100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
418 tayangan3 halaman

Anekdot tentang Penegakan Hukum

Teks tersebut merupakan rangkaian kalimat yang membentuk sebuah teks anekdot tentang penegakan hukum di Indonesia. Teks tersebut menggunakan perumpamaan "sarang laba-laba" dimana kasus kecil akan tertangkap tetapi kasus besar tidak akan tertangkap. Teks tersebut juga menggunakan unsur humor dalam pembahasannya.

Diunggah oleh

ReFWWZ P
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
418 tayangan3 halaman

Anekdot tentang Penegakan Hukum

Teks tersebut merupakan rangkaian kalimat yang membentuk sebuah teks anekdot tentang penegakan hukum di Indonesia. Teks tersebut menggunakan perumpamaan "sarang laba-laba" dimana kasus kecil akan tertangkap tetapi kasus besar tidak akan tertangkap. Teks tersebut juga menggunakan unsur humor dalam pembahasannya.

Diunggah oleh

ReFWWZ P
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

1. Bacalah teks berikut dengan cermat!

Sarang Laba-laba
Pada saat Pak Dosen memberi kuliah sosiologi hukum, bertanyalah ia kepada
mahasiswa bernama Elisa.
Dosen : “Saudara Elisa, coba utarakan seringkas mungkin kondisi penegakan hukum di
negara kita tercinta ini!”
Elisa : “Bagaikan sarang laba-laba, pak!” (dengan tegas)
Dosen : “Maksudnya?”
Elisa : “Kalau kelas nyamuk akan tertangkap dan tak dapat berkutik pak, sedangkan kalau
kelas kumbang, wah jebol pak.”
Dosen : “ Kalau kelas gagak?”
Elisa : “Tak tahu, pak.”
Mahasiswa lain : “Hahaha”
Sumber: [Link]

Orientasi dalam teks anekdot di atas adalah…


A. Penegakan hukum di Indonesia bagai sarang laba-laba, kalau kelas nyamuk akan
tertangkap, kalau kumbang akan jebol.
B. Seorang dosen memberikan kuliah sosiologi hukum.
C. Dosen bertanya kepada Elisa tentang penegakan hukum di Indonesia.
D. Mahasiwa selain Elisa tertawa dalam kelas.
E. Dosen bertanya tentang penegakan hukum kepada pelaku kelas gagak.

2. Berikut merupakan pernyataan yang benar mengenai pengertian teks anekdot, kecuali…
A. Teks anekdot dapat ditulis berdasarkan kejadian sebenarnya maupun rekaan.
B. Teks anekdot memunculkan kejengkelan dan kekonyolan dari partisipan.
C. Partisipan dalam teks anekdot biasanya orang atau tokoh terkenal.
D. Teks anekdot memaparkan argumentasi yang diawali dengan adanya tesis.
E. Teks anekdot memiliki tujuan lain yaitu sebagai sarana untuk mengkritik atau
menyindir.

3. Cermatilah teks berikut!


(1) Bu guru pun tersenyum.
(2) Siapa yang bisa membuat perumpamaan bagi penegakan hukum di negeri kita? Tanya
Bu guru di depan kelas.
(3) Bu guru bertanya kenapa disebut hukum kantong kresek.
(4) Tidak lama kemudian seorang anak menjawab dengan lantang.
(5) Hukum kantong kresek Bu, kata anak itu.
(6) Hanya bisa menyelesaikan kasus kecil Bu, kalau kasus besar tidak pernah muat.
Susunlah tiap-tiap kalimat tersebut hingga menjadi sebuah teks anekdot berdasarkan
struktur yang tepat!
A. (1), (2), (3), (4), (5), dan (6).
B. (2), (6), (3), (5), (1), dan (4).
C. (2), (4), (5), (3), (6), dan (1).
D. (1), (6), (4), (5), (2), dan (3).
E. (2), (4), (3), (5), (1), dan (6).

4. Bacalah teks berikut dengan saksama!


KUHP
Saat sesi tanya jawab tiba, Ali bertanya kepada pak dosen, “Apa kepanjangan KUHP,
Pak?” Pak dosen tidak menjawab sendiri, melainkan melemparkannya kepada Ahmad.
“Saudara Ahmad, coba dijawab pertanyaan Saudara Ali tadi,” pinta pak dosen. Dengan tegas
Ahmad menjawab, “Kasih Uang Habis Perkara, Pak ...!”
Mahasiswa tercenggang dan tertawa, sedangkan dosen menggeleng-gelengkan kepala.
Kutipan paragraf diatas merupakan salah satu bagian dari struktur teks anekdot, yaitu....
A. Abstraksi.
B. Krisis.
C. Koda.
D. Reaksi.
E. Orientasi

5. Berikut merupakan kaidah kebahasaan teks anekdot, kecuali…


A. Menggunakan kalimat persuasif.
B. Menggunakan kalimat yang menyatakan masa lampau.
C. Menggunakan kalimat retoris.
D. Menggunakan kata kerja aksi.
E. Menggunakan kalimat seru atau perintah.

