0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
461 tayangan9 halaman

Perbandingan Metode Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif

Dokumen tersebut membahas perbedaan antara metode penelitian kuantitatif dan kualitatif. Metode kuantitatif lebih menekankan hubungan sebab akibat antar variabel dan uji statistik, sedangkan metode kualitatif lebih menitikberatkan pada makna pengalaman partisipan secara mendalam. Dokumen juga membandingkan kedua metode dalam hal tujuan penelitian, alat pengumpulan data, dan analisis hasil penelitian.

Diunggah oleh

Rahmatch M U Smile
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
461 tayangan9 halaman

Perbandingan Metode Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif

Dokumen tersebut membahas perbedaan antara metode penelitian kuantitatif dan kualitatif. Metode kuantitatif lebih menekankan hubungan sebab akibat antar variabel dan uji statistik, sedangkan metode kualitatif lebih menitikberatkan pada makna pengalaman partisipan secara mendalam. Dokumen juga membandingkan kedua metode dalam hal tujuan penelitian, alat pengumpulan data, dan analisis hasil penelitian.

Diunggah oleh

Rahmatch M U Smile
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PERBEDAAN KUANTITATIF DAN KUALITATIF

Dalam menentukan metode penelitian, maka peneliti harus mengetahui


tujuan penelitiannya. Jika tujuan penelitian adalah mencari korelasi, hubungan
sebab-akibat, dan variabel-variabel apa saja yang mempengaruhi hasil, maka
dapat menggunakan metode kuantitatif. Metode ini juga bertujuan untuk
membuktikan teori dengan cara melakukan eksperimen dan menganalisisnya
secara statistik. Metode kualitatif lebih tepat bila tujuannya untuk menggalii
makna dari suatu pengalaman atau fenomena menurut individu atau kelompok
secara luas dan mendalam. Metode kualitatif menjawab hal ‘apa’, ‘bagaimana’,
atau ‘mengapa’ dari suatu perristiwa daripada ‘berapa banyak’ yang dijawab pada
metode kuantitatif.10 Creswell menjelaskan perbedaan metode kualitatif dan
kuantitatif yang dapat dilihat pada tabel 3.1.

Tabel 3.1 Perbedaan metode penelitian kualitatif dan kuantitatif


Penelitian Kualitatif Proses Penelitian Kuantitatif
Memahami makna Identifikasi masalah mendeskripsikan dan
keterangan
Peran kecil (minor role) Teori Peran penting
Pengalaman partisipan Tujuan Spesifik dan terukur
Wawancara Pengumpulan data Kuesioner
Analisis teks Analisis/interpretasi Analisis statistika
Reflektif dan fleksible Pelaporan Baku dan standar
Sumber: Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches 4th
Edition, 2014

