0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
77 tayangan16 halaman

Ciri dan Klasifikasi Kingdom Protista

Kingdom Protista merupakan kingdom organisme eukariotik uniseluler atau multiseluler sederhana yang mencakup berbagai jenis organisme seperti protozoa, alga, dan jamur lendir. Organisme-organisme tersebut dapat hidup bebas atau bersimbiosis dan menyerupai hewan, tumbuhan, atau jamur. Kebanyakan memiliki ukuran mikroskopis dan hidup di tempat lembab seperti air.

Diunggah oleh

amanda tri hapsari
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
77 tayangan16 halaman

Ciri dan Klasifikasi Kingdom Protista

Kingdom Protista merupakan kingdom organisme eukariotik uniseluler atau multiseluler sederhana yang mencakup berbagai jenis organisme seperti protozoa, alga, dan jamur lendir. Organisme-organisme tersebut dapat hidup bebas atau bersimbiosis dan menyerupai hewan, tumbuhan, atau jamur. Kebanyakan memiliki ukuran mikroskopis dan hidup di tempat lembab seperti air.

Diunggah oleh

amanda tri hapsari
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Nama kelompok:

 Amanda Trihapsari (5)


 Khresna Ramadhani N (19)
 Rosinda Eka Rahayu (32)
Pengertian kingdom Protista adalah kingdom yang terdiri dari satu sel atau
banyak sel dan memiliki membrane inti (organisme eukariot) serta bersel
tunggal.

Protista dapat di kelompokkan menjadi tiga bagian yaitu menyerupai hewan


(protozoa), menyerupai tumbuhan (Ganggang) dan menyerupai jamur. Sebagian
besar Protista hidup di air, karena tidak memiliki pelindung untuk menjaga
tubuhnya dari hawa kering.

Kingdom Protista adalah kingdom yang sederhana karena hanya tersusun atas satu sel
sehingga dapat di kelompokan dalam kingdom sendiri. Tetapi ada juga yang
multiseluler akan tetapi masih sangat sederhana dibandingkan dengan organisme
lainnya. Ciri-Ciri Kingdom Protista
Berikut ini adala ciri-ciri kingdom Protista antara lain:

1. Mempunyai ukuran Mikroskopis dan makrokopis


Organisme yang berukuran mikroskopis adalah organisme yang berukuran sekitar 5 μm – 3
mm. selain itu juga ada yang berukuran makroskopis dengan ukuran Panjang mencapai 60
meter bahkan lebih.

2. Umumnya Uniseluler
Kingdom Protista tersusun atas satu sel atau uniseluler. Tetapi ada juga yang multi seluler
atau sel banyak. Dalam penelitian kingdom Protista yang bersel banyak atau multiseluler
akan hidup secara berkelompok (membentuk Koloni).

3. Tipe Sel Eukariotik


Protista memiliki membran inti sehingga disebut sebagai sel eukariotik. Sel yang sudah
bermembran inti, namun Protista merupakan makhluk hidup prokariotik yang paling
sederhana tetapi jauh lebih kompleks dalam hal struktur, fungsi, tingkah laku dan ekologinya
bila dibandingkan dengan Archaebacteria dan Eubacteria.

4. Hidup Bebas atau Simbiosis


Kingdom Protista dapat hidup bebas dengan cara menguntungkan satu sama lain. Tetapi juga
dapat bersifat parasite bagi organisme lainnya. Jika bersifat parasite maka akan
mengakibatkan banyak penyakit di sekitarnya.

5. Habitat Umumnya di Tempat Lembab


Seperti sudah di jelaskan diatas bahwa Protista ini hidup di air atau tempat lembab. Bukan
hanya di air tawar tetapi di laut juga yang kadar garamnya banyak Protista juga dapat hidup.
Protista yang hidup di laut sebagian besar bertindak sebagai fitoplankton yang merupakan
kontributor utama dalam penyediaan energi jaring-jaring makanan.

6. Bersifat Aerob dan Anaerob


Bersifat aerob karena memerlukan oksigen untuk proses respirasi yang bertempat pada
mitokondria. Bersifat anaerob karena tidak memerlukan oksigen pada respirasi dengan
bersimbiosis bersama bakteri yang bersifat aerob.

