0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
104 tayangan26 halaman

Biaya USG di RSIA Muhammadiyah Malang

Jumlah SDM di poli obgyn RSIA Muhammadiyah Malang terdiri atas 11 orang bidan dan 3 orang dokter. Rata-rata jumlah pasien yang berkunjung ke poli obgyn per bulan sebanyak ±300 pasien. Tugas pokok bidan melakukan asistensi dan memberikan pelayanan senam hamil, sedangkan tugas pokok dokter melakukan pemeriksaan kepada pasien.

Diunggah oleh

Ema KumaLa Part II
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
104 tayangan26 halaman

Biaya USG di RSIA Muhammadiyah Malang

Jumlah SDM di poli obgyn RSIA Muhammadiyah Malang terdiri atas 11 orang bidan dan 3 orang dokter. Rata-rata jumlah pasien yang berkunjung ke poli obgyn per bulan sebanyak ±300 pasien. Tugas pokok bidan melakukan asistensi dan memberikan pelayanan senam hamil, sedangkan tugas pokok dokter melakukan pemeriksaan kepada pasien.

Diunggah oleh

Ema KumaLa Part II
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

LAPORAN

HASIL PENGKAJIAN POLI OBGYN


DI RSIA MUHAMMADIYAH MALANG

Disusun untuk Memenuhi Tugas Skill


Manajemen Pelayanan Asuhan Kebidanan Profesional

Oleh:
Refmi Lamdianita 155070600111028
Ema Kumala Ningrum 155070601111001
Yuliani Rohmawati 155070601111002
Rizkatul Baro’ah 155070601111004
Meisya Mir’atul Qoniah 155070601111005

PROGRAM STUDI S1 KEBIDANAN


FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
MALANG
2019

1
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami ucapkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas
rahmat dan karunia-Nya kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik
sehingga dapat memenuhi tugas kuliah Blok Manajemen dan Kewirausahaan.
Makalah ini kami susun untuk memberikan informasi mengenai manajemen
Rumah Sakit Ibu dan Anak Muhammadiyah Malang khusunya dalam perawatan
di poli obgyn. Kami mohon maaf apabila dalam penulisan makalah ini terdapat
banyak kesalahan. Oleh karena itu, kami sangat mengharapkan kritik dan saran
yang bersifat membangun dari para pembaca. Semoga makalah ini bermanfaat.
Atas perhatianya, kami ucapkan terima kasih.

Malang, 26 Januari 2019

Penyusun

2
DAFTAR ISI
Halaman
Cover
i
Kata Pengantar........................................................................................................
ii
Daftar Isi
iii
Daftar Gambar
iv
BAB 1 PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
1
1.2 Tujuan
2
1.2.1 Tujuan Umum
2
1.2.2 Tujuan Khusus
2
1.3 Manfaat
2
1.4 Waktu dan Tempat Pelaksanaan
2
BAB 2 HASIL PENGKAJIAN
2.1 Lingkup Man
3
2.1.1 Analisis Lingkup Man
6
2.2 Lingkup Material
7
2.2.1 Analisis Lingkup Material
9
2.3 Lingkup Money
9
2.3.1 Analisis Lingkup Money
9
2.4 Lingkup Machinery
9

3
2.4.1 Analisis Lingkup Machinery
9
2.5 Lingkup Market
9
2.5.1 Analisis Lingkup Market
10
2.6 Lingkup Method
10
2.6.1 Analisis Lingkup Method
12
2.7 Hasil Analisa SWOT
13
2.8 Diagram Layang
18
2.8.1 Analisis Diagram Layang
19
2.9 Identifikasi Masalah
19
2.10 Prioritas Masalah
19
BAB 3 RENCANA STRATEGIS
3.1 Rencana Strategis
21
BAB 4 PENUTUP
4.1 Kesimpulan
22
4.2 Saran
22