Pertama adalah identifikasi masalah. Ketika hendak melakukan penelitian,


peneliti harus memahami masalah atau isu yang diangkat dan mampu memberikan
alasan yang jelas mengenai pentingnya masalah atau isu tersebut. Hal itu
dibuktikan oleh peneliti dengan mengeksplorasi pengalaman, baik sendiri atau
orang lain. Masalah penelitian haruslah suatu ‘masalah’, bukan gejala (symptom);
dan mendasar, bukan yang tampak luarnya saja. Sebagai contoh ada seorang
pasien yang berobat ke dokter dengan keluhan demam. Dokter tidak serta merta
hanya memberikan obat penurun demam, lebih dari itu, dokter akan
mengekspolarasi demamnya dengan melakukan anamnesis, pemeriksaan fisik,
dan bila perlu pemeriksaan penunjang. Hal ini dilakukan karena dokter tahu
bahwa demam merupakan suatu gejala penyakit. Mencari jawaban atas masalah
yang sebetulnya adalah suatu gejala akan mengakibatkan hasil penelitian menjadi
tidak akurat. Jadi, masalah penelitian haruslah mendalam dan spesifik karena akan
sulit menemukan landasan teorinya jika masalahnya tidak spesifik dan
mendalam.11
Penelitian kuantitatif lebih menekankan masalah dalam bentuk hubungan
sebab-akibat, hubungan antar variabel, atau pun uji perbandingan. Hubungan yang
diterangkan bersifat linear. (Semiawan, C. R., 2010). Dalam penelitian kualitatif,
masalah biasanya dirumuskan secara luas dan umum. Akan tetapi, masalah itu
akan dipersempit pada saat pengumpulan data. Jika masalah sudah ditentukan,
langkah selanjutnya adalah menelusuri literatur yang membahas kajian yang
berkenaan dengan masalah yang diteliti. Adakah penelitian yag mengangkat
masalah yang sama dengan yang diteliti saat ini? Jika ada, apa hasil penelitian
tersebut? Siapa saja orang-orang yang terlibat dalam penelitian tersebut? Adakah
kekurangan penelitian terdahulu tentang topik ini? Apakah yang hendak dipelajari
dari topik ini oleh peneliti saat ini? Adakah ada sesuatu yang ditawarkan oleh
peneliti kepada audience? Hubungan yang diterangkan bersifat nonlinear, yaitu
bertumpu pada keadaan alamiahnya dengan mengikutsertakan nilai historis dan
budaya.11
Hal-hal penting yang dapat dijadikan pedoman mengidentifikasi masalah
adalah 1) data awal atau informasi yang cukup; 2) masalah yang diteliti bisa saja
sama dengan penelitian-penelitian terdahulu, tetapi latarnya berbeda. Perbedaan
latar penelitian (subjek, tempat, dan waktu) dapat memberikan hasil yang berbeda.
Oleh sebab itu, penelitian dianggap sah; 3), peneliti harus merniliki minat untuk
menyuarakan suara kelompok minoritas, tertindas, dan marginal; 4) mungkin pula
peneliti berkeinginan untuk mencari cara yang praktis dan tepat supaya dapat
mengaplikasikan apa yang sudah terbukti benar secara teoritis.10
Kedua adalah teori. Ketika peneliti telah menentukan masalah, maka
selanjutnya peniliti mencari literatur yang berkenaan dengan masalah tersebut.
