100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
438 tayangan61 halaman

Manajemen Budidaya Ayam Broiler Modern

Modul ini membahas manajemen budidaya ayam broiler modern, meliputi pengenalan istilah dan strain ayam broiler, sistem perkandangan, persiapan kandang, pemeliharaan periode stater dan finisher, biosecurity, pencatatan, pemanenan, dan evaluasi produksi. Modul ini bertujuan membantu peserta didik memperoleh pengetahuan dan ketrampilan dalam budidaya ayam broiler secara modern dan efisien."

Diunggah oleh

Achmad Zakky
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
438 tayangan61 halaman

Manajemen Budidaya Ayam Broiler Modern

Modul ini membahas manajemen budidaya ayam broiler modern, meliputi pengenalan istilah dan strain ayam broiler, sistem perkandangan, persiapan kandang, pemeliharaan periode stater dan finisher, biosecurity, pencatatan, pemanenan, dan evaluasi produksi. Modul ini bertujuan membantu peserta didik memperoleh pengetahuan dan ketrampilan dalam budidaya ayam broiler secara modern dan efisien."

Diunggah oleh

Achmad Zakky
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

I.

PENDAHULUAN
A. Standar Kompetensi
Peserta didik diharapkan mampu menguasai manajemen budidaya ayam
broiler.
B. Deskripsi
Modul ini membahas tentang manajemen budiddaya ayam boriler modern
yang berisiskan tentang pengenalan istilah
ayambroiler,strain,menyaiapakn kandang dan peralatan,pemeliharaan
periode stater, pemeliharaan periode finisher, biosecurty,recording,
pemanenan, dan evaluasi produksi ayam broiler.
Modul ini bersisi materi terapan yang memebahas tentang penngetahuan
dan ketrampilan yang memerlukan data dan informasi dari berbagai
sumber.
C. Prasyarat
Syarat untuk mempelajari modul manajemen budidaya ayam broiler
modern,peserta didik diharapkan sudah menguasai tentang dasar –
dasar peternakan,biologi,matematika.
D. Petunjuk Penggunaan Modul
Petunjuk Peserta Didik
1. Baca dan pahami modul ini dengan baik!
2. Ikuti ketentuan yang berlaku dalam modul,khususnya waktu yang
disediakan untuk bagian tertentu!
3. Manfaatkan ilmu lain yang berkaitan dengan manajemen budidaya
ayam broiler untuk membantu meneylesaikan tugas!
4. Kerjakan tugas dan uji kemahiran saudara dengan cermat dan
jujur!
5. Jangan melihat kunci jawaban sebelum waktunya!
6. Usahakan menyelesaikan modul lebih cepat dari waktu yang
dietetapkan!
7. Tingkatkan terus pemahaman anda!
 Target minimal skor nilai uji kemahiran adalah 70 ( skor
100 ).
 Jika target skor 70 % belum tercapai,baca modul sekali
lagi!
 Jika skor nilai anada > 70%,anda dinyatakan telah tuntas
mempelajari manajemen budidaya ayam broiler modern.
8. Anda diperbolehkan berkonsultasi dengan guru,jika dirasa perlu.
9. Laporkan kemajuan hasil belajar anda kepada guru yang
bersangkutan!
Petunjuk bagi Guru
1. Membantu peserta didik dalam proses belajar.
2. Membimbing peserta didik melalui tugas latihan yang dijelaskan
dalam tahap belajar.
3. Membantu peserta didik dalam memahami konsep,menjawab
pertanyaan dan mengatasi kendala dalam proses belajar.
4. Mendorong peserta didik untuk mengakses sumber informasi
tambahan lain yang diperlukan untuk pemeblajaran.
5. Mengorganisasikan kegiatan belajar kelompok jika diperlukan.
6. Mencatat pencapaian kemajuan belajar peserta didik.
7. Melaksanakan penilaian hasil belajar.
8. Menjelaskan kepada peserta didik mengenai bagian yang perlu
dituntaskan.
9. Melaksanakan pengayaan dan penilaian ulang pada bagian yang
belum tuntas.
10. Meninformasikan kepada pserta didik tentang rencana
pembelajaran selanjutnya.
E. Tujuan Akhir
Setelah menyelesaikan modul Manajemen Budidaya Ayam Broiler
Modern ini,peserta didik mempunyai kemampuan untuk;
1. Mendiskripsikan istilah ayam broiler dan keunggulan strain –
strain ayam broiler yang beredar di Indonesia.
2. Menjelaskan sistem perkandangan ayam broiler modern yang ada
di Indonesia.
3. Menyiapkan kandang dan peralatan dalam budiddaya ayam broiler
modern.
4. Menambah ketrampilan Budidaya Ayam Broiler Modern periode
stater.
5. Menambah ketrampilan Budiddaya Ayam Broiler Modern periode
finisher.
6. Melaksanakan kegiatan biosecurty dalam budidaya ayam broiler
modern.
7. Melakukan kegiatan recording dalam Budidaya Ayam Broiler
Modern .
8. Melakukan kegiatan pemanenan ayam broiler modern.
9. Melakukan evaluasi produksi budidaya ayam broiler modern.
F. Cek Penguasaan Standar Kompetensi
Untuk mengetahui kemampuan anda tentang modul “ Manajemen
Budidaya Ayam Broiler Modern” pilihlah jawaban ya atau tidak untuk
pernyataan dibawah ini dengan memberi tanda centang (V) pada kolom
jawaban yang telah disediakan.
No Pernyataan Ya Tidak
1. Untuk memepelajarai manajemen budidaya ayam
boiler modern,kita perlu menguasai dasar – dasar
peternakan,biologi dan matematika.

2. Sistem perkandanganAyam Broiler terbagi atas


sistem kandang terbuka ( open ) dan sistem
tertutup ( clouse house ).
3. Salah satu kegiatan menyiapkan kandang dan
peralatan diantaranya sanitasi

4. Masa brooding termasuk dalam pemeliharaan ayam


broiler fase finisher.

5. Ayam broiler yang berumur 1 – 21 hari masuk dalam


periode stater.

6. Pengaturan lalu lintas ternak/orang dan alat


termasuk dalam penerapan biosecurty.

7. Kegiatan pencatatan merupakan bagian dari evaluasi


usaha peternakan.

8. Mengeluarkan / Menggantung tempat pakan dan


minum merupakan tahapan dari kegiatan pemanenan
ayam broiler.

9. Salah satu parameter dari Evaluasi Produksi adalah


Konversi Pakan ( FCR ).

10. Usaha peternakan ayam broiler dikatakan berhasil


jika nilai < 300.

II. PEMBELAJARAN
A. Pembelajaran 1 “Istilah Ayam Broiler dan Keunggulan Strain Ayam
Broiler”
1. Tujuan
 Peserta didik mampu menjelaskan tentang istilah ayam
broiler.
 Peserta didik mampu menyebutkan strain ayam broiler
yang ada di Indonesia.
 Peserta didik mampu memilih strain ayam broiler
berdasarkan keunggulannya.

2. Uraian Materi

Ayam broiler adalah jenis ayam ras unggul hasil


persilangan antara bangsa ayam cornish dari Inggris dengan ayam
white play mounth Rock dari Ameirka (Sregar dan Sabrani,
1980). sedangkan Menurut Anggorodi (1985) Ayam broiler adalah
ayam pedaging yang dipelihara hingga 6 sampai 13 minggu dengan
bobot hidup dapat mencapai 1,5 kg pada umur 6 minggu.

Ayam broiler merupakan ternak yang paling efisien


menghasilkan daging dibandingkan ayam yang lain,ayam ini
mempunyai sifat antara lain ukuran badan besar penuh daging
yang berlemak, bergerak lambat serta pertumbuhan badannya
cepat (Suroprawiro, 1980) dengan daging yang dihasilkan
bertekstur halus, lembut dan empuk ( Siregar at al, 1980).

Rasyaf (1994) menyatakan bahwa pemeliharaan ayam


broiler terbagi dalam dua periode, pemeliharaan periode awal
(stater),dan pemeliharaan periode akhir (finisher). Pemelihraaan
periode awal dimulai dari umur satu sampai tiga minggu dan
periode pemeliharana akhir adalah setalah umur lebih dari 3
minggu sampai dengan panen.

Ayam Broiler di Indonesia baru dikenal menjelang periode


tahun 1980-an,Ayam Broiler komersial seperti sekarang ini
memang baru populer pada periode 1980-an. Hingga kini ayam
broiler telah dikenal masyarakat Indonesia dengan berbagai
kelebihannya yang hanya 5-6 minggu sudah bisa dipanen. Ayam
broiler yang berwarna putih dan cepat tumbuh ini ternyata
banyak ragam yang dijual sesuai nama penemu bibit itu.

Sedangkan karakteristik ayam type pedaging


diantaranya;bersifat tenang dan lamban, bentuk tubuh utamanya
bagian dada besar dan penuh timbunan daging, pertumbuhan
cepat, bulu merapat ketubuh, kulit putih dan kaki pendek, dan
produksi telur rendah.

STRAIN AYAM BROILER

Strain merupakan sekelompok ayam yang dihasilkan oleh


Breeder Farm ( Perusahaan Pembibitan Ayam ) melalui proses
pemuliabiakan untuk tujuan ekonomis tertentu.

Berbagai nama strain ayam broiler yang banyak muncul


yang ditawarkan oleh pembibit menunjukkan bahwa antara strain
ayam broiler satu dengan strain ayam broiler yang lainnya
terdapat perbedaan sesuai dengan orang atau lembaga yang
mengembangkannya. Perbedaan tersebut pada umumnya terletak
pada;
1. Pertumbuhan Ayam
Ada strain ayam broiler yang pada masa awalnya
tumbuh dengan cepat,sedangkan pada masa akhir biasa –
biasa saja atau sebaliknya,hal ini tergantung pada orang
atau lembaga yang mengembangkannya. Pertumbuhannya
yang cepat dimasa awal memang baik untuk kondisi di
Indonesia yang memasarkan ayam di usia 5-6
minggu,pertumbuhan yang cepat ini sangat membantu
manajemen peternakan dalam mencapai sasaran yang
direncanakan, apabila pertumbuhan yang cepat terjadi
dimasa akhir , harus diperhatikan waktu pemasaran ayam
tersebut.
2. Konsumsi Ransum ( Feed Intake )
Adalah jumlah pakan yang dikonsumsi,dimana
semakin cepat konsumsi pakan yang masuk,diharapkan
semakin cepat pertumbuhan ayam broiler.
3. Konversi Ransum (FCR)
Diharapkan setiap strain ayam broiler yang
dihasilkan oleh masing breeder farm perusahaan memiliki
pertumbuhan yang cepat dengan konsumsi pakan yang
sedikit yang ditunjukkan dengan nilai FCR yang
[Link] FCR merupakan perbandingan konsumsi
pakan yang dihabiskan dibandingkan dengan bobot daging
yang dihasilkan.

Beberapa perusahaan pembibitan ayam broiler yang ada di


Indonesia;

1. PT. Antputraco strainnya BROMO


2. [Link] Agro Industri strainnya HUBBARD
3. PT. Wonokoyo Jaya Corporation strainnya HUBBARD
4. [Link] Acres Indonesia strainnya ARBOR ACRES
5. [Link] Pokphand strainnya AA CP 707
6. [Link] Palasari Cobbindo strainnya COBB
7. [Link] Indonesia strainnya HYBRO
8. [Link] strainnya TEGEL
9. [Link] Breeder Adirama strainnya LOGHMAN
10. [Link] Avian Pertiwi strainnya AVIAN
11. PT. Cibadak Indah Sari Farm strainnya ROSS
12. PT. Sierad Produce strainnya ISA VIDETTE
13. PT. Isa Inkud Breeder / PT. Cargill Indonesia strainnya
STARBRO
JENIS STRAIN AYAM BROILER dan KEUNGGULANNYA

Strain ayam broiler yang ada dipasaran saat ini yang


banyak dibudidayakan peternak di Indonesia,diantaranya;

1. Strain Arbor Acres ( AA) CP 707

 Tumbuh Sangat Cepat.


 Efisiensi Pakan Sangat Bagus.
 Otot dada Relatif Tebal.
 Pertumbuhan bulu Relatif Lambat.
 Mudah beradaptasi.

2. Strain Cobb
 Titik tekan pada perbaikan FCR.
 Pengembangan genetik diarahkan pada pembentukan
daging dada.
 Mudah beradaptasi dengan lingkungan tropis (heat
stress).
 Produksi efisien (Bobot badan 1,8 – 2 kg; FCR 1,65).

3. Strain Hubbard
 Nafsu pakan bagus pada iklim tropis
 Produksi efesien ( Bobot badan 2,0 Kg;FCR 1,60 )
 Pengembangan genetik diarahkan pada pembentukan
daging dada yang lebih baik.

4. Strain Hybro
 Fokus terhadap kekuatan dan daya hidup.
 Menjaga keseimbangan antara sifat broiler dan
breeder.
 Performa bagus pada iklim tropis.
 Tahan terhadap kasus ascites.
 Fokus pengembangan genetik pada hasil/produk karkas
5. Strain Ross
 FCR lebih efisien.
 Laju pertumbuhan lebih cepat.
 Daya hidup lebih bagus.
 Fokus pengembangan genetik pada kekuatan kaki
sebagai penyeimbang berat badan.

3. Rangkuman
Ayam broiler adalah ayam pedaging yang dipelihara hingga
6 sampai 13 minggu dengan bobot hidup dapat mencapai 1,5 kg
pada umur 6 minggu. Pemeliharaan ayam broiler terbagi dalam
dua periode, pemeliharaan periode awal (stater) umur 1 – 21
hari,dan pemeliharaan periode akhir (finisher) 22 hari – panen.
Karakteristik ayam broiler uang termasuk dalam ayam
type pedaging diantaranya;bersifat tenang dan lamban, bentuk
tubuh utamanya bagian dada besar dan penuh timbunan daging,
pertumbuhan cepat, bulu merapat ketubuh, kulit putih dan kaki
pendek, dan produksi telur rendah.
Strain merupakan sekelompok ayam yang dihasilkan oleh
Breeder Farm ( Perusahaan Pembibitan Ayam ) melalui proses
pemuliabiakan untuk tujuan ekonomis tertentu.
Strain ayam broiler satu dengan strain ayam broiler yang
lainnya memiliki perbedaan sesuai dengan orang atau lembaga
yang mengembangkannya. Perbedaan tersebut pada umumnya
terletak pada Pertumbuhan Ayam, Konsumsi Ransum ( feed
intake ) dan Konversi Ransum ( FCR ). Diantaranya strain ayam
broiler yang beredar di Indonesia terdapat strain cobb,abror
acres,ross,hybro,hubbard.

4. Tugas
Setelah anda mempelajari tentang strain – strain ayam broiler,
coba lakukan identifikasi strain ayam broiler yang ada di usaha
peternakan disekitar lingkunngan anda. Meliputi;
a. Nama Strain
b. Nama Breeder Farm
c. Tanggal Penetasan
d. Bobot rata – rata DOC
e. Kode Seleksi
5. Tes
1. Jenis ternak unggas yang efesien dalam membentuk daging dan
dapat dipanen dalam waktu 35 hari,yaitu......
A. Itik
B. Ayam Broiler
C. Puyuh
D. Ayam Petelur
2. Ayam broiler yang termasuk dalam tipe ayam pedaging memiliki
karakteristik berikut ini,kecuali......
A. Bagian dada besar,pertumbuhan cepat,gerak lamban.
B. Bulu merapat ketubuh,bagian dada besar, pertumbuhan
cepat.
C. Pertumbuhan cepat,gerakan cepat, dada rapat.
D. Dada besar penuh timbunan daging, pertumbuhan cepat,
gerak lamban
3. Perusahaan peternakan yang dikhususkan untuk menghasilkan
DOC diistilahkan dengan.....
A. Hatcery Farm
B. Feed Mill
C. Breeder Farm
D. Brooder Farm
4. Termasuk strain ayam broiler dibawah ini adalah....
A. Cobb,Hybro,Hysex,Loghman
B. Hybro,Hyline,Isa Brown,Dekalb
C. Hubbard,Cobb,Ross,Abror Acres
D. Abror Acres,Hysex,Loghman,Cobb

5. Perbedaan antara strain satu dengan strain lainnya terletak


pada ......
A. Pertumbuhan,Konsumsi Ransum,Konversi Ransum(FCR)
B. Mortalitas, FCR, Feed Intake
C. Morbiditas, Pertumbuhan, Perfomance
D. Konversi Ransum, Indek Performance, Konsumsi Ransum

6. Lembar Kerja Praktikum


Judul : Identifikasi Strain – Strain Ayam Broiler
Tujuan :
Setelah melakukan pekerjaan ini,diharapkan anda akan mampu;
1. Mengidentifikasi strain – strain ayam broiler modern
berdasarkan data yang tercantum pada box DOC.
2. Menyebutkan keunggulan dari masing – maisng strain
ayam broiler.
Alat dan Bahan
Alat ; Timbangan, box DOC
Bahan; 2 macam strain ayam broiler .
Langkah Kerja ;
1. Lakukan pencatatan berdasarkan data yang tercantum
pada box DOC.( Asal Breeder Farm,Tanggal Menetas,
Kode Pada Box )
2. Identifikasi strain berdasarkan BB awal,Warna Bulu pada
bagian tertentu,bentuk fisik.

