Model Program Linier dan Aplikasinya
Model Program Linier dan Aplikasinya
matriks).
Contoh :
Fungsi Kendala:
a). 4X1 + 3X2 ≤ 240 diubah menjadi persamaan menjadi : 4X1 + 3X2 + s1 = 240
b). 2X1 + X2 ≤ 100 diubah menjadi persamaan menjadi : 2X1 + X2 + s2 = 100
Kedua kendala di atas jika dinyatakan ke dalam bentuk perkalian matriks AX = B
menjadi:
X1
4 3 1 0 X 2 240
2 1 0 1 s1 100
s
2
0
dan 0 .
1
4. Membentuk matriks Identitas dengan menambahkan variable semu (V). Jika dalam
matriks A belum tersusun (terbentuk) matriks identitas, maka matriks identitas dapat
disusun dengan menambahkan variabel semu pada fungsi kendala.
Contoh :
Memaksimumkan Z = 750 X + 425 Y
Fungsi Kendala:
a). X + Y ≤ 18 b). X 5 c). Y 3 d). X + Y 10 , dan X 0, Y 0
Jika fungsi kendala persoalan tersebut dinyatakan dalam persamaan akan menjadi :
a). X + Y + s1 = 18
b). X − s2 = 5
c). Y − s3 = 3
d). X + Y − s4 = 10
Apabila dinyatakan dalam bentuk AX = B, akan menjadi:
X
1 1 1 0 0 0 Y 18
1 0 0 1 0 0 s1 5
0 1 0 0 1 0 s 2 3
1
1 0 0 0 1 s3 10
s4
Dalam matriks A di atas belum tersusun matriks Identitas (I4), karena komponen
1
0
penyusun matriks Identitas (I4) belum lengkap. Yang tersusun baru komponen ,
0
0
0 0 0
1 0 , 0 , harus dibentuk dengan menambahkan variabel V1
Sehingga komponen ,
0 1 0
0 0 1
pada kendala ke-2, V2 pada kendala ke-3, dan V3 pada kendala ke-4, sehingga fungsi
kendala di atas dapat dinyatakan dalam bentuk sebagai berikut:
a). X + Y + s1 = 18
b). X − s2 + v1 = 5
c). Y − s3 + v2= 3
d). X + Y − s4 + v3 = 10
dan apabila dinyatakan dalam bentuk AX = B menjadi:
X
Y
0 1 18
s
1 1 1 0 0 0 0 0
s
1 0 0 1 0 0 1 0 0 2 5
s
0 1 0 0 1 0 0 1 0 3 3
1 0 0 0 1 1 4 10
s
1 0 0
v1
v2
v
3
5. Menambahkan semua variabel semu yang ada ke dalam fungsi tujuan dengan koefisien ±
M (dimana M = Bilangan yang cukup besar). Jika fungsi tujuan memaksimalkan maka
koefisien dari V pada fungsi tujuan adalah −M, dan sebaliknya).
Contoh :
Jika fungsi kendala dinyatakan seperti pada catatan 4 di atas, maka fungsi tujuan
Memaksimumkan Z = 750 X + 425 Y dapat dinyatakan ke dalam bentuk:
Memaksimumkan Z = 750 X + 425 Y + 0s1 + 0s2 + 0s3 + 0s4 − Mv1 − Mv2 − Mv3
Apabila dinyatakan ke dalam notasi matriks menjadi:
X
Y
s1
s2
Z = 750 425 0 0 0 0 M M M s3
s4
v1
v2
v
3
Persoalan Program Linier yang memenuhi ketentuan-ketentuan tersebut di atas akan
menghasilkan Bentuk Kanonik Simpleks.
Soal-soal latihan :
Ubahlah persoalan Program Linier berikut ke dalam Bentuk Kanonik Simpleks:
1. Memaksimumkan Z = 3 X1 + 3 X2
Fungsi Kendala:
a). 2X1 + X2 ≤ 30
b). 2X1 + 3X2 ≤ 60
c). 4X1 + 3X2 ≤ 72, dan X1 0, X2 0
2. Meminimumkan Z = 22 X1 + 6 X2
Fungsi Kendala:
a). 11X1 + 3X2 33
b). 8X1 + 5X2 ≤ 40
c). 7X1 + 10X2 ≤ 70, dan X1 0, X2 0
3. Memaksimumkan Z = 4 X1 + 5 X2
Fungsi Kendala:
a). 5X1 + 4X2 ≤ 200
b). 3X1 + 6X2 = 180
c). 8X1 + 5X2 160, dan X1 0, X2 0
4. Meminimumkan Z = 2 X1 + 3 X2 + 5 X3 + 6 X4
Fungsi Kendala:
a). 2X1 + 4X2 + 6X3 + 2X4 4
b). −2X1 + X2 − X3 + 3X4 ≤ −3, dan X1 0, X2 0, X3 0, X4 0.
