RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
TAHUN PELAJARAN 2018/2019
Sekolah : SMA Negeri .........................
Mata Pelajaran : Ekonomi
Kelas / Semester : X IS 2 / Genap
Materi Pokok : Konsep Manajemen
Alokasi Waktu : 3 X 45 Menit (1 kali pertemuan)
A. Kompetensi Inti
KI 1 : Menghayati dan mengamalkan ajaran agam yang dianutnya
KI 2 : Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli
(gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif, dan proaktif
dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta
dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia
KI 3 : Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan aktual, konsepual,
prosedural, berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan,
teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan,
kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan
kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosdural pada bidang kajian yang
spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah pada
materi konsep manajemen
KI 4 : Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak
terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara
mandiri bertindak secara efektif dan kreatif, serta mampu menggunakan
metode sesuai kaidah keilmuan mengenai materi konsep manajemen
B. Kompetensi Dasar dan Indikator
Kompetensi Dasar Indikator
3.8 Mendeskripsikan konsep manajemen 3.8.1 Mendeskripsikan pengertian manajemen
3.8.2 Mengidentifikasi unsr – unsur
manajemen
3.8.3 Merumuskan fungsi – fungsi manajemen
3.8.4 Menganalisis bidang – bidang
manajemen
3.8.5 Mencontohkan penerapan fungsi
manajemen dalam kegiatan di sekolah
4.8 Mengimplementasikan fungsi 4.8.1 Menerapkan fungsi manajemen dalam
manajemen dalam kegiatan sekolah kegiatan di sekolah
C. Tujuan Pembelajaran
Melalui pendekatan saintifik dengan menggunakan model pembelajaran Cooperative
Learning tipe Numbered Head Together (NHT), peserta didik dapat :
1. Mendeskripsikan pengertian manajemen
2. Mengidentifikasi unsr – unsur manajemen
3. Merumuskan fungsi – fungsi manajemen
4. Menganalisis bidang – bidang manajemen
5. Mencontohkan penerapan fungsi manajemen dalam kegiatan di sekolah
6. Menerapkan fungsi manajemen dalam kegiatan di sekolah
D. Materi Pembelajaran
1. Pengertian Manajemen
2. Unsur – unseur manajemen
3. Fungsi – fungsi manajemen
4. Bidang – bidang manajemen
E. Pendekatan, Model, dan Metode Pembelajaran
1. Pendekatan : Saintifik
2. Model : Cooperative Learning tipe Number Head Together (NHT)
3. Metode : Ceramah, diskusi, tanya jawab
F. Media, Alat, dan Sumber Belajar
1. Media : Powerpoint
2. Alat : Laptop, LCD, dan Papan tulis
3. Sumber Belajar : Buku ekonomi yang relevan
G. Langkah – langkah Pembelajaran
Alokasi
Kegiatan Deskripsi Kegiatan
Waktu
1. Mengucapkan salam dan meminta ketua kelas untuk 25 menit
memimpin do’a
2. Mengecek kehadiran peserta didik dan meminta
peserta didik untuk menyiapkan perlengkapan dan
peralatan yang diperlukan
3. Guru memberikan gambaran tentang pentingnya
PENDAHULUAN memahami konsep manajemen
4. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin
dicapai
5. Sebelum memasuki pembelajaran inti, guru
meningkatkan semangat peserta didik dengan
meneriakkan “semangat pagi!” dan peserta didik
menjawab “pagi..pagi..pagi..!”
