LAPORAN 3 PRAKTIKUM
FOTOGRAMETRI I
GT-2201
Orientasi Dalam dan Orientasi Luar
Disusun Oleh :
Aisyah Oktriani Putri Rahman
23117034
Kelompok 9 B
Program Studi Teknik Geomatika
Jurusan Teknologi Infrastruktur dan Kewilayahan
Institut Teknologi Sumatera
2019
DAFTAR ISI
DAFTAR ISI....................................................................................................................... 2
BAB I PENDAHULUAN ......................................................................................................... 3
1.1 Latar Belakang .......................................................................................................... 3
1.2 Tujuan Praktikum...................................................................................................... 3
1.3 Waktu Praktikum ...................................................................................................... 3
1.4 Lokasi Praktikum ...................................................................................................... 4
BAB II DASAR TEORI ..................................................................................................... 5
2.1 Orientasi Dalam ........................................................................................................ 5
2.2 Orientasi Luar ........................................................................................................... 5
BAB III METODE PELAKSANAAN .......................................................................................... 7
3.1 Alat dan Bahan .......................................................................................................... 7
3.2 Metode Pelaksanaan Praktikum ............................................................................... 7
BAB IV HASIL & PEMBAHASAN............................................................................................ 9
4.1 Hasil........................................................................................................................... 9
4.2 Pembahasan...................................................................................................... 12
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ...................................................................................... 13
5.1 Kesimpulan.............................................................................................................. 13
5.2 Saran ....................................................................................................................... 13
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................................. 14
2
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Fotogrametri dapat didefinisikan sebagai suatu ilmu dan teknologi yang
berkaitan dengan proses perekaman, pengukuran/pengamatan, dan interpretasi
(pengenalan dan identifikasi) suatu kondisi permukaan bumi serta objek fisik di
atasnya secara presisi sehingga diperoleh informasi tentang suatu ukuran dan
bentuk permukaan bumi serta objek fisik di atasnya yang dapat dipercaya. Produk
dari fotogrametri digunakan oleh berbagai disiplin yang di dalam kegiatannya
berkaitan dengan lahan/permukaan bumi.
Seiring dengan perkembangan teknologi digital, sistem fotogrametri telah
mengalami perkembangan dari sistem fotogrametri analog berkembang menjadi
sistem fotogrametri analitik dan kemudian yang termutakhir adalah sistem
fotogrametri digital (softcopy fotogrametry). Perkembangan sistem fotogrametri
berdampak pada berkembangnya alat restitusi yang digunakan dari alat restitusi
analog dan analitik seperti analog/analitik stereo plotter dimana proses pekerjaannya
dilakukan oleh manusia, berganti menjadi alat restitusi otomatis dimana proses
pekerjaannya dikerjakan secara otomatis menggunakan komputer. Salah satu
aplikasi yang diguakan adalah E-foto.
Dimana pada aplikasi E-foto kita dapat melakukan orientasi dalam
(merupakan sebuah set parameter yang telah ditentukan untuk
mentransformasikan koordinat foto kamera, yaitu koordinat piksel menuju ke
koordinat citra) dan orientasi luar (transformasi koordinat tanah menuju ke
koordinat citra).
1.2 Tujuan Praktikum
Tujuan pada praktikum ini adalah :
- Mahasiswa dapat menganalisis hasil foto udara dengan menggunakan
aplikasi E-foto.
- Mahasiswa dapat menganalisis nilai standar deviasi dari hasil ploting
orientasi dalam dan orientasi luar.
- Mahasiswa dapat menganalisis parameter dari hasil orientasi dalam dan
orientasi luar.
1.3 Waktu Praktikum
Waktu praktikum untuk modul Orientasi Dalam dan Orientasi Luar ini
adalah :
Hari/Tanggal : Selasa, 9 April 2019
Waktu : 13.00 -15.00 WIB
3
1.4 Lokasi Praktikum
Lokasi praktikum Fotogrametri kali ini berada di Gedung LabTek
(Laboratorium Teknik).
