuh melalui perantara hewan, kuman yang berada dalam makanan, air,
melalui tubuh (tidak mencuci tangan waktu makan). Berikut adalah faktor
penyebab lainnya, yaitu :
10. Efek samping obat-obatan tertentu
11. Faktor malabsorbsi. Malabsorbsi ini pada zat yang mengandung
karbohidrat, lemak, dan protein.
12. Konsumsi alkohol dan kopi yang berlebihan
13. Faktor makanan. Faktor makanan ini yang seringkali bisa menyebabkan
terjadinya diare. Diantaranya yaitu akibat dari makanan basi, beracun,
terlalu banyak lemak, sayuran dimasak kurang matang.
14. Minum air tidak masak
15. Makan jajanan yang tidak bersih
16. Berak disembarang tempat
17. Makan dengan tangan kotor
18. Faktor psikologis. Psikologis ini ternyata juga berpengaruh keada angka
kejadian dari diare. Diantara faktor psikologis yang mempengaruhi
terjadinya diare adalah rasa takut, cemas, dan gelisah.
[Link] Diare
Saat terjadi diare, feses yang dikeluarkan oleh penderita memiliki
kandungan air yang sangat tinggi (sangat encer). Selain itu, frekuensi buang
air besar pun meningkat secara drastis. Dalam sehari penderita bisa
kehilangan lima liter cairan tubuh. Penderita juga dapat kehilangan zat
mineral (elektrolit) yang terlarut dalam cairan tubuh. Padahal bersama cairan
tubuh, elektrolit berperan dalam menjaga agar fungsi tubuh senantiasa
normal.
Karena kehilangan cukup banyak cairan tubuh, penderita bisa
mengalami dehidrasi. Dehidrasi berkelanjutan yang terjadi pada anak-anak
atau balita dapat mengakibatkan kematian. Namun pada orang dewasa,
kematian akibat dehidrasi jarang ditemukan.
Tingkat dehidrasi dapat dilihat dari gejala-gejala yang menunjukkan
hilangnya cairan tubuh. Pada tahap awal dehidrasi, penderita akan merasakan
mulut kering dan rasa haus yang berlebihan. Adapun tanda-tanda dehidrasi
selanjutnya tergantung pada tingkat dehidrasi yang dialami penderita.
[Link] Diare
Diare menyebabkan khilangan cairan dan elektrolit sehingga penderita
harus diberi cairan sebanyak mungkin untuk mengganti cairan yang hilang.
Sebagai pertolongan pertama, diberi cairan rumah tangga seperti tajin, air
sayur, air matang, teh. Disamping itu, harus diberi cairan elektrolit berupa
oralit. Jka tidak ada oralit, bisa menggunakan larutan gula garam. Cara
pembuatannya sebagai berikut : satu sendok teh munjung gula pasir,
seperempat sendok teh muntung garam, dilarutkan dalam satu gelas air
matang (200cc). Selanjutnya penderita diberi minum.
[Link] bagi penderita Diare
Kondisi peristaltik usus yang tidak memungkinkan, maka perlu
diberi makanan yang lunak untuk membantu peristaltik usus. Bagi bayi
yang menyusui, ASI tetap diberikan dan PASI diencerkan.
Diet BRAT adalah singkatan dari Banana, Rice, Applesuace, and
Toast (pisang, nasi, saus apel, dan roti panggang). Makanan tersebut penting
dikonsumsi terutama 24 jam pertama diare yang dapat membantu
meringankan diare serta memberikan vitamin penting, mineral, dan
karbohidrat yang mudah dicerna (diserap).
Bisa disimpulkan, makanan yang baik dikonsumsi saat diare antara
lain :
k. Pisang
l. Beras
m. Sereal
n. Saus apel
o. Apel
p. Teh
q. Roti dan jelly
r. Yoghurt
s. Kentang rebus
t. Asupan cairan dan elektrolit (LGG / Oralit )
Menu diatas baik dikonsumsi untuk orang dewasa dan anak-anak,
namun mengenai makanan untuk bayi diare dibawah usia 12 bulan harus
berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.
