Manajemen Budidaya Ayam Broiler Modern
Manajemen Budidaya Ayam Broiler Modern
PENDAHULUAN
A. Standar Kompetensi
Peserta didik diharapkan mampu menguasai manajemen budidaya ayam
broiler.
B. Deskripsi
Modul ini membahas tentang manajemen budiddaya ayam boriler modern
yang berisiskan tentang pengenalan istilah
ayambroiler,strain,menyaiapakn kandang dan peralatan,pemeliharaan
periode stater, pemeliharaan periode finisher, biosecurty,recording,
pemanenan, dan evaluasi produksi ayam broiler.
Modul ini bersisi materi terapan yang memebahas tentang penngetahuan
dan ketrampilan yang memerlukan data dan informasi dari berbagai
sumber.
C. Prasyarat
Syarat untuk mempelajari modul manajemen budidaya ayam broiler
modern,peserta didik diharapkan sudah menguasai tentang dasar –
dasar peternakan,biologi,matematika.
D. Petunjuk Penggunaan Modul
Petunjuk Peserta Didik
1. Baca dan pahami modul ini dengan baik!
2. Ikuti ketentuan yang berlaku dalam modul,khususnya waktu yang
disediakan untuk bagian tertentu!
3. Manfaatkan ilmu lain yang berkaitan dengan manajemen budidaya
ayam broiler untuk membantu meneylesaikan tugas!
4. Kerjakan tugas dan uji kemahiran saudara dengan cermat dan
jujur!
5. Jangan melihat kunci jawaban sebelum waktunya!
6. Usahakan menyelesaikan modul lebih cepat dari waktu yang
dietetapkan!
7. Tingkatkan terus pemahaman anda!
Target minimal skor nilai uji kemahiran adalah 70 ( skor
100 ).
Jika target skor 70 % belum tercapai,baca modul sekali
lagi!
Jika skor nilai anada > 70%,anda dinyatakan telah tuntas
mempelajari manajemen budidaya ayam broiler modern.
8. Anda diperbolehkan berkonsultasi dengan guru,jika dirasa perlu.
9. Laporkan kemajuan hasil belajar anda kepada guru yang
bersangkutan!
Petunjuk bagi Guru
1. Membantu peserta didik dalam proses belajar.
2. Membimbing peserta didik melalui tugas latihan yang dijelaskan
dalam tahap belajar.
3. Membantu peserta didik dalam memahami konsep,menjawab
pertanyaan dan mengatasi kendala dalam proses belajar.
4. Mendorong peserta didik untuk mengakses sumber informasi
tambahan lain yang diperlukan untuk pemeblajaran.
5. Mengorganisasikan kegiatan belajar kelompok jika diperlukan.
6. Mencatat pencapaian kemajuan belajar peserta didik.
7. Melaksanakan penilaian hasil belajar.
8. Menjelaskan kepada peserta didik mengenai bagian yang perlu
dituntaskan.
9. Melaksanakan pengayaan dan penilaian ulang pada bagian yang
belum tuntas.
10. Meninformasikan kepada pserta didik tentang rencana
pembelajaran selanjutnya.
E. Tujuan Akhir
Setelah menyelesaikan modul Manajemen Budidaya Ayam Broiler
Modern ini,peserta didik mempunyai kemampuan untuk;
1. Mendiskripsikan istilah ayam broiler dan keunggulan strain –
strain ayam broiler yang beredar di Indonesia.
2. Menjelaskan sistem perkandangan ayam broiler modern yang ada
di Indonesia.
3. Menyiapkan kandang dan peralatan dalam budiddaya ayam broiler
modern.
4. Menambah ketrampilan Budidaya Ayam Broiler Modern periode
stater.
5. Menambah ketrampilan Budiddaya Ayam Broiler Modern periode
finisher.
6. Melaksanakan kegiatan biosecurty dalam budidaya ayam broiler
modern.
7. Melakukan kegiatan recording dalam Budidaya Ayam Broiler
Modern .
8. Melakukan kegiatan pemanenan ayam broiler modern.
9. Melakukan evaluasi produksi budidaya ayam broiler modern.
F. Cek Penguasaan Standar Kompetensi
Untuk mengetahui kemampuan anda tentang modul “ Manajemen
Budidaya Ayam Broiler Modern” pilihlah jawaban ya atau tidak untuk
pernyataan dibawah ini dengan memberi tanda centang (V) pada kolom
jawaban yang telah disediakan.
No Pernyataan Ya Tidak
1. Untuk memepelajarai manajemen budidaya ayam
boiler modern,kita perlu menguasai dasar – dasar
peternakan,biologi dan matematika.
II. PEMBELAJARAN
A. Pembelajaran 1 “Istilah Ayam Broiler dan Keunggulan Strain Ayam
Broiler”
1. Tujuan
Peserta didik mampu menjelaskan tentang istilah ayam
broiler.
Peserta didik mampu menyebutkan strain ayam broiler
yang ada di Indonesia.
Peserta didik mampu memilih strain ayam broiler
berdasarkan keunggulannya.
2. Uraian Materi
2. Strain Cobb
Titik tekan pada perbaikan FCR.
Pengembangan genetik diarahkan pada pembentukan
daging dada.
Mudah beradaptasi dengan lingkungan tropis (heat
stress).
Produksi efisien (Bobot badan 1,8 – 2 kg; FCR 1,65).
3. Strain Hubbard
Nafsu pakan bagus pada iklim tropis
Produksi efesien ( Bobot badan 2,0 Kg;FCR 1,60 )
Pengembangan genetik diarahkan pada pembentukan
daging dada yang lebih baik.
4. Strain Hybro
Fokus terhadap kekuatan dan daya hidup.
Menjaga keseimbangan antara sifat broiler dan
breeder.
Performa bagus pada iklim tropis.
Tahan terhadap kasus ascites.
Fokus pengembangan genetik pada hasil/produk karkas
5. Strain Ross
FCR lebih efisien.
Laju pertumbuhan lebih cepat.
Daya hidup lebih bagus.
Fokus pengembangan genetik pada kekuatan kaki
sebagai penyeimbang berat badan.
3. Rangkuman
Ayam broiler adalah ayam pedaging yang dipelihara hingga
6 sampai 13 minggu dengan bobot hidup dapat mencapai 1,5 kg
pada umur 6 minggu. Pemeliharaan ayam broiler terbagi dalam
dua periode, pemeliharaan periode awal (stater) umur 1 – 21
hari,dan pemeliharaan periode akhir (finisher) 22 hari – panen.
Karakteristik ayam broiler uang termasuk dalam ayam
type pedaging diantaranya;bersifat tenang dan lamban, bentuk
tubuh utamanya bagian dada besar dan penuh timbunan daging,
pertumbuhan cepat, bulu merapat ketubuh, kulit putih dan kaki
pendek, dan produksi telur rendah.
