Operasi dan Fungsi Kantor Depan Hotel
Operasi dan Fungsi Kantor Depan Hotel
Gambar 3.1
Contoh Kantor Depan Hotel
Setelah menyelesaikan Bab ini anda diharapkan mampu :
Selain mempunyai fungsi yang penting, front office juga berperan penting
dalam hal pelayanan dan pencapaian tujuan hotel yakni memberikan
pelayanan yang diharapkan oleh tamu, membentuk citra hotel dan
pendapatan yang maksimal. Peranan itu antara lain:
a. Pemberi informasi
Petugas kantor depan diharapkan mampu memberikan informasi
yang jelas, benar dan cepat tentang produk, fasilitas, aktivitas,
pelayanan yang ada di hotel maupun di luar hotel, informasi yang
diberikan tidak hanya terbatas untuk tamu tetapi informasi yang
dibutuhkan oleh kolega/teman sejawat lainnya.
b. Penjual(sales person)
Petugas kantor depan diharuskan mempunyai jiwa menjual, selain
dikarenakan fungsi utama menjual produk hotel, bagian ini adalah
bagian yang sering berhubungan langsung dengan tamu hotel.
c. Wakil manajemen
Petugas kantor depan dalam keadaan tertentu dapat berperan
sebagai wakil manajemen untuk mengatasi/menyelesaikan masalah
yang timbul di luar jam kerja manajemen
d. Penyimpan data
Sumber data kegiatan hotel banyak berasal dari laporan yang dibuat
oleh petugas kantor depan dan penyimpanan data tersebut juga di
bagian kantor depan, oleh sebab itu data yang dibuat dan disimpan
harus selalu terkini, sehingga manajemen dapat membuat keputusan
dan kebijakan yang tepat untuk masa yang akan datang
e. Diplomatis
Petugas kantor depan pada situasi dan kondisi tertentu diharapkan
mampu melakukan tindakan secara diplomatis sehingga dapat
menjaga hubungan yang baik dengan tamu dan pihak lain.
f. Pemecah masalah
Petugas kantor depan diharapkan dapat memecahkan masalah yang
dialami oleh tamu, tak terkecuali masalah yang berasal dari bagian
lain.
g. Humas
Petugas kantor depan berperan secara baik, aktif dalam
berhubungan dengan tamu dan masyarakat sekitar agar terjadi
hubungan yang harmonis dan berdampak pada pembentukan citra
hotel yang baik
Duty Manager
Exec Lg. Manager GRO Manager Chief Operator Rsv Manager Chief Bus. Service Chef Concierge
GRO
FD Supervisor
Supervisor
Doorman Bellman
Door girl
Tugas pokok:
a. Mengawasi staf untuk menjamin kepuasan tamu yang maksimal
melalui penghargaan diri dan perhatian yang hangat dan tepat
b. Mengatur dan menyediakan arahan yang baik untuk keseluruhan
maupun pelaksanaan sehari-hari dan administrasi untuk semua
bagian dalam pusat bisnis
c. Memberikan penilaian terhadap penampilan, kedisiplinan dan
efesiensi semua karyawan di bawah pengawasannya serta
berinisatif untuk mengambil tindakan bila diperlukan
d. Mengontrol dan menganalisa secara berkelanjutan, biaya
pengeluaran departemen sehari-hari untuk menjamin bahwa
pengeluaran tidak melebihi anggaran.
Tugas pokok:
a. Memberikan layanan pengaturan pertemuan dengan para
usahawan
b. Memberikan layanan penerjemahan, foto copy, pengiriman facsimil
c. Membantu dan mengkonfirmasikan tiket pesanan pesawat
d. Bertanggungjawab dalam menjalankan tugas administrasi yang
berhubungan dengan pusat bisnis
e. Memberikan pelayanan pemakaian internet
Bill rack
Rak untuk menyimpan tagihan tamu beserta supporting bill (bon
pendukung)nya, rak ini disusun berdasarkan nomor kamar tamu.
Paging board
Paging board adalah papan yang digunakan untuk mendapatkan
tamu di sekitar lobby atau di restoran, apabila ada tamu yang
mencarinya atau ada sambungan telepon untuknya, perlengkapan
pendukung paging board yaitu bel yang berfungsi untuk menarik
perhatian tamu.
Gambar 3.11. Paging board
Pigeon Hole
Berguna untuk menyimpan surat/memo untuk internal hotel, segala
surat yang didistribusikan ke bagian kantor depan akan disimpan di
rak ini yang kemudian akan di baca oleh seluruh petugas kantor
depan sebagai informasi terkini
PABX
PABX (Private Automatic Branch Exchange) adalah alat utama yang
digunakan di bagian operator telepon, alat ini berupa telepon yang terdiri
dari tombol-tombol serta dilengkapi dengan head set dan pengeras suara
untuk menerima sambungan telepon masuk atau melakukan sambungan
keluar hotel.
Gambar 3.14. PABX system
Luggage trolley
Lugagge troley digunakan oleh porter/bellboy yang berfungsi untuk
membawa barang bawaan tamu yang jumlahnya relatif banyak, ada
beberapa macam trolley yang dikenal dengan bellhop, president, gemini.
B. Formulir
Penggunakan formulir dibagian kantor depan hotel tidak harus sama
bentuknya di hotel, namun kolom atau data yang ada di dalam formulir
tidak terlalu berbeda, ada formulir yang digunakan di hotel satu namun
tidak digunakan dihotel lainnya, dengan kata lain penggunaan formulir
tergantung kebutuhan hotel masing-masing.
Formulir yang umumnya terdapat di bagian kantor depan:
1. Registration form
2. Guest card
3. Meal coupon
4. Welcome drink card
5. Guest slip
6. Cash receipt
7. Reservation form
8. Reservation slip
9. Reservation of confirmation letter
10. Bellboy errand card
11. Luggage tag
12. Baggage claim check
13. Parking valet card
14. Change room or rate form
15. Sleep out form
16. Miscellanous form
17. Paid out form
18. Rebate form
19. Bellboy control sheet
20. Message form
21. Safe deposit box card
22. Guest history card
23. Foreign exchange form
24. VIP daily list
25. Today expected arrival list
26. Arrival list
27. Guest in house list
28. Departure list
29. No show list
30. Cancellation list
31. Group rooming list
32. Courtessy call list
33. Onward Reservation Form (for Hotel chain)
34. Incognito/Full Incognito Forms
35. Fruit/Flower Requisition Form
36. Guest Birthday Form
37. Towels Form (for Swimming Pool)
38. Taxi Card
Dasar-dasar reservasi.
1. Manfaat pemesanan kamar
Ada beberapa manfaat yang diperoleh hotel dalam proses pemesanan
kamar, yaitu:
a. Hotel akan mendapatkan informasi dari calon tamu sebelum tamu
tiba, sehingga hotel menyiapkan perlengkapan yang diperlukan pada
saat check in.
b. Hotel dapat memblocking kamar, sehingga tingkat hunian kamar
dapat diketahui dalam jangka waktu tertentu.
c. Hotel dapat membuat perkiraan, sehingga perkiraan tingkat hunian
kamar pada periode tertentu pula sehingga memudahkan pengaturan
kebutuhan dan pelayanan kepada pihak tamu.
Sedangkan manfaat yang dapat diperoleh jika tamu melakukan
pemesanan kamar yaitu:
a. Tamu mendapatkan kamar yang telah dipesan sudah tersedia pada
saat check in.
b. Tamu dapat memperkirakan berapa biaya yang harus dikeluarkan
selama menginap di hotel.
2. Klasifikasi reservasi (classification of reservations)
a. Individual reservation
Pemesanan kamar untuk seorang calon tamu, pasangan atau
sebuah keluarga. Pemesanan kamar ini biasanya dilakukan
sendiri oleh calon tamu atau oleh agen. Harga yang diberikan
adalah harga normal atau harga paket (normal rates/package
rates/ family plan rates).
b. Group reservation
Pemesanan kamar yang dibuat oleh agen perjalanan atau
perusahaan dan biasanya secara spesifik satu jenis kamar.
Seringkali harga yang diberikan adalah harga diskon (discount
rates/ group rates).
c. Conference reservation
Pemesanan kamar untuk sebuah rombongan yang akan
melakukan pertemuan di hotel. Pemesanan kamar ini biasanya
dibuat oleh sebuah organisasi, perusahaan atau suatu asosiasi.
Harga kamar yang diberikan biasanya adalah harga komersial.
c. Telex.
Telex adalah alat pemesanan kamar yang cukup modern pada
waktu itu, yaitu cepat diterima serta ada bukti, cara mengirimnya
dengan menggunakan kode-kode tertentu, namun dengan
perkembangan teknologi computer yang semakin canggih, para
calon tamu, kebanyakan lebih suka dengan menggunakan
email/fax.
d. Facsimile.
Metodepemesanan kamar dengan menggunakan fotokopi jarak
jauh, sehingga berita yang disampaikan sama persis dengan yang
diterima, ini merupakan alat komunikasi yang sangat baik, sama
cepatnya dengan telepon, disamping memiliki kecepatan yang
sama dengan telepon namun facsimile memiliki kelebihan dalam
penggunaannya dimana kedua belah pihak mempunyai tanda
bukti sebagai konfirmasi dan setiap saat dapat dikirim.
e. Computer
Penggunaan computer biasanya banyak dipergunakan pada
perusahaan besar maupun pada hotel-hotel yang bertaraf
internasional yang mempunyai hubungan kerjasama dengan hotel
lain (hotel chain). Melalui computer pemesan dapat mengetahui
apakah kamar masih tersedia atau penuh.
f. Personal (langsung).
Reservasi yang dilakukan oleh orang yang bersangkutan yang
secara langsung datang ke hotel.
5. Sistem reservasi
Berbeda hotel maka akan berbeda pula sistem yang digunakan dalam
menerima pemesanan kamar, hanya disesuaikan dengan kebutuhan dan
keinginan masing-masing hotel, namun umumnya proses penanganan
pemesanan kamar dapat dilihat gambaran tentang basic reservation
activities.
Gambar 3.20. Basic reservation activities
CONVENTIONAL CHART
Month: November 2007
Std=Standad room S=Single, D = Double, T= Twin
DAT
E/ 01 02 03 04 05 06 07 08 09 10 11
ROO
M
101
IHSAN, MR
Std Sgl
102
TE NNY , M R
Std Dbl D ANISH, MS
103
Std Twn
Pada hotel menengah atau hotel besar yang masih menggunakan sistem
manual dan semi otomatis awalnya mempergunakan tabel pemesanan
kamar yang berbentuk Density/Room Control Sheet, namum sekarang ini
sudah sangat jarang digunakan karena sudah digunakannya sistem
komputer perhotelan. Untuk mengisi tabel densiti (density chart)
diperlukan cara-cara sebagai berikut:
Pengisian dilakukan dengan mempergunakan pensil.
Mempergunakan tanda strip atau garis pada kolom yang sudah
ditentukan (/ ).
Pengisian dimulai dari tanggal tiba sampai satu hari sebelum
berangkat.
Pengisian dimulai garis mengikuti tempat yang kosong dibawah
tempat yang sudah terisi.
Pada chart tidak perlu diisi tanda panah atau penulis nama
seperti halnya pada conventional chart.
Bila terjadi pembatalan dengan cara menghapus tanda garis
mulai tanda yang paling akhir.
c. Computerized system.
Hotel yang sudah menggunakan sistem komputer, ketersediaan kamar
(rooms availability) akan ditampilkan pada visual display unit (VDU)
pada computer terminal sebagai berikut:
110
permasalahan mengenai pembayaran rekening atau kasus-kasus lain
yang dianggap merugikan pihak hotel.
111
Tabel 3.7. Tata cara penulisan nama tamu dengan awalan di depan nama akhir
INITIAL
INITIAL /
OF
NAME SURNAME FIRST TITLE
MIDDLE
NAME
NAME
Jika pemesanan kamar dilakukan melalui telepon, agar nama tamu benar
sesuai dengan ejaanya, maka untuk memastikannya dengan
menggunakan sistem ejaan abjad sbb:
A:Alpha M:Mama/Mike X:X-ray
B:Bravo N:November Y:Yankee
C:Charlie O:Oscar Z:Zero/Zulu
E:Echo P:Papa
F:Fanta/Foxtrot Q:Quebec
G:Golf R:Romeo
H:Hotel S:Sierra
I:India T:Tango
J:Juliet U:Uniform
K:Kilo V:Victor
L:Lima W:Wishky
112
Format 3.1. Reservation confirmation letter
113
Reservation for this moth
Seluruh pemesanan kamar untuk bulan
yang berjalan beserta korespondensinya
akan disusun berdasarkan tanggal
kedatangannya
114
G. Skema proses pemesanan kamar
Berdasarkan pembahasan pada bagian sebelumnya prosedur
pemesanan kamar dapat digambarkan pada:
Gambar 3.22. Skema proses pemesanan kamar
1 Reservation
inquiry
12
Record
reservatio
n chart
13
Confirming reservations
14 Maintaining
reservation
records
Compiling reservation
report
17
115
H. Penanganan perubahan, pembatalan dan pemesanan kamar
yang tidak datang tanpa pemberitahuan.
116
- Apabila sudah ada jamianan pembayaran, maka deposit tersebut
akan diambil untuk menutupi penjualan
- Jika mereka datang esok harinya, bila ada kamar bisa diberikan
tapi kalau kamar penuh usahakan mendapatkan kamar lain.
