BAB II
KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESIS
2.1 Kajian Pustaka
Dalam kajian pustaka ini peneliti akan membahas pustaka yang
berhubungan dengan topik atau masalah peneliti. Pustaka yang akan dibahas yaitu
referensi mengenai komunikasi dan motivasi yang berpengaruh terhadap kinerja
karyawan. Peneliti menggunakan beberapa buku terbitan yang berhubungan
dengan masalah yang akan diteliti dan juga menggunakan hasil penelitian
terdahulu yang relevan.
2.1.1 Pengertian Manajemen
Manajemen berasal dari bahasa inggris yaitu “manage” yang berarti,
mengurus, mengelola, mengendalikan, mengusahakan, memimpin. Pengertian
manajemen juga dipandang sebagai disiplin ilmu yang mengajarkan proses
mendapatkan tujuan organisasi dalam upaya bersama dengan sejumlah orang atau
sumber milik organisasi.
Winardi (2016:11) mengemukakan bahwa manajemen merupakan sebuah
proses yang khas yang terdiri dari tindakan-tindakan perencanaan,
pengorganisasian, menggerakan dan pengawasan yang dilakukan untuk
menentukan serta mencapai sasaran-sasaran yang telah ditetapkan melalui
pemanfaatan sumber-sumber daya manusia serta sumber-sumber lain, Sedangkan
(T. Hani Handoko 2016: 4) mengemukakan pengertian manajemen sebagai
bekerja dengan orang-orang untuk menentukan, menginterprestasikan dan
mencapai tujuan-tujuan organisasi dengan pelaksanaan fungsi-fungsi perencanaan,
15
16
pengorganisasian, penyusunan personalia atau kepegawaian, pengarahan,
kepemimpinan dan pengawasan. Sumber daya manusia ini tercakup semua unsur
yang dimilikinya, seperti energi, bakat, keterampilan, kondisi fisik dan mental
manusia yang dapat digolongkan untuk berproduksi. Dengan pengertian
manajemen dan sumber daya manusia itu, maka manajemen sumber daya manusia
secara sederhana dapat diberi pengertian sebagai bagian manajemen yang
diterapkan dalam masalah pengelolaan sumber daya manusia.
[Link] Fungsi Manajemen
Fungsi-fungsi manajemen manusia terdiri dari perencanaan,
pengorganisasian, pengarahan, pengendalian, pengadaan, pengembangan
kompensasi, pengintegritasan, pemeliharaan, kedisiplinan dan pemberhentian.
Tujuannya ialah agar perusahaan mendapatkan rentabilitas laba yang lebih besar
dari persentase tingkat bunga bank. Karyawan bertujuan mendapatkan kepuasan
dari pekerjaannya. Malayu (2015:3) mengemukakan bahwa fungsi manajemen
adalah :
1. Merencanakan (Planning)
Menetapkan tujuan dan tindakan yang akan dilakukan.
2. Mengorganisasikan (Organizing)
Mengkoordinasikan sumber daya manusia serta sumber daya lainnya yang
dibutuhkan.
3. Mendelegasikan (Staffing)
Memberikan pengarahan kepada para bawahan dan mengusahakan mereka
untuk mengerjakan pekerjaannya.
17
4. Mengarahkan (Directing)
Suatu rangkaian kegiatan untuk memberikan petunjuk atau instruksi dari
seorang atasan kepada bawahan atau kepada orang yang diorganisasikan
dalam kelompok formal untuk pencapaian tujuan bersama.
5. Mengendalikan (Controlling)
Memastikan apakah tujuan tercapai atau tidak dan jika tercapai akan
dilakukan tindakan perbaikan.
Berdasarkan ketiga pengertian menurut para ahli diatas penulis sampai
pada pemahaman bahwa manajemen merupakan suatu ilmu untuk mengarahkan,
mengkoordinasi, mengawasi dan mengelola suatu pekerjaan untuk mencapai
kinerja yang efektif dan efisien agar tujuan perusahaan dapat tercapai.
2.1.2 Manajemen Sumber Daya Manusia
Pentingnya peranan sumber daya manusia dalam menentukan keberhasilan
suatu organisasi atau perusahaan menuntut seorang pemimpin dalam perusahaan
untuk dapat mencari, mendayagunakan, mengembangkan dan memelihara sumber
daya manusia dengan sebaik mungkin sehinggga dapat membantu mencapai
tujuan perusahaan.
[Link] Pengertian Manajemen Sumber Daya Manusia
Manajemen sumber daya manusia merupakan sumber daya yang penting
bagi perusahaan. Mengingat pentingnya peranan sumber daya manusia dalam
menentukan keberhasilan organisasi atau perusahaan menuntut seorang pemimpin
dalam perusahaan untuk dapat mencari, mendayagunakan, mengembangkan dan
memelihara sumber daya manusia tersebut dengan sebaik mungkin.
18
Pengertian manajemen sumber daya manusia menurut Marwansyah
(2015:3), sebagai pendayagunaan sumber daya manusia di dalam organisasi yang
dilakukan melalui fungsi – fungsi perencanaan sumber daya manusia, rekrutmen
dan seleksi, pengembangan sumber daya manusia, perencanaan dan
pengembangan karir, pemberian kompensasi dan kesejahteraan, keselamatan dan
kesehatan kerja dan hubungan industrial.
Pendapat lain yang dikemukakan oleh Malayu (2015:10), menyatakan
bahwa ilmu dan seni mengatur hubungan dan peranan tenaga kerja agar efektif
dan efisien membantu terwujudnya tujuan perusahaan, karyawan dan masyarakat.
Sedangkan yang dikemukakan oleh Mangkunegara (2016:2), menyatakan bahwa
suatu perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, pelaksanaan dan
pengawasan terhadap pengadaan, pengembangan, pemberian balas jasa,
pengintegrasian, pemeliharaan dan pemisahaan tenaga kerja dalam rangka
mencapai tujuan organisasi.
