0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
11 tayangan253 halaman

)

:)

Diunggah oleh

Dian Herawati
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
11 tayangan253 halaman

)

:)

Diunggah oleh

Dian Herawati
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

MODUL

PENGEMBANGAN KEPROFESIAN BERKELANJUTAN

MATA PELAJARAN KIMIA


SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA)
TERINTEGRASI PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER
DAN PENGEMBANGAN SOAL

KELOMPOK KOMPETENSI I
PEDAGOGI:
PENGEMBANGAN PERANCANGAN PEMBELAJARAN
PROFESIONAL:
MAKROMOLEKUL, KIMIA TERAPAN 2, TIPS DAN TRICK
EKSPERIMEN

Penulis:
Dr. Poppy Kamalia Devi, [Link]., Dr. Kurniasih, [Link].
Aritta Megadomani, [Link],[Link]., m Dr. Poppy Kamalia Devi, [Link].

Penelaah:
I Nyoman Marsih, Ph.D.
Ali Munawar, [Link].

Penyunting:
Dr. Indrawati, [Link].

Desain Grafis dan Ilustrasi


Tim Desain Grafis

Copyright © 2018
Direktorat Pembinaan Guru Pendidikan Menengah
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang


Dilarang mengcopy sebagian atau keseluruhan isi buku ini untuk kepentingan komersial
tanpa izin tertulis dari Kementerian Pendidikan Kebudayaan.
KATA SAMBUTAN

Peran guru profesional dalam proses pembelajaran sangat penting sebagai kunci
keberhasilan belajar siswa. Guru profesional adalah guru yang kompeten
membangun proses pembelajaran yang baik sehingga dapat menghasilkan
pendidikan yang berkualitas dan berkarakter prima. Hal tersebut menjadikan guru
sebagai komponen yang menjadi fokus perhatian pemerintah pusat maupun
pemerintah daerah dalam peningkatan mutu pendidikan terutama menyangkut
kompetensi guru.

Pengembangan profesionalitas guru melalui Program Pengembangan


Keprofesian Berkelanjutan merupakan upaya Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependikan dalam
upaya peningkatan kompetensi guru. Sejalan dengan hal tersebut, pemetaan
kompetensi guru telah dilakukan melalui Uji Kompetensi Guru (UKG) untuk
kompetensi pedagogik dan profesional pada akhir tahun 2015. Peta profil hasil
UKG menunjukkan kekuatan dan kelemahan kompetensi guru dalam penguasaan
pengetahuan pedagogik dan profesional. Peta kompetensi guru tersebut
dikelompokkan menjadi 10 (sepuluh) kelompok kompetensi. Tindak lanjut
pelaksanaan UKG diwujudkan dalam bentuk pelatihan guru paska UKG sejak
tahun 2016 dan akan dilanjutkan pada tahun 2018 ini dengan Program
Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan bagi Guru. Tujuannya adalah untuk
meningkatkan kompetensi guru sebagai agen perubahan dan sumber belajar
utama bagi peserta didik. Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
bagi Guru dilaksanakan melalui tiga moda, yaitu: 1) Moda Tatap Muka, 2) Moda
Daring Murni (online), dan 3) Moda Daring Kombinasi (kombinasi antara tatap
muka dengan daring).

Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan


(PPPPTK), Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga

KATA SAMBUTAN iii


KELOMPOK KOMPETENSI I
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud

Kependidikan Kelautan Perikanan Teknologi Informasi dan Komunikasi (LP3TK


KPTK) dan Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Kepala Sekolah
(LP2KS) merupakan Unit Pelaksanana Teknis di lingkungan Direktorat Jenderal
Guru dan Tenaga Kependidikan yang bertanggung jawab dalam mengembangkan
perangkat dan melaksanakan peningkatan kompetensi guru sesuai bidangnya.
Adapun perangkat pembelajaran yang dikembangkan tersebut adalah modul
Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan bagi Guru moda tatap muka
dan moda daring untuk semua mata pelajaran dan kelompok kompetensi. Dengan
modul ini diharapkan program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
memberikan sumbangan yang sangat besar dalam peningkatan kualitas
kompetensi guru.

Mari kita sukseskan Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan ini untuk


mewujudkan Guru Mulia Karena Karya.

Jakarta, Juni 2018


Plt. Direktur Jenderal Guru
dan Tenaga Kependidikan,

Hamid Muhammad,[Link].,Ph.D.
NIP. 195902191986101001.

iv
KATA SAMBUTAN
KELOMPOK KOMPETENSI I
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan ke Hadirat Allah SWT atas selesainya Modul
Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) mata pelajaran Fisika SMA,
Kimia SMA dan Biologi SMA. Modul ini merupakan model bahan belajar (Learning
Material) yang dapat digunakan guru untuk belajar mandiri, fleksibel dan pro-aktif,
sesuai kondisi dan kebutuhan penguatan kompetensi yang ditetapkan dalam
Standar Kompetensi Guru.

Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan yang merupakan salah satu


program PPPPTK IPA ini disusun dalam rangka fasilitasi program peningkatan
kompetensi guru pasca UKG yang telah diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal
Guru dan Tenaga Kependidikan. Materi modul dikembangkan berdasarkan
Standar Kompetensi Guru sesuai Peraturan Menteri Pendidikan Nasional nomor
16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru yang
dijabarkan menjadi Indikator Pencapaian Kompetensi Guru.

Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan ini dibuat untuk masing-masing


mata pelajaran yang dijabarkan ke dalam 10 (sepuluh) kelompok kompetensi.
Materi pada masing-masing modul kelompok kompetensi berisi materi kompetensi
pedagogik dan kompetensi profesional guru mata pelajaran, uraian materi, tugas,
dan kegiatan pembelajaran, serta diakhiri dengan evaluasi dan uji diri untuk
mengetahui ketuntasan belajar. Bahan pengayaan dan pendalaman materi
dimasukkan pada beberapa modul untuk mengakomodasi perkembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi serta kegunaan dan aplikasinya dalam pembelajaran
maupun kehidupan sehari-hari.

Penyempurnaan modul ini telah dilakukan secara terpadu dengan


mengintegrasikan penguatan pendidikan karakter dan kebutuhan penilaian

KATA PENGANTAR v
KELOMPOK KOMPETENSI I
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud

peserta didik di sekolah dan ujian yang berstandar nasional. Hasil dari integrasi
tersebut telah dijabarkan dalam bagian-bagian modul yang terpadu, sesuai materi
yang relevan.

Modul ini telah ditelaah dan direvisi oleh tim, baik internal maupun eksternal
(praktisi, pakar dan para pengguna). Namun demikian, kami masih berharap
kepada para penelaah dan pengguna untuk selalu memberikan masukan dan
penyempurnaan sesuai kebutuhan dan perkembangan ilmu pengetahuan
teknologi terkini.

Besar harapan kami kiranya kritik, saran, dan masukan untuk lebih
menyempurnakan isi materi serta sistematika modul dapat disampaikan ke
PPPPTK IPA untuk perbaikan edisi yang akan datang. Masukan-masukan dapat
dikirimkan melalui email para penyusun modul atau email
p4tkipa@[Link].

Akhirnya kami menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada para


pengarah dari jajaran Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan,
Manajemen, Widyaiswara dan Staf PPPPTK IPA, Dosen dan Guru yang telah
berpartisipasi dalam penyelesaian modul ini. Semoga peran serta dan kontribusi
Bapak dan Ibu semuanya dapat memberikan nilai tambah dan manfaat dalam
peningkatan Kompetensi Guru IPA di Indonesia.

Bandung, April 2017


Kepala PPPPTK IPA,

Dr. Sediono, [Link].


NIP. 195909021983031002

vi
KATA PENGANTAR
KELOMPOK KOMPETENSI I
MODUL
PENGEMBANGAN KEPROFESIAN BERKELANJUTAN

MATA PELAJARAN KIMIA


SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA)
TERINTEGRASI PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER
DAN PENGEMBANGAN SOAL

KELOMPOK KOMPETENSI I
PEDAGOGI:
PENGEMBANGAN PERANCANGAN PEMBELAJARAN

Penulis:
Dr. Poppy Kamalia Devi, [Link]., 022-4231191 devipopi@[Link]

Penelaah:
I Nyoman Marsih, Ph.D.
Ali Munawar, [Link].

Penyunting:
Dr. Indrawati, [Link].

Desain Grafis dan Ilustrasi


Tim Desain Grafis

Copyright © 2018
Direktorat Pembinaan Guru Pendidikan Menengah
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang


Dilarang mengcopy sebagian atau keseluruhan isi buku ini untuk kepentingan komersial
tanpa izin tertulis dari Kementerian Pendidikan Kebudayaan.

vii
vii
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud

viii
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA

DAFTAR ISI

Hal.
KATA SAMBUTAN ............................................................................................ iii
KATA PENGANTAR ........................................................................................... v
DAFTAR ISI ....................................................................................................... ix
Daftar Gambar .................................................................................................... x
DAFTAR TABEL ................................................................................................. x
PENDAHULUAN ................................................................................................. 1
A. Latar Belakang......................................................................................................... 1
B. Tujuan ..................................................................................................................... 2
C. Peta Kompetensi ..................................................................................................... 2
D. Ruang Lingkup ......................................................................................................... 3
E. Cara Penggunaan Modul ......................................................................................... 4
KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 PENGEMBANGAN PERANCANGAN
PEMBELAJARAN ............................................................................................... 9
A. Tujuan ................................................................................................................... 10
B. Indikator ................................................................................................................ 10
C. Uraian Materi ........................................................................................................ 11
D. Aktivitas Pembelajaran ......................................................................................... 56
E. Latihan /Tugas/Kasus ............................................................................................ 62
F. Rangkuman ........................................................................................................... 65
G. Umpan Balik dan Tindak Lanjut ............................................................................ 66
KUNCI JAWABAN LATIHAN/KASUS/TUGAS ................................................. 67
EVALUASI ........................................................................................................ 69
PENUTUP ......................................................................................................... 73
DAFTAR PUSTAKA .......................................................................................... 75
GLOSARIUM ..................................................................................................... 77

DAFTAR ISI, DAFTAR GAMBAR, DAFTAR TABEL ix


KELOMPOK KOMPETENSI I
ix
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud

DAFTAR GAMBAR

Hal.
Gambar 1. Alur Model Pembelajaran Tatap Muka ............................................................. 4
Gambar 2. Alur Cara Penggunaan Modul............................................................................ 5
Gambar 3. Alur Cara Penggunaan Modul............................................................................ 7

DAFTAR TABEL

Hal.
Tabel 1. Kompetensi Guru Mata Pelajaran dan Indikator Pencapaian Kompetensi ........... 3

Tabel 1. 1. Standar Kompetensi Lulusan ........................................................................... 15


Tabel 1. 2. Tingkat Kompetensi, Kompetensi dan Ruang Lingkup Materi Kimia Kelas X - XII
........................................................................................................................................... 16
Tabel 1. 3. KI dan KD Mata Pelajaran Kimia Kelas X ......................................................... 19
Tabel 1. 4. Keterkaitan KI dan KD dengan Indikator Pencapaian Kompetensi pada Topik
Sel Elektrolisis .................................................................................................................... 31

x
DAFTAR ISI, DAFTAR GAMBAR, DAFTAR TABEL
KELOMPOK KOMPETENSI I
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA

DAFTAR ISI, DAFTAR GAMBAR, DAFTAR TABEL xi


KELOMPOK KOMPETENSI I
xi
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pada Permendikbud nomor 22 tahun 2016 tentang Standar Proses dinyatakan


bahwa proses pembelajaran pada satuan pendidikan diselenggarakan secara
interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk
berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas,
dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta
psikologis peserta didik. Untuk itu setiap satuan pendidikan melakukan
perencanaan pembelajaran, pelaksanaan proses pembelajaran serta penilaian
proses pembelajaran untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas ketercapaian
kompetensi lulusan. Kegiatan perencanaan pembelajaran meliputi penyusunan
skenario pembelajaran, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), penyiapan
media dan sumber belajar serta perangkat penilaian pembelajaran. Pada modul
sebelumnya telah dibahas mengenai pengembangan media dan perangkat
penilaian, pada modul ini akan dibahas mengenai kegiatan perencanaan
pembelajaran meliputi penyusunan skenario pembelajaran dan RPP.

Pada Permendiknas nomor 16 tahun 2007 kompetensi guru yang berkaitan


dengan perancangan pembelajaran terdapat pada kompetensi inti pedagogik
“Menyelenggarakan pembelajaran yang mendidik” Untuk memenuhi kompetensi
tersebut, pada modul pedagogik kelompok kompetensi I ini Anda dapat
mempelajari prinsip perancangan pembelajaran yang mendidik dan
pengembangan perancangan pembelajaran mata pelajaran Kimia mulai dari
mempelajari kompetensi dasar pengetahuan, keterampilan dan sikap, silabus
kimia yang akan dikembangkan menjadi perangkat pembelajarannya, prinsip-
prinsip pengembangan RPP Kimia sesuai kurikulum dan contoh RPP kimia.

PENDAHULUAN 1
KELOMPOK KOMPETENSI I
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud

Dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran Anda sebagai guru


hendaknya harus memperhatikan dan mengimplmentasikan kebijakan pemerintah
dalam pendidikan. Kebijakan pemerintah melaui pendidikan tahun ini adalah
Program Penguatan Pendidikan Karakter (PPK), yaitu program pendidikan di
Sekolah untuk memperkuat karakter siswa melalui harmonisasi olah hati (etik),
olah rasa (estetik), olah pikir (literasi) dan olah raga (kinestetik) dengan dukungan
pelibatan publik dan kerjasama antara sekolah, keluarga dan masyarakat yang
merupakan bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM).
Implementasi PPK tersebut dapat berbasis kelas, berbasis budaya sekolah dan
berbasis masyarakat (keluarga dan komunitas). Dalam rangka
mengimplementasikan kebijakan program PPK, modul ini mengintegrasikan lima
nilai utama PPK yaitu religius, nasionalis, mandiri, gotong royong dan integritas.
Dalam modul ini kelima nilai utama tersebut terintegrasi pada kegiatan-kegiatan
pembelajaran. Setelah mempelajari modul ini, selain Anda dapat meningkatkan
kompetensi pedagogik, Anda juga diharapkan mampu mengimplementasikan PPK
khususnnya PPK berbasis kelas. Modul ini diperuntukan untuk memfasilitasi Anda
belajar materi kelompok kompetensi I pada kegiatan di kelompok kerja melalui
moda tatap muka penuh atau tatap muka dengan pola Inservice Training 1 ( IN-1)
On The Job Learning (ON)- Inservice Training 2 (IN-2). Selanjutnya dalam modul
ini istilah tersebut disingkat menjadi IN-ON-IN.

B. Tujuan

Setelah mempelajari modul ini dengan kerja keras, kreatif, kerja sama dan
tanggungjawab diharapkan Anda memahami prinsip-prinsip pembelajaran yang
mendidik dan dapat mengembangkan RPP mata pelajaran Kimia yang
mengintegrasikan nilai-nilai karakter dan keterampilan berpikir tingkat tinggi.

C. Peta Kompetensi

Kompetensi Inti dan Kompetensi Guru Mata Pelajaran yang diharapkan setelah
Anda mempelajari modul ini tercantum pada tabel 1 berikut:

2
PENDAHULUAN
KELOMPOK KOMPETENSI I
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA

Tabel 1. Kompetensi Guru Mata Pelajaran dan Indikator Pencapaian Kompetensi

Kompetensi Guru Mata Indikator Pencapaian Kompetensi


Pelajaran
4.1 Memahami prinsip- 1. Menjelaskan prinsip-prinsip pembelajaran
prinsip perancangan yang mendidik
pembelajaran yang 2. Mengidentifikasi prinsip pengembangan
mendidik. perancangan pembelajaran

4.2 Mengembangkan 1. Memilih padanan antara kompetensi dasar


komponen-komponen pengetahuan dan keterampilan
rancangan pembelajaran 2. Menentukan kompetensi dasar sikap yang
sesuai dengan penerapan kompetensi dasar
aspek pengetahuan
3. Merumuskan indikator pencapaian
kompetensi aspek pengetahuan, keterampilan
atau sikap
4. Menentukan materi ajar kimia yang sesuai
dengan tujuan belajar

4.3 Menyusun rancangan 1. Menjelaskaskan prinsip-prinsip penyusunan


pembelajaran yang RPP sesuai peraturan yang berlaku
lengkap, baik untuk 2. Menyusun RPP dengan lengkap sesuai
kegiatan di dalam kelas, peraturan yang berlaku
laboratorium, maupun
lapangan.

D. Ruang Lingkup

Ruang lingkup materi pada Modul Kelompok Kompetensi I disusun dalam empat
bagian, yaitu bagian Pendahuluan, Kegiatan Pembelajaran, Evaluasi dan
Penutup. Bagian Pendahuluan berisi paparan tentang latar belakang, tujuan
belajar, kompetensi guru yang diharapkan dicapai setelah pembelajaran, ruang
lingkup dan saran penggunaan modul. Bagian Kegiatan Pembelajaran berisi
Tujuan, Indikator Pencapaian Kompetensi, Uraian Materi, Aktivitas Pembelajaran,

PENDAHULUAN 3
KELOMPOK KOMPETENSI I
3
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud

Latihan/Kasus/Tugas, Rangkuman, Umpan Balik dan Tindak Lanjut Bagian akhir


terdiri dari Kunci Jawaban Latihan/Kasus/Tugas, Evaluasi dan Penutup.

Rincian materi pada modul adalah sebagai berikut:


1. Prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik
2. Pengembangan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran mata pelajaran Kimia

E. Cara Penggunaan Modul

Cara penggunaan modul pada setiap Kegiatan Pembelajaran secara umum sesuai
dengan skenario penyajian materi pada diklat. Alur model pembelajaran melalui
moda tatap muka penuh dan tatap muka IN-ON-IN adalah sebagai berikut.

Gambar 1. Alur Model Pembelajaran Tatap Muka

4
PENDAHULUAN
KELOMPOK KOMPETENSI I
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA

Deskripsi kedua moda diklat tatap muka ini terdapat pada penjelasan berikut.

1. Deskripsi cara penggunaan modul pada moda Tatap Muka Penuh


Alur dan deskripsi cara penggunaan modul pada moda Tatap Muka Penuh

Gambar 2. Alur Cara Penggunaan Modul

Deskripsi Kegiatan

a. Pendahuluan

Pada kegiatan pendahuluan Anda dipersilahkan mempelajari :


 latar belakang yang memuat gambaran materi modul
 tujuan penyusunan modul mencakup tujuan semua kegiatan
pembelajaran setiap materi modul
 kompetensi atau indikator yang akan dicapai atau ditingkatkan melalui
modul.
 ruang lingkup berisi materi kegiatan pembelajaran
langkah-langkah penggunaan modul

PENDAHULUAN 5
KELOMPOK KOMPETENSI I
5
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud

b. Mengkaji materi
Pada kegiatan ini Anda mempelajari materi yang diuraikan secara singkat
sesuai dengan indikator pencapaian hasil belajar. Anda dapat mempelajari
materi secara individual atau kelompok dengan melakukan kerjasama yang
baik dengan anggota dalam kelompok Anda

c. Melakukan aktivitas pembelajaran


Pada kegiatan ini Anda melakukan kegiatan pembelajaran sesuai dengan
rambu-rambu/instruksi yang tertera pada modul baik berupa diskusi materi,
mengerjakan tugas, latihan, dsb. Pada kegiatan ini Anda secara aktif menggali
informasi dan berlatih mengembangkan rencana pelaksanaan pembelajaran.
Aktivitas dilakukan dengan mandiri atau kelompok dengan cara kerjasama
pada saat membuat tugas dan kreatif dalam membuat laporan hasil kerja.
Laporan hasil kelompok merupakan hasil kerjasama dan jika ada perbaikan
menjadi tanggung jawab semua anggota kelompok.

d. Presentasi dan Konfirmasi


Pada kegiatan ini perwakilan kelompok Anda mempresentasikan hasil
kegiatan, peserta lain menyimak presentasi dengan cermat dan serius sebagai
penghargaan kepada pembicara. Setelah presentasi peserta lain menanggapi
hasil presentasi dengan cara empati sedangkan fasilitator melakukan
konfirmasi terhadap materi yang dipresentasikan kemudian menyamakan
persepsi hasil diskusi yang dibahas bersama

e. Review Kegiatan
Pada kegiatan ini Anda dan peserta lain serta fasilitator mereview materi
sampai mendapatkan persamaan persepsi dan pemahaman materi yang
diuraikan pada modul.

6
PENDAHULUAN
KELOMPOK KOMPETENSI I
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA

2. Deskripsi cara penggunaan modul pada moda Tatap Muka IN-ON-IN

Cara penggunaan modul pada moda tatap muka IN-ON-IN sedikit berbeda dengan
moda tatap muka penuh. Perbedaan terdapat pada komponen aktivitas
pembelajaran dan tugas/latihan. Alur dan deskripsi cara penggunaan modul
adalah sebagai berikut.

Gambar 3. Alur Cara Penggunaan Modul

Deskripsi Kegiatan

Pada kegiatan IN-1 Anda sebagai peserta mempelajari modul sama seperti pada
moda tatap muka penuh sampai mengkaji materi. Mulai komponen Aktivitas
Pembelajaran terdapat kegiatan untuk IN-1 dan ON. Pada IN-1 Anda dipandu
fasilitator mempelajari aktivitas berdasarkan Lembar Kegiatan (LK) yang disiapkan
untuk IN- 1.

PENDAHULUAN 7
KELOMPOK KOMPETENSI I
7
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud

Pada kegiatan ON Anda dapat mengkaji kembali uraian materi secara mandiri dan
melakukan aktivitas belajar berdasarkan instruksi atau LK yang disiapkan untuk
kegiatan ON. Jika ada kegiatan praktik yang tidak bisa dilaksanakan pada IN-1,
kegiatan diganti menjadi diskusi materi LK tersebut dan pelaksanaannya dilakukan
di ON.

Pada kegiatan ON Anda harus menyiapkan laporan sesuai sistematika yang telah
ditetapkan. Hasil kegiatan ON baik berupa tugas LK maupun tugas lainnya
dilampirkan sebagai bukti fisik bahwa Anda telah menyelesaikan seluruh tugas ON
yang ada pada modul. Pada kegiatan IN-2, Anda dan peserta lainnya melaporkan
hasil kegiatan ON dan mendiskusikannya difasilitasi oleh fasilitator.

8
PENDAHULUAN
KELOMPOK KOMPETENSI I
KEGIATAN PEMBELAJARAN 1
PENGEMBANGAN PERANCANGAN
PEMBELAJARAN

Pada Permendikbud nomor 22 tahun 2016 tentang Standar Proses dinyatakan


bahwa setiap satuan pendidikan melakukan perencanaan pembelajaran,
pelaksanaan proses pembelajaran serta penilaian proses pembelajaran untuk
meningkatkan efisiensi dan efektivitas ketercapaian kompetensi lulusan. Untuk itu
diperlukan guru yang kompeten dalam hal tersebut. Pada Permendiknas nomor 16
tahun 2007, pengembangan perancangan pembelajaran merupakan bagian dari
kompetensi inti pedagogik guru yaitu nomor 4. Menyelenggarakan pembelajaran
yang mendidik dengan kompetensi guru mata pelajaran dengan nomor 4.1
Memahami prinsip-prinsip perancangan pembelajaran yang mendidik, 4.2
Mengembangkan komponen-komponen rancangan pembelajaran, dan 4.3
Menyusun rancangan pembelajaran yang lengkap, baik untuk kegiatan di dalam
kelas, laboratorium, maupun lapangan. Bentuk rancangan pembelajaran ini
dikemas dalam bentuk Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). RPP
merupakan rencana pelaksanaan pembelajaran yang dikembangkan secara rinci
mengacu pada silabus, buku teks pelajaran, dan buku panduan guru. Untuk
menyusun RPP yang benar Anda dapat mempelajari hakikat, prinsip dan langkah-
langkah penyusunan RPP seperti yang tertera pada Permendikbud terbaru
tentang standar proses yaitu Permendikbud nomor 22 tahun 2016. Untuk
memahami prinsip-prinsip pengembangan RPP Kimia sesuai kurikulum dan
mampu mengembangkan RPP, pada modul pedagogik kelompok kompetensi I
diuraian materi diawali dengan prinsip-prinsip kegiatan pembelajaran yang
mendidik, karakteristik materi pelajaran, analisis materi pembelajaran kimia dan
prinsip pengembangan RPP. Sesuai dengan tuntutan kebijakan pemerintah RPP
yang dikembangkan guru diharapkan mengintegrasikan niai-nilai PPK dan HOTS.
Kompetensi ini dapat dicapai jika Anda belajar materi ini dengan kerja keras,
profesional, kreatif dalam melakukan tugas sesuai instruksi pada bagian aktivitas

KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 PENGEMBANGAN PERANCANGAN PEMBELAJARAN 9


KELOMPOK KOMPETENSI I
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud

belajar yang tersedia, disiplin dalam mengikuti tahap-tahap belajar serta


bertanggung jawab dalam membuat tugas atau hasil kerja.

A. Tujuan

Setelah mempelajari modul ini diharapkan Anda dapat memahami prinsip-prinsip


perancangan pembelajaran yang mendidik, analisis materi ajar dan
mengembangkan RPP mata pelajaran kimia mulai dari mengidentifikasi
kompetensi dasar pengetahuan, sikap dan keterampilan, merumuskan indikator
pencapaian kompetensi dan menentukan bahan ajar sesuai prinsip
pengembangan RPP yang mengintegrasikan nilai-nilai karakter dan keterampilan
berpikir tingkat tinggi.

B. Indikator

Indikator pencapaian kompetensi yang diharapkan dicapai melalui diklat ini adalah:

1. menjelaskan prinsip-prinsip perancangan pembelajaran yang mendidik.


2. mengidentifikasi prinsip pengembangan perancangan pembelajaran
3. memilih padanan antara kompetensi dasar pengetahuan dan keterampilan.
4. menentukan kompetensi dasar sikap yang sesuai dengan penerapan
kompetensi dasar aspek pengetahuan.
5. merumuskan indikator pencapaian kompetensi aspek pengetahuan,
keterampilan atau sikap
6. menentukan materi ajar kimia yang sesuai dengan tujuan pembelajaran kimia
7. menjelaskan prinsip-prinsip penyusunan RPP sesuai Permendikbud yang
berlaku.
8. menyusun RPP dengan lengkap sesuai Permendikbud yang berlaku dan
mengintegrasikan nilai-nilai karakter dan keterampilan berpikir tingkat tinggi.

10
KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 PENGEMBANGAN PERANCANGAN PEMBELAJARAN
KELOMPOK KOMPETENSI I
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA

C. Uraian Materi

Berikut ini uraian materi tentang prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik dan
prinsip-prinsip penyusunan RPP. Anda dapat mempelajarinya diawali dengan
tugas membaca uraian materi selanjutnya secara berkelompok mendiskusikan
tentang prinsip kegiatan pembelajaran, tujuan pembelajaran kimia, standar
kompetensi lulusan, kompetensi inti dan kompetensi dasar kimia dan prinsip
pengembangan RPP kimia.

1. Prinsip-Prinsip Pembelajaran yang Mendidik

Proses pembelajaran pada Kurikulum 2013 untuk semua jenjang dilaksanakan


dengan menggunakan pendekatan saintifik dan mencakup tiga ranah, yaitu sikap,
pengetahuan, dan keterampilan. Dalam proses pembelajaran berbasis
pendekatan saintifik, ranah sikap bertujuan agar peserta didik tahu tentang
‘mengapa’. Ranah keterampilan bertujuan agar peserta didik tahu tentang
‘bagaimana’. Ranah pengetahuan bertujuan agar peserta didik tahu tentang ‘apa’.
Hasil akhirnya adalah penguasaan kompetensi sikap, keterampilan, dan
pengetahuan yang seimbang sehingga menjadi manusia yang baik (soft skills) dan
manusia yang memiliki kecakapan dan pengetahuan untuk hidup secara layak
(hard skills).

Sesuai dengan Standar Kompetensi Lulusan dan Standar Isi maka prinsip
pembelajaran yang digunakan:

a. dari peserta didik diberi tahu menuju peserta didik mencari tahu;
b. dari guru sebagai satu-satunya sumber belajar menjadi belajar berbasis
aneka sumber belajar;
c. dari pendekatan tekstual menuju proses sebagai penguatan penggunaan
pendekatan ilmiah;
d. dari pembelajaran berbasis konten menuju pembelajaran berbasis
kompetensi;
e. dari pembelajaran parsial menuju pembelajaran terpadu;
f. dari pembelajaran yang menekankan jawaban tunggal menuju pembelajaran
dengan jawaban yang kebenarannya multi dimensi;
g. dari pembelajaran verbalisme menuju keterampilan aplikatif;

KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 PENGEMBANGAN PERANCANGAN PEMBELAJARAN 11


KELOMPOK KOMPETENSI I
11
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud

h. peningkatan dan keseimbangan antara keterampilan fisikal (hardskills) dan


keterampilan mental (softskills);
i. pembelajaran yang mengutamakan pembudayaan dan pemberdayaan
peserta didik sebagai pembelajar sepanjang hayat;
j. pembelajaran yang menerapkan nilai-nilai dengan memberi keteladanan (ing
ngarso sung tulodo), membangun kemauan (ing madyo mangun karso), dan
mengembangkan kreativitas peserta didik dalam proses pembelajaran (tut
wuri handayani);
k. pembelajaran yang berlangsung di rumah di sekolah, dan di masyarakat;
l. pembelajaran yang menerapkan prinsip bahwa siapa saja adalah guru, siapa
saja adalah peserta didik, dan di mana saja adalah kelas;
m. pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk meningkatkan
efisiensi dan efektivitas pembelajaran; dan
n. Pengakuan atas perbedaan individual dan latar belakang budaya peserta
didik.
Terkait dengan prinsip di atas, dikembangkan standar proses yang mencakup
perencanaan proses pembelajaran, pelaksanaan proses pembelajaran, penilaian
hasil pembelajaran, dan pengawasan proses pembelajaran.

2. Karakteristik Pembelajaran

Karakteristik pembelajaran pada setiap satuan pendidikan terkait erat pada


Standar Kompetensi Lulusan dan Standar Isi. Sesuai dengan Standar Kompetensi
Lulusan, sasaran pembelajaran mencakup pengembangan ranah sikap,
pengetahuan, dan keterampilan yang dielaborasi untuk setiap satuan pendidikan.
Ketiga ranah kompetensi tersebut memiliki lintasan perolehan (proses psikologis)
yang berbeda. Sikap diperoleh melalui aktivitas “menerima, menjalankan,
menghargai, menghayati, dan mengamalkan”. Pengetahuan diperoleh melalui
aktivitas “mengingat, memahami, menerapkan, menganalisis, mengevaluasi,
mencipta”. Keterampilan diperoleh melalui aktivitas “mengamati, menanya,
mencoba, menalar, menyaji, dan mencipta”. Karaktersitik kompetensi beserta
perbedaan lintasan perolehan turut serta mempengaruhi karakteristik standar
proses. Untuk memperkuat pendekatan ilmiah (scientific), tematik terpadu (tematik
antar matapelajaran), dan tematik (dalam suatu mata pelajaran) perlu diterapkan
pembelajaran berbasis penyingkapan/penelitian (discovery/inquiry learning).

12
KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 PENGEMBANGAN PERANCANGAN PEMBELAJARAN
KELOMPOK KOMPETENSI I
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA

Untuk mendorong kemampuan peserta didik untuk menghasilkan karya


kontekstual, baik individual maupun kelompok maka sangat disarankan
menggunakan pendekatan pembelajaran yang menghasilkan karya berbasis
pemecahan masalah (project based learning).

3. Tujuan Mata Pelajaran Kimia

Mata pelajaran kimia di SMA/MA bertujuan sebagai berikut:

a Membangun kesadaran tentang keteraturan dan keindahan alam sebagai


wujud kebesaran Tuhan Yang Maha Esa.
b Memupuk sikap ilmiah yang mencakup: sikap jujur dan obyektif terhadap data;
disiplin dan bertanggung jawab dalam melaksanakan kegiatan; sikap terbuka;
ulet dan tidak cepat putus asa; kritis terhadap pernyataan ilmiah; dan
bekerjasama dengan orang lain.
c Memperoleh pengalaman dalam menerapkan metode ilmiah melalui percobaan
atau eksperimen, dimana peserta didik melakukan pengujian hipotesis dengan
melakukan eksperimen (yang mungkin melibatkan penggunaan instrumen),
pengambilan data, pengolahan dan interpretasi data, serta mengomunikasikan
hasil eksperimen secara lisan dan tertulis.
d Meningkatkan kesadaran terhadap aplikasi ilmu kimia yang dapat bermanfaat
dan juga mungkin merugikan bagi individu, masyarakat, dan lingkungan serta
menyadari pentingnya mengelola dan melestarikan lingkungan demi
kesejahteraan masyarakat.
e Memahami konsep-konsep kimia dan saling keterkaitannya sebagai bekal
belajar kimia di perguruan tinggi.
f Menerapkan konsep-konsep kimia untuk menyelesaikan masalah dalam
kehidupan sehari-hari dan teknologi.
g Membentuk sikap positif terhadap kimia, yaitu merasa tertarik untuk
mempelajari kimia lebih lanjut karena kemampuan kimia menjelaskan secara
molekuler berbagai peristiwa alam dan berperan penting dalam pengembangan
teknologi.