Strain merupakan sekelompok ayam yang dihasilkan oleh
Breeder Farm ( Perusahaan Pembibitan Ayam ) melalui proses
pemuliabiakan untuk tujuan ekonomis tertentu.
Strain ayam broiler satu dengan strain ayam broiler yang
lainnya memiliki perbedaan sesuai dengan orang atau lembaga
yang mengembangkannya. Perbedaan tersebut pada umumnya
terletak pada Pertumbuhan Ayam, Konsumsi Ransum ( feed
intake ) dan Konversi Ransum ( FCR ). Diantaranya strain ayam
broiler yang beredar di Indonesia terdapat strain cobb,abror
acres,ross,hybro,hubbard.
4. Tugas
Setelah anda mempelajari tentang strain – strain ayam broiler,
coba lakukan identifikasi strain ayam broiler yang ada di usaha
peternakan disekitar lingkunngan anda. Meliputi;
a. Nama Strain
b. Nama Breeder Farm
c. Tanggal Penetasan
d. Bobot rata – rata DOC
e. Kode Seleksi
5. Tes
1. Jenis ternak unggas yang efesien dalam membentuk daging dan
dapat dipanen dalam waktu 35 hari,yaitu......
A. Itik
B. Ayam Broiler
C. Puyuh
D. Ayam Petelur
2. Ayam broiler yang termasuk dalam tipe ayam pedaging memiliki
karakteristik berikut ini,kecuali......
A. Bagian dada besar,pertumbuhan cepat,gerak lamban.
B. Bulu merapat ketubuh,bagian dada besar, pertumbuhan
cepat.
C. Pertumbuhan cepat,gerakan cepat, dada rapat.
D. Dada besar penuh timbunan daging, pertumbuhan cepat,
gerak lamban
3. Perusahaan peternakan yang dikhususkan untuk menghasilkan
DOC diistilahkan dengan.....
A. Hatcery Farm
B. Feed Mill
C. Breeder Farm
D. Brooder Farm
4. Termasuk strain ayam broiler dibawah ini adalah....
A. Cobb,Hybro,Hysex,Loghman
B. Hybro,Hyline,Isa Brown,Dekalb
C. Hubbard,Cobb,Ross,Abror Acres
D. Abror Acres,Hysex,Loghman,Cobb
2. Uraian Materi
Kandang dan ternak ibarat dua sisi mata uang yang tidak
dapat dipisahkan satu sama lainnya. Kandang merupakan “rumah”
atau suatu tempat yang difungsikan untuk tempat berlindung
bagi ayam, tempat melakukan aktivitas produksi dan
reproduksinya serta tempat yang memberikan jaminan
perlindungan bagi ternak dari berbagai gangguan binatang buas
dan bahaya maling.
Kekurangan ;
Populasi ayam dipelihara terbatas 8-10 ekor/m2
Keuntungan yang didapat relatif sedikit,sesuai dengan
kapasitas pemeliharaan.
Ternak ayam mudah mengalami cekaman lingkungan.
Kekurangan;
Biaya Investasi mahal mencapai Rp.45.000/ekor
Beban biaya listrik tinggi.
Gangguan sistem kelistrikan dapat menyebabkan tingkat
kematian cukup tinggi pada periode akhir pemeliharaan (
periode finisher )
3. Rangkuman
Terdapat 2 sistem perkandangan di Indonesia,yaitu
sistem kandang terbuka ( open ) dan sistem kandang tertutup (
clouse house ).Pada kandang sistem terbuka,udara dapat keluar
masuk secara leluasa,sedangkan pada kandang sistem tertutup
pengaturan suhu , kelembaban, kecepatan angin oleh suatau alat
yang disebut cooling system atau fan.
Kenyamanan kandang ditentukan oleh
suhu,kelembapan,sirkulasi,kepadatan,ketersediaan pakan,air
minum dan kebersihan.
4. Tugas
Setelah anda mempelajari tentang sistem perkandangan
ayam broiler di Indonesia, coba lakukan kunjungan lapang pada
usaha peternakan ayam broiler yang menggunakan sistem
kandang terbuka dan kandang tertutup yang ada di usaha
peternakan disekitar lingkungan anda. Meliputi;
Nilai Investasi berdasarkan kapasitas kandang.
Jenis peralatan yang digunakan pada masing –
masing sitem kandang.
Foto Dokumentasi masing – masing sistem kandang.
5. Tes
1. Sistem perkandangan yang mampu meningkatkan kapasitas
daya tampung ayam broiler per m2,yaitu......
A. Tertutup ( Clouse House )
B. Semi Tertutup
C. Postal
D. Terbuka ( Open )
2. Untuk memudahkan dalam menjual hasil panen,Syarat yang
harus dipenuhi dalam memilih lokasi kandang,diantaranya......
A. Jauh dari pemukiman penduduk.
B. Jarak antar farm satu dengan yang lainnya minimal 1-2 km.
C. Sarana Transportasi mudah dan lancar.
D. Tersedianya sumber air dan pakan yang cukup.
Langkah Kerja
PERSIAPAN KANDANG
Setiap unit farm untuk produksi broiler seharusnya
memelihara ayam hanya satu kelompok umur saja.
Penempatan ayam diatur dengan sistem “all in all out” (ayam
masuk dan keluar secara bersamaan) untuk meminimalkan
serangan penyakit.
Waktu pemberian dan periode istirahat kandang pada satu
unit farm broiler minimal 14 hari guna mengurangi resiko
infeksi bakteri dan virus.
Pelaksanaan biosekurity atau sanitasi sangat penting
dilakukan, seperti sanitasi sebelum masuk farm terhadap
setiap karyawan / staf / tamu, kendaraan dan barang –
barang yang akan memasuki area farm maupun kandang.
3. Rangkuman
Setiap unit farm untuk produksi broiler seharusnya
memelihara ayam hanya satu kelompok umur saja. Penempatan
ayam diatur dengan sistem “all in all out” (ayam masuk dan keluar
secara bersamaan) untuk meminimalkan serangan penyakit.
Waktu pemberian dan periode istirahat kandang pada satu
unit farm broiler minimal 14 hari guna mengurangi resiko infeksi
bakteri dan virus.
Pelaksanaan biosekurity atau sanitasi sangat penting
dilakukan, seperti sanitasi sebelum masuk farm terhadap setiap
karyawan / staf / tamu, kendaraan dan barang – barang yang
akan memasuki area farm maupun kandang.
Tahapan persiapan kandang meliputi,pencucian kandang,
pencucian peralatan kandang,pemasangan tirai kandang.
4. Tugas
Setelah anda mempelajari tentang persiapan kandang dan
peralatan kandang,lakukan pengamatan kegiatan persiapan
kandang dan peralatan kandang yang ada diusaha peternakan di
sekitar lingkungan anda, dan buatlah kesimpulan hasil
pengamatan anda dengan kesesuaian materi yang anda terima.
