0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
132 tayangan6 halaman

Tugas Auditing: Unsur dan Kriteria Audit

Ringkasan dokumen Tugas Auditing 1 adalah: (1) Dokumen tersebut membahas tentang pengertian audit dan unsur-unsur penugasan asurans, (2) jenis opini audit dan undang-undang yang mengatur akuntan publik, (3) tanggung jawab dan kewajiban akuntan serta struktur organisasi KAP.

Diunggah oleh

MariaDanasta
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
132 tayangan6 halaman

Tugas Auditing: Unsur dan Kriteria Audit

Ringkasan dokumen Tugas Auditing 1 adalah: (1) Dokumen tersebut membahas tentang pengertian audit dan unsur-unsur penugasan asurans, (2) jenis opini audit dan undang-undang yang mengatur akuntan publik, (3) tanggung jawab dan kewajiban akuntan serta struktur organisasi KAP.

Diunggah oleh

MariaDanasta
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

TUGAS AUDITING 1

Nama : Maria Danasta Pratiwi


NPK : 11170500436
Matkul : Auditing 1

1. Audit adalah salah satu penugasan jasa asurans yang diberikan oleh kantor akuntan publik,
sebutkan 5 unsur penugasan asurans yang anda ketahui?

2. Suatu penugasan asurans melibatkan 3 pihak, sebutkan dan jelaskan?

3. Kriteria dalam penugasan asurans, adalah tolak ukur (benchmarks) yang digunakan untuk
mengevaluasi atau mengukur pokok tugas, termasuk tolak ukur penyajian dna pengungkapan.
Dalam penugasan audit apakah yang dimaksud kriteria?

4. Bukti audit harus cukup dan tepat, jelaskan?

5. Sebutkan dan jelaskan 2 jenis opini audit?

6. Sebutkan undang – undang yang mengatur tentang akuntan publik di Indonesia?

7. Siapa yang dimaksud dengan Akuntan Publik?

8. Berdasarkan UU Akuntan Publik memberikan jasa asurans meliputi?

9. Sebutkan kewajiban seorang akuntan ?

10. Sebutkan tiga faktor utama yang mempengaruhi struktur organisasi dari KAP?

11. Berdasarkan UU AP No 5 tahun 2011, struktur KAP dapat berbentuk?

12. Jelaskan level dan tanggung jawab staff KAP (Junior, senior, manajer dan partner)?

13. Kode etik terdiri dari tiga bagian sebutkan?

14. Seorang akuntan professional wajib mematuhi prinsip – prinsip dasar, sebutkan prinsip – prinsip
dasar tersebut?

15. Sebutkan faktor-faktor Penyelesaian konflik baik formal maupun informal?

16. Sebutkan perbedaan Standar Audit terbaru berbasis ISA dengan standar audit sebelumnya?

17. Apa penyebab akuntan publik berhadapan dengan tuntutan hukum?

18. Apakah fungsi pengendalian internal bagi manajemen?


TUGAS AUDITING 1

19. Sebutkan tujuan pengendalian internal?

20. Sebutkan komponen pengendalian internal?

Jawaban :

1. 5 Unsur penugasan Aurans :


a. Hubungan Triparit
b. Pokok Tugas
c. Kriteria
d. Bukti
e. Laporan Asurans
2. Dalam penugasan Asurans terdapat 3 pihak yaitu:
a. Praktisi
Yang melaksanakan perikatan audit atau perikatan reviu berkenaan dengan informasi
keuangan histori. Seorang praktisi tidak boleh melaksanakan berbagai macam perikatan
asurans, mengenai tugas pokok yang beraneka ragam.
b. Penanggung Jawab
Merupakan orang yang :
- Dalam perikatan dengan pelaporan langsung, bertanggung jawab atas pokok tugas
- Dalam perikatan berbasis asersi atas informasi pokok tugas, dan bertanggung jawab atas
pokok tugas.
Biasanya penanggung jawab memberikan kepada praktisi suatu representasi tertulis yang
mengevaluasi terhadap kriteria yang diindentifikasi, apakah akan atau tidak akan diberikan
sebagai asersi kepada pengguna.
c. Pengguna
Adalah seorang atau sekelompok orang untuk siapa Praktisi menyusun laporannya.
3. Kriteria yang digunakan dalam audit adalah standar yang dipakai dalam menyusun laporan
keuangan seperti PSAK, IFRS, dll. Kriteria yang tepat diperlukan untuk evaluasi dan pengukuran
yang konsisen kearifan Profesional. Tanpa acuan dari kriteriayang tepat, setiap kesimpulan bisa
dimaknai berbeda oleh setiap orang bahkan dapan menimbulkan kesalahpahaman.
Kriteria yang cocok memiliki ciri-ciri sbb:
a. Relevance : Kriteria yang relevan menyumbang kesimpulan yang membantu Pengguna
membuat keputusam
TUGAS AUDITING 1

