Estimasi Parameter Regresi WLS
Estimasi Parameter Regresi WLS
SKRIPSI
Oleh:
AHMAD MUNAWWIR
NIM. 08610046
JURUSAN MATEMATIKA
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MAULANA MALIK IBRAHIM
MALANG
2014
ESTIMASI PARAMETER MODEL REGRESI MENGGUNAKAN
METODE WEIGHTED LEAST SQUARE (WLS) DENGAN FUNGSI
PEMBOBOT HUBER
(Studi Kasus pada Pabrik Kertas Rokok di Kediri)
SKRIPSI
Diajukan Kepada:
Fakultas Sains dan Teknologi
Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang
untuk Memenuhi Salah Satu Persyaratan dalam
Memperoleh Gelar Sarjana Sains ([Link])
Oleh:
AHMAD MUNAWWIR
NIM. 08610046
JURUSAN MATEMATIKA
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MAULANA MALIK IBRAHIM
MALANG
2014
ESTIMASI PARAMETER MODEL REGRESI MENGGUNAKAN
METODE WEIGHTED LEAST SQUARE (WLS) DENGAN FUNGSI
PEMBOBOT HUBER
(Studi Kasus pada Pabrik Kertas Rokok di Kediri)
SKRIPSI
Oleh:
AHMAD MUNAWWIR
NIM. 08610046
Pembimbing I Pembimbing II
Mengetahui,
Ketua Jurusan Matematika
Dr. Abdussakir, M. Pd
NIP. 19751006 200312 1 001
ESTIMASI PARAMETER MODEL REGRESI MENGGUNAKAN
METODE WEIGHTED LEAST SQUARE (WLS) DENGAN FUNGSI
PEMBOBOT HUBER
(Studi Kasus pada Pabrik Kertas Rokok di Kediri)
SKRIPSI
Oleh:
AHMAD MUNAWWIR
NIM. 08610046
Mengesahkan,
Ketua Jurusan Matematika
NIM : 08610046
Jurusan : Matematika
menyatakan dengan sebenarnya bahwa skripsi yang saya tulis ini benar-benar
tulisan atau pikiran orang lain yang saya akui sebagai hasil tulisan atau pikiran
saya sendiri, kecuali dengan mencantumkan sumber cuplikan pada daftar pustaka.
Apabila di kemudian hari terbukti atau dapat dibuktikan skripsi ini hasil jiplakan,
Ahmad Munawwir
NIM. 08610046
MOTTO
ٌِِِٞبِغٌِِِللاِِاىشِزَِِِِِاىشِز
Karya ini penulis persembahkan kepada kedua orang tua tercinta, yaitu bapak
Abdul Satar, BA dan ibu Alawiyah
yang selalu memberikan motivasi, do’a dan restunya
kepada penulis dalam menimba ilmu
serta adik penulis, Ahmad Mustain
yang selalu memberikan motivasi dan do’a untuk terus bangkit
KATA PENGANTAR
Selanjutnya penulis haturkan ucapan terima kasih seiring do’a dan harapan
jazâkumullâhu khoiron katsîron bi ahsanil jazâ’ kepada semua pihak yang telah
membantu terselesaikannya skripsi ini. Ucapan terima kasih ini penulis sampaikan
kepada:
1. Prof. Dr. H. Mudjia Rahardjo, [Link], selaku rektor Universitas Islam Negeri
2. Dr. drh. Hj. Bayyinatul M., [Link], selaku dekan Fakultas Sains dan Teknologi,
3. Dr. Abdussakir, [Link], selaku ketua Jurusan Matematika, Fakultas Sains dan
6. Ayahanda dan Ibunda tercinta yang senantiasa memberikan do’a dan restunya
viii
7. Kakak-kakak dan adik-adik penulis, yang sedarah maupun tidak sedarah, yang
Matematika.
9. Semua pihak yang ikut membantu dalam menyelesaikan skripsi ini, baik
kekurangan dan penulis berharap semoga skripsi ini memberikan manfaat kepada
para pembaca, khususnya bagi penulis secara pribadi. Âmîn Yâ Rabbal ‘Âlamîn.
Penulis
ix
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL
HALAMAN PENGAJUAN
HALAMAN PERSETUJUAN
HALAMAN PENGESAHAN
HALAMAN PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN
HALAMAN MOTTO
HALAMAN PERSEMBAHAN
KATA PENGANTAR .......................................................................................... viii
DAFTAR ISI......................................................................................................... x
DAFTAR GAMBAR ............................................................................................ xii
DAFTAR TABEL ................................................................................................ xiii
DAFTAR LAMPIRAN ........................................................................................ xiv
DAFTAR SIMBOL .............................................................................................. xvi
ABSTRAK ............................................................................................................ xvii
ABSTRACT .......................................................................................................... xviii
الملخص..................................................................................................................... xix
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang ........................................................................................ 1
1.2 Rumusan Masalah ................................................................................... 5
1.3 Tujuan Penelitian .................................................................................... 5
1.4 Batasan Masalah ..................................................................................... 5
1.5 Manfaat Penelitian .................................................................................. 5
1.6 Metode Penelitian ................................................................................... 6
1.7 Sistematika Penulisan ............................................................................. 7
x
3.4.7 Uji Signifikansi Model untuk Metode WLS .................................. 38
3.4.8 Uji-uji Asumsi Klasik dalam Model Regresi untuk Metode WLS 39
3.5 Aplikasi Ilmu dalam Al-Qur’an dan Hadits ............................................ 41
BAB IV PENUTUP
4.1 Kesimpulan ............................................................................................. 43
4.2 Saran ....................................................................................................... 44
xi
DAFTAR GAMBAR
Gambar 3.1 Grafik Pencar dari Respon Y terhadap Variabel X12 dan X3
untuk Metode OLS ............................................................................ 30
Gambar 3.2 Output MINITAB dari Uji Normalitas untuk Metode OLS ............. 33
Gambar 3.3 Grafik Pencar dari Respon Y terhadap Variabel X12 dan X3
untuk Metode WLS ........................................................................... 37
Gambar 3.4 Output MINITAB dari Uji Normalitas untuk Metode WLS............. 39
xii
DAFTAR TABEL
xiii
DAFTAR LAMPIRAN
xiv
Lampiran 21 Output MINITAB untuk Uji Multikolinieritas dari
Variabel Bebas X3 terhadap Variabel Bebas X12 untuk
Metode WLS .................................................................................. 71
Lampiran 22 Fungsi Pembobot untuk Least Square, Huber, dan
Tukey Bisquare ............................................................................... 72
Lampiran 23 Data Kertas Tipe Verge 218 E pada Bagian Pengontrolan
Mutu (Qualiy Control) ................................................................... 74
xv
DAFTAR SIMBOL
(Beta): parameter
df2 (Chi-Square)
(Delta): error
(Dho): turunan
xvi
ABSTRAK
Kata Kunci: Pencilan, Metode Ordinary Least Square, Metode Weighted Least
Square
xvii
ABSTRACT
xviii
الملخص
ٍْ ّ٘س ،أزَذِ .٤١٠٢ .تقذير لمعلمة طريقة نمورج االنحذار باستخذام طريقة WLSبذالة
) Huberدراسات حالة في مصنع ورقة السجائر في كيذيري( .األطشٗزت.
