0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
1K tayangan19 halaman

Program Kerja Remaja Masjid RISMA

Program kerja organisasi remaja masjid RISMA mencakup kegiatan keagamaan, pendidikan, olahraga, kesenian, dan pengembangan sumber daya manusia. Tujuannya adalah membimbing remaja agar tumbuh menjadi generasi yang beriman dan berbakti.

Diunggah oleh

Sumarno Rnh
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
1K tayangan19 halaman

Program Kerja Remaja Masjid RISMA

Program kerja organisasi remaja masjid RISMA mencakup kegiatan keagamaan, pendidikan, olahraga, kesenian, dan pengembangan sumber daya manusia. Tujuannya adalah membimbing remaja agar tumbuh menjadi generasi yang beriman dan berbakti.

Diunggah oleh

Sumarno Rnh
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Program Kerja RISMA

PROGRAM KERJA YANG TELAH DAN SEDANG DI


LAKSANAKAN “RISMA”

1. Pendataan Remaja.
2. Mengikuti Pelatihan Program KRR
3. Mengikuti Latihan Mentoring.
4. Melaksanakan Layanan Informasi dan Konseling
Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR).
5. Melaksanakan Pendidikan Keagamaan.
6. Melaksanakan Kegiatan Lintas Alam / Out Bond.
7. Melakukan Penyuluhan Kepada Kelompok Remaja.
8. Melaksanakan Kegiatan Life Skills Rental
Komputer.
9. Mengikuti Pelatihan Menjahit dan Sablon.

Program Kegiatan Risma Al Muhajirin

Program kegiatan yang dapat disampaikan adalah


program kerja dari setiap bagian Seksi
kepengurusan. Secara rinci dapat disampaikan
sebagai berikut:

[Link]

Koordinator merupakan pengemban amanah


organisasi yang dipilih pada waktu musyawarah
anggota yang bertanggung jawab atas terlaksananya
seluruh amanah organisasi yang dibebankan dalam
program kerja maupun peraturan organisasi. Rincian

Abu Razainara Page 1


program kerja bidang kepemimpinan adalah sebagi
berikut:
· Mengkoordinasi kegiatan rutin organisasi
secara umum
· Mengkoordinir dan mewakili organisasi dalam
kegiatan eksternal
· Mengkoordinir, memotivasi dan membimbing
seluruh kegiatan bidang dan bagian-bagian
kepengurusan dalam melaksanakan amanah
organisasi
· Mempertanggungjawabkan kesepakatan
kepengurusan organisasi dalam musyawarah
anggota.
· Rapat koordinasi
· Up Grading

[Link]

Sekretaris membantu langsung ketua umum yang


bertanggung jawab dalam pelaksanaan program
kerja administrasi dan kesekretariatan.
Melaksanakan kegiata-kegiatan organisasi antara
lain:
· Mengaturdan mengelola surat menyurat
organisasi secara umum
· Membuaat draf surat keluar untuk
ditandatangani koordinator umum
· Mengkoordinasikan seluruh sekretaris bidang
dalam hal surat menyurat, agenda surat dan
kesekretarisan
· Memberikan laporan kesekretarisan kepada
koordinator

Abu Razainara Page 2


· Menjadi notulis dalam rapat umum organisasi
· Melakukan inventarisasi, perwatan,
pengelolaan dan penambahan perlengkapan di
dalam organisasi

[Link]

Bendahara membantu ketua umum yang


bertanggung jawab dalam pelaksanaan program
kerja pengelolaan keuangan. Kegiatan yang
dilakukan antara lain:
· Mengelola keuangan organisasi
· Memberikan laporan keuangan pada
koordinator
· Tabungan anggota
· Transparansi keuangan
· Optimalisasi donator

[Link] Kerohanian
Program kerjanya antara lain:
· Pengajian menjelang bulan ramadhan
· Pengajian Qiroah
· Pengajian Latihan Dakwah
· Pengajian Takmir
· Tadabur alam
· Tutor TPA
· Pengajian mingguan

[Link] keamanan
Program kerjanya antara lain:
· Menjaga ketertiban pemuda
· Mengkondisikan jam belajar masyarakat
· Mengkondisikan jam kunjung masyarakat
Abu Razainara Page 3
· Menjaga hubungan risma antar anggota
· Menjaga hubungan risma antar masjid
· Menjada ketertiban disetiap kegiatan RisMa