Pada Pedoman Mata Pelajaran Kimia dinyatakan bahwa budaya yang harus
dibangun dalam pembelajaran kimia pada dasarnya adalah keterlibatan aktif
siswa dalam kerja ilmiah/inkuiri. Ketika siswa melakukan kerja ilmiah, ia tidak

KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 PENGEMBANGAN PERANCANGAN PEMBELAJARAN 13


KELOMPOK KOMPETENSI I
13
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud

melupakan konteks budaya atau lingkungan dan sebaliknya dalam keseharian ia


pun selalu dapat melihat bekerjanya prinsip-prinsip sains. Pengalaman sehari-hari
menjadi sumber pengetahuan dan pengalaman untuk mendukung pemahaman
konsep dan bahkan perubahan dari konsep yang salah (miskonsepsi) menjadi
konsep yang lebih sesuai dengan status terkini sains kimia. Materi pembelajaran
kimia seperti struktur atom, sistem periodik unsur, ikatan kimia, unsur-unsur di
alam dan sebagainya berkaitan erat dengan kebesaran Tuhan Yang Maha Esa
sebagai Pencipta alam ini. Dengan demikian pembelajaran kimia dapat
dipandang sebagai wahana untuk meningkatkan ketakwaan kepada Tuhan Yang
Maha Esa dan sebagai latihan berpikir untuk memahami alam dengan melakukan
penyelidikan membangun sikap dan nilai serta membangun pengetahuan dan
keterampilan. Kompetensi kimia SMA/MA juga ditekankan pada pengembangan
kecakapan hidup (life skill) yang bermanfaat bagi semua peserta didik untuk
memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari (Permendikbud nomor 59
tahun 2014)

4. Prinsip Pengembangan Perancangan Pembelajaran

Karakteristik pembelajaran pada setiap satuan pendidikan terkait erat pada


Standar Kompetensi Lulusan (SKL) dan Standar Isi. SKL memberikan kerangka
konseptual tentang sasaran pembelajaran yang harus dicapai. Standar Isi
memberikan kerangka konseptual tentang kegiatan belajar dan pembelajaran
yang diturunkan dari tingkat kompetensi dan ruang lingkup materi.

a. Kerangka Pembelajaran Kimia

Sesuai dengan hakikat Kurikulum 2013, pembelajaran kimia meliputi


pengetahuan, keterampilan, dan sikap serta kemampuan berpikir melalui interaksi
langsung dengan sumber belajar yang dirancang melalui kegiatan pembelajaran
dalam silabus dan RPP. Pengembangan perancangan pembelajaran harus
dimulai dari analisis kurikulum atau SKL, KI dan KD, memadankan antara
kompetensi dasar pengetahuan dan keterampilan, menentukan kompetensi dasar
sikap yang sesuai dengan penerapan kompetensi dasar aspek pengetahuan.
Selanjutnya mengidentifikasi indikator pencapaian kompetensi aspek
pengetahuan, keterampilan atau sikap untuk acuan kegiatan pembelajaran dan
penilaian sebagai bagian dari perancangan pembelajaran.

14
KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 PENGEMBANGAN PERANCANGAN PEMBELAJARAN
KELOMPOK KOMPETENSI I
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA

1) Standar Kompetensi Lulusan

Standar Kompetensi Lulusan adalah kriteria mengenai kualifikasi kemampuan


lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan.

Tabel 1. 1. Standar Kompetensi Lulusan

SMA/MA/SMK/MAK/SMALB/Paket C

Dimensi Kualifikasi Kemampuan

Sikap Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap:

1) beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME, 2) berkarakter, jujur,


dan peduli, 3) bertanggungjawab, 4) pembelajar sejati sepanjang
hayat, dan 5) sehat jasmani dan rohani sesuai dengan
perkembangan anak di lingkungan keluarga, sekolah, masyarakat dan
lingkungan alam sekitar, bangsa, negara, kawasan regional, dan
internasional.

Pengetahuan Memiliki pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif


pada tingkat teknis, spesifik, detil, dan kompleks berkenaan dengan:

1) ilmu pengetahuan, 2) teknologi,3) seni,4) budaya, dan 5) humaniora.


Mampu mengaitkan pengetahuan di atas dalam konteks diri sendiri,
keluarga, sekolah, masyarakat dan lingkungan alam sekitar, bangsa,
negara, serta kawasan regional dan internasional.

Keterampilan Memiliki keterampilan berpikir dan bertindak:

1) kreatif, 2) produktif,3) kritis, 4) mandiri,5) kolaboratif, dan 6)


komunikatif melalui pendekatan ilmiah sebagai pengembangan dari
yang dipelajari di satuan pendidikan dan sumber lain secara mandiri

2) Standar Isi

Standar Isi yang merupakan kriteria mengenai ruang lingkup materi dan tingkat
kompetensi peserta didik untuk mencapai kompetensi lulusan pada jenjang dan
jenis pendidikan tertentu

KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 PENGEMBANGAN PERANCANGAN PEMBELAJARAN 15


KELOMPOK KOMPETENSI I
15
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud

Ruang lingkup materi kimia mencakup pengetahuan, keterampilan, sikap dan nilai
yang dirumuskan dalam kompetensi dasar kimia yang harus dimiliki siswa. Tingkat
kompetensi merupakan batas minimal pencapaian kompetensi sikap,
pengetahuan, dan keterampilan.

Muatan Kimia untuk kelompok peminatan matematika dan ilmu-ilmu alam pada
SMA/MA/SMALB/PAKET C diuraikan pada tabel 1.2

Tabel 1. 2. Tingkat Kompetensi, Kompetensi dan Ruang Lingkup Materi Kimia Kelas X - XII

Kompetensi Lingkup Materi


- Mengembangkan sikap ilmiah: rasa Hakikat dan peran kimia dalam
ingin tahu, berpikir logis dan analitis, kehidupan
tekun, ulet, jujur, disiplin, tanggung - Struktur atom dan Sistem
jawab, dan peduli melalui kimia. periodik
- Memahami struktur atom dan molekul, - Ikatan kimia dan Bentuk molekul
ikatan kimia, sifat fisik dan kimia unsur, - Larutan elektrolit dan larutan non-
keperiodikan sifat unsur, dan dapat elektrolit
mengkaitkan struktur atom, jenis ikatan, - Konsep reaksi oksidasi reduksi dan
struktur molekul dan interaksi antar bilangan oksidasi
molekul dengan sifat fisik dan kimianya - Tatanama senyawa anorganik dan
yang teramati. organik
- Menerapkan hukum-hukum dasar kimia, - Stoikiometri
energetika, kinetika dan kesetimbangan - Termokimia
untuk menjelaskan fenomena yang - Laju reaksi
terkait seperti kespontanan reaksi dan - Kesetimbangan kimia
faktor-faktor yang mempengaruhi - Sifat larutan asam basa dan pH
jalannya suatu reaksi. larutan
- Merancang dan melakukan percobaan - Kesetimbangan Ion
kimia yang mencakup perumusan
masalah, mengajukan hipotesis,
menentukan variabel, memilih
instrumen, mengumpulkan, mengolah
dan menganalisis data, menarik
kesimpulan, dan mengkomunikasikan
hasil percobaan secara lisan dan tertulis.

16
KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 PENGEMBANGAN PERANCANGAN PEMBELAJARAN
KELOMPOK KOMPETENSI I
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA

Kompetensi Lingkup Materi


- Menganalisis dan menyelesaikan
permasalahan yang berkaitan dengan
sifat-sifat molekul, reaksi kimia,
kesetimbangan kimia, kinetika kimia,
dan energetika, serta menerapkan
pengetahuan ini pada berbagai bidang
ilmu dan teknologi.
- Mengembangkan sikap ilmiah: rasa - Sifat koligatif larutan.
ingin tahu, berpikir logis dan analitis, - Redoks dan elektrokimia.
tekun, ulet, jujur, disiplin, tanggung - Unsur-unsur golongan gas mulia,
jawab, dan peduli melalui kimia. halogen, alkali dan alkali tanah,
- - Menerapkan prinsip-prinsip dasar periode 3.
kimia, struktur dan energetika untuk - Unsur golongan transisi periode 4
menganalisis feneomena fisik dan dan senyawanya.
kimia yang berkaitan dengan sifat fisik - Senyawa alkana dan derivat (halo
larutan, interaksi energi listrik dengan alkana, alkanol, alkoksi alkana,
perubahan kimia, dan sifat fisikokimia alkanal, alkanon, asam alkanoat,
unsur dan senyawa. dan alkil alkanoat).
- - Menjelaskan berlakunya prinsip- - Benzena dan turunannya.
prinsip dasar kimia dalam fenomena - Makromolekul (polimer,
alam dan pada produk. karbohidratdan protein).
- Lemak.
- Hidrokarbon dan minyak bumi.
- Sistem koloid.

*Tingkat Kompetensi merupakan kriteria capaian Kompetensi yang bersifat


generik yang harus dipenuhi oleh peserta didik pada setiap tingkat kelas dalam
rangka pencapaian Standar Kompetensi Lulusan.

(Permendikbud no 21 tahun 2016)

KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 PENGEMBANGAN PERANCANGAN PEMBELAJARAN 17


KELOMPOK KOMPETENSI I
17
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud

3) Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar

Kompetensi Inti merupakan tingkat kemampuan untuk mencapai SKL yang harus
dimiliki seorang peserta didik pada setiap tingkat kelas atau program yang menjadi
landasan pengembangan Kompetensi Dasar.

Tujuan kurikulum mencakup empat kompetensi, yaitu (1) kompetensi sikap


spiritual, (2) sikap sosial, (3) pengetahuan, dan (4) keterampilan. Kompetensi
tersebut dicapai melalui proses pembelajaran intrakurikuler, kokurikuler, dan/atau
ekstrakurikuler.

Rumusan Kompetensi Sikap Spiritual yaitu, “Menghayati dan mengamalkan ajaran


agama yang dianutnya”. Adapun rumusan Kompetensi Sikap Sosial yaitu,
“Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerja
sama, toleran, damai), santun, responsif, dan pro-aktif sebagai bagian dari solusi
atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan
sosial dan alam serta menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam
pergaulan dunia”. Kedua kompetensi tersebut dicapai melalui pembelajaran tidak
langsung (indirect teaching), yaitu keteladanan, pembiasaan, dan budaya sekolah
dengan memperhatikan karakteristik mata pelajaran, serta kebutuhan dan kondisi
peserta didik.

Penumbuhan dan pengembangan kompetensi sikap dilakukan sepanjang proses


pembelajaran berlangsung dan dapat digunakan sebagai pertimbangan guru
dalam mengembangkan karakter peserta didik lebih lanjut.

Penjabaran lengkap mengenai kompetensi dasar mata pelajaran Kimia per jenjang
kelas sesuai dengan lampiran Permendikbud Nomor 24 Tahun 2016 tentang
Kompetensi Inti Dan Kompetensi Dasar Pelajaran Pada Kurikulum 2013 Pada
Pendidikan Dasar Dan Pendidikan Menengah KI dan KD kelas X tertera pada tabel
berikut

18
KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 PENGEMBANGAN PERANCANGAN PEMBELAJARAN
KELOMPOK KOMPETENSI I
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA

Tabel 1. 3. KI dan KD Mata Pelajaran Kimia Kelas X

KOMPETENSI INTI 3 (PENGETAHUAN) KOMPETENSI INTI 4 (KETERAMPILAN)


3. Memahami, menerapkan, menganalisis 4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam
pengetahuan faktual, konseptual, ranah konkret dan ranah abstrak terkait
prosedural berdasarkan rasa dengan pengembangan dari yang
ingintahunya tentang ilmu pengetahuan, dipelajarinya di sekolah secara mandiri,
teknologi, seni, budaya, dan humaniora dan mampu menggunakan metode sesuai
dengan wawasan kemanusiaan, kaidah keilmuan
kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban
terkait penyebab fenomena dan kejadian,
serta menerapkan pengetahuan
prosedural pada bidang kajian yang
spesifik sesuai dengan bakat dan
minatnya

KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR

3.1 Menjelaskan metode ilmiah, hakikat ilmu 4.1 Menyajikan hasil rancangan dan
Kimia, keselamatan dan keamanan di hasilpercobaan ilmiah
laboratorium, serta peran kimia dalam
kehidupan
3.2 Menganalisis perkembangan model atom 4.2 Menjelaskan fenomena alam atau hasil
dari model atom Dalton, Thomson, percobaan menggunakan model atom
Rutherford, Bohr, dan Mekanika
Gelombang
3.3 Menjelaskan konfigurasi elektron dan pola 4.3 Menentukan letak suatu unsur dalam
konfigurasi elektron terluar untuk setiap tabel periodik berdasarkan konfigurasi
golongan dalam tabel periodik elektron

3.4 Menganalisis kemiripan sifat unsur dalam 4.4 Menyajikan hasil analisis data-data unsur
golongan dan keperiodikannya dalam kaitannya dengan kemiripan dan
sifat keperiodikan unsur
3.5 Membandingkan ikatan ion, ikatan 4.5 Merancang dan melakukan percobaan
kovalen, ikatan kovalen koordinasi, dan untuk menunjukkan karakteristik senyawa
ikatan logam serta kaitannya dengan sifat ion atau senyawa kovalen berdasarkan
zat beberapa sifat fisika

KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 PENGEMBANGAN PERANCANGAN PEMBELAJARAN 19


KELOMPOK KOMPETENSI I
19
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud

KOMPETENSI INTI 3 (PENGETAHUAN) KOMPETENSI INTI 4 (KETERAMPILAN)


3.6 Menerapkan Teori Pasangan Elektron 4.6 Membuat model bentuk molekul dengan
Kulit Valensi (VSEPR) dan Teori Domain menggunakan bahan-bahan yang ada di
elektron dalam menentukan bentuk lingkungan sekitar atau perangkat lunak
molekul komputer
3.7 Menghubungkan interaksi antar 4.7 Menerapkan prinsip interaksi antar ion,
ion, atom dan molekul dengan atom dan molekul dalam menjelaskan
sifat fisika zat sifat-sifat fisik zat di sekitarnya
3.8 Menganalisis sifat larutan berdasarkan 4.8 Membedakan daya hantar listrik berbagai
daya hantar listriknya larutan melalui perancangan dan
percobaan
3.9 Mengidentifikasi reaksi reduksi dan 4.9 Menganalisis beberapa reaksi
oksidasi menggunakan konsep bilangan berdasarkan perubahan bilangan oksidasi
oksidasi unsur yang diperoleh dari data hasil percobaan
dan/ atau melalui percobaan
3.10 Menerapkan hukum-hukum dasar kimia, 4.10 Menganalisis data hasil percobaan
konsep massa molekul relatif, persamaan menggunakan hukum-hukum dasar kimia
kimia, konsep mol, dan kadar zat untuk kuantitatif
menyelesaikan perhitungan kimia

Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Kelas XI dan XII Permendikbud Nomor 24
Tahun 2016 terlampir.

b. Perencanaan Pembelajaran

Perencanaan pembelajaran dirancang dalam bentuk Silabus dan Rencana


PelaksanaanPembelajaran (RPP) yang mengacu pada Standar Isi. Perencanaan
pembelajaran meliputi penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran dan
penyiapan media dan sumber belajar, perangkat penilaian pembelajaran, dan
skenario pembelajaran. Penyusunan Silabus dan RPP disesuaikan dengan
pendekatan pembelajaran yang digunakan

20
KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 PENGEMBANGAN PERANCANGAN PEMBELAJARAN
KELOMPOK KOMPETENSI I
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA

1) Silabus

Silabus merupakan acuan penyusunan kerangka pembelajaran untuk setiap


bahan kajian mata pelajaran. Silabus paling sedikit memuat:

a) Identitas mata pelajaran (khusus SMP/MTs/SMPLB/Paket B dan


SMA/MA/SMALB/SMK/MAK/Paket C/ Paket C Kejuruan);
b) Identitas sekolah meliputi nama satuan pendidikan dan kelas;
c) kompetensi inti, merupakan gambaran secara kategorial mengenai
kompetensi dalam aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang harus
dipelajari untuk suatu jenjang sekolah, kelas dan mata pelajaran;
d) kompetensi dasar, merupakan kemampuan spesifik yang mencakup sikap,
pengetahuan, dan keterampilan yang terkait muatan atau mata pelajaran;
e) materi pokok, memuat fakta, konsep, prinsip, dan prosedur yang relevan,
dan ditulis dalam bentuk butir-butir sesuai dengan rumusan indikator
pencapaian kompetensi;
f) pembelajaran, yaitu kegiatan yang dilakukan oleh pendidik dan peserta didik
untuk mencapai kompetensi yang diharapkan;
g) penilaian, merupakan proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk
menentukan pencapaian hasil belajar peserta didik;
h) alokasi waktu sesuai dengan jumlah jam pelajaran dalam struktur kurikulum
untuk satu semester atau satu tahun; dan
i) sumber belajar, dapat berupa buku, media cetak dan elektronik, alam sekitar
atau sumber belajar lain yang relevan.

2) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)


Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) merupakan rencana pembelajaran
yang dikembangkan secara rinci dari suatu materi pembelajaran atau tema
tertentu yang mengacu pada silabus.
Komponen RPP terdiri atas:
a) identitas sekolah yaitu nama satuan pendidikan;
b) identitas mata pelajaran atau tema/subtema;
c) kelas/semester;
d) materi pokok;

KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 PENGEMBANGAN PERANCANGAN PEMBELAJARAN 21


KELOMPOK KOMPETENSI I
21
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud

e) alokasi waktu ditentukan sesuai dengan keperluan untuk pencapaian KD dan


beban belajar dengan mempertimbangkan jumlah jam pelajaran yang tersedia
dalam silabus dan KD yang harus dicapai;
f) tujuan pembelajaran yang dirumuskan berdasarkan KD, dengan
menggunakan kata kerja operasional yang dapat diamati dan diukur, yang
mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan;
g) kompetensi dasar dan indikator pencapaian kompetensi;
h) materi pembelajaran, memuat fakta, konsep, prinsip, dan prosedur yang
relevan, dan ditulis dalam bentuk butir-butir sesuai dengan rumusan indikator
ketercapaian kompetensi;
i) metode pembelajaran, digunakan oleh pendidik untuk mewujudkan suasana
belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik mencapai KD yang
disesuaikan dengan karakteristik peserta didik dan KD yang akan dicapai;
j) media pembelajaran, berupa alat bantu proses pembelajaran untuk
menyampaikan materi pelajaran;
k) sumber belajar, dapat berupa buku, media cetak dan elektronik, alam sekitar,
atau sumber belajar lain yang relevan;
l) langkah-langkah pembelajaran dilakukan melalui tahapan pendahuluan, inti,
dan penutup; dan
m) penilaian hasil pembelajaran.

Sistematika RPP

Sistematika RPP selalu berkembang dan berubah-ubah sesuai kebijakan yang


berlaku, tetapi prinsip-prinsip pengembangannya tidak terlalu berbeda. Contoh
format RPP pada modul pelatihan Kurikulum 2013 yangditerbitkan oleh Direktorat
PSMA adalah sebagai berikut.

22
KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 PENGEMBANGAN PERANCANGAN PEMBELAJARAN
KELOMPOK KOMPETENSI I
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

A. Identitas
1. Sekolah :
2. Mata pelajaran :
3. Kelas/Semester :
4. Materi Pokok:
5. Alokasi Waktu:

B. Kompetensi Inti (KI)


[disajikan Deskripsi Rumusan KI-1 dan KI-2 seperti yang dinyatakan
dalam

Kompetensi inti dan kompetensi dasar pelajaran]

KI 3:

KI 4:

C. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi

KD 3 KD 4

Indikator Pencapaian Kompetensi Indikator Pencapaian Kompetensi

D. Tujuan Pembelajaran ( Karakter diintegrasikan dalam deskripsi tujuan)


Pertemuan 1:
.................................................................................................................
Pertemuan 2:
.................................................................................................................

E. Materi Pembelajaran
(disajikan materi pokok saja, rincian materi setiap pertemuan dinyatakan
dalam Lampiran)

KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 PENGEMBANGAN PERANCANGAN PEMBELAJARAN 23


KELOMPOK KOMPETENSI I
23
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud

F. Pendekatan/ Model/Metode Pembelajaran

G. Media/Alat dan Bahan Pembelajaran


H. Sumber Belajar
I. Langkah-langkah Pembelajaran
1. Pertemuan Pertama: (...JP)
a. Kegiatan Pendahuluan

b. Kegiatan Inti

[disajikan garis besar alur berpikir pembelajaran secara lengkap, materi


rinci pembelajaran dimuat pada Lampiran Materi Pembelajaran
Pertemuan 1

c. Kegiatan Penutup

2. Pertemuan Kedua: (...JP)


Kegiatan Pendahuluan

a. Kegiatan Inti [disajikan garis besar alur berpikir pembelajaransecara


lengkap, materi rinci pembelajaran dimuat pada Lampiran Materi
Pembelajaran Pertemuan 2]
b. Kegiatan Penutup
3. Pertemuan seterusnya.

J. Penilaian
1. Teknik Penilaian:
a. Penilaian Sikap : Observasi/pengamatan/Jurnal
b. Penilaian Pengetahuan : Tes Tertulis/Lisan/Penugasan*)
c. Penilaian Keterampilan : Praktik/Produk/Portofolio/Projek*)
*) coret yang tidak perlu
2. Bentuk Penilaian:
a. Observasi : lembar pengamatan aktivitas peserta didik
b. Tes tertulis : uraian dan lembar kerja
c. Unjuk kerja : lembar penilaian presentasi
d. Portofolio : penilaian laporan
3. Instrumen Penilaian (terlampir)

Mengetahui : ……………, ……….. 2017

Kepala Sekolah, Guru Mata Pelajaran,

24
KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 PENGEMBANGAN PERANCANGAN PEMBELAJARAN
KELOMPOK KOMPETENSI I
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA

…………………………… ………….………………………

NIP …………………….. NIP ……………………………

LAMPIRAN :

1. Bahan ajar
2. Instrumen Penilaian

3) Prinsip Penyusunan RPP

Dalam menyusun RPP hendaknya memperhatikan prinsip-prinsip sebagai


berikut:

a) Perbedaan individual peserta didik antara lain kemampuan awal, tingkat


intelektual, bakat, potensi, minat, motivasi belajar, kemampuan sosial,
emosi, gaya belajar, kebutuhan khusus, kecepatan belajar, latar belakang
budaya, norma, nilai, dan/atau lingkungan peserta didik.
b) Partisipasi aktif peserta didik.
c) Berpusat pada peserta didik untuk mendorong semangat belajar, motivasi,
minat, kreativitas, inisiatif, inspirasi, inovasi dan kemandirian.
d) Pengembangan budaya membaca dan menulis yang dirancang untuk
mengembangkan kegemaran membaca, pemahaman beragam bacaan, dan
berekspresi dalam berbagai bentuk tulisan.
e) Pemberian umpan balik dan tindak lanjut RPP memuat rancangan program
pemberian umpan balik positif, penguatan, pengayaan, dan remedi.
f) Penekanan pada keterkaitan dan keterpaduan antara KD, materi
pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator pencapaian kompetensi,
penilaian, dan sumber belajar dalam satu keutuhan pengalaman belajar.
g) Mengakomodasi pembelajaran tematik-terpadu, keterpaduan lintas mata
pelajaran, lintas aspek belajar, dan keragaman budaya.

KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 PENGEMBANGAN PERANCANGAN PEMBELAJARAN 25


KELOMPOK KOMPETENSI I
25
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud

h) Penerapan teknologi informasi dan komunikasi secara terintegrasi,


sistematis, dan efektif sesuai dengan situasi dan kondisi.

4) Pelaksanaan Pembelajaran
Pada RPP, guru harus menyusun skenario pelaksanaan pembelajaran pada
kegiatan pembelajaran mulai dari pendahuluan, kegiatan inti dan kegiatan
penutup. Langkah pembelajaran mulai dari pendahuluan, kegiatan inti dan
penutup yang disarankan pada Permendikbud nomor 022 tahun 2016 adalah
sebagai berikut.

a) Kegiatan Pendahuluan

Dalam kegiatan pendahuluan, guru wajib:

(1) menyiapkan peserta didik secara psikis dan fisik untuk mengikuti proses
pembelajaran;
(2) memberi motivasi belajar peserta didik secara kontekstual sesuai manfaat dan
aplikasi materi ajar dalam kehidupan sehari-hari, dengan memberikan contoh
dan perbandingan lokal, nasional dan internasional, serta disesuaikan dengan
karakteristik dan jenjang peserta didik;
(3) mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang mengaitkan pengetahuan
sebelumnya dengan materi yang akan dipelajari;
(4) menjelaskan tujuan pembelajaran atau kompetensi dasar yang akan dicapai;
dan
(5) menyampaikan cakupan materi dan penjelasan uraian kegiatan sesuai
silabus.

b) Kegiatan Inti

Kegiatan inti menggunakan model pembelajaran, metode pembelajaran,


pendekatan, media pembelajaran, dan sumber belajar yang disesuaikan dengan
karakteristik peserta didik dan mata pelajaran.

Pada kegiatan inti aspek sikap seperti menerima, menjalankan, menghargai,


menghayati, hingga mengamalkan dan nilai-nilai pendidikan karakter seperi

26
KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 PENGEMBANGAN PERANCANGAN PEMBELAJARAN
KELOMPOK KOMPETENSI I
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA

religius, nasionalis, gotong royong, mandiri, dan integritas diterapkan selama


aktivitas pembelajaran.

Aspek pengetahuan diterapkan melalui aktivitas mengetahui, memahami,


menerapkan, menganalisis, mengevaluasi, hingga mencipta. Karakteritik
aktivititas belajar dalam domain pengetahuan ini memiliki perbedaan dan
kesamaan dengan aktivitas belajar dalam domain keterampilan. Pada
pembelajaran kimia model pembelajaran yang dapat digunakan diantaranya model
discovery learning, project based learning, problem based learning atau learning
cycle (5E) dengan pendekatan saintifik yang mencakup keterampilan proses sains.
Contohnya untuk mendorong peserta didik menghasilkan karya kreatif dan
kontekstual, baik individual maupun kelompok, disarankan yang menghasilkan
karya berbasis pemecahan masalah (project based learning).

Pada kegiatan inti, aspek keterampilan diperoleh melalui kegiatan mengamati,


menanya, mencoba, menalar, menyaji, dan mencipta. Seluruh isi materi (topik dan
sub topik) mata pelajaran yang diturunkan dari keterampilan harus mendorong
peserta didik untuk melakukan proses pengamatan hingga penciptaan.

c) Kegiatan Penutup

Dalam kegiatan penutup, guru bersama peserta didik baik secara individual
maupun kelompok melakukan refleksi untuk mengevaluasi:

(1) seluruh rangkaian aktivitas pembelajaran dan hasil-hasil yang diperoleh untuk
selanjutnya secara bersama menemukan manfaat langsung maupun tidak
langsung dari hasil pembelajaran yang telah berlangsung;
(2) memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;
(3) melakukan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pemberian tugas, baik tugas
individual maupun kelompok; dan
(4) menginformasikan rencana kegiatan pembelajaran untuk pertemuan
berikutnya.

KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 PENGEMBANGAN PERANCANGAN PEMBELAJARAN 27


KELOMPOK KOMPETENSI I
27
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud

2. RPP Mata Pelajaran Kimia

RPP sebaiknya ditulis secara sistematis, dalam bahasa yang singkat dan jelas.
Pada penyusunan RPP format RPP tidak ditentukan tetapi seluruh komponen
harus ada. Dari segi estetika sebaiknya ada format atau layout yang baik dan
mudah dibaca. Salah satu bagian penting didalam pengembangan RPP adalah
perumusan indikator dari komptensi dasar.

a. Perumusan Indikator Pencapaian Kompetensi

Pada Permendikbud sebelumnya indikator yang dicantumkan di dalam RPP


meliputi indikator kompetensi sikap, pengetahuan dan keterampilan. Pada buku
Pedoman Penilaian Kurikulum 2013 tahun 2016 indikator yang dituliskan hanya
indikator dari kompetensi dasar pengetahuan dan keterampilan. Walaupun
indikator kompetensi sikap ini tidak dicantumkan pada RPP, Anda akan
memerlukannya pada saat melakukan penilaian sikap.

1) Indikator Sikap
Beberapa indikator sikap spiritual umum yang dapat digunakan untuk mata
pelajaran umum:

a) bersyukur atas nikmat dan karunia Tuhan Yang Maha Esa


b) berdoa sebelum dan sesudah melakukan kegiatan.
c) bersyukur ketika berhasil mengerjakan sesuatu.
d) menjaga lingkungan hidup di sekitar satuan pendidikan.
Contoh indikator sikap spiritual dalam mata pelajaran kimia:

a) Mengagumi dan mensyukuri adanya keteraturan sifat koligatif larutan pada


makhluk hidup dan fenomena dalam kehidupan sehari-hari.
b) Mensyukuri keberadaan senyawa karbon dengan memanfaatkan secara
bijaksana dan bertanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-
hari.
Beberapa indikator-indikator umum sikap sosial:

a) Jujur, yaitu perilaku dapat dipercaya dalam perkataan, tindakan, dan


pekerjaan.

28
KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 PENGEMBANGAN PERANCANGAN PEMBELAJARAN
KELOMPOK KOMPETENSI I
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA

b) Disiplin, yaitu tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh pada
berbagai ketentuan dan peraturan.
c) Tanggung jawab, yaitu sikap dan perilaku seseorang untuk melaksanakan
tugas dankewajibannya, yang seharusnya dia lakukan, terhadap diri sendiri,
masyarakat, lingkungan (alam, sosial dan budaya), negara dan Tuhan Yang
Maha Esa.
d) Gotong royong, yaitu bekerja sama dengan orang lain untuk mencapai tujuan
bersama dengan saling berbagi tugas dan tolong-menolong secara ikhlas.
Sikap sosial tersebut merupakan sebagian dari nilai-nilai karakter yang sedang
dikuatkan melalui Penguatan Pendidikan Karakter yang sedang digalakkan
kembali melalui pendidikan.
Contoh indikator sikap sosial dalam mata pelajaran kimia:

a) Menunjukkan perilaku disiplin, teliti, tanggung jawab dan kerjasama dan peduli
lingkungan dalam melakukan percobaan sifat koligatif larutan.
b) Membuang limbah praktikum sel elektrolisis pada tempat yang tersedia.
c) Menunjukkan perilaku bekerja sama, santun dan proaktif dalam melakukan
diskusi materi faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi.

2) Indikator Pengetahuan
Indikator untuk pengetahuan diturunkan dari KD pada KI-3 dengan menggunakan
kata kerja operasional.

Beberapa kata kerja operasional yang dapat digunakan antara lain:

a) mengingat: menyebutkan, memberi label, mencocokkan, memberi nama,


memberi contoh, meniru, dan memasangkan;
b) memahami: menggolongkan, menggambarkan, membuat ulasan,
menjelaskan, mengekspresikan, mengidentifikasi, menunjukkan,
menemukan, membuat laporan, mengemukakan, membuat tinjauan, memilih,
dan menceritakan;
c) menerapkan: mendemonstrasikan, memperagakan, menuliskan penjelasan,
membuatkan penafsiran, mengoperasikan, mempraktikkan, merancang
persiapan, menyusun jadwal, membuat sketsa, menyelesaikan masalah, dan
menggunakan;

KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 PENGEMBANGAN PERANCANGAN PEMBELAJARAN 29


KELOMPOK KOMPETENSI I
29
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud

d) menganalisis: menilai, menghitung, mengelompokkan, menentukan,


membandingkan, membedakan, membuat diagram, menginventarisasi,
memeriksa, dan menguji;
e) mengevaluasi: membuat penilaian, menyusun argumentasi atau alasan,
menjelaskan apa alasan memilih, membuat perbandingan, menjelaskan
alasan pembelaan, memperkirakan, dan memprediksi;
f) mencipta (create): mengumpulkan, menyusun, merancang, merumuskan,
mengelola, mengatur, merencanakan, mempersiapkan, mengusulkan, dan
mengulas.

Contoh indikator pengetahuan dalam mata pelajaran kimia:

a) Mengelompokkan senyawa hidroksida unsur periode 3 berdasarkan kekuatan


sifat asam basanya.
b) Menentukan reaksi yang terjadi di anoda dan katoda pada sel elektrolisis.

3) Indikator Keterampilan

Indikator untuk pencapaian keterampilan dirumuskan dengan menggunakan kata


kerja operasional yang dapat diamati dan diukur, antara lain: menggabungkan,
mengkontruksi, merancang, membuat sketsa, memperagakan, menulis laporan,
menceritakan kembali, mempraktikkan, mendemonstrasikan, dan menyajikan.

Contoh indikator keterampilan dalam mata pelajaran kimia:

a) Merancang alat uji elektrolit untuk menguji sifat larutan berdasarkan daya
hantar listriknya.
b) Melakukan titrasi asam basa menggunakan perangkat titrasi.
Keterkaitan KI dan KD dengan indikator pencapaian kompetensi serta materi
pembelajaran tertera pata tabel berikut.

