0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
97 tayangan18 halaman

Studi Kelayakan Usaha Panettaria Bakery

Studi kelayakan bisnis untuk usaha toko roti bernama Panettaria Bakery yang menjual roti impor dan lokal berkualitas. Dokumen ini membahas tentang latar belakang, ruang lingkup, aspek pasar dan pemasaran, organisasi dan rencana bisnis untuk usaha toko roti tersebut."

Diunggah oleh

mutiara
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
97 tayangan18 halaman

Studi Kelayakan Usaha Panettaria Bakery

Studi kelayakan bisnis untuk usaha toko roti bernama Panettaria Bakery yang menjual roti impor dan lokal berkualitas. Dokumen ini membahas tentang latar belakang, ruang lingkup, aspek pasar dan pemasaran, organisasi dan rencana bisnis untuk usaha toko roti tersebut."

Diunggah oleh

mutiara
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

STUDI KELAYAKAN BISNIS

USAHA TOKO ROTI ; "PANETTARIA BAKERY"

OLEH :

MUTIARA ANINDITA H
B11.2017.04677

MATA KULIAH:
STUDY KELAYAKAN BISNIS

DOSEN PEMBIMBING
Dr. Dra. SULISTIYANI,MM

PROGRAM STUDI MANAJEMEN


FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO
TAHUN 2019
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Dewasa ini, perekonomian negara Indonesia menunjukkan kondisi yang kurang


menggembirakan bagi para pelaku usaha dan masyarakat. Tingginya angka inflasi nasional pada
bulan April 2011 yang mencapai 4,01% dan di Banten yang mencapai 3,07 % dan isu kenaikan
maupun isu kenaikan harga BBM menjadi bukti adanya kurang kondusifnya kondisi
perekonomian negara. Dalam kondisi yang seperti ini, masyarakat semakin terpuruk ketika harga
kebutuhan beberapa bahan pokok mengalami peningkatan dan tidak lagi terjangkau yang juga
tidak diimbangi dengan meningkatnya pendapatan masyarakat.
Bagi para pelaku usaha, kondisi yang perlu diperhatikan adalah mengenai bagaimana
daya beli masyarakat di sekitar sehingga bisa memunculkan permintaan dari beberapa penawaran
yang dilakukan oleh perusahaan. Apabila permintaan meningkat memungkinkan pasar menjadi
potensial dan ketika kondisi permintaan menurun menyebabkan kondisi pasar berada pada posisi
yang tidak menguntungkan. Yang perlu diperhatikan adalah mengenai bagaiman tingkat
persaingan, daya beli masyarakat, dan hukum permintaan maupun penawaran itu terjadi pada
kondisi yang demikian.

B. Ruang Lingkup

Berdasarkan latar belakang diatas, maka ruang lingkup permasalahan yang perlu di bahas
dalam hal ini yaitu mengenai gambaran umum tentang kondisi usaha baik potensi maupun bidang
usaha itu sendiri .

a. Gambaran Umum Potensi Usaha

Kalau kita mencermati secara lebih mendetail mengenai kondisi perekonomian negara
yang kurang stabil, maka apabila kita memposisikan diri sebagai pelaku usaha, maka yang
akan telintas pertama kali di benak kita adalah mengenai bagaiman menciptakan seRoti unit
usaha bisnis yang prospektif dan menguntungkan dalam jangka pendek dan jangka panjang
sebagai tempat untuk melakukan investasi. Pemikiran yang kedua adalah dengan modal yang
pas - pasan, produk apa yang akan kita produksi sehingga memunculkan permintaan pasar dan
dapat memberikan keuntungan bagi kita. Kiranya pemikiran tersebut pantas muncul ketika
kita semua terhimpit pada kondisi ekonomi yang sulit.
Oleh karena itu, kita perlu untuk melakukan analisis mengenai hal - hal yang
potensial untuk melakukan usaha agar mampu memberikan manfaat ekonomi bagi kita.
Dengan berbekal pada kebijakan pemerintah tentang kegiatan impor komoditas pertanian hal
ini memungkinkan untuk terbukannya peluang dalam menjalankan usaha yang berkaitan
dengan hal tersebut. Salah satu bentuk usaha bisnis yang bisa dijalankan adalah dengan
mendirikan toko Roti impor. Selain mengacu pada kebijakan pemerintah tentang impor,
mungkin juga sebagai alasan mengapa usaha tersebut punya peluang karena banyak dari
masyarakat kita yang cenderung bangga membeli produk - produk dari luar negeri.