5. Tes
1. Tahapan persiapan kandang meliputi........
A. Pencucian Kandang – Pencucian peralatan – Pemasangan
tirai
B. Pencucian tirai- Pencucian peralatan- sanitasi lingkunga
C. Sanitasi lingkungan - Pencucian peralatan - pemasangan
tirai.
D. Pencucian peralatan,pemasangan tirai, sanitasi.
2. Dalam pemasangan litter ,sebainya dengan ketebalan
berkisar......
A. 1-2 cm C. 5-8 cm
B. 3-4 cm D. > 20 cm
Langkah Kerja
Catatan: Gunakan termometer untuk mengukur suhu di tiap area brooding setinggi 5 –
10 cm diatas litter.
1. Temperatur Dingin
DOC akan bersuara ramai dan berkumpul dibawah pemanas,maka suhu perlu
dinaikkan.
2. Temperatur Terlalu Tinggi (Panas).
DOC menjauhi pemanas dan terjadi panting (megap-megap) maka suhu harus
diturunkan.
3. Tidak Merata / Angin Terlalu Kencang
DOC bersuara ramai dan berlindung dibelakang pemanas,cek tirai dan suhu
bilamana memungkinkan angin dapat masuk secara langsung mengenai DOC.
4. Temperatur Ideal
Penyebaran DOC merata disekitar pemanas, mengindikasikan kondisi suhu yang
nyaman bagi DOC.
Lama Brooding,
Lama brooding tergantung dari lokasi farm dan kondisi lingkungan atau cuaca/iklim;
Musim Penghujan 12 - 14
catatan; melihat kondisi ayam
MANAJEMEN PENERIMAAN DOC
Harus ada komunikasi yang baik antara hatchery, marketing DOC dan
Costumer untuk menetukan jadwal waktu pengiriman. Sebelum Doc datang pakan dan
air minum harus sudah tersedia. Pada kasus pengiriman jarak jauh,setelah ayam tiba
di farm berikan larutan gula 2 % pada air yang didistribusikan pertama kali untuk
mencegah dehidrasi dan pemulihan tenaga yang hilang selama perjalanan.
PERSIAPAN BROODING
Bahan dan peralatan kandang yang perlu disiapkan memasuki masa brooding;
1. Chickguard/Seng pembatas/Brooding Ring
Fungsi;
Sebagai konduktor/penghantar panas yang dihasilkan
Melindungi DOC dari terpaan angin dan ancaman hewan liar
Membantu panas agar tetap terkonsentrasi pada daerah brooding
Bahan Chickguard terbuat dari seng dengan ketinggian 50-60cm dan dilengkapi
penjepit terbuat dari bilah bambu. Bentuk Chickguard berupa lingkaran maupun
persegi,dengan tujuan untuk menghindari penumpukan DOC pada salah satu
sudut dan agar penyebaran panas lebih merata.
Luas Indukan (Chickguard) dihitung berdasar standart kepadatan DOC yaitu
50 ekor/m2, sedangkan setiap indukan mampu menampung DOC berkisar 500 –
750 ekor.
Luas dan diameter indukan bentuk lingkaran dihitung dengan rumus
RUMUS : L (m)=Ω.r2
D = 2.r
Frekuensi Penangana
Tipe Litter Keuntungan
Litter
Pada dinding bagian atas diberi celah ventilasi dengan lebar 20 – 30 cm, untuk
pembukaan tirai kandang sebaiknya disesuaikan dengan lingjkungan,terutama
suhu dan kecepatan angin.
5. Tempat Pakan dan Air Minum
Tempat Minum Air Otomatis ( TMAO ),dipasang merata dalam indukan dengan
posisi TMAO setinggi punggung ayam,untuk DOC,tinggi TMAO diupayakan
dapat digoyang dan tidak menempel pada lantai kandang.
Tempat pakan yang akan digunakan dipasang beberapa jam sebelum DOC
datang dan ditata rapi di sekeliling Indukan ( brooder ).
Pemberian pakan pertama kali dengan cara ditebar diatas lantai yang telah
dilalasi lapisan koran sebanyak 7 lembar.
6. Lampu/Pencahayaan.
Intensitas pencahayaan harus lebih tinggi saat awal untuk mengenali pakan dan
minum,selanjutnya intensitas cahaya dapat diturunkan secara bertahap.
KEPADATAN KANDANG
Merupakan kemampuan kandang untuk menampung ternak selama proses
pemeliharaan. Kandang yang terlalu padat akan mempengaruhi aktivitas ayam,selain itu
akan meningkatkan persaingan antar ayam dalam mendapatkan oksigen,timbulnya kasus
kanibalisme, gangguan pernafasan dan timbulnya amoniak yang berlebihan.
Jumlah ayam per m2 dapat bervariasi tergantung dari umur panen,tipe
kandang,iklim yang terjadi pada saat itu. Pada kandang terbuka dengan ventilasi alami
kepadatanya 15 kg/m2,pada kandang yang aliran udaranya bisa diatur ( close house )
kepadatan dapat mencapai 25 – 30 kg/m2 berat hidup. Direkomendasikan untuk
menurunkan kepadatan kandang pada saat temperature tinggi ( cuaca panas ).
0–3 50
4–7 30
8 – 14 20 – 25
15 – 21 10 – 20
22 – 24 6–8
Keterangan;
Setiap pelebaran selalu dilakukan penambahan tempat pakan dan minum,dimulai
pada hari ke 2.
Umur 6 hari, feeder tray mulai diambil dan ditambah dengan alas tempat oakan
tabung ( feeder tube ).
Umur 9 hari feeder tray sudah diangkat semua ( diganti dengan alas tempat
pakan tabung ).
Hari ke 12 tempat pakan mulai digantung 50 %,hari ke 14 sudah digantung
semua.
Pada kandang panggung hari ke 18 mulai diturunkan sekam,hari ke 19 sekam
diturunkan semua.
3. Ringkasan
Merupakan masa pemeliharaan DOC dua minggu pertama ( 14 hari ) yang
menggunakan pemanas buatan untuk menggantikan panas tubuh yang dihasilkan
dari induk asli dengan bantuan pemanas buatan (Indukan / brooder).
Tingkah Laku DOC pada masa brooding
1. Terlalu Dingin
DOC akan bersuara ramai dan berkumpul dibawah pemanas,maka suhu perlu
dinaikkan.
2. Terlalu Panas.
DOC menjauhi pemanas dan terjadi panting (megap-megap) maka suhu harus
diturunkan.
3. Tidak Merata / Terpaan Angin
DOC bersuara ramai dan berlindung dibelakang pemanas,cek tirai dan suhu
bilamana memungkinkan angin dapat masuk secara langsung mengenai DOC.