5. Memaksimumkan Z = 4 X1 + 2 X2 − X3 + 5 X4
Fungsi Kendala:
a). 3X1 + X2 + 2X3 + 4X4 ≤ 25
b). 2X1 − X2 + X3 + X4 15
c). X1 + 2X2 + 3X3 + X4 = 20, dan X1 0, X2 0, X3 0, X4 0.
Metode Simpleks Kasus Maksimum
Untuk menyelesaikan Persoalan Program Linier dengan Metode Simpleks untuk fungsi
tujuan memaksimumkan dan meminimumkan caranya berbeda.
Model matematika dari Permasalahan Program Linier dapat dinyatakan dalam bentuk
Sistem Persamaan Linier (AX = B) sebagai berikut :
*) Fungsi Tujuan (Z = CX):
x1
Z = c1 c 2 .... c n 2
x
.
x
n
*) Fungsi Kendala (AX ≤ atau ≥ B):
a11 a12 ... a1n x1 b1
a 21 a 22 ... a 2n x 2
atau b2
... ... ... ... . .
a b
m1 a m 2 ... a mn x n m
Berikut ini langkah-langkah penyelesaian Persoalan Program Linier fungsi tujuan
memaksimumkan dengan Metode Simpleks.
1. Mengubah semua kendala ke Bentuk Kanonik (yang semula menggunakan tanda
pertidaksamaan menjadi persamaan) dengan menambah perubah (variabel) Slack S.
Perubah-perubah slack yang ada dimasukkan (ditambahkan) ke fungsi sasaran dan diberi
koefisien 0.
2. Apakah dalam matriks A = [aij] (pada fungsi kendala) sudah terbentuk Matriks Identitas
(In) ?
2.1 Apabila dalam matriks A sudah terbentuk Matriks Identitas maka disusun tabel
awal simpleks sebagai berikut :
Cj c1 c2 ... cn 0 0 ... -M ...
Ci xj x1 x2 ... xn s1 s2 ... v1 ... b1 R1
c1 x1 a11 a12 ... a1n 1 0 ... 0 ... b2 R2
c2 x2 a21 a22 ... a2n 0 1 ... 0 ... ... ...
... ... ... ... ... ...
cm Xm am1 am2 ... amn 0 0 ... 0 ... bm Rm
Zj Z1 Z2 ... Zn ... ... ... ... ...
Zj-Cj Z1-c1 Z2-c2 ... Zn-cn
Keterangan :
*) Baris cj diisi dengan para koefisien Fungsi Tujuan (sasaran)
*) Baris xj diisi dengan nama-nama perubah (variabel) yang ada.
*) Kolom xi diisi dengan nama-nama perubah yang menjadi basis (variabel yang
menyusun matriks Identitas) .
*) Kolom ci diisi dengan para koefisien perubah yang menjadi basis
*) Kolom bi diisi dengan para konstanta fungsi kendala (Nilai Sebelah Kanan/NSK).
m
*) Baris Zj diisi dengan rumus Zj = ci a ij , untuk j = 1, 2, ..., n
i 1
bi
*) Kolom Ri diisi dengan rumus Ri = (aik = elemen-elemen yang berada dalam
a ik
kolom kunci, dan Ri dihitung hanya untuk aik 0) Selanjutnya dilanjutkan ke langkah
3,
2.2 Jika belum terbentuk matriks identitas, maka matriks identitas ditimbulkan
(dimunculkan) dengan menambah perubah semu dan diberi notasi (v). Perubah semu
yang ada dimasukan di fungsi sasaran, sedangkan koefisien dari variabel semu pada
fungsi sasaran diberi nilai (-M), dengan M adalah bilangan yang cukup besar.
Dilanjutkan ke langkah 2.1
3. Penelitian terhadap nilai Zj - Cj. (Tabel sudah maksimum jika semua Zj - Cj ≥ 0).
3.1 Jika untuk semua Zj - Cj ≥ 0 dilanjutkan ke langkah 4,
3.2 Jika ada Zj - Cj < 0, maka dibuat tabel baru dengan cara sebagai berikut :
3.2.1 Menentukan kolom kunci yaitu memilih nilai Zj - Cj yang terkecil. Sebut
dengan Zk - Ck maka kolom ke-k disebut kolom kunci.