B. Pembelajaran 2 “ Sistem Perkandangan Ayam Broiler di Indonesia “


1. Tujuan
 Peserta didik mampu menjelaskan sistem perkandangan
ayam broiler yang ada di Indonesia.
 Peserta didik mengetahui kelebihan dan kekurangan
masing – masing sistem perkandangan.

2. Uraian Materi
Kandang dan ternak ibarat dua sisi mata uang yang tidak
dapat dipisahkan satu sama lainnya. Kandang merupakan “rumah”
atau suatu tempat yang difungsikan untuk tempat berlindung
bagi ayam, tempat melakukan aktivitas produksi dan
reproduksinya serta tempat yang memberikan jaminan
perlindungan bagi ternak dari berbagai gangguan binatang buas
dan bahaya maling.

Berdasarkan ini, maka pembangunan kandang untuk ayam


perlu disesuaikan dengan kebutuhan ayam dan sesuai pula
dengan kondisi keuagan yang dimiliki oleh peternak. Berbagai
macam bentuk kandang sering diperdebatkan dalam
hubungannya dengan fungsi kandang itu sendiri.

“Pilihan model dan sistem kontruski kandang sebenarnya


bukan disesuaikan dengan keinginan peternak namun perlu
dipertimbangkan dari kenyamanan ayam yang dipelihara yang
secara nyata akan memberikan hasilnya berupa daging dan
telur,” (Ahmadi,Ir. 2008).

Sistem Perkandangan Ayam Broiler di Indonesia

1. Sistem Kandang Terbuka ( Open House ) yaitu


Merupakan kandang yang semua sisinya terbuka,dinding
kandang menggunakan kawat atau bilah bambu sehingga
udara bisa bebas keluar [Link] masuknya udara diatur
dengan mengatur sistem buka tutup tirai kandang yang
disesuaikan dengan kondisi lingkungan dan umur ayam.

Gambar 1. Kandang Terbuka / Open

2. Sistem Kandang Tertutup ( Clouse House ) yaitu


Merupakan kandang yang semua dindingnya tertutup
rapat sepanjang hari dengan tirai. Pengaturan suhu ,
kelembaban, kecepatan angin oleh cooling system atau fan.

Gambar 2. Kandang Tertutup ( Clouse House )

Pada kandang sistem clouse house dibagi menjadi 3


(tiga),antara lain
 Sistem Tunnel
Sistem pengaturan keluar masuknya udara dibantu oleh
kipas angin dan tirai kandang.
 Sistem Clouse House
Sistem kandang yang sudah dilengkapi dengan sistem
pendingin ( cooling system ).
 Sistem Full Automatic Clouse House
Sistem kandang yang sudah dijalankan secara
otomatis,mulai dari sistem pemberian pakan,pemberian
minum dan pencahayaan secara otomatis.

Penggunaan sistem kandang clouse house memiliki tujuan;

1. Menciptakan kondisi lingkungan yang nyaman bagi ayam broiler


untuk berkembang sesuai dengan potensi yang dimilikinya.
2. Meningkatkan produktivitas ayam melalui peningkatan
kepadatan / populasi / daya tampung kandang.
3. Efesiensi lahan dan tenaga kerja yang digunakan.
4. Meminimalisir kontak antara ayam dengan lingkungan luar.

KELEBIHAN DAN KEKURANGAN


Sistem Open House
Kelebihan ;
 Biaya Invetasi murah sesuai dengan kapasitas pemeliharaan.
 Bahan baku mudah di dapat.
 Konstruksi kandang sederhana.
 Tidak memerlukan daya listrik yang tinggi

Kekurangan ;
 Populasi ayam dipelihara terbatas 8-10 ekor/m2
 Keuntungan yang didapat relatif sedikit,sesuai dengan
kapasitas pemeliharaan.
 Ternak ayam mudah mengalami cekaman lingkungan.

Sistem Close House


Kelebihan;
 Meningkatkan kapasitas pemeliharaaan
 Ayam lebih sehat,nyaman,segar dan tenang.
 Sirkulasi udara lebih baik.
 Mendukung produktivitas maksimal.
 Efeseinsi lahan dan tenaga kerja
 Temperatur dapat dikontrol seseuai dengan kebutuhan
pemeliharaan.
 Faktor lingkungan tidak berperan banyak saat pemeliharaan.
 Daya tampung lebih banyak dan populasi dapat ditingkatkan
menyentuh angka 66%.

Kekurangan;
 Biaya Investasi mahal mencapai Rp.45.000/ekor
 Beban biaya listrik tinggi.
 Gangguan sistem kelistrikan dapat menyebabkan tingkat
kematian cukup tinggi pada periode akhir pemeliharaan (
periode finisher )

Syarat Lokasi Kandang


 Jauh dari pemukiman penduduk
 Memiliki akses sarana transportasi yang lancar
 Jarak antar peternakan/farm satu dengan farm lainnya
minimal 1 – 2 km.
 Intensitas pencahayaan sinar matahari cukup memadai.
 Topografi lahan mendukung sistem sirkulasi udara.
 Tersedia sumber air yang cukup.

Parameter kandang yang nyaman bagi ayam broiler,antara lain;


1. Suhu dan Kelembapan
Untuk DOC suhu yang ideal berkisar 29-330C,Finisher 25-
280C, dengan kelembapan berkisar 60 – 70 %.
2. Sirkulasi Udara
Pertukaran CO2 dan O2 dilakukan dengan menyesuaikan lebar
dan tinggi kandang dengan jarak kandang.
3. Kepadatan kandang
Kepadatan kandang yang ideal 15 Kg/m2 atau berkisar 6-8
ekor.
4. Ketersediaan Pakan dan Air Minum
Kualitas dan kuantitas pakan serta air minum disesuaikan
dengan kebutuhan ayam per ekor.
5. Kebersihan
Kandang yang terjaga kebersihannya / menerapkan konsep
biosekuriti akan meminimalkan timbulnya bibit penyakit.

3. Rangkuman
Terdapat 2 sistem perkandangan di Indonesia,yaitu
sistem kandang terbuka ( open ) dan sistem kandang tertutup (
clouse house ).Pada kandang sistem terbuka,udara dapat keluar
masuk secara leluasa,sedangkan pada kandang sistem tertutup
pengaturan suhu , kelembaban, kecepatan angin oleh suatau alat
yang disebut cooling system atau fan.
Kenyamanan kandang ditentukan oleh
suhu,kelembapan,sirkulasi,kepadatan,ketersediaan pakan,air
minum dan kebersihan.
4. Tugas
Setelah anda mempelajari tentang sistem perkandangan
ayam broiler di Indonesia, coba lakukan kunjungan lapang pada
usaha peternakan ayam broiler yang menggunakan sistem
kandang terbuka dan kandang tertutup yang ada di usaha
peternakan disekitar lingkungan anda. Meliputi;
 Nilai Investasi berdasarkan kapasitas kandang.
 Jenis peralatan yang digunakan pada masing –
masing sitem kandang.
 Foto Dokumentasi masing – masing sistem kandang.

5. Tes
1. Sistem perkandangan yang mampu meningkatkan kapasitas
daya tampung ayam broiler per m2,yaitu......
A. Tertutup ( Clouse House )
B. Semi Tertutup
C. Postal
D. Terbuka ( Open )
2. Untuk memudahkan dalam menjual hasil panen,Syarat yang
harus dipenuhi dalam memilih lokasi kandang,diantaranya......
A. Jauh dari pemukiman penduduk.
B. Jarak antar farm satu dengan yang lainnya minimal 1-2 km.
C. Sarana Transportasi mudah dan lancar.
D. Tersedianya sumber air dan pakan yang cukup.

3. Cooling pad ( Pendingin) dan Fan ( Kipas ) lebih tepat digunakan


pada kandang sistem.....
A. Postal
B. Clouse House
C. Open
D. Komunal
4. Invetasi murah,konstruksi kandang lebih sederhana dan dapat
memanfaatkan bahan baku disekitar lingkungan tempat
tinggal,merupakan kelebihan kandang sistem....
A. Postal.
B. Clouse House
C. Open
D. Komunal

5. Untuk menciptakan kandang yang nyaman bagi ayam broiler


maka peternak harus memperhatikan tentang ......
A. Suhu,Kelembapan,sirkulasi,Kepadatan,Konsumsi pakan dan
air minum,kebersihan kandang.
B. Suhu dan kelembapan, Konsumsi Pakan.
C. Suhu,kelembapan,sirkulasi udara,kebersihan.
D. Konsumsi Pakan dan Air Minum

6. Lembar Kerja Praktik


Judul : Mengoperasikan Peralatan kandang kandang Clouse
House
Tujuan :
Setelah melakukan pekerjaan ini,diharapkan anda akan mampu;
1. Mengidentifikasijenis peralatan kandang clouse house.
2. Mengoperasikan peralatan kandang clouse house
Alat dan Bahan
 Cooling Pad .
 Fan

Langkah Kerja

C. Pembelajaran ke 3 “ Persiapan Kandang dan Peralatan Kandang”


1. Tujuan
 Peserta didik mampu melaksanakan kegiatan persiapan
kandang dan peralatan kandang pada pemeliharaan ayam
broiler modern.
 Peserta didik mampu
2. Uraian Materi

PERSIAPAN KANDANG
 Setiap unit farm untuk produksi broiler seharusnya
memelihara ayam hanya satu kelompok umur saja.
Penempatan ayam diatur dengan sistem “all in all out” (ayam
masuk dan keluar secara bersamaan) untuk meminimalkan
serangan penyakit.
 Waktu pemberian dan periode istirahat kandang pada satu
unit farm broiler minimal 14 hari guna mengurangi resiko
infeksi bakteri dan virus.
 Pelaksanaan biosekurity atau sanitasi sangat penting
dilakukan, seperti sanitasi sebelum masuk farm terhadap
setiap karyawan / staf / tamu, kendaraan dan barang –
barang yang akan memasuki area farm maupun kandang.

TAHAP PERSIAPAN KANDANG


1. Pencucian Kandang
 Pembersihan kandang lakukan sesegera mungkin setelah
ayam dalam satu flok [Link] ayam dan semua
peralatan kandang dikeluarkan. Kandang dicuci dengan
detergen dan dibilas dengan air sampai bersih. Kemudian
kandang disemprot dengan formalin (10%).Berbagai jenis
produk baru dan kombinasinya juga terbukti efektif
digunakan sebagai desinfektan.

 Kemudian lantai kandang di kapur (proses pengapuran


kandang). Gunakan campuran 10 kg, kapur hidup dan 20 kg
ammonium sulfat pada permukaan lantai seluas 100 m2.
Tebarkan secara merata ke lantai kandang lalu semprot
dengan 100 liter air pada permukaannya.
 Setelah kandang bersih, tutup tirai kandang dan semprot
kandang (bagian atas, lantai / bawah kandang) dengan
formalin (10%). Masukkan litter yang telah di desinfeksi
(dosis) 10% formalin) dan sebar merata ke seluruh bagian
kandang. Dengan menggunakan litter yang bagus, kering
tidak menggumpal dan tidak berdebu akan cacat pada
kulit, dada, kaki dan saluran pernafasan ayam dapat
dihindarkan. Litter yang umum digunakan antara lain
serutan kayu (3 – 5 kg / m2) dan sekam padi (2,5 – 4 kg /
m2) yang mudah didapatkan. Dianjurkan ketebalan litter 5
– 8 cm.
2. Pencucian Peralatan Kandang
 Cuci peralatan kandang dengan detergen hingga bersih.
Bilas dengan air desinfektan (Ucarsan,Bromoquad atau
Iodosept). Kemudian dikeringkan dan simpan di tempat
yang bersih (gudang peralatan).
3. Pemasangan Tirai
 Setelah kandang bersih dan sekam telah disebar merata,
pasang tirai luar dan tengah dan semprot kembali dengan
formalin (merata ke bagian atas, sekam dan ruang
kandang) dengan dosis 10 liter / 90 liter air.
 Kemudian pasang sekat dan masukkan peralatan yang telah
bersih (tempat minum dan feeder tray) serta pasang
pemanas.
 Tiga hari sebelum DOC masuk, semprot kembali dengan
formalin 10 liter / 90 liter air.
 Jika terjadi kasus penyakit pada periode sebelumnya,
maka perlu dilakukan desinfektan ekstra (penyemprotan
formalin minimal 5 kali).
 Standar Peralatan dan Fasilitas Farm
No Jenis Peralatan Standar Kebutuhan
1. Gas Brooder 1 buah / 750 ekor
2. Gallon Kecil ( 2 liter ) 13 buah/750 ekor ( 1/60 )
3. Chick Feeder Tray ( CFT ) 13 buah/750 ekor ( 1/60 )
4. Gallon Besar 22 buah/750 ekor ( 1/35 )
5. Tube Feeder 27 buah/750 ekor ( diameter 12’ )
19 buah/750 ekor ( diameter 16’ )
6. Automatic Drinker 13 buah/750 ekor
7. Nipple Drinker 1 buah/2 ekor
8. Termometer 1 buah/750 ekor
9. Timbangan Kecil 1 buah/5000 ekor
10. Timbangan Panen 1 buah/5000 ekor

 Rekomendasi Peralatan Tambahan.
No Jenis Peralatan Standar Kebutuhan
1. Generator 1 buah / farm
2. Power Sprayer 1 buah/5000 ekor
3. Sprayer Panggung ) 1 buah/5000 ekor

 Standar Teknis Lain


No Jenis Peralatan Standar Kebutuhan
1. Pemanas Semawar 1 buah / farm
2. Pemanas Batubara 1 buah/5000 ekor
3. Pemanas serbuk gergaji 1 buah/5000 ekor
4. Litter,(Serutan Kayu,Sekam Padi) 3-5 kg/m2 – 3-4 kg/m2

3. Rangkuman
Setiap unit farm untuk produksi broiler seharusnya
memelihara ayam hanya satu kelompok umur saja. Penempatan
ayam diatur dengan sistem “all in all out” (ayam masuk dan keluar
secara bersamaan) untuk meminimalkan serangan penyakit.
Waktu pemberian dan periode istirahat kandang pada satu
unit farm broiler minimal 14 hari guna mengurangi resiko infeksi
bakteri dan virus.
Pelaksanaan biosekurity atau sanitasi sangat penting
dilakukan, seperti sanitasi sebelum masuk farm terhadap setiap
karyawan / staf / tamu, kendaraan dan barang – barang yang
akan memasuki area farm maupun kandang.
Tahapan persiapan kandang meliputi,pencucian kandang,
pencucian peralatan kandang,pemasangan tirai kandang.
4. Tugas
Setelah anda mempelajari tentang persiapan kandang dan
peralatan kandang,lakukan pengamatan kegiatan persiapan
kandang dan peralatan kandang yang ada diusaha peternakan di
sekitar lingkungan anda, dan buatlah kesimpulan hasil
pengamatan anda dengan kesesuaian materi yang anda terima.
5. Tes
1. Tahapan persiapan kandang meliputi........
A. Pencucian Kandang – Pencucian peralatan – Pemasangan
tirai
B. Pencucian tirai- Pencucian peralatan- sanitasi lingkunga
C. Sanitasi lingkungan - Pencucian peralatan - pemasangan
tirai.
D. Pencucian peralatan,pemasangan tirai, sanitasi.
2. Dalam pemasangan litter ,sebainya dengan ketebalan
berkisar......
A. 1-2 cm C. 5-8 cm
B. 3-4 cm D. > 20 cm

3. Peralatan yang berfungsi sebagai sumber pemanas adalah.....


A. Gasolek C. Tube Feeder
B. Chickguard D. Nipple

4. Konsentrasi larutan formalin pada pencucian kandang yang


dianjurkan adalah....
A. 0,1 % C. 1,0 %
B. 10 % D. 100 %

5. Jika dosis desinfectan 15 ml/m/10 liter air berapa jumlah


desinfectan dan air yang dibutuhkan untuk kandang seluas
200 m2...
A. 3 liter desinfectan dan 30 liter air.
B. 30 liter desinfectan dan 3 liter air.
C. 13 liter air dan 1,3 liter desinfectan.
D. 1,3 liter desinfectan dan 3 liter air.

