VERITATIS SPLENDOR
Dosen Pengampu: Dr. D. Bismoko Mahamboro, Pr
Oleh:
Yohanes Maria Vianney Bandaso’ Tulak (186114011 )
PROGRAM STUDI ILMU TEOLOGI
JURUSAN TEOLOGI – FAKULTAS TEOLOGI
UNIVERSITAS SANATA DHARMA
YOGYAKARTA
2019
0
Veritatis Splendor ( Cahaya Kebenaran)
A Pilihan Dasar yang Tepat
Ensiklik Veritatis Splendor (VS) menawarkan beberapa hal yang bisa membantu kita
meninjau ketepatan pilihan dasar (secara moral). VS mengajak kita untuk melihat keberkaitan
pilihan dasar dan tindakan konkret. VS menolak keterpisahan keduanya yang mengkhususkan
baik-buruk (“bomum” et “malum”) bagi dimensi transendental sedangkan pilihan perilaku
konkret dimasukkan dalam kategori tepat-salah (“iustas”et “erroneas”) (bdk VS 65). Pilihan
dasar tepat apabila keduanya saling berhubungan. Jika pilihan dasar dan tindakan konkrit
dipisahkan, itu berarti menentang keutuhan substansial atau kesatuan personal dari perilaku
moral dalam tubuh dan jiwanya dan kita tidak berlaku adil terhadap tujuan rasional yang ada
dalam perbuatan manusia dan setiap keputusannya yang bebas (VS 67).
Ensiklik ini juga menyatakan bahwa pilihan dasar merupakan pilihan yang selalu
terjadi melalui keputusan-keputusan yang sadar dan bersifat bebas (VS 67). Keputusan secara
sadar ditunjukkan oleh hukum alam/hukum kodrat yaitu hal-hal baik yang harus dikerjakan
sedangkan hal-hal jahat harus dihindari terutama kejahatan yang bersifat intrinsik (VS67).
Hukum kodrat ialah kesadaran rasional akan tatanan ciptaan, kesadaran akan fakta bahwa
Allah menciptakan kita sebagai suatu ciptaan dan bukan yang lain, dan bahwa hal ini
memiliki implikasi moral tertentu.1 Berkaitan dengan hokum kodrat, peran akal budi tidak bisa
dikesampingkan. Akal budilah yang berperan mengarahkan kita kepada tindakan dan tujuan
yang benar” (VS 44). Pilihan dasar itu bersifat bebas karena Tuhan sendiri menganugerahkan
kita kebebasan untuk memilih. Kebebasan yang dimaksud baik kebebasan untuk melakukan
tindakan seperti apa maupun kebebasan untuk menjadi pribadi macam apa. Intinya pilihan
dasar yang tepat menurut VS apabila pilihan dasar itu berkesinambungan dengan tindakan
konkrit, bebas dan sadar, sesuai hukum kodrat dan melibatkan peran akal budi.
B. Kitab Suci Membantu Mengetahui Pilihan Dasar
Kitab Suci dapat membantu kita mengetahui pilihan dasar yang tepat karena Kitab Suci
merupakan sumber penting bagi keputusan-keputusan moral.2 Kitab Suci melihat pilihan dasar
sebagai suatu pilihan sejati dari kebebasan dan mengaitkan pilihan itu secara mendalam pada
perbuatan-perbuatan khusus.3 Kitab Suci membantu kita untuk mengetahui pilihan dasar yang
tepat yakni pilihan yang memberi arah pada manusia dan untuk maju menuju ke tujuannya
1
D. Bismoko Mahamboro, Bab 5 Pilihan Fundamental Atas “Yang Baik” Dan “Yang Jahat”,Belajar Moral.
[Link] diakses 1October 2019, 50.
2
D. Bismoko Mahamboro, Bab 5 Pilihan Fundamental Atas “Yang Baik” Dan “Yang Jahat”, 51.
3
D. Bismoko Mahamboro, Bab 5 Pilihan Fundamental Atas “Yang Baik” Dan “Yang Jahat”, 50.
1
yaitu mengikuti panggilan Allah. Pilihan dasar melibatkan kebebasan pada suatu tingkat yang
radikal di hadapan Allah.
Pilihan dasar merupakan persoalan keputusan iman yakni ketaatan iman (bdk Rom
16:26). Pilihan dasar saya tepat apabila secara “bebas” saya menyerahkan diri seutuhnya
kepada Allah, dengan mempersembahkan kepatuhan akal budi serta kehendak yang
sepenuhnya kepada Allah (VS 66) Menurut Kitab Suci, pilihan dasar yang tepat adalah
keputusan radikal dan tanpa syarat untuk mengikuti Yesus. Hal ini nyata dalam kata-kata Yesus
sendiri (bdk Mark. 8:35). Yesus dalam Injil memberikan perumpamaan orang muda kaya.
Ketika pemuda itu bertanya soal tindakan apa yang perlu ia lakukan, Yesus malah memberi
jawaban lain yang mengarahkannya tidak hanya untuk “melakukan” apa tetapi “menjadi” apa
(bdk Mat 19:16). Kitab Suci juga menekankan bahwa pilihan dasar itu didasari kebebasan.
Namun kebebasan itu perlu disertai tanggung jawab seperti kata-kata Paulus yang
menggambarkan kebebasan sebagai kemerdekaan (bdk Gal 5:13). Intinya bahwa bagi Kitab
Suci, pilihan dasar itu tepat apabila kita taat dan mengikuti Yesus secara radikal, bebas dan
pilihan dasar itu berkaitan dengan tindakan konkrit.
Sumber:
Paulus II, Yohanes, Veritatis Splendor, terj J. Hadiwikarta, Jakarta: Dep. DokPen KWI, 1994.
Mahamboro, Bismoko D., Bab 5 Pilihan Fundamental Atas “Yang Baik” Dan “Yang
Jahat”,Belajar Moral. [Link] diakses 1
October 2019.