BAB I
IKHTISAR/EXECUTIVE SUMMARY
Pentol adalah jenis makanan yang berupa bola-bola yang terbuat dari daging dan tepung.
Makanan ini biasanya disajikan dengan kuah dan mie. Bahan-bahan yang dibutuhkan dalam
pembuatan bakso adalah daging, bahan perekat, bumbu dan es batu/ air es (Singgih, 2009).
1.1 Obyek riset:
Pentol Kuah Jl. Sepakat 2 Kota Pontianak
1.2 Waktu riset:
Senin, 14 Oktober 2019 Pukul 12:55 WIB
1.3 Tim riset:
1) Arfilianah
2) Fitry
3) Shintia Bela
4) Sasbella Aulia Ferrety
5) Titin Salasiah
1.4 Metode dan Alat analisis
Observasi
Observasi atau pengamatan melibatkan semua indera penglihatan,
penciuman,pendengaran,pembau dan perasa. Observasi itu digunakan untuk mengumpulkan
informasi yang didapat baik dari buku maupun [Link],observasi merupakan suatu
metode pengumpulan data yang dilakukan oleh kami untuk mencatat hasil survei kami
dengan menyaksikannya.
Wawancara
Wawancara merupakan teknik pengambilan data dimana peneliti langsung berdialog dengan
responden untuk menggali informasi dari [Link] berarti komunikasi antara
pewawancara dan orang yang diwawancara. Dengan wawancara dapat diperoleh informasi
lebih lengkap.
1.5 Kesimpulan dan Saran (rekomendasi) hasil riset
Pentol adalah jenis makanan yang membuat dari jagung dan tepung, biasa disajikan
dengan kush Dan mie. Dari analisis yang kami lalukan, kami menggunakan metode
kualitatif dengan pengambilan dan pengumpulan data secara gambaran umum atau
sedalam-dalamnya dari objek analisis. Sedangkan alat analisis yang kami gunakan untuk
pengumpulan data tersebut adalah dengan observasi Dan wawancara, observasi yaitu
1
kami melakukan pengamatan dengan semua semua sudut pandang Dan dengan Dan
secara langsung, Dan wawancara yaitu kami melakukan sesi tanya jawab Dan berdialog
kepada owner dari objek yang kami teliti
BAB 2
PENDAHULUAN
2
2.1 Latar Belakang
Semakin ketatnya persaingan bisnis dan usaha di indonesia,sehingga membuat
segala macam pelayanan yang sangat menarik ditawarkan demi memanjakan
konsumen mulai dari harga, kualitas bahan makanan variasi menu, pelayanan baik,
sampai tempat yang bersih menjaga hubungan yang baik dengan pelanggan.
Maka pelaku bisnis mencari ide untuk membuka suatu bisnis atau usaha yang
banyak diminati oleh semua kalangan agar usaha berjalan dengan suatu bisnis
sehingga dapat berjalan dengan sukses.
Salah satu usaha yang dapat diminati oleh semua kalangan adalah mendirikan
usaha gerobak makanan disebut sebagai usaha yang diminati oleh semua kalangan,
karena baik pekerja, ibu rumah tangga, mahasiswa, maupun pelajar dapat merasakan
usaha gerobak makanan tersebut. Para pekerja dapat meluangkan waktunya ke tempat
makan pada saat makan siang atau waktu senggang.
Salah satu gerobak makanan yang diteliti penulis dalam penulisan ilmiah ini
adalah “Pentol Kuah” [Link] Sepakat 2. Gerobak makanan ini terletak berada
ditengah-tengah padat penduduk dan disana juga terdapat salah satu universitas yang
cukup ramai.
2.2 Permasalahan
Setiap memulai usaha pasti akan timbul permasalahan, entah itu permasalahan yang
berasal dari dalam usaha itu sendiri maupun dari luar usaha. Dalam menjalankan
usahanya, “Pentol Kuah” ini menemui berbagai permasalahan, di antaranya adalah:
1. Dari segi konsumen, mereka mungkin sudah terbiasa dengan rasa pentol kuah yang
biasa saja, sehingga diperlukan promosi yang efektif efisien untuk menarik minat
konsumen.