b. Gambaran Umum Industri

Persaingan dalan usaha penjualan Roti memang sudah kompetitif. Banyak sekali kita
jumpai beberapa toko Roti, baik sekala besar ataupun skala kecil, baik itu dilakukan di
toko, kios, outlet, atau tempat berjualan lain seperti di pasar, swalayan, maupun pusat
perbelanjaan modern. Untuk dapat bersaing dalam usaha yang bersangkutan, salah satu
cara yang dilakukan adalah dengan melakukan pemilihan segmen yang tepat, potensial
dan belum banyak digarap oleh pihak lain, kemudian menawarkan beberapa keunggulan
dan nilai lebih bagi konsumen yang menjadi segmen usaha kita.

c. Maksud dan Tujuan

Berdasarkan uraian diatas, maka makdus dan tujuan yang akan di capai dalam hal ini
yaitu mengenai bagaimana seRoti usaha home industri yaitu Panettaria Bakery mampu
memberikan hasil yang baik dan dapat dikatakan layak untuk dijalankan.
BAB II

ASPEK PASAR DAN PEMASARAN

a. Gambaran Umum Prospek Pasar Produk


 Nama Unit Usaha

Unit usaha ini diberi nama Panettaria Bakery dikarenakan bergerak dalam usaha

dagang penjualan Roti dengan kualitas yang baik yang berasal dari Impor maupun

penyortiran terhadap Roti lokal yang memiliki kualitas yang baik.

Nama organisasi : Panettaria Bakery

Pemilik : Mutiara Anindita Handayani

Alamat : Jalan Pandanaran No. 21A & 22 Semarang

Telp : (024) 9115424

 Lokasi Usaha

b. Legalitas Usaha

Dari segi legalitas usaha, unit usaha ini beberapa dokumen badan hukum untuk

melaksanakan usaha bisnis sebagai bekal agar usaha yang dilaksanakan berjalan lancar di

kemudian hari karena unit usaha ini skalanya adalah impor. Beberapa dokumen hukum yang

dimiliki berkaitan dengan aspek hukum adalah :

a. Badan hukum
c.
Untuk usaha ini yaitu berupa PT. Karena usaha yang kami lakukan sifatnya

merupakan usaha bersama dengan modal bersama dan keuntungan dibagi bersama
berdasarkan besarnya Inbreng dari masing masing pemodal, dimana seluruh aktivitas yang

timbul dalam pengelolaan menjadi tanggung jawab PT.


d.
Selain itu, badan hukum yang didirikan berdasarkan perjanjian, melakukan kegiatan

usaha dengan modal dasar yang seluruhnya terbagi dalam saham, badan hukumnya

merupakan subyek hukum dan kekayaan yang terpisah (modal ).

b. Tanda daftar perusahaan dan Surat ijin usaha

Usaha toko Roti impor memiliki ujin usaha dari dinas perindustrian dan perdagangan

dan sudah terdaftar sebagai pelaku usaha penjualan komoditas Roti impor. Sesuai dengan

UUno. 3/1982 ttg Wajib Daftar Perusahaan, Perusahaan adalah setiap bentuk badan usaha

yang menjalankan setiap usaha yang bersifat tetap dan terus menerus didirikan, bekerja, serta

berkedudukan dalam wilayah negara Indonesia dengan tujuan memperoleh keuntungan/laba.