3.2.2 Pada kolom ke-k dilakukan pemeriksaan terhadap nilai aik.
[Link] Jika untuk semua aik negatif maka jawab tidak terbatas (Unbounded).
[Link] Jika terdapat aik yang positif hitung nilai Ri, (untuk aik yang positif saja)
kemudian dilanjutkan ke langkah 3.2.3,
3.2.3 Menentukan baris kunci, yaitu dengan memilih nilai Ri yang terkecil (diantara
yang positif) Min{ Ri}, namakan Rr, maka baris ke-r disebut baris kunci.
3.2.4 Kemudian disusun tabel baru sebagai berikut (dimulai dari baris kunci baru):
[Link] Untuk elemen baris r baru = elemen baris r lama dibagi ark , atau
a rj
a rj
a rk
[Link] Untuk elemen baris i yang lain,
elemen baris i baru = elemen baris i lama - (aik x elemen baris r baru)
atau a ij a ij (a ik x a rj ) .
Soal-soal latihan :
Selesaikan Persoalan Program Linier berikut dengan Metode Simpleks.
1. Memaksimumkan Z = 2 X1 + X2
Fungsi Kendala :
a. X1 + 2 X2 ≤ 80
b. 3X1 + 2 X2 ≤ 120
c. 2X1 ≤ 360 dan X1 ≥ 0, X2 ≥ 0.
2. Memaksimumkan Z = 2 X1 + 3X2
Fungsi Kendala :
a. 5X1 + 6X2 ≤ 60
b. X1 + 2X2 ≤ 16
c. X1 ≤ 10
d. X2 ≤ 6, dan X1 ≥ 0, X2 ≥ 0.
3. Memaksimumkan Z = 2 X1 − 7X2
Fungsi Kendala :
a. −2X1 + 3X2 = 3
b. 4X1 + 5X2 ≥ 16
c. 6X1 + 7X2 ≤ 3
d. 4X1 + 8X2 ≥ 5, dan X1 ≥ 0, X2 ≥ 0.
4. Memaksimumkan Z = 4 X1 + 5 X2
Fungsi Kendala :
a). 5X1 + 4X2 ≤ 200
b). 3X1 + 6X2 = 180
c). 8X1 + 5X2 160, dan X1 0, X2 0
5. Memaksimumkan Z = 4 X1 + 2 X2 − X3 + 5 X4
Fungsi Kendala:
a). 3X1 + X2 + 2X3 + 4X4 ≤ 25
b). 2X1 − X2 + X3 + X4 15
c). X1 + 2X2 + 3X3 + X4 = 20, dan X1 0, X2 0, X3 0, X4 0
Metode Simpleks Kasus Minimum
Contoh Soal :
Meminimumkan : Z = 40 X1 + 80X2
dengan syarat ikatan :
a). X1 + X2 ≥ 4
b). X1 + 3X2 ≥ 6 dan X1 ≥ 0, X2 ≥ 0
Penyelesaian :
*) Bentuk Kanonik :
a). X1 + X2 - 1S1 + 0S2 + 1V1 + 0V2 = 4
b). X1 + 3X2 + 0S1 - 1S2 + 0 V1 + 1V2 = 6
Meminimumkan : Z = 40 X1 + 80X2 + 0S1 + 0S2 + MV1 + MV2
*) Tabel simpleks :
Cj 40 80 0 0 M M
Ci Xi Xj X1 X2 S1 S2 V1 V2 bi Ri
M V1 1 1 -1 0 1 0 4 4
M V2 1 3 0 -1 0 1 6 2
Zj 2M 4M -M -M M M 10 M
Zj - Cj 2M-40 4M-80 -M -M 0 0
M V1 2/3 0 -1 1/3 1 -1/3 2 3
80 X2 1/3 1 0 -1/3 0 -1/3 2 6
Zj (2M+80)/3 80 -M (M-80)/3 M (80-M)/3 2M+160
Zj - Cj (2M-40)/3 0 -M (M-80)/3 0 (80-4M)/3
40 X1 1 0 -3/2 1/2 3/2 -1/2 3
80 X2 0 1 1/2 -1/2 -1/2 1/2 1
Zj 40 80 -20 -20 20 20 200
Zj - Cj 0 0 -20 -20 20-M 20-M
Karena semua Zj – Cj ≤ 0, maka tabel sudah minimal, dengan nilai X1 = 3, dan X2 = 1,
dan Zminimalnya = 200.