6. Lembar Kerja Praktik


Judul : Melakukan Kegiatan Sanitasi Kandang dan Peralatan
Tujuan :
Setelah melakukan pekerjaan ini,diharapkan anda akan mampu;
1. Melakukan kegiatan sanitasi kandang dan peralatan
kandang.
2. Menghitung kebutuhan bahan untuk sanitasi kandang dan
peralatan sesuai dengan prosedur yang ditetapkan.
Alat dan Bahan
Alat ; Sapu ijuk,sabit,timba,kuas,sanchin
Bahan ; Desinfectan,kapur,detergen,air bersih,formalin
10 %.

Langkah Kerja

1. Kandang dibersihkan dari kotoran ayam dan peralatan


kandang dikeluarkan.
2. Kandang dicuci dengan detergen dan dibilas dengan air
bersih.
3. Kandang disemprot dengan formalin 10 %.
4. Lantai kandang dikapur ( 10 kg kapur tohor : Ammonium
sulfat 20 kg / 100m2 ).
5. Cuci peralatan kandang dengan detergen hingga bersih
lalu dikeringkan / dijemur.
D. Pembelajaran ke 4” Pemeliharaan Ayam Broiler Periode Starter”
1. Tujuan
 Peserta didik mampu menjelaskan tentang kegiatan
pemeliharaan ayam broiler periode stater.
 Peserta didik mampu menentukan suhu yang ideal untuk
DOC pada masa brooding.
 Peserta didik mampu menghitung kepadatan kandang
berdasarkan umur/bobot badan ayam.
2. Uraian Materi

MASA BROODING ( Masa Indukan )


Merupakan masa pemeliharaan DOC dua minggu pertama ( 14 hari ) yang
menggunakan pemanas buatan untuk menggantikan panas tubuh yang dihasilkan dari
induk asli dengan bantuan pemanas buatan (Indukan / brooder).
Saat ayam berumur 2 minggu pertama terjadi perbanyakan sel (
hyperplasia),perbanyakan sel tersebut meliputi perkembangan saluran
pencernaan,perkembangan saluran pernafasan,dan perkembangan sistem kekebalan
(antibodi).
Tujuan Brooding
1. Ayam lebih leluasa dan mudah mendapatkan pakan dan air minum,sehingga
tercapai pertumbuhan yang optimal.
2. Menyediakan temperatur ideal bagi DOC dan ketercukupan oksigen.
3. Menyediakan lingkungan yang nyaman dan sehat secara efesien dan ekonomis
bagi DOC untuk pertumbuhan optimal.
Pada dasarnya terdapat tiga sistem dasar yang diterapkan untuk brooder pada ayam
broiler,yakni ;
1. Spot Brooding ( Induk Buatan Setempat/Pemanasan Setempat ).
Diperlukan sekat pelindung bagi DOC dengan ketinggian 45-50cm untuk
melindungi anak ayam dari aliran udara dingin,serta agar anak ayam tetap
dekat dengan pemanas,pakan dan minum.
Keuntungan;
 Suhu brooding lebih mudah dikontrol
 Penggunaan bahan bakar lebih sedikit,biaya bahan bakar lebih irit.
Kerugian;
 Diperlukan tambahan tirai dalam,biaya lebih mahal(banyak tirai).
 Sering terjadi panas tinggi,harus lebih sering mengamati kondisi ayam
serta mengatur pemanas dan tirai.
2. Whole House Brooding ( Induk Buatan Menyeluruh/Pemanasan Menyeluruh ).
Kandang dapat dipanaskan dengan sistem pemanas langsung dan tidak
[Link] pemanas tidak langsung biasanya menggunakan gas atau minyak
tanah dan menyemburkan udara panas ke dalam kandang pada satu titik.
Penambahan kipas pada sistem ini didalam kandang dapat digunakan
meningkatkan kualitas udara dan pemerataan temperatur.
Kelebihan;
 Persiapan lebih cepat dikerjakan.
 Anak kandang lebih mudah bergerak disekitar area brooding.
Kerugian;
 Diperlukan bahan bakar yang lebih banyak untuk mempertahankan suhu
didalam area brooding agar tetap hangat.
 Pengeluaran biaya untuk bahan bakar lebih banyak.
3. Tipe sebagian kandang
Area brooding terbatas sebagian kandang dengan penutup menggunakan terpal
dan tirai plastik.
Kelebihan;
 Suhu brooding lebih mudah dikontrol.
 Penggunanan bahan bakar lebih sedikit.
 Tirai yang digunakan lebih sedikit dari pada tipe lokal.
Kerugian;
 Sering terjadi panas tinggi.
 Harus sering mengamati kondisi ayam (kontrol) serta mengatur pemanas
dan tirai.

Tabel 1. Rekomendasi Suhu dan Kelembapan Pada Masa Brooding


Umur(hari) Suhu (0 Celcius) Kelembapan
(%)
0-3 33-31 55-60
4-7 32-31 55-60
8-14 30-28 55-60
15-21 28-26 55-60
22-24 26-23 55-65
Sumber : Manual Guide Logman, 2004

Catatan: Gunakan termometer untuk mengukur suhu di tiap area brooding setinggi 5 –
10 cm diatas litter.

Tingkah Laku DOC pada masa brooding

1. Temperatur Dingin
DOC akan bersuara ramai dan berkumpul dibawah pemanas,maka suhu perlu
dinaikkan.
2. Temperatur Terlalu Tinggi (Panas).
DOC menjauhi pemanas dan terjadi panting (megap-megap) maka suhu harus
diturunkan.
3. Tidak Merata / Angin Terlalu Kencang
DOC bersuara ramai dan berlindung dibelakang pemanas,cek tirai dan suhu
bilamana memungkinkan angin dapat masuk secara langsung mengenai DOC.
4. Temperatur Ideal
Penyebaran DOC merata disekitar pemanas, mengindikasikan kondisi suhu yang
nyaman bagi DOC.

Lama Brooding,

Lama brooding tergantung dari lokasi farm dan kondisi lingkungan atau cuaca/iklim;

IKLIM LAMA BROODING ( Hari )

Musim Kemarau ( Panas ) 10 – 12

Musim Penghujan 12 - 14
catatan; melihat kondisi ayam
MANAJEMEN PENERIMAAN DOC

Harus ada komunikasi yang baik antara hatchery, marketing DOC dan
Costumer untuk menetukan jadwal waktu pengiriman. Sebelum Doc datang pakan dan
air minum harus sudah tersedia. Pada kasus pengiriman jarak jauh,setelah ayam tiba
di farm berikan larutan gula 2 % pada air yang didistribusikan pertama kali untuk
mencegah dehidrasi dan pemulihan tenaga yang hilang selama perjalanan.

Beberapa hal yang harus diperhatikan saat DOC datang;

 Cek kondisi mobil pengangkut DOC,meliputi;segel,kondisi kipas,surat jalan dan


cek sampel DOC 10 % dengan di tunggu dan disaksikan sopir pengirim.
 Cek sampel dengan memperhatikan; jumalh DOC,DOC yang mati serta kondisi
umum DOC ( lincah,diam,cacat ).
 Setelah DOC di cek, harus segera disebar k e brooder masing – masing yang
telah disiapkan.
Jika DOC mengalami dehidrasi,jangan berikan pakan sebelum DOC menemukan tempat
minum dan telah minum selama 2 – 3 jam. Hal ini perlu diperhatikan terutama jika air
minum menggunakan nipple drinker.

Kesehatan dan Kualitas DOC


Perhatikan DOC secara intensif selama 24 jam pertama untuk memastikan
bahwa DOC tersebut cukup nyaman berada di brooder. Perhatikan tingkah laku DOC
dan pastikan semua DOC dapat dengan mudah mengakses pakan dan air minum. Cata
parameter performens dan tetapkan target sehingga pelaksanaan teknik manajemen
yang tepat menjadi maksimal.

Penyebab Kematian pada Minggu Pertama:


 Temperatur brooding terlalu tinggi atau rendah ( tidak stabil ).
 Kurangnya distribusi air dan tempat minum akan membuat ayam mengalami
kesulitan dalam mendapatkan air minum pada 24 jam pertama.

PERSIAPAN BROODING

Bahan dan peralatan kandang yang perlu disiapkan memasuki masa brooding;
1. Chickguard/Seng pembatas/Brooding Ring
Fungsi;
 Sebagai konduktor/penghantar panas yang dihasilkan
 Melindungi DOC dari terpaan angin dan ancaman hewan liar
 Membantu panas agar tetap terkonsentrasi pada daerah brooding
Bahan Chickguard terbuat dari seng dengan ketinggian 50-60cm dan dilengkapi
penjepit terbuat dari bilah bambu. Bentuk Chickguard berupa lingkaran maupun
persegi,dengan tujuan untuk menghindari penumpukan DOC pada salah satu
sudut dan agar penyebaran panas lebih merata.
Luas Indukan (Chickguard) dihitung berdasar standart kepadatan DOC yaitu
50 ekor/m2, sedangkan setiap indukan mampu menampung DOC berkisar 500 –
750 ekor.
Luas dan diameter indukan bentuk lingkaran dihitung dengan rumus
RUMUS : L (m)=Ω.r2
D = 2.r

2. Litter / Alas Kandang


Fungsi ;
 Menjaga agar kaki DOC tidak terperosok
 Menyerap kotoran ayam,urine dan air yang tumpah.
 Membantu agar panas tetap fokus
 Sebagai sumber vitamin D
Bahan Litter dapat berupa, sekam padi,jerami,serbuk gergaji dan dedaunan
kering

Tabel 3. Tipe Litter dan Keuntungannya

Frekuensi Penangana
Tipe Litter Keuntungan
Litter

-Tambahkan sekam padi -Menyerap kelembapan


kering
-Sekam yang -Penyimpan panas yang
Sekam Padi
menggumpal dibuang. baik
-Lakukan setiap 2 hari
sekali
Jerami -setiap 2 hari sekali -tidak mengotori tempat
minum
Serutan kayu -setiap 5 hari sekali -lebih lembut dikaki
ayam

3. Pemanas ( Gas Brooder )


Berdasarkan jenis bahan bakar yang digunakan,pemanas yang digunakan pada
masa brooding bisa bersumber dari batubara,gas elpiji,minyak tanah,listrik dan
sekam. Untuk alat yang digunakan berupa kompor batubara,infra red, kompor
minyak tanah, semawar.
4. Tirai
Tirai yang disiapkan pada masa brooding terdiri atas tirai luar dan tirai
dalam,tirai luar dipasang disekeliling kandang,sedangkan tirai dalam dipasang
disekeliling area brooding.

Pengaturan buka tutup tirai diatur sebagai berikut;


 Minggu I,tirai ditutup penuh.
 Minggu II,tirai dibuka 1/3 bagian kandang.
 Minggu III,tirai dibuka 2/3 bagian kandang.
 Minggu IV,tirai dibuka penuh.

Pada dinding bagian atas diberi celah ventilasi dengan lebar 20 – 30 cm, untuk
pembukaan tirai kandang sebaiknya disesuaikan dengan lingjkungan,terutama
suhu dan kecepatan angin.
5. Tempat Pakan dan Air Minum
Tempat Minum Air Otomatis ( TMAO ),dipasang merata dalam indukan dengan
posisi TMAO setinggi punggung ayam,untuk DOC,tinggi TMAO diupayakan
dapat digoyang dan tidak menempel pada lantai kandang.
Tempat pakan yang akan digunakan dipasang beberapa jam sebelum DOC
datang dan ditata rapi di sekeliling Indukan ( brooder ).
Pemberian pakan pertama kali dengan cara ditebar diatas lantai yang telah
dilalasi lapisan koran sebanyak 7 lembar.
6. Lampu/Pencahayaan.
Intensitas pencahayaan harus lebih tinggi saat awal untuk mengenali pakan dan
minum,selanjutnya intensitas cahaya dapat diturunkan secara bertahap.

KEPADATAN KANDANG
Merupakan kemampuan kandang untuk menampung ternak selama proses
pemeliharaan. Kandang yang terlalu padat akan mempengaruhi aktivitas ayam,selain itu
akan meningkatkan persaingan antar ayam dalam mendapatkan oksigen,timbulnya kasus
kanibalisme, gangguan pernafasan dan timbulnya amoniak yang berlebihan.
Jumlah ayam per m2 dapat bervariasi tergantung dari umur panen,tipe
kandang,iklim yang terjadi pada saat itu. Pada kandang terbuka dengan ventilasi alami
kepadatanya 15 kg/m2,pada kandang yang aliran udaranya bisa diatur ( close house )
kepadatan dapat mencapai 25 – 30 kg/m2 berat hidup. Direkomendasikan untuk
menurunkan kepadatan kandang pada saat temperature tinggi ( cuaca panas ).

Tabel 4. Kepadatan Kandang Berdasarkan Berat Panen

Berat ( Kg ) Kepadatan (ekor/m2)

0,80 - 0,99 11,0 -11,1


1,00 - 1,19 10,0 - 10,5
1,20 - 1,39 9,0 -9,5
1,40 - 1,59 8,0 - 8,5
1,60 - 1,69 7,5 - 8,0
> 1,90 7,0 - 7,5

Tabel 5. Kepadatan Kandang Berdasarkan Umur Ayam

Umur ( hari ) Kepadatan (ekor/m2)

0–3 50
4–7 30
8 – 14 20 – 25
15 – 21 10 – 20
22 – 24 6–8

PELEBARAN AREA BROODING


6 Hari 1/3 Kandang

9 hari 1/2 Kandang

12 Hari 3/4 Kandang

14 Hari Full Kandang

Keterangan;
 Setiap pelebaran selalu dilakukan penambahan tempat pakan dan minum,dimulai
pada hari ke 2.
 Umur 6 hari, feeder tray mulai diambil dan ditambah dengan alas tempat oakan
tabung ( feeder tube ).
 Umur 9 hari feeder tray sudah diangkat semua ( diganti dengan alas tempat
pakan tabung ).
 Hari ke 12 tempat pakan mulai digantung 50 %,hari ke 14 sudah digantung
semua.
 Pada kandang panggung hari ke 18 mulai diturunkan sekam,hari ke 19 sekam
diturunkan semua.

