Nama : Hadijah
Nim : 140170006
Mata Kuliah : Riset Operasional
Tugas Ke-1
1. Cari contoh kasus penerapan riset operasional (operations research/ OR) yang digunakan
dalam dunia nyata.
2. Analisa tahapan-tahapan yang digunakandalam penyelesaian contoh kasus tersebut?
Penyelesaian:
1. Contoh kasus penerapan riset operasional (operations research/ OR) yang digunakan
dalam dunia nyata yaitu:
LINEAR PROGRAMMING - MODEL KOMBINASI PRODUK
Dedek “Bemo” Sudarsana, pemilik perusahaan garmen “Bemo Clothing” yang khusus
memproduksi kaus-kaus T-shirt yang digemari mahasiswa [Link] 'Bemo'. Awal April
lalu, perusahaannya mendapat order dari UKM Mapala “WD” Unud yang dalam rangka
memperingati HUT ke-30 nya memutuskan membuat 4 tipe kaus:
1. Kaus lengan panjang dengan gambar di bagian depan (1 sisi)
2. Kaus lengan panjang dengan gambar di bagian depan & belakang (2 sisi)
3. Kaus lengan pendek dengan gambar di bagian depan (1 sisi).
4. Kaus lengan pendek dengan gambar di bagian depan & belakang (2 sisi)
Dedek ingin mengetahui berapa lusin (kardus) tiap jenis kardus harus diproduksi untuk
memaksimalkan keuntungannya. Karena sudah agak lama sejak tamat dari FE, ia agak lupa-
lupa ingat aplikasi mata kuliah Riset Operasi- khususnya Linear Programming untuk
memecahkan masalah bisnisnya. Untuk itu, ia menghubungi dosen pembimbing skripsinya
dulu, Pak Yadnya, yang kebetulan juga salah seorang pakar Riset Operasi di FE Unud. Dan
inilah jawaban Beliau:
VARIABEL KEPUTUSAN
Masalah ini memiliki 4 variabel keputusan yang mencerminkan jumlah (dalam lusin) tiap
jenis kaus yang akan diproduksi
x1 = kaus lengan panjang, satu sisi
x2 = kaus lengan panjang, dua sisi
x3 = kaus lengan pendek, satu sisi
x4 = kaus lengan pendek, dua sisi
FUNGSI TUJUAN
Tujuan Dedek adalah memaksimumkan keuntungannya. Keuntungan total adalah jumlah dari
keuntungan yang diperoleh dari tiap jenis kaus. Fungsi tujuan dinyatakan sebagai berikut:
Maksimalkan Z = 90x1 + 125x2 + 45x3 + 65x4
BATASAN (CONSTRAINT) MODEL
Batasan pertama adalah 'Waktu Produksi' . Waktu produksi total yang tersedia adalah 72 jam
, periode di antara waktu pemesanan dan diambilnya order pesanan tsb:
0,1x1 + 0,25x2 + 0,08x3 + 0,21x4 < 72 jam
Batasan kedua adalah kapasitas mobil angkut;
3x1 + 3x2 + x3 + x4 < 1.200 kardus
Batasan ketiga adalah untuk 'Dana Produksi'. Total dana yang tersedia untuk produksi adalah
$ 25.000
36x1 + 48x2 + 25x3 + 35x4 < $ 25.000
Dua batasan terakhir mencerminkan kaus lengan panjang dan lengan pendek yang tersedia
untuk disablon:
x1 + x2 < 500 kaus lengan panjang
x3 + x4 < 500 kaus lengan pendek
RINGKASAN MODEL
Model program linear untuk perusahaan 'Bemo Clothing' di atas disajikan sebagai berikut:
Maksimalkan Z = 90x1 + 125x2 + 45x3 + 65x4
Batasan
0,1x1 + 0,25x2 + 0,08x3 + 0,21x4 < 72
3x1 + 3x2 + x3 + x4 < 1.200
36x1 + 48x2 + 25x3 + 35x4 < 25.000
x1 + x2 < 500
x3 + x4 < 500
x1, x2, x3, x4 > 0
PERHITUNGAN
Model Linear Programming di atas bisa dihitung dengan Metode Simpleks, bisa juga dengan
program komputer, misalnya MS Excel (dengan Solver). Singkat kata, setelah dihitung-
hitung, didapatkan hasil:
x1 = 175,56 kardus kaus lengan panjang, 1 sisi
x2 = 57,78 kardus kaus lengan panjang, 2 sisi
x3 = 500 kardus kaus lengan pendek, 1 sisi
Z = $ 45.522,22 (keuntungan yang si Dedek peroleh)
Sumber, diadaptasi dari: Introduction to Management Science 8-th Edition, Bernard W.
Taylor III.
2. Analisa tahapan-tahapan yang digunakandalam penyelesaian contoh kasus tersebut yaitu:
pada pemecahan masalah pada kasus di atas , teknik-teknik pemecahan masalah dalam riset
opersional yaitu menggunakan linier programming yaitu salah satu teknik penyelesaian riset
operasional dalam hal ini adalah menyelesaikan masalah-masalah optimasi (memaksimalkan
atau meminimumkan) tetapi hanya terbatas pada masalah-masalah yang dapat di ubah
menjadi fungsi linier. Demikian pula kendala-kendala yang ada juga berbentuk linier.
Secara khusus, persoalan program linier adalah suatu persoalan untuk menentukan besarnya
masing-masing nilai variable (variable pengambilan keputusan) sedemikian rupa sehingga
nilai fungsi tujuan atau objektif (objective function) yang linier menjadi optimum
(maksimum atau minimum) dengan memperhatikan pembatasan-pembatasan yang ada yaitu
pembatasan ini harus dinyatakan dengan ketidaksamaan yang linier (linear inequalities).
Dari kasus diatas teknik linier programming digunakan oleh Dede untuk menghitung
keuntungan dan kerugian dari hasil produksi usaha yang dilakukanya.
Dan model riset operasi yang digunakan pada kasus di atas yaitu model simbolik, karena
Model simbolik menggunakan huruf, angka, dan symbol-simbol dan property dari suatu
system yang dimodelkan. Beberapa contoh model simbolik adalah bentuk model persamaan,
bagan, kalimat-kalimat tertulis. Model simbolik adalah bentuk modelyang paling abstrak
dan biasa digunakandalam bidang riset operasional. Dan pada kenyatanya, riset operasioanal
biasanya disinonimkan dengan suatu formulasi dan menggunakan suatu bentuk khusus dari
model simbolik yang disebut dengan model matematis. Model matematis melibatkan
penggunaan symbol-simbol berupa huruf, angka, dan operasi matematis.