0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
14 tayangan23 halaman

Analisis Autentikasi Hotspot RT/RW Net

Proposal skripsi ini membahas analisis sistem autentikasi hotspot menggunakan LDAP dan RADIUS pada jaringan RT/RW Net. RT/RW Net diharapkan dapat memberikan layanan internet murah di daerah yang belum terjangkau jaringan. Skripsi ini akan merancang jaringan RT/RW Net, menguji server LDAP dan antarmuka Phpdapadmin, serta menguji server RADIUS dan captive portal. Tujuannya adalah memberikan akses internet yang aman bagi client dengan satu akun terintegrasi.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
14 tayangan23 halaman

Analisis Autentikasi Hotspot RT/RW Net

Proposal skripsi ini membahas analisis sistem autentikasi hotspot menggunakan LDAP dan RADIUS pada jaringan RT/RW Net. RT/RW Net diharapkan dapat memberikan layanan internet murah di daerah yang belum terjangkau jaringan. Skripsi ini akan merancang jaringan RT/RW Net, menguji server LDAP dan antarmuka Phpdapadmin, serta menguji server RADIUS dan captive portal. Tujuannya adalah memberikan akses internet yang aman bagi client dengan satu akun terintegrasi.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PROPOSAL SKRIPSI

ANALISIS SISTEM AUTENTIKASI HOTSPOT


MENGGUNAKAN LDAP DAN RADIUS PADA JARINGAN
INTERNET WIRELESS UNTUK PENGADAAN LAYANAN
DARI RT/RW NET

ANALYSIS OF HOTSPOT AUTHENTICATION SYSTEM USING


LDAP AND RADIUS ON INTERNET WIRELESS NETWORKS
FOR PROCUREMENT OF SERVICES
FROM RT/RW NET

Disusun oleh:
ILHAM CAHYA PRAYOGO
16101057

PROGRAM STUDI S1 TEKNIK TELEKOMUNIKASI


FAKULTAS TEKNIK TELEKOMUNIKASI DAN ELEKTRO
INSTITUT TEKNOLOGI TELKOM PURWOKERTO
2019
ABSTRAK

RT-RW Net adalah sebuah solusi untuk memberikan layanan jaringan internet
dengan biaya yang relatif murah, khususnya di daerah yang masih belum tersedianya
jaringan internet. Dalam pembangunan jaringan RT/RW Net ada beberapa faktor yang
melandasi dalam proses pembangunanya seperti penggunaan layanan internet secara
murah dan juga beberapa metode yang digunakan untuk pengembanganya seperti
penggunaan server database Lighweight Directory Access Protocol(LDAP) dan server
autentikasi Remote Authentication Dial-In User Service(RADIUS). Dalam
pembangunan jaringan RT/RW Net ini memerlukan layanan Internet Service Provider
(ISP) sebagai penyedia layanan jasa sambungan internet dan perangkat router Mikrotik
sebagai pemanajemen bandwith dan setting Dynamic Host Configuration Protocol
(DHCP), diperlukan juga perangkat Access Point (AP) sebagai koneksi Wireless LAN
(WLAN) ke client dan antena untuk memperluas area jangkauan jaringan ke banyak
client. Dalam pembangunan jaringan RT/RW Net ada beberapa tahap yang harus
dilakukan yaitu menentukan area akses jaringan dan tempat server RT/RW Net,
menentukan kebutuhan alat yang akan dipakai, konfigurasi Mikrotik, dan pengujian
terhadap jaringan yang telah dibangun.

Kata Kunci : Wireless LAN, RT/RW Net, Lightweight Directory Access Protocol
(LDAP), Remote Authentication Dial In User Service (RADIUS), Mikrotik
BAB I
PENDAHULUAN

