MODUL 2
PERENCANAAN KAPASITAS
Oleh :
1. Afifah Nisa Indriani (201713003)
2. Yaiza Meizara (201713021)
PROGRAM STUDI MANAJEMEN LOGISTIK
POLITEKNIK KELAPA SAWIT
CITRA WIDYA EDUKASI
BEKASI
2019
i
DAFTAR ISI
Halaman
DAFTAR TABEL .................................................................................. ii
DAFTAR GAMBAR .............................................................................. iii
BAB I PERENCANAAN KAPASITAS
1.1 Perencanaan Kapasitas ................................................................ 1
1.2 Teknik-Teknik Perencanaan Kapasitas ....................................... 4
1.3 Tujuan Praktek Perencanaan Kapasitas ...................................... 6
1.4 Tahapan Perencanaan Kapasitas ................................................. 7
1.5 Pengumpulan Data dan Analisa .................................................. 7
BAB II PENUTUP
2.1 Kesimpulan .................................................................................. 11
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................... 12
i
DAFTAR TABEL
No. Halaman
1. Data Permintaan Penjualan Tahun 2020 ........................................ 7
2. Data Hari Kerja Tahun 2020 ............................................................. 8
3. Hasil Kapasitas Bagian Produksi ....................................................... 9
4. Perbandingan Kapasitas Produksi Dengan Permintaan Produk ....... 10
ii
DAFTAR GAMBAR
No. Halaman
1. Tahapan Perencanaan Kebutuhan ...................................................... 7
2. Kalender Kerja 2020 .......................................................................... 8
iii
BAB I
PERENCANAAN KAPASITAS
1.1 Perencanaan Kapasitas
Setiap perusahaan baik perusahaan jasa maupun perusahaan
manufaktur pasti akan dihadapkan pada beberapa kendala dalam mencapai
target produksinya. Salah satu persoalan yang sering dialami oleh perusahaan
adalah permasalahan kapasitas produksi.
Kapasitas (capacity) adalah hasil produksi atau volume pemrosesan
(throughput), atau jumlah unit yang dapat ditangani, diterima, disimpan, atau
diproduksi oleh sebuah fasilitas pada suatu periode waktu tertentu. Kapasitas
sering menentukan persyaratan modal sehingga mempengaruhi sebagian besar
dari biaya tetap.
Kapasitas berbanding lurus dengan fasilitas. Jika fasilitas terlalu besar,
maka sebagian fasilitasnya akan menganggur dan akan muncul biaya
tambahan yang dibebankan pada produksi yang ada. Jika fasilitasnya terlalu
kecil, akan ada risiko hilangnya pelanggan dan pasar secara keseluruhan. Hal
ini berarti penentuan kapasitas mencerminkan kemampuan dalam memenuhi
permintaan pelanggan.
Keputusan kapasitas setidaknya mempertimbangkan beberapa hal seperti
apakah permintaan dapat terpenuhi dan apakah fasilitas yang ada terlalu
banyak atau terlalu sedikit sehingga berdampak pada kurang maksimalnya
tingkat utilitasasi pelanggan.
Dalam rangka membuat keputusan kapasitas yang optimum, maka
dibutuhkan perencanaan kapasitas yang baik. Perencanaan kapasitas
memberikan kontribusi bagi perusahaan untuk menentukan tingkat kapasitas
yang diperlukan dalam melakukan jadwal produksi yang berguna bagi
pencapaian target. Jika terjadi kekurangan kapasitas, hasilnya berupa
kekurangan pencapaian target dan kehilangan kepercayaan sistem manajemen.
Sebaliknya, jika kapasitas berlebihan, akan mengakibatkan operasi pabrik
1
yang tidak efisien, tingginya biaya dan berkurangnya keuntungan.
Perencanaan kapasitas akan sangat berpengaruh pada keputusan-keputusan
manajemen operasi dan fungsi lain dalam organisasi. Hal ini dapat dimengerti
mengingat kapasitas memiliki konteks yang menentukan biaya, fasilitas
hingga pemenuhan permintaan pelanggan.
