0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
950 tayangan10 halaman

Survey Pendahuluan dalam Audit Internal

Makalah ini membahas survey pendahuluan (preliminary survey) yang dilakukan auditor internal sebelum melaksanakan audit untuk memperoleh pemahaman mengenai aktivitas dan risiko auditee. Survey pendahuluan bertujuan untuk memahami objek audit tanpa verifikasi rinci dan menghasilkan program audit yang tepat. Langkah-langkah survey pendahuluan meliputi studi awal, pendokumentasian, wawancara, pengumpulan bukti, dan pengamatan. Survey pendahuluan yang

Diunggah oleh

yenny
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
950 tayangan10 halaman

Survey Pendahuluan dalam Audit Internal

Makalah ini membahas survey pendahuluan (preliminary survey) yang dilakukan auditor internal sebelum melaksanakan audit untuk memperoleh pemahaman mengenai aktivitas dan risiko auditee. Survey pendahuluan bertujuan untuk memahami objek audit tanpa verifikasi rinci dan menghasilkan program audit yang tepat. Langkah-langkah survey pendahuluan meliputi studi awal, pendokumentasian, wawancara, pengumpulan bukti, dan pengamatan. Survey pendahuluan yang

Diunggah oleh

yenny
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MAKALAH

INTERNAL AUDITING

SURVEY PENDAHULUAN
(PRELIMINARY SURVEY)

OLEH :
KEVIANTO
JESSICA ALAMANDA

KWIK KIAN GIE


SCHOOL OF BUSINESS
2014
PENDAHULUAN

Kompleksitas operasi dalam perusahaan menuntut auditor untuk mengetahui


kerumitan operasi yang diaudit baik pada saat audit mulai dilakukan maupun pada saat audit
sudah selesai. Untuk memperoleh pemahaman, informasi, dan perspektif yang dibutuhkan
untuk mendukung kesuksesan audit maka para auditor perlu untuk melakukan survey
pendahuluan.

Survey pendahuluan yang baik akan menghasilkan program audit yang tepat yang
akan menunjang keberhasilan audit. Jika survey pendahuluan direncanakan dan dilaksanakan
dengan baik, maka survey tersebut akan menjadi lebih dari sekedar cara untuk pemahaman
yang efektif melainkan menjadi penentu keberhasilan audit. Auditor internal harus
memastikan bahwa waktu dan upaya yang dihabiskan untuk survey pendahuluan bisa
produktif. Survey pendahuluan yang baik akan menghasilkan program audit yang tepat, dan
program audit yang tepat akan menunjang keberhasilan audit.

Sebagaimana halnya filosofi audit yang terus bergeser dan berkembang, pendekatan
audit khusus seperti control self assessment juga makin berkemban. Survey pendahuluan
dapat membantu auditor memutuskan jenis audit yang paling efektif
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Survey Pendahuluan


Survey pendahuluan (preliminary survey) merupakan proses yang bertujuan untuk
mendapatkan pemahaman yang mendalam mengenai risiko dari suatu unit yang akan
diperiksa. Survey pendahuluan bertujuan untuk mendapatkan informasi mengenai objek yang
diteliti tanpa melakukan verifikasi secara rinci. Tujuan dari survey pendahuluan ini untuk
lebih memahami aktivitas auditee, mengidentifikasi area/bidang yang memerlukan penekanan
khusus dalam audit, memperoleh informasi awal sebagai bahan untuk melakukan pekerjaan
lapangan, dan menetukan apakah perlu melakukan audit lebih lanjut. Dengan kata lain, survey
pendahuluan berguna untuk memahami lebih baik mengenai tujuan, proses, risiko, dan
pengendalian dari bagian/fungsi yang diaudit.
Survey pendahuluan dapat menjadi sarana yang baik untuk menganalisis karyawan
dan system, namun bias juga menjadi sebuah pencarian yang tidak beraturan. Auditor internal
harus memastikan bahwa waktu dan upaya yang dihabiskan untuk survey pendahuluan bias
produktif.