2. Dari segi tempat, saat ini banyak tempat makan yang menjual pentol kuah sepanjang
jalan. Untuk memudahkan konsumen menemukan “Pentol Kuah”, kami mencari
tempat yang strategis serta menata tempat semenarik mungkin.
2.3 Tujuan
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah Merumuskan Kelayakan Usaha Pentol Kuah di
Kota Pontianak dari berbagai aspek.
2.4 Manfaat
Adalah untuk menilai kelayakan bisnis dari Usaha Pentol Kuah
2.5 Metode
Metode Penelitian Kuantitatif merupakan suatu metode penelitian yang berdasarkan pada
filsafat positivism, dimana digunakan untuk meneliti sesuatu pada populasi atau sampel
tertentu.
Berikut ialah ciri-ciri metode kuantitatif :
3
1. Dimulai dengan menentukan variabel-variabel, serta kemudian menghubungkannya
dalam hipotesis. Selanjutnya menguji hipotesis itu dengan data yang telah
dikumpulkan.
2. Hanya memilih serta memperhatikannya beberapa buah variabel saja.
3. Menggunakan instrumen yang ditentukan terlebih dahulu, dan instrumennya tidak
fleksibel dan tidak reflektif yaitu tidak mengandung interpretasi.
4. Menuntut jawaban yang pasti, jelas, tidak ambigu atau mengambang, oleh karenanya
instrumen pada bentuk kuesioner mungkin begitu tepat saat pengumpulan data.
5. Bermain dengan angka-angka, berarti mengkuantifikasi sampel terhadap populasi, dan
mengangkakan karakteristik variabel-variabel penelitian.
BAB 3
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
3.1 Aspek Pemasaran
Peluang Usaha Makanan Pentol Kuah menjadi tren saat ini. Hal tersebut
dibuktikan dengan makin banyaknya gerobak-gerobak makanan yang menjajakan
makanan dengan berbagai macam jenis. Salah satu diantaranya yang paling populer
makanan olahan daging adalah pentol kuah.
4
Langkah-langkah untuk menentukan ada atau tidak adanya peluang pasar
adalah :
1. Mengamati kebutuhan apa yang paling banyak diperlukan oleh masyarakat
sekitarnya.
2. Kapan saja konsumen membutuhkan produk, apakah setiap saat atau sering
dibutuhkan, kadang-kadang dibutuhkan atau jarang dibutuhkan.
3. Perhatikan karakteristik konsumen berdasarkan jenis kelamin, umur, pekerjaan
maupun pendidikan. Karakteristik ini sangat penting untuk menentukan jenis
barang apa yang paling cocok dengan kebutuhan konsumen.
4. Bagaimana daya beli (kemampuan bayar) konsumen, apakah termasuk
konsumen yang mempunyai pendapatan tinggi atau rendah.
5. Perhatikan apakah di pasar ada pesaing atau tidak. Apabila ada pesaing,
peluang pasar apa yang belum digarap oleh pesaing. Bagi usaha baru dan kecil
lebih baik menggarap niche market.
Produksi bisnis ini adalah barang yang siap dijual. Oleh karena itu proses pemasaran
atau penjualannya adalah dengan membuat gerobak dan berdagang langsung di [Link] 2.
Usaha ini juga menerima pesanan dari pelanggan yang mengadakan satu acara ataupun
untuuk konsumsi pribadi, dengan harga dan ketentuan lain yang disepakati.
Selain itu kita juga menggunakan beberapa konsep bauran promosi, manfaatnya
dengan mengoptimalkan proses promosi maka akan lebi mudah juga dalam memasarkan
jualan ini. Adapun jenis bauran promosi yang digunakan, antara lain :
1. Periklanan (Advertising): Merupakan alat utama bagi pengusaha untuk
mempengaruhi konsumennya. Periklanan ini dapat berupa pemasangan banner
di gerobak dagangan.
2. Penjualan Pribadi (Personal selling): Merupakan kegiatan perusahaan untuk
melakukan kontak langsung dengan calon konsumennya. Dengan kontak
langsung ini diharapkan akan terjadi hubungan atau interaksi yang positif
antara pengusaha dengan calon konsumennya itu. Yang termasuk dalam
personal selling adalah: door to door selling, mail order, telephone selling, dan
direct selling.