Daftar Pustaka
23
Lampiran
24

4
DAFTAR GAMBAR

Halaman
Gambar 2.1 Denah rumah sakit.............................................................................8
Gambar 2.2 Denah Ruangan..................................................................................8
Gambar 2.3 Alur penerimaan pasien baru.............................................................11
Gambar 2.4 Diagram layang..................................................................................18

5
BAB 1
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Rumah sakit merupakan organisasi di bidang jasa yang memberikan
pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Menurut Undang-Undang No 44
Tahun 2009 rumah sakit adalah institusi pelayanan kesehatan yang
menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna yang
menyediakan pelayanan rawat inap, rawat jalan, dan gawat darurat. Salah satu
pelayanan yang termasuk dalam pelayanan rawat jalan adalah pelayanan poli
kandungan. Di dalam poli kandungan terdapat berbagai layanan yang tersedia
seperti pap smear, program hamil, USG, dll.
Saat ini, banyak rumah sakit yang berdiri dengan fasilitas, gedung dan
pelayanan prima. Semakin banyaknya rumah sakit, menyebabkan persaingan
yang lebih ketat, sehingga menuntut rumah sakit untuk lebih memperhatikan
masalah kualitas dan produktivitas. Dalam menyelenggarakan pelayanan
kesehatana rumah sakit memiliki kewajiban untuk melayani pasien dengan
fasilitas yang lengkap serta pelayanan yang cepat dan tepat. Untuk mampu
mencapai hal tersebut manajemen rumah sakit harus dilaksanakan dengan
benar (Rhesavani, 2013).
Manajemen rumah sakit adalah koordinasi antara berbagai sumber daya
(unsur manajemen) melalui proses perencanaan, pengorganisasian,
kemampuan pengendalian untuk mencapai tujuan rumah sakit. Adanya
manajemen rumah sakit yang baik akan menyebabkan program dan sistem
yang ada dalam rumah sakit dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan.
Melalui penulisan laporan ini, penulis bermaksud untuk mengetahui
manajemen yang telah dijalankan oleh Rumah Sakit Ibu dan Anak
Muhammadiyah dan menganalisis ketersesuaian dengan pedoman yang telah
ditetapkan, khususnya dalam pelayanan di poli kandungan/obgyn.

6
1.2 Tujuan
1.2.1 Tujuan Umum
1. Untuk mendapatkan data dasar terkait proses manajemen sebagai tugas
kuliah Blok Manajemen dan Kewirausahaan Kebidanan Semester 8 PS S1
Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya.
2. Sebagai bahan belajar pembuatan Rencana Strategis pengelolaan
ruangan/klinik.
1.2.2 Tujuan Khusus
1. Melaksanakan pengkajian ruang poli obgyn Rumah Sakit Ibu dan Anak
Muhammadiyah Malang
2. Melaksanakan analisis situasi berdasarkan analisa SWOT
3. Menentukan rumusan masalah berdasarkan prioritas
4. Menyusun rencana strategi operasional ruangan berdasarkan hasil
pengkajian

1.3 Manfaat
1.3.1 Mengetahui manajemen di poli obgyn RSIA Muhammadiyah Malang
1.3.2 Mengetahui alur timbang terima pasien di poli obgyn RSIA
Muhammadiyah Malang
1.3.3 Mengetahui fasilitas yang terdapat di poli obgyn RSIA Muhammadiyah
Malang
1.3.4 Mengetahui tata letak ruangan di poli obgyn RSIA Muhammadiyah
Malang

1.4 Waktu dan Tempat Pelaksanaan


Waktu dilaksanakannya pengambilan data pada tanggal 22 Januari dan 24
Januari 2019 di RSIA Muhammadiyah Malang.