4. Suhu Ideal
Penyebaran DOC merata disekitar pemanas, mengindikasikan kondisi suhu yang
nyaman bagi DOC.
Alat dan Bahan yang diperlukan dalam persiapan brooding diantaranya, chick
guard,liter,pemanas,tirai,tempat pakan,tempat minum dan lampu untuk pencahayaan.
Pada kandang terbuka dengan ventilasi alami kepadatanya 15 kg/m2,pada
kandang yang aliran udaranya bisa diatur ( close house ) kepadatan dapat mencapai 25
– 30 kg/m2 berat hidup. Kandang yang terlalu padat akan mempengaruhi aktivitas
ayam,selain itu akan meningkatkan persaingan antar ayam dalam mendapatkan
oksigen,timbulnya kasus kanibalisme, gangguan pernafasan dan timbulnya amoniak yang
berlebihan.
4. Tugas
Lakukan pengamatan terhadap tingkah laku DOC pada
masa brooding dan catatlah suhu brooding pada saat
pengamatan.
Berikan kesimpulan dari hasil pengamatan anda!
5. Tes
1. Idealnya masa brooding pada ayam broiler saat musim panas
berkisar........
A. 5 – 7 hari C. 10 – 12 hari
B. 12 – 14 hari D. 15 – 20 hari
2. Ayam bergerombol dibawah pemanas, menunjukkan suhu pada
area brooding......
A. Panas C. Ideal
B. Dingin D. Hangat
3. Kelengkapan alat untuk persiapan brooding diantaranya.....
A. Chickguard,pemanas,tirai,lampu,tempat pakan,tempat
minum.
B. Chickguard,pemanas,lampu,tempat pakan,tempat minum.
C. Chickguard,pemanas,tirai,lampu,tempat minum.
D. Termometer,Lampu,tirai,tempat minum.
4. Suhu 31 – 33 0 C lebih tepat digunakan pada DOC umur.....
C. 0 – 3 hari C. 8 – 14 hari
D. 4 – 7 hari D. 16 – 21 hari
Langkah Kerja;
Lakukan penghitungan luas dan diameter brooding
berdasarkan kepadatan kandang yang telah
ditentukan.
Chickguard dipasang berdasarkan hasil perhitungan
yang telah dilakukan.
Litter dipasang merata dengan ketebalan 5 – 8 cm.
Pemanas menyala dengan nyala bagus.
Meletakkan termometer pada bagian dalam area
brooding ± 10 cm dari atas litter.
E. Pembelajaran ke 5 “ Sistem Pemberian Pakan dan Air Minum“
Tujuan
Uraian Materi
SISTEM PEMBERIAN PAKAN
Sistem pemberian pakan pada ayam broiler ada 2 program;
1. Program Pemberian Pakan Adlibitum
a) Pada pemberian pakan program adlibitum,pakan diberikan 6 – 8 kali pada
minggu I, ayam mengkonsumsi sejumlah pakan berdasarkan panduan
pemberian [Link] pakan minggu I berguna untuk pembentukan
tulang,alat pencernaan dan sistem imunitas lebih dulu daripada
pembentukan otot,untuk mengatasi kelemahan karena kegemukan.
Minggu ke II pakan diberikan 4 – 5 kali sehari.
Minggu ke III – panen pakan diberikan 2 – 3 kali sehari.
b) Setelah 21 hari selama musim hujan, pakan diberikan secara adlibitum
sampai panen. Sedangkan selama musim panas,sebagian besar pakan
diberikan pada malam hari.
Keuntungan metode pemberian pakan secara adlibitum
Ayam tumbuh lebih cepat.
Teknik lebih sederhana dan mudah.
Tidak terlalu banyak pekerjaan.
Tingkat stress lebih rendah.
Ayam terhindar dari tersedak dan infeksi tembolok.
Sangatlah penting bahwa air minum tersedia setiap saat untuk broiler.
Kekurangan pasokan air minum,baik dalam jumlah,penyebaran serta tempat minum dan
konsumsinya dapat mengurangi laju pertumbuhan.
Pada saat ayam datang berikan larutan gula 2 % paling lama 2 – 3 jam pertama
serta berikan antibiotik pada hari ke 1 hingga ke – 3 disaat pagi hari ( paling lama 5 –
6 jam ) dan berikan vitamin pada saat sore hari.
Air harus selalu bersih dan segar dan dilakukan tes secara teratur terhadap
kandungan zat kimia dan komposisi bakteriologis ( 6 bulan sekali ). Untuk menjaga air
dalam kondisi normal gunakan 3 – 5 ppm clorine untuk mengurangi masalah [Link].
Hal – hal yang perlu diperhatikan dalam pemberian air minum pada ayam;
No Jenis Toleransi
1. Total bahan padat terlarut 300 – 500
2. Khlorida 200 mg/liter
3. PH 6–8
4. Sulfat 45 ppm
5. Besi 200 ppm
6. Kalsium 1 mg/liter
7. Tembaga 75 mg/liter
8. Magnesium 30 mg/liter
9. Mangaan 0,05 mg/liter
10. Seng 5 mg/liter
11. Fluorida 0,06 mg/liter
12. Merkuri 0,002 mg/liter
13. Timah 0,05 mg/liter
14. Faecal Coliform 0
1 58 – 65
2 102 – 115
3 149 – 167
4 192 – 216
5 232 – 261
6 274 – 308
7 309 – 347
8 342 – 385
Konsumsi Air Minum Harian Air Minum Ayam Broiler
Harian Harian Harian Harian
per 1000 per 1000
Umur Umur
per ekor ekor per ekor ekor
(ml ) ( gallon ) (ml ) ( gallon )
1 23 6 22 175 46
2 38 10 23 186 49
3 53 14 24 196 52
4 60 16 25 206 54
5 65 17 26 216 57
6 70 18 27 226 59
7 75 20 28 240 63
8 85 22 29 255 67
9 90 24 30 270 71
10 95 25 31 285 75
11 100 26 32 300 79
12 105 28 33 315 83
13 110 29 34 330 87
14 115 30 35 345 91
15 120 32 36 365 96
16 125 33 37 385 101
17 130 34 38 405 107
18 135 38 39 425 112
19 140 39 40 445 117
20 145 41 41 465 122
21 150 42 42 485 128
2. Uraian Materi
Program pencahayaan untuk ayam broiler yang telah dimodifikasi terdiri dari 3 tipe
utama, yaitu;
0–7 23 1
8 – 21 16 8
22 - panen 23 1
0–3 23 1
4 – 35 5 1 ( terang/gelap
36 - 42 23 bergantian )
1
0–7 24 0
8 – 21 23 1
21 - dijual 2 (1) 2 (3) (terang/gelap
bergantian)
Ket; Program Pencahayaan Lampu Pijar 5 watt/m, lampu neon 1
watt/m2.
