)
)
KELOMPOK KOMPETENSI I
PEDAGOGI:
PENGEMBANGAN PERANCANGAN PEMBELAJARAN
PROFESIONAL:
MAKROMOLEKUL, KIMIA TERAPAN 2, TIPS DAN TRICK
EKSPERIMEN
Penulis:
Dr. Poppy Kamalia Devi, [Link]., Dr. Kurniasih, [Link].
Aritta Megadomani, [Link],[Link]., m Dr. Poppy Kamalia Devi, [Link].
Penelaah:
I Nyoman Marsih, Ph.D.
Ali Munawar, [Link].
Penyunting:
Dr. Indrawati, [Link].
Copyright © 2018
Direktorat Pembinaan Guru Pendidikan Menengah
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Peran guru profesional dalam proses pembelajaran sangat penting sebagai kunci
keberhasilan belajar siswa. Guru profesional adalah guru yang kompeten
membangun proses pembelajaran yang baik sehingga dapat menghasilkan
pendidikan yang berkualitas dan berkarakter prima. Hal tersebut menjadikan guru
sebagai komponen yang menjadi fokus perhatian pemerintah pusat maupun
pemerintah daerah dalam peningkatan mutu pendidikan terutama menyangkut
kompetensi guru.
Hamid Muhammad,[Link].,Ph.D.
NIP. 195902191986101001.
iv
KATA SAMBUTAN
KELOMPOK KOMPETENSI I
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kami panjatkan ke Hadirat Allah SWT atas selesainya Modul
Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) mata pelajaran Fisika SMA,
Kimia SMA dan Biologi SMA. Modul ini merupakan model bahan belajar (Learning
Material) yang dapat digunakan guru untuk belajar mandiri, fleksibel dan pro-aktif,
sesuai kondisi dan kebutuhan penguatan kompetensi yang ditetapkan dalam
Standar Kompetensi Guru.
KATA PENGANTAR v
KELOMPOK KOMPETENSI I
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud
peserta didik di sekolah dan ujian yang berstandar nasional. Hasil dari integrasi
tersebut telah dijabarkan dalam bagian-bagian modul yang terpadu, sesuai materi
yang relevan.
Modul ini telah ditelaah dan direvisi oleh tim, baik internal maupun eksternal
(praktisi, pakar dan para pengguna). Namun demikian, kami masih berharap
kepada para penelaah dan pengguna untuk selalu memberikan masukan dan
penyempurnaan sesuai kebutuhan dan perkembangan ilmu pengetahuan
teknologi terkini.
Besar harapan kami kiranya kritik, saran, dan masukan untuk lebih
menyempurnakan isi materi serta sistematika modul dapat disampaikan ke
PPPPTK IPA untuk perbaikan edisi yang akan datang. Masukan-masukan dapat
dikirimkan melalui email para penyusun modul atau email
p4tkipa@[Link].
vi
KATA PENGANTAR
KELOMPOK KOMPETENSI I
MODUL
PENGEMBANGAN KEPROFESIAN BERKELANJUTAN
KELOMPOK KOMPETENSI I
PEDAGOGI:
PENGEMBANGAN PERANCANGAN PEMBELAJARAN
Penulis:
Dr. Poppy Kamalia Devi, [Link]., 022-4231191 devipopi@[Link]
Penelaah:
I Nyoman Marsih, Ph.D.
Ali Munawar, [Link].
Penyunting:
Dr. Indrawati, [Link].
Copyright © 2018
Direktorat Pembinaan Guru Pendidikan Menengah
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
vii
vii
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud
viii
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA
DAFTAR ISI
Hal.
KATA SAMBUTAN ............................................................................................ iii
KATA PENGANTAR ........................................................................................... v
DAFTAR ISI ....................................................................................................... ix
Daftar Gambar .................................................................................................... x
DAFTAR TABEL ................................................................................................. x
PENDAHULUAN ................................................................................................. 1
A. Latar Belakang......................................................................................................... 1
B. Tujuan ..................................................................................................................... 2
C. Peta Kompetensi ..................................................................................................... 2
D. Ruang Lingkup ......................................................................................................... 3
E. Cara Penggunaan Modul ......................................................................................... 4
KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 PENGEMBANGAN PERANCANGAN
PEMBELAJARAN ............................................................................................... 9
A. Tujuan ................................................................................................................... 10
B. Indikator ................................................................................................................ 10
C. Uraian Materi ........................................................................................................ 11
D. Aktivitas Pembelajaran ......................................................................................... 56
E. Latihan /Tugas/Kasus ............................................................................................ 62
F. Rangkuman ........................................................................................................... 65
G. Umpan Balik dan Tindak Lanjut ............................................................................ 66
KUNCI JAWABAN LATIHAN/KASUS/TUGAS ................................................. 67
EVALUASI ........................................................................................................ 69
PENUTUP ......................................................................................................... 73
DAFTAR PUSTAKA .......................................................................................... 75
GLOSARIUM ..................................................................................................... 77
DAFTAR GAMBAR
Hal.
Gambar 1. Alur Model Pembelajaran Tatap Muka ............................................................. 4
Gambar 2. Alur Cara Penggunaan Modul............................................................................ 5
Gambar 3. Alur Cara Penggunaan Modul............................................................................ 7
DAFTAR TABEL
Hal.
Tabel 1. Kompetensi Guru Mata Pelajaran dan Indikator Pencapaian Kompetensi ........... 3
x
DAFTAR ISI, DAFTAR GAMBAR, DAFTAR TABEL
KELOMPOK KOMPETENSI I
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA
A. Latar Belakang
PENDAHULUAN 1
KELOMPOK KOMPETENSI I
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud
B. Tujuan
Setelah mempelajari modul ini dengan kerja keras, kreatif, kerja sama dan
tanggungjawab diharapkan Anda memahami prinsip-prinsip pembelajaran yang
mendidik dan dapat mengembangkan RPP mata pelajaran Kimia yang
mengintegrasikan nilai-nilai karakter dan keterampilan berpikir tingkat tinggi.
C. Peta Kompetensi
Kompetensi Inti dan Kompetensi Guru Mata Pelajaran yang diharapkan setelah
Anda mempelajari modul ini tercantum pada tabel 1 berikut:
2
PENDAHULUAN
KELOMPOK KOMPETENSI I
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA
D. Ruang Lingkup
Ruang lingkup materi pada Modul Kelompok Kompetensi I disusun dalam empat
bagian, yaitu bagian Pendahuluan, Kegiatan Pembelajaran, Evaluasi dan
Penutup. Bagian Pendahuluan berisi paparan tentang latar belakang, tujuan
belajar, kompetensi guru yang diharapkan dicapai setelah pembelajaran, ruang
lingkup dan saran penggunaan modul. Bagian Kegiatan Pembelajaran berisi
Tujuan, Indikator Pencapaian Kompetensi, Uraian Materi, Aktivitas Pembelajaran,
PENDAHULUAN 3
KELOMPOK KOMPETENSI I
3
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud
Cara penggunaan modul pada setiap Kegiatan Pembelajaran secara umum sesuai
dengan skenario penyajian materi pada diklat. Alur model pembelajaran melalui
moda tatap muka penuh dan tatap muka IN-ON-IN adalah sebagai berikut.
4
PENDAHULUAN
KELOMPOK KOMPETENSI I
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA
Deskripsi kedua moda diklat tatap muka ini terdapat pada penjelasan berikut.
Deskripsi Kegiatan
a. Pendahuluan
PENDAHULUAN 5
KELOMPOK KOMPETENSI I
5
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud
b. Mengkaji materi
Pada kegiatan ini Anda mempelajari materi yang diuraikan secara singkat
sesuai dengan indikator pencapaian hasil belajar. Anda dapat mempelajari
materi secara individual atau kelompok dengan melakukan kerjasama yang
baik dengan anggota dalam kelompok Anda
e. Review Kegiatan
Pada kegiatan ini Anda dan peserta lain serta fasilitator mereview materi
sampai mendapatkan persamaan persepsi dan pemahaman materi yang
diuraikan pada modul.
6
PENDAHULUAN
KELOMPOK KOMPETENSI I
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA
Cara penggunaan modul pada moda tatap muka IN-ON-IN sedikit berbeda dengan
moda tatap muka penuh. Perbedaan terdapat pada komponen aktivitas
pembelajaran dan tugas/latihan. Alur dan deskripsi cara penggunaan modul
adalah sebagai berikut.
Deskripsi Kegiatan
Pada kegiatan IN-1 Anda sebagai peserta mempelajari modul sama seperti pada
moda tatap muka penuh sampai mengkaji materi. Mulai komponen Aktivitas
Pembelajaran terdapat kegiatan untuk IN-1 dan ON. Pada IN-1 Anda dipandu
fasilitator mempelajari aktivitas berdasarkan Lembar Kegiatan (LK) yang disiapkan
untuk IN- 1.
PENDAHULUAN 7
KELOMPOK KOMPETENSI I
7
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud
Pada kegiatan ON Anda dapat mengkaji kembali uraian materi secara mandiri dan
melakukan aktivitas belajar berdasarkan instruksi atau LK yang disiapkan untuk
kegiatan ON. Jika ada kegiatan praktik yang tidak bisa dilaksanakan pada IN-1,
kegiatan diganti menjadi diskusi materi LK tersebut dan pelaksanaannya dilakukan
di ON.
Pada kegiatan ON Anda harus menyiapkan laporan sesuai sistematika yang telah
ditetapkan. Hasil kegiatan ON baik berupa tugas LK maupun tugas lainnya
dilampirkan sebagai bukti fisik bahwa Anda telah menyelesaikan seluruh tugas ON
yang ada pada modul. Pada kegiatan IN-2, Anda dan peserta lainnya melaporkan
hasil kegiatan ON dan mendiskusikannya difasilitasi oleh fasilitator.
8
PENDAHULUAN
KELOMPOK KOMPETENSI I
KEGIATAN PEMBELAJARAN 1
PENGEMBANGAN PERANCANGAN
PEMBELAJARAN
A. Tujuan
B. Indikator
Indikator pencapaian kompetensi yang diharapkan dicapai melalui diklat ini adalah:
10
KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 PENGEMBANGAN PERANCANGAN PEMBELAJARAN
KELOMPOK KOMPETENSI I
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA
C. Uraian Materi
Berikut ini uraian materi tentang prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik dan
prinsip-prinsip penyusunan RPP. Anda dapat mempelajarinya diawali dengan
tugas membaca uraian materi selanjutnya secara berkelompok mendiskusikan
tentang prinsip kegiatan pembelajaran, tujuan pembelajaran kimia, standar
kompetensi lulusan, kompetensi inti dan kompetensi dasar kimia dan prinsip
pengembangan RPP kimia.
Sesuai dengan Standar Kompetensi Lulusan dan Standar Isi maka prinsip
pembelajaran yang digunakan:
a. dari peserta didik diberi tahu menuju peserta didik mencari tahu;
b. dari guru sebagai satu-satunya sumber belajar menjadi belajar berbasis
aneka sumber belajar;
c. dari pendekatan tekstual menuju proses sebagai penguatan penggunaan
pendekatan ilmiah;
d. dari pembelajaran berbasis konten menuju pembelajaran berbasis
kompetensi;
e. dari pembelajaran parsial menuju pembelajaran terpadu;
f. dari pembelajaran yang menekankan jawaban tunggal menuju pembelajaran
dengan jawaban yang kebenarannya multi dimensi;
g. dari pembelajaran verbalisme menuju keterampilan aplikatif;
2. Karakteristik Pembelajaran
12
KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 PENGEMBANGAN PERANCANGAN PEMBELAJARAN
KELOMPOK KOMPETENSI I
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA
Pada Pedoman Mata Pelajaran Kimia dinyatakan bahwa budaya yang harus
dibangun dalam pembelajaran kimia pada dasarnya adalah keterlibatan aktif
siswa dalam kerja ilmiah/inkuiri. Ketika siswa melakukan kerja ilmiah, ia tidak
14
KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 PENGEMBANGAN PERANCANGAN PEMBELAJARAN
KELOMPOK KOMPETENSI I
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA
SMA/MA/SMK/MAK/SMALB/Paket C
2) Standar Isi
Standar Isi yang merupakan kriteria mengenai ruang lingkup materi dan tingkat
kompetensi peserta didik untuk mencapai kompetensi lulusan pada jenjang dan
jenis pendidikan tertentu
Ruang lingkup materi kimia mencakup pengetahuan, keterampilan, sikap dan nilai
yang dirumuskan dalam kompetensi dasar kimia yang harus dimiliki siswa. Tingkat
kompetensi merupakan batas minimal pencapaian kompetensi sikap,
pengetahuan, dan keterampilan.
Muatan Kimia untuk kelompok peminatan matematika dan ilmu-ilmu alam pada
SMA/MA/SMALB/PAKET C diuraikan pada tabel 1.2
Tabel 1. 2. Tingkat Kompetensi, Kompetensi dan Ruang Lingkup Materi Kimia Kelas X - XII
16
KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 PENGEMBANGAN PERANCANGAN PEMBELAJARAN
KELOMPOK KOMPETENSI I
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA
Kompetensi Inti merupakan tingkat kemampuan untuk mencapai SKL yang harus
dimiliki seorang peserta didik pada setiap tingkat kelas atau program yang menjadi
landasan pengembangan Kompetensi Dasar.
Penjabaran lengkap mengenai kompetensi dasar mata pelajaran Kimia per jenjang
kelas sesuai dengan lampiran Permendikbud Nomor 24 Tahun 2016 tentang
Kompetensi Inti Dan Kompetensi Dasar Pelajaran Pada Kurikulum 2013 Pada
Pendidikan Dasar Dan Pendidikan Menengah KI dan KD kelas X tertera pada tabel
berikut
18
KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 PENGEMBANGAN PERANCANGAN PEMBELAJARAN
KELOMPOK KOMPETENSI I
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA
3.1 Menjelaskan metode ilmiah, hakikat ilmu 4.1 Menyajikan hasil rancangan dan
Kimia, keselamatan dan keamanan di hasilpercobaan ilmiah
laboratorium, serta peran kimia dalam
kehidupan
3.2 Menganalisis perkembangan model atom 4.2 Menjelaskan fenomena alam atau hasil
dari model atom Dalton, Thomson, percobaan menggunakan model atom
Rutherford, Bohr, dan Mekanika
Gelombang
3.3 Menjelaskan konfigurasi elektron dan pola 4.3 Menentukan letak suatu unsur dalam
konfigurasi elektron terluar untuk setiap tabel periodik berdasarkan konfigurasi
golongan dalam tabel periodik elektron
3.4 Menganalisis kemiripan sifat unsur dalam 4.4 Menyajikan hasil analisis data-data unsur
golongan dan keperiodikannya dalam kaitannya dengan kemiripan dan
sifat keperiodikan unsur
3.5 Membandingkan ikatan ion, ikatan 4.5 Merancang dan melakukan percobaan
kovalen, ikatan kovalen koordinasi, dan untuk menunjukkan karakteristik senyawa
ikatan logam serta kaitannya dengan sifat ion atau senyawa kovalen berdasarkan
zat beberapa sifat fisika
Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Kelas XI dan XII Permendikbud Nomor 24
Tahun 2016 terlampir.
b. Perencanaan Pembelajaran
20
KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 PENGEMBANGAN PERANCANGAN PEMBELAJARAN
KELOMPOK KOMPETENSI I
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA
1) Silabus
Sistematika RPP
22
KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 PENGEMBANGAN PERANCANGAN PEMBELAJARAN
KELOMPOK KOMPETENSI I
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA
A. Identitas
1. Sekolah :
2. Mata pelajaran :
3. Kelas/Semester :
4. Materi Pokok:
5. Alokasi Waktu:
KI 3:
KI 4:
KD 3 KD 4
E. Materi Pembelajaran
(disajikan materi pokok saja, rincian materi setiap pertemuan dinyatakan
dalam Lampiran)
b. Kegiatan Inti
c. Kegiatan Penutup
J. Penilaian
1. Teknik Penilaian:
a. Penilaian Sikap : Observasi/pengamatan/Jurnal
b. Penilaian Pengetahuan : Tes Tertulis/Lisan/Penugasan*)
c. Penilaian Keterampilan : Praktik/Produk/Portofolio/Projek*)
*) coret yang tidak perlu
2. Bentuk Penilaian:
a. Observasi : lembar pengamatan aktivitas peserta didik
b. Tes tertulis : uraian dan lembar kerja
c. Unjuk kerja : lembar penilaian presentasi
d. Portofolio : penilaian laporan
3. Instrumen Penilaian (terlampir)
24
KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 PENGEMBANGAN PERANCANGAN PEMBELAJARAN
KELOMPOK KOMPETENSI I
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA
…………………………… ………….………………………
LAMPIRAN :
1. Bahan ajar
2. Instrumen Penilaian
4) Pelaksanaan Pembelajaran
Pada RPP, guru harus menyusun skenario pelaksanaan pembelajaran pada
kegiatan pembelajaran mulai dari pendahuluan, kegiatan inti dan kegiatan
penutup. Langkah pembelajaran mulai dari pendahuluan, kegiatan inti dan
penutup yang disarankan pada Permendikbud nomor 022 tahun 2016 adalah
sebagai berikut.
a) Kegiatan Pendahuluan
(1) menyiapkan peserta didik secara psikis dan fisik untuk mengikuti proses
pembelajaran;
(2) memberi motivasi belajar peserta didik secara kontekstual sesuai manfaat dan
aplikasi materi ajar dalam kehidupan sehari-hari, dengan memberikan contoh
dan perbandingan lokal, nasional dan internasional, serta disesuaikan dengan
karakteristik dan jenjang peserta didik;
(3) mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang mengaitkan pengetahuan
sebelumnya dengan materi yang akan dipelajari;
(4) menjelaskan tujuan pembelajaran atau kompetensi dasar yang akan dicapai;
dan
(5) menyampaikan cakupan materi dan penjelasan uraian kegiatan sesuai
silabus.
b) Kegiatan Inti
26
KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 PENGEMBANGAN PERANCANGAN PEMBELAJARAN
KELOMPOK KOMPETENSI I
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA
c) Kegiatan Penutup
Dalam kegiatan penutup, guru bersama peserta didik baik secara individual
maupun kelompok melakukan refleksi untuk mengevaluasi:
(1) seluruh rangkaian aktivitas pembelajaran dan hasil-hasil yang diperoleh untuk
selanjutnya secara bersama menemukan manfaat langsung maupun tidak
langsung dari hasil pembelajaran yang telah berlangsung;
(2) memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;
(3) melakukan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pemberian tugas, baik tugas
individual maupun kelompok; dan
(4) menginformasikan rencana kegiatan pembelajaran untuk pertemuan
berikutnya.
RPP sebaiknya ditulis secara sistematis, dalam bahasa yang singkat dan jelas.
Pada penyusunan RPP format RPP tidak ditentukan tetapi seluruh komponen
harus ada. Dari segi estetika sebaiknya ada format atau layout yang baik dan
mudah dibaca. Salah satu bagian penting didalam pengembangan RPP adalah
perumusan indikator dari komptensi dasar.
1) Indikator Sikap
Beberapa indikator sikap spiritual umum yang dapat digunakan untuk mata
pelajaran umum:
28
KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 PENGEMBANGAN PERANCANGAN PEMBELAJARAN
KELOMPOK KOMPETENSI I
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA
b) Disiplin, yaitu tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh pada
berbagai ketentuan dan peraturan.
c) Tanggung jawab, yaitu sikap dan perilaku seseorang untuk melaksanakan
tugas dankewajibannya, yang seharusnya dia lakukan, terhadap diri sendiri,
masyarakat, lingkungan (alam, sosial dan budaya), negara dan Tuhan Yang
Maha Esa.
d) Gotong royong, yaitu bekerja sama dengan orang lain untuk mencapai tujuan
bersama dengan saling berbagi tugas dan tolong-menolong secara ikhlas.
Sikap sosial tersebut merupakan sebagian dari nilai-nilai karakter yang sedang
dikuatkan melalui Penguatan Pendidikan Karakter yang sedang digalakkan
kembali melalui pendidikan.
Contoh indikator sikap sosial dalam mata pelajaran kimia:
a) Menunjukkan perilaku disiplin, teliti, tanggung jawab dan kerjasama dan peduli
lingkungan dalam melakukan percobaan sifat koligatif larutan.
b) Membuang limbah praktikum sel elektrolisis pada tempat yang tersedia.
c) Menunjukkan perilaku bekerja sama, santun dan proaktif dalam melakukan
diskusi materi faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi.
2) Indikator Pengetahuan
Indikator untuk pengetahuan diturunkan dari KD pada KI-3 dengan menggunakan
kata kerja operasional.
3) Indikator Keterampilan
a) Merancang alat uji elektrolit untuk menguji sifat larutan berdasarkan daya
hantar listriknya.
b) Melakukan titrasi asam basa menggunakan perangkat titrasi.
Keterkaitan KI dan KD dengan indikator pencapaian kompetensi serta materi
pembelajaran tertera pata tabel berikut.
30
KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 PENGEMBANGAN PERANCANGAN PEMBELAJARAN
KELOMPOK KOMPETENSI I
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA
Tabel 1. 4. Keterkaitan KI dan KD dengan Indikator Pencapaian Kompetensi pada Topik Sel
Elektrolisis
Materi
Kompe
Kompetensi Pembelajaran
- tensi Indikator Pencapaian Kompetensi
Dasar
Inti
KI 2: “Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerja
sama, toleran, damai), santun, responsif, dan pro-aktif sebagai bagian dari solusi atas
berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial
dan alam serta menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia”.
KI 4: Mengolah, menalar, menyaji, dan mencipta dalam ranah konkret dan ranah abstrak
terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri serta
bertindak secara efektif dan kreatif, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah
keilmuan.
32
KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 PENGEMBANGAN PERANCANGAN PEMBELAJARAN
KELOMPOK KOMPETENSI I
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA
D. Tujuan Pembelajaran
Melalui kegiatan pembelajaran dengan model DL, PBL dan PJBL, peserta didik dapat
menerapkan stoikiometri reaksi redoks dan hukum Faraday untuk menghitung besaran-
besaran yang terkait sel elektrolisis dan merancang prosedur penyepuhan benda dari
logam dengan ketebalan lapisan dan luas tertentu dengan bekerjasama, kreatif, kritis dan
memiliki rasa taggung jawab dalam belajar dan menjaga lingkungan dari limbah praktik
elektrolosis.
E. Materi Pembelajaran
1. Prinsip-prinsip sel elektrolisis
2. Reaksi redoks pada sel elektrolisis larutan dan lelehan dengan elektroda inert
3. Reaksi redoks pada sel elektrolisis larutan dengan elektroda tidak inert
4. Hukum I Faraday dan Hukum II Faraday
5. Perhitungan massa zat hasil elektrolisis dan kuat arus atau waktu yang digunakan pada
elektrolisis menggunakan Hukum I Faraday dan Hukum II Faraday
6. Reaksi redoks yang terjadi pada proses penyepuhan logam
7. Produk industri hasil proses elektrolisis
H. Sumber Belajar
Buku kimia kelas XII Kurikulum 2013, Buku Kimia kelas XII BSE, Bahan bacaan yang relevan
dari internet
34
KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 PENGEMBANGAN PERANCANGAN PEMBELAJARAN
KELOMPOK KOMPETENSI I
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA
I. Langkah-langkah Pembelajaran
Pertemuan Pertama: 3 JP
Kegiatan Inti
**) Stimulation Peserta didik mengamati demonstrasi
(stimullasi/ percobaan elektrolisis larutan, 15 menit
pemberian rangkaian sel yang pertama tidak diberikan
rangsangan) arus listrik dan yang kedua diberikan arus
listrik.