1.1. LATAR BELAKANG


Saat ini beragam cara yang dapat dilakukan untuk memanfaatkan layanan
internet mulai dari cara yang konvensional sampai pemanfaatan teknologi
komunikasi bergerak. Biasanya pada wilayah RT/RW belum menerapkan sistem
RT/RW Net yang diharapkan wilayah yang belum menerapkan sistem RT/RW
Net ini client dapat mencari informasi dan data dengan biaya murah dan akses
internet secara wireless. Tetapi pada jaringan wireless ini rentan pada bagian
keamanannya. [1]
Dengan melihat permasalahan yang ada, maka tentunya dipandang perlu
untuk mengadakan fasilitas internet murah [2], dimana dalam implementasinya
berjenis jaringan hotspot dari layanan ISP yang dipakai juga nantinya terintegrasi
dengan Mikrotik sebagai pengirim paket dan AP sebagai transceiver sinyal ke
client dan dari client. Dengan adanya hotspot atau jaringan internet berbasis
wireless. Client yang berada dalam jangkauan AP bisa mendapatkan sinyal untuk
akses internet. Maksud tanpa dibatasi ruang pergerakannya yaitu RT/RW Net ini
dapat digunakan di rumah client dikarenakan perangkat AP ini terletak dekat
dengan client.
RT/RW Net adalah suatu konsep di mana beberapa komputer dalam suatu
wilayah atau zona saling berhubungan. Konsep lain dari RT/RW Net adalah
swadaya internet yang berarti fasilitas internet tersedia selama 24 jam sehari
selama sebulan dengan biaya lebih murah. Mulai dari pembangunan infrastruktur,
operasional dan langganan ditanggung bersama (Pihak client dan pihak server).
Konsep RT-RW Net sebetulnya sama dengan konsep Warung Internet (Warnet).
Dengan gambaran pemilik Warnet membeli atau menyewa pulsa atau bandwith
dari ISP (Telkom, CBN atau Indonet), lalu dijual kembali ke pelanggan yang
menyewa komputer supaya bisa mengakses segala informasi dengan internet,
baik membuka e-mail, chating, browsing, atau sekedar bermain game.
Persyaratan penjelajahan internet cepat salah satunya adalah penginstalasi kabel
fiber optic yang bisa dikatakan adalah salah satu solusinya dikarenakan fiber optik
merupakan saluran transmisi yang dapat mentransmisikan informasi dengan
kecepatan yang sangat cepat [3]. tujuannya supaya mendapatkan suatu akses
jaringan internet dan Voice Over Internet Protocol(VOIP) yang memiliki tingkat
performansi dan tingkat kelayakan yang baik, maka diharuskan sudah terancang
jaringan Fiber To The Home(FTTH) pada wilayah tersebut.
Gagasan berawal dari masalah-masalah yang ada, dengan banyak metode
pengamanan jaringan internet wireless atau Wi-Fi dari skala pengamanan
sederhana seperti Wifi Protected Access(WPA), WPA2, Wifi Protected Access-
Pre Shared Key(WPA-PSK) dan sekala besar seperti metode sejenis yaitu sistem
keamanan Wi-Fi perhotelan, perkantoran dan perumahan yang menggunakan
captive portal untuk verifikasi dengan antarmuka pengelolaan database berbasis
web menggunakan Phpdapadmin dengan database user dan password dengan
kata lain halaman login hotspot. Contoh dari layanan WiFi adalah produk [Link]
yang diluncurkan oleh ISP Telkomsel untuk bisa menggunakan akses internet di
berbagai cakupan daerah di Indonesia. Informasi ini dikutip [Link]
yang menjelaskan pengguna diharuskan membeli kupon atau voucher untuk bisa
mengakses internet di area yang sudah mencakup sinyal dari [Link].
Berbagai macam bentuk pengalaman jaringan WiFi sudah ada dan banyak
ditemui dimana-mana akan tetapi bentuk pengalaman jaringan WiFi ini harus
disesuaikan dengan situasi dan kondisi lingkungan yang ada. Seperti contoh pada
RT/RW Net yang masih belum memanfaatkan akun terintegrasi tetapi hanya
menggunakan kupon atau voucher, tetapi dengan memanfaatkan akun yang bisa
di integrasikan dengan pengamanan jaringan hotspot menggunakan server LDAP
dan server RADIUS [4]. Manfaat yang didapat dalam sistem ini adalah
kemudahan bagi setiap client yang terdaftar mempunyai satu akun terintegrasi
untuk bisa mendapatkan akses internet tanpa mengenyampingkan aspek
keamanan.
1.2. RUMUSAN MASALAH
Rumusan masalah skripsi dapat diuraikan sebagai berikut:
1. Bagaimana rancangan dari jaringan RT/RW Net?
2. Bagaimana skenario pengujian server LDAP dan antarmuka Phpdapadmin
3. Bagaimana skenario pengujian server RADIUS dan captive portal?

1.3. BATASAN MASALAH


Batasan masalah skripsi dapat diuraikan sebagai berikut:
1. Proses implementasi jaringan RT/RW Net dengan jaringan hotspot.
2. Proses pengujian sistem autentikasi dengan server LDAP dan server
RADIUS sebagai penyedia layanan infrastruktur keamanan jaringan pada
database administrator.

1.4. TUJUAN PENULISAN


Tujuan penulisan skripsi dapat diuraikan sebagai berikut:
1. Membuat suatu perancangan RT/RW Net dengan jaringan hotspot.
2. Menganalisis sistem autentikasi menggunakan server LDAP dan server
RADIUS sebagai captive portal pada jaringan internet.

1.5. MANFAAT PENELITIAN


Penelitian ini diharapkan dengan adanya penerapan hotspot dengan jaringan
RT/RW Net, client dapat mengakses internet tanpa dibatasi tempat. Penggunaan
akses internet dengan cara login terlebih dahulu dengan web browser dan apabila
akun yang tidak memiliki dari kupon atau voucher, maka tidak bisa melakukan
akses internet karena tidak tervalidasi. Hal tersebut dapat merugikan dari segi
materiil. Dengan penulisan jaringan RT/RW NET dengan sistem keamanan
autentikasi hotspot LDAP dan RADIUS ini diharapkan dapat digunakan sebagai
media pembelajaran kepada masyarakat bahwa pengakaran ISP bisa diterapkan
dan juga dapat dilindungi dengan keamanan yang terjamin walau kemungkinan
tidak 100% aman.
1.6. SISTEMATIKA PENULISAN
Penelitian ini terbagi menjadi beberapa BAB diantaranya:
BAB I PENDAHULUAN
Berisi mengenai suatu uraian atau gambaran yang berhubungan
dengan latar belakang masalah, rumusan masalah, batasan
masalah, tujuan penulisan, manfaat penelitian dan sistematika
penulisan.
BAB II DASAR TEORI
Berisi tentang teori yang diambil pada penelitian
BAB III METODE PENELITIAN
Berisi dari flowchart penelitian, blok diagram beserta
penjelasannya
BAB II
DASAR TEORI