3. Ringkasan
Merupakan masa pemeliharaan DOC dua minggu pertama ( 14 hari ) yang
menggunakan pemanas buatan untuk menggantikan panas tubuh yang dihasilkan
dari induk asli dengan bantuan pemanas buatan (Indukan / brooder).
Tingkah Laku DOC pada masa brooding
1. Terlalu Dingin
DOC akan bersuara ramai dan berkumpul dibawah pemanas,maka suhu perlu
dinaikkan.
2. Terlalu Panas.
DOC menjauhi pemanas dan terjadi panting (megap-megap) maka suhu harus
diturunkan.
3. Tidak Merata / Terpaan Angin
DOC bersuara ramai dan berlindung dibelakang pemanas,cek tirai dan suhu
bilamana memungkinkan angin dapat masuk secara langsung mengenai DOC.
4. Suhu Ideal
Penyebaran DOC merata disekitar pemanas, mengindikasikan kondisi suhu yang
nyaman bagi DOC.
Alat dan Bahan yang diperlukan dalam persiapan brooding diantaranya, chick
guard,liter,pemanas,tirai,tempat pakan,tempat minum dan lampu untuk pencahayaan.
Pada kandang terbuka dengan ventilasi alami kepadatanya 15 kg/m2,pada
kandang yang aliran udaranya bisa diatur ( close house ) kepadatan dapat mencapai 25
– 30 kg/m2 berat hidup. Kandang yang terlalu padat akan mempengaruhi aktivitas
ayam,selain itu akan meningkatkan persaingan antar ayam dalam mendapatkan
oksigen,timbulnya kasus kanibalisme, gangguan pernafasan dan timbulnya amoniak yang
berlebihan.
4. Tugas
Lakukan pengamatan terhadap tingkah laku DOC pada
masa brooding dan catatlah suhu brooding pada saat
pengamatan.
Berikan kesimpulan dari hasil pengamatan anda!
5. Tes
1. Idealnya masa brooding pada ayam broiler saat musim panas
berkisar........
A. 5 – 7 hari C. 10 – 12 hari
B. 12 – 14 hari D. 15 – 20 hari
2. Ayam bergerombol dibawah pemanas, menunjukkan suhu pada
area brooding......
A. Panas C. Ideal
B. Dingin D. Hangat
3. Kelengkapan alat untuk persiapan brooding diantaranya.....
A. Chickguard,pemanas,tirai,lampu,tempat pakan,tempat
minum.
B. Chickguard,pemanas,lampu,tempat pakan,tempat minum.
C. Chickguard,pemanas,tirai,lampu,tempat minum.
D. Termometer,Lampu,tirai,tempat minum.
4. Suhu 31 – 33 0 C lebih tepat digunakan pada DOC umur.....
C. 0 – 3 hari C. 8 – 14 hari
D. 4 – 7 hari D. 16 – 21 hari

5. Jika ingin membuat larutan gula 2 % dengan air sejumlah 10


liter, berapa gram jumlah gula yang dibutuhkan.....
A. 10 gram C. 100 gram
B. 50 gram D. 200 gram

6. Lembar Kerja Praktik


Judul : Membuat area brooding ring
Tujuan :
Setelah melakukan pekerjaan ini,diharapkan anda akan
mampu;
1. Menghitung luas dan diameter brooding .
2. Membuat area brooding berdasarkan hasil
perhitungan.
Alat dan Bahan
Alat; Chickguard,penjepit,pemanas,kanopi,termometer,alat
ukur.
Bahan; sekam,lpg,

Langkah Kerja;
 Lakukan penghitungan luas dan diameter brooding
berdasarkan kepadatan kandang yang telah
ditentukan.
 Chickguard dipasang berdasarkan hasil perhitungan
yang telah dilakukan.
 Litter dipasang merata dengan ketebalan 5 – 8 cm.
 Pemanas menyala dengan nyala bagus.
 Meletakkan termometer pada bagian dalam area
brooding ± 10 cm dari atas litter.
E. Pembelajaran ke 5 “ Sistem Pemberian Pakan dan Air Minum“
Tujuan

Uraian Materi
SISTEM PEMBERIAN PAKAN
Sistem pemberian pakan pada ayam broiler ada 2 program;
1. Program Pemberian Pakan Adlibitum
a) Pada pemberian pakan program adlibitum,pakan diberikan 6 – 8 kali pada
minggu I, ayam mengkonsumsi sejumlah pakan berdasarkan panduan
pemberian [Link] pakan minggu I berguna untuk pembentukan
tulang,alat pencernaan dan sistem imunitas lebih dulu daripada
pembentukan otot,untuk mengatasi kelemahan karena kegemukan.
Minggu ke II pakan diberikan 4 – 5 kali sehari.
Minggu ke III – panen pakan diberikan 2 – 3 kali sehari.
b) Setelah 21 hari selama musim hujan, pakan diberikan secara adlibitum
sampai panen. Sedangkan selama musim panas,sebagian besar pakan
diberikan pada malam hari.
Keuntungan metode pemberian pakan secara adlibitum
 Ayam tumbuh lebih cepat.
 Teknik lebih sederhana dan mudah.
 Tidak terlalu banyak pekerjaan.
 Tingkat stress lebih rendah.
 Ayam terhindar dari tersedak dan infeksi tembolok.

Tabel 5. Frekuensi Pemberian Pakan Pada Ayam Broiler


Umur Frekuensi Jam
( hari ) Pemberian (kali) Pemberian
1-3 9 6,8,10,12,14,16,19,21,23
4-6 8 6,8,10,12,14,16,19,21
7-10 7 7,10,13,15,17,19,21
11-14 5 7,10,13,16,19
15-20 4 7,10,13,19
21-panen 3 7,14,19
2 7,15

2. Program pemberian pakan metode berseling


Efesiensi pakan dapat diperoleh dengan pemberian pakan metode berseling.
Teknik melakukan program ini adalah sebagai berikut;
a) Pemberian pakan adlibitum dilakukan pada minggu I hingga minggu ke
III.
b) Mulai minggu ke IV,ayam diberi pakan 4 kali sehari.
c) Pemberian diatur setiap 6 jam sekali,waktu yang sering dilakukan tiap
harinya, jam 7 pagi, jam 1 siang, jam 7 malam dan jam 1 dini hari.
d) Perubahan pemberian pakan dibuat,jika perlu.

3. Hal – hal penting dalam melakukan program pemberian pakan


a) Rasio ayam dan tempat pakan harus 35 per 1000 ekor.
b) Pindahkan tempat pakan yang rusak untuk mencegah pakan yang
terbuang/tumpah.
c) Hati – hati dalam menuang pakan ke tempat pakan agar tidak tumpah.
d) Gantung tempat pakan untuk mengantisipasi dada lecet dan
terkontaminasi kotoran / sekam.
e) Perubahan tipe pakan dari satu jenis ke jenis yang lain dilakukan secar
bertahap.
4. Bentuk / Tipe pakan
a. Butiran
b. Crumble
c. Pellet
d. Mesh
5. Hal-hal yang diperlu diperhatikan untuk menjaga kualitas pakan.
 Gunakan pakan yang datang terlebih dahulu (sistem FIFO)
 Tumpukan pakan digudang bersirkulasi udara untuk menghindari
kelembapan.
 Lakukan penyimpanan pakan dalam gudang jangan lebih dari 3 minggu.
 Lakukan test kualitas pakan secara berkala ke laboratorium.
 Sistem FIFO ( First In First Out ) “ datang pertama diberikan terlebih
dahulu :”

6. Kualitas dan Kuantitas Pemberian pakan berdasarkan fase pemeliharaan


Untuk pemberian pakan pada ayam broiler berdasarkan kualitas dan
kuantitasnya terbagi atas dua periode;
1) Periode Stater ( 1 – 21 hari )
a. Kualitas atau kandungan zat gizi yang harus terdapat dalam pakan pada
periode stater ( 1 – 21 hari ) terdiri dari;
 Protein 22 – 24 %
 Lemak 2,5 %
 Serat Kasar 4%
 Kalsium ( Ca ) 1%
 Phospor 0,7 – 0,9 %
 ME ( Energi metabolisme ) 2800 – 3500 kkal/kg
b. Kuantitas atau Jumlah pemberian pakan rata – rata per minggu terdiri
atas;
 Minggu I ( 1 – 7 hari ) 17 gram/hari/ekor
 Minggu II ( 8 – 14 hari ) 45 gram/hari/ekor
 Minggu III ( 15 – 23 hari ) 91 gram/hari/ekor
 Minggu IV (
2) Periode Finisher ( 22 – Panen )
a. Kualitas atau kandungan zat gizi yang harus terdapat dalam pakan pada
periode finisher ( 22 – panen ) terdiri dari;
 Protein 18 – 21 %
 Lemak 2,5 %
 Serat Kasar 4,5 %
 Kalsium ( Ca ) 1%
 Phospor 0,7 – 0,9 %
 ME ( Energi metabolisme ) 2900 – 3400 kkal
b. Kuantitas atau Jumlah pemberian pakan rata – rata per minggu terdiri
atas;
 Minggu V ( 30 – 36 hari ) 111 gram/hari/ekor
 Minggu VI ( 37 – 43 hari ) 126 gram/hari/ekor
 Minggu VII ( 44 – 50 hari ) 146 gram/hari/ekor
 Minggu VIII ( 51 – 57 hari ) 161 gram/hari/ekor
Jadi total pemberian pakan per ekor pada umur 30 – 57 hari 3829
gram/ekor

SISTEM PEMBERIAN AIR MINUM

Dalam tubuh ayam,mengandung 60-70% air,kehilangan 20% cairan tubuh akan


menyebabkan kematian yang disebabkan oleh dehidrasi. Air dalam tubuh meiliki
fungsi;mengatur suhu tubuh,membawa sampah atau sisa hasil proses metabolisme dari
organ tubuh dan membawa nutrisi ke sel – sel tubuh.

Sangatlah penting bahwa air minum tersedia setiap saat untuk broiler.
Kekurangan pasokan air minum,baik dalam jumlah,penyebaran serta tempat minum dan
konsumsinya dapat mengurangi laju pertumbuhan.

Pada saat ayam datang berikan larutan gula 2 % paling lama 2 – 3 jam pertama
serta berikan antibiotik pada hari ke 1 hingga ke – 3 disaat pagi hari ( paling lama 5 –
6 jam ) dan berikan vitamin pada saat sore hari.

Air harus selalu bersih dan segar dan dilakukan tes secara teratur terhadap
kandungan zat kimia dan komposisi bakteriologis ( 6 bulan sekali ). Untuk menjaga air
dalam kondisi normal gunakan 3 – 5 ppm clorine untuk mengurangi masalah [Link].

Hal – hal yang perlu diperhatikan dalam pemberian air minum pada ayam;

1. Ketinggian Air Minum


Pada saat DOC,ketinggian air minum disesuaikan dengan tembolok ayam dan
tempat minum tidak menempel pada lantai. Pada umur 7-18 hari ketinggian air
minum disesuaikan/sejajar dengan punggung ayam. Apabila menggunakan
niplle,posisi kepala ayam dekat dengan niplle 450 mengarah ke nipple.
2. Level Air Minum
Ketinggian air minum sebaiknnya 0.6 cm dibawah tutup tempat minum sampai
dengan umu 7-10 hari dan harus ada air didasar tempat minum dengan
ketinggian 0,6 cm sejak hari ke-10 dan [Link] air dari nipple
minimal 80 ml permenit dengan tekanan 30 – 40 cm water column.

3. Kualitas Air Minum


Kualitas air minum sangat penting,karena ayam minum 1,6 - 2 kali jumlah pakan
yang [Link] analisa kualitas air minum 2 kali dalam setahun
untuk memastikan bahwa air minum mengandung mineral atau bahan organik
dalam jumlah yang dapat diterima oleh tubuh ayam.

KUALITAS AIR MINUM


( Level maksimum mineral dan bakteri pada air minum yang dapat ditolerir)

No Jenis Toleransi
1. Total bahan padat terlarut 300 – 500
2. Khlorida 200 mg/liter
3. PH 6–8
4. Sulfat 45 ppm
5. Besi 200 ppm
6. Kalsium 1 mg/liter
7. Tembaga 75 mg/liter
8. Magnesium 30 mg/liter
9. Mangaan 0,05 mg/liter
10. Seng 5 mg/liter
11. Fluorida 0,06 mg/liter
12. Merkuri 0,002 mg/liter
13. Timah 0,05 mg/liter
14. Faecal Coliform 0

Kebutuhan Tempat Minum untuk 500 ekor


Umur ( hari ) Tempat Minum Tempat Minum 1
Otomatis Gallon
1 6 10
3 6 10
6 8 12
9 10 16
12 10 16
 14 10 16

KONSUMSI AIR MINUM


Pada temperatur normal,konsumsi air minum ayam adalah 1,6 – 1,8 kali dari
konsumsi pakan. Faktor ini sebaiknya digunakan sebagai pedoman pemberian air
minum,sehingga penyimpangan konsumsi air minum yang berkaitan dengan
kualitas pakan,temperatur lingkungan atau kesehatan ayam dapat segera
diketahui dan diperbaiki.

Konsumsi Air / 1000 ekor / hari


( pada suhu 210C )
Umur ( minggu ) Liter

1 58 – 65
2 102 – 115
3 149 – 167
4 192 – 216
5 232 – 261
6 274 – 308
7 309 – 347
8 342 – 385
Konsumsi Air Minum Harian Air Minum Ayam Broiler
Harian Harian Harian Harian
per 1000 per 1000
Umur Umur
per ekor ekor per ekor ekor
(ml ) ( gallon ) (ml ) ( gallon )
1 23 6 22 175 46
2 38 10 23 186 49
3 53 14 24 196 52
4 60 16 25 206 54
5 65 17 26 216 57
6 70 18 27 226 59
7 75 20 28 240 63
8 85 22 29 255 67
9 90 24 30 270 71
10 95 25 31 285 75
11 100 26 32 300 79
12 105 28 33 315 83
13 110 29 34 330 87
14 115 30 35 345 91
15 120 32 36 365 96
16 125 33 37 385 101
17 130 34 38 405 107
18 135 38 39 425 112
19 140 39 40 445 117
20 145 41 41 465 122
21 150 42 42 485 128

Cara menghitung kebutuhan air minum


𝑷𝒐𝒑𝒖𝒍𝒂𝒔𝒊 𝒙 ( 𝑲𝒐𝒏𝒔𝒖𝒎𝒔𝒊 𝑨𝒊𝒓 𝑴𝒊𝒏𝒖𝒎 𝑯𝒂𝒓𝒊𝒂𝒏/𝟐𝟒)𝑿 𝑳𝒂𝒎𝒂 𝒑𝒆𝒎𝒃𝒆𝒓𝒊𝒂𝒏
𝟏𝟎𝟎𝟎

Hal – hal penting dalam manajemen pemberian air minum.


 Suplay air minum harus segar dan bersih dan dalam suhu kamar
untuk 3-4 hari pertama.
 Pada saat brooding,gunakan tempat minum kecil kapasitas 2 liter
dengan rasio 1 : 60 ekor.
 Mulai umur 5 hari tambah TMAO secara bertahap,ganti tempat
minum dengan TMAO dengan rasio 1 : 60 ekor.
 Untuk farm yang tidak memiliki TMAO ganti dengan tempat
minum besar ( gallon ) mulai umur 5 hari.
 Bersihkan tempat minum minimal 2 kali sehari dengan
menggunakan desinfectan.
 Tempat minum digantung setinggi punggung ayam sehingga ayam
tidak menunduk saat minum dan selalu diatur sesuai dengan
perkembangan ayam.
 Bila menggunakan tempat minum manual,ganti air minum
setidaknya 3 – 4 kali sehari untuk menjaga air agar tetap segar.
 Jangan pernah membiarkan tempat minum kosong.
 Jika tempat minum tidak lagi digunakan/rusak, keluarkan dari
kandang dan lakukan perbaikan jika memungkinkan.
Rangkuman
Sistem pemberian pakan pada ayam broiler ada 2 program, yaitu
pemberian pakan secara adlibitum dan pemberian pakan secara
berseling. Kelebihan pemberian pakan secara adlibitum diantaranya
ayam tumbuh lebih cepat, sederhana dan mudah,tidak banyak pekerjaan,
tingkat stres rendah, ayam terhindar tersedak dan infeksi tembolok.
Pada periode stater kebutuhan protein 22 – 24 % dengan Kandungan
energi 2800 – 3500 kkal/kg,sedangkan untuk periode finisher
kebutuhan protein 18 – 21 % dan kandungan energi 2900 – 3400 kkal/kg.

Dalam tubuh ayam,mengandung 60-70% air,kehilangan 20% cairan tubuh


akan menyebabkan kematian yang disebabkan oleh dehidrasi. Air dalam
tubuh meiliki fungsi;mengatur suhu tubuh,membawa sampah atau sisa
hasil proses metabolisme dari organ tubuh dan membawa nutrisi ke sel –
sel tubuh.

Hal yang perlu diperhatikan dalam pemberian air minum diantaranya


ketinggian air minum,level air minum dan kualitas air minum. Kualitas air
minum sangat penting,karena ayam minum 1,6 - 2 kali jumlah pakan yang
dikonsumsinya
Tugas
1. Lakukan kegiatan pemberian pakan dengan sistem pemberian pakan
adlibitum dan berseling.
2. Lakukan kegiatan pemberian pakan dan air minum sesuai dengan
kebutuhan ayam.
Tes
1. Kebutuhan protein pada periode stater berkisar.......
A. 16 – 17 % C. 19 – 21 %
B. 18 – 20 % D. 22 – 24 %
2. Kebutuhan energi 2800 – 3500 lebih tepat diberikan pada
ayam broiler periode .....
A. Stater C. Finisher
B. Layer D. Grower
3. Kelebihan pemberian pakan dengan metode adlibitum
diantaranya....
A. Ayam tumbuh lebih cepat,sederhana dan mudah,tidak
terlalu banyak pekerjaan,tingkat stres rendah,terhindar
dari tersedak dan infeksi tembolok.
B. Ayam tumbuh lambat,sederhana dan mudah,terlalu banyak
pekerjaan,tingkat stres rendah,terhindar dari tersedak
dan infeksi tembolok.
C. Ayam tumbuh,cepat,rumit,terlalu banyak
pekerjaan,tingkat stres rendah,terhindar dari tersedak
dan infeksi tembolok.
D. Ayam tumbuh cepat,rumit,terlalu banyak
pekerjaan,tingkat stres rendah,terhindar dari tersedak
dan infeksi tembolok.
4. Fungsi air minum bagi ternak diantaranya adalah.....
A. Mengatur suhu tubuh,menambah dehidrasi,membawa
racun.
B. Mengatur suhu tubuh ,membawa sisa hasil
metabolisme,membawa nutrisi ke sel – sel tubuh.
C. Meningkatkan suhu tubuh, mengurangi dehidrasi
D. Membawa racun,meningkatkan suhu tubuh

5. Jika kebutuhan pakan sebesar 20 gram/ekor/hari, maka


kebutuhan air minum nya ........
C. 20 ml/ekor/hari C. 60 ml/ekor/hari
D. 40 ml/ekor/hari D. 80 ml/ekor/hari

Lembar Kerja Praktik


Judul : Pemberian Pakan dan Air Minum untuk ayam periode stater.
Tujuan :
1. Peserta didik mampu menghitung kebutuhan pakan untuk ayam
periode stater berdasarkan kebutuhan ayam.
2. Peserta didik mampu menimbang dan memberikan pakan pada
ayam broiler secara merata.
3. Peserta didik mampu menghitung dan memberikan pakan sesuai
dengan kebutuhannya.
Alat dan Bahan
Alat ; Timbangan,[Link] pakan,tempat minum,gayung.
Bahan; Pakan ayam broiler,dan Air
Langkah Kerja
 Siapkan alat dan bahan untuk melakukan kegiatan pemberian
pakan dan Air Minum.
 Hitung kebutuhan sesuai dengan jumlah ayam yang dipelihara
berdasarkan kebutuhan pakan per ekor/hari.
 Letakkan tempat pakan dan tempat minum sesuai dengan jumlah
yang diperlukan.
 Atur tata letak tempat pakan sesuai dengan tata letaknya.
 Taburkan pakan secara merata.
 Distribusikan air minum sesuai dengan hasil perhitungan.
E. Pembelajaran ke 6 “ Sistem Pemeliharaan Ayam Broiler Periode
Finisher “
1. Tujuan

2. Uraian Materi

PROGRAM PENCAHAYAAN PADA AYAM BROILER

Pencahayaan berfungsi untuk memaksimalkan berat badan harian,pencahayaan


dalam kandang harus merata ke seluruh bagian kandang. Faktor cahaya memiliki peran
penting dalam pemeliharaan ayam broiler. Berkaitan dengan masalah pencahayaan,poin
terpenting yang perlu diperhatikan adalah yang berkaitan tentang Panjang Gelombang
( Warna Cahaya ), Intensitas Cahaya ( lux ) dan Lama Pencahayaan ( Durasi ).