قغٌ ِاىشٝاضٞاث ِميٞتِاىعيًِ٘ٗاىخنْ٘ى٘خٞاِىداٍعتِاإلعالٍٞت ِاىسنٍ٘ٞت ٍِ٘الّاِ
ٍاىلِإبشإٌٍِٞاالّحِ .
اىَششفِ)٠(ِ:فخشِاىشاصِ،ٛاىَاخغخٞش ِ
(ِ)٤اىذمخ٘سِعبذاىشامشِ،اىَاخغخٞش ِ
xix
BAB I
PENDAHULUAN
sesuatu dan merupakan lawan kata dari al-Jahl (kebodohan). Sebagian mereka
mengatakan bahwa ilmu adalah suatu kata yang terlalu jelas untuk didefinisikan
(al-Utsaimin, 2014).
Ilmu yang dimiliki seseorang hendaknya diajarkan kepada orang lain atau
diamalkan oleh dirinya. Ilmu tanpa amal bagaikan pohon tanpa buah. Bahkan
orang yang berilmu itu tidak dikatakan berilmu sampai dia mengamalkan
ilmunya. Sebagaimana sabda Rasulullah Saw. yang artinya: “Seseorang itu tidak
pun menurunkan ayat yang pertama kali dari sekian banyak ayat yang ada, yaitu
ayat tentang ilmu. Ayat tentang ilmu tersebut disebutkan dalam surat al-„Alaq(96)
Ayat di atas diawali dengan kata “bacalah”, dimana kata tersebut memiliki
makna yang sangat luas, yaitu dapat bermakna membaca al-Qur‟an. Al-Qur‟an
merupakan kitab umat Islam yang memiliki kandungan ilmu yang sangat banyak,
kisah suri tauladan yang baik, kabar gembira bagi yang beriman, dan ancaman
bagi yang kufur kepada Allah Swt. Di sisi lain dapat pula bermakna membaca
(mempelajari) ilmu-ilmu yang lain. Pada ayat ke–4 dan ayat ke–5 disebutkan
tentang mengajar “”علم, yaitu mengajarkan ilmu yang dimiliki-Nya kepada umat
(Turmudi dan Harini, 2008). Salah satu cabang statistika yang sangat penting
adalah analisis regresi linier. Hampir seluruh analisis regresi menyandarkan diri
pada metode Kuadrat Terkecil Biasa (Ordinary Least Square) untuk mengestimasi
adalah pencilan (outlier) dalam data. Pencilan ini dapat disebabkan oleh kesalahan
operasi sederhana pada model yang dipakai dan ketika memasukkan sampel yang
kecil dari populasi yang berbeda, sehingga pencilan tersebut menimbulkan efek
yang cukup serius pada kesimpulan yang berhubungan dengan penelitian (Bhar,
3
2012). Contoh, estimasi model regresi untuk menentukan hasil yang optimal
dalam pembuatan kertas pada pabrik A, digunakan juga pada pabrik B, karena
data pada pabrik A dan pabrik B tidak sama, maka kertas yang dihasilkan oleh
kedua pabrik tersebut akan berbeda dan dengan kualitas yang berbeda, sehingga
estimasi parameter model yang ada tidak dapat dijadikan sebagai acuan utama
dalam pembuatan kertas untuk seluruh pabrik kertas, sebab data yang dihasilkan
masing-masing pabrik berupa data yang berbeda dan memiliki penyebab yang
penghitungan secara manual. Ketika dimasukkan nilai awal dari data sampai nilai
yang ke–n pada model yang sudah ada, pada hasil penghitungan akan muncul
pencilan. Pencilan tersebut akan berpengaruh pada hasil penelitian dan akan
menimbulkan efek yang cukup serius terhadap hasil penelitian, sehingga hasil
metode regresi linier ini dikembangkan menjadi berbagai macam metode, seperti
metode Ordinary Least Square (OLS), metode Weighted Least Square (WLS),
misalnya data produksi, sehingga barang yang diproduksi memiliki kualitas yang
tinggi, pabrik memperoleh untung yang besar, dan dengan kerugian yang sekecil-
kecilnya atau tanpa kerugian sedikitpun. Dalam metode WLS digunakan suatu
4
cukup banyak. Kertas rokok yang diproduksi oleh industri atau perusahaan
tersebut tidak akan pernah luput dari kerusakan kertas (broke) atau kegagalan
produksi (lost product) dan kertas rokok yang dihasilkan pun akan memiliki
kualitas yang berbeda-beda, ada yang memiliki kualitas yang bagus dan ada pula
pendataan hasil produksi kertas dan menganalisis data yang diperoleh sampai
Dengan masalah yang sedemikian rupa, pada tugas akhir ini penulis
Metode Weighted Least Square (WLS) dengan Fungsi Pembobot Huber (Studi
Kasus pada Pabrik Kertas Rokok di Kediri)”. Melalui penelitian ini penulis
kegagalan produksi kertas dan meningkatkan kualitas kertas yang diproduksi oleh
industri-industri kertas yang ada di Indonesia dan seluruh industri kertas yang ada
di seluruh dunia.
5
WLS dengan fungsi pembobot Huber dalam menentukan lama pembakaran kertas
rokok?
1. Bagi Penulis:
3. Bagi Instansi dan Umum: sebagai bahan informasi, pembelajaran, dan salah
yang diambil berupa data sekunder yang diperoleh penulis ketika melakukan
Data yang digunakan berupa data sekunder yang diperoleh dari bagian
pengendalian mutu (quality control) kertas rokok pada salah satu industri yang
memproduksi kertas rokok yang berada di Jawa Timur, yaitu PT. Surya Zig Zag
Kediri Jawa Timur. Data sekunder ini berupa kertas tipe Verge 218 E yang
diproduksi pada bulan Januari 2011. Perincian data berupa panjang kertas yang
terbakar (burn rate) dalam satuan (cm/s), ketebalan kertas (thickness) dalam
satuan (mikron), berat dasar (basis weight) dalam satuan (gr/m2), dan kalsium
karbonat (CaCO3) dalam satuan (%). Kalsium karbonat (CaCO3) ini berfungsi
7
sebagai filler, yaitu untuk mengisi ruang kosong antara serat-serat kertas, terutama
variabel terikat (Y), ketebalan kertas (thickness) sebagai variabel bebas kesatu
(X1), berat jenis kertas (basis weight) sebagai variabel bebas kedua (X2), dan
Urutan metode analisis yang digunakan penulis dalam skripsi ini, yaitu:
pembobot.
metode OLS.
Sistematika penulisan yang dipakai oleh penulis dalam skripsi ini, yaitu
Bab I Pendahuluan
Bab ini berisi latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian,
penulisan.