3. Promosi Penjualan (Sales Promotion): Merupakan kegiatan perusahaan untuk
menjajakan produk yang dipasarkarlnya sedemikian rupa sehingga konsumen
akan mudah untuk melihatnya dan bahkan dengan cara penempatan dan
pengaturan tertentu, maka produk tersebut akan menarik perhatian konsumen.
3.2 Aspek Teknis Produksi dan Teknologi
5
Aspek Teknis dan Teknologi dalam SKB ialah aspek yang berkenaan dengan
pengoperasian dan proses pembangunan proyek secara teknis setelah proyek/bisnis
tersebut selesai dibangun/didirikan.
Berikut ini adalah analisis kelayakan aspek teknis dan teknologi Pentol kuah.
1. Lokasi Usaha
Pentol Kuah berlokasi di [Link] Sepakat 2, Kota Pontianak, Provinsi
Kalimantan Barat. Pemilihan letak lokasi pentol kuah cukup strategis, sehingga
memudahkan akses masyarakat untuk datang ke pentol kuah. Selain itu lokasi pentol
kuah juga dekat dengan pemukiman warga dan lingkup mahasiswa karna
bersampingan dengan Universitas Muhammadiyah Pontianak.
2. Peralatan Produksi
Peralatan utama yang diperlukan untuk membuat pentol kuah antara lain:
a) Alat pembuat pentol kuah.
b) Talenan
c) Pisau digunakan untuk memotong bahan-bahan pelengkap pentol kuah, seperti
bawang dan lainnya.
d) Baskom atau wadah plastik.
e) Dandang digunakan untuk merebus pentol dan kuah.
f) Kompor Gas
g) Gelas plastik dan sendok digunakan untuk menyajikan pentol kuah kepada
konsumen.
Bahan Baku Produksi:
Akses bahan baku sangat diperlukan bagi kelangsungan produksi setiap usaha. Bahan
baku utama yang diperlukan dalam pembuatan pentol kuah yaitu pentol jadi , minyak ,
garam, air, micin, cabai, lemak sapi, bawang merah/putih dan bumbu sop. Bahan pelengkap
lainnya: tahu, telur, jeruk sambal, sawi, kecap, saus, mie gelas dan daun sop.
Berdasarkan peralatan dan bahan baku yang digunakan dalam proses pembuatan
pentol kuah, pentol kuah memperhatikan kebersihan dan kualitas dengan sangat baik. Dengan
demikian, pembuatan pentol dan bahan pendukung penyajian kuah lainnya diproduksi sendiri
oleh Pak Abdulah. Hal ini dilakukan untuk menghasilkan produk pentol kuah yang baik untuk
dikonsumsi oleh masyarakat.
3. Proses Produksi
Sistem Produksi Pentol Kuah
INPUT:
Bahan Baku
6
Sumber Daya Manusia
Perlengakapan dan Peralatan
TRANSFORMASI:
Proses
Konversi
OUTPUT:
Produk Pentol Kuah
Cara Membuat Pentol Kuah:
Pengusaha tidak memproduksi sendiri pentol tetapi membeli pentol yang
sudah jadi.
Cara Membuat Kuah Bakso:
Buat kaldu dari daging sapi (lemak sapi) pertama rebus lemak sapi dengan 1,5
liter air, setelah mendidih tambahkan bumbu sop yang sudah disiapkan.
4. Teknologi
Penentuan teknologi yang diterapkan sangat tergantung kepada skala unit
usaha yang didirikan. Beberapa pedoman umum yang dapat digunakan dalam
pemilihan teknologi, yaitu: seberapa jauh derajat mekanisasi yang diinginkan dan
manfaat ekonomi yang diharapkan, keberhasilan pemakaian teknologi di tempat lain,
serta kemampuan tenaga kerja dalam pengoperasian teknologi tersebut. Pembuatan
bakmi yang diproduksi sendiri oleh Pentol Kuah masih menggunakan teknologi
sederhana. Hal ini disebabkan sifat usaha yang padat tenaga kerja sehingga tenaga
kerja masih menjadi faktor produksi utama dalam proses produksi pentol kuah.