30
KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 PENGEMBANGAN PERANCANGAN PEMBELAJARAN
KELOMPOK KOMPETENSI I
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA

Tabel 1. 4. Keterkaitan KI dan KD dengan Indikator Pencapaian Kompetensi pada Topik Sel
Elektrolisis

Materi
Kompe
Kompetensi Pembelajaran
- tensi Indikator Pencapaian Kompetensi
Dasar
Inti

KI 3 3.6 Menerapkan 1. Menjelaskan prinsip sel elektrolisis


stoikiometri 2. Membedakan reaksi redoks pada
reaksi redoks larutan dan lelehan berdasarkan Sub Topik:
data percobaan sel elektrolisis
dan hukum
dengan elektroda inert - Prinsip sel
Faraday 3. Menjelaskan reaksi redoks pada sel elektrolisis
untuk elektrolisis larutan dengan elektroda - Reaksi
menghitung tidak inert berdasarkan data redoks pada
besaran- percobaan sel
besaran yang 4. Menentukan reaksi yang terjadi pada elektrolisis
terkait sel elektrokisis berbagai larutan - Kegunaan
5. Menjelaskan Hukum I Faraday elektrolisis
elektrolisis
6. Menghitung jumlah massa zat hasil
elektrolisis menggunakan Hukum I
Faraday
7. Menghitung arus yang digunakan
pada proses elektrolisis
menggunakan Hukum I Faraday
8. Menjelaskan Hukum II Faraday
9. Menghitung jumlah massa zat hasil
elektrolisis menggunakan Hukum I
Faraday
10. Menghitung arus yang digunakan
pada proses elektrolisis
menggunakan Hukum II Faraday

11. Menganalisis reaksi redoks yang


terjadi pada proses penyepuhan
logam
12. Menjelaskan contoh produk industri
hasil proses elektrolisis
KI 4 4.6 Menyajikan 1. Merancang prosedur praktik Penyepuhan
rancangan penyepuhan benda dari logam logam
prosedur dengan ketebalan lapisan dan luas
tertentu
penyepuhan
2. Melakukan penyepuhan benda-
benda dari benda dari logam sesuai rancangan
logam 3. Mempresentasikan hasil rancangan
dengan dan ujicoba rancangan praktik
ketebalan penyepuhan
lapisan dan 4. Menulis laporan tugas proyek
luas tertentu penyepuhan logam

KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 PENGEMBANGAN PERANCANGAN PEMBELAJARAN 31


KELOMPOK KOMPETENSI I
31
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud

b. Contoh RPP Kimia

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


A. Identitas

Sekolah: SMA ___


Mata pelajaran: KIMIA
Kelas/Semester: XII/ I
Materi Pokok: Sel Elektrolisis
Alokasi Waktu: 8 jam pelajaran

B. Kompetensi Inti (KI)

KI 1: Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.

KI 2: “Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerja
sama, toleran, damai), santun, responsif, dan pro-aktif sebagai bagian dari solusi atas
berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial
dan alam serta menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia”.

KI 3: Memahami, menerapkan, menganalisis dan mengevaluasi pengetahuan faktual,


konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu
pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan
kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena
dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang
spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah

KI 4: Mengolah, menalar, menyaji, dan mencipta dalam ranah konkret dan ranah abstrak
terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri serta
bertindak secara efektif dan kreatif, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah
keilmuan.

32
KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 PENGEMBANGAN PERANCANGAN PEMBELAJARAN
KELOMPOK KOMPETENSI I
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA

C. Kompetensi Dasar dan Indikator


Kompetensi Dasar Kompetensi Dasar
3.6 Menerapkan stoikiometri reaksi 4.6 Menyajikan rancangan prosedur
redoks dan hukum Faraday untuk penyepuhan benda dari logam dengan
menghitung besaran-besaran yang ketebalan lapisan dan luas tertentu
terkait sel elektrolisis

Indikator Pencapaian Kompetensi Indikator Pencapaian Kompetensi


1. Menjelaskan prinsip sel elektrolisis 1. Merancang prosedur praktik
2. Membedakan reaksi redoks pada penyepuhan benda dari logam dengan
larutan dan lelehan berdasarkan data ketebalan lapisan dan luas tertentu
percobaan sel elektrolisis dengan 2. Melakukan penyepuhan benda-benda
elektroda inert dari logam sesuai rancangan
3. Menjelaskan reaksi redoks pada sel 3. Mempresentasikan hasil rancangan dan
elektrolisis larutan dengan elektroda ujicoba rancangan praktik penyepuhan
tidak inert berdasarkan data 4. Menulis laporan tugas proyek
percobaan penyepuhan logam
4. Menentukan reaksi yang terjadi pada
elektrokisis berbagai larutan
5. Menjelaskan Hukum I Faraday
6. Menghitung jumlah massa zat hasil
elektrolisis menggunakan Hukum I
Faraday
7. Menghitung arus yang digunakan pada
proses elektrolisis menggunakan
Hukum I Faraday
8. Menjelaskan Hukum II Faraday
9. Menghitung jumlah massa zat hasil
elektrolisis menggunakan Hukum I
Faraday
10. Menghitung arus yang digunakan pada
proses elektrolisis menggunakan
Hukum II Faraday
11. Menganalisis reaksi redoks yang
terjadi pada proses penyepuhan logam
12. Menjelaskan contoh produk industri
hasil proses elektrolisis

KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 PENGEMBANGAN PERANCANGAN PEMBELAJARAN 33


KELOMPOK KOMPETENSI I
33
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud

D. Tujuan Pembelajaran
Melalui kegiatan pembelajaran dengan model DL, PBL dan PJBL, peserta didik dapat
menerapkan stoikiometri reaksi redoks dan hukum Faraday untuk menghitung besaran-
besaran yang terkait sel elektrolisis dan merancang prosedur penyepuhan benda dari
logam dengan ketebalan lapisan dan luas tertentu dengan bekerjasama, kreatif, kritis dan
memiliki rasa taggung jawab dalam belajar dan menjaga lingkungan dari limbah praktik
elektrolosis.

E. Materi Pembelajaran
1. Prinsip-prinsip sel elektrolisis
2. Reaksi redoks pada sel elektrolisis larutan dan lelehan dengan elektroda inert
3. Reaksi redoks pada sel elektrolisis larutan dengan elektroda tidak inert
4. Hukum I Faraday dan Hukum II Faraday
5. Perhitungan massa zat hasil elektrolisis dan kuat arus atau waktu yang digunakan pada
elektrolisis menggunakan Hukum I Faraday dan Hukum II Faraday
6. Reaksi redoks yang terjadi pada proses penyepuhan logam
7. Produk industri hasil proses elektrolisis

F. Pendekatan/ Model/Metode Pembelajaran


1. Pendekatan: Keterampilan Proses
2. Model: Discovery Learning, Problem Based Learning dan Project Based Learning
3. Metode Pembelajaran: diskusi, demonstrasi dan eksperimen

G. Media/Alat dan Bahan Pembelajaran


Media/Alat : Alat praktikum sesuai yang tercantum pada LKS
Bahan: Bahan praktikum sesuai yang tercantum pada LKS

H. Sumber Belajar
Buku kimia kelas XII Kurikulum 2013, Buku Kimia kelas XII BSE, Bahan bacaan yang relevan
dari internet

34
KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 PENGEMBANGAN PERANCANGAN PEMBELAJARAN
KELOMPOK KOMPETENSI I
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA

I. Langkah-langkah Pembelajaran
Pertemuan Pertama: 3 JP

Sintak Model Estimasi


Kegiatan Deskripsi
Pembelajaran Waktu
Kegiatan Guru memberi salam dilanjutkan dengan 5 menit
Pendahuluan menanyakan kabar siswa dan kesiapan
belajar.
Melakukan apersepsi dengan memberikan
pertanyaan tentang reaksi redoks pada sel
volta.

Kegiatan Inti
**) Stimulation Peserta didik mengamati demonstrasi
(stimullasi/ percobaan elektrolisis larutan, 15 menit
pemberian rangkaian sel yang pertama tidak diberikan
rangsangan) arus listrik dan yang kedua diberikan arus
listrik.

Problem Peserta didik diminta mengemukakan


statemen sebanyak mungkin pertanyaan yang
(pertanyaan/ berkaitan dengan hasil pengamatannya
identifikasi contoh pertanyaan:
masalah) - Mengapa pada sel yang diberi arus
listrik ada gelembung gas disekitar
elektrodanya?
- Mengapa ada perbedaan gejala yang
terjadi pada kedua elektroda?
- Apa yang terjadi jika elektrodanya
berbeda?

Peserta didik menyimak informasi kegiatan 30 menit


pembelajaran yang akan dilakukan.

KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 PENGEMBANGAN PERANCANGAN PEMBELAJARAN 35


KELOMPOK KOMPETENSI I
35
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud

Data collection Peserta didik dalam kelompok mengkaji LKS


(pengumpulan “Reaksi redoks pada Sel Elektrolisis”
data) Melakukan praktikum sel elektrolisis secara
berkelompok menggunakan LKS yang
tersedia.
Mencatat data pengamatan hasil percobaan
meliputi gejala yang terjadi pada elektroda
positif dan negatif dalam sel elektrolisis pada
kolom yang tersedia pada LKS.

Diskusi kelompok mengolah data hasil


percobaan yaitu reaksi yang terjadi pada
elektroda positif dan negatif pada sel
elektrolisis berbagai senyawa dengan
bantuan pertanyaan-pertanyaan pada LKS. 45 menit

Data processing Mendiskusikan dan memverivikasi hasil


(pengolahan pengolahan data percobaan reaksi redoks
Data) yang terjadi pada elektrolisis larutan dan
lelehan dengan data-data, uraian konsep
atau teori pada buku sumber
Presentasi hasil kegiatan kelompok

Verification Peserta didikmenyimpulkan reaksi yang


(pembuktian) terjadi pada elektrolisis larutan dengan
elektroda inert dan tidak inert dan reaksi
redoks pada elektrolisis lelehan garam

20 menit
Kegiatan Peserta didik dan guru mereview hasil 20menit
Penutup pembelajaran tentang reaksi redoks pada
Generalizatio sel elektrolisis
(menarik
kesimpulan) Guru memberikan penghargaan kepada
kelompok yang berkinerja baik

Siswa menjawab kuis tentang sel elektrolisis

36
KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 PENGEMBANGAN PERANCANGAN PEMBELAJARAN
KELOMPOK KOMPETENSI I
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA

Pemberian tugas untuk mempelajari materi


Kegunaan Sel Elektrolisis dan Hulum
Faraday

Pertemuan kedua : 3 jam pelajaran


Kegiatan Sintak Model Kegiatan Pembelajaran Estimasi
Pembelajaran Waktu
Pendahu Guru memberi salam dilanjutkan dengan 10 menit
luan menanyakan kabar siswa dan kesiapan belajar.

Melakukan apersepsi dengan memberikan


pertanyaan tentang sel elektrolisis dan reaksi pada
sel elektrolisis.

Kegiatan Melakukan brainstorming dimana peserta didik 15 menit


Inti Fase 1 dihadapkan pada masalah hasil penyepuhan.
Orientasi Misalnya peserta didik diminta mengamati contoh
peserta didik hasil penyepuhan yang berbeda-beda, kemudian
kepada diberi kesempatan untuk bertanya mengenai
masalah produk penyepuhan tersebut.

Peserta didik diharapkan menanya, contoh


pertanyaan ” Mengapa benda hasil penyepuhan
terlapisi dengan tebal ada juga yang tipis? “,
“Bagimana perhitungan waktu dan arus listrik
dalam proses penyepuhan? ”

Guru menjelaskan indikator pencapaian kompetensi


pembelajaran kemudian, memberikan konsep

KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 PENGEMBANGAN PERANCANGAN PEMBELAJARAN 37


KELOMPOK KOMPETENSI I
37
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud

dasar tentang Hukum faraday, petunjuk atau


referensi yang diperlukan dalam pembelajaran
topik Hukum Faraday.

Peserta didik diminta menentukan masalah yang


berkaitan dengan hubungan arus listrik dengan
hasil elektrolisis misalnya :
- Apakah ada hubungan antara kuat arus dengan
jumlah zat hasil reaksi dalam proses elektrolisis.
- Berapa massa logam yang dihasilkan pada
katoda
- Dapatkah merangkaian beberapa sel
elektrolisis yang berbeda dengan kuat arus
yang sama?

Fase 2 Pada tahap ini guru membantu peserta didik 10 menit


Mengorganisa mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas
sikan peserta belajar yang berhubungan dengan masalah
didik tersebut.

Peserta didik dikelompokkan secara heterogen,


masing-masing mengkaji lembar kegiatan non
eksperimen tentang Hukum I dan II Faraday dan
penerapannya dalam menentukan jumlah zat yang
dihasilkan dalam reaksi.
30 menit
Fase 3 Peserta didik mengumpulkan informasi untuk
Membimbing menciptakan dan membangun ide mereka sendiri
penyelidikan dalam memecahkan masalah. Pada kegiatan ini
individu dan peserta didik mendiskusikan materi dengan
kelompok mengkaji teks tentang Hukum I Faraday, penerapan
Hukum Faraday pada soal-soal yang berkaitan
dengan sel elektrolisis.

38
KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 PENGEMBANGAN PERANCANGAN PEMBELAJARAN
KELOMPOK KOMPETENSI I
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA

Selanjutnya mengkaji teks tentang Hukum II


Faraday, penerapannya dan menyelesaikan
soal-soal yang berkaitan dengan sel elektrolisis
Guru membimbing siswa dalam memecahkan
masalah.

Fase 4 Pada tahap ini peserta didik merencanakan dan 45 menit


Mengembang menyiapkan laporan dengan cara berbagi tugas
kan dan dengan teman dalam menyelesaikan
menyajikan soal-soal dengan menerapkan Hukum Faraday
hasil karya misalnya menentukan :
- massa endapan logam yang dihasilkan jika
elektrolisis larutan CuSO4 1 M dilakukan
dengan elektroda inert, yang menggunakan
arus 10 ampere selama 10 menit.
- massa endapan logam yang dihasilkan jika
elektrolisis larutan ZnSO4 1 M dilakukan dengan
elektroda inert, yang menggunakan arus 10
ampere selama 10 menit.
- Volume gas yang dihasilkan pada katoda dan
anoda dari elektrolisis larutan Na2SO4 1M
dengan arus 5 Faraday.

Membuat laporan secara sistematis dan benar

Presentasi hasil diskusi kelompok dan penyamaan


persepsi

Kegiatan Fase 5 Pada tahap ini peserta didik mengevaluasi hasil 25 menit
Penutup Menganalisa pemecahan soal-soal penerapan Hukum I dan II
dan Faraday melalui diskusi kelompok . Peserta dapat
mengevaluasi menggunakan buku sumber untuk batuan
proses mengevaluasi hasil diskusi.
pemecahan
masalah Siswa mengerjakan kuis tentang stokiometri reaksi
elektrolisis dengan menerapkan Hukum Faraday

KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 PENGEMBANGAN PERANCANGAN PEMBELAJARAN 39


KELOMPOK KOMPETENSI I
39
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud

Pemberian tugas untuk mempelajari reaksi pada


proses penyepuhan dan merancang prosedur
penyepuhan logam

Pertemuan ke 3 : 2 JP
Pada pertemuan ketiga digunakan model Project Based Learning, beberapa tahap
ditugaskan dahulu sehingga kegiatan di kelas langsung ke presentasi rancangan.
Langkah Sintak Model Deskripsi Alokasi
Pembelajaran Pembelajaran Waktu
Kegiatan Guru memberi salam dilanjutkan 5 menit
Pendahuluan dengan menanyakan kabar siswa dan
kesiapan belajar

Memberikan pertanyaan tentang


penerapan hukum Faraday dan
rancangan praktik penyepuhan yang
telah ditugaskan sebelumnya.
Kegiatan Inti Penentuan 10 menit
**) Pertanyaan Memberikan motivasi dengan
Mendasar tanyajawab produk-produk hasil
elektrolisis dalam kehidupan sehari-hari

Peserta didik diminta mengemukakan


pertanyaan yang terkait dengan produk
hasil elektolisis terutama penyepuhan
logam yang sudah dikenal dalam
kehidupan sehari-hari. Contoh
pertanyaan
- Mengapa perhiasan dari tembaga
dapat dilapisisi atau disepuh dengan
logam lain?
- Bagaimana cara menyepuh benda
dari suatu logam dengan logam lain
agar lebih indah?
- Dapatkah kami melakukan
penyepuhan benda-benda dari

40
KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 PENGEMBANGAN PERANCANGAN PEMBELAJARAN
KELOMPOK KOMPETENSI I
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA

logam?

Merencanakan tugas proyek praktik


Mendesain penyepuhan logam meliputi: membuat
Perencanaan aturan penyelesaian proyek, merancang
Proyek tugas proyek.
Peserta didik menyusun jadwal aktivitas
Menyusun penyelesaian proyek dibimbing guru
Jadwal meliputi: jadwal disain Perencanaan
proyek, Pelaksanaan tugas proyek,
Pelaporan hasil tugas proyek. (sudah
ditugaskan sebelumnya)

Peserta didik mempresentasikan


rancangan proyek penyepuhan

Memonitor 15 menit
peserta didik Peserta didik melakukan praktik/proyek
dan kemajuan penyepuhan sesuai rancangan.
proyek
Diskusi pengolahan data praktik dan
Menguji Hasil membuat laporannya 40 menit

Peserta didik mempresentasikan


laporan tugas proyek

Guru menilai presentasi laporan tugas


proyek, laporan tugas proyek sesuai
Mengevaluasi rancangan dan produk penyepuhan
Pengalaman logam.

Mendiskusikan materi kegunaan sel


elketrolisis lainnya yaitu pemurnian
logam dan pembuatan unsur atau
senyawa
Kegiatan Peserta didik dan guru mereview hasil 15 menit
Penutup pembelajaran kegunaan sel elektrolisis.

KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 PENGEMBANGAN PERANCANGAN PEMBELAJARAN 41


KELOMPOK KOMPETENSI I
41
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud

Refleksi terhadap pemahaman


pembelajaran kegunaan sel elektrolisis.

Peserta didik menjawab kuis tentang


kegunaan sel elektrolisis dan
penyepuhan logam.
.

J. Penilaian
1. Teknik Penilaian:
a. Penilaian Sikap : Observasi/pengamatan/Jurnal
b. Penilaian Pengetahuan : Tes Tertulis/Lisan/Penugasan*)
c. Penilaian Keterampilan : Praktik/Produk/Portofolio/Projek*)
*) coret yang tidak perlu

2. Bentuk Penilaian:
a. Observasi : lembar pengamatan aktivitas peserta didik
b. Tes tertulis : uraian dan lembar kerja
c. Unjuk kerja : lembar penilaian presentasi
d. Portofolio : penilaian laporan

3. Instrumen Penilaian (terlampir)

Teknik dan Bentuk Penilaian


a. Pertemuan Pertama:
- Penilaian Sikap: Lembar observasi sikap pada saat praktik “Reaksi redoks pada sel
elektrolisis”
- Penilaian Pengetahuan: Soal pilihan ganda, uraian dan tugas materi Prinsip sel elekrolisis
dan Reaksi redoks pada sel elektrolisis
- Penilaian Keterampilan: Lembar pengamatan keterampilan pada saat praktik “Reaksi
redoks pada sel elektrolisis”

b. Pertemuan Kedua:
- Penilaian Sikap: Lembar observasi diskusi materi Hukum Faraday
- Penilaian Pengetahuan: Soal pilihan ganda, uraian materi Hukum Faraday

42
KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 PENGEMBANGAN PERANCANGAN PEMBELAJARAN
KELOMPOK KOMPETENSI I
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA

c. Pertemuan Ketiga:
- Penilaian Sikap: lembar penilaian antar teman, catatan guru pada kegiatan praktik
- Penilaian Keterampilan: lembar observasi presentasi, format penilaian tugas proyek dan
format penilaian Laporan proyek.

1) Instrumen Penilaian : terlampir

Mengetahui : ……………, ……….. 2018


Kepala Sekolah, Guru Mata Pelajaran,

…………………………… ………….………………………
NIP …………………….. NIP ……………………………

KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 PENGEMBANGAN PERANCANGAN PEMBELAJARAN 43


KELOMPOK KOMPETENSI I
43
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud

Lampiran 1: Materi Pembelajaran

Rangkuman Materi Pembelajaran ( Selengkapnya Lihat di buku Kimia kelas XII)

Prinsip sel elektrolisis

Elektrolisis artinya penguraian suatu zat akibat arus listrik. Arus listrik yang digunakan
adalah arus searah. Tempat berlangsungnya reaksi reduksi dan oksidasi dalam sel
elektrolisis sama seperti pada sel volta, yaitu anoda (reaksi oksidasi) dan katoda (reaksi
reduksi). Perbedaan sel elektrolisis dan sel volta terletak pada kutub elektroda. Pada sel
volta, anoda (–) dan katoda (+), sedangkan pada sel elektrolisis sebaliknya, anoda (+) dan
katoda (–). Pada sel elektrolisis anode dihubungkan dengan kutub positif sumber energi
listrik, sedangkan katoda dihubungkan dengan kutub negatif.

Reaksi redoks pada sel elektrolisis

Reaksi pada sel elektrolisis yang dibahas meliputi:

a. Reaksi redoks dalam elektrolisis larutan dengan elektroda inert


b. Reaksi redoks dalam elektrolisis lelehan dengan elektroda inert
c. Reaksi redoks dalam elektrolisis larutan dengan elektroda tidak inert
Contoh reaksi redoks dalam elektrolisis larutan NaCl

Katoda: 2H2O(l) + 2e– → H2(g) + 2OH–(aq)

Anoda: 2Cl–(aq) → Cl2(g) + 2e–

Reaksi : 2H2O(l) + 2 Cl–(aq) → H2(g) + Cl2(g) + 2OH–(aq)

Kegunaan elektrolisis

Elektrolisis banyak dilakukan pada industri seperti pada elektroplating atau penyepuhan
logam, pemurnian logam dan pembuatan senyawa

a. Penyepuhan (electroplating) adalah suatu metode elektrolisis untuk melapisi


permukaan logam oleh logam lain yang lebih stabil terhadap cuaca atau untuk
menambah keindahannya. Contohnya, besi dilapisi nikel agar tahan karat,
tembaga dilapisi perak atau emas agar lebih bernilai
b. Pemurnian logam melalui elektrolisis dilakukan untuk memurnikan logam dari
campurannya, misalnya pemurnian logam tembaga

44
KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 PENGEMBANGAN PERANCANGAN PEMBELAJARAN
KELOMPOK KOMPETENSI I
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA

c. Pembuatan senyawa kimia melalui elektrolisis dilakukan untuk memperoleh


senyawa atau unsur murni untuk keperluan laboratorium. Contohnya pembuatan
NaOH dari elektrolisis larutan NaCI, pembuatan unsur F 2 dengan elektrolisis
larutan HF dalam Kf cair
Praktik elektolisis larutan dan penyepuhan

Praktik elektrolisis Na2SO4 1M, Larutan KI 1M, Larutan CuSO4 1M dengan elektroda inert
atau elektroda tidak inert

Merancang kegiatan praktik penyepuhan, merancang perangkat penyepuhan logam dan


merancang laporan tugas proyek Praktik penyepuhan logam sesuai dengan prinsip
reaksi redoksnya

Lampiran 2: Instrumen Penilaian

A. Instrumen Penilaian Sikap


1. Lembar Observasi Sikap
a. Sikap pada kegiatan Praktikum

Lembar Penilaian pada Kegiatan Praktikum


Mata Pelajaran : Kimia
Kelas/Semester: XII/1
Topik: Sel elektrolisis
Judul Praktikum: Reaksi redoks pada sel elektrolisis
Indikator: Peserta didik menunjukkan perilaku ilmiah disiplin, tanggung jawab, kerjasama, teliti kreatif dan
peduli lingkungan dalam melakukan percobaan kimia

Perilaku
Nama
No
Siswa Peduli
Disiplin Kerjasama Teliti Kreatif Keterangan
Tanggung Lingkungan
jawab

1. .........

....

Catatan: Perilaku diisi dengan Sangat Baik, Baik, Cukup dan Kurang

KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 PENGEMBANGAN PERANCANGAN PEMBELAJARAN 45


KELOMPOK KOMPETENSI I
45
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud

b. Sikap pada saat Diskusi


Lembar Penilaian pada Kegiatan Diskusi

Mata Pelajaran: Kimia

Kelas/Semester: XII / 1

Topik : Sel elektrolisis

Kegiatan Diskusi: Merancang tugas proyek praktik penyepuhan logam

Indikator: Peserta didik menunjukkan perilaku kerjasama, rasa ingin tahu, santun, dan komunikatif sebagai
wujud kemampuan memecahkan masalah dan membuat keputusan.

Perilaku
Nama Keterangan
No
Siswa
. Rasa
Kerja sama Santun Komunikatif
ingin tahu

1. ................

...

Catatan: Perilaku diisi dengan Sangat Baik, Baik, Cukup dan Kurang

46
KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 PENGEMBANGAN PERANCANGAN PEMBELAJARAN
KELOMPOK KOMPETENSI I
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA

2. Lembar Penilaian Diri


a. Penilaian diri setelah peserta didik belajar Sel elektrolisis

Penilaian Diri

Topik:...................... Nama: ................

Kelas: ...................

Setelah mempelajari materi Sel elektrolisis, Anda dapat melakukan penilaian


diri dengan memberikan tanda V pada kolom yang tersedia sesuai dengan
kemampuan.

Sudah
No Belum
Pernyataan memahami
memahami

1. Memahami konsep sel elektrolisis

2. Memahami reaksi redoks yang


terjadi pada elektrolisis larutan
dengan elektroda inert

3. Memahami reaksi redoks yang


terjadi pada elektrolisis larutan
dengan elektroda tidak inert

4. Memahami reaksi redoks yang


terjadi pada elektrolisis lelehan
garam dengan elektroda inert

5 Perbedaan elekrolisis larutan dan


elektrolisis lelehan

6 Menuliskan reaksi redoks yang


terjadi pada sel elektrolisis

7 Memahami langkah-langkah
percobaan sel elektrolisis

KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 PENGEMBANGAN PERANCANGAN PEMBELAJARAN 47


KELOMPOK KOMPETENSI I
47
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud

Penilaian diri setelah melaksanakan tugas proyek Praktik Penyepuhan Logam.

Penilaian Diri

Tugas:............................ Nama:..........................
Kelas:..............................
Bacalah baik-baik setiap pernyataan dan berilah tanda V pada kolom yang sesuai
dengan keadaan dirimu yang sebenarnya.

No Pernyataan YA TIDAK

1 Selama melakukan tugas kelompok saya


bekerjasama dengan teman satu kelompok

2 Saya melakukan tugas sesuai jadwal

3 Saya mencatat data dengan teliti dan sesuai


dengan fakta

4 Saya melakukan tugas sesuai dengan jadwal


yang telah dirancang

5 Sebelum melakukan tugas terlebih dahulu saya


membaca literatur yang mendukung tugas

3. Format penilaian antar peserta didik


Penilaian antar Peserta Didik
Topik : Sel Elekrolisis. Nama Teman yang dinilai: Amanda
Tanggal Penilaian: 30 -08 -2015 Nama Penilai: Bayu
- Amati perilaku temanmu dengan cermat selamat mengikuti pembelajaran
Kimia
- Berikan tanda v pada kolom yang disediakan berdasarkan hasil
pengamatannu.
Dilakukan/muncul
No Perilaku
YA TIDAK

1. Mau menerima pendapat teman

2. Memaksa teman untuk menerima


pendapatnya

3. Memberi solusi terhadap pendapat yang


bertentangan

4. Mau bekerjasama dengan semua teman

5. Disiplin pada saat belajar

48
KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 PENGEMBANGAN PERANCANGAN PEMBELAJARAN
KELOMPOK KOMPETENSI I
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA

Format Jurnal

JURNAL

Aspek yang diamati:………………… Nama Peserta Didik: ………………

Kejadian : …………………… Nomor peserta Didik: ……………….

Tanggal: ………………………….

Catatan Pengamatan Guru:

............................................................................................................................

..................................................................................................................

....................................................................................................

B. Instrumen Penilaian Pengetahuan


Soal Pilihan Ganda.
Soal Pilihan Ganda

Topik : Sel Elekrolisis. Nama : ........................


Tanggal Kuis: ........... Kelas : ...........................
Pilihlah jawaban dengan memberikan tanda silang pada yang benar

1. Perhatikan gambar elektrolisis larutan NaCl.

KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 PENGEMBANGAN PERANCANGAN PEMBELAJARAN 49


KELOMPOK KOMPETENSI I
49
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud

Berdasarkan gambar di atas pernyataan yang tepat adalah....

A. oksidasi terjadi pada katoda


B. anoda bermuatan negatif
C. migrasi kation menuju elektrode positif
D. elektrode positip dinamakan katoda
E. reduksi berlangsung di katoda

2. Perhatikan gambar percobaan elektrolisis larutan natrium klorida dengan


elektroda karbon.

Pada pipa U bagian A dan B ditetesi indikator


universal sehingga larutan berwarna hijau. Pada
saat rangkaian sel elektrolisis diberi arus listrik,
gejala yang timbul pada bagian A atau B adalah....

A. pada bagian A terdapat gelembung gas, larutan berubah menjadi


berwarna merah
B. pada bagian B terdapat gelembung gas, larutan berubah menjadi
berwarna merah
C. pada bagian B terdapat gelembung gas dan larutan berubah jadi merah
kemudian menjadi tidak berwarna
D. pada bagian A tidak terdapat gelembung gas, larutan berubah dari hijau
menjadi berwarna biru
E. pada bagian B tidak terdapat gelembung gas dan larutan berubah jadi
merah kemudian menjadi tidak berwarna

3. Sekelompok siswa melakukan ekperimen elektrolisis larutan Na 2SO4 dan


menguji hasil elektrolisis menggunakan indikator asam basa. Di katoda
indikator berubah warna menjadi biru. Berdasarkan data percobaan, reaksi
yang terjadi pada katode dari adalah ….

A. Na+ (aq) + e – Na (s)


B. 2H2O (aq) + 2e– 2OH- (aq) + H2 (g)
C. +
2H (aq) + 2e – H2 (g)
D. SO42- (aq) + 2e– SO4 (aq)
E. 4OH- (aq) 2H2O (aq) + O2 (g) + 4e–

4. ReakPada elektrolisis lelehan NaCl 1 M dihasilkan ....


A. Gas Hidrogen pada anoda
B. Gas Klorin pada katoda
C. Senyawa NaOH pada anoda
D. Ion OH – pada anoda
E. Senyawa NaOH pada katoda

50
KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 PENGEMBANGAN PERANCANGAN PEMBELAJARAN
KELOMPOK KOMPETENSI I
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA

5. Percobaan elektrolisis larutan dilakukan siswa langsung pada kertas lakmus


yang dibasahi oleh larutan garam dapur pekat seperti pada gambar dibawah
ini
Jika warna lakmus pada larutan garam dapur
adalah ungu, setelah dilakukan percobaan,
_ + warna yang dapat diamati pada titik X,Y dan Z
adalah....
X Y Z
C C
Lakmus yang A merah ungu biru
dibasahi
B biru ungu merah
X Y Z
C biru ungu putih

D biru merah putih

E merah putih biru

6. Pada elektrolisis larutan KI 1 M dengan elektroda karbon reaksi yang terjadi


di kutub anoda adalah ....
A. 2 H2O (l) 4H+(aq) + O2(g) + 4 e –
B. 2 H2O (l) + 2 e – 2 OH – (aq) + H2(g)
C. K+ (aq ) + e –  K (s)
D. 2 I – (aq)  I2 (s) + 2 e
E. 2 H+ (aq) + 2 e –  H2 (g)

7. Temanmu melakukan elektrolisis larutan CuSO 4 0,5 M, dia menggunakan


elektroda Pt sebagai katode dan elektrode Fe sebagai anode. Catatan
pengamatan temanmu yang benar adalah....
A. gas H2 di katode dan anode Fe larut
B. endapan Cu di katode dan gas O2 di anode
C. gas H2 di katode dan gas O2 di anode
D. endapan Cu di katode dan anode Fe larut
E. endapan Fe di katode dan anode Fe larut

8. Sekelompok siswa mempelajari berbagai data reaksi elektrolisis berbagai


senyawa. Senyawa yang menghasilkan gas Hidrogen di anoda adalah....
A. NaH (l)
B. Na2SO4 (aq)
C. NaCl (l)
D. HCl (aq)
E. K2SO4 (aq)
9. Perhatikan gambar penyepuhan berikut

KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 PENGEMBANGAN PERANCANGAN PEMBELAJARAN 51


KELOMPOK KOMPETENSI I
51
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud

Pernyataan yang benar pada proses penyepuhan


seperti yang tertera pada gambar adalah....
A. sendok dihubungkan dengan kutup negatif atau
katoda
B. perak berada pada kutub positif atau katoda
C. ion perak teroksidasi pada menjadi endapan perak
D. ion perak mengalami reduksi dan menempel pada
sendok

10. Pada proses elektrolisis larutan Perak nitrat ( AgNO 3 ), jika arus yang di
gunakan sebesar 10 A selama 482,5 detik, maka massa perak yang
diendapkan adalah … (1 F = 96.500 C; Ar Ag = 108 )
A. 0,90 gram
B. 1,80 gram
C. 9,00 gram
D. 18,00 gram
E. 90,00 gram

Soal Uraian
Soal Uraian

Topik : Sel Elekrolisis. Nama : ........................


Tanggal Kuis: ........... Kelas : ...........................

Jawablah dengan singkat dan jelas

1. Uraikan langkah-langkah melakukan elektrolisis larutan Na2SO4


menggunakan indikator universal dan tuliskan hasil pengamatannya !
2. Tuliskan reaksi elektrolisis pada elektrolisis larutan NaCl dengan lelehan
NaCl apa perbedaannya?
3. Pemurnian logam tembaga dilakukan proses elektrolisis larutan CuSO 4
dengan elektroda tembaga, tembaga murni sebagai elektroda katoda,
tembaga tidak murni digunakan sebagai anoda. Tuliskan reaksi pada
masing-masing elektroda?
4. Gambarkanlah bagan sel elektrolisis untuk menyepuh benda dari besi
dengan tembaga, jelaskan prosesnya?
5. Sebutkan 4 contoh produk industri hasil proses elektolisis ?

Kunci Jawaban
a. Kunci Jawaban Soal Pilihan Ganda:

No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Jawaban E C B E C D D A D C

52
KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 PENGEMBANGAN PERANCANGAN PEMBELAJARAN
KELOMPOK KOMPETENSI I
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA

b. Kunci Jawaban Soal Uraian


No Jawaban Soal Skor
1. Siapkan rangkaian sel elektrolisis larutan Na2SO4 0,1 M 10

Pada mulut tabung U diteteskan 2 tetes larutan indikator universal.