2.1. KAJIAN PUSTAKA


Penelitian dai jurnal pertama yang ditulis oleh Tri Arianto pada tahun 2014
yang berjudul “Implementasi Wireless Local Area Network dalam RT/RW Net”
meeliti mengenai apakah metode Wireless LAN (WAN) memiliki fleksibelitas,
pemakaian untuk mendukung mobilitas dan efisiensi dalam waktu (Penginstalan)
dan biaya (Pemeliharaan perangkat dan penginstalan ulang di tempat lain),
mengurangi pemakaian kabel dan penambahan jumlah pengguna dapat dilakukan
dengan mudah dan cepat. Penerapan WAN pada area RT/RW memiliki beberapa
pengaruh diantanya dari segi mobilitas, kemudahan instalasi, biaya, skalabilitas,
fleksibilitas, performansi, interferensi, degradasi transmisi data dan keamanan.
Instalasi membutuhkan beberapa alat seperti : Antena Omni JB 10dB, Wireless
Access Point (SENAO enGenius), POE (Power Over Ethernet), Kabel UTP
(Unshielded Twisted Pair), Anti Petir (Lightning Surge Arrester AL-NMNFB-9
ALTELICON/Hyperlink), Kabel Pigtail (RP-TNC to N-Type).
Penelitian dari jurnal kedua yang ditulis oleh Standy Oel pada tahun 2014
yang berjudul ” RANCANG BANGUN JARINGAN HOTSPOT PADA KAMPUS
UNIVERSITAS NUSANTARA MANADO MENGGUNAKAN ROUTER
MIKROTIK” meneliti mengenai pengadaan fasilitas internet untuk proses dalam
belajar mengajar di Universitas . Dimana melakukan analisis terhadap kebutuhan
infrastruktur jaringan hotspot yang dibangun. Dari hasil analisis diperoleh bahwa
dalam penyelesaian masalah ini, diperlukan alat perlengkapan seperti berikut:
Router Board Mikrotik (RB750), kabel UTP Cat 5e, konektor RJ45, Access
Point, Switch, Antena Radio (Sebagai client dari ISP), laptop yang dilengkapi
ethernet card dan WiFi card, serta alat-alat pendukung lainnya. Dari penelitian
yang telah dilakukan, berhasil dibangun sebuah jaringan hotspot pada kampus
Universitas Nusantara Manado. Dimana jaringan hotspot yang ada telah
menerapkan fungsi authentikasi, serta fungsi pembagian bandwidth berdasarkan
user profiles yang dibuat. Dengan adanya jaringan hotspot, mahasiswa dan dosen
sudah bisa mengakses internet pada berbagai lokasi di gedung perkuliahan, tanpa
dibatasi tempat.
Penelitian dari jurnal ketiga yang ditulis oleh MS. Herawati[1], Nurasiah[2]
dan Raditya Iswara Dewananda[3] pada tahun 2014 yang berjudul “JARINGAN
RT/RW-NET SEDERHANA DENGAN KONEKSI LAN DI PERUMAHAN
PURI NIRWANA 2 BOGOR” meneliti mengenai bagaimana melakukan
konfigurasi pada jaringan LAN yang dapat diterapkan masyarakat di Perumahan
Puri Nirwana 2 Bogor guna dapat mengakses internet di rumah dengan biaya
terjangkau. Didapati banyak manfaat apabila jaringan RT/RW NET diterapkan
diantaranya membantu akses internet 24 jam, sharing resource (Sharing File dan
printer), tujuan sosial dan sebagai pentingnya pengenalan teknologi informasi
juga internet kepada para warga sekitar.
Penelitian dari jurnal keempat yang ditulis oleh Ignatius Yoslan Kurniawan
pada tahun 2014 yang berjudul “ANALISIS DAN SIMULASI
PERANCANGAN JARINGAN FIBER TO THE HOME (FTTH) PADA
PERUMAHAN BUAH BATU SQUARE BANDUNG MENGGUNAKAN
OPTISYSTEM” meneliti mengenai apakah para masyarakat membutuhkan
akses layanan fiber optic sebagai solusi sebagai saluran transmisi informasi dan
komunikasi dengan kecepatan yang sangat cepat. Sehingga pemfasilitasan media
fiber optic dapat menangani hal keluhan para pelanggan. Parameter yang harus
dipenuhi guna penerapan FTTH dapat berjalan sesuai prosedur dari pengamatan
dari nilai Downlink dan Uplink lalu pada OptiSystem didapatkan performansi
BER pada optik yaitu 10-9 maka tersebut dapat dikatakan baik dikarena sudah
memenuhi nilai minimum BER. dan parameter performansi Q-Factor dapat
dikatakan baik apabila sudah berada diatas 6. Lalu nilai daya dapat dikatakan
layak apabila sensitifitas perangkat ONT sebesar -28 dBm.
Penelitian dari jurnal kelima yang ditulis oleh Ahmad Herdinal
Muttaqin[1],Adian Fatur[2], Rochim Eko[3] dan Didik Widianto[4] pada tahun 2016
yang berjudul “Sistem Autentikasi Hotspot Menggunakan LDAP dan Radius
pada Jaringan Internet Wireless Prodi Teknik Sistem Komputer” meneliti
mengenai bagaimana dalam sistem Autentikasi Hotspot Menggunakan LDAP
dan RADIUS memberikan kemudahan bagi setiap mahasiswa Sistem Komputer
yang hanya mempunyai satu akun terintegrasi untuk bisa mendapatkan fasilitas
internet tanpa mengenyampingkan aspek keamanan yang ada. Rancang bangun
sistem autentikasi hotspot dikampus Teknik Sistem Komputer membuthkan 2
modul server dan 1 router yang saling terintegrasi dan terkoneksi dengan jaringan
kampus. Pengaksesan jaringan hotspot kampus melalui web browser yang
berguna wadah dan portal mengakses internet pada hotspot kampus.
Penelitian dari jurnal keenam yang ditulis oleh Shoffin Nahwa Utama[1],
Aziz Musthafa[2] pada tahun 2017 yang berjudul “Membangun Infrastruktur
Jaringan RT RW Net Guna Mendukung Aplikasi Sistem Informasi Desa
(SIMADES)” meneliti mengenai Program kegiatan pengabdian masyarakat
dengan tema membangun infrastruktur jaringan RT/RW Net di Desa Sekaran,
Kec. Siman, Kab. Ponorogo guna mendukung aplikasi SIMADES memiliki
tujuan: Masyarakat Desa Sekaran mengetahui manfaat penggunaan teknologi
informasi, Perangkat desa lebih mudah dan cepat mengakses informasi,
Memudahkan proses pelaporan berbasis online oleh perangkat desa,
Memudahkan dan mempercepat pelayanan berbasis online menggunakan Sistem
informasi desa.
2.2. LANDASAN TEORI
2.1.1. Wireless LAN
Wireless merupakan sebuah jaringan nirkabel atau tanpa kabel
yang menggunakYHNMan udara sebagai media penghubung antat
transmisinya guna menghantarkan gelombang elektromagnetik menjadi
sebuah keluaran data [5].
Berikut ini beberapa model peralatan yang memanfaatkan
teknologi wireless dan gelombang radio:
 Telepon seluler dan radio panggil
 GPRS navigasi
 Mouse dan keyboard nirkabel
 Telepon cordless
 Remote control
 Televisi
 Wireless LAN atau Wi-Fi