3.3 Aspek Manajerial dan SDM
Aspek Sumber Daya Manusia dalam SKB ialah aspek analisis pengadaan
sumber daya manusianya untuk menduduki dan memegang bagian dan fungsi
organisasi sesuai dengan bisnis yang dijalankan.
Berikut ini kami tampilkan data tentang tenaga kerja Pentol Kuah di Jalan Sepakat 2:
1. Abdulah (pemilik)
2. Istri (karyawan)
3. Anak (karyawan)
7
Karyawan Pentol Kuah merupakan orang yang terlatih dalam hal memproduksi
produk mulai dari pembuatan bumbu, kuah, penyajian maupun pelayanan kepada para
konsumen. Hal ini dilakukan untuk menjaga kualitas pentol kuah yang dihasilkan
serta meningkatkan kepuasan konsumen agar tetap setia untuk membeli produk pentol
kuah.
3.4 Aspek Ekonomi dan Keuangan
Aspek ekonomi dan keuangan dalam SKB ialah pemahaman secara mendalam
mengenai aspek ekonomi yang dimiliki proyek. Keputusan pendanaan difokuskan
untuk mendapatkan usaha optimal dalam rangka mendapatkan dana/dana tambahan
untuk mendukung kebijakan investasi. Adapun komponen-komponen yang perlu
diperhatikan dalam aspek keuangan, antara lain:
1. Biaya tetap
Harga Satuan Jumlah Harga
Komponen kuantitas
(Rp) ( Rp )
Gerobak 1 2400000 2400000
Kompor gas 1 250000 250000
Panci 2 250000 500000
Sendok Sayur 2 10000 20000
Centong Kuah 2 15000 30000
Pisau 2 7000 14000
Tabung gas 1 190000 190000
Payung Gerobak 1 60000 60000
Gunting 1 6000 6000
Wadah 2 7000 14000
Botol kecap 3 8000 24000
Kursi plastik 5 25000 125000
TOTAL 3633000
2. Biaya variable per Bulan
Harga Satuan Jumlah Harga
Komponen Kuantitas
( Rp) ( Rp )
Sendok Plastik 4 12500 50000
Gelas Cup 4 12500 50000
Pentol 30 200000 6000000
Kecap 3 23000 69000
Saos 2 24000 48000
Bawang Putih 1 24000 24000
Bawang Merah 1 20000 20000
Sawi 2 12000 24000
Daun Sop 1 15000 15000
Bumbu Sop 30 5500 165000
Garam 4 3000 12000
8
Minyak 2 21400 42800
Micin 3 5000 15000
Jeruk Sambal 3 8000 24000
Telur 150 1500 225000
Tahu 30 15000 450000
Plastik 3 8000 24000
Mie Gelas 10 12000 120000
Cabe Rawit 2 8000 16000
Lemak Sapi 5 35000 175000
TOTAL
7568800
3. Biaya total per bulan=¿ cost+ variabel cost
= Rp. 3633000 + Rp. 7568800
= Rp. 11.201.800,00
4. Modal Awal=biayatetap+ biaya variabel per bulan
= Rp. 3633000 + Rp. 7568800
= Rp. 11.201.800,00
Total Biaya Tetap 3633000
5. BEP= = = 726,6
Harga Jual Per Unit 5.000
6. Pendapatan= produk yang terjual × harga jual
= 3000 x 5000
= Rp. 15.000.000
Total biaya produksi dalam 1 bulan = Rp. 7.568.800
7. Analisa Keuntungan
Keuntungan= pendapatan – total biaya produksi
= Rp. 15.000.000 - Rp. 7.568.800
= Rp. 7.431.200
Analisis SWOT Usaha Pentol Kuah
Berikut ini adalah analisis mengenai Strength, Weakness, Opportunity and Threat
(SWOT) usaha Bakmi Raos di Pontianak.
1. Kekuatan (Strength)
9
Dalam menjalankan usahanya, Pentol Kuah mempunyai beberapa kekuatan, yaitu:
a. Rasa pentol yang enak dan unik.
Pentol Kuah sangat memperhatikan kualitas bahan baku yang digunakan
dalam pembuatan kuah sehingga kuah yang dihasilkan rasanya enak dan unik. Hal ini
disesuaikan dengan lidah konsumen.
b. Dapat disukai oleh semua kalangan.
