0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
52 tayangan3 halaman

Proses Cetakan Tertutup dan Filament

Bab 4 membahas proses closed mould seperti transfer moulding, compression moulding, dan injection moulding. Bab 5 membahas filament winding yang melibatkan proses winding serat pada mandrel untuk membentuk komponen dengan berbagai pola seperti hoop, helical, dan polar. Bab 6 menjelaskan proses pultrusion yang melibatkan impregnasi serat dengan resin, pembentukan awal komponen, pembentukan akhir di dalam die panas, dan penarikan komponen secara berkelan

Diunggah oleh

leilana larissa
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
52 tayangan3 halaman

Proses Cetakan Tertutup dan Filament

Bab 4 membahas proses closed mould seperti transfer moulding, compression moulding, dan injection moulding. Bab 5 membahas filament winding yang melibatkan proses winding serat pada mandrel untuk membentuk komponen dengan berbagai pola seperti hoop, helical, dan polar. Bab 6 menjelaskan proses pultrusion yang melibatkan impregnasi serat dengan resin, pembentukan awal komponen, pembentukan akhir di dalam die panas, dan penarikan komponen secara berkelan

Diunggah oleh

leilana larissa
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB 4 – CLOSED MOULD PROCESSES Kekurangan:

Teknik yang digunakan pada closed mould 1. Hanya dapat membuat beberapa bentuk
adalah: dengan filament winding
1. Transfer Moulding 2. Tegangan pada filament harus di control
di mana resin ditransfer dari reservoir ke 3. Harus menentukan resin yang sesuai (gak
closed heated mould tiga dimensi, dengan bisa sembarangan)
curing terjadi karena suhu resin dan cetakan. 4. Bentuk yang rumit dibutuhkan mandrail
Dengan teknik ini, dimana lapisan kain yang desain yang berbeda dan oenambahan
ditempatkan sebelumnya dalam cetakan cost
tertutup diproses, pada tahap berikutnya, Karakteristik system resin:
resin dimasukkan ke dalam cetakan dengan 1. Menyatukan serat dan membantu
tekanan dan / atau vakum. mendistribusikan beban secara merata
2. Compression moulding 2. Melindungi serat dari abrasi selama lilitan
Ketika komponen tercampur yang sudah dan dari abrasi dan korosi setelah proses
ditimbang ditempatkan pada cetakan panas 3 curing
dimensi yang dipanaskan. Saat cetakan 3. Memberikan kekuatan geser interlaminar
menutup, bahan mengalir dan mengisi rongga 4. Membantu mengendalikan sifat kimia dan
cetakan. Bersamaan dengan tahap aliran, listrik dari bagian komposit
proses curing terjadi dan berlanjut sementara Tahapan dan proses filament winding:
tekanan diterapkan ketika cetakan berada proses pembuatan membutuhkan 4 tahapan
dalam posisi tertutup. SMC (sheet moulding utama:
compound), BMC (bulk moulding compound)  Persiapan:
dan MC (molding compound) adalah sistem Mandrel dan alat filament winding
material yang diproses dengan metode dipersiapkan. Fiber diletakkan pada gulungan
pencetakan ini. mesin winding dan mandrel diletakkan pada
3. Injection Moulding poros alat. Agen pencetak digunakan pada
Sistem thermoplas/thermoset akan mandrel. Mandrel dapat juga dipanaskan
diinjeksikan pada tekanan tinggi ke dalam  Winding
rongga tiga dimensi tertutup, yang masing- Fiber dililitkan pada mandrel pada sudut pre-
masing ditahan pada suhu rendah atau tinggi. designated dan pada pola tertentu. Pada
Pendinginan dan pemadatan sistem berbasis tahap ini digunakan kode computer untuk
termoplastik atau curing dari sistem mendapatkan keakuratan yang diinginkan.
termoseting berlangsung saat material berada  Curing
di bawah tekanan tinggi. Bagian dengan mandrel diletakkan pada oven
curing. Temperature yang digunakan
BAB 5 – FILAMENT WINDING
beranekaragam, dan dapat pula dilakukan
Winding pattern ada 3:
curing pada temperature ruangan
1. Hoop  90 derajat
 Mandrel removal
2. Helical  30 – 45 derajat
Mandrel dilepaskan dengan beraneka ragam
3. Polar  komponen spherical, dengan
metode, yang tergantung pada tipe mandrel
sudut axial 0 derajat
(multi-use atau disposable). Mengunakan
Keuntungan:
release agent.
1. Bagus untuk banyak variasi dari berbagai
3 Jenis metode winding:
ukuran bisa besar dan kecil
1. Prepreg winding
2. Material dapat dibuat kuat dalam
Prepreg material memiliki kualitas yang baik.