Secara umum ayam broiler tumbuh pada 23 jam penyinaran perhari,penelitian


telah memperlihatkan bahwa penyinaran kurang dari 23 jam dapat memberikan
beberapa keuntungan untuk anak ayam,berikan cahaya terang sebesar 20 [Link]
satu minggu intensitas cahaya dikurangi secara bertahap menjadi 5 – 10 lux.

Program pencahayaan untuk ayam broiler yang telah dimodifikasi terdiri dari 3 tipe
utama, yaitu;

1. Program Penambahan Lama Penyinaran ( Phoyoperiod ) sesuai untuk flok yang


dipelihara samapai bobot badan diatas 2 kg ( panen > 2 kg ).

Umur ( Hari ) Periode Terang ( Jam )


Periode Gelap ( Jam )
0–3 23 1
4–7 18 6
8 – 14 14 10
15 – 21 16 8
22 – 28 18 6
29 – panen 23 1

2. Program Pengurangan Lama Penyinaran ( Photoperiod ),sesuai untuk flok yang


dipelihara hingga 2 kg ( panen antara 1 – 2 kg ).

Umur ( Hari ) Periode Terang ( Jam ) Periode Gelap ( Jam )

0–7 23 1
8 – 21 16 8
22 - panen 23 1

3. Program Pencahayaan Intermitten ( Terang – Gelap ) , dilakukan pada kandang


tertutup sesuai untuk flok yang dipelihara sampai dengan umur 42 hari.
Program ini digunakan bila terdapat masalah pertumbuhan kaki yang abnormal,
program ini dapat bermanfaat dalam mengurangi efek stress panas pada
performance broliler.

Umur ( Hari ) Periode Terang ( Jam ) Periode Gelap ( Jam )

0–3 23 1
4 – 35 5 1 ( terang/gelap
36 - 42 23 bergantian )
1

Umur ( Hari ) Periode Terang ( Jam ) Periode Gelap ( Jam )

0–7 24 0
8 – 21 23 1
21 - dijual 2 (1) 2 (3) (terang/gelap
bergantian)
Ket; Program Pencahayaan Lampu Pijar 5 watt/m, lampu neon 1
watt/m2.
INTENSITAS CAHAYA
Pencahayaan secara tradisional hanya ada satu sistem yaitu
pencahayaan secara terus menerus yang telah diterapkan oleh
peternak broiler. Hal ini dilaksanakan untuk memaksimalkan
pertambahan berat badan harian. Periode gelap yang singkat
digunakan agar ayam menjadi terbiasa dengan kegelapan kandang
pada saat listrik padam. Intensitas cahaya sebaiknya diturunkan
secara bertahap sejak hari ke -7 dari 20 lux menjadi 10 lux, oleh
karena itu intensitas cahaya harus merata ke seluruh bagian
kandang.

BOLA LAMPU ( WATT ) TUNGSTEN ( LUMEN ) FLUORESENSI ( LUMEN )


20 170 830
25 230 1000
40 430 2600
80 730
100 1600

Formula ini digunakan untuk ketinggian bola lampu 2 meter diatas


ayam. Perhitungan sederhananya adalah 1 watt/1,33 meter
setara dengan 10 lux.

2 𝑥 𝐵 𝑥 𝐿𝑢𝑚𝑒𝑛
Intensitas Cahaya = 𝑊 𝑋 𝐿 𝑋 𝐻^2

Keterangan :
B = Jumlah Bola Lampu ( Pijar/Neon )
W = Lebar Kandang
L = Panjang Kandang
H = Tinggi Kandang

Sedangkan untuk menghitung jumlah lampu yang dibutuhkan


untuk satuan luas kandang dapat dihitung berdasarkan luas
kandang,intensitas cahaya, daya lampu dan faktor konstanta.
Berikut ini rumus untuk menghitung jumlah lampu yang
diperlukan.

𝐿𝑢𝑎𝑠 𝐾𝑎𝑛𝑑𝑎𝑛𝑔 𝑋 𝐼𝑛𝑡𝑒𝑛𝑠𝑖𝑡𝑎𝑠 𝐶𝑎ℎ𝑎𝑦𝑎


Jumlah Lampu =
𝑊𝑎𝑡𝑡 𝐿𝑎𝑚𝑝𝑢 𝑥 𝐾 𝑓𝑎𝑘𝑡𝑜𝑟
K faktor merupakan konstanta yang nilainya tergantung daya
lampu yang digunakan,seperti yang ada pada tabel dibawah ini.

Watt 15 25 40 60 100

K 3,8 4,2 4,2 5 6

3. Rangkuman
Pencahayaan berfungsi untuk memaksimalkan berat badan
[Link] dalam kandang harus merata ke seluruh
bagian kandang. Faktor cahaya memiliki peran penting dalam
pemeliharaan ayam broiler. Berkaitan dengan masalah
pencahayaan,poin terpenting yang perlu diperhatikan adalah yang
berkaitan tentang Panjang Gelombang ( Warna Cahaya ),
Intensitas Cahaya ( lux ) dan Lama Pencahayaan ( Durasi ).
Program pencahayaan ada ayam broiler terdiri dari tiga
tipe; 1) Program Penambahan Lama Penyinaran ( Photoperiod), 2)
Program Pengurangan Cahaya ( Phoyoperiod ), 3) Program
Pencahayaan Intermitten ( Terang-Gelap ).
Intensitas cahaya dapat dihitung berdasarkan jumlah
lampu,lebar kandang,panjang kandang dan tinggi kandang.
Sedangkan untuk menghitung jumlah lampu yang dibutuhkan
untuk satuan luas kandang dapat dihitung berdasarkan luas
kandang,intensitas cahaya, daya lampu dan faktor konstanta.

4. Tugas
Lakukan Identifikasi Jenis lampu yang digunakan oleh peternak
ayam broiler yang ada di sekitar lingkungan anda yang meliputi.
 Merk dan Jumlah lampu yang digunakan.
 Watt Lampu yang digunakan.
 Lebar,Panjang dan Tinggi Kandang.
Lakukan penghitungan dengan rumus diatas berdasarkan data
yang anda peroleh.
5. Tes
1. Hal terpenting yang berkaitan dengan masalah pencahayaan
antara lain .......
A. Warna Cahaya,Lux, Durasi
B. Watt,Jumlah lampu,Tinggi Kandang
C. Intensitas Cahaya,Merk lampu, Watt
D. Durasi, Lebar kandang,Lux
2. Program pencahayaan yang digunakan untuk mengatasi
masalah pertumbuhan kaki yang abnormal dan mengurangi
stres pada ayam broiler,maka program pencahyaan yang
cucok adalah .....
C. Program Intermitten C. Program Phoyoperiod
D. Program Photoperiod D. Lighting Program

3. Jika luas kandang 100m2,daya lampu 100 watt,intenistas


cahaya 20 lux dan nilai konstanta 6,0,berapakan jumlah
lampu yang diperlukan.......
A. 2 buah C. 6 buah
B. 4 buah D. 8 buah

4. Jika jumlah lampu 40 buah,lebar kandang 8 m, panjang 40 m,


dan tinggi kandang 2,7 m dan lumen lampu 830 ,berapakah
Intensitas cahayanya .......
C. 20 lux C. 40 lux
D. 30 lux D. 50 lux

5. Untuk DOC Pemberian cahaya terang sebaiknya minimal


sebesar .......
E. 20 lux C. 40 lux
F. 30 lux D. 50 lux

6. Lembar Kerja Praktik


Judul : Program Pencahayaan Photoperiod pada
Ayam Broiler
Tujuan :
1. Peserta didik mampu menjalankan program pencahayaan
photoperiod.
Alat dan Bahan :
Alat : Saklar lampu
Bahan : Bahlom lampu,jadwal program
Langkah Kerja :
 Susunlah jadwal program pencahayaan photoperiod
selama 1 periode pemeliharaan.
 Laksanakan kegiatan sesuai jadwal program yang sudah di
susun.
 Amati hasil kegiatan dengan melakukan penimbangan
bobot badan ayam secara sampling 10 % dari populasi.
 Berilah kesimpulan dari kegiatan tersebut.

F. Pembelajaran ke 7 “ Pemeliharaan Ayam Petelur Periode Finisher”
1. Tujuan
2. Uraian Materi
BIOSECURTY
Biosecurty berasal dari 2 kata yaitu, bio ( hidup ),dan securty (
uk pengamanan atau perlindungan),secara harfiah dapat
bermakanapengendalaian atau pengamanan terhadap makhluk
hidup ( dalam hal ini ternak unggas ).
Biosecruty merupakan serangkaian kegiatan yang dirancang
untuk mencegah penyakit masuk kedalam farm maupun keluar
dari area farm.
Semua kegiatan biosecurty bertujuan untuk memisahkan inang (
unggas ) dari bibit penyakit dan sebaliknya.
Terdapat 3 konsep bioseurty,diantaranya;
1. Biosecurty konseptual,berkaitan dengan perencanaan
dengan lokasi [Link],sistem
pembauangan limbah.
2. Biosecurty struktural, berkaitan dengan manajemen
kandang,arah dan ukuran kandang
3. Biosecurty operasional,berkaitan dengan manajemen
pemeliharaan.
Sedangkan untuk mendukung ketiga konsep biosecurty tersebut
terdapat beberapa kegiatan yang perlu dilaksanakan sebagai
upaya untuk pencegahan masuknya bibit penyakit ke area farm
maupun keluar area farm, diantaranya;
PENGATURAN LALU LINTAS TERNAK,ALAT, BARANG DAN
ORANG.

Upaya pengaturan lalu lintas orang, peralatan, barang atau


kendaraan tamu agar tidak menyebarkan bibit penyakit masuk ke
dalam peternakan. Pengaturan lalu lintas ini berarti kita harus
bisa mengatur kapan DOC/ bibit, pakan, sapronak (obat, vaksin,
peralatan peternakan), litter/ sekam, kotak telur masuk ke
dalam farm. Begitu juga sebaliknya kita harus bisa mengatur
bagaimana penanganan atau pengeluaran bangkai
ayam, litterkeluar dari lingkungan kandang serta kapan ayam
harus dipanen atau diafkir. Pembatasan jumlah orang dan
kendaraan yang masuk ke dalam lingkungan kandang juga masuk
dalam konsep kedua ini.

ISOLASI

Merupakan serangkaian kegiatan yang bertujuan untuk


memisahkan ayam dari serangan kuman patogen penyebab
penyakit. Isolasi ini bertujuan untuk mencegah bibit penyakit
masuk ke dalam suatu farm dan menyebar keluar dari farm.
Manajemen peternakan (manager/ pemilik farm) sangat berperan
penting dalam penerapan isolasi ini, contohnya dalam penetapan
area bersih (wilayah yang harus terjaga dari kemungkinan
cemaran/ penularan penyakit) dan kotor (wilayah yang
kemungkinan banyak cemaran bibit penyakitnya).

Skema penentuan area kotor dan area bersih


(Sumber : APHIS - USDA)

SANITASI DAN DESINFEKSI

Tindakan yang sering dilakukan peternak untuk


menjaga farm dari infeksi penyakit adalah sanitasi. SANITASI
merupakan tindakan untuk membunuh patogen atau bibit
penyakit. Sanitasi yang paling sering dilakukan peternak adalah
dengan DESINFEKSI/ penyemprotan kandang menggunakan
desinfektan. Dengan asumsi desinfektan tersebut akan
membunuh bibit penyakit di kandang atau lingkungan kandang.
Sebenarnya tindakan sanitasi tidak hanya berkaitan dengan
desinfeksi saja, namun ada banyak kegiatan lain yang merupakan
sanitasi, seperti sebelum pekerja/tamu masuk ke dalam kandang
mencuci tangan menggunakan sabun, menggunakan baju khusus
untuk bekerja, menggunakan alas kaki (sandal/sepatu boots)
khusus untuk masuk ke dalam kandang, celup alas kaki dalam
desinfektan (Antisep, Medisep). Hal-hal sederhana itu
sebenarnya juga dapat meminimalkan terjadinya penularan
penyakit.

Menggunakan baju dan alas kaki khusus dapat meminimalkan penularan penyakit
(Sumber : Dok. Medion)
SELEKSI BIBIT
Salah satu upaya pencegahan masuknya bibit penyakit dengan
melakukan kegiatan seleksi bibit. Agar bibit terhindar dari
penyakit menular dapat dilakukan langkah sebagai berikiut;
1. Hanya membeli bibit ternak dari agen yang dapat
dipercaya.
2. Memisahkan bibit ternak yang muda dengan yang tua.
Bibit muda rentan terhadap penularan penyakit yang
dibawa oleh bibit tua.

Pelaksanaan seleksi ayam sebaiknya dilakukan semenjak


penerimaan DOC dan dapat dilakukan saat kegiatan vaksinasi.
Seleksi pada ayam meliputi;

 Ayam yang dehidrasi.


 Pantat atau pusarnya basah.
 Ayam kerdil lemah dan cacat.

Ayam hasil seleksi ini ditempatkan didalam brooder


tertentu,berikan pemanas,vitamin, pakan dan air minum yang
cukup.

Seleksi pada DOC,dilakukan dengan berpedoman pada kriteria


atau standar DOC yang baik,diantaranya;

 Bobot badan seragam ( min 37 gram )


 Gerak aktif dan lincah
 Pusar kering
 Bulu mengkilap
 Mata cerah
 Kaki berminyak

PAKAN RASIONAL
Untuk dapat tumbuh dan berproduksi secara optimal,ternak
membutuhkan kecukupan pakan,baik kandungan zat makanan (
protein,energi,dan lainnya) maupun jumlahnya. Pakan yang tidak
memadai sesuai kebutuhan mengakibatkan pertumbuhan menjadi
terhambat dan produksi menurun. Selanjutnya kondisi tubuh
lemah sehingga ayam mudah terinfeksi bibit penyakit. Pemberian
pakan harus selalu memenuhi kebutuhan sesuai standar
kebutuhan yang sudah ditetapkan.