Selanjutnya diberikan arus listrik pada elektrode kurang lebih selama 2
menit. Mengamati gejala yang terjadi dan perubahan warna indikator
pada elektroda (-) katoda dan elektroda ( + ) anoda
1
Hasil pengamatan:
0
Di anoda terjadi gelembung gas dan indikator berubah menjadi berwarna
merah

Di katoda terjadi gelembung gas dan indikator berubah menjadi berwarna


biru

2 Pada elektrolisis larutan NaCl dihasilkan larutan NaOH, gas H2 dan Cl2 , 10

Reaksi yang terjadi

Katoda (-) : 2 H2O(l) + 2 e- → H2(g) + 2 OH-(aq)

Anoda (+) : 2 Cl-(aq ) → Cl2(g) + 2 e-


10
Reaksi sel : 2H2O(l) + 2 Cl-(aq) → H2(g) + Cl2(g) + 2 OH-(aq)

Pada elektrolisis lelehan NaCl dihasilkan larutan Na dan Cl2

Katoda (-) : 2 Na+ (l) + 2e- → 2 Na(l)

Anoda (+): 2Cl- (l) → Cl2 (g) + 2e-

Reaksi Sel : 2 Na+ (l) + 2 Cl- (l) → 2 Na(l) + Cl2 (g)

3 Reaksi yang terjadi pada pemurnian logam tembaga 10

Reaksi inosasi: CuSO4 (aq) → Cu2+ (aq) + SO42- (aq)

Katoda (-) : Cu2+ (aq) + 2e- → Cu (s)

Anoda (+) Cu (s) → Cu2+ (aq) + 2e-

Reaksi Sel : Cu (s) → Cu (s)

4 Menyiapkan alat seperti pada gambar. 20

KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 PENGEMBANGAN PERANCANGAN PEMBELAJARAN 53


KELOMPOK KOMPETENSI I
53
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud

Masukkan larutan tembaga (II) sulfat kedalam


gelas kimia.
Celupkan benda dari besi yang dihubungkan
dengan kutub negatif dan tembaga murni
yang dihubungkan dengan kutub positif.
Alirkan arus listrik sampai benda dari besi
terlapisi oleh tembaga
Pada prosesnya Cu akan teroksidasi menjadi
ion Cu2+ dan masuk ke larutan, ion Cu2+ dari
larutan akan berubah menjadi Cu dan
mengendap pada benda dari besi
5 Perhiasan dari tembaga dilapisi emas seperti cincin dan gelang, 10
pelapisan besi oleh krom, pemurnian aluminium dari bijih bauxit
Pembuatan logam natrium
Jumlah 80

C. Instrumen Penilaian Kompetensi Keterampilan

1. Instrumen Penilaian Praktik

Topik : Sel elektrolisis


KI : Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait
dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan
mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan
KD: 4.3. Menciptakan ide/gagasan produk sel elektrokimia.

Indikator: Merangkai alat percobaan elektrolisis dan melakukan percobaan penyepuhan


Lembar Pengamatan

Topik: ...............................
Kelas: ................................

Kegiatan
Persiapan Pelaksanaan Jumlah
No Nama Akhir
Percobaan Percobaan Skor
Percobaan
1. ………………………
2.

54
KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 PENGEMBANGAN PERANCANGAN PEMBELAJARAN
KELOMPOK KOMPETENSI I
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA

Rubrik
Keterampilan
No Skor Rubrik
yang dinilai

1 Persiapan 30  Alat-alat sudah tersedia, tertata rapih sesuai dengan


Percobaan keperluannya
(Menyiapkan alat  Bahan-bahan/larutan untuk percobaan sudah disiapkan
Bahan) di meja praktikum
 Lembar kegiatan praktikum tersedia
 Menggunakan jas laboratorium
20 Ada 3 aspek yang terpenuhi

10 Ada 2 aspek yang terpenuhi

2 Pelaksanaan 30  Memasang tabung U pada statif dengan sempurna


Percobaan
 Membersihkan elektroda sebelum digunakan
 Meletakan elektroda diletakkan pada kutub yang tepat
- Mencelupkan elektroda dengan kedalaman yang sama
- Mengisi larutan pada tabung U secukupnya
- Memberikan arus sesuai aturan pada percobaan
elektrolisis
20 Ada 4 aspek yang tersedia

10 Ada 2 aspek tang tersedia

3 Kegiatan akhir 30 - Membuang larutan atau sampah ketempatnya


praktikum - Membersihkan alat dengan baik
- Membersihkan meja praktikum
- Mengembalikan alat ke tempat semula
20 Ada 3 aspek yang tersedia

10 Ada 2 aspek tang tersedia

KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 PENGEMBANGAN PERANCANGAN PEMBELAJARAN 55


KELOMPOK KOMPETENSI I
55
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud

3. Instrumen Penilaian Proyek


Mata Pelajaran: Kimia Guru Pembimbing: Poppy K. Devi
Nama Proyek:Praktik Penyepuhan Logam Nama Peserta didik:Syarief
Alokasi Waktu: Satu minggu Kelas:XII B
No. ASPEK SKOR (1 - 5)
1 PERENCANAAN :
a. Rancangan Alat
- Alat dan bahan
- Gambar
b. Uraian cara menggunakan alat
2 PELAKSANAAN :
a. Keakuratan Sumber Data / Informasi
b. Kuantitas Sumber Data
c. Analisis Data
d. Penarikan Kesimpulan

3 LAPORAN PROYEK :
a. Sistematika Laporan
b. Performans
c. Presentasi
TOTAL SKOR

RPP di atas hanya berupa contoh, untuk pengembangan RPP selanjutnya


silahkan Anda berkreasi menyesuaikan dengan Program Semester dan kondisi
sekolah dan

D. Aktivitas Pembelajaran

1. Kegiatan IN - 1
Setelah mengkaji materi tentang Perancangan Pembelajaran, silahkan Anda
mendiskusikannya selanjutnya mengerjakan kegiatan terkait perancangan
pembelajaran sesuai lembar kerja yang tersedia. Setelah selesai perwakilan
kelompok mempresentasikan hasil kegiatan, peserta lain menyimak presentasi
dengan cermat dan serius sebagai penghargaan kepada pembicara. Pada
kegiatan IN-1 Anda dan peserta lain mengerjakan LK-1 Analisis KI dan KD. Setelah
itu pembagian tugas menyusun RPP. Bagilah tugas RPP, setiap peserta berbeda
topik sehingga pada saat IN-2 akan terkumpul sejumlah RPP dari kelas X,XI dan
XII.

56
KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 PENGEMBANGAN PERANCANGAN PEMBELAJARAN
KELOMPOK KOMPETENSI I
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA

2. Kegiatan ON

Pada kegiatan ON anda mengerjakan tugas LK-2 yaitu menyusun RPP dengan
topik yang telah ditetapkan pada saat IN- 1. Telaah RPP menggunakan format
yang tersedia, sehingga isi RPP menjadi terstandar.
Lembar Kegiatan 1

Analisis KI dan KD

Tujuan Kegiatan: menjabarkan KI dan KD ke dalam indikator pencapaian kompetensi


dan materi pembelajaran.

Langkah Kegiatan:

1. Pelajari contoh penjabaran KI dan KD ke dalam IPK dan materi pembelajaran


2. Lakukan analisis KI dan KD suatu topik Kimia kembangkan IPK dan tentukan
materi pembelajaran yang sesuai dengan KD tersebut.
3. Gunakan Format seperti pada contoh, setelah selesai, presentasikan hasil
diskusi kelompok Anda!
4. Perbaiki hasil kerja kelompok Anda jika ada masukan dari kelompok lain!

KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 PENGEMBANGAN PERANCANGAN PEMBELAJARAN 57


KELOMPOK KOMPETENSI I
57
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud

Lembar Kegiatan 2

Penyusunan dan Penelaahan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

Tujuan Kegiatan: Melalui diskusi kelompok peserta mampu menyusun RPP yang
menerapkan pendekatan saintifik sesuai model belajar yang relevan
dan menelaah RPP untuk perbaikan.

Langkah Kegiatan:

1. Pelajari prinsip-prinsip penyusunan RPP!


2. Siapkan dokumen kurikulum Permedikbud nomor 24 tahun 2016, hasil kegiatan
Model pembelajaran dan Perancangan Instrumen Penilaian
3. Susunlah RPP sesuai dengan prinsip-prinsip pengembangannya, komponen-
sistematika RPP*) dan format RPP**) yang tersedia!
4. Setelah selesai, telaah kembali RPP yang disusun menggunakan format telaah
RPP untuk kesempurnaan RPP yang kelompok Anda susun!
5. Presentasikan hasil kerja kelompok Anda! ( jika ada pertemuan ON di Pokja)
6. Perbaiki hasil kerja kelompok Anda jika ada masukkan dari kelompok lain!
Catatan:

*) komponen-sistematika RPP yang ada di dalam modul sesuai dengan Permedikbud nomor 22
tahun 2016

**) format RPP atau lay out tidak harus sama tetapi diharapkan disusun dengan rapih, sistematis
dengan kalimat yang singkat, jelas dan mudah difahami.

58
KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 PENGEMBANGAN PERANCANGAN PEMBELAJARAN
KELOMPOK KOMPETENSI I
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA

Contoh Format telaah RPP

FORMAT PENELAAHAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Materi Pelajaran: ___________________________

Topik : _______________________________

Berilah tanda cek ( V) pada kolom skor (1, 2, 3 ) sesuai dengan kriteria yang tertera pada
kolom tersebut! Berikan catatan atau saran untuk perbaikan RPP sesuai penilaian Anda!

Komponen Hasil Penelaahan dan Skor


Catatan
No Rencana Pelaksanaan
1 2 3
Pembelajaran
A. Identitas Mata Pelajaran Tidak Kurang Sudah
Ada Lengkap Lengkap
1. Satuan pendidikan, Mata pela-
jaran/tema, kelas/ semester dan
Alokasi waktu

B. Pemilihan Kompetensi Tidak Kurang Sudah


Ada Lengkap Lengkap
1. Kompetensi Inti

2. Kompetensi Dasar

Tidak Sesuai Sesuai


C. Perumusan Indikator
Sesuai Sebagian Seluruhnya
1. Kesesuaian dengan Kompetensi
Dasar

2. Kesesuaian penggunaan kata


kerja operasional dengan
kompetensi yang diukur

3. Kesesuaian dengan
pengetahuan, dan keterampilan

D. Perumusan Tujuan Tidak Sesuai Sesuai


Sesuai Sebagian Seluruhnya
1 Kesesuaian dengan indikator

2 Kesesuaian dengan kegiatan


yang dapat dikerjakan peserta
didik

KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 PENGEMBANGAN PERANCANGAN PEMBELAJARAN 59


KELOMPOK KOMPETENSI I
59
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud

Komponen Hasil Penelaahan dan Skor


Catatan
No Rencana Pelaksanaan
1 2 3
Pembelajaran
Pemilihan Materi Tidak Sesuai Sesuai
E.
Pembelajaran Sesuai Sebagian Seluruhnya
1. Kesesuaian dengan Kompetensi
Dasar

2. Kesesuaian dengan karakteristik


peserta didik

3. Kesesuaian dengan alokasi


waktu

Tidak Sesuai Sesuai


F. Kegiatan Pembelajaran
Sesuai Sebagian Seluruhnya
1. Menampilkan kegiatan
pendahuluan, inti, dan penutup
dengan jelas

2. Kesesuaian kegiatan dengan


pendekatan pembelajaran yang
dipilih

3. Kesesuaian dengan sintak model


pembelajaran yang dipilih

4. Kesesuaian penyajian dengan


sistematika materi

5. Kesesuaian alokasi waktu


dengan cakupan materi

Tidak Sesuai Sesuai


G. Penilaian
Sesuai Sebagian Seluruhnya
1. Kesesuaian teknik penilaian
dengan indikator

2. Kesesuaian instrumen penilaian


dengan indikator pencapaian
kompetensi

4. Kesesuaian kunci jawaban


dengan soal

5. Kesesuaian pedoman penskoran


dengan soal

Tidak Sesuai Sesuai


H. Pemilihan Media Belajar
Sesuai Sebagian Seluruhnya
1. Kesesuaian dengan materi
pembelajaran

60
KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 PENGEMBANGAN PERANCANGAN PEMBELAJARAN
KELOMPOK KOMPETENSI I
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA

Komponen Hasil Penelaahan dan Skor


Catatan
No Rencana Pelaksanaan
1 2 3
Pembelajaran
2. Kesesuaian dengan karakteristik
peserta didik

Pemilihan Bahan
I. Tidak Sesuai Sesuai
Pembelajaran
Sesuai Sebagian Seluruhnya

1. Kesesuaian dengan materi


pembelajaran

2. Kesesuaian dengan kegiatan


pembelajaran

Pemilihan Sumber
J. Tidak Sesuai Sesuai
Pembelajaran
Sesuai Sebagian Seluruhnya

1. Kesesuaian dengan materi


pembelajaran

2. Kesesuaian dengan karakteristik


peserta didik

Jumlah

Komentar/Rekomendasi terhadap RPP secara umum.

..............................................................................................................................................
............................................................................................................................................

Silahkan menyesuaikan instrumen telaah RPP dengan contoh-contoh yang


dikembangkan oleh Direktorat PSMA terbaru.

KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 PENGEMBANGAN PERANCANGAN PEMBELAJARAN 61


KELOMPOK KOMPETENSI I
61
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud

E. Latihan /Tugas/Kasus

Setelah mempelajari materi ini, silahkan anda mencoba mengerjakan soal secara
mandiri selanjutnya kumpulkan hasil kerja tepat waktu sesuai jadwal yang
ditentukan
1. Diantara pernyataan berikut yang tidak termasuk prinsip pembelajaran yang
mendidik adalah....
A. peningkatan dan keseimbangan antara keterampilan fisikal (hardskills) dan
keterampilan mental (softskills);
B. pembelajaran yang mengutamakan pembudayaan dan pemberdayaan
peserta didik sebagai pembelajar sepanjang hayat;
C. pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk meningkatkan
efisiensi dan efektivitas pembelajaran; dan
D. membangun kesadaran tentang keteraturan dan keindahan alam sebagai
wujud kebesaran Tuhan Yang Maha Esa

2. Untuk kompetensi dasar aspek pengetahuan “3.3 Menjelaskan konfigurasi


elektron dan pola konfigurasi elektron terluar untuk setiap golongan dalam
tabel periodik, KD keterampilan yang merupakan padanan dari KD tersebut
adalah....
A. Menjelaskan fenomena alam atau hasil percobaan menggunakan model
atom
B. Menentukan letak suatu unsur dalam tabel periodik berdasarkan
konfigurasi elektron
C. Menyajikan hasil analisis data-data unsur dalam kaitannya dengan
kemiripan dan sifat keperiodikan unsur
D. Menerapkan prinsip interaksi antar ion, atom dan molekul dalam
menjelaskan sifat-sifat fisik zat di sekitarnya

3. KD pelajaran kimia kelas XII pada topik sifat koligatif larutan elektrolit dan
larutan nonelektrolit adalah 3.2 membedakan sifat koligatif larutan elektrolit
dan larutan nonelektrolit 4.2 menganalisis data percobaan untuk menentukan
derajat pengionan perumusan indikator pencapaian kompetensi yang paling
tepat bagi kedua KD tersebut adalah....
A. menjelaskan perbedaan sifat koligatif larutan elektrolit dan nonelektrolit

62
KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 PENGEMBANGAN PERANCANGAN PEMBELAJARAN
KELOMPOK KOMPETENSI I
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA

B. menjelaskan perbedaan titik beku larutan elektrolit dan larutan


nonelektrolit berdasarkan data percobaan
C. menjelaskan perbedaan titik didih larutan elektrolit dan larutan
nonelektrolit yang konsentrasinya sama berdasarkan data percobaan
D. menghitung penurunan tekanan larutan elektrolit dan larutan
nonelektrolit yang berdasarkan data percobaan

4. Tujuan pembelajaran yang tercantum pada RPP seorang guru kimia adalah
”peserta didik dapat menentukan kadar larutan asam asetat dalam cuka dapur
melalui percobaan” Materi ajar yang sesuai dengan tujuan tersebut adalah . .
..
A. titrasi asam basa
B. sifat asam basa
C. konsentrasi larutan
D. pH larutan

5. Dalam pembelajaran kimia peserta didik diminta merancang percobaan,


melakukan dan melaporkan hasilnya. Kegiatan pembelajaran tersebut
menggunakan prinsip pembelajaran....
A. peserta didik difasilitasi untuk mencari tahu
B. pembelajaran berbasis keterampilan aplikatif
C. suasana belajar menyenangkan dan menantang.
D. proses pembelajaran menggunakan pendekatan ilmiah

6. Peserta didik praktik materi elektroplating sesuai dengan KD 4.6 menyajikan


rancangan prosedur penyepuhan benda dari logam dengan ketebalan lapisan
dan luas tertentu. Perilaku yang dapat dinilai sesuai kompetensi dasar sikap
adalah....
A. menunjukkan perilaku kerjasama, disiplin, tanggung jawab dan peduli
lingkungan
B. menunjukkan perilaku kerjasama, dan hemat dalam memanfaatkan
sumber daya alam.
C. menunjukkan perilaku kritis, kreatif, toleran dan cinta damai
D. menunjukkan perilaku toleran, cinta damai dan peduli lingkungan

KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 PENGEMBANGAN PERANCANGAN PEMBELAJARAN 63


KELOMPOK KOMPETENSI I
63
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud

7. Indikator pencapaian kompetensi yang paling tepat untuk kd 3.7 Menentukan


orde reaksi dan tetapan laju reaksi berdasarkan data hasil percobaan
adalah....
A. menjelaskan pengertian orde reaksi pada suatu reaksi berdasarkan
percobaan
B. menentukan laju reaksi berdasarkan data percobaan laju reaksi
C. menghitung tetapan laju reaksi berdasarkan data percobaan laju reaksi
D. menentukan orde reaksi berdasarkan rumus hukum laju reaksi

8. Salah satu prinsip pengembangan RPP adalah berbasis konteks. Yang


dimaksud berbasis konteks disini adalah....
A. pembelajaran yang memfasilitasi peserta didik untuk belajar secara
mandiri
B. proses pembelajaran yang menjadikan lingkungan sekitarnya sebagai
sumber belajar.
C. pembelajaran memperhatikan perbedaan kemampuan awal dan tingkat
intelektual,
D. pembelajaran yang berorientasi pada pengembangan ilmu pengetahuan
dan teknologi

9. Seorang guru mengidentifikasi materi pembelajaran untuk dicantumkan pada


RPP dengan topik protein. 3.11 Menganalisis struktur, tata nama, sifat dan
penggolongan makromolekul. Diantara materi atau topik-topik berikut, yang
sesuai dengan KD adalah....
A. struktur dan penggolongan asam amino, struktur, penggolongan dan sifat
protein
B. struktur asam amino dan protein, protein dan turunannya
C. struktur protein dan turunannya,
D. struktur dan penggolongan asam amino, sifat protein dan turunannya
sifat-sifat protein

64
KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 PENGEMBANGAN PERANCANGAN PEMBELAJARAN
KELOMPOK KOMPETENSI I
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA

10. Pada bagian pendahuluan dalam langkah-langkah pembelajaran yang


merupakan komponen RPP, hal-hal yang harus dituliskan adalah sebagai
berikut ini, kecuali....
A. memberi motivasi belajar peserta didik secara kontekstual sesuai manfaat
materi ajar
B. membagi siswa ke dalam kelompok diskusi secara heterogen
C. menjelaskan tujuan pembelajaran atau kompetensi dasar yang akan
dicapai
D. menyampaikan cakupan materi dan penjelasan uraian kegiatan sesuai
silabus.

F. Rangkuman

Proses pembelajaran pada satuan pendidikan diselenggarakan secara interaktif,


inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk
berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas,
dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta
psikologis peserta didik. Perencanaan pembelajaran meliputi penyusunan rencana
pelaksanaan pembelajaran dan penyiapan media dan sumber belajar, perangkat
penilaian pembelajaran, dan skenario pembelajaran. Silabus merupakan acuan
penyusunan kerangka pembelajaran untuk setiap bahan kajian mata pelajaran.
RPP merupakan rencana pembelajaran yang dikembangkan secara rinci dari
suatu materi pembelajaran atau tema tertentu yang mengacu pada silabus. Salah
satu langkah awal penyusunan RPP adalah menganalisis KI dan KD, pengkajian
silabus dilanjutkan dengan perumusan indikator.

KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 PENGEMBANGAN PERANCANGAN PEMBELAJARAN 65


KELOMPOK KOMPETENSI I
65
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud

G. Umpan Balik dan Tindak Lanjut

Setelah menyelesaikan soal dan latihan, Anda dapat memperkirakan tingkat


keberhasilan Anda dengan melihat rambu-rambu jawaban yang terdapat pada
bagian akhir modul ini. Jika Anda memperkirakan bahwa pencapaian Anda sudah
melebihi 80%, silakan Anda terus mempelajari Kegiatan Pembelajaran berikutnya,
namun jika Anda menganggap pencapaian Anda masih kurang dari 80%,
sebaiknya Anda ulangi kembali kegiatan pembelajaran ini dengan kerjakeras,
kreatif, dan tanggung jawab.

66
KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 PENGEMBANGAN PERANCANGAN PEMBELAJARAN
KELOMPOK KOMPETENSI I
KUNCI JAWABAN LATIHAN/KASUS/TUGAS

RAMBU-RAMBU TUGAS KEGIATAN IN-1 dan ON

Tugas Kegiatan IN-1 LK-1. Untuk menghasilkan tugas analisis yang baik,
pelajari contoh pada modul dan buku kimia untuk menganalisis materi kimianya
serta pelajari juga rubrik berikut.

Rubrik Analisis keterkaitan KI dan KD dengan


Indikator Pencapaian Kompetensi dan Materi Pembelajaran

PERINGKAT NILAI KRITERIA

Amat Baik ( 90 < AB ≤ 100 1. Identitas: Mata pelajaran, kelas, semester


AB) lengkap dan benar
2. KI dan KD lengkap dan keterkaitannya benar
3. Perumusan indikator sesuai dengan KI dan kD
4. Identifikasi topik/subtopik tepat
Baik (B) 80 < B ≤ 90 Ada 3 aspek sesuai dengan kriteria, 1 aspek kurang
sesuai

Cukup (C) 70 < C ≤ 80 Ada 2 aspek sesuai dengan kriteria, 2 aspek kurang
sesuai

Kurang (K) ≤ 70 Ada 1 aspek sesuai dengan kriteria, 3 aspek kurang


sesuai

KUNCI JAWABAN LATIHAN/KASUS/TUGAS 67


KELOMPOK KOMPETENSI I
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud

Tugas Kegiatan ON

LK- 2. Untuk menghasilkan tugas pembuatan RPP, pelajari contoh pada modul
dan pelajarari buku kimia untuk pemilihan materi ajar . Pelajari juga rubrik
berikut.

Rubrik Penilaian Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

1. Berikan nilai setiap komponen RPP dengan cara membubuhkan tanda cek
(√) pada kolom pilihan skor (1 ), (2) dan (3) sesuai dengan penilaian Anda
terhadap RPP tersebut!
2. Setelah selesai penilaian, jumlahkan skor seluruh komponen!
3. Tentukan nilai RPP menggunakan rumus sbb:
Skor yang diperoleh
𝑁𝑖𝑙𝑎𝑖 = x 100%
81

PERINGKAT NILAI

Amat Baik ( A) 90 ≤ A ≤ 100

Baik (B) 75 ≤ B < 90

Cukup (C) 60 ≤ C < 74

Kurang (K) < 60

Kunci Jawaban Bagian E. Latihan /Tugas/Kasus

No Soal 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

Kunci Jawaban D B C A D A C B A B

68 KUNCI JAWABAN LATIHAN/KASUS/TUGAS


KELOMPOK KOMPETENSI I
EVALUASI

1. Setiap guru dalam merencanakan proses pembelajaran, melaksanakan


proses pembelajaran dan penilaian hasil pembelajaran harus memahami
prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik. .Dalam kegiatan pembelajaran
kimia, peserta didik diminta melakukan interpretasi data yang diperoleh dari
data hasil praktikum kelompoknya. Kegiatan pembelajaran tersebut jika
ditinjau dari prinsip pembelajaran yang mendidik termasuk …
A. peserta didik difasilitasi untuk mencari tahu
B. peserta didik belajar dari berbagai sumber belajar
C. proses pembelajaran menggunakan pendekatan ilmiah
D. pembelajaran berbasis keterampilan aplikatif

2. Diantara pernyataan tentang prinsip pembelajaran yang mendidik yang tidak


tepat adalah....
A. pembelajaran yang menerapkan prinsip bahwa siapa saja adalah guru,
siapa saja adalah peserta didik, dan di mana saja adalah kelas
B. pembelajaran yang mengutamakan pembudayaan dan pemberdayaan
peserta didik sebagai pembelajar sepanjang hayat
C. dari pembelajaran berbasis konten menuju pembelajaran berbasis
kompetensi
D. dari pendekatan ilmiah menuju proses sebagai penguatan penggunaan
pendekatan tekstual

3. Salah satu kompetensi dasar aspek pengetahuan mata pelajaran Kimia di


kelas XI adalah 3.10 Menjelaskan konsep asam dan basa serta kekuatannya
dan kesetimbangan pengionannya dalam larutan, KD keterampilan yang
merupakan padanan dari KD tersebut adalah....

EVALUASI 69
KELOMPOK KOMPETENSI I
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud

A. menganalisis trayek perubahan ph beberapa indikator yang diekstrak dari


bahan alam melalui percobaan
B. menyajikan hasil pengolahan data untuk menentukan nilai tetapan
kesetimbangan suatu reaksi
C. melaporkan percobaan tentang sifat asam basa berbagai larutan garam
D. membuat larutan penyangga dengan ph tertentu

4. Peserta didik berdiskusi materi korosi dengan KD 3.5 Menganalisis faktor-


faktor yang mempengaruhi terjadinya korosi dan cara mengatasinya.
Kompetensi sikap yang dapat dikembangkan melalui kegiatan ini diantaranya
adalah....
A. menunjukkan perilaku kerjasama, dan hemat dalam memanfaatkan
sumber daya alam.
B. menunjukkan perilaku kerjasama, kritis dan peduli lingkungan
C. menunjukkan perilaku kritis, kreatif, toleran dan cinta damai
D. menunjukkan perilaku toleran, cinta damai dan peduli lingkungan

5. Indikator pencapaian kompetensi yang kurang tepat untuk KD 3.12


Menjelaskan prinsip kerja, perhitungan pH, dan peran larutan penyangga
dalam tubuh makhluk hidup
A. menjelaskan sifat larutan penyangga berdasarkan prinsip kerjanya
B. menentukan harga pH dari larutan penyangga yang dibentuk oleh asam
kuat dan basa kuat
C. menjelaskan peran larutan penyangga pada proses kimia dalam tubuh
manusia
D. menentukan komponen pembentuk larutan penyangga

6. Tujuan pembelajaran yang tercantum pada RPP seorang guru kimia kelas XI
adalah ” peserta didik dapat menjelaskan sifat asam basa berbagai larutan
garam melalui percobaan”
Materi ajar yang sesuai dengan tujuan tersebut adalah . . . .
A. asam basa
B. hidrolisis
C. pH larutan
D. larutan penyangga

70 EVALUASI
KELOMPOK KOMPETENSI I
LISTRIK untuk SMP
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA

7. RPP yang disusun guru harus dikembangkan sesuai prinsip penyusunan RPP
pada peraturan menteri yang berlaku. Diantara pernyataan berikut yang bukan
merupakan prinsip penyusunan RPP adalah. . . .
A. penerapan teknologi informasi dan komunikasi secara terintegrasi,
sistematis, dan efektif sesuai dengan situasi dan kondisi.
B. berpusat pada peserta didik untuk mendorong semangat belajar, motivasi,
minat, kreativitas, inisiatif, inspirasi, inovasi dan kemandirian.
C. pengembangan budaya membaca dan menulis yang dirancang untuk
mengembangkan kegemaran membaca
D. memberi motivasi belajar peserta didik secara kontekstual sesuai manfaat
dan aplikasi materi ajar dalam kehidupan sehari-hari

8. Pada pembelajaran konsep asam basa dan pH, peserta didik ditugaskan
untuk mengamati kondisi perairan (selokan, sungai, air sumur) yang diduga
bermasalah di sekitar lingkungan rumah mereka. Mereka mengidentifikasi
kondisi air (pH, kekeruhan, daya hantar listrik, dll), serta menganalisis faktor
penyebabnya. Kegiatan ini sesuai dengan tujuan pembelajaran kimia berikut,
kecuali....
A. memupuk sikap ilmiah yang mencakup: sikap jujur dan obyektif
B. menerapkan konsep-konsep kimia untuk menyelesaikan masalah dalam
kehidupan sehari-hari dan teknologi
C. meningkatkan kesadaran terhadap aplikasi ilmu kimia yang dapat
bermanfaat dan juga mungkin merugikan
D. memahami konsep-konsep kimia dan saling keterkaitannya sebagai bekal
belajar kimia di perguruan tinggi.

9. Diantara kegiatan yang seharusnya muncul pada RPP bagian kegiatan inti
atau pelaksanaan pembelajaran adalah....
A. mendiskusikan kompetensi yang sudah dipelajari dan dikembangkan
sebelumnya berkaitan dengan kompetensi yang akan dipelajari dan
dikembangkan
B. penggunaan pendekatan saintifik yang disesuaikan dengan karakteristik
mata pelajaran dan peserta didik

EVALUASI 71
KELOMPOK KOMPETENSI I
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud

C. menyampaikan kompetensi yang akan dicapai dan manfaatnya dalam


kehidupan sehari-hari
D. menyampaikan garis besar cakupan materi dan kegiatan yang akan
dilakukan

10. Pada RPP terdapat komponen langkah-langkah pembelajaran yang meliputi


Pendahuluan, Kegiatan Inti dan Penutup. Hal-hal yang harus tersurat di dalam
kegiatan inti diantaranya adalah ...
A. penjelasan tujuan pembelajaran atau kompetensi dasar yang akan
dicapai
B. uraian langkah pembelajaran sesuai sintak model yang digunakan
C. pemberian umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran
D. penyampaian cakupan materi dan penjelasan uraian kegiatan sesuai
silabus.

72 EVALUASI
KELOMPOK KOMPETENSI I
PENUTUP

Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) Guru Mata Pelajaran


Kimia Kompetensi Pedagogik Kelompok Kompetensi I yang berjudul
Pengembangan Perancangan Pembelajaran disiapkan untuk guru pada kegiatan
diklat baik secara tatap muka di lembaga pelatihan atau di MGMP pada kegiatan
IN-1 dan IN-2 maupun secara mandiri pada kegiatan ON. Materi modul disusun
sesuai dengan kompetensi pedagogik yang harus dicapai guru pada Kelompok
Kompetensi I. Guru dapat belajar dan melakukan kegiatan diklat ini sesuai dengan
rambu-rambu/instruksi yang tertera pada modul baik berupa diskusi materi,
praktik pengembangan RPP, latihan soal dsb. Modul ini juga mengarahkan dan
membimbing peserta diklat dan para fasilitator untuk menciptakan proses
kolaborasi belajar dan berlatih dalam pelaksanaan diklat.

Untuk pencapaian kompetensi pada Kelompok Kompetensi I ini, guru diharapkan


secara aktif menggali informasi, memecahkan masalah dan berlatih soal-soal
evaluasi yang tersedia pada modul.
Isi modul ini masih dalam penyempurnaan, masukan-masukan atau perbaikan
terhadap isi modul sangat kami harapkan.

PENUTUP 73
KELOMPOK KOMPETENSI I
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud

74 PENUTUP
KELOMPOK KOMPETENSI I
DAFTAR PUSTAKA

Davis, Peck, et all. 2010. The Foundation of Chemistry. USA: Brooks/Cole


Cengage Learning

Kemdiknas. 2007. Permendiknas No. 16 tentang Standar Kualifikasi Akademik


dan Kompetensi Guru. Jakarta: Kementerian Pendidikan Nasional

Kemdikbud. 2016. Permendikbud No. 20 Tahun 2016 tentang Standar Kompetensi


Lulusan Pendidikan Dasar dan Menengah Jakarta: Puskurbuk

Kemdikbud. 2016. Permendikbud No. 22 Tahun 2016 tentang Standar Proses


Pendidikan Dasar Dan Menengah. Jakarta: Puskurbuk

Kemdikbud. 2016. Permendikbud No. 23 Tahun 2016 tentang Standar Penilaian


Pendidikan. Jakarta: Puskurbuk

Kemdikbud. 2016. Permendikbud No. 24 Tahun 2016 Tentang Kompetensi Inti Dan
Kompetensi Dasar Pelajaran Pada Kurikulum 2013 Pada Pendidikan Dasar Dan
Pendidikan Menengah. Jakarta: Puskurbuk

Kemdikbud. 2016. Panduan Penilaian Oleh Pendidik Dan Satuan Pendidikanuntuk


Sekolah Menengah , Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan
Menengah .Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Atas

Poppy K. Devi. 2015. Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013. Mata


Pelajaran Kimia tahun 2015. Pusbangprodik, Jakarta: Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan

Poppy, K. Devi dkk. .[Link] SMA III. Bandung. Remaja Rosdakarya

Silberberg. 2010. Chemistry The Molecular Nature of Matter and Change. New
York: Mc Graw Hill Companies. Inc.

DAFTAR PUSTAKA 75
KELOMPOK KOMPETENSI I
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud

Tim Pengembang. 2013. Modul Implementasi Kurikulum 2013 Mata Pelajaran


Kimia. Jakarta. Pusbangprodik

Pustaka Internet

[Link] last update 04 -03-2017

76 DAFTAR PUSTAKA
KELOMPOK KOMPETENSI I
GLOSARIUM

Indikator : - perilaku yang dapat diukur dan/atau diobservasi untuk


Pencapaian kompetensi dasar (KD) pada kompetensi inti (KI)-3 dan KI-
Kompetensi 4;
- perilaku yang dapat diobservasi untuk disimpulkan sebagai
pemenuhan KD pada KI-1 dan KI-2, yang kedua-duanya
menjadi acuan penilaian mata pelajaran.