c. NPWP

Sebagai unit bisnis, kami juga mendaftarkan NPWP atas aktiva usaha kami ke

Departemen Perpajakan setempat. NPWP merupakan nomer yang diberikan kepada wajib

pajak sebagai sarana dalam administrasi perpajakan yang dipergunakan sebagai tanda

pengenal diri atau identitas bagi wajib pajak dalam melaksanakan hak dan kewajiban

perpajakannya.

d. Ijin Domisili dan IMB

Karena unit usaha toko Roti impor ini akan didirikan di atas sebidang tanah demi

kelancaran usaha maka kami selaku pengusaha juga melakukan perijian untuk pengeringan

tanah. Artinya bahwa kami melakukan pengalihfungsian lahan yang semula untuk pertanian

menjadi bangunan untuk tempat usaha. Selain itu juga kami melakukan perijinan kepada

pemerintah daerah setempat untuk ijin domisili, karena nantinya selaha berlangsung beberapa

karyawan kami akan ada yang tinggal dan menetap di tempat tersebut.

c. Organisasi
MUTARA A
PEMILIK

MARDA FIO
PEMASARAN PRODUKSI

A. Pemilik
Bertanggung jawab atas perencanaan, pengkoordinasian, pengarahan, dan pengawasan, serta
peningkatan mutu.
Job description :
1. Memimpin dan mengendalikan semua kegiatan usaha cupcakes hias jelita,
2. Merencanakan dan menyusun program kerja,

B. Produksi
Job description:
1. Mengkoordinir dan mengawasi serta memberikan pengarahan kerja kepada setiap karyawan
untuk menjamin kesinambungan dalam produksi,
2. Memonitor pelaksanaan rencana produksi,
3. Bertanggung jawab atas pengendalian bahan baku dan efisiensi pengunaan tenaga kerja,
peralatan, dan mesin.

C. Pemasaran
Job Description:
1. Mengumpulkan, mengolah, menganalisis, dan menyajikan data dan informasi,
2. Mengendalikan pelaksanaan program pemasaran cupcakes jelita, meliputi : pembuatan dan
stock usaha, penetapan dan pengendalian harga, pemasaran, serta aspek lain yang berkaitan
dengan pemasaran,
3. Menentukan pasar sasaran,
4. Memahami kebutuhan konsumen/calon konsumen serta memberikan jalan keluar/solusi,
5. Memonitor kepuasan konsumen, mengevaluasi persaingan, serta mengidentifikasikan
kecenderungan dan peluang pasar.
ASPEK PEMASARAN

1) Segmentasi, Targeting dan Positioning

a. Segmentasi
Dalam segmentasi geografis pada usaha Panettaria Bakery segmentasi yang
dituju adalah semua masyarakat umum di kota Semarang. Khususnya bagi masyarakat
yang mengadakan seperti acara event-event kecil yang memerlukan cemilan ringan seperti
roti bakery untuk menghilangkan rasa lapar untuk sementara dan juga untuk masyarakat
pecinta roti dan berkualitas dengan kaya kandungan vitamin dan protein tinggi yang baik
untuk kesehatan tubuh. Segmentasi Green Bread Danie’s Bakery dilihat dari aspek
geografis (Pengelompokan dilakukan berdasarkan faktor geografisnya), aspek demografis
(Pengelompokan dilakukan bersarkan variabel usia dan jenis kelamin), aspek psikografis
(Pengelompokan berdasarkan pada karakteristik setiap konsumen).

b. Targeting

Yang menjadi target market adalah Ibu rumah tangga, eksekutif muda, dan retail Roti.

c. Positioning

Kami ingin menciptakan image atau citra perusahaan di benak konsumen sebagai Toko

Roti impor terlengkap, nyaman, menjual Roti berkualitas dengan harga yang pas dan rasa yang

nikmat.