Karena untuk dapat melaksanakan penelitian terhadap masalah yang diangkat,
maka harus berlandaskan teori. Jika masalah tidak memiliki landasan teori, maka
akan sulit dilanjutkan. Oleh karena itu, metode penelitian kuantitatif berkaitan
dengan menguji teori yang ada. Pentingnya teori sangat ditekankan pada awal
penelitian kuantitatif. Teori inilah yang menjadi dasar penentuan hipotesis,
variabel, instrumen penelitian, dan panduan untuk menjawab, serta memperkuat
masalah penelitian.11
Sebaliknya, teori berperan kecil pada penelitian kualitatif dalam
merumuskan masalah dan tidak menjadi arahan utama karena metode kualitatif
lebih mengandalkan informasi dan cerita dari partisipan. Teori berperan sebagai
dasar awal dan menunjukkan pentingnya penelitian tersebut dilakukan.
Pemikiran-pemikrian dan teori-teori baru akan tampak jelas pada akhir penelitian
dan itulah teori yang sesungguhnya.9
Ketiga adalah tujuan penelitian. Tujuan penelitian kuantitatif bersifat
spesifik dan terukur. Kuesioner merupakan alat ukur penelitian yang paling sering
digunakan. Kuesioner bersifat close-ended question yang berarti pertanyaan dan
jawabannya sudah ditentukan. Responden penelitian jumlahnya banyak.
Responden dipilih secara acak dan bersifat representatif dari populasi penelitian.11
Tujuan penelitian kuantitatif bersifat agak umum. Pertanyaan yang
dilontarkan sifatnya terbuka (open-ended question), sehingga tidak ada batasan
jawaban sekaligus memberi ruang kepada partisipan untuk menjawab sebanyak
mungkin. Dari informasi tersebut, pertanyaan kemudian dikembangkan dan
dipersempit, sehingga akan diperoleh masukkan yang mendalam. Tujuannya yaitu
untuk menggali pemahaman pengalaman partisipan. Berbeda dengan penelitian
kuantitatif, jumlah partisipan pada penelitian kualitatif terbatas karena penelitian
ini terfokus pada kekayaan informasi dan kredibilitas partisipan. Partisipan
menjawab pertanyaan dengan sebenarnya sesuai dengan pengalaman langsung
dari peristiwa yang dialami.9
Keempat adalah analisis data dan penafsiran. Data metode kuantitatif
dianalisis secara statistik. Software seperti statistical product and service solution
(SPSS) digunakan dalam mengolah data dan mempermudah perhitungan hasil.
Penafsiran data mencakup perbandingan antara apa yang sudah diprediksi
sebelum penelitian dilaukukan dan hasil yang didapat sesudah penelitian, serta
hubungan antar variabel. Hasilnya dapat berupa konfirmasi atau penolakan
hipotesis.11
Dalam metode kualitatif, pengumpulan data paling sering dilakukan melalui
wawancara. Data kemudian dianalisis dengan membaca kembali seluruh
informasi yang didapat sembari meringkas dan menghilangkan duplikasi-
duplikasi. Selanjutnya dibuat pengkodean (coding) atau klasifikasi. Hasil
pengkodean berupa pola-pola umum atau tema-tema. Bagan 3.1 menunjukkan
proses analisis data kuantitatif meurut Creswell