Kompetensi : Kemampuan dan muatan pembelajaran untuk suatu mata pelajaran


Dasar pada Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah yang mengacu pada
Kompetensi Inti.
Kompetensi Inti : Merupakan tingkat kemampuan untuk mencapai Standar Kompetensi
Lulusan yang harus dimiliki seorang peserta didik SMA/MA pada
setiap tingkat kelas.
Kurikulum : seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan
bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman
penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai
tujuan pendidikan tertentu

Pembelajaran : proses interaksi antarpeserta didik, antara peserta didik dengan


tenaga pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan
belajar

Penilaian : proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk


mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik.

Peserta didik : anggota masyarakat yang berusaha mengembangkan potensi


diri melalui proses pembelajaran yang tersedia pada jalur,
jenjang, dan jenis pendidikan tertentu.

GLOSARIUM 77
KELOMPOK KOMPETENSI I
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud

Prinsip : suatu pernyataan fundamental atau kebenaran umum maupun


individual yang dijadikan oleh seseorang /kelompok sebagai
sebuah pedoman untuk berpikir atau bertindak

78 GLOSARIUM
KELOMPOK KOMPETENSI I
MODUL
PENGEMBANGAN KEPROFESIAN BERKELANJUTAN

MATA PELAJARAN KIMIA


SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA)
TERINTEGRASI PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER
DAN PENGEMBANGAN SOAL

KELOMPOK KOMPETENSI I
PROFESIONAL:
MAKROMOLEKUL, KIMIA TERAPAN 2, TIPS DAN TRICK
EKSPERIMEN

Penulis:
Dr. Kurniasih, [Link]. 022-4231191 [Link]@[Link]
Aritta Megadomani, [Link],[Link]. 022-4231191 rithablue@[Link]
Dr. Poppy Kamalia Devi, [Link]. 022-4231191 devipopi@[Link]

Penelaah:
I Nyoman Marsih, Ph.D.
Ali Munawar, [Link].

Penyunting:
Dr. Indrawati, [Link].

Desain Grafis dan Ilustrasi


Tim Desain Grafis

Copyright © 2018
Direktorat Pembinaan Guru Pendidikan Menengah
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang


Dilarang mengcopy sebagian atau keseluruhan isi buku ini untuk kepentingan komersial
tanpa izin tertulis dari Kementerian Pendidikan Kebudayaan

i
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud

ii
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA

DAFTAR ISI

Hal.
DAFTAR ISI ....................................................................................................... iii
DAFTAR GAMBAR ............................................................................................. v
DAFTAR TABEL ................................................................................................ vi
PENDAHULUAN ................................................................................................. 1
A. Latar Belakang......................................................................................................... 1
B. Tujuan ..................................................................................................................... 2
C. Peta Kompetensi ..................................................................................................... 2
D. Ruang Lingkup ......................................................................................................... 3
E. Cara Penggunaan Modul ......................................................................................... 4
KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 MAKROMOLEKUL (KARBOHIDRAT,
PROTEIN, DAN LEMAK) .................................................................................... 9
A. Tujuan ................................................................................................................... 10
B. Indikator Pencapaian Kompetensi ........................................................................ 10
C. Uraian Materi ........................................................................................................ 10
D. Aktivitas Pembelajaran ......................................................................................... 38
E. Latihan/Kasus/Tugas ............................................................................................. 42
F. Rangkuman ........................................................................................................... 47
G. Umpan Balik dan Tindak Lanjut ............................................................................ 48
KEGIATAN PEMBELAJARAN 2 KIMIA KOSMETIK DAN OBAT ................... 49
A. Tujuan ................................................................................................................... 50
B. Indikator Pencapaian Kompetensi ........................................................................ 50
C. Uraian Materi ........................................................................................................ 51
Petroleum jelly .............................................................................................................. 63
D. Aktivitas Pembelajaran ......................................................................................... 78
E. Latihan/Kasus/Tugas ............................................................................................. 84
F. Rangkuman ........................................................................................................... 88
G. Umpan Balik dan Tindak Lanjut ............................................................................ 90

iii
DAFTAR ISI, DAFTAR GAMBAR, DAFTAR TABEL
KELOMPOK KOMPETENSI I
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud

KEGIATAN PEMBELAJARAN 3 TRIK AND TIPS DALAM MELAKSANAKAN


EKSPERIMEN KIMIA ........................................................................................ 91
A. Tujuan.................................................................................................................... 92
B. Indikator Pencapaian Kompetensi ........................................................................ 92
C. Uraian Materi ........................................................................................................ 92
ELEKTROLISIS LARUTAN ............................................................................... 95
Penentuan Koefisien Reaksi pada Reaksi antara Timbal(Ii) Nitrat dan
Kalium Iodida............................................................................................................. 98
D. Aktivitas Pembelajaran........................................................................................ 114
E. Latihan/Kasus/Tugas ........................................................................................... 118
F. Rangkuman.......................................................................................................... 123
G. Umpan Balik dan Tindak Lanjut ........................................................................... 124
KUNCI JAWABAN LATIHAN/KASUS/TUGAS ............................................... 125
EVALUASI ...................................................................................................... 127
PENUTUP ....................................................................................................... 137
DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................ 139
GLOSARIUM ................................................................................................... 141
LAMPIRAN-LAMPIRAN .................................................................................. 143

iv
DAFTAR ISI, DAFTAR GAMBAR, DAFTAR TABEL
KELOMPOK KOMPETENSI I
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA

DAFTAR GAMBAR

Hal.
Gambar 1. Alur Model Pembelajaran Tatap Muka ............................................................. 4
Gambar 2. Alur Cara Penggunaan Modul ........................................................................... 5
Gambar 3. Alur Cara Penggunaan Modul ........................................................................... 7

Gambar 1. 1. Jenis-jenis monosakarida dari golongan aldosa dan ketosa ....................... 12


Gambar 1. 2. Struktur Fischer D-glukosa dan L-glukosa ................................................... 13
Gambar 1. 3. Perubahan struktur Fischer ke struktur Haworth untuk glukosa (sumber:
[Link]) ........................................................................................................ 13
Gambar 1. 4. Perubahan dari struktur Fischer ke struktur Haworth untuk fruktosa ....... 14
Gambar 1. 5. Struktur molekul dan tampilan fisik sukrosa, suatu disakarida yang
terbentuk dari glukosa dan fruktosa melalui ikatan glikosida .......................................... 15
Gambar 1. 6. Struktur laktosa (galaktosa + glukosa), suatu disakarida yang secara alami
terkandung dalam susu (sumber: [Link] dan
[Link]) ................................................................................................ 16
Gambar 1. 7. Struktur maltosa yang terbentuk dari dua molekul glukosa. Maltosa
terkandung dalam malt ( gandum atau jelai yang berkecambah).................................... 16
Gambar 1. 8. Selulosa merupakan polisakarida penyusun dinding sel tumbuhan ........... 17
Gambar 1. 9. Struktur selulosa yang tersusun dari unit monomer monosakarida yang
saling berikatan melalui ikatan glikosida β-1,4 dan antar-rantainya berinteraksi melalui
ikatan hidrogen (sumber: [Link])...................................................... 18
Gambar 1. 10. Uji Benedict memberikan hasil uji positif berupa terbentuknya endapan
merah bata (sumber: [Link])............................................... 19
Gambar 1. 11. Reaksi pembentukan polimer protein ...................................................... 21
Gambar 1. 12. D- dan L-asam amino dibedakan berdasarkan .......................................... 21
Gambar 1. 13. Empat struktur protein ............................................................................. 25
Gambar 1. 14. Hormon insulin yang berperan penting dalam menjaga kestabilan gula
darah ................................................................................................................................. 26
Gambar 1. 15. Struktur hemoglobin, suatu protein berstruktur kuarterner (globular)
yang berperan mentransportasikan oksigen ke seluruh tubuh ........................................ 27
Gambar 1. 16. Ninhidrin digunakan untuk mendeteksi jejak sidik jari karena dapat
bereaksi dengan asam amino menghasilkan senyawa berwarna ungu ........................... 27

Gambar 2. 1. Produk berdasarkan penggolongan kosmetika ........................................... 57


Gambar 2. 2. Berbagai Bentuk Sediaan Kosmetik............................................................. 60

v
DAFTAR ISI, DAFTAR GAMBAR, DAFTAR TABEL
KELOMPOK KOMPETENSI I
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud

DAFTAR TABEL

Hal.
Tabel 1. Kompetensi Guru Mapel dan Indikator Pencapaian Kompetensi ......................... 3

Tabel 1. 1. Jenis-jenis asam amino .................................................................................... 22


Tabel 1. 2. Perbedaan antara lemak dan minyak berdasarkan wujud fisiknya ................. 29
Tabel 1. 3. Contoh Asam Lemak Jenuh............................................................................. 29
Tabel 1. 4. Contoh Asam Lemak Tak Jenuh ...................................................................... 30
Tabel 1. 5. Beberapa Sumber Lemak (Lipid) dalam Makanan .......................................... 35
Tabel 1. 6. Jenis-jenis Asam Lemak yang Terkandung dalam Makanan........................... 35

Tabel 2. 1. Bahan Dasar Pembersih Wajah ...................................................................... 61


Tabel 2. 2. Fungsi dari Kandungan Bahan Kimia dalam Pembersih Wajah ....................... 61
Tabel 2. 3. Fungsi Kandungan bahan Kimia dalam Penyegar ............................................ 62
Tabel 2. 4. Kandungan Bahan Kimia Bedak ....................................................................... 63
Tabel 2. 5. Kandungan Bahan Dasar Pemulas Mata.......................................................... 63
Tabel 2. 6. Kandungan Bahan Dasar Krim Pencegah Keriput ............................................ 64
Tabel 2. 7. Contoh daftar dosis maksimum bahan obat untuk orang dewasa................. 74

Tabel 3. 1. harga pH pada setiap penambahan NaoH 0,1 M ke dalam larutan HCl 0,1M
dan kedalam larutan CH3COOH 0,1M ............................................................................. 108

vi
DAFTAR ISI, DAFTAR GAMBAR, DAFTAR TABEL
KELOMPOK KOMPETENSI I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Guru merupakan tenaga profesional yang bertugas merencanakan dan


melaksanakan proses pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, melakukan
pembimbingan dan pelatihan. Untuk melaksanakan tugas tersebut, guru dituntut
mempunyai empat kompetensi yang mumpuni, yaitu kompetensi pedagogik,
profesional, sosial dan kepribadian. Agar kompetensi guru tetap terjaga dan
meningkat. Guru mempunyai kewajiban untuk selalu memperbaharui dan
meningkatkan kompetensinya melalui kegiatan pengembangan keprofesian
berkelanjutan sebagai esensi pembelajar seumur hidup. Salah satu kegiatan
pengembangan keprofesian adalah mengikuti program Pengembangan
Keprofesian Berkelanjutan (PKB) Guru. Untuk bahan belajar (learning material)
pada kegiatan dikembangkan modul yang menuntut peserta belajar lebih mandiri
dan aktif.

Modul diklat yang berjudul “Makromolekul, Kimia Kosmetika dan Obat serta Trik
dan Tips melakukan eksperimen kimia.” merupakan modul untuk kompetensi
profesional guru pada kelompok kompetensi I. Materi pada modul dikembangkan
dari kompetensi profesional guru pada Permendiknas nomor 16 tahun 2007.
Setiap materi bahasan dikemas dalam kegiatan pembelajaran yang memuat
tujuan, indikator pencapaian kompetensi, uraian materi, aktivitas pembelajaran,
latihan/tugas, rangkuman, umpan balik dan tindak lanjut.

Dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran Anda sebagai guru


hendaknya harus memperhatikan dan mengimplmentasikan kebijakan pemerintah
dalam pendidikan. Kebijakan pemerintah melalui pendidikan tahun ini adalah
Program Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) dan Keterampilan Berpikir
Tingkat Tinggi atau HOTS ( “Higher Order Thinking Skills”).

PENDAHULUAN
1
KELOMPOK KOMPETENSI I
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud

Dalam rangka mengimplementasikan kebijakan program PPK, modul ini


mengintegrasikan lima nilai utama PPK yaitu religius, nasionalis, mandiri, gotong
royong dan integritas. Dalam modul ini kelima nilai utama tersebut terintegrasi
pada kegiatan-kegiatan pembelajaran. Sedangkan untuk mengimplementasikan
penerapan HOTS dalam pembelajaran, modul ini mengintegrasikan aspek-aspek
HOTS ke dalam aktivitas pembelajaran, contoh lembar kegiatan, latihan soal dan
soal tes pada bagian evaluasi..

Setelah mempelajari modul ini, selain Anda dapat meningkatkan kompetensi


profesional, Anda juga diharapkan mampu mengimplementasikan PPK
khususnya PPK berbasis kelas dan HOTS dalam pembelajaran di kelas yang Anda
ampu. Modul ini diperuntukan untuk memfasilitasi Anda belajar materi kelompok
kompetensi D pada kegiatan di kelompok kerja melalui moda tatap muka penuh
atau tatap muka dengan pola In-service Training 1 ( IN-1), On The Job Learning
(ON)- In-service Training 2 (IN-2). Selanjutnya dalam modul ini istilah tersebut
disingkat menjadi IN-ON-IN

B. Tujuan

Setelah mempelajari modul ini, diharapkan Anda dapat memahami materi


Makromolekul (Karbohidrat, protein dan lemak), Kimia Kosmetika dan Obat serta
Trik dan Tips dalam melaksanakan eksperimen kimia dan
mengimplementasikannya di dalam pembelajaran dengan mengintegrasikan nilai-
nilai karakter dan keterampilan berpikir tingkat tinggi.

C. Peta Kompetensi

Kompetensi inti yang diharapkan setelah guru peserta diklat belajar dengan modul
ini adalah memahami konsep-konsep, hukum-hukum, dan teori-teori kimia meliputi
struktur, dinamika, energetika dan kinetika serta penerapannya secara fleksibel.
Kompetensi Guru Mata Pelajaran dan indikator Pencapaian Kompetensi yang
diharapkan tercapai melalui belajar dengan modul ini adalah:

2
PENDAHULUAN
KELOMPOK KOMPETENSI I
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA

Tabel 1. Kompetensi Guru Mapel dan Indikator Pencapaian Kompetensi

Indikator Esensial/
Kompetensi Guru Mapel
Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK)
20.1. Memahami konsep- 1. Menjelaskan struktur, tatanama dan
konsep, hukum-hukum, penggolongan karbohidrat
dan teori-teori kimia 2. Mengidentifikasi jenis dan sifat karbohidrat
meliputi struktur, dinamika, menggunakan berbagai pereaksi
energetika dan kinetika 3. Menjelaskan struktur dan tatanama protein
serta penerapannya 4. Menganalisis gugus fungsi pada protein
secara fleksibel menggunakan berbagai pereaksi
5. Menjelaskan perbedaan struktur lemak jenuh
dan tak jenuh
6. Mengidentifikasi lemak berdasarkan sifatnya.
20.7 Menjelaskanpenerapan 1. Mengidentifikasi bahan-bahan kimia yang ada
hukum-hukum kimia dalam dalam kosmetika
teknologi yang terkait dengan 2. Menjelaskan penggolongan kimia kosmetika
kimia terutama yang dapat 3. Menjelaskan manfaat dan efek samping
ditemukan dalam kehidupan penggunaan kosmetika
sehari-hari 4. Mengelompokkan obat/bahan kimia obat
untuk keperluan medis berdasarkan kategori
obat
5. Menghitung dosis obat yang biasa digunakan
dalam kehidupan sehari-hari
6. Menjelaskan penggunaan obat-obatan
dengan cara bijaksana dan tanggungjawab
20.13. Melaksanakan 1. Merancang prosedur kerja secara sistematis
eksperimen kimia dengan cara suatu eksperimen kimia
yang benar. 2. Melakukan eksperimen sesuai dengan
prosedur kerja
3. Mencatat data dengan teliti dan akurat
4. Menyajikan hasil pengolahan data eksperimen
dalam bentuk tabel, grafik atau deskripsi
5. Menganalis cara yang tepat untuk
melaksanakan kegiatan belajar di
laboratorium sesuai topik kimia

D. Ruang Lingkup

Ruang lingkup materi pada Modul ini disusun dalam empat bagian, yaitu bagian
Pendahuluan, Kegiatan Pembelajaran, Evaluasi dan Penutup. Bagian
pendahuluan berisi paparan tentang latar belakang modul kelompok kompetensi I,
tujuan belajar, kompetensi guru yang diharapkan dicapai setelah pembelajaran,
ruang lingkup dan saran penggunaan modul. Bagian kegiatan pembelajaran berisi
Tujuan, Indikator Pencapaian Kompetensi, Uraian Materi, Aktivitas Pembelajaran,

3
PENDAHULUAN
KELOMPOK KOMPETENSI I
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud

Latihan/Kasus/Tugas, Rangkuman, Umpan Balik dan Tindak Lanjut. Bagian akhir


terdiri dari Kunci Jawaban Latihan/Kasus/Tugas, Evaluasi dan Penutup.

Rincian materi pada modul adalah sebagai berikut:

1. Makromolekul (Karbohidrat,protein dan lemak)


2. Kimia Kosmetika dan Obat
3. Trik dan Tips dalam melaksanakan eksperimen kimia.

E. Cara Penggunaan Modul

Cara penggunaan modul pada setiap Kegiatan Pembelajaran secara umum


sesuai dengan skenario penyajian materi pada diklat. Alur model pembelajaran
melalui moda tatap muka penuh dan tatap muka IN-ON-IN adalah sebagai berikut.

Gambar 1. Alur Model Pembelajaran Tatap Muka

Deskripsi kedua moda diklat tatap muka ini terdapat pada penjelasan berikut.

4
PENDAHULUAN
KELOMPOK KOMPETENSI I
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA

1. Deskripsi cara penggunaan modul pada moda Tatap Muka Penuh

Alur dan deskripsi cara penggunaan modul pada moda Tatap Muka Penuh

Deskripsi Kegiatan

a. Pendahuluan
Pada kegiatan pendahuluan Anda dipersilahkan
mempelajari :

 latar belakang yang memuat gambaran materi


modul
 tujuan penyusunan modul mencakup tujuan
semua kegiatan pembelajaran setiap materi
modul
 kompetensi atau indikator yang akan dicapai atau
ditingkatkan melalui modul.
 ruang lingkup berisi materi kegiatan
pembelajaran
 langkah-langkah penggunaan modul
Gambar 2. Alur Cara Penggunaan Modul

b. Mengkaji materi
Pada kegiatan ini Anda mempelajari materi tentang Makromolekul, Kimia
Kosmetika dan Obat serta Tips dan Trik dalam eksperimen kimia yang diuraikan
secara singkat sesuai dengan indikator pencapaian hasil belajar. Anda dapat
mempelajari materi secara individual atau kelompok dengan melakukan
kerjasama yang baik dengan anggota dalam kelompok Anda

c. Melakukan aktivitas pembelajaran


Pada kegiatan ini Anda melakukan kegiatan pembelajaran sesuai dengan
rambu-rambu/ instruksi yang tertera pada modul baik berupa diskusi materi,
mengerjakan tugas, latihan, praktikum dsb. Pada kegiatan ini Anda secara aktif
menggali informasi dan berlatih mengembangkan rencana pelaksanaan
pembelajaran. Aktivitas dilakukan dengan mandiri atau kelompok dengan cara
kerjasama pada saat membuat tugas dan kreatif dalam membuat laporan hasil
kerja. Laporan yang dikumpulkan jika hasil kelompok merupakan hasil
kerjasama dan jika ada perbaikan menjadi tanggung jawab semua anggota
kelompok.

5
PENDAHULUAN
KELOMPOK KOMPETENSI I
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud

d. Presentasi dan Konfirmasi


Pada kegiatan ini perwakilan kelompok Anda mempresentasikan hasil
kegiatan, peserta lain menyimak presentasi dengan cermat dan serius sebagai
penghargaan kepada pembicara. Setelah presentasi peserta lain menanggapi
hasil presentasi dengan cara empati sedangkan fasilitator melakukan
konfirmasi terhadap materi yang dipresentasikan secara empati kemudian
menyamakan persepsi hasil diskusi yang dibahas bersama
e. Review Kegiatan
Pada kegiatan ini Anda dan peserta lain serta fasilitator mereview materi
sampai mendapatkan persamaan persepsi dan pemahaman materi yang
diuraikan pada modul.

2. Deskripsi cara penggunaan modul pada moda Tatap Muka IN-ON-IN

Cara penggunaan modul pada moda tatap muka IN-ON-IN sedikit berbeda dengan
moda tatap muka penuh. Perbedaan terdapat pada komponen aktivitas
pembelajaran dan tugas/latihan. Alur dan deskripsi cara penggunaan modul
adalah sebagai berikut.

6
PENDAHULUAN
KELOMPOK KOMPETENSI I
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA

Deskripsi Kegiatan

Pada kegiatan IN-1 Anda sebagai peserta


mempelajari modul dengan cara yang
sama seperti pada moda tatap muka
penuh sampai mengkaji materi. Mulai
komponen Aktivitas Pembelajaran
terdapat kegiatan untuk IN-1 dan ON.
Pada IN-1 Anda dipandu fasilitator
mempelajari aktivitas berdasarkan
Lembar Kegiatan (LK) yang disiapkan
untuk IN- 1. Pada kegiatan ON Anda
dapat mengkaji kembali uraian materi
secara mandiri dan melakukan aktivitas
belajar berdasarkan instruksi atau LK
yang disiapkan untuk kegiatan ON. Jika
Gambar 3. Alur Cara Penggunaan Modul
ada kegiatan praktik yang tidak bisa
dilaksanakan pada IN-1, kegiatan diganti
menjadi diskusi materi LK tersebut dan
pelaksanaannya dilakukan di ON

7
PENDAHULUAN
KELOMPOK KOMPETENSI I
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud

Pada komponen Latihan/Kasus/Tugas terdapat tugas pengembangan soal sesuai


kisi-kisi UN/USBN 2017. Pengebangan soal dilakukan secara mandiri pada saat
ON. Pada kegiatan ON Anda harus menyiapkan laporan sesuai sistematika yang
telah ditetapkan. Hasil kegiatan ON baik berupa laporan praktikum, rancangan LK
untuk peserta didik dan kumpulan soal dilampirkan sebagai bukti fisik bahwa Anda
telah menyelesaikan seluruh tugas ON yang ada pada modul. Pada kegiatan IN-2,
Anda dan peserta lainnya melaporkan hasil kegiatan ON dan mendiskusikannya
difasilitasi oleh fasilitator.

8
PENDAHULUAN
KELOMPOK KOMPETENSI I
KEGIATAN PEMBELAJARAN 1
MAKROMOLEKUL (KARBOHIDRAT, PROTEIN, DAN
LEMAK)

Karbohidrat, protein, dan lemak merupakan biopolimer yang pembahasan


materinya termasuk ke dalam konsep makromolekul. Karbohidrat, protein, lemak
merupakan contoh makromolekul di alam berupa polimer organik yang terjadi
secara alamiah dan dikenal pula sebagai "polimer alam" (biopolimer). Jumlah
monomer pembentuk polimer terdiri atas 50 atau lebih unit molekul dengan ukuran
sekitar 10–10.000 A. Materi makromolekul secara keseluruhan mempelajari
pengertian makromolekul, jenis-jenis makromolekul, cara identifikasi, serta cara
pembuatan dan kegunaannya dalam kehidupan sehari-hari. Materi Makromolekul
(Karbohidrat, Protein, dan Lemak) merupakan materi Kimia SMA, pada Kurikulum
2013 disajikan di kelas XII semester 2 dengan Kompetensi Dasar (KD) aspek
pengetahuan KD 3.11 Menganalisis struktur, tata nama, sifat dan penggolongan
makromolekul dan aspek keterampilan KD 4.11 Menganalisis hasil penelusuran
informasi mengenai pembuatan dan dampak suatu produk dari makromolekul.
Kompetensi guru untuk materi ini adalah “Memahami konsep-konsep, hukum-
hukum, dan teori-teori kimia meliputi struktur, dinamika, energetika, dan kinetika,
serta penerapannya secara fleksibel”. Untuk itu pada modul ini akan dibahas
tentang struktur, tata nama, sifat dan penggolongan dari Karbohidrat, Protein, dan
Lemak.

Kompetensi ini dapat dicapai jika guru mempelajari materi ini dengan semangat
yang tinggi, kreatif, dan kerja keras, termasuk dalam melaksanakan semua
aktivitas pembelajaran yang ditugaskan. Setelah mempelajari materi sampai
tuntas, buatlah rangkuman dalam bentuk mindmap sesuai kreativitas Anda
masing-masing atau Anda juga dapat menyelesaikannya dalam kelompok.

KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 MAKROMOLEKUL (KARBOHIDRAT, PROTEIN, DAN LEMAK)


9
KELOMPOK KOMPETENSI I
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud

A. Tujuan

Setelah mempelajari modul ini diharapkan Anda dapat memahami struktur, tata
nama, sifat, penggolongan, dan penggunaan makromolekul (karbohidrat, protein,
dan lemak dan merancang dan melaksanakan berbagai praktik
laboratorium/percobaan untuk mengidentifikasi jenis-jenis karbohidrat,
protein/asam amino, dan lemak serta mengimplementasikan didalam
pembelajaran yang mengitegrasikan nilai=nilai karakter dan keterampilan berpikir
tingkat tinggi

B. Indikator Pencapaian Kompetensi

Indikator pencapaian kompetensi setelah peserta mempelajari modul ini adalah


peserta mampu:
1. menjelaskan struktur, tata nama dan penggolongan karbohidrat;
2. mengidentifikasi jenis dan sifat karbohidrat menggunakan berbagai pereaksi;
3. menjelaskan struktur dan tatanama protein;
4. menganalisis gugus fungsi pada protein menggunakan berbagai pereaksi;
5. menjelaskan perbedaan struktur lemak jenuh dan tak jenuh;
6. menganalisis jenis lemak berdasarkan sifatnya.

C. Uraian Materi

Karbohidrat, protein, dan lemak merupakan biopolimer yang telah dikenal lama
oleh nenek moyang kita dan banyak digunakan untuk keperluan rumah tangga.
Biopolimer merupakan ciptaan Tuhan Yang Maha Esa yang sangat penting bagi
kehidupan umat manusia dan harus disyukuri dengan cara memanfaatkannya
secara berkelanjutan. Contoh penggunaan biopolimer ini, diantaranya kapas
(selulosa) untuk kasur, serat rosela untuk karung, getah karet untuk balon, ban
dan lain-lain. Akan tetapi, dengan meningkatnya kebutuhan manusia dengan
disertai menipisnya bahan alam, para ahli mulai memikirkan bagaimana cara
memenuhi kebutuhan akan polimer-polimer tersebut muncullah ide untuk
membuat polimer tiruan yang dikenal dengan nama "polimer sintetis". Seperti

10
KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 MAKROMOLEKUL (KARBOHIDRAT, PROTEIN, DAN LEMAK)
KELOMPOK KOMPETENSI I
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA

selulosa (kapas) diganti dengan busa karet (spon), rayon karung goni (bahan serat
rosella) diganti dengan karung plastik dalam mempelajari makromolekul
karbohidrat, protein, dan lemak, anda dapat memahami struktur, tata nama,
penggolongan, sifat, dan kegunaan makromolekul lebih jelasnya, perhatikan
uraian berikut ini.
1. Karbohidrat
Karbohidrat merupakan makromolekul yang paling banyak ditemukan di alam
dengan rumus umum Cn(H2O)m. Jenis senyawa organik yang terdiri atas karbon,
hidrogen, dan oksigen ini, secara struktur kimia tergolong ke dalam senyawa
polihidroksi aldehid atau polihidroksi keton dan turunan-turunannya, merupakan
sumber makanan dan energi yang penting bagi manusia dan hewan. Karbohidrat
dihasilkan oleh tumbuhan hijau pada proses fotosintesis yang berlangsung dengan
bantuan energi matahari.

Energi matahari
nCO2 (g) + mH2O (l) Cn(H2O)m + nO2

Berdasarkan reaksi hidrolisis dan ukuran molekulnya, karbohidrat dibedakan


menjadi karbohidrat sederhana (monosakarida dan disakarida) dan karbohidrat
kompleks (polisakarida).

a. Karbohidrat Sederhana
Karbohidrat sederhana sangat mudah dikenali melalui rumus empirisnya, karena
perbandingan antara atom karbon, hidrogen, dan oksigennya yaitu 1:2:1,
contohnya adalah C3H6O3 (triosa) atau C5H5O10 (pentosa). Selain itu, karbohidrat
sederhana umumnya juga dapat diidentifikasi melalui tata namanya yang sesuai
dengan jumlah atom karbon yang terdapat dalam molekul, contohnya adalah triosa
yang memiliki 3 atom karbon, pentosa yang memiliki 5 atom karbon, dan heksosa
yang memiliki 6 atom karbon. Berdasarkan jumlah molekulnya, karbohidrat
sederhana dibagi menjadi monosakarida dan disakarida.

1) Monosakarida
Monosakarida merupakan karbohidrat paling sederhana yang tidak dapat
diuraikan lagi menjadi molekul yang lebih sederhana melalui hidrolisis.

11
KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 MAKROMOLEKUL (KARBOHIDRAT, PROTEIN, DAN LEMAK)
KELOMPOK KOMPETENSI I
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud

Berdasarkan jumlah atom karbonnya, monosakarida digolongkan ke dalam tri–,


tetra–, penta–, dan heksa– sebagai berikut:
a) Triosa: monosakarida dengan tiga atom C, contohnya gliseraldehida,
dihidroksiaseton;
b) Tetrosa: monosakarida dengan empat atom C, contohnya treosa dan eritrosa;
c) Pentosa: monosakarida dengan lima atom C, contohnya ribosa, xilosa,
arabinosa;
d) Heksosa: monosakarida dengan enam atom C, contohnya, glukosa, manosa,
fruktosa, dan galaktosa.
Monosakarida bersifat larut dalam air. Menurut Anda, mengapa demikian? Benar,
monosakarida larut dalam air karena gugus-gugus polar yang dimilikinya (gugus
hidroksi, -OH) membentuk ikatan hidrogen dengan molekul air. Monosakarida juga
bersifat sebagai gula pereduksi (reducing sugars) yang dapat mereduksi oksidator
lemah seperti pereaksi Tollens dan Benedict.
Monosakarida dapat berupa aldosa dan ketosa. Suatu aldosa memiliki gugus
fungsi aldehid, sedangkan suatu ketosa mengandung gugus fungsi keton. Untuk
lebih memahami jenis-jenis aldosa dan ketosa, perhatikan Gambar 1.1 berikut.

Gambar 1. 1. Jenis-jenis monosakarida dari golongan aldosa dan ketosa

yang digambarkan menggunakan struktur Fischer


(sumber: [Link])

12
KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 MAKROMOLEKUL (KARBOHIDRAT, PROTEIN, DAN LEMAK)
KELOMPOK KOMPETENSI I
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA

Semua monosakarida mempunyai atom C asimetris atau atom C kiral, yaitu atom
C yang mengikat empat atom atau gugus atom yang berbeda. Struktur
monosakarida dapat digambarkan menggunakan struktur yang dikemukakan
oleh Emil Fischer yang dikenal sebagai struktur Fischer. Struktur monoskarida
juga dapat digambarkan dalam bentuk siklik yang diusulkan oleh kimiawan Inggris,
Walter N. Haworth sehingga dikenal sebagai struktur Haworth.

Struktur setiap monosakarida terdiri atas dua konfigurasi, yaitu D- dan L-.
Konfigurasi-konfigurasi tersebut didasarkan pada arah gugus hidroksil (-OH) pada
atom C asimetris nomor terbesar. Atom C asimetris tersebut disebut juga atom C
kiral, yaitu atom C yang mengikat 4 atom atau gugus yang berbeda. Berdasarkan
struktur Fischer, jika gugus tersebut mengarah ke kanan, maka monosakarida
ditandai dengan D- (dekstro = kanan), sedangkan jika gugus tersebut mengarah
ke kiri, maka monosakarida ditandai dengan L- (levo = kiri) (Gambar 1.2).

Gambar 1. 2. Struktur Fischer D-glukosa dan L-glukosa

(sumber: [Link])

Beberapa molekul yang memiliki gugus aldehid atau keton sekaligus gugus hidroksi (-
OH) dalam satu molekul yang sama, gugus aldehid atau keton tersebut dapat bereaksi
dengan gugus –OH dalam suatu reaksi intramolekul yang menghasilkan struktur siklik.
Perhatikan contoh perubahan bentuk molekul glukosa dari struktur linier Fischer
menjadi bentuk siklik struktur Haworth pada Gambar 1.3 berikut.

Gambar 1. 3. Perubahan struktur Fischer ke struktur Haworth untuk glukosa


(sumber: [Link])

13
KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 MAKROMOLEKUL (KARBOHIDRAT, PROTEIN, DAN LEMAK)
KELOMPOK KOMPETENSI I
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud

Glukosa (C6H12O6) juga dikenal sebagai dekstrosa karena dapat memutar bidang
polarisasi cahaya ke kanan. Selain glukosa, fruktosa juga dapat membentuk
struktur siklik berupa cincin furanosa dengan lima atom C. Fruktosa dikenal juga
sebagai levulosa karena memutar cahaya terpolarisasi ke arah kiri. Selain itu,
fruktosa juga disebut sebagai gula buah karena banyak terkandung dalam buah-
buahan. Fruktosa memiliki rumus molekul sama seperti glukosa, hanya berbeda
gugus fungsionalnya. Glukosa mengandung gugus fungsi aldehid, sedangkan
fruktosa mengandung keton. Selain dalam buah-buahan, fruktosa juga banyak
terdapat pada madu. Diantara semua sakarida, derajat kemanisan fruktosa paling
tinggi, dua kali lebih manis dibandingkan sukrosa (gula pasir).