Berdasarkan definisi-definisi tersebut, dapat dikatakan bahwa manajemen
sumber daya manusia merupakan suatu proses yang menggabungkan perencanaan,
pengorgansasian, pengkoordinasian, pelaksanaan dan pengawasan terhadap
pengadaan, pengembangan, pemberian balas jasa, pengintegrasian, pemeliharaan
dan pemisahaan untuk mengatur tenaga kerja agar efektif dan efisien dalam
membantu mencapai tujuan perusahaan.
[Link] Fungsi Manajemen Sumber Daya Manusia
Tugas manjemen sumber daya manusia untuk mengelola manusia seefektif
mungkin, agar dapat meperoleh suatu kesatuan sumber daya manusia yang merasa
19
puas dan memuaskan. Dalam mengerjakan pekerjaan seharusnya organisasi
memperhatikan fungsi-fungsi manajemen dan fungsi operasional seperti yang
dikemukakan oleh Malayu (2015: 21-23), berikut ini :
1. Fungsi Manajerial :
a. Perencanaan
Perencanaan (human resources planning) adalah merencanakan tenaga
kerja agar sesuai dengan kebutuhan perusahaan dan efektif serta efisien
dalam membantu terwujudnya tujuan. Perencanaan ini untuk menetapkan
program kepegawaian.
b. Pengorganisasian
Pengorganisasian (organizing) adalah kegiatan untuk mengorganisasi
semua karyawan dengan menetapkan pembagian kerja, hubungan kerja,
delegasi wewenang, integrasi, dan koordinasinya dalam bagan organisasi
(organization chart). Organisasi yang baik akan membantu tercapainya
tujuan secara efektif.
c. Pengarahan
Pengarahan (directing) adalah kegiatan mengarahkan semua karyawan
agar mau bekerjasama dan bekerja efektif secara efisien dalam
terwujudnya tujuan perusahaan, karyawan dan masyarakat. Pengarahan
dilakukan oleh pemimpin dengan kepemimpinannya, memerintah
bawahan agar mau mengerjakan semua tugasnya dengean baik.
20
d. Pengendalian
Pengendalian (controlling) adalah kegiatan mengendalikan semua
karyawan agar mau mentaati peraturan-peraturan perusahan dan mau
bekerja sesuai rencana. Pengendalian karyawan ini meliputi kehadiran,
kedisiplinan, perilaku, kerjasama dan pelaksanaan pekerjaan.
2. Fungsi Operasional
a. Pengadaan
Pengadaan (procrument) adalah proses penarikan, seleksi, penempatan,
orientasi dan induksi untuk mendapatkan karyaan yang sesuai dengan
kebutuhan perusahaan. Pengadaan yang baik akan membantu
terwujudnya tujuan.
b. Pengembangan
Pengembangan (development) adalah proses peningkatan penerampilan
teknis, teoristik, konseptual, dan moral karyawan melalui pendidikan dan
pelatihan. Pendidikan dan pelatihan harus sesuai dengan kebutuhan
pekerjaan masa kini maupun masa depan.
c. Kompensasi
Kompensasi (compensation) adalah pemberian balas jasa langsung
(direct) dan tidak langsung (indirect), uang atau barang kepada karyawan
sebagai imbalan jasa yang diberikannya kepada perusahaan. Prinsip
kompensasi adalah adil dan layak. Adil diartikan sesuai dengan prestasi
kerjanya, layak diartikan dapat memenuhi kebutuhan primernya serta
21
berpedoman pada batas upah minimum pemerintah dan berdasarkan
internal dan eksternal konsistensi.
d. Pengintegrasian
Pengintegrasian (intregation) adalah kegiatan untuk mempersatukan
kepentingan perusahaan dan kebutuhan karyawan, agar tercipta kerja
sama yang serasi dan saling menguntungkan. Pengintegrasian merupakan
hal penting dalam manajemen sumber daya manusia.
e. Pemeliharaan
Pemeliharaan (maintenance) adalah kegiatan untuk memelihara atau
mengingatkan kondisi fisik, mental dan loyalitas karyawan, agar mereka
bekerja sama sampai pensiun. Pemeliharaan yang baik dilakukan dengan
program kesejahteraan yang berdasarkan kebutuhan sebagian besar
karyawan serta berpedoman kepada internal dan eksternal konsistensi.
f. Kedisiplinan
Kedisiplinan merupakan fungsi manajemen sumber daya manusia yang
terpenting demi terwujudnya tujuan yang maksimal. Kedisiplinan adalah
keinginan dan kesadaran untuk mentaati peraturan-peraturan perusahaan
dan norma-norma sosial.
g. Pemberhentian
Pemberhentian (separation) adalah putusnya hubungan kerja seseorang
dari suatu perusahaan. Pemberhentian ini disebabkan oleh keinginan
karyawan, keinginan perusahaan, kontrak kerja berakhir, pensiun, dan
sebab-sebab lainnya.
22
Berdasarkan pengertian menurut para ahli diatas penulis sampai pada
pemahaman bahwa fungsi-fungsi sumber daya manusia merupakan suatu ilmu
untuk pengarahkan, pengadaan, pengembangan, kompensasi, pengintegrasian,
pemeliharaan, kedisiplinan, pemberhentianen agar dapat memperoleh suatu
kesatuan sumber daya manusia yang merasa puas dan memuaskan dan untuk
tujuan perusahaan dapat tercapai.
2.1.3 Komunikasi
Komunikasi merupakan suatu proses sosial yang sangat mendasar dan vital
dalam kehidupan manusia. Dikatakan mendasar karena setiap masyarakat
manusia, baik yang primitif maupun yang modern, berkeinginan mempertahankan
suatu persetujuan mengenai berbagai aturan sosial melalui komunikasi.
[Link] Pengertian Komunikasi
Komunikasi adalah proses penyampaian pesan atau maksud yang
dilakukan melalui suatu pihak atau seseorang kepada orang lain baik dilakukan
secara langsung atau melalui media..
Untuk lebih memahami definisi tentang komunikasi para ahli memberikan
beberapa pendapat yaitu Tommy (2016:6), menyatakan bahwa “Komunikasi
merupakan interaksi antarpribadi yang menggunakan sistem simbol linguistik,
seperti sistem simbol verbal (kata-kata) dan nonverbal.