KONTROL MANAJEMEN
Pada prinsipnya ,tidak ada suatu program pencegahan penyakit
yang dapat menjamin sepenuhnya suatu peternakan bebas dari
penyakit. Banyak faktor yang mempengaruhi kondisi kesehatan
ternak. Salah satu faktor yang perlu mendapat perhatian adalah
manajemen. Pencehagan penyakit melalui kontrol manajemen
terutama adalah upaya pencegahan ternak dari stres ( cekaman )
yang dapat mengakibatkan penurunan kondisi kesehatan ternak
sehingga mempermudah bibit penyakit menyerang ternak.
Beberapa pedoman baku yang dapat dilakukan untuk pencegahan
sebagai berikut.
 Pilih bibit dengan telit, harus terjamin kesehatannya.
 Usahakan beli bibit berupa DOC,sehingga dapat diketahui
riwayat penyakitnya.
 Atur temperatur,kelembapan dan ventilasi kandang sesuai
kebutuhan ternak. Hindarkan ternak dari stres
panas,dingin dan angin kencang.
 Pemeliharaan ternak jangan dicampur,baik pencampuran
umur,asal bibit,jenis ( strain ), Di dalam satu kandang
harus dipelihara dalam umur, asal bibit dan strain yang
sama.
 Sebaiknya pemeliharaan dilakukan secara All in All out.
 Kandang tidak diisi terlalu padat karena dapat
mengakibatkan stres pada ayam.
 Penggantian dan pembalikan litter secara periodik,selain
itu secara periodik juga dilakukan desinfeksi kandang.
 Pakan dan Air Minum harus tersedia dalam jumlah yang
cukup sesuai kebutuhan,baik kuantitas maupun
kualitasnya.
 Sediakan tempat pakan dan minum sesuai kebutuhan ayam.
Peralatan yang tidak cukup membuat ayam menjadi
stres,kanibalisme meningkat,pertumbuhan tidak
seragam,produksi rendah dan mortalitas meningkat.

PROGRAM VAKSINASI DAN KESEHATAN


Vaksinasi merupakan kegiatan memasukkan bibit penyakit (
mikroorganisme ) tertentu yang telah dilemahkan ke dalam tubuh
ternak dengan tujuan untuk menumbuhkan kekebalan tubuh
terhadap penyakit tertentu tersebut.
Sedangkan Vaksin adalah produk biologis yang mengandung
sejumlah organisme ( bibit penyakit ) tertentu yang telah
dilemahkan. Setiap Vaksin hanya mampu menimbulkan kekebalan
tubuh khusus terhadap penyakit tertentu. Vaksin dapat
mengandung virus hidup ( Live Virus ) atau Virus yang telah mati (
Killed Virus ). Kemampuan Live Virus untuk menumbuhkan daya
tahan tubuh lebih tinggi dibandingkan Killed Virus karena virus
tersebut akan tumbuh dan berkembang biak dalam tubuh unggas.
Sementara kekuatan Killed Virus untuk merangsang antibodi
unggas tergantung pada unit antigenik ( sel – sel virus ) yang
terkandung dalam dosis vaksin.
Sebagian besar, vaksin untuk unggas adalah tipe Live
Virus,diproduksi di laboratorium dengan cara membiakkan strain
– strain virus dalam telur yang telah berisi embrio dengan sistim
kultur sel. Vaksin yang mengandung bakteri ( bacteria vaccine )
disebut bacterins.
Kekebalan ( imunitas )merupakan suatu keadaan dimana tubuh
tahan/kebal terhadap serangan penyakit. Ada dua macam
kekebalan dilihat dari cara terbentuknya;
1. Kekebalan aktif yaitu kekebalan yang diperoleh secara
aktif oleh tubuh yang dihasilkan oleh pabrik antibodi
akibat rangsangan vaksin dan masa kekebalan berlangsung
lama sesuai dengan jenis vaksinnya.
2. Kekebalan pasif /alami yaitu sesuatu kekebalan yang
diperoleh secara pasif atau diturunkan dari induk atau
dari virus lapangan,sehingga kekebalan yang ada tidak
homogen /seragam.
Kekebalan yang optimal akan diperoleh bila vaksinasi diberikan
pada kondisi optimal. Kondisi tersebut ditentukann oleh beberapa
faktor,diantaranya;
 Jenis dan Mutu Vaksin
Dua macam vaksin, Live Vaccine dan Killed Vaccine
menimbulkan kekebalan yang berbeda, Live Vaccine
menimbulkan kekebalan yang lebih sempurna dari pada
Killed Vaccine. Sedangkan mutu vaksin akan dipengaruhi
oleh, bibit virus yang digunakan,jenis media
pembiakan,metode pengembangbiakan,masa antigen,cara
inaktivasi dan adjuvan.
 Penanganan Vaksin
Setiap vaksin akan mengalami proses penurunan kekuatan
atau mempunyai waktu kadaluarsa dan mempunyai
persyaratan tertentu,seperti;
 Vaksin disimpan pada suhu -80C.
 Vaksin Bacteri dan Toksoid disimpan pada rauangan
sejuk (+150C) atau refrigrator (2-100C).
 Terlindung dari pengaruh sinar matahari langsung.
 Simpan pada tempat yang gelap.
 Kondisi Ternak
Ternak yang akan di vaksin dalam kondisi sehat,ternak
yang defesiensi nutrsi dan mengidap penyakit oleh parasit
bila divaksinasi tidak akan memperoleh kekebalan yang
sempurna, bahkan akan menimbulkan kematian.
Ternak yang dalam masa inkubasi penyakit,bukannya
vaksinasi akan diperoleh tetapi ternak akan lebih sakit
bahakan menyebabkan kematian.
 Tingkat Serangan Penyakit/Kondisi Lingkungan
Tingkat serangan penyakit pada kejadian wabah penyakit
sangat dipengaruhi oleh keganasan dari jasad renik
peneyebab penyakit dan dosis jasad renik yang masuk
dalam tubuh.
Lingkungan yang terjaga kebersihannya dengan melakukan
kegiatan sanitasi lingkungan dan kandang secara periodik
akan meminimalkan terjadinya wabah penyakit.
Jenis penyakit yang disebabkan oleh virus diantaranya;
 New Castle Disease
 Infectius Bronchitis
 Infectius Laryngotracheitis
 Fowl Fox
 Avian Encephalomyelitis
 Gumboro ( Infectius Bursal Disease )
 Mareks Disease
 Avian Influenza
Sedangkan penyakit yang disebabkan oleh bakteri yang dapat
dikontrol oleh bacterins sebagai berikut;
 Erysipelas
 Fowl Cholera

Kegagalan vaksinasi dapat disebabkan oleh

 Kesalahan teknik vaksinasi.


 Rendahnya antibodi dari induk (maternal antibodi).
 Salah dalam memilih strain vaksin
 Terlalu banyak dilakukan vaksinasi.
 Ayam terserang penyakit gumboro.
 Ayam mengandung mareks disease.
 Nutrisi pakan kurang.
Metode Vaksinasi dapat dilakukan dengan berbagai
cara,diantaranya;
1. Metode Spray
2. Metode Tetes Mata
3. Metode Tetes Mulut
4. Metode Tetes Hidung
5. Metode Tusuk Sayap
6. Metode Injeksi
7. Metode melalui air minum
Contoh program kesehatan pada pemeliharaan ayam broiler.

Tabel ....PROGRAM KESEHATAN PADA AYAM BROILER


NO HARI TERAPI PRODUK APLIKASI
KONDISI NORMAL
1 1 - 6 Hari Vitamin +AB ASTRESS + AMPI COLIGRIN
2 3 Hari COCCI DURACOX
3 7 Hari ND MYVAC 102
4 8 - 13 Hari Vitamin +AB ASTRESS + AGRIXINE SOLUTION
5 14 Hari IBD REPROMUNE 4
6 15 - 20 Hari Vitamin +AB ASTRESS + AMPIDURA
7 21 Hari ND + IB REPROMUNE ND/IB
8 22 - 28 Hari Vitamin ASTRESS
HIGH ND CHALLENGE
1 1-6 Hari Vitamin +AB ASTRESS + AMPI COLIGRIN
2 3 Hari COCCI DURACOX
3 7 Hari ND MYVAC 102
4 8 - 34 Hari Vitamin ASTRESS
HIGH IB CHALLENGE
1 1 - 6 Hari Vitamin +AB ASTRESS + AMPICOLIGRIN
2 3 Hari COCCI DURACOX
3 7 Hari IB REPROMUNE ND/IB
4 8 - 13 Hari Vitamin +AB ASTRESS + ERYTROGRIN
5 14 Hari ND MYVAC 102
6 15 - 20 Hari Vitamin +AB ASTRESS + DURADOXY
7 21 Hari ND+IB REPROMUNE ND/IB
8 22 -34 Hari Vitamin ASTRESS
HIGH ND DAN IB CHALLENGE
1 1 Hari IB REPROMUNE ND/IB
2 3 Hari COCCI DURACOX
3 2 - 6 Hari Vitamin +AB ASTRESS + AMPICOLIGRIN
4 7 Hari ND MYVAC 102
5 8 - 13 Hari Vitamin +AB ASTRESS + ERYTROGRIN
6 14 Hari IBD REPROMUNE IBD/ND/IB
7 15 - 20 Hari Vitamin +AB ASTRESS + DURADOXY
8 21 Hari ND+IB REPROMUNE ND/IB
9 22 - 34 Hari Vitamin ASTRESS
BROILER > 2 Kg
1 1 - 6 Hari Vitamin +AB ASTRESS + AMPICOLIGRIN
2 3 Hari COCCI DURACOX
3 7 Hari ND MYVAC 102
4 8 - 13 Hari Vitamin +AB ASTRESS + ERYTROGRIN
5 14 Hari IBD REPROMUNE ND/IB
6 15 - 20 Hari Vitamin +AB ASTRESS + DURADOXY
7 21 Hari ND MYVAC 202
8 22 - 34 Hari Vitamin +AB ASTRESS
9 35 Hari ND + IB REPROMUNE ND/IB
BROILER YANG DI VAKSIN DI HATCHERY
1 1 Hari ND MYVAC 102
2 3 Hari COCCI DURACOX
3 2 - 13 Hari Vitamin +AB ASTRESS + AMPICOLIGRIN
4 14 Hari IBD REPROMUNE IBD/ND/IB
5 15 - 20 Hari Vitamin +AB ASTRESS + ERYTROGRIN
6 21 Hari ND+IB REPROMUNE ND/IB
7 22 - 34 Hari Vitamin ASTRESS

KONTROL PARASIT
Program kontrol parasit merupakan upaya pencegahan
berjangkitnya serangan parasit, baik parasit eksternal maupun
internal. Program pencegahan parasit eksternal meliputi
pencegahan berkembangnya serangga dan kutu di dalam kandang
dan sekitarnya. Sementara pencegahan penyakit internal
dilakukan untuk mencegah masuknya parasit ke dalam tubuh,
terutama saluran pencernaan yaitu cacing.
Program kontrol parasit eksternal terutama dilakukan terhadap
berkembangbiaknya lalat dan kutu. Hal ini dapat dilakukan dengan
cara menjaga kebersihan lingkungan,sanitasi
peralatan,desinfeksi, dan manajemen pembuanagan kotoran.
Secara praktis, kontrol parasit dilakukan dengan cara sebagai
berikut;
1. Pembuangan kotoran secara teratur untuk mencegah
berkembangbiaknya larva lalat. Kotoran yang lembab-
basah akan memepercepat perkembangbiakan
larva,sebaiknya lantai kandang terbuat dari cor beton.
2. Pemberian Larvacida dalam pakan untuk mencegah
perkembangbiakan larva dalam kotoran.
3. Penyemprotan kotoran dan ruangan kandang dengan
pestisida dan insektisida. Namun penggunaanya harus hati
– hati dan disesuaikan denagn petunjuk yang tertera
dalam label kemasan.
Kontrol parasit internal dapat dilakukan secara rutin dengan
memebrikan Piperazine melalui air minum. Aplikasinya harus
disesuaikan dengan petunjuk yang ada.
3. Ringkasan
Biosecruty merupakan serangkaian kegiatan yang dirancang
untuk mencegah penyakit masuk kedalam farm maupun keluar
dari area farm.
Terdapat 3 konsep bioseurty,diantaranya;
1. Biosecurty konseptual,berkaitan dengan perencanaan
dengan lokasi [Link],sistem
pembauangan limbah.
2. Biosecurty struktural, berkaitan dengan manajemen
kandang,arah dan ukuran kandang
3. Biosecurty operasional,berkaitan dengan manajemen
pemeliharaan.
Sedangkan beberapa konsep pendukung biosecurty sebagai upaya
pencegahan penyakit diantaranya;
 Pengaturan lalu lintas ternak,alat, barang dan orang.
 Isolasi
 Sanitasi dan Desinfeksi
 Seleksi Bibit
 Pakan Rasional
 Kontrol Manajemen
 Program Vaksinasi dan Kesehatan
 Kontrol Parasit

4. Tugas
Buatlah program pencegahan penyakit pada pemeliharaan ayam
broiler!
5. Tes
1. Kekebalan yang baik / sempurna dapat diperoleh apabila kita
mneggunakan jenis vaksin .......
A. Killed Vaccine
B. Live Vaccine
C. Meternal Antibodi
D. In aktif Vaccine
2. Program biosecurty ditujukan untuk menjaga ternak dari.....
A. Pencurian C. Bibit Penyakit
B. Gangguan Binatang Buas D. Kanibalisme

3. Jenis penyakit dibawah ini yang perlu dilakukan kegiatan


vaksinasi adalah.....
A. ND,Colli,Coccidiosis C. CRD, Colli, IB,IBD
B. IBD,IB, AI D. Mareks,AI, Colli
4. Upaya pencegahan penyebaran parasit baik internal maupun
eksternal, merupakan bagian dari program....
A. Sanitasi C. Kontrol Parasit
B. Vaksinasi D. Kontrol Manajemen
5. Upaya pencegahan penyakit yang disebabkan oleh bakteri
dapat dilakukan kegiatan vaksinasi dengan menggunakan.....
C. Larvasida C. Fungisida
D. Insektisida D. Bacterins

6. Lembar Kerja Praktik


Judul : Vaksinasi ND dengan Metode Injeksi
Tujuan : Peserta didik mampu melakukan
Kegiatan vaksinasi dengan metode
Injeksi.
Alat : Spuite Otomatis ( Scorex ), Botol
Pelarut.

Bahan : DOC, Vaksin ND aktif 100/1000 dosis

Langkah Kerja :
 Sterilkan spuite dengan aquadest.
 Pasang slang yang ada pada spuite otomatis dengan
botol vaksin yang disiapkan.
 Tentukan umur ayam dan dosis vaksin yang akan
digunakan.
Ayam Pedaging : Umur 4 – 7 hari dosis 0,2 ml/cc
dibawah kulit ( subcutan ) pangkal leher.
 Setting spuite dengan cara; melonggarkan baut
pengunci, atur volume injeksi/dosis yang
dibutuhkan, lakukan penguncian( mengunci baut).
 Tangkap dan kuasai ayam dengan benar.
 Lakukan penyuntikan Intramusculer ( Dada atau
Paha ), Subcutan (Kulit pada bagian pangkal
leher).
 Sterilkan alat dan kembalikan ketempat semula.
G. Pembelajaran ke 8 “ Recording Pada Peternakan Ayam Broiler”
1. Tujuan
 Peserta didik diharapkandapat mengetahui manfaat dari
kegiatan recording.
 Peserta didik mampu membuat blangko recording.
 Peserta didik mampu melakukan pengisian blangko
recording.

2. Uraian Materi
Pencatatan data produksi, atau yang biasa disebut
recording, di recording ini lah semua data seperti umur ayam,
tanggal masuk DOC (anak ayam yang baru datang/Day Old
Chick), konsumsi pakan harian, data kematian, sisa ayam, data
pemberian obat dan lain-lainnya terangkum menjadi satu
dalam recording ini.

Recording sering juga di sebut dengan kartu


kandang, recording merupakan suatu langkah awal dalam
menyusun rencana jangka panjang. Setiap perusahaan ayam
kemitraan memiliki bentuk recording yang berbeda, namun isi
nya kurang lebih sama yang menyangkut tentang data produksi

“RECORDING” berasal dari kata record,yang artinya catatan


atau rekaman. Pencatatan yang lengkap sangat penting untuk
mengembangkan usaha ayam broiler .kegiatan pencatatan
merupakan suatu keharusan bagi peternak ayam broiler yang
ingin maju dan berkembang dalam usahanya.
Pencatatan biasanya dalam bentuk kartu buku,bahkan
yang baik adalah dilengkapi dengan foto ayam,foto kegiatan
sehari –hari yang telah [Link] pencatatan tidak
harus dilakukan setiap hari,tetapi bisa juga satu minggu
sekali,dua minggu sekali,bahkan sebulan sekali ataupun
tergantung kebutuhan.
Pencatatan merupakan bagian dari administrasi dari suatu
usaha pemeliharaan ayam broiler. Kegiatan pencatatan bagi
perusahaan peternakan ayam broiler yang skalanya besar
biasanya sudah lengkap.