20 menit
Kegiatan Peserta didik dan guru mereview hasil 20menit
Penutup pembelajaran tentang reaksi redoks pada
Generalizatio sel elektrolisis
(menarik
kesimpulan) Guru memberikan penghargaan kepada
kelompok yang berkinerja baik
36
KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 PENGEMBANGAN PERANCANGAN PEMBELAJARAN
KELOMPOK KOMPETENSI I
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA
38
KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 PENGEMBANGAN PERANCANGAN PEMBELAJARAN
KELOMPOK KOMPETENSI I
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA
Kegiatan Fase 5 Pada tahap ini peserta didik mengevaluasi hasil 25 menit
Penutup Menganalisa pemecahan soal-soal penerapan Hukum I dan II
dan Faraday melalui diskusi kelompok . Peserta dapat
mengevaluasi menggunakan buku sumber untuk batuan
proses mengevaluasi hasil diskusi.
pemecahan
masalah Siswa mengerjakan kuis tentang stokiometri reaksi
elektrolisis dengan menerapkan Hukum Faraday
Pertemuan ke 3 : 2 JP
Pada pertemuan ketiga digunakan model Project Based Learning, beberapa tahap
ditugaskan dahulu sehingga kegiatan di kelas langsung ke presentasi rancangan.
Langkah Sintak Model Deskripsi Alokasi
Pembelajaran Pembelajaran Waktu
Kegiatan Guru memberi salam dilanjutkan 5 menit
Pendahuluan dengan menanyakan kabar siswa dan
kesiapan belajar
40
KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 PENGEMBANGAN PERANCANGAN PEMBELAJARAN
KELOMPOK KOMPETENSI I
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA
logam?
Memonitor 15 menit
peserta didik Peserta didik melakukan praktik/proyek
dan kemajuan penyepuhan sesuai rancangan.
proyek
Diskusi pengolahan data praktik dan
Menguji Hasil membuat laporannya 40 menit
J. Penilaian
1. Teknik Penilaian:
a. Penilaian Sikap : Observasi/pengamatan/Jurnal
b. Penilaian Pengetahuan : Tes Tertulis/Lisan/Penugasan*)
c. Penilaian Keterampilan : Praktik/Produk/Portofolio/Projek*)
*) coret yang tidak perlu
2. Bentuk Penilaian:
a. Observasi : lembar pengamatan aktivitas peserta didik
b. Tes tertulis : uraian dan lembar kerja
c. Unjuk kerja : lembar penilaian presentasi
d. Portofolio : penilaian laporan
b. Pertemuan Kedua:
- Penilaian Sikap: Lembar observasi diskusi materi Hukum Faraday
- Penilaian Pengetahuan: Soal pilihan ganda, uraian materi Hukum Faraday
42
KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 PENGEMBANGAN PERANCANGAN PEMBELAJARAN
KELOMPOK KOMPETENSI I
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA
c. Pertemuan Ketiga:
- Penilaian Sikap: lembar penilaian antar teman, catatan guru pada kegiatan praktik
- Penilaian Keterampilan: lembar observasi presentasi, format penilaian tugas proyek dan
format penilaian Laporan proyek.
…………………………… ………….………………………
NIP …………………….. NIP ……………………………
Elektrolisis artinya penguraian suatu zat akibat arus listrik. Arus listrik yang digunakan
adalah arus searah. Tempat berlangsungnya reaksi reduksi dan oksidasi dalam sel
elektrolisis sama seperti pada sel volta, yaitu anoda (reaksi oksidasi) dan katoda (reaksi
reduksi). Perbedaan sel elektrolisis dan sel volta terletak pada kutub elektroda. Pada sel
volta, anoda (–) dan katoda (+), sedangkan pada sel elektrolisis sebaliknya, anoda (+) dan
katoda (–). Pada sel elektrolisis anode dihubungkan dengan kutub positif sumber energi
listrik, sedangkan katoda dihubungkan dengan kutub negatif.
Kegunaan elektrolisis
Elektrolisis banyak dilakukan pada industri seperti pada elektroplating atau penyepuhan
logam, pemurnian logam dan pembuatan senyawa
44
KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 PENGEMBANGAN PERANCANGAN PEMBELAJARAN
KELOMPOK KOMPETENSI I
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA
Praktik elektrolisis Na2SO4 1M, Larutan KI 1M, Larutan CuSO4 1M dengan elektroda inert
atau elektroda tidak inert
Perilaku
Nama
No
Siswa Peduli
Disiplin Kerjasama Teliti Kreatif Keterangan
Tanggung Lingkungan
jawab
1. .........
....
Catatan: Perilaku diisi dengan Sangat Baik, Baik, Cukup dan Kurang
Kelas/Semester: XII / 1
Indikator: Peserta didik menunjukkan perilaku kerjasama, rasa ingin tahu, santun, dan komunikatif sebagai
wujud kemampuan memecahkan masalah dan membuat keputusan.
Perilaku
Nama Keterangan
No
Siswa
. Rasa
Kerja sama Santun Komunikatif
ingin tahu
1. ................
...
Catatan: Perilaku diisi dengan Sangat Baik, Baik, Cukup dan Kurang
46
KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 PENGEMBANGAN PERANCANGAN PEMBELAJARAN
KELOMPOK KOMPETENSI I
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA
Penilaian Diri
Kelas: ...................
Sudah
No Belum
Pernyataan memahami
memahami
7 Memahami langkah-langkah
percobaan sel elektrolisis
Penilaian Diri
Tugas:............................ Nama:..........................
Kelas:..............................
Bacalah baik-baik setiap pernyataan dan berilah tanda V pada kolom yang sesuai
dengan keadaan dirimu yang sebenarnya.
No Pernyataan YA TIDAK
48
KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 PENGEMBANGAN PERANCANGAN PEMBELAJARAN
KELOMPOK KOMPETENSI I
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA
Format Jurnal
JURNAL
Tanggal: ………………………….
............................................................................................................................
..................................................................................................................
....................................................................................................
50
KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 PENGEMBANGAN PERANCANGAN PEMBELAJARAN
KELOMPOK KOMPETENSI I
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA
10. Pada proses elektrolisis larutan Perak nitrat ( AgNO 3 ), jika arus yang di
gunakan sebesar 10 A selama 482,5 detik, maka massa perak yang
diendapkan adalah … (1 F = 96.500 C; Ar Ag = 108 )
A. 0,90 gram
B. 1,80 gram
C. 9,00 gram
D. 18,00 gram
E. 90,00 gram
Soal Uraian
Soal Uraian
Kunci Jawaban
a. Kunci Jawaban Soal Pilihan Ganda:
No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Jawaban E C B E C D D A D C
52
KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 PENGEMBANGAN PERANCANGAN PEMBELAJARAN
KELOMPOK KOMPETENSI I
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA
2 Pada elektrolisis larutan NaCl dihasilkan larutan NaOH, gas H2 dan Cl2 , 10
Topik: ...............................
Kelas: ................................
Kegiatan
Persiapan Pelaksanaan Jumlah
No Nama Akhir
Percobaan Percobaan Skor
Percobaan
1. ………………………
2.
54
KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 PENGEMBANGAN PERANCANGAN PEMBELAJARAN
KELOMPOK KOMPETENSI I
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA
Rubrik
Keterampilan
No Skor Rubrik
yang dinilai
3 LAPORAN PROYEK :
a. Sistematika Laporan
b. Performans
c. Presentasi
TOTAL SKOR
D. Aktivitas Pembelajaran
1. Kegiatan IN - 1
Setelah mengkaji materi tentang Perancangan Pembelajaran, silahkan Anda
mendiskusikannya selanjutnya mengerjakan kegiatan terkait perancangan
pembelajaran sesuai lembar kerja yang tersedia. Setelah selesai perwakilan
kelompok mempresentasikan hasil kegiatan, peserta lain menyimak presentasi
dengan cermat dan serius sebagai penghargaan kepada pembicara. Pada
kegiatan IN-1 Anda dan peserta lain mengerjakan LK-1 Analisis KI dan KD. Setelah
itu pembagian tugas menyusun RPP. Bagilah tugas RPP, setiap peserta berbeda
topik sehingga pada saat IN-2 akan terkumpul sejumlah RPP dari kelas X,XI dan
XII.
56
KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 PENGEMBANGAN PERANCANGAN PEMBELAJARAN
KELOMPOK KOMPETENSI I
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA
2. Kegiatan ON
Pada kegiatan ON anda mengerjakan tugas LK-2 yaitu menyusun RPP dengan
topik yang telah ditetapkan pada saat IN- 1. Telaah RPP menggunakan format
yang tersedia, sehingga isi RPP menjadi terstandar.
Lembar Kegiatan 1
Analisis KI dan KD
Langkah Kegiatan:
Lembar Kegiatan 2
Tujuan Kegiatan: Melalui diskusi kelompok peserta mampu menyusun RPP yang
menerapkan pendekatan saintifik sesuai model belajar yang relevan
dan menelaah RPP untuk perbaikan.
Langkah Kegiatan:
*) komponen-sistematika RPP yang ada di dalam modul sesuai dengan Permedikbud nomor 22
tahun 2016
**) format RPP atau lay out tidak harus sama tetapi diharapkan disusun dengan rapih, sistematis
dengan kalimat yang singkat, jelas dan mudah difahami.
58
KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 PENGEMBANGAN PERANCANGAN PEMBELAJARAN
KELOMPOK KOMPETENSI I
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA
Topik : _______________________________
Berilah tanda cek ( V) pada kolom skor (1, 2, 3 ) sesuai dengan kriteria yang tertera pada
kolom tersebut! Berikan catatan atau saran untuk perbaikan RPP sesuai penilaian Anda!
2. Kompetensi Dasar
3. Kesesuaian dengan
pengetahuan, dan keterampilan
60
KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 PENGEMBANGAN PERANCANGAN PEMBELAJARAN
KELOMPOK KOMPETENSI I
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA
Pemilihan Bahan
I. Tidak Sesuai Sesuai
Pembelajaran
Sesuai Sebagian Seluruhnya
Pemilihan Sumber
J. Tidak Sesuai Sesuai
Pembelajaran
Sesuai Sebagian Seluruhnya
Jumlah
..............................................................................................................................................
............................................................................................................................................
E. Latihan /Tugas/Kasus
Setelah mempelajari materi ini, silahkan anda mencoba mengerjakan soal secara
mandiri selanjutnya kumpulkan hasil kerja tepat waktu sesuai jadwal yang
ditentukan
1. Diantara pernyataan berikut yang tidak termasuk prinsip pembelajaran yang
mendidik adalah....
A. peningkatan dan keseimbangan antara keterampilan fisikal (hardskills) dan
keterampilan mental (softskills);
B. pembelajaran yang mengutamakan pembudayaan dan pemberdayaan
peserta didik sebagai pembelajar sepanjang hayat;
C. pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk meningkatkan
efisiensi dan efektivitas pembelajaran; dan
D. membangun kesadaran tentang keteraturan dan keindahan alam sebagai
wujud kebesaran Tuhan Yang Maha Esa
3. KD pelajaran kimia kelas XII pada topik sifat koligatif larutan elektrolit dan
larutan nonelektrolit adalah 3.2 membedakan sifat koligatif larutan elektrolit
dan larutan nonelektrolit 4.2 menganalisis data percobaan untuk menentukan
derajat pengionan perumusan indikator pencapaian kompetensi yang paling
tepat bagi kedua KD tersebut adalah....
A. menjelaskan perbedaan sifat koligatif larutan elektrolit dan nonelektrolit
62
KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 PENGEMBANGAN PERANCANGAN PEMBELAJARAN
KELOMPOK KOMPETENSI I
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA
4. Tujuan pembelajaran yang tercantum pada RPP seorang guru kimia adalah
”peserta didik dapat menentukan kadar larutan asam asetat dalam cuka dapur
melalui percobaan” Materi ajar yang sesuai dengan tujuan tersebut adalah . .
..
A. titrasi asam basa
B. sifat asam basa
C. konsentrasi larutan
D. pH larutan
64
KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 PENGEMBANGAN PERANCANGAN PEMBELAJARAN
KELOMPOK KOMPETENSI I
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA
F. Rangkuman
66
KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 PENGEMBANGAN PERANCANGAN PEMBELAJARAN
KELOMPOK KOMPETENSI I
KUNCI JAWABAN LATIHAN/KASUS/TUGAS
Tugas Kegiatan IN-1 LK-1. Untuk menghasilkan tugas analisis yang baik,
pelajari contoh pada modul dan buku kimia untuk menganalisis materi kimianya
serta pelajari juga rubrik berikut.
Cukup (C) 70 < C ≤ 80 Ada 2 aspek sesuai dengan kriteria, 2 aspek kurang
sesuai
Tugas Kegiatan ON
LK- 2. Untuk menghasilkan tugas pembuatan RPP, pelajari contoh pada modul
dan pelajarari buku kimia untuk pemilihan materi ajar . Pelajari juga rubrik
berikut.
1. Berikan nilai setiap komponen RPP dengan cara membubuhkan tanda cek
(√) pada kolom pilihan skor (1 ), (2) dan (3) sesuai dengan penilaian Anda
terhadap RPP tersebut!
2. Setelah selesai penilaian, jumlahkan skor seluruh komponen!
3. Tentukan nilai RPP menggunakan rumus sbb:
Skor yang diperoleh
𝑁𝑖𝑙𝑎𝑖 = x 100%
81
PERINGKAT NILAI
No Soal 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Kunci Jawaban D B C A D A C B A B
EVALUASI 69
KELOMPOK KOMPETENSI I
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud
6. Tujuan pembelajaran yang tercantum pada RPP seorang guru kimia kelas XI
adalah ” peserta didik dapat menjelaskan sifat asam basa berbagai larutan
garam melalui percobaan”
Materi ajar yang sesuai dengan tujuan tersebut adalah . . . .
A. asam basa
B. hidrolisis
C. pH larutan
D. larutan penyangga
70 EVALUASI
KELOMPOK KOMPETENSI I
LISTRIK untuk SMP
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA
7. RPP yang disusun guru harus dikembangkan sesuai prinsip penyusunan RPP
pada peraturan menteri yang berlaku. Diantara pernyataan berikut yang bukan
merupakan prinsip penyusunan RPP adalah. . . .
A. penerapan teknologi informasi dan komunikasi secara terintegrasi,
sistematis, dan efektif sesuai dengan situasi dan kondisi.
B. berpusat pada peserta didik untuk mendorong semangat belajar, motivasi,
minat, kreativitas, inisiatif, inspirasi, inovasi dan kemandirian.
C. pengembangan budaya membaca dan menulis yang dirancang untuk
mengembangkan kegemaran membaca
D. memberi motivasi belajar peserta didik secara kontekstual sesuai manfaat
dan aplikasi materi ajar dalam kehidupan sehari-hari
8. Pada pembelajaran konsep asam basa dan pH, peserta didik ditugaskan
untuk mengamati kondisi perairan (selokan, sungai, air sumur) yang diduga
bermasalah di sekitar lingkungan rumah mereka. Mereka mengidentifikasi
kondisi air (pH, kekeruhan, daya hantar listrik, dll), serta menganalisis faktor
penyebabnya. Kegiatan ini sesuai dengan tujuan pembelajaran kimia berikut,
kecuali....
A. memupuk sikap ilmiah yang mencakup: sikap jujur dan obyektif
B. menerapkan konsep-konsep kimia untuk menyelesaikan masalah dalam
kehidupan sehari-hari dan teknologi
C. meningkatkan kesadaran terhadap aplikasi ilmu kimia yang dapat
bermanfaat dan juga mungkin merugikan
D. memahami konsep-konsep kimia dan saling keterkaitannya sebagai bekal
belajar kimia di perguruan tinggi.
9. Diantara kegiatan yang seharusnya muncul pada RPP bagian kegiatan inti
atau pelaksanaan pembelajaran adalah....
A. mendiskusikan kompetensi yang sudah dipelajari dan dikembangkan
sebelumnya berkaitan dengan kompetensi yang akan dipelajari dan
dikembangkan
B. penggunaan pendekatan saintifik yang disesuaikan dengan karakteristik
mata pelajaran dan peserta didik
EVALUASI 71
KELOMPOK KOMPETENSI I
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud
72 EVALUASI
KELOMPOK KOMPETENSI I
PENUTUP
PENUTUP 73
KELOMPOK KOMPETENSI I
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud
74 PENUTUP
KELOMPOK KOMPETENSI I
DAFTAR PUSTAKA
Kemdikbud. 2016. Permendikbud No. 24 Tahun 2016 Tentang Kompetensi Inti Dan
Kompetensi Dasar Pelajaran Pada Kurikulum 2013 Pada Pendidikan Dasar Dan
Pendidikan Menengah. Jakarta: Puskurbuk
Silberberg. 2010. Chemistry The Molecular Nature of Matter and Change. New
York: Mc Graw Hill Companies. Inc.
DAFTAR PUSTAKA 75
KELOMPOK KOMPETENSI I
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud
Pustaka Internet
76 DAFTAR PUSTAKA
KELOMPOK KOMPETENSI I
GLOSARIUM
GLOSARIUM 77
KELOMPOK KOMPETENSI I
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud
78 GLOSARIUM
KELOMPOK KOMPETENSI I
MODUL
PENGEMBANGAN KEPROFESIAN BERKELANJUTAN
KELOMPOK KOMPETENSI I
PROFESIONAL:
MAKROMOLEKUL, KIMIA TERAPAN 2, TIPS DAN TRICK
EKSPERIMEN
Penulis:
Dr. Kurniasih, [Link]. 022-4231191 [Link]@[Link]
Aritta Megadomani, [Link],[Link]. 022-4231191 rithablue@[Link]
Dr. Poppy Kamalia Devi, [Link]. 022-4231191 devipopi@[Link]
Penelaah:
I Nyoman Marsih, Ph.D.
Ali Munawar, [Link].
Penyunting:
Dr. Indrawati, [Link].
Copyright © 2018
Direktorat Pembinaan Guru Pendidikan Menengah
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
i
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud
ii
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA
DAFTAR ISI
Hal.
DAFTAR ISI ....................................................................................................... iii
DAFTAR GAMBAR ............................................................................................. v
DAFTAR TABEL ................................................................................................ vi
PENDAHULUAN ................................................................................................. 1
A. Latar Belakang......................................................................................................... 1
B. Tujuan ..................................................................................................................... 2
C. Peta Kompetensi ..................................................................................................... 2
D. Ruang Lingkup ......................................................................................................... 3
E. Cara Penggunaan Modul ......................................................................................... 4
KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 MAKROMOLEKUL (KARBOHIDRAT,
PROTEIN, DAN LEMAK) .................................................................................... 9
A. Tujuan ................................................................................................................... 10
B. Indikator Pencapaian Kompetensi ........................................................................ 10
C. Uraian Materi ........................................................................................................ 10
D. Aktivitas Pembelajaran ......................................................................................... 38
E. Latihan/Kasus/Tugas ............................................................................................. 42
F. Rangkuman ........................................................................................................... 47
G. Umpan Balik dan Tindak Lanjut ............................................................................ 48
KEGIATAN PEMBELAJARAN 2 KIMIA KOSMETIK DAN OBAT ................... 49
A. Tujuan ................................................................................................................... 50
B. Indikator Pencapaian Kompetensi ........................................................................ 50
C. Uraian Materi ........................................................................................................ 51
Petroleum jelly .............................................................................................................. 63
D. Aktivitas Pembelajaran ......................................................................................... 78
E. Latihan/Kasus/Tugas ............................................................................................. 84
F. Rangkuman ........................................................................................................... 88
G. Umpan Balik dan Tindak Lanjut ............................................................................ 90
iii
DAFTAR ISI, DAFTAR GAMBAR, DAFTAR TABEL
KELOMPOK KOMPETENSI I
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud
iv
DAFTAR ISI, DAFTAR GAMBAR, DAFTAR TABEL
KELOMPOK KOMPETENSI I
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA
DAFTAR GAMBAR
Hal.
Gambar 1. Alur Model Pembelajaran Tatap Muka ............................................................. 4
Gambar 2. Alur Cara Penggunaan Modul ........................................................................... 5
Gambar 3. Alur Cara Penggunaan Modul ........................................................................... 7
v
DAFTAR ISI, DAFTAR GAMBAR, DAFTAR TABEL
KELOMPOK KOMPETENSI I
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud
DAFTAR TABEL
Hal.
Tabel 1. Kompetensi Guru Mapel dan Indikator Pencapaian Kompetensi ......................... 3
Tabel 3. 1. harga pH pada setiap penambahan NaoH 0,1 M ke dalam larutan HCl 0,1M
dan kedalam larutan CH3COOH 0,1M ............................................................................. 108
vi
DAFTAR ISI, DAFTAR GAMBAR, DAFTAR TABEL
KELOMPOK KOMPETENSI I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Modul diklat yang berjudul “Makromolekul, Kimia Kosmetika dan Obat serta Trik
dan Tips melakukan eksperimen kimia.” merupakan modul untuk kompetensi
profesional guru pada kelompok kompetensi I. Materi pada modul dikembangkan
dari kompetensi profesional guru pada Permendiknas nomor 16 tahun 2007.
Setiap materi bahasan dikemas dalam kegiatan pembelajaran yang memuat
tujuan, indikator pencapaian kompetensi, uraian materi, aktivitas pembelajaran,
latihan/tugas, rangkuman, umpan balik dan tindak lanjut.
PENDAHULUAN
1
KELOMPOK KOMPETENSI I
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud
B. Tujuan
C. Peta Kompetensi
Kompetensi inti yang diharapkan setelah guru peserta diklat belajar dengan modul
ini adalah memahami konsep-konsep, hukum-hukum, dan teori-teori kimia meliputi
struktur, dinamika, energetika dan kinetika serta penerapannya secara fleksibel.
Kompetensi Guru Mata Pelajaran dan indikator Pencapaian Kompetensi yang
diharapkan tercapai melalui belajar dengan modul ini adalah:
2
PENDAHULUAN
KELOMPOK KOMPETENSI I
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA
Indikator Esensial/
Kompetensi Guru Mapel
Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK)
20.1. Memahami konsep- 1. Menjelaskan struktur, tatanama dan
konsep, hukum-hukum, penggolongan karbohidrat
dan teori-teori kimia 2. Mengidentifikasi jenis dan sifat karbohidrat
meliputi struktur, dinamika, menggunakan berbagai pereaksi
energetika dan kinetika 3. Menjelaskan struktur dan tatanama protein
serta penerapannya 4. Menganalisis gugus fungsi pada protein
secara fleksibel menggunakan berbagai pereaksi
5. Menjelaskan perbedaan struktur lemak jenuh
dan tak jenuh
6. Mengidentifikasi lemak berdasarkan sifatnya.
20.7 Menjelaskanpenerapan 1. Mengidentifikasi bahan-bahan kimia yang ada
hukum-hukum kimia dalam dalam kosmetika
teknologi yang terkait dengan 2. Menjelaskan penggolongan kimia kosmetika
kimia terutama yang dapat 3. Menjelaskan manfaat dan efek samping
ditemukan dalam kehidupan penggunaan kosmetika
sehari-hari 4. Mengelompokkan obat/bahan kimia obat
untuk keperluan medis berdasarkan kategori
obat
5. Menghitung dosis obat yang biasa digunakan
dalam kehidupan sehari-hari
6. Menjelaskan penggunaan obat-obatan
dengan cara bijaksana dan tanggungjawab
20.13. Melaksanakan 1. Merancang prosedur kerja secara sistematis
eksperimen kimia dengan cara suatu eksperimen kimia
yang benar. 2. Melakukan eksperimen sesuai dengan
prosedur kerja
3. Mencatat data dengan teliti dan akurat
4. Menyajikan hasil pengolahan data eksperimen
dalam bentuk tabel, grafik atau deskripsi
5. Menganalis cara yang tepat untuk
melaksanakan kegiatan belajar di
laboratorium sesuai topik kimia
D. Ruang Lingkup
Ruang lingkup materi pada Modul ini disusun dalam empat bagian, yaitu bagian
Pendahuluan, Kegiatan Pembelajaran, Evaluasi dan Penutup. Bagian
pendahuluan berisi paparan tentang latar belakang modul kelompok kompetensi I,
tujuan belajar, kompetensi guru yang diharapkan dicapai setelah pembelajaran,
ruang lingkup dan saran penggunaan modul. Bagian kegiatan pembelajaran berisi
Tujuan, Indikator Pencapaian Kompetensi, Uraian Materi, Aktivitas Pembelajaran,
3
PENDAHULUAN
KELOMPOK KOMPETENSI I
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud
Deskripsi kedua moda diklat tatap muka ini terdapat pada penjelasan berikut.