Bab ini berisi tinjauan tentang regresi linier berganda, metode kuadrat
terkecil, pencilan (outlier), uji-uji asumsi klasik dalam regresi linier berganda,
Bab IV Penutup
Bab ini berisi kesimpulan dari hasil analisis yang dilakukan dan saran
TINJAUAN PUSTAKA
Analisis yang mengkaji hubungan antara satu variabel tak bebas atau
analisis regresi berganda (Tanti, 2013). Model pada analisis regresi linier
dimana
Y Xβ e (2.2)
e Y Xβˆ Y Y
ˆ (2.3)
dengan
Y1 1 X 11 X 21 X k1 0 e1
Y 1 X X 22 Xk2 e
Y 2, X 12
, β 1 ,e 2
Yn 1 X 1n X 2n X kn k en
9
10
atau ditulis
ˆ Xβˆ
Y (2.5)
biasa digunakan adalah metode OLS, yaitu dengan cara meminimumkan jumlah
kuadrat residual. Dari persamaan (2.1) dan persamaan (2.3), sebagaimana yang
n n
S ei2 Yi 0 X 0i 1 X1i
2
k 1 X k 1i k X ki (2.6)
i 1 i 1
kuadrat residual, yaitu dicari turunan dari S secara parsial terhadap , dan
disamakan dengan nol. Proses untuk mencari parameter di atas adalah sebagai
berikut:
S
X
n n
2 Yi 0 X 0i 1 X 1i k 1 X k 1i k X ki 0,
0
0i
i 1 i 1
S
X
n n
2 Yi 0 X 0i 1 X 1i k 1 X k 1i k X ki 0,
1
1i
i 1 i 1
S
X
n n
2 Yi 0 X 0i 1 X 1i k 1 X k 1i k X ki 0,
2
2i
i 1 i 1
11
S
X
n n
2 Yi 0 X 0i 1 X1i k 1 X k 1i k X ki 0, (2.7)
k
ki
i 1 i 1
ˆ n n n n
n n
ˆ n n n n
n n
ˆ n n n n
n n
0 X 0i 1 X 1i k 1 X k 1i k X ki X 2i X 2iYi
ˆ ˆ ˆ
i 1 i 1 i 1 i 1 i 1 i 1
ˆ n n n n
n n
X X βˆ X Y (2.9)
mn nm m1 mn n1
untuk m k 1, dan
n n
n X1i X ki
ˆ
0 i 1 i 1
n n n
ˆ X
βˆ 1 , XX i 1 1i
X 2
1i X 1i X ki
i 1 i 1
ˆ n
k n n
X 2
X
X ki X
i 1
ki
i 1
1i
i 1
ki
12
n
Yi
1 1 1 Y1 n i 1
X
X 12 X 1n Y2 X 1iYi
XY 11
i 1
X k1 Xk2 X kn Yn n
X Y
i 1
ki i
(2.10)
βˆ XX XY
1
m1 m1
mm
dimana β̂ menyatakan matriks berukuran m1 dari parameter yang akan estimasi,
variabel terikat.
besar (Momeni, dkk., 2010). Laporan teknis (technial report) yang ditulis oleh
Bhar (2012) menyebutkan bahwa dalam suatu regresi linier, pencilan merupakan
suatu observasi dengan residual yang besar. Dengan kata lain, pencilan
merupakan suatu observasi yang nilai variabel dipendennya luar biasa bergantung
pada nilai variabel prediktornya. Pencilan dapat muncul karena kesalahan dalam
(Kurniawati, 2011). Dalam skripsi yang ditulis oleh Mas‟udah (2012) disebutkan
13
bahwa pencilan merupakan nilai ekstrim dari suatu pengamatan. Volume residual
dari suatu pencilan sama dengan selisih antara kuantitas (ukuran) observasi dan
lain:
1. Metode Grafis
data secara grafis (gambar) dan tanpa melibatkan penghitungan yang rumit.
diprediksi bilamana case (kasus) atau masalah tertentu dikeluarkan, dengan cara
Yi Yˆi ei
DFFITSi atau DFFITSi (2.11)
2
S h
i ii S2i hii
dalam skripsinya
1
h 2
DFFITSi ti ii (2.12)
1 hii
14
residual untuk kasus ke–i, dan hii menyatakan nilai leverage (pengaruh) untuk
n p 1
ti ei (2.13)
JKG 1 hii ei2
dimana ei adalah residual ke–i dan JKG adalah Jumlah Kuadrat Galat (residual),
n
JKG i2 . (2.14)
i 1
adalah
ˆ X XX 1 X
H (2.15)
nn
dan nilai leverage hii dalam matriks topi dapat diperoleh langsung dari
ˆ Xβˆ
Y
ˆ X XX 1 XY
HY
ˆ X XX 1 X.
H
Suatu data yang mempunyai nilai absolute (mutlak) DFFITS ≥ 2 k / n
a. Uji Multikolinieritas
perbandingan berikut:
R 2 R12 , R22
dengan
Yˆ Y
n 2
i
R2 i 1
(Draper dan Smith, 1998) (2.17)
Y Y
n
2
i
i 1
dimana
bebas
16
maka pada regresi tidak ditemukan adanya multikolieritas. Dari sini dapat
koefisien determinasi dari regresi variabel terikat terhadap variabel bebas dan
hitung dari suatu uji dengan tabel Chi-Square, seperti uji Ryan-Joiner, uji
ditunjukkan
du d 4 du
17
dimana
d = d-hitung Durbin-Watson
nR 2 ~ df2 .
homoskedastisitas.
pembobot dari suatu model regresi linier. Fungsi tersebut akan memberikan model
regresi linier yang lebih kompleks sehingga model yang dihasilkan dapat
dijadikan acuan untuk memproduksi suatu barang, dan barang yang dihasilkan
18
akan optimal, yaitu tanpa cacat, baik, bahannya pas tanpa ada yang terbuang, dan
Dalam laporan penelitian yang ditulis oleh Sugiarti dan Megawarni (2010)
Y X i ˆ V ( X i ) i
Wi W X i , i (2.17)
i V ( X i )
adalah suatu fungsi yang tidak diketahui dan bergantung pada X melalui nilai
leverage (pengaruh), adalah faktor skala yang juga perlu diduga, dalam
rumus fungsi pembobot lain sebagaimana ditulis dalam skripsi yang ditulis oleh
i
Wi W i . (2.18)
i
digunakan oleh para peneliti pada model regresi linier yang diperoleh dari data
teridentifikasi pada data. Fungsi pembobot yang sering digunakan tersebut, yaitu
fungsi pembobot dari kuadrat terkecil, Huber, dan Tukey Bisquare (Fox, 2002).
dengan nilai c 1,345 untuk fungsi pembobot Huber dan c 468 untuk fungsi
Tabel 2.1: Fungsi Pembobot untuk Metode Kuadrat Terkecil, Huber, dan Tukey Bisquare
6 c 1 i i c
Tukey
i W i c
Bisquare i c
c2
0
6
Ilmu ini hanya dimiliki oleh makhluk yang berakal saja, terutama manusia, karena
manusia tanpa ilmu atau manusia yang tidak menggunakan akalnya akan lebih
hina daripada binatang, tetapi apabila manusia menggunakan akalnya maka dia
akan lebih mulia daripada malaikat. Kemuliaan yang lebih tinggi dari malaikat ini
20
dapat diketahui dari ditinggikannya derajat bagi orang-orang yang berilmu atau
... ...
“… Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan
orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat” (QS. Al-
Mujâdilah(58):11).