Keberhasilan perencanaan dan pengendalian manufacturing membutuhkan
perencanaan kapsitas yang efektif agar mampu memenuhi jadwal produksi
yang ditetapkan (Gaspers, 1998). Perencanaan kapasitas produksi berkaitan
dengan perkiraan biaya produksi dan estimasi keuntungan perusahaan.
Sehingga kegiatan perencanaan kapasitas merupakan salah satu bagian
terpenting yang harus dipertimbangakan oleh perusahaan.
Perbedaan antara kapasitas perusahaan dan permintaan pelanggan akan
menghasilkan inefisiensi, baik berupa sumberdaya yang menganggur atau
pelanggan yang tidak puas. Sehingga, sasaran perencanaan kapasitas adalah
meminimalkan perbedaan ini.
Menurut T. Hani Handoko jenis kapasitas dapat di bagi atas :
1. Design Capacity, yaitu tingkat keluaran per satuan waktu untuk mana
pabrik dirancang.
2. Rated Capacity, yaitu tingkat keluaran per satuan waktu yang
menunjukan bahwa fasilitas secara teoritik mempunyai kemampuan
memproduksinya.
3. Standard Capacity, yaitu tingkat keluaran per satuan waktu yang
ditetapkan sebagai sasaran pengoperasian bagi manajemen, supervisi,
dam para operator mesin, dapat digunakan sebagai dasar bagi
penyusunan anggaran.
4. Actual / Operating Capacity, yaitu tingkat keluaran rata-rata per satuan
waktu selama periode-periode waktu yang telah lewat.
5. Peak Capacity, yaitu jumlah keluaran per satuan waktu (mungkin lebih
rendah dari pada rated, tetapi lebih besar daripada standar) yang dapat
dicapai melalui maksimisasi keluaran, dan akan mungkin dilakukan
2
dengan kerja lembur, menambah tenaga kerja, menghapuskan
penundaan-penundaan, mengurangi jam istirahat, dan sebagainya.
Dalam operasional perusahaan, kapasitas manajemen disebut sebagai
jumlah sumber daya input yang tersedia untuk menghasilkan keluaran relatif
selama periode waktu. Perencanaan kapasitas sangat penting untuk
menentukan pemanfaatan sumber daya secara optimal dan memainkan peran
penting dalam proses pengambilan keputusan, misalnya, perluasan operasi
yang ada, modifikasi pada lini produk, memulai produk baru, dan lainnya.
Manajer operasional juga mempunyai andil untuk memperhatikan
kapasitas karena, pertama, ingin mencukupi kapasitas untuk memenuhi
permintaan konsumen, kedua, kapasitas mempengaruhi efisiensi biaya
operasi, ketiga, kapasitas sangat bermanfaat mengetahui perencanaan output,
biaya pemeliharaan kapasitas, dan sangat menentukan dalam analisis
kebutuhan investasi.
Dalam produksi dan manajemen operasi, kapasitas dibagi menjadi
tiga kelompok, diantaranya:
1. Potential Capacity
Kapasitas yang dapat dibentuk untuk membantu pimpinan untuk mengambil
keputusan. Ini merupakan inti dari keputusan jangka panjang yang tidak
akan terpengaruh oleh manajemen produksi per-hari.
2. Immediate Capacity
Jumlah dari kapasitas produksi yang dapat dibentuk menjadi tersedia dalam
jangka waktu yang singkat. Ini merupakan kapasitas maksimum dari
kapasitas potensial (diasumsikan digunakan secara produktif).
3. Effective Capacity
Merupakan suatu konsep penting. Tidak seluruh kapasitas produksi
sesungguhnya dapat digunakan atau terbuang. Ini merupakan hal penting
untuk seorang manager produksi untuk apakah kapasitas sesungguhnya
dapat tercapai.