2) Perkiraan Permintaan dan Penawaran


a. Perkiraan Permintaan

Permintaan adalah keinginan akan produk-produk tertentu yang di dukung oleh


kemampuan untuk membayar, menurut Kotler dan Amstrong (2012). Berkaitan dengan
permintaan konsumen di suatu toko roti , maka penulis melakukan survey ke beberapa toko
roti di Kota Semarang di antaranya (Antasari bakery, Melissa Bakery, Mom Bakery,
Sharena, dan Wonder)
 Tabel Perkiraan Permintaan Roti di beberapa Toko Roti di Kota Palembang

Brand Roti Jumlah


Permintaan /
hari
Antasari Bakery 210 buah
Mom Bakery 125 buah
Melissa Bakery 80 buah
Sharena 240 buah
Wonder Bakery 110 Buah
Jumlah / Buah 765 Buah

b. Perkiraan Penawaran

Penawaran (supply) adalah merupakan jumlah dari suatu barang tertentu yang mau
dijual pada berbagai kemungkinan harga, dalam jangka waktu tertentu.
 Tabel Jumlah Penawaran di Kota Semarang

Penawaran Penawaran Penawaran


Pesaing
Perhari Perbulan Pertahun

Antasari
190 pcs 5.700 pcs 68.400 pcs
Bakery
MoM
120 pcs 3.600 pcs 43.200 pcs
Bakery
Melissa
65 pcs 2.550 pcs 30.600 pcs
Bakery
Sharena 210 pcs 6.300 pcs 75.600 pcs

Wonder
115 pcs 3.250 pcs 41.400 pcs
Bakery
259.200
Total 700 pcs 21.400 pcs pcs
Rata-
140 pcs 4.280 pcs 51.840 pcs
Rata

3) Rencana Penjualan dan Pangsa Pasar

Tah Permint Penawa Peluang Rata- Pang Renc


un aan ran Pasar rata sa ana
/ pcs Pesaing (C) Penjual Pasar Penju
(A) (B) an (E) alan
(D) (F)
2017 263.816 259.200 4.616 51.840 18.15 6.981
%

2018 267.773 263.088 4.685 52.617 18.14 7.082


%

2019 271.789 267.034 4.755 53.406 18.13 7.184


%

4) Strategi Pemasaran Perusahaan terhadap Pesaing


 Produk
Roti Panettaria Bakery menggunakan bahan dasar tepung organik yang
berprotein tinggi dan sayuran seperti sawi putih, jagung, brokoli, wortel, ubi
jalar ungu dan tambahan dari berbagai bahan dasar umumnya untuk proses
pembuatan roti seperti gula pasir, susu bubuk, air es, garam, ragi (pengembang
roti), margarin dan telur ayam. Serta menggunakan buah-buahan segar sebagai
topping/rasa.

 Logo Usaha Panettaria Bakery


 Harga (Price)
Nama Roti Isi Topping Harga

Roti Tawar Gandum Mix fruit Blueberry, Strawberry, Rp 25.000,-


nanas, jeruk, dan kismis
Brownies Strawberry Buah strawberry dan Rp 12.000,-
almond
Cupcake Blueberry Buah blueberry Rp 9000,-

Doughnuts Pisang Vanilla, coklat, Taro, dan Rp 6.000,-


green tea

5) Promosi (Promotion)
 Periklanan (Advertising)
Untuk terus dapat mengenal Panettaria Bakery untuk konsumen yang ada di Kota
Semarang, Panettaria Bakery akan terus melakukan kegiatan promosi yang akan
selalu menarik perhatian konsumen baru ataupun konsumen yang sudah menjadi
pelanggan setianya Panettaria Bakery.

Contoh Brosur Panettaria Bakery


 Media Sosial (Sosial Network)
Panettaria Bakery memanfaatkan suatu jaringan social media untuk memperkenalkan
dan menawarkan produk roti yang di tawarkan oleh Panettaria Bakery. Suatu kegiatan
promosi yang di lakukan oleh Panettaria Bakery dengan cara mempromosikan dan
mengiklankan produk dengan menggunakan sosial media.
 Promosi Penjualan (Sales Promotion)

Dengan strategi promosi yang memberikan discount untuk pembelian minimal 3


kotak dapat diberikan potongan harga atau discount sebesar 5% dari jumlah total harga jual
roti yang di beli oleh konsumen. Serta pembagian voucher secara acak kepada pembeli.
 Event

Panettaria Bakery juga akan ikut serta dengan mengikuti acara seperti pesta-pesta kuliner,
bazzar, dan pameran guna untuk memperkenalkan dan pendekatan akan suatu produk kepada
konsumen baru Panettaria Bakerykepada masyarakat Kota Semarang.