4
BAB II DASAR
TEORI
2.1 Orientasi Dalam
Orientasi Dalam pada hakekatnya adalah merekonstruksi berkas sinar dari
foto udara seperti pada saat foto tersebut diambil oleh kamera. Berkas sinar yang
berpasangan tersebut disimulasikan dengan memproyeksikan pasangan foto
positifnya menggunakan proyektor.
Dengan orientasi dalam akan diketahui kuantitas mengenai berkas atau
bundle sinar antara obyek dan lensa pada waktu pemotretan, dan yang kemudian
direkontruksi secara geometris dari titik bayangan. Atau dengan kata lain orientasi
dalam dapat didefinisikan sebagai pembentuka berkas sinar antara titik-titik obyek
dan lensa kamera.
Besaran unsur orientasi dalam adalah posisi titik utama terhadap pusat foto,
Xo, Yo dan konstanta kamera (Ck) atau panjang focus kamera ( f ) terkalibrasi.
Besaran ini digunakan untuk mendapatkan kembali berkas sinar yang terpaut dalam
sebuah foto dan yang secara geometris sesuai dan sama dengan berkas yang terjadi
pada saat pemotretan. (Arfi, 2014)
2.2 Orientasi Luar
Tiap berkas sinar dapat dinyatakan sebagai badan yang kuat. Posisinya di
dalam ruang tiga dimensional ditentukan dengan enam unsur umumnya dengan
tiga koordinat dan tiga sudut. Perangkat ke enam sudut tersebut adalah XL , YL ,
ZL , α , w , x. Posisi dan ketinggian berkas sinar tiap foto terhadap system
koordinat tanah. (Arfi, 2014)
5
a. Orientasi Relatif
Orientasi relatif merupakan penentuan kemiringan dan posisi relatif dua
buah foto pasangan stereo. Dimana sasaran orientasi relatif ini adalah
mengorientasikan dua buah foto sehingga setiap pasangan sinar yang sekawan
dari dua foto tersebut berpotongan pada ruang. Orientasi ini dapat dilakukan jika
lima pasang sinar sekawan dari sepasang foto berpotongan, sehingga setiap
pasang berkas sinar pada kedua foto akan berpotongan. Sedangkan pasangan sinar
ke-enam digunakan sebagai pengecekan/ukuran lebih. Bila minimal 5 pasang
sinar dapat dipertemukan, maka seluruh pasangan sinar dari kedua berkas akan
saling berpotongan membentuk model 3D fiktif. Pada instrumen restitusi analog
yang dilakukan adalah menghilangkan paralaks y di 6 titik standard (minimal 5
titik + titik untuk checking). Hasil model 3D yang terbentuk masih mempunyai
kedudukan relatif dengan sistem koordinat sembarang. Oleh sebab itu proses ini
disebut sebagai orientasi relatif.
b. Orientasi absolut
Dalam orientasi absolut, model 3D relatif yang masih dalam sistem
koordinat instrumen (sebarang) di transformasikan ke dalam sistem definitif. Pada
tahap ini diperlukan minimal 3 titik kontrol model yang ditentukan sebelumnya
(lihat triangulasi udara). Proses orientasi absolut sebenarnya merupakan
penyamaan antara koordinat model dengan koordinat tanah. Sehingga dalam
orientasi ini akan terdapat proses leveling (penegakan) dan scaling (penyekalaan).
Bila dilakukan secara numerik, maka yang rumus yang digunakan adalah
transformasi sebangun 3D. Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar Ekstraksi
Data 3D Secara Fotogrametri Pada proses ekstraksi dilakukan pendigitasian yaitu
suatu pekerjaan yang dilakukan untuk merubah bentuk data dari bentuk raster
menjadi bentuk vektor. Pendigitasian dalam ekstraksi data 3D merupakan digitasi
3D dimana perubahan nilai ketinggian diperhatikan dan diperhitungkan dengan
melakukan pengamatan 3D pada waktu pendigitan. Pengamatan secara 3D
dilakukan pada suatu model stereo 3D sehingga semua objek yang terdapat pada
model tersebut memiliki koordinat 3D.