7. Bersifat Heterotrof dan


Bersifat heterotrop karena memperoleh makanan dengan mengabsorsi molekul organik dan
sebagian lagi bersifat fotoautotrof karena memiliki kloroplas sebagai tempat untuk
menangkap energi matahari.
8. Bersifat Motil
Ada sebagian Protista yang mempunyai alat gerak seperti flagel atau bulu cambuk, silia atau
rambut getar, dan pseudopodia atau kaki semu. Dengan demikian Protista dapat di sebut
dengan motil yang bergerak bebas.

Klasifikasi Kingdom Protista


Berikut ini ada tiga klasifikasi kingdom protista yaitu menyerupai hewan,
menyerupai tumbuhan dan menyerupai jamur berikut adalah
penjelasannya:

1. Menyerupai Hewan (Protozoa)


Kingdom Protista yang meyerupai hewan disebut dengan protozoa.
Protozoa adalah organisme yang bersel pada saat berukuran
mikroskopis. Protista menyerupai hewan ini berkembangbiak dengan
seksual dan asseksual. Selain berkembangbiak hewan ini juga dapat
bergerak aktif. Berdasarkan alat gerak yan dimilikinya filum protozoa
digolongkan menjadi empat kelas, yaitu RhizopodA (kaki semu), Ciliata
(bulu getar), Flagellata (bulu cambuk), sporozoa (tidak memiliki alat
gerak khusus).

2. Menyerupai Tumbuhan (Algae)


Kingdom Protista yang menyerupai tumbuhan merupakan kelompok
Protista fotosintetik. Algae ini tersusun dari satu sel atau berkoloni yang
membentuk tubuh multiseluler. Selain itu juga memiliki klirifil seperti
tumbuhan pada umumnya. Kelompok algae digolongkan menjadi empat
kelas berdasarkan pigmen dominan yang dimilikinya, yaitu Cholophyta
(alga hijau), Chrysophyta (alga emas), Phaeophyta (alga coklat),
Rhodophyta (alga merah).

3. Menyerupai jamur
Ada dua jenis jamur Protista yaitu jamur lendir (Myxomycota) dan jamur
air (Oomycota) tetapi bukan jamur sejati. Jamur jenis ini hanya
menyerupai berbentuk jamur yang sporangia atau filamen yang
menyerupai hifa. Berwarna kuning, putih dan berlendir.
1. Menyerupai Hewan

Paramecium

merupakan salah satu protista mirip hewan. Protista ini berukuran sekitar 50-350ɰm.
Paramecium telah memiliki selubung inti (Eukariot). Uniknya Protista ini memiliki
dua inti dalam satu sel, yaitu inti kecil (Mikronukleus) yang berfungsi untuk
mengendalikan kegiatan reproduksi, dan inti besar (Makronukleus) yang berfungsi untuk
mengawasi kegiatan metabolisme, pertumbuhan, dan regenerasi. Paramecium
bereproduksi secara aseksual (membelah diri dengan cara transversal), dan seksual
(dengan konjugasi). Paramecium bergerak dengan menggetarkan silianya. Hal ini akan
terlihat jika menggunakan mikroskop. Mereka menangkap makanan dengan cara
menggetarkan silianya, maka terjadi aliran air keluar dan masuk mulut sel. Saat itulah
bersamaan dengan air masuk bakteri bahan organik atau hewan uniseluler lainnya.
memiliki vakuola makanan yang berfungsi untuk mencerna dan mengedarkan makanan,
serta vakuola berdenyut yang berguna untuk mengeluarkan sisa makanan.
Kegunaannya sebagai organisme model telah menyebabkan salah satu peneliti Ciliata
untuk menggambarkannya sebagai "tikus putih" dari filum Ciliophora.[1]

Amoeba

Amoeba, kadang disebut juga sebagai Ameba, ialah genus yang dimiliki protozoa, yang
eukariota uniseluler (organisme dengan organel sel terikat membran). Asal nama
Amoeba berasal dari kata Yunani amoibe, yang berarti perubahan. Ada banyak spesies,
yang paling ekstensif dipelajari adalah Amoeba proteus. Mayoritas dari spesies yang
sangat kecil dan tidak terlihat dengan mata telanjang. Meskipun ukurannya yang kecil,
isi genom beberapa kali lebih besar dari genom manusia. Spesies Amoeba dubia terdiri
dari sekitar 370 miliar pasangan basa; sedangkan, genom manusia memiliki sekitar 3
miliar pasangan basa.