4
PENDAHULUAN
KELOMPOK KOMPETENSI I
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA
Alur dan deskripsi cara penggunaan modul pada moda Tatap Muka Penuh
Deskripsi Kegiatan
a. Pendahuluan
Pada kegiatan pendahuluan Anda dipersilahkan
mempelajari :
b. Mengkaji materi
Pada kegiatan ini Anda mempelajari materi tentang Makromolekul, Kimia
Kosmetika dan Obat serta Tips dan Trik dalam eksperimen kimia yang diuraikan
secara singkat sesuai dengan indikator pencapaian hasil belajar. Anda dapat
mempelajari materi secara individual atau kelompok dengan melakukan
kerjasama yang baik dengan anggota dalam kelompok Anda
5
PENDAHULUAN
KELOMPOK KOMPETENSI I
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud
Cara penggunaan modul pada moda tatap muka IN-ON-IN sedikit berbeda dengan
moda tatap muka penuh. Perbedaan terdapat pada komponen aktivitas
pembelajaran dan tugas/latihan. Alur dan deskripsi cara penggunaan modul
adalah sebagai berikut.
6
PENDAHULUAN
KELOMPOK KOMPETENSI I
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA
Deskripsi Kegiatan
7
PENDAHULUAN
KELOMPOK KOMPETENSI I
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud
8
PENDAHULUAN
KELOMPOK KOMPETENSI I
KEGIATAN PEMBELAJARAN 1
MAKROMOLEKUL (KARBOHIDRAT, PROTEIN, DAN
LEMAK)
Kompetensi ini dapat dicapai jika guru mempelajari materi ini dengan semangat
yang tinggi, kreatif, dan kerja keras, termasuk dalam melaksanakan semua
aktivitas pembelajaran yang ditugaskan. Setelah mempelajari materi sampai
tuntas, buatlah rangkuman dalam bentuk mindmap sesuai kreativitas Anda
masing-masing atau Anda juga dapat menyelesaikannya dalam kelompok.
A. Tujuan
Setelah mempelajari modul ini diharapkan Anda dapat memahami struktur, tata
nama, sifat, penggolongan, dan penggunaan makromolekul (karbohidrat, protein,
dan lemak dan merancang dan melaksanakan berbagai praktik
laboratorium/percobaan untuk mengidentifikasi jenis-jenis karbohidrat,
protein/asam amino, dan lemak serta mengimplementasikan didalam
pembelajaran yang mengitegrasikan nilai=nilai karakter dan keterampilan berpikir
tingkat tinggi
C. Uraian Materi
Karbohidrat, protein, dan lemak merupakan biopolimer yang telah dikenal lama
oleh nenek moyang kita dan banyak digunakan untuk keperluan rumah tangga.
Biopolimer merupakan ciptaan Tuhan Yang Maha Esa yang sangat penting bagi
kehidupan umat manusia dan harus disyukuri dengan cara memanfaatkannya
secara berkelanjutan. Contoh penggunaan biopolimer ini, diantaranya kapas
(selulosa) untuk kasur, serat rosela untuk karung, getah karet untuk balon, ban
dan lain-lain. Akan tetapi, dengan meningkatnya kebutuhan manusia dengan
disertai menipisnya bahan alam, para ahli mulai memikirkan bagaimana cara
memenuhi kebutuhan akan polimer-polimer tersebut muncullah ide untuk
membuat polimer tiruan yang dikenal dengan nama "polimer sintetis". Seperti
10
KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 MAKROMOLEKUL (KARBOHIDRAT, PROTEIN, DAN LEMAK)
KELOMPOK KOMPETENSI I
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA
selulosa (kapas) diganti dengan busa karet (spon), rayon karung goni (bahan serat
rosella) diganti dengan karung plastik dalam mempelajari makromolekul
karbohidrat, protein, dan lemak, anda dapat memahami struktur, tata nama,
penggolongan, sifat, dan kegunaan makromolekul lebih jelasnya, perhatikan
uraian berikut ini.
1. Karbohidrat
Karbohidrat merupakan makromolekul yang paling banyak ditemukan di alam
dengan rumus umum Cn(H2O)m. Jenis senyawa organik yang terdiri atas karbon,
hidrogen, dan oksigen ini, secara struktur kimia tergolong ke dalam senyawa
polihidroksi aldehid atau polihidroksi keton dan turunan-turunannya, merupakan
sumber makanan dan energi yang penting bagi manusia dan hewan. Karbohidrat
dihasilkan oleh tumbuhan hijau pada proses fotosintesis yang berlangsung dengan
bantuan energi matahari.
Energi matahari
nCO2 (g) + mH2O (l) Cn(H2O)m + nO2
a. Karbohidrat Sederhana
Karbohidrat sederhana sangat mudah dikenali melalui rumus empirisnya, karena
perbandingan antara atom karbon, hidrogen, dan oksigennya yaitu 1:2:1,
contohnya adalah C3H6O3 (triosa) atau C5H5O10 (pentosa). Selain itu, karbohidrat
sederhana umumnya juga dapat diidentifikasi melalui tata namanya yang sesuai
dengan jumlah atom karbon yang terdapat dalam molekul, contohnya adalah triosa
yang memiliki 3 atom karbon, pentosa yang memiliki 5 atom karbon, dan heksosa
yang memiliki 6 atom karbon. Berdasarkan jumlah molekulnya, karbohidrat
sederhana dibagi menjadi monosakarida dan disakarida.
1) Monosakarida
Monosakarida merupakan karbohidrat paling sederhana yang tidak dapat
diuraikan lagi menjadi molekul yang lebih sederhana melalui hidrolisis.
11
KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 MAKROMOLEKUL (KARBOHIDRAT, PROTEIN, DAN LEMAK)
KELOMPOK KOMPETENSI I
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud
12
KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 MAKROMOLEKUL (KARBOHIDRAT, PROTEIN, DAN LEMAK)
KELOMPOK KOMPETENSI I
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA
Semua monosakarida mempunyai atom C asimetris atau atom C kiral, yaitu atom
C yang mengikat empat atom atau gugus atom yang berbeda. Struktur
monosakarida dapat digambarkan menggunakan struktur yang dikemukakan
oleh Emil Fischer yang dikenal sebagai struktur Fischer. Struktur monoskarida
juga dapat digambarkan dalam bentuk siklik yang diusulkan oleh kimiawan Inggris,
Walter N. Haworth sehingga dikenal sebagai struktur Haworth.
Struktur setiap monosakarida terdiri atas dua konfigurasi, yaitu D- dan L-.
Konfigurasi-konfigurasi tersebut didasarkan pada arah gugus hidroksil (-OH) pada
atom C asimetris nomor terbesar. Atom C asimetris tersebut disebut juga atom C
kiral, yaitu atom C yang mengikat 4 atom atau gugus yang berbeda. Berdasarkan
struktur Fischer, jika gugus tersebut mengarah ke kanan, maka monosakarida
ditandai dengan D- (dekstro = kanan), sedangkan jika gugus tersebut mengarah
ke kiri, maka monosakarida ditandai dengan L- (levo = kiri) (Gambar 1.2).
(sumber: [Link])
Beberapa molekul yang memiliki gugus aldehid atau keton sekaligus gugus hidroksi (-
OH) dalam satu molekul yang sama, gugus aldehid atau keton tersebut dapat bereaksi
dengan gugus –OH dalam suatu reaksi intramolekul yang menghasilkan struktur siklik.
Perhatikan contoh perubahan bentuk molekul glukosa dari struktur linier Fischer
menjadi bentuk siklik struktur Haworth pada Gambar 1.3 berikut.
13
KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 MAKROMOLEKUL (KARBOHIDRAT, PROTEIN, DAN LEMAK)
KELOMPOK KOMPETENSI I
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud
Glukosa (C6H12O6) juga dikenal sebagai dekstrosa karena dapat memutar bidang
polarisasi cahaya ke kanan. Selain glukosa, fruktosa juga dapat membentuk
struktur siklik berupa cincin furanosa dengan lima atom C. Fruktosa dikenal juga
sebagai levulosa karena memutar cahaya terpolarisasi ke arah kiri. Selain itu,
fruktosa juga disebut sebagai gula buah karena banyak terkandung dalam buah-
buahan. Fruktosa memiliki rumus molekul sama seperti glukosa, hanya berbeda
gugus fungsionalnya. Glukosa mengandung gugus fungsi aldehid, sedangkan
fruktosa mengandung keton. Selain dalam buah-buahan, fruktosa juga banyak
terdapat pada madu. Diantara semua sakarida, derajat kemanisan fruktosa paling
tinggi, dua kali lebih manis dibandingkan sukrosa (gula pasir).
Ketika monosakarida rantai lurus membentuk struktur siklik seperti pada Gambar
1.3, atom oksigen dari gugus karbonil dapat terdorong ke atas atau ke bawah
sehingga menghasilkan dua stereoisomer. Isomer dengan gugus –OH dari atom
karbon pertama mengarah ke bawah disebut bentuk isomer alfa (α), sedangkan
isomer dengan –OH mengarah ke atas disebut bentuk isomer beta (β). Dua
stereoisomer dari monosakarida siklik tersebut dikenal sebagai anomer.
(Sumber: [Link])
14
KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 MAKROMOLEKUL (KARBOHIDRAT, PROTEIN, DAN LEMAK)
KELOMPOK KOMPETENSI I
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA
2) Disakarida
Disakarida terdiri atas dua unit monosakarida yang terikat melalui sintesis
dehidrasi yang membentuk suatu rantai. Sintesis dehidrasi adalah sintesis yang
pada proses pembentukannya dilepaskan molekul air. Disakarida dapat diuraikan
menjadi dua unit monosakarida sederhana melalui reaksi hidrolisis. Contoh-contoh
disakarida, di antaranya sukrosa (glukosa + fruktosa), laktosa (glukosa +
galaktosa), serta maltosa (glukosa + glukosa).
a) Sukrosa
Sukrosa dengan rumus molekul C12H22O11 merupakan disakarida yang dibentuk
oleh unit glukosa dan unit fuktosa melalui ikatan antara karbon pertama (C1) pada
unit glukosa dengan karbon kedua (C2) dari fruktosa. Ikatan ini disebut ikatan
glikosida (Gambar 1.5).
Gambar 1. 5. Struktur molekul dan tampilan fisik sukrosa, suatu disakarida yang terbentuk
dari glukosa dan fruktosa melalui ikatan glikosida
Sukrosa tidak dapat difermentasi. Selain itu, sukrosa juga tidak dapat mereduksi
pereaksi Fehling, Benedict, dan Tollens. Hal ini disebabkan gugus aldehid sukrosa
terikat pada fruktosa.
b) Laktosa
Laktosa merupakan jenis disakarida yang dikenal juga sebagai gula susu karena
secara alami terdapat dalam susu, termasuk dalam air susu ibu (ASI). Laktosa
merupakan satu-satunya jenis gula yang dihasilkan oleh mamalia. Susu hewan
mamalia mengandung sekitar 2-8% laktosa. Jika dihidrolisis dengan ezim laktase,
laktosa akan terurai menjadi galaktosa dan glukosa (Gambar 1.6). Laktosa dapat
mereduksi pereaksi Fehling, Benedict, dan Tollens. Selain itu, laktosa juga dapat
15
KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 MAKROMOLEKUL (KARBOHIDRAT, PROTEIN, DAN LEMAK)
KELOMPOK KOMPETENSI I
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud
Gambar 1. 6. Struktur laktosa (galaktosa + glukosa), suatu disakarida yang secara alami
terkandung dalam susu (sumber: [Link] dan [Link])
c) Maltosa
Maltosa merupakan disakarida yang terbentuk dari dua molekul glukosa. Oleh
karena itu, jika laktosa dihidrolisis dengan bantuan enzim maltase, maka akan
dihasilkan dua buah molekul glukosa (Gambar 1.7). Tingkat kemanisan maltosa
sekitar 30% dari sukrosa.
Gambar 1. 7. Struktur maltosa yang terbentuk dari dua molekul glukosa. Maltosa terkandung
dalam malt ( gandum atau jelai yang berkecambah)
Secara alamiah, maltosa terkandung dalam serealia (gandum, jelai) yang sedang
berkecambah. Selain itu, maltosa juga dapat dibuat melalui hidrolisis zat pati
16
KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 MAKROMOLEKUL (KARBOHIDRAT, PROTEIN, DAN LEMAK)
KELOMPOK KOMPETENSI I
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA
(Sumber: [Link])
17
KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 MAKROMOLEKUL (KARBOHIDRAT, PROTEIN, DAN LEMAK)
KELOMPOK KOMPETENSI I
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud
Gambar 1. 9. Struktur selulosa yang tersusun dari unit monomer monosakarida yang saling
berikatan melalui ikatan glikosida β-1,4 dan antar-rantainya berinteraksi melalui ikatan
hidrogen (sumber: [Link])
Selain selulosa, polisakarida lainnya adalah amilum (zat pati) yang terdapat dalam
umbi, batang, dan biji-bijian. Amilum terdiri atas dua polimer glukosa, yaitu amilosa
dan amilopektin. Amilum dapat dihidrolisis sempurna dalam kondisi asam
menghasilkan glukosa. Hidrolisis amilum juga dapat dilakukan dengan bantuan
enzim amilase yang terdapat dalam ludah dan cairan pankreas.
1) Uji Molisch
Uji Molisch dilakukan dengan mencampurkan sampel dengan pereaksi Molisch,
yaitu pereaksi yang terdiri atas larutan α-naftol dalam alkohol. Campuran
selanjutnya diberi asam sulfat pekat perlahan-lahan. Hasil positif adanya karbohidrat
dalam sampel ditunjukkan dengan terbentuknya cincin berwarna ungu di bagian
bawah tabung reaksi.
18
KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 MAKROMOLEKUL (KARBOHIDRAT, PROTEIN, DAN LEMAK)
KELOMPOK KOMPETENSI I
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA
ditetesi dengan larutan iodin hingga terbentuk warna biru. Polisakarida lain dapat pula
diuji dengan larutan iodin dengan warna hasil positif yang berbeda, misalnya, glikogen
(zat pati hewan) memberikan warna merah cokelat, sedangkan dekstrin memberikan
warna merah anggur.
Gambar 1. 10. Uji Benedict memberikan hasil uji positif berupa terbentuknya endapan merah
bata (sumber: [Link])
4) Uji Seliwanoff
Pereaksi Seliwanoff merupakan pereaksi khusus untuk menunjukkan adanya
beberapa jenis karbohidat tertentu. Pereaksi ini terdiri atas 1,3-dihidroksi benzena
(resorsinol) dan HCl encer. Uji dilakukan dengan cara mencampurkan sampel dan
19
KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 MAKROMOLEKUL (KARBOHIDRAT, PROTEIN, DAN LEMAK)
KELOMPOK KOMPETENSI I
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud
d. Kegunaan Karbohidrat
Karbohidrat mempunyai beberapa fungsi penting, di antaranya sebagai berikut:
1) Sebagai komponen utama penyusun membran sel;
2) Sebagai sumber energi, terutama untuk beberapa organ tubuh seperti otak,
lensa mata, dan sel saraf, sumber energinya sangat bergantung pada glukosa
dan tidak dapat digantikan oleh sumber energi lainnya. Setiap 1 gram glukosa
menghasilkan 4,1 kkal;
3) Berperan penting dalam metabolisme, menjaga keseimbangan asam dan
basa, membentuk struktur sel, jaringan, dan organ tubuh;
4) Membantu proses pencernaan makanan, misalnya selulosa;
5) Membantu penyerapan kalsium, misalnya laktosa;
6) Merupakan bahan pembentuk senyawa lain, misalnya protein dan lemak;
7) Karbohidrat beratom C lima buah, yaitu ribosa dan deoksiribosa, merupakan
komponen DNA dan RNA yang berperan penting dalam pewarisan sifat.
2. Protein
Protein adalah polimer yang tersusun dari monomer yang biasa disebut asam
amino. Asam amino adalah rangka karbon pendek yang mengandung gugus
amino fungsional (nitrogen dan dua hidrogen) yang melekat pada salah satu ujung
kerangka dan gugus asam karboksilat di ujung lain. Protein tersusun atas unsur
karbon (C), hidrogen (H), oksigen (O), nitrogen (N), dan terkadang mengandung
zat belerang (S) dan fosfor (P). Protein merupakan komponen utama makhluk
hidup dan berperan penting dalam aktivitas sel. Protein mengatur aktivitas
metabolisme, mengkatalisis reaksi-reaksi biokimia, dan menjaga keutuhan strukur
sel. Protein terdapat dalam semua jaringan hidup sehingga disebut sebagai zat
pembangun kehidupan.
Berikut contoh reaksi pembentukan protein melalui polimerisasi asam amino
(Gambar 1.11).
20
KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 MAKROMOLEKUL (KARBOHIDRAT, PROTEIN, DAN LEMAK)
KELOMPOK KOMPETENSI I
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA
a. Asam Amino
Asam amino merupakan kelompok senyawa karbon yang terdiri atas karbon,
hidrogen, oksigen, dan nitrogen. Selain itu, juga terdapat dua asam amino yang
mengandung belerang, yaitu sistein dan metionin. Struktur asam amino mirip
dengan struktur monosakarida, perbedaannya terletak pada digantikannya gugus
–OH yang terikat pada C kiral monosakarida dengan gugus amino (-NH3).
Perhatikan Gambar 1.12 berikut.
21
KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 MAKROMOLEKUL (KARBOHIDRAT, PROTEIN, DAN LEMAK)
KELOMPOK KOMPETENSI I
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud
Sampai saat ini, dikenal 20 jenis asam amino yang umum terdapat dalam protein
(Tabel 1.1). Semua asam amino memiliki gugus fungsi sekurang-kurangnya
sebuah gugus amino (NH2) dan gugus karboksil (—COOH). Setiap asam amino
mempunyai gugus R yang berbeda. Komposisi kimia dari gugus R yang khas
menentukan sifat-sifat asam amino, seperti reaktivitas, muatan ion, dan
hidrofobisitas relatif (sifat ketidaksukaan) terhadap air.
Satu-satunya asam
Glisin gly (G) 75 amino yang tidak
memiliki atom C kiral
Asam amino
Valin Val (V) 117 bercabang
Asam amino
leusin Leu (L) 131 bercabang
Asam amino
aromatik
Fenilalanin Phe (F) 165
Asam amino
aromatik
Triptofan Trp (W) 204
22
KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 MAKROMOLEKUL (KARBOHIDRAT, PROTEIN, DAN LEMAK)
KELOMPOK KOMPETENSI I
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA
Rantai samping
berfungsi sebagai
Metionin Met (M) 149
donor gugus metil (-
CH3)
Mengandung gugus
Prolin Pro (P) 115 amina sekunder
Memiliki struktur
Treonin Thr (T) 119 yang mirip dengan
treosa
Asam amino
aromatik
Tirosin Tyr (Y) 181
Gugus karboksil
terionisasi pada pH
Asam
Asp (D) 132 fisiologis, dikenal
aspartat
juga sebagai
aspartat
23
KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 MAKROMOLEKUL (KARBOHIDRAT, PROTEIN, DAN LEMAK)
KELOMPOK KOMPETENSI I
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud
Gugus karboksil
terionisasi pada pH
Asam
Glu (E) 146 fisiologis, dikenal
glutamat
juga sebagai
aspartat
Satu-satunya asam
amino yang memiliki
Histidin His (H) 155 gugus R dengan pKa
(6,0) mendekati pH
fisiologis
(sumber: [Link])
b. Struktur Protein
Setiap protein terdiri atas satu atau lebih rantai polipeptida yang dapat
membentuk empat struktur protein, yaitu struktur primer, sekunder, tersier, dan
kuartener. Gambar 1.13 berikut menunjukkan keempat struktur protein
tersebut.
1) Struktur primer, yaitu struktur linear yang di dalamnya tidak terjadi antaraksi,
baik dengan rantai protein yang lain maupun di antara asam amino dalam rantai
protein itu sendiri.
2) Struktur sekunder, yaitu struktur dua dimensi dari protein. Pada struktur ini
terjadi lipatan (folding) beraturan, seperti α–heliks dan β– sheet akibat adanya
ikatan hidrogen di antara gugus-gugus polar dari asam amino dalam rantai
protein.
3) Struktur tersier merupakan struktur tiga dimensi sederhana dari rantai protein.
Dalam struktur ini, selain terjadi lipatan membentuk struktur α–heliks dan β–
24
KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 MAKROMOLEKUL (KARBOHIDRAT, PROTEIN, DAN LEMAK)
KELOMPOK KOMPETENSI I
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA
sheet, juga terjadi antaraksi van der Waals dan antaraksi gugus nonpolar yang
mendorong terbentuknya lipatan.
4) Struktur kuarterner, yaitu struktur protein molekul kompleks, tidak terbatas
hanya pada satu rantai protein, tetapi beberapa rantai protein bergabung
membentuk seperti bola. Jadi, pada struktur kuartener molekul protein di
samping memiliki ikatan hidrogen, gaya van der Waals, dan antaraksi gugus
nonpolar, juga terjadi antaraksi antarrantai protein baik melalui antaraksi polar,
nonpolar, maupun van der Waals.
(sumber: [Link])
c. Fungsi Protein
Protein mempunyai fungsi biologis tertentu sehingga protein dapat diklasifikasikan
sebagai berikut.
1) Komponen utama penyusun membran sel, seperti protein integral, protein
perifer, dan glikoprotein.
2) Sebagai sumber energi, setiap gramnya akan menghasilkan 4,1 kkal.
3) Bahan dalam sintesis substansi penting seperti hormon, enzim, zat antibodi,
dan organel sel lainnya.
4) Enzim, yaitu protein yang mengkatalisis reaksi-reaksi kimia dan biokimia di
dalam atau di luar sel-sel hidup.
5) Imunoglobulin (zat antibodi), yaitu protein pelindung yang berperan penting
dalam respon kekebalan makhluk hidup untuk menetralisasi zat-zat asing yang
menyebabkan infeksi. Contohnya adalah interferon, dan trombin.