2.2 Langkah Survey Pendahuluan


Langkah-langkah yang harus dilakukan oleh auditor untuk melakukan survey pendahuluan
adalah sebagai berikut :
1. Melakukan studi awal
Studi awal yang dilakukan auditor mencakup penelaahan atas kertas kerja tahun
sebelumnya, temuan audit, bagan organisasi, dan dokumen lain yang akan membantu
untuk lebih memahami subjek audit. Studi awal dilakukan dikantor pusat, meskipun
banyak auditor internal saat ini dapat mengakses informasi secara elektronik dari
lokasi yang jauh. Kertas kerja penugasan sebelumnya dapat menunjukan pendekatan
yang dilakukan auditor lain atas penugasan tersebut, meskipun pendekatan ini
mungkin tidak layak atau tidak diinginkan untuk audit tahun ini
2. Pendokumentasian (Documenting)
Beberapa hal yang dilakukan pada saat pendokumentasian adalah :
a. Pembuatan Daftar Pengingat
Daftar pengingat dirancang untuk membantu auditor mengorganisasikan
kertas kerja mereka dan membuat tahap audit selanjutkan lebih sederhana
untuk dikerjakan.
b. Daftar Isi Awal
Daftar isi sebaiknya disiapkan di bagian pertama kertas kerja sebelum tahap
perencanaan audit. Daftar isi akan memaksa auditor untuk mendaftar
masalah yang harus ditangani seiring dengan kemajuan penugasan dan
membuat kertas kerja.
c. Pengurangan Biaya (Cost Reduction)
Manajemen mengharapkan penugasan auditor internal akan mengurangi
biaya yang dapat mempengaruhi laba perusahaan.
d. Catatan Kesan (Record of Impression)
Catatan kesan berfungsi sebagai daftar pengingat bagi auditor ketika mereka
sedang melakukan pembicaraan rahasia dengan manajer senior. Catatan kesan
dapat membantu mengidentifikasi gejala-gejala kemunduran yang
membutuhkan perhatian khusus dan membutuhkan perbaikan dalam
hubungan dengan karyawan, kondisi kerja, manajemen, dan pengawasan.
Kesan yang perlu dicatat antara lain moral karyawan, kebiasan kerja,
organisasi & penugasan staff, supervisor, hubungan dengan organisasi lain &
daerah kera.
e. Kuesioner
Kuesioner dapat membantu auditor dalam tugas, karena penugasan audit
lebih baik dilakukan oleh orang-orang yang sangat berkualifikasi untuk
menyelesaikan dengan cepat. Kuesioner dapat memberi peluang bagi
karyawan untuk memahami diri sendiri karena berfungsi sebagai lembar
evaluasi diri yang efektif.
3. Bertemu Klien
Pertemuan auditor internal dengan manajer klien memberi peluang bagi auditor untuk
menjelaskan tujuan dan pendekatan audit yang akan dilakukan. Pertemuan awal cenderung
akan menuntun arah audit, salah satunya kemungkinan kerja sama. Auditor internal harus
terbuka mengenai tujuan audit. Auditor internal harus mempunyai keahlian dalam
berhubungan dengan orang dan bekomunikasi secara efektif . Penting bagi auditor untuk
memiliki keahlian dalam komunikasi lisan maupun tulisan sehingga dapat menyampaikan
tujuan audit, evaluasi, kesimpulan, dan rekomendasi secara jelas dan efektif.
Wawancara merupakan salah satu upaya yang dapat menunjang keberhasilan audit.
Wawancara yang sukses didasarkan pada penerapan seksama enam langkah penting yaitu
persiapan, penjadwalan, pembukaan, pelaksanaan, penutupan, dan pencatatan.