F. Seksi Kegiatan
Program kerjanya antara lain:
· Kerja bakti
· Outbound

G. Seksi Sosial
· Mengkoordinasi kunjungan teman atau warga
yang sakit
· Mengkoordinasikan kunjungan risma atau
warga yang melahirkan.
· Mengkoordinasikan kegiatan-kegiatan yang
berbentuk social.
· Mengadakan kegiatan bakti social setahun
sekali

H. Seksi Kesenian
· Mengkoordinasikan kegiatan kesenian tiap
bulan sekali
· Mengembangkan kegiatan kesenia
· Merawat alat-alat kesenian yang ada

I. Seksi Humas
· Mengkoordinasikan kegiatan RisMa
· Menjalin hubungan dengan takmir dengan baik
· Anggota pengajian bapak-bapak, ibu-ibu

PROGRAM KERJA

Abu Razainara Page 4


Kepengurusan Risma dikomandoi oleh seorang Ketua,
satu Sekretaris, satu Bendahara, dan memiliki 5 divisi,
diantaranya:

1. Divisi KARISMA (Kajian Remaja Masjid)

Divisi ini bertanggung jawab atas terlaksananya


kegiatan kajian keislaman baik untuk remaja maupun
jamaah masjid, seperti:


Tadarus Keliling (TARLING)

Dilaksanakan 1 minggu sekali yang bertempat di


rumah-rumah warga secara bergantian. Kegiatan
ini diawali dengan membaca al-qur’an secara
bersama-sama dan diakhiri dengan diskusi.


Khotmil Qu’ran
Dilaksanakan 3 kali dalam masa periode
kepengurusan. Kegiatannya berupa menghatamkan
Al-Quran dalam 1 hari, tiap-tiap orang mendapat
jatah 1 juz untuk dibaca.


Kajian Remaja

Kegiatan ini berupa penyelenggaraan kajian


keislaman dengan tema tertentu. Sasarannya
remaja masjid maupun para jamaah.

2. Divisi BULDING (Buletin dan Mading)

Abu Razainara Page 5


Divisi ini bertanggungjawab dalam kegiatan jurnalistik
risma. Program kerja divisi ini meliputi:
· Mengelola dan membuat jadwal penerbitan
Majalah Dinding (Mading)
· Menerbitkan Buletin Dakwah Hari Jum’at
· Membuat & mengupdate Blog Risma

3. Divisi Pengembangan Sumber Daya Insani


(PSDI)

Divisi ini bertanggungjawab dalam peningkatan


kualitas dan kuantitas anggota risma. Program
Kerjanya meliputi:

Melakukan proses kaderisasi calon anggota risma
baru

Pembuatan data base anggota risma

Menyelenggarakan rihlah risma

Menyelenggarakan kegiatan up grade

[Link] ORKESTRA (Olahraga, Kesenian, dan


Kreatifitas)
Divisi in bertanggungjawab dalam mengolah potensi
yang ada dalam anggota risma terutama dalam bidang
olahraga, kesenian dan kreativitas. Program Kerjanya
meliputi:

Mengkoordinir Pelatihan Marawis Risma

Menyelenggarakan kegiatan jogging 1 bulan sekali

Memfasilitasi kegiatan kerajinan tangan

Menyelenggarakan Pelatihan Seni baca al-Qur’an
5. Divisi DANUS ( Dana dan Usaha)
Divisi ini bertanggungjawab dalam menyokong
keuangan Risma. Program Kerjanya meliputi:
Abu Razainara Page 6

Menjual pulsa

Melakukan kegiatan “Bank Usaha”

Mengkoordinir pengumpulan infak mandiri

Menfasilitasi infak Tadarus Keliling

N Departem Koordinato Anggota Program kerja


o en r
1 Kaderisasi 1. Islamic
Leadership
training
(Latihan
Kepemimpinan
Islam)
2. Training Dasar
Organisasi
3. Islamic Youth
Studies
2 Syi’ar 1. Tafsir Al –
Islam Qur’an
2. Perayaan Hari
Besar Islam
3. Pelatihan
pidato dan
khutbah
3 Pengemba [Link] seni
ngan Marawis
Bakat dan 2. Olah raga
Minat 3. Sanggar
menulis
4 Pendidika 1. Madrasah
n Diniyah Awaliya

Abu Razainara Page 7


(MDA)
2. Madrasah
Risma Al
Muhajirin
5 Arsip dan 1. Mengelola
Perpustak kesekretariatan
an 2. Mengelola
perpustakaan
3. Buletin dakwah
6 Humas 1. Sosialisasi
dan sosial kegitan RISMA
AL MUHAJIRIN
2. Mencari
donatur
3. Temu tokoh

ORGANISASI REMAJA MASJID

MASA REMAJA

Kalau kita berbicara tentang remaja, mungkin akan


terbayang dalam benak kita tentang anak-anak manusia
yang berada dalam masa-masa menyenangkan, ceria,
penuh canda, semangat, gejolak keingintahuan,
pencarian identitas diri dan emosi. Remaja adalah anak
manusia yang sedang tumbuh selepas masa anak-anak
menjelang dewasa.

