BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang
Terapi komplementer dan alternatif adalah terapi dalam ruang lingkup
luas meliputi system kesehatan, modalitas, dan praktek-praktek yang
berhubungan dengan teori-teori dan kepercayaan pada suatu daerah dan pada
waktu/periode tertentu. Terapi komplementer adalah terapi yang digunakan
secara bersama-sama dengan terapi lain dan bukan untuk menggantikan terapi
medis. Terapi komplementer dapat digunakan sebagai single therapy ketika
digunakan untuk meningkatkan kesehatan
Dalam hal pengobatan atau terapi alternative yang digunakan secara
tersendiri menggantikan pengobatan konvensional (kedokteran), maka
sebutannya adalah pengobatan alternative. Sedangkan bila cara pengobatan
itu dilakukan bersama atau sebagai tambahan terhadap pengobatan
konvensional, maka sebutannya menjadi pengobatan komplementer karena
kedua cara pengobatan tersebut melengkapi satu sama lainnya. Sebagai
contoh, Alasan yang paling umum orang menggunakan terapi komplementer
adalah untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan/wellness.
Wellness mencakup kesehatan optimum seseorang, baik secara fisik,
emosional, mental dan spiritual. Fokus terapi komplementer
adalah kesejahteraan yang berhubungan dengan tubuh, pikiran dan spirit.
Terapi komplementer bertujuan untuk mengurangi stres, meningkatkan
kesehatan, mencegah penyakit, menghindari atau meminimalkan efek
samping, gejala-gejala, dan atau mengontrol serta menyembuhkanpenyakit.
Massage merupakan salah satu terapi komplementer yang menggabungkan
berbagai teknik dalam keperawatan seperti sentuhan, teknik relaksasi dan
teknik distraksi (Coyle, dkk 2007).
1.2 Rumusan Masalah
BAB II
PEMBAHASAN
2.3 Teknik massage
1. Manipulasi Massage
Manipulasi adalah pegangan atau cara melakukan pijatan, gosokan,
dan lain-lain. Dalam mempelajari pegangan atau manipulasi ini ada
dua hal yang perlu diperhatikan, yaitu mempelajari dan berlatih
melaksanakan pegangan dan berlatih meraba dan merasakan
bagaimana kondisi jaringan yang dimassage. Misalnya jalur-jalur otot
dan kelainan-kelainan yang mungkin ada. Kedua hal ini harus dilatih
bersama-sama dalam praktek. Berbagai pegangan massage adalah:
1) Stroking 2omatic22m, artinya urutan atau elusan: – Superfisial
stroking – Medium stroking – Deep stroking
2) Compressions, artinya perasan: – Kneading atau petrissage
(memijat) – Wringing (memeras) – Rolling (menggeser) – Walken
(menekan)
3) Frictions, artinya gosokan: – Circulary – Rotary – spiral
4) Tapotemant, artinya pukulan: – Hacking (mencincang) – Beating
(memukul dengan kepal) – Clapping (dengan telapak jari) –
Cupping (dengan telapak tangan dicekungkan) – Typing
(Mengetik) – Spatting (Cipratan) – Chucking (tarikan lepas) – Skin
rolling
5) Vibrations, artinya getaran atau goyangan: – Palmar (dengan
telapak tangan) – Knuckle (dengan kepalan)
6) Shaking, artinya guncangan: – Pada lengan – Pada tungkai
7) Diakhiri massage di kepala
2. Pelaksanaan Massage
1) Mengurut
Mengurut adalah gerakan yang lembut, meluncur, dan ritmik yang
selalu mengikuti arah drainase vena menuju ke jantung. Tekanan
dapat ringan atau dalam tergantung tujuannya dan teknik ini baik
untuk meningkatkan drainase vena dan limfatik, meningkatkan
sirkulasi, dan fungsi otot. Teknik ini dapat digunakan untuk
mengkaji kondisi kulit, tingkat ketegangan atau relaksasi, dan
adanya pembengkakan dibawah kulit.
2) Meremas
Teknik meremas tangan harus tegas karena untuk menggerakan
kulit diatas otot, otot diatas otot atau jaringan diatas jaringan.
Tangan diletakan pada posisi datar dan digerakan dengan arah
sirkular baik satu atau berlawanan. Teknik ini digunakan untuk
menghilangkan tegangan.