7
HASIL PENGKAJIAN

Rumah Sakit Ibu dan Anak Muhammadiyah Malang merupakan rumah


sakit yang terakreditasi “C” dan terletak di Jalan Simpang Jl. Kyai H. Wahid
Hasyim No.26, Kauman, Klojen, Kota Malang. Rumah Sakit Ibu dan Anak
Muhammadiyah Malang memiliki visi yaitu “Rumah Sakit Ibu dan Anak
Muhammadiyah Malang sebagai pusat kesehatan pilihan masyarakat yang
mengutamakan mutu dan keselamatan pasien tahun 2020”. Sedangkan misi dari
Rumah Sakit Ibu dan Anak Muhammadiyah Malang adaalah sebagai berikut:
a. Menyelenggarakan pelayanan fetomaternal yang prima dan memuaskan
b. Mengutamakan peningkatan mutu dan keselamatan pasien
c. Memberikan pelayanan kesehatan secara islami dan sebagai sarana
dakwah
Selain itu Rumah Sakit Ibu dan Anak Muhammadiyah Malang memiliki
tujuan yaitu:
a. Rumah Sakit Ibu dan Anak Muhammadiyah Malang sebagai pusat
kesehatan fetomaternal yang prima tahun 2020
b. Rumah Sakit Ibu dan Anak Muhammadiyah Malang menjadi rumah sakit
pilihan masyarakat, profesional, dan pusat sy’iar islam tahun 2020
Moto yang dimiliki oleh rumah sakit ibu dan anak Muhammadiyah
Malang adalah “Layananku ibadahku, cepat, terjangkau, dan bermutu”. Rumah
sakit ibu dan anak Muhammadiyah Malang memiliki 1 ruangan poli obgyn.
Berikut adalah hasil pengkajian poli obgyn atau kandungan di RSIA
Muhammadiyah Malang.

2.1 Lingkup Man


1. Jumlah SDM (Sumber Daya Manusia)
Jumlah SDM di poli obgyn RSIA Muhammadiyah Malang, terdiri atas 11
orang bidan dan 3 orang dokter obgyn.

8
2. Status SDM
Pegawai Tetap = 5 orang bidan dan 1 orang dokter
Pegawai Tidak Tetap = 6 orang bidan dan 2 orang dokter
3. Struktur organisasi dan alur koordinasi

4. Rerata Jumlah pasien


Rata-rata jumlah pasien yang berkunjung ke poli obgyn per bulan
sebanyak ±300 pasien (Rata-rata per hari terdapat ±10 pasien).
5. Tupoksi (tugas pokok dan fungsi) SDM di ruangan
Pembagian tugas antara dokter dan bidan
- Dokter
Tugas Pokok : Melakukan pemeriksaan kepada pasien
Tugas Tambahan : -
- Bidan
Tugas Pokok : Melakukan asistensi (membantu dokter)
Tugas Tambahan : Memberikan pelayanan senam hamil. Senam hamil
dilakukan setiap hari Jum’at pada minggu ke-1 dan minggu ke-3.
Dalam senam hamil ini disertai pemeriksaan dan konsultasi dengan
bidan tanpa dipungut biaya.
6. Klasifikasi pendidikan formal dan non-formal SDM
Jenjang pendidikan SDM di poli obgyn RSIA Muhammadiyah Malang:
- Dokter : Pendidikan dokter subspesial kandungan (2 orang) dan
Profesor (1 orang)
- Bidan : D3 Kebidanan (10 orang) dan D4 Kebidanan (1 orang)
7. Jumlah tenaga dokter dan bidan yang bekerja per shift atau per hari
Dalam satu hari terdiri dari 2 shift yaitu
- Shift pagi : Pukul 07.00-14.00, sebanyak 2 orang bidan dan 1 orang
dokter
- Shift sore : Pukul 14.00-21.00, sebanyak 1 orang bidan dan 2 orang
dokter

9
8. Jenis pasien dengan (total care/partial care/minimal care)
harian/mingguan/bulanan
Pasien yang dirawat di poli obgyn merupakan pasien dengan minimal care
atau sebagian besar pasien datang secara mandiri (masih bisa berjalan
sendiri)