25
KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 MAKROMOLEKUL (KARBOHIDRAT, PROTEIN, DAN LEMAK)
KELOMPOK KOMPETENSI I
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud
6) Sebagai senyawa buffer, yakni berperan menjaga stabilitas pH cairan tubuh dan
sebagai zat larut dalam cairan tubuh, protein membantu dalam pemeliharaan
tekanan osmotik dalam sekat-sekat rongga tubuh.
7) Hormon, adalah protein yang dihasilkan oleh kelenjar endoktrin tubuh atau sel-
sel tertentu lainnya. Hormon berfungsi untuk mengatur dan merangsang
beberapa proses dalam makhluk hidup, misalnya metabolisme. Contoh hormon
protein antara lain adalah insulin (Gambar 1.14), lipoprotein, dan prolaktin.
(sumber: [Link])
26
KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 MAKROMOLEKUL (KARBOHIDRAT, PROTEIN, DAN LEMAK)
KELOMPOK KOMPETENSI I
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA
Gambar 1. 15. Struktur hemoglobin, suatu protein berstruktur kuarterner (globular) yang
berperan mentransportasikan oksigen ke seluruh tubuh
10) Protein motor, yaitu protein yang berfungsi untuk mengubah energi kimia
menjadi energi mekanik. Contohnya, aktin dan miosin.
11) Protein struktur, yaitu protein yang berfungsi untuk perbaikan, pertumbuhan,
dan pemeliharaan struktur sel, jaringan, atau komponen-komponen biologis
lainnya. Contohnya, kolagen, elastin, dan keratin.
12) Protein penyimpan, yaitu protein mengandung energi yang dapat dilepaskan
pada proses metabolisme makhluk hidup. Contohnya, albumin.
13) Asam amino untuk mendeteksi sidik jari, dilakukan dengan cara mereaksikan
senyawa ninhidrin dengan asam amino dari protein pada sel kulit yang
meninggalkan bekas pada suatu permukaan benda berwarna ungu. (Gambar
1.16).
Gambar 1. 16. Ninhidrin digunakan untuk mendeteksi jejak sidik jari karena dapat bereaksi
dengan asam amino menghasilkan senyawa berwarna ungu
(Sumber: [Link])
27
KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 MAKROMOLEKUL (KARBOHIDRAT, PROTEIN, DAN LEMAK)
KELOMPOK KOMPETENSI I
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud
2) Uji Xantoproteat
Pereaksi Xantoproteat terdiri atas larutan asam nitrat pekat (HNO3) dan larutan
NaOH pekat. Uji Xantoproteat digunakan untuk mengidentifikasi protein yang
mengandung gugus fenil (cincin benzena). Jika suatu bahan pangan mengandung
protein dengan gugus fenil dipanaskan dengan asam nitrat pekat, maka akan
memberikan hasil positif berupa terbentuknya endapan berwarna kuning yang
akan berubah menjadi jingga pada suasana basa (dengan penambahan NaOH).
3) Uji Ninhidrin
Uji Ninhidrin digunakan untuk mengidentifikasi keberadaan protein dan asam
amino dalam suatu bahan pangan. Pereaksi Ninhidrin mengubah asam amino
terminal menjadi aldehida. Uji ini dilakukan dengan meneteskan larutan ninhidrin
ke bahan uji, lalu memanaskannya selama beberapa menit. Reaksi positif
ditunjukkan dengan terbentuknya warna ungu.
4) Uji Belerang
Pereaksi untuk uji belerang adalah larutan timbal (II) asetat; Pb(C2H3O2)2. Uji ini
diterapkan untuk mengetahui adanya unsur belerang (sulfur) dalam protein. Cara
mengujinya dengan meneteskan larutan NaOH pekat (6 M) ke larutan bahan
pangan yang akan diuji, lalu dipanaskan. Selanjutnya, ditambahkan beberapa
tetes larutan timbal (II) asetat. Uji positif ditunjukkan dengan terbentuknya endapan
hitam timbal (II) sulfida (PbS).
28
KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 MAKROMOLEKUL (KARBOHIDRAT, PROTEIN, DAN LEMAK)
KELOMPOK KOMPETENSI I
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA
3. Lipid
Lemak digolongkan ke dalam kelompok lipid, yaitu golongan senyawa bioorganik
yang tidak larut dalam air yang berasal dari hewan dan tumbuhan. Lemak
merupakan triester dari gliserol dan asam asam karboksilat rantai panjang
sehingga disebut juga sebagai trigliserida.
Lemak Minyak
Padat pada suhu kamar Cair pada suhu kamar
Mengandung asam lemak jenuh Mengandung asam lemak tak jenuh
Banyak terdapat dalam hewan Banyak terdapat dalam tanaman
Lemak dan minyak tersusun dari gliserol dan asam-asam lemak. Gliserol adalah
suatu alkohol yang memiliki tiga gugus fungsi hidroksil (propanatriol).
Propanatriol
Asam lemak merupakan asam karboksilat yang memiliki rantai panjang (jumlah
atom karbon berkisar antara 12-22). Contoh beberapa asam lemak jenuh dapat
dilihat pada Tabel 1.3.
Tabel 1. 3. Contoh Asam Lemak Jenuh
Asam
44 C11H23-COOH
laurat
Asam
58 C13H27-COOH
miristat
29
KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 MAKROMOLEKUL (KARBOHIDRAT, PROTEIN, DAN LEMAK)
KELOMPOK KOMPETENSI I
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud
Asam
63 C15H31-COOH
palmitat
Asam
72 C17H35-COOH
stearat
Adapun contoh beberapa asam lemak tak jenuh dapat dilihat pada Tabel 1.4.
Tabel 1. 4. Contoh Asam Lemak Tak Jenuh
Asam
32 C15H29-COOH
palmitoleat
Asam oleat 16
C17H33-COOH
Asam
-5
linolenat C17H31-COOH
Asam
-11 C17H29-COOH
linoleat
Lemak dan minyak merupakan suatu ester karena dibentuk melalui reaksi
esterifikasi antara alkohol (gliserol) dan asam karboksilat (asam lemak). Misalnya,
lemak gliseril tristearat merupakan ester dari molekul gliserol dan tiga molekul
asam stearat. Berikut persamaan reaksinya:
O
30
KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 MAKROMOLEKUL (KARBOHIDRAT, PROTEIN, DAN LEMAK)
KELOMPOK KOMPETENSI I
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA
Struktur umum lemak Gugus R1, R2, dan R3 dapat sama atau berbeda
Umumnya lemak hewani tersusun dari asam-asam lemak jenuh sehingga titik
lelehnya tinggi. Adapun minyak umumnya tersusun dari asam lemak tidak jenuh
yang memiliki titik leleh rendah sehingga minyak cenderung berwujud cair pada
suhu kamar.
Ketidakjenuhan lemak dan minyak dapat ditentukan dengan cara adisi kuantitatif
iodin terhadap ikatan rangkapnya. Metode ini dikenal dengan istilah penentuan
bilangan iodin (BI). Makin besar bilangan iodin, makin banyak ikatan rangkap
dalam minyak atau lemak. Selain ikatan rangkap, sifat-sifat lemak dan minyak juga
ditentukan oleh asam-asam lemak yang terikat pada gliserol.
Hidrolisis lemak menghasilkan asam lemak dan gliserol. Misalnya, hidrolisis lemak
gliseril tristearat menjadi gliserol dan asam stearat sebagai berikut:
O
31
KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 MAKROMOLEKUL (KARBOHIDRAT, PROTEIN, DAN LEMAK)
KELOMPOK KOMPETENSI I
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud
Jika lemak diolah dengan larutan natrium hidroksida pekat, akan dihasilkan gliserol
dan garam dari asam lemak atau sabun. Proses ini dinamakan saponifikasi atau
penyabunan.
Sabun yang terbentuk dapat digumpalkan dengan garam dapur dan dimurnikan
dengan cara dicuci dengan air. Gliserol sebagai hasil samping juga dapat
dimurnikan dengan cara distilasi.
Oleh karena minyak banyak mengandung ikatan rangkap, maka minyak dapat
dijenuhkan dengan cara reaksi adisi pada ikatan rangkapnya. Hal ini dilakukan
pada pembuatan mentega pada industri. Mentega asli mengandung gliseril
tributirat. Mentega buatan atau margarin dibuat melalui pengolahan minyak cair
menjadi lemak melalui reaksi adisi gas H2 dengan bantuan katalis logam nikel pada
suhu dan tekanan tinggi. Persamaan reaksi kimianya sebagai berikut:
O O
C17H33 Nikel
HC O C
O
+ 3H2 HC O C C17H35
175OC 5atm O
Ikatan rangkap pada minyak dapat dioksidasi. Contoh reaksi oksidasi yang
terkendali pada minyak, diantaranya adalah proses yang terjadi pada pengerasan
cat. Adapun contoh oksidasi yang tidak terkendali dan merugikan adalah reaksi
oksidasi yang menimbulkan bau tengik pada minyak. Asam karboksilat yang
menyusun lemak umumnya tidak bercabang. Hal menarik adalah bahwa semua
asam-asam karboksilat yang menyusun lemak dan minyak umumnya memiliki
jumlah atom karbon genap (14, 16, 18, dan 20).
Oleh karena lemak hanya dibedakan oleh gugus asam karboksilat yang terikat
pada lemak, maka tata nama lemak juga didasarkan pada turunan asam
karboksilat tersebut. Contoh:
Gabungan gliserol dan asam tristearat diberi nama tristearin.
Gabungan gliserol dan asam tripalmitat diberi nama tripalmitin.
32
KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 MAKROMOLEKUL (KARBOHIDRAT, PROTEIN, DAN LEMAK)
KELOMPOK KOMPETENSI I
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA
Selain tata nama tersebut, penamaan lemak dapat juga didasarkan pada
penamaan ester. Contoh:
Gabungan gliserol dan asam stearat dinamakan gliseril tristearat.
Gabungan gliserol dan asam palmitat dinamakan gliseril tripalmitat.
b. Identifikasi Lemak
Untuk menentukan kadar suatu lemak dan ketidakjenuhan asam lemak dalam
lemak dapat dilakukan melalui identifikasi beberapa parameter yaitu bilangan
asam, bilangan ester, bilangan penyabunan, dan bilangan Iodin.
1) Bilangan Asam
Bilangan asam adalah bilangan yang menunjukkan berapa mg KOH yang
diperlukan untuk menetralkan lemak (khususnya asam lemak bebas) dalam mg
lemak. Bilangan asam ditentukan dengan cara titrasi alkalimetri, yaitu teknik titrasi
dengan pereaksi suatu alkali (KOH). Penentuan bilangan asam ditentukan sebagai
berikut.
𝑉[𝐾𝑂𝐻] 𝑀[𝐾𝑂𝐻] 𝑀𝑟[𝐾𝑂𝐻]
𝐵𝐴 =
𝑏𝑒𝑟𝑎𝑡 𝑙𝑒𝑚𝑎𝑘
Keterangan:
V(KOH) = Volume basa (mL)
M(KOH) = Konsentrasi basa (M)
Mr(KOH) = Massa molekul relatif basa (g mol-1)
Untuk lebih memahami identifikasi lemak melalui bilangan asam ini, lakukanlah
Kegiatan 2 pada subbab D (Aktivitas Pembelajaran).
Penetapan BE dapat terganggu jika dalam lemak terdapat suatu anhidrida atau
suatu lakton. Teknik yang digunakan untuk mengidentifikasi bilangan ester adalah
dengan cara merefluks campuran lemak atau minyak dengan KOH berlebih,
33
KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 MAKROMOLEKUL (KARBOHIDRAT, PROTEIN, DAN LEMAK)
KELOMPOK KOMPETENSI I
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud
Br2 + KI I2 + KBr
34
KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 MAKROMOLEKUL (KARBOHIDRAT, PROTEIN, DAN LEMAK)
KELOMPOK KOMPETENSI I
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA
Bahan Kadar ( )
Makanan Kolesterol Lemak Jenuh Lemak Tak Jenuh
Susu 0,32 50 34
Telur 4,2 33 41
Daging 0,35 37 56
Ayam 0,64 20 66
Terigu 0 sedikit 90
Jagung 0 14 86
Alpukat 0 18 59
Kacang tanah 0 15 82
Kelapa 0 76 8
(Sumber: Biokimia, Nutrisi, dan Metabolisme, 1985 dalam Sunarya, Y. , dkk (2009)
Komposisi ()
Lemak/
Minyak Laura Palmita Palmitolea Linolea
Miristat Stearat Oleat Linolenat
t t t t
35
KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 MAKROMOLEKUL (KARBOHIDRAT, PROTEIN, DAN LEMAK)
KELOMPOK KOMPETENSI I
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud
Komposisi ()
Lemak/
Minyak Laura Palmita Palmitolea Linolea
Miristat Stearat Oleat Linolenat
t t t t
Trigliserida merupakan bentuk lemak yang paling efisien sebagai cadangan energi
untuk proses-proses atau aktivitas yang memerlukan energi dalam tubuh. Energi
hasil metabolisme lemak dua kali lebih besar daripada metabolisme karbohidrat
atau protein dengan takaran yang sama. Energi hasil metabolisme karbohidrat dan
protein secara berurutan sekitar 9 kkal g-1 dan 4 kkal g-1.
Trigliserida banyak ditemukan dalam sel-sel lemak. Sekitar 99% dari volume sel
lemak mengandung trigliserida. Beberapa trigliserida juga terdapat dalam bentuk
butir-butir lipid di dalam jaringan yang bukan lemak (nonadiposa), seperti hati dan
otot. Selain sebagai sumber energi, trigliserida dapat diubah menjadi kolesterol,
fosfolipid, dan bentuk lipid lainnya jika tubuh memerlukan jenis lipid tertentu. Di
samping berperan sebagai jaringan lemak, trigliserida juga memiliki fungsi fisik,
yaitu sebagai bantalan tulang-tulang dan organ-organ vital, guna melindungi organ
vital dari guncangan atau getaran. Jantung, ginjal, epididimus, dan kelenjar air
susu terbungkus oleh lapisan jaringan lemak.
Asam lemak esensial ditandai dengan ikatan rangkap berada pada posisi C-7
terakhir dalam rantai asam lemak ke arah ujung gugus metil (terutama C-6 dan C-
7), misalnya asam lemak linoleat. Diperkirakan orang dewasa memerlukan
minimal 2% dari nilai kalorinya dalam bentuk asam lemak esensial. Kebutuhan
asam lemak esensial diperoleh dari pemberian asam arakidonat untuk
pembentukan prostaglandin. Prostaglandin adalah zat serupa hormon yang
memiliki efek-efek biologis dengan berbagai fungsi.
36
KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 MAKROMOLEKUL (KARBOHIDRAT, PROTEIN, DAN LEMAK)
KELOMPOK KOMPETENSI I
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA
Hasil penelitian menunjukkan bahwa makanan yang mengandung kadar lemak tidak
jenuh tinggi dapat mengurangi serangan jantung. Jadi, untuk menjaga kesehatan,
kita perlu mengurangi konsumsi makanan berlemak jenuh kadar tinggi, dan diganti
dengan konsumsi lemak nabati yang banyak mengandung lemak tidak jenuh.
Minyak kelapa sawit mengandung asam lemak jenuh dan tidak jenuh dalam kadar
yang seimbang. Minyak ini mengandung 44% asam palmitat dengan 16 atom
karbon. Keadaan ini lebih baik untuk kesehatan jika dibandingkan dengan asam
lemak berantai pendek. Minyak sawit tidak mengandung kolesterol dan banyak
mengandung asam lemak tidak jenuh (sekitar 40%). Asam lemak tidak jenuh ini
37
KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 MAKROMOLEKUL (KARBOHIDRAT, PROTEIN, DAN LEMAK)
KELOMPOK KOMPETENSI I
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud
membantu mengurangi kadar kolesterol dalam darah. Oleh karena itu, minyak
sawit cukup aman bagi kesehatan. Selain itu, minyak sawit juga mengandung β-
karoten yang merupakan sumber penting pembentukan vitamin A dan juga
mengandung vitamin E. β-karoten dan vitamin E berperan penting dalam
mencegah penyakit kanker. Minyak sawit tidak mudah menjadi tengik. Minyak
sawit juga membantu mencegah pembekuan darah karena dapat menjaga kondisi
hormon trombosin dan prostalisin dalam darah.
D. Aktivitas Pembelajaran
1. Kegiatan IN 1
Setelah mengkaji materi tentang Karbohidrat, Protein, dan Lemak, Anda dapat
mencoba melakukan eksperimen sesuai Lembar kegiatan. Catat temuan-
temuan atau strategi percobaan agar percobaan berhasil, agar Anda dapat
merancang kembali disesuaikan dengan kondisi sekolah. Pada IN-1 Anda
dapat bekerjasama dalam kelompok. melakukan percobaan LK -1, dan LK-
3. Lakukan secara disiplin sesuai aturan bekerja di laboratorium, misalnya
mengelola limbah dan sampah sesuai aturan, menjaga kebersihan dan
ketertiban di ruangan. Selanjutnya, perwakilan kelompok mempresentasikan
hasil percobaan, peserta lain menyimak presentasi dengan seksama. Jika
diantara LK tersebut ada yang tidak dapat dilakukan di IN-1, diskusikan LK
tersebut dan kerjakan di kegiatan ON.
2. Kegiatan ON
Pada kegiatan ON silahkan Anda mengerjakan tugas secara mandiri di
sekolah atau secara berkelompok di kelompok kerja. LK yang dikerjakan
adalah LK-2 dan LK-4. Tunjukkan kreativitas Anda dalam menyelesaikan
tugas–tugas dalam bab ini.
38
KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 MAKROMOLEKUL (KARBOHIDRAT, PROTEIN, DAN LEMAK)
KELOMPOK KOMPETENSI I
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA
Lembar Kegiatan
Lembar Kegiatan 1
Uji Fehling
Tujuan
Mengidentifikasi kandungan karbohidrat dalam bahan pangan menggunakan
pereaksi Fehling
Alat Bahan
Langkah Kerja
A. Pengujian Glukosa dan Sukrosa
1. Panaskan air kurang lebih 150 mL di dalam gelas kimia yang akan
digunakan sebagai penangas air.
2. Masukkan masing-masing 1 mL larutan Fehling A dan larutan Fehling B
ke dalam tabung reaksi, tambahkan 1 mL larutan glukosa, kocok hingga
merata.
3. Masukkan tabung reaksi ke dalam penangas air selama sekitar 1 menit.
Amati dan catat perubahan warna yang terjadi.
4. Dengan langkah kerja yang sama, ulangi percobaan tersebut
menggunakan larutan sukrosa.
5. Amati dan catat perubahan warna yang terjadi.
Pengolahan Data
1. Bandingkan hasil pengujian bahan pangan dengan hasil percobaan
pengujian glukosa dan sukrosa pada bagian A.
2. Berdasarkan hasil pengamatan, identifikasi setiap jenis bahan pangan
tersebut, mengandung glukosa atau sukrosa.
3. Tuliskan reaksi yang terjadi pada pengujian oleh pereaksi Fehling
4. Buatlah kesimpulan dari percobaan ini!
39
KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 MAKROMOLEKUL (KARBOHIDRAT, PROTEIN, DAN LEMAK)
KELOMPOK KOMPETENSI I
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud
Sifat-sifat kimia karbohidrat berkaitan dengan gugus fungsi yang terdapat dalam
molekulnya, seperti gugus hidroksi, aldehid, dan keton. Beberapa sifat kimia karbohidrat
dapat digunakan untuk mengidentifikasi senyawa karbohidrat. Monosakarida dan
beberapa disakarida memiliki sifat reduktor (reducing sugar), terutama dalam suasana
basa. Sifat reduktor ini disebabkan oleh adanya gugus aldehida atau keton bebas dalam
molekul karbohidrat. Rancanglah suatu percobaan untuk mengidentifikasi jenis-jenis
karbohidrat, meliputi uji untuk monosakarida dan polisakarida dengan menggunakan
pereaksi selain Larutan Fehling.
Lembar Kegiatan 3
Uji Biuret
Tujuan
Menentukan bahan pangan yang mengandung protein dengan menggunakan pereaksi
Biuret.
Alat Bahan
Langkah Kerja
1. Masukkan 2 mL telur ke dalam tabung reaksi.
2. Tambahkan 2 mL larutan NaOH 2 M, kocok merata.
3. Tambahkan 10 tetes larutan CuSO4 0,1 M. Amati perubahan warna yang terjadi.
4. Dengan langkah yang sama, ulangi percobaan tersebut menggunakan bahan
pangan lainnya.
Pertanyaan
1. Bagaimana hasil pengujian protein dengan menggunakan pereaksi Biuret?
2. Berdasarkan hasil pengamatan, bahan pangan apa saja yang mengandung
protein?
3. Pereaksi Biuret akan bereaksi dengan bagian mana dari molekul protein?
40
KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 MAKROMOLEKUL (KARBOHIDRAT, PROTEIN, DAN LEMAK)
KELOMPOK KOMPETENSI I
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA
Lembar Kegiatan 4
Penentuan Bilangan Asam (BA) Suatu Lemak
Tujuan
Menentukan kadar lemak dan ketidakjenuhan asam lemak dalam lemak.
Alat Bahan
1. Buret 1. Lemak 2 mg
2. Erlenmeyer 2. Campuran eter dan alkohol 25 mL
3. Statif 3. Indikator PP
4. Pipet tetes 4. Larutan KOH 0,1 M dalam alkohol
Langkah Kerja
1. Larutkan 2 mg lemak atau minyak yang berwujud cair ke dalam 25 mL larutan
dari campuran eter dan alkohol.
2. Masukkan larutan tersebut ke dalam labu erlenmenyer. Kemudian, teteskan
indikator PP.
3. Titrasi larutan tersebut dengan larutan KOH 0,1M dalam alkohol hingga tercapai
titik akhir titrasi. Amati perubahan yang terjadi.
Pertanyaan
1. Mengapa lemak atau minyak yang berwujud cair dalam percobaan ini, harus
dilarutkan terlebih dulu dalam campuran eter dan alkohol?
2. Mengapa dalam penentuan titik akhir titrasi perlu dilakukan penambahan
indikator?
3. Apa yang dapat Anda amati saat titik akhir titrasi tercapai?
4. Jelaskan apa yang dapat Anda simpulkan dari hasil pengamatan tersebut.
Diskusikan dengan teman kelompok Anda.
41
KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 MAKROMOLEKUL (KARBOHIDRAT, PROTEIN, DAN LEMAK)
KELOMPOK KOMPETENSI I
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud
E. Latihan/Kasus/Tugas
42
KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 MAKROMOLEKUL (KARBOHIDRAT, PROTEIN, DAN LEMAK)
KELOMPOK KOMPETENSI I
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA
B. D.
43
KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 MAKROMOLEKUL (KARBOHIDRAT, PROTEIN, DAN LEMAK)
KELOMPOK KOMPETENSI I
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud
B Ungu - -
C Ungu - -
D Ungu Jingga -
44
KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 MAKROMOLEKUL (KARBOHIDRAT, PROTEIN, DAN LEMAK)
KELOMPOK KOMPETENSI I
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA
6. Diantara nama asam amino berikut yang sesuai dengan rumus strukturnya
adalah.....
Nama Struktur
A leusin
B glisin
C valin
D alanin
8. Lemak dan minyak adalah suatu ester alam yang berasal dari hewan dan
tanaman. Pernyataan yang benar tentang sifat lemak atau minyak adalah....