1. Menjelaskan 85 menit
a. Guru membagi peserta didik menjadi 3 kelompok
dengan anggota masing-masing 3-4 orang
b. Setiap anggota dari tiap-tiap kelompok aan diberi
nomor urut 1-4 (Penomoran)
c. Setelah terbentuk kelompok, guru akan
menjelaskan materi konsep manajemen terlebih
dahulu (menjelaskan)
KEGIATAN
d. Guru sesekali bertanya pada peserta didik agar
INTI
terjadi interaksi
2. Bertanya
a. Sebelum memasuki indikator unsur-unsur dalam
manajemen, guru bertanya kepada peserta didik
apakah ada materi yang belum paham
(mengajukan pertanyaan)
b. Jika ada peserta didik yang bertanya, guru wajib
menjawab dan menjelaskan ulang materi yang
ditanyakan bila perlu
3. Variasi
c. Kemudian, penjelasan materi dilanjutkan dengan
menampilkan skema unsur-unsur manajemen
yang biasa disingkat 6M
d. Dari skema tersebut, guru akan melakukan
permainan untuk menunjuk peserta didik
e. Permainan yang digunakan adalah “gajah semut”
yang dapat mengembalikan fokus peserta didik
f. Bagi peserta didik yang kalah atau melakukan
kesalahan dalam permainan akan diminta untuk
menjelaskan salah satu unsur dalam manajemen
4. Diskusi
a. Guru memberikan studi kasus yang berbeda pada
setiap kelompok untuk didiskusikan
b. Peserta didik mendiskusikan kasus tersebut
berdasarkan materi yang telah dijelaskan oleh
guru (berpikir bersama)
c. Peserta didik menulis hasil diskusi pada lembar
jawaban
d. Setelah diskusi selesai, guru akan menyebutkan
nomor urut secara acak
e. Peserta didik dengan nomor urut yang disebut
mengangkat tangannya dan menyampaikan hasil
diskusi mewakili kelompoknya (pemberian
jawaban)
f. Kelompok lain dapat memberikan tanggapan
g. Karena studi kasus yang diberikan berbeda-beda,
maka hasil diskusi pun juga berbeda, sehingga
guru bersama peserta didik akan membuat
kesimpulan dari hasil diskusi studi kasus tersebut
1. Sebelum guru mengakhiri pembelajaran, guru 25 menit
PENUTUP
melakukan evaluasi dengan memberikan pertanyaan
terkait materi hari ini
2. Guru bersama peserta didik membuat kesimpulan dari
keseluruhan materi hari ini
3. Guru memberi motivasi kepada peserta didik agar
giat belajar dalam menghadapi UAS untuk
pertemuan selanjutnya
4. Guru meminta ketua untuk memimpin do’a
5. Guru mengakhiri mengakhiri pembelajaran dengan
mengucapkan hamdalah dan salam
H. Penilaian
1. Teknik Penilaian
a. Penilaian sikap : Pengamatan
b. Penilaian pengetahuan : Diskusi kelompok
c. Penilaian Keterampilan : Presentasi kelompok
2. Bentuk Penilaian
a. Pengamatan : Lembar pengamatan aktivitas peserta didik
b. Diskusi Kelompok : Lembar kerja diskusi dan pedoman penilaian
c. Presentasi : Lembar penilaian presentasi
Mengetahui, Surabaya, …........ Maret 2019
Kepala SMA Negeri ……... Guru Mata Pelajaran Ekonomi
…………………………… ………………………………..
NIP. NIP.
Lampiran 1 : Materi Pembelajaran
KONSEP MANAJEMEN
1. Pengertian Manajemen
Secara umum, pengertian manajemen merupakan suatu seni dalam ilmu dan
pengorganisasian seperti menyusun perencanaan, membangun organisasi dan
pengorganisasiannya, pergerakan, serta pengendalian atau pengawasan. Bisa juga
diartikan bahwa manajemen merupakan suatu ilmu pengetahuan yang sistematis agar
dapat memahami mengapa dan bagaimana manusia saling bekerja sama agar dapat
menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain maupun golongan tertentu dan
masyarakat luas.
Secara etimologis, pengertian manajemen merupakan seni untuk melaksanakan
dan mengatur. Manajemen ini juga dilihat sebagai ilmu yang mengajarkan proses
mendapatkan tujuan dalam organisasi, sebagai usaha bersama dengan beberapa orang
dalam organisasi tersebut. Sehingga, ada orang yang merumuskan dan melaksanakan
tindakan manajemen yang disebut dengan manajer.
2. Unsur – unseur manajemen
Setiap perusahaan memiliki unsur-unsur untuk membentuk sistem manajerial
yang baik. Unsur-unsur inilah yang disebut unsur manajemen. Jika salah satu
diantaranya tidak sempurna atau tidak ada, maka akan berimbas dengan berkurangnya
upaya untuk mencapai tujuan organisasi atau perusahaan. Unsur-unsur tersebut
diantaranya sebagai berikut.
a. Man (Manusia)
Dalam manajemen, faktor manusia adalah yang paling menentukan. Manusia yang
membuat tujuan dan manusia pula yang melakukan proses untuk mencapai tujuan.
