0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
37 tayangan6 halaman

Model dan Fidelity Komunikasi Karsena

Model dan Fidelity Komunikasi membahas model-model komunikasi seperti model S-R, Aristoteles, Laswell, Shannon dan Weaver, serta Schramm. Juga membahas faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat ketepatan pesan antara sumber dan penerima, seperti keterampilan berkomunikasi, sikap, pengetahuan, dan sistem sosial budaya.

Diunggah oleh

Candra Karsena
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
37 tayangan6 halaman

Model dan Fidelity Komunikasi Karsena

Model dan Fidelity Komunikasi membahas model-model komunikasi seperti model S-R, Aristoteles, Laswell, Shannon dan Weaver, serta Schramm. Juga membahas faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat ketepatan pesan antara sumber dan penerima, seperti keterampilan berkomunikasi, sikap, pengetahuan, dan sistem sosial budaya.

Diunggah oleh

Candra Karsena
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

RESUME III

Model dan Fidelity Komunikasi

Disusun Oleh :
Candra Karsena Prawira 200110180034

FAKULTAS PETERNAKAN
UNIVERSITAS PADJADJARAN
SUMEDANG
2019
A. Model Komunikasi
Model adalah representasi suatu fenomena nyata atau abstrak dengan
menonjolkan unsur-unsur terpenting dari fenomena tersebut. Model dapat disebut
juga sebagai gambaran informal untuk menjelaskan atau menerapkan teori (teori
yang lebih disederhanakan).
Menurut Deutsch (1996), model komunikasi memiliki fungsi, antara lain:
1. Organizing function, mengorganisasikan (kemiripan data dan hubungan) yang
tadinya tidak teramati. Suatu model memberi gambaran umum suatu keadaan
tertentu yang berbeda.
2. Explaining, menunjukkan fakta-fakta dan metode baru yang tidak diketahui
(heuristik).
3. To predict, sebuah model memungkinkan kita untuk memprediksi outcome atau
keadaan dari suatu peristiwa.
4. Mengukur fenomena (pengukuran).
5. Melukiskan proses komunikasi.
6. Menunjukkan hubungan visual
7. Memperbaiki kemacetan komunikasi.
Macam-macam Model Komunikasi
1. Model S-R (Stimulus-Respon)
Model ini adalah model komunikasi paling dasar. Model ini
dipengaruhi oleh disiplin psikologi, khususnya yang beraliran bihavioristik.
Komunikasi dianggap sebagai suatu proses aksi-reaksi yang sangat
sederhana. Contoh model ini, misalnya ketika saya tersenyum pada Anda
dan Anda membalas senyuman saya. Model ini mengasumsikan bahwa
kata-kata verbal (lisan-tulisan), isyarat-isyarat non verbal, gambar-gambar,
dan tindakan-tindakan tertentu akan merangsang orang lain untuk
memberikan respon dengan cara tertentu.

2. Model Aristoteles
Aristoteles adalah orang pertama yang merumuskan model
komunikasi verbal pertama. Model ini merupakan basic politic. Proses
komunikasi pada model ini terjadi ketika ada seorang pembicara berbicara

2
kepada orang lain atau khalayak lain dalam rangka merubah sikap mereka.
Model ini mempunyai tiga unsur dasar, yaitu pembicara (speaker), pesan
(message), dan pendengar (Listener).
3. Model Laswell
Model ini merupakan sebuah pandangan umum tentang komunikasi
yang dikembangkan dari batasan ilmu politik.
Who? (Siapa yang mengatakan)
Says what? (Apa yang dikatakan)
In Which Channel? (Dengan saluran apa)
To Whom? (Kepada siapa)
With what effect? (Bagaimana pengaruhnya)

4. Model Shannon dan Weaver


Model Shannon dan Weaver mengasumsikan bahwa sumber
informasi menghasilkan pesan untuk dikomunikasikan, pemancar
mengubah pesan menjadi signal sesuai dengan saluran apa yang dia
gunakan. Saluran adalah medium yang digunakan untuk mengirim signal
dari pemancar ke penerima, adapun sasaran itu adalah orang yang dijadikan
tujuan untuk menyampaikan pesan.

5. Model Schramm
Menurut Schram komunikasi membutuhkan tiga unsur, yaitu:
 Sumber, bisa berupa seorang individual berbicara, menulis,
menggambar, bergerak dan sebuah organisasi komunikasi (koran,
rumah produksi, televisi).
 Pesan, dapat berupa tinta dalam kertas, gelombang suara dalam udara,
lambaian tangan, atau sinyal-sinyal lain yang memiliki makna.
 Sasaran, dapat berupa individu yang mendengarkan, melihat, membaca,
anggota dari sebuah kelompok, mahasiswa dalam perkuliahan, khalayak
massa, pembaca surat kabar, penonton televisi, dll.