Soal-soal Latihan :
Selesaikan Persoalan Program Linier berikut dengan Metode Simpleks.
1. Meminimumkan F = 22 X1 + 6 X2
Fungsi Kendala :
a. 11X1 + 3 X2 ≥ 33
b. 8X1 + 5X2 ≤ 40
c. 7X1 + 10X2 ≤ 70 dan X1 ≥ 0, X2 ≥ 0,
2. Meminimumkan Z = 20 X + 30 Y
Fungsi Kendala:
a). 2 X + Y 10 d). X − 8 Y ≤ 0
b). X + 2 Y ≤ 14 e). X ≤ 8
c). X + 4 Y 12 dan X 0, Y 0
3. Meminimumkan Z = 6X1 + 8 X2
Fungsi Kendala:
a). 3X1 + X2 4
b). 5X1 + 2X2 ≤ 10
c). X1 + 2X2 = 3 dan X1 ≥ 0, X2 ≥ 0,
4. Meminimumkan Z = 2 X1 + 3 X2 + 5 X3 + 6 X4
Fungsi Kendala:
a). 2X1 + 4X2 + 6X3 + 2X4 4
b). −2X1 + X2 − X3 + 3X4 ≤ −3, dan X1 0, X2 0, X3 0, X4 0.
5. Meminimumkan Z = 4 X1 + 2 X2 − 2 X3 + 5 X4
Fungsi Kendala:
a). 3X1 + X2 + 2X3 + 4X4 ≤ 25
b). 2X1 − X2 + X3 + 2X4 15,
c). X1 + 2X2 + 3X3 + X4 = 20, dan X1 0, X2 0, X3 0, X4 0.
Analisis Primal - Dual
Setiap persoalan program linier selalu mempunyai dua macam analisis, yaitu : analisis
primal dan analisis dual yang biasanya disebut analisis primal-dual. Untuk menjelaskan
hubungan antara Primal dengan Dual akan ditunjukan dengan contoh kasus di bawah ini:
PT. Maju Jaya adalah sebuah perusahaan yang menghasilkan dua macam produk yaitu A
dan B. Setiap Produk A menghasilkan laba Rp. 40,- dan Produk B Rp. 60,-. Kedua macam
produk tersebut harus diproduksi melalui dua tahap proses yaitu proses I dan proses II.
Kapasitas dan waktu proses bagi kedua macam produk tersebut adalah sebagai berikut :
Waktu Proses Kapasitas per bulan
Proses
A B (jam)
I 3 2 2.000
II 1 2 1.000
Model matematika Kasus diatas adalah :
Fungsi Tujuan : Memaksimumkan : Z = 40A + 60B,
Fungsi Kendala :
1. 3A +2B ≤ 2000
2. A + 2B ≤ 1000,
3. A, B ≥ 0,
Model matematika diatas disebut model Primal. Dual pada dasarnya adalah masalah
penentuan harga, yaitu :
Harga dari sumber-sumber yang dipergunakan untuk berproduksi secara optimal, dimana
harga tersebut merupakan nilai minimum sehingga dapat dipergunakan sebagai bahan
pertimbangan untuk menambah atau mengurangi sumber-sumber tersebut secara tepat.
Misalkan C dan D sebagai biaya sewa per jam yang harus dibebankan kepada proses I
dan II. Karena jumlah kapasitas yang tersedia untuk proses I adalah 2000 jam dan proses II
1000 jam, maka biaya sewa total untuk kedua macam proses tersebut adalah :
F = 2000C + 1000D.
Selagi F merupakan jumlah biaya sewa kedua macam proses tersebut maka manajeman
PT. Maju Jaya tersebut berusaha untuk meminimumkannya. Pandang jika model Primal
sebagai pihak penjual yang ingin memaksimumkan laba, di sisi lain model Dual sebagai pihak
pembeli yang menginginkan harga pembelian yang minimum. Setiap unit produk A
memerlukan waktu 3 jam pada proses I dan 1 jam pada prose II, sehingga biaya untuk
menghasilkan setiap unit produk A adalah 3C + 1D.
Dipandang dari pihak pembeli tentu saja harga tesebut tidak boleh lebih rendah dari
sumbangan laba yang akan diberikan oleh produk A terhadap penjualan yaitu sebesar Rp. 40,-
(bila penjual mendapat laba Rp. 40,- untuk setiap penjualan produk A, maka tentu saja
pembeli menginginkan agar harga yang ia bayar untuk biaya pemrosesan produk tersebut
paling sedikit harus sama dengan laba yang diperoleh penjual yaitu sebesar Rp. 40,-).