MANFAAT RECORDING
Dari recording ini banyak manfaatnya yang kita peroleh seperi:
1. Dapat mengetahui jumlah populasi ternak akhir, data tersebut
dapat kita ketahui dari adanya catatan kematian harian yang
kemudian kita komulatifkan. Dari jumlah populasi masuk
dikurangi data kematian selama pemeliharaan.
2. Sebagai data untuk evaluasi selama pemeliharaan, atau sebagai
data pembanding sehingga kita dapat mengambil tindakan
maupun keputusan
3. Dapat mempermudah dalam pengawasan serta pengontrolan
terhadap perkembangan ternak tersebut seperti hasil produksi
yang di capainya
4. Serta sebagai data record atau catatan silsilah suatu ternak.

MACAM FORMAT BLANKO RECORDING


Ada beberapa pencatatan yang umum digunakan dalam usaha
pemeliharaan ayam broiler antara lain sebagai berikut;
 Pencatatan tentang strain ayam
 Tanggal Menetas
 Tanggal Penerimaan DOC
 Jumlah Ayam/DOC
 Catatan tentang pemberian pakan
 Pencatatan pertambahan bobot badan
 Pencatatan tentang kesehatan dan obat yang diberikan.
 Pencatatan Mortalitas dan Morbiditas
 Pencatatan Penggunaan Obat
 Pencatatan kegiatan vaksinasi yang dilakukan
 Pencatatan hasil pemanenan dan penjualan ayam.
CONTOH BLANGKO RECORDING

:
Nama Peternak : .......................... Jenis DOC : ...................... Jam Datang DOC .....................
:
Tgl Masuk DOC : .......................... Kode Box : ...................... Kondisi Farm .....................
Berat Rata - :
Kondisi DOC : .......................... Rata .....................

PAKAN MATI/AFKIR OBAT &


TANGGAL UMUR
STD ACT MATI AFKIR TOTAL VAKSIN
1
2
....

39
40
Keterangan
Jumlah

Pakan gr/ekor Mortalitas %

Berat rata2
Sisa Ayam ekor
FCR

HASIL PANEN

Umur

Berat Badan

FCR

Mortalitas

IP

3. Rangkuman
“RECORDING” berasal dari kata record,yang artinya catatan
atau rekaman. Pencatatan yang lengkap sangat penting untuk
mengembangkan usaha ayam broiler .kegiatan pencatatan
merupakan suatu keharusan bagi peternak ayam broiler yang
ingin maju dan berkembang dalam usahanya.

MANFAAT RECORDING
Dari recording ini banyak manfaatnya yang kita peroleh seperi:
1. Dapat mengetahui jumlah populasi ternak akhir, data
tersebut dapat kita ketahui dari adanya catatan kematian
harian yang kemudian kita komulatifkan. Dari jumlah populasi
masuk dikurangi data kematian selama pemeliharaan.
2. Sebagai data untuk evaluasi selama pemeliharaan, atau
sebagai data pembanding sehingga kita dapat mengambil
tindakan maupun keputusan
3. Dapat mempermudah dalam pengawasan serta pengontrolan
terhadap perkembangan ternak tersebut seperti hasil
produksi yang di capainya

4. Tugas
Buatlah contoh blangko recording tentang pemberian obat
obatan, berdasarkan data yang tertera dibawah ini;
 Nomor
 Tanggal Pemberian
 Jenis Obat
 Kemasan
 Jumlah
 Dosis Pemberian
 Jenis Penyakit
5. Tes
1. Kegiatan pencatatan yang dijadikan bahan evaluasi suatu
usaha peternakan diistilahkan.....
A. Recording C. Derecording
B. Pipping D. Grinding

2. Recording dalam usaha peternakan biasa disebut....


A. Laporan Kandang C. Buku Kandang
B. Catatan Kandang D. Kartu Kandang

3. Manfaat recording bagi peternak diantaranya sebagai.....


C. Kontrol,Evaluasi, Data Produksi C. Data Produksi
D. Laporan D. Bacaan

4. Urutan kolom blangko recording peternak terdiri atas


kolom...
A. Tanggal,Umur,Pakan (Std,Act),Mati/Afkir, Obat
&Vaksin.
B. Nomor, Tanggal,Umur,Pakan (Std,Act).
C. Keterangan,Nomor,Mati/Afkir
D. Umur,Tanggal,Keterangan,Obat & Vaksin

5. Dalam sehari semalam, ayam sejumlah 2000 ekor


menghabiskan pakan sebanyak 2,3 sak,standart yang
ditetapkan perusahaan 2,2 sak,sebagai peternak maka data
tersebut di isi pada kolom.....
A. Pakan C. Mati/Afkir
B. Obat D. Tanggal
6. Lembar Kerja Praktik
Judul : Mengisi Balngko Recording Ternak
Tujuan : Peserta didik trampil mengisi blangko
Recording sesua dengan format yang ada
Alat : Bolpoint
Bahan : Format Blangko Recording, Data populasi
Ternak,Strain,Konsumsi Pakan,Jumlah ayam
Ayam mati dan sakit.
Langkah Kerja :
 Siapkan alat dan bahan yang telah disediakan
 Isilah blangko recording sesuai dengan data dan format
yang tersedia.
 Serahkan hasil isian blangko anda ke pendamping.

H. Pembelajaran ke 9 “ Pemanenan Ayam Broiler “


1. Tujuan
 Peserta didik memahami faktor penentu pemanenan ayam
broiler.
 Peserta didik mengerti dan mengetahui tahapan pemanenan
ayam broiler.
2. Uraian Materi
MEMANEN AYAM BROILER
Ayam broiler pada umumnya dipenen dalam bentuk hidup,saat umur
dan bobot badan ayam telah mencapai target sesuai dengan harapan
peternak. Ada beberapa faktor yang menentukan saat pemanenan
ayam broiler,diantaranya;

Bobot Badan Panen

Biasanya ayam broiler atau


ayam pedaging dipanen pada saat
bobot badan mencapai 1,8 kg.
Namun sebagian besar untuk
wilayah Jawa Barat ayam broiler
(pedaging) dipanen dengan bobot
badan antara 1,3 -1,6 kg. Bahkan
sering juga konsumen atau pembeli meminta pada peternak ayam
broiler yang bobotnya dibawah 1 kg. Untuk wilayah Jawa Tengah dan
DIY biasanya diatas 2 kg. Jadi masalah ukuran bobot badan saat
ayam broiler (pedaging) dipanen tergantung dari permintaan
konsumen atau pasar.
Lama Pemeliharaan ( Umur )

Umur ayam broiler (pedaging) siap dipanen sekitar 4 - 6 minggu ,


tetapi pada umumnya ayam broiler (pedaging) telah dijual atau
dipanen pada umur 6 minggu. Bahkan ada juga ayam broiler dipanen
atau dijual disaat ayam broiler (pedaging) berumur kurang dari 4
minggu. Atau bisa juga ayam pedaging segera dipanen karena ayam
dalam keadaan sakit.

Harga Jual

Ketidakstabilan harga jual ayam broiler (pedaging) di pasar


harus diperhatikan pada saat pemanenan ternak. Bila harga ayam
broiler (pedaging) dipasar dalam keadaan rendah sekali harus
dipertimbangkan kemungkinan untuk memperpanjang periode
pemeliharaan sampai batas waktu tertentu.

Begitu sebaliknya apabila harga ayam broiler (pedaging) dalam


keadaan baik atau tinggi, kebanyakan peternak akan cenderung
mempercepat atau mempersingkat periode pemeliharaan untuk
menjual ayamnya meskipun belum saatnya dipanen, peternak pada
umumnya tanpa mempertimbangkan bobot badan dan umur ayam.

Kesehatan Ayam
Keadaan kesehatan ternak juga sangat menentukan saat panen
ayam broiler (pedaging). Apabila kondisi ayam broiler terserang
salah satu penyakit atau wabah penyakit peternak sering mengambil
tindakan langkah atau keputusan untuk menjual ayam ternaknya
sebagian atau seluruhnya. Sedangkan apabila dilakukan pengobatan
dan biayanya mahal dan kemungkinan ayam broiler pemeliharaan
untuk sembuh relatif kecil maka tindakannya tanpa
mempertimbangkan umur, bobot badan dan harga jualnya. Hal
tersebut kemungkinan besar dilakukan oleh peternak, karena
peternak tidak menghendaki kerugian yang terlalu banyak.

TAHAPAN PEMANENAN AYAM


Agar supaya pada saat pemanenan ayam broiler (pedaging)
berjalan lancar sesuai dengan harapan peternak, yaitu ayam yang
dipanen tidak banyak yang stress dan bahkan mati, maka ada
beberapa tahapan yang perlu dilakukan oleh peternak diantaranya
sebagai berikut:
Perlakuan Sebelum Panen
Ayam broiler (pedaging) sebelum dipanen alangkah baiknya,
apabila didalam ransumnya ada campuran atau tambahan antibiotik,
maka 1-2 minggu sebelum ayam dipanen atau dijual hendaknya
pemberian antibiotik ini dihentikan. Hal ini dikuatirkan penggunaan
antibiotik yang berlebihan akan berpengaruh terhadap daging ayam,
karena adanya residu antibiotik tersebut.
Apabila daging ayam yang ada residu obat atau antibiotik
tersebut dikonsumsi oleh manusia, dikuatirkan akan terjadi
penimbunan residu obat atau antibiotik tersebut sedikit demi
sedikit yang akhirnya menjadi banyak dan dapat mengganggu
kesehatan manusia yang mengkonsumsinya. Meskipun sebenarnya hal
tersebut masih sulit untuk dibuktikan akan kebenarannya, perlu
adanya kegiatan penelitian -penelitian yang memakan waktu yang
cukup lama. Yang jelas sampai saat ini belum dijumpai atau terjadi
orang meninggal akibat mengkonsumsi daging ayam broiler.
Persiapan Pemanenan

Agar proses pemanenan ayam broiler (pedaging) dapat berjalan


lancar dan berhasil dengan baik maka semua peralatan yang
diperlukan didalam kegiatan pemanenan ternak perlu dipersiapkan
dengan memadai. Adapun macam dan jenis alat-alat yang diperlukan
didalam kegiatan pemanenan ternak ayam broiler antara lain sebagai
berikut :

Tali, Tali rapia ini digunakan untuk mengikat kaki ayam agar
memudahkan pada saat proses penimbangan. Tali sebaiknya
dipersiapkan sedemikian rupa sehingga tidak menyebabkan sakit
pada ayam yang sedang dipanen. Tali rapia ini dibuat dengan ukuran
panjang kurang lebih 80 cm, kemudian masing-masing dari kedua
ujung tali tersebut disambung dibuat lingkaran.
Dengan tujuan agar pada saat pelaksanaan pemanenan tali mudah
digunakan untuk mengikat dan mudah untuk dilepas. Sediakan tali
yang cukup baik dari segi jumlah maupun kuantitasnya. Sehingga
pada saat pelaksanaan pemanenan dapat berjalan lancar dan aman.
Yang dimaksud aman disini adalah tidak banyak ayam yang stress
dan mati saat dipanen.

Timbangan, Pada umumnya timbangan yang dipergunakan untuk


menimbang ayam broiler (pedaging) saat dipanen adalah timbangan
gantung (salter) dengan kapasitas maximum 25 kg. Jenis timbangan
ini lebih mudah dipergunakan dan lebih praktis dalam
penggunaannya, karena bisa dibawa atau dipindahkan kemana-
kemana. Namun demikian masih ada jenis timbangan yang lain yang
dapat dipergunakan untuk menimbang ayam saat dipanen.
Diantaranya timbangan duduk dan timbangan gantung dengan ukuran
100 kg. Hanya saja kedua timbangan ini kurang praktis dalam
penggunaannya, karena berat pada saat membawa atau
memindahkannya.

Kawat atau Pagar Penyekat, Untuk mempermudah pada saat


proses pemanenan ayam broiler, maka perlu adanya alat bantu yang
berupa kawat atau pagar penyekat ruangan kandang . Untuk
menyekat ruangan kandang agar ayam tidak leluasa bergerak saat
ditangkap, selain menggunakan kawat atau pagar penyekat bisa juga
menggunakan bahan tirai kandang. Yang dimaksud tirai kandang
disini adalah tirai kandang yang sementara tidak dipergunakan atau
dengan cara melepas tirai kandang yang sudah dipasang didinding
kandang, setelah selesai kegiatan pemanenan dapat dipasang
kembali.

Bahan penyekat kandang yang berupa kawat atau pagar penyekat


yang terbuat dari ram kawat atau dari bahan bambu ini kurang
praktis, karena disamping ram kawat dan bambu harganya mahal,
perlu biaya pembuatannya dan berat disaat penggunaannya.

Alat Tulis Kantor ( ATK ), Alat tulis kantor diperlukan untuk


mencatat bobot ayam-ayam yang sudah ditimbang. Berapa kg setiap
sekali penimbangan ayam dan berapa kwintal atau berapa ton setiap
kali transaksi penjualan. Serta berapa ekor ayam yang sudah dijual.
Selain itu ATK dapat dipergunakan juga untuk mencacat jenis
kendaraan yang dipergunakan untuk mengangkut ayam, nomer
kendaraan, nama sopir kendaraan, pembeli ayam, alamat pembeli dan
lain sebagainya. Tanpa adanya ATK kegiatan pemanenan
kemungkinan tidak akan berjalan sukses, karena catatan atau
rekaman-rekaman kegiatan selama pemanenan tidak ada, pada hal
daya ingat seseorang itu terbatas. Dengan keterbatasan orang
untuk mengingat tersebut. Maka perlu adanya cacatan. Sehingga
dengan catatan peternak dapat mengecek, mengevaluasi hasil
kegiatan pemanenan.

Keramba Ayam ( Crates ), Karamba untuk memuat ayam bisa


terbuat dari plastik atau dari bambu. Keduanya mempunyai fungsi
yang sama yaitu untuk memuat ayam. Hanya saja karamba ayam
(krat) yang terbuat dari bambu lebih berat apabila dibandingkan
dengan karamba (krat) yang terbuat plastik buatan pabrik. Karamba
ayam (krat) dapat dibeli ditoko –toko penyedia sarana produksi
ternak (poultry shop).
PELAKSANAAN PEMANENAN

Kegiatan pelaksanaan pemanenan ayam broiler (pedaging) , dimulai


setelah semua alat yang diperlukan dalam pemanenan telah siap.
Alat-alat tersebut seperti apa yang disebut diatas antara lain: tali
untuk mengikat kaki ayam, timbangan, kawat atau pagar pembatas ,
karamba ayam dan alat tulis kantor (ATK). Untuk mendapatkan hasil
yang baik ada beberapa hal yang dapat digunakan sebagai pedoman
pada saat memanen ayam broiler (pedaging) yaitu :
1. Mengeluarkan semua peralatan kandang seperti tempat pakan,
dan tempat minum, sehingga memudahkan dalam penangkapan
ayam.
2. Memasang kawat atau pagar penyekat didalam ruangan kandang.

Pada saat menyekat ruangan kandang sebaiknya disesuai dengan


jumlah ayam yang akan ditangkap atau dipanen. Sebagai contoh:
apabila dalam satu kandang kapasitas ayamnya sebanyak 5.000 ekor
dan yang akan ditangkap atau dijual hanya 1.000 ekor, maka dalam
memasang kawat atau pagar penyekat hanya untuk ayam 1.000 ekor
saja. Hal ini bertujuan untuk menghindari agar ayam yang tidak atau
belum akan ditangkap tidak stress. Penyekatan ayam broiler
(pedaging) yang akan dipanen atau ditangkap dapat dilakukan di
salah satu sudut kandang dan disesuaikan dengan perkiraan ayam
yang akan ditangkap.

Menangkap Ayam, Pada saat menangkap ayam lakukan dengan


hati-hati dan hindari perlakuan yang kasar. Sebab apabila ayam
ditangkap dengan perlakuan yang kasar ayam bisa stress dan bahkan
bisa mati, kalau hal ini terjadi maka yang rugi adalah petani
peternak itu sendiri. Dan tidak jarang apabila pada saat menangkap
ayam tidak hati-hati pelaku bisa terluka akibat kena cakaran ayam
tersebut.
Sebaiknya ayam ditangkap dibagian kakinya, lakukan penangkapan
ayam dengan tangan kanan pada salah satu kaki ayam. Kemudian
tangan kiri dengan sigap mengumpulkannya, setelah 4-5 ekor
barulah diikat dengan dengan tali rapia yang telah dipersiapkan.
Menimbang Ayam, Ayam
yang telah ditangkap dan
diikat kemudian
ditimbang serta dicatat
hasil timbangannya. Pada
saat menimbang ayam,
sekali timbang bisa
sebanyak 10 ekor,15
ekor atau 20 ekor.
Tergantung besar
kecilnya ukuran bobot badan ayam. Dalam pelaksanaan penimbangan,
apabila menggunakan timbangan gantung maka posisi kepala ayam
berada dibawah.