BAB III
ANALISIS SWOT

a) Kekuatan (Stenght)
 Bahan baku berkualitas baik.
 Harga relatif murah dan terjangkau.
 Lokasi yang mudah dijangkau.
 Produk yang tahan lama selama 3 hari Bahan baku yang dipakai kaya manfaatnya.

b) Kelemahan (Weaknesses)
 Merk yang belum terkenal
 Harga bahan baku yang sering naik.

c) Peluang (Oportunities)
 Masih ada sedikitnya pesaing yang memiliki inovasi baru terhadap bahan baku
pembuatan roti yang menggunakan bahan tambahan seperti buah-buahan segar.
 Masih banyak pangsa pasar yang belum terpenuhi oleh pesaing.
 Belum ada pesaing sejenis yang menggunakan bahan dasar roti menggunakan bahan
dasar buah.

d) Ancaman (Threats)
 Adanya pesaing baru.
 Adanya pesaing usaha sejenis.
 Pajak usaha naik.

BAB IV
ASPEK KEUANGAN

A. Kebutuhan Dana Investasi

a. Investasi harga tetap


Investasi ini mencapai Rp 5.000.000,-
b. Biaya pra operasi
Biaya pra operasi mencapai Rp 375.600.000,- yang digunakan untuk proses
pembelian tanah dan mendirikan bangunan.
c. Modal kerja
Modal kerja digunakan untuk membiayai seluruh aktiva lancar yang mencapai Rp
155.000.000,-
Total kebutuhan dana Investasi = Rp 535.600.000

B. Rencana Pembelanjaan dan Sumber Dana


a. Modal sendiri
Modal sendiri Rp 775.200.000,-
b. Pinjaman bank
Pinjaman dari bank Rp 89.000.000,-

C. Rencana Kebutuhan Dana

a. Aktiva Tetap

• Tanah 500m2 Rp 175.000.000


• Bangunan, 150 m2 Rp 150.000.000
• Rak pendingin, 25 Roti Rp 30.000.000
• Troli, 4 Roti Rp 1.500.000
• Kranjang tas Roti, 9 Roti Rp 100.000
• Timbangan, 4 Roti Rp 1.000.000
• Komputer dan Machin Teller, 2 Roti Rp 6.000.000
• Motor 1 Roti Rp 12.000.000 +
Jumlah Aktiva Tetap Rp 375.600.000

c. Aktiva Lancar

• Kas Rp 150.000.000
• Roti lokal Rp 5.000.000 +
Jumlah Aktiva Lancar Rp 155.00.000
Total Aktiva Rp 530.600.000

D. Proyeksi Keuangan

a. Proyeksi pendapatan

• Pendapatan per hari Rp 7.000.000


• Pendapatan per bulan Rp 210.000.000
• Pendapatan per tahun RP [Link]

b. Proyeksi biaya per tahun

• Pengadaan Roti Rp 50.000.000


• Gaji karyawan
- 1 Pimpinan Rp 22.000.000
- 2 Manajer Rp 21.500.000
- 1 Pelayan toko Rp 2.200.000
- 1 Karyawan gudang Rp 1.400.000
- 1 Driver Rp 1.400.000
- 1 Clining Service Rp 1.200.000
Jumlah gaji karyawan Rp 49.700.000
• Biaya listrik Rp 8.000.000
• PBB Rp 2.400.000
• PPn Rp 200.000.000
• Biaya Telp. Rp 2.000.000