2.1.1 Analisis Lingkup Man :


Jumlah nakes shift pagi = jumlah pasien per hari x konstanta minimal care (0,17)
= 20 x 0,17
= 3,4 (3 nakes)
Jumlah nakes shift sore = jumlah pasien per hari x konstanta minimall care (0,17)
= 10 x 0,17
= 1,7 (2 nakes)
Berdasarkan hasil perhitungan kebutuhan SDM maka kebutuhan tenaga kesehatan
(bidan dan dokter kandungan) untuk pelayanan di dalam poli kandungan sudah
mencukupi untuk pergantian setiap shiftnya

2.2 Lingkup Material


1. Inventaris sarana dan prasarana dalam ruangan Poli Obgyn
No Nama Barang Jumlah Kondisi
1 USG 4D/2D 1 Terawat
2 CPU 1 Terawat
3 Printer 1 Terawat
4 Monitor TV 1 Terawat
5 Meja Periksa 1 Terawat
6 Meja Ginekologi 1 Terawat
7 Instrumen Steril 7 set Terawat
8. Tensimeter 2 Terawat
9. Timbangan 2 Terawat

2. Inventaris sarana dan prasrana yang ada diruang tunggu Poli Obgyn

10
No Nama Barang Jumlah Kondisi
1 Kursi Tunggu 8 Terawat
2 TV 1 Terawat
3.
3 AC 1 Terawat
Denah ruangan

Keterangan:
: Meja
: Kursi

: Pintu

: Meja Periksa

: USG

: Monitor TV

2.2.1 Analisis Lingkup Material


Sarana dan prasarana yang ada di ruang tunggu poli dan poli obgyn
RSIA Muhammadiyah Malang sudah sesuai dengan persyaratan teknis
bangunan rumah sakit tahun 2007 yaitu pada ruang tunggu poli terdapat
kursi, televisi, dan AC, sedangkan menurut Permenkes no. 56 Tahun 2014,
di poli kandungan terdapat meja ginekologi, USG, tensimeter, stetoskop,
timbangan ibu, lampu periksa, Doppler, set pemeriksan ginekologi, pap
smear kit, IUD kit, dan injeksi KB, implant kit kolposkopi dll.

11
2.3 Lingkup Money
Pihak rumah sakit tidak dapat memberikan data secara rinci tentang
dana perijinan pendirian, dana promosi, pemasukan bulanan ataupun
pengeluaran bulanan.
2.3.1 Analisa Lingkup Money
2.4 Lingkup Machinery
Mesin pendukung yang terdapat di poli obgyn RSIA Muhammadiyah
Malang adalah USG 4D yang digunakan sebagai alat penunjang diagnostik
untuk pemantauan perkembangan janin maupun kondisi patologis di dalam
rahim.

2.4.1 Analisis Machinery


Dalam lingkup machinery rumah sakit ibu dan anak Muhammadiyah
Malang sudah sesuai dengan Permenkes no 56 tahun 2014 dimana USG yang
harus dimiliki hanya yang 2D, tetapi RSIA Muhammdiyah juga memiliki alat
penunjang tambahan yaitu USG 4D

2.5 Lingkup Metode


1. Alur Penerimaan Pasien Baru
- Pasien datang ke resepsionis membawa identitas diri
(KTP/SIM/Paspor)
- Pasien mengisi data yang sesuai denga identitas yang dimiliki
- Data yang telah diisi diberikan ke resepsionis
- Resepsionis melakukan entri data di komputer
- Pencetakan kartu periksa
- Data dari resepsionis langsung masuk ke komputer asisten di poli
obgyn
- Pasien menunggu namanya dipanggil
- Pasien di TTV dan dianamnesa oleh asisten dokter
- Dilakukan pemeriksaan oleh dokter

2. Alur Timbang Terima


Alur timbang terima yang ada di poli obgyn berasal dari ruang UGD yang
perlu pemeriksaan tambahan seperti pemeriksaan luka bekas operasi dll

