100% menganggap dokumen ini bermanfaat (3 suara)
4K tayangan6 halaman

Panduan Lengkap CBCL untuk Anak

CBCL adalah alat tes yang digunakan untuk menilai masalah perilaku dan emosional pada anak dari sudut pandang orang tua. Tes ini dikembangkan oleh Dr. Thomas Achenbach dan digunakan untuk mengidentifikasi 8 aspek perkembangan, termasuk masalah sosial, emosi, dan perilaku. Versi yang digunakan di Indonesia telah terbukti valid dan reliabel untuk menilai anak berumur 6-12 tahun.

Diunggah oleh

bianti Deva
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (3 suara)
4K tayangan6 halaman

Panduan Lengkap CBCL untuk Anak

CBCL adalah alat tes yang digunakan untuk menilai masalah perilaku dan emosional pada anak dari sudut pandang orang tua. Tes ini dikembangkan oleh Dr. Thomas Achenbach dan digunakan untuk mengidentifikasi 8 aspek perkembangan, termasuk masalah sosial, emosi, dan perilaku. Versi yang digunakan di Indonesia telah terbukti valid dan reliabel untuk menilai anak berumur 6-12 tahun.

Diunggah oleh

bianti Deva
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

TUGAS DESKRIPSI ALAT TES

CHILD BEHAVIOR CHECKLIST (CBCL)

Dasar Asesmen Psikologis D-1

Disusun oleh:

Ario Chandra Jonathan 111311133010


Charisma Naturalita Prathivi 111311133175
Tubagus Muhammad Nashich 111511133076
Gusti Anindya Hayuningtyas 111611133097

FAKULTAS PSIKOLOGI

UNIVERSITAS AIRLANGGA

SURABAYA

2017
A. Nama Alat Tes
Alat tes yang kami bahas adalah Child Behavior Checklist yang sering
disingkat dengan CBCL. CBCL adalah merupakan serangkaian alat pengukuran
yang bersifat multiaksial berbasis empiris untuk menilai anak-anak dari orang tua.
Alat ini juga mengukur dan mengidentifikasi kompetensi yang dimiliki oleh anak
(Competence scales) dan masalah emosi serta perilaku yang terjadi pada anak-
anak (problem scales) dari sudut pandang orang tua. Tes ini merupakan salah satu
cabang atau jenis tes dari sekian banyak tes dalam ASEBA (Achencbach System
of Emprically Based Assessment) dan merupakan dari YSR (Young Self – Report),
TRF (Teacher Report Form), dan obsevarsi kelas (Frick et al., 2010). Ada
beberapa jenis dari CBCL yang disesuaikan dengan batasan umur para anak, yaitu
CBCL/11/2 – 5 (untuk umur 1,5 – 5 tahun) dan CBCL/6-18 (untuk umur 6 – 18
tahun).