Sistem ini dapat disosialisasikan secara langsung/tatap muka atau melalui
media lain (tulisan, oral, dan visual)” dan menurut Marwansyah (2015:321),
menyatakan bahwa “Petukaran pesan antar manusia dengan tujuan pemahaman
yang sama”.
23
Jadi dapat ditarik kesimpulan yang dimaksud dengam komunikasi dalam
penelitian ini adalah proses interaksi antara pimpinan dan karyawan dalam hal
penyampaian perintah, informasi, saran dan tujuan perusahaan yang bersifat lisan
ataupun tulisan yang bertujuan agar tidak terjadi kesalahan-kesalahan dalam
pekerjaan dan tercipta lingkungan kerja yang baik antara pimpinan dan karyawan
untuk meningkatkan kinerja karyawan dalam mencapai tujuan perusahaan.
[Link] Fungsi Komunikasi
Komunikasi menjalankan empat fungsi utama sebagaimana yang
diutarakan oleh Robbins (2013:5) yang telah di terjemahkan oleh Hadyana
Pujaatmaka sebagai berikut :
1. Kendali
Komunikasi bertindak untuk mengendalikan perilaku anggota organisasi.
2. Motivasi
Komunikasi membantu perkembangan motivasi dengan menjelaskan kepada
para karyawan apa yang harus dilakukan, bagaimana mereka bekerja dengan,
dan apa yang dapat dikerjakan untuk memperbaiki kinerja jika itu dibawah
standar.
3. Pengungkapan emosional
Bagi banyak karyawan, kelompok kerja mereka merupakan sumber utama
untuk interaksi sosial. Komunikasi yang terjadi didalam kelompok itu
merupakan mekanisme fundamental dengan mana anggota-anggota
menunjukkan kekecewaan dan rasa puas mereka.
24
4. Informasi
Komunikasi memberikan informasi yang diperlukan individu dan kelompok
untuk mengambil keputusan dengan meneruskan data guna mengenali dan
menilai pilihan-pilihan alternatif.
[Link] Jenis-Jenis Komunikasi
Komunikasi internal dapat diklasifikasikan menjadi dua jenis sebagaimana
dijelaskan oleh Elvinaro (2011:125) sebagai berikut :
1. Komunikasi Personal (Personal Communication)
a. Komunikasi Tatap Muka (Face to face Communication)
Komunikasi berlangsung secara dialogis sambil saling menatap sehingga
terjadi kontak pripadi.
b. Komunikasi Personal Media (Mediated Communication)
Komunikasi dengan menggunakan alat, seperti telepon atau
memorandum, karena komunikasi ini menggunakan alat, maka antara
kedua orang tersebut tidak ada kontak pribadi.
2. Komunikasi Kelompok (Group Communication)
a. Komunikasi Kelompok Kecil (Small Group Communication)
Komunikasi antara seorang manajer dengan sekelompok karyawan yang
mungkin terdapatnya kesempatan bagi salah seorang karyawan yang
memberikan tanggapan secara verbal.
b. Komunikasi Kelompok Besar (Larger Group Communication)
Komunikasi yang jumlah anggotanya banyak, dalam suatu sesuatu situasi
komunikasi hamper tidak terdapat kesempatan untuk memberikan
25
tanggapan secara verbal. Dalam arti lain komunikasi ini kecil sekali
kemungkinan bagi komunikator untuk berdialog dengan komunikan.
[Link] Dimensi dan Indikator Komunikasi
Dimensi dan Indikator komunikasi pada penelitian ini mengacu pada
Hafied (2013:19), yang menjelaskan pengembangan dimensi dan indikator
komunikasi yaitu:
1. Dimensi kemudahan perolehan informasi yang terdiri dari dua indikator yaitu:
a. Keterlibatan informasi dari pimpinan.
b. Keterlibatan informasi pegawai dengan pegawai.
2. Dimensi kualitas media yang terdiri dari lima indikator yaitu:
a. Efisiensi media dalam penyajian informasi.
b. Mudah di pahami.
c. Lengkap dan jelas.
d. Daya tarik untuk di baca.
e. Cocok dengan kebutuhan.
3. Dimensi muatan informasi yang terdiri dari tiga indikator yaitu:
a. Kecukupan informasi.
b. Kekurangan informasi.
c. Kelebihan informasi.
2.1.4 Motivasi
Motivasi adalah proses yang menjelaskan intensitas, arah dan ketentuan
seseorang individu untuk mencapai tujuannya.
26
[Link] Pengertian Motivasi
Istilah motivasi (motivation) berasal dari bahasa latin, yakni movere, yang
berarti “menggerakan” (to move). Motivasi dalam manajemen pada umumnya
hanya diperuntukan pada sumber daya manusia dan khususnya untuk para
bawahan. Motivasi itu sendiri merupakan faktor yang paling menentukan bagi
seorang pegawai dalam bekerja. Meskipun kemempuan dari karyawan maksimal
disertai dengan fasilitas yang memadai, namun jika tidak ada motivasi untuk
mendorong karyawan untuk bekerja sesuai tujuan maka pekerjaan tersebut tidak
akan berjalan sesuai dengan tujuan.
Beberapa pendapat mengenai motivasi menurut para ahli, Winardi
mengemukakan (2016:6) bahwa motivasi merupakan suatu kekuatan potensial
yang ada di dalam diri seorang manusia, yang dapat dikembangkannya sendiri
atau dikembangkan oleh sejumlah kekuatan luar yang pada intinya berkisar sekitar
imbalan moneter dan imbalan non moneter, yang dapat mempengaruhi hasil
kinerjanya secara positif atau negatif.
Sedangkan yang dikemukakan oleh Malayu (2015:23) pengertian motivasi
adalah mempersoalkan bagaimana cara mendorong gairah kerja bawahan, agar
mereka mau bekerja keras dengan memberikan semua kemampuan dan
keterampilan untuk mewujudkan tujuan perusahaan.
Berdasarkan definisi menerut para ahli di atas dapat disimpulkan bahwa
motivasi karyawan adalah dorongan dari dalam diri maupun dari luar diri
seseorang untuk melakukan suatu tindakan untuk mencapai suatu tujuan yang
telah ditentukan dalam sebuah organisasi.