Dalam masa ini tubuhnya berkembang sedemikian


pesat dan terjadi perubahan-perubahan dalam wujud
fisik dan psikis. Badannya tumbuh berkembang
Abu Razainara Page 8
menunjukkan tanda-tanda orang dewasa, perilaku
sosialnya berubah semakin menyadari keberadaan
dirinya, ingin diakui, dan berkembang pemikiran
maupun wawasannya secara lebih luas. Mungkin kalau
kita perkirakan umur remaja berkisar antara 13 tahun
sampai dengan 25 tahun. Pembatasan umur ini tidak
mutlak, dan masih bisa diperdebatkan.

Masa remaja adalah saat-saat pembentukan pribadi,


dimana lingkungan sangat berperan. Kalau kita
perhatikan ada empat faktor lingkungan yang
mempengaruhi remaja, yaitu lingkungan keluarga,
sekolah, teman pergaulan dan dunia luar. Lingkungan
yang dibutuhkan oleh remaja adalah lingkungan yang
islami, yang mendukung perkembangan imaji mereka
secara positif dan menuntun mereka pada kepribadian
yang benar. Lingkungan yang islami akan memberi
kemudahan dalam pembinaan remaja.

PEMBINAAN REMAJA MELALUI MASJID

Pembinaan remaja dalam Islam bertujuan agar


remaja tersebut menjadi anak yang shalih; yaitu anak
yang baik, beriman, berilmu, berketerampilan dan
berakhlak mulia. Anak yang shalih adalah dambaan
setiap orangtua muslim yang taat. Sabda Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wa sallam:
Apabila anak Adam mati, maka semua amalnya
terputus, kecuali tiga: shadaqah jariyah, ilmu yang
bermanfaat dan anak yang shalih yang mendoakannya.
(HR. Muslim).

Abu Razainara Page 9


Untuk membina remaja bisa dilakukan dengan berbagai
cara dan sarana, salah satunya melalui Remaja Masjid.
Yaitu suatu organisasi atau wadah perkumpulan remaja
muslim yang menggunakan Masjid sebagai pusat
aktivitas. Remaja Masjid merupakan salah satu alternatif
pembinaan remaja yang terbaik. Melalui organisasi ini,
mereka memperoleh lingkungan yang islami serta dapat
mengembangkan kreatitivitas.

Remaja Masjid membina para anggotanya agar


beriman, berilmu dan beramal shalih dalam rangka
mengabdi kepada Allah subhanahu wa ta’ala untuk
mencapai keridlaan-Nya. Pembinaan dilakukan dengan
menyusun aneka program yang selanjunya
ditindaklanjuti dengan berbagai aktivitas. Remaja Masjid
yang telah mapan biasanya mampu bekerja secara
terstruktur dan terencana. Mereka menyusun Program
Kerja periodik dan melakukan berbagai aktivitas yang
berorientasi pada: keislaman, kemasjidan, keremajaan,
keterampilan dan Keilmuan.

Mereka juga melakukan pembidangan kerja


berdasarkan kebutuhan organisasi, agar dapat bekerja
secara efektif dan efisien. Beberapa bidang kerja
dibentuk untuk mewadahi fungsi-fungsi organisasi yang
disesuaikan dengan Program Kerja dan aktivitas yang
akan diselenggarakan, di antaranya:
1. Administrasi dan Kesekretariatan.
2. Keuangan.
3. Pembinaan Anggota.

Abu Razainara Page 10


4. Perpustakaan dan Informasi.
5. Kesejahteraan Umat.
6. Kewanitaan.

KUANTITAS DAN KUALITAS ANGGOTA REMAJA


MASJID

Organisasi adalah alat untuk mencapai tujuan.


Pencapaian tujuan memerlukan perjuangan yang
sungguh-sungguh dengan memanfaatkan segenap
sumber daya dan kemampuan. Dalam perjuangan
dibutuhkan kesabaran tanpa batas, hanya bentuknya
saja yang mengalami perubahan.