Dengan menimba ilmu saja dapat maninggikan derajat seorang hamba dan
akan dimuliakan lebih mulia daripada para malaikat, apalagi sudah memiliki ilmu
seseorang lalu dia mengajarkan ilmu yang dimilikinya kepada orang lain, yaitu
21
seperti hujan lebat yang tumbuh olehnya rerumputan dan dedaunan pada pohon,
maksudnya adalah ilmu yang diajarkannya itu bermanfaat bagi orang lain.
Perumpamaan bagi orang yang memiliki ilmu tapi dia tidak mengajarkan ilmunya
kepada orang lain, yaitu seperti lembah yang sama sekali tidak tersentuh oleh
hujan dan tidak ada rerumputan yang tumbuh di lembah itu. Dengan kata lain,
ilmu yang dimiliki tidak bermanfaat sama sekali bagi dirinya maupun bagi orang
lain.
ilmu yang dimiliki akan memberikan buah yang manis dalam kehidupan di dunia
dan kehidupan di akhirat kelak. Di dunia akan hidup dengan tentram dan
sejahtera, dan di akhirat akan diberi balasan yang baik berupa surga. Meskipun
hanya mengamalkan sedikit dari ilmu yang dimiliki, apalagi mengamalkan secara
keseluhan dari ilmu yang dimiliki. Di dunia ini amal baik yang dilakukan
berdasarkan ilmu yang baik dan benar akan dicatat sebagai pahala dan amal buruk
yang dilakukan tanpa ada dasar ilmu akan dicatat sebagai dosa.
Nasihat yang baik tentang ilmu pernah diberikan oleh Imam al-Ghazali
“Wahai anakku, memang benar, dalam nasihat ini ada bekal yang cukup bagi ahli
ilmu, tapi yang akan mendapatkan kebaikan darinya hanyalah yang
mendengarkan perkataan lalu mengikuti apa yang paling baik. Hati-hati bila
engkau hanya takjub, tapi tidak mengamalkannya. Awas! Jangan sampai engkau
hanya menghimpun ilmu dan nasihat seperti wadah menghimpun air, tapi tidak
mengamalkannya. Ingat, sejelek-jelek ilmu adalah yang tidak memberikan
manfaat kepada pemiliknya. Tak sedikit orang yang memperoleh banyak ilmu dan
nasihat, tapi hatinya tetap tuli. Sekarang aku akan membiarkanmu menghisab
(menilai) dirimu atas apa yang telah engkau lakukan. Insyaallah kita akan
berjumpa lagi besok malam di tempat ini. Seperti biasanya, setiap hari ada hal
yang akan kuceritakan kepadamu” (Abdurrazak, 2003).
BAB III
PEMBAHASAN
pembobot pada model regresi linier dari kuadrat terkecil untuk menentukan
n n n n n
X
i 1
Y ˆ0 X ki X 0i ˆ1 X ki X 1i ˆ2 X ki X 2i
ki i
i 1 i 1 i 1
ˆk 1 X ki X k 1i
i 1
n
ˆk X ki2
i 1
n n n n
0 ˆ0 X ki X 0i ˆ1 X ki X 1i ˆ2 X ki X 2i ˆk 1 X ki X k 1i
i 1 i 1 i 1 i 1
n n
ˆk X ki2 X kiYi
i 1 i 1
n
0 X ki Yi ˆ0 X 0i ˆ1 X 1i ˆ2 X 2i ˆk 1 X k 1i ˆk X ki
i 1
n k
X pi Yi X pi ˆ p 0. (3.1)
i 1 p 0
n k
X Wi Yi X pi ˆ p 0.
pi (3.2)
i 1 p 0
22
23
pertama yang terstandarkan i1 untuk metode WLS digunakan nilai pembobot
awal Wi 1 W i 0 , dimana i 0 merupakan residual yang terstandarkan dari
metode OLS, maka persamaan (3.2) ditulis menjadi
n k
X Wi 1 Yi X pi ˆ p 0
pi (3.3)
i 1 p 0
1
n k
X W
pi i i X pi ˆ p 0
Y
i 1 p 0
n n k
X
i 1
Wi 1Yi X piWi 1 X pi ˆ p 0
pi
i 1 p 0
(3.4)
n k n
W1 0 0 0
0 W 0 0
2
W q 0 0 W3 0 . (3.6)
0 0 0 Wn
24
berikut:
XW X
1 1
1
XW1 Xβˆ 1 XW 1 X XW 1 Y
βˆ XW X
1
1 1
XW 1 Y
m1 m1
mm
untuk iterasi selanjutnya dapat diperoleh dengan cara yang sama, dengan hasil
sebagai berikut:
1
βˆ 2 XW 2 X XW 2 Y
m1 m1
mm
1
βˆ 3 XW 3 X XW 3 Y
m1 m1
mm
1
βˆ q XW q X XW q Y
m1 m1
mm (3.7)
dimana βˆ q merupakan matriks estimator berukuran m1 untuk iterasi ke–q, dan
Pembobot W
q
yang selanjutnya diperoleh dari estimator sebelumnya
yang dijadikan persamaan regresi, yaitu dengan cara mencari nilai residual
pembobot W
q
menggunakan rumus fungsi pembobot yang peneliti (lembaga)
digunakan oleh penulis dalam skripsi ini. Untuk mencari nilai pembobotnya
regresi dari estimator pertama β̂1 untuk memperoleh residual terstandarkan yang
yang konvergen tersebut penulis sebut dengan nama error q , dengan rumus
sebagai berikut:
ˆ
k 2
q 1
q p ˆ p q
p 0
(3.8)
ˆ ˆ ˆ ˆ
2 2 2
0
2
0
1
1
2
1
1
ˆk l11 ˆk l
dimana q = 1, 2, 3, …, l iterasi.
Fungsi pembobot yang digunakan penulis pada skripsi ini, yaitu fungsi
pembobot Huber
1, i c
i
Wi W i c (3.9)
i ,
i i c
ditunjukkan pada tabel 2.1, yaitu dengan cara menurunkan fungsi objektifnya.
1 2 i c
2 i ,
i
c 1 c 2 , i c
i 2
dengan
i , i c
i i i
i c, i c
(3.9) di atas. Nilai-nilai dari fungsi pembobot tersebut akan dijadikan matriks
persamaan (3.6).
