0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
25 tayangan16 halaman

Pedoman UKM Kesehatan Lingkungan Puskesmas

Pedoman ini memberikan panduan pelaksanaan UKM Kesling di Puskesmas Gunungpati Kota Semarang. UKM Kesling meliputi konseling, inspeksi, dan intervensi lingkungan untuk mencegah penyakit akibat faktor lingkungan dan meningkatkan kesehatan masyarakat. Sasaran kegiatan adalah rumah tangga, sekolah, dan fasilitas umum. Ruang lingkup meliputi kegiatan di dalam dan luar gedung puskesmas.

Diunggah oleh

Mila
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
25 tayangan16 halaman

Pedoman UKM Kesehatan Lingkungan Puskesmas

Pedoman ini memberikan panduan pelaksanaan UKM Kesling di Puskesmas Gunungpati Kota Semarang. UKM Kesling meliputi konseling, inspeksi, dan intervensi lingkungan untuk mencegah penyakit akibat faktor lingkungan dan meningkatkan kesehatan masyarakat. Sasaran kegiatan adalah rumah tangga, sekolah, dan fasilitas umum. Ruang lingkup meliputi kegiatan di dalam dan luar gedung puskesmas.

Diunggah oleh

Mila
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PEDOMAN

PENYELENGGARAAN UKM
KESEHATAN LINGKUNGAN (KESLING)
UPTD PUSKESMAS GUNUNGPATI

Nomor : B/V/PD/I/17/45.5
Revisi Ke : 00
Berlaku Tgl : 25 Januari 2017

PEMERINTAH KOTA SEMARANG


DINAS KESEHATAN
UPTD UPTD PUSKESMAS
GUNUNGPATI
Jln. Mr. Wuryanto No.38 Gunungpati Telp. (024) 6932140
Kode Pos 50225 Semarang
Email: puskesmasgunungpati@[Link]
KATA PENGANTAR

Alhamdulillah atas rahmat dan hidayah-Nya, kami dapat menyelesaikan Pedoman


Penyelenggaraan UKM Kesling UPTD Puskesmas Gunungpati Kota Semarang. Pedoman ini
kami susun sebagai salah satu upaya memberikan acuan dan kemudahan dalam pelaksanaan
UKM Kesling di UPTD Puskesmas Gunungpati Kota Semarang.
UKM Kesling merupakan salah satu pelayanan wajib puskesmas termasuk di UPTD
Puskesmas Gunungpati yang mempunyai peranan strategis mendukung peningkatan
pencapaian target lintas program dan diharapkan berdampak pada peningkatan kinerja
puskesmas.
Akhirnya perkenankanlah kami menyampaikan ucapan terimakasih atas bimbingan,
bantuan, kerjasama dan partisipasinya kepada semua pihak yang terlibat dalam proses
penyusunan Pedoman Penyelenggaraan UKM Kesling di UPTD Puskesmas Gunungpati.

Koordinator UKM Kesling

UPTD Puskesmas Gunungpati

SAIFUL BAHRI,SKM
NIP. 19830725 201001 1 014
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL...................................................................................................... i

KATA PENGANTAR .................................................................................................... ii

DAFTAR ISI ................................................................................................................. iii

BAB I PENDAHULUAN.......................................................................................... 1

A. Latar Belakang ...................................................................................... 1

B. Tujuan .................................................................................................... 2

C. Sasaran .................................................................................................. 2

D. Ruang Lingkup ...................................................................................... 2

E. Batasan Operasional .............................................................................. 2

BAB II STANDAR KETENAGAAN......................................................................... 5

A. Kualifikasi Sumber Daya Manusia ....................................................... 5

B. Distribusi Ketenagaan ........................................................................... 5

C. Jadwal Kegiatan .................................................................................... 5

BAB III STANDAR FASILITAS................................................................................. 6

A. Denah Ruang ......................................................................................... 6

B. Standar Fasilitas .................................................................................... 6

BAB IV TATA LAKSANA PELAYANAN ................................................................ 8

A. Lingkup Kegiatan ..................................................................................... 8

B. Metode ...................................................................................................... 10

C. Langkah Kegiatan ..................................................................................... 11


BAB V LOGISTIK...................................................................................................... 13

BAB VI KESELAMATAN SASARAN....................................................................... 14

BAB VII PENGENDALIAN MUTU............................................................................ 17

BAB VIII PENUTUP...................................................................................................... 18


BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Kesehatan lingkungan sebagai salah satu upaya kesehatan ditujukan untuk


mewujudkan kualitas lingkungan yang sehat, baik fisik, kimia, biologi, maupun sosial
yang memungkinkan setiap orang mencapai derajat kesehatan yang setinggi-
tingginya, sebagaimana tercantum dalam Pasal 162 Undang-Undang Nomor 36 Tahun
2009 tentang Kesehatan. Ketentuan mengenai penyelenggaraan kesehatan lingkungan
selanjutnya diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2014 tentang
Kesehatan Lingkungan, yang pengaturannya ditujukan dalam rangka terwujudnya
kualitas lingkungan yang sehat tersebut melalui upaya pencegahan penyakit dan/atau
gangguan kesehatan dari faktor risiko kesehatan lingkungan di permukiman, tempat
kerja, tempat rekreasi serta tempat dan fasilitas umum.
Untuk mengatasi permasalahan kesehatan masyarakat terutama karena
meningkatnya penyakit dan/atau gangguan kesehatan yang diakibatkan oleh Faktor
Risiko Lingkungan, Pemerintah telah menetapkan Puskesmas sebagai fasilitas
pelayanan kesehatan terdepan yang menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat
dan upaya kesehatan perorangan tingkat pertama dengan lebih mengutamakan upaya
promotif dan preventif untuk mencapai derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-
tingginya di wilayah kerjanya. Dalam pengaturan Puskesmas ditegaskan bahwa salah
satu upaya kesehatan masyarakat yang bersifat esensial adalah berupa Pelayanan
Kesehatan Lingkungan. Upaya kesehatan masyarakat esensial tersebut harus
diselenggarakan oleh setiap Puskesmas untuk mendukung pencapaian standar
pelayanan minimal kabupaten/kota bidang kesehatan.

B. Tujuan Pedoman
Tujuan Umum :
Sebagai pedoman bagi petugas dalam menyelenggarakan pelayanan kesehatan
lingkungan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui upaya
preventif, promotif, dan kuratif yang dilakukan secara terpadu dan
berkesinambungan.

Tujuan Khusus :
a. Menurunkan angka penyakit dan/atau gangguan kesehatan yang diakibatkan oleh
Faktor Risiko Lingkungan dan meningkatnya kualitas kesehatan lingkungan.
b. Meningkatnya pengetahuan, kesadaran, kemampuan, dan perilaku masyarakat untuk
mencegah penyakit dan/atau gangguan kesehatan yang diakibatkan oleh Faktor
Risiko Lingkungan, serta untuk mewujudkan perilaku hidup bersih dan sehat.
c. Terciptanya keterpaduan kegiatan lintas program dan lintas sektor dalam
pengendalian penyakit dan penyehatan lingkungan dengan memberdayakan
masyarakat.

C. Sasaran Pedoman
Pelayanan UKM Kesling memiliki sasaran yaitu :
1. Rumah Sehat, SAM, TTU dan TPM
2. Pasien/Masyarkat yang berkunjung di puskesmas
3. Sekolah, PDAM, BP SPAMS)
4. Rumah

D. Ruang Lingkup Pedoman

Kegiatan Pelayanan Kesehatan Lingkungan Puskesmas dilaksanakan di dalam


gedung dan luar gedung Puskesmas , meliputi:
1. Konseling;
2. Inspeksi Kesehatan Lingkungan.
3. Intervensi / tindakan kesehatan lingkungan.
4. Pemberdayaan masyarakat dengan STBM ( Sanitasi Total Berbasis Masyarakat )

E. Batasan Operasional

Pelayanan Kesehatan Lingkungan adalah kegiatan atau serangkaian kegiatan yang


ditujukan untuk mewujudkan kualitas lingkungan yang sehat baik dari aspek fisik,
kimia, biologi, maupun sosial guna mencegah penyakit dan/atau gangguan kesehatan
yang diakibatkan oleh faktor risiko lingkungan.

Pasien / Klien adalah setiap orang yang melakukan konsultasi masalah kesehatan
untuk memperoleh pelayanan kesehatan yang diperlukan, baik secara langsung
maupun tidak langsung di Puskesmas.

Faktor Risiko Lingkungan adalah hal, keadaan, atau peristiwa yang berkaitan dengan
kualitas media lingkungan yang mempengaruhi atau berkontribusi terhadap terjadinya
penyakit dan/atau gangguan kesehatan.