4. Mengumpulkan Bahan Bukti


Informasi penting dapat diklasifikasikan ke dalam empat fungsi dasar manajemen
yaitu :
a. Perencanaan (Planning)
 Tentukan tujuan dan aktivitas organisasi, baik jangka panjang maupun jangka
pendek.
 Dapatkan salinan kebijakan, arahan, dan prosedur.
 Dapatkan salinan anggaran.
 Tentukan proyek atau studi khusus yang tengah berlangsung.
 Tentukan apakah rencana masa dating telah dibuat.
 Tanyakan jika ada ide perbaikan yang belum direalisasikan.
 Tentukan cara menetapkan sasaran dan siapa yang menetapkan atau yang
membantu menetapkannya.
b. Pengorganisasian
 Dapatkan salinan bagan organisasi.
 Dapatkan salinan deskripsi jabatan.
 Tanyakan hubungan dengan organisasi lain.
 Telaah tata letak fisikm catatan peralatan, serta lokasi dan kondisi aktiva.
 Tentukan perubahan organisasional apa yang akan dilakukan akhir-akhir ini
atau sejak audit terakhir.
 Dapatkan informasi mengenai ototritas yang didelegasikan dan tanggung
jawab yang diemban.
 Dapatkan informasi mengenai lokasi, sifat, dan ukuran kantor cabang.
c. Pengarahan
 Dapatkan salinan intruksi operasional bagi karyawan.
 Tanyakan kepada karyawan apakah instruksi sudah cukup jelas dan bisa
dipahami.
 Tentukan apakah rentang manajemen dan pengawasan memungkinkan arah
kerja yang memadai.
 Tentukan apakah kewenangan sama dengan tanggung jawab.
 Pada badan pemerintah, tentukan masalah penting yang akan menarik minat
legislatif atau public.
 Identifikasi hambatan bagi kemampuan organisasi untuk melaksanakan tugas
yang diembannya.
d. Kontrol
 Dapatkan salinan standart dan pedoman kerja tertulis.
 Telaah system dan alur kerja.
 Telaah data finansial historis, kenali trennya.
 Telaah operasi finansial.
 Identifikasi aktivitas atau prosedur khusus yang akan digambarkan dengan
bagan alir.
5. Pengamatan (Observing)
Pengamatan (observing) akan terus dilakukan selama survey pendahuluan dilakukan.
Manfaat dari pengamatan (observing) adalah sebagai berikut :
a. Menentukan tujuan, sasaran, dan standart.
Mendapatkan gambaran tujuan aktivitas yang tepat dan kesesuaian misinya
dengan sasaran strategis perusahaan merupakan cerminan professionalism auditor
internal. Jika tujuan tidak dipahami dengan baik maka audit akan kehilangan
manfaatnya.
Auditor internal harus dapat mengetahui sarsan aktivitas yang akan mereka
periksa sebelum melakukan apa yang tertera di program audit dan melakukan
pekerjaan lapangan. Untuk hasil program, sasaran biasanya mencerminkan apa yang
ingin dicapai pihak berwenang seperti legislative, dewan komisaris, dan direktur
utama. Auditor internal yang tidak melalaporakan pencapaian tujuan dan sasaran
tidak layak disebut audit berorientasi manajemen yang efektif (effective
management oriented audit).
Auditor tidak memiliki kewenangan atau tanggung jawab untuk menetapkan
tujuan, sasaran, atau standart untuk karyawan professional. Pedoman audit
menyarankan bahwa pekerjaan auditor internal harus melibatkan pengidentifikasian
sasaran dan standart dan mengupayakan agar bisa diterima tetapi tidak memaksa. Jika
klien menyetujuinya, maka sasaran dan standart tersebut milik klien. Manajer
memiliki tanggung jawab utnuk menetapkan sasaran dan standart untuk mereka
sendiri dan karyawannya.
Saat melakukan survey, auditor internal akan senantiasa mengingat dengan
tepat tujuan, sasaran, dan standart yang seharusnya atau sedang diupayakan untuk
dimiliki organisasi klien. Auditr harus mencoba untuk menetukan apakah :
 Pernyataan formal tentang tujuan telah disiapkan untuk klien.
 Tujuan tersebut sesuai dengan rencana strategis dari organisasi suatu
rancangan besar perusahaan.
 Orang yang akan dibatasi oleh tujuan, sasaran, dan standart berpartisipasi
dalam penetapannya.
 Tujuan diketahui oleh semua pihak yang akan berpartisipasi dalam
pencapaiannya.
 Tujuan tersebut secara realistis mempertimbangkan sumber daya bagi
aktivitas.
 Tujuan tersebut menuntun aktivitas dalam menghadapi kendala dan
kendali eksternal.
 Sasaran dan standart yang ditetapkan akan memotivasi orang untuk
mencapai lebih dari apa yang bisa mereka capai
 Laporan formal dan periodic disiapkan untuk menunjukan tingkat
pencapaian tujuan dan terpenuhinya sasaran dan standart.
 Tujuan, sasaran, dan standart secara periodic dievaluasi ulang dan
didefinisikan ulang.
b. Kontrol-Kontrol untuk Mencapai Tujuan
Jika tujuan, sasaran, dan standart telah teridentifikasi dan disepakati maka
langkah selanjutnya adalah menentukan control apa yang seharusnya diterapkan
untuk memastikan bahwa hasil-hasil yang diinginkan akan dicapai. Auditor internal
dihadapkan pada sejumlah control potensial ketika mereka melakukan survey
pendahuluan kebijakan organisasi atau agensi, prosedur, manual, instruksi khusus,
laporan daftar, registrasi formulir, pembagian tugas, system persetujuan, pengawasan,
dan lainnya. Terkadang apabila mencoba untuk menyerap literature mengenai
sejumlah control sering kali membuang waktu, karena membaca relevansinya dengan
masalah tertentu semua control ini kelihatan tidak berkaitan dengan kenyataan.
c. Mengevaluasi Resiko