Hindari makanan berikut ini saat diare, yaitu:
f. Makanan berlemak : gorengan dan makanan yang bersantan kental
g. Susu, mentega, es krim, dan keju
h. Minuman alkohol dan kafein
i. Pemanis buatan
j. Makanan yang menyebabkan gas berlebih : kubis atau kol, kacang-
kacangan, brokoli, dan kembang kol.
[Link] Diare
Adapun pencegahan diare adalah :
g) Mencuci tangan sebelum dan sesudah makan
h) Menutup makanan dan minuman
i) Mencuci buah atau sayuran sebelum dimakan atau dimasak
j) Selalu minum air yang sudah dimasak
k) Menjaga kebersihan lingkungan : rumah, aliran air, sampah di buang
pada tempatnya dan ditutup
l) Makan makanan yang sehat dan bergizi
Bila telah dilakukan upaya pertolongan pertama namun diare masih
terus berlangsung segera bawa penderita ke pusat pelayanan kesehatan
terdekat.
[Link] pembuatan dan takaran pemberian oralit
Bahan – bahan yang dibutuhkan untuk membuat oralit adalah :
1 sendok teh gula
Seperempat (1/4) sendok teh garam
1 gelas air putih (200 ml)
Cara membuatnya adalah dengan melarutkan bahan-bahan di atas
yaitu 1 sendok teh gula dan seperempat sendok teh garam ke dalam 1 gelas
air putih (200 ml). Kemudian aduk perlahan hingga semuanya larut lalu bisa
diminum.
Untuk memberian oralit, tentu ada takarannya sehingga tidak terlalu
berlebihan yang malah akan membahayakan. Dan juga jangan terlalu sedikit
sehingga diharapkan dapat memberikan hasil yang optimal. Berikut aturannya
:
Untuk anak di bawah 1 tahun, 3 jam pertama diberikan 1,5 gelas oralit.
Selanjutnya 0,5 gelas setiap kali selesai berak/mencret
Untuk anak di bawah 5 tahun (balita), 2 jam pertama diberikan 3 gelas
oralit. Selanjutnya 1 gelas setiap kali selesai berak/mencret
Untuk anak di atas 5 tahun, 3 jam pertama diberikan 6 gelas oralit.
Selanjutnya 1,5 gelas setiap kali selesai berak/mencret
Untuk anak di atas 12 tahun dan dewasa, 3 jam pertama diberikan 12
gelas oralit. Selanjutnya 2 gelas setiap kali selesai berak/mencret.
Itulah cara pemberian oralit untuk menghindari dari dehidrasi akibat
diare.
[Link] mencuci tangan yang baik dan benar
Menurut DEPKES 2007, mencuci tangan adalah proses yang secara
mekanis melepaskan kotoran dan debris dari kulit tangan dengan
menggunakan sabun biasa dan air. Tujuan mencuci tangan menurut DEPKES
2007 adalah merupakan salah satu unsur pencegahan penularan
infeksi. (posted by wiktuy On 05:12). (mahadewitari(2011).