Sehingga biaya untuk memroses setiap unit produk A adalah
3C + 1D ≥ 40.
Dengan cara yang sama biaya untuk memroses setiap unit produk B adalah 2C +2D ≥ 60
dan selanjutnya karena harga tidak mungkin negatif maka C ≥ 0 dan D ≥ 0.
Asumsi Dasar :
Untuk dapat menyusun suatu persoalan primal Program Linier ke dalam bentuk dual, maka
selalu harus dirumuskan terlebih dahulu ke dalam bentuk kanonik.
Untuk persoalan maksimasi, maka semua rumusan fungsi kendala mempunyai tanda
lebih kecil dari pada atau sama dengan ( ≤ ).
Untuk persoalan minimasi maka tanda fungsi syarat ikatannya harus lebih besar dari
pada atau sama dengan ( ≥ ) . ( Ingat bahwa tidak perlu semua konstanta atau nilai
sebelah kanan (nsk) fungsi kendala yang bersangkutan harus selalu non-negatif dalam
suatu rumusan yang berbentuk kanonik).
Jika suatu persoalan dalam rumusan Program Linier mempunyai fungsi kendala
kesamaan (nilai nsk-nya bertanda sama dengan), maka fungsi kendalanya tersebut
dapat ditukar atau diganti dengan dua fungsi lainnya, yang pertama, bertanda “lebih
kecil dari pada atau sama dengan ( ≤ )” dan yang kedua, bertanda “lebih besar dari-
pada atau sama dengan ( ≥ )”. Salah satu diantara kedua fungsi kendala lain tersebut
(dipilih salah satu), kemudian diambil, dan kalikan dengan (−1) untuk mendapatkan
fungsi kendala yang sesuai dengan aturan yang diminta oleh bentuk kanonik tersebut
Model Umum Persoalan Primal - Dual
Bentuk Primal:
n
Maksimumkan : z = C jX j
j1
n
syarat ikatan : a ij X j bi , untuk i = 1, 2, 3, ...,m.
j1
dan Xj ≥ 0, j = 1, 2, ... , n
Kalau akan dinyatakan menjadi Bentuk Dual :
m
Minimumkan : F = bi Yi
i 1
m
syarat ikatan a ij Yi C j , untuk j= 1, 2, 3, ...,n.
i 1
dan Yi ≥ 0, i = 1, 2, ... , m
n * m *
dimana : zoptimal = C jX j adalah sama dengan Foptimal = bi Y i
j1 i 1
Aturan umum dalam perumusan persoalan Program Linier menyangkut Bentuk Primal dan
Dual adalah :
Bentuk Primal Bentuk Dual
Memaksimumkan fungsi tujuan Meminimumkan fungsi tujuan, dan sebaliknya.
Koefisien fungsi tujuan (Cj ) Nilai Sebelah Kanan (NSK) fungsi kendala
NSK fungsi kendala primal-primal (bi ) Koefisien fungsi tujuan
Koefisien peubah ke-j Koefisien kendala ke-j
Koefisien kendala ke- Koefisien peubah ke-i
Peubah ke-j yang positif (≥ 0) Kendala ke-j dengan tanda ketidaksamaan “lebih
besar daripada atau sama dengan “ (≥).