Tanpa adanya manusia maka tidak ada proses kerja, sebab pada dasarnya manusia
adalah makhluk kerja.
b. Money (Uang)
Uang merupakan salah satu unsur yang tidak dapat diabaikan. Uang merupakan
alat tukar dan alat pengukur nilai. Besar-kecilnya hasil kegiatan dapat diukur dari
jumlah uang yang beredar dalam perusahaan. Oleh karena itu uang merupakan alat
(tools) yang penting untuk mencapai tujuan karena segala sesuatu harus
diperhitungkan secara rasional. Hal ini akan berhubungan dengan berapa uang
yang harus disediakan untuk membiayai gaji tenaga kerja, alat-alat yang
dibutuhkan dan harus dibeli serta berapa hasil yang akan dicapai dari suatu
organisasi.
c. Materials (Bahan)
Material terdiri dari bahan setengah jadi (raw material) dan bahan jadi. Dalam
dunia usaha untuk mencapai hasil yang lebih baik, selain manusia yang ahli dalam
bidangnya juga harus dapat menggunakan bahan/materi-materi sebagai salah satu
sarana. Sebab materi dan manusia tidak dapat dipisahkan, tanpa materi tidak akan
tercapai hasil yang dikehendaki.
d. Machines (Mesin)
Dalam kegiatan perusahaan, mesin sangat diperlukan. Penggunaan mesin akan
membawa kemudahan atau menghasilkan keuntungan yang lebih besar serta
menciptakan efisiensi kerja.
e. Methods (Metode)
Dalam pelaksanaan kerja diperlukan metode-metode kerja. Suatu tata cara kerja
yang baik akan memperlancar jalannya pekerjaan. Sebuah metode dapat
dinyatakan sebagai penetapan cara pelaksanaan kerja dengan memberikan
berbagai pertimbangan-pertimbangan dari sasaran, fasilitas-fasilitas yang tersedia
dan penggunaan waktu, serta uang dan kegiatan usaha. Perlu diingat meskipun
metode baik, sedangkan orang yang melaksanakannya tidak mengerti atau tidak
mempunyai pengalaman maka hasilnya tidak akan memuaskan. Dengan demikian,
peranan utama dalam manajemen tetap manusia itu sendiri.
f. Market (Pasar)
Memasarkan produk tentu sangat penting sebab bila barang yang diproduksi tidak
laku, maka proses produksi barang akan berhenti. Artinya, proses kerja tidak akan
berlangsung. Oleh sebab itu, penguasaan pasar dalam arti menyebarkan hasil
produksi merupakan faktor yang menentukan dalam perusahaan. Agar pasar dapat
dikuasai maka kualitas dan harga barang harus sesuai dengan selera konsumen
dan daya beli (kemampuan) konsumen.
3. Fungsi – fungsi manajemen
Pada dasarnya, fungsi manajemen dibagi menjadi tiga, yaitu:
a. Perencanaan (planning)
Pernecanaan adalah memikirkan apa yang akan dikerjakan dengan
sumber yang dimiliki. Perencanaan dilakukan untuk menentukan tujuan
perusahaan secara keseluruhan dan cara terbaik untuk memenuhi tujuan itu.
Manajer mengevaluasi berbagai rencana alternatif sebelum mengambil tindakan
dan kemudian melihat apakah rencana yang dipilih cocok dan dapat digunakan
untuk memenuhi tujuan perusahaan. Perencanaan merupakan proses terpenting
dari semua fungsi manajemen karena tanpa perencanaan, fungsi-fungsi lainnya tak
dapat berjalan.
b. Pengorganisasian (organizing)
Pengorganisasian dilakukan dengan tujuan membagi suatu kegiatan
besar menjadi kegiatan-kegiatan yang lebih kecil. Pengorganisasian
mempermudah manajer dalam melakukan pengawasan dan menentukan orang
yang dibutuhkan untuk melaksanakan tugas-tugas yang telah dibagi-bagi tersebut.
Pengorganisasian dapat dilakukan dengan cara menentukan tugas apa yang harus
dikerjakan, siapa yang harus mengerjakannya, bagaimana tugas-tugas tersebut
dikelompokkan, siapa yang bertanggung jawab atas tugas tersebut, dan pada
tingkatan mana keputusan harus diambil.
c. Pengarahan (directing)
Pengarahan adalah suatu tindakan untuk mengusahakan agar semua
anggota kelompok berusaha agar dapat mencapai sasaran sesuai dengan
perencanaan manajerial dan usaha.