A. minyak mengandung asam lemak jenuh
B. minyak mengandung asam lemak tak jenuh
C. lemak pada suhu kamar berwujud cair
D. minyak banyak diambil dari hewan
45
KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 MAKROMOLEKUL (KARBOHIDRAT, PROTEIN, DAN LEMAK)
KELOMPOK KOMPETENSI I
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud
9. Lemak dan minyak merupakan suatu ester karena dibentuk melalui reaksi
esterifikasi antara alkohol (gliserol) dan asam karboksilat (asam lemak). Jika
gliserol direaksikan dengan asam stearat dengan persamaan sebagai berikut
10. Bahan pembuatan minyak goreng umumnya dari minyak kelapa sawit.
Beberapa alasan minyak goreng dari kelapa sawit baik untuk kesehatan,
kecuali....
A. mengandung β-karoten yang merupakan sumber penting pembentukan
vitamin A
B. minyak sawit tidak mudah menjadi tengik
C. banyak mengandung asam lemak tidak jenuh
D. mencegah pembekuan darah
46
KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 MAKROMOLEKUL (KARBOHIDRAT, PROTEIN, DAN LEMAK)
KELOMPOK KOMPETENSI I
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA
F. Rangkuman
47
KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 MAKROMOLEKUL (KARBOHIDRAT, PROTEIN, DAN LEMAK)
KELOMPOK KOMPETENSI I
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud
48
KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 MAKROMOLEKUL (KARBOHIDRAT, PROTEIN, DAN LEMAK)
KELOMPOK KOMPETENSI I
KEGIATAN PEMBELAJARAN 2
KIMIA KOSMETIK DAN OBAT
Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia Tahun
2011 mengenai Persyaratan Teknis Bahan Kimia Kosmetik menyatakan bahwa
bahan kosmetik harus memenuhi persyaratan mutu sebagaimana tercantum
dalam Kodeks Kosmetik Indonesia atau standar lain yang diakui atau sesuai
ketentuan peraturan perundang-undangan. Ilmu kimia banyak diterapkan dalam
pembuatan kosmetik. Pada produk kosmetik terdapat kandungan bahan-bahan
kimia yang dapat berpengaruh pada kualitas kosmetik tersebut, tetapi kosmetik tak
luput dari bahan-bahan kimia yang dapat berpengaruh baik atau buruk terhadap
seseorang.
A. Tujuan
50
KEGIATAN PEMBELAJARAN 2 KIMIA KOSMETIK DAN OBAT
KELOMPOK KOMPETENSI I
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA
C. Uraian Materi
Berikut ini uraian tentang kimia kosmetik dan kimia dalam obat-obatan. Silakan
Anda pelajari sampai tuntas dengan cermat
1. Kimia Kosmetik
Kosmetik sebenarnya telah lazim dikenal dan digunakan sejak jaman peradaban
kuno sebagai warisan budaya. Berawal dari penggunaan ramuan tradisional dari
bahan alami, seperti yang digunakan untuk masker, lulur, bedak bahkan pewarna
bibir hingga kosmetik modern. Sekarang, penggunaan kosmetik sudah merambah
ke seluruh dunia, digunakan baik oleh perempuan, laki-laki, tua, maupun muda.
Kemasan dan sediaan kosmetik dibuat dalam berbagai bentuk yang menarik, kita
dengan mudah dapat memperoleh kosmetik sesuai keperluan dari harga yang
murah sampai yang mahal. Namun, tidak semua orang mengetahui bahan kimia
apa saja yang terkandung dalam kosmetik yang digunakannya, manfaat dan
bahaya apa yang potensi dimiliki oleh bahan kimia yang dikandung kosmetik
tersebut.
Pada awalnya kosmetik digunakan hanya dalam upacara atau ritual kuno, tetapi
juga seiring perkembangan jaman digunakan sebagai salah satu cara dalam
mempercantik penampilan. Orang Mesir kuno menggunakan parfum dan minyak
yang dioleskan pada tubuh mereka sejak tahun 4000 SM. Mereka menggunakan
kosmetik untuk keperluan menghiasi tubuh (dekorasi) untuk melindungi kulit dari
sengatan sinar matahari dan untuk alasan-alasan keagamaan. Orang Romawi,
Mesir, dan Yunani membuat kosmetik dari tumbuhan dan beberapa mineral untuk
merias wajah, mata, dan mewarnai rambut.
Pada abad ke-19, pemakaian kosmetik mulai mendapat perhatian, yaitu untuk
kecantikan dan kesehatan hingga saat ini dan masa yang akan datang, ilmu
kosmetik (kosmetologi) semakin berkembang bahkan sudah ke arah teknologi
kosmetik. Sebelum mempergunakan kosmetik, sangatlah penting untuk
mengetahui lebih dulu apa yang dimaksud dengan kosmetik, kandungan bahan,
51
KEGIATAN PEMBELAJARAN 2 KIMIA KOSMETIK DAN OBAT
KELOMPOK KOMPETENSI I
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud
manfaat dan pemakaian yang benar (Djajadisastra, 2005). Beberapa hal yang
perlu dilakukan sebelum menggunakan produk kosmetik, Anda sebaiknya dapat
secara profesional mempelajari kimia kosmetik yang biasa ditemukan dalam
kehidupan sehari-hari, melalui identifikasi bahan-bahan kimia yang terdapat dalam
kosmetik, penggolongan kimia kosmetik, manfaat dan efek samping penggunaan
kosmetik, dan penggolongan obat/bahan kimia obat untuk keperluan medis secara
legal yang beredar di pasaran berdasarkan simbol-simbol farmasi yang ditetapkan
WHO serta Kementerian Kesehatan c.q. Ditjen POM RI.
a. Pengertian Kosmetik
Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia Tahun
2011 mengenai Persyaratan Teknis Bahan Kimia Kosmetik, Pasal 1 menyatakan:
Kosmetik adalah bahan atau sediaan yang dimaksudkan untuk digunakan pada
bagian luar tubuh manusia (epidermis, rambut, kuku, bibir dan organ genital bagian
luar) atau gigi dan membran mukosa mulut terutama untuk membersihkan,
mewangikan, mengubah penampilan dan/atau memperbaiki bau badan atau
melindungi atau memelihara tubuh pada kondisi baik. Sedangkan bahan kosmetik
adalah bahan atau campuran bahan yang berasal dari alam dan/atau sintetik yang
merupakan komponen kosmetik termasuk bahan pewarna, bahan pengawet dan
tabir surya.
Jika kosmetik yang kita gunakan ternyata justru menimbulkan masalah pada kulit
atau wajah kita, apa yang harus kita lakukan? Untuk mengantisipasi terjadinya
kerusakan pada kulit, sebaiknya kita lebih berhati-hati dan teliti dalam memilih
kosmetik, jangan melihat merek dan harganya, tetapi yang paling penting adalah
mengenal bahan-bahan dasar yang terkandung di dalamnya. Tidak semua bahan
dasar kosmetik selalu berguna bagi kulit kita. Banyak yang justru merugikan
bahkan menimbulkan gangguan atau efek samping yang tidak diinginkan. Oleh
karena itu, sangat penting bagi Anda memerlukan pengetahuan tentang bahan-
bahan yang digunakan dalam kosmetik.
b. Penggolongan Kosmetik
52
KEGIATAN PEMBELAJARAN 2 KIMIA KOSMETIK DAN OBAT
KELOMPOK KOMPETENSI I
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA
53
KEGIATAN PEMBELAJARAN 2 KIMIA KOSMETIK DAN OBAT
KELOMPOK KOMPETENSI I
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud
c. Bahan Kosmetik
1) Lemak
Lemak sebagai bahan dasar kosmetik mempunyai efek dan keuntungan
tertentu pada kulit. Efek penggunaan lemak pada kulit di antaranya sebagai
berikut.
a) lemak hewan dan lemak tumbuh-tumbuhan mudah diabsorsi oleh kulit,
b) mempunyai sifat pembasah terhadap lapisan tanduk kulit, sehingga
berguna untuk menjaga dan memelihara elastisitas kulit dan menyebabkan
kulit menjadi lembut dan halus,
c) dapat membentuk lapisan tipis di permukaan kulit yang berfungsi sebagai
pelindung untuk menghalangi penguapan air sehingga mencegah
kekeringan pada kulit,
d) dapat melarutkan kotoran yang larut dalam lemak, seperti sisa riasan
wajah,
Lemak hewan dan tumbuhan mengandung sejumlah bahan aktif seperti
vitamin, hormon, dan lecitin.
2) Air
Air sebagai bahan dasar banyak digunakan dalam sediaan kosmetik jenis
pembersih, karena air mudah berhubungan dengan semua bagian tubuh,
namun air tidak mempunyai daya membasahkan kulit yang sempurna seperti
lemak. Air yang digunakan dalam sediaan kosmetik adalah aqua destilata (air
suling). Untuk mendapatkan efek pembersih yang sempurna ke dalam bahan
dasar air perlu ditambahkan bahan dasar lainnya, seperti alkohol (untuk
54
KEGIATAN PEMBELAJARAN 2 KIMIA KOSMETIK DAN OBAT
KELOMPOK KOMPETENSI I
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA
3) Alkohol
Penggunaan bahan dasar organik seperti alkohol, aseton, eter, klorofom
dengan kadar yang tinggi tidak diperbolehkan karena efek iritasinya pada kulit.
Namun alkohol paling banyak digunakan dalam sediaan kosmetik dengan
kandungan 20-40% terutama pada sediaan pembersih. Kegunaan atau efek
pemakaian alkohol pada sediaan pembersih bertujuan sebagai berikut:
a) dapat meninggikan permeabilitas kulit terhadap air,
b) mengurangi tegangan permukaaan kulit sehingga pembasahan oleh air
akan lebih baik,
c) membantu melarutkan kotoran berlemak,
d) bersifat sebagai astringent dan desinfektan.
Bahan aktif kosmetik dapat efektif jika mempunyai sifat-sifat sebagai berikut
1) Antioksidan
Antioksidan sangat sering dijumpai dalam kemasan kosmetik, istilah ini
menjelaskan bahan kimia yang memiliki sifat anti oksidasi (tidak mudah
bereaksi dengan oksigen atau zat lain), zat atau bahan yang memiliki sifat ini
dapat memerangi radikal bebas, seperti bahan kimia yang dikeluarkan oleh
asap rokok dan mencegah kerusakan pada kulit.
55
KEGIATAN PEMBELAJARAN 2 KIMIA KOSMETIK DAN OBAT
KELOMPOK KOMPETENSI I
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud
2) Binding Agent:
Binding agent (zat pengikat) menjelaskan zat atau bahan yang memiki fungsi
untuk mengikat bahan-bahan lain dalam produk kosmetik dan mencegah
pemisahan dengan air dan komponen lemak.
3) Emollients
Emollients merupakan sifat bahan kimia yang berfungsi untuk melicinkan dan
menghaluskan kulit.
4) Emulsion/emulsi
Emulsi merupakan bahan kimia dalam kosmetik berupa campuran antara
minyak dan air sehingga menjadi suatu campuran tunggal.
5) Humectants
Humectants menjelaskan sifat bahan kimia yang dapat menarik air.
6) Lubricants
Lubricants menjelaskan sifat bahan kimia dalam produk kosmetik yang
membuat kulit menjadi halus dan mengurangi gesekan
7) Preservatives
Preservatives menjelaskan sifat bahan kimia dalam kosmetik yang dapat
membunuh bakteri atau jamur
8) Surfactants
Surfactant menjelaskan sifat bahan kimia yang dapat memudahkan bahan
kimia dalam kosmetik menyebar dalam kulit
1) Vitamin
Vitamin yang sering ditambahkan ke dalam sediaan kosmetik adalah vitamin A, C,
dan E. Penambahan vitamin A ke dalam sediaan kosmetik berguna untuk kulit
dalam mempertahankan pertumbuhan sel epitel secara normal. Penambahan
vitamin A ini dibenarkan karena: (1) larut dalam lemak dan mudah diabsorpsi oleh
kulit) dan (2) mempunyai efek lokal yang baik, yaitu melicinkan dan melunakkan
kulit. Namun penambahan vitamin A ini ke dalam sediaan kosmetik agak sulit
56
KEGIATAN PEMBELAJARAN 2 KIMIA KOSMETIK DAN OBAT
KELOMPOK KOMPETENSI I
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA
2) Hormon
Hormon ditambahan ke dalam sediaan kosmetik untuk tujuan memperlambat
proses penuaan kulit, menghilangkan kerutan, dan mencegah kekeringan pada
kulit sehingga didapat kulit wajah yang lebih muda. Hormon-hormon yang sering
ditambahkan ke dalam sediaan kosmetik adalah hormon estrogen. Hormon ini
mempunyai efek antara lain:
57
KEGIATAN PEMBELAJARAN 2 KIMIA KOSMETIK DAN OBAT
KELOMPOK KOMPETENSI I
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud
58
KEGIATAN PEMBELAJARAN 2 KIMIA KOSMETIK DAN OBAT
KELOMPOK KOMPETENSI I
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA
4) Emulsi
Emulsi adalah campuran zat lemak atau minyak dalam air dengan bantuan
suatu emulgator. Contoh emulgator yang dapat digunakan dalam kosmetik
adalah gelatin dan gom arab. Gom Arab adalah salah satu produk getah
(resin) yang dihasilkan dari penyadapan getah pada batang tumbuhan legum
(polong-polongan) dengan nama sama (nama ilmiah Acacia senegal atau
Acacia seyal). Nama "gom arab" (dari "gum arabic") secara harfiah berarti
"getah arab" banyak dipakai dalam industri makanan dan kimia lainnya. Ia
digunakan sebagai campuran minuman untuk mengurangi tekanan
permukaan (surface tension) air dan stabilizer. Nomor kode E tumbuhan ini
adalah E-414. i adalah lotion pembersih wajah, body lotion, dan cream wajah.
5) Pasta
Pasta adalah sediaan berupa masa lembek yang diperuntukkan untuk tubuh
bagian luar. Pasta mengandung bahan padat lebih besar dari 50%, dan lebih
padat dari salep. Sebagai bahan pengikat digunakan gom arab.
6) Krim
Krim adalah sediaan setengah padat, berupa emulsi mengandung air tidak
kurang dari 60% dan diperuntukkan untuk pemakaian luar.
7) Salep
Sediaan setengah padat yang mudah dioleskan dan digunakan sebagai
pemakaian tubuh bagian luar
8) Stick
Stick adalah sediaan kosmetik serupa salep tetapi lebih padat dan biasanya
tidak mengandung air.
59
KEGIATAN PEMBELAJARAN 2 KIMIA KOSMETIK DAN OBAT
KELOMPOK KOMPETENSI I
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud
3. Suspensi 4. Emulsi
5. Pasta 6. Krim
7. Salep 8. Stick
60
KEGIATAN PEMBELAJARAN 2 KIMIA KOSMETIK DAN OBAT
KELOMPOK KOMPETENSI I
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA
Air 20 % - 50 %
Minyak mineral 30 % - 60 %
Beeswax 12 % - 15 %
Fungsi kandungan bahan kimia pembersih wajah dalam salah satu produk
pembersih wajah adalah sebagai berikut.
61
KEGIATAN PEMBELAJARAN 2 KIMIA KOSMETIK DAN OBAT
KELOMPOK KOMPETENSI I
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud
b) Penyegar
Kandungan bahan kimia penyegar umumnya adalah alkohol (20-40%) dan air.
Selain alkohol dan air, beberapa penyegar mengandung butylene glikol, asam
sitrat, dan natrium sitrat.
c) Bedak
Bedak terdapat dalam sediaan bubuk atau padat. Bedak merupakan campuran
homogen dari beberapa macam serbuk yang tidak larut dalam air. Bedak yang
baik mempunyai sifat berikut.
(1) mempunyai daya pelicin yang baik, bahan kimia yang digunakan untuk
memberikan sifat ini adalah talk (talcum venetum atau zink stearat),
(2) mempunyai daya penutup (covering power) yang baik (dapat menutupi
cacat-cacat ringan pada kulit. Bahan kimia yang digunakan untuk tujuan
ini adalah seng oksida, kaolin, dan titanium oksida,
(3) mempunyai daya pelekat (adhesive power). Bahan kimia yang digunakan
untuk keperluan ini adalah zink stearat dan magnesium stearat.
(4) mempunyai daya absorpsi yang baik untuk mendistribusikan warna dan
menyerap pengeluaran keringat dan lemak. Bahan kimia yang digunakan
untuk keperluan ini misalnya kalsium karbonat atau talk.
62
KEGIATAN PEMBELAJARAN 2 KIMIA KOSMETIK DAN OBAT
KELOMPOK KOMPETENSI I
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA
Pada tabel berikut ini terlihat kandungan bahan kimia bedak berbentuk serbuk
Zat pewarna yang sering digunakan antara lain adalah sebagai berikut:
Warna hitam : karbon hitam, batu bara hitam, besi oksida hitam
Warna biru : ultra marine blue atau prussia blue
Warna hijau : kromium oksida
Warna coklat : besi oksida
Warna merah : carmine NF
63
KEGIATAN PEMBELAJARAN 2 KIMIA KOSMETIK DAN OBAT
KELOMPOK KOMPETENSI I
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud
Untuk memberikan warna yang lebih muda atau terang ditambahkan titanium
oksida atau seng oksida.
e) Lipstik
Lipstik digunakan untuk melindungi bibir dari kekeringan. Pada umumnya lipstik
mengandung wax dan minyak. Warna merah tua liptiks berasal dari zat warna
carmine, yang merupakan hasil ekstraksi dari cochineal (sejenis binatang laut),
untuk memberikan warna merah muda ditambahkan seng oksida. Untuk
memberikan pelembab pada bibir ditambahkan lanolin.
2) Kosmetik Perawatan
Kosmetik perawatan dapat berupa kosmetik untuk kulit, rambut, kuku, atau mulut
(oral cosmetics). Beberapa sediaan kosmetik perawatan antara lain:
a) Sunscreen (krim pelindung sinar matahari)
Krim pelindung sinar matahari atau dikenal dengan suncreen digunakan pada
kulit wajah, leher, atau lengan atau tubuh kita untuk melindungi dari sengatan
atau radiasi sinar ultra violet. Kulit yang tanpa dilindungi akan mudah
menghasilkan melanin, pigmen coklat kehitaman. Banyak kaum wanita tidak
menginginkan wajahnya berflek hitam, sehingga sebelum menggunakan bedak
sering kulit wajah diolesi dengan suncreen yang mengandung Sun Protection
Factor (SPF). Bahan kimia yang dikandung dalam sediaan kosmetik suncreen
ini di antaranya PABA (p-aminobenzoic acid) .
Gliserin 10 %
Borax 1%
64
KEGIATAN PEMBELAJARAN 2 KIMIA KOSMETIK DAN OBAT
KELOMPOK KOMPETENSI I
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA
c) Shampo
Shampo adalah suatu preparat surfaktan (bahan pengaktif permukaan)
dalam bentuk cair, padat, atau bubuk yang bila digunakan dalam kondisi
khusus akan membersihkan lemak, kotoran dari kulit kepala dan rambut.
Shampo yang baik tidak mengiritasi kulit kepala dan tidak membuat rambut
rusak atau rontok serta tidak terlalu banyak menghilangkan minyak dari kulit
kepala.
d) Pasta Gigi
Pasta gigi diproduksi dengan berbagai kemasan dan berbagai rasa serta
warna. Walaupun kelihatan berbeda-beda, pasta gigi terbuat dari bahan
dasar primer surfaktan (detergent) dan zat yang bersifat abrasive
(membersihkan). Zat abrasive ini membersihkan lapisan yang mengotori gigi
tanpa merusak gigi itu sendiri. Zat abrasive yang digunakan umumnya
kalsium karbonat dan titanium dioksida, serta kalsium hidrogen fosfat. Zat
lain yang ditambahkan adalah zat pewarna dan aroma.
65
KEGIATAN PEMBELAJARAN 2 KIMIA KOSMETIK DAN OBAT
KELOMPOK KOMPETENSI I
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud
Banyak kosmetik yang tidak layak beredar di pasaran saat ini karena mengandung
bahan yang tidak diizinkan digunakan di dalam kosmetik dan tidak mempunyai
nomor registrasi. Bahan tersebut antara lain merkuri, hidrokinon, dan asam
retinoat. Bahan merkuri, hidrokinon, dan asam retinoat digunakan pada kosmetik
untuk memutihkan dan menghaluskan kulit wajah. Para produsen kosmetik masih
banyak yang memakai hidrokinon karena diyakini mampu mengelupaskan bagian
kulit bagian luar. Bahan kimia itu juga menghambat pembentukan melanin yang
membuat kulit tampak hitam (Word Press, 2008). Hidrokinon, masih diyakini
menjadi bahan kimia paling efektif untuk memuluskan wajah. Tapi penggunaannya
harus atas pengawasan dokter. mengingat dampak membahayakan yang muncul
jika digunakan berkelanjutan. "Kalau di atas dua persen harus di bawah
pengawasan dokter," ternyata Pada banyak kasus, kosmetik-kosmetik ilegal
mengandung hidrokinon hingga 5%.
Hasil Investigasi dan pengujian laboratorium Badan POM RI tahun 2007 terhadap
kosmetik yang beredar, bahan berbahaya dan zat warna yang dilarang digunkan
dalam kosmetik adalah: merkuri, asam retinoat, zat warna rhodamin (merah
K.10), dan merah K.3. Hal ini pun tertera larangannya dalam Peraturan Menteri
Kesehatan RI No. 445/MENKES/PER/ V/1998.
66
KEGIATAN PEMBELAJARAN 2 KIMIA KOSMETIK DAN OBAT
KELOMPOK KOMPETENSI I
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA
1) Spray Cologne dan Parfum Spray Cologne dan parfum merupakan sistem
aerosol. Aerosol adalah sistem koloid dengan fase terdispersi padat atau cair
dalam medium dispersi gas.
2) Cream dan Lotion Cream dan lotion merupakan emulsi. Emulsi adalah sistem
koloid dengan fase dispersi cair dan medium dispersi cair, oleh karena itu satu
jenis cairan terdispersi di dalam cairan yang lain. Ada dua jenis emulsi: -
Emulsi tipe O/W : jika bola-bola minyak berada di dalam air - Emulsi tipe W/O
: jika bola-bola air berada di dalam minyak Air tidak saling melarutkan dengan
minyak, oleh karena itu emulsi harus distabilkan oleh emulsifier untuk
mencegah pemisahan air dengan minyak. Emulsi dalam produk kosmetik
dapat berupa produk akhir (misalnya moisturiser) dan dapat pula berupa
bahan dasar untuk produk kosmetik yang lain (misalnya sunscreen). Emulsi
tipe O/W mempunyai tekstur lembut/halus ketika diaplikasikan pada kulit,
sedangkan emulsi tipe W/O memiliki tekstur kasar. Light cream atau lotion
biasanya merupakan emulsi tipe O/W, sedangkan hand cream biasanya
adalah emulsi tipe W/O. Diktat Kimia Kosmetik 38
3) Sunscreen cream atau lotion sebenarnya hampir sama dengan cream atau
lotion. Sunscreen mengandung bahan yang dapat menyerap sinar ultraviolet
pada sistem emulsinya. Kadang-kadang bahan penyerap sinar UV tersebut
adalah komponen minyak dalam cream atau lotion. Sebagian besar bahan
penyerap sinar UV yang digunakan pada sunscreen adalah pigmen titanium
dioksida yang berukuran sangat kecil. Pigmen ini lebih efektif sebagai bahan
penyerap sinar UV dan tidak berminyak di kulit. Pigmen ini biasanya
didispersikan pada bahan oily yang terdapat pada cream/lotion.