Memasukkan Ayam ke Dalam Keranjang ( Crates ), Setelah ayam


ditimbang kemudian ayam dimasukkan kedalam karamba ayam (krat),
dengan cara melepas tali pengikat ayam tersebut. Jangan
memasukkan ayam kedalam karamba ayam (krat) dalam posisi kaki
ayam dalam keadaan terikat. Karena apabila hal ini terjadi ayam
tidak bisa bergerak, sehingga ayam merasa tersiksa, reksiko yang
ditanggung adalah banyak terjadi kematian disaat pengangkutan.
Oleh karena itu setiap kali proses memasukkan ayam kedalam krat
atau karamba ayam, pada umumnya dilakukan oleh petugas awak
kendaran itu sendiri. Hal itu bertujuan agar pada saat pengangkutan
ayam selama perjalanan tidak banyak kematian. Untuk menghindari
kematian disaat proses pengangkutan, maka pengisian ayam kedalam
krat atau karamba ayam tidak boleh terlalu penuh. Setiap karamba
ayam (krat) ayam bisa diisi kurang lebih 15 ekor ayam, tergantung
dari besar kecilnya ayam.

Pengangkutan Ayam, Dalam setiap pengangkutan ayam hendaklah


disesuaikan dengan kapasitas atau daya
tapung kendaraan atau alat angkut yang
dipergunakan. Disamping itu juga harus
memperhatikan jarak tempuh yang akan
dilewati. Berapa jam waktu tempuh
yang akan dilewati, sehingga dapat
memperkirakan kapan harus berangkat
dan kapan sampai ditujuan.
Jangan mengangkut ayam, dengan
keadaan kendaraan terlalu penuh/
padat dan lakukan secukupnya saja.
Proses pengangkutan ayam diusahakan
tidak dilakukan pada siang hari, namun
dalam kondisi keadaan temperatur udara dingin yaitu siang
menjelang sore atau sebaiknya dilakukan pada malam hari, karena
pada malam hari kondisi temperatur udara tidak panas sehingga
ayam tidak mudah stres saat diangkut. Apabila ayam saat diangkut
dalam kendaraan keadaan stres, maka kemungkinan besar terjadi
kematian sangatlah besar.
Kendaraan atau alat angkut yang dapat dipergunakan untuk
mengangkut hasil panen berupa ayam ini , pada umumnya berupa
mobil truk dan mobil col terbuka (pick up). Mobil truk inipun juga
ada dua macam besar dan kecil. Truk yang besar dapat mengangkut
ayam kurang lebih 1.700 s.d 1.800 ekor sedangkan mobil pick up
dapat mengangkut ayam sekitar 600 s.d 900 ekor. Yang jelas pada
saat akan melakukan pengangkutan ternak disesuaikan dengan
kendaraannya.

3. Rangkuman
Ayam broiler pada umumnya dipenen dalam bentuk hidup,saat umur
dan bobot badan ayam telah mencapai target sesuai dengan harapan
peternak. Ada beberapa faktor yang menentukan saat pemanenan
ayam broiler,diantaranya; Bobot Badan Panen,Lama Pemeliharaan (
Umur ),Harga Jual,Kesehatan Ayam.
Sedangkan Tahapan Pemanenan Ayam terbagi atas;
 Perlakuan sebelum pemanenan,
Satu
 Persiapan pemanenan
 Pelaksanaan pemanenan

4. Tugas
5. Tes
6. Lembar Kerja Praktik

I. Pembelajaran ke 10 “ Evaluasi Produksi Peternakan Ayam Broiler”


1. Tujuan
2. Uraian Materi

Evaluasi didefinisikan sebagai proses pengawasan dan pengendalian performa


perusahaan untuk memastikan bahwa jalannya perusahaan telah sesuai dengan rencana
yang telah ditetapkan.

Bagi peternak evaluasi sangat membantu dalam menemukan permasalahan yang ada
dan selanjutnya memperbaiki hal tersebut agar peternakan bisa berjalan lebih optimal
dibandingkan sebelumnya. Salah satu parameter utama yang sering digunakan untuk
mengukur kebrhasilan suatu usaha peternakan adalah IP ( Indeks Performance . Nilai
IP sering digunakan untuk menentukan nilai insentif / bonus bagi peternak ( bagi
kemitraan ) maupun pekerja kandang.

Untuk menghitung IP dibutuhkan empat (4) parameter utama,antara lain;

1. Bobot Badan ( BB ) Rata-rata.


Rumus ini digunakan untuk mengukur berat badan, baik saat kontrol bobot
badan mingguan maupun saat kegiatan panen.
𝐵𝑜𝑏𝑜𝑡 𝑇𝑖𝑚𝑏𝑎𝑛𝑔 (𝐾𝑔)
Rumus Bobot Badan ( BB ) =𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝐴𝑦𝑎𝑚 (𝑒𝑘𝑜𝑟)

Idealnya Bobot Badan rata – rata ayam yang ada dikandang lebih besar atau
sama dengan bobot badan standar yang telah ditetapkan oleh perusahaan. Jika
bobot badan rata – rata lebih kecil dari standar, lakukan beberapa perbaikan,
misalnya dalam tata laksana pemberian pakan dan pengaturan kepadatan
kandang.
Penimbangan bobot badan dapat dilakukan secara rutin tiap minggu dan saat
panen. Penimbangan rutin tiap minggu dinamakan pula kontrol bobot
[Link] kontrol bobot badan dilakukan dengan mengambil sampel 50 – 100
ekor tiap kandang secara merata disetiap bagian kandang. Kontrol bobot badan
merupakan metode penimbangan individu yang berarti seekor ayam ditimbang
untuk mengetahui bobot badannya. Sebaiknya menggunakan timbangan yang
memilki sensitivitas lebih tinggi agar agar bobot badan ayam perindividu dapat
lebih teliti diamati. Kegiatan ini dilakukan pada waktu yang sama tiap
minggunya misalnya senin pagi ketika kondisi tembolok kosong.
Sedangkan penimbangan saat panen menggunakan metode penimbangan massal
karena jumlah populasi yang harus ditimbang lebih banyak. Faktor efesiensi
waktu dan dan tingkat stres ayam menjadi hal penting. Secara teknis,
penimbangan ayam bisa berbeda, misalnya ayam ditimbang sekaligus dengan
keranjangnya atau ada juga yang menimbang dengan cara digantung dengan
mengikat ayam pada bagian kakinya.
Ada dua model timbangan yang dapat digunakan sesuai dengan kebutuhan;
 Timbangan Gantung
Timbangan ini sering digunakan untuk menimbang ayam karena lebih
praktis,ringan dan mudah dibawa. Lebih praktis karena bisa digunakan
untuk menimbang bobot badan ayam secara langsung maupun
menggunakan keranjang. Hanya saja saat menimbang, ayam harus diikat
kakinya terlebih dahulu agar memudahkan proses penggantungan ayam.
 Timbangan Duduk
Cocok untuk mengurangi tingkat kematian dan meminimalisir resiko
afkir saat penimbangan akibat sayap / kaki patah. Teknisnya dengan
menimbang kernajang terlebih dahulu untuk menentukan berat
keranjang, baru kemudiankeranjang di isi dengan ayam.
Saat panen, sebaiknya kernajang diisi maksimal 15 ekor ( tergantung
besar kecilnya ayam dan kapasitas keranjang ), tujuannya menghindari
kematian akibat ayam berdesakan dalam keranjang.
2. Feed Conversion Rate ( FCR ).
Merupakan nilai ratio tingkat konsumsi pakan terhadap peningkatan
bobot badan, dengan kata lain FCR didefiniskan Jumlah kilogram pakan yang
dibutuhkan untuk menghasilkan satu kilogram bobot badan. Pada peternakan
ayam broiler biasanya target FCR = 1 maksimal dapat dicapai sebelum ayam
berumur 2 minggu ( FCR 2 minggu ± 1,047 – 1,071 ) setelahnya akan meningkat
sesuai umur ayam.
Breeder biasanya sudah menyertakan standar FCR tiap minggu dalam
buku panduannya agar peternak bisa terus memantau FCR ayamnya tiap minggu.
𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑃𝑎𝑘𝑎𝑛 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑘𝑜𝑛𝑠𝑢𝑚𝑠𝑖 (𝐾𝑔)
Rumus FCR =𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝐵𝑜𝑏𝑜𝑡 𝐵𝑎𝑑𝑎𝑛 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖ℎ𝑎𝑠𝑖𝑙𝑘𝑎𝑛 (𝐾𝑔)

Nilai FCR yang sama atau lebih kecil dibandingka standar, menandakan
terjadinya efesiensi pakan yang didukung dengan tata laksana pemeliharaan
yang baik. Namun jika nilai FCR lebih besar dari standar maka mengindikasikan
terjadi pemborosan pakan sebagai akibat tidak maksimalnya manfaat pakan
terhadap pertambahan bobot badan ayam. Salah satu faktor yang berperan
penting menyebabkan hal ini adalah stres, stres direspon oleh tubuh dengan
memobilisasi glukosa untuk diubah menjadi nergi dan digunakan untuk menekan
stres itu sendiri, akibatnya hanya sedikit energi yang diarahkan ke
pertambahan bobot badan.
3. Rata – Rata Umur Ayam Saat Panen ( A/U )
Parameter ini digunakan untuk menghitung rata – rata umur ayam yang
dipenen,pemanenan yang termasuk kedalam parameter ini adalah pemanenan
ayam sehat pada bobot badan [Link] ayam afkir tidak masuk kedalam
perhitungan ini. Misalnya ada permintaan 600 ekor ayam broiler dengan bobot
badan 1 kg kepada peternak yang memiliki populasi 3000 ekor, sehingga
peternak memutuskan memanen 600 ekor ayam yang sudah mencapai bobot
badan 1 kg sedangkan yang lain ( 2400 ekor ) tidak.

𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ ( 𝑈 𝑥 𝑃 )
Rumus A/U =
𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑃𝑜𝑝𝑢𝑙𝑎𝑠𝑖 𝑇𝑒𝑟𝑝𝑎𝑛𝑒𝑛

Keterangan :
U ; Umur Ayam yang dipanen
P ; Populasi ayam yang dipanen

4. Tingkat Deplesi Populasi


Deplesi populasi atau penyusutan jumlah ayam bisa berasal dari dua hal yaitu
mortalitas ( angka kematian ) dan Afkir ( Culling ).
Kematian ayam merupakan sesuatu yang tidak dapat dihindari, baik berupa
sakit atu faktor – faktor lain. Biasanya peternakan menetapkan batas maksimal
kematian yang dapat ditoleransi sebesar 5 %, semakin banyak ayam yangmati
maka semakin besar kerugian peternak.
Sedangkan keputusan pengafkiran broiler biasanya karena sakit dan cacat yang
ditinjau berdasarkan pertimbangan resiko dan ekonomis dibawah ini.
 Pertimbangan resiko
Beberapa hal yang dapat dijadikan pertimbangan resiko ialah potensi
kesembuhan ayam,
 Pertimbangan ekonomis
5.
3. Rangkuman
4. Tugas
5. Tes
6. Lembar Kerja Praktik

III. EVALUASI
KUNCI JAWABAN
DAFTAR PUSTAKA
Edjeng Suprijatna,Dr et all. [Link] Dasar Ternak [Link] Swadaya
Jakarta.
Anonymous, 2012. Berhasil atau Tidakkah Pemeliharaan Broiler Anda.(http://
[Link], diakses 05 Desember 2012 pukul 16.49
wib ).
Anonymous, 2012. Biosecurty Bukan Hanya Desinfeksi.(http://
[Link], diakses 05 Desember 2012 pukul 16.50
wib ).
Anonymous, 2012. Manajemen Brooding.([Link] diakses
10 Maret 2012 pukul 12.03 wib ).
Nucky Rusianto,Dr.2008. Manajem Beternak Ayam Broiler.(http://
[Link]/p3ide. diakses 28 Nopember 2012 pukul
19.24 wib ).
Ardhie Borneo Gemilang,2012. Peralatan Kandang. .(http://
[Link]. diakses 12 Juni 2012 pukul
19.54 wib ).
Anonymous,2012. Kandang Close House.( [Link]/
diakses.06 Desember 2012 pukul 08.57 wib ).

Common questions

Didukung oleh AI

Kepadatan kandang yang terlalu tinggi dapat mempengaruhi aktivitas ayam, meningkatkan persaingan dalam mendapatkan oksigen, dan dapat menimbulkan kasus kanibalisme. Selain itu, kepadatan yang berlebihan bisa menyebabkan gangguan pernapasan serta peningkatan kadar amonia di udara, yang semuanya dapat berdampak negatif pada kesehatan dan pertumbuhan ayam broiler .

Implementasi sistem pemberian pakan berseling menghadapi tantangan dalam hal pengaturan waktu pakan yang tepat untuk mengoptimalkan efisiensi dan mengurangi pemborosan. Peternak perlu memiliki jadwal yang disiplin dan memahami kebutuhan pakan yang bervariasi sesuai musim dan kondisi ayam. Solusi mencakup penggunaan perangkat otomatisasi untuk penjadwalan dan pemantauan ketat terhadap konsumsi dan kondisi ayam .

Harga pasar yang tidak stabil sangat mempengaruhi waktu pemanenan ayam broiler. Jika harga pasar rendah, peternak mungkin memperpanjang waktu pemeliharaan. Sebaliknya, jika harga tinggi, peternak cenderung mempercepat pemanenan meskipun umur atau bobot ayam belum mencapai target ideal, agar dapat mendapatkan keuntungan maksimal meskipun dengan risiko yang mungkin terjadi pada kualitas .

Kualitas air minum sangat penting karena air berperan dalam mengatur suhu tubuh, mengangkut sisa metabolisme, dan membawa nutrisi. Kekurangan atau kualitas yang buruk dapat menghambat pertumbuhan ayam broiler. Manajemen yang baik meliputi memastikan air bersih dan segar, melakukan pengujian secara berkala, dan menggunakan klorin untuk mengurangi kontaminasi bakteri seperti E.Coli, menjaga ayam terhidrasi optimal .

Sistem perkandangan tertutup (close house) memiliki kelebihan sehingga kepadatan dapat mencapai 25-30 kg/m2 berat hidup. Kandang jenis ini memungkinkan pengaturan aliran udara yang efektif dan dapat mengurangi potensi persaingan antar ayam dalam mendapatkan oksigen. Selain itu, sistem ini mengurangi risiko gangguan pernapasan dan penumpukan amoniak berlebihan yang biasanya terjadi pada kandang dengan sistem terbuka .

Periode pemeliharaan ayam broiler dibagi menjadi dua: periode starter dan finisher. Periode starter berlangsung dari hari pertama hingga minggu ketiga atau 21 hari, di mana fokusnya adalah pada pembentukan tulang dan organ pencernaan. Sedangkan periode finisher dimulai setelah 21 hari dan berlanjut hingga panen, dengan fokus pada pembentukan otot dan peningkatan berat badan .

Pengaturan lalu lintas ternak dan alat dalam penerapan biosekuriti bertujuan untuk meminimalkan risiko penularan penyakit. Dengan mengontrol pergerakan orang, ternak, dan peralatan ke dan dari area peternakan, potensi masuknya patogen dari luar dapat dikurangi secara signifikan, sehingga memastikan kesehatan dan produktivitas ternak tetap terjaga .

Metode pemberian pakan secara adlibitum menguntungkan karena memungkinkan ayam broiler tumbuh lebih cepat, tekniknya sederhana dan mudah diterapkan, serta mengurangi tingkat stres pada ayam. Selain itu, metode ini membantu ayam terhindar dari masalah tersedak dan infeksi tembolok karena ayam makan sesuai kebutuhan mereka tanpa batasan .

Pencatatan dalam usaha peternakan ayam broiler penting karena merupakan bagian dari evaluasi usaha. Catatan tersebut membantu pengelolaan kandang lebih efektif, memantau produktivitas, mengidentifikasi masalah yang muncul selama pemeliharaan, serta menjadi sumber informasi penting untuk melakukan perbaikan dan peningkatan kualitas usaha secara berkesinambungan .

Pemilihan strain tertentu dari ayam broiler di Indonesia bergantung pada karakteristik pertumbuhan, termasuk kecepatan pertumbuhan dan efisiensi konversi pakan (FCR). Beberapa strain mungkin lebih cepat pertumbuhannya dan memiliki FCR yang lebih baik daripada yang lain, menjadikannya lebih ekonomis untuk dipelihara. Kondisi ini memungkinkan peternak memilih strain yang paling sesuai dengan kebutuhan produksi daging mereka .

Anda mungkin juga menyukai