Bagan 3.1 Proses analisis data kualitatif (Creswell, 2014)

Penafsiran data berlangsung dalam3 tahap. 1) penafsiran informasi yang


disampaikan oleh partisipan; 2) penyusunan kembali hasil penafsiran untuk
mendapatkan tema-temanya; 3) tema-tema yang kemudian dihubungkan, sehingga
terbentuk gagasan, pemikiran, dan teori baru.11
Kelima adalah alat penelitian. Pada metode kuantitatif, kuesioner adalah alat
penelitian atau instrumen yang sering dipakai. Alat ukur pada ilmu eksakta sudah
distandarisasi, berbeda dengan alat ukur pada ilmu sosial yang tidak ada
standarisasi, sehingga alat ini perlu dibuat dan diuji validasinya agar dapat
digunakan untuk mengukur objek penelitian. Pada kuesioner, pertanyaan dan
jawabannya sudah tertera. Oleh karena itu, mereka disebut responden karena
mereka hanya memilih jawaban yang sudah ada. Responden tidak memiliki
jawaban lain selain yang sudah tertera dalam lembar kuesioner. Responden tidak
terlibat dalam penyusunan kuesioner. Dalam proses pengumpulan data, peneliti
bisa saja tidak terlibat, misalnya peneliti meminta bantuan orang lain untuk
menyebarkan kuesioner penelitian, sehingga ada kemungkinan peneliti tidak
mengenal siapa respondennya. Sampel/responden penelitian kuantitatif dipilih
bukan karena kredibilitasnya, tetapi karena representasi dari populasi.11
Dalam metode kualitatif, peneliti berperan sebagai alat pengumpulan data,
sehingga tidak dapat diwakilkan. Peneliti mengumpulkan data secara langsung
dengan mewawancarai partisipan, sehingga peneliti benar-benar mengenal
mereka. Pemilihan peserta penelitian bukan karena keterwakilan mereka atas
populasi, melainkan atas dasar krediblitas dan kekayaan informasi yang mereka
miliki. Keunggulan dari alat penelitian kualitatif, yaitu peneliti dapat berbicara
dan berpikir. Oleh karena itu, peneliti harus memiliki pengetahuan dan wawasan
yang adekuat tentang masalah atau topik yang akan diteliti dan menguasai metode
yang digunakan. Keaktifan peserta dalam proses pengumpulan data sangat
diperlukan, sehingga mereka disebut partisipan. Partisipan diperlakukan sebagai
subjek, bukan objek. Partisipan sering kali disebut sebagai pendamping peneliti
(co-researcher). Jawaban yang disampaikan oleh partisipan berdasarkan
pengalaman langsung dan jawaban itulah yang nanti akan dianalisis.11
Keenam adalah jangka waktu penelitian. Metode kuantitatif pengerjaanya
lebih singkat daripada metode kualitatif, sebab penelitian kuantitatif dianggap
selesai bila perhitungan dan analisis statistiknya selesai. Hal ini berbanding
terbalik dengan metode kualitatif. Peneliti perlu memahami konteks penelitian dan
haru benar-benar memahami kondisi penelitian sekaligus terlibat langsung dalam
prosesnya, sehingga waktu yang diperlukan untuk penelitian lebih lama. Jika tidak
ditemukan lagi unsur-unsur baru yang dari yang disampaikan oleh partisipan,
barulah penelitian dianggap selesai.11
Ketujuh adalah pelaporan. Pelaporan hasil penelitian kuantitatif mengikuti
pedoman standar dan bersifat baku, di mana penulisannya ditungkan dalam 5 bab
Bab 1 berisi pendahuluan dan menjelaskan latar belakang masalah yang diangkat
dalam penelitian. Selain itu, dipaparkan pula identifikasi masalah, rumusan
masalah, dan tujuan penelitian. Bab 2 berisi landasan teori yang menjadi dasar
penelitian dan nantinya digunakan untuk menjawab masalah yang telah
dirumuskan pada bab sebelumnya. Bab 3 berisi metode penelitian. Bab 4 berisi
hasil penelitian dan pembahasannya. Hasil yang tetah didapatkan kemudian
dianalisis dan dituangkan pada bab ini. Bab 5 berisi kesimpulan dan rekomendasi.
Susunan yang diuraikan sudah sudah standar untuk metode kuantitatif.
Pendekatannya bersifat objektif san tidak bias11
Penelitian kualitatif dilaporkan dalam bentuk yang bersifat fleksibel serta
tidak baku. Strukturnya berkembang selama proses penyusunan laporan dan
urutannya bervariasi. Pendekatannya bersifat subjektif dan agak bias. Data
penelitian berasal dari keadaan alamiahnya dan mempertimbangkan latar historis
dan budaya. Laporan hasil penelitian kualitatif bisanya lebih banyak karena
peneliti berusaha menghadirkan pembaca dalam konteksnya, sehingga konteks
penelitian harus digambarkan secara jelas dan mendalam.11 Perbedaan penelitian
kualitatif dan kuantitatif dapat dilihat pada tabel 3.3