penulis akan terlebih dahulu menjelaskan tentang statistik deskriptif, yaitu suatu
rambat pembakaran kertas (burn rate), dan variabel prediktor yang digunakan
27
adalah ketebalan kertas (thickness) sebagai variabel bebas pertama X 1 , berat jenis
(basis weight) kertas sebagai variabel bebas kedua X 2 , dan kalsium karbonat
sebagai berikut:
Tabel 3.1: Nilai Rata-rata, Deviasi Standar, Standar Spesifikasi, Minimum dan Maximum dari
Setiap Variabel
Deviasi Standar
Variabel Rata-rata Minimum Maximum
Standar Spesifikasi
Burn rate (Y) 0,22292 0,01220 >0,22 0,21 0,26
Thikness (X1) 42,617 0,777 41 − 45 40,9 44,0
Basis weight
26,061 0,220 25,5 ± 1,0 25,37 26,79
(X2)
CaCO3 (X3) 28,458 1,258 27 − 32 26 32,0
(Sumber: Olahan MINITAB dan Data Kertas Tipe Verge 218 E dari Bagian Pengendalian Mutu)
Tabel 3.1 di atas menunjukkan bahwa nilai rata-rata dari setiap variabel
memenuhi nilai dari standar spesifikasi, sehingga data yang diambil, sebagaimana
ditunjukkan pada lampiran 23, merupakan data kertas dengan kualitas kertas yang
Ŷ 0 1 X12 2 X 3 (3.10)
Ŷ 0 1 X1 2 X 2 2 X 3 (3.11)
maka akan diperoleh P-value yang cukup besar pada varibel bebas pertama X 1
dan variabel bebas kedua X 2 , yaitu dengan P-value untuk X 1 sebesar 0,181, dan
P-value untuk X 2 sebesar 0,405. Nilai-nilai dari P-value tersebut sangat jauh dari
28
mendekati standar signifikansi sebesar 0,05. Nilai untuk P-value dari setiap
Square (OLS) ini menggunakan rumus pada persamaan (2.10), dengan proses
sebagai berikut:
1
40,90 26,10 27, 0
40,90 41, 00 43,90 42, 20 41, 00 25,80 28, 0
26,10 25,80 25,90 26, 00
27, 0 28, 0 28, 0 27, 0 43,90 25,90 28, 0
42, 20 26, 00 27, 0
0, 23
40,90 41, 00 43,90 42, 20 0, 24
26,10 25,80 25,90 26, 00
27, 0 28, 0 28, 0 27, 0 0, 22
0, 21
0, 23962
0, 00012161
0, 004159
dimana
MINITAB pada lampiran 4, yaitu sebesar 21,0%. Nilai tersebut dapat mewakili
besar hubungan antara variabel terikat dengan variabel bebas. Nilai koefisien
determinasi yang diperoleh bernilai kecil karena ketiga parameter regresi yang
rokok yang diproduksi oleh pabrik kertas rokok yang ada di seluruh belahan
Scatterplot of Y vs X1*X2, X3
26 28 30 32
X1*X2 X3
0.26
0.25
0.24
Y 0.23
0.22
0.21
Gambar 3.1: Grafik Pencar dari Respon Y terhadap Variabel X12 dan X3 untuk Metode OLS
(Sumber: Olahan MINITAB)
Karena nilai dari titik-titik percobaan dalam grafik di atas tidak diketahui
nilainya secara tepat, maka metode diagram yang digunakan tidak dapat
(DFBETAS) atau metode lainnya yang peneliti lain atau lembaga kehendaki.
nilai DFFITS untuk metode OLS ditunjukkan pada tabel 3.2 di bawah ini:
pencilan (yang dicetak tebal) sebanyak 7 pencilan, yaitu data ke–2, ke–6, ke–
14, ke–20, ke–21, ke–23 dan data ke–41. Penghitungan DFFITS di atas
estimasi parameter dengan metode OLS tersebut tidak dapat dijadikan acuan
dalam data, seperti metode Weighted Least Square (WLS) misalnya. Proses
subbab berikutnya.
Uji signifikansi model regresi dilihat dari besarnya nilai P-value. Suatu
model dikatakan signifikan apabila nilai P-value variabel bebasnya lebih kecil
dari 0,05. Nilai P-value tersebut ditunjukkan pada output MINITAB pada
lampiran 3.
diperoleh adalah 0,091 untuk variabel bebas petama X12 dan 0,002 untuk
signifikan apabila digunakan variabel bebas kedua saja sebagai variabel bebasnya.
pertama X12 tersebut memiliki kaitan yang kuat terhadap lama pembakaran
kertas rokok atau tidak. Penelitian ini bertujuan sebagai refrensi untuk membantu
lembaga yang berkehendak meneliti lebih lanjut tentang komponen apa yang
3.4.4 Uji-uji Asumsi Klasik dalam Model Regresi untuk Metode OLS
Tabel 3.3 Nilai Koefisien Determinasi dari Uji Multikolinieritas untuk Metode
OLS
Koefisien Determinasi Ri2
R12 0,210
2
R 11 0,020
2
R 12 0,020
(Sumber: Olahan MINITAB)
atau disebut juga Shapiro-Wilk Test sebagai pembanding dengan nilai dari
berikut:
60
50
40
30
20
10
1
-0.03 -0.02 -0.01 0.00 0.01 0.02 0.03
RESI1
Gambar 3.2: Output MINITAB dari Uji Normalitas untuk Metode OLS
(Sumber: Olahan MINITAB)
kritisnya, dengan n = 48, k = 2, dan nilai signifikansi 5%, diperoleh nilai kritis
untuk batas atas du 1,63, lihat tabel Durbin-Watson dalam buku karangan
du d 4 du
1, 63 1, 77213 2,37.
nR 2 df2
Estimasi parameter pada model regresi dengan metode WLS pada subbab
ini menggunakan rumus pada persamaan (3.7) dan persamaan (3.6) untuk matriks
-1
1
βˆ WLS XW 1 X XW 1 Y
1
1 0 0 40,90 26,10 27, 0
40,90 41, 00 42, 20
0 41, 00 25,80 28, 0
26,10 25,80 26, 00
0 1
27, 0 28, 0 27, 0
0 0 1 42, 20 26, 00 27, 0
0, 23
1 0 0
40,90 41, 00 42, 20 0, 24
26,10 25,80 26, 00
0 1 0
27, 0 28, 0 27, 0 0, 22
0 0 1
0, 21
0, 24121
0, 00012127
0, 004071
Nilai selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 2 untuk matriks X dan matriks
estimator ini akan dihentikan ketika nilai parameternya konvergen (selisih nilai
ˆ q 1 dan ˆ q mendekati 0), dengan batasan yang digunakan penulis, yaitu δq =
Tabel 3.4: Nilai Estimator dan Nilai Error untuk Metode WLS
Estimator 1 2 3 4
ˆWLS ˆWLS ˆWLS ˆWLS
& Error
ˆ
0 0,24121 0,23996 0,24096 0,24038
ˆ1 -0,00012127 -0,00012118 -0,00012253 -0,00012144
ˆ2 0,004071 0,004112 0,004092 0,004108
q 1 0,001592 2 0,001251 3 0,001000 4 0,000580
Estimator 5 6 7 8
ˆWLS ˆWLS ˆWLS ˆWLS
& Error
ˆ
0 0,24064 0,24051 0,24057 0,24054
ˆ1 -0,00012250 -0,00012146 -0,00012147 -0,00012146
ˆ2 0004101 0,004104 0,004103 0,004103
q 5 0,000260 6 0,000130 7 0,000060 8 0,000030
Estimator 9 10
ˆWLS ˆWLS
& Error
ˆ
0 0,24055 0,24055
ˆ1 -0,00012147 -0,00012147
ˆ2 0,004103 0,004103
q 9 0,000010 10 0,000000
(Sumber: Olahan MINITAB dan excel)
Tabel 3.4 di atas pada penghitungan error ke–10 menunjukkan nilai error
Diagram atau grafik pencar yang dihasilkan oleh model regresi linier
10
dari estimator ke–10 ˆWLS di atas adalah sebagai berikut:
Scatterplot of Y vs X1*X2, X3
26 28 30 32
X1*X2 X3
0.25
0.24
Y
0.23
0.22
0.21
Gambar 3.3: Grafik Pencar dari Respon Y terhadap Variabel X12 dan X3 untuk Metode WLS
(Sumber: Olahan MINITAB)
karena nilai pencilan yang ditunjukkan oleh diagram di atas tidak diketahui
nilai pastinya, maka diperlukan metode lain untuk menentukan data keberapa
berikut ini.
b. Menggunakan DFFITS
dengan menggunakan nilai bandingan dari nilai DFFITS dengan nilai standar,
yaitu nilai DFFITS > 0,408248, maka data yang diidentifikasi mengandung
pencilan adalah data ke–2, ke–6, ke–20, ke–21 dan data ke–23.