6. Perhatikan urutan berikut!


(1) Pola penyajian.
(2) Kritik.
(3) Alur.
(4) Struktur.
(5) Tema.
(6) Tokoh.
(7) Humor.
Susunan teks anekdot berdasarkan kejadian yang menyangkut orang banyak atau perilaku
tokoh publik, yaitu…
A. (1), (6), (5), (4), (2), (3), dan (7).
B. (6), (5), (1), (3), (2), (4), dan (7).
C. (5), (2), (6), (4), (3), (7), dan (1).
D. (5), (2), (7), (6), (4), (3), dan (1).
E. (4), (3), (5), (6), (1), (7), dan (2)

7. Contoh anekdot dalam kehidupan kita sehari-hari dan merupakan perwujudan dari seni
adalah...
A. Keramik.
B. Lukis pasir.
C. Karikatur.
D. Lukisan Abstrak.
E. Puisi cinta.

8. Salah satu unsur kebahasaan yang digunakan dalam teks anekdot adalah pertanyaan
retoris, yang artinya
A. pertanyaan yang tidak memerlukan jawaban
B. pernyataan singkat
C. pernyataan dari tokoh yang mengalami peristiwa dalam cerita
D. pernyataan umum dari peristiwa
E. pernyataan khusus dari peristiwa

9. Berikut termasuk cara memperoleh bahan-bahan referensi untuk teks anekdot, keucali
A. koran
B. internet
C. lawakan
D. observasi
E. imajinasi

10 Cara mengevaluasi teks anekdot biasanya dilihat dari aspek


A. isinya
B. struktur teksnya
C. unsur kebahasannya
D. makna tersirat
E. makna tersurat

Common questions

Didukung oleh AI

Susunan unsur-unsur seperti tema, humor, alur, dan tokoh publik dalam anekdot mempengaruhi interpretasi pembaca dengan menuntunnya melalui jalur naratif yang menampilkan konflik dan resolusi. Struktur ini menciptakan dinamika yang menonjolkan kritik sosial secara implisit tetapi tetap dirasakan melalui simbolisme atau analogi, sehingga memperkuat pemahaman pembaca akan pesan tersembunyi .

Teks anekdot sering menggunakan karakter terkenal atau tokoh publik untuk menghadirkan situasi yang menjelaskan kritik secara lebih relatable dan berdampak. Kehadiran tokoh yang dikenal luas memfasilitasi penyampaian kritik karena audiens dapat dengan mudah memahami konteks dan menggambarkan situasi yang disengaja dalam anekdot .

Perumpamaan "hukum kantong kresek" menggambarkan sistem hukum sebagai sesuatu yang mampu menangani kasus kecil, serupa dengan kantong kresek yang hanya kuat menampung barang kecil. Namun, kasus besar tidak 'muat' dan tidak dapat diselesaikan, mengkritik ketidakmampuan sistem hukum menangani pelanggaran besar .

Struktur teks anekdot yang efektif terdiri dari bagian-bagian seperti abstraksi, orientasi, krisis, reaksi, dan koda. Abstraksi memberikan gambaran umum, sedangkan orientasi menetapkan konteks cerita. Krisis menimbulkan konflik atau kejadian lucu, yang mendasari kritik sosial. Reaksi adalah tanggapan dari karakter-karakter terhadap krisis, dan koda memberikan resolusi yang sering mengandung pesan atau kritik terselubung .

Observasi penting dalam anekdot karena memberikan dasar fakta atau kejadian nyata yang dapat ditransformasikan menjadi cerita humoris. Sementara imajinasi diperlukan untuk menciptakan skenario yang menarik dan menggelitik, serta memasukkan elemen hiperbola atau sarkastis yang mempertegas kritik sosial yang ingin disampaikan .

Teks anekdot digunakan sebagai sarana kritik sosial karena kemampuannya menyampaikan sindiran secara halus namun efektif melalui humor dan ironi. Anekdot sering mengangkat permasalahan sosial atau ketidakadilan dengan cara yang menarik, sehingga pembacanya tetap reflektif sambil terhibur. Elemen humor mereduksi resistensi dari audiens yang bisa muncul dalam kritik langsung .

Pernyataan retoris dalam teks anekdot berfungsi untuk menekankan kritik dengan cara yang mempertanyakan asumsi umum tanpa memerlukan jawaban langsung. Pernyataan semacam ini merangsang refleksi internal pada audiens terkait isu yang disindir, sehingga meningkatkan efektivitas kritik yang disampaikan melalui humor dan ironi .

Pernyataan umum dalam teks anekdot menyampaikan fakta atau situasi aktual, berfungsi menyediakan konteks atau fakta dasar. Sementara pernyataan retoris adalah pertanyaan atau ungkapan yang tidak memerlukan jawaban, melainkan mengajak audiens untuk berpikir lebih lanjut tentang isu, sering kali menyelipkan ironi atau kritik dalam prosesnya .

Humor berfungsi sebagai elemen utama dalam teks anekdot yang menjembatani kritik dengan hiburan. Dalam struktur, humor biasanya muncul pada bagian krisis dan reaksi, di mana situasi tak terduga atau jawaban cerdas membuat audiens tertawa, membantu menyampaikan kritik secara lebih ringan dan dapat diterima .

Ilustrasi "penegakan hukum bagaikan sarang laba-laba" menunjukkan pandangan kritis bahwa hukum lebih ketat terhadap pelanggaran kecil dibandingkan pelanggaran besar. Dalam konteks ini, hukum diibaratkan mampu menjebak "kelas nyamuk" (pihak kecil atau lemah) sementara pelanggaran oleh "kelas kumbang" (pihak besar atau kuat) bisa meloloskan diri dari jeratan hukum. Ini mengritik ketidakadilan sistem hukum yang tidak konsisten sesuai kekuatan pelanggar .

Anda mungkin juga menyukai