4. Bidang – bidang manajemen
Seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, bidang-bidang
manajemen itu dikhususkan berdasarkan tujuan masing-masing. Bidang-bidang
manajemen itu antara lain manajemen produksi, manajemen pemasaran, manajemen
keuangan, manajemen personalia, dan manajemen administrasi. Uraian berikut akan
membahas secara ringkas bidang-bidang manajemen tersebut.
a. Manajemen Produksi
Manajemen produksi merupakan salah satu bidang manajemen yang
penting. Ketika mutu produk atau jasa menjadi kunci dalam memenangi
persaingan bisnis, peran manajemen produksi terasa semakin penting bagi
perusahaan. Kegiatan produksi yang buruk dapat mengakibatkan pemborosan
dalam bentuk menumpuknya persedian. Kegiatan produksi yang buruk juga dapat
berakibat pada rendahnya mutu produk atau jasa yang dihasilkan. Banyak
perusahaan yang gagal bersaing di pasar karena lemah dalam pengelolaan
produksi. Di lain pihak, ada perusahaan yang berhasil memenangi persaingan
karena mengelola kegiatan produksinya dengan baik.
b. Manejemen Pemasaran
Manajemen pemasaran disini berperan penting dlama proses distribusi
atau proses dari penyaluran barang samapi ke tangan konsumen. Bertujuan untuk
meningkatkan penjialan dari produk yang dihasilkan. Hal- hal yang dilakukan
diantaranya adlah dnegan meriset pasar, bertujuan untuk mengetahui apa
keinginan konsumen, sesuai dengan selera yang diinginkan konsumen.
Selanjutnya yaitu perencanaan yang meliputi menentukan bagian pasar
yang mana yang akan di biddik, setelah itu di target kemungkinan yang akan di
jual, metode yang digunakan. Setelah ita mneegtahui metode pemasaran yang
mana yang akan kita pakai, maka kita akan mengetahui alat pemasaran mana
yanag akan kita pakai. Setelah kita mengetahui dan kita akan terjun ke pasaran
sebainya kita mengetahui peluang, serta tantangan yang dihadapi pasti nantinya
produk kita bukan hanya satu melainkan banyak yanga akan memasarkan produk
yang smaa sehingga kita harus mengetahui apa saja peluang, tantangan dan
anceman dari lawan saing produk kita nanti.
Setelah itu perlu adanya promosi produk, hal ini dilakukan agar nantinya
masyarakat tertarik dengan produk yang akan dipasarkan nantinya, promosi bukan
hanya melalui lisan namun juga bisa scara tertulis seperti pamphlet, brosur atau
selebaran, iklan dan lain – lain. Dari proosi produk ini nantinya diharapkan akan
memberikan stimulus dan rangsangan kepada konsumen agar meningkatkan
permintaan terhadap produk.
c. Manajemen Keuangan
Manajemen keuangan berarti, mengatur masuk dan keluarnya dana,
berarti bersangkutan dengan pendapatan dan pengeluaran dalam suatu perusahaan
atau organisasi. Bertujuan untuk memaksimalkan keuntungan dan meminimalisir
serendah rendahnya kerugian. Kegiatan yang dilakukan diantaranya,
bekerjasaman dengan pihak – pihak pencari dana agar tidka terjadi
kesalahpahaman, mengatur keuangan yang bersangkutan dengan investasi sumber
dan investasi penggunaaan, mengatur dan menentukan pembagian dari laba
perusahaan yang diperoleh, dan yang terkahir dan mesti ada dalam keuangan
adlaah laporan keuangan yang rinci dan detail agar menegtahui masuk keluarnya
dana yang digunakan.
Dengan manajemen keuangan yang ada diharapkan sebuah perusahaan
atau organisasi mampu mrealisasikan tujuan yang telah mereka sepakati
sebelumnya. Karena dengan manajemen dan pengolahan keuangan yang baik
maka pelaksanaan kegiatan dari awal hingga akhir bisa terlaksana dengan baik
dan tujuan pun bisa tercapai dengan mudah. bisa kita bayangkan ketika
manajemen keuangan amboradol maka perusahaanpun akan terkena imbasnya
bahkan perusahaan tersebut akan mengalami kebangkrutan.
d. Manajemen Sumber Daya Manusia
Manusia juga perlu dikoordinasi dna diatur agar dalam mencapai tujuan
perusahaan mereka dapat bekerja sama dan berada dibawah naungan dalam satu
visi dan misi perusahaan. Dengan memanajemen sumber daya manusia nnatinya
akan memperlancar proses tercapainya tujuan dari perusahaan itu sendiri dan
tentunya akan mengahsilkan karyawan yang berkualitas dalam bekerja. Sehingga
dnegan kualitas yang bagus dalam segala proses manajeman ini dalam perusahaan
nnatinya akan berimbas pada konsumen. Konsumen akan meningkatkan
permintaan akan barang dari hasil karyawan yang berkualitas ini sehingga
menaikkan pula laba dari perusahaan. Apablia laba dari suatu perusahaan itu naik,
maka akan beimbas kepada karyawan nya kembali yaitu pembagian laba
perusahaan.