3) Memijat
Teknik ini menggunakan ujung luar telapak tangan untuk membuat
gerakan pendek, tajam, dan gerakan mencincang. Menekan
digunakan untuk melemaskan sekresi yang terhambat dari paru
sepeti kistik fibrosis. Tangan digerakan secara bergantian dengan
cara cepat dan berulang-ulang.
Waktu pada pelaksanaan massage:
a) General Massage : 40 – 60 menit
b) Regional Massage : 20 – 30 menit
c) Lokal : -- 15 menit (kepala, lengan,) saja. Arah dorongan harus
3omatic jantung (pembuluh vena).Daerah Yang tidak boleh dipukul
/menggunakan kepalan adalah: kepala, leher, dan pinggang.
3. Posisi Pasien
Tidur :
Terlentang
Telungkup
Pada sisi badan
Duduk
Dengan menekan pada lengan
Dengan menekan pada dahi
4. Penggunaan Alat-alat Massage
Ruangan
Minyak parapin, talk
Handuk
Sabun
2.4 Indikasi dan Kontraindikasi Massage
1. Indikasi Massage
1) Penggunaan massage umumnya dianjurkan setelah bekerja berat
karena sangat besar manfaatnya dalam membantu mengembalikan
tubuh dalam keadaan pulih. Massage membantu menghilangkan
kelelahan dengan segala gejala yang menyertainya, seperti rasa
pegal, kaku, nyeri, atau perasaan lemas. Massage demikian
diasanya dilakukan kepada seluruh tubuh dalam waktu yang cukup
lama, kira-kira satu jam.
2) Pekerjaan ringan tetapi terus menerus seperti misalnya terlalu lama
duduk atau berdiri atau dalam pekerjaan yang menimbulkan
kelelahan dan kejenuhan. Dalam hal ini kelelahan mungkin bersifat
mental maupun fisik. Biasanya massage di akhir tugas tersebut
mengembalikan tubuh maupun perasaan kembali nyaman.
3) Di dalam dunia olahraga dewasa ini massage telah menjadi
sebagian upaya pemeliharaan kondisi pada olahragawan pada masa
latihan, sebelum pertandingan, masa pertandingan, dan sesudah
pertandingan. Dalam pengiriman tim olahraga dewasa ini selalu
mengikutsertakan sedikitnya seorang masseur.
4) Untuk merawat dan mengembalikan fungsi bagian badan setelah
cedera, membantu mempercepat proses penyembuhan. Seringkali
massage diperlukan untuk meneruskan pekerjaan dokter, misalnya
setelah sembuh dari operasi atau perawatan dari patah tulang.
Tugasnya adalah mengembalikan fungsi-fungsi otot dan persendian
yang biasanya mengalami kekakuan.
2. Kontra Indikasi Massage
Dalam keadaan tertentu massage tidak boleh dilakukan dan
merupakan kontra indikasi. Hal ini biasanya menyangkut keadaan
sebagai berikut:
1) Atas nasehat dokter agar tidak dilakukan massage demi
keselamatan pasien.
2) Dalam keadaan kena infeksi penyakit menular seperti : cacar,
campak, demam, liver, dan lain-lain.
3) Suhu tubuh meningkat tinggi karena infeksi.
4) Dalam keadaan sakit berat sehingga memerlukan istirahat yang
benar.
5) Menderita penyakit yang berkenaan dengan pembuluh darah
seperti 5omatic55m5a5sis, 5omatic55m dan lain-lain.
6) Pada setiap jenis penyakit syaraf yang berat seperti penderita
chorea dan 5omatic55m5a.
7) Menderita penyakit haemophilia, karena cenderung terjadi
pendarahan, meskipun sebab yang kurang jelas.
8) Menderita penyakit tertentu yang bila dimassage dapat
menyebabkan meluasnya infeksi seperti bisul, borok, dsb.
9) Pembengkakkan akibat cedera yang masih baru yang
menunjukkan adanya pendarahan di dalam. Kapiler-kapiler yang
tadinya pecah dan telah menutup dapat pecah kembali bila
dimassage. Judga pada luka yang belum sembuh atau baru
sembuh.
10) Patah tulang yang baru sembuh. Massage dapat mengganggu
letak sambungan.
11) Menderita penyakit tumor atau kanker.
12) Sedang 6omati bulan atau pada hamil muda. Juga pada
peradangan usus buntu (appendicitis), Gastroentiritis, coliyis, dll.
Demikian juga bila ada batu dalam kandung empedu.
13) Menderita tekanan darah tinggi, pendarahan otak, penyakit
jantung dan paru-paru.