Ketika monosakarida rantai lurus membentuk struktur siklik seperti pada Gambar
1.3, atom oksigen dari gugus karbonil dapat terdorong ke atas atau ke bawah
sehingga menghasilkan dua stereoisomer. Isomer dengan gugus –OH dari atom
karbon pertama mengarah ke bawah disebut bentuk isomer alfa (α), sedangkan
isomer dengan –OH mengarah ke atas disebut bentuk isomer beta (β). Dua
stereoisomer dari monosakarida siklik tersebut dikenal sebagai anomer.

Dalam larutan berair, monosakarida seperti D-glukosa berada dalam


kesetimbangan antara tiga bentuk, yaitu D-glukosa, α-D-glukosa, dan β-D-
glukosa. Demikian pula D-fruktosa, dalam larutannya berada dalam bentuk
campuran D-fruktosa, α-D-fruktosa, dan β-D-fruktosa (Gambar 1.4).

Gambar 1. 4. Perubahan dari struktur Fischer ke struktur Haworth untuk fruktosa

(Sumber: [Link])

Monosakarida mempunyai beberapa sifat khas, yaitu mutarotasi, oksidasi, dan


reduksi.

14
KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 MAKROMOLEKUL (KARBOHIDRAT, PROTEIN, DAN LEMAK)
KELOMPOK KOMPETENSI I
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA

2) Disakarida
Disakarida terdiri atas dua unit monosakarida yang terikat melalui sintesis
dehidrasi yang membentuk suatu rantai. Sintesis dehidrasi adalah sintesis yang
pada proses pembentukannya dilepaskan molekul air. Disakarida dapat diuraikan
menjadi dua unit monosakarida sederhana melalui reaksi hidrolisis. Contoh-contoh
disakarida, di antaranya sukrosa (glukosa + fruktosa), laktosa (glukosa +
galaktosa), serta maltosa (glukosa + glukosa).
a) Sukrosa
Sukrosa dengan rumus molekul C12H22O11 merupakan disakarida yang dibentuk
oleh unit glukosa dan unit fuktosa melalui ikatan antara karbon pertama (C1) pada
unit glukosa dengan karbon kedua (C2) dari fruktosa. Ikatan ini disebut ikatan
glikosida (Gambar 1.5).

Gambar 1. 5. Struktur molekul dan tampilan fisik sukrosa, suatu disakarida yang terbentuk
dari glukosa dan fruktosa melalui ikatan glikosida

(sumber: [Link]; google images)

Sukrosa tidak dapat difermentasi. Selain itu, sukrosa juga tidak dapat mereduksi
pereaksi Fehling, Benedict, dan Tollens. Hal ini disebabkan gugus aldehid sukrosa
terikat pada fruktosa.

b) Laktosa
Laktosa merupakan jenis disakarida yang dikenal juga sebagai gula susu karena
secara alami terdapat dalam susu, termasuk dalam air susu ibu (ASI). Laktosa
merupakan satu-satunya jenis gula yang dihasilkan oleh mamalia. Susu hewan
mamalia mengandung sekitar 2-8% laktosa. Jika dihidrolisis dengan ezim laktase,
laktosa akan terurai menjadi galaktosa dan glukosa (Gambar 1.6). Laktosa dapat
mereduksi pereaksi Fehling, Benedict, dan Tollens. Selain itu, laktosa juga dapat

15
KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 MAKROMOLEKUL (KARBOHIDRAT, PROTEIN, DAN LEMAK)
KELOMPOK KOMPETENSI I
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud

difermentasi menggunakan Lactobacillus acidophilus menghasilkan asam laktat yang


memberikan rasa asam segar dalam minuman yang kita kenal sebagai yoghurt.

Gambar 1. 6. Struktur laktosa (galaktosa + glukosa), suatu disakarida yang secara alami
terkandung dalam susu (sumber: [Link] dan [Link])

Laktosa dapat menyebabkan intoleransi (lactose intolerance) merupakan suatu


keadaan di mana seseorang tidak dapat mencerna laktosa, ditandai dengan diare,
kram, mual, dan kembung.

c) Maltosa
Maltosa merupakan disakarida yang terbentuk dari dua molekul glukosa. Oleh
karena itu, jika laktosa dihidrolisis dengan bantuan enzim maltase, maka akan
dihasilkan dua buah molekul glukosa (Gambar 1.7). Tingkat kemanisan maltosa
sekitar 30% dari sukrosa.

Gambar 1. 7. Struktur maltosa yang terbentuk dari dua molekul glukosa. Maltosa terkandung
dalam malt ( gandum atau jelai yang berkecambah)

(sumber: [Link]; google image)

Secara alamiah, maltosa terkandung dalam serealia (gandum, jelai) yang sedang
berkecambah. Selain itu, maltosa juga dapat dibuat melalui hidrolisis zat pati

16
KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 MAKROMOLEKUL (KARBOHIDRAT, PROTEIN, DAN LEMAK)
KELOMPOK KOMPETENSI I
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA

(amilum) dengan bantuan enzim amilase. Maltosa dapat difermentasi membentuk


etanol dan dapat mereduksi pereaksi Fehling, Benedict, dan Tollens.

b. Karbohidrat Kompleks (Polisakarida)


Karbohidrat sederhana dapat dikombinasikan satu sama lain untuk membentuk
karbohidrat kompleks. Saat dua karbohidrat sederhana saling terikat satu sama
lain, maka terbentuk disakarida. Saat tiga karbohidrat sederhana saling terikat satu
sama lain, maka terbentuk trisakarida. Pada umumnya, sebuah karbohidrat
kompleks yang lebih besar dari disakarida dan trisakarida disebut polisakarida.

Polisakarida yang terdiri atas satu macam monosakarida disebut


homopolisakarida, sedangkan yang mengandung lebih dari satu macam
monosakarida disebut heteropolisakarida. Dalam air, polisakarida seperti kanji
akan membentuk sistem koloid.
Polisakarida merupakan suatu polimer sangat besar yang terdiri mulai dari puluhan
hingga ribuan monosakarida yang terikat bersama-sama melalui ikatan β-1,4- glikosida.
Polisakarida berfungsi sebagai cadangan makanan pada tumbuhan dan juga
merupakan komponen penyusun dinding sel tumbuhan. Contoh polisakarida, di
antaranya selulosa (Gambar 1.8) dan amilum. Para ilmuwan memperkirakan lebih dari
satu triliun ton selulosa disintesis tumbuhan setiap tahunnya. Polisakarida bersifat tidak
mereduksi (nonreducing sugar), tidak berasa manis, serta tidak mengalami mutarotasi.

Gambar 1. 8. Selulosa merupakan polisakarida penyusun dinding sel tumbuhan

(Sumber: [Link])

Pada struktur selulosa, antar-rantai selulosa saling berinteraksi melalui ikatan


hidrogen (Gambar 1.9). Suatu molekul tunggal selulosa merupakan polimer rantai
lurus dan tidak bercabang dari monomer 1,4’-β-D-glukosa. Hidrolisis selulosa
dalam HCl 4% dalam air menghasilkan D-glukosa.

17
KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 MAKROMOLEKUL (KARBOHIDRAT, PROTEIN, DAN LEMAK)
KELOMPOK KOMPETENSI I
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud

Gambar 1. 9. Struktur selulosa yang tersusun dari unit monomer monosakarida yang saling
berikatan melalui ikatan glikosida β-1,4 dan antar-rantainya berinteraksi melalui ikatan
hidrogen (sumber: [Link])

Selain selulosa, polisakarida lainnya adalah amilum (zat pati) yang terdapat dalam
umbi, batang, dan biji-bijian. Amilum terdiri atas dua polimer glukosa, yaitu amilosa
dan amilopektin. Amilum dapat dihidrolisis sempurna dalam kondisi asam
menghasilkan glukosa. Hidrolisis amilum juga dapat dilakukan dengan bantuan
enzim amilase yang terdapat dalam ludah dan cairan pankreas.

c. Reaksi Identifikasi Karbohidrat


Reaksi identifikasi karbohidrat, umumnya dilakukan melalui uji Molisch, uji Iodin
(I2), uji gula pereduksi, dan uji Seliwanoff.

1) Uji Molisch
Uji Molisch dilakukan dengan mencampurkan sampel dengan pereaksi Molisch,
yaitu pereaksi yang terdiri atas larutan α-naftol dalam alkohol. Campuran
selanjutnya diberi asam sulfat pekat perlahan-lahan. Hasil positif adanya karbohidrat
dalam sampel ditunjukkan dengan terbentuknya cincin berwarna ungu di bagian
bawah tabung reaksi.

2) Uji Iodin (I2)


Larutan iodin digunakan untuk menguji keberadaan polisakarida, misalnya amilum.
Cara pengujiannya dengan melarutkan amilum dalam air hingga membentuk
suspensi, kemudian dipanaskan hingga terbentuk koloid. Selanjutnya koloid tersebut

18
KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 MAKROMOLEKUL (KARBOHIDRAT, PROTEIN, DAN LEMAK)
KELOMPOK KOMPETENSI I
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA

ditetesi dengan larutan iodin hingga terbentuk warna biru. Polisakarida lain dapat pula
diuji dengan larutan iodin dengan warna hasil positif yang berbeda, misalnya, glikogen
(zat pati hewan) memberikan warna merah cokelat, sedangkan dekstrin memberikan
warna merah anggur.

3) Uji Gula Pereduksi


Uji gula pereduksi dilakukan dengan pereaksi Fehling, Benedict, atau Tollens.
Pereaksi Fehling terdiri atas Fehling A (larutan CuSO4) dan Fehling B (campuran
larutan garam K-tartrat atau Na-tartrat dan larutan NaOH). Kedua jenis larutan
Fehling tersebut harus disimpan terpisah dan baru dicampurkan saat akan
digunakan. Adapun larutan Benedict berupa larutan CuSO4, natrium karbonat, dan
natrium sitrat. Selain menggunakan pereaksi Fehing dan Benedict, uji gula
pereduksi dapat juga dilakukan menggunakan pereaksi Tollens.
Gula pereduksi bereaksi dengan Fehling atau Benedict membentuk endapan
merah bata yang disebabkan oleh tereduksinya Cu2+ menjadi Cu+ oleh gula
pereduksi (Gambar 1.10). Bagaimana cara Uji Fehling? Untuk mengetahuinya,
lakukanlah kegiatan pada Lembar Kegiatan 1. Lakukan kegiatan dengan cermat
dan teliti, baik dalam persiapan alat dan bahan, pengamatan, pengumpulan data,
maupun analisis data dan penarikan kesimpulan. Adapun pada uji Tollens,
keberadaan gula pereduksi teridentifikasi dengan adanya endapan cermin perak
yang terbentuk akibat gula pereduksi mereduksi Ag+ dalam pereaksi Tollens.

Gambar 1. 10. Uji Benedict memberikan hasil uji positif berupa terbentuknya endapan merah
bata (sumber: [Link])

4) Uji Seliwanoff
Pereaksi Seliwanoff merupakan pereaksi khusus untuk menunjukkan adanya
beberapa jenis karbohidat tertentu. Pereaksi ini terdiri atas 1,3-dihidroksi benzena
(resorsinol) dan HCl encer. Uji dilakukan dengan cara mencampurkan sampel dan

19
KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 MAKROMOLEKUL (KARBOHIDRAT, PROTEIN, DAN LEMAK)
KELOMPOK KOMPETENSI I
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud

pereaksi, lalu memasukkannya ke dalam air mendidih selama sekitar 10 menit.


Hasil uji positif mengubah warna larutan menjadi jingga.

d. Kegunaan Karbohidrat
Karbohidrat mempunyai beberapa fungsi penting, di antaranya sebagai berikut:
1) Sebagai komponen utama penyusun membran sel;
2) Sebagai sumber energi, terutama untuk beberapa organ tubuh seperti otak,
lensa mata, dan sel saraf, sumber energinya sangat bergantung pada glukosa
dan tidak dapat digantikan oleh sumber energi lainnya. Setiap 1 gram glukosa
menghasilkan 4,1 kkal;
3) Berperan penting dalam metabolisme, menjaga keseimbangan asam dan
basa, membentuk struktur sel, jaringan, dan organ tubuh;
4) Membantu proses pencernaan makanan, misalnya selulosa;
5) Membantu penyerapan kalsium, misalnya laktosa;
6) Merupakan bahan pembentuk senyawa lain, misalnya protein dan lemak;
7) Karbohidrat beratom C lima buah, yaitu ribosa dan deoksiribosa, merupakan
komponen DNA dan RNA yang berperan penting dalam pewarisan sifat.

2. Protein
Protein adalah polimer yang tersusun dari monomer yang biasa disebut asam
amino. Asam amino adalah rangka karbon pendek yang mengandung gugus
amino fungsional (nitrogen dan dua hidrogen) yang melekat pada salah satu ujung
kerangka dan gugus asam karboksilat di ujung lain. Protein tersusun atas unsur
karbon (C), hidrogen (H), oksigen (O), nitrogen (N), dan terkadang mengandung
zat belerang (S) dan fosfor (P). Protein merupakan komponen utama makhluk
hidup dan berperan penting dalam aktivitas sel. Protein mengatur aktivitas
metabolisme, mengkatalisis reaksi-reaksi biokimia, dan menjaga keutuhan strukur
sel. Protein terdapat dalam semua jaringan hidup sehingga disebut sebagai zat
pembangun kehidupan.
Berikut contoh reaksi pembentukan protein melalui polimerisasi asam amino
(Gambar 1.11).

20
KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 MAKROMOLEKUL (KARBOHIDRAT, PROTEIN, DAN LEMAK)
KELOMPOK KOMPETENSI I
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA

Gambar 1. 11. Reaksi pembentukan polimer protein

dari monomer asam amino.

a. Asam Amino
Asam amino merupakan kelompok senyawa karbon yang terdiri atas karbon,
hidrogen, oksigen, dan nitrogen. Selain itu, juga terdapat dua asam amino yang
mengandung belerang, yaitu sistein dan metionin. Struktur asam amino mirip
dengan struktur monosakarida, perbedaannya terletak pada digantikannya gugus
–OH yang terikat pada C kiral monosakarida dengan gugus amino (-NH3).
Perhatikan Gambar 1.12 berikut.

Gambar 1. 12. D- dan L-asam amino dibedakan berdasarkan

posisi gugus amino yang terikat pada atom karbon kiral


(sumber: [Link])

Seperti penamaan D- dan L- monosakarida, suatu asam amino digolongkan ke


dalam D-asam amino jika gugus aminonya (-NH3) terletak di sebelah kanan atom
karbon kiral (D=dekstro, artinya kanan). Sebaliknya, jika gugus aminonya terletak
di sebelah kiri atom karbon kiral, maka asam amino tersebut termasuk ke dalam
L-asam amino (L=levo, artinya kiri).

21
KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 MAKROMOLEKUL (KARBOHIDRAT, PROTEIN, DAN LEMAK)
KELOMPOK KOMPETENSI I
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud

Sampai saat ini, dikenal 20 jenis asam amino yang umum terdapat dalam protein
(Tabel 1.1). Semua asam amino memiliki gugus fungsi sekurang-kurangnya
sebuah gugus amino (NH2) dan gugus karboksil (—COOH). Setiap asam amino
mempunyai gugus R yang berbeda. Komposisi kimia dari gugus R yang khas
menentukan sifat-sifat asam amino, seperti reaktivitas, muatan ion, dan
hidrofobisitas relatif (sifat ketidaksukaan) terhadap air.

Tabel 1. 1. Jenis-jenis asam amino

Rumus struktur pada Massa


Asam amino Singkatan Sifat Khas
pH 6 Molar

Asam amino dengan gugus R nonpolar

Satu-satunya asam
Glisin gly (G) 75 amino yang tidak
memiliki atom C kiral

alanin ala (A) 89


-

Asam amino
Valin Val (V) 117 bercabang

Asam amino
leusin Leu (L) 131 bercabang

Asam amino esensial


Isoleusin Ile (I) 131

Asam amino
aromatik
Fenilalanin Phe (F) 165

Asam amino
aromatik
Triptofan Trp (W) 204

22
KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 MAKROMOLEKUL (KARBOHIDRAT, PROTEIN, DAN LEMAK)
KELOMPOK KOMPETENSI I
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA

Rantai samping
berfungsi sebagai
Metionin Met (M) 149
donor gugus metil (-
CH3)

Mengandung gugus
Prolin Pro (P) 115 amina sekunder

Asam amino dengan gugus R polar dan netral

Terdapat pada sisi


Serin Ser (S) 105 aktif banyak enzim

Memiliki struktur
Treonin Thr (T) 119 yang mirip dengan
treosa

Oksidasi dua molekul


Sistein Cys (C) 121 sistein menghasilkan
sistin

Asam amino
aromatik
Tirosin Tyr (Y) 181

Amida dari asam


aspartat
Asparagin Asn (N) 132

Amida dari asam


glutamat
Glutamin Gln (Q) 146

Asam amino dengan Gugus R bermuatan negatif

Gugus karboksil
terionisasi pada pH
Asam
Asp (D) 132 fisiologis, dikenal
aspartat
juga sebagai
aspartat

23
KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 MAKROMOLEKUL (KARBOHIDRAT, PROTEIN, DAN LEMAK)
KELOMPOK KOMPETENSI I
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud

Gugus karboksil
terionisasi pada pH
Asam
Glu (E) 146 fisiologis, dikenal
glutamat
juga sebagai
aspartat

Asam amino dengan Gugus R bermuatan positif

Satu-satunya asam
amino yang memiliki
Histidin His (H) 155 gugus R dengan pKa
(6,0) mendekati pH
fisiologis

Lisin Lys (K) 147

Basa kuat hampir


sama dengan NaOH
Arginin Arg (R) 175

(sumber: [Link])

b. Struktur Protein
Setiap protein terdiri atas satu atau lebih rantai polipeptida yang dapat
membentuk empat struktur protein, yaitu struktur primer, sekunder, tersier, dan
kuartener. Gambar 1.13 berikut menunjukkan keempat struktur protein
tersebut.
1) Struktur primer, yaitu struktur linear yang di dalamnya tidak terjadi antaraksi,
baik dengan rantai protein yang lain maupun di antara asam amino dalam rantai
protein itu sendiri.
2) Struktur sekunder, yaitu struktur dua dimensi dari protein. Pada struktur ini
terjadi lipatan (folding) beraturan, seperti α–heliks dan β– sheet akibat adanya
ikatan hidrogen di antara gugus-gugus polar dari asam amino dalam rantai
protein.
3) Struktur tersier merupakan struktur tiga dimensi sederhana dari rantai protein.
Dalam struktur ini, selain terjadi lipatan membentuk struktur α–heliks dan β–

24
KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 MAKROMOLEKUL (KARBOHIDRAT, PROTEIN, DAN LEMAK)
KELOMPOK KOMPETENSI I
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA

sheet, juga terjadi antaraksi van der Waals dan antaraksi gugus nonpolar yang
mendorong terbentuknya lipatan.
4) Struktur kuarterner, yaitu struktur protein molekul kompleks, tidak terbatas
hanya pada satu rantai protein, tetapi beberapa rantai protein bergabung
membentuk seperti bola. Jadi, pada struktur kuartener molekul protein di
samping memiliki ikatan hidrogen, gaya van der Waals, dan antaraksi gugus
nonpolar, juga terjadi antaraksi antarrantai protein baik melalui antaraksi polar,
nonpolar, maupun van der Waals.

Gambar 1. 13. Empat struktur protein

(sumber: [Link])

c. Fungsi Protein
Protein mempunyai fungsi biologis tertentu sehingga protein dapat diklasifikasikan
sebagai berikut.
1) Komponen utama penyusun membran sel, seperti protein integral, protein
perifer, dan glikoprotein.
2) Sebagai sumber energi, setiap gramnya akan menghasilkan 4,1 kkal.
3) Bahan dalam sintesis substansi penting seperti hormon, enzim, zat antibodi,
dan organel sel lainnya.
4) Enzim, yaitu protein yang mengkatalisis reaksi-reaksi kimia dan biokimia di
dalam atau di luar sel-sel hidup.
5) Imunoglobulin (zat antibodi), yaitu protein pelindung yang berperan penting
dalam respon kekebalan makhluk hidup untuk menetralisasi zat-zat asing yang
menyebabkan infeksi. Contohnya adalah interferon, dan trombin.

25
KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 MAKROMOLEKUL (KARBOHIDRAT, PROTEIN, DAN LEMAK)
KELOMPOK KOMPETENSI I
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud

6) Sebagai senyawa buffer, yakni berperan menjaga stabilitas pH cairan tubuh dan
sebagai zat larut dalam cairan tubuh, protein membantu dalam pemeliharaan
tekanan osmotik dalam sekat-sekat rongga tubuh.
7) Hormon, adalah protein yang dihasilkan oleh kelenjar endoktrin tubuh atau sel-
sel tertentu lainnya. Hormon berfungsi untuk mengatur dan merangsang
beberapa proses dalam makhluk hidup, misalnya metabolisme. Contoh hormon
protein antara lain adalah insulin (Gambar 1.14), lipoprotein, dan prolaktin.

Gambar 1. 14. Hormon insulin yang berperan penting


dalam menjaga kestabilan gula darah

(sumber: [Link])

8) Mengatur dan melaksanakan metabolisme tubuh, seperti enzim, protein yang


mengaktifkan dan berpartisipasi pada reaksi kimia kehidupan.
9) Protein transpor, yaitu protein yang berfungsi untuk memindahkan atau
menyimpan beberapa senyawa kimia dan ion. Contohnya, hemoglobin
(Gambar 1.15) yang berperan mengangkut oksigen ke seluruh tubuh.

26
KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 MAKROMOLEKUL (KARBOHIDRAT, PROTEIN, DAN LEMAK)
KELOMPOK KOMPETENSI I
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA

Gambar 1. 15. Struktur hemoglobin, suatu protein berstruktur kuarterner (globular) yang
berperan mentransportasikan oksigen ke seluruh tubuh

(sumber gambar: google images; [Link])

10) Protein motor, yaitu protein yang berfungsi untuk mengubah energi kimia
menjadi energi mekanik. Contohnya, aktin dan miosin.
11) Protein struktur, yaitu protein yang berfungsi untuk perbaikan, pertumbuhan,
dan pemeliharaan struktur sel, jaringan, atau komponen-komponen biologis
lainnya. Contohnya, kolagen, elastin, dan keratin.
12) Protein penyimpan, yaitu protein mengandung energi yang dapat dilepaskan
pada proses metabolisme makhluk hidup. Contohnya, albumin.
13) Asam amino untuk mendeteksi sidik jari, dilakukan dengan cara mereaksikan
senyawa ninhidrin dengan asam amino dari protein pada sel kulit yang
meninggalkan bekas pada suatu permukaan benda berwarna ungu. (Gambar
1.16).

Gambar 1. 16. Ninhidrin digunakan untuk mendeteksi jejak sidik jari karena dapat bereaksi
dengan asam amino menghasilkan senyawa berwarna ungu

(Sumber: [Link])

27
KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 MAKROMOLEKUL (KARBOHIDRAT, PROTEIN, DAN LEMAK)
KELOMPOK KOMPETENSI I
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud

d. Reaksi Identifikasi Protein


1) Uji Biuret
Uji Biuret digunakan untuk mengidentifikasi ada atau tidaknya kandungan protein
dalam suatu bahan pangan. Uji ini bersifat umum untuk protein (polipeptida), tetapi
tidak menunjukkan reaksi positif untuk asam amino dikarenakan pereaksi hanya
bereaksi dengan ikatan peptida. Bahan pangan yang akan diuji, ditetesi larutan
NaOH, kemudian diikuti tetesan larutan tembaga (II) sulfat (CuSO4) encer. Reaksi
positif adanya protein akan memberikan warna ungu pada larutan.

2) Uji Xantoproteat
Pereaksi Xantoproteat terdiri atas larutan asam nitrat pekat (HNO3) dan larutan
NaOH pekat. Uji Xantoproteat digunakan untuk mengidentifikasi protein yang
mengandung gugus fenil (cincin benzena). Jika suatu bahan pangan mengandung
protein dengan gugus fenil dipanaskan dengan asam nitrat pekat, maka akan
memberikan hasil positif berupa terbentuknya endapan berwarna kuning yang
akan berubah menjadi jingga pada suasana basa (dengan penambahan NaOH).

3) Uji Ninhidrin
Uji Ninhidrin digunakan untuk mengidentifikasi keberadaan protein dan asam
amino dalam suatu bahan pangan. Pereaksi Ninhidrin mengubah asam amino
terminal menjadi aldehida. Uji ini dilakukan dengan meneteskan larutan ninhidrin
ke bahan uji, lalu memanaskannya selama beberapa menit. Reaksi positif
ditunjukkan dengan terbentuknya warna ungu.

4) Uji Belerang
Pereaksi untuk uji belerang adalah larutan timbal (II) asetat; Pb(C2H3O2)2. Uji ini
diterapkan untuk mengetahui adanya unsur belerang (sulfur) dalam protein. Cara
mengujinya dengan meneteskan larutan NaOH pekat (6 M) ke larutan bahan
pangan yang akan diuji, lalu dipanaskan. Selanjutnya, ditambahkan beberapa
tetes larutan timbal (II) asetat. Uji positif ditunjukkan dengan terbentuknya endapan
hitam timbal (II) sulfida (PbS).

28
KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 MAKROMOLEKUL (KARBOHIDRAT, PROTEIN, DAN LEMAK)
KELOMPOK KOMPETENSI I
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA

3. Lipid
Lemak digolongkan ke dalam kelompok lipid, yaitu golongan senyawa bioorganik
yang tidak larut dalam air yang berasal dari hewan dan tumbuhan. Lemak
merupakan triester dari gliserol dan asam asam karboksilat rantai panjang
sehingga disebut juga sebagai trigliserida.

a. Struktur dan sifat-sifat Lemak


Lemak adalah suatu ester alam yang berasal dari hewan dan tanaman. Lemak
yang berasal dari tanaman (lemak nabati) disebut minyak, walaupun ada juga
sebagian minyak dari hewan, misalnya minyak ikan, seperti ditunjukkan pada
Tabel 1.2 berikut.
Tabel 1. 2. Perbedaan antara lemak dan minyak berdasarkan wujud fisiknya

Lemak Minyak
Padat pada suhu kamar Cair pada suhu kamar
Mengandung asam lemak jenuh Mengandung asam lemak tak jenuh
Banyak terdapat dalam hewan Banyak terdapat dalam tanaman

Lemak dan minyak tersusun dari gliserol dan asam-asam lemak. Gliserol adalah
suatu alkohol yang memiliki tiga gugus fungsi hidroksil (propanatriol).

Propanatriol

Asam lemak merupakan asam karboksilat yang memiliki rantai panjang (jumlah
atom karbon berkisar antara 12-22). Contoh beberapa asam lemak jenuh dapat
dilihat pada Tabel 1.3.
Tabel 1. 3. Contoh Asam Lemak Jenuh

Asam Titik Leleh


Struktur Rumus
Lemak (°C)

Asam
44 C11H23-COOH
laurat

Asam
58 C13H27-COOH
miristat

29
KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 MAKROMOLEKUL (KARBOHIDRAT, PROTEIN, DAN LEMAK)
KELOMPOK KOMPETENSI I
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud

Asam
63 C15H31-COOH
palmitat

Asam
72 C17H35-COOH
stearat

Adapun contoh beberapa asam lemak tak jenuh dapat dilihat pada Tabel 1.4.
Tabel 1. 4. Contoh Asam Lemak Tak Jenuh

Asam Titik Leleh Struktur Rumus


Lemak (°C)

Asam
32 C15H29-COOH
palmitoleat

Asam oleat 16
C17H33-COOH

Asam
-5
linolenat C17H31-COOH

Asam
-11 C17H29-COOH
linoleat

Lemak dan minyak merupakan suatu ester karena dibentuk melalui reaksi
esterifikasi antara alkohol (gliserol) dan asam karboksilat (asam lemak). Misalnya,
lemak gliseril tristearat merupakan ester dari molekul gliserol dan tiga molekul
asam stearat. Berikut persamaan reaksinya:
O

H2C OH O H2C O C C17H35


O

HC OH + 3HO C C17H35 HC O C C17H35 + 3H2O


O

H2C OH H2C O C C17H35

Gliserol Asam stearat Gliseril tristearat

Secara umum, struktur molekul lemak dan minyak sebagai berikut.

30
KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 MAKROMOLEKUL (KARBOHIDRAT, PROTEIN, DAN LEMAK)
KELOMPOK KOMPETENSI I
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA

Struktur umum lemak Gugus R1, R2, dan R3 dapat sama atau berbeda

Umumnya lemak hewani tersusun dari asam-asam lemak jenuh sehingga titik
lelehnya tinggi. Adapun minyak umumnya tersusun dari asam lemak tidak jenuh
yang memiliki titik leleh rendah sehingga minyak cenderung berwujud cair pada
suhu kamar.

Gliseril trioleat (minyak)

Ketidakjenuhan lemak dan minyak dapat ditentukan dengan cara adisi kuantitatif
iodin terhadap ikatan rangkapnya. Metode ini dikenal dengan istilah penentuan
bilangan iodin (BI). Makin besar bilangan iodin, makin banyak ikatan rangkap
dalam minyak atau lemak. Selain ikatan rangkap, sifat-sifat lemak dan minyak juga
ditentukan oleh asam-asam lemak yang terikat pada gliserol.

Hidrolisis lemak menghasilkan asam lemak dan gliserol. Misalnya, hidrolisis lemak
gliseril tristearat menjadi gliserol dan asam stearat sebagai berikut:
O

H2C O C C17H35 H2C OH O


O

HC O C C17H35 HC OH + 3HO C C17H35


O

H2C O C C17H35 H2C OH

Gliseril tristearat Gliserol Asam stearat

31
KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 MAKROMOLEKUL (KARBOHIDRAT, PROTEIN, DAN LEMAK)
KELOMPOK KOMPETENSI I
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud

Jika lemak diolah dengan larutan natrium hidroksida pekat, akan dihasilkan gliserol
dan garam dari asam lemak atau sabun. Proses ini dinamakan saponifikasi atau
penyabunan.

Trigliserida + NaOH → Gliserol + Sabun

Sabun yang terbentuk dapat digumpalkan dengan garam dapur dan dimurnikan
dengan cara dicuci dengan air. Gliserol sebagai hasil samping juga dapat
dimurnikan dengan cara distilasi.

Oleh karena minyak banyak mengandung ikatan rangkap, maka minyak dapat
dijenuhkan dengan cara reaksi adisi pada ikatan rangkapnya. Hal ini dilakukan
pada pembuatan mentega pada industri. Mentega asli mengandung gliseril
tributirat. Mentega buatan atau margarin dibuat melalui pengolahan minyak cair
menjadi lemak melalui reaksi adisi gas H2 dengan bantuan katalis logam nikel pada
suhu dan tekanan tinggi. Persamaan reaksi kimianya sebagai berikut:
O O

H2C O C C17H33 H2C C C17H35


O
O O

C17H33 Nikel
HC O C
O
+ 3H2 HC O C C17H35
175OC 5atm O

H2C O C C17H33 H2C O C C17H35

Minyak cair Margarin

Ikatan rangkap pada minyak dapat dioksidasi. Contoh reaksi oksidasi yang
terkendali pada minyak, diantaranya adalah proses yang terjadi pada pengerasan
cat. Adapun contoh oksidasi yang tidak terkendali dan merugikan adalah reaksi
oksidasi yang menimbulkan bau tengik pada minyak. Asam karboksilat yang
menyusun lemak umumnya tidak bercabang. Hal menarik adalah bahwa semua
asam-asam karboksilat yang menyusun lemak dan minyak umumnya memiliki
jumlah atom karbon genap (14, 16, 18, dan 20).
Oleh karena lemak hanya dibedakan oleh gugus asam karboksilat yang terikat
pada lemak, maka tata nama lemak juga didasarkan pada turunan asam
karboksilat tersebut. Contoh:
 Gabungan gliserol dan asam tristearat diberi nama tristearin.
 Gabungan gliserol dan asam tripalmitat diberi nama tripalmitin.

32
KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 MAKROMOLEKUL (KARBOHIDRAT, PROTEIN, DAN LEMAK)
KELOMPOK KOMPETENSI I
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA

Selain tata nama tersebut, penamaan lemak dapat juga didasarkan pada
penamaan ester. Contoh:
 Gabungan gliserol dan asam stearat dinamakan gliseril tristearat.
 Gabungan gliserol dan asam palmitat dinamakan gliseril tripalmitat.

b. Identifikasi Lemak
Untuk menentukan kadar suatu lemak dan ketidakjenuhan asam lemak dalam
lemak dapat dilakukan melalui identifikasi beberapa parameter yaitu bilangan
asam, bilangan ester, bilangan penyabunan, dan bilangan Iodin.

1) Bilangan Asam
Bilangan asam adalah bilangan yang menunjukkan berapa mg KOH yang
diperlukan untuk menetralkan lemak (khususnya asam lemak bebas) dalam mg
lemak. Bilangan asam ditentukan dengan cara titrasi alkalimetri, yaitu teknik titrasi
dengan pereaksi suatu alkali (KOH). Penentuan bilangan asam ditentukan sebagai
berikut.
𝑉[𝐾𝑂𝐻] 𝑀[𝐾𝑂𝐻] 𝑀𝑟[𝐾𝑂𝐻]
𝐵𝐴 =
𝑏𝑒𝑟𝑎𝑡 𝑙𝑒𝑚𝑎𝑘

Keterangan:
V(KOH) = Volume basa (mL)
M(KOH) = Konsentrasi basa (M)
Mr(KOH) = Massa molekul relatif basa (g mol-1)

Untuk lebih memahami identifikasi lemak melalui bilangan asam ini, lakukanlah
Kegiatan 2 pada subbab D (Aktivitas Pembelajaran).

2) Bilangan Ester (BE)


Bilangan ester adalah bilangan yang menyatakan berapa mg KOH yang diperlukan
untuk menyabunkan ester yang terdapat dalam gram lemak atau minyak. Jadi,
bilangan ester merupakan suatu ukuran kadar ester yang terdapat dalam minyak
atau lemak.