- Jika memungkinkan diberikan kamarnya maka slipnya akan
ditambah atau perbaikan pada buku harian dan dikembalikan
kedalam tabel sesuai dengan lamanya tinggal serta data dalam
korespondensi dirubah pula sesuai dengan tanggal kedatangan
- Bila pemesanan kamar dilakukan oleh salah satu sumber maka
sumber yang bersangkutan segera diberitahukan bahwa kliennya
no show.
117
pengawasan yang akurat tentang room availability (Kamar yang
tersedia untuk dijual) dan forecasting of potential room sales (ramalan
tentang potensial penjualan kamar dimasa mendatang). Seluruh
departemen yang ada di hotel juga dapat menggunakaan laporan-
laporan reservasi ini untuk membantumanajemen dalam membuat
perencanaan kebutuhan SDM pada waktu tertentu.
Beberapa laporan di bagian reservasi dibuat secara harian dan ada
pula yang dibuat secara mingguan atau bulanan. Tiap-tiap hotel
memiliki jenis-jenis laporan reservasi yang berbeda, hal ini sangat
tergantung pada kebutuhan management. Namun secara umum jenis-
jenis laporan tentang reservasi dapat dilihat dibawah ini.
1. Reservation transaction report
Laporan ini berisi tentang ringkasan tentang kegiatan reservasi di
hotel yang disusun secara harian. Laporan ini memberikan
ringkasan tentang jumlah reservasi yang masuk, perubahan-
perubahan reservasi dan pembatalan.
2. Room availability report
Laporan yang memberikan informasi tentang kamar-kamar yang
tersedia untuk dijual.
3. Group status report
Laporan tentang tamu-tamu rombongan yang tiba dan berangkat,
termasuk informasi tentang jumlah tamu rombongan dan
pemesanan kamar rombongan yang menggunakan jaminan atau
tidak menggunakan jaminan.
4. Special arrival list
Daftar tentang tamu-tamu penting, VIPs, atau tamu-tamu dengan
permintaan khusus.
5. Turn-away report
Laporan tentang jumlah reservasi yang ditolak, hal ini biasanya
dilakukan bila hotel mengalamai fully booked
6. Status reservasi.
Penting bagi petugas reservasi kamar untuk mengetahui jenis status
reservasi yang berlaku dihotel. Collin Dix dan Chris Bird (1992:44)
dalam bukunya front office operations, mengatakan bahwa jenis-jenis
status reservasi kamar hotel sebagai berikut:
a. [Link] release.
118
Status reservasi kamar ini sering didasarkan pada waktu tamu tiba di
hotel. Jika tamu tiba (check-in) sebelum batas waktu kedatangan
yang ditentukan oleh hotel jam 6 sore, tamu tersebut akan
mendapatkan kamar sesuai dengan pesanannya, namun tamu hingga
waktu tersebut belum tiba, maka kamar akan dijual kepada tamu
lainnya, artinya pemesanan kamar otomatis dibatalkan setelah
melewati waktu tersebut.
b. Guaranteed arrival.
Status reservasi kamar ini kebalikan dari status reservasi 6.p.m
release. Kalau status reservasi 6.p.m release tidak ada jaminan dari
pihak pemesan. Sedangkan status reservasi guaranteed arrival
adanya jaminan pembayaran dari pihak pemesan, sehingga tamu
yang bersangkutan terlambat check-in atau tidak datang dihotel,
maka kamar masih tersedia untuknya. Kamar bersangkutan akan
dibiarkan kosong dan tidak dijual kepada siapapun sampai dengan
waktu check-out pada keesokan harinya.
c. Take or place (t or p).
Umumnya setiap hotel sudah mempunyai tamu-tamunya yang
reguler. Oleh karena itu, setiap hari pihak hotel sudah
mengalokasikan kamar-kamar tertentu bagi tamu-tamu tetap,
walaupun tamu tersebut belum membuat reservasi kamar
sebelumnya. Jika pada saat tiba (reguler guest) tidak tersedia kamar
dalam arti hotel dalam keadaan penuh, pihak hotel akan membantu
atau mencari kamar di hotel lain yang setaraf dengan fasilitas di hotel
kita. Biasanya ditawarkan kepada hotel yang satu kelompok(chain
hotel) atau hotel yang berdekatan.
d. VIPs and CIPs.
Reservasi untuk tamu penting VIPs (very Important persons) atau
tamu CIPs (commercially important persons), biasanya ditangani oleh
senior reservation clerk untuk menghindari kesalahan, sehingga
semua permintaannya akan ditangani dengan sebaik mungkin. Bagi
kedua jenis tamu ini akan diberikan perhatian khusus atau tanda
khusus pada tabel reservasi (reservation chart) sehingga semua
petugas akan mengetahuinya.
e. Tours and groups.
Tour & group apabila jumlah orangnya minimal 15 orang, namun hal
ini juga sangat ditentukan oleh kebijakan hotel masing-masing. Dalam
menangani pemesanan kamar ini, petugas harus mengikuti prosedur
khusus karena tamu group akan memesan kamar dengan jumlah
banyak. Oleh karena itu, travel agents yang membawa group tersebut
harus memberi deposit atau jaminan kepada pihak hotel. Tamu group
sering diistilahkan dengan group inclusive tour (GIT)
[Link] bookings.
Pemesanan kamar yang dibuat oleh biro perjalanan, umumnya akan
diberi komisi oleh hotel kepada travel agent tersebut. Hal ini jika biro
perjalanan tersebut belum ada contractual agreement sebelumnya
119
dengan pihak hotel, besarnya komisi yang diberikan oleh hotel
terhadap agent tersebut sebesar 10% dari harga kamar. Sedangkan
bagi travel agent yang sudah benefit akan diberikan harga khusus
atau contract rate sehingga travel agent dapat menjual kepada tamu
sesuai dengan harga kontrak. Jadi agent tersebut dengan sendirinya
sudah mendapat komisi dari harga kontrak tersebut.
7. Formulir
Formulir yang digunakan dalam penanganan pemesanan kamar antara
lain:
a. Reservation form: formulir untuk mencatat data tentang pemesanan
kamar
Format 3.2. Room reservation form
120
Format 3.3. Reservation slip
121
d. Group cancelaltion form:formulir ini digunakan untuk mencatat
keterangan pembatalan pemesanan kamar untuk tamu rombongan
122
Bagian reception(reception section)
Pengertian
Tamu yang baru datang akan menuju ke counter kantor depan terlebih
dahulu untuk melakukan registrasi atau mengambil kunci kamar, ketika
berada di dekat counter mereka akan disambut oleh seorang receptionist
yang berada di balik counternya. Seorang reception akan memberikan
sambutan hangat kepada para tamu dengan memberikan salam, ucapan
selamat datang dan menawarkan bantuan, dengan senyum yang ramah
tetapi cekatan.
Di beberapa hotel besar bagian reception tidak hanya menangani tamu
check in saja tetapi juga menangani tamu check out juga, penggabungan
tugas ini mungkin dilakukan jika hotel sudah menerapkan sistem
komputer, ada banyak istilah yang digunakan untuk bagian ini antara lain
Front Desk Agent, Guest Service Assistant, Ambasador, Room Clerk.
Seorang reception adalah orang yang penting bagi tamu dan hotel, bagi
tamu petugas reception adalah orang yang paling sering dihubungi
selama mereka menginap. Bagi hotel petugas reception adalah orang
yang menciptakan dan mempertahankan citra yang baik dan membuat
tamu ingin datang kembali kehotel.
123
Jenis harga kamar
Pada dasarnya hanya ada dua jenis harga kamar di hotel yaitu
harga kamar normal dan harga kamar khusus,harga kamar normal(rack
rate/publish rate/normal rate) adalah harga kamar normal/tidak diskon
untuk setiap kamarnya, sedangkan harga kamar khusus adalah harga
kamar khusus yang diberlakukan/dibedakan sesuai dengan jenis tamu,
fasilitas, event, hari dsb. Beberapa contoh harga kamar khusus yaitu:
a. Walk-in guest rate: khusus untuk tamu hotel yang datang ke hotel
tanpa melakukan pemesanan kamar sebelumnya. Ada hotel yang
memberikan harga tertentu tetapi masih ada ruang untuk ditawar
sampai ke harga yang paling rendah, yang menjadi patokan bagi
hotel (buttom rate).
b. Group rate: grup adalah tamu dari satu perusahaan atau kelompok
yang memesan kamar di hotel untuk hari tertentu dengan jumlah
kamar minimal 8 kamar. Mereka bisa datang bersama sama dan juga
secara sendiri-sendiri. Hanya saja, mereka dalam satu perusahaan
atau rombongan yang sama untuk menginap di hotel yang sama.
c. Travel agent rate: harga kamar untuk travel agent, bahkan ada hotel
yang memasang harga kamar terendah untuk kelompok travel agent.
Biro perjalanan untuk mendapatkan harga rendah karena mereka
adalah salah satu urat nadi suatu hotel yang terus mensuplai tamu
secara terus menerus, sehingga travel agent yang satu mendapatkan
harga yang berbeda untuk hotel, dengan harga hotel yang lain.
d. Corporate rate adalah harga kamar khusus untuk tamu yang berasal
dari perusahaan tertentu, namun harga khusus ini juga diberlakukan
untuk tamu langganan
e. Embassy rate adalah harga untuk para tamu yang berasal dari
kedutaan suatu negara .
f. Airline crew rate adalah harga kamar untuk awak pesawat baik pilot
maupun awak kabin atau pramugara dan pramugari serta bagian
keamanan
g. Airline passenger rate harga kamar untuk penumpang pesawat
terbang adalah mereka yang naik pesawat terbang ke suatu tempat
tetapi karena jadwal penerbangannya menghendaki mereka harus
tinggal semalam di hotel, mereka harus menginap di suatu hotel.
Untuk mereka yang naik pesawat terbang tersebut ada satu kontrak
harga, yang biasanya diwakili dari perusahaan penerbangan dengan
pihak hotel untuk menandatangani kerjasama yang disepakati
bersama.
h. Week end rate rate: harga kamar khusus untuk tamu yang menginap
di hotel pada hari Jumat, Sabtu dan Minggu. Pada hotel bisnis, pada
akhir pekan biasanya ada harga yang sedikit lebih rendah dari harga
kamar pada waktu hari biasa, karena kebanyakan tamu yang datang
ke hotel tersebut adalah untuk bisnis, pertemuan dan konperensi.
Sedangkan untuk hotel resort atau yang terletak di daerah tujuan
124
wisata, pada akhir pekan dan hari libur, hotelnya malah ramai dan
cenderung penuh, oleh karena itu harga kamar di akhir pekan
biasanya lebih tinggi dibandingkan dengan weekdays
i. Membership card rate: harga kamar khusus untuk tamu yang sudah
menjadi anggota/klub suatu hotel, keanggotaan ini diberikan kepada
orang yang mendaftar sebagai anggota dengan membayar sejumlah
uang keanggotaan, mereka akan memperoleh fasilitas yang cukup
banyak, baik potongan harga khusus maupun berbagai kemudahan
untuk menggunakan fasilitas yang ada di hotel.
j. Hoteliers rate: harga kamar khusus biasanya berkisar pada 40-60%
diskon dari harga jual umum (published rate) untuk orang yang
bekerja di hotel tertentu. Orang hotel diberikan harga kamar khusus
sebagai refleksi dari fasilitas yang juga diberikan jika kita bermalam di
hotel lain, sehingga menjadi satu rangkaian semacam ketentuan tidak
tertulis
k. Press rate: para wartawan juga mendapatkan harga khusus jika
mereka hendak bermalam di hotel. Ini dimungkinkan terutama untuk
suatu hotel besar yang mempunyai banyak tipe kamar dan juga relasi
yang sangat luas. Wartawan adalah bagian dari pemasaran hotel,
khususnya ada kedekatan dengan bagian Public Relations suatu
hotel untuk melakukan promosi, press release, press conference dan
lain sebagainya.
l. Government rate: tamu yang berasal dari kantor pemerintahan
seperti Departemen Dalam Negeri, Tenaga Kerja, Imigrasi,
Kepolisian, TNI, Perhubungan, Pertambangan dan Energi, Kesehatan
dan lain sebagainya, juga mendapatkan pengelompokan harga
kamar tersendiri.
m. Long staying guest rate: batasan dari long staying adalah tamu yang
bermalam di hotel untuk jangka waktu dua minggu atau lebih. Ada
juga hotel yang menetapkan lama tinggal tamu minumal satu minggu,
tetapi ada juga yang memberlakukan tamu yang menginap selama
minimal satu bulan. Hal itu tergantung dari jenis hotel dan tingkat
kesibukan serta bisnis di hotel tersebut. Tamu yang berencana
tinggal untuk masa menginap yang lama sesuai dengan kategori long
stay guest akan diberikan harga kamar khusus yang lebih rendah dari
published rate, atau tamu individu yang tinggalnya hanya satu atau
dua hari.
n. Certain packages rate: certain packages adalah kata lain dari paket
khusus yang ditawarkan di hotel. Paket khusus tersebut antara lain
meliputi: paket liburan, paket bisnis, paket hemat, paket lebaran,
paket natal, Paket tahun baru, paket belanja dan berbagai macam
paket yang lain. Penjualan sistem paket berkaitan dengan penjualan
kamar di hotel yang juga mengikutsertakan penjualan bagian fasilitas
hotel yang lain. Misalnya, harga yang ditawarkan kepada pelanggan,
untuk paket liburan, sudah termasuk biaya akomodasi, makan pagi
termasuk dua anak dibawah dua belas tahun, gratis penggunaan
125
taman bermain, gratis masuk ke kolam renang, serta ada
penambahan gratis untuk kue tertentu serta es krim. Dalam paket
bisnis dijual ke tamu dengan satu harga yang sudah meliputi harga
kamar, penggunaan ruang meeting, pemakaian fasilitas pusat bisnis
serta sarapan pagi dan makan siang di restoran.