Kegiatan yang dilakukan dalam manajemen perusahaan diantaranya
adalah pembukaan lapangan kerja , setelah melewati tahap ini dan sesuia dnegan
persyaratan maka akan ada pengembangan mutu, pengembangan mutu ni
diharapkan dapat meningkatkan kualitas karyawan agar dalam bekerja nantinya
tidak menemui kendala yang berarti dan dapat di selsaikan secara mandiri.
Dalam pengembangan mutu ini juga nantinya akan memberikan
keuntungan bagi karyawan itu sendiri. Hal ini akan menaikkan upah pekerja juga
apabila mutu yang diberikan pekerja mndapat progrees yang baik. Pemberian
upah itu sendiri merupaan salah satu juag kegiatan dari manajemen sumber daya
manusia. Selanjutnya yaitu penyatuan dari para pekerja secara vertical dan
horizontal, karena mereka bekerja pada satu perusahaan, untuk mencapai tujuan
perusahaan maka mereka harus bekerja sama agar pekerjaan slesai secara efisien
dan dapat meningkatkan laba.
e. Manajemen Administrasi dan Akuntansi
Fokus dari manajemen akuntasi dan adminitrais adalah pada informasi
layanan dalam bidang administrasi dan akuntasi itu snediri hal ini bertujuan untuk
menentukan menetapkan kebijakan dalam operasional. Data- data yang digunakan
dirasa pentinh apabila ada yang memebutuhkan informasi, atau digunakan sebagai
rangkuman adlama penentuan kebijakan. Kegiatan yang dilakukan dalam
manajemen akuntasi atau adminitarsi disingkat menjadi 5P ( pengumpulan,
pencatatn, pengelompokan, pelaporan, dan penafsiran ) hal ini dilakuakn pda data-
data perusahaa. Agar data – data tersebut tetap ada maka hala ini dilakukan dngan
caa analisis laporan sebagai bahan pengambilan keputusan. Bukan hal mudah
apabila kita mengambil keputusna untuk emnentukan kebijakan operasional tanpa
menganalisis laporan akuntasi ini.
Sebenarnya akutansi dan administrasi hampir mirip dengan manajemen
keuangan namun perbedaan utama terletak pada konten dari masing-masing. Bila
manajemen keuangan hanya fokus pada perjalanan uang tersebut, maka manajemn
akutansi ini lebih kompleks dan lengkap dimana mereka mengurusi dan mengelola
keuangan, bagaimana keuangan itu didiapat, penggunaan uang tersebut serta
berbagai macam strategi untuk mendapatkan hasil yang maksimal.
Dengan demikian bisa disimpulkan bahwasannya ada 5 pokok bidang
manajemen yakni meliputi manajemen produksi, manajemen pemasaran,
manajemen keuangan, manajemen sumber daya manusia, serta manajemen
akutansi dan administrasi. Semuanya saling bersangkutan dan berhubungan satu
sama lain demi menciptakan iklim perekonomian yang bagus dan lancar. Dengan
keserasian lima bidang ini akan membentuk dan menciptakan sebuah manajemen
yang baik dan kompleks. Tidak ada yang lebih penting, tidak ada satu yang lebih
baik diantara bidang-biodang tersebut, namun kesemuanya menjadi satu rangkaian
yang utuh dimana saling mengisi dan membantu untuk mengasilkan sebuah hasil
yang maksimal
Lampiran 2 : Instrumen Penilaian Sikap
INTRUMEN PENILAIAN SIKAP
Satuan Pendidikan : SMA Negeri ................
Tahun Pelajaran : 2018/2019
Kelas/semester : X / Semester Genap
Mata Pelajaran : Ekonomi
Kejadian Positif/
No Waktu Nama Butir sikap Tindak lanjut
/perilaku negatif
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
Mengetahui, Surabaya, …. Mei 2018
Kepala SMA Negeri ……... Guru Mata Pelajaran Ekonomi
…………………………… ………………………………..
NIP. NIP.
Lampiran 3 : Instrumen Penilaian Lembar Kerja Diskusi Peserta Didik
LEMBAR PENILAIAN HASIL DISKUSI
Nama Kelompok : 1............................. 3............................
2............................. 4............................
Kelas : ...............................