2.1.2. RT/RW NET

Gambar 2. 1 Topologi RT RW NET


RT/RW-Net adalah jaringan komputer swadaya masyarakat
dalam ruang lingkup RT/RW melalui media kabel atau Wireless 2.4
Ghz dan Hotspot sebagai sarana komunikasi rakyat yang bebas dari
undang-undang dan birokrasi pemerintah. Pemanfaatan RT/RW Net ini
dapat dikembangkan sebagai forum komunikasi online yang efektif bagi
warga untuk saling bertukar informasi, mengemukakan pendapat,
melakukan polling ataupun pemilihan ketua RT/RW dan lain-lain yang
bebas tanpa dibatasi waktu dan jarak melalui media e-
Mail/Chatting/Web portal, disamping fungsi koneksi internet yang
menjadi fasilitas utama. Bahkan fasilitas tersebut dapat dikembangkan
hingga menjadi media telepon gratis dengan teknologi VoIP.
Tujuan membangun RT/RW-Net
 Turut serta dalam pengembangan internet murah di masyarakat.
 Membangun komunitas yang sadar akan kehadiran teknologi
informasi dan internet.
 Sharing informasi dilingkungan RT/RW sehingga masyarakat lebih
peduli terhadap lingkungan disekitarnya.
 Mempromosikan setiap kegiatan masyarakat RT/RW ke Internet
sehingga komunitas tersebut dapat lebih di kenal dan bisa dijadikan
sarana untuk melakukan bisnis internet.
Tujuan lain dari RT/RW Net ini adalah membuat semacam
Intranet yang berisi berbagai macam informasi tentang kegiatan yang
ada di lingkungan sekitar. Dengan tersambungnya rumah-rumah ke
jaringan Internet secara terus-menerus dan tidak terputus, maka bisnis
internet diharapkan akan semakin marak termasuk pemanfaatan internet
untuk pembayaran tagihan telpon, listrik, pengecekan Saldo Bank ,
pemesanan tiket Pesawat dll.
Setiap warga yang ingin bergabung dalam komunitas RT/RW net
ini maka peralatan yang dibutuhkan adalah:
 PC desktop/notebook
 Kartu wireless (Untuk komputer yang belum memilki card
wireless/WiFi)
 Antena FP 1800 atau GRID.
Semua biaya untuk perlengkapan adalah biaya yang dibutuhkan
oleh warga jika ingin bergabung dengan RT/RW. Jenis PC yang cocok
buat warga, tipe wirless card yang bagus dan berkualitas serta jenis
antena penerima yang akan dipasang disetiap rumah. Tempat yang
menjadi server akan dibangun sebuah tower/antena dengan ketinggian
sekitar 25 meter sehingga bisa menjangkau seluruh rumah di Blok A
termasuk rumah yang ada di Blok D. Dari tower ini akan dipasang
sebuah antena dan access point sehingga frekuensi radio atau sinyal
dapat ditangkap oleh semua pelanggan. perkiraan kebutuhan dana untuk
memenuhi kebutuhan pendirian RT/RW-Net adalah sbb:
 Routerboard 433-AH
 Port ethernet + POE
 Atheros MiniPCI wireless 802.11a+b+g 54Mbps 2.4/5GHz
 Power adaptor 24 V+ splitter
 Mounting + outdoorbox
 AntenA OMNI hyperlink 15 Db (360º)
 Tower
 UPS [6]