12
3. Alur Refleksi Diskusi Kasus
Diskusi kasus dilakukan dan disesuaikan dengan keluhan pasien atau
kondisi pasien, Jika kasus tersebut berkaitan dengan nutrisi, maka dokter
yang bersangkutan akan berkoordinasi dengan ahli gizi yang ada di rumah
sakit. Jika keluhan pasien berhubungan dengan kebidanan dan kandungan
saja, maka diskusi kasus terpusat pada dokter SPOG dan para bidan. 9
4. Alur Sentralisasi Obat
Pasien setelah diperiksa akan mendapatkan resep obat dari dokter sesuai
dengan keluhannya. Kemudian resep diberikan ke bagian apotik.
5. Alur Monitoring dan Evaluasi (Internal/Eksternal)
Alur monitoring dan evaluasi pasien melalui rekam medis sedangkan alur
monitoring dan evaluasi kinerja para staff dilakukan setiap 1 bulan sekali
yang dilakukan oleh kepala ruangan poli obgyn. Sedangkan evaluasi dan
monitoring yang dilakukan oleh pihak manager rumah sakit adalah setiap
3 bulan sekali dan evaluasi dilakukan oleh direktur rumah sakit setiap 6
bulan sekali.
6. Alur Perencanaan Pasien Pulang
Pasien setelah diperiksa kemudian menuju ke kasir untuk membayar biaya
periksa dan obat. Setelah mendapatkan obat pasien bisa pulang.
7. Sistem Format Dokumentasi
Selama ini, sistem pencatatan dokumentasi menggunakan metode SOAP
secara manual, rencananya tahun 2019 akan dicoba secara online.
8. Model Pendelegasian Wewenang/ Alur Koordinasi Ruangan
Pendelegasian wewenang yang diberikan oleh dokter kepada bidan untuk
melakukan pemeriksaan seperti TTV, anamnesa, dan persiapan awal pasien
sebelum pemeriksaan.

2.5.1 Analisis Lingkup Method


Secara keseluruhan alur yang ada di poli obgyn baik alur penerimaan
pasien, alur timbang terima, alur refleksi kasus, alur pengambilan obat,
prosedur alur perencanaan pulang, sistem pendokumentasian hingga sistem
pendelegasian sudah dapat dilaksanakan dengan baik dan terstruktur.
2.6 Lingkup Market
1. Cara Pemasaran

13
Cara pemasaran yang dilakukan oleh pihak Rumah Sakit Ibu dan
Anak Muhammadiyah Malang yaitu melakukan kerjasama dengan
BPJS, untuk kerjasama dengan pihak asuransi belum dilakukan. Selain
itu pemasaran yang dilakukan melalui media social seperti instagram,
fb dan website tentang beberapa pelayanan yang disediakan. Selain
itu, promosi/pemasaran juga dilakukan pada saat hari jadi
muhammadiyah (1 tahun sekali) pada saat dilakukannya berbagai jenis
bakti sosial.
2. Target Pemasaran
Meningkatkan promosi dalam penggunan sosial media agar nama
rumah sakit lebih dikena di ranah yang lebih luas.
3. Evaluasi Keefektifan Pemasaran
Berhasil atau tidaknya proses pemasaran yang dilakukan jika
terjadi peningkatan kunjungan ibu hamil yang memeriksakan
kehamilannya di RSIA Muhammadiyah Malang. Evaluasi keefektifan
pemasaran dilakukan oleh pihak manajemen rumah sakit melalui
laporan bulanan yang telah dibuat oleh kepala ruangan yang ada di
Poli obgyn. Selain evaluasi keefektifitasan dan keberhasilan proses
pemasaran, rumah sakit ibu dan anak Muhammadiyah Malang juga
berencana untuk tahun 2019 akan mencoba memberikan kusioner
kepuasan pelayanan untuk dijadikan evaluasi pelayanan kedepannya.