6. Model Berlo

3
Model ini memperlihatkan komunikasi satu arah dan hanya terdiri
dari komponen-komponen utama, seperti sumber, saluran dan penerima.
Model komunikasi Berlo disamping menekankan ide bahwa meaning are in
the people. Dengan kata lain, dapat dikatakan bahwa interpretasi pesan
terutama tergantung kepada arti dari kata atau pesan yang di tafsirkan oleh
pengirim atau penerima pesan.

7. Model Interaksional
Model ini berlawanan dengan model stimulus-respons (S-R) dan
beberapa model linier lainnya. Sementara model-model tersebut berasumsi
bahwa manusia sebagai pasif, model interaksional menganggap manusia
jauh lebih aktif. Pada model ini para peserta komunikasi adalah orang-orang
yang mengembangkan potensi manusiawi melalui interaksi sosial
(pengambilan peran orang lain / role taking). Diri (self) berkembang lewat
interaksi dengan orang lain, dari lingkungan tedekat (significant other) ke
tahap permainan (play stage) kemudian ke lingkungan luas (generalized
other) melalui tahap pertandingan (game stage).

B. Fidelity Komunikasi
Fidelity adalah model implementasi berupa cara pemberian instruksi
dimana ia dirancang untuk diwujudkan. Dalam komunikasi makna dari fidelity
komunikasi merupakan tingkat ketepatan yang memperkenalkan keberhasilan
komunikasi antara sumber dan penerima pesan.
Seorang encoder yang memiliki ketepatan/fidelity yang tinggi jika memiliki
pengekspresian arti/ pesan/ maksud/ tujuan sumber dengan baik, sedangkan seorang
decoder memiliki ketepatan/ fidelity yang tinggi jika memiliki kemampuan
menterjemahkan pesan kepada penerima dengan sempurna. Gangguan (noise) akan
memperkecil efektivitas komunikasi, sehingga semakin rendah noise akan semakin
tinggi fidelity. Sebaliknya apabila gangguan (noise) semakin tinggi, maka akan
semakin rendah fidelitynya.
1. Fidelity sumber dipengaruhi oleh:
a. Keterampilan berkomunikasi

4
Menunjukkan tingkat ketepatan dengan cara mempengaruhi
kemampuan menganalisis maksud/tujuan dan mempengaruhi kemampuan
menyandi pesan.
b. Sikap
Merupakan predisposisi, tendensi atau harapan terhadap sesuatu.
Sikap ini dapat mencakup sikap terhadap diri sendiri, isi pesan dan penerima
pesan.
c. Tingkat pengetahuan
Terhadap materi dan keadaan penerima pesan.
d. Sistem social budaya (dimana sumber dan pendengar berada)
2. Fidelity penerima pesan dipengaruhi oleh:
a. Keterampilan berkomunikasi
b. Sikap (terhadap diri sendiri, materi pesan, dan kepada sumber pesan)
c. Tingkap pengetahuan (terhadap materi pesan dan keadaan sumber pesan)
d. Sistem social budaya (dimana penerima berada dan sumber pesan)
3. Fidelity pesan dipengaruhi oleh:
a. Kode pesan-pesan (sekumpulan simbol-simbol yang bisa
diterapkan/dimengerti orang lain)
b. Isi pesan (muatan materi pada pesan). Dalam hal harus memilih cara yang
tepat dalam menentukan struktur dan isi pesan.
c. Perlakuan isi pesan (keputusan yang dimbil untuk menyatakan isi dan
kode pesan)
4. Fidelity saluran dipengaruhi oleh penyandi (encoder) dan penerjemah sandi
(decoder), pembawa pesan dan media pengantar pesan. Pemilihan saluran ini
tergantung dengan apa yang tersedia, berapa biaya yang tersedia dan apa pilihan
pendengar. Selain itu saluran ini juga tergantung media, yaitu yang banyak
digunakan, yang besar dampaknya paling sesuai tujuan dan sesuai isi pesan
(Nasution, Zulkarimen. 2001).

5
DAFTAR PUSTAKA

Yunasaf, Unang. 2013. “KOMUNIKASI PEMBANGUNAN: Suatu Rangkuman”.

Laboratorium Sosiologi dan Penyuluhan Fakultas peternakan Universitas

Padjadjaran: Sumedang.

Nasution, Zulkarimen. 2001. “Komunikasi Pembangunan Pengenalan Teori dan

Konsep”. PT Raja Grafindo Persada: Jakarta.

Anda mungkin juga menyukai