27
Teori hierarki kebutuhan menyatakan bahwa motivasi seseorang
berdasarkan pada dua anggapan yaitu : kebutuhan seseorang tergantung pada apa
yang sudah dimilikinya dan dilihat dari pentingnya dan kebutuhan yang paling
kuat sesuai waktu, keadaan dan pengalaman yang bersangkutan. Robbins dan
Coulter (2013:63) yang diterjemahkan oleh Bob Sabran, menjelaskan lima tingkat
kebutuhan dalam hierarki Maslow (Mangkunegara, 2016:95) tersebut diatas
adalah sebagai berikut:
Gambar 2.1 Hirarki Kebutuhan dari Maslow
1. Kebutuhan Fisiologikal
Berhubungan dengan kebutuhan-kebutuhan utama, dasar dan esensial yang
harus dipenuhi setiap manusia untuk mempertahankan diri sebagai mahkluk,
kebutuhan ini mencakup misalnya : udara, makan, minum, pakaian, tempat tinggal
atau penginapan, istirahat, pemenuhan seksual.
Faktor-faktor khusus yang harus diperhatikan oleh orang mencangkup
misalnya : pengondisian udara dan cahaya, gaji dan upah, (sama atau lebih besar
disbanding upah regional,UMR), kafetaria (penyediaan makanan dan minuman).
Kebutuhan-kebutuhan fisiologikal memiliki jumlah karakteristik sebagai berikut :
28
a. Mereka relatif independen satu sama lainnya.
b. Dalam banyak kasus mereka dapat diidentifikasi dengan sebuah lokasi
khusus didalam tubuh.
c. Pada sebuah kultur berkecukupan (an affluent culture), kebutuhan
demikian bukan merupakan motivator-motivator yang tidak biasa.
d. Akhirnya dapat dikaitkan bahwa mereka harus dipenuhi secara
berulang-ulang dalam periode waktu yang relatif singkat, agar dapat
terpenuhi.
Apabila kebutuhan-kebutuhan fisiologikal tidak terpenuhi mereka akan lebih
terasa dibandingkan dengan kebutuhan lainnya. Maka lebih dikatakan seorang
individu, yang tidak memiliki apa-apa dalam kehidupan mungkin sekali akan
termotivasi oleh kebutuhan fisiologikal.
2. Kebutuhan Akan Keamanan
Apabila kebutuhan fisiologikal cukup dipenuhi, maka kebutuhan pada
tingkatan berikut yang lebih tinggi yakni kebutuhan akan keamanan, mulai
mendominasi kebutuhan manusia. Kebutuhan keamanan harus dilihat dalam arti
luas, tidak hanya dalam arti keamanan fisik akan tetapi keamanan fisiologi dan
perlakuan adil dalam pekerjaan atau jabatan seseorang. Karena pemuasan
kebutuhan ini terutama dikaitkan dengan kekayaan seseorang. Kebutuhan
keamanan itu berkaitan dengan tugas pekerjaannya.
Kebutuhan ini berkaitan dengan kebutuhan akan rasa aman dan proteksi diri,
ancaman atau gangguan dari luar. Kebutuhan ini mencangkup misalnya :
keamanan, keselamatan, perlindungan, kompetensi, dan stabilitas. Faktor-faktor
29
khusus yang harus diperhatikan oleh orang mencangkup misalnya : keselamatan
kerja, kesejahteraan, peningkatan gaji dan upah, dan kondisi kerja. Pentingnya
memenuhi kebutuhan ini jelas terlihat pada organisasi modern tempat pimpinan
organisasi mengutamakan keamanan dan keselamatan dengan mempergunakan
alat-alat canggih atau pengawalan.
3. Kebutuhan Sosial
Kebutuhan ini merupakan kebutuhan manusia untuk menjadi bagian dari
kelompok, mencintai dan dicintai orang lain dan bersahabat. Manusia pada
dasarnya selalu ingin hidup berkelompok dan tidak seorangpun manusia ingin
hidup menyendiri ditempat terpencil. Karena manusia adalah mahluk sosial sudah
jelas menginginkan kebutuhan-kebutuhan sosial yang terdiri dari empat kelompok
yaitu :
a. Kebutuhan sebagai anggota suatu kelompok atau rasa di terima didalam
kelompoknya.
b. Kebutuhan perasaan ingin dihormati, karena setiap manusia merasa
dirinya penting.
c. Kebutuhan akan perassaan kemajuan dan tidak seorangpun menyenangi
kegagalan.
4. Kebutuhan akan Penghargaan
Kebutuhan ini berkaitan dengan keinginan manusia, untuk dihormati dan
dihargai orang lain sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya dan ingin punya
status, pengakuan serta penghargaan prestise timbul karena adanya prestasi, tetapi
tidak selamanya demikian. Prestasi dan status dimanifestasikan oleh banyak hal
30
yang digunakan sebagai simbol status. Kebutuhan ini artinya adalah respek diri
dan respek orang lain, mencangkup misalnya : penghargaan, pengakuan, status,
prestise, kekuasaan, dan perasaan dapat menyelesaikan sesuatu.
Faktor-faktor khusus yang harus diperhatikan oleh organisasi mencangkup
misalnya : gelar (nama) tugas, kreatifitas, kemajuan dalam organisasi, prestise
dalam pekerjaan. Keinginan atau hasrat kompetitif untuk menonjol, untuk
melampaui prestasi orang lain lebih dikatakan merupakan sebuah sifat universal
manusia.
Kebutuhan pokok akan penghargaan ini, apabila dimanfaatkan secara tepat
dapat menyebabkan timbulnya kinerja keorganisasian yang luar biasa. Kebutuhan
akan penghargaan ini jarang sekali terpenuhi secara sempurna bahkan kita dapat
mengatakan bahwa mereka kiranya tidak pernah terpuaskan.