6
BAB III
METODE PELAKSANAAN
3.1 Alat dan Bahan
Peralatan dan bahan yang diperlukan untuk Praktikum Fotogrametri 1 ini
adalah :
1. Laptop
2. Aplikasi E-foto
3. Citra foto udara
3.2 Metode Pelaksanaan Praktikum
Langkah – langkah yang dilakukan pada saaat praktikum Orientasi Dalam
dan Orientasi Luar ini adalah sebagai berikut :
• Orientasi Dalam :
1. Buka aplikasi E-foto
2. Klik Project, pilih New, isi nama project, lalu klik Save.
3. Isilah Project Header dengan mengklik edit, lalu isi Nama, Deskripsi, dan
lainnya.
4. Isilah Terrain dengan mengklik edit. Isi file keterangan koordinat foto
5. Isi Sensor dengan mengklik edit. Isikian field kosong sesuai dengan file
keterangan foto ([Link])
6. Isi Flight dengan mengklik edit, kemudian isikan field kosong sesuai
dengan keterangan yang ada dalam file foto.
7. Isi Images dengan mengimpor foto. Setelah foto diimpor klik Execute ->
Interior Orientation -> Pilih Foto yang akan di orientasi dalam. Zoom
pada titik Orientasi dalam yang ditentukan, kemudian klik measure akan
muncul hasil plotting yang kita sebut sebagai titik fidusial. Ulangi untuk
keempat titik. Setelah 4 titik selesai di plot, lihat kesalahan pada toolbar
interior orientation dengan symbol V, lalu accept jika sudah sesuai dan
klik Done.
8. Jika ketiga foto sudah di orientasi, maka akan muncul tanda ceklis pada
kolom image.
• Orientasi Luar :
1. import point GCP yang sudah disediakan
2. Lalu klik menu execute dan pilih spatial resection dan klik oke saat image
name 1997_016_300dpi dan jika sudah melakukan ploting titik digambar
1997_016_300dpi lakukan juga pada image name 1997_017_300dpi dan
1997_018_300dpi.
7
3. Plotting titik P1, P2, P5, P12 pada gambar 1997_016_300dpi dan
sesuaikan titik nya
4. Plotting titik P1, P2, P10, P11 pada gambar 1997_017_300dpi
5. Plotting titik P10, P11 pada gambar 1997_018_300dpi
6. Hitung nilai V dengan lakukan exterior orientation pada gambar
1997_018_300dpi.
Untuk image name 1997_018_300dpi tidak dapat diperiksa nilai residual
error karna titik nya kurang dari 4.
8
BAB IV
HASIL & PEMBAHASAN
4.1 Hasil
Hasil Orientasi Dalam menggunakan E-foto
1. Foto_16
2. Foto_17
9
3. Foto_18
Hasil Orientasi Luar menggunakan E-foto
1. Foto_16
10
2. Foto_17
3. Foto_18
11
4.2 Pembahasan
Pada praktikum ini membahas orientasi dalam dan orientasi luar
menggunakan aplikasi E-foto dan menggunakan hasil foto udara yang sudah
disiapkan oleh asisten praktikum. Adapun foto yang kami gunakan terdapat 3
potongan foto yang belum memiliki koordinatnya. Setelah dilakukan orientasi
dalam dan orientasi luar menggunakan E-foto, kami mendapatkan koordinat-
koordinat dari foto tersebut, kemudian kami mengplot foto dengan 10 titik dengan
sebaran plot berikut, pada foto-16 memiliki 4 titik plot, kemudian foto-17
memiliki 4 titik, dan foto-18 memiliki 2 titik. Setelah itu, mendapatkan hasil standar
deviasinya di setiap foto, pada orientasi dalam hasil standar deviasi rata- rata
mencapai 0,2 yang berarti < 0,5. Orientasi luar juga menghasilkan standar deviasi
rata-rata mencapai 0,3 yang berarti < 0,5, jadi perbandingan nilai standar deviasi
orientasi dalam dan orientasi luar adalah mencapai < 0,5 tetapi pada foto-
18 di orientasi luar tidak muncul nilai standar deviasinya karena pada orientasi
luar untuk foto-18 hanya memiliki 2 titik saja. Perbandingan disini dapat
dianalisis bahwa ketika ingin melakukan klik accept, pada orientasi luar ternyata
tidak bisa, namun hasilnya sudah memenuhi syarat yaitu mencapai < 0,5.