Konseling adalah hubungan komunikasi antara Tenaga Kesehatan Lingkungan


dengan pasien yang bertujuan untuk mengenali dan memecahkan masalah kesehatan
lingkungan yang dihadapi.

Inspeksi Kesehatan Lingkungan adalah kegiatan pemeriksaan dan pengamatan secara


langsung terhadap media lingkungan dalam rangka pengawasan berdasarkan standar,
norma, dan baku mutu yang berlaku untuk meningkatkan kualitas lingkungan yang
sehat.
Intervensi Kesehatan Lingkungan adalah tindakan penyehatan, pengamanan, dan
pengendalian untuk mewujudkan kualitas lingkungan yang sehat baik dari aspek fisik,
kimia, biologi, maupun sosial.

F. Landasan Hukum
1. Undang-undang No.36 tahun 2009 tentang Kesehatan

2. Permenkes No. 75 tahun 2014 tentang Puskesmas


3. Peraturan Pemerintah No 66 Th 2014 tentang Kesehatan Lingkungan
4. Tambahan Lembaran Negara Penjelasan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 66
Tahun 2014 tentang kesehatan lingkungan
5. Permenkes No. 951/Menkes/SK/V/2000 tentang Upaya Kesehatan Dasar
6. Permenkes No. 13 tahun 2015 tentang Pelayanan Kesling di Puskesmas
7. Permenkes No. 3 tahun 2014 tentang Sanitasi Total Berbasis Masyarakat.
8. Permenkes No. 32 tahun 2013 tentang Penyelengaraan Pekerjaan Tenaga
Sanitarian.
9. Permenkes No. 44 tahun2016 tentang Pedoman Manajemen Puskesmas
10. Permenkes No. 39 tahun 2016 tentang Pedoman Penyelenggaraan Program
Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga.

BAB II
STANDAR KETENAGAAN

A. Kualifikasi Sumber Daya Manusia

Sumber daya manusia dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan lingkungan


meliputi tenaga kesehatan dan tenaga non kesehatan yang memiliki kompetensi
yang sesuai dengan kegiatan.
Kemampuan teknis sumber daya manusia sebagaimana dimaksud sebelumnya
diperoleh melalui pendidikan dan/ atau pelatihan yang dibuktikan dengan
sertifikat kompetensi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

B. Distribusi Ketenagaan

No. SDM Distribusi Keterangan


1. Medis Ikut menyelenggarakan Kegiatan Pelayanan
pelayanan kesehatan Kesling meliputi :
lingkungan di dalam gedung1) Konseling
2. Paramedis Pelaksana kegiatan
2) Inspeksi Kesehatan
(Sanitaran, pelayanan kesehatan
Lingkungan
Bidan, lingkungan di dalam dan di
3) Intervensi Kesehatan
Perawat, luar gedung
Lingkungan
Nutrisionis)
3. Analis Lab Pelayanan Laborat

4. Apoteker Pelayanan Obat

5. Rekam Medik Melakukan pencatatan Kegiatan rekam simpus


kasus dalam gedung dan pcare BPJS
6 Sopir Melakukan tenaga
transportasi untuk kegiatan
di luar gedung
7 Tenaga Melakukan perawatan
kebersihan kebersihan baik di luar
maupun di dalam gedung

C. Jadwal Kegiatan

Jadwal pelaksanaan kegiatan pelayanan kesehatan lingkungan disepakati dan


disusun bersama lintas program dan lintas sektor :

JENIS
NO LOKASI WAKTU PELAKSANA
KEGIATAN
1. Konsultasi Sanitasi Puskesmas Senin, Koordinator
Rabu, UKM Kesling
Jum’at
2. Inspeksi Kesehatan Wilayah Kerja Senin s/d Pelaksana
Lingkungan Puskesmas Sabtu UKM Kesling
Gunungpati
3. Intervensi Wilayah Kerja Senin s/d Pelaksana
Kesehatan Puskesmas Sabtu UKM Kesling
Gunungpati
Lingkungan
4 Pemberdayaan Wilayah Kerja Senin s/d Pelaksana
masyarakat dengan Puskesmas Sabtu UKM Kesling
Gunungpati
STBM ( Sanitasi
Total Berbasis
Masyarakat )
BAB III