Penetapan BE dapat terganggu jika dalam lemak terdapat suatu anhidrida atau
suatu lakton. Teknik yang digunakan untuk mengidentifikasi bilangan ester adalah
dengan cara merefluks campuran lemak atau minyak dengan KOH berlebih,

33
KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 MAKROMOLEKUL (KARBOHIDRAT, PROTEIN, DAN LEMAK)
KELOMPOK KOMPETENSI I
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud

sampai terbentuk sabun. Kelebihan KOH yang ditambahkan selanjutnya dititrasi.


Tahap reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut.

Trigliserida + KOH → Gliserol + R-COOK (sabun)


KOH (sisa) + HCl → KCl + H2O

3) Bilangan Penyabunan (BP)


Bilangan penyabunan adalah bilangan yang menunjukkan berapa mg KOH
diperlukan untuk membentuk gram sabun secara sempurna. Teknik yang
digunakan adalah titrasi asidimetri setelah proses penyabunan sempurna. Teknik
untuk mengidentifikasi bilangan penyabunan sama seperti pada penentuan
bilangan ester, yaitu dengan cara merefluks campuran lemak atau minyak dengan
KOH berlebih dan mentitrasi kelebihan KOH.

4) Bilangan Iodin (BI)


Bilangan iodin adalah bilangan yang menunjukkan berapa mg halogen
(dinyatakan sebagai iodin) yang dapat diikat oleh mg lemak, atau berapa persen
halogen yang dapat diikat lemak. Senyawa harus bereaksi dengan lemak melalui
reaksi adisi pada ikatan rangkap. Persamaan reaksinya sebagai berikut:

Dengan demikian, bilangan iodin merupakan ukuran banyaknya ikatan rangkap


dalam asam lemak. Teknik yang digunakan untuk menentukan bilangan iodin
adalah titrasi iodometri. Titrasi dilakukan setelah reaksi adisi berlangsung
sempurna. Kelebihan bromin direaksikan dengan KI agar terbentuk I2, selanjutnya
I2 direaksikan dengan natrium tiosulfit. Reaksi keseluruhan adalah:

H2C CH2 + 2 HBr H3C CH3

Br2 + KI I2 + KBr

I2 + 2Na2S2O3 Na2S4O6 + 2NaI

34
KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 MAKROMOLEKUL (KARBOHIDRAT, PROTEIN, DAN LEMAK)
KELOMPOK KOMPETENSI I
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA

c. Sumber dan Kegunaan Lemak


Ada tiga bentuk utama lemak yang ditemukan dalam diet manusia dan hewan
mamalia, yaitu (1) trigliserida, (2) fosfolipid, dan (3) kolesterol. Trigliserida
merupakan jenis yang paling banyak (95-98%) terdapat dalam makanan,
sedangkan kolesterol dan fosfolipid terdapat dalam jumlah sedikit dan merupakan
komponen utama dinding sel. Beberapa bahan pangan sumber lemak dapat dilihat
pada Tabel 1.5 berikut.
Tabel 1. 5. Beberapa Sumber Lemak (Lipid) dalam Makanan

Bahan Kadar ( )
Makanan Kolesterol Lemak Jenuh Lemak Tak Jenuh
Susu 0,32 50 34
Telur 4,2 33 41
Daging 0,35 37 56
Ayam 0,64 20 66
Terigu 0 sedikit 90
Jagung 0 14 86
Alpukat 0 18 59
Kacang tanah 0 15 82
Kelapa 0 76 8
(Sumber: Biokimia, Nutrisi, dan Metabolisme, 1985 dalam Sunarya, Y. , dkk (2009)

Tabel 1.6 berikut menunjukkan komposisi asam-asam lemak yang terkandung


dalam beberapa bahan makanan.
Tabel 1. 6. Jenis-jenis Asam Lemak yang Terkandung dalam Makanan

Komposisi ()
Lemak/
Minyak Laura Palmita Palmitolea Linolea
Miristat Stearat Oleat Linolenat
t t t t

Mentega 2,5 11,1 29,0 9,2 4,6 26,7 3,6 -

Hati ikan - 5,8 8,4 0,6 20,0 29,1 29,1 -

Ikan paus 0,2 9,3 15,6 2,8 14,4 35,2 - -

Kelapa 45,4 18,0 10,5 2,3 0,4 7,5 - -

Jagung - 1,4 10,2 3,0 1,5 49,6 34,3 -

Biji kapas - 1,4 23,4 1,1 2,0 22,9 47,8 -

Biji rami - - 6,3 2,5 - 19,0 24,1 47,4

Zaitun - - 6,9 2,3 - 84,4 4,6 -

35
KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 MAKROMOLEKUL (KARBOHIDRAT, PROTEIN, DAN LEMAK)
KELOMPOK KOMPETENSI I
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud

Komposisi ()
Lemak/
Minyak Laura Palmita Palmitolea Linolea
Miristat Stearat Oleat Linolenat
t t t t

Kacang - - 8,3 3,1 - 56,0 26,0 -


tanah

Kedelai 0,2 0,1 9,8 2,4 0,4 28,9 50,7 6,5

(Sumber: Kimia Organik 2, 1988)

Trigliserida merupakan bentuk lemak yang paling efisien sebagai cadangan energi
untuk proses-proses atau aktivitas yang memerlukan energi dalam tubuh. Energi
hasil metabolisme lemak dua kali lebih besar daripada metabolisme karbohidrat
atau protein dengan takaran yang sama. Energi hasil metabolisme karbohidrat dan
protein secara berurutan sekitar 9 kkal g-1 dan 4 kkal g-1.
Trigliserida banyak ditemukan dalam sel-sel lemak. Sekitar 99% dari volume sel
lemak mengandung trigliserida. Beberapa trigliserida juga terdapat dalam bentuk
butir-butir lipid di dalam jaringan yang bukan lemak (nonadiposa), seperti hati dan
otot. Selain sebagai sumber energi, trigliserida dapat diubah menjadi kolesterol,
fosfolipid, dan bentuk lipid lainnya jika tubuh memerlukan jenis lipid tertentu. Di
samping berperan sebagai jaringan lemak, trigliserida juga memiliki fungsi fisik,
yaitu sebagai bantalan tulang-tulang dan organ-organ vital, guna melindungi organ
vital dari guncangan atau getaran. Jantung, ginjal, epididimus, dan kelenjar air
susu terbungkus oleh lapisan jaringan lemak.

Untuk memenuhi kebutuhan lemak agar kondisi kesehatan optimum diperlukan


trigliserida yang mengandung asam-asam lemak esensial. Asam lemak esensial
adalah asam-asam lemak tidak jenuh yang tidak dapat disintesis oleh tubuh
sehingga harus dikonsumsi dari makanan.

Asam lemak esensial ditandai dengan ikatan rangkap berada pada posisi C-7
terakhir dalam rantai asam lemak ke arah ujung gugus metil (terutama C-6 dan C-
7), misalnya asam lemak linoleat. Diperkirakan orang dewasa memerlukan
minimal 2% dari nilai kalorinya dalam bentuk asam lemak esensial. Kebutuhan
asam lemak esensial diperoleh dari pemberian asam arakidonat untuk
pembentukan prostaglandin. Prostaglandin adalah zat serupa hormon yang
memiliki efek-efek biologis dengan berbagai fungsi.

36
KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 MAKROMOLEKUL (KARBOHIDRAT, PROTEIN, DAN LEMAK)
KELOMPOK KOMPETENSI I
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA

Ketidakseimbangan kadar prostaglandin dalam tubuh dapat menyebabkan rasa


mual, diare, peradangan, nyeri, demam, asma, tekanan darah tinggi,
ketidakteraturan menstruasi, mengantuk, bahkan penggumpalan darah. Pertama
kali diketahui bahwa prostaglandin disintesis di dalam kelenjar prostat, tetapi
sekarang diketahui dapat disintesis di paru-paru, hati, uterus, dan organ lainnya.
Prostaglandin merupakan asam karboksilat dengan jumlah atom karbon 20 dan
mengandung cincin siklopentana. Senyawa ini dibiosintesis dari asam lemak tak
jenuh dengan jumlah atom karbon 20, seperti asam arakidonat. Hal ini yang
menjadi alasan mengapa asam-asam lemak tidak jenuh diperlukan oleh tubuh
guna menjaga kesehatan optimum.

Lemak berperan sebagai pelarut vitamin-vitamin, seperti A, D, E, dan K untuk


disirkulasikan ke bagian tubuh yang membutuhkan. Lemak yang terdapat di bagian
bawah kulit berfungsi untuk melindungi badan dari cuaca dingin. Pada dinding
pembuluh darah (arteri) terdapat suatu lapisan dari bahan organik yang terdiri atas
lemak dan kolesterol. Kolesterol merupakan jenis lemak yang terdapat dalam semua
[Link] kita dapat mensintesis kolesterol melalui konsumsi makanan seperti
mentega, telur, dan daging merah yang kaya kolesterol.

Lemak dan kolesterol yang berlebihan dapat menimbulkan penyempitan pembuluh


darah sehingga menghambat aliran darah. Akibatnya, tekanan darah meningkat
dan berpotensi terjadinya serangan jantung. Para praktisi kesehatan
menganjurkan untuk mengonsumsi makanan yang mengandung kadar kolesterol
dan lemak jenuh rendah. Hal ini disebabkan makanan yang mengandung lemak
jenuh tinggi akan meningkatkan kadar kolesterol dalam tubuh.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa makanan yang mengandung kadar lemak tidak
jenuh tinggi dapat mengurangi serangan jantung. Jadi, untuk menjaga kesehatan,
kita perlu mengurangi konsumsi makanan berlemak jenuh kadar tinggi, dan diganti
dengan konsumsi lemak nabati yang banyak mengandung lemak tidak jenuh.

Minyak kelapa sawit mengandung asam lemak jenuh dan tidak jenuh dalam kadar
yang seimbang. Minyak ini mengandung 44% asam palmitat dengan 16 atom
karbon. Keadaan ini lebih baik untuk kesehatan jika dibandingkan dengan asam
lemak berantai pendek. Minyak sawit tidak mengandung kolesterol dan banyak
mengandung asam lemak tidak jenuh (sekitar 40%). Asam lemak tidak jenuh ini

37
KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 MAKROMOLEKUL (KARBOHIDRAT, PROTEIN, DAN LEMAK)
KELOMPOK KOMPETENSI I
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud

membantu mengurangi kadar kolesterol dalam darah. Oleh karena itu, minyak
sawit cukup aman bagi kesehatan. Selain itu, minyak sawit juga mengandung β-
karoten yang merupakan sumber penting pembentukan vitamin A dan juga
mengandung vitamin E. β-karoten dan vitamin E berperan penting dalam
mencegah penyakit kanker. Minyak sawit tidak mudah menjadi tengik. Minyak
sawit juga membantu mencegah pembekuan darah karena dapat menjaga kondisi
hormon trombosin dan prostalisin dalam darah.

D. Aktivitas Pembelajaran

1. Kegiatan IN 1
Setelah mengkaji materi tentang Karbohidrat, Protein, dan Lemak, Anda dapat
mencoba melakukan eksperimen sesuai Lembar kegiatan. Catat temuan-
temuan atau strategi percobaan agar percobaan berhasil, agar Anda dapat
merancang kembali disesuaikan dengan kondisi sekolah. Pada IN-1 Anda
dapat bekerjasama dalam kelompok. melakukan percobaan LK -1, dan LK-
3. Lakukan secara disiplin sesuai aturan bekerja di laboratorium, misalnya
mengelola limbah dan sampah sesuai aturan, menjaga kebersihan dan
ketertiban di ruangan. Selanjutnya, perwakilan kelompok mempresentasikan
hasil percobaan, peserta lain menyimak presentasi dengan seksama. Jika
diantara LK tersebut ada yang tidak dapat dilakukan di IN-1, diskusikan LK
tersebut dan kerjakan di kegiatan ON.

2. Kegiatan ON
Pada kegiatan ON silahkan Anda mengerjakan tugas secara mandiri di
sekolah atau secara berkelompok di kelompok kerja. LK yang dikerjakan
adalah LK-2 dan LK-4. Tunjukkan kreativitas Anda dalam menyelesaikan
tugas–tugas dalam bab ini.

38
KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 MAKROMOLEKUL (KARBOHIDRAT, PROTEIN, DAN LEMAK)
KELOMPOK KOMPETENSI I
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA

Lembar Kegiatan
Lembar Kegiatan 1
Uji Fehling
Tujuan
Mengidentifikasi kandungan karbohidrat dalam bahan pangan menggunakan
pereaksi Fehling

Alat Bahan

1. Tabung reaksi 1. Larutan Fehling A dan Fehling B


2. Rak tabung 2. Larutan Glukosa 10%
3. Gelas kimia 250 mL 3. Larutan Sukrosa 10%
4. Lampu spiritus 4. Aneka bahan pangan seperti nasi,
5. Kaki tiga + kawat baja buah-buahan, kue, sirup.

Langkah Kerja
A. Pengujian Glukosa dan Sukrosa
1. Panaskan air kurang lebih 150 mL di dalam gelas kimia yang akan
digunakan sebagai penangas air.
2. Masukkan masing-masing 1 mL larutan Fehling A dan larutan Fehling B
ke dalam tabung reaksi, tambahkan 1 mL larutan glukosa, kocok hingga
merata.
3. Masukkan tabung reaksi ke dalam penangas air selama sekitar 1 menit.
Amati dan catat perubahan warna yang terjadi.
4. Dengan langkah kerja yang sama, ulangi percobaan tersebut
menggunakan larutan sukrosa.
5. Amati dan catat perubahan warna yang terjadi.

B. Pengujian Bahan Pangan


1. Siapkan setiap bahan pangan yang akan diuji dalam bentuk larutan
dengan cara melarutkannya dalam air.
2. Ujilah berbagai jenis bahan pangan menggunakan pereaksi Fehling.
Amati dan catat perubahan warna yang terjadi pada setiap pengujian
bahan pangan.

Pengolahan Data
1. Bandingkan hasil pengujian bahan pangan dengan hasil percobaan
pengujian glukosa dan sukrosa pada bagian A.
2. Berdasarkan hasil pengamatan, identifikasi setiap jenis bahan pangan
tersebut, mengandung glukosa atau sukrosa.
3. Tuliskan reaksi yang terjadi pada pengujian oleh pereaksi Fehling
4. Buatlah kesimpulan dari percobaan ini!

39
KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 MAKROMOLEKUL (KARBOHIDRAT, PROTEIN, DAN LEMAK)
KELOMPOK KOMPETENSI I
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud

Lembar Kegiatan 2 ; Merancang pengujian karbohidrat dengan pereaksi Fehling

Sifat-sifat kimia karbohidrat berkaitan dengan gugus fungsi yang terdapat dalam
molekulnya, seperti gugus hidroksi, aldehid, dan keton. Beberapa sifat kimia karbohidrat
dapat digunakan untuk mengidentifikasi senyawa karbohidrat. Monosakarida dan
beberapa disakarida memiliki sifat reduktor (reducing sugar), terutama dalam suasana
basa. Sifat reduktor ini disebabkan oleh adanya gugus aldehida atau keton bebas dalam
molekul karbohidrat. Rancanglah suatu percobaan untuk mengidentifikasi jenis-jenis
karbohidrat, meliputi uji untuk monosakarida dan polisakarida dengan menggunakan
pereaksi selain Larutan Fehling.

Lembar Kegiatan 3
Uji Biuret
Tujuan
Menentukan bahan pangan yang mengandung protein dengan menggunakan pereaksi
Biuret.

Alat Bahan

1. Tabung reaksi 1. Larutan NaOH 2 M


2. Rak tabung reaksi 2. Larutan CuSO4 0,1 M
3. Pipet tetes 3. Tahu, tempe, susu, telur, nasi, terigu
(dibuat dalam bentuk larutan dengan
cara melarutkannya dengan air)

Langkah Kerja
1. Masukkan 2 mL telur ke dalam tabung reaksi.
2. Tambahkan 2 mL larutan NaOH 2 M, kocok merata.
3. Tambahkan 10 tetes larutan CuSO4 0,1 M. Amati perubahan warna yang terjadi.
4. Dengan langkah yang sama, ulangi percobaan tersebut menggunakan bahan
pangan lainnya.

Pertanyaan
1. Bagaimana hasil pengujian protein dengan menggunakan pereaksi Biuret?
2. Berdasarkan hasil pengamatan, bahan pangan apa saja yang mengandung
protein?
3. Pereaksi Biuret akan bereaksi dengan bagian mana dari molekul protein?

40
KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 MAKROMOLEKUL (KARBOHIDRAT, PROTEIN, DAN LEMAK)
KELOMPOK KOMPETENSI I
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA

Lembar Kegiatan 4
Penentuan Bilangan Asam (BA) Suatu Lemak
Tujuan
Menentukan kadar lemak dan ketidakjenuhan asam lemak dalam lemak.
Alat Bahan
1. Buret 1. Lemak 2 mg
2. Erlenmeyer 2. Campuran eter dan alkohol 25 mL
3. Statif 3. Indikator PP
4. Pipet tetes 4. Larutan KOH 0,1 M dalam alkohol

Langkah Kerja
1. Larutkan 2 mg lemak atau minyak yang berwujud cair ke dalam 25 mL larutan
dari campuran eter dan alkohol.
2. Masukkan larutan tersebut ke dalam labu erlenmenyer. Kemudian, teteskan
indikator PP.
3. Titrasi larutan tersebut dengan larutan KOH 0,1M dalam alkohol hingga tercapai
titik akhir titrasi. Amati perubahan yang terjadi.
Pertanyaan
1. Mengapa lemak atau minyak yang berwujud cair dalam percobaan ini, harus
dilarutkan terlebih dulu dalam campuran eter dan alkohol?
2. Mengapa dalam penentuan titik akhir titrasi perlu dilakukan penambahan
indikator?
3. Apa yang dapat Anda amati saat titik akhir titrasi tercapai?
4. Jelaskan apa yang dapat Anda simpulkan dari hasil pengamatan tersebut.
Diskusikan dengan teman kelompok Anda.

41
KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 MAKROMOLEKUL (KARBOHIDRAT, PROTEIN, DAN LEMAK)
KELOMPOK KOMPETENSI I
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud

E. Latihan/Kasus/Tugas

E.1. Latihan Soal


Setelah mempelajari materi dengan tuntas, silahkan mengerjakan latihan soal
secara mandiri, selanjutnya diskusikan dalam kelompok. Kumpulkan hasil kerja
tepat waktu sesuai jadwal yang ditentukan.

Pilihlah salah satu jawaban yang benar.

Setelah mempelajari materi dengan tuntas, silahkan mengerjakan latihan soal


secara mandiri, selanjutnya diskusikan dalam kelompok. Kumpulkan hasil kerja
tepat waktu sesuai jadwal yang ditentukan.

Pilihlah salah satu jawaban yang benar.

1. Struktur glukosa dan fruktosa termasuk karbohidrat yang memiliki perbedaan


pada strukturnya. Perhatikan tabel nama karbohidrat dan gugus fungsinya.
Pasangan karbohidrat dan gugusfungsinya yang tepat adalah....
Karbohidrat Gugus Fungsi Karbohidrat Gugus Fungsi

A Glukosa Aldehid Galaktosa Keton

B Galaktosa Keton Fruktosa Aldehid

C Fruktosa Keton Galaktosa Aldehid

D Glukosa Keton Fuktosa Keton

2. Struktur yang menunjukkan D-galaktosa adalah....


A. C.

42
KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 MAKROMOLEKUL (KARBOHIDRAT, PROTEIN, DAN LEMAK)
KELOMPOK KOMPETENSI I
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA

B. D.

3. Data suatu percobaan pengujian senyawa karbohidrat dengan pereaksi


Fehling adalah sebagai berikut.
Senyawa Hasil pengujian dengan Pereaksi Fehling

i Terjadi larutan warna merah

ii Terjadi endapan merah bata

iii Warna biru menjadi hilang

iv Terjadi endapan merah bata

v Terjadi larutan berwarna ungu

Senyawa yang mengandung glukosa adalah....


A. i dan iv
B. ii dan iii
C. ii dan iv
D. iv danv

4. Amati reaksi pembentukan suatu karbohidrat berikut ini

Berdasarkan strukturnya pereaksi dan hasil reaksi pada persamaan reaksi


diatas adalah....

43
KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 MAKROMOLEKUL (KARBOHIDRAT, PROTEIN, DAN LEMAK)
KELOMPOK KOMPETENSI I
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud

Pereaksi Hasil Reaksi

A glukosa dan glukosa laktosa

B glukoda dan fruktosa maltosa

C galaktosa dan glukosa sukrosa

D glukosa dan glukosa maltosa

5. Perhatikan data hasil percobaan uji protein berikut.


Uji
Nama
Bahan Biuret Xantoproteat Pb-asetat

A Ungu Jingga Hitam

B Ungu - -

C Ungu - -

D Ungu Jingga -

Berdasarkan data tersebut, protein yang mengandung gugus fenil (benzena)


adalah...
A. A dan D
B. B dan C
C. A dan C
D. C dan D

44
KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 MAKROMOLEKUL (KARBOHIDRAT, PROTEIN, DAN LEMAK)
KELOMPOK KOMPETENSI I
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA

6. Diantara nama asam amino berikut yang sesuai dengan rumus strukturnya
adalah.....
Nama Struktur

A leusin

B glisin

C valin

D alanin

7. Suatu pereaksi digunakan untuk mengidentifikasi protein yang mengandung


gugus fenil (cincin benzena). Jika suatu bahan pangan mengandung protein
dengan gugus fenil dipanaskan dengan asam nitrat pekat, maka akan
memberikan hasil positif berupa terbentuknya endapan berwarna kuning yang
akan berubah menjadi jingga pada suasana basa (dengan penambahan
NaOH).
Nama pereaksi tersebut adalah....
A. Xanthoproteat
B. Biuret
C. Millon
D. Ninhidrin

8. Lemak dan minyak adalah suatu ester alam yang berasal dari hewan dan
tanaman. Pernyataan yang benar tentang sifat lemak atau minyak adalah....
A. minyak mengandung asam lemak jenuh
B. minyak mengandung asam lemak tak jenuh
C. lemak pada suhu kamar berwujud cair
D. minyak banyak diambil dari hewan

45
KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 MAKROMOLEKUL (KARBOHIDRAT, PROTEIN, DAN LEMAK)
KELOMPOK KOMPETENSI I
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud

9. Lemak dan minyak merupakan suatu ester karena dibentuk melalui reaksi
esterifikasi antara alkohol (gliserol) dan asam karboksilat (asam lemak). Jika
gliserol direaksikan dengan asam stearat dengan persamaan sebagai berikut

Maka R1, R2 dan R3 pada lemak yang dihasilkan berturut-turut ada;ah....


A. C17H35, C17H33 dan C17 H31
B. C17H35, C17H35 dan C17 H31
C. C17H35, C17H33 dan C17 H33
D. C17H35, C17H35 dan C17 H35

10. Bahan pembuatan minyak goreng umumnya dari minyak kelapa sawit.
Beberapa alasan minyak goreng dari kelapa sawit baik untuk kesehatan,
kecuali....
A. mengandung β-karoten yang merupakan sumber penting pembentukan
vitamin A
B. minyak sawit tidak mudah menjadi tengik
C. banyak mengandung asam lemak tidak jenuh
D. mencegah pembekuan darah

E.2. Tugas Pengembangan Soal


Setelah Anda menjawab soal-soal di atas, buatlah soal-soal kategori HOTS untuk
topik Karbohidrat, Protein, dan Lemak mengacu pada kisi-kisi UN/USBN 2017.
Jumlah soal minimal 5 (lima) soal pilihan Ganda dan 2 (dua) soal uraian bervariasi
untuk level kognitif Pengetahuan dan Pemahaman, Aplikasi dan Penalaran.
Gunakan modul pedagogik KK G yang berjudul Pengembangan Instrumen
Penilaian, Pedoman Penilaian SMA yang berlaku, serta buku pelajaran kimia.
Kerjakanlah pada kegiatan ON sesuai format yang ditetapkan. Lakukan telaah soal

46
KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 MAKROMOLEKUL (KARBOHIDRAT, PROTEIN, DAN LEMAK)
KELOMPOK KOMPETENSI I
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA

menggunakan instrumen telaah soal HOTS, perbaiki soal berdasarkan hasil


telaah. Dokumentasikan hasil pekerjaan Anda sebagai bahan portofolio dan
bahan laporan pada IN-2.

F. Rangkuman

1. Karbohidrat berperan sebagai sumber energi yang utama dan sebagai


komponen penyusun dinding sel tumbuhan.
2. Karbohidrat sederhana dinamakan monosakarida. Gabungan monosakarida
yang saling berikatan melalui ikatan glikosida membentuk karbohidrat
kompleks yang disebut polisakarida, seperti selulosa dan amilum (zat pati).
3. Beberapa pereaksi yang digunakan untuk mengidentifikasi karbohidrat, di
antaranya uji Molish, uji iodin, uji gula pereduksi (uji Fehling, uji Benedict, uji
Tollens), serta Uji Seliwanoff.
4. Protein merupakan polimer alam dengan unit penyusun (monomer) berupa
asam amino yang terikat melalui ikatan peptida.
5. Protein memiliki empat tingkatan struktur, yaitu struktur primer, sekunder,
tersier, dan kuarterner.
6. Pembangun protein adalah asam amino, yang dapat dikelompokkan ke dalam
kelompok polar dan nonpolar, bergantung pada rantai samping (gugus R).
7. Menurut fungsinya, protein berperan di antaranya sebagai struktural, transpor,
regulator, antibodi, dan sebagainya.
8. Lemak dan minyak merupakan suatu trigliserida, yaitu triester gliserol dan
asam lemak rantai panjang.
9. Identifikasi lemak dapat ditentukan menggunakan Lemak tak jenuh diperlukan
oleh tubuh untuk menjaga kesehatan, sedangkan lemak jenuh perlu dihindari
sebab dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam darah yang berpotensi
penyakit jantung.
10. metode kuantitatif, seperti bilangan asam, bilangan ester, bilangan
penyabunan, dan bilangan iodin.

47
KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 MAKROMOLEKUL (KARBOHIDRAT, PROTEIN, DAN LEMAK)
KELOMPOK KOMPETENSI I
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud

G. Umpan Balik dan Tindak Lanjut

Setelah menyelesaikan tes formatif ini, Anda dapat memperkirakan tingkat


keberhasilan Anda dengan melihat kunci/rambu-rambu jawaban yang terdapat
pada bagian akhir modul ini. Jika Anda memperkirakan bahwa pencapaian Anda
sudah melebihi 80%, silakan Anda terus mempelajari Kegiatan Belajar berikutnya,
namun jika Anda menganggap pencapaian Anda masih kurang dari 80%,
sebaiknya Anda ulangi kembali kegiatan belajar ini dengan kerjakeras, disiplin
dan tanggung jawab.

48
KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 MAKROMOLEKUL (KARBOHIDRAT, PROTEIN, DAN LEMAK)
KELOMPOK KOMPETENSI I
KEGIATAN PEMBELAJARAN 2
KIMIA KOSMETIK DAN OBAT

Indonesia memiliki potensi industri kosmetik yang kuat, mempunyai pasar


domestik yang besar dan menjadi produsen kosmetik untuk diekspor, sumber daya
manusia yang mumpuni dan ketersediaan bahan-bahan herbal sebagai material
bahan baku (Kompas, 2016 dalam Musyawarah Nasional II Perhimpunan
Perusahaan dan Asosiasi Kosmetik Indonesia/PPA Kosmetik). Dengan demikian,
sudah seharusnya kita sebagai warga negara Indonesia cinta tanah air dengan
bangga terhadap produk Indonesia. Selain menggunakan produk dalam negeri,
sebaiknya sebagai guru yang selalu belajar sepanjang hayat dan memiliki rasa
ingin tahu untuk mencari tahu bahan penyusun produk kosmetik, fungsi bahan
kimia kosmetik, kerugian dan manfaat bahan bahan kosmetik dan bagaimana
menggunakan produk kosmetik dengan bijak. Hal ini juga sangat baik
diinformasikan kepada peserta didik agar pengetahuannya terus berkembang.
Begitu pula dengan produk obat, yang mengandung bahan-bahan kimia yang perlu
diketahui penggunaannya secara bijak, serta apa saja kandungan bahan kimia di
dalam obat tersebut. Mengapa hal ini dianggap penting?

Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia Tahun
2011 mengenai Persyaratan Teknis Bahan Kimia Kosmetik menyatakan bahwa
bahan kosmetik harus memenuhi persyaratan mutu sebagaimana tercantum
dalam Kodeks Kosmetik Indonesia atau standar lain yang diakui atau sesuai
ketentuan peraturan perundang-undangan. Ilmu kimia banyak diterapkan dalam
pembuatan kosmetik. Pada produk kosmetik terdapat kandungan bahan-bahan
kimia yang dapat berpengaruh pada kualitas kosmetik tersebut, tetapi kosmetik tak
luput dari bahan-bahan kimia yang dapat berpengaruh baik atau buruk terhadap
seseorang.

Selain kimia kosmetik, bahan-bahan kimia juga terkandung dalam obat-obatan.


WHO (Worlds Health Organization), Undang-Undang Farmasi dan Direktorat
Jenderal Pengawas Obat dan Makanan (Ditjen POM) Kementerian Kesehatan

KEGIATAN PEMBELAJARAN 2 KIMIA KOSMETIK DAN OBAT


49
KELOMPOK KOMPETENSI I
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud

Republik Indonesia (Kemenkes RI) mengelompokkan obat/bahan kimia obat yang


beredar secara legal untuk keperluan medis di Indonesia berdasarkan daftar dan
simbol-simbol farmasi. Misalnya, simbol R menunjukkan bahwa obat yang
bersangkutan telah teregistrasi di kementrian perdagangan, simbol bulatan
dengan warna tertentu (hijau, biru, merah dengan huruf K didalamnya serta tanda
positif merah dalam lingkaran merah) menunjukkan tingkat keamanan obat, simbol
berupa tanda peringatan menunjukkan bahwa obat yang bersangkutan bisa dibeli
bebas tanpa menggunakan resep dokter tetapi di dalam penggunaannya harus
memperhatikan tanda peringatan yang dicantumkan. Oleh karena itu, distribusi
dan edaran obat-obatan harus berada dalam pengawasan dan diatur Undang–
Undang. Anda sebagai pendidik tentu harus mengenal bahan kimia dalam
kosmetik maupun dalam obat yang biasa digunakan sehari-hari agar dapat
membekali pengetahuan tambahan tentang penerapan ilmu kimia dalam
kehidupan sehari-hari dan mengajak peserta didiknya bekerjasama dalam
menggunakan produk kosmetik dengan bijak. Di dalam Permendiknas nomor 16
tahun 2017, memahami kimia obat dan kosmetik ini merupakan kompetensi
profesional guru kimia “Kreatif dan inovatif dalam penerapan dan pengembangan
bidang ilmu yang terkait dengan mata pelajaran kimia”.

A. Tujuan

Setelah mempelajari materi dengan kerja keras, kreatif, kerjasama dan


tanggungjawab diharapkan peserta dapat memahami penerapan konsep dan
hukum-hukum kimia dalam bidang kosmetik dan obat.

B. Indikator Pencapaian Kompetensi

Indikator yang diharapkan dapat dicapai adalah:


1. mengidentifikasi bahan-bahan kimia yang terdapat dalam kosmetik
2. menjelaskan penggolongan kimia kosmetik
3. menjelaskan manfaat dan efek samping penggunaan kosmetik
4. mengelompokkan obat/bahan kimia obat untuk keperluan medis berdasarkan
kategori obat

50
KEGIATAN PEMBELAJARAN 2 KIMIA KOSMETIK DAN OBAT
KELOMPOK KOMPETENSI I
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA

5. menghitung dosis obat yang biasa digunakan sehari-hari


6. menjelaskan penggunaan obat-obatan dengan cara bijaksana dan
tanggungjawab

C. Uraian Materi

Berikut ini uraian tentang kimia kosmetik dan kimia dalam obat-obatan. Silakan
Anda pelajari sampai tuntas dengan cermat
1. Kimia Kosmetik

Kosmetik sebenarnya telah lazim dikenal dan digunakan sejak jaman peradaban
kuno sebagai warisan budaya. Berawal dari penggunaan ramuan tradisional dari
bahan alami, seperti yang digunakan untuk masker, lulur, bedak bahkan pewarna
bibir hingga kosmetik modern. Sekarang, penggunaan kosmetik sudah merambah
ke seluruh dunia, digunakan baik oleh perempuan, laki-laki, tua, maupun muda.
Kemasan dan sediaan kosmetik dibuat dalam berbagai bentuk yang menarik, kita
dengan mudah dapat memperoleh kosmetik sesuai keperluan dari harga yang
murah sampai yang mahal. Namun, tidak semua orang mengetahui bahan kimia
apa saja yang terkandung dalam kosmetik yang digunakannya, manfaat dan
bahaya apa yang potensi dimiliki oleh bahan kimia yang dikandung kosmetik
tersebut.
Pada awalnya kosmetik digunakan hanya dalam upacara atau ritual kuno, tetapi
juga seiring perkembangan jaman digunakan sebagai salah satu cara dalam
mempercantik penampilan. Orang Mesir kuno menggunakan parfum dan minyak
yang dioleskan pada tubuh mereka sejak tahun 4000 SM. Mereka menggunakan
kosmetik untuk keperluan menghiasi tubuh (dekorasi) untuk melindungi kulit dari
sengatan sinar matahari dan untuk alasan-alasan keagamaan. Orang Romawi,
Mesir, dan Yunani membuat kosmetik dari tumbuhan dan beberapa mineral untuk
merias wajah, mata, dan mewarnai rambut.