Sebuah membran sel membungkus sitoplasma sel dan organel dari Amoeba. Karena
tidak ada dinding sel, struktur selular yang tidak pasti. Hal ini dapat memperlihatkan
dalam bentuk apapun, berdasarkan kondisi sekitarnya. Ia memiliki pseudopodia untuk
keperluan penggerak dan makan. Para pseudopods adalah perpanjangan dari
sitoplasma. Amoeba menelan makanan dengan cara fagositosis, yang berarti
mengelilingi bakteri atau protista kecil lainnya, dan mengeluarkan enzim pencernaan ke
dalam vakuola. Pencernaan partikel makanan terjadi dalam vakuola dengan bantuan
tindakan enzimatik.

Sebuah Amoeba dapat memiliki lebih dari dua inti dalam sel. Mirip dengan protozoa lain,
mereproduksi secara aseksual baik oleh mitosis atau sitokinesis. Di bawah divisi kuat
dari Amoeba, porsi yang berisi inti selamat, sedangkan bagian tanpa inti mati. Ketika
organisme terkena lingkungan mematikan, ternyata menjadi bentuk aktif, yang dikenal
sebagai kista amuba. Ini terus tetap dalam bentuk kista sampai bertemu kondisi
lingkungan normal.

Klasifikasi Ilmiah Amoeba


Amuba sangat sensitif terhadap rangsangan, yang jelas dari penyusutan atau perluasan
sel, tergantung pada kondisi sekitarnya. Seperti untuk menjaga tekanan osmotik dalam
sel, vakuola bertanggung jawab untuk hal yang sama. Ketika Amoeba disimpan dalam
larutan garam hipertonik (pekat), sel menyusut dan mencegah masuknya garam.
Sebaliknya, bila terkena air tawar hipotonik, sel Amoeba mengembang dan
membengkak.

Datang ke taksonomi organisme ini, sering tidak jelas dan membingungkan karena
Amoeba memiliki fitur morfologi yang khas. Hal ini juga sebagian karena fakta bahwa
banyak spesies lain protista menyerupai eukariot uniseluler ini dalam anatomi dan
perilaku mereka. Salah satu ciri khas yang membedakan Amoeba laut dari yang dari
spesies air tawar adalah kurangnya vakuola kontraktil dan enzim mereka. Mari kita lihat
bagaimana Amoeba diklasifikasikan secara ilmiah.

 Euglena viridis

adalah sejenis alga bersel tunggal yang berbentuk lonjong dengan ujung anterior
(depan) tumpul dan meruncing pada ujung posterior (belakang). Setiap sel Euglena
dilengkapi dengan sebuah bulu cambuk (flagel) yang tumbuh pada ujung anterior
sebagai alat gerak. Pada ujung anterior ini juga terdapat celah sempit yang memanjang
ke arah posterior. Pada bagian posterior, celah ini melebar dan membentuk kantong
cadangan atau reservoir. Flagel terbentuk di sisi reservoir. Di sisi lain dari flagel terdapat
bintik mata yang sangat peka terhadap rangsangan sinar matahari. Tubuh Euglena
terlindung oleh selaput pelikel, sehingga bentuk tubuhnya tetap. Di sebelah dalam
selaput pelikel terdapat sitoplasma. Di dalam sitoplasma ini terdapat berbagai organel
seperti plastida, kloroplas, nukleus, vakuola kontraktil, dan vakuola nonkontraktil.
Euglena dapat hidup secara autotrop maupun secara heterotrop. Pada saat sinar
matahari mencukupi, Euglena melakukan fotosintesis. Tetapi bila tidak terdapat sinar
matahari, Euglena mengambil zat organik yang terlarut di sekitarnya. Pengambilan zat
organik dilakukan dengan cara absorbsi melalui membran sel. Selanjutnya, zat
makanan itu dicernakan secara enzimatis di dalam sitoplasma.