5. Kebutuhan akan Aktualisasi Diri
Kebutuhan aktualisasi adalah kebutuhan yang menggunakan kecakapan,
kemampuan, keterampilan dan potensi optimal untuk mencapai prestasi kerja
yang sangat memuaskan yang sulit dicapai orang lain. Faktor-faktor khusus yang
harus diperhatikan oleh organisasi mencangkup misalnya : tugas yang menantang,
kreatifitas, kemajuan dalam organisasi, prestasi dalam pekerjaan.
Maslow mengatakan bahwa lima kebutuhan tersebut secara hierarki dari
tingkat yang sangat dasar hingga tinkat yang tinggi. Artinya bila kebutuhan
tingkat dasar telah terpenuhi barulah seorang dan memenuhi kebutuhan pada
tingkat diatasnya yang lebih tinggi dan seterusnya yang mengarah pada kebutuhan
31
tingkat tinggi. Jika suatu tingkatan kebutuhan belum terpenuhi maka motivasi
bekerja seseorang ditunjukan untuk memenuhi tingkatan kebutuhan tersebut dan
kebutuhan pada tingkat yang lebih tinggi belum menimbulkan motivasi.
Lima kebutuhan yang tersusun secara hierarki tersebut dibedakan menjadi
dua kelompok tipt kebutuhan yaitu : kebutuhan tingkat rendah (lower order
needs) yang terdiri atas kebutuhan fisiologis, kebutuhan rasa aman dan kebutuhan
sosial dan kebutuhan tingkat tinggi (higer order needs) yang terdiri atas
kebutuhan pengakuan dan aktualisasi diri. Perbedaan dari kedua tingkat ini adalah
kebutuhan tingkat rendah merupakan kebutuhan yang dipuaskan secara eksternal
sedangkan kebutuhan tingkat tinggi merupakan kebutuhan yang dipuaskan secara
internal.
Dengan demikian ada beberapa hal untuk dicatat : pertama hierarki adalah
didasarkan pada kebutuhan (needs) bukan keinginan (wants). Kedua, mengadakan
pada skala menaik artinya jika kebutuhan yang lebih bawah terpenuhi maka
individu menemukan kebutuhan pada level diatasnya yang belum terpuaskan.
Ketiga, jika individu mengalami hambatan untuk memahami kebutuhan yang
lebih tinggi maka ia akan kembali pada kebutuhan tingkat yang lebih rendah
sebagai kompensasi (Robbins dan Coulter, 2013).
Sedangkan menurut teori ERG (Extistence, Relatedness, and Growht) dari
Clayton Alfeder. Sebagaimana halnya teori-teori kebutuhan, teori ERG dari
Clayton Alfeder sependapat bahwa orang cenderung meningkat kebutuhannya
sejalan dengan terpuaskannya kebutuhan dibawahnya.
32
Tetapi teori ERG tidak berasumsi bahwa terdapat sebuah hierarki yang kaku
dimana seorang harus memenuhi kebutuhan tingkat rendah terlebih dahulu
sebelum naik ke tingkat selanjutnya. Menurut ERG ada 3 kelompok kebutuhan
yang utama yaitu :
1. Kebutuhan akan keberadaan (existence needs) kebutuhan ini
berhubungan dengan kebutuhan dasar termasuk juga kebutuhan fisiologis
yang di dalamnya meliputi kebutuhan makan, minum, pakaian,
perumahan, dan keamanan.
2. Kebutuhan akan afilasi (relatedness needs) kebutuhan ini menekankan
akan pentingnya hubungan antara individu dan juga hubungan
bermasyarakat tempat kerja di perusahaan tersebut.
3. Kebutuhan akan pertumbuhan (growth needs) keinginan akan
pengembangkan potensi dalam diri seorangt untuk maju dan
meningkatkan kemampuan pribadinya.
[Link] Jenis-Jenis Motivasi
Motivasi kerja dibagi menjadi beberapa jenis. Jenis-jenis motivasi menurut
Winardi (2016:5) dapat bersifat negatif dan positif, yakni:
1. Motivasi Positif, yang kadang-kadang dinamakan orang “motivasi yang
mengurangi perasaan cemas” (anxiety reducting motivation) atau “pendekatan
wortel” (the carrot approach) di mana orang ditawari sesuatu yang bernilai
(misalnya imbalan berupa uang, pujian dan kemungkinan untuk menjadi
karyawan tetap) apabila kinerjanya memenuhi standar yang ditetapkan.
33
2. Motifasi Negatif, yang sering kali dinamakan orang “ pendekatan tongkat
pemukul” (the stick approach) menggunakan ancaman hukuman
(teguranteguran, ancaman akan di PHK, ancaman akan diturunkan pangkat
dan sebagainya) andaikata kinerja orang bersangkutan di bawah standar.
Sama halnya Gregor dalam Winardi (2016:6) “masing-masing tipe
(Motivasi) memiliki tempatnya sendiri di dalam organisasi-organisasi, hal mana
tergantung dari situasi dan kondisi yang berkembang”.
[Link] Tujuan dan Manfaat Motivasi
Terdapat beberapa tujuan dan manfaat motivasi menurut Malayu
(2015:146) antara lain :
1. Meningkatkan moral dan kepuasan kerja karyawan.
2. Meningkatkan produktifitas kerja karyawan.
3. Mempertahankan kestabilan karyawan perusahaan, meningkatkan
kedisiplinan karyawan.
4. Mengefektifkan pengadaan karyawan.
5. Menciptakan suasana dan hubungan kerja yang baik.
6. Meningkatkan loyalitas, kreatifitas, dan partisipasi karyawan.
7. Meningkatkan tingkat kesejahteraan karyawan.
8. Mempertinggi rasa tanggung jawab karyawan terhadap tugas-tugasnya.
9. Meningkatkan efisiensi penggunaan alat-alat dan bahan baku.
Berdasarkan uraian diatas tujuan motivasi adalah untuk menggerakan dan
mengarahkan potensi dan tenaga kerja dan organisasi agar mau berhasil, sehingga
34
dapat mencapai dan mewujudkan tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya baik
itu keinginan karyawan ataupun keinginan organisasi.