Studi Kasus : ...............................
Penilaian
No Aspek yang dinilai
1 2 3
1 Ketepatan jawaban
2 Kelengkapan jawaban
Tata bahasa dalam
3
menuliskan jawaban
4 Kerapian penulisan
RUBRIK PENILAIAN
Penilaian
No Aspek yang dinilai
1 2 3
1 Ketepatan jawaban Kurang tepat Cukup tepat Tepat
Kelengkapan jawaban Cukup
2 Kurang lengkap Lengkap
Lengkap
Tata bahasa dalam Cukup mudah
3 Sulit dipahami Mudah dipahami
menuliskan jawaban dipahami
4 Kerapian penulisan Kurang rapi Cukup rapi Rapi
Interval nilai Keterampilan
Jumlah Skor Perolehan 90 < X ≤ 100 A
Nilai = × 100 80 < X ≤ 90 B
skor maksimal
70 < X ≤ 80 C
0 < X ≤ 70 D
Mengetahui, Surabaya, …. Maret 2019
Kepala SMA Negeri ……... Guru Mata Pelajaran Ekonomi
…………………………… ………………………………..
NIP. NIP.
Lampiran 4 : Instrumen Penilaian Presentasi
LEMBAR PENILAIAN PRESENTASI
Nama Kelompok : 1............................. 3............................
2............................. 4............................
Kelas : ...............................
Studi Kasus : ...............................
Penilaian
No Aspek yang dinilai
1 2 3
1 Cara menyampaikan jawaban hasil diskusi
2 Cara menjawab sanggahan dari kelompok lain
3 Kekompakan kelompok
4 Penampilan
RUBRIK PENILAIAN
Penilaian
No Aspek yang dinilai
1 2 3
Kurang Sangat
1 Cara menyampaikan jawaban hasil diskusi Lengkap
lengkap lengkap
Kurang Sangat
2 Cara menjawab sanggahan dari kelompok lain Kreatif
kreatif kreatif
3 Kekompakan kelompok
4 Penampilan Kurang Baik Sedang
Interval nilai Keterampilan
Jumlah Skor Perolehan 90 < X ≤ 100 A
Nilai = × 100 80 < X ≤ 90 B
skor maksimal
70 < X ≤ 80 C
0 < X ≤ 70 D
Mengetahui, Surabaya, …. Maret 2019
Kepala SMA Negeri ……... Guru Mata Pelajaran Ekonomi
…………………………… ………………………………..
NIP. NIP.
Lampiran 5 : Lembar Kerja Diskusi Peserta Didik
STUDI KASUS 1
Nama Kelompok : 1............................. 3............................
2............................. 4............................
Kelas : ...............................
Lika-Liku Bangkrutnya Kodak
- detikFinance
New York - 'Kodak Moment'. Iklan itu sangat hits di era tahun 1990-an, pada masa emas
Eastman Kodak. Tapi masa kini bukan lagi menjadi 'Kodak Moment'. Kerugian yang terus
menerus membuat perusahaan yang sudah berusia seabad itu akhirnya minta perlindungan
kebangkrutan. Kodak tak lagi bisa bersaing dengan kompetitornya yang menawarkan produk
digital dengan kemajuan sangat pesat. Sejak tahun 2007, Kodak terus merugi. Bahkan nilai
pasarnya merosot tajam menjadi hanya US$ 150 juta dibandingkan US$ 31 miliar 15 tahun
silam.
Inilah akhir dari kejayaan perusahaan tua Amerika itu. Kodak didirikan oleh George Eastman
pada tahun 1892. Pria yang dropout dari SMA itu memulainya dengan membuat piringan
fotografi. Untuk menjalankan bisnisnya, ia secara royal membeli mesin seken senilai US$
125. Dalam 8 tahun, nama Kodak menjadi trademark dan perusahaan kemudian
memperkenalkan kamera poket dan juga roll film, sekaligus mendominasi pasar. Eastman
juga memperkenalkan 'Dividen Upah', dimana perusahaan akan membayar bonus kepada
karyawan berdasarkan pendapatan.
Hapir seabad setelah kodak berjalan, astronot Neil Amstrong menggunakan kamere kodak
sukuran kotak sepatu untuk mengambil foto pada tahun 1969. Hasil jepretas Neil, yang
merupakan orang pertama kali menjejakkan kaki di bulan itu mendapat antusiasme yang
sangat tinggi. Enam tahun setelah perjalanan Armstrong itu, Kodak membuat kamera digital.