3
Perencanaan dan pengendalian adalah dua fungsi manajemen yang
tidak dapat dipisahkan dalam setiap bidang kegiatan termasuk kegiatan
produksi. Perencanaan adalah langkah pertama dalam proses manajemen
yang meliputi penetapan tujuan dan sasaran yang ingin dicapai dan
keputusan tentang bagaimana cara untuk mencapai tujuan dan sasaran
tersebut (Sukaria, S, 2009). Sistem perencanaan dan pengendalian kapasitas
produksi di bagi dalam 3 jenis menurut jangka waktu perencanaannya,
antara lain:
1. Perenacanaan Jangka Panjang
Perencanaan jangka panjang pada dasarnya mencakup 4 sub-sistem
perencanaan yang bersifat hirarkis yaitu perencanaan bisinis,
perencanaan pemasaran dan perencanaan agregat (Sukaria, S. ,2009).
2. Perencanaan Jangka Menengah
Perencanaan jangka menengah adalah proses penyusunan rencana induk
produksi (Master Production Schedule) sebagai jabaran dari rencana
agregat. Pada umumnya, rentang waktu cakupan (Time Horizon) jadwal
induk produksi ialah antara 6-18 bulan tetapi tidak sedikit perusahaan
membatasinya hanya sampai 12 bulan (Sukaria, S. ,2009).
3. Perencanaan Jangka Pendek
Perencanaan jangka pendek atau sering juga disebut perencanaan
operasional merupakan tahap akhir perencanaan produksi. Hasil akhir
dari perencanaan ini ialah sebuah rencana program yang siap di
eksekusi. (Sukaria, S. ,2009)
1.2 Teknik-Teknik Perencanaan Kapasitas
Perlu diketahui dalam perencanaan kapasitas terdapat beberapa
istilah yang harus diperhatikan yaitu:
1. Kapasitas Desain (Design Capacity).
Kapasitas desain adalah output maksimum sistem secara teoretis dalam
suatu periode waktu tertentu. Kapasitas desain biasanya dinyatakan dalam
suatu tingkatan tertentu, seperti jumlah tonase gula yang dapat diproduksi
4
setiap minggu, setiap bulan, atau setiap tahun. Sebagian besar organisasi
mengoperasikan fasilitasnya pada tingkat yang lebih rendah dari kapasitas
desain. Hal itu dilakukan dengan alasan agar dapat beroperasi secara lebih
efisien bila sumber daya tidak digunakan hingga batas maksimum, selain itu
pihak perusahaan/organisasi berharap untuk beroperasi pada sekitar 82%
dari kapasitas desain. Konsep ini disebut sebagai kapasitas efektif.
2. Kapasitas Efektif (Effective Capacity).
Kapasitas efektif adalah kapasitas yang diharapkan dapat dicapai oleh
sebuah perusahaan dengan keterbatasan operasi yang ada sekarang.
Kapasitas efektif sering kali lebih rendah daripada kapasitas desain karena
fasilitas yang ada mungkin telah didesain untuk versi produk sebelumnya
atau bauran produk yang berbeda daripada yang sekarang sedang diproduksi.
3. Output Aktual
Output yang diperkirakan terkadang mengacu pada kapasitas yang dinilai
(rated capacity) dengan memiliki pengetahuan mengenai kapasitas efektif
dan kapasitas efisiensi, manajer dapat menemukan output yang diperkirakan
dari sebuah fasilitas.
4. Utilisasi (Utilization)
Utilisasi (utilization) adalah jumlah dari kesenangan atau kepuasan relatif
(gratifikasi) yang dicapai. Dengan jumlah ini, seseorang bisa menentukan
meningkat atau menurunnya utilitas, dan kemudian menjelaskan kebiasaan
ekonomis dalam koridor dari usaha untuk meningkatkan kepuasan
seseorang.
Utilitas = Output Aktual X 100%
Kapasitas Desain
5. Efisiensi (Efficiency)
Efisiensi adalah persentasi kapasitas efektif yang sesungguhnya telah
dicapai, di mana ffff
perbandingan output aktual dengan kapasitas efektif.
5
Bagaimana fasilitas digunakan dan dikelola akan menentukan sulit tidaknya
mencapai 100% efisiensi.