[Link] Prinsip-prinsip Dalam Motivasi Kerja
Terdapat beberapa prinsip dalam memotivasi kerja karyawan menurut
Syaiful dan Aswan (2012:27), diantaranya yaitu:
1. Prinsip Partisipasi
Dalam upaya memotivasi kerja, karyawan perlu diberikan kesempatan ikut
berpartisipasi dalam menentukan tujuan yang akan dicapai oleh pemimpin.
2. Prinsip Komunikasi
Pemimpin mengkomunikasikan segala sesuatu yang berhubungan dengan
usaha pencapaian tugas, dengan informasi yang jelas, pegawai akan lebih
mudah dimotivasi kerjanya.
3. Prinsip mengakui andil bawahan
Pemimpin mengakui bahwa bawahan (karyawan) mempunyai andil didalam
usaha pencapaian tujuan. Dengan pengakuan tersebut, karyawan akan lebih
mudah di motivasi kerjanya.
4. Prinsip pendelegasian wewenang
Pemimpin yang memberikan otoritas atau wewenang kepada karyawan
bawahan untuk sewaktu waktu dapat mengambil keputusan terhadap
pekerjaan yang dilakukannya, akan membuat karyawan yang bersangkutan
menjadi termotivasi untuk mencapai tujuan yang diharapkan oleh pemimpin.
35
5. Prinsip pemberi perhatian
Pemimpin memberikan perhatian terhadap apa yang diinginkan karyawan
bawahannya, akan memotivasi karyawan bekerja apa yang diharapkan oleh
pemimpin.
Berdasarkan beberapa pengertian menurut para ahli diatas penulis sampai
pada pemahaman bahwa prinsip dalam memotivasi kerja karyawan yaitu prinsip
partisipasi, prinsip komunikasi, prinsip mengakui andil bawahan, prinsip
pendelagasian wewenan dan prinsip pemberi perhatian.
[Link] Dimensi dan Indikator Motivasi
Dimensi dan Indikator motivasi dalam penelitian ini mengacu pada
Veithzal dan Basri (2016:837) adalah sebagai berikut :
1. Dimensi kebutuhan akan prestasi (Need Achievment) yang terdiri dari empat
indikator yaitu :
a. Kebutuhan untuk mengembangkan kreativitas
b. Kebutuhan untuk meningkatkan kemampuan
c. Kebutuhan mencapai prestasi tertinggi
d. Kebutuhan untuk bekerja secara efektif dan efisien
2. Dimensi kebutuhan akan afiliasi (Need Affiliation) yang terdiri dari tiga
indikator yaitu :
a. Kebutuhan untuk diterima
b. Kebutuhan untuk menjalin hubungan baik antar karyawan
c. Kebutuhan untuk ikut serta dan bekerja sama
36
3. Dimensi kebutuhan akan kekuasaan (Need for Power) terdiri dari tiga
indikator yaitu:
a. Kebutuhan untuk memberikan pengaruh
b. Kebutuhan untuk mengembangkan kekuasaan dan tanggung jawab
c. Kebutuhan untuk memimpin dan bersaing
Berdasarkan beberapa pengertian menurut para ahli diatas bahwa motivasi
mempunyai tiga dimensi, yaitu kebutuhan akan prestasi, kebutuhan akan afiliasi,
kebutuhan akan kekuasaan dan memiliki 10 indikator.
2.1.5 Kinerja
Kinerja karyawan merupakan faktor yang sangat penting bagi suatu
perusahaan, hal ini dikarenakan kinerja karyawan sebagai penentu keberhasilan
serta kelangsungan hidup perusahaan.
[Link] Pengertian Kinerja
Beberapa pendapat mengenai motivasi menurut para ahli, Edy
mengemukakan (2011:5) bahwa kinerja karyawan adalah prestasi aktual karyawan
dibandingkan dengan prestasi yang diharapkan dari karyawan.
Sedangkan yang dikemukakan oleh Mangkunegara (2016:67) pengertian
kinerja adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang
pegawai atau seseorang karyawan dalam melakasanakan tugasnya sesuai dengan
tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Pendapat lain yang dijelaskan oleh
Irham (2014:176) menyatakan bahwa kinerja adalah hasil yang di peroleh oleh
suatu organisasi baik organisasi tersebut bersifat profit oriented dan non profit
oriented yang dihasilkan selama satu periode waktu.
37
Maka dari definisi-definisi para ahli diatas dapat disimpulkan bahwa
kinerja adalah hasil kerja yang dicapai karyawan dalam suatu organisasi sesuai
dengan wewenang dan tanggung jawab yang diberikan oleh organisasi dalam
upaya mencapai visi, misi, dan tujuan organisasi.
[Link] Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kinerja
Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi kinerja karyawan menurut
Mangkunegara (2016:67) yaitu :
1. Faktor kemampuan
Secara psikologis kemampuan pegawai terdiri dari kemampuan [potensi
dan kemampuan realita (pendidikan), oleh karena itu pegawai perlu
ditempatkan pada pekerjaan yang sesuai dengan keahliannya
2. Faktor motivasi
Motivasi terbentuk dari sikap (attitude) seorang pegawai dalam
mengahdapi situasi (situation) kerja, motivasi merupakan kondisi yang
menggerakan diri pegawai yang terarah untuk mencapai suatu tujuan
dalam oragnisasi (tujuan kerja).
Menurut para ahli diatas bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja
memiliki dua faktor yaitu faktor kemampuan dan faktor motivasi.
[Link] Dimensi dan Indikator Kinerja Karyawan
Dimensi dan indikator penelitian ini mengacu pada Mangkunegara
(2016:67), yang menjelaskan pengembangan dimensi dan indikator instrumen
evaluasi kinerja yaitu :
38
1. Kualitas Kerja
a. Kerapihan
b. Kemampuan
c. Keberhasilan
2. Kuantitas Kerja
a. Kecepatan
b. Kepuasan
3. Tanggung Jawab
a. Hasil kerja
b. Sarana dan prasarana kerja
c. Pengambilan Keputusan
4. Kerjasama
a. Jalinan Kerjasama
b. Kekompakan
5. Inisiatif
a. Kemandirian
Berdasarkan hasil pengertian diatas, penulis menarik kesimpulan bahwa
kinerja merupakan kualitas dan kuantitas dari suatu hasil kerja (output) individu
maupun kelompok dalam suatu aktivitas untuk berprestasi dalam bekerja.