Perjuangan yang dilakukan Remaja Masjid adalah


dalam kerangka da’wah islamiyah, yaitu perjuangan
untuk menyeru umat manusia kepada kebenaran yang
datangnya dari Allah subhanahu wa ta’ala. Ada
pertarungan antara yang haq dengan yang bathil.
Dimana telah diketahui bahwa kebenaran, insya Allah,
akan mampu mengalahkan kebathilan. Namun perlu
diingat, bahwa di dunia ini kebathilan yang terorganisir
juga memiliki peluang untuk dapat mengalahkan
kebenaran yang tidak terorganisir. (Al haqqu bilaa
nizhom yaghlibuhu al bathilu bi nizhom).
Karena itu, dalam perjuangan melawan kebathilan
perlu persiapan yang sungguh-sungguh dan tertata
dengan rapi, seperti bunyanun marshush.

Untuk membentuk bangunan yang tersusun kokoh


(bunyanun marshush) diperlukan organisasi dan

Abu Razainara Page 11


management yang tangguh serta didukung sumber daya
manusia (SDM) yang mencukupi dan berkualitas.
Perekrutan (recruitment) dan kaderisasi anggota sangat
diperlukaan oleh Remaja Masjid dalam meningkatkan
kuantitas dan kualitas anggotanya. Hal ini dilakukan
untuk menjamin kelangsungan aktivitas dan misi
organisasi dalam menda’wahkan Islam. Bertambahnya
anggota akan menambah semangat dan tenaga baru,
sedang tersedianya kader-kader yang berkualitas akan
mendukung suksesnya estafet kepemimpinan organisasi.

Remaja muslim adalah unsur utama organisasi Remaja


Masjid Keberadaan dan keterlibatan mereka dalam
organisasi dapat dibedakan sebagai kader, aktivis,
partisipan dan simpatisan. Pengurus perlu meningkatkan
kuantitas dengan melakukan:
[Link] pendaftaran (regristerasi) anggota.
[Link] remaja muslim warga baru.
[Link] penyadaran kepada remaja muslim
yang belum menjadi anggota, agar mereka mau
bergabung dalam wadah bersama.

Peningkatan kualitas yang dilakukan adalah untuk


meningkatkan keimanan, keilmuan dan amal shalih
mereka. Hal itu dilakukan dengan melakukan proses
kaderisasi yang dilakukan secara serius, sistimatis dan
berkelanjutan, melalui jalur: pelatihaan, kepengurusan,
kepanitiaan dan aktivitas . Dalam proses perkaderan
dilakukan upaya-upaya penanaman nilai-nilai, akhlaq,
intelektualitas, profesionalisme, moralitas dan integritas
Islam. Sehingga diperoleh kader ideal Remaja Masjid

Abu Razainara Page 12


yang memiliki profil : remaja muslim yang beriman,
berilmu dan berakhlaq mulia yang mampu beramal
shalih secara profesional serta memiliki fikrah Islam
yang komprehensif.

HUBUNGAN ANTARA TA’MIR DAN REMAJA


MASJID

Ta’mir Masjid adalah organisasi yang mengurus


seluruh kegiatan yang ada kaitannya dengan Masjid,
baik dalam membangun, merawat maupun
memakmurkannya, termasuk usaha-usaha pembinaan
remaja muslim di sekitar Masjid. Pengurus Ta’mir Masjid
harus berupaya untuk membentuk Ramaja Masjid
sebagai wadah aktivitas bagi remaja muslim. Dengan
adanya Remaja Masjid tugas pembinaan remaja muslim
akan menjadi lebih ringan. Pengurus Ta’mir Masjid,
melalui Bidang Pembinaan Remaja Masjid, tinggal
memberi kesempatan dan arahan kepada Remaja Masjid
untuk tumbuh dan berkembang, serta mampu
beraktivitas sesuai dengan nilai-nilai Islam.

Remaja Masjid merupakan anak organisasi


(underbouw) Ta’mir Masjid, karena itu, dalam
aktivitasnya perlu menyelaraskan dengan aktivitas
Ta’mir Masjid, sehingga terjadi sinergi yang saling
menguatkan. Meskipun demikian, Remaja Masjid adalah
organisasi otonom yang relatif independen dalam
Abu Razainara Page 13
membina anggotanya. Remaja Masjid dapat menyusun
program, menentukan bagan dan struktur organisasi
serta memilih pengurusnya sendiri. Karena itu, para
aktivisnya memiliki kesempatan untuk berkreasi,
mengembangkan potensi dan kemampuannya serta
beraktivitas secara mandiri.