Tabel 3.3 Perbedaan penelitian kualitatif dan kuantitatif


Aspek Kualitatif Kuantitatif
Maksud Mengembangkan pengertian Membuat deskripsi objektif
mengenai individu dan mengenai fenomena, terbatas,
kejadian dengan dan menentukan apakah
memperhitungkan konteks fenomena dapat dikontrol
yang relevan. melalui beberapa intervensi.
Tujuan Memahami fenomena sosial Menjelaskan, dan/atau
melalui pemahaman yang mengontrol fenomena
mendalam serta gambaran melalui pengumpulan data
yang holistik. yang fokus pada data
numerik.
Pendekatan Subject matter suatu ilmu Fenomena sosial dijabarkan
alam diasumsikan secara melalui analisis numerikal
berbeda dengan subject matter dan pengukuran objektif.
ilmu sosial.
Asumsi Perilaku terikat konteks di Metode dan tujuan ilmu
mana hal itu terjadi dan sosial diasumsikan sama
kenyataan sosial tidak bisa dengan ilmu alam dengan
direduksi menjadi variabel- cara menelusuri teori yang
variabel. Pemahaman yang diuji atau dikonfirmasi
berkenaan dengan kenyataan dengan menceritakan
dijelaskan dari sudut pandang fenomena yang terjadi.
‘orang dalam’.
Model penelitian Generalisasi tidak dilaukan Persepsi subjektif tepisah
karena perilaku manusia dari konteks dan tidak
sangat terikat dengan konteks melahirkan penemuan ‘fakta’
dan harus diinterpretasikan per sosial
kasus.
Nilai Peneliti biasanya diikat oleh Bergantung pada model
nilai dan harus senantiasa penjelasan hipotetikodeduktif
eksplisit mengenai peranan dengan memulai dari teori
nilai dalam suatu studi. Nilai dari mana dari mana
merupakan suatu pilihan yang hipotesis ditarik dan dites
inheren dalam masalah dan dengan menggunakan
metode yang diselidiki serta prosedur yang ditentukan
merupakan cara untuk terlebih dahulu.
menginterpretasikan kon-teks
di mana studi itu berada.
Alasan Induksimelaksanakan Peneliti dapat berperan dalam
pengamat-an dan/atau menarik permasalahan yang diteliti,
kesimpulan. dengan syarat penelitian
tersebut bebas nilai dengan
suatu prosedur khusus yang
untuk mengisolasi dan
mengeluarkan unsur-unsur
subjektif, serta mencari
kenyataan objektif.
Generalisasi Setiap individu, budaya, dan Deduktifdiinduksi dari teori
latar adalah penting dan untuk tentang apa yang akan
mengapresiasi keunikan; diamati.
genera-lisasi bergantung pada
konteks.
Hubungan Peneliti secara aktif Cara ini dapat menambah
peneliti dengan berinteraksi secara pribadi nilai prediksi yang dapat
subjek dengan partisipan. Proses dipercaya dan kontrol tentang
pengumpulan data dapat fenomena. Berusaha mencari
diubah dan hal itu bergantung keteraturan pada sampel
pada situasi. Peneliti bebas individu; analisis statistik
menggunakan intuisi dan menyatakan bahwa
dapat memutuskan bagaimana kecenderungan terhadap
me-rumuskan perilaku sudah kuat untuk
pertanyaan/bagaimana memperoleh nilai praktis
melakukan pengamatan.
Individu yang diteliti dapat
diberi kesempatan secara
sukarela mengajukan gagasan
dan persepsinya dan
berpartisipasi dalam analisis
data.
Nilai orientasi Kegiatan penelitian Tujuan penelitian adalah
sseluruhnya diikat oleh nilai. objektivitas, berusaha
Isu nilai tidak dihindari, nilai memelihara pandangan
pribadi dinyatakan secara pribadi, kepercayaan, biases
terbuka dan mencoba dari pengaruh pengumpulan
mengaplikasikan nilai pada data dan analisis proses.
konteks Melibatkan interaksi minimal
dan jika interaksi diperlukan
(wawancara) lalu berusaha
membakukan proses. Perana.
Peranan sampel dalam studi
adalah pasif.
Latar Penelitian Naturalistik (sebagimana Ekstensif, sehingga
adanya) sejauh mungkin memengaruhi studi.
Pengkajian teori diperlukan
untuk menentukan konsep,
hipotesis, dan variabel..
Sampling Naratif dan deskriptif dalam Random, tujuannya adalah
kata-kata mereka yang diteliti, memilih sampel yang
dokumen pribadi, catatan dianggap mewakili dari suatu
lapangan, artefak, dokumen populasi yang. Hal tersebut
resmi dan videotapes, dan guna menggeneralisasi
transkrip populasi.
Sumber: Metodologi Penelitian Kualitatif Edisi Revisi, 2014

McCusker, K & Gunaydin, S. 2016. Research using Qualitative, Quantitative or


Mixed Methods and Choice Based on the Research. SAGE publication. DOI:
10.1177/0267659114559116

Moleong, L. J. 2014. Metodologi Penelitian Kualitatif Edisi Revisi. Bandung: PT


Reemaja Rosdakarya.

Semiawan, C. R. 2010. Metode Penelitian Kualitatif Jenis, Karakteristik, dan


Keunggulannya. Jakarta: PT Gramedia Widiasarana Indonesia

Rahman, S. M.. 2016. The Advantages dan Disadventages of Using Qualitative


and Quantitative Approaches and Methods in Language “Testing and
Assessment” Research: A Literature Review. Journal of Education and Learning;
Vol. 6, No I; 2017. Published by Canadian Center of Science and Education.

Creswell, J. W. 2014. Research Design Qualitative, Quantitative, and Mixed


Methods Approaches 4th Edition. California: SAGE Publication, Inc.

Common questions

Didukung oleh AI

Dalam penelitian kuantitatif, analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik statistik menggunakan software seperti SPSS, dan interpretasi hasil fokus pada pengujian hipotesis dan perbandingan prediksi dengan hasil penelitian . Sebaliknya, analisis data kualitatif melibatkan proses reflektif dan pengembangan tema melalui penafsiran informasi partisipan, pengkodean, dan penyusunan tema berkelanjutan hingga diperoleh pemahaman yang mendalam .