B. Penysusun Alat Tes


Dr. Thomas M. Achenbach

C. Konstruk yang Diungkap


CBCL memiliki tujuan ukur untuk mengetahui adanya masalah perilaku dan
emosional. CBCL juga memberikan informasi tentang kegiatan sosial anak-anak,
dan fungsi dan kinerja akademik seorang anak yang bersangkutan. CBCL juga
merupakan alat tes dengan tujuan untuk mengetahui sindrom-sindrom dan
penyimpangan perilaku-perilaku pada anak. CBCL 11/2 – 5 tahun dilengkapi
dengan Language Development Survey (LDS) yang digunakan untuk mendeteksi
adanya keterlambatan bahasa pada anak (ASEBA, 2015). Tujuan adanya bentuk
checklist adalah untuk mengumpulkan data dan laporan yang mengenai
pencapaian anak dan masalah perilaku dalam form yang telah terstandarisasi
(Achenbach, 1991). CBCL yang dikembangkan saat pertama kali oleh Thomas
[Link] dan Oreig Edelbrock pada tahun 1991 untuk melihat gangguan
perilaku yang bersifat maladaptive. Penialian pada CBCL juga digunakan untuk
sejumlah hal salah satnya termasuk untuk mendeteksi ADHD.
D. Latar Belakang Penyusunan Alat Tes dan Teori yang Mendasari
The Child Behavior Checklist adalah skala rating pengasuhan untuk menilai
perilaku anak secara keseluruha. Langkah-langkah ini menilai tentang kecemasan,
depresi, agresi, dan patuh. Pendekatan ASEBA tahun 1960-an, Thomas yang saat
ini sabagai mahasiswa pasca sarjana sedang meneliti kepribadian yang berfokus
pada pengembangan gambaran dari psikopatologi dari anak dan remaja (1996).
Laporan ilmiah pertama dari temuan ASEBA ditunjukan kepada masyarakat
dengan tujuan untuk meneliti perkembangan anak. Tujuan dari makalah itu adalah
untuk mencoba menjelaskan tentang gejala – gejala yang terjadi pada anak. Gejala
umum yang ditemukan oleh Hewett dan Jenkins (1946) dalam tujuan
penelitiannya adalah mendapat klarifikasi empiris lebih dibedakan kepada kasus
kejiwaan anak. Untuk mengklarifikasikan kasus inidvidu, dengan mengutarakan
hubungan antara kelompok secara empiris.
Pada pengenalan pendekatan ASEBA, Achenbach mereferensikan studi milik
Wittenborn & Holzberg (1951). Sementara itu criteria yang digunakan oleh
Achenbach sesuai dengan aitem-aitem dengan criteria yang digunakan oleh
Wittenborn (Boyle dkk, 2008). Laporan pertama dari temuan ASEBA disajikan
dalam Society for Research in Child Development, sementara publikasinya
pertama merupakan monografi pada seri American Psychological Association’s
Psychological Monographs (ASEBA, 2015).

E. Perkembangan Alat Tes


CBCL telah dikembangkan di Amerika Serikat dan telah diterjamahkan
kedalam 85 bahasa yang berbeda termasuk Sembilan bahasa india, 1
menggunakan berbagai metode penerjemahan. Penelitian baru-baru ini telah
difokuskan kepada kemampuan untuk menyaring perilaku yang terkait dengan
spektrum autisme. Penilaian ini berupa kuosioner yang diberikan kepada
caregiver untuk mengetahui kempauan anak. Pada awalnya CBCL dibatasi hanya
untuk anak umur 16 tahun saja, namunpada tahun 1991, dilakukan revisi dengan
mengubah batas norma umur menjadi 18 tahun. Thomas mengembangkan
serangkaian kuisioner yang mengevaluasi fungsi perilaku dan emosional anak-
anak, kompetisi serta masalah sosial. CBCL ini digunakan pada rentan umur 6-18
tahun, selain itu terdapat versi lain seperti 1,5-5 tahun, 11-18 tahun, dan 18-30
tahun.
a. CBCL 6-18 tahun: Diisi oleh orangtua dan oranglain melihat setting saat di
rumah.
b. TRF 6-18 tahun: Dilengkapi dengan guru dan staff sekolah yang lain
selama 2 bulan.
c. YSR 6-18 tahun: Menggambarkan fungsi mereka sendiri.