SIKAP DAN PERILAKU AKTIVIS REMAJA MASJID

Sebagai generasi muda muslim pewaris Masjid,


aktivis Remaja Masjid seharusnya mencerminkan muslim
yang memiliki keterikatan dengan tempat beribadah
umat Islam tersebut. Sikap dan perilakunya islami,
sopan-santun dan menunjukkan budi pekerti yang mulia
(akhlaqul karimah). Pemikiran, langkah dan tindak-
tanduknya dinafasi oleh nilai-nilai Islam. Mereka
berkarya dan berjuang untuk menegakkan kalimat Allah
dalam rangka beribadah mencari keridlaan-Nya. Allah
subhanahu wa ta’ala menjadi tujuannya, dan Rasulullah
menjadi contoh tauladan dan sekaligus idolanya. Gerak
dan aktivitasnya berada dalam siklus: beriman, berilmu,
beramal shalih dan ber’amar ma’ruf nahi munkar,
menuju kesuksesan dan kebahagiaan fid dunya wal
akhirah.

Beberapa sikap dan perilaku praktis yang perlu


diperhatikan aktivis Remaja Masjid berkaitan dengan
aktivitasnya di Masjid, antara lain adalah:
[Link] sebagai pemakmur Masjid.
[Link] adab sopan santun di Masjid.
[Link] melaksanakan shalat berjama’ah di Masjid.

Abu Razainara Page 14


[Link] yang islami.
[Link] pergaulan antara laki-laki dan perempuan.
[Link] kepribadian yang menarik.
[Link] menuntut ilmu.
[Link] terlibat dalam kepengurusan Remaja
Masjid.

JENIS-JENIS AKTIVITAS REMAJA MASJID

Sebagaimana telah kita ketahui, bahwa Remaja


Masjid adalah organisasi yang menghimpun remaja
muslim yang aktif datang dan beribadah shalat
berjama’ah di Masjid. Karena keterikatannya dengan
Masjid, maka peran utamanya tidak lain adalah
memakmurkan Masjid. Ini berarti, kegiatan yang
berorientasi pada Masjid selalu menjadi program utama.
Di dalam melaksanakan perannya, Remaja Masjid
meletakkan prioritas pada kegiatan-kegiatan
peningkatan keislaman, keilmuan dan keterampilan
anggotanya.

Aktivitas Remaja Masjid yang baik adalah yang


dilakukan secara terencana, kontinyu dan bijaksana;
disamping itu juga memerlukan strategi, metode, taktik
dan teknik yang tepat. Untuk sampai pada aktivitas yang
baik tersebut, pada masa sekarang diperlukan
pemahaman organisasi dan management yang baik pula.
Adapun jenis-jenis aktivitas Remaja Masjid adalah:
1. Berpartisipasi dalam memakmurkan Masjid.
2. Melakukan pembinaan remaja muslim.
3. Menyelenggarakan proses kaderisasi umat.

Abu Razainara Page 15


4. Memberi dukungan pada penyelenggaraan aktivitas
Ta’mir Masjid.
5. Melaksanakan aktivitas da’wah dan sosial.

MENGATASI KONFLIK INTERNAL REMAJA MASJID

Konflik internal yang disebabkan adanya perbedaan


ide, persepsi ataupun motivasi dapat saja terjadi dalam
setiap organisasi, tidak terkecuali pada organisasi
Remaja Masjid. Perbedaan pendapat memang sesuatu
yang biasa dalam berorganisasi. Dalam batas-batas
tertentu kadang diperlukan, terutama untuk
mendapatkan pembanding atau alternatif dalam
pengambilan keputusan (decision making). Namun,
perbedaan pendapat yang tidak terkendali dapat
menyebabkan perpecahan yang mengganggu aktivitas,
karena dapat mengakibatkan terjadinya perselisihan
(konflik) di antara Pengurus Remaja Masjid maupun
dengan anggotanya.

Untuk menghindari terjadinya konflik internal dalam


Remaja Masjid bisa dilakukan dengan memupuk
ukhuwah islamiyah (persaudaraan berdasarkan
keyakinan yang sama terhadap Islam). Rasa bersaudara
sesama muslim harus melembaga dan menafasi
kehidupan organisasi Remaja Masjid, sehingga para
anggota dapat merasakannya.