Auditor Internal harus mendapatkan bukti yang cukup dan tepat untuk
menentukan bahwa tujuan kunci dari proses manajemen risiko telah tercapai
dalam memberikan opini atas kecukupan proses manajemen risiko. Dalam
mengumpulkan bukti-bukti tersebut, auditor internal mungkin
mempertimbangkan prosedur audit berikut ini:

 Melakukan riset dan review perkembangan, tren, dan informasi


industri terkini terkait dengan usaha yang dilakukan oleh organisasi,
serta sumber informasi lain yang sesuai untuk menentukan risiko dan
eksposur yang dapat mempengaruhi organisasi beserta prosedur
pengendalian yang relevan.
 Mereview kebijakan perusahaan dan risalah rapat Dewan untuk
menentukan strategi bisnis organisasi, filosofi dan metodologi
manajemen risiko, selera risiko, serta penerimaan risiko.
 Mereview laporan evaluasi risiko sebelumnya yang dikeluarkan oleh
manajemen, auditor internal, auditor eksternal, dan/atau sumber lain.
 Melakukan wawancara dengan manajemen lini dan manajemen senior
untuk menentukan tujuan unit bisnis, risiko yang terkait, serta mitigasi
risiko dan aktivitas pemantauan pengendalian manajemen.
 Menyerap informasi untuk kemudian secara independen mengevaluasi
efektivitas mitigasi risiko, pemantauan, dan komunikasi risiko beserta
kegiatan pengendalian terkait.
 Menilai ketepatan garis pelaporan untuk aktivitas pemantauan risiko.
 Mereview kecukupan dan ketepatan waktu pelaporan hasil manajemen
risiko.
 Review kelengkapan analisis risiko yang dilakukan manajemen serta
tindakan yang diambil untuk mengatasi isu yang diangkat oleh proses
manajemen risiko, dan menyarankan perbaikan.
 Menentukan efektivitas proses self-assessment yang dilakukan
manajemen melalui pengamatan, tes langsung atas prosedur
pengendalian dan pemantauan, pengujian keakuratan informasi yang
digunakan dalam aktivitas pemantauan, serta teknik lainnya yang
sesuai.
 Mereview isu terkait risiko yang mungkin menunjukkan kelemahan
dalam praktik manajemen risiko dan, jika perlu, diskusikan dengan
manajemen senior dan Dewan. Jika auditor yakin bahwa manajemen
telah menerima tingkat risiko yang tidak sesuai (atau yang dianggap
tidak bisa diterima) dengan strategi dan kebijakan manajemen risiko
organisasi, auditor harus mengacu pada standar 2600 dan pedoman
audit internal lain terkait.

d. Menentukan pengendalian untuk meminimalkan risiko


Tujuan utama dari audit tersebut adalah untuk memberikan suatu
tindakan untuk berpendapat, apakah atau tidak laporan keuangan yang
diaudit menyajikan secara wajar keuntungan keuangan, posisi/ rugi dan
arus kas entitas. Risiko Audit adalah risiko auditor memberikan pendapat
yang tidak pantas atas laporan keuangan, terutama ketika laporan
keuangan tersebut mengandung salah saji material.

e. Membuat penentuan risiko secara sistematik


Risiko audit (Audit Risk)- risiko bawaan, risiko pengendalian, dan risiko
deteksi
Mungkin dapat kita sebut bahwa didalam risiko audit itu terdapat beberapa
komponen risiko, komponenrisiko tersebut meliputi risiko bawaan, risiko
pengendalian, dan risiko deteksi. Dalam artikel saya kali ini, saya akan
mencoba untuk menjelaskan tentang risiko audit beserta komponen risiko
yang menyertainya tersebut, dan juga bagaimana model risiko auditnya, serta
hubungan antara risiko audit dan bukti audit.