2.1.6 Penelitian Terdahulu
Sebagai acuan dari penelitian ini dikemukakan hasil-hasil penelitian yang
telah dilaksanakan sebelumnya yaitu :
39
Tabel 2.1
Penelitian Terdahulu
Persamaan Perbedaan
No Peneliti Judul Penelitian Hasil Penelitian
Penelitian Penelitian
Syamsu
Pengaruh Variabel
Alam
Komunikasi Komunikasi,
(2014)
(X1), Motivasi Motivasi dan
STIESIA
(X2), dan Disiplin Kerja
Surabaya Komunikasi
Disiplin Kerja secara bersama-
. Jurnal Disiplin
1 (X3) Terhadap sama Motivasi dan
Ilmu dan Kerja
Kinerja (Y) berpengaruh Kinerja
Riset
Pegawai positif dan
Manajem
Lembaga signifikan
en Vol 4,
Penjamin Mutu terhadap Kinerja
No 8,
Pendidikan Pegawai.
2014.
Gusti
Ayu Hasil analisis
Rizka bahwa motivasi
Pengaruh dan kompetensi
Rianti
Motivasi (X1) secara simultan
dan I
dan Kompetensi dan parsial
Gde
(X2) Terhadap berpengaruh Motivasi dan Kompetens
2 Adnyana
Kinerja (Y) signifikan Kinerja i
Sudibya
Karyawan pada terhadap kinerja
(2013).
RSU Dharma dan motivasi
E-Jurnal
Usadha berpengaruh
Vol 3,
No1, paling besar
2013 terhadap kinerja.
40
Persamaan Perbedaan
No Peneliti Judul Penelitian Hasil Penelitian
Penelitian Penelitian
Susi
Hendria Pengaruh Berdasarkan hasil Tidak
ni dan Motivasi (X1) analisis motivasi Terdapat
Fitri dan Komunikasi dan komunikasi Perbedaan
Hariyan (X2) Terhadap secara simultan Komunikasi,
3 di (2014) Kinerja (Y) dan parsial Motivasi dan
Jurnal Pegawai di berpengaruh Kinerja
Manajem Lingkungan signifikan
en Vol.15 Sekretariat terhadap kinerja
No.2 Provinsi Riau pada karyawan.
2014
Sri
Hastuti,
Andi
Sularso,
dan Siti
Komariy Pengaruh
ah Komunikasi
(2013) (X1), Motivasi Komunikasi,
Fakultas (X2) dan Etos Motivasi dan
Ilmu Kerja (X3) Etos Kerja secara
Manajem Terhadap Kinerja signifikan Komunikasi,
4 Etos Kerja
en (Y) Pegawai Motivasi dan
Universit Koordinator Unit berpengaruh
Kinerja
as Pelaksana Teknis terhadap kinerja
Brawijay Dinas Pendapatan pegawai.
a Provinsi Jawa
Malang. Timur di Malang
Jurnal
Manajem
en, Vol
14 No1,
2013
41
Persamaan Perbedaan
No Peneliti Judul Penelitian Hasil Penelitian
Penelitian Penelitian
Taufik
Rachim
(2014)
Fakultas
Ekonomi
Pengaruh
Universit Komunikasi dan
Komunikasi (X1)
as Motivasi
dan Motivasi Komunikasi, Tidak
Sriwijaya mempunyai
5 (X2) Terhadap Motivasi dan Terdapat
. Jurnal pengaruh
Kinerja (Y) Kinerja Perbedaan
Manajem terhadap kinerja
Karyawan di PT.
en dan karyawan.
Bober Cafe
bisnis
Sriwijaya
Vol12
No1,
2014
Arvianto
Pengaruh
(2017) Komunikasi (X1)
Universit dan Motivasi Komunikasi dan
as (X2) Terhadap Motivasi
Diponog Prestasi
Prestasi Kerja berpengaruh Komunikasi
6 oro, Kerja
Karyawan (Y) di signifikan dan Motivasi
Jurnal Karyawan
Unit Assesment terhadap Prestasi
Manajem Center PT. Kerja
en Vol 3 Telkom
No3, Indonesia
2017
Aditya
Firdaus
(2014)
Universit Pengaruh
Terdapat
as Sam Komunikasi (X1)
pengaruh positif
Ratulang dan Motivasi
antara Prestasi
i (X2) Terhadap Komunikasi
7 komunikasi dan Kerja
Manado, Prestasi Kerja dan Motivasi
motivasi terhadap Karyawan
Jurnal (Y) Karyawan
prestasi kerja
Emba pada Pasar Kranji
karyawan.
Hal 775- Baru
881. Vol
1, No3,
2014
42
2.2 Kerangka Pemikiran
Komunikasi sangat dibutuhkan dalam suatu organisasi, seperti yang terjadi
pada atasan dan bawahan di dalam organisasi, membutuhkan informasi
sehubungan dengan tugas dan kepentingan masing-masing. Atasan melakukan
komunikasi untuk menyampaikan pesan melalui peraturan dan intruksi kepada
bawahannya, sedangkan bawahannya membutuhkan komunikasi untuk
menyampaikan hasil kerja, ide, usulan dan keluhan. tanpa adanya komunikasi
yang efektif, maka kerja samapun menjadi tidak optimal dan tidak akan mencapai
sasarannya. Ada berbagai cara yang dilakukan oleh organisasi untuk
meningkatkan dan mengembangkan kinerja karyawan. Salah satunya yang
digunakan adalah komunikasi antar individu-individu yang ada dalam organisasi
perusahaan.
Motivasi merupakan suatu konsep yang menggambarkan dorongan-
dorongan yang timbul pada atau di dalam diri sendiri seorang individu yang
menggerakan perilaku. Motivasi timbul sebagai energi untuk membangkitkan
dorongan diri seseorang. Dorongan ini timbul dikarenakan adanya kebutuhan
seseorang terhadap suatu yang belum terpenuhi yang akan menyebabkan
terjadinya sesuatu aktivitas untuk memenuhi kebutuhannya tersebut.