Disamping pemupukan rasa ukhuwah islamiyyah,


secara teknis juga perlu adanya aturan main dalam
berorganisasi. Aturan main utama dan paling penting

Abu Razainara Page 16


adalah adanya ketaatan pada pemimpin serta kesadaran
mau kembali kepada Allah dan Rasul-Nya, artinya
menggunakan Al Quraan dan As Sunnah sebagai tempat
ruju’.
Selanjutnya, dibuat aturan-aturan teknis yang
mengatur kehidupan berorganisasi secara bersama,
yaitu: Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga dan
Pedoman-pedoman Organisasi yang lainnya. Selain
aturan formal tersebut, dalam kegiatan sehari-hari
dikembangkan sikap toleran dalam berdiskusi, saling
menghargai pendapat orang lain meskipun itu berbeda.
Juga perlu dikembangkan teknik bermusyawarah yang
baik dan sesuai dengan nilai-nilai Islam.

Seandainya konflik itu tetap terjadi, maka perlu


diupayakan adanya perdamaian (ishlah) antara masing-
masing pihak yang berselisih. Upaya pengishlahan ini
dapat dilakukan baik secara internal organisasi Remaja
Masjid maupun dengan bantuan Ta’mir Masjid.

Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah


bersaudara karena itu damaikanlah antara kedua
saudaramu dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu
mendapat rahmat. (QS 49: 10, Al Hujuraat)

JARINGAN ORGANISASI REMAJA MASJID

Remaja Masjid biasanya menghimpun para remaja


muslim yang berdomisili di sekitar Masjid. Banyak
Masjid yang mendirikan organisasi ini sebagai wadah
aktivitas generasi muda, sehingga muncullah ribuan

Abu Razainara Page 17


organisasi Remaja Masjid. Ini adalah potensi yang sangat
besar dalam menggapai Kebangkitan Islam (the revival
of Islam) di abad ke-15 Hijriyyah yang telah dicanangkan
umat Islam dalam KTT Islam pertama di Rabbat,
Marokko, tahun 1969.

Untuk mendayagunakan potensi Remaja Masjid bagi


kemaslahatan umat Islam, langkah yang perlu dilakukan
di antaranya adalah dengan meningkatkan peran
sosialnya. Peran ini akan dapat optimal apabila mereka
dipersatukan dalam suatu asosiasi Remaja Masjid
dengan membentuk suatu organisasi gabungan atau
asosiasi yang merupakan forum komunikasi, koordinasi
dan kerja sama antar Remaja Masjid. Forum ini
menyatukan kegiatan-kegiatan Remaja Masjid dalam
asosiasinya dengan menyelengarakan aktivitas bersama.

Asosiasi Remaja Masjid bisa dibentuk pada tingkat


lokal, regional maupun nasional. Pada tingkat lokal, bisa
menghimpun organisasi-organisasi Remaja Masjid
lingkup kecamatan maupun tingkat kota / kabupaten,
untuk tingkat wilayah merupakan koordinasi dari suatu
provinsi, sedang untuk tingkat nasional
mengkoordinasikan seluruh Remaja Masjid dalam suatu
negara. Struktur organisasinya bisa terdiri dari tingkat
kecamatan (Pengurus Cabang), tingkat kota / kabupaten
(Pengurus Daerah), tingkat Provinsi (Pengurus Wilayah)
dan tingkat nasional (Pengurus Pusat).

Saat ini BKPRMI adalah merupakan asosiasi terbesar


dalam menghimpun Remaja Masjid di Indonesia, dengan

Abu Razainara Page 18


aktivitas dari tingkat lokal hingga nasional. Sebagai
suatu organisasi yang menghimpun pemuda dan remaja
Masjid, Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid
Indonesia (BKPRMI) dapat menjadi suatu alternatif
dalam menyatukan organisasi-organisasi Remaja Masjid
di Indonesia. Sudah selayaknya organisasi-organisasi
Remaja Masjid bergabung dalam BKPRMI, agar da’wah
yang diselenggarakan dapat berlangsung efektif dan
berdampak luas. Beberapa program seperti pelatihan,
bakti sosial, musabaqah tilawatil quraan (MTQ), event
perlombaan, seminar, peningkatan keterampilan,
perumusan pedoman-pedoman organisasi Remaja
Masjid, work shop, temu kader dan lain sebagainya,
apabila digarap dengan baik akan memberi dampak
positif yang luas bagi kemajuan da’wah islamiyah.
([Link])

Abu Razainara Page 19

Anda mungkin juga menyukai