2.1.3. Lightweight Directory Access Protocol (LDAP)


LDAP adalah kependekan dari Lightweight Directory Access
Protocol. Dilihat dari kepanjangannya kita dapat menebak artinya yaitu
suatu protocol untuk mengakses directory secara ringan. Disebut ringan
karena LDAP ini menggunakan jaringan internet yang penggunaan
paket-paketnya sangat ringan. LDAP ini merupakan bagian dari IP.
LDAP ini digunakan untuk mengakses suatu directory misalnya
directory telepon, directory email suatu perusahaan dan lain
sebagainya. Pada LDAP ini tidak hanya membaca informasi, tetapi juga
bisa menambah dan mengupdate informasi yang ada directory tersebut.
LDAP juga sudah dilengkapi SASL (Simple Authentication and
Security Layer) untuk memerika dan memastikan apakah suatu user
berhak dan diperbolehkan masuk atau tidak. Karena itulah LDAP juga
banyak digunakan untuk “Single Sign On”, yaitu dengan sekali sign-on,
user dapat mengakses berbagai aplikasi yang telah disediakan [3].

Gambar 2. 2 Konfigurasi LDAP

2.1.4. Remote Authentication Dial In User Service (RADIUS)

Gambar 2. 3 Konfigurasi RADIUS

Merupakan sebuah protokol keamanan komputer untuk jaringan


wireless. Radius diterapkan dalam jaringan dengan model client-server.
Server radius menyediakan mekanisme keamanan dengan menangani
otentikasi koneksi yang dilakukan user. Saat komputer client akan
menghubungkan diri dengan jaringan maka server RADIUS akan
menerima identitas user (username dan password) untuk kemudian
dicocokan dengan data yang ada di dalam LDAP (Lightweight
Directory Access Protocol) sebagai penyimpanan username dan
password pengguna untuk kemudian ditentukan apakah user di ijinkan
untuk menggunakan layanan yang ada. Pada LDAP terdapat fitur SSO
(Single Sign-On) yang memungkinkan user hanya memerlukan satu
account untuk mengakses server lainnya yang telah terintegrasi dengan
LDAP. SSO (Single Sign On) adalah mekanisme sistem autentikasi
terpusat yang memperbolehkan pengguna mengakses semua komputer
dan sistem layanan lainnya, cukup dengan satu acccount saja. Jadi,
pengguna cukup mengingat satu username dan password saja untuk
masuk ke setiap layanan. LDAP (Lightweight Directory Access
Protocol) adalah protokol aplikasi yang digunakan untuk melakukan
pengontrolan pada layanan direktori yang berjalan pada protokol
TCP/IP. Direktor adalah sebuah layanan terstruktur yang disusun secara
logis dan data disusun secara teratur. Data yang disimpan di direktori
LDAP biasanya berisikan nama user, password user, dan informasi
lainnya yang berkaitan dengan biodata user. Pada LDAP terdapat
struktur yang mirip dengan struktur database sehingga dapat
dipergunakan sebagai pengganti database. LDAP sering digunakan
sebagai alat autentifikasi pada beragam sistem sesuai dengan struktur
yang digunakan. Pada pengembangan nya, LDAP memanfaatkan
penggunakan Domain Name System untuk mendukung penamaan pada
struktur direktori [7].

2.1.5. Mikrotik
Mikrotik ialah sebuah sistem operasi jaringan komputer yang
memungkinkan untuk dapat digunakan sebagai router dalam jaringan.
Mikrotik ialah salah satu sistem operasi atau perangkat lunak yang
paling ringan dan simple untuk digunakan.
Mikrotik sendiri memiliki banyak kelebihan yang ditawarkan
sehingga banyak orang yang menggunakannya. Mikrotik sangat baik
untuk provider hotspot dan warnet karena kemampuannya dalam
mengadministrasi jaringan komputer. Mikrotik memiliki beberapa fitur
yang sangat memudahkan seorang admin jaringan dalam memanajemen
sebuah jaringan komputer seperti: Firewall dan NAT, Routing, Hospot,
Web Proxy, DHCP dan masih banyak lagi. Mikrotik menjadi primadona
dalam pembuatan router dan administrasi dalam jaringan, kemudahan
dan tool yang sederhana membuat mikrotik menjadi pilihan banyak
orang, berikut ini ialah fungsi mikrotik dalam jaringan komputer.