Berdasarkan output MINITAB pada lampiran 18, nilai dari P-value yang
diperoleh adalah 0,069 untuk variabel bebas petama X12 dan 0,002 untuk
signifikan apabila digunakan variabel bebas kedua saja sebagai variabel bebasnya.
39
3.4.8 Uji-uji Asumsi Klasik dalam Model Regresi untuk Metode WLS
sebagai berikut:
Tabel 3.6 Nilai Koefisien Determinasi dari Uji Multikolinieritas untuk Metode
WLS
Koefisien Determinasi Ri2
R12 0,222
R112 0,024
R122 0,024
(Sumber: Olahan MINITAB)
atau disebut juga Shapiro-Wilk Test, dengan hasil olahan MINITAB sebagai
berikut:
60
50
40
30
20
10
1
-0.03 -0.02 -0.01 0.00 0.01 0.02 0.03
RESI11
Gambar 3.4: Output MINITAB dari Uji Normalitas untuk Metode WLS
(Sumber: Olahan MINITAB)
40
berdistribusi normal.
kritis batas atasnya, dengan n = 48, k = 2, dan nilai signifikansi 5%, diperoleh
nilai kritis untuk batas atas du 1,63, lihat tabel Durbin-Watson dalam buku
du d 4 du
1, 63 1, 77033 2,37.
nR 2 df2
lama pembakaran kertas rokok. Aplikasi metode ini bertujuan untuk memberikan
kertas atau barang lainnya. Bentuk penyelesainnya berupa model regresi linier.
َمَنََأرَادََالدَنَيَاَفَعَلَيَهََبَالعَلمََوَمَنََأرَادََاألخَرَةَفَعَلَيَهََبَالعَلمََوَمَنََأرَادََهَمَاَفَعَلَيَهََبَالعَلم
Ilmu yang dimaksudkan adalah ilmu umum untuk mendapatkan kehidupan yang
layak di dunia, dan ilmu agama untuk mendapatkan kehidupan yang bahagia di
menggunakan metode Weighted Least Square (WLS), yaitu suatu metode yang
produksi ini, maka para karyawan pabrik kertas rokok berusaha semaksimal
metode OLS, metode WLS, dan metode-metode lainnya. Dalam penelitian ini
masalah yang diambil dititikberatkan pada lama pembakaran (burn rate) kertas
sudah tepat?”. Dengan kata lain, setiap kali memproduksi kertas rokok, apakah
hasil produksinya sudah memenuhi standar yang telah ditetapkan atau belum
PENUTUP
4.1 Kesimpulan
pembakaran yang stabil, tidak terlalu cepat seperti kertas tissue dan tidak terlalu
kertas rokok yang stabil maka perlu dilakukan penentuan bahan yang tepat dalam
memproduksi kertas rokok tersebut. Salah satu cara yang dapat digunakan untuk
menentukan takaran bahan yang tepat adalah menggunakan metode regresi linier.
Metode yang digunakan dalam regresi linier ini berupa metode Ordinary Least
Square (OLS), metode Weighted Least Square (WLS), atau metode lainnya.
metode Weighted Least Square (WLS) dengan fungsi pembobot Huber dalam
0, 24055
ˆ
WLS 0, 00012147
0, 004103
dimana
43
44
a. Setiap pengurangan satu satuan ketebalan kertas X 1 dan berat jenis kertas
X3 tetap.
rata panjang kertas rokok yang terbakar persekonnya sepanjang 0,00410 cm/s
4.2 Saran
WLS pada kasus data yang mengandung pencilan. Pada metode WLS ini
atau MM-estimator. Fungsi pembobot yang dapat digunakan adalah fungsi Tukey
Akbar, M.S. dan Maftukhah, L.. 2007. Optimasi Kekuatan Torque pada Lampu
TL. Jurnal Ilmiah Sains dan Teknologi, Vol. 6 No. 3. Hal. 218-229.
Surabaya: Institut Teknologi Sepuluh November.
Bhar, L.. 2012. Robust Regression “Technical Report”. New Delhi. [Link].
Draper, N.R. dan Smith, H.. 1998. Applied Regression Analysis. New York:
Includes Disk.
Mas’udah, A.F.. 2012. Metode Regresi Least Trimmed Squares pada Data yang
Mengandung Pencilan. Skripsi. Bogor: Institut Pertanian Bogor.
Momeni, M., Nayeri, M.G., Ghayoumi, A.F., dan Ghorbani, H.. 2010. Robust
Regression and its Application in Financial Data Analysis. Jurnal Sains
“Financial”, Vol. 4 No. 11. Hal. 475. Tehran: University of Tehran.
Rimbawan, N.Y.. 2011. Statistik Deskriptif untuk Ekonomi dan Bisnis. Denpasar:
Udayana University Press.
45
46
Tim Unit Tarbiyah Ulul Albab. 2012. Kumpulan Materi Mata Kuliah Tarbiyah
Ulul Albab. Malang: UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.
Turmudi dan Harini, S.. 2008. Metode Statistika, Pendekatan Teoritis dan
Aplikatif. Malang: UIN-Malang Press.