Risiko Audit (AuditRisk)

Bukankah hampir semua yang dilakukan oleh seseorang itu memiliki risiko,
begitu juga dengan proses audit yang dilakukan oleh auditor, tentu saja
memiliki risiko tersendiri. Untuk menjelaskan apa sih risiko audit ini ? Kita
sebaiknya melihat dahulu apa tujuan auditor melakukan proses audit,
bukankah tujuan auditor melakukan proses audit adalah untuk menyatakan
pendapatnya secara tepat atas laporan keuangan klien yang diaudit yang
mengandung salah saji material, sesuai dengan keyakinan yang memadai yang
dimiliki oleh auditor, jika tujuan audit seperti diatas, mungkin kita dapat
mengatakan bahwa risiko audit adalah risiko kemungkinan auditor dalam
menyatakan pendapat atas laporan keuangan klien yang mengandung salah
saji material tanpa sengaja telah gagal dilakukan dengan tepat.

Risiko Bawaan

Mungkin beberapa hal didalam laporan keuangan rentan untuk salah saji
material, seperti halnya kas yang mungkin rentan untuk salah saji material
karena mudahnya kas untuk disalahgunakan. Berkaitan dengan risiko,
kerentanan salah saji material suatu asersi itulah yang dimaksud dengan risiko
bawaan, bisa kita sebut risiko bawaan merupakan risiko yang melekat pada
suatu akun.
Risiko Pengendalian

Pengendalian berkaitan dengan sistem pengendalian internal suatu entitas,


tujuan adanya sistem pengendalian internal adalah untuk mencegah salah saji
material yang mungkin terjadi dalam suatu asersi dengan tepat waktu, jika
pengendalian internal bertujuan untuk itu, maka yang dimaksud dengan risiko
pengendalian adalah risiko terjadi kegagalan pengendalian internal yang tidak
bisa mencegah salah saji material yang mungkin terjadi di suatu asersi dengan
tepat waktu. Ingat bahwa risiko pengendalian melibatkan sistem pengendalian
internal suatu entitas, ketika sistem pengendalian internal suatu entitas itu baik
(efektif) maka risiko pengendalian akan rendah, sebaliknya jika sistem
pengendalian suatu entitas tersebut tidak bagus atau jelek (tidak efektif) maka
risiko pengendalian akan tinggi.

Risiko Deteksi

Ketika seorang auditor melakukan audit terhadap suatu asersi pun terdapat
risiko tersendiri, auditor melakukan audit terhadap suatu asersi tersebut untuk
mendeteksi salah saji material yang terjadi terhadap asersi tersebut, maka yang
dimaksud dengan risiko deteksi adalah risiko auditor tidak dapat
mendeteksinya. Risiko deteksi terbagi menjadi dua, yaitu risiko prosedur
analitis dan risiko pengujian terinci.