4) Concealer adalah light lotion dengan kandungan pigmen yang sesuai dengan
warna kulit yang terdispersi dalam emulsi tipe O/W atau W/O (cream atau
lotion). Stabiliser perlu ditambahkan ke dalam concealer untuk mencegah
pengendapan pigmen. Stabiliser berbeda dengan emulsifier. Emulsifier dapat
mempercepat terbentuknya emulsi, sedangkan stabiliser akan melindungi
permukaan zat terdispersi supaya tidak terjadi pengendapan (koagulasi).
5) Alcoholic and hydroalcoholic gel (hair gel, fragrance gel) Gel adalah koloid liofil
(hidrofil) yang setengah kaku. Gel terjadi jika fase terdispersi menyerap
67
KEGIATAN PEMBELAJARAN 2 KIMIA KOSMETIK DAN OBAT
KELOMPOK KOMPETENSI I
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud
2. Kimia Obat-obatan
Pada uraian berikut akan dibahas mengenai jenis obat-obatan dan Cara
menghitung dosis maksium
a. Jenis Obat-Obatan
Pada umumnya, obat-obatan yang diproduksi dapat dikelompokkan ke dalam obat
analgesik, antibiotik, psikiatrik, dan hormon. Hampir setengah dari obat-obatan
yang telah diproduksi berasal dari tumbuhan dan mikroorganisme yang diolah
secara kimia. Sisanya berasal dari hasil racikan bahan kimia yang disebut obat
sintetik. Teknik pengobatan menggunakan prinsip kimia disebut chemoteraphy.
Selain obat-obatan yang dikembangkan secara kimia, terdapat obat-
obatan tradisonal.
1) Zat Analgesik
Analgesik adalah sejenis obat yang digunakan untuk mengurangi rasa sakit. Jika
Anda merasa sakit fisik, otak akan mengeluarkan zat kimia yang disebut analgesik.
Sebagaimana pula obat jenis analgesik opoid adalah golongan obat penghilang
nyeri alamiah, obat semi sintetik dan sintetik yang sebagian sifat-sifatnya sama
atau hampir sama dengan opium atau morfin. Penggunaan utama analgesik opoid
adalah untuk mengatasi rasa nyeri yang tidak hilang dengan analgesik biasa.
Bahaya penggunaan obat golongan opoid ini ialah terjadi terjadinya adiksi dan
ketergantungan obat yang dapat menimbulkan penyalahgunaan berat dengan
dampak negatifnya pada masalah sosial dalam masyarakat.
Obat analgesik dipasarkan dan dikemas dengan nama dagang tertentu, seperti
aspirin, parasetamol, dan kodeina.
a) Aspirin
Pada abad ke-19, asam salisilat berhasil diekstrak dari pohon willow. Asam ini
digunakan untuk menurunkan deman. Akan tetapi, karena rasanya pahit maka
perusahaan Bayer membuat obat yang sejenis yaitu asetil salisilat atau nama
dagangnya aspirin. Aspirin berfungsi mengurangi rasa sakit, seperti sakit kepala
68
KEGIATAN PEMBELAJARAN 2 KIMIA KOSMETIK DAN OBAT
KELOMPOK KOMPETENSI I
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA
atau sakit gigi. Aspirin juga dapat digunakan untuk menurunkan suhu tubuh. Akan
tetapi, untuk mengurangi rasa sakit, penggunaan aspirin harus hati-hati sebab
bahan ini dapat melukai dinding usus dan memiliki sifat candu (ketagihan).
b) Parasetamol
Parasetamol dipasarkan kali pertama dengan nama dagang panadol. Parasetamol
memiliki kegunaan yang sama seperti aspirin, yaitu mengurangi rasa sakit.
Namun, parasetamol tidak begitu berbahaya jika dibandingkan dengan aspirin
sebab parasetamol tidak melukai dinding usus.
c) Kodein
Kodein adalah salah satu bahan kimia aktif yang terdapat dalam madat atau
candu. Pengaruh kodeina sama seperti morfin, yaitu digunakan untuk mengurangi
rasa sakit, tetapi morfin dapat menimbulkan ketagihan, sedangkan kodein tidak
menimbulkan ketagihan. Kodein merupakan salah satu senyawa kimia yang
ditambahkan ke dalam obat sakit kepala atau obat batuk agar pasien menjadi
ngantuk. Pengaruh kodein lebih kuat dibandingkan aspirin. Selain itu,
kodein dapat juga bertindak sebagai depresan, yaitu dapat mengurangi
sebagian aktivitas otak dan saraf.
Pemakaian kodein dalam dosis tinggi dan dalam kurun waktu lama dapat
menyebabkan ketagihan, ini dapat mengancam kesehatan. Kodein dosis tinggi
menyebabkan penglihatan kurang terang, tingkah laku seperti orang mabuk, dan
bingung.
2) Zat Antibiotik
Antibiotik adalah bahan kimia yang dapat membunuh bakteri atau menghambat
pertumbuhan mikroorganisme yang berjangkit di dalam tubuh. Pada umumnya, zat
antibiotik yang dipakai berasal dari bakteri Penicilium dan bakteri Streptomyces.
Mikroorganisme yang dapat menghasilkan antibiotik umumnya hidup di dalam
tanah.
Ada beberapa jenis antibiotik yang beredar di pasaran, seperti antibiotik yang
dapat membunuh berbagai jenis bakteri (memiliki spektrum luas), tetapi ada juga
antibiotik yang bertindak secara khusus terhadap bakteri tertentu. Oleh sebab itu,
antibiotik tidak boleh dijual bebas, tetapi harus dengan resep dokter.
69
KEGIATAN PEMBELAJARAN 2 KIMIA KOSMETIK DAN OBAT
KELOMPOK KOMPETENSI I
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud
Antibiotik yang baik adalah antibiotik yang mampu membunuh bakteri, tetapi tidak
merusak jaringan sel dalam tubuh. Antibiotik dapat dikonsumsi secara langsung
melalui pencernaan (dalam bentuk pil atau tablet) atau dapat juga disuntikkan ke
dalam tubuh pasien
Zat antibiotik tidak baik dikonsumsi jika tidak sakit sebab bakteri memiliki
kemampuan untuk memproduksi zat yang kebal terhadap antibiotik itu.
a) Penisilin
b) Streptomisin
Penisilin dapat membunuh berbagai jenis bakteri, tetapi penisilin
tidak berpengaruh terhadap bakteri seperti Tuberculosis dan beberapa
bakteri lainnya. Untuk mengatasi bakteri penyebab TBC digunakan antibiotik lain,
yaitu streptomisin. Streptomisin adalah antibiotik untuk mengobati penyakit
yang disebabkan oleh bakteri Tuberculosis (TBC). Streptomisin dihasilkan oleh
mikroorganisme genus Streptomyces.
70
KEGIATAN PEMBELAJARAN 2 KIMIA KOSMETIK DAN OBAT
KELOMPOK KOMPETENSI I
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA
Beberapa jenis bakteri mampu menyesuaikan diri dan kebal terhadap antibiotik,
yang dipakai selama pengobatan. Jika ini terjadi maka pengobatan dengan
antibiotik tersebut tidak akan sembuh. Gejala ini biasanya muncul pada penderita
yang tidak disiplin memakan obat.
3) Zat Psikiatris
Psikiatris adalah jenis obat-obatan yang dapat memengaruhi bagian tertentu dari
sistem saraf. Jika obat ini dikonsumsi maka orang yang mengonsumsinya akan
melakukan tindakan di luar kesadaran atau di luar kendali sistem saraf.
Kebanyakan obat psikiatris bertindak secara langsung kepada sistem saraf.
Terdapat berbagai jenis obat psikiatris seperti stimulan dan depresan.
a) Stimulan
Stimulan digunakan untuk mempercepat tindakan sistem saraf. Jadi, jika
seseorang mengonsumsi obat ini dapat menyebabkan orang tersebut merasa
lebih percaya diri. Zat stimulan yang berasal dari tubuh contohnya adalah
adrenalin, yaitu sejenis stimulan yang dihasilkan oleh kelenjar adrenal dalam
tubuh. Stimulan berkerja dengan cara memacu kerja jantung lebih kuat dan
cepat sehingga tubuh kita merasa lebih siap menghadapi berbagai
kecemasan. Dengan adanya stimulan maka organ-organ dalam tubuh
akan bertindak lebih tangkas dari biasanya. Terdapat beberapa jenis stimulan di
antaranya amfetamin, kokain, dan obat-obatan tergolong narkoba.
b) Amfetamin
Amfetamin digunakan untuk mengurangi rasa cemas yang berlebihan dan
mengurangi selera makan sehingga berat badan turun. Di samping itu, amfetamin
juga digunakan untuk menjaga gairah hidup. Dengan mengonsumsi amfetamin,
pengguna merasa lebih berenergi, lebih gembira, dan senang berbicara. Pasien
yang banyak mengonsumsi amfetamin dalam dosis tinggi akan menjadi agresif
dan ganas serta sering mengkhayal. Hal ini akan menimbulkan perasaan yang
tidak menentu serta sering mendengar suara-suara yang tidak jelas sumbernya.
Obat-obatan yang termasuk amfetamin di antaranya dextro-
amfetamin (dexedrina) dan metamfetamin (methedrina). Kedua obat ini sangat
efektif untuk mengobati penyakit kecemasan dan sering muram. Obat ini
juga dapat menimbulkan ketagihan.
71
KEGIATAN PEMBELAJARAN 2 KIMIA KOSMETIK DAN OBAT
KELOMPOK KOMPETENSI I
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud
c) Kokain
Kokain adalah sejenis alkaloid yang dapat diekstrak dari pohon koka (Erythroxylon
coca). Kokain merupakan stimulan yang kuat dan digunakan sebagai obat bius
dalam pembedahan lokal seperti mulut, mata, dan telinga. Namun, obat ini dapat
menimbulkan ketagihan dan tergolong narkoba Jenis alkaloid lain meliputi
sejumlah obat-obatan adalah morfin dan quinin (kina). Morfin diekstrak dari bunga
madat dan quinin diekstrak dalam kulit pohon kina. Senyawa lain yang sejenis
adalah heroin dan LSD (lysergic acid diethylamida).
d) Depresan
Depresan adalah jenis obat-obatan yang berfungsi mengurangi aktivitas sebagian
otak dan mengurangi aktivitas sistem saraf. Orang yang mengonsumsi obat jenis
ini akan merasa ngantuk dan merasa gembira. Ada beberapa jenis obat-obatan
yang tergolong obat depresan di antaranya adalah barbiturat dan trankuilizer.
Barbiturat dan trankuilizer bertindak sebagai sedatif dan juga hipnotik, yaitu obat
yang dipakai untuk penderita sakit jiwa. Sedatif bersifat sebagai obat penenang,
sedangkan hipotik menyebabkan pasien tidak tenang.
Pemakaian dosis tinggi barbiturat akan tampak berperilaku seperti orang mabuk
dan suara kurang jelas bahkan dapat mengakibatkan hilangnya keseimbangan
tubuh. Dosis yang terlampau tinggi dapat menimbulkan kematian karena
menyumbat saluran nafas.
4) Hormon
Hormon merupakan salah satu senyawa karbon yang dihasilkan oleh kelenjar
tubuh. Hormon sintetik telah berhasil dikembangkan. Hormon sintetik digunakan
untuk menghasilkan hormon ketika kelenjar pasien yang memproduksi hormon
telah rusak, misalnya akibat pembedahan atau kelenjar tidak dapat berfungsi
secara normal.
Hormon dapat dikelompokkan ke dalam dua golongan, yaitu golongan peptida dan
golongan steroid. Golongan peptida terdiri atas molekul-molekul asam amino yang
72
KEGIATAN PEMBELAJARAN 2 KIMIA KOSMETIK DAN OBAT
KELOMPOK KOMPETENSI I
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA
larut dalam air, misalnya insulin. Steroid merupakan molekul besar yang dihasilkan
dari kolesterol. Hormon ini lebih larut dalam lemak daripada di dalam air. Contoh
hormon ini yaitu kortison.
a) Hormon Insulin
Insulin adalah sejenis hormon yang berperan mengendalikan keseimbangan
glukosa dalam darah. Insulin dihasilkan oleh sel pankreas. Hormon insulin
membiarkan sel tubuh menggunakan glukosa dalam darah. Tanpa insulin,
konsentrasi glukosa dalam darah akan meningkat. Jika hal ini dibiarkan maka
glukosa akan ditemukan dalam air seni. Keadaan ini dinamakan penyakit diabetes
mellitus. Pengobatan penyakit ini dilakukan dengan menyuntikkan insulin ke dalam
tubuh. Akan tetapi, jika insulin berada pada konsentrasi yang tinggi dalam darah
maka kadar gula dalam darah akan menjadi telampau rendah. Jika ini terjadi,
dapat menyebabkan keadaan hipoglikemia. Gejalanya, pasien akan
berkeringat, lemah, dan kabur penglihatan.
b) Kortison
Kortison merupakan salah satu obat steroid. Pada mulanya hormon ini diperoleh
dari korteks kelenjar adrenal. Pada 1946, pakar kimia telah berhasil menyintesis
kortison dari empedu. Kortison biasanya digunakan untuk mengobati penyakit
rheumatoid arthritis. Penyakit ini mengakibatkan persendian tulang menjadi
bengkak, sakit, dan kejang-kejang. Kortison juga digunakan mengobati
penyakit radang paru-paru, bengkak, asma, dan penyakit kulit yang
disebabkan alergi.
b. Pemakaian Obat
Pemakaian obat yang digunakan untuk dimakan, diminum, disuntikan atau dengan
cara lain yang intinya untuk dimasukan ke dalam tubuh pasien atau konsumen,
menurut Ditjen POM, karena pertimbangan khasiat dan dampak jumlah
pemakaiannya perlu ditetapkan dosis pemakaian obat tersebut dalam dosis
maksimumnya.
Dosis maksimum obat yang tertera dalam Farmakope Indonesia adalah dosis
untuk orang dewasa untuk sekali dan sehari pemakaian, tidak boleh dilampaui
kecuali jika dibelakang jumlah obat dibubuhi tanda seru dan paraf dokter penulis
73
KEGIATAN PEMBELAJARAN 2 KIMIA KOSMETIK DAN OBAT
KELOMPOK KOMPETENSI I
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud
resep. Kecuali dinyatakan lain, dosis maksimum yang tertera dalam monografi
adalah dosis maksimum untuk pemakaian melalui mulut.
Bahan obat tertentu yang perlu ditetapkan dosis maksimumnya tercantum dalam
daftar obat pada Farmakope Indonesia. Contoh daftar tabel di bawah ini adalah
nama bahan obat tertentu yang mempunyai dosis maksimum.
Tabel 2. 7. Contoh daftar dosis maksimum bahan obat untuk orang dewasa
Dosis maksimum
2 Amphetamini Sulfas 20 mg 40 mg
3 Apomorphini HCl 10 mg 20 mg
5 Codein 3 mg 15 mg
8 Phenobarbital 25 mg 80 mg
10 Theophylinum 500 mg 1g
74
KEGIATAN PEMBELAJARAN 2 KIMIA KOSMETIK DAN OBAT
KELOMPOK KOMPETENSI I
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA
1 kali pakai:
𝑛
𝑥 𝐷𝑜𝑠𝑖𝑠 𝑀𝑎𝑘𝑠𝑖𝑚𝑢𝑚
𝑛 + 12
6
𝑥 25 𝑚𝑔 = 8,3 𝑚𝑔
6 + 12
Sehari pakai:
𝑛
𝑥 𝐷𝑜𝑠𝑖𝑠 𝑀𝑎𝑘𝑠𝑖𝑚𝑢𝑚
𝑛 + 12
6
𝑥 80 𝑚𝑔 26,6 𝑚𝑔
6 + 12
75
KEGIATAN PEMBELAJARAN 2 KIMIA KOSMETIK DAN OBAT
KELOMPOK KOMPETENSI I
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud
Jika Margareta dalam sekali makan obat tersebut sesuai dengan yang disarankan
dalam resep, berarti Phenobarbital:
c. Penggolongan obat
Penggolongan obat terdiri atas obat bebas, obat bebas terbatas, obat wajib
apotek, obat keras, psikotropika dan narkotika. Obat bebas dan bebas
terbatas biasanya dipasarkan tanpa resep dokter (OTC-Over The Counter), yaitu
untuk menangani penyakit-penyakit simtomatis ringan yang banyak diderita
masyarakat, penderita sakit dapat menangani sendiri (self meditation)
Obat bebas dapat dijual bebas. Dalam pemakaiannya, penderita dapat membeli
dalam jumlah sangat sedikit saat obat diperlukan, jenis zat aktif pada obat golongan
ini relatif aman sehingga pemakainnya tidak memerlukan pengawasan tenaga
medis selama diminum sesuai petunjuk yang tertera pada kemasan obat. Oleh
karena itu, sebaiknya golongan obat ini tetap dibeli bersama kemasannya. Di
Indonesia, obat golongan ini ditandai dengan lingkaran berwarna hijau dengan
garis tepi berwarna hitam. yaitu obat analgetik/pain killer (parasetamol), vitamin
dan mineral. Ada juga obat-obat herbal tidak masuk dalam golongan ini, namun
dikelompokkan sendiri dalam obat tradisional (TR)
Obat bebas terbatas adalah obat yang sebenarnya termasuk obat keras tetapi
masih dapat dijual atau dibeli bebas tanpa resep dokter, dan disertai dengan tanda
peringatan. Tanda khusus pada kemasan dan etiket obat bebas terbatas adalah
lingkaran biru dengan garis tepi berwarna hitam.
76
KEGIATAN PEMBELAJARAN 2 KIMIA KOSMETIK DAN OBAT
KELOMPOK KOMPETENSI I
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA
Contoh obat golongan ini adalah: pain relief, obat batuk, obat pilek dan krim
antiseptik
Obat Keras
Golongan obat yang hanya boleh diberikan atas resep dokter ditandai dengan
tanda lingkaran merah dan terdapat huruf K di dalamnya. Yang termasuk golongan
ini adalah beberapa obat generik dan Obat Wajib Apotek (OWA). Obat psikotropika
adalah obat keras baik alamiah maupun sintetis bukan narkotik, yang berkhasiat
psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan
perubahan khas pada aktivitas mental dan perilaku. Contoh : Diazepam,
Phenobarbital
Obat narkotika adalah obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik
sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan
kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri dan
menimbulkan ketergantungan
Obat Wajib Apotik (OWA) Selain memproduksi obat generik, untuk memenuhi
keterjangkauan pelayanan kesehatan khususnya akses obat pemerintah
mengeluarkan kebijakan OWA.
77
KEGIATAN PEMBELAJARAN 2 KIMIA KOSMETIK DAN OBAT
KELOMPOK KOMPETENSI I
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud
Obat generik adalah obat yang mengandung zat aktif sesuai nama generiknya,
contoh parasetamol generik berarti obat yang dibuat dengan kandungan zat aktif
parasetamol, dipasarkan dengan nama parasetamol, bukan nama merek seperti
Panadol (Glaxo), Pamol (Interbat), Sanmol (Sanbe). Obat generik adalah obat
dengan nama resmi yang ditetapkan dalam Farmakope Indonesia untuk zat
berkhasiat yang dikandungnya.
Obat paten adalah obat dengan nama dagang dan menggunakan nama yang
merupakan milik produsen obat yang bersangkutan. Misal: Lipitor (Pfizer), produk
innovator/originator yaitu merek dagang untuk Atorvastatin
D. Aktivitas Pembelajaran
1. Kegiatan IN 1
Setelah mengkaji materi tentang materi Kimia Kosmetik dan Obat, Anda dapat
mencoba mencari tambahan informasi, mengenai identifikasi bahan kimia yang
terkandung dalam kosmetik dan obat, manfaat dan efek sampingnya bisa melalui
sumber media, referensi/literatur, dan trend isu yang sedang berkembang di dunia
dan mendiskusikan desain eksperimen kualitatif mengenai identifikasi bahan kimia
yang terkandung dalam kosmetik dan obat. Untuk kegiatan IN 1 silakan Anda
78
KEGIATAN PEMBELAJARAN 2 KIMIA KOSMETIK DAN OBAT
KELOMPOK KOMPETENSI I
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA
2. Kegiatan ON
Untuk meningkatkan kompetensi Anda dalam penyajian materi Kimia Kosmetk dan
Obat, silakan Anda mengerjakan LK 2 dan LK 3 secara mandiri di sekolah Anda
atau secara kelompok di kelompok kerja. Tunjukkan kreatifitas Anda dalam
menghasilkan laporan hasil eksperimen/tugas.
79
KEGIATAN PEMBELAJARAN 2 KIMIA KOSMETIK DAN OBAT
KELOMPOK KOMPETENSI I
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud
Lembar Kerja 1
Kimia Kosmetik
Tujuan :
Langkah kerja
2. Perhatikan seluruh bahan yang tertera pada kemasan/produk yang Anda miliki secara
teliti, silakan Anda bekerjasama untuk mengelompokkan produk berdasarkan
penggolongan kosmetik disertai bahan kimia yang terkandung pada produk tersebut.
Tentukan bahaya bahan kimia yang terkandung dalam produk kosmetik tersebut (jika
ada). Lakukan pengelompokan sesuai dengan hasil pengamatan secara jujur dan
tanggungjawab
dst
80
KEGIATAN PEMBELAJARAN 2 KIMIA KOSMETIK DAN OBAT
KELOMPOK KOMPETENSI I
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA
Pertanyaan:
1. Zat kimia dalam kosmetik apa sajakah yang memiliki fungsi baik pada tubuh?
2. Zat kimia dalam kosmetik apa sajakah yang berbahaya bagi tubuh?
3. Bagaimana cara bijak yang Anda lakukan dalam menggunakan produk-produk
kosmetik dalam kehidupan sehari-hari?
4. Buatlah kesimpulan yang diperoleh berdasarkan aktivitas pembelajaran yang telah
dilakukan dengan jujur dan percaya diri.
5. Carilah literatur/referensi/sumber media mengenai langkah-langkah eksperimen
cara menguji merkuri dalam kosmetik secara kualitatif dan kuantatif. Buatlah
laporannya!
81
KEGIATAN PEMBELAJARAN 2 KIMIA KOSMETIK DAN OBAT
KELOMPOK KOMPETENSI I
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud
Lembar Kegiatan 2.
Langkah Kerja
1. Kumpulkanlah bermacam-macam kemasan obat yang ditemukan di
lingkungan Anda
2. Amati simbol yang tertera pada kemasan/brosur yang Anda miliki dengan
teliti, misalnya
Pertanyaan
1. Kelompokkan obat-obatan berdasarkan kategori obat
2. Jelaskan arti simbol-simbol pada kemasan obat yang Anda teliti
3. Setelah mempelajari khasiat dan dampak obet-obatan, bagaimana cara
menggunakan obat-obatan ini dengan bijaksana dan tanggungjawab
82
KEGIATAN PEMBELAJARAN 2 KIMIA KOSMETIK DAN OBAT
KELOMPOK KOMPETENSI I
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA
Lembar Kegiatan 3
Langkah Kerja
R/ codein HCl 30 mg
coffein 250 mg
s.l q.s da in pulv. dtd 3 x 1pulv
Pro: Buyung (10 tahun)
Hitunglah berapa dosis maksimum obat yang diminum Buyung dalam satu kali
dan dalam satu hari!