Gambar 2. 4 Konfigurasi jaringan dengan Mikrotik


 Dapat digunakan sebagai biling hotspot sehingga memudahkan
dalam pengkonfigurasian dan pembagian bandwitch pada jaringan.
 Konfigurasi jaringan internet dapat dilakukan secara terpusat pada
mikrotik sehingga memudahkan admin jaringan untuk mengelola
jaringan tersebut.
 Dapat digunakan untuk memblokir situs-situs terlarang yang
mengandung konten pornografi dengan menggunakan proxy
sehingga tercipta penggunaan internet yang positif.
 Dapat digunakan untuk pembuatan PPPoE Server.
 Pengaturan dan Konfigurasi LAN dapat dilakukan dengan hanya
mengandalkan PC Mikrotik Router OS dengan spesifikasi
perangkat keras yang sangat rendah.
 Memisahkan bandwith traffic internasional dan local dan lainnya.

Adapun tujuan dari mikrotik yang diantaranya yaitu:

 Mikrotik didesain mudah digunakan untuk keperluan administrasi


jaringan computer.
 Belakangan ini banyak usaha warnet yang menggunakan mikrotik
sebagai routernya dan mereka merasa puas dengan hasilnya.
Adapun jenis-jenis mikrotik yang diantaranya yaitu:
A. Mikrotik Router OS
Merupakan sebuah sistem operasi jaringan berbasis UNIX yang
memungkinkan untuk bisa menjadikan komputer biasa mempunyai
kemampuan seperti halnya router, firewall, bridge, hotspot, proxy
server dan lain sebagainya. Sistem operasi ini sangat ringan dan hanya
membutuhkan spesifikasi perangkat keras yang rendah untuk bisa
menjalankannya.
Untuk itu banyak orang menggunakan sistem operasi ini untuk
membangun router pada jaringan mereka kestabilan dan kemudahan
yang ditawarkan oleh mikrotik router OS membuat banyak perusahan-
perusahaan besar dan lembaga pendidikan berbasis networking
menggunakan mikrotik sebagai dasar dan standar untuk router. berikut
ini kelebihan yang ditawarkan oleh mikrotik Router OS.
 Mikrotik Router OS mampu merubah komputer biasa “PC” sebagai
router yang handal dan berkwalitas.
 Berbasis linux sehingga sangat ringan untuk digunakan.
 Diinstall sebagai sistem operasi, Biasanya diinstall pada power PC.
B. Router Board
Merupakan sebuah perangkat keras jaringan komputer yang
dikenbangkan oleh mikrotik yang didalamnya terinstall sistem operasi
mikrotik Router OS. Router Board seperti halnya komputer tetapi
Router Board memiliki ukuran yang sangat kecil dan praktis. Didalam
Router Board juga terdapat Processor, RAM, ROM dan memory flash.
Pada Router Board juga tersedia mulai low-end sampai dengan hight-
end Roter, Product dari mikrotik Router Board yang paling sering kita
jumpai dipasaran ialah Mikrotik RB750.
Adapun manfaat menggunakan mikrotik yang diantaranya yaitu:
 Sebagai Internet Gateway Bagi LAN “Local Area Network”
Contohnya router mikrotik menghubungkan beberapa jaringan
local untuk dihubungkan ke internet. Router mikrotik juga bisa
menjadi pengatur lalu lintas data yang masuk maupun keluar.
Mikrotik juga mampu mengatur konten dari internet yang dapat
diakses oleh client.
 Sebagai Access Point, Router mikrotik yang dilengkapi dengan
interface wireless dapat berfungsi sebagai access point pada
jaringan wifi. Seperti di sekolah, cafe, kampus ataupun jaringan
publik kebanyakan menggunakan router mikrotik sebagai access
point wifi tersebut.
 Sebagai Routing, Routing merupakan fitur utama dalam router
mikrotik Routing ini menghubungkan beberapa jaringan dan
menentukan jalur terbaik menuju komputer atau alamat tujuan.
Contohnya ada tiga kantor cabang A, B dan C router mikrotik
mengatur ketiga kantor tersebut supaya terhubung satu dengan
yang lain ke dalam internet.
Adapun kelebihan dan kekurangan mikrotik yang diantaranya yaitu:
1. Kelebihan Mikrotik:
Mikrotik memiliki Operating System disebut Router OS
Mikrotik yang dibangun dengan core Linux opensource, router ini
lebih murah dibanding dengan router lainnya. Dari segi
pengoprasiannya Mikrotik tergolong friendly dengan sofware
winbox, dapat mendeteksi berbagai macam ethernet card dari
berbagai vendor yang ada.
2. Kekurangan Mikrotik:
Sertifikasi Mikrotik masih kurang populer dibanding dengan
vendor lain seperti cisco yang sudah diakui internasional, mungkin
kurang bagus untuk menangani jaringan sekala yang besar karena
dukungan hardware-nya mungkin kalau salah dikoreksinya [8].
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