6. Pembuatan Bagan Alir


Bagan alir memotret suatu proses. Bagan alir dapat menjadi alat yang berguna bagi
auditor karena dapat menggambarkan system dan merupakan sarana untuk menganalisis
operasi yang kompleks. Pembuatan bagan alir yang formal seharusnya distandarisasikan
dengan departemen audit. Semua auditor harus menggunakan bentuk yang sama dan
mengikuti instruksi dasar yang sama. Biasanya akan sangat membantu bila bagan alir
dikoordinasikan dengan auditor eksternal ataupun auditor independen. Analisis yang tidak
selalu bisa dicapai dangan narasi yang rinci. Namun perlu diperhatikan bahwa tidak semua
bagan alir terperinci, formal, dan ekstensif.
7. Pelaporan
Survei yang dilakuakn biasanya menghasilkan sejumlah informasi yang bermanfaat.
Data yang dikumpulkan dapat mengidentifikasi masalah yang dapat membantu auditor
untuk memutuskan apakah pemeriksaan lebih lanjut diperlukan. Selama penelaahan hasil
survey dengan manajemen, pelaporan temuan positif dan negative bisa jadi kondusif bagi
hubungan auditor dan klien.
Jika survey memberikan keyakinan adanya system, control, pengawasan dan
manajemen yang baik, maka bisa menjadi dasar keputusan tidak dilakukannya audit.
Sumber daya audit biasanya langka dan kebanyakan organisasi audit internal memiliki
lebih banyak proyek audit dibandingkan auditor yang akan melakukannya.
Kebanyakan auditor internal merasa perlu menerbitkan laporan audit walaupun hanya
survey yang dilakukan. Dengan informasi yang dikumpulkan selama survey, mungkin
laporan berharga bisa disiapkan. Namuan akan menjadi lebih bijak untuk secara hati-hati
menguraikan lingkup audit yang terbatas, dengan berkonsentrasi pada kecukupan, bukan
pada efektivitas control dan menunjukan dasar keputusan untuk terus melakukan audit.
Dalam situasi program audit akan disiapkan dan pekerjaan lapangan akan dilakukan yang
mungkin berguna untuk membuat ringkasan hasil survey dan melaporkannya secara
informal ke manajemen. Kadang informasi yang mencukupi akan diperoleh selama survey
untuk merekomendasikan perbaikan bahkan sebelum pengujian substantive dilakukan.
Selama penelahaan hasil survey dengan manajemen, pelaporan temuan positif dan jadi
kondusif bagi hubungan auditor dan klien.
Jika hasil survey kemudian membutuhkan audit, ringkasan audit seharusnya
mencakup langkah-langkah audit yang disarankan dan rasional bagi mereka. Auditor juga
harus mengidentifikasi aktivitas yang tidak akan diaudit dan menjelaskan alasannya.
Estimasi awal untuk waktu dan kebutuhan sumber daya harus dilakukan, bersama dengan
target tanggal pekerjaan lapangan dan fase pelaporan audit.

2.3 Membuat Anggaran Survey


Memperkirakan waktu yang dibutuhkan auditor merupakan factor kunci dalam survey
pendahuluan. Waktu yang akan dialokasikan akan tergantung pada sejumlah factor. Makin
kenal auditor dengan aktivitas yang ada, maka makin sedikit waktu yang diperlukan untuk
melakukan survey. Jika audit bersifat rotasional dan kertas kerja memberikan gambaran yang
jelas mengenal tujuan, sasaran, standart, dan control operasi, bersama dengan bagan alir,
bagan organisasi, dan dokumen lainnya, yang dibutuhkan untuk memperbarui informasi
tersebut.
Perubahan signifikan dalam tujuan, prosedur, system operasi, otomatisasi, organisasi,
manajemen dan pegawai juga akan mempengaruhi waktu yang diperlukan untuk mengenal
dan mengidentifikasi masalah. Semua factor harus dipertimbangkan dalam membuat
anggaran survey. Tidak ada jaminan bahwa baik orang atau tingkah laku mereka akan tetap
sama dari tahun ke tahun.
Tidak ada alasan untuk menggali verifikasi pekerjaan setiap operasi tanpa survey
pendahuluan, bahkan jika hanya menanyakan perubahan apa yang telah terjadi sejak audit
terakhir. Tidak ada standart untuk anggaran survey pendahuluan. Berdasarkan survey
informasi dari praktisi, estimasi wajar mungkin 10 persen hingga 20 persen dari total
anggaran untuk proyek audit.

BAB III
KESIMPULAN

3.1 Kesimpulan
Survey pendahuluan dapat menjadi sarana yang baik untuk menganalisis karyawan
dan system, namun bisa juga menjadi sebuah pencarian yang tidak beraturan. Auditor internal
harus memastikan bahwa waktu dan upaya yang dihabiskan untuk survey pendahuluan bisa
produktif. Keberhasilan dan kegagalan audit sangat tergantung pada survey. Semakin auditor
mengenal lebih jauh aktivitas maka akan semakin cepat waktu yang diperlukan untuk survey
pendahuluan.
Survey pendahuluan merupakan sarana penting untuk membuat auditor lebih
memahami tujuan, proses, risiko, dan control yang terkait dengan audit. Auditor internal
sebaiknya melakukan survey dalam tujuh langkah dasar yaitu melakukan studi awal,
mendokumentasikan, bertemu klien, mendapatkan informasi, mengamati, membuat bagan
alir, dan melaporkan.

Anda mungkin juga menyukai