INTENSITAS CAHAYA
Pencahayaan secara tradisional hanya ada satu sistem yaitu
pencahayaan secara terus menerus yang telah diterapkan oleh
peternak broiler. Hal ini dilaksanakan untuk memaksimalkan
pertambahan berat badan harian. Periode gelap yang singkat
digunakan agar ayam menjadi terbiasa dengan kegelapan kandang
pada saat listrik padam. Intensitas cahaya sebaiknya diturunkan
secara bertahap sejak hari ke -7 dari 20 lux menjadi 10 lux, oleh
karena itu intensitas cahaya harus merata ke seluruh bagian
kandang.
2 𝑥 𝐵 𝑥 𝐿𝑢𝑚𝑒𝑛
Intensitas Cahaya = 𝑊 𝑋 𝐿 𝑋 𝐻^2
Keterangan :
B = Jumlah Bola Lampu ( Pijar/Neon )
W = Lebar Kandang
L = Panjang Kandang
H = Tinggi Kandang
Watt 15 25 40 60 100
3. Rangkuman
Pencahayaan berfungsi untuk memaksimalkan berat badan
[Link] dalam kandang harus merata ke seluruh
bagian kandang. Faktor cahaya memiliki peran penting dalam
pemeliharaan ayam broiler. Berkaitan dengan masalah
pencahayaan,poin terpenting yang perlu diperhatikan adalah yang
berkaitan tentang Panjang Gelombang ( Warna Cahaya ),
Intensitas Cahaya ( lux ) dan Lama Pencahayaan ( Durasi ).
Program pencahayaan ada ayam broiler terdiri dari tiga
tipe; 1) Program Penambahan Lama Penyinaran ( Photoperiod), 2)
Program Pengurangan Cahaya ( Phoyoperiod ), 3) Program
Pencahayaan Intermitten ( Terang-Gelap ).
Intensitas cahaya dapat dihitung berdasarkan jumlah
lampu,lebar kandang,panjang kandang dan tinggi kandang.
Sedangkan untuk menghitung jumlah lampu yang dibutuhkan
untuk satuan luas kandang dapat dihitung berdasarkan luas
kandang,intensitas cahaya, daya lampu dan faktor konstanta.
4. Tugas
Lakukan Identifikasi Jenis lampu yang digunakan oleh peternak
ayam broiler yang ada di sekitar lingkungan anda yang meliputi.
Merk dan Jumlah lampu yang digunakan.
Watt Lampu yang digunakan.
Lebar,Panjang dan Tinggi Kandang.
Lakukan penghitungan dengan rumus diatas berdasarkan data
yang anda peroleh.
5. Tes
1. Hal terpenting yang berkaitan dengan masalah pencahayaan
antara lain .......
A. Warna Cahaya,Lux, Durasi
B. Watt,Jumlah lampu,Tinggi Kandang
C. Intensitas Cahaya,Merk lampu, Watt
D. Durasi, Lebar kandang,Lux
2. Program pencahayaan yang digunakan untuk mengatasi
masalah pertumbuhan kaki yang abnormal dan mengurangi
stres pada ayam broiler,maka program pencahyaan yang
cucok adalah .....
C. Program Intermitten C. Program Phoyoperiod
D. Program Photoperiod D. Lighting Program
ISOLASI
Menggunakan baju dan alas kaki khusus dapat meminimalkan penularan penyakit
(Sumber : Dok. Medion)
SELEKSI BIBIT
Salah satu upaya pencegahan masuknya bibit penyakit dengan
melakukan kegiatan seleksi bibit. Agar bibit terhindar dari
penyakit menular dapat dilakukan langkah sebagai berikiut;
1. Hanya membeli bibit ternak dari agen yang dapat
dipercaya.
2. Memisahkan bibit ternak yang muda dengan yang tua.
Bibit muda rentan terhadap penularan penyakit yang
dibawa oleh bibit tua.
PAKAN RASIONAL
Untuk dapat tumbuh dan berproduksi secara optimal,ternak
membutuhkan kecukupan pakan,baik kandungan zat makanan (
protein,energi,dan lainnya) maupun jumlahnya. Pakan yang tidak
memadai sesuai kebutuhan mengakibatkan pertumbuhan menjadi
terhambat dan produksi menurun. Selanjutnya kondisi tubuh
lemah sehingga ayam mudah terinfeksi bibit penyakit. Pemberian
pakan harus selalu memenuhi kebutuhan sesuai standar
kebutuhan yang sudah ditetapkan.
KONTROL MANAJEMEN
Pada prinsipnya ,tidak ada suatu program pencegahan penyakit
yang dapat menjamin sepenuhnya suatu peternakan bebas dari
penyakit. Banyak faktor yang mempengaruhi kondisi kesehatan
ternak. Salah satu faktor yang perlu mendapat perhatian adalah
manajemen. Pencehagan penyakit melalui kontrol manajemen
terutama adalah upaya pencegahan ternak dari stres ( cekaman )
yang dapat mengakibatkan penurunan kondisi kesehatan ternak
sehingga mempermudah bibit penyakit menyerang ternak.
Beberapa pedoman baku yang dapat dilakukan untuk pencegahan
sebagai berikut.
Pilih bibit dengan telit, harus terjamin kesehatannya.
Usahakan beli bibit berupa DOC,sehingga dapat diketahui
riwayat penyakitnya.
Atur temperatur,kelembapan dan ventilasi kandang sesuai
kebutuhan ternak. Hindarkan ternak dari stres
panas,dingin dan angin kencang.
Pemeliharaan ternak jangan dicampur,baik pencampuran
umur,asal bibit,jenis ( strain ), Di dalam satu kandang
harus dipelihara dalam umur, asal bibit dan strain yang
sama.
Sebaiknya pemeliharaan dilakukan secara All in All out.
Kandang tidak diisi terlalu padat karena dapat
mengakibatkan stres pada ayam.
Penggantian dan pembalikan litter secara periodik,selain
itu secara periodik juga dilakukan desinfeksi kandang.
Pakan dan Air Minum harus tersedia dalam jumlah yang
cukup sesuai kebutuhan,baik kuantitas maupun
kualitasnya.
Sediakan tempat pakan dan minum sesuai kebutuhan ayam.
Peralatan yang tidak cukup membuat ayam menjadi
stres,kanibalisme meningkat,pertumbuhan tidak
seragam,produksi rendah dan mortalitas meningkat.
KONTROL PARASIT
Program kontrol parasit merupakan upaya pencegahan
berjangkitnya serangan parasit, baik parasit eksternal maupun
internal. Program pencegahan parasit eksternal meliputi
pencegahan berkembangnya serangga dan kutu di dalam kandang
dan sekitarnya. Sementara pencegahan penyakit internal
dilakukan untuk mencegah masuknya parasit ke dalam tubuh,
terutama saluran pencernaan yaitu cacing.