2.1. FLOWCHART PENELITIAN

Gambar 3.1 Flowchart alur kerja sistem


2.2. DIAGRAM BLOK SISTEM

Definisi Sistem

Spesifikasi
Kebutuhan

Perancangan
Sistem

Pengujian
Sistem

Analisis Sistem

Gambar 3.2 Blok diagram sistem


Deskripsi diagram blok diatas :
1. Definisi Sistem
Mendefinisikan sistem yang akan dibuat dengan penjabaran awal
sistem. Identifikasi kebutuhan sistem, identifikasi kebutuhan sistem, tujuan
dan manfaaat sistem, cara kerja sistem dan topologi jaringan sistem.
2. Spesifikasi Kebutuhan
Proses INI akan menjabarkan tentang awal perancangan sistem
dengan menentukan spesifikasi kebutuhan terdiri atas spesifikasi perangkat
keras dan perangkat lunak. Kegiatan ini menentukan arsitektur sistem
secara keseluruhan melibatkan identifikasi dan deskripsi abstraksi sistem
perangkat lunak yang mendasar dan hubungan-hubungannya.
3. Perancangan Sistem
Spesifikasi kebutuhan yang di rancang sesuai topologi/desain jaringan
dan direalisasikan sebagai serangkaian program atau urut program yang
memungkinkan untuk menjalankan tujuan sistem pada cara kerja sistem.
4. Pengujian Sistem
Unit program diintegrasikan dnan diuji sebagai sistem yang lengkap
untuk menjamin bahwa persyaratan sistem telah dipenuhi. Setelah
pengujian sistem, sistem siap digunakan dan dianalisis.
5. Analisis Sistem
Unit yang telah diuji akan dilakukan analisis untuk mndapatkan hasil
yang diinginkan.
RENCANA TIMELINE PENGERJAAN SKRIPSI

Bulan ke
No. Rencana Kegiatan
September November Desember Januari
1 Penyusunan proposal
2 Pengurusan izin
3 Penyusunan Instrumen
4 Penguji cobaan instrumen
5 Pengumpulan data
6 Pengolahan dan analisis data
7 Penyusunan laporan penelitian
8 Penyajian laporan
DAFTAR PUSTAKA

[1] Kosasi, Sandi, “Manajemen Bandwidth dengan Pendekatan Hierarchical Token


Bucket,” Research gate, Agustus 2015. [Online]. Available:
[Link]
_dengan_Pendekatan_Hierarchical_Token_Bucket.
[2] S. Oei, “RANCANG BANGUN JARINGAN HOTSPOT PADA KAMPUS
UNIVERSITAS NUSANTARA MANADO MENGGUNAKAN ROUTER
MIKROTIK,” Seminar Nasional Informatika, p. 8, 2014.
[3] H. Ilmiyah, “PERANCANGAN JARINGAN SISTEM KOMUNIKASI FIBER
OPTIK ANTAR GEDUNG AI-AA POLINEMA,” 2014. [Online]. Available:
[Link]
EM_KOMUNIKASI_FIBER_OPTIK_ANTAR_GEDUNG_AI-
AA_POLINEMA_Disusun_Oleh.
[4] A. H. Muttaqin, E. D. Widianto dan A. F. Rochim, “Sistem Autentikasi Hotspot
Menggunakan LDAP dan Radius pada Jaringan Internet Wireless Prodi Teknik
Sistem Komputer,” April 2016. [Online]. Available:
[Link]
spot_Menggunakan_LDAP_dan_Radius_pada_Jaringan_Internet_Wireless_Pr
odi_Teknik_Sistem_Komputer.
[5] a. witantri, “Pengertian Peer To Peer,” Maret 2016. [Online]. Available:
[Link]
[6] “Pengertian LDAP(Lightweight Directory Access Protocol),” PT Proweb
Indonesia , 09 07 2014. [Online]. Available:
[Link]
[7] A. Muach, “Apa Itu RT/RW - Net?,” kompasnia , 26 06 2015. [Online].
Available:
[Link]
itu-rtrw-net?page=all.
[8] Varamitha, “Remote Authentication Dial-In User Service,” 30 05 2014.
[Online]. Available: [Link]/upload/arsip/[Link].
[9] D. P. 2, ““Mikrotik” Pengertian & ( Fungsi – Tujuan – Jenis – Manfaat –
Kelebihan – Kekurangan ),” DOSEN PENDIDIKAN, 01 02 2019. [Online].
Available: [Link]
umum/.