Namun ukurannya dinilai lebih besar dari poket untuk fotografer amatir, apalagi pesaingnya
seperti Canon, Casio dan Nikon menawarkan bentuk yang lebih baik.
Dan bukannya mengembangkan kamera digital, Kodak hanya terdiam dan menghabiskan
bertahun-tahun melihat rivalnya mengambil pangsa pasar. Kodak tidak pernah berinovasi
untuk bisnis yang sangat ketat persaingannya. Pada tahun 1994, Kodak memisahkan bisnis
kimia, Eastman Chemical Co yang justru lebih sukses. Namun kejatuhan Kodak mulai
terlihat ketika pada September secara tidak terduga mulai menarik US$ 160 juta dari jatah
kredit, sehingga menimbulkan kekhawatiran perusahaan kekurangan uang tunai
Dari tahun ke tahun, kondisi Kodak terus memburuk. Spekulasi bangkrutnya Kodak sudah
dimulai sejak tahun 2011 lalu, sebelum akhirnya perusahaan resmi membuat pengumuman
pendaftaran kebangkrutan chapter 11 pada Kamis (19/1/2012).
"Setelah mempertimbangkan keuntungan Chapter 11 pada saat ini, Dewan Direksi dan
seluruh tim manajemen senior secara bulat meyakini bahwa ini adalah langkah yang penting
dan hal benar yang dilakukan untuk masa depan Kodak," ujar CEO Kodak Eastman, Antonio
Perez seperti dikutip dari AFP.
Hingga akhir September, total aset Kodak sebesar US$ 5,1 miliar dengan kewajiban US$
6,75 miliar. Pendaftaran Kebangkrutan dilakukan di Pengadilan Kebangkrutan AS di Distrik
Bagian Selatan New York. Unit Non-AS yang tidak dimasukkan dalam perlindungan
kebangkrutan akan terus membayar kewajiban pada pemasoknya.
Perlindungan kebangkrutan itu akan memberikan Kodak waktu untuk menemukan pembeli
atas 1.100 paten digital, yang merupakan nilai kuncinya. Perlindungan ini juga
memungkinkan mereka merampingkan bisnis sehingga tetap bisa membayar sekitar 19.000
karyawannya. Pada masa jayanya di era 1980-an, Kodak tercatat memiliki 145.000 pekerja.
Seperti dikutip dari Reuters, Kodak mengaku telah mendapatkan fasilitas pinjaman US$ 950
juta selama 18 bulan agar bisa tetap hidup. Kodak saat ini 'dikawal' oleh penasihat dari bank
investasi Lazard Ltd yang telah membantu Kodak mendapatkan pembeli paten digitalnya.
Penasihat lain adalah FTI ConsultingInc. Mereka diharapkan bisa membantu Kodak 'hidup'
lagi menjadi perusahaan yang lebih ramping dan menguntungkan.
Tugas Diskusi
Berdasarkan berit di atas, selesaikan soal analisis di bawah ini :
1. Analisislah penyebab kegagalan perusahaan tersebut?
2. Berilah saran untuk meminimalisir terjadinya kegagalan tersebut?
STUDI KASUS 2
Nama Kelompok : 1............................. 3............................
2............................. 4............................
Kelas : ...............................
Tak Mampu Bayar Utang,
Pabrik Jamu Nyonya Meneer Dinyatakan Pailit
Jumat, 4 Agustus 2017 | 16:54 WIB
SEMARANG, [Link] – Pabrik jamu legendaris PT Nyonya Meneer akhirnya
dinyatakan pailit oleh Pengadilan Niaga Semarang.
Pengadilan mengabulkan gugatan dari salah satu kreditur yang merasa tidak puas atas
keputusan damai yang dilakukan pada Mei 2015 lalu.
“Perjanjian yang dahulu telah dibatalkan,” kata salah satu anggota majelis hakim PN Niaga
Semarang, Wismonoto saat dihubungi, Jumat (8/4/2017).
Putusan pailit terhadap PT Nyonya Meneer disampaikan dalam sidang pada Kamis
(3/8/2017) kemarin. Sidang tersebut dipimpin oleh ketua Pengadilan Negeri Semarang Nani
Indrawati. Dalam putusannya, hakim sepakat mengabulkan gugatan salah satu kreditur dari
Sukoharjo bernama Hendrianto Bambang Santoso.
Hakim mengabulkan seluruh amar permohonan. Hakim juga menyatakan perjanjian
perdamian yang telah disepakati antara debitur, kreditur dan pihak kurator dibatalkan.