126
Gambar 324. Brosur harga Paket Pernikahan
Metode pembayaran
Metode/jenis pembayaran yang lazim di gunakan di hotel yaitu:
1. Cash: tunai dapat berupa mata uang rupiah atau mata uang asing
2. Credit card: visa, mastercard, JCB, BCA card, AMEX, dinners club
Format 3.7. Credit card slip untuk imprint credit card
127
Format 3.8. Slip untuk EDC machine
128
masalah-masalah yang memerlukan tindak lanjut dari petugas
dalam kelompok kerja (shift) terdahulu kepada kelompok kerja
berikutnya sehingga mempermudah pekerjaan dan menjamin
pelayanan tamu diberikan secara maksimal karena segala hal
penting yang berkaitan dengan tamu dicatat. Log book ini
merupakan catatan penghubung penting dari shift yang satu ke
yang lain tentang informasi, seperti: keluhan tamu, pindah
kamar, tamu tanpa barang bawaan, persiapan yang belum
selesai dan memerlukan tindak lanjut dari kedatangan VIP,
rombongan dsb.
129
status kamar setiap hari sebagai informasi bagi petugas
penerima tamu dalam menjual kamar.
Menghitung kamar
Tujuan penghitungan kamar adalah untuk mengetahui ada atau
tidak adanya kamar tersedia yang bisa dijual pada hari itu,
khususnya untuk tamu-tamu yang tiba tanpa pemesanan kamar
(walk-in). Hal ini perlu dilakukan oleh penerima tamu terutama
pada saat-saat tingkat hunian kamar tinggi. Dengan
diadakannya penghitungan kamar beberapa kali dalam sehari
maka diperoleh situasi kamar yang akurat yang sangat
diperlukan untuk mencapai tingkat penjualan kamar secara
maksimal dan dapat diambil resiko sekecil mungkin dalam
penjualan kamar.
Cara menghitung kamar, pertama tentukan terlebih dahulu
kamar yang tersedia untuk dijual(room available) dengan cara
mengurangi kamar yang dimiliki oleh hotel (total house) dengan
kamar yang dihuni oleh karyawan (house use), setelah itu
menghitung (kamar terisi - kamar yang akan berangkat)+ kamar
yang akan diharapkan akan tiba. Sebagai contoh jika:
Jumlah seluruh kamar hotel = 102
Jumlah house use= 2
Jumlah vacant room/kamar kosong=30
Jumlah kamar terisi=70
Jumlah kamar yang akan berangkat/due out room=29
Jumlah kamar yang diharapkan tiba=34
Maka kamar yang bisa dijual kepada tamu, dengan perhitungan
(70-29)+34=75, kemudian mengurangi antara 100-75=25 kamar
yang bisa dijual kepada tamu untuk hari ini
130
c. Blocking card dibuat sebaiknya dari karton manila dengan
ukuran yang cukup untuk diselipkan pada rak kamar. Pada
blocking card dicantumkan nomor kamar, nama tamu atau
nama rombongan atau perusahaan dan tanggal
kedatangannya serta cara pembayarannya.
131
Format 3.13. Expected arrival list
132
Format 3.14. Guest history card
133
Tabel 3.8. Penggolongan tamu VIP
Kategori Penggolongan Fasilitas
jabatan
134
IP (VIP 4) Direktur, General 1. Penjemputan di bandara
Manager oleh Airport Rep. dengan
perusahaan sejenis, mobil yang dicarikan oleh
staff Airport Rep.
senior dari sister 2. Disambut EAM/ FO M di
hotel, lobby
trainer dari luar hotel. 3. Kartu ucapan selamat
datang(welcome card)
4. Minuman selamat datang
(welcome drink)
5. Escort by GRO
6. Fruit basket di kamar
ukuran kecil
7. Kamar di upgrade ke jenis
Deluxe.
135
Tata urutan pelayanan yang diberikan oleh reception
Tata urutan pelayanan yang diberikan oleh petugas reception, pada
umunya sama di setiap hotel, pelayanan dimulai sejak pertama kali tamu
datang ke hotel sampai dengan meninggalkan hotel, pelayanan ini harus
memenuhi kebutuhan dan keinginan yang diharapkan tamu oleh karena
itu pelayanan di hotel dikenal dengan moto ”Yes I can” yang artinya
bahwa segala permintaan tamu dapat di penuhi oleh karyawan hotel,
khususnya yang bekerja di bagian operasional. Kronologis pelayanan
yang diberikan oleh reception adalah sebagai berikut:
A. Registrasi
Registrasi merupakan suatu hal penting untuk tamu yang akan menginap
di hotel. Dengan registrasi seorang bisa teridentifikasi keberadaan dan
statusnya,oleh karena itu registrasi merupakan suatu keharusan. Dalam
melakukan registrasi atau pendaftaran tamu, formulir utama yang
digunakan yaitu registration card/registration form., di dalam registration
card ada beberapa unsur dasar yang merupakan isi formulir dan
menunjukkan data dan identitas tamu. Unsur unsur utama yang ada
didalamnya adalah:nama tamu lengkap tamu yang menginap, alamat
lengkap rumah atau kantor, tempat dan tangal lahir, nomor kartu
pengenal(KTP, SIM, Passport) serta tanggal dikeluarkannya, cara
pembayaran, tanggal kedatangan & keberangkatan, jumlah tamu,
permintaan yang khsus, nama perusahaan dan tanda tangan tamu serta
inisial petugas reception.
136
Dalam penerapannya dilapangan, regristrasi bisa diterapkan secara
beragam. Ada yang sangat ketat sehingga tamu benar benar harus
menunggu sampai semua administrasi terselesaikan kemudian tamu baru
bisa mendapakan kunci kamar. Ada juga yang fleksibel, asal seseorang
dapat dipercaya maka administrasi tidak lengkap sepenuhnya masih bisa
diterima. Administrasi dalam registrasi biasanya dikaitkan dengan uang
deposit. Jika dihubungkan dengan layanan kepada tamu, maka
penerapan secara kaku akan menimbulkan beberapa dampak yang
kurang baik, antara lain:
a. Proses check-in menjadi lama
b. Berpotensi menimbulkan keluhan dari tamu
c. Tamu merasa dicurigai
d. Staff di front office dianggap tidak professional oleh tamu
Sebagai langkah antisipasi bisa dilakukan untuk mengantisipasi hal diatas
antara lain:
Membuat program speedy check-in, yaitu proses check-in dilakukan
secara cepat, tidak bertele-tele. (registrasi bisa dilakukan dalam
perjalanan dari bandara ke hotel).
Menyesuaikan kondisi tamu, jika sangat lelah sehabis perjalanan
panjang bisa registrasi di kamar.
Jika seorang tamu sudah melakukan pemesanan kamar, maka segala
formulir dan persyaratannya sudah disiapkan sehingga registrasi
hanya mengisi beberapa data saja.
B. Check-in
Proses check-in merupakan bagian didepan dalam proses urutan
layanan tamu. Idealnya, sebelum menginap, tamu harus melakukan
check-in terlebih dahulu. Hanya saja metoda check-in ada bermacam-
macam. Ada yang konvensional, artinya seperti check-in pada umumnya,
ketika tamu yang akan menginap telah tiba di lobby, maka akan disambut
oleh doorman, bellman dan GRO dan tamu akan menuju ke receptionist
counter. Di sana tamu akan disambut untuk ditanya apakah sudah
melakukan reservasi sebelumnya. Jika semuanya telah diketahui, maka
proses check-in akan berlangsung yaitu tamu mengisi registration card
dan membubuhkan tanda tangannya di sana serta memberikan deposit
atau barang yang menunjukkan identitas tamu, apakah berupa passpor
atau KTP/SIM. Karena pemakaian kamar di hotel adalah bersifat
sementara, tidak seperti membeli tempat tinggal tetap di apartemen
maupun real estate. Check in di hotel, hanya sampai pada waktu atau
periode tertentu, jadi tamu juga akan menyelesaikan segala sesuatunya
dalam waktu tertentu juga. Jika tidak ada proses check-in maka pihak
hotel akan mengalami kesulitan dalam membukukan kapan tamu mulai
masuk di hotel, kapan akan pulang, apakah rencana tinggalnya
diperpanjang atau tidak, apakah selama tinggal di dalam hotel apakah
tamu mengkonsumsi makanan, memakai fasilitas ballroom, membeli
barang di drug store, meminum dan memakan di bar atau lounge, dsb. Itu
semua terkait dengan deposit, kartu identitas dan tanda tangan otorisasi
137
tamu. Kegunaan lain dari data itu semua adalah untuk statistik hotel
sebagai bahan evaluasi tentang asal dan kenegaraan tamu, tujuan tamu
serta rata rata lama tinggal tamu.
138
card dan kartu pengenal bisa dipalsukan, setiap tamu yang telah
registrasi di hotel,status kamar berubah menjadi occupied yang telah
dihitung sebagai revenue hotel, otomatis jika ada tamu yang melarikan
diri sebelum melakukan pelunasan pembayaran selama tinggal di hotel,
atau diistilahkan sebagai skipper, maka akan menyebabkan kerugian bagi
pihak hotel. Itu sebabnya salah satu cara untuk menghindari hal tersebut
diberlakukan ketentuan deposit bagi setiap tamu yang akan menginap.
Besarnya deposit bervariasi di setiap hotel. Ada hotel yang meminta tamu
untuk membayar didepan sewa satu malam, ada yang ketentuan yang
menghendaki dua malam, ada yang semalam ditambah asumsi biaya
makanan dan konsumsi lain lain, yang diperkirakan separuh dari harga
kamar satu malam. Kesemuanya itu harus dijelaskan oleh receptionist,
sebelum tamu mendapatkan kunci. Jika tamu memang berniat untuk
menginap, maka mereka akan menyediakan uang deposit tersebut, baik
secara tunai maupun dengan pembayaran melalui kartu kredit.
Permasalahannya sekarang, apakah sistem itu sudah dikenal baik oleh
para tamu yang datang ke hotel tersebut. Bagaimana kalau dia tidak
diperlakukan demikian di hotel lain, maka hotel akan meminta sejumlah
uang sejumlah yang bisa menjamin harga kamar, sedangkan asumsi
biaya lain selain kamar, tidak perlu diminta namun fasilitas tersebut
dibatasi seperti mengeluarkan minibar, memblok telepon keluar dll, hal ini
dikenal dengan istilah cash basis yang berarti tamu harus membayar
setiap transaksi yang digunakan oleh tamu secara tunai, atau tidak
diperkenankan di posting ke kamar. Reception akan membuat formulir
cash all department form kepada departemen lain sebagai informasi
bahwa tamu tersebut cash basis
Format 3.17. Cash all department form
139
akan terjadi, misalnya tamu berencana akan tinggal cukup lama di hotel
tersebut.
Format 3.18. Official receipt
140
akan ada walk-in guest, ataupun rombongan yang saat itu sedang dalam
status memesan kamar tetapi masih untuk sementara (tentative booking),
jika mereka jadi menginap pasti minta di dua lantai untuk semua tamu
dari perusahaaan itu, lantai 17 dan 16. Maka pilihan paling tepat
mengalokasikan satu tamu tadi adalah di kamar 1515 dan 1517, karena
kamar 1615 dan 1617 pasti akan diperlukan.
Sisi lain dari pengaturan dan pengalokasian kamar adalah kebanyakan
tentang penempatan tamu di twin atau double room. Banyak yang salah
pengertian tentang twin dan double dan juga kamar single. Penempatan
orang di kamar single berarti ditempatkan di kamar twin dan kamar
dipakai yang satu tempat tidur(bed) saja. Kamar yang dimaksud berarti
jenis kamar yang terdiri dari dua bed kecil kecil atau dua bed single.
Sedangkan double berarti satu kamar mempunyai satu tempat tidur saja
tetapi ukurannya besar. Kamar single atau double pengalokasihannya
tergantung dari permintaan tamu, tetapi juga perlu dipertimbangkan
demand untuk tamu yang lain. Hotel bisnis jika pada hari sabtu dan
minggu atau weekend serta itu merupakan potensi untuk menjual kamar
double, maka pada saat tamu sendiri dan minta untuk kamar single yang
besar, sebaiknya diperiksa kembali bahwa tamu mungkin perlu single
room yang sebenarnya, bukannya kamar double.
Contoh lain pengalokasihan berdasarkan situasi bisnis hotel tersebut,
dalam hal penjualan kamar kepada banyak tamu walk-in, maka
receptionist harus berfikir bahwa kamar yang dilantai paling bawah itu
yang dijual dulu. Selebihnya dari sisa kamar yang ada, akan berpotensi
untuk dijual. Sedangkan, jika tamu mempunyai permintaan khusus yang
menghendaki kamar di lantai atas, maka jika dipandang itu berpotensi
akan perlu mendapat prioritas. Sehingga, yang datang paling akhir akan
mendapatkan kamar yang merupakan pilihan nomor dua, first come first
serve.