83
KEGIATAN PEMBELAJARAN 2 KIMIA KOSMETIK DAN OBAT
KELOMPOK KOMPETENSI I
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud
E. Latihan/Kasus/Tugas
84
KEGIATAN PEMBELAJARAN 2 KIMIA KOSMETIK DAN OBAT
KELOMPOK KOMPETENSI I
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA
85
KEGIATAN PEMBELAJARAN 2 KIMIA KOSMETIK DAN OBAT
KELOMPOK KOMPETENSI I
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud
A. i, ii, iii
B. ii, iii, iv
C. i, iii, v
D. iii, iv, v
7. Pada kosmetik pemutih kulit terdapat beberapa bahan kimia yang berbahaya
bagi kulit, salah satunya adalah hidrokuinon yang dapat memberikan efek
samping berupa....
A. toksik pada organ dalam tubuh
B. pemicu kanker kulit
C. iritasi kulit ringan, panas, merah, dan gatal.
D. penghambat saluran pernafasan
8. Perhatikan simbol obat yang ada dalam kemasan obat berikut ini
86
KEGIATAN PEMBELAJARAN 2 KIMIA KOSMETIK DAN OBAT
KELOMPOK KOMPETENSI I
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA
9. Selain obat generik dan obat paten ada juga produksi Obat Wajib Apotik
(OWA). Tujuan diproduksi OWA selain obat generik adalah....
A. memperluas keterjangkauan obat untuk masyarakat
B. menambahkan adanya obat yang bebas dijual kapan saja
C. memberikan tanda bahwa obat jenis ini milik produsen obat tertentu
D. menghindari penggunaan yang berlebihan dan terus menerus
10. Seorang anak bernama shinta berusia 8 tahun, diberikan obat phenobarbital
sebagai obat anti kejang. Diketahui daftar dosis maksimum untuk
phenobarbital pada farmakope:adalah dosis 1 kali pakai: 25 mg ; dosis sehari:
80 mg. Maka dosis maksimum obat yang diminum shinta dalam satu kali dan
dalam satu hari (3x sehari), adalah....
A. 1 kali makan dosis 5 mg; dosis satu hari 15 mg
B. 1 kali makan dosis 8 mg; dosis satu hari 24 mg
C. 1 kali makan dosis 10 mg; dosis satu hari 30mg
D. 1 kali makan dosis 12 mg; dosis satu hari 36 mg
87
KEGIATAN PEMBELAJARAN 2 KIMIA KOSMETIK DAN OBAT
KELOMPOK KOMPETENSI I
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud
Setelah Anda menjawab soal-soal pada latihan soal, buatlah soal-soal kategori
HOTS untuk topik Kimia Kosmetik dan Obat mengacu pada kisi-kisi UN/USBN
2017. Jumlah soal minimal 5 (lima) soal pilihan ganda dan 2 (dua) soal uraian
bervariasi untuk level kognitif Pengetahuan dan Pemahaman, Aplikasi dan
Penalaran. Gunakan modul pedagogik KK G yang berjudul Pengembangan
Instrumen Penilaian, Pedoman Penilaian SMA yang berlaku, serta buku pelajaran
kimia.
Kerjakan pada kegiatan ON. Lakukan telaah soal menggunakan instrumen telaah
soal HOTS, perbaiki soal berdasarkan hasil telaah. Setelah itu, Anda
mendokumenkan hasil pekerjaan Anda sebagai bahan portofolio dan bahan
laporan pada IN-2
F. Rangkuman
Kosmetik adalah campuran bahan kimia yang ditujukan untuk digunakan dengan
cara dioleskan, ditaburkan, dipercikkan, disemprotkan, atau dikenakan pada
bagian tubuh manusia atau bagian lainnya untuk membersihkan, mempercantik,
atau menambah daya tarik penampilan seseorang yang menggunakannya. Bahan
dasar sediaan kosmetik yang paling banyak digunakan adalah lemak/minyak, air,
dan alkohol
Obat baik alami ataupun sintetis adalah suatu bahan (zat) kimia yang diperoleh
dari hewan, tumbuhan atau air. Obat ada yang dapat mempengaruhi fisik, psikhis,
dan susunan syaraf pusat. Dapat bersifat penghilang rasa nyeri, menyegarkan,
membius, menenangkan, atau memperbaiki sel-sel tubuh.
88
KEGIATAN PEMBELAJARAN 2 KIMIA KOSMETIK DAN OBAT
KELOMPOK KOMPETENSI I
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA
Dosis maksimum obat yang tertera dalam Farmakope Indonesia adalah dosis
untuk orang dewasa untuk sekali dan sehari pemakaian, tidak boleh dilampaui
kecuali jika dibelakang jumlah obat dibubuhi tanda seru dan paraf dokter penulis
resep. Kacuali dinyatakan lain, dosis maksimum yang tertera dalam monografi
adalah dosis maksimum untuk pemakaian melalui mulut. Young merumuskan cara
perhitungan obat berdasarkan dosis maksimum untuk pasien: umur 0 -1 tahun;
usia 1-8 tahun; dan umur > 8 tahun.
89
KEGIATAN PEMBELAJARAN 2 KIMIA KOSMETIK DAN OBAT
KELOMPOK KOMPETENSI I
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud
90
KEGIATAN PEMBELAJARAN 2 KIMIA KOSMETIK DAN OBAT
KELOMPOK KOMPETENSI I
KEGIATAN PEMBELAJARAN 3
TRIK AND TIPS DALAM MELAKSANAKAN
EKSPERIMEN KIMIA
Salah satu tujuan pembelajaran kimia adalah agar peserta didik memperoleh
pengalaman dalam menerapkan metode ilmiah melalui percobaan atau
eksperimen, dimana peserta didik melakukan pengujian hipotesis dengan
melakukan eksperimen, pengambilan data, pengolahan dan interpretasi data,
serta mengomunikasikan hasil eksperimen secara lisan dan tertulis. Untuk
mencapai tujuan tersebut seorang guru juga harus memiliki keterampilan seperti
yang dituntut pada peserta didik. Masih banyak guru kimia yang belum terampil
dalam melakukan beberapa eksperimen karena jarang menggunakan metode
eksperimen dalam penyajian pembelajarannya, sehingga mereka juga kurang
memberikan pembelajaran yang mendidik melalui kegiatan laboratorium bagi
siswanya misalnya melatih penerapan metode ilmiah melalui eksperimen.
Mengacu pada Permendiknas nomor 16 tahun 2007, Menguasai Trik dan Tips
dalam melaksanakan eksperimen kimia ini termasuk kompetensi inti guru “
20. Menguasai materi, struktur, konsep, dan pola pikir keilmuan yang mendukung
mata pelajaran kimia” dan kompetensi guru “20.13. Melaksanakan eksperimen
kimia dengan cara yang benar”. Selain itu setelah guru secara profesional dapat
melaksanakan eksperimen dengan benar, diharapkan menguasai kompetensi inti
pedagogik guru “4.4 Melaksanakan pembelajaran yang mendidik di kelas, di
laboratorium, dan dilapangan dengan memperhatikan standar keamanan yang
dipersyaratkan”. Untuk itu pada modul ini akan dibahas mengenai keterampilan
dalam melakukan eksperimen dan bagaimana melaksanakan kegiatan belajar di
laboratorium sesuai standar. Kompetensi ini dapat dicapai jika Anda belajar materi
ini dengan kerja keras, profesional, kreatif dan tanggung jawab dalam melakukan
tugas sesuai instruksi pada bagian aktivitas belajar yang tersedia, disiplin dalam
mengikuti tahap-tahap belajar serta bertanggung jawab dalam membuat tugas
atau hasil kerja.
A. Tujuan
C. Uraian Materi
Salah satu tuntutan kurikulum sekarang peserta didik harus memiliki pengalaman
belajar mengamati, mengumpulkan informasi, mengasosiasi dan
mengomunikasikan. Pengalaman belajar ini dapat dilatihkan melalui belajar kimia
terutama melalui kegiatan eksperimen. Penyajian belajar di laboratorium
memerlukan berbagai persyaratan sesuai dengan karakteristik metode
pembelajarannya misalnya metode eksperimen, juga persyaratan keamanan atau
keselamatan kerja. Untuk melengkapi kompetensi guru dalam melaksanakan
eksperimen dengan benar dan bagaimana menyajikannya ke peserta didik pada
uraian berikut dibahas beberapa Trik dan Tips dalam pembelajaran kimia.
Bacalah uraian materi sampai tuntas tahap demi tahap, Selanjutnya lakukan
92
KEGIATAN PEMBELAJARAN 3 TRIK AND TIPS DALAM MELAKSANAKAN EKSPERIMEN KIMIA
KELOMPOK KOMPETENSI I
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA
aktivitas sesuai instruksi pada modul, untuk menghasilkan hasil yang baik silahkan
bekerja sama dalam kelompok
93
KEGIATAN PEMBELAJARAN 3 TRIK AND TIPS DALAM MELAKSANAKAN EKSPERIMEN KIMIA
KELOMPOK KOMPETENSI I
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud
Mengamati dengan indra peraba dan pengecap pada praktikum kimia sangat
jarang dilakukan karena zat kimia ada yang bersifat racun dan berbahaya jika kena
bagian tubuh atau kulit.
2) Menanya
Keterampilan mengajukan pertanyaan perlu ditanamkan melalui kegiatan
pembelajaran. Banyak gejala-gejala yang timbul dari reaksi kimia yang
menimbulkan pertanyaan, oleh karena itu guru harus memfasilitasinya dengan
menampilkan percobaan yang memotivasi untuk bertanya dan memberi
kesempatan untuk bertanya.
3) Mengumpulkan informasi
Mengumpulkan informasi dalam pembelajaran kimia melalui kegiatan mencoba
mendemonstrasikan, melakukan eksperimen dan memodifikasi/ menambahi/
mengembangkan. Semua hasil pengamatan eksperimen kimia baik sebelum
pelaksanaan, sedang melakukan dan setelah melakukan eksperimen dikumpulkan
menjadi suatu data hasil pengamatan.
4) Mengolah informasi
Pada eksperimen kimia mengolah data yang sudah dikumpulkan, menganalisis
data dalam bentuk membuat kategori, mengasosiasi atau menghubungkan
fenomena/ informasi yang terkait dalam rangka menemukan suatu pola, dan
menyimpulkan termasuk mengolah infornasi.
5) Mengomunikasikan
Pada eksperimen kimia mengomunikasikan hasil pengolahan data, biasanya
disajikan dalam bentuk bagan, diagram, atau grafik, menyusun laporan tertulis,
dan menyajikan laporan meliputi proses, hasil, dan kesimpulan secara lisan.
94
KEGIATAN PEMBELAJARAN 3 TRIK AND TIPS DALAM MELAKSANAKAN EKSPERIMEN KIMIA
KELOMPOK KOMPETENSI I
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA
yang sistematis akan memudahkan melakukan eksperimen. Berikut ini tiga contoh
prosedur kerja secara sistematis.
I. Pendahuluan
Elektrolisis berarti penguraian suatu zat akibat arus listrik. Zat-zat yang terbentuk dapat
diketahui dari perubahan-perubahan yang terjadi dengan bantuan indikator. Dalam
percobaan ini kalian dapat menyelidiki zat-zat hasil elektrolisis larutan Na2SO4 dan
larutan KI dengan elektroda karbon. Kalian juga dapat berlatih mengamati, merangkai
alat, memprediksi, mengolah data dan menyimpulkan. Lakukan dengan teliti. dalam
kelompok.
II. Alat dan Bahan
Alat : Bahan :
- Tabung U 2 buah - Larutan Na2SO4 1 M
- Elektrode C dan Fe 2 buah - Larutan KI 1 M
- Batu Batere 4 buah - Larutan indikator universal
- Statif, klem boshead 1 set atau indikator alam
2 buah - Larutan Indikator
- Pipet tetes
2 set Fenolftalein
- Kabel & penjepit buaya
- Larutan Amilum 1 %
95
KEGIATAN PEMBELAJARAN 3 TRIK AND TIPS DALAM MELAKSANAKAN EKSPERIMEN KIMIA
KELOMPOK KOMPETENSI I
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud
B. Elektrolisis Larutan KI
96
KEGIATAN PEMBELAJARAN 3 TRIK AND TIPS DALAM MELAKSANAKAN EKSPERIMEN KIMIA
KELOMPOK KOMPETENSI I
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA
IV. Pertanyaan
97
KEGIATAN PEMBELAJARAN 3 TRIK AND TIPS DALAM MELAKSANAKAN EKSPERIMEN KIMIA
KELOMPOK KOMPETENSI I
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud
Penentuan Koefisien Reaksi pada Reaksi antara Timbal(Ii) Nitrat dan Kalium
Iodida
I. Pendahuluan
Untuk membuat suatu senyawa perlu perhitungan berapa jumlah zat yang harus disiapkan
sesuai dengan perbandingan mol zat yang bereaksi. Perbandingan ini didalam persamaan
reaksi dikenal dengan perbandingan koefisien reaksi. Koefisien reaksi dituliskan dalam bentuk
angka yang diletakkan didepan rumus kimia zat yang terlibat dalam reaksi. Bagaimana cara
menentukan koefisien reaksi dengan percobaan? Lakukan percobaan berikut dengan teliti.
II. Tujuan
Alat: Bahan:
Tabung reaksi 5 buah Larutan Pb(NO3)2 1 M
Rak tabung reaksi Larutan KI 1 M
Gelas ukur ukuran 10 mL 1 buah
Pipet tetes
Penggaris
A. Prosedur Percobaan
1. Siapkan 5 buah tabung reaksi yang sudah diberi label A, B, C, D dan E.
2. Masukkan 5 mL larutan Pb(NO3)2 1 M ke dalam masing–masing tabung reaksi.
3. Tambahkan 1 mL larutan KI 1 M ke dalam tabung reaksi A. Amati gejala yang terjadi.
4. Ulangi langkah 3 di atas untuk tabung reaksi B, C, D dan E masing–masing dengan
menambahkan larutan KI 1 M sebanyak 2, 3, 4 dan 5 mL.
5. Ukur tinggi endapan yang diperoleh pada tiap tabung reaksi.
6. Buatlah grafik antara volume larutan KI yang ditambahkan dengan tinggi endapan pada
tiap tabung reaksi.
B. Hasil Pengamatan
Tabung Volume Pb(NO3)2 1 M Volume KI 1 M Tinggi endapan
98
KEGIATAN PEMBELAJARAN 3 TRIK AND TIPS DALAM MELAKSANAKAN EKSPERIMEN KIMIA
KELOMPOK KOMPETENSI I
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA
Tinggi
endapan
(mm)
0 1 2 3 4 5
mL larutan KI
V. Pertanyaan:
1. Gejala apa yang terjadi pada reaksi antara larutan Pb(NO3)2 dengan larutan KI ?
2. Berdasarkan grafik penambahan volume larutan KI, berapa mL larutan Pb(NO3)2 dan
larutan KI yang tepat bereaksi ?
3. Berapa perbandingan mol Pb(NO3)2 dan KI pada reaksi tersebut?
4. Tuliskan persamaan reaksi antara larutan Pb(NO3)2 dan larutan KI berdasarkan
percobaanmu!
5. Apakah koefisien reaksi pada hasil percobaanmu sesuai dengan persamaan reaksi
yang benar, kalau tidak carilah penyebabnya?
99
KEGIATAN PEMBELAJARAN 3 TRIK AND TIPS DALAM MELAKSANAKAN EKSPERIMEN KIMIA
KELOMPOK KOMPETENSI I
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud
Pada eksperimen ini anda akan menentukan laju reaksi logam Mg dengan larutan asam
klorida dengan cara mengukur volum gas hidrogen yang dihasilkan pada selang waktu
tertentu
Alat-alat Bahan
Stopwatch
Langkah kegiatan
Waktu (detik)
Volum H2 (mL)
100
KEGIATAN PEMBELAJARAN 3 TRIK AND TIPS DALAM MELAKSANAKAN EKSPERIMEN KIMIA
KELOMPOK KOMPETENSI I
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA
101
KEGIATAN PEMBELAJARAN 3 TRIK AND TIPS DALAM MELAKSANAKAN EKSPERIMEN KIMIA
KELOMPOK KOMPETENSI I
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud
a. Persiapan Eksperimen.
Untuk melakukan eksperimen ini guru harus melakukan tahap demi tahap mulai
dari mempersiapkan alat dan bahannya, pelaksanaan eksperimen dan
pengolahannya. Bagi guru mempersiapkan alat dan bahan eksperimen sangat
penting. Ada beberapa trik dan tips agar eksperimen ini berhasil.
Sebagai contoh akan diuraikan bagaimana persiapan pada pecobaan
“Menentukan laju reaksi antara logam magnesium dengan larutan asam klorida”
b. Pelaksanaan Eksperimen.
Berikut ini prosedur melakukan “Menentukan laju reaksi antara logam magnesium
dengan larutan asam klorida”
102
KEGIATAN PEMBELAJARAN 3 TRIK AND TIPS DALAM MELAKSANAKAN EKSPERIMEN KIMIA
KELOMPOK KOMPETENSI I
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA
Prosedur kerja
103
KEGIATAN PEMBELAJARAN 3 TRIK AND TIPS DALAM MELAKSANAKAN EKSPERIMEN KIMIA
KELOMPOK KOMPETENSI I
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud
Pembelajaran topik laju reaksi dengan percobaan “Menentukan laju reaksi antara
logam magnesium dengan larutan asam klorida” bagi peserta didik dapat
dilakukan dengan metode eksperimen atau demonstrasi. Guru tetap harus
memahami trick-trick percobaan ini dan dapat menjelaskan kepada peserta didik
agar percobaan berhasil. Pada setiap eksperimen, sebenarnya ada trick-trick yang
harus dipelajari guru untuk keberhasilan pembelajaran dengan metode
eksperimen. Eksperimen kimia yang berbahaya umumnya dilakukan metode
demonstrasi. Misalnya reaksi logam natrium dengan air, pengaruh suhu pada
reaksi kesetimbangan gas nitrogen monoksida dan dinitrogen tetra oksida
Volum H2 5 ...
(mL)
104
KEGIATAN PEMBELAJARAN 3 TRIK AND TIPS DALAM MELAKSANAKAN EKSPERIMEN KIMIA
KELOMPOK KOMPETENSI I
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA
pH 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14
Metil jinga
Bromtimol
biru
Fenolptalein
Tabel Waktu reaksi antara natrium tiosulfat dengan asam klorida pada konsentrasi
natrium tiosulfat yang berbeda
20 20 - 20x 0,2
40
20 15 5
20 10 10
20 5 15
105
KEGIATAN PEMBELAJARAN 3 TRIK AND TIPS DALAM MELAKSANAKAN EKSPERIMEN KIMIA
KELOMPOK KOMPETENSI I
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud
KCl
NH4Cl
CH3COONa
Na2CO3
Na3PO4
106
KEGIATAN PEMBELAJARAN 3 TRIK AND TIPS DALAM MELAKSANAKAN EKSPERIMEN KIMIA
KELOMPOK KOMPETENSI I
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA
Foto bentuk molekul berdasarkan tolakan elektron berdasarkan teori VESPR yang
dibuat dari balon yang diikat
107
KEGIATAN PEMBELAJARAN 3 TRIK AND TIPS DALAM MELAKSANAKAN EKSPERIMEN KIMIA
KELOMPOK KOMPETENSI I
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud
Data hasil titrasi Asam Kuat dengan basa kuat dan asam lemah dengan basa kuat
adalah sebagai berikut.
Tabel 3. 1. harga pH pada setiap penambahan NaoH 0,1 M ke dalam larutan HCl 0,1M
dan kedalam larutan CH3COOH 0,1M
108
KEGIATAN PEMBELAJARAN 3 TRIK AND TIPS DALAM MELAKSANAKAN EKSPERIMEN KIMIA
KELOMPOK KOMPETENSI I
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA
Grafik Titrasi HCl dengan NaOH Grafik Titrasi CH3COOH dengan NaOH
109
KEGIATAN PEMBELAJARAN 3 TRIK AND TIPS DALAM MELAKSANAKAN EKSPERIMEN KIMIA
KELOMPOK KOMPETENSI I
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud
Mengolah data dari grafik tersebut ke data dalam tabel pengamatan contohnya:
110
KEGIATAN PEMBELAJARAN 3 TRIK AND TIPS DALAM MELAKSANAKAN EKSPERIMEN KIMIA
KELOMPOK KOMPETENSI I
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA
Data grafik
Dari grafik tersebut jika diubah menjadi kata-kata atau kalimat oleh peserta didik
akan menghasilkan kalimat yang berbeda-beda walaupun maknanya sama.
Contoh hasil pengolahan data grafik diatas menjadi sebuah kalimat kesimpulan
adalah:
Pada titrasi asam lemah dengan basa kuat titik ekivalen berada pada pH lebih tinggi
dari 7, tepatnya terjadi pada pH 8,80. Indikator yang baik digunakan untuk titrasi ini
adalah phenolphthalein. Methyl merah tidak baik digunakan untuk indikator pada titrasi
ini karena trayek pH nya berada dibawah 7. pH sekitar 5 merupakan daerah terjadinya
larutan penyangga
111
KEGIATAN PEMBELAJARAN 3 TRIK AND TIPS DALAM MELAKSANAKAN EKSPERIMEN KIMIA
KELOMPOK KOMPETENSI I
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud
1 20 60 38,35
2 20 38,35 26,75
3 20 26,75 15,14
VA .MA = VB . MB
𝟏𝟏,𝟔𝟐 𝐦𝐋 𝐱 𝟎,𝟏𝐌
MA = = 0,0581 M Jadi, konsentrasi HCl = 0,058 M
𝟐𝟎𝐦𝐋
112
KEGIATAN PEMBELAJARAN 3 TRIK AND TIPS DALAM MELAKSANAKAN EKSPERIMEN KIMIA
KELOMPOK KOMPETENSI I
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA
Setelah mengumpulkan data eksperimen ini, peserta didik akan menghitung ∆ HR.
Pada percobaan ini pengolahan data dilakukan melalui perhitungan. Contoh
pengolahan datanya adalah:
Penyelesaian:
q = m x c x ∆t
= 2885,4 J = 2,8854 kJ
∆HR = –q
∆HR untuk 0,05 mol H2O = –2,8854 kJ
–2,8854 kJ
∆HR reaksi untuk 1 mol H2O = = –57,71 kJ mol–1
0,05 mol
113
KEGIATAN PEMBELAJARAN 3 TRIK AND TIPS DALAM MELAKSANAKAN EKSPERIMEN KIMIA
KELOMPOK KOMPETENSI I
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud
D. Aktivitas Pembelajaran
1. Kegiatan IN- 1
Setelah mengkaji materi tentang Trik dan Tips dalam melaksanakan eksperimen
kimia, silahkan Anda dan peserta lainnya dalam kelompok mendiskusikan trick-
trick atau tips pada berbagai eksperimen kimia yang tertera pada gambar di LK-1.
Pada IN-1 yang dikerjakan adalah LK-1dengan judul Trik dan Tips untuk
Eksperimen Kimia. LK-2 dikerjakan pada ON.
2. Kegiatan ON
114
KEGIATAN PEMBELAJARAN 3 TRIK AND TIPS DALAM MELAKSANAKAN EKSPERIMEN KIMIA
KELOMPOK KOMPETENSI I
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA
Lembar Kegiatan 1
KD: ...............................
Deskripsi Percobaan:.............................
Trick:.............................
Reaksi Na dengan air yang ditetesi
fenolptalein Tips: ..................................