2. Menyerupai Tumbuhan
 Chlorella
Chlorella adalah genus mikroalga atau ganggang hijau bersel tunggal yang hidup di air
tawar, laut, dan tempat basah.[1] Ganggang ini memiliki tubuh seperti bola.[butuh rujukan] Di
dalam tubuhnya terdapat kloroplas berbentuk mangkuk.[butuh rujukan] Perkembangbiakannya
terjadi secara vegetatif dengan membelah diri.[butuh rujukan] Setiap selnya mampu membelah
diri dan menghasilkan empat sel baru yang tidak mempunyai flagel.[butuh rujukan] Ganggang
ini sering digunakan di laboratorium untuk penyelidikan fotosintesis.[butuh rujukan] Karena
sifatnya yang unik, para ahli berpendapat bahwa Chlorella dapat ikut mengatasi
kebutuhan pangan manusia pada masa yang akan datang,

 Chlamydomonas
Chlamydomonas adalah genus dari ganggang hijau. Mereka uniselular dan bergerak
dengan flagelata. Chlamydomonas digunakan sebagai model organisme untuk biologi molekular,
terutama pembelajaran pergerakkan flagellar dan dinamika kloropas, biogenesis dan genetika.
Spesies termasuk:

 Chlamydomonas reinhardtii
 Chlamydomonas moewusii
 Chlamydomonas nivalis
Chlamydomonas dapat bereproduksi secara seksual maupun aseksual. Reproduksi
secara aseksual dilakukan dengan cara membentuk zoospora melalui pembelahan inti
secara mitosis, sementara reproduksi seksualnya dimulai dengan membelahnya sel dan
kemudian menghasilkan gamet jantan atau gamet betina. Kedua jenis gamet tersebut akan
dihasilkan dengan bentuk yang dan ukuran yang sama. Chlamydomonas merupakan sel haploid
berflagela. Selama reproduksi seksual, sel tersebut akan melakukan tiga kali pembelahan
mitosis dan membentuk 2-8 sel haploid berflagela.

 Volvox
adalah salah satu spesies ganggang hijau yang berbentuk koloni. Koloni Volvox
berbentuk menyerupai bola. Pada sel-sel vegetatif bagian tepi berflagel dua.
Koloni sel tersebut dihubungkan satu dengan yang lain melalui benang-
benang sitoplasma. Volvox hidup di air tawar misalnya di sawah atau di [Link]
gamet tersebut akan membentuk zigot yang dinding selnya tebal
atau zigospora. Zigospora tahan terhadap kondisi lingkungan yang kurang baik. Setelah
terbentuk Zigospora, dinding tebal zigospora akan pecah dan keluar zoospora. Zoospora akan
melakukan pembelahan meiosis untuk membentuk sel anak Chlamydomonas

 Spirogyra
genus dari ganggang hijau dari ordo Zygnematales. Ia biasa ditemukan di air
tawar. Spirogyra mampu berfotosintesis, memiliki sel eukariotik. Pigmen utama yang
dikandung alga hijau adalah klorofil. Tubuhnya berbentuk filamen yang tidak bercabang.
Panjang tubuhnya mencapai 1 kaki (30,48 cm). Benang tersusun oleh protoplasma yang
transparan dan setiap sel memiliki 1 atau lebih kloropas yang memanjang dari ujung ke
ujung berbentuk spiral. Pada kloropas yang berbentuk pita terdapat pirenoid. Pirenoid
tersebut dikelilingi oleh butiran tepung.
Sel spirogyra memiliki inti yang terletak di tengah, sitoplasmanya terbungkus oleh
dinding sel, serta memiliki vakuola yang besar. Lapisan gelatin yang tipis melindungi
seluruh sel sehingga memberikan karakter tertentu pada spirogyra. Pada siang hari,
fotosintesis berlangsung cepat dan oksigen yang dihasilkan disimpan di antara filamen.
Pada saat itu, Spirogyra akan naik ke permukaan air. Pada malam hari, oksigen
dilarutkan kembali ke dalam air.