Jika hotel dalam keadaan ramai, maka tamu yang diutamakan dahulu
adalah yang sudah pasti atau memberikan deposit baik secara tunai
maupun dengan kartu kredit. Dalam kondisi musim ramai atau high
season biasanya hotel akan menaikan harga kamar, karena permintaan
lebih banyak dari pada penawaran.
Satu hal lain yang cukup penting dalam menghapalkan lokasi kamar
khususnya bagi petugas hotel yaitu dengan mengetahui room
configuration atau konfigurasi kamar. Tujuan utama konfigurasi kamar
adalah untuk memudahkan mencari lokasi kamar, mengefisiensikan
layanan dan tugas staf, serta bisa membantu tamu hotel untuk lebih
nyaman tinggal di hotel tersebut. Setiap kamar ada kaidah
pembuatannya, penyusunannya atau pengelompokannya. Dalam hal ini
ada yang berdasarkan posisi atau lokasi ada juga yang berdasarkan
lantai tetapi bisa jadi ada yang menyusun berdasarkan urutan nomor,
selain itu semua ada cara klasik yang mengelompokkan berdasarkan tipe
kamar dan jenis tempat tidur. Berikut ini adalah uraian pengelompokkan
mengenai konfigurasi Kamar yang diterangkan melalui contoh:
141
Berdasarkan posisi atau lokasi
a) Multi story building (hotel dengan bentuk gedung bertingkat)
Wing kiri = nomor kamar dengan akhiran 001 sampai 030
Misalnya: 8006, 1624, 6030
Wing kanan= nomor kamar yang berakhiran 031 sampai 060
Misalnya: 8038, 1644, 1056
Dari uraian singkat diatas setiap staf yang terkait akan bisa dengan
mudah menghapalkan posisi kamar diantara kamar lain disuatu hotel. Hal
tersebut akan memberikan imbas efisiensi baik kerja, waktu, tenaga
maupun biaya.
b) Model cottages
Area A = nomor 101 – 110
Area B = nomor 111 – 130
Area C = nomor 131 – 150
Area D = nomor 151 – 160
Berdasarkan lantai atau tingkat
Untuk hotel dengan model gedung bertingkat, lazimnya satu atau dua
nomor didepan adalah sesuai tingkat sedang satu atau dua nomor kamar
lainnya adalah nomor kamar tamu, contoh nomor kamar dengan
menggunakan dua digit nomor kamar tamu:
902 = berarti kamar itu terletak di lantai 9 dengan nomor kamar 02
2133 = berarti kamar itu terletak di lantai 21 dengan nomor kamar 33
1412 = berarti kamar itu terletak di lantai 14 dengan nomor kamar 12
Berdasarkan urutan nomor
Jiika ada hotel yang memanjang dengan kamar tamu berhadap hadapan
atau terbagi oleh koridor, ada juga pengelompokan nomor kamar sekedar
urut saja, misalnya: 20,21,22, 23,24,25,26 dan seterusnya ketika sampai
di ujung lorong, nomor kamar terus dilanjutkan: 27, 28. 29, 30, 31, 32, 33.
Cara lain untuk memudahkan adalah
Kamar sebelah kiri koridor = 201, 203, 205, 207, 209, 211
Kamar sebelah kanan koridor = 202, 204, 206, 208, 210, 212
Berdasarkan tipe kamar
Kamar 4002 – 4008 = kamar standar
Kamar 5002 – 6010 = semuanya berjenis superior
Kamar 8002 - 1010 = kamar suite
Berdasarkan tipe tempat tidur
4401 = ST TW
4403 = ST DB
4405 = ST KN
4407 = ST QN
4409 = ST KN
Keterangan:
- Dua angka didepan menunjukkan lantai atau letak tingkat kamar,
khususnya untuk hotel dengan bentuk gedung bertingkat, 44 berarti
kamar tersebut terletak di lantai 4. Sedangkan dua angka
dibelakangnya: 01, 02, 03, 04 dan seterusnya adalah nomor kamar.
142
- ST = Jenis kamar standar
- TW = kamar twin
- DB = kamar double
- KN = kamar king
- QN = kamar queen
143
Ada juga tamu yang tidak mau diantar, tetapi pada saat sampai di
pintu kamar, tamu tidak bisa membukan pintu. Akhirnya menghubungi
front desk dengan mengeluh, jika terjadi kasus semacam ini, receptionist
harus membantu tanpa menyalahkan tamu. Kunci kamar diberikan oleh
receptionist ke tamu dan meminta bellboy untuk mengantarkan ke kamar,
jika itu adalah tamu regular atau bukan yang termasuk dalam daftar VIP.
Jika tamu itu tergolong special, maka kunci akan dipegang dan
dibawakan oleh GRO, sedangkan pemberian kunci ke tamu akan
dilakukan setelah pintu dibukakan dan diterangkan secara lengkap
fasilitas di kamar tamu serta benefit untuk tamu.
Ada juga yang pemberian kunci kamar tamu tertentu, diberikan oleh
Front Office Manager atau General Manager hotel. Hal itu terjadi untuk
tamu spesial, misalnya mereka yang tergolong di VVIP atau tamu sangat
sangat penting. Bahkan ke kamar dan penjelasan fasilitas pun
diterangkan oleh FO Manager atau General Manager itu sendiri.
Kartu tamu (guest card)
Kartu Tamu atau guest card adalah kartu tanda identitas tamu yang
tinggal di hotel, namun ada beberapa hotel yang masih menggunakan
kartu tamu ini. Adapun informasi yang biasa tercantum pada kartu tamu
adalah:
Nama tamu (guest name)
Tanggal tiba dan tanggal berangkat
Nomor Kamar (room number)
Harga Kamar (room rate)
Informasi bagi tamu
Adapun kegunaan dari kartu tamu ini antara lain:
Dipergunakan untuk mengambil kunci kamar yang dititipkan
Sebagai identitas bagi tamu jika ingin menggunakan fasilitas hotel.
Dipergunakan untuk konfirmasi transaksi rekening tamu (room
account, bar account, restaurant account)
Format 3.19. Guest card
144
Gambar 3.25. Kunci kamar kartu Format 3.20. Guest key & guest card
envelope
145
G. Pengantaran ke kamar
Pengantaran ke kamar untuk tamu VIP dilakukan oleh guest relation
officer (GRO) sedangkan tamu bukan VIP biasanya oleh bellman dengan
membawakan barang bawaan tamu. Bisa juga tamu pergi ke kamar
terlebih dahulu, baru barang bawaan tamu diantarkan ke kamar oleh
[Link] tamu VIP dilakukan oleh GRO dengan cara
mendampingi tamu menuju lokasi kamar, karena tamu belum tentu tahu
dan terbiasa dengan sistem lokasi serta penomoran kamar di hotel
tersebut. Misalnya tamu akan menempati kamar 1207, logikanya itu
berada di city hotel dengan tipe bangunan berupa multi storey building
atau bangunan bertingkat (setidaknya berlantai 12). Kamar 1207 artinya
berada di tingkat atau lantai 12. Seorang pengantar yang baik akan
menanyakan keadaan tamu, bagaimana perjalanan tamu dari tempat
asalnya menuju ke hotel tersebut atau hal hal situasional lainnya yang
memberikan kesenangan bagi tamu, atau ada kesan bahwa staff benar
benar memperhatikan tamu. Istilah khusus untuk itu disebut sebagai
taking care of the guest.
Ketika memasuki lift, GRO mempersilakan tamu terlebih dahulu, jika
sudah sampai di lantai yang dituju, tamu dipersilakan untuk turun atau
keluar duluan. Demikian juga ketika akan memasuki kamar tamu, setelah
GRO menunjukkan cara membuka kamar. Setelah pintu terbuka, tamu
dipersilakan masuk lebih dahulu baru GRO, setelah itu GRO menawarkan
untuk menjelaskan fasilitas kamar dan benefit tamu sesuai dengan kamar
hotel yang dipilih. Setelah melakukan itu semua, GRO pamit dan
mengucapkan selamat istirahat kepada tamu, dengan satu pesan, jika
tamu sewaktu waktu memerlukan bantuan bisa menghubungi nomor
tertentu, yang ditunjukkan oleh GRO.
Jika tamu tidak mau diantar karena terburu buru atau tamu sudah
sering datang ke hotel tersebut dan lokasi kamar yang hendak dituju
sudah tidak asing lagi, maka reception tetap mengucapkan selamat
istirahat, atau semoga menikmati selama tinggal di hotel, dan
memberikan kunci dalam amplop atau kartu khusus, beserta kupon, baik
voucher untuk welcome drink, sarapan maupun diskon khusus di outlet
tertentu di hotel.
Pengantaran secara khusus bisa juga dilakukan, oleh seorang
General Manager atau Executive Assistant Manager. Biasanya hal itu
untuk tamu khusus atau penting seperti CEO grup perusahaan itu,
owning company, VVIP atau orang tertentu yang mempunyai kekerabatan
dekat dengan bisnis hotel tersebut. Pengantaran oleh General Manager
atau Executive Assistant Manager tetap didampingi oleh GRO yang
membawakan kunci dan berbagai voucher. Ada satu perkecualian untuk
pengantaran yang dilakukan sendiri oleh seorang pimpinan tanpa GRO,
yaitu jika yang diantar tersebut adalah orang penting dan mempunyai
hubungan dekat dengan pimpinan itu.
146
Tanggung
Jenis Tamu Penjelasan Jawab
Pengantaran
Newly arrivals Tamu-tamu yang pertama datang Bellboy, GROs
menginap di hotel. Bellboy, GROs
Group/ tours Tamu-tamu Rombongan. Tamu yang
biasanya datang dalam jumlah besar
dengan barang bawaan yang banyak.
Tamu-tamu ini biasanya memerlukan
penanganan khusus pada saat
kedatangan.
VIPs Tamu penting dikarenakan pengaruh General
(Very Important jabatannya, popularitasnya atau Manager, E.A.
Persons) keamanannya, contohnya; Government Manager. F.O.
officers, frequent-stay guests, celebrities, Manager,
guest in expenses rooms, guest with
security risks, executives from the hotel’s
head office, dll.
CIPs Tamu Penting dikarenakan profesinya, GROs (Guest
(Commercially jabatan/posisinya diperusahaan atau Relations
Important kekayaannya, contohnya; executive of Officers)
Persons), large corporate account-holders, E.A. Manager.
important journalist and media staff, F.O. Manager,
travel agents and tour company staff,
dan tamu-tamu yang dapat memberikan
peluang bisnis bagi hotel.
SPATTs Tamu yang membutuhkan perhatian GROs (Guest
(Special Attention khusus atau tamu-tamu yang Relations
Guests), memerlukan extra perhatian seperti Officers), Bellboy.
tamu dengan tongkat, orang cacat, tamu
orang tua, tamu sakit, wanita yang
melakukan perjalalan sendiri, wanita
hamil, tamu yang membawa bayi.
H. Periode in-house
Periode in-house adalah masa selama tamu tinggal di hotel ada banyak
hal yang perlu diperhatikan dan ditangani oleh staf bagian front office.
Berikut adalah aktivitas dan pelayanan tamu yang terkait dengan
departemen front office.
a. Tamu pindah kamar(change of room or rate ):alasan tamu pindah
kamar kemungkinan disebabkan karena tamu menginginkan fasilitas,
lokasi kamar yang berbeda, berubahnya jumlah tamu yang menginap di
kamar, ataupun adanya keluhan yang berhubungan dengan kamar
[Link] yang harus dilakukan jika menangani tamu pindah kamar
adalah:
147
Reception menanyakan alasan tamu pindah kamar
Jika memungkinkan mencari kamar penggantinya, usahakan kamar
yang tidak terlalu jauh dari kamar sebelumnya
Melapor ke bagian housekeeping & engineering jika terjadi
kerusakan kamar
Menghubungi bellboy jika tamu memerlukan bantuan pemindahan
barang bawaan
Mengisi formulir change of room or rate
Mendistribusikan change of room or rate ke departemen lain
b. Tamu sleep out adalah tamu yang menginap di hotel tetapi pada
waktu tertentu tidak tinggal di dalam kamarnya, jika tamu sleep out
artinya barang bawaannya tetap berada di kamar, berapa besar harga
kamar yang akan dikenakan tergantung dari hotel, namun biasanya akan
dikenakan biaya harga kamar penuh(sesuai dengan harga semula),
penanganan yang dilakukan oleh reception yaitu dengan cara
menanyakan lamanya sleep out, menawarkan apakah kamarnya di
double lock atau tidak, kemudian melapor kepada atasan dan mengisi
formulir sleep out form.