b. Completeness : disebut cukup lengkap jika factor-faktor yang relevan dapat


mempengaruhi kesimpulan dalam konteks penugasan.
c. Relibity : kriteria keandalan memungkinkan me-ngevaluasi Kantor dll
d. Neutrality : netral membuat kesimpulan menjadi tidak biasa.
e. Understandability : kriteria yang dapat dipahami membuat kesimpulan menjadi jelas,
komprehemsif, dan tidak menjadi sasaran interprestasi yang berbeda signifikan.
4. Sufficienty of evidence atau kecukupan bukti adalah ukuran kuantitas dari suatu bukti.
Approprianteness of evidence atau ketetapan bukti mengukur kualitas atau mutu dari suatu bukti
itu relevan (relevant) dan andal (reliable).
5. 2 jenis Audit :
a. Opini Wajar Tanpa Pengecualian
Opini wajar tanpa pengecualian diberikan oleh auditor jika auditor tidak menemukan
kesalahan yang material secara keseluruhan dari laporan keuangan dan laporan keuangan
dibuat sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku (SAK). Dengan kata lain, laporan
keuangan akan mendapatkan opini wajar tanpa pengecualian jika memenuhi kondisi seperti
berikut:
- Laporan keuangan lengkap
- Bukti audit yang dibutuhkan lengkap
- Ketiga standar umum telah diikuti sepenuhnya dalam perikatan kerja
- Laporan keuangan disajikan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku dan konsisten
- Tidak terdapat ketidakpastian yang cukup berarti mengenai perkembangan di masa depan
(going concern)
6. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2011 tentang Akuntan Publik.
7. Akuntan Publik adalah seseorang yang telah memperoleh ijin untuk memberikan jasa-jasa
sebagaimana yang diatur dalam undang-undang. Jasa asurans meliputi :
a. Jasa audit atas informasi keuangan histori
b. Jasa reviu atas informasi keuangan histori
c. Jasa asurans lainnya.

8. Jasa asurans meliputi :


a. Jasa audit atas informasi keuangan histori
b. Jasa reviu atas informasi keuangan histori
c. Jasa asurans lainnya.
9. Kewajiban seorang Akuntan :
TUGAS AUDITING 1

a. Menjaga kompetensi melalui PPL dan menyampaikan laporan realisasi PPL kepada Asosiasi
Profesi Akuntan
b. Menjadi anggota Asosiasi Profesi Akuntan
c. Mematuhi kode etik
d. Mematuhi standar profesi yang diterbitkan oleh Asosiasi Profesi Akuntan
10. Faktor utama yang mempengaruhi struktur organisasi dari KAP :
a. Kebutuhan akan Independensi dari klien
Independensi memungkinkan auditor tetap tidak bisa dalam menarik kesimpulan tentang
laporan keuangan.
b. Pentingnya struktur untuk memicu kompetensi
Kompetensi memungkinkan auditor melaksanakan audit dan melakukan jasa-jasa lain secara
efisien serta efektif.
c. Meningkatnya risiko tuntutan hukum yang dihadapi auditor
Dalam satu dasawarsa, KAP mengalami peningkatan biaya yang berkaitan dengan tuntutan
hukum. Beberapa struktur organisasional dapat memberikan tingkat perlindungan tertentu bagi
setiap anggota KAP.
11. Struktur KAP berbentuk :
- Perorangan
- Persekutuan Perdata
- Firma, dan
- Bentuk usaha lainnya
12. Level dan Tanggung Jawab :
a. Partner (rekan)
Partner menduduki jabatan tertinggi dalam perikatan audit; bertanggung jawab atas
hubungan dalam klien; bertanggung jawab secara menyeluruh mengenai
auditing. Partner menandatangani laporan audit dan management letter, dan bertanggung
jawab terhadap penagihan fee audit dari klien.
b. Manajer
Manajer bertindak sebagai pengawas audit; bertugas untuk membantu auditor senior dalam
merencanakan program audit dan waktu audit; mereview kertas kerja, laporan audit,
dan management letter. Biasanya manajer melakukan pengawasan terhadap pekerjaan
beberapa auditor senior. Pekerjaan manajer tidak berada di kantor klien, melainkan di kantor
auditor, dalam bentuk pengawasan terhadap pekerjaan yang dilaksanakan para auditor senior.
c. Auditor senior
TUGAS AUDITING 1