Common questions

Didukung oleh AI

RT/RW Net differs from traditional internet cafes in that it offers a more decentralized and community-focused approach to internet connectivity. Unlike cafes requiring physical visits for access, RT/RW Net provides wireless internet access widely available in residential areas, offering flexibility and convenience for home use. Additionally, it provides continuous, cost-effective internet access without time restrictions, whereas internet cafes typically charge based on usage time. This communal sharing model also fosters community engagement and helps reduce costs by sharing operational responsibilities among members, enhancing accessibility to internet services .

A captive portal in conjunction with a RADIUS server enhances user experience by providing a seamless login process for accessing network services, while ensuring that only authenticated users can gain access. The portal acts as an interface requiring user login details or pre-paid vouchers, validated through the RADIUS server against an LDAP directory. This setup emphasizes security by authenticating users through a secure and reliable method, ensuring access control and tracking user activity, which helps in preventing unauthorized access and enhancing the overall security of the RT/RW Net system .

A well-designed RT/RW Net architecture is crucial for the successful deployment of internet services in community settings because it ensures optimal coverage, reliability, and scalability. Proper planning of network topol...ogy including the strategic placement of routers, access points, and antennas ensures widespread and stable connectivity across the community. A robust architecture allows for effective bandwidth management, preventing congestion and ensuring fair access to resources. Additionally, incorporating secure authentication measures and future-proof technologies like fiber optics can significantly enhance service quality and user satisfaction. Without a solid architectural foundation, the network may suffer from technical inefficiencies, reduced performance, and heightened security vulnerabilities, undermining the overall efficacy of the service .

RT/RW Net facilitates the implementation of local applications and services by providing a stable and accessible network infrastructure that can support various community-centric initiatives. For example, community portals can be hosted to share local news, events, and resources, fostering a sense of community and engagement. Monitoring systems for local environmental or security conditions can also be integrated using this network, allowing for real-time data access and enhanced community safety. The network's wireless infrastructure supports flexibility and can be adapted to host and manage applications like local government systems, enhancing administrative efficiency. By leveraging existing RT/RW Net networks, communities can effectively improve service delivery and foster innovation through locally developed solutions .

Wireless networks in RT/RW Net face several security challenges, such as unauthorized access, data interception, and lack of encryption. These challenges can compromise user privacy and data integrity. To mitigate these risks, implementing robust authentication mechanisms like LDAP and RADIUS for securing network access is essential. Additionally, using encryption protocols such as WPA2, setting up firewalls with MikroTik Router OS, and regularly updating passwords and security settings can significantly enhance network security. Adopting a layered security approach and educating users a..bout safe internet practices further strengthens the overall security framework of RT/RW Net .

RT/RW Net implementation can significantly contribute to the socio-economic development of local communities by providing affordable and ubiquitous internet access. Economically, it reduces the cost of connectivity, enabling small businesses to thrive online and fostering local entrepreneurship. Socially, it enhances access to information, education, and communication tools, bridging the digital divide and empowering individuals through knowledge and technology. The network facilitates resource sharing such as printers and files, improving efficiency and collaboration within the community. By democratising access to the internet, RT/RW Net fosters an informed and engaged community, driving positive socio-economic change .

Fiber optic connections offer significant advantages to an RT/RW Net system primarily due to their high-speed data transmission capabilities and reliability. They are less susceptible to interference compared to traditional copper lines, allowing for faster and more consistent internet speeds. This is particularly beneficial for areas requiring quick access to internet-based services and applications. Fibre optics also support the implementation of FTTH (Fiber To The Home), enabling enhanced VOIP services and media streaming with minimal latency. The high bandwidth capacity and stability make fiber optics a viable solution for upgrading internet access in community networks such as RT/RW Net, offering a future-proof infrastructure that can handle increasing data demands .

LDAP and RADIUS servers enhance the authentication process in RT/RW Net systems by providing a centralized, integrated, and secure method of verifying users. LDAP serves as a directory for storing user credentials, allowing easy management and retrieval of user information. RADIUS, on the other hand, acts as an authentication server that validates user credentials through the LDAP directory and grants access based on this verification. This setup ensures a streamlined process where clients access the internet via a captive portal, reducing administrative overhead and enhancing network security by ensuring only verified users can connect .

MikroTik Router OS plays a crucial role in managing RT/RW Net by providing robust network administration tools and features within a lightweight operating system. It allows the router to efficiently manage bandwidth, set up DHCP services, and act as a firewall and proxy server. It supports configuration for content filtering, blocking inappropriate sites, and routing traffic effectively. Moreover, MikroTik is favored due to its ease of use, flexibility, and cost-efficiency, making it an ideal solution for community-based networks looking to optimize performance while maintaining a low operational cost .

An RT/RW Net setup involves several key components: the Internet Service Provider (ISP) for internet connection provision, MikroTik router for managing bandwidth and DHCP settings, Access Points (APs) for providing WLAN connectivity to clients, and antennas to extend signal coverage. The ISP provides the necessary internet bandwidth, which is then managed by the MikroTik router to ensure efficient distribution. APs serve as transceivers that facilitate wireless communication with client devices within their range. Additionally, antennas help in expanding the network's reach to accommodate more clients. The combination of these elements enables RT/RW Net to offer cost-effective and accessible internet services in areas with limited connectivity .

Anda mungkin juga menyukai