Formulir 3.24. Sleep out
148
c. Incognito adalah tamu yang menginap di hotel sesuai dengan
permintaannya ingin keberadaaanya di hotel di rahasiakan, oleh karena
itu jika ada tamu yang mencarinya baik melalui telepon atau datang
langsung maka seluruh staf hotel mengatakan bahwa tamu ersebut tidak
menginap di hotel, agar keberadaan tamu di hotel tidak diketahui, ada
cara yang digunakan dalam penulisan nama di sistem komputer dengan
cara memberi tanda tertentu seperti (*) pada nama tamu
d. Privacy/Do not disturb adalah tamu yang menginap di hotel sesuai
dengan permintaan dan alasan tertentu tidak ingin orang lain
mengganggu dirinya, hal ini berlaku untuk staf hotel ataupun tamu yang
mencarinya, pada sistem komputer jika tamu tidak ingin diganggu maka
sambungan telepon yang masuk ke kamarnya akan menyambung ke
bagian operator telepon.
a.
b.
c.
149
Format 3.26. Safe deposit box card closing
Prosedur check-in
A. Prosedur check in untuk tamu individu/perorangan
Prosedur/tahapan penanganan check in untuk tamu perorangan adalah
sebagai berikut:
1. Tamu yang datang di hotel
Setelah kendaraan pengantar mereka memasuki lobby, maka akan
disambut oleh seorang doorman untuk membukakan pintu,
menyampaikan selamat datang dan menawarkan untuk menurunkan
barang bawaannya dari bagasi mobil. Setelah ada tanda persetujuan
dari tamu, doorman akan meminta bellboy untuk menurunkan barang
tamu dari mobil dan disimpan diatas luggage trolley sampai ke depan
pintu utama hotel atau ada yang menempatkan barang bawaan tamu
didekat reception counter sambil menanti tamu untuk melakukan
registrasi. Dengan suatu alasan bahwa tamu sering mencari
barangnya, mulai dari passpor, tanda pengenal diri sampai uang serta
barang penting lainnya biasanya ada di salah satu tas yang
dibawakan bellboy.
150
Gambar 3.27. Penyambutan tamu
oleh doorman Gambar3.28. Penanganan barang dari kendaraan
151
rombongan yang datang, juga tergantung dari fasilitas yang dimiliki
hotel.
Pengantaran tamu rombongan ke kamar, tidak semua tamu bisa
diantar satu per satu, khusus hanya yang memang memerlukannya
karena sama sakali tidak tahu letak kamar atau sulit untuk dijelaskan
secara verbal saja.
Barang tamu, jika itu merupakan rombongan dari jauh dan membawa
barang bawaan yang cukup banyak, maka satu persatu harus
dicocokkan dengan tour leader, dan dipastikan bahwa tiap barang
mempunyai luggage tag yang menunjukkan nama tamu dan kamar
yang ditempati. Hal itu untuk memudahkan pengiriman dan
menghindari kehilangan barang atau tertukar dengan tamu lain.
Terkadang ada juga rombongan yang barangnya datang beberapa
jam sebelum tamunya datang, karena mereka dari luar negeri atau
tempat yang jauh sehingga bagasi barang di atur terpisah dengan
tamu yang datang. Jika ada kasus demikian, pihak concierge harus
menyediakan luggage store, untuk menyimpan semua barang tamu
tersebut. Jika tempat penyimpanan barang tidak muat maka barang
akan di simpan di area dekat concierge counter/belldesk tetapi diberi
pembatas
Berikut ini adalah prosedur penanganan check in untuk tamu rombongan:
1. Tamu memasuki hotel dengan bus atau beberapa kendaraan
disambut doorman
2. Trolley sudah siap di depan lobby
3. Kalau perlu ada kendaraan untuk mengangkut barang
4. Tambahan personnel disiapkan, kalau perlu ada tambahan tenaga
supervisor, manager dan security.
5. Waktu menurunkan barang sebaiknya ada security dan tour
leader sebagai saksi jumlah barang.
6. Tour leader ditemui dulu untuk diantar ke lobby, diajak duduk dan
berbincang
7. Semua tamu rombongan di persilakan duduk di lobby, lounge atau
tempat khusus tidak jauh dari lobby, untuk group check-in
8. Welcome drink sudah disiapkan di tempat kedatangan tamu, jika
meeting room dipakai untuk menyambut kedatangan tamu, maka
welcome drink juga dikirim ke meeting room tersebut.
9. Bell captain dan bellboy mengurus barang bawaan tamu dan
memasang luggage tag
10. Pimpinan rombongan mengisi registration card, satu untuk satu
rombongan
11. Receptionist memeriksa registraton card dengan seksama,
biasanya disertai dengan lampiran yang diketik rapi, yang
menunjukkan alokasi kamar.
12. Cara penyerahan kunci kamar yang praktis adalah dengan
menyerahkan semuanya ke tour leader.
152
13. Bell captain mengatur strategi ke bellboy untuk pendistribusian
barang masing-masing tamu ke kamar masing masing.
14. Tamu dipersilakan masuk kamar masing masing setelah
diberitahukan nomor kamarnya dan mendapatkan kunci kamar
masing masing, bellboy membawakan luggage mereka, khusus
yang memerlukan diantar saat itu. Jika tamu datang ke kamar
terlebih dahulu maka barang bawaannya akan dikirimkan
kemudian.
15. Jika tamu diantar bellboy ke kamar melalui lift, maka tamu
dipersilakan masuk lift terlebih dahulu.
16. Setelah sampai di lantai yang dituju, tamu dipersilakan keluar
lebih dahulu baru bellboy menyusul dibelakangnya.
17. Apabila jumlah tamu lebih dari empat didalam lift dan dirasa sesak
untuk membawa barang tamu kedalamnya, maka bellboy
mempersilakan tamu untuk berangkat dahulu ke lantai tertentu,
dan bellboy akan menyusul dengan menggunakan lift yang lain.
18. Sebelum memasuki kamar, pintu kamar diketuk tiga kali
19. Bellboy menaruh barang di luggage rack, meletakkan kunci di
panel
20. Seorang bellboy yang baik harus bisa menerangkan terlebih
dahulu segala fasilitas yang ada di kamar termasuk beberapa
pelayanan yang bisa diberikan untuk tamu selama menginap.
21. Sebelum pergi, sekali lagi menjelaskan bahwa kunci ada di panel
dan satu lagi di card holder amplop kunci, diserahkan ke tamu
22. Kembali ke bellboy station, mengisi errand card dan
menyerahkannya ke captain
23. Receptionist mengubah status kamar dari vacant clean ke
occupied, dan pesan itu harus dikirim ke semua departemen
terkait, misalnya housekeeping, reservation, sales office, dan GM
office. Jika hotel telah menggunakan sistem komputerisasi yang
canggih, maka sudah ada informasi akan langsung tersebar ke
semua departemen secara otomatis dalam detik yang sama.
24. Cara lama, mungkin terjadi di beberapa hotel, semua data tamu
akan dimasukkan rekening yang ditangani oleh front office cashier
153
dahulu untuk melakukan pemesanan kamar. Dengan demikian maka
tamu hanya akan tanda tangan saja ketika sampai di counter front desk.
Registrasi bisa juga dilakukan di kamar tamu tersebut, jika tamu
datang maka bisa langsung ke kamar, tanpa harus ke counter depan
terlebih dahulu. Adapun urutan secara terinci adalah sebagai berikut:
1. Guest card dan key card sudah siap sebelum tamu datang
2. Mencocokkan nama tamu dengan data di reservasi
3. Memastikan welcome card dan fruit basket sudah ada di kamar, ada
juga hotel yang memberikan coklat atau minuman (spirit) sebagai
amenities untuk VIP.
4. Registrasi dilakukan di kamar dan kartu identitas passpor atau KTP
dan ada jaminan dari protocol-nya.
5. Kupon sarapan, dan kupon lain sudah dijadikan satu di guest cad,
kemudian GRO diminta untuk mengantar tamu VIP sampai ke
kamar, GRO memberikan guest card kemudian sambil
menyebutkan nomor kamarnya.
6. Mengucapkan selamat beristirahat dan magic words
7. Jika GRO mengantar sampai ke kamar, maka GRO menunjukkan
cara membuka pintu dan mempersilakan tamu masuk terlebih
dahulu
8. Bellboy dan barang antar dan bukakan pintu tamu
9. Setelah pintu dibuka GRO meletakkan kunci di panel power yang
memungkinkan semua electric power terbuka, bisa menyala dan
berfungsi semua mulai dari lampu, TV, jam alarm, radio, AC dan
perangkat elektronik lainnya.
10. Bellboy menata barang di luggage rack dengan rapi
11. GRO menerangkan kegunaan beberapa peralatan, serta fasilitas
yang tersedia di kamar.
12. Memberi kesempatan tamu untu menanyakan yang kurang jelas,
dan menawarkan tamu jika ada hal lain yang perlu di kerjakaan
GRO maupun bellboy.
13. GRO kembali ke GRO dek dan mengisi keterangan bahwa tamu
sudah check-in
14. Bellboy kembali ke Concierge counter dan mengisi errand card,
setelah selesai menyerahkannya ke bell captain sebagai laporan
bahwa tugas check in telah dilakukanya.
15. Receptionist memastikan bahwa kamar tersebut statusnya sudah
berubah dari vacant clean ke occupied, menyiapkan bill, memberi
keterangan tentang special request atau pesan khusus bagi tamu
tersebut ke departemen terkait, misalnya: ada pesan atau surat,
disampaikan ke concierge, meminta tambahan air mineral,
disampaikan ke housekeeping, tamu tidak mau turn down,
diberitahukan ke HK, tamu minta menu restoran, diteruskan ke F&B,
pesan limo waktu check-out, pesan disampaikan ke concierge, tamu
meminta wake up call, ditindaklanjuti ke operator, dan seterusnya.
154
16. Pada hotel non komputer sistem, dilanjutkan mengisi rack slip, jika
perlu balancing room lagi.
Guest Arrives
Prepare for Guest
Check Reservation Status
Has The Guest Made a
Reservation?
Asigning Room
Deny Request
155
kamar. Laporan ini biasanya di buat oleh night reception, yang kemudian
diserahkan kepada night auditor untuk diperiksa apakah sudah sesuai
dengan catatan kejadian pada hari [Link] yang dibuat berupa
laporan tingkat hunian kamar atau room sales recapitulation. Laporan ini
berguna untuk melihat berapa prosentase tingkat hunian kamar dan
pendapatan yang diperoleh dari kamar,dengan menggunakan rumus
sebagai berikut:
a. Persentase tingkat hunian kamar yang di isi oleh seorang tamu
Total room sold/payable: total room available X 100 %
b. Persentase tingkat hunian kamar yang di isi oleh dua orang tamu
Total guest-total room sold:total room sold X 100%
c. Rata-rata pendapatan per kamar
Total room revenue:total room sold
d. Rata-rata harga kamar per orang
Total room revenue: total guest
Tim concierge
Banyak atau sedikitnya petugas dibagian concierge tergantung pada
ukuran hotel dan spesifikasi pelayanan dan pekerjaannya. Berikut ini
adalah contoh struktur organisasi bagian concierge pada hotel besar
yaitu:
Gambar 3.30. Struktur organisasi concierge
Chief Concierge
156
Jika dilihat dari struktur organisasi bahwa concierge terdiri dari beberapa
seksi yaitu: chief concierge, bell captain, airport representative,
doorman/doorgirl, bellman/bellboy.
Jenis-jenis barang bawaan tamu
Ada beberapa jenis barang bawaan tamu yang lazim dibawa pada
saat menginap di hotel yaitu:
Trunk: sebuah tas atau koper besar untuk membawa pakaian dan
perlengkapan lain seperti perlengkapan film.
Gambar 3.31. Trunk
157
Cosmetic case (beauty case, vanity case): tas untuk menyimpan
berbagai peralatan kosmetika.
Gambar.3.34. Cosmetic case
Hat box: tas untuk menyimpan atau membawa topi, bentuk tas ini
umumnya menyerupai topi yang dibawa.
Haversack: tas ini terbuat dari kanvas, dikenal juga dengan tas
tentara, tas untuk membawa pakaian dan atau makanan.
Val-pak (val case): sejenis tas pakaian yang dapat dilipat, biasanya
tas ini dapat digantungkan.
Traveling bag (houlder-bag); tas kecil atau sering disebut tas
pundak, biasanya digunakan oleh para pendaki gunung.
Garment bag (valet bag, suit bag): biasanya terbuat dari kulit, kain
atau plastik. Tas ini biasanya untuk membawa baju jas, jaket, celana
dsb dan bisa digantung di hanger.
Golf case: tas untuk membawa perlengkapan olah raga golf
Camera case: tas untuk membawa perlengkapan foto seperti camera
body, lensa, flashes dsb.
158
Format 3.27. Luggage claim tag
159
3. Bellboy control sheet
Lembar atau formulir pengawasan yang digunakan oleh bell
captain untuk mencatat kegiatan bellboy selama penanganan
barang tamu tiba, pindah kamar atau berangkat. Formulir ini di isi
berdasarkan data dari bellboy errand card.
160
depan berisikan informasi tentang data tamu dan barang tamu
yang dititip, sedangkan bagian belakang memuat informasi
tentang persyaratan penitipan barang dan informasi pengambilan
barang yaitu:
Hotel tidak bertanggung jawab terhadap kehilangan barang-
barang yang dititipkan lebih dari 30 hari dan tidak bertanggung
jawab atas kerusakan yang dikarenakan/disebabkan oleh proses
penyimpanan.
Pemilik barang akan menanggung seluruh resiko yang
disebabkan oleh api, air dan kecurian dll. Hotel akan menjaga
barang tamu di lingkungan hotel, barang akan diberikan dengan
menunjukkan kartu ini
Format 3.31. Baggage claim check
162
barang tersebut juga berlaku bagi bellboy bila meletakkan
barang pada kereta barang dan pada bagasi bus atau taxi.