Perusahaan juga dinyatakan dalam keadaan pailit.
Wismonoto mengatakan, pihak penggugat mengajukan gugatan karena tidak puas atas proses
pembayaran hutang sebagaimana diatur dalam perjanjian damai. Dalam waktu yang
ditentukan, perusahaan dinilai tidak menunaikan kewajibanya. Atas dasar itu, kreditur
meminta agar perusahaan dipailitkan.
“Dalam waktu sekian tahun, dalam rentang waktu itu dinilai tidak signifikan. Perjanjian
(damai) itu dibatalkan dalam persidangan,” tambahnya.
Sementara itu pihak kuasa hukum dari PT Nyonya Mener belum menentukan sikap atas
putusan tersebut. Sebelumnya pada 8 Juni 2015, PN Semarang mengesahkan proposal
perdamaian yang diajukan pabrik jamu legendaris PT Nyonya Meneer untuk membayar utang
terhadap semua kreditornya. Pengesahan proposal dilangsungkan dalam sidang Penundaan
Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU).
Dalam amar putusannya, majelis hakim yang dipimpin hakim Dwiarso Budi Santiarto saat itu
meneruskan upaya yang dilakukan para pihak, baik debitor, kreditor, tim pengurus, maupun
hakim pengawas. Para pihak kala itu bersepakat terkait kewajiban utang yang harus
dibayarkan debitor kepada 35 kreditor. Pihak PT Nyonya Meneer pun berkewajiban untuk
membayar seluruh utang yang telah diajukan.
Tugas Diskusi
Berdasarkan berit di atas, selesaikan soal analisis di bawah ini :
1. Analisislah penyebab kegagalan perusahaan tersebut?
2. Berilah saran untuk meminimalisir terjadinya kegagalan tersebut?
STUDI KASUS 3
Nama Kelompok : 1............................. 3............................
2............................. 4............................
Kelas : ...............................
HP TouchPad, Korban 'Keganasan' iPad&Android
- detikInet
Jakarta - HewlettPackard (HP) mengumumkan akan berhenti membuat tablet dan
smartphone berbasis sistem operasi WebOS. Produksi tablet TouchPad pun distop, padahal
belum lama beredar. WebOS dan khususnya TouchPad dipandang sebagai korban dari
popularitas tablet Android dan terutama iPad. Pada Juli 2011, HP memperkenalkan TouchPad
sebagai usaha untuk menyaingi iPad dari Apple. Dengan kualitas video dan proses data yang
lebih cepat, TouchPad merupakan produk yang bisa menyaingi iPad dari harga maupun
spesifikasi. Namun, sebagian karena gagal dalam promosi dan citranya tidak sesuai dengan
HP, Touchpad mati di pasaran dan bikin perusahaan tambah merugi hingga 885 juta dolar.
HP membeli WebOS bersama perusahaan pembuatnya, Palm, tahun lalu dengan nilai USD
1,2 miliar. Namun penjualan smartphone dan tablet WebOS tak kunjung menggembirakan
sehingga akhirnya HP memutuskan tidak lagi melanjutkannya.
"Penjualan TouchPad tidak sesuai dengan harapan kami," demikian pengakuan dari Leo
Apotheker, CEO HP yang detikINET kutip dari PCWorld, Jumat (19/8/2011).
Salah satu yang membuat TouchPad kurang diminati adalah sedikitnya aplikasi tersedia.
TouchPad pun dipotong harganya dalam waktu singkat, namun penjualan tetap seret. David
Daoud, direktur riset di IDC menilai TouchPad tak dapat bersaing dengan tablet iPad dan
Android. Sama seperti Apple, HP sejatinya berniat menggabungkan hardware, software dan
layanan dalam satu kesatuan untuk menjaring konsumen. Namun mereka kurang sabar dan
telah menganggap TouchPad gagal.
"Dengan OS mereka, membangun pasar butuh waktu. Jelas bahwa penawaran semacam ini
membutuhkan kesabaran," ucap Ezra Gottheil, analis senior di Technology Business
Research, yang mengaku kaget dengan keputusan HP. HP menyatakan masih akan
memikirkan apa saja yang akan dilakukan pada WebOS. Termasuk kemungkinan melisensi
software tersebut untuk digunakan pabrikan lain.
Tugas Diskusi
Berdasarkan berit di atas, selesaikan soal analisis di bawah ini :
1. Analisislah penyebab kegagalan perusahaan tersebut?
2. Berilah saran untuk meminimalisir terjadinya kegagalan tersebut?