Program kontrol parasit eksternal terutama dilakukan terhadap
berkembangbiaknya lalat dan kutu. Hal ini dapat dilakukan dengan
cara menjaga kebersihan lingkungan,sanitasi
peralatan,desinfeksi, dan manajemen pembuanagan kotoran.
Secara praktis, kontrol parasit dilakukan dengan cara sebagai
berikut;
1. Pembuangan kotoran secara teratur untuk mencegah
berkembangbiaknya larva lalat. Kotoran yang lembab-
basah akan memepercepat perkembangbiakan
larva,sebaiknya lantai kandang terbuat dari cor beton.
2. Pemberian Larvacida dalam pakan untuk mencegah
perkembangbiakan larva dalam kotoran.
3. Penyemprotan kotoran dan ruangan kandang dengan
pestisida dan insektisida. Namun penggunaanya harus hati
– hati dan disesuaikan denagn petunjuk yang tertera
dalam label kemasan.
Kontrol parasit internal dapat dilakukan secara rutin dengan
memebrikan Piperazine melalui air minum. Aplikasinya harus
disesuaikan dengan petunjuk yang ada.
3. Ringkasan
Biosecruty merupakan serangkaian kegiatan yang dirancang
untuk mencegah penyakit masuk kedalam farm maupun keluar
dari area farm.
Terdapat 3 konsep bioseurty,diantaranya;
1. Biosecurty konseptual,berkaitan dengan perencanaan
dengan lokasi [Link],sistem
pembauangan limbah.
2. Biosecurty struktural, berkaitan dengan manajemen
kandang,arah dan ukuran kandang
3. Biosecurty operasional,berkaitan dengan manajemen
pemeliharaan.
Sedangkan beberapa konsep pendukung biosecurty sebagai upaya
pencegahan penyakit diantaranya;
Pengaturan lalu lintas ternak,alat, barang dan orang.
Isolasi
Sanitasi dan Desinfeksi
Seleksi Bibit
Pakan Rasional
Kontrol Manajemen
Program Vaksinasi dan Kesehatan
Kontrol Parasit
4. Tugas
Buatlah program pencegahan penyakit pada pemeliharaan ayam
broiler!
5. Tes
1. Kekebalan yang baik / sempurna dapat diperoleh apabila kita
mneggunakan jenis vaksin .......
A. Killed Vaccine
B. Live Vaccine
C. Meternal Antibodi
D. In aktif Vaccine
2. Program biosecurty ditujukan untuk menjaga ternak dari.....
A. Pencurian C. Bibit Penyakit
B. Gangguan Binatang Buas D. Kanibalisme
Langkah Kerja :
Sterilkan spuite dengan aquadest.
Pasang slang yang ada pada spuite otomatis dengan
botol vaksin yang disiapkan.
Tentukan umur ayam dan dosis vaksin yang akan
digunakan.
Ayam Pedaging : Umur 4 – 7 hari dosis 0,2 ml/cc
dibawah kulit ( subcutan ) pangkal leher.
Setting spuite dengan cara; melonggarkan baut
pengunci, atur volume injeksi/dosis yang
dibutuhkan, lakukan penguncian( mengunci baut).
Tangkap dan kuasai ayam dengan benar.
Lakukan penyuntikan Intramusculer ( Dada atau
Paha ), Subcutan (Kulit pada bagian pangkal
leher).
Sterilkan alat dan kembalikan ketempat semula.
G. Pembelajaran ke 8 “ Recording Pada Peternakan Ayam Broiler”
1. Tujuan
Peserta didik diharapkandapat mengetahui manfaat dari
kegiatan recording.
Peserta didik mampu membuat blangko recording.
Peserta didik mampu melakukan pengisian blangko
recording.
2. Uraian Materi
Pencatatan data produksi, atau yang biasa disebut
recording, di recording ini lah semua data seperti umur ayam,
tanggal masuk DOC (anak ayam yang baru datang/Day Old
Chick), konsumsi pakan harian, data kematian, sisa ayam, data
pemberian obat dan lain-lainnya terangkum menjadi satu
dalam recording ini.
MANFAAT RECORDING
Dari recording ini banyak manfaatnya yang kita peroleh seperi:
1. Dapat mengetahui jumlah populasi ternak akhir, data tersebut
dapat kita ketahui dari adanya catatan kematian harian yang
kemudian kita komulatifkan. Dari jumlah populasi masuk
dikurangi data kematian selama pemeliharaan.
2. Sebagai data untuk evaluasi selama pemeliharaan, atau sebagai
data pembanding sehingga kita dapat mengambil tindakan
maupun keputusan
3. Dapat mempermudah dalam pengawasan serta pengontrolan
terhadap perkembangan ternak tersebut seperti hasil produksi
yang di capainya
4. Serta sebagai data record atau catatan silsilah suatu ternak.
:
Nama Peternak : .......................... Jenis DOC : ...................... Jam Datang DOC .....................
:
Tgl Masuk DOC : .......................... Kode Box : ...................... Kondisi Farm .....................
Berat Rata - :
Kondisi DOC : .......................... Rata .....................
39
40
Keterangan
Jumlah
Berat rata2
Sisa Ayam ekor
FCR
HASIL PANEN
Umur
Berat Badan
FCR
Mortalitas
IP
3. Rangkuman
“RECORDING” berasal dari kata record,yang artinya catatan
atau rekaman. Pencatatan yang lengkap sangat penting untuk
mengembangkan usaha ayam broiler .kegiatan pencatatan
merupakan suatu keharusan bagi peternak ayam broiler yang
ingin maju dan berkembang dalam usahanya.
MANFAAT RECORDING
Dari recording ini banyak manfaatnya yang kita peroleh seperi:
1. Dapat mengetahui jumlah populasi ternak akhir, data
tersebut dapat kita ketahui dari adanya catatan kematian
harian yang kemudian kita komulatifkan. Dari jumlah populasi
masuk dikurangi data kematian selama pemeliharaan.
2. Sebagai data untuk evaluasi selama pemeliharaan, atau
sebagai data pembanding sehingga kita dapat mengambil
tindakan maupun keputusan
3. Dapat mempermudah dalam pengawasan serta pengontrolan
terhadap perkembangan ternak tersebut seperti hasil
produksi yang di capainya
4. Tugas
Buatlah contoh blangko recording tentang pemberian obat
obatan, berdasarkan data yang tertera dibawah ini;
Nomor
Tanggal Pemberian
Jenis Obat
Kemasan
Jumlah
Dosis Pemberian
Jenis Penyakit
5. Tes
1. Kegiatan pencatatan yang dijadikan bahan evaluasi suatu
usaha peternakan diistilahkan.....