Menumpuk dan meletakkan tas/ barang yang paling
keras dibagian bawah
Menumpuk dan meletakkan tas/ barang yang paling
tebal dibagian bawah
Menumpuk dan meletakkan tas/ barang yang paling
besar dibagian bawah
Gambar 3.35. Stacking pada hand trolley Gambar 3.36. Stacking pada bellhop
163
Gambar 3.37. Penyambutan tamu oleh doorman
u. Bellboy
Mengeluarkan barang bawaan tamu
Petugas bellboy segera mengeluarkan barang bawaan tamu
keluarkan dengan hati-hati dan hindari benturan agar tidak
terjadi kerusakan pada barang bawaan tamu.
Gambar 3.38.
Tehnik mengeluarkan barang tamu dari kendaraan
i. Menempatkan barang
Tempatkan barang pada tempat yang aman di area pintu utama hotel dan
minta tamu untuk memeriksa barang [Link] barang bawaan
tamu sebelumnya telah rusak, beritahu tamu dengan sopan akan hal
tersebut, agar hotel tidak bertanggung jawab atas kerusakan tersebut dan
pastikan agar tidak ada lagi barang yang tertinggal didalam kendaraan
atau bagasi kendaraan. Kemudian bawa barang ke lobby. Bila barang
bawaan tamu cukup banyak, maka gunakanlah kereta barang. Bila pintu
utama tidak dapat terbuka secara otomatis, maka bukakan pintu dan
persilahkan tamu masuk terlebih dahulu.
3.8.5 .Rooming guest
1. Memasuki lobby
164
Bellboy mempersilahkan tamu untuk mendaftar ke bagian
reception
Menempatkan barang bawaan tamu selama tamu
mendaftar
Bila hotel menggunakan kartu gantung tanda barang (luggage
tag) maka siapkan luggage tag dan isilah informasi tamu pada
kartu tersebut kemudian gantungkan pada setiap barang
bawaan tamu, tempatkan barang bawaan tamu dekat
disamping tamu namun jangan sampai menimbulkan
kecelakaan kecil karena barang bawaan terlalu dekat dengan
kaki tamu.
Menunggu tamu selama mendaftar
Selama tamu mendaftar. bellboy harus menunggu pada
tempat yang telah ditentukan dan biasa dilakukan di hotel.
Tempat berdirinya bellboy biasanya dekat dengan pintu
masuk. Bila petugas penerima tamu sedang melakukan
proses pendaftaran bagi sejumlah tamu, maka bellboy dapat
memberikan saran pada tamu yang masih lama menunggu
untuk dipersilahkan duduk di lobby sampai pada gilirannya.
Menerima kartu tamu
Biasanya petugas penerima tamu akan meminta bellboy untuk
mengantar tamu ke kamar. Bila hotel menggunakan kartu
tamu(guest card) bellboy harus dengan cepat membaca
nomor kamar dan nama tamu yang tertera pada kartu tamu.
Jangan lupa segera tulis nama tamu dan nomor kamar pada
kartu identitas pada luggage tag
Menerima kunci kamar
Saat menerima kunci kamar tamu, jangan lupa periksa
kembali nomor yang tertera pada kunci kamar, terkadang
kunci kamar salah karena salah menempatkan pada rak kunci.
Memberi cap pada bellboy errand card
Sebelum mengantar tamu ke kamar, maka bellboy akan
menerima bellboy errand card yang sudah di stempel atau di
cap tanggal dan waktu oleh bell captain.
2. Memasuki lift/ elevator
Biasanya hotel dengan beberapa lantai memiliki fasilitas lift terutama
pada hotel-hotel yang memiliki jumlah lantai lebih dari 3 lantai, jika
menggunakan lift maka bellboy akan mempersilahkan tamu masuk
terlebih dahulu, kemudian mempersilahkan tamu untuk keluar terlebih
dahulu bila telah sampai pada lantai dimana kamar tamu berada.
165
4. Memasuki Kamar
Memasuki kamar dengan cara:
[Link] lampu masuk di kamar
Persilahkan tamu masuk terlebih dahulu
Meletakkan barang di kamar:pada rak barang, pada rak lipat
barang atau di dalam lemari
Menjelaskan fasilitas kamar seperti:fasilitas kamar, telepon, radio,
television, air-conditioning, kamar mandi, balkon
Metakkaguest card dan room key di meja tamu [Link]
tamu dengan mengucapkan ucapkan selamat
beristirahat
Penanganan barang tamu rombongan tiba
Kedatangan barang bawaan tamu rombongan
1. Persiapan selama kedatangan barang tamu rombongan
Group information adalah informasi tamu rombongan.
Informasi yang diperlukan oleh hotel untuk menyiapkan
segala sesuatunya untuk kedatangan tamu rombongan,
termasuk persiapan penanganan barang bawan tamu-
tamu rombongan
Daftar tamu rombongan dan aktivitasnya (group activities
list) adalah daftar nama-nama tamu rombongan yang akan
tiba serta kegiatannya . Daftar ini diperlukan oleh hotel
untuk menyiapkan pra-pendaftaran dan menetapkan
kamar untuk tamu-tamu rombongan.
166
2. Menerima barang-barang tamu rombongan
Pengantaran
Mengantarkan barang bawaan tamu menggunakan lift service
agar tidk mengganggu tamu lain, pengantaran ini berdasarkan
167
lokasi, berdasarkan lantai dan berdasarkan nomor kamar serta
menggunakan kereta barang(trolley cart)
168
1. Daftar tamu diharapkan berangkat (expected departure list)
Daftar yang memuat informasi tentang tamu-tamu yang
diharapkan berangkat pada hari itu.
2. Receptionist
Informasi yang kedua biasanya diperoleh dari petugas
penerima tamu. Pada catatan expected departure biasanya bell
captain tidak dapat memastikan tamu mana yang harus
didahulukan untuk penanganan barang bawaannya. Oleh
karena itu bell captain akan bertanya pada petugas penerima
tamu.
3. Front office cashier
Front office cashier biasanya akan menerima informasi
langsung dari tamu yang akan berangkat dan akan segera
memberitahukan hal ini pada bell captain.
[Link]
Kemungkinan tamu yang langsung menghubungi petugas
concierge bila ia memerlukan bantuan untuk penanganan
barang bawaannya pada saat akan berangkat.
Setelah menerima informasi keberangkatan tamu, sebelum
menangani barang bawaan tamu akan menanyakan informasi
kepada tamu tentang jumlah barang dan waktu penjemputan ke
kamar, sesampainya dikamar bellboy harus memeriksa kembali
barang-barang tamu yang kemungkinan tertinggal, memeriksa
barang-barang hotel yang hilang atau rusak, membawa barang
keluar kamar dan mematikan lampu kamar. Setibanya di
reception bellboy akan memeriksa pembayaran rekening tamu
apakah tamu sudah menyelesaikan pembayarannya, jika sudah,
mintalah tanda/cap”paid’ kemudian kembalikan kunci kamar
kepada reception, setelah itu memasukan barang bawaan
kedalam kendaraan serta mengucapkan selamat jalan.
Penggudangan barang tamu (storage)
Penggudangan atau penitipan barang bawaan milik tamu terutama
bagi tamu-tamu yang berangkat, biasanya dilakukan hanya untuk
sementara waktu saja, alasan-alasan tamu menitipkan barang yaitu:
[Link] belum meninggalkan hotel tapi sudah dinyatakan
berangkat dengan alasan tertentu, seperti; menunggu jadwal
penerbangan, penjemputan, dsb.
2. Tamu berangkat untuk sementara waktu namun akan kembali
lagi ke hotel pada hari yang lain
3. Tamu datang terlalu awal dari jam check in yang ditentukan oleh
hotel
Hal yang harus dilakukan oleh bellboy pada saat menangani
penitipan barang yaitu:
Keluarkan atau buatkan kartu penitipan barang (baggage claim
check)
Tempatkan barang diruang penitipan
169
Catat pada buku penitipan barang
Cocokkan pasangan kartu penitipan bila tamu akan mengambil
barang titipannya
Penanganan surat
Surat masuk ke hotel dapat dibedakan menjadi:
Hotel mail, surat-surat resmi untuk manajemen hotel, biasanya
langsung didistribusikan kepada departemen yang bersangkutan
Staff mail, surat-surat yang ditujukan untuk karyawan hotel.
Surat-surat ini akan didistribusikan oleh bagian personalia
Guest mail, surat-surat untuk para tamu hotel baik itu tamu
yang sedang tinggal (current guest mail), tamu belum tiba
(future guest mail) atau tamu-tamu yang telah berangkat (past
guest mail)
a. Current guest mail
Surat-surat untuk tamu yang sedang tinggal di hotel.
Penanganannya yaitu surat ditempatkan pada rak kunci dan
surat (mail and key rack) untuk mengingatkan pada petugas
bila tamu mengambil kunci kamar, atau dapat pula surat
langsung diantar ke kamar tamu. Bila kiriman surat atau
paket untuk tamu cukup besar dan tidak memungkinkan
untuk diletakkan di dalam kotak kunci dan surat, maka cukup
berikan catatan untuk dan letakkan pada rak kunci dan surat.
b. Past guest mail
Dibeberapa hotel akan meminta kepada tamu untuk
meninggalkan alamat penerusan surat (mail forwarding
card). Hal ini untuk memudahkan pihak hotel dalam
mengirimkan surat atau informasi lain setelah tamu
meninggalkan hotel. Selain itu, alamat tamu yang telah
berangkat dapat pula diperoleh dari guest history record.
Format 3.34. Mail forwarding card
Mail Forwarding Card
Mr: Alexander
Room Number: 2102 during the next 3(three)days,
To the following address:
Apartment points square room number 2419
Jl. Raya lebak bulus no. 1 Jakarta Selatan, Indonesia
170
c. Future guest mail
Surat untuk tamu yang biasanya telah memiliki pemesanan
kamar, dimana tamu belum tiba namun telah memiliki
kiriman surat. Penangannya biasanya dicatat pada arsip
pemesanan kamar, yaitu pada guest expected arrival list dan
pada slip pemesanan kamar akan dicatat tanggal terima
surat dan alamat pengirim,contoh; “letter” 7/7 – Mrs
Turlington, 32 Padang sambian, Denpasar, Bali, Indonesia)
Menyediakan layanan valet parking
Tujuan utama dari valet parking adalah memberikan kenyamanan
bagi para tamu, baik hotel maupun pengunjung yang mengadakan acara
di hotel, beberapa hotel pelayanan valet parking ini dilakukan oleh pihak
luar hotel(outsourcing), prosedur penanganan valet parking yaitu:
Memeriksa kendaraan tamu, jika ada kerusakan harus
dikonfirmasi kepada tamu
Menggunakan formulir valet parking card, satu bagian akan
diberikan kepada tamu,satu bagian lain akan di gantungkan pada
kunci mobil
Tulis tanggal, nomor flat mobil dan lokasi parkir
Memarkirkan tamu di tempat yang disediakan
Pelayanan paging
Para visitor yang datang ke hotel dan hendak menemui tamu di
kamar, adakalanya tidak dapat bertemu dengan orang yang dimaksud,
tamu tersebut kemungkinan tamu berada disekitar lobby, di restoran,
kolam renang dsb. Hal ini juga berlaku jika ada telepon untuk tamu
setelah disambungkan kekamar namun tidak ada jawaban, oleh sebab itu
hotel memberikan pelayanan paging ini, adapun prosedur yang dilakukan
yaitu:
Jika ada melalui sambungan telepon, maka meminta tamu untuk
menunggu
171
Cek keberadaan tamu, hal ini bisa dilakukan dengan melihat pada
sistem komputer, jika tamu memberikan informasinya kemana ia
akan pergi
Jika data keberadaan tamu (guest locator) tidak ada, bellboy akan
berkeliling area umum dengan menggunakan paging board yang
bertuliskan nama tamu dan nomor kamar, serta membunyikan
bell untuk mencari perhatian tamu.
Apabila ada tamu yang dicari, maka arahkan ke bagian reception
untuk menerima sambungan teleponnya
Jika tidak ada respon, bellboy melapor kepada reception untuk
segera menginformasikan kepada penelpon
Reception akan menawarkan bantuan untuk menitipkan pesan
kepada penelpon.
3. Tahap posting
Yaitu tahap pembebanan setiap informasi yang berkaitan
dengan transaksi kedalam tagihan tamu sesuai dengan
transaksinya.
4. Tahap auditing
Proses memeriksa ke akurasian catatan transaksi tamu
dengan kelengkapan informasi dalam sistem posting.
5. Tahap penyelesaian
Proses pengumpulan sejumlah uang yang berasal dari
transaksi yang telah dilakukan tamu. Setiap tagihan tamu
harus diselesaikan pada saat check out, namun jika
pembayaran dilakukan dengan surat jaminan dan akan
ditagihkan ke perusahaan, maka penyelesaian tagihan akan
dilakukan dengan membawa surat jaminan tersebut.