Pedoman utama dalam mengidentifikasi masalah penelitian kualitatif melibatkan pengumpulan data awal yang cukup dan kajian literatur untuk menemukan apakah masalah yang diteliti berbeda pada latar yang baru (subjek, tempat, dan waktu). Peneliti juga difokuskan pada penyuarakan suara kelompok minoritas, tertindas, dan marginal serta mencari cara praktis untuk menerapkan teori yang sudah terbukti .

Penelitian kualitatif menekankan pentingnya konteks dan latar belakang partisipan karena tujuan utamanya adalah memahami fenomena sosial secara mendalam serta mengapresiasi keunikan dari setiap individu dan latarnya. Penelitian ini bertumpu pada interaksi yang aktif antara peneliti dan partisipan, yang memungkinkannya untuk mengungkap makna dan pemahaman mendalam tentang realitas sosial yang tidak dapat direduksi ke dalam angka .

Pengumpulan data dalam metode kuantitatif dilakukan menggunakan kuesioner yang terstruktur dengan pertanyaan dan jawaban yang sudah ditentukan. Partisipan disebut responden dan memilih jawaban dari opsi yang tersedia. Sebaliknya, dalam metode kualitatif, pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan observasi langsung, dengan partisipan yang berperan aktif dalam berkontribusi jawaban berdasarkan pengalaman mereka .

Keunggulan esensial dari peran aktif peneliti dalam metode kualitatif adalah peneliti dapat berinteraksi langsung dan intensif dengan partisipan. Hal ini memungkinkan pengumpulan data yang mendalam dan kaya informasi melalui wawancara mendalam, observasi, dan interaksi langsung, serta memungkinkan peneliti memahami nuansa dan konteks spesifik dari fenomena yang diteliti .

Pelaporan dalam metode penelitian kualitatif lebih fleksibel karena struktur dan pendekatannya berkembang selama proses penyusunan laporan dan disesuaikan dengan konteks serta data yang ditemukan selama penelitian. Hal ini berbeda dengan metode kuantitatif yang memiliki format pelaporan yang standar dan baku, menekankan objektivitas dan mengikuti format bab tertentu .

Tujuan penelitian kuantitatif bersifat spesifik dan terukur, pertanyaannya berupa close-ended question sehingga jawabannya sudah ditentukan. Sebaliknya, tujuan penelitian kualitatif lebih pada menggali pemahaman mendalam dari pengalaman partisipan dengan pertanyaan bersifat terbuka (open-ended question) yang memungkinkan jawaban bervariasi dan luas, serta dapat mengembangkan tema-tema baru .

Pada penelitian kuantitatif, teori memiliki peran penting di awal proses penelitian. Teori digunakan untuk merumuskan hipotesis, menentukan variabel, dan menyusun instrumen penelitian, serta sebagai panduan untuk menjawab dan memperkuat masalah penelitian . Sebaliknya, dalam penelitian kualitatif, teori berperan kecil pada awal penelitian. Fokus penelitian kualitatif lebih pada makna dan cerita dari partisipan, sehingga pemikiran dan teori baru muncul di akhir penelitian .

Metode penelitian kualitatif memerlukan waktu lebih lama karena peneliti harus benar-benar memahami konteks dan terlibat langsung dalam prosesnya. Pengumpulan data kualitatif sering dilakukan melalui wawancara mendalam dan observasi, yang dapat memakan waktu karena melibatkan interaksi langsung dengan partisipan untuk menggali informasi yang kaya dan mendalam .

Dalam penelitian kualitatif, konteks historis dan budaya sangat penting karena data bersumber dari keadaan alamiahnya dan analisis mempertimbangkan bagaimana variabel-variabel sosial, budaya, dan lingkungan memengaruhi partisipan. Ini memungkinkan pemahaman yang lebih mendalam dan holistik tentang fenomena yang diteliti, berbeda dengan kuantitatif yang lebih terfokus pada statistik dan angka .

Anda mungkin juga menyukai