2.6.1 Analisis Lingkup Market


Cara pemasaran yang dilakukan oleh Rumah Sakit Ibu dan Anak
Muhammadiyah Malang khususnnya Poli Obgyn sudah cukup baik, hal ini
dikarenakan pihak rumah sakit sudah bekerjasama dengan BPJS namun
belum menjalin kerjasama dengan perusahaan asuransi. Untuk pemasaran
berbasis online sudah cukup baik dikarenakan pihak rumah sakit sudah
menggunakan berbagai media sosial dalam promosi seperti website,
instagram, dan fb. Namun untuk konten dalam publikasi masih kurang
terutama pada media website dan fb. Hal ini terlihat dari website resmi dan
fb rumah sakit yang tidak aktif dalam mempromosikan dan

14
menginformasikan pelayanan yang disediakan oleh rumah sakit tersebut.
Untuk konten publikasi pada media instagram sudah cukup baik hal ini
terlihat dari adanya publikasi seperti jadwal dokter praktek, jadwal senam
hamil, maupun jenis pelayanan yang ada di rumah sakit.

2.7 HASIL ANALISA SWOT


No MAN BOBOT RATING SCORE
1. Strength:
- Jumlah ketersediaan tenaga kesehatan 0,5 3 1,5
yang sesuai dengan kompetensinya.
Dimana terdapat 11 bidan dan 3 dokter
spesialis yang bertugas dalam poli
obgyn RSIA Muhammadiyah Malang
Malang. Pada shift pagi terdapat 3
bidan, dan 2 bidan pada shift sore
- Pembagian tugas yang sudah sesuai
dengan jobdesk masing-masing 0,5 3 1,5
Total 1,0 3,0
2. Weakness:
-Dokter terkadang terlambat, tidak 0,5 3 1,5
sesuai dengan waktu yang telah
dijadwalkan
Total 0,5 1,5
Selisih Total Strength-weakness = S-W = 3,0 – 1,5 = 1,5
3. Opportunity:
- Penambahan jumlah tenaga kesehatan 1 3 3
lain seperti dokter dan bidan.
Total 1 3
4. Threat:
- Jika jumlah pasien per hari > 20 orang 0,6 3 1,8
diperlukan tenaga medis tambahan
- Adanya persaingan di fasilitas
kesehatan lain dimana SDMnya dapat
memberika pelayanan yang lebih baik 0,4 2 0,8

Total 1 2,6
Selisih Total Opportunity – Total Threat = O – T = 3 – 2,6 = 0, 4

No MONEY BOBOT RATING SCORE

15
1. Strength:
- Sumber anggaran dana rumah sakit
berasal dari kunjungan pasien dan 0,8 3 2,4
BPJS.
-
Total 0,8 2,4
2. Weakness:
- Jika terdapat pengeluaran insidental
yang memerlukan dana berlebih maka 0,5 1 0,5
harus menggunakan dana pribadi.

Total 0,5 0,5


Selisih Total Strength-weakness = S-W = 2,4 – 0,5 = 1,9
3. Opportunity:
- Tarif pelayanan kesehatan sudah tertera
di leaflet sehingga memudahkan
0,3 1 0,3
masyarakat untuk mempersiapkan dana
yang akan digunakan.
- Menjalin kerjasama dengan
perusahaan-perusahaan ternama lainnya
0,5 2 1
sehingga meningkatkan pendapatan
rumah sakit.
-
Total 0,8 1,3
4. Threat:
- Biaya perawatan di rumah sakit lain 0,8 2 1,6
lebih murah dengan pelayanan
kesehatan yang sama atau bahkan jauh
lebih baik.