 Ulva lactuca, ganggang hijau,


adalah spesies dari genus Ulva. Ia menempel di batu. Ia berwarna hijau ke hijau
gelap. Chlorophyta ini adalah alga berbentuk lembaran yang terdiri atas dua sel. Ulva, di
antara ganggang hijau lainnya, sangat subur di area di mana ada banyak nutrisi
tersedia.

 Chara
Chara adalah ganggang hijau yang habitatnya di air tawar. Bentuk tubuh ganggang ini
menyerupai tumbuhan tingkat tinggi. Ada bagian yang mirip batang yang beruas-ruas serta
mempunyai struktur yang mirip helaian daun.

 Perkembangbiakan Chara
Chara berkembangbiak secara generatif. Ganggang ini
bersifat heterotalus. Oogonium dan anteridium terdapat pada ruas-ruas tubuh yang mirip batang.
Masing-masing gametangium menghasilkan sel telur dan sel kelamin jantan.
Hasil pembuahannya adalah zigota. Inti zigota akan membelah secara meiosis dan
menghasilkan zigospora. Setelah masak, zigospora akan lepas dari induknya. Di tempat yang
sesuai, zigospora tumbuh menjadi Chara baru.

 Contoh Chara
 Chara fragilis
 Chara delicatula
 Chara hispida
 Chara vulgaris
 Chara polyacantha
 Chara tamentosa

3. Menyerupai Jamur

 Dictyostelium discoideum
adalah spesies ameba yang hidup di tanah dalam filum Amoebozoa,
infrafilum Mycetozoa. Umumnya disebut jamur lendir, D. discoideum adalah eukariota
yang berubah dari sekelompok ameba uniseluler menjadi agregat seperti siput yang
multiseluler dan kemudian menjadi tubuh buah dalam masa hidupnya. Siklus aseksual
uniknya terdiri dari empat tahap: vegetatif, agregasi, migrasi, dan kulminasi. Siklus
hidup D. discoideum relatif singkat, yang memungkinkan untuk melihat secara tepat
semua tahap. Sel-sel yang terlibat dalam siklus hidup mengalami pergerakan, isyarat
kimia, dan perkembangan, yang berlaku untuk penelitian kanker manusia.
Kesederhanaan siklus hidupnya menjadikan D. discoideum sebagai organisme model
yang berharga untuk mempelajari proses genetik, seluler, dan biokimia pada organisme
lain.

 Saprolegnia sp
Saprolegnia SP merupakan jamur yang berfilamen, organisme tidak
bersekat koenositik) yang hidup pada habitat air tawar dan untuk
mendapatkan makanan mereka hidup secara saprofit atau parasit. Ciri
lain yang dimiliki oleh Saprolegnia adalah memiliki sporangium yang
berdiameter 100 mikron, lebih lebar dari hifanya. Miseliumnya
berkembang di dalam substrat, sedangkan yang terlihat di luar substrat
berfungsi untuk perkembangbiakan. Jika kita amati jamur ini dengan
mikroskop, dibagian ujung miseliumnya akan tampak sporangium yang
menghasilkan zoospora.

Protista Mirip Hewan (Protozoa)


Protista mirip hewan atau yang biasa disebut protozoa organisme bersel satu yang
berukuran mikroskopis. Cara perkembangbiakan protista mirip hewan( protozoa) dapat
terjadi secara seksual maupun aseksual. Secara aseksual yanitu dengan membelah diri atau
membentuk spora, sedangkan secara seksual yaitu dengan melakukan konjugasi. Konjugasi
ini merupakan proses menempelnya dua sel untuk mengadakan pertukaran inti sel. Protista
mirip hewan (protozoa) dapat dijumpai di berbagai tempat, yaitu di parit, sawah, sungai,
bendungan, atau air laut, bahkan ada yang hidup dalam tubuh makhluk hidup lainnya
sebagai parasit. Dalam Klasifikasi makhluk Hidup, protozoa di kelompokkan berdasarkan alat
geraknya, yaitu Rhizopoda(kaki semu), Ciliata(bulu getar), Flagellata(bulu cambuk),
sporozoa(tidak mempunyai alat gerak khusus). Tentunya sobat semua ingin mengetahui
lebih jelas tentang kelompok protozoa ini.