2.2.1 Pengaruh Komunikasi Terhadap Kinerja Karyawan
Dalam sebuah perusahaan, kinerja pegawai merupakan salah satu faktor
penting untuk meningkatkan produktivitas perusahaan. Kinerja pegawai tersebut
ditunjang oleh banyak faktor, salah satunya dengan komunikasi. Untuk
43
mendukung dan meningkatkan kinerja pegawai, diperlukan adanya komunikasi
yang efektif, sehingga kinerja pegawai dapat berjalan dengan maksimal.
Efektivitas komunikasi perlu ditingkatkan demi tercapainya komunikasi
yang baik antar jabatan dalam suatu organisasi. Tugas manajer dalam memimpin
organisasi dapat berjalan dengan maksimal jika menggunakan komunikasi yang
jelas, baik dan efektif dalam berhubungn dengan pegawai.
Komunikasi yang jelas dan efektif akan meningkatkan kinerja pegawai
sehingga dapat menguntungkan organisasi tersebut. Komunikasi adalah Petukaran
pesan antar manusia dengan tujuan pemahaman yang sama, (Marwansyah
2015:321). Sedangkan menurut Hafied (2013:19), yang menjelaskan indikator
komunikasi yaitu keterlibatan informasi dari pimpinan, keterlibatan informasi
pegawai dengan pegawai, efisiensi media dalam penyajian informasi, lengkap dan
jelas, daya tarik untuk di baca, cocok dengan kebutuhan, kekurangan informasi,
kelebihan informasi.
Adapun penelitian terdahulu yang menyatakan pengaruh komunikasi
terhadap kinerja karyawan yang pernah di teliti oleh Syamsu Alam (2014). Hasil
peneliti ini menunjukan bahwa komunikasi mempunyai pengaruh positif terhadap
kinerja karyawan.
2.2.2 Pengaruh Motivasi Terhadap Kinerja Karyawan
Motivasi kerja akan sangat berpengaruh terhadap kinerja karyawan.
Apabila seseorang karyawan yang setiap hari bekerja disebuah perusahaan dan
memiliki motivasi kerja yang baik tentunya akan memberikan dampak positif
pada loyalitas dan produktivitas karyawan dan tentunya karyawan tersebut akan
44
memiliki kinerja yang baik pula karena motivasi kerja sendiri memiliki dampak
positif terhadap kinerja karyawan. Menurut Malayu (2015:23) “Motivasi
mempersoalkan bagaimana cara mendorong gairah kerja bawahan, agar mereka
mau bekerja keras dengan memberikan semua kemampuan dan keterampilan
untuk mewujudkan tujuan perusahaan”.
Motivasi memiliki beberapa indikator, sebagaimana yang telah
dikemukakan oleh Veithzal dan Basri (2016:837) sebagai berikut, kebutuhan
untuk mengembangkan kreativitas, kebutuhan untuk meningkatkan kemampuan,
kebutuhan mencapai prestasi tertinggi, kebutuhan untuk bekerja secara efektif dan
efisien, kebutuhan untuk diterima, kebutuhan untuk menjalin hubungan baik antar
karyawan, kebutuhan untuk ikut serta dan bekerja sama, kebutuhan untuk
memberikan pengaruh, kebutuhan untuk mengembangkan kekuasaan dan
tanggung jawab, kebutuhan untuk memimpin dan bersaing.
Adapun penelitian terdahulu yang menyatakan pengaruh motivasi terhadap
kinerja karyawan yang pernah di teliti oleh Taufik Rachim (2014). Dari hasil
penelitian yang telah dilakukan bahwa motivasi mempunyai pengaruh terhadap
kinerja karyawan.
2.2.3 Pengaruh Komunikasi dan Motivasi terhadap Kinerja Karyawan
Komunikasi dan motivasi kerja merupakan aspek penting dalam suatu
perusahaan atau organisasi. Komunikasi dan motivasi kerja merupakan modal
utama dalam perusahaan untuk meraih kesuksesan dan keberhasilan. Karyawan
yang diharapkan adalah karyawan yang berkualitas untuk mencapai kinerja
optimal. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Hendriani dan Hariyandi
45
(2014) yang berjudul “Pengaruh Komunikasi Dan Motivasi Kerja Terhadap
Kinerja Pegawai di Lingkungan Sekretariat Provinsi Riau., dimana menyatakan
bahwa komunikasi dan motivasi kerja sacara bersamaan berpengaruh signifikan
terhadap kinerja pegawai.
Berdasarkan uraian di atas, maka dapat dirumuskan paradigma penelitian
mengenai Komunikasi dan Motivasi berpengaruh terhadap Kinerja Karyawan,
dinyatakan dalam paradigma sebagai berikut :
KOMUNIKASI
keterlibatan Syamsu Alam (2014)
informasi dari
pimpinan
mudah di pahami
daya tarik untuk di
baca
KINERJA
kecukupan informasi Kerapihan
Hafied, (2013:19)
Hendriani dan Hariyandi (2014)
Kecepatan
Hasil kerja
MOTIVASI
Pengambilan
kebutuhan mencapai
prestasi tertinggi Keputusan
kebutuhan untuk
mengembangkan Mangkunegara
kreativitas (2016:67)
kebutuhan untuk
memimpin dan Taufik Rachim (2014)
bersaing
kebutuhan untuk ikut
serta dan bekerja
sama
Rivai, (2016:837)
Gambar 2.2 Paradigma Penelitian
46
2.3 Hipotesis Penelitian
Hipotesis dapat diartikan sebagai pernyataan yang akan diteliti sebagai
jawaban sementara dari suatu masalah. Berdasarkan kerangka pemikiran teoritis
tersebut maka diajukan hipotesis sebagai berikut :
1. Hipotesis Secara Simultan
a. Komunikasi dan Motivasi berpengaruh terhadap Kinerja Karyawan.
2. Hipotesis Secara Parsial
a. Komunikasi berpengaruh terhadap Kinerja Karyawan.
b. Motivasi berpengaruh terhadap Kinerja Karyawan