Tahapan dan transaksi yang kemungkinan terjadi sebelum tamu
datang ke hotel, sampai dengan meninggalkan hotel, untuk
jelaskan sbb:
1. Pemesanan kamar:sebelum tamu datang menginap
transaksi keuangan yang dilakukan yaitu:
a. Advance deposit: tamu membayar sejumlah harga kamar
sebagai jaminan atas pemesanan kamarnya
b. Prepayment: tamu membayar penuh untuk harga kamar
sesuai rencana masa tinggalnya di hotel sebelum ia
menginap di hotel
2. Registrasi & check in; pada saat datang tamu akan
dimintai untuk membayar deposit untuk jaminan kamar dan
transaksi yang mungkin akan dilakukan, deposit ini dapat
dilakukan dengan menggunakan uang tunai, kartu kredit atau
surat jaminan dari perusahaan adapun jumlah deposit yang
diminta oleh masing hotel berlainan tergantung pada kebijakan
yang ditetapkan, namun umumnya sejumlah uang yang bisa
menjamin transaksi yang mungkin dilakukan selama tinggal di
hotel.
174
3. During stay(selama menginap di hotel);beberapa transaksi
yang biasa dilakukan terjadi selama masa tinggalnya di hotel
adalah sbb:
a. Paid out: hotel mengeluarkan sejumlah uang untuk keperluan
tamu yang mendesak, jika terjadi paid out maka petugas kasir
akan meminta persetujuan atasan apakan bisa dilakukan
atau tidak, begitu juga untuk jumlah yang akan
dikeluarkannya.
175
d. Miscellaneus charge: posting terhadap transaksi yang tidak ada
dalam departemen seperti transaksi terhadap kerusakan yang
dilakukan tamu terhadap lukisan yang ada di kamar.
176
4. Check out/keberangkatan tamu: transaksi yang dilakukan oleh tamu
check out adalah transaksi yang harus menjadikan saldo pada tagihan
tamu menjadi nol, transaksi yang dilakukan dapat berupa:
a. Cash payment: pembayaran secara tunai untuk transaksi yang
pernah dilakukan
b. City ledger: penagihan atas transaksi tamu kepada pihak lain
yang sudah mempunyai jaminan atas transaksi yang di lakukan
oleh tamu yang menginap yang dapat berupa guarantee letter
177
Laporan akuntansi kantor depan
Laporan yang keuangan yang dibuat di bagian kantor depan antara
lain:
Cash report: laporan keuangan tentang pemasukan yang
diterima berupa tunai, cash report akan disertai dengan
remittance of fund yaitu amplop yang berisi uang yang
diterima yang akan dimasukan kedalam brankas dan esok
harinya akan diambil oleh general cashier(kasir umum).
City ledger report: laporan keuangan yang berisi pembayaran
tamu yang akan ditagihkan kepada pihak ketiga
High balance report:laporan keuangan yang berisi tamu-tamu
yang deposit/jaminan pembayaranya sudah terbatas dan
tidak bisa lagi menjamin transaksi yang dilakukannya
178
memberikan pelayanan yang terbaik sesuai dengan kebiasaan tamu.
Penyelesaian tagihan tamu dapat dibagi menjadi beberapa tahap yaitu:
Mengetahui jenis pembayaran yang diterima oleh hotel
Memproses tagihan tamu dengan cara memposting transaksi
tamu
Memilih metode pembayaran yang diinginkan
Memproses keberangkatan tamu serta membuat guest history
Mengumpulkan dan memproses tagihan tamu yang berupa
piutang hotel
Proses check-out
Proses check-out merupakan hal yang penting bagi hotel karena the
last impression akan tergambar dari lancarnya proses ini, terlebih lagi
kesan yang baik akan membawa citra yang positif pula bagi tamu
sehingga datang dan datang kembali kehotel. Apabila tamu akan
meninggalkan hotel maka ada beberapa hal yang perlu disiapkan, antara
lain:
Bell captain:
Seorang bell captain harus siap ditempat terutama dalam
memberikan tugas ke bellman untuk membantu tamu dalam
membawakan barang bawaan mereka sampai dengan tamu
selesai membayar transaksi hotel, seorang bellman mengantar
barang tamu sampai memasukkan ke bagasi kendaraan, baik itu
sarana tansportasi umum maupun pribadi.
Housekeeper:
Begitu ada pemberitahuan dari front office bahwa akan ada
tamu yang akan check out, order taker housekeeping akan
memberitahu kepada roomboy melalui handy talkie untuk
memeriksa kelengkapan kamar dan memeriksa minibar, setelah
diperiksa room boy akan menginformasikan kepada bagian front
desk agent jika ada hal yang perlu ditambahkan kedalam
tagihan tamu.
4. Menunjukkan bill
Menunjukkan tagihan ke tamu untuk dikoreksi dan diperiksa oleh tamu
adalah hal yang biasa, bahkan suatu keharusan bagi reception kepada
tamu. Hal ini akan memberikan kesempatan kepada tamu melihat
apakah ada yang tidak benar, ada yang tidak jelas, atau ada sesuatu
yang perlu dijelaskan lebih detail. Apabila kemudian tamu tidak
memeriksa secara teliti dan langsung membayar atau tanda tangan
untuk ditagihkan ke perusahaan, itu adalah perkara lain. Standar yang
harus dipenuhi adalah menunjukkan ke tamu terlebih dahulu untuk
memeriksa tagihan tersebut.
5. Meminta kunci kamar
Kunci kamar baik yang berupa manual key maupun kartu sangatlah
penting artinya, salah satu hal yang perlu dilakukan bila tamu check-out
adalah meminta kunci kamar tersebut. Ada tiga tujuan dari meminta
kunci kamar: yang pertama untuk memastikan bahwa tamu tersebut
sudah check-out, jadi tidak ada otoritas lagi bagi tamu, dan pihak hotel
bisa menjual ke orang atau tamu berikutnya. Kedua, sebagai wujud
180
profesionalisme dalam kerja seorang front desk. Ketiga, untuk
keperluan administrasi dan menekan biaya, untuk menghindari selalu
membeli kunci baru, maka akan lebih baik jika dapat diatur sedemikian
rupa, sehingga kunci kamar bisa dipakai lagi.
6. Pertanyaan yang umum
Pada saat check-out yang ditandai datangnya tamu ke counter depan,
seyogyanya satu pertanyaan pertama yang diangkat ke permukaan
adalah masalah umum, misalnya ”bagaimana kesan selama tinggal di
hotel”, “ apakah Bapak/Ibu menikmati tinggal di hotel itu”, apa kabar”
dan sebagainya yang bersifat umum. Sedangkan hal subyektif yang
sering ditanyakan kebanyakan orang sebaiknya dihindari untuk
memberikan kesan yang positif kepada tamu.
7. Pemakaian traveler cheque(cek perjalanan) dan personal cheque(cek
pribadi)
Dalam proses pembayaran, perlu dicatat untuk hotel di Indonesia,
umumnya pemakaian cek pribadi tidak bisa diterima. Sedangkan
mengenai traveler cheque, ada hotel yang mau menerima tetapi ada
juga yang tidak mau terima, kebijakan itu harus dijelaskan ke tamu
dengan cara yang sopan dan lugas.
8. Bookeeping rate dan currency rate
Jika ada tamu membayar dengan mata uang asing, misalnya dollar,
yen, euro dan sebagainya, ada dua hal yang perlu diperhatikan secara
awal, yang pertama adalah apakah mata uang asing itu termasuk
dalam daftar mata uang yang diterima di hotel, karena ada lebih dari
250 mata uang di dunia ini yang tidak semuanya mudah ditukarkan
kecuali yang terkenal seperti yang dicontohkan diatas. Kedua, kalau itu
salah satu mata uang yang umum dan diterima di hotel, misalnya dollar.
Dalam hal ini bentuk fisik mata uang tersebut apakah layak untuk
diterima.
9. Rekening ekstra secara tunai
Jika ada rekening ekstra, khususnya untuk tamu yang melakukan
metoda pembayaran dengan ditagihkan ke perusahaan, maka
pengeluaran personal dan ekstra tersebut sebaiknya dibayarkan secara
tunai dan tidak ditagihkan ke perusahaan.
181
untuk segera memberi tahu dan mengirim ke front desk, sehingga
semua transaksi tamu selama tinggal di hotel tidak ada yang
terlewat.
3. Bellboy siap menuju ke kamar, setelah sampai dikamar
mengatakan “bellboy please” dengan standar mengetuk atau
menekan bell sebanyak tiga kali dan menunggu sampai pintu kamar
di buka oleh tamu.
4. Bellboy memberi salam/melakukan greeting dengan ramah, sopan
dan senyum serta menyampaikan bahwa ia siap membantu tamu
yang akan berangkat meninggalkan hotel, dengan menawarkan
bantuan jika ada barangnya yang perlu dibawakan. Bellboy
mengambil barang- barang tamu yang siap diatur, membantu tamu
memeriksa kamar dan kamar mandi apakah ada barang–barang
tamu yang tertinggal sekaligus sambil memeriksa barang hotel yang
rusak atau hilang serta memeriksa mini bar apakah ada minuman
yang kurang atau dikonsumsi oleh tamu dan dilaporkan ke front
desk agent.
5. Sebelum meninggalkan kamar, bellboy mematikan semua lampu
di kamar, mematikan TV, Radio, mengunci kamar dan membawa
kuncinya kalau ditinggalkan oleh tamu. Jika hotel telah
menggunakan sistem key card, maka room boy akan mencabut
kunci yang berupa kartu dari panel power listrik untuk kamar, yang
letaknya di dekat pintu kamar. Dengan mencabut kartu dari
panelnya maka secara otomatis keseluruhan alat elektrik seperti TV,
radio, lampu maupun AC akan mati.
6. Mengantar tamu menuju elevator dan mempersilakan tamu masuk
ke elevator terlebih dahulu diikuti oleh bellboy dengan barang-
barang menuju lobby
7. Bellboy mempersilakan tamu keluar elevator terlebih dahulu
dengan barang-barang dan menunjukkan arah menuju receptionis
untuk menyelesaikan pembayarannya.
8. Receptionis yang bertugas menelpon: housekeeping,
restaurant/bar cashier dan room service untuk menanyakan apakah
masih ada bill tertinggal agar segera di kirim ke receptionis karena
tamu dari nomor kamar tertentu telah meninggalkan kamarnya
untuk check-out dan menyelesaikan semua biaya selama menginap
di hotel.
9. Pada saat tamu tiba di counter receptionis, petugas menyapa
dengan sopan, tersenyum ramah dan memastikan nomor kamar
tamu tersebut dan menyebut nama tamunya, bila memungkinkan.
10. Receptionis akan membuat bill tamu tersebut menjadi nol dengan
memposting di dalam sistem pencetak bill, kemudian
menyerahkan tanda lunas pembayaran kepada tamu untuk diteliti
sebelum membayar.
182
11. Tamu akan memeriksa bill itu terlebih dahulu, kemudian personal
bill di bayar secara tunai dan master bill ditandatangani saja dan
dilampiri voucher.
12. Setelah menyelesaikan pembayaran di reception, tamu
menyerahkan kunci kamarnya sambil menanyakan apakah masih
ada surat atau pesanan yang mungkin tertinggal. Kalau ada
langsung di sampaikan kepada tamu tersebut. Jika di hotel
mempunyai fasilitas safe deposit box, maka reception sebaiknya
menanyakan apakah tidak ada barang yang tertinggal di safe
deposit box
13. Reception menyampaikan terima kasih atas kunjungan tamu
tersebut ke hotel dan mengharapkan di lain waktu agar kembali
lagi, Kemudian recepsionist mengucapkan selamat jalan..
14. Setelah semuanya selesai termasuk barang-barang tamu yang
ada di safe deposit box dikeluarkan dan diserahkan kepada tamu,
bellboy mengantarkan tamu menuju main entrance.
15. Doorman membuka pintu kendaraan yang sudah siap di main
entrance dan menyapa tamu dengan senyum ramah.
16. Bellboy langsung memasukkan semua barang-barang tamu
kebagasi kendaraan dan minta agar tamu memeriksa sebelum
bagasi kendaraan ditutup agar jangan ada yang dianggap masih
tertinggal di hotel.
17. Bellboy mengucapkan terimakasih atas kunjungan tamu tersebut
dan menyampaikan selamat jalan serta mengharapkan
kedatangannya di lain waktu mendatang.
183
diperlukan untuk itu berangkat kekamar-kamar anggota rombongan
untuk memberi pelayanan mengangkut barang- barang tamu.
4. Bellboy siap di depan kamar, berdiri di depan pintu kamar dan
mengetuk pintu kamar dengan hati- hati sambil mengatakan:
“bellboy please “ dan menunggu sampai pintu kamar dibuka oleh
tamu.
5. Bellboy menyapa /greeting dengan ramah, sopan dan senyum
serta menyampaikan bahwa ia siap membantu tamu yang akan
berangkat itu. Bellboy mengambil barang- barang tamu yang sudah
siap di atur, membantu tamu memeriksa kamar dan kamar mandi
apakah ada barang tamu yang masih tertinggal sambil memeriksa
barang hotel yang rusak atau [Link] refrigerator apakah
ada minuman yang kurang dan dilaporkan.
6. Sebelum meninggalkan kamar, bellboy mematikan semua lampu
di kamar, mematikan televisi, radio, mengunci kamar dan membawa
kuncinya kalau ditinggalkan oleh tamu.