Protozoa adalah mikroorganisme menyerupai hewan yang merupakan salah satu


filum dari Kingdom Protista. Seluruh kegiatan hidupnya dilakukan oleh sel itu sendiri dengan
menggunakan organel-organel antara lain membran plasma, sitoplasma, dan mitokondria.
Ciri-ciri umum :

[Link] uniseluler (bersel tunggal)

[Link] (memiliki membran nukleus)

[Link] soliter (sendiri) atau berkoloni (kelompok)

[Link] tidak dapat membuat makanan sendiri (heterotrof)

[Link] bebas, saprofit atau parasit

[Link] membentuk kista untuk bertahan hidup


[Link] gerak berupa pseudopodia, silia, atau flagella

Ciri-ciri protozoa sebagai hewan adalah gerakannya yang aktif dengan silias atau
flagen, memili membrane sel dari zat lipoprotein, dan bentuk tubuhnya ada yang bisa
berubah-ubah.

Adapun yang bercirikan sebagai tumbuhan adalah ada jenis protozoa yang hidup
[Link] yang bisa [Link] yang mencirikan sebagai sebagai tumbuhan
adalah ada jenis protozoa yang hidup autotrof.

Perkembangbiakan bakteri dan amuba Perkembangbiakan amuba dan bakteri yang


biasa dilakukan adalah dengan membela [Link] kondisi yang sesuai mereka
mengadakan pembelahan secara setiap 15 [Link] ini dimulai dengan pembelahan
inti sel atau bahan inti menjadi dua.

Kemudian diikuti dengan pembelahan sitoplasmanya, menjadi dua yang


masing=masing menyelubungi inti selnya. Selanjutnya bagian tengah sitoplasma
menggenting diikuti dengan pemisahan sitoplasma. Akhirnya setelah sitoplasma telah
benar-benar terpisah, maka terbentuknya dua sel baru yang masing=masing mempunyai inti
baru dan sitoplasma yang baru pula.

Pada amuba bila keadan kurang baik, misalnya udara terlalu dingin atau panas atau
kurang makan, maka amuba akan membentuk kista. Di dalam kista amuba dapat membelah
menjadi amuba-amuba baru yang lebih kecil. Bila keadaan lingkungan telah baik kembali,
maka dinding kista akan pecah dan amuba-amuba baru tadi dapat keluar. Selanjutnya
amuba ini akan tumbuh setelah sampai pada ukuran tertentu dia akan membelah diri
seperti semula.
Sebagian besar Protista memiliki alat gerak berupa flagela (bulu cambuk) atau
silia (rambut getar) sehingga dapat bergerak (motil), namun ada pula yang
tidak memiliki alat [Link] mudah ditemukan karena hidup di berbagai
habitat yang mengandung [Link] protista yang hidup bebas di tanah, sampah,
tumpukan dedaunan, air tawar, air laut, endapan lumpur, pasir, maupun di
batu. Namun, ada pula yang hidup bersimbiosis di dalam tubuh organisme lain
secara parasit atau mutualisme. Protista merupakan organisme penyusun
plankton (Yunani, palnkton = mengembara), yaitu organisme mikroskopis yang
mengapun secara pasif atau berenang secara lemah di permukaan air.
Plankton yang bersifat fotoautotrof disebut fitoplankton, sedangkan yang
heterotrof disebut zooplankton.
PROTISTA JAMUR
Protista mirip jamur merupakan protista heterotrof yang memperoleh makanan dari
organisme lain dengan cara menguraikan atau menelan makanannya. Ingat ya, Squad!
Protista mirip jamur bukan merupakan jamur sejati karena memiliki susunan sel, cara
reproduksi, dan siklus hidup yang berbeda dari jamur. Akan tetapi, kelompok protista jenis
ini memiliki bentuk seperti jamur sejati yang membentuk sporangia atau membentuk
filamen yang menyerupai [Link], kalau hifa ini merupakan sel-sel yang memanjang
membentuk benang sebagai penyusun tubuh jamur [Link] dari protista
mirip jamur berukuran kecil dan hidup di lingkungan yang lembab atau basah, lho.

