Uji Z - Uji Hipotesis Rata-rata Satu Populasi
Uji Z rata-rata satu populasi adalah uji statistik yang digunakan untuk mengetahui apakah
suatu populasi memiliki rata-rata yang sama dengan, lebih kecil atau lebih besar dari suatu nilai
rata-rata tertentu sesuai dengan hipotesis yang telah ditetapkan.
Sebelum melakukan pengujian statistik, terlebih dahulu dilakukan pengambilan sampel
yang nantinya digunakan sebagai bahan untuk melakukan pengujian.
Berikut ini adalah syarat-syarat yang harus dipenuhi untuk melakukan pengujian.
1. Sampel yang digunakan dalam pengujian adalah sampel acak sederhana.
2. Varian populasi σ2 diketahui.
3. Sampel berasal dari populasi yang berdistribusi normal atau ukuran (banyaknya) sampel
cukup besar (biasanya ukuran sampel cukup besar yang sering digunakan adalah lebih
dari 30).
1. Hipotesis
Hipotesis terdiri dari dua bentuk, yaitu hipotesis untuk uji dua arah dan hipotesis untuk uji satu
arah.
1. Hipotesis untuk uji dua arah
Ho : μ = μ0
H1 : μ ≠ μ0
2. Hipotesis untuk uji satu arah
H0 : μ = μ0 atau H0 : μ = μ0
H1 : μ < μ0 H1 : μ > μ0
H0 adalah hipotesis null (hipotesis awal), H1 adalah hipotesis tandingan (alternatif), \muμ adalah
rata-rata populasi yang akan diuji dan \mu_0μ0 adalah rata-rata yang ditentukan terelbih dahulu
nilainya.
Misalnya seorang kepala cabang sebuah bank menyatakan bahwa rata-rata lamanya nasabah
yang antri di teller bank tersebut tidak lebih dari 5 menit. Dengan demikian, hipotesis yang kita
gunakan untuk menguji kebenaran pernyataan tersebut adalah
Ho : μ = 5
H1 : μ < 5
2. Tingkat Kepercayaan atau Tingkat Signifikansi
Tingkat kepercayaan yang sering digunakan dalam pengujian statistik adalah 95 persen
atau (1−α)=0,95.
Tingkat kepercayaan bisa dikurangi sesuai dengan jenis penelitian yang dilakukan, misalnya
misalnya 90 persen. Selain itu bisa juga diperbesar jika menginginkan tingkat ketelitian yang
lebih tinggi, misalnya menjadi 99 persen.
Jika disebutkan bahwa tingkat kepercayaan yang digunakan adalah 95 persen
atau (1−α)=0,95, maka tingkat signifikansinya adalah 5 persen (α=0,05).
3. Statistik Uji
Statistik uji yang digunakan dalam uji rata-rata adalah
x̅ − μ0
Z=
σ/√n
dimana z adalah nilai z hitung, x̅ adalah rata-rata sampel, σ adalah standar devasi populasi
dan n adalah banyaknya sampel
4. Titik Kritis
Titik kritis adalah titik yang digunakan pada pengambilan keputusan yaitu sebagai dasar untuk
menolak atau tidak menolak Ho
1. Titik kritis uji dua arah adalah −Zα/2 dan Zα/2
2. Titik kritis uji satu arah adalah −Zα untuk H1 : μ < μo dan Zα untuk H1 : μ > μo.
.5. Keputusan
1. Keputusan untuk uji dua arah
Tolak Ho apabila z < −Zα/2 atau z > Zα/2.
2. Keputusan untuk uji satu arah
Untuk H1 : μ < μo, tolak Ho jika z < −Zα.
Untuk H1 : μ > μo, tolak Ho apabila z > Zα.
Daftar Pustaka
[Link]