LAMPIRAN
Lampiran 1 Data Kertas Tipe Verge 218 E dari Bagian Pengendalian Mutu
(Quality Control)
47
48
No. Y X1 X2 X3 X1 X 2
1 0.23 40.90 26.10 27.0 1067.490
2 0.24 41.00 25.80 28.0 1057.800
3 0.24 42.30 26.00 30.5 1099.800
4 0.24 42.70 26.10 30.0 1114.470
5 0.23 42.80 26.30 28.0 1125.640
6 0.21 42.30 25.78 30.0 1090.494
7 0.21 43.50 26.00 28.0 1131.000
8 0.22 43.80 26.29 29.0 1151.502
9 0.21 42.20 26.00 28.0 1097.200
10 0.22 43.10 26.19 27.5 1128.789
11 0.22 41.20 26.00 27.5 1071.200
12 0.23 42.70 26.00 28.0 1110.200
13 0.23 42.60 26.20 29.5 1116.120
14 0.24 41.90 26.13 27.0 1094.847
15 0.22 42.00 26.20 27.5 1100.400
16 0.22 42.40 25.98 28.5 1101.552
17 0.21 41.80 26.00 28.0 1086.800
18 0.22 43.30 26.11 28.0 1130.563
19 0.24 42.70 26.00 29.0 1110.200
20 0.26 42.90 25.88 30.5 1110.252
21 0.25 42.40 26.00 32.0 1102.400
22 0.21 42.60 26.30 29.0 1120.380
23 0.23 42.80 26.10 26.0 1117.080
24 0.21 41.50 26.20 26.0 1087.300
25 0.21 42.10 26.11 26.0 1099.231
26 0.23 41.20 26.30 27.5 1083.560
27 0.22 41.70 26.06 30.0 1086.702
28 0.21 42.50 26.00 28.0 1105.000
29 0.22 42.60 26.00 27.5 1107.600
30 0.22 42.30 26.00 29.0 1099.800
31 0.21 43.50 26.25 27.5 1141.875
32 0.21 43.80 26.50 28.5 1160.700
33 0.22 43.70 26.79 29.0 1170.723
34 0.22 44.00 25.60 28.5 1126.400
35 0.22 43.00 26.08 30.0 1121.440
36 0.22 43.50 26.00 29.0 1131.000
37 0.22 42.80 25.37 29.5 1085.836
38 0.21 43.00 26.30 28.0 1130.900
39 0.22 42.70 26.00 29.5 1110.200
40 0.22 43.30 26.30 30.0 1138.790
41 0.25 42.80 25.80 29.5 1104.240
42 0.22 42.60 26.00 29.5 1107.600
43 0.23 43.90 25.85 27.5 1134.815
44 0.22 41.80 26.00 27.5 1086.800
45 0.22 43.00 26.08 29.0 1121.440
46 0.21 42.30 26.00 28.0 1099.800
47 0.22 43.90 25.90 28.0 1137.010
48 0.21 42.20 26.00 270 1097.200
(Sumber: Data Kertas Tipe Verge 218 E dari Bagian Pengendalian Mutu (Quality Control))
49
Lampiran 6 Output MINITAB dari Uji Multikolinieritas dari Variabel Bebas X12
terhadap Variabel Bebas X3 untuk Metode OLS
Lampiran 22 Fungsi Pembobot untuk Least Square, Huber, dan Tukey Bisquare
2 2
i c
i
1 ,
i
wi w i c .
i
i c
0,
74
Lampiran 23 Data Kertas Tipe Verge 218 E pada Bagian Pengontrolan Mutu (Qualiy Control)
Burn Rate
MD CD
cm/s
Porosity
Thickness micron
Formation Index
Brightness %
Coresta
CaCO3 %
Opacity %
Tensile daN/30mm
Tensile daN/30mm
Date Time No Bobine Paper Grade
PN
min max mean cov
Elong
Elong
1 2
STANDAR SPESIFIKASI Verge 218E 25.5±1.0 41-45 > 3.0 > 1.2 - - - - 16-24 < 10 27-32 - > 0.22 > 72 > 89 > 35
Verge 218 E
20-Jan-11 03,00 110123 Ø 1 26,10 40,90 3,61 2,02 2,17 6,91 18,96 25,97 22,17 8,93 27,0 33 0,23 0,24 72,23 90,92 41,8
Verge 218 E
20-Jan-11 04,41 110123 Ø 2 25,80 41,00 3,05 1,84 2,04 7,85 17,68 24,19 21,18 8,00 28,0 35 0,24 0,25 73,84 91,03 42,1
Verge 218 E
20-Jan-11 09,01 110124 Ø 1 26,00 42,30 3,62 2,02 2,27 7,29 14,58 21,77 18,00 8,47 30,5 39 0,24 0,25 73,63 89,65 50,3
Verge 218 E
20-Jan-11 10,33 110124 Ø 2 26,10 42,70 3,49 1,86 2,23 6,12 14,64 21,91 17,46 8,62 30,0 39 0,24 0,26 73,29 89,63 50,8
Verge 218 E
20-Jan-11 12,30 110125 Ø 1 26,30 42,80 3,67 1,61 2,19 5,43 14,64 20,82 17,67 8,75 28,0 40 0,23 0,24 73,48 89,75 48,7
Verge 218 E
20-Jan-11 14,01 110125 Ø 2 25,78 42,30 3,53 2,09 1,86 7,56 15,90 22,81 19,00 9,47 30,0 37 0,21 0,22 73,24 89,85 52,2
Verge 218 E
20-Jan-11 15,32 110126 Ø 1 26,00 43,50 3,80 1,75 2,41 5,75 15,65 23,84 18,94 11,13 28,0 34 0,21 0,21 73,69 90,21 41,3
Verge 218 E
20-Jan-11 17,03 110126 Ø 2 26,29 43,80 3,69 1,75 2,23 7,51 15,98 22,67 19,14 8,09 29,0 40 0,22 0,22 73,00 90,49 49,2
Verge 218 E
20-Jan-11 18,33 110127 Ø 1 26,00 42,20 3,69 1,88 2,21 6,02 14,92 21,71 17,98 9,97 28,0 32 0,21 0,23 73,04 90,67 46,1
Verge 218 E
20-Jan-11 20,17 110127 Ø 2 26,19 43,10 3,60 1,75 2,14 8,18 16,23 23,34 19,79 9,16 27,5 36 0,22 0,23 73,69 90,83 42,8
Verge 218 E
20-Jan-11 21,48 110128 Ø 1 26,00 41,20 3,64 1,94 2,16 7,86 16,76 24,80 20,52 11,19 27,5 37 0,22 0,22 74,21 90,78 42,0
Verge 218 E
20-Jan-11 23,18 110128 Ø 2 26,00 42,70 3,64 1,75 2,25 7,42 15,34 20,50 17,59 7,94 28,0 37 0,23 0,23 72,60 90,80 43,7
Verge 218 E
21-Jan-11 00,48 110129 Ø 1 26,20 42,60 3,70 1,72 2,24 7,76 17,20 22,50 19,92 6,72 29,5 38 0,23 0,24 74,32 91,00 51,1
Verge 218 E
21-Jan-11 02,40 110129 Ø 2 26,13 41,90 3,44 1,60 2,06 8,06 17,30 26,50 21,24 9,83 27,0 37 0,24 0,25 74,39 91,20 45,5
74
75
Verge 218 E