Selanjutnya, macam-macam jamur protista dikelompokkan dalam 2 filum (kelas), yaitu


jamur lendir (Myxomycota) dan jamur air (Oomycota).

a. Myxomycota (Jamur lendir)


Myxomycota disebut dengan jamur lendir karena memiliki protoplasma tanpa dinding sel.
Myxomycota adalah kelompok jenis jamur lendir yang berwarna kuning karena memiliki
pigmen berwarna kuning atau [Link] bersifat heterotrof, memiliki bentuk
tubuh seperti lendir (plasmodium), dan dapat bergerak-gerak seperti amoeba.

Habitat

Myxomycota dapat hidup di tempat yang lembab dan basah seperti hutan basah atau
sampah yang [Link] ini juga dapat ditemui di batang kayu yang busuk, lho.

Reproduksi

Reproduksi myxomycota dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu secara generatif dan
vegetatif. Pada reproduksi secara generatif, akan melibatkan peleburan sel gamet dengan
cara singami. Sedangkan, pada reproduksi secara vegetatif dilakukan dengan spora yang
nantinya akan membentuk sel gamet. Spora sendiri adalah satu atau beberapa sel yang bisa
berupa sel haploid atau diploid yang dibungkus oleh lapisan pelindung.
protista mirip jamur

Contoh myxomycota antara lain Physarum polycephalum dan Dictyostelium discoideum


yang keduanya berfungsi sebagai pengurai sampah organik serta pemakan bakteri.

protista mirip jamur

Physarum polycephalum yang hidup di sebatang kayu yang busuk.

b. Oomycota (Jamur air)

Oomycota memiliki bentuk yang berbeda dari jamur lendir karena memiliki hifa yang tidak
bersekat tetapi memiliki dinding sel yang terbuat dari selulosa.

Habitat

Habitat oomycota berada di dalam air, baik itu perairan tawar, kolam, danau, serta di
tempat-tempat yang lembab.

Reproduksi

Reproduksi oomycota dapat dilakukan dengan dua cara Squad, yaitu secara aseksual atau
seksual. Reproduksi aseksual dilakukan dengan cara membentuk spora yang disebut dengan
zoospora. Sedangkan, reproduksi seksual dilakukan dengan cara pembentukan gamet yang
kemudian akan berubah menjadi zigot. Nantinya, zigot ini akan membentuk oospora dan
akan berkembang menjadi oomycota dewasa.

Contoh oomycota antara lain Saprolegnia yang bersifat saprofit atau menyerap makanan
pada hewan yang sudah mati, Phytophthora infestans yang merupakan parasit pada
tanaman kentang, dan Phytophthora nicotinae yaitu parasit pada tanaman tembaka

Ciri-Ciri Mycomycota Dan Oomycota


ciri-ciri protista mirip jamur yang termasuk Mycomycota sebagai berikut:

[Link] tubuh seperti lendir.

[Link] banyak uniseluler atau multiseluler.

[Link] tubuh vegetatif yang menyerupai Amoeba.

[Link] secara aseksual dan seksual.

[Link] hidup di hutan-hutan basah, tanah lembap, batang kayu yang


membusuk, kayu lapuk atau sampah basah.

ciri-ciri protista mirip jamur yang termasuk Oomycota sebagai berikut:

[Link] banyak inti yang terdapat dalam benang-benang hifa yang tidak
bersekat.

[Link] sel yang berupa selulosa.

[Link] yang di hasilkan oleh zigot berdinding tebal yang berfungsi sebagai
pelindung. Pada kondisi tertentu spora akan tumbuh menjadi hifa yang baru.

[Link] secara aseksual dengan pembentukan zoospora yang


dilengkapi alat berenang berupa dua buah flagel.

[Link] hidup di air atau tempat-tempat lembab dan memiliki Oospora


sebagai penghasil spora.
Tiga contoh jamur air antara lain Phytophthora, Pythium dan
Downy mildew. Phytophthora menyebabkan penyakit late
blight pada [Link] sp adalah patogen yang
menyebabkan penyakit rebah pada biji yang
[Link] mildew jamur ini menyerang tanaman
pangan, seperti kentang, anggur dan tanaman merambat
lainnya.

Anda mungkin juga menyukai