• Perlengkapan kebersihan Rp 550.000


• Dep bangunan gedung 20th RP 27.000.000
• Dep Komp/Machin Teller 2th RP 1.000.000
• Dep kendaraan 5th Rp 16.000.000
• Dep sofa 2th Rp 3.500.000
• Dep rak pendingin 3th Rp 20.000.000
• Dep troli 5th Rp 2.000.000
• Dep timbangan 2th Rp 500.000
• Dep keranjang 1th Rp 1.000.000
Jumlah Biaya Rp 311.500.000

1. Proyeksi rugi / laba

Perhitungan laba /rugi yaitu dengan menghitung selisih dari pendapatan dengan
pengeluaran.
Laba/Rugi = Pendapatan – Pengeluarn
Rp [Link]– Rp 311.500.000
Rp [Link]
Dengan demikian laba yang diperoleh per tahun dalam penjualan Roti adalah
sebesar Rp Rp [Link]

1 Proyeksi kemampuan pelunasan hutang

Hutang dilunasi dalam jangka waktu 10 tahun dengan bungan 12 % per tahun.

2 Perhitungan kelayakan usaha


1. Dengan metode Payback Periode

Payback Period = Investasi x 1 tahun


Arus Cash Inflow
• Arus Cash Flow = EAT + Depresiasi
• Aktiva tetap Rp 375.600.000
• Depresiasi Rp 71.000.000 per tahn
= diperoleh dari total depresi
Beban Depresiasi
• Keuntungan bersih per tahun = Omset per tahun – biaya operasional

Rp [Link]– Rp 311.500.000 = Rp [Link]

• Hari kerja per tahun diasumsikan 336 hari


Misalkan usaha tersebut setelah dikurangi pajak 15 % adalah
EAT= 30 % x Rp [Link]

EAT= Rp 662.550.000

2. Dengan metode Rate of Return


Yaitu dengan membandingkan Rata – rata EAT dengan Rata- rata Investasi
Misalkan pendapatan per tahun adalah sebagai berikut ;

Tahun Pendapatan (Rp)

1 Rp [Link]
2 Rp [Link]
3 Rp [Link]
4 Rp [Link]
5 Rp [Link]
6 Rp [Link]
7 Rp [Link]
8 Rp [Link]
9 Rp 900.000.000
10 Rp 950.000.000

Total Rp [Link]

3. Dengan metode Net Present Value ( NPV )


PV
EAT + Depresiasi Diskon Faktor 20%
Rp [Link] 0,8333 Rp 1.161,570.202
Rp [Link] 0,6944 Rp 955.494.400
Rp [Link] 0,5787 Rp 773.143.200
Rp [Link] 0,4822 Rp 651.452.200
Rp [Link] 0,4018 Rp 437.962.000
Rp [Link] 0,3348 Rp 454.658.400
Rp [Link] 0,2790 Rp 365.490.000
Rp [Link] 0,2325 Rp 276.675.000
Rp 996.000.000 0,1938 Rp 193.024.800
Rp [Link] 0,1615 Rp 167.960.000

Total PV Rp [Link]
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Dari hasil analisis beberapa faktor, ternyata usaha toko Roti mampu

memberikan hasil yang baik dan dapat dikatakan layak untuk dijalankan. Terlebih

ketika ada dukungan dari beberapa kebijakan pemerintah yang mengarah pada

pemanfaatansektor impor, dan kesadaran masyarakat akan pentingnya mengkonsumsi

Roti - Rotian segar sebagai makanan penambah vitamin guna menjaga kesehatan,

serta tingkat persaingan yang belum terlalu kompetitif, maka kondisi tersebut

memberikn pelung yang baikuntuk dibidik dijadikan peluang usaha. Peluang tersebut

memberikn rasa optimis untuk menjalankan usaha ini.

B. Saran

Dalam menjalankan usaha penjualan Roti, yang perlu untuk diperhatikan

adalah mengenai bagaimana menjaga stabilitas pasokan Roti yang berkualitas dan

mencari segmen yang tepat. Penentuan lokasi juga menentukan dalam memasarkan

Roti.

Anda mungkin juga menyukai