STANDAR FASILITAS

A. Denah Ruang dan Alur Kegiatan Pelayanan Kesling Puskesmas Gunungpati

Gambar 1. Denah Ruang


Gambar 2. Alur Kegiatan Pelayanan Kesling

B. Standar Fasilitas

1. Pedoman Pelayanan Kesehatan Lingkungan di Puskesmas : Permenkes No.13


tahun 2015

2 Standart Pelayanan Minimum : Permenkes No. 43 Tahun 2016

3. Pedoman Manajemen Puskesmas : Permenkes No. 44 Tahun 2016

4. Buku panduan :

a. Buku panduan pelayanan klinik sanitasi dalam dan luar gedung

b. Buku panduan pelaksanaan STBM : Permenkes No. 3 Tahun 2014

c. Buku panduan pengamatan dan pengawasan faktor resiko kesehatan


lingkungan sekolah dan kantin sekolah

d. Buku panduan pengamatan dan pengawasan faktor resiko kesehatan


lingkungan puskesmas

e. Buku panduan pengamatan dan pengawasan faktor resiko kesehatan


lingkungan tempat pengelolaan makanan

f. Buku panduan pengamatan dan pengawasan Sarana Air Bersih


g. Buku panduan pengamatan dan pengawasan Tempat Pembuangan Sampah

h. Buku panduan pengamatan dan pengawasan Tempat – Tempat Umum

i. Buku panduan pengamatan dan pengawasan Depot Air Minum (DAM)

j. Buku panduan pengamatan dan pengawasan Industri Rumah Tangga

5. SPO

6. SDM

7. Blangko Inspeksi Sanitasi (IS)

8. Lemari arsip

9. Sarana transportasi

BAB IV
TATALAKSANA PELAYANAN

A. Lingkup Kegiatan Pelayanan Kesehatan Lingkungan

Klinik Sanitasi adalah konseling pasien/klien dengan petugas kesehatan lingkungan


yang bertujuan untuk mengenali dan memecahkan masalah kesehatan lingkungan
yang dihadapi.

Petugas Kesehatan Lingkungan melakukan Inspeksi Sanitasi berupa pemeriksaan dan


pengamatan secara langsung terhadap media lingkungan dalam rangka pengawasan
berdasarkan standar, norma, dan baku mutu yang berlaku untuk meningkatkan
kualitas lingkungan yang sehat.
Petugas Kesehatan lingkungan melakukan Intervensi berupa penyuluhan personal,
penyuluhan kelompok, dan penyuluhan massa, rekomendasi kepada lintas program
dan lintas sektor yang terkait maupun advokasi terhadap pemilik/penanggungjawab.

B. Metode Pelayanan Kesehatan Lingkungan

1. Konseling dilakukan terhadap Pasien/Klien

2. Inspeksi Kesehatan Lingkungan dilakukan dengan cara:


a. Pengumpulan data dengan wawancara.
b. Pengamatan fisik media lingkungan;
c. Pengukuran media lingkungan di tempat;
d. Uji laboratorium; dan/atau
e. Analisis risiko kesehatan lingkungan.
3. Intervensi Kesehatan Lingkungan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat
berupa:
a. Komunikasi, informasi, dan edukasi, serta penggerakan/pemberdayaan
masyarakat;
b. Perbaikan dan pembangunan sarana;
c. Pengembangan teknologi tepat guna; dan/atau
d. Rekayasa lingkungan.
4. Pemberdayaan masyarakat dengan STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat)
berupa
a. Pemicuan
b. Tidak menjanjikan bantuan apapun
c. Menggali sumber daya yang ada di masyarakat

C. Langkah Kegiatan

Langkah kegiatan Program Kesehatan Lingkungan di Puskesmas Gunungpati


meliputi tahap Perencanaan, Pelaksanaan serta Pengawasan, Pengendalian dan
Penilaian.

1. Perencanaan

Perencanaan kegiatan Pelayanan Kesehatan lingkungan di Puskesmas Gunungpati


dilakukan melalui tahapan antara lain
a. Persiapan

Tahap persiapan meliputi pengumpulan data yang berkaitan dengan upaya


Kesehatan Lingkungan antara lain data Cakupan layanan Air Bersih,
Cakupan layanan fasilitas sanitasi (Jamban, Spal, Pengelolaan Sampah,
Rumah Sehat) data SDM kesehatan dan ketersediaan sarana prasarana yang
berkaitan.
b. Analisis Situasi
Dari hasil pengumpulan data akan didapatkan permasalahan yang terkait
resiko kesehatan lingkungan termasuk diantaranya.
2. Penyusunan Rencana Anggaran Kegiatan