Efiensi = Output Aktual X 100%
Kapasitas Efektif
6. Cycle Time
Waktu yang dibutuhkan
ffff seorang operator untuk menyelesaikan satu siklus
pekerjaannya termasuk untuk melakukan kerja manual maupun dengan
mesin. Terkadang diartikan sebagai waktu yang dibutuhkan untuk
menghasilkan 1 unit produk, dalam hal ini ditentukan dari proses yang
paling lama (bottleneck).
Penentuan utilitas, efisiensi, dan cycle time merupakan komponen
untuk menentukan seberapa banyak unit yang akan diproduksi, sehingga
penentuan kapasitas dapat dirumuskan sebagai berikut:
Kapasitas = (Jumlah Jam Kerja per-Hari / Cycle Time) x Efisiensi % X Utilitas
%
1.3 Tujuan Praktek Perencanaan Kapasitas
Tujuan dari praktek perencanaan kapasitas ini adalah untuk mengetahui
kemampuan pemenuhan permintaan dan penjadwalan penjualan produk Water
Light Tint tahun 2019.
6
1.4 Tahapan Perencanaan Kapasitas
Hasil akhir
Identifikasi Tujuan perencanaan kapasitas
untuk tahun 2020
Data hasil peramalan Perbandingan
water light tint untuk kapasitas perusahaan
tahun 2020 dengan permintaan
Analisis perhitungan
Analisis hari kerja
kapasitas setiap
pada bulan Januari
bulannya pada tahun
2020
2020
Gambar 1. Flowchart Tahapan Perencanaan Kebutuhan
1.5 Pengumpulan Data dan Analisa
1.5.1 Data Perencanaan Kapasitas
Data Perencanaan Kapasitas yang dibutuhkan meliputi data
penjualan tahun 2020 yang telah diramalkan dandata hari kerja yang
didapatkan dari kalender tahun 2020. Data tersebut dapat dilihat pada Tabel
1 dan Tabel 2.
Tabel 1. Data Permintaan Penjualan Tahun 2020
7
Tabel 2. Data Hari Kerja Tahun 2020
Gambar 2. Kalender Kerja 2020
8
1.5.2 Analisa data (Perhitungan)
Analisis penjualan ini dilakukan dengan mengolah data waktu dan
kemampuan bagian produksi yang bekerja dari hari senin sampai jumat
dengan asumsi kapasitas waktu yang telah ditentukan. Asumsi tersebut
terdiri dari:
a. Over Time Shif-1 (4 jam) dan Shif-3 (3 jam)
b. Lembur hari Sabtu (7 jam) dan Minggu (7 jam)
Perencanaan Kapasitas diolah berdasarkan asumsi yang diperoleh
sehingga didapatkan perencanaan kapasitas dengan waktu kerja normal
(tanpa lembur/over time). Hasil perhitungan kapasitas perusahaan bagian
produksi tersebut dapat dilihat pada Tabel 3.
Gambar 3. Hasil Kapasitas Bagian Produksi
9
1.5.3 Hasil Peramalan
Hasil analisis kapasitas bagian produksi menunjukkan bahwa
perusahaan perlu menambahkan jam kerja (over time), sehingga tahap
analisis selanjutnya dilakukan untuk perbandingan antara kapasitas dan
permintaan. Perbandingan ini bertujuan untuk melihat seberapa banyak
jumlah jam kerja yang dierplukan untuk memenuhi permintaan produk.
Tabel 4. Perbandingan Kapasitas Produksi dengan Permintaan Produk
10
BAB II
PENUTUP
2. 1 Kesimpulan
Setelah melakukan praktikum perencanaan kapasitas untuk memenuhi
permintaan penjualan 2020 maka dapat ditarik kesimpulan yaitu :
1. Perencanaan kapasitas dengan waktu normal belum bisa memenuhi
permintaan.
2. Kapasitas yang dihasilkan sebesar 217.015 unit sedangkan permintaan
sebesar 213.449 unit.
3. Perencanaan kapasitas dapat memenuhi permintaan jika menggunakan
Over Time sebesar 253 jam per tahun
11
DAFTAR PUSTAKA
[Link]
[Link]
capacity-planning/
[Link]
12