Judul:............................
Trick:.............................
115
KEGIATAN PEMBELAJARAN 3 TRIK AND TIPS DALAM MELAKSANAKAN EKSPERIMEN KIMIA
KELOMPOK KOMPETENSI I
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud
Judul:............................
Trick:.............................
Judul:............................
Trick:.............................
Tips: .............................
Judul:............................
Trick:.............................
Tips: ..............................
116
KEGIATAN PEMBELAJARAN 3 TRIK AND TIPS DALAM MELAKSANAKAN EKSPERIMEN KIMIA
KELOMPOK KOMPETENSI I
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA
Lembar Kegiatan 2
Contoh format.
Kompetensi Dasar Kelas Topik Judul Tujuan
Eksperimen
....................
Prosedur Kerja
.................................................................................................................................
..........................................................................................................................
117
KEGIATAN PEMBELAJARAN 3 TRIK AND TIPS DALAM MELAKSANAKAN EKSPERIMEN KIMIA
KELOMPOK KOMPETENSI I
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud
E. Latihan/Kasus/Tugas
Setelah mempelajari materi trik dan tips ini, silahkan anda mencoba mengerjakan
soal secara mandiri selanjutnya kumpulkan hasil kerja tepat waktu sesuai jadwal
yang ditentukan
Pilihlah jawaban yang tepat
1. Pada saat peserta didik akan melaksanakan percobaan ada beberapa
kegiatan yang harus dilakukan :
i. Membaca pedoman percobaan
ii. Melaksanakan percobaan
iii. Mempersiapkan alat dan bahan
iv. Mencatat pengamatan
Prosedur kerja yang dilakukan secara sistimatis adalah ...
A. i, iii, ii,iv
B. i,ii, iii, iv
C. iii, ii, i, iv
D. iii, i, ii, iv
118
KEGIATAN PEMBELAJARAN 3 TRIK AND TIPS DALAM MELAKSANAKAN EKSPERIMEN KIMIA
KELOMPOK KOMPETENSI I
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA
3.
Perhatikan gambar percobaan reaksi
antara logam Na dengan air
[Link] atau trik yang tepat untuk
percobaan ini adalah....
119
KEGIATAN PEMBELAJARAN 3 TRIK AND TIPS DALAM MELAKSANAKAN EKSPERIMEN KIMIA
KELOMPOK KOMPETENSI I
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud
A. menusukkan logam kedalam satu bagian buah yang tidak terhalang kulit
arinya
B. mengamplas dulu logam yang dijadikan elketroda
C. menstrandarkan gerakan jarum pada voltmeter
D. menggunakan satu logam sebagai anoda berkali-kali untuk logam
sebagai katoda yang berbeda
Pada percobaan tersebut, peserta didik melengkapi tabel yang tersedia. Untuk
menyimpulkan percobaan konsep laju reaksi, data tabel tersebut kemudian
diubah menjadi ....
A. gambar
B. deskripsi
C. grafik
D. perhitungan
120
KEGIATAN PEMBELAJARAN 3 TRIK AND TIPS DALAM MELAKSANAKAN EKSPERIMEN KIMIA
KELOMPOK KOMPETENSI I
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA
8. Jika akan membuat larutan asam yang encer, maka larutan ini dapat dibuat
dengan cara mengencerkan larutan asam yang pekat. Pernyataan berikut yang
tepat untuk melakukannya adalah ….
A. air dimasukkan ke dalam wadah berisi asam pekat secara langsung
B. asam pekat dimasukkan ke dalam wadah berisi air secara perlahan-lahan
C. air dan asam pekat dimasukkan ke dalam satu wadah bersama-sama
D. air dimasukkan ke dalam wadah berisi asam pekat secara perlahan-lahan
121
KEGIATAN PEMBELAJARAN 3 TRIK AND TIPS DALAM MELAKSANAKAN EKSPERIMEN KIMIA
KELOMPOK KOMPETENSI I
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud
10. Seorang guru sedang membuat tabel pengamatan untuk percobaan hidrolisis sebagai
berikut.
Data percobaan sifat larutan garam
KCl
NH4Cl
CH3COONa
NaOH
Na2CO3
H2SO4
122
KEGIATAN PEMBELAJARAN 3 TRIK AND TIPS DALAM MELAKSANAKAN EKSPERIMEN KIMIA
KELOMPOK KOMPETENSI I
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA
F. Rangkuman
123
KEGIATAN PEMBELAJARAN 3 TRIK AND TIPS DALAM MELAKSANAKAN EKSPERIMEN KIMIA
KELOMPOK KOMPETENSI I
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud
124
KEGIATAN PEMBELAJARAN 3 TRIK AND TIPS DALAM MELAKSANAKAN EKSPERIMEN KIMIA
KELOMPOK KOMPETENSI I
KUNCI JAWABAN LATIHAN/KASUS/TUGAS
1. C
2. D
3. C
4. D
5. A
6. C
7. A
8. B
9. D
10. B
1. A
2. C
3. B
4. A
5. B
6. D
7. C
8. B
9. A
10. C
126
KUNCI JAWABAN LATIHAN/KASUS/TUGAS
KELOMPOK KOMPETENSI I
EVALUASI
EVALUASI
127
KELOMPOK KOMPETENSI I
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud
4. Diantara nama asam amino berikut yang sesuai dengan rumus strukturnya
adalah.....
Nama Struktur
A
leusin
alanin
glisin
D
valin
128
EVALUASI
KELOMPOK KOMPETENSI I
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA
129
EVALUASI
KELOMPOK KOMPETENSI I
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud
No Struktur
1)
2)
3)
4)
8. Dalam kemasan suatu kosmetik tertulis emollient sebagai salah satu bahan
kandungannya. Fungsi dari kandungan bahan kimia emollient pada kosmetik
tersebut adalah....
A. pembunuh bakteri
B. pemberi efek lembut dan halus
C. pengikat air
D. penyeimbang pH
130
EVALUASI
KELOMPOK KOMPETENSI I
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA
9. Salah satu bahan dasar bedak adalah seng oksida. Fungsi dari seng oksida
di dalam bedak ini adalah sebagai….
A. alergi
B. iritasi mata
C. kanker
D. penyakit kulit
A. raksa
B. squalen
C. asam borat
D. gliserin
12. Beberapa obat patent pada brosurnya bersimbol lingkaran dan palang merah
seperti gambar di bawah ini. Contoh obat yang memiliki simbol ini adalah
....
131
EVALUASI
KELOMPOK KOMPETENSI I
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud
Tanda bulatan khusus dengan warna hijau dalam lingkaran hitam menandakan
bahwa obat tersebut termasuk ke dalam kelompok :
A. obat keras
B. obat bebas terbatas
C. narkotika
D. obat bebas
14. Pada saat praktikum titrasi antara HCl dengan NaOH seorang siswa
melakukannya dengan cara-cara sebagai berikut,
i. menggunakan corong untuk memasukan larutan NaOH ke dalam buret
ii. mengisi buret dengan NaOH sampai penuh
iii. mengamati volum NaOH dengan arah mata yang sejajar dengan skala
buret
iv. membilas labu erlenmeyer dengan larutan HCl.
Dua langkah yang tidak tepat dilakukan siswa pada saat melakukan titrasi
adalah....
A. i dan ii
B. i dan iii
C. ii dan iii
D. ii dan iv
132
EVALUASI
KELOMPOK KOMPETENSI I
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA
A. i dan ii
B. i dan iii
C. ii dan iii
D. ii dan iv
Volum H2 5 ...
(mL)
A. vertikal
B. horizontal
C. linier
D. Persegi
133
EVALUASI
KELOMPOK KOMPETENSI I
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud
A. Titik ekivalen pada titrasi asam kuat dan basa lemah tepat pada pH 7
B. Titik akhir titrasi asam lemah dan basa kuat tepat pada pH 7
C. Titik ekivalen pada titrasi asam kuat dan basa kuat tepat pada pH 7
D. Titik akhir titrasi asam kuat dan basa lemah tepat pada pH 7
134
EVALUASI
KELOMPOK KOMPETENSI I
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA
19. Pada saat peserta didik akan melaksanakan percobaan ada beberapa
kegiatan yang harus dilakukan:
Prosedur kerja yang dilakukan secara sistematis adalah dengan urutan ....
A. i, iii, ii, iv
B. i, ii, iii, iv
C. iii, ii, i, iv
D. iii, i, ii, iv
20. Sekelompok siswa sedang melakukan praktikum sel volta seperti pada foto
berikut dengan menggunakan logam tembaga dan seng
Setelah merangkai sel volta jarum volt
meter berputar kearah negatif. Mereka
melakukan verivikasi dengan menghitung
potensial selnya dan seharusnya positif.
135
EVALUASI
KELOMPOK KOMPETENSI I
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud
136
EVALUASI
KELOMPOK KOMPETENSI I
PENUTUP
PENUTUP
137
KELOMPOK KOMPETENSI I
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud
138
PENUTUP
KELOMPOK KOMPETENSI I
DAFTAR PUSTAKA
Devi, Poppy, K., SitiKalsum., dkk. [Link] 3, Kelas X SMA dan MA.
Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Lewis, Michael and Guy Waller. 1997. Thinking Chemistry. London: Great Britain
Oxford University Press.
Parlan dan Wahjudi. 2003. Kimia Organik I. Malang: Universitas Negeri Malang.
DAFTAR PUSTAKA
139
KELOMPOK KOMPETENSI I
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud
Michael and Guy. 1997. Thinking Chemistry. GCSE Edition Great Britain,
Oxford, Scotprint Ltd.
Silberberg. 2010. Chemistry The Molecular Nature of Matter and Change. New
York: Mc Graw Hill Companies. Inc.
Sunarya, Yayan.,Setiabudi, Agus. 2009. Mudah dan Aktif Belajar Kimia. Untuk
kelas X Sekolah Menengah Atas / Madrasah Aliyah. Edisi BSE.
[Link].
Whitten, Kenneth W., Davis, Raymond E., Peck, M. Larry., Stanley, George G.
2010. Chemistry. Ninth Edition. International Edition. USA.
Brooks/Cole Cengange Learning.
Yayan sunarya dan Agus S, 2009. Mudah dan Aktif Belajar Kimia. Untuk kelas XI
SMA/MA. Jakarta: Puskurbuk Depdiknas
140
DAFTAR PUSTAKA
KELOMPOK KOMPETENSI I
GLOSARIUM
GLOSARIUM
141
KELOMPOK KOMPETENSI I
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud
142
GLOSARIUM
KELOMPOK KOMPETENSI I
LAMPIRAN-LAMPIRAN
No Level Kognitif Kimia Dasar Kimia Analisis Kimia FIsik Kimia Organik Kimia Anorganik
1 Pengetahuan Siswa mampu Siswa mampu Siswa mampu Siswa mampu Siswa mampu
dan pemahaman memahami dan memahami dan memahami dan memahami dan memahami dan
menguasai menguasai menguasai menguasai menguasai
Membuat pengetahuan pengetahuan pengetahuan pengetahuan pengetahuan
daftar/list mengenai struktur mengenai larutan mengenai mengenai mengenai ikatan
Mendeskripsikan/ atom, sistem (non)-elektrolit, termokimia, laju senyawa karbon kimia (kristal dan
describe periodik unsur, asam-basa (sifat reaksi, (hidrokarbon), sifat-sifat fisiknya),
Membuat tabulasi ikatan kimia (jenis asam-basa, reaksi kesetimbangan minyak bumi, dan Senyawa
Memakai
ikatan), tata netralisasi, pH kimia, ikatan kimia makromolekul, kompleks, unsur-
Merangkum
Menginterpretasi nama senyawa asam-basa), (bentuk molekul), polimer, unsur kimia yang
Memprediksi/ (anorganik dan stoikiometri gaya antar molekul, karbohidrat dan terdapat di alam
Menentukan organik), larutan, larutan koloid, dan sifat protein, serta cara (termasuk unsur
Mengeksekusi persamaan reaksi penyangga, koligatif larutan, analisis radioaktif), sifatnya,
sederhana, dan hidrolisis garam, reaksi redoks dan kuantitatifnya, manfaatnya,
hukum-hukum Ksp (bisa dalam elektrokimia (bisa lemak-minyak kereaktifannya,
dasar kimia kehidupan sehari- dalam kehidupan (bisa dalam produksinya (bisa
hari/industri) sehari-hari/industri) kehidupan sehari- dalam kehidupan
hari/ industri) sehari-hari/ industri)
2 Aplikasi Siswa mampu Siswa mampu Siswa mampu Siswa mampu Siswa mampu
mengaplikasikan mengaplikasikan mengaplikasikan mengaplikasikan mengaplikasikan
Mengklasifikasi pengetahuan dan pengetahuan dan pengetahuan dan pengetahuan dan pengetahuan dan
Bereksperimen pemahaman pemahaman pemahaman pemahaman pemahaman
(data) mengenai struktur mengenai larutan mengenai mengenai mengenai ikatan
Menghitung
atom, sistem (non)-elektrolit, termokimia, laju senyawa karbon kimia (kristal dan
Mengontrstrak
periodik unsur, asam-basa sifat reaksi, (hidrokarbon), sifat-sifatnya),
ikatan kimia (jenis asambasa, reaksi kesetimbangan minyak bumi, dan Senyawa
ikatan), netralisasi, pH kimia,ikatan kimia, makromolekul: kompleks, unsur-
asam-basa), (bentuk molekul), polimer, unsur
stoikiometri gaya antar karbohidrat dan
larutan, protein serta cara
analisis
LAMPIRAN-LAMPIRAN
143
KELOMPOK KOMPETENSI I
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud
No Level Kognitif Kimia Dasar Kimia Analisis Kimia FIsik Kimia Organik Kimia Anorganik
3 Penalaran Siswa mampu Siswa mampu Siswa mampu Siswa mampu Siswa mampu
Mengaktualisasi kehidupan
seharihari/
industri)
144
LAMPIRAN-LAMPIRAN
KELOMPOK KOMPETENSI I
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA
No Level Kognitif Kimia Dasar Kimia Analisis Kimia FIsik Kimia Organik Kimia Anorganik
1 Pengetahuan Siswa mampu Siswa mampu Siswa mampu Siswa mampu Siswa mampu
dan pemahaman memahami dan memahami dan memahami dan memahami dan memahami dan
menguasai menguasai menguasai menguasai menguasai
Membuat pengetahuan pengetahuan pengetahuan pengetahuan pengetahuan
daftar/list mengenai struktur mengenai larutan mengenai mengenai mengenai ikatan
Mendeskripsikan/ atom, sistem (non)-elektrolit, termokimia, laju senyawa karbon kimia (kristal dan
describe periodik unsur, asam-basa (sifat reaksi, (hidrokarbon), sifat-sifat fisiknya),
Membuat tabulasi ikatan kimia (jenis asambasa, reaksi kesetimbangan minyak bumi, dan unsur-unsur kimia
Memakai ikatan), tata nama netralisasi, pH kimia, ikatan kimia makromolekul, yang terdapat di
Merangkum senyawa asam-basa), (bentuk molekul), polimer, alam, sifatnya
Menginterpretasi (anorganik dan stoikiometri gaya antar molekul, karbohidrat dan manfaatnya
Memprediksi/ organik), larutan, larutan koloid, dan sifat protein, serta cara kereaktifannya,
Menentukan persamaan reaksi penyangga, koligatif larutan, analisis produksinya (bisa
Mengeksekusi sederhana, dan hidrolisis garam, reaksi redoks dan kuantitatifnya, dalam kehidupan
hukum-hukum Ksp (bisa dalam elektrokimia (bisa lemak, minyak sehari-hari/
dasar kimia kehidupan sehari- dalam kehidupan (bisa dalam industri)
hari/industri) sehari-hari/industri) kehidupan sehari-
hari/ industri)
Aplikasi Siswa mampu Siswa mampu Siswa mampu Siswa mampu Siswa mampu
2
mengaplikasikan mengaplikasikan mengaplikasikan mengaplikasikan mengaplikasikan
Mengklasifikasi pengetahuan dan pengetahuan dan pengetahuan dan pengetahuan dan pengetahuan dan
Bereksperimen pemahaman pemahaman pemahaman pemahaman pemahaman
(data) mengenai struktur mengenai larutan mengenai mengenai mengenai ikatan
Menghitung
atom, sistem (non)-elektrolit, termokimia, laju senyawa karbon kimia (kristal dan
Mengontrstrak
Menentukan periodik unsur, asam-basa sifat reaksi, (hidrokarbon), sifat-sifatnya),
ikatan kimia (jenis asambasa, reaksi kesetimbangan minyak bumi, dan unsur- unsur kimia
ikatan), tata nama netralisasi, pH kimia, ikatan kimia, makromolekul: yang terdapat di
senyawa asam-basa), (bentuk molekul), polimer, alam sifatnya
(anorganik dan stoikiometri gaya antar molekul, karbohidrat dan manfaatnya
organic), larutan, larutan koloid, dan sifat protein serta cara kereaktifannya,
persamaan reaksi penyangga, koligatif larutan, analisis produksinya (bisa
sederhana dan hidrolisis garam, (bisa dalam kualitatifnya, dalam kehidupan
hokum-hukum Ksp (bisa dalam kehidupan sehari- lemak-minyak sehari-hari/
dasar kimia kehidupan sehari- hari/industri) (bisa dalam industri)
hari/industri) kehidupan sehari-
hari/ industri)
Penalaran Siswa mampu Siswa mampu Siswa mampu Siswa mampu Siswa mampu
3
menggunakan menggunakan menggunakan menggunakan menggunakan
Mengurutkan/ nalar dalam hal nalar dalam hal nalar dalam hal nalar dalam hal nalar dalam hal
order struktur atom, asam-basa (sifat termokimia, laju senyawa karbon ikatan kimia (kristal
Menjelaskan sistem periodik asambasa, reaksi reaksi, (hidrokarbon), dan sifat-sifatnya),
Membedakan unsur, ikatan netralisasi, pH kesetimbangan minyak bumi, dan unsur- unsur kimia
Mendapatkan kimia (jenis asam-basa), kimia, ikatan kimia, makromolekul: yang terdapat di
ikatan), tata nama stoikiometri (bentuk molekul), polimer, alam sifatnya
145
LAMPIRAN-LAMPIRAN
KELOMPOK KOMPETENSI I
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud
No Level Kognitif Kimia Dasar Kimia Analisis Kimia FIsik Kimia Organik Kimia Anorganik
Mengurutkan/ senyawa larutan, larutan gaya antar molekul, karbohidrat dan manfaatnya
rank (anorganik dan penyangga, koloid, dan sifat protein serta cara kereaktifannya,
Menilai/ menguji organic), hidrolisis garam, koligatif larutan, analisis produksinya (bisa
Menyimpulkan persamaan reaksi Ksp (bisa dalam (bisa dalam kualitatifnya, dalam kehidupan
Bertindak sederhana dan kehidupan sehari- kehidupan sehari- lemak-minyak sehari-hari/
Menggabungkan hokum-hukum hari/industri) hari/industri) (bisa dalam industri)
Merencanakan dasar kimia kehidupan sehari-
Menyusun hari/ industri)
146
LAMPIRAN-LAMPIRAN
KELOMPOK KOMPETENSI I
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA
A. Kurikulum 2006
Jenis Sekolah : SMA
PG Level
1 Pengetahuan dan
Pemahaman
2 PG Level Aplikasi
3 PG Level Penalaran
B. Kurikulum 2013
Jenis Sekolah : SMA
PG Level
1 Pengetahuan dan
Pemahaman
2 PG Level Aplikasi
3 PG Level Penalaran
1. Berdasarkan kisi-kisi diatas, buatlah soal UN/USBN pada lingkup materi yang dipelajari
pada modul ini.
2. Kembangkan soal-soal yang sesuai dengan konsep HOTs.
3. Kembangkan soal Pilhan Ganda (PG) sebanyak 3 Soal
4. Kembangkan soal uraian (Essay) sebanyak 3 Soal.
147
LAMPIRAN-LAMPIRAN
KELOMPOK KOMPETENSI I
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud
KARTU SOAL
Jenjang : Sekolah Menengah Atas (SMA)
Kelas :
Kompetensi :
Materi :
Kunci Jawaban/Pembahasan :
148
LAMPIRAN-LAMPIRAN
KELOMPOK KOMPETENSI I
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA
KARTU SOAL
(URAIAN)
Kelas/Semester :
Kompetensi Dasar :
Materi :
Indikator Soal :
Level Kognitif :
149
LAMPIRAN-LAMPIRAN
KELOMPOK KOMPETENSI I
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud
PEDOMAN PENSKORAN
Total Skor
Keterangan:
1. .....................................
2. .....................................
150
LAMPIRAN-LAMPIRAN
KELOMPOK KOMPETENSI I
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA
Kls/Prog/Peminatan : ......................
Butir Soal
No. Aspek yang ditelaah
1 2 3 4 5
A. Materi
3. Soal menggunakan stimulus yang menarik (baru, mendorong peserta didik untuk
membaca).
B. Konstruksi
9. Rumusan pokok soal dan pilihan jawaban merupakan pernyataan yang diperlukan
saja.
11. Pokok soal bebas dari pernyataan yang bersifat negatif ganda.
12. Gambar, grafik, tabel, diagram, atau sejenisnya jelas dan berfungsi.
151
LAMPIRAN-LAMPIRAN
KELOMPOK KOMPETENSI I
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud
Butir Soal
No. Aspek yang ditelaah
1 2 3 4 5
14. Pilihan jawaban tidak menggunakan pernyataan "semua jawaban di atas salah”
atau “semua jawaban di atas benar" dan sejenisnya.
15. Pilihan jawaban yang berbentuk angka/waktu disusun berdasarkan urutan besar
kecilnya angka atau kronologisnya.
C. Bahasa
17. Menggunakan bahasa yang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia, untuk
bahasa daerah dan bahasa asing sesuai kaidahnya.
20. Pilihan jawaban tidak mengulang kata/kelompok kata yang sama, kecuali merupakan
satu kesatuan pengertian.
*) Khusus mata pelajaran bahasa dapat menggunakan teks yang tidak kontekstual
(fiksi, karangan, dan sejenisnya).
**) Pada kolom nomor soal diisikan tanda silang (X) bila soal tersebut tidak
memenuhi kaidah.
.................,........................
Penelaah
..........................................
NIP.
152
LAMPIRAN-LAMPIRAN
KELOMPOK KOMPETENSI I
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA
Kls/Prog/Peminatan : ......................
Butir Soal
No. Aspek yang ditelaah
1 2 3 4 5
A. Materi
1. Soal sesuai dengan indikator (menuntut tes tertulis untuk bentuk Uraian).
B. Konstruksi
C. Bahasa
153
LAMPIRAN-LAMPIRAN
KELOMPOK KOMPETENSI I
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud
Butir Soal
No. Aspek yang ditelaah
1 2 3 4 5
11. Menggunakan bahasa yang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia, untuk
bahasa daerah dan bahasa asing sesuai kaidahnya.
*) Khusus mata pelajaran bahasa dapat menggunakan teks yang tidak kontekstual (fiksi,
karangan, dan sejenisnya).
**) Pada kolom nomor soal diisikan tanda silang (X) bila soal tersebut tidak memenuhi
kaidah.
................., .......................
Penelaah
..........................................
NIP.
154
LAMPIRAN-LAMPIRAN
KELOMPOK KOMPETENSI I
155
LAMPIRAN-LAMPIRAN
KELOMPOK KOMPETENSI I
Daftar Pustaka