Total 1,6
Selisih Total Opportunity - Threat = O-T = 1,3 – 1,6 = -0.3

No METHOD BOBOT RATING SCORE

16
1. Strength:
- Alur penerimaan pasien baru sudah
jelas dan sistematis sehingga 0,2 3 0,6
pelayanan yang diberikan kepada klien
bisa berjalan dengan efektif dan
efisien.
- Alur timbang terima sudah jelas dan 0,2 3 0,6
sistematis sehingga pelayanan yang
diberikan kepada klien bisa berjalan
dengan efektif dan efisien.
- Alur refleksi diskusi kasus berjalan 0,2 3 0,6
dengan baik dan rutin
- Alur sentralisasi obat terpusat di 0,1 2 0,2
apotek.
- Alur monotoring dilakukan terstruktur, 0,2 3 0,6
sistematis, dan berkala secara rutin
- Perencanaan pasien pulang
terkoordinasi dengan baik dan jelas. 0,1 2 0,2
Total 1 2,8
2. Weakness:
- Kadang ada kesalahpahaman (miss
communication) antar petugas 0,7 2 1,4
kesehatan saat dilakukan timbang
terima pasien
- Tidak terdapat alur pendelegasian 0,3 2 0,6
wewenang di poli kandungan RSIA
Muhammadiyah Malang

Total 0,4 2,0


Selisih Total Strength-weakness = S-W = 2,8-2,0= 0, 8
3. Opportunity:
- Alur monitoring dan evaluasi yang
dilakukan lintas sektoral dan program 1 3 3
dilakukan secara rutin

Total 1 3
4. Threat:
- Adanya petugas kesehatan yang tidak
disiplin pada saat pergantian shift 0,5 2 1
- Kesulitan mencari orang apabila

17
terjadi pelimpahan wewenang 0,5 2 1

Total 1 2
Selisih Total Opportunity - Threat = O-T = 3 – 2 = 1

No MATERIAL BOBOT RATING SCORE


1. Strength:
- Alat-alat yang ada di Poli Kandungan 0,5 4 2
sudah lengkap dan dalam keadaan
terawat dengan baik
- Ada komputer di ruang poli kandungan 0,5 3 1,5
yang terhubung dengan bagian
resepsionis sehingga memudahkan
proses penyaluran data
Total 1 3,5
2. Weakness:
- Masih sering terjadi miss communication
antara komputer di poli dengan
1 2 2
komputer di resepsionis sehingga data
tidak masuk pada komputer
Total 1 2
Selisih Total Strenght – Total Weakness = S – W = 3,5 – 2 = 1,5
3. Opportunity:
- 0,6 2 1,2
Total 0,6 1,2
4. Threat:
- Jika pengunjung pasien masuk kedalam 0,3 2 0,6
ruangan akan terasa sesak dan penuh.
Total 0,3 0,6
Selisih Total Opportunity – Total Threat = O – T = 1,2 – 0,6 = 0,6

No MACHINERY BOBOT RATING SCORE


1. Strength:
- Pada ruang Poli Obgyn terdapat USG 4D
yang dapat memberikan kepuasan pada
0,5 3 1,5
pasien
-
Total 0,5 1,5
2. Weakness:

18
- Jumlah kebutuhan oksigen yang
meningkat lebih dari satu saat pasien 0,6 2 1,2
membutuhkan tindakan segera.
Total 0,6 1,2
Selisih Total Strenght – Total Weakness = S – W = 1,5 – 1,2 = 0,3
3. Opportunity:
- Adanya penambahan oksigen central 0,3 3 0,9
Total 0,3 0,9
4. Threat:
- Masyarakat kurang puas dalam hal
efektifitas dan efisiensi pelayanan serta
kinerja relevansinya terhadap 0,2 2 0,4
keterbatasan kerja mesin oksigen central
yang digunakan.
Total 0,2 0,4
Selisih Total Opportunity – Total Threat = O – T = 0,9 – 0,4 = 0,5

No MARKET BOBOT RATING SCORE


1. Strength:
0,6 1 0,6
- Promosi menggunakan leaflet sehingga
dapat disimpan dan dibawa oleh
masyarakat.
0,6 3 1,8
- Menjalin kerjasama dengan BPJS.
Total 1,2 2,4
2. Weakness:
- Kurangnya media untuk
mempromosikan rumah sakit misalnya
0,6 2 1,2
website yang kurang aktif, sedangkan
di era global saat ini masyarakat biasa
mencari informasi lewat internet
Total 0,6 1,2
Selisih Total Strength - Weakness = S-W = 2,4 – 1,2 = 1,2
3. Opportunity:
- Posisinya yang berada di tengah kota
memungkinkan banyak pasien yang
1 4 4
datang/berkunjung
- Meningkatkan kerjasama dengan
perusahaan swasta
Total 1 4
4. Threat: 0,5 3 1,5
- Pesaing rumah sakit lain yang lebih