Pentol Kuah merupakan salah satu jenis makanan ringan yang disukai oleh
semua kalangan baik anak-anak, remaja maupun orang dewasa.
c. Harganya terjangkau oleh semua kalangan.
Pentol Kuah merupakan makanan ringan yang terjangkau harganya sehingga
setiap orang mampu membelinya.
d. Bahan baku yang terjangkau dan mudah diperoleh.
Hal ini dikarenakan dalam pembuatan Pentol Kuah tidak memerlukan bahan
baku yang mahal. Selain itu, bahan baku tersebut mudah untuk diperoleh.
e. Cara pembuatan yang mudah.
Bahan yang digunakan untuk membuat bakmi tidak terlalu banyak, sehingga
langkah pembuatannya cukup mudah dan tidak memerlukan waktu yang lama.
2. Kelemahan (Weakness)
Dalam menjalankan usahanya, Pentol KUah juga mempunyai beberapa kelemahan,
antara lain:
a. Tidak tahan lama
Pentol kuah merupakan produk yang tidak tahan lama. Oleh karena itu,
jika penjualanyya tidak habis dalam sehari maka Pentol kuah tersebut akan
basi.
b. Banyak saingan
Usaha Pentol kuah memiliki banyak pesaing baik dari penjual produk
sejenis maupun produk lainnya.
3. Peluang (Oppurtunity)
Usaha Pentol Kuah memiliki peluang usaha yang sangat baik. Hal ini
dikarenakan banyak diminati dan menggunakan sistem waralaba sehingga
menguntungkan penjual. Pentol kuah sudah mempunyai nama besar di masyarakat.
Produknya sudah terkenal di seluruh Indonesia, sehingga tidak membutuhkan waktu
yang lama untuk memperkenalkan produk bakmi kepada masyarakat Pontianak.
Selain itu, di Pontianak juga terdapat mahasiswa dimana mahasiswa tersebut terdiri
dari anak rantau yang biasanya banyak mengkonsumsi makanan yang hemat, cepat
saji, sehat, dan murah serta ramah kantong sehingga pentol kuah menjadi solusinya.
4. Ancaman (Threat)
10
Banyaknya pesaing baik dari penjual pentol kuah maupun pesaing dari
makanan sejenis seperti bakso dan bakmi, membuat pilihan masyarakat menjadi
beragam.
BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN
4.1 Kesimpulan
Tujuan studi kelayakan bisnis adalah untuk meyakini apakah usaha Pentol
Kuah merupakan usaha yang layak dijalankan. Adapun beberapa hal yang mendukung
analisis kelayakan usaha Pentol Kuah, yaitu:
Lokasi usaha : Dari hasil pengamatan dapat disimpulkan bahwa lokasi usaha Pentol
Kuah cukup strategis dan mudah dijangkau oleh masyarakat.
Peralatan dan bahan baku : Penggunaan peralatan yang baik dapat mendukung
kemudahan dalam meningkatkan kapasitas produksi Pentol Kuah. Selain itu
pemilihan bahan baku yang baik menentukan kualitas Kuah yang dihasilkan oleh
Pentol Kuah.
Tenaga Kerja (SDM) : Tenaga kerja memiliki kemampuan dalam memproduksi Pentol
Kuah dan memberikan pelayanan kepada konsumen.
Aspek Keuangan : Kemudahan sumber dana yang didapatkan dengan sistem waralaba
memudahkan proses produksi dan penjualan Pentol Kuah.
Berdasarkan pembahasan di atas dan penelitian yang kami lakukan dapat
dinarik kesimpulan bahwa usaha Pentol Kuah sangat layak dalam menjalankan
usahanya.
4.2 Saran
Adapun saran yang dapat kami berikan untuk kemajuan usaha Pentol kuah, antara
lain:
Dalam hal produksi pentol dapat diproduksi sendiri dengan menggunakan alat berupa
mesin pembuat pentol otomatis yang dapat menambah kapasitas produksi dan
mengurangi biaya pembelian pentol jadi.
11
DAFTAR PUSTAKA
[Link]
_5a44d99eb7d7bc7b7a8ce6c1_pdf
[Link]
menjadi-dua-jenis-yaitu-metode/
12
DOKUMENTASI
13
14