Parameter yang digunakan pada orientasi dalam dan orientasi luar adalah
Xa, La, dan V. Dengan bantuan dari sistem RTK-GPS, parameter posisi bisa
dihilangkan dan perhitungan bundle adjustment diharapkan menjadi efisien. Tentu
saja dalam bidang fotogrametri memerlukan parameter dari kamera yang tentu
juga memiliki kalibrasi kamera. Ketika menghitung σ dapat menggunakan beberapa
parameter yaitu dengan rumus σ2 = VTPV/(n-m). Ketika menghitung V pada
orientasi luar, karena tidak dapat dilakukan accept, jadi parameter yang digunakan
tidak tercapai, tetapi hasil akhirnya mencapai < 0,5 dan untuk foto -18 tersebut tidak
menghasilkan σ, karena titik yang digunakan untuk plot yaitu hanya
2 titik. Jadi parameter-perameter yang digunakan untuk menghasilkan standar
deviasi pada orientasi dalam dan orientasi luar memerlukan Xa, La, dan V.
12
BAB V KESIMPULAN DAN
SARAN
5.1 Kesimpulan
Kesimpulan pada praktikum ini yaitu:
- Foto udara dengan aplikasi E-foto ternyata untuk mendapatkan hasil foto
yang sempurna sedikit sulit. Dimana pada saat search image kita tidak boleh
memasukkan image yang double , karena hal tersebut akan berdampak
pada saat kita akan memplot points yang menyebabkan pilihan spatial
resection tidak bisa di klik dan jika hal tersebut terjadi maka kita tidak
dapat melakukan orientasi luar.
- Setelah melakukan ploting dengan menggunakan aplikasi E-foto, saya
memperoleh koordinat-koordinat foto udara tersebut. Pada praktikum ini
saya melakukan orientasi dalam dan orientasi luar, dan pada saat melakukan
orientasi dalam, saya mengeplot 4 titik pada Fiducial Mark, hal itu
digunakan untuk mengetahui koordinat foto dan mengetahui nilai standar
deviasinya dimana nilai standar deviasinya harus < 0,5 dan ketika saya
melakukan plot hasilnya sesuai yaitu < 0,5.
- Saat melakukan orientasi luar dengan cara melakukan plot point, pada
saat plot point ini, dari ke tiga foto tersebut, dilakukan 10 plot point, yang
tersebar dari P01,P02,P05,dan P12. Point tersebut digunakan untuk
mengeplot pada Foto-16, kemudian pada P01,P02,P10, dan P11
digunakan untuk mengeplot pada Foto-17, dan yang terakhir adalah P10
dan P11 yang digunakan untuk mengeplot Foto-18. Pada saat mengeplot
Foto-18, hasil nya tidak muncul. Karena titiknya kurang dari 4. Parameter
yang digunakan untuk melakukan orientasi dalam dan orientasi luar
adalah Xa, La, dan V, sementara untuk menghitung σ dapat menggunakan
beberapa parameter yaitu dengan rumus σ2 = VTPV/(n-m).
5.2 Saran
Saran untuk praktikum kali ini yaitu :
- Masing-masing kelompok seharusnya sudah memiliki aplikasi yang akan
digunakan saat praktikum, agar tidak terjadi keributan.
- Praktikan harus memahami materi modul praktikum terlebih dahulu
sebelum melakukan praktikum.
- Saat melakukan praktikum, asisten harus lebih tanggap untuk mengajari
praktikannya.
13
DAFTAR PUSTAKA
- [Link]
[Link] diakses pada 14 April 2019
- Arfi, G. (2014, Desember 01). Konsep Orientasi Foto Pada Fotogrametri
diakses pada 14 April 2019
14