beberapa arah yang berbeda
Dan biasanya harga mahal namun
3. Material non silinder dapat dibentuk
menghasilkan strukstur yang kuat. Autoclave
setelah winding
curing biasanya menghasilkan produk dengan
high performance. Resin dengan volume BAB 6 - PULTRUSION
diatur, digunakan untuk mengatur jumlah Proses Pultrusion
reinforcement pada wet rerolled prepreg. Proses ini elibatkan beberapa unit secara
2. Wet Winding runut:
Wet winding adalah saat reinforcing fiber  Reinforcement supplier
dilewatkan pada kolam resin atau roller resin fibre akan melewati susunan card sebelum
untuk impregnasi. Untuk meningkatkan fiber memasuki resin bath. Fiber akan dituntun
wetting, kolam resin dan fiber harus melalui jalur eyelet/guiding. Hal ini dilakukan
dipanaskan untuk menentukan temperature. untuk meratakan pendistribusian serta
Kekurangan: mencegah kusut pada roving. Tension antar
 Control konten resin sulit fiber perlu diperhatikan karena ini akan
 Bergantung pada viskositas resin, mempengaruhi bentuk core.
fiber voating, winding speed, fiber  Resin impregnation – wet bath
tension, dll Setelah itu akan masuk menuju resin tank
 Curing cepat untuk melakukan proses penyatuan. Helaian
3. Post Impregnation akan melewati serangkaian roller yang akan
Proses post impregnation sama dengan meratakan dan menyebar roving secara
metode lain namun dry fiber akan dililitkan individual. Hal ini dilakukan untuk memastikan
pada mandrel dan resin diberikan. bahwa fibre benar-benar terbasahi.
Keuntungan:  Preforming guides
 Slippage fiber dapat dihindari Setelah itu akan masuk ke dalam preform
 Lebih murah dibanding dry winding untuk pembentukan awal dari bentuk
 Stiffness meningkat dengan cure composite.
temperature tinggi dari Tg  Heated die
Kerugian: Lalu masuk ke heated die dengan suhu
 Membutuhkan waktu yang k=lebih tertentu. Pembentukan final core terjadi disini.
lama Die harus mempertahankan posisi dan arah
Pada seluruh metode ini dibutuhkan curing fibre, mengkompres fibre hingga fraksi volum
pada temperatur tinggi atau temperatur yang diinginkan.
ruangan bergantung pada material yang  Pulling system
digunakan, resin yang digunakan. Proses Composite core yang telah dingin dan sudah
curing ada pada dua yaitu curing dan post terbentuk akan ditarik oleh pulling unit.
curing. Post curing digunakan pada Terdapat dua pulling device yang bekerja
temperature yang lebih tinggi dari Tg atau secara simultan, pulling A akan
pada temperatur lingkungan. Curing dilakukan menekan/menjepit core lalu menariknya
pada temperatur dibawah Tg secara perlahan dengan panjang langkah
beberapa centimeter menuju pulling B. Pada
titik akhir langkah, sebelum pulling A
membuka ke atas, pulling B akan menjepit
core. Saat pulling B menjepit dan akan mulai
menarik, maka pulling A akan membuka dan
segera kembali ke titik awal untuk bersiap
menjepit kembali. B akan melanjutkan untuk
menarik core tadi dan membuka di akhir
langkah. Siklus ini terus berulang sampai
produksi selesai.
 Sawing Unit
Sebuah alat pemotong (saw) diposisikan
diakhir pulling station. Alat pemotong ini
ditempatkan pada meja bergerak agar dapat
membuat potongan rapi selama pultrusion
terus berjalan.
Factor yang menyebabkan penarikan secara
baik:
Temperature, kecepatan penarikan, derajat
polimerisasi dan viskositas matriks
Benda yang dipakai untuk cetakan pultrusion:
elektrik
Kelebihan pultrusion dibanding yang lain:
1. Kekuatan spesifik yang tinggi
2. Ketahanan kimia dan korosi
3. Machinability
4. Adhesive joining dan mechanical joining
5. Stabilitas dimensi
6. Non-magnetik
7. Electromagnetic transparency
Baja h-beam dan I-beam:
Struktur untuk menopang bagunan, pengganti
bdari besi baja menggunakan pultrusion. Pada
besi baja dapat menyebabkan korosi
sedangkan pultrusion tahan korosi dan
strukturnya lebuh kuat karena dalam 1
cetakan ada ribuan serat dengan arah yang
sama.
Centrifugal casting:
Dilakukan dengan menggunakan prinsip
centrifugal yaitu dengan cara menuangkan
resin ke dalam cetakan yang berputar. Akibat
pengaruh gaya centrifugal resin cair akan
terdistribusi kedinding rongga cetakan dan
kemudian membeku. viskositas resin jangan
terlalu kental karena tidak dapat merata di
permukaan cetakan.

Anda mungkin juga menyukai