F. Deskripsi Subtes
Dalam setiap kategori subtes dalam CBCL, terdiri dari 100 aitem untuk
kelompok pre-school dan 113 aitem untuk kelompok school age. Setiap aitem
memiliki tujuan untuk mengetahui sifat-sifat, perilaku, atau masalah tertentu pada
anak, seperti masalah yang ada saat di sekolah, yang berkaitan dengan
pertemanan, dan bahkan masalah yang dimiliki oleh anak itu sendiri. Namun
dalam kategori CBCL/4 terdapat specified aitems yaitu orang tua atau guru atau
caregiver mengisi sendiri kolom kosong yang tedapat dalam kertas dengan
pernyataan tambahan yang sesuai dengan keadaan si anak.
Setiap aitem memiliki nilai skala (nol) 0, satu (1), dan dua (2). Nol (0)
menyatakan bahwa aitem sangat tidak sesuai dengan keadaan anak, satu (1)
menyatakan bahwa aitem benar atau terkadang perilaku muncul, dua (2)
menyatakan bahwa aitem sangat benar dengan keadaan anak. CBCL mengukur 8
aspek perkembangan, antara lain:
1) Anxious/Depression
2) Withdrawn/Depressed
3) Somatic Complaints
4) Social Problems
5) Thought Problems
6) Attention Problems
7) Rule-Breaking Behavior
8) Aggressive Behavior
G. Deskripsi Versi yang Digunakan di Indonesia
Terdapat aspek perkembangan yang dapat diukur sesuai kebutuhan akademis
anak sebelum mereka masuk ke jenjang pendidikan sekolah dasar yaitu aspek
kemampuan sensorimotorik. Teknik asesmen yang inovatif telah banyak
dikembangkan dalam beberapa tahun terakhir, hal tersebut dikarenakan terdapat
peningkatan kebutuhan terhadap pengukuran fungsi sensorimotor.
Tes standar sering dipilih untuk mengukur fungsi sensorimotor pada anak-
anak, karena dalam hal psikometri Child Behavior Checklist merupakan teknik
asesmen standar yang biasa digunakan untuk mengetahui kompetisi anak-anak
dari aspek perilaku atau motorik (Achenbach, 1993). CBCL memiliki tujuan
untuk mengukur adanya masalah perilaku dan emosional. Selain itu CBCL juga
dapat memberikan informasi mengenai kegiatan sosial serta fungsi dan kinerja
akademik dari anak yang bersangkutan.
Karena tes ini menggunakan standar perilaku dan umumnya digunakan di
Amerika dan Eropa, maka ada kecenderungan ketidakefektifan tes ini jika
digunakan di Indonesia karena adanya perbedaan budaya. Tetapi, pada penelitian
yang dilakukan oleh Hartini, dkk. (2015) menyimpulkan bahwa CBCL/6-18 ini
cukup valid dan reliabel jika digunakan untuk asesmen anak umur 6-12 tahun di
Indonesia.
Lalu ada penelitian lain yang menggunakan CBCL sebagai acuan asesmen
masalah perilaku. Penelitian yang dilakukan Harahap dkk. (2010) ini
mengidentifikasi masalah emosional dan perilaku pada anak yang mengalami
obesitas dengan membandingkan penggunaan instrumen yang berbeda. Peneliti
menggunakan CBCL dan PSC-17 (Pediatric Symptom Checklist). Dengan aitem
yang lebih sedikit, ternyata PSC-17 lebih mampu menjelaskan masalah emosional
dan perilaku yang dialami anak dengan obesitas.

H. Metode Administrasi
Administrasi tes CBCL ini cukup mudah. Tes dilakukan selama 20-30 menit
dengan mengisi pernyataan kosong diatas titik-titik (fill-in-the-blank) dan
kuesioner respons dengan format skala Likert (Frick, dkk., 2010). Checklist ini
diisi oleh orang tua maupun caregiver sebagai evaluasi terhadap perilaku anak,
namun dapat juga diisikan oleh konselor dengan cara wawancara dengan orang
tua atau caregiver (Achenbach, 1991).

DAFTAR PUSTAKA
Achenbach, T.M. (1991). Child Behavior Checklist/4-18. Burlington: University
Associates in Psychiatry.

Achenbach, T.M. (2000). The Child Behavior Checklist and related forms for
assessing behavioral/emotional problems and competencies. Pediatrics in
Review, 21: 265-271.

Achenbach, T. M. (2015). ASEBA origins. ASEBA: Achenbach System of


Empirically Based Assessment [on-line]. Diakses pada tanggal 11 November
2015 dari [Link]

ASEBA Catalog. (2015). [Link] [on-line]. Diakses pada tanggal 12 Oktober


2015 dari [Link]

Boyle, G.J., Matthews, G., & Saklofske, D.H. (eds.). (2008). The SAGE handbook
of personality theory and assessment (2nd ed.). England: Cromwell Press.

Cohen, Ronald Jay & Swerdlik, Mark E. (2010). Psychological Testing and
Assessment: An Introduction to Test and Measurement 7th. New York:
McGraw Hill.

Frick, P.J., Barry, C.T., Kamphaus, R.W. (2010). Clinical Assessment of Child
and Adolescent Personality and Behavior. US: Spinger.

Harahap, et al. (2010). Identification of emotional and behavior problems ini


obese children using Child Behavior Checklist (CBCL) and 17-items
Pediatric Symptom Checklist (PSC-17). Paediatrica Indonesiana, 50: 42-
48.

Hartini, S., Hapsari, S., Herini, S.E., dan Takada, S. (2015). Verifying the
Indonesian version of the Child Behavior Checklist. Pediatrics
International, 57: 936-941.

Mash, E.J. & Wolfe, D.A. (2005). Abnormal Child Psychology. Belmont:
Wadsworth.

Anda mungkin juga menyukai