21-Jan-11 04,11 110130 Ø 1 26,20 42,00 3,57 1,80 2,11 7,37 16,00 23,63 19,91 8,66 27,5 37 0,22 0,23 73,42 91,30 43,0
Verge 218 E
21-Jan-11 05,42 110130 Ø 2 25,98 42,40 3,60 1,84 2,02 7,91 17,09 23,55 20,39 8,24 28,5 38 0,22 0,22 73,94 91,27 42,0
Verge 218 E
21-Jan-11 07,07 110131 Ø 1 26,00 41,80 3,59 1,83 2,17 6,63 15,77 22,35 19,57 8,46 28,0 37 0,21 0,23 74,25 91,15 39,9
Verge 218 E
21-Jan-11 09,04 110131 Ø 2 26,11 43,30 4,33 1,80 2,18 6,90 13,07 19,10 16,30 8,90 28,0 36 0,22 0,23 74,50 91,13 42,6
Verge 218 E
21-Jan-11 10,34 110132 Ø 1 26,00 42,70 3,76 1,78 2,23 5,46 17,42 24,88 21,16 8,58 29,0 36 0,24 0,26 72,38 90,90 44,0
Verge 218 E
21-Jan-11 12,04 110132 Ø 2 25,88 42,90 3,83 2,02 2,06 7,22 16,76 24,16 19,57 11,12 30,5 37 0,26 0,27 73,26 91,20 43,8
Verge 218 E
21-Jan-11 12,45 110133 Ø 1 26,00 42,40 3,54 1,94 1,98 6,83 16,63 23,03 19,89 10,02 32,0 37 0,25 0,27 74,62 91,13 44,5
Verge 218 E
24-Jan-11 18,02 110154 Ø 1 26,30 42,60 3,46 1,99 2,02 6,08 16,59 24,09 20,75 11,65 29,0 40 0,21 0,21 73,65 90,27 40,5
Verge 218 E
24-Jan-11 19,35 110154 Ø 2 26,10 42,80 3,17 1,98 2,07 8,22 15,50 21,60 18,69 9,71 26,0 40 0,23 0,25 72,67 90,08 42,1
Verge 218 E
24-Jan-11 21,10 110155 Ø 1 26,20 41,50 3,33 2,03 2,10 7,74 15,25 22,83 18,48 10,18 26,0 36 0,21 0,22 73,79 90,22 42,9
Verge 218 E
24-Jan-11 22,44 110155 Ø 2 26,11 42,10 3,33 2,16 2,04 8,09 15,09 15,09 18,56 10,48 26,0 37 0,21 0,22 72,75 90,19 44,5
Verge 218 E
25-Jan-11 00,44 110156 Ø 1 26,30 41,20 3,31 2,01 2,07 7,23 15,39 24,05 19,15 12,04 27,5 38 0,23 0,24 73,10 90,15 41,2
Verge 218 E
25-Jan-11 01,20 110156 Ø 2 26,06 41,70 3,40 2,24 2,11 5,66 13,74 23,70 18,12 12,70 30,0 38 0,22 0,23 73,49 90,14 46,1
Verge 218 E
25-Jan-11 02,43 110157 Ø 1 26,00 42,50 3,46 1,94 2,02 7,35 15,37 23,42 19,48 9,37 28,0 37 0,21 0,22 74,67 90,35 41,4
Verge 218 E
25-Jan-11 04,16 110157 Ø 2 26,00 42,60 3,40 2,03 2,52 6,32 13,63 21,14 16,99 10,91 27,5 38 0,22 0,22 72,60 90,36 44,5
Verge 218 E
25-Jan-11 06,00 110158 Ø 1 26,00 42,30 3,54 2,00 1,99 6,34 15,62 22,65 18,55 8,02 29,0 35 0,22 0,26 74,89 90,54 44,7
Verge 218 E
25-Jan-11 07,37 110158 Ø 2 26,25 43,50 3,61 2,04 2,29 5,04 13,89 20,64 17,18 9,36 27,5 40 0,21 0,23 73,59 90,45 49,0
Verge 218 E
25-Jan-11 09,32 110159 Ø 1 26,50 43,80 3,94 1,79 2,00 6,83 15,78 22,83 19,59 9,75 28,5 35 0,21 0,22 74,08 90,44 37,4
Verge 218 E
25-Jan-11 10,46 110159 Ø 2 26,79 43,70 3,83 1,83 1,90 6,25 13,42 20,91 17,98 8,99 29,0 36 0,22 0,24 73,60 90,53 42,2
Verge 218 E
25-Jan-11 11,59 110160 Ø 1 25,60 44,00 3,80 1,63 1,88 6,18 15,13 24,00 18,87 11,96 28,5 35 0,22 0,22 73,53 90,58 40,1
Verge 218 E
25-Jan-11 13,12 110160 Ø 2 26,08 43,00 3,71 1,50 1,87 6,80 14,35 27,60 19,15 14,90 30,0 38 0,22 0,23 72,67 90,59 40,6
Verge 218 E
25-Jan-11 14,25 110161 Ø 1 26,00 43,50 3,78 1,59 1,82 5,65 16,30 23,50 20,21 9,05 29,0 34 0,22 0,23 73,71 90,46 36,0
Verge 218 E
25-Jan-11 15,38 110161 Ø 2 25,37 42,80 3,56 1,74 1,76 7,14 14,94 22,57 18,94 11,20 29,5 35 0,22 0,22 71,31 90,62 36,6
Verge 218 E
25-Jan-11 17,02 110162 Ø 1 26,30 43,00 3,78 1,63 1,88 5,90 14,17 23,64 18,12 11,30 28,0 35 0,21 0,23 72,17 90,69 40,6
75
76
Verge 218 E
25-Jan-11 18,16 110162 Ø 2 26,00 42,70 3,78 1,77 1,74 6,88 16,66 26,70 21,06 12,94 29,5 36 0,22 0,23 73,46 90,87 39,5
Verge 218 E
25-Jan-11 19,29 110163 Ø 1 26,30 43,30 3,89 1,82 1,89 5,94 15,11 22,82 19,51 11,47 30,0 35 0,22 0,22 73,46 90,89 41,1
Verge 218 E
25-Jan-11 20,43 110163 Ø 2 25,80 42,80 3,41 1,48 1,74 7,24 16,40 25,40 19,56 11,47 29,5 36 0,25 0,25 72,72 90,94 41,0
Verge 218 E
25-Jan-11 22,00 110164 Ø 1 26,00 42,60 3,73 1,70 1,81 6,82 15,84 26,26 19,79 13,35 29,5 35 0,22 0,24 73,15 91,04 41,7
Verge 218 E
25-Jan-11 23,15 110164 Ø 2 25,85 43,90 3,50 1,84 1,88 5,20 15,47 29,69 20,10 15,80 27,5 35 0,23 0,26 73,10 90,84 37,8
Verge 218 E
26-Jan-11 00,24 110165 Ø 1 26,00 41,80 3,68 1,88 1,91 6,73 13,13 21,57 16,40 10,52 27,5 36 0,22 0,23 73,39 90,72 40,8
Verge 218 E
26-Jan-11 01,30 110165 Ø 2 26,08 43,00 3,55 1,85 1,78 9,64 15,26 23,87 18,55 10,36 29,0 36 0,22 0,22 74,66 90,86 39,0
Verge 218 E
26-Jan-11 02,50 110166 Ø 1 26,00 42,30 3,60 2,16 1,77 8,96 14,24 22,55 17,00 11,79 28,0 37 0,21 0,23 73,50 90,97 43,1
Verge 218 E
26-Jan-11 04,50 110166 Ø 2 25,90 43,90 3,41 2,03 1,92 5,31 13,65 20,85 17,13 9,78 28,0 36 0,22 0,22 73,35 90,91 41,2
Verge 218 E
26-Jan-11 05,15 110167 Ø 1 26,00 42,20 3,61 1,91 1,87 6,09 13,60 22,04 16,89 11,25 27,0 37 0,21 0,22 73,69 90,79 41,0
76