A. Recording C. Derecording
B. Pipping D. Grinding
Harga Jual
Kesehatan Ayam
Keadaan kesehatan ternak juga sangat menentukan saat panen
ayam broiler (pedaging). Apabila kondisi ayam broiler terserang
salah satu penyakit atau wabah penyakit peternak sering mengambil
tindakan langkah atau keputusan untuk menjual ayam ternaknya
sebagian atau seluruhnya. Sedangkan apabila dilakukan pengobatan
dan biayanya mahal dan kemungkinan ayam broiler pemeliharaan
untuk sembuh relatif kecil maka tindakannya tanpa
mempertimbangkan umur, bobot badan dan harga jualnya. Hal
tersebut kemungkinan besar dilakukan oleh peternak, karena
peternak tidak menghendaki kerugian yang terlalu banyak.
Tali, Tali rapia ini digunakan untuk mengikat kaki ayam agar
memudahkan pada saat proses penimbangan. Tali sebaiknya
dipersiapkan sedemikian rupa sehingga tidak menyebabkan sakit
pada ayam yang sedang dipanen. Tali rapia ini dibuat dengan ukuran
panjang kurang lebih 80 cm, kemudian masing-masing dari kedua
ujung tali tersebut disambung dibuat lingkaran.
Dengan tujuan agar pada saat pelaksanaan pemanenan tali mudah
digunakan untuk mengikat dan mudah untuk dilepas. Sediakan tali
yang cukup baik dari segi jumlah maupun kuantitasnya. Sehingga
pada saat pelaksanaan pemanenan dapat berjalan lancar dan aman.
Yang dimaksud aman disini adalah tidak banyak ayam yang stress
dan mati saat dipanen.
3. Rangkuman
Ayam broiler pada umumnya dipenen dalam bentuk hidup,saat umur
dan bobot badan ayam telah mencapai target sesuai dengan harapan
peternak. Ada beberapa faktor yang menentukan saat pemanenan
ayam broiler,diantaranya; Bobot Badan Panen,Lama Pemeliharaan (
Umur ),Harga Jual,Kesehatan Ayam.
Sedangkan Tahapan Pemanenan Ayam terbagi atas;
Perlakuan sebelum pemanenan,
Satu
Persiapan pemanenan
Pelaksanaan pemanenan
4. Tugas
5. Tes
6. Lembar Kerja Praktik
Bagi peternak evaluasi sangat membantu dalam menemukan permasalahan yang ada
dan selanjutnya memperbaiki hal tersebut agar peternakan bisa berjalan lebih optimal
dibandingkan sebelumnya. Salah satu parameter utama yang sering digunakan untuk
mengukur kebrhasilan suatu usaha peternakan adalah IP ( Indeks Performance . Nilai
IP sering digunakan untuk menentukan nilai insentif / bonus bagi peternak ( bagi
kemitraan ) maupun pekerja kandang.
Idealnya Bobot Badan rata – rata ayam yang ada dikandang lebih besar atau
sama dengan bobot badan standar yang telah ditetapkan oleh perusahaan. Jika
bobot badan rata – rata lebih kecil dari standar, lakukan beberapa perbaikan,
misalnya dalam tata laksana pemberian pakan dan pengaturan kepadatan
kandang.
Penimbangan bobot badan dapat dilakukan secara rutin tiap minggu dan saat
panen. Penimbangan rutin tiap minggu dinamakan pula kontrol bobot
[Link] kontrol bobot badan dilakukan dengan mengambil sampel 50 – 100
ekor tiap kandang secara merata disetiap bagian kandang. Kontrol bobot badan
merupakan metode penimbangan individu yang berarti seekor ayam ditimbang
untuk mengetahui bobot badannya. Sebaiknya menggunakan timbangan yang
memilki sensitivitas lebih tinggi agar agar bobot badan ayam perindividu dapat
lebih teliti diamati. Kegiatan ini dilakukan pada waktu yang sama tiap
minggunya misalnya senin pagi ketika kondisi tembolok kosong.
Sedangkan penimbangan saat panen menggunakan metode penimbangan massal
karena jumlah populasi yang harus ditimbang lebih banyak. Faktor efesiensi
waktu dan dan tingkat stres ayam menjadi hal penting. Secara teknis,
penimbangan ayam bisa berbeda, misalnya ayam ditimbang sekaligus dengan
keranjangnya atau ada juga yang menimbang dengan cara digantung dengan
mengikat ayam pada bagian kakinya.
Ada dua model timbangan yang dapat digunakan sesuai dengan kebutuhan;
Timbangan Gantung
Timbangan ini sering digunakan untuk menimbang ayam karena lebih
praktis,ringan dan mudah dibawa. Lebih praktis karena bisa digunakan
untuk menimbang bobot badan ayam secara langsung maupun
menggunakan keranjang. Hanya saja saat menimbang, ayam harus diikat
kakinya terlebih dahulu agar memudahkan proses penggantungan ayam.
Timbangan Duduk
Cocok untuk mengurangi tingkat kematian dan meminimalisir resiko
afkir saat penimbangan akibat sayap / kaki patah. Teknisnya dengan
menimbang kernajang terlebih dahulu untuk menentukan berat
keranjang, baru kemudiankeranjang di isi dengan ayam.
Saat panen, sebaiknya kernajang diisi maksimal 15 ekor ( tergantung
besar kecilnya ayam dan kapasitas keranjang ), tujuannya menghindari
kematian akibat ayam berdesakan dalam keranjang.
2. Feed Conversion Rate ( FCR ).
Merupakan nilai ratio tingkat konsumsi pakan terhadap peningkatan
bobot badan, dengan kata lain FCR didefiniskan Jumlah kilogram pakan yang
dibutuhkan untuk menghasilkan satu kilogram bobot badan. Pada peternakan
ayam broiler biasanya target FCR = 1 maksimal dapat dicapai sebelum ayam
berumur 2 minggu ( FCR 2 minggu ± 1,047 – 1,071 ) setelahnya akan meningkat
sesuai umur ayam.
Breeder biasanya sudah menyertakan standar FCR tiap minggu dalam
buku panduannya agar peternak bisa terus memantau FCR ayamnya tiap minggu.
𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑃𝑎𝑘𝑎𝑛 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑘𝑜𝑛𝑠𝑢𝑚𝑠𝑖 (𝐾𝑔)
Rumus FCR =𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝐵𝑜𝑏𝑜𝑡 𝐵𝑎𝑑𝑎𝑛 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖ℎ𝑎𝑠𝑖𝑙𝑘𝑎𝑛 (𝐾𝑔)
Nilai FCR yang sama atau lebih kecil dibandingka standar, menandakan
terjadinya efesiensi pakan yang didukung dengan tata laksana pemeliharaan
yang baik. Namun jika nilai FCR lebih besar dari standar maka mengindikasikan
terjadi pemborosan pakan sebagai akibat tidak maksimalnya manfaat pakan
terhadap pertambahan bobot badan ayam. Salah satu faktor yang berperan
penting menyebabkan hal ini adalah stres, stres direspon oleh tubuh dengan
memobilisasi glukosa untuk diubah menjadi nergi dan digunakan untuk menekan
stres itu sendiri, akibatnya hanya sedikit energi yang diarahkan ke
pertambahan bobot badan.