Peubah ke-j tandanya tidak dibatasi Kendala ke-j yang bertanda sama dengan
Kendala ke-i yang bertanda sama dengan Peubah ke-i tandanya tidak dibatas
Kendala ke-i yang bertanda ketidaksamaan (≤) Peubah ke-i yang positif (≥)
Contoh Soal :
Andaikan terdapat suatu persoalan Program Linier sebagai berikut :
Memaksimumkan : Z = 10X1 + 6X2 ........ (1),
Syarat ikatan :
a). 2X1 + 3X2 ≤ 90 .......... (2)
b). 4X1 + 2X2 ≤ 80 .......... (3)
c). X2 ≥ 15 .......... (4)
d). 5X1 + X2 = 25 .......... (5)
dan X1 , X2 ≥ 0
Ubahlah ke dalam Bentuk Dualnya
Penyelesaian :
Langkah 1,
Transfomasikan ke dalam bentuk kanonik primal ( karena fungsi tujuannya memaksimumkan
maka tanda ketidaksamaannya dibuat ≤ ). Manipulasi dilakukan pada rumus (4) dan (5)
dengan berikut :
*) Kalikan rumus (4) dengan (−1) didapatkan :
− X2 ≤ −15
*) Ganti rumus (5) menjadi ketidaksamaan :
5X1 + X2 ≤ 25 (5a) dan 5X1 + X2 ≥ 25 (5b)
dan rumus (5b) dikalikan dengan (-1) didapat :
− 5X1 − X2 ≤ −25
Dengan demikian diperoleh bentuk kanonik primal menjadi :
Memaksimumkan : Z = 10X1 + 6X2
Syarat ikatan :
a). 2X1 + 3X2 ≤ 90
b). 4X1 + 2X2 ≤ 80
c). − X2 ≤ −15
d). 5X1 + X2 ≤ 25
e). − 5X1 − X2 ≤ −25
dan X1 , X2 ≥ 0
Langkah 2,
Rumuskan bentuk kanonik dari persoalan primal tersebut kedalam bentuk dual, dan diperoleh:
Meminimumkan : F = 90Y1 + 80Y2 − 15Y3 + 25Y4 − 25Y5
syarat ikatan :
a). 2Y1 + 4Y2 − 0Y3 + 5Y4 − 5Y5 ≥ 10
b). 3Y1 + 2Y2 − Y3 + Y4 − Y5 ≥ 6
dan Y1 , Y2 , Y3 , Y4 , Y5 ≥ 0 atau Yi ≥ 0, untuk i = 1, 2, …, 5.
Soal-soal Latihan :
Diketahui Persoalan Primal sebagai berikut, kemudian ubahlah ke dalam Bentuk Dualnya :
1. Meminimumkan Z = 6X1 + 8X2
Dengan syarat ikatan :
3X1 + X2 ≥ 4
5X1 + 2X2 ≤ 10
X1 + 2X2 = 3 dan X1 , X2 ≥ 0
2. Memaksimumkan Z = −X1 + 4X2
Dengan syarat ikatan :
X1 − X2 ≥ 0
− X1 + 2X2 ≤ 2 dan X1 , X2 ≥ 0
3. Meminimumkan Z = 22X1 + 6X2
Dengan syarat ikatan :
11X1 + 3X2 ≥ 33
8X1 + 5X2 ≤ 40
7X1 + 10X2 ≤ 70 dan X1 , X2 ≥ 0
4. Meminimumkan Z = −2X1 + 6X2
Dengan syarat ikatan :
3X1 + 2X2 ≤ 6
X1 − X2 ≥ −1
2X1 − X2 ≥ 2 dan X1 , X2 ≥ 0
Masalah Peubah (Variabel) yang tidak Dibatasi
Jika sebuah peubah Xj tidak dibatasi sebagai perubah non-negatif, maka dapat diganti dengan
dua buah perubah yang baru yaitu Xj+ dan Xj- sehingga :
Xj = Xj+ − Xj- dimana Xj+ ≥ 0 dan Xj- ≥ 0.
Variabel Xj merupakan beda atau sisa dari dua perubah non-negatif Xj+ dan Xj- . Dengan kata
lain Xj merupakan nilai tengah, sedangkan Xj+ dan Xj- adalah perubah deviasi atau simpanan
terhadap perubah nilai tengah atau perubah target.
Contoh :
Andaikan suatu persoalan Program Linier dengan X2 tidak dibatasi syarat non negatif sebagai
berikut :
Maksimumkan Z = 2X1 + 5X2 ........................ (1)
Syarat Ikatan :
3X1 + 2X2 ≤ 6 ........................ (2)
2X1 + 9X2 ≤ 8 ........................ (3)
dan X1 ≥ 0, X2 tidak dibatasi syarat non-negatif.
Penyelesaian :
Perumusan model Program Linier di atas tidak baik karena tidak memenuhi peraturan
Program Linier yang ada, yaitu semua perubah Xj yang menjadi perubah keputusan tidak
boleh negatif. Oleh karena itu X2 disempurnakan menjadi :
X2 = X2+ − X2- dimana X2+ ≥ 0 dan X2- ≥ 0,
maka persoalan diatas menjadi :
Memaksimumkan Z = 2X1 + 5(X2+ − X2- )
Syarat ikatan :
3X1 + 2X2+ − 2X2- ≤ 6
2X1 + 9X2+ − 9X2- ≤ 8
dan X1 ≥ 0, X2+ ≥ 0, X2- ≥ 0.