Auditor senior bertugas untuk melaksanakan audit; bertanggung jawab untuk mengusahakan
biaya audit dan waktu audit sesuai dengan rencana; bertugas untuk mengarahkan dan
mereview pekerjaan auditor junior. Auditor senior biasanya akan menetap di kantor klien
sepanjang prosedur audit dilaksanakan. Umumnya auditor senior melakukan audit terhadap
satu objek pada saat tertentu.
d. Auditor junior
Auditor junior melaksanakan prosedur audit secara rinci; membuat kertas kerja untuk
mendokumentasikan pekerjaan audit yang telah dilaksanakan. Pekerjaan ini biasanya
dipegang oleh auditor yang baru saja menyelesaikan pendidikan formalnya di sekolah. Dalam
melaksanakan pekerjaannya sebagai auditor junior, seorang auditor harus belajar secara rinci
mengenai pekerjaan audit. Biasanya ia melaksanakan audit di berbagai jenis perusahaan. Ia
harus banyak melakukan audit di lapangan dan di berbagai kota, sehingga ia dapat
memperoleh pengalaman dalam berbagai masalah audit. Auditor junior sering juga disebut
asisten auditor.
13. Kode Etik terdiri dari :
a. Prinsip-prinsip Dasar etika profesi akuntansi
b. Prinsip-prinsip Dasar yang diterapkan untuk akuntan profesional dalam praktik publik atau
akuntan publik
c. Prinsip-prinsip Dasar yang diterapkan untuk akuntan profesional dalm bisnis akuntan internal
14. Prinsip-prinsip dasar :
a. Integritas (lurus/tidak berbelok ke kanan dan ke kiri)
b. Objektif (tidak membiarkan bias, benturan kepentingan atau tekanan pihak lain)
c. Kompetensi dan kehati-hatian professional (memelihara pengetahuan dan keterampilan
sebagai akuntan professional
d. Konfidensialitas (menghormati kerahasiaan informasi yang diperoleh sehubunan dengan
professional dan bisnis),
e. Perilaku professional (memenuhi ketentuan UU dan peraturan lainnya dan menghindari
perbuatan yang merendahkan martabat profesi)

15. Faktor – faktor penyelesaian konflik :


- Fakta – fakta relevan
- Butir – butir etika yang dipermasalahkan
- Potensi pelanggaran terhadap prinsip dasar yang mana
- Apa prosedur internal yang ada untuk konflik seperti ini
TUGAS AUDITING 1

- Tindakan apa saja yang bisa diambil.


16. Perbedaan Standar Audit terbaru berbasis ISA dengan standar audit sebelumnya :
a. Penekanan pada resiko
b. Standar berbasis prinsip
c. Pengukuran berkesan eksak
d. Gunakan kearifan professional
e. Senantiasa menerapkan kewaspadaan professional
f. Pengendalian internal
17. Penyebab akuntan publik berhadapan dengan tuntutan hokum:
- Ketidak patuhan atau pelanggaran undang – undang.
- Undang – undang yang dilanggar bisa undang-undang negara lain.
- Sasaran empuk untuk tuntutan ganti rugi. Khusus nya jaringan kantor akuntan global dan
internasional yang melindungi diri mereka dengan asuransi pertanggung professional atau
professional indemnity insurance.
18. Fungsi pengendalian internal bagi manajemen untuk menangani resiko bisnis dan resiko
kecurangan yang mengancam pencapaian tujuan entitas
19. Tujuan Pengendalian Internal :
- Tujuan strategis, dengan sasaran – sasaran utama yang mendukung misi entitas.
- Tujuan pelaporan keuangan, agar laporan keuangan bebas dari salah saji material ,tepat
waktu dan tepat guna.
- Tujuan operasional, dimana pengendalian mengamankan operasi entitas, yang dikenal
sebagai operational control.
- Tujuan kepatuhan terhadap hokum dan ketentuan perundang-undangan
20. Komponen pengendalian Internal :
- Control environment (lingkungan pengendalian)
- Risk assessment (penilaian risiko)
- Information system (system informasi)
- Control activities (kegiatan pengendalian)
- Monitoring (pemantauan

Anda mungkin juga menyukai