Mencuci tangan adalah menggosok air dengan sabun secara bersama-
sama seluruh kulit permukaan tangan dengan kuat dan ringkas kemudian
dibilas dibawah aliran air (Larsan, 1995). (Faisal ramadhan. (2012). Satuan
Acara Penyuluhan 6 Langkah Cuci Tangan Yang Baik & Benar (Doni,2006)
Mencuci Tangan adalah adalah salah satu tindakan sanitasi dengan
membersihkan tangan dan jari jemari dengan menggunakan air ataupun
cairan lainnya oleh manusia dengan tujuan untuk menjadi [Link]
tangan merupakan kebiasaan yang sederhana, yang membutuhkan pelatihan
yang minim dan tidak membutuhkan peralatan. Selain itu, mencuci tangan
merupakan cara terbaik untuk menghindari sakit. Kebiasaan sederhana ini
hanya membutuhkan sabun dan air hangat atau pembersih yang tidak
memerlukan air (pembersih tangan berbasis alkohol)
2.2. Kapan Saja Mencuci Tangan
a) Saat sebelum dan sesudah makan
b) Sebelum menyiapkan makanan
c) Sebelum dan setelah menyentuh orang sakit
d) Setelah membersihkan atau membuang sampah
e) Setelah menyentuh hewan atau kotoran hewan
f) Setelah menggunakan toilet
g) Menyentuh binatang atau makanan binatang
h) Membuang ingus dan menutup hidung saat bersin dan batuk
i) Memegang pakaian kotor dan benda-benda lain yang tidak terjamin
kebersihan
[Link] mencuci tangan yang baik dan benar
a) Mencuci tangan dengan air dan sabun akan banyak mengurangi jumlah
bakteri dan virus dari kulit dan tangan
b) Menghilangkan kotoran dari kulit
c) Memutus mata rantai penularan infeksi contohnya seperti pada saat kita
mencuci tangan berarti kita telah memutus jalannya penyebaran pada
tubuh kita dengan mencuci tangan
[Link] yang Bisa Dicegah dengan Mencuci Tangan yang Baik dan
Benar
a) Diare.
b) ISPA
c) Sakit tenggorokan
d) Influenza ( filek atau flu)
e) Cacingan
f) Hepatitis A
g) Iritasi pada mata
[Link] Cara Mencuci Tangan yang Baik dan Benar
Alat yang digunakan;
o Sabun
o Air mengalir
o Tissue
Langkah-langkah mencuci tangan yang baik dan benar;
1) Basuh tangan dengan air bersih yang mengalir ratakan sabun dengan
kedua telapak tangan sambil d gosok-gosok kedua telapak tangan dengan
gerakan memutar sebanyak 4 kali gosokan.
2) Gosok punggung tangan dan sela - sela jari tangan kiri dan
tangan kanan, begitu pula sebaliknya sebanyak 4 kali gosokan.
3) Gosok kedua telapak dan sela - sela jari tangan sebanyak 4 kali
gosokan.
4) Tangan seolah-olah dikepal dan dikunci lalu gosok sebanyak 4
kali gosokan.
5) Gosok ibu jari kiri berputar dalam genggaman tangan kanan
dan lakukan sebaliknya sebanyak 4 kali gosokan
6) Gosokkan dengan memutar ujung jari-jari tangan kanan di
telapak tangan kiri dan sebaliknya sebanyak 4 kali gosokan.
Bilas kedua tangan dengan air yang mengalir Keringkan
dengan lap tangan yang kering dan bersih atau menggunakan
tissue
Catatan : Bila tidak ada wastafel atau kran air, dapat menggunakan air yang
di tuangkan dengan gayung. Idealnya memang menggunakan sabun cair,
tetapi bisa juga menggunakan sabun batangan.
DAFTAR PUSTAKA
Arjatmo Tjokronegoro, Hendra Utama, (1999) Buku Ajar Ilmu Penyakit
Dalam, Jakarta, Graya Baru
Departemen Kesehatan RI, (2017) Buku Ajar Diare, Jakarta, Direktorat
Jenderal Pemberantasan Penyakit Menular dan Penyehatan
Lingkungan Pemukiman.
Departemen Kesehatan RI. 2011. Panduan Sosialisasi Tatalaksana Diare
Pada Balita, Jakarta, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia
Direktral Jenderal Pengendalian Penyakit Dan Penyehatan
Lingkungan.
Dokterku-online. (2019). Manfaat Mencuci Tangan Bagi Kesehatan.
Harianto. 2004. Penyuluhan penggunaan oralit untuk menanggulangi diare di
masyarakat, Majalah ilmu kefarmasian Vol 1.
Kementerian Kesehatan RI. 2011. Situasi Diare di Indonesia. Jakarta
Faisal ramadhan. (2012). Satuan Acara Penyuluhan 6 Langkah Cuci Tangan
Yang Baik & Benar.