RAK disusun berdasarkan hasil evaluasi data tahun sebelumnya dan hasil analisis
masalah yang ditemukan.
3. Penyusunan Rencana Pelaksanaan Kegiatan

RPK disusun secara terpadu/terintegrasi dengan semua kegiatan yang


dilaksanakan di Puskesmas secara utuh merinci kegiatan-kegiatan yang dibiayai
dari berbagai sumber yang ada di Kota Semarang.
4. Penggerakkan dan Pelaksanaan Kegiatan

Penggerakkan dan Pelaksanaan kegiatan pengendalian PTM meliputi tahapan


yaitu :
a. Penempatan semua pihak yang terkait dengan pelaksanaan kegiatan
puskesmas, sesuai dengan tugas dan funginya masing-masing.

b. Pelaksanaan kegiatan secara terintegrasi.

c. Tiga pendekatan yang tergantung situasi dan kondisi target sasaran antara lain :

i. Informasi untuk target atau sasaran,

ii. Legitimacy dengan menyakinkan individu/kelompok sasaran bahwa


kegiatan bermanfaat sehingga pelaksanaan kegiatan mendapat dukungan,

iii. Prestige dengan menyakinkan bahwa dukungan individu atau kelompok


sasaran akan mendatangkan kebanggaan baginya.

BAB V
LOGISTIK

Kebutuhan dana dan logistik untuk pelaksanaan kegiatan Program Kesehatan


Lingkungan direncanakan dalam pertemuan lokakarya mini lintas program maupun
lintas sektor sesuai dengan tahapan kegiatan dan metode pembinaan Kesehatan
Lingkungan yang akan dilaksanakan.
Pendanaan Pembinaan Kesehatan Lingkungan menurut PERMENKES RI No 82
Tahun 2014 dapat berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara, Anggaran
Pendapatan dan Belanja Daerah, Swasta ataupun Lembaga donor sesuai dengan
ketentuan peraturan perundang-undangan.
Sumber pendanaan lain untuk kegiatan UKM dapat berasal dari BOK maupun BPJS
sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.
BAB VI
KESELAMATAN SASARAN

Dalam perencanaan sampai dengan pelaksanaan kegiatan Program Kesehatan


Lingkungan perlu diperhatikan keselamatan sasaran dengan melakukan identifikasi
resiko terhadap segala kemungkinan yang dapat terjadi pada saat pelaksanaan
kegiatan.
Upaya pencegahan resiko terhadap sasaran harus dilakukan untuk tiap-
tiap kegiatan yang akan dilaksanakan.
BAB VIII
PENGENDALIAN MUTU

Pengendalian mutu adalah kegiatan yang bersifat rutin yang dirancang untuk
mengukur dan menilai mutu pelayanan. Pengendalian mutu sangat berhubungan dengan
aktifitas pengawasan mutu, sedangkan pengawasan mutu merupakan upaya untuk menjaga
agar kegiatan yang dilakukan dapat berjalan sesuai rencana dan menghasilkan keluaran yang
sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.
Kinerja pelaksanaan dimonitor dan dievaluasi dengan menggunakan indikator sebagai
berikut:
A. Ketepatan pelaksanaan kegiatan sesuai dengan jadwal;
B. Kesesuaian petugas yang melaksanakan kegiatan;
C. Ketepatan metoda yang digunakan;
D. Tercapainya indikator kesehatan lingkungan
Hasil pelaksanaan kegiatan monitoring dan evaluasi serta permasalahan yang ditemukan
dibahas pada tiap pertemuan lokakarya mini tiap bulan.
BAB IX
PENUTUP

Pedoman pelaksanaan upaya kesehatan gizi ini dibuat untuk memberikan petunjuk
dalam pelaksanaan kegiatan pelayanan UKM Kesling di UPTD Puskesmas Gunungpati,
penyusunan pedoman disesuaikan dengan kondisi riil yang ada di puskesmas, tentu saja
masih memerlukan inovasi-inovasi yang sesuai dengan pedoman yang berlaku secara
nasional. Perubahan perbaikan, kesempurnaan masih diperlukan sesuai dengan kebijakan,
kesepakatan yang menuju pada hasil yang optimal.
Pedoman ini digunakan sebagai acuan bagi petugas dalam melaksanakan pelayanan
UKM Kesling di puskesmas agar tidak terjadi penyimpangan atau pengurangan dari
kebijakan yang telah ditentukan.

Anda mungkin juga menyukai