3. Rata – Rata Umur Ayam Saat Panen ( A/U )
Parameter ini digunakan untuk menghitung rata – rata umur ayam yang
dipenen,pemanenan yang termasuk kedalam parameter ini adalah pemanenan
ayam sehat pada bobot badan [Link] ayam afkir tidak masuk kedalam
perhitungan ini. Misalnya ada permintaan 600 ekor ayam broiler dengan bobot
badan 1 kg kepada peternak yang memiliki populasi 3000 ekor, sehingga
peternak memutuskan memanen 600 ekor ayam yang sudah mencapai bobot
badan 1 kg sedangkan yang lain ( 2400 ekor ) tidak.
𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ ( 𝑈 𝑥 𝑃 )
Rumus A/U =
𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑃𝑜𝑝𝑢𝑙𝑎𝑠𝑖 𝑇𝑒𝑟𝑝𝑎𝑛𝑒𝑛
Keterangan :
U ; Umur Ayam yang dipanen
P ; Populasi ayam yang dipanen
III. EVALUASI
KUNCI JAWABAN
DAFTAR PUSTAKA
Edjeng Suprijatna,Dr et all. [Link] Dasar Ternak [Link] Swadaya
Jakarta.
Anonymous, 2012. Berhasil atau Tidakkah Pemeliharaan Broiler Anda.(http://
[Link], diakses 05 Desember 2012 pukul 16.49
wib ).
Anonymous, 2012. Biosecurty Bukan Hanya Desinfeksi.(http://
[Link], diakses 05 Desember 2012 pukul 16.50
wib ).
Anonymous, 2012. Manajemen Brooding.([Link] diakses
10 Maret 2012 pukul 12.03 wib ).
Nucky Rusianto,Dr.2008. Manajem Beternak Ayam Broiler.(http://
[Link]/p3ide. diakses 28 Nopember 2012 pukul
19.24 wib ).
Ardhie Borneo Gemilang,2012. Peralatan Kandang. .(http://
[Link]. diakses 12 Juni 2012 pukul
19.54 wib ).
Anonymous,2012. Kandang Close House.( [Link]/
diakses.06 Desember 2012 pukul 08.57 wib ).
Kepadatan kandang yang terlalu tinggi dapat mempengaruhi aktivitas ayam, meningkatkan persaingan dalam mendapatkan oksigen, dan dapat menimbulkan kasus kanibalisme. Selain itu, kepadatan yang berlebihan bisa menyebabkan gangguan pernapasan serta peningkatan kadar amonia di udara, yang semuanya dapat berdampak negatif pada kesehatan dan pertumbuhan ayam broiler .
Implementasi sistem pemberian pakan berseling menghadapi tantangan dalam hal pengaturan waktu pakan yang tepat untuk mengoptimalkan efisiensi dan mengurangi pemborosan. Peternak perlu memiliki jadwal yang disiplin dan memahami kebutuhan pakan yang bervariasi sesuai musim dan kondisi ayam. Solusi mencakup penggunaan perangkat otomatisasi untuk penjadwalan dan pemantauan ketat terhadap konsumsi dan kondisi ayam .
Harga pasar yang tidak stabil sangat mempengaruhi waktu pemanenan ayam broiler. Jika harga pasar rendah, peternak mungkin memperpanjang waktu pemeliharaan. Sebaliknya, jika harga tinggi, peternak cenderung mempercepat pemanenan meskipun umur atau bobot ayam belum mencapai target ideal, agar dapat mendapatkan keuntungan maksimal meskipun dengan risiko yang mungkin terjadi pada kualitas .
Kualitas air minum sangat penting karena air berperan dalam mengatur suhu tubuh, mengangkut sisa metabolisme, dan membawa nutrisi. Kekurangan atau kualitas yang buruk dapat menghambat pertumbuhan ayam broiler. Manajemen yang baik meliputi memastikan air bersih dan segar, melakukan pengujian secara berkala, dan menggunakan klorin untuk mengurangi kontaminasi bakteri seperti E.Coli, menjaga ayam terhidrasi optimal .
Sistem perkandangan tertutup (close house) memiliki kelebihan sehingga kepadatan dapat mencapai 25-30 kg/m2 berat hidup. Kandang jenis ini memungkinkan pengaturan aliran udara yang efektif dan dapat mengurangi potensi persaingan antar ayam dalam mendapatkan oksigen. Selain itu, sistem ini mengurangi risiko gangguan pernapasan dan penumpukan amoniak berlebihan yang biasanya terjadi pada kandang dengan sistem terbuka .
Periode pemeliharaan ayam broiler dibagi menjadi dua: periode starter dan finisher. Periode starter berlangsung dari hari pertama hingga minggu ketiga atau 21 hari, di mana fokusnya adalah pada pembentukan tulang dan organ pencernaan. Sedangkan periode finisher dimulai setelah 21 hari dan berlanjut hingga panen, dengan fokus pada pembentukan otot dan peningkatan berat badan .
Pengaturan lalu lintas ternak dan alat dalam penerapan biosekuriti bertujuan untuk meminimalkan risiko penularan penyakit. Dengan mengontrol pergerakan orang, ternak, dan peralatan ke dan dari area peternakan, potensi masuknya patogen dari luar dapat dikurangi secara signifikan, sehingga memastikan kesehatan dan produktivitas ternak tetap terjaga .
Metode pemberian pakan secara adlibitum menguntungkan karena memungkinkan ayam broiler tumbuh lebih cepat, tekniknya sederhana dan mudah diterapkan, serta mengurangi tingkat stres pada ayam. Selain itu, metode ini membantu ayam terhindar dari masalah tersedak dan infeksi tembolok karena ayam makan sesuai kebutuhan mereka tanpa batasan .
Pencatatan dalam usaha peternakan ayam broiler penting karena merupakan bagian dari evaluasi usaha. Catatan tersebut membantu pengelolaan kandang lebih efektif, memantau produktivitas, mengidentifikasi masalah yang muncul selama pemeliharaan, serta menjadi sumber informasi penting untuk melakukan perbaikan dan peningkatan kualitas usaha secara berkesinambungan .
Pemilihan strain tertentu dari ayam broiler di Indonesia bergantung pada karakteristik pertumbuhan, termasuk kecepatan pertumbuhan dan efisiensi konversi pakan (FCR). Beberapa strain mungkin lebih cepat pertumbuhannya dan memiliki FCR yang lebih baik daripada yang lain, menjadikannya lebih ekonomis untuk dipelihara. Kondisi ini memungkinkan peternak memilih strain yang paling sesuai dengan kebutuhan produksi daging mereka .