7. Untuk keberangkatan satu rombongan bellboy tidak perlu ke lobby
bersama-sama dengan tamu karena untuk satu orang bellboy
mungkin akan mengumpulkan dan membawa barang beberapa
orang tamu tamu sekaligus. Akan tetapi tugasnya memeriksa setiap
kamar yang akan berangkat dan laporan tetap di tugaskan
kepadanya.
8. Reception yang bertugas segera menelpon: housekeeping
,restoran/ bar cashier dan room service untuk menanyakan apakah
masih ada tagihan atas nama kamar-kamar tertentu (dengan
merinci nomor kamarnya), anggota rombongan yang masih
mengkonsumsi makanan ekstra pada saat check-out akan diminta
pembayaran secara pribadi/ perorangan, sedangkan bill yang masih
tertinggal agar segera dikirim ke kasir kantor depan , karena
rombongan tersebut siap untuk berangkat.
9. Pada saat tamu tiba di counter, petugas menyapa dengan sopan,
tersenyum ramah dan menanyakan nomor kamar tamu tersebut dan
mengambil personal billnya untuk dibayar oleh para anggota
rombongan secara tunai setelah kasir memposting bill tersebut pada
folio tamu, bisa secara komputerisasi, bisa juga dengan cara
manual atau semi manual(cash register) kemudian menyerahkan
kepada tamu untuk diteliti kebenarannya sebelum dibayar. Kondisi
folio setelah dibayar tamu akan menjadi nol. Setelah tour leader dan
para anggota rombongan menyelesaikan pembayarannya, mereka
akan menyerahkan kunci kamarnya sambil menanyakan apakah
masih ada surat atau pesan yang mungkin tertinggal. Kalau ada
langsung disampaikan kepada tamu tersebut.
10. Sedangkan untuk master bill nya yang akan ditagih sesuai dengan
voucher yang dilampirkan didalam bill itu, ditandatangani oleh ketua
rombongan.
184
11. Receptionist menyampaikan terimakasih atas kunjungan
rombongan itu ke hotel dan mengharapkan di lain waktu agar
kembali lagi. Kemudian receptionist mengucapkan selamat jalan.
12. Setelah semuanya telah selesai termasuk barang-barang yang
telah disimpan di safe deposit box dikeluarkan dan diserahkan
kepada tamu pemiliknya.
13. Ketua rombongan/tour leader, bersama-sama dengan bell captain
akan memeriksa jumlah barang anggota rombongan apakah
sudah tepat sesuai denga jumlah, seharusnya di hitung kembali
oleh ketua rombongan barulah di serahkan kepada yang akan
mengantarkan rombongan , barulah diserahkan kepada yang
akan mengantarkan rombongan itu ke bandara.
14. Kemudian para tamu anggota rombongan meninggalkan lobby
menuju main entrance tempat kendaraan yang sudah siap akan
mengangkut rombongan tersebut.
15. Doorman membuka pintu kendaraan yang sudah siap di main
entrance dan menyapa tamu dengan sopan dan senyum ramah.
16. Bell captain mengucapkan terimakasih atas kunjungan
rombongan itu, menyampaikan selamat jalan dan mengharapkan
kedatangannya di lain waktu mendatang.
17. Setelah para tamu masuk ke kendaraan, doorman menutup pintu
kendaraan dan menyampaikan selamat jalan. Kendaraan
bergerak untuk meninggalkan hotel.
185
3. Tagihan tamu akan di tutup sehari sebelum keberangkatannya dan di
berikan kepada tamu untuk ditandatangani.
4. Tagihan tamu akan di simpan kedalam amplop khusus
5. Pada saat keberangkatan, tamu hanya akan menghubungi bagian
reception kemudian dapat langsung meninggalkan hotel
6. Apabila terjadi penambahan biaya setelah tamu berangkat, maka
akan ditagihkan ke kartu kredit tamu dan akan disimpan sampai
dengan kedatanggan tamu berikutnya.
Rangkuman
Kantor depan merupakan salah satu bagian dari hotel yang
paling penting dalam hal mewujudkan tujuan yang akan
dicapai oleh hotel.
Tujuan dari kantor depan hotel yaitu:meningkatkan tingkat
hunian kamar serta pendapatan hotel dari tahun ke tahun,
meningkatkan jumlah tamu langganan, memenuhi kebutuhan
dan kepuasan tamu secara baik, tepat dan cepat kepada
tamu dan membentuk citra hotel yang positif, agar tujuan
yang telah ditetapkan oleh hotel tercapai bagian ini memiliki
fungsi yang dilakukan oleh petugas kantor depan sehari-hari,
adapun fungsi-fungsinya yaitu:menjual kamar, memberikan
informasi mengenai seluruh produk, fasilitas, pelayanan dan
aktivitas yang ada di hotel maupun diluar hotel, berkoordinasi
186
dengan bagian lain yang terkait dalam rangka memenuhi
keinginan tamu serta memberikan pelayanan yang maksimal,
melaporkan status kamar yang terkini, mencatat, memeriksa
pembayaran tamu serta menangani rekening tamu,membuat
laporan yang dibutuhan oleh hotel, memberikan pelayanan
telekomunikasi untuk tamu, memberikan pelayanan barang
bawaan tamu serta menyelesaikan keluhan tamu
Tim yang ada dibagian ini yaitu:Front Office Manager yang
membawahi para manager, Chief atau Chef. Adapun petugas
bawahannya adalah Executive Lounge Assistant, GRO
Supervisor, Front Desk Supervisor, Reservation Agent,
Business Service, Bell Captain, Airport Representative, Guest
Relation Officer(GRO), Telephone Operator, Front Desk
Agent, Reservation Agent, Doorman/doorgirl, Bellman.
Bagian pemesanan kamar merupakan bagian yang memiliki
fungsi yang sangat vital, ini dikarenakan tinggi rendahnya
tingkat hunian kamar sangat ditentukan oleh kemampuan
bagian reservasi di dalam menangani pemesanan kamar di
hotel. Untuk meyakinkan diri agar tamu bisa mendapatkan
kamar yang diinginkan maka tamu akan menghubungi hotel
untuk memesan kamar oleh sebab itu petugas reservasi
harus memiliki kemampuan tentang dasar-dasar reservasi,
produk dan jasa yang dijual, bagaimana menjualnya atau
teknik menjual, serta penggunaan teknologi komunikasi.
Pada dasarnya ada dua jenis harga kamar di hotel yaitu
harga kamar normal dan harga kamar khusus,harga kamar
normal(rack rate/publish rate/normal rate) adalah harga
kamar normal/tidak diskon untuk setiap kamarnya,
sedangkan harga kamar khusus adalah harga kamar khusus
yang diberlakukan/dibedakan sesuai dengan jenis tamu,
fasilitas, event, hari-hari tertentu
Pada hotel besar bagian reception tidak hanya menangani
tamu check in saja tetapi juga menangani tamu check out
juga, penggabungan tugas ini mungkin dilakukan jika hotel
sudah menerapkan sistem komputer, ada banyak istilah
yang digunakan untuk bagian ini antara lain Front Desk
Agent, Guest Service Assistant, Ambasador, Room Clerk.
Seorang reception adalah orang yang penting bagi tamu dan
hotel, bagi tamu petugas reception adalah orang yang paling
sering dihubungi selama mereka menginap.
Bagi hotel petugas reception adalah orang yang menciptakan
dan mempertahankan citra yang baik dan membuat tamu
ingin datang kembali ke [Link] urutan pelayanan yang
diberikan oleh petugas reception, pada umunya sama di
setiap hotel, pelayanan dimulai sejak pertama kali tamu
datang ke hotel sampai dengan meninggalkan hotel,
187
pelayanan ini harus memenuhi kebutuhan dan keinginan
yang diharapkan tamu oleh karena pelayanan di hotel dikenal
dengan moto ”Yes I can” yang artinya bahwa segala
permintaan tamu dapat di penuhi oleh karyawan hotel,
khususnya yang bekerja di bagian operasional.
Kronologis pelayanan yang diberikan oleh reception
yaitu:registrasi, check in, penetapan harga kamar,
pembayaran deposit, mengalokasikan kamar, pemberian
kunci dan kupon, pengantaran ke kamar dan pelayanan yang
diberikan pada saat tamu menginap di hotel dan saat
meninggalkan hotel.
Beberapa hotel menggunakan istilah concierge(uniformed
service) bagian ini adalah memberikan pelayanan
penanganan barang bawaan tamu tiba, pindah kamar dan
tamu-tamu berangkat, memberikan pelayanan penyampaian
surat & pesan tamu, melaksanakan tugas-tugas lain yang
berkaitan dengan pelayanan tamu. Dalam menangani barang
bawaan tamu harus diperhatikan kode gambar yang ada
pada barang bawaannya, hal ini
untuk menghindari terjadinya kerusakan terhadap barang
tamu. Metode penanganan barang bawaan tamu yaitu lifting
adalah teknik mengangkat barang tamu dan stacking adalah
teknik meletakkan atau menumpuk barang dengan cara yang
benar dan tepat untuk menghindari kerusakan atau keretakan
pada barang.
Proses akuntansi tamu dimulai pada saat tamu memesan
kamar yaitu pada saat hotel memerlukan jaminan
pembayaran, kemudian dilanjutkan selama tamu menginap
dan berakhir setelah tamu menyelesaikan pembayarannya di
hotel. Ketika tamu check in, hotel umumnya akan meminta
jaminan pembayaran untuk kamar dan fasilitas yang akan
digunakannya. Semua catatan akuntansi dan dokumen
pendukung seharusnya selalu akurat dan lengkap sehinga
menjamin semua produk dan fasilitas yang dilakukan oleh
tamu hotel sesuai dengan pendapatan yang akan diperoleh
oleh hotel. Proses akuntansi yang dilakukan oleh hotel
beroperasi selama 24 jam, ini dikarenakan hotel beroperasi
sehari penuh sehingga kapanpun tamu melakukan transaksi
dan membutuhkan informasi tagihannya dapat diketahui.
Sistem akuntasi yang dilakukan oleh hotel mempunyai tujuan:
memonitor transaksi keuangan yang dilakukan tamu,
membuat dan menjaga keakurasian akuntansi tamu, alat
pengawasan untuk mencapai keefektivitasan akuntasi,
mendapatkan pembayaran dari semua transaksi tamu .
Rekening tamu dapat dibedakan menjadi:individual bill, extra
bill, master bill dan separate bill
188
Ada beberapa analisis statistik yang digunakan dibagian
kantor depan yaitu:prosentase tingkat hunian kamar(single
occupancy), prosentase tingkat hunian kamar yang dihuni
oleh dua orang(double occupancy), rata-rata harga
kamar(average room rate), rata-rata harga per orang(average
guest rate)
189
15. Bagaimanakah menangani barang bawaan untuk tamu rombongan
16. Jelaskan penanganan barang bawaan tamu yang dititipkan di hotel
17. Jelaskan jenis rekening tamu yang ada di hotel
190
190
Non-guaranteed reservations pose a risk to hotel occupancy management as they do not include a payment guarantee, and rooms are held only until a specific time, usually 6 pm. Without a financial commitment, guests may choose not to show up or cancel last minute, leading to unoccupied rooms and potential financial losses for the hotel .
Individual check-ins involve personal interaction at the reception for room allocation, whereas group check-ins can be more complex, often taking place in a dedicated area like a lobby or meeting room. Group check-ins require coordination with a tour leader for organizing logistics, ensuring all rooms are coordinated, and handling large volumes of guests efficiently. This process may include coordinating luggage delivery and welcoming groups with beverages .
Hotel representatives contribute to securing room reservations by operating at strategic locations like airports, where they can interact with potential guests in transit, offering them the convenience of booking accommodations on the spot. Their presence ensures real-time customer engagement and increases the hotel's likelihood of direct bookings .
When a guest makes a room reservation in advance, they benefit by ensuring that a room is available upon their arrival and they can estimate the total costs associated with their stay at the hotel. This allows for better financial planning and assurance of accommodation .
During the room reservation process, hotels must gather information about the type and number of rooms, the number of guests, arrival and departure dates, contact information, the booking source, and the payment method. This information ensures a smooth check-in process, room availability management, and customer satisfaction .
Maintaining an accurate reservation chart is essential for managing room availability efficiently, anticipating guest flow, and maximizing occupancy rates. It allows the hotel to plan resource allocation, manage guest expectations, and streamline check-in/check-out processes. It also aids in identifying periods with high occupancy, enabling better staffing and service delivery .
The central reservation system facilitates better booking management by connecting various channels and allowing real-time access to room availability and booking information. This system supports affiliate reservations, manages reservations across hotel chains, and provides non-affiliate network options, enhancing overall efficiency and coordination across hotels .
Travel agent vouchers act as a form of payment guarantee for the hotel in the guaranteed reservation process. They ensure that the cost of the reservation is covered by the travel agency, providing a level of financial assurance to the hotel equivalent to a payment guarantee, thus reducing the risk of no-shows or cancellations without penalty .
Group reservations are typically made by travel agents or companies for specific room types and often involve discounted or group rates. In contrast, individual reservations are made by the guest or through an agent, usually at standard or package rates. The booking process for groups often includes negotiation for commercial rates and may involve special terms due to the larger volume of rooms reserved .
A 'no show' can lead to financial loss and logistical challenges for hotels as rooms that could have been used are left unoccupied. It is managed by documenting the no-show reservation, maintaining reservation records, and potentially charging penalties or retaining pre-payments as a deterrence method. This helps mitigate the risk associated with no-shows .