19
gencar mempromosikan pelayanan
dengan media yang lebih menarik
perhatian dari masyarakat
Total 0,5 1,5
Selisih Total Opportunity - Threat = O-T = 4 – 1,5 = 2,5

20
2.8 Diagram Layang

2.8.1 Analisis DiagramGambar


Layang2.4 Diagram Layang
Berdasarkan hasil dari diagram diatas, didapatkan M1 (Man), M3
(Method), M4 (Material), M5 (Machinery) dan M6 (Market) berada pada
Kuadran I, dimana situasi tersebut sangat menguntungkan untuk pihak
Rumah Sakit sehingga dapat memaksimalkan potensi internal untuk
memanfaatkan peluang yang ada. Sedangkan M2 (Money) berada pada

21
kuadran II, dimana situasi tersebut dapat menghadapi berbagai ancaman
meskipun masih memiliki kekuatan dari segi internal. Untuk meminimalisir
ancaman yang ada, pihak rumah sakit dapat membuat strategi yang berbeda
dari sebelumnya dengan memanfaatkan kekuatan internal sehingga
kedepannya dapat mendapatkan peluang dari strategi yang telah
diperbaharui.
2.9 Identifikasi Masalah
Masalah yang terdapat di poli obgyn RSIA Muhammadiyah Malang
adalah sebagai berikut :
xxxxxxxx
2.10 Prioritas Masalah
Menentukan prioritas masalah dapat menggunakan metode USG
(Urgency, Seriousness, Growth). Penjelasan dari masing-masing perioritas
masalah dapat dilihat pada tabel berikut ini:
Prioritas
No Masalah U S G Total
Masalah
1
2
3
4
Keterangan :
(5 = sangat besar ; 4 = besar ; 3 = sedang ; 2 = kecil ; 1 = sangat kecil)

22
BAB 3
RENCANA STRATEGIS
4. Rencana Strategis

Indikator Penanggung
No Masalah Tujuan Kegiatan Waktu
Keberhasilan Jawab
1.
2.
3.
4.

23
BAB 4
PENUTUP
4.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil pengkajian terhadap pelayanan yang ada pada poli
obgyn di RSIA Muhammadiyah Malang sudah memenuhi standar dan sudah
berjalan dengan baik, akan tetapi masih terdapat beberapa aspek yang harus
diperbaiki oleh pihak rumah sakit. Aspek tersebut antara lain:
xxxxxxxxxxx
4.2 Saran
a. Saran untuk Poli Obgyn RSIA Muhammadiyah Malang
Meningkatkan kualitas pelayanan, baik dari segi pelayanan yang
dilakukan oleh tenaga kesehatan maupun non-tenaga kesehatan. Selain
itu juga meningkatkan sarana dan prasarana yang menunjang perbaikan
pelayanan di RSIA Muhammadiyah Malang
b. Saran untuk mahasiswa
Meningkatkan kemampuan komunikasi dalam mengkaji informasi
yang didapatkan dari narasumber sehingga dapat melengkapi data yang
diperoleh melalui wawancara dan observasi
c. Saran untuk institusi pendidikan
Memperjelas bentuk tugas secara rinci dan disesuaikan waktu yang
diberikan untuk mengerjakan tugas agar bisa disesuaikan dengan
kebutuhan tugas.

24
DAFTAR PUSTAKA

25
LAMPIRAN

5. Dokumentasi saat wawancara

6. Foto bersama Bu Dita PJ Poli KIA

7. Foto ruangan poli obgyn

26

Anda mungkin juga menyukai