Pada abad ke-19, pemakaian kosmetik mulai mendapat perhatian, yaitu untuk
kecantikan dan kesehatan hingga saat ini dan masa yang akan datang, ilmu
kosmetik (kosmetologi) semakin berkembang bahkan sudah ke arah teknologi
kosmetik. Sebelum mempergunakan kosmetik, sangatlah penting untuk
mengetahui lebih dulu apa yang dimaksud dengan kosmetik, kandungan bahan,

51
KEGIATAN PEMBELAJARAN 2 KIMIA KOSMETIK DAN OBAT
KELOMPOK KOMPETENSI I
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud

manfaat dan pemakaian yang benar (Djajadisastra, 2005). Beberapa hal yang
perlu dilakukan sebelum menggunakan produk kosmetik, Anda sebaiknya dapat
secara profesional mempelajari kimia kosmetik yang biasa ditemukan dalam
kehidupan sehari-hari, melalui identifikasi bahan-bahan kimia yang terdapat dalam
kosmetik, penggolongan kimia kosmetik, manfaat dan efek samping penggunaan
kosmetik, dan penggolongan obat/bahan kimia obat untuk keperluan medis secara
legal yang beredar di pasaran berdasarkan simbol-simbol farmasi yang ditetapkan
WHO serta Kementerian Kesehatan c.q. Ditjen POM RI.

a. Pengertian Kosmetik

Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia Tahun
2011 mengenai Persyaratan Teknis Bahan Kimia Kosmetik, Pasal 1 menyatakan:
Kosmetik adalah bahan atau sediaan yang dimaksudkan untuk digunakan pada
bagian luar tubuh manusia (epidermis, rambut, kuku, bibir dan organ genital bagian
luar) atau gigi dan membran mukosa mulut terutama untuk membersihkan,
mewangikan, mengubah penampilan dan/atau memperbaiki bau badan atau
melindungi atau memelihara tubuh pada kondisi baik. Sedangkan bahan kosmetik
adalah bahan atau campuran bahan yang berasal dari alam dan/atau sintetik yang
merupakan komponen kosmetik termasuk bahan pewarna, bahan pengawet dan
tabir surya.
Jika kosmetik yang kita gunakan ternyata justru menimbulkan masalah pada kulit
atau wajah kita, apa yang harus kita lakukan? Untuk mengantisipasi terjadinya
kerusakan pada kulit, sebaiknya kita lebih berhati-hati dan teliti dalam memilih
kosmetik, jangan melihat merek dan harganya, tetapi yang paling penting adalah
mengenal bahan-bahan dasar yang terkandung di dalamnya. Tidak semua bahan
dasar kosmetik selalu berguna bagi kulit kita. Banyak yang justru merugikan
bahkan menimbulkan gangguan atau efek samping yang tidak diinginkan. Oleh
karena itu, sangat penting bagi Anda memerlukan pengetahuan tentang bahan-
bahan yang digunakan dalam kosmetik.

b. Penggolongan Kosmetik

Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan RI, kosmetik dapat digolongkan


menjadi beberapa kelompok. Penggolongan kosmetik berdasarkan sifat dan cara

52
KEGIATAN PEMBELAJARAN 2 KIMIA KOSMETIK DAN OBAT
KELOMPOK KOMPETENSI I
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA

pembuatan adalah kelompok tradisional dan non tradisional. Pengelompokkan ini


didasarkan pada bahan yang digunakan untuk membuat sediaan kosmetik
tersebut. Kosmetik tradisional umumnya menggunakan bahan kimia dari alam
yang berasal dari tumbuhan, sebagai contoh kosmetik untuk menghaluskan kulit
dibuat dari bahan beras dan kunyit, atau buah-buahan (contohnya: alpukat dan
pisang). Kosmetik untuk rambut dibuat dari bahan merang atau mengkudu yang
digunakan sebagai shampo. Kosmetik non tradisional, bahan-bahan kimia yang
digunakannya umumnya dari mineral atau bahan kimia hasil olahan pabrik.
Penggolongan lainnya berdasarkan kegunaan bagi kulit, yaitu:
1) Kosmetik Perawatan Kulit
a) Kosmetik untuk membersihkan kulit (cleanser): sabun, cleansing cream,
cleansing milk, dan penyegar kulit (freshener).
b) Kosmetik untuk melembabkan kulit (moisturizer), misalnya moisturizer
cream, night cream, anti wrinkle cream.
c) Kosmetik pelindung kulit, misalnya sunscreen cream dan sunscreen
foundation, sun block cream/lotion.
d) Kosmetik untuk menipiskan atau mengamplas kulit (peeling), misalnya
scrub cream yang berisi butiran-butiran halus yang berfungsi sebagai
pengamplas.
2) Kosmetik Riasan
Pada kosmetik riasan, peran zat warna dan pewangi sangat besar. Kosmetik
dekoratif terbagi menjadi dua golongan, yaitu: a. Kosmetik dekoratif yang hanya
menimbulkan efek pada permukaan dan pemakaian sebentar, misalnya lipstik,
bedak, pemerah pipi, eye-shadow, dan lain-lain. b. Kosmetik dekoratif yang
efeknya mendalam dan biasanya dalam waktu lama baru luntur, misalnya
kosmetik pemutih kulit, cat rambut, pengeriting rambut, dan lain-lain.
(Tranggono, 2007: 8)
3) Berdasarkan bahan dan penggunaannya, produk kosmetik dibagi menjadi dua
golongan:
a) Kosmetik golongan I adalah: a. Kosmetik yang digunakan untuk bayi. b.
Kosmetik yang digunakan di sekitar mata, rongga mulut. c. Kosmetik yang
mengandung bahan dengan persyaratan kadar dan penandaan. d.
Kosmetik yang mengandung bahan dan fungsinya belum lazim dan serta
belum diketahui keamanan dan kemanfaatannya.

53
KEGIATAN PEMBELAJARAN 2 KIMIA KOSMETIK DAN OBAT
KELOMPOK KOMPETENSI I
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud

b) Kosmetik golongan II adalah kosmetik yang tidak termasuk ke dalam


golongan I.

c. Bahan Kosmetik

Jenis-jenis sediaan kosmetik dapat berupa: serbuk, larutan, suspensi, emulsi,


salep, pasta, cream, dan stick. Sediaan kosmetik secara umum terdiri atas 95%
bahan dasar dan 5 % bahan aktif, bahkan banyak sediaan kosmetik yang tidak
mengandung bahan aktif sehingga sifat dan efek sediaan kosmetik terutama
ditentukan oleh bahan dasarnya. Bahan dasar sediaan kosmetik yang paling
banyak digunakan adalah lemak/minyak, air, dan alkohol. Kegunaan bahan dasar
tersebut adalah sebagai berikut.

1) Lemak
Lemak sebagai bahan dasar kosmetik mempunyai efek dan keuntungan
tertentu pada kulit. Efek penggunaan lemak pada kulit di antaranya sebagai
berikut.
a) lemak hewan dan lemak tumbuh-tumbuhan mudah diabsorsi oleh kulit,
b) mempunyai sifat pembasah terhadap lapisan tanduk kulit, sehingga
berguna untuk menjaga dan memelihara elastisitas kulit dan menyebabkan
kulit menjadi lembut dan halus,
c) dapat membentuk lapisan tipis di permukaan kulit yang berfungsi sebagai
pelindung untuk menghalangi penguapan air sehingga mencegah
kekeringan pada kulit,
d) dapat melarutkan kotoran yang larut dalam lemak, seperti sisa riasan
wajah,
Lemak hewan dan tumbuhan mengandung sejumlah bahan aktif seperti
vitamin, hormon, dan lecitin.

2) Air
Air sebagai bahan dasar banyak digunakan dalam sediaan kosmetik jenis
pembersih, karena air mudah berhubungan dengan semua bagian tubuh,
namun air tidak mempunyai daya membasahkan kulit yang sempurna seperti
lemak. Air yang digunakan dalam sediaan kosmetik adalah aqua destilata (air
suling). Untuk mendapatkan efek pembersih yang sempurna ke dalam bahan
dasar air perlu ditambahkan bahan dasar lainnya, seperti alkohol (untuk

54
KEGIATAN PEMBELAJARAN 2 KIMIA KOSMETIK DAN OBAT
KELOMPOK KOMPETENSI I
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA

sediaan penyegar 20-40% alkohol), minyak (untuk sediaan pembersih), dan


surfaktan (pada sediaan sabun dan deterjen).

3) Alkohol
Penggunaan bahan dasar organik seperti alkohol, aseton, eter, klorofom
dengan kadar yang tinggi tidak diperbolehkan karena efek iritasinya pada kulit.
Namun alkohol paling banyak digunakan dalam sediaan kosmetik dengan
kandungan 20-40% terutama pada sediaan pembersih. Kegunaan atau efek
pemakaian alkohol pada sediaan pembersih bertujuan sebagai berikut:
a) dapat meninggikan permeabilitas kulit terhadap air,
b) mengurangi tegangan permukaaan kulit sehingga pembasahan oleh air
akan lebih baik,
c) membantu melarutkan kotoran berlemak,
d) bersifat sebagai astringent dan desinfektan.

d. Bahan aktif Kosmetik

Bahan aktif kosmetik dapat efektif jika mempunyai sifat-sifat sebagai berikut

1) dapat diabsorpsi oleh kulit, sekurang-kurangnya sebagian dari bahan aktif


tersebut,
2) tidak mudah teroksidasi,
3) mempunyai khasiat untuk kulit.
Terdapat beberapa istilah yang menjelaskan keaktifan bahan kandungan
kosmetik, istilah-istilah yang sering ditulis dalam kemasan kosmetik, di antaranya
sebagai berikut.

1) Antioksidan
Antioksidan sangat sering dijumpai dalam kemasan kosmetik, istilah ini
menjelaskan bahan kimia yang memiliki sifat anti oksidasi (tidak mudah
bereaksi dengan oksigen atau zat lain), zat atau bahan yang memiliki sifat ini
dapat memerangi radikal bebas, seperti bahan kimia yang dikeluarkan oleh
asap rokok dan mencegah kerusakan pada kulit.

55
KEGIATAN PEMBELAJARAN 2 KIMIA KOSMETIK DAN OBAT
KELOMPOK KOMPETENSI I
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud

2) Binding Agent:
Binding agent (zat pengikat) menjelaskan zat atau bahan yang memiki fungsi
untuk mengikat bahan-bahan lain dalam produk kosmetik dan mencegah
pemisahan dengan air dan komponen lemak.

3) Emollients
Emollients merupakan sifat bahan kimia yang berfungsi untuk melicinkan dan
menghaluskan kulit.
4) Emulsion/emulsi
Emulsi merupakan bahan kimia dalam kosmetik berupa campuran antara
minyak dan air sehingga menjadi suatu campuran tunggal.
5) Humectants
Humectants menjelaskan sifat bahan kimia yang dapat menarik air.
6) Lubricants
Lubricants menjelaskan sifat bahan kimia dalam produk kosmetik yang
membuat kulit menjadi halus dan mengurangi gesekan
7) Preservatives
Preservatives menjelaskan sifat bahan kimia dalam kosmetik yang dapat
membunuh bakteri atau jamur
8) Surfactants
Surfactant menjelaskan sifat bahan kimia yang dapat memudahkan bahan
kimia dalam kosmetik menyebar dalam kulit

Bahan-bahan aktif lainnya yang biasanya ditambahkan ke dalam sediaan kosmetik


antara lain adalah: vitamin, hormon, dan ekstrak tumbuhan-tumbuhan. Berikut ini
adalah bahan aktif yang sering digunakan.

1) Vitamin
Vitamin yang sering ditambahkan ke dalam sediaan kosmetik adalah vitamin A, C,
dan E. Penambahan vitamin A ke dalam sediaan kosmetik berguna untuk kulit
dalam mempertahankan pertumbuhan sel epitel secara normal. Penambahan
vitamin A ini dibenarkan karena: (1) larut dalam lemak dan mudah diabsorpsi oleh
kulit) dan (2) mempunyai efek lokal yang baik, yaitu melicinkan dan melunakkan
kulit. Namun penambahan vitamin A ini ke dalam sediaan kosmetik agak sulit

56
KEGIATAN PEMBELAJARAN 2 KIMIA KOSMETIK DAN OBAT
KELOMPOK KOMPETENSI I
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA

karena vitamin A mudah teroksidasi sehingga sediaan kosmetik harus disimpan di


tempat yang terlindung dari cahaya matahari.

Vitamin C, sering ditambahkan ke dalam sediaan kosmetik, karena vitamin ini


berfungsi pada pembentukan kolagen dan proses pigmentasi. Vitamin C mudah
diabsorpsi oleh kulit namun ada kerugiannya karena vitamin C ini mudah
teroksidasi. Vitamin lain yang sering ditambahkan ke dalam sediaan kosmetik
adalah vitamin E. Vitamin ini berguna untuk regenerasi sel-sel epitel kulit dan
digunakan sebagai bahan antioksidan. Dalam kemasan kosmetik, vitamin sering
ditulis dalam berbagai nama merk dagang, misalnya vitamin B6 ditulis dengan
nama pyridoxine hydrochloride.

(1) vitamin C (2) vitamin B6 (3) vitamin E

Gambar 2. 1. Produk berdasarkan penggolongan kosmetika

2) Hormon
Hormon ditambahan ke dalam sediaan kosmetik untuk tujuan memperlambat
proses penuaan kulit, menghilangkan kerutan, dan mencegah kekeringan pada
kulit sehingga didapat kulit wajah yang lebih muda. Hormon-hormon yang sering
ditambahkan ke dalam sediaan kosmetik adalah hormon estrogen. Hormon ini
mempunyai efek antara lain:

a) meningkatkan elastisitas kulit,


b) meningkatkan peredaran darah pada kulit,
c) menyebabkan turgor kulit bertambah.
Efek tersebut menyebabkan penampakan kulit lebih muda. Bahan–bahan aktif
yang sering ditambahkan ke dalam sediaan kosmetik untuk pengobatan antara
lain sebagai berikut.

57
KEGIATAN PEMBELAJARAN 2 KIMIA KOSMETIK DAN OBAT
KELOMPOK KOMPETENSI I
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud

a) Sulfur dan selenium digunakan pada sediaan kosmetik rambut, misalnya


shampo anti ketombe. Bahan ini mempunyai efek sebagai oksidator dan
reduktor.
b) Asam formiat, bahan ini ditambahkan ke dalam sediaan kosmetik untuk kulit
rambut yang berfungsi untuk meningkatkan sirkulasi dan metabolisme pada
kulit dalam merangsang pertumbuhan rambut.
c) Fenol dan resorsinol ditambahkan ke dalam sediaan kosmetik rambut yang
berfungsi sebagai keratolitik, desinfektan, dan stimulan.
d) Tribromo salicyl anilida (TBA) dan bithional sering ditambahkan ke dalam
sediaan kosmetik sabun yang berfungsi sebagai zat anti bakteri.

e. Jenis-jenis Sediaan Kosmetik

Sediaan kosmetik dapat dibedakan dalam beberapa jenis. Berdasarkan wujudnya


sediaan kosmetik dibedakan ke dalam 8 jenis. Jenis-jenis sediaan kosmetik adalah
sebagai berikut.
1) Bubuk (powder)
Sediaan kosmetik dalam wujud padat berbentuk bubuk yang paling dikenal
adalah bedak untuk wajah dan bedak untuk tubuh.
2) Larutan
Larutan sering dikenal dengan istilah solution (campuran homogen). Larutan
(solution) adalah campuran homogen dari dua atau lebih zat terlarut dalam
pelarutnya. Adapun wujud zat yang dilarutkan dapat berupa padatan,
contohnya asam borat dilarutkan dalam air (yang dikenal dengan nama
boorwater); bentuk cairan, contohnya gliserin yang dapat dilarutkan dalam air
mawar (untuk bahan lotion); bahan dalam bentuk gas, contohnya amoniak
yang dilarutkan dalam air. Beberapa contoh sediaan kosmetik dalam bentuk
larutan adalah pembersih wajah, hair tonic dan cologne.
3) Suspensi
Suspensi berupa zat padat yang dilarutkannya masih tampak terlihat. Bahan
padat tersebut dapat dilarutkan dan tercampur homogen dalam pelarutnya,
jika ditambahkan suspending agent, sebagai contoh suspending agent adalah
methyl cellulose. Contoh bahan kosmetik dalam bentuk suspensi adalah acne
lotion (obat jerawat).

58
KEGIATAN PEMBELAJARAN 2 KIMIA KOSMETIK DAN OBAT
KELOMPOK KOMPETENSI I
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA

4) Emulsi
Emulsi adalah campuran zat lemak atau minyak dalam air dengan bantuan
suatu emulgator. Contoh emulgator yang dapat digunakan dalam kosmetik
adalah gelatin dan gom arab. Gom Arab adalah salah satu produk getah
(resin) yang dihasilkan dari penyadapan getah pada batang tumbuhan legum
(polong-polongan) dengan nama sama (nama ilmiah Acacia senegal atau
Acacia seyal). Nama "gom arab" (dari "gum arabic") secara harfiah berarti
"getah arab" banyak dipakai dalam industri makanan dan kimia lainnya. Ia
digunakan sebagai campuran minuman untuk mengurangi tekanan
permukaan (surface tension) air dan stabilizer. Nomor kode E tumbuhan ini
adalah E-414. i adalah lotion pembersih wajah, body lotion, dan cream wajah.

5) Pasta
Pasta adalah sediaan berupa masa lembek yang diperuntukkan untuk tubuh
bagian luar. Pasta mengandung bahan padat lebih besar dari 50%, dan lebih
padat dari salep. Sebagai bahan pengikat digunakan gom arab.

6) Krim
Krim adalah sediaan setengah padat, berupa emulsi mengandung air tidak
kurang dari 60% dan diperuntukkan untuk pemakaian luar.

7) Salep
Sediaan setengah padat yang mudah dioleskan dan digunakan sebagai
pemakaian tubuh bagian luar
8) Stick
Stick adalah sediaan kosmetik serupa salep tetapi lebih padat dan biasanya
tidak mengandung air.

59
KEGIATAN PEMBELAJARAN 2 KIMIA KOSMETIK DAN OBAT
KELOMPOK KOMPETENSI I
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud

1. Bubuk (powder) 2. Larutan

3. Suspensi 4. Emulsi

5. Pasta 6. Krim

7. Salep 8. Stick

Gambar 2. 2. Berbagai Bentuk Sediaan Kosmetik

60
KEGIATAN PEMBELAJARAN 2 KIMIA KOSMETIK DAN OBAT
KELOMPOK KOMPETENSI I
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA

f. Kandungan Bahan Kimia dalam Kosmetik

1) Kosmetik Tata Rias


Kosmetik tata rias meliputi tata rias wajah dan tata rias rambut. Kosmetik tata rias
wajah yang paling umum terdiri atas pembersih kulit, penyegar, pelembab, alas
bedak, bedak, lipstick, pensil alis, pemerah pipi, pemulas mata (eye shadow) dan
maskara. Bahan kimia yang terkandung dari beberapa kosmetik tersebut adalah
sebagai berikut.
a) Pembersih wajah
Secara umum komposisi krim pembersih wajah dan kulit adalah sebagai berikut.

Tabel 2. 1. Bahan Dasar Pembersih Wajah

Kandungan Bahan Kimia %

Air 20 % - 50 %

Minyak mineral 30 % - 60 %

Beeswax 12 % - 15 %

( Sumber: Moore, (2003:280))

Fungsi kandungan bahan kimia pembersih wajah dalam salah satu produk
pembersih wajah adalah sebagai berikut.

Tabel 2. 2. Fungsi dari Kandungan Bahan Kimia dalam Pembersih Wajah

Kandungan bahan Fungsi


Kimia
Minyak mineral Sebagai pelembab
Asam stearat (Stearic Ac) Emolien (menghaluskan dan melicinkan)
Cethyl Alc
Metyl paraben Bahan preservatif (mencegah kontaminasi bakteri dan
mikroorganisme lain dalam produk kosmetik)
Propyl paraben Bahan preservatif (mencegah kontaminasi bakteri dan
mikroorganisme lain dalam produk kosmetik
BHT Butylated hydroxytoluene, suatu bahan yang bersifat
antioksidan.
Bronopol Nama teknis dari folmaldehid, berfungsi sebagai
Bahan preservatif (mencegah kontaminasi bakteri dan
mikroorganisme lain dalam produk kosmetik)

61
KEGIATAN PEMBELAJARAN 2 KIMIA KOSMETIK DAN OBAT
KELOMPOK KOMPETENSI I
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud

Kandungan bahan Fungsi


Kimia
Cl 19140 Merk dagang pewarna, berfungsi memberi warna
Parfum pewangi
Aqua pelarut

b) Penyegar
Kandungan bahan kimia penyegar umumnya adalah alkohol (20-40%) dan air.
Selain alkohol dan air, beberapa penyegar mengandung butylene glikol, asam
sitrat, dan natrium sitrat.

Tabel 2. 3. Fungsi Kandungan bahan Kimia dalam Penyegar

Kandungan bahan Fungsi


Kimia
Butylene glycol Pelembab dan penstabil produk dari pengaruh suhu luar.
Asam sitrat Mencegah produk kosmetik agar tidak terlalu basa
Natrium sitrat Mencegah produk kosmetik agar tidak terlalu basa

c) Bedak
Bedak terdapat dalam sediaan bubuk atau padat. Bedak merupakan campuran
homogen dari beberapa macam serbuk yang tidak larut dalam air. Bedak yang
baik mempunyai sifat berikut.
(1) mempunyai daya pelicin yang baik, bahan kimia yang digunakan untuk
memberikan sifat ini adalah talk (talcum venetum atau zink stearat),
(2) mempunyai daya penutup (covering power) yang baik (dapat menutupi
cacat-cacat ringan pada kulit. Bahan kimia yang digunakan untuk tujuan
ini adalah seng oksida, kaolin, dan titanium oksida,
(3) mempunyai daya pelekat (adhesive power). Bahan kimia yang digunakan
untuk keperluan ini adalah zink stearat dan magnesium stearat.
(4) mempunyai daya absorpsi yang baik untuk mendistribusikan warna dan
menyerap pengeluaran keringat dan lemak. Bahan kimia yang digunakan
untuk keperluan ini misalnya kalsium karbonat atau talk.

62
KEGIATAN PEMBELAJARAN 2 KIMIA KOSMETIK DAN OBAT
KELOMPOK KOMPETENSI I
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA

Pada tabel berikut ini terlihat kandungan bahan kimia bedak berbentuk serbuk

Tabel 2. 4. Kandungan Bahan Kimia Bedak

Kandungan bahan Fungsi Persentase


Kimia
Talk Pelicin dan absorbent 60 – 70 %
Seng oksida Astringent, antiseptik, anti iritasi, 10 – 15 %
dapat menahan sinar ultra violet
Kaolin Absorbent 10 – 15 %
Magnesium dan seng Pemberi tekstur 5 – 15 %
stearat
Cethyl alcohol Binder (pengikat) 1%
Minyak mineral Emollient/pelembut 2%
Lanolin, parfum, Pelunak, pemberi bau harum, 2%
pewarna dan pewarna
(Sumber: Moore, 2003: 280)

d) Pemulas mata (eye Shadow)


Pemulas mata atau eye shadow umumnya mengandung emolient, lanolin,
beeswax, dan zat pewarna dengan komposisi secara umum adalah sebagai
berikut.

Tabel 2. 5. Kandungan Bahan Dasar Pemulas Mata

Kandungan Bahan Kimia %


Petroleum jelly 55 - 60 %
Lemak dan waxes 5 - 15 %
Lanolin 5 - 10 %
Seng Oksida 15 - 25 %
Zat pewarna 1- 5%

Zat pewarna yang sering digunakan antara lain adalah sebagai berikut:
Warna hitam : karbon hitam, batu bara hitam, besi oksida hitam
Warna biru : ultra marine blue atau prussia blue
Warna hijau : kromium oksida
Warna coklat : besi oksida
Warna merah : carmine NF

63
KEGIATAN PEMBELAJARAN 2 KIMIA KOSMETIK DAN OBAT
KELOMPOK KOMPETENSI I
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud

Untuk memberikan warna yang lebih muda atau terang ditambahkan titanium
oksida atau seng oksida.

e) Lipstik
Lipstik digunakan untuk melindungi bibir dari kekeringan. Pada umumnya lipstik
mengandung wax dan minyak. Warna merah tua liptiks berasal dari zat warna
carmine, yang merupakan hasil ekstraksi dari cochineal (sejenis binatang laut),
untuk memberikan warna merah muda ditambahkan seng oksida. Untuk
memberikan pelembab pada bibir ditambahkan lanolin.

2) Kosmetik Perawatan
Kosmetik perawatan dapat berupa kosmetik untuk kulit, rambut, kuku, atau mulut
(oral cosmetics). Beberapa sediaan kosmetik perawatan antara lain:
a) Sunscreen (krim pelindung sinar matahari)
Krim pelindung sinar matahari atau dikenal dengan suncreen digunakan pada
kulit wajah, leher, atau lengan atau tubuh kita untuk melindungi dari sengatan
atau radiasi sinar ultra violet. Kulit yang tanpa dilindungi akan mudah
menghasilkan melanin, pigmen coklat kehitaman. Banyak kaum wanita tidak
menginginkan wajahnya berflek hitam, sehingga sebelum menggunakan bedak
sering kulit wajah diolesi dengan suncreen yang mengandung Sun Protection
Factor (SPF). Bahan kimia yang dikandung dalam sediaan kosmetik suncreen
ini di antaranya PABA (p-aminobenzoic acid) .

b) Krim Pencegah Keriput


Komposisi dasar bahan kimia yang dikandung dalam sediaan kosmetik krim
pencegah keriput ini dapat dilihat pada tabel berikut ini.
Tabel 2. 6. Kandungan Bahan Dasar Krim Pencegah Keriput

Kandungan Bahan Kimia Persentase


Air 70 %

Gliserin 10 %

Asam stearat/natrium stearat 20 %


Lanolin atau wax 5 – 15 %

Borax 1%

(Sumber: Moore, 2003:279)

64
KEGIATAN PEMBELAJARAN 2 KIMIA KOSMETIK DAN OBAT
KELOMPOK KOMPETENSI I
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA

c) Shampo
Shampo adalah suatu preparat surfaktan (bahan pengaktif permukaan)
dalam bentuk cair, padat, atau bubuk yang bila digunakan dalam kondisi
khusus akan membersihkan lemak, kotoran dari kulit kepala dan rambut.
Shampo yang baik tidak mengiritasi kulit kepala dan tidak membuat rambut
rusak atau rontok serta tidak terlalu banyak menghilangkan minyak dari kulit
kepala.

d) Pasta Gigi

Pasta gigi diproduksi dengan berbagai kemasan dan berbagai rasa serta
warna. Walaupun kelihatan berbeda-beda, pasta gigi terbuat dari bahan
dasar primer surfaktan (detergent) dan zat yang bersifat abrasive
(membersihkan). Zat abrasive ini membersihkan lapisan yang mengotori gigi
tanpa merusak gigi itu sendiri. Zat abrasive yang digunakan umumnya
kalsium karbonat dan titanium dioksida, serta kalsium hidrogen fosfat. Zat
lain yang ditambahkan adalah zat pewarna dan aroma.

3) Kosmetik untuk Pengobatan


Kosmetik untuk pengobatan diantaranya adalah krim penyembuh jerawat yang
berfungsi untuk mengatasi jerawat atau mengeringkan jerawat. Tonik penyubur
rambut yang mencegah kerontokan rambut dan sabun untuk pengobatan kulit
yang diberi bahan aktif belerang.

a. Bahan Kimia yang Merugikan dalam Kosmetik


Kosmetik Pemutih Kulit Mengandung hidrokoinon sebagai preparat pemutih kulit
atau peluntur pigmen kulit. Hidrokinon dapat menimbulkan dermatitis kontak dalam
bentuk bercak berwarna putih dan reaksi hiperpigmentasi. Efek samping
hidrokinon berupa iritasi kulit ringan, panas, merah, gatal. Monobenzil hidrokinon
2-4 % merupakan pemutih yang sangat kuat sehingga dapat terjadinya bintik-bintik
hitam pada kulit. Bahan kosmetik pemutih kulit lainnya mengandung merkuri
berpotensi sebagai bahan pemucat warna kulit. Daya pemutih pada kulit sangat
kuat. Karena toksisitasnya terhadap organ-organ ginjal, saraf dan sebagainya

65
KEGIATAN PEMBELAJARAN 2 KIMIA KOSMETIK DAN OBAT
KELOMPOK KOMPETENSI I
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud

sangat kuat sehingga pemakaiannya dilarang pemakaiannya dalam sediaan


kosmetik. Bahan kosmetik lainnya adalah asam retinoat merupakan asam vitamin
A yang digunakan untuk pengobatan jerawat/acne. Prinsip pengobatan akne
secara topical adalah untuk mencegah pembentukan komedo, menekan
peradangan dan mempercepat penyembuhan lesi akne. Asam vitamin A sebanyak
0,025-1% berguna sebagai bahan iritan atau pengelupas senyawa lain. Namun
asam retinoat kini tidak digunakan lagi karena dapat menimbulkan efek samping
yang tidak menguntungkan (Iswari, 2007).

Banyak kosmetik yang tidak layak beredar di pasaran saat ini karena mengandung
bahan yang tidak diizinkan digunakan di dalam kosmetik dan tidak mempunyai
nomor registrasi. Bahan tersebut antara lain merkuri, hidrokinon, dan asam
retinoat. Bahan merkuri, hidrokinon, dan asam retinoat digunakan pada kosmetik
untuk memutihkan dan menghaluskan kulit wajah. Para produsen kosmetik masih
banyak yang memakai hidrokinon karena diyakini mampu mengelupaskan bagian
kulit bagian luar. Bahan kimia itu juga menghambat pembentukan melanin yang
membuat kulit tampak hitam (Word Press, 2008). Hidrokinon, masih diyakini
menjadi bahan kimia paling efektif untuk memuluskan wajah. Tapi penggunaannya
harus atas pengawasan dokter. mengingat dampak membahayakan yang muncul
jika digunakan berkelanjutan. "Kalau di atas dua persen harus di bawah
pengawasan dokter," ternyata Pada banyak kasus, kosmetik-kosmetik ilegal
mengandung hidrokinon hingga 5%.

Berdasarkan Surat edaran Badan Pengawas Obat dan Makanan, tertanggal 26


November 2008 mengenai Kosmetik yang Mengandung Bahan Berbahaya dan Zat
Warna yang Dilarang:

Hasil Investigasi dan pengujian laboratorium Badan POM RI tahun 2007 terhadap
kosmetik yang beredar, bahan berbahaya dan zat warna yang dilarang digunkan
dalam kosmetik adalah: merkuri, asam retinoat, zat warna rhodamin (merah
K.10), dan merah K.3. Hal ini pun tertera larangannya dalam Peraturan Menteri
Kesehatan RI No. 445/MENKES/PER/ V/1998.

66
KEGIATAN PEMBELAJARAN 2 KIMIA KOSMETIK DAN OBAT
KELOMPOK KOMPETENSI I
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA

b. Kimia Kosmetik sebagai Koloid

1) Spray Cologne dan Parfum Spray Cologne dan parfum merupakan sistem
aerosol. Aerosol adalah sistem koloid dengan fase terdispersi padat atau cair
dalam medium dispersi gas.
2) Cream dan Lotion Cream dan lotion merupakan emulsi. Emulsi adalah sistem
koloid dengan fase dispersi cair dan medium dispersi cair, oleh karena itu satu
jenis cairan terdispersi di dalam cairan yang lain. Ada dua jenis emulsi: -
Emulsi tipe O/W : jika bola-bola minyak berada di dalam air - Emulsi tipe W/O
: jika bola-bola air berada di dalam minyak Air tidak saling melarutkan dengan
minyak, oleh karena itu emulsi harus distabilkan oleh emulsifier untuk
mencegah pemisahan air dengan minyak. Emulsi dalam produk kosmetik
dapat berupa produk akhir (misalnya moisturiser) dan dapat pula berupa
bahan dasar untuk produk kosmetik yang lain (misalnya sunscreen). Emulsi
tipe O/W mempunyai tekstur lembut/halus ketika diaplikasikan pada kulit,
sedangkan emulsi tipe W/O memiliki tekstur kasar. Light cream atau lotion
biasanya merupakan emulsi tipe O/W, sedangkan hand cream biasanya
adalah emulsi tipe W/O. Diktat Kimia Kosmetik 38
3) Sunscreen cream atau lotion sebenarnya hampir sama dengan cream atau
lotion. Sunscreen mengandung bahan yang dapat menyerap sinar ultraviolet
pada sistem emulsinya. Kadang-kadang bahan penyerap sinar UV tersebut
adalah komponen minyak dalam cream atau lotion. Sebagian besar bahan
penyerap sinar UV yang digunakan pada sunscreen adalah pigmen titanium
dioksida yang berukuran sangat kecil. Pigmen ini lebih efektif sebagai bahan
penyerap sinar UV dan tidak berminyak di kulit. Pigmen ini biasanya
didispersikan pada bahan oily yang terdapat pada cream/lotion.
4) Concealer adalah light lotion dengan kandungan pigmen yang sesuai dengan
warna kulit yang terdispersi dalam emulsi tipe O/W atau W/O (cream atau
lotion). Stabiliser perlu ditambahkan ke dalam concealer untuk mencegah
pengendapan pigmen. Stabiliser berbeda dengan emulsifier. Emulsifier dapat
mempercepat terbentuknya emulsi, sedangkan stabiliser akan melindungi
permukaan zat terdispersi supaya tidak terjadi pengendapan (koagulasi).
5) Alcoholic and hydroalcoholic gel (hair gel, fragrance gel) Gel adalah koloid liofil
(hidrofil) yang setengah kaku. Gel terjadi jika fase terdispersi menyerap

67
KEGIATAN PEMBELAJARAN 2 KIMIA KOSMETIK DAN OBAT
KELOMPOK KOMPETENSI I
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud

banyak sekali medium dispersinya sehingga menjadi sangat kental dan


hampir padat
(sumber: Diktat Kimia, [Link] diakses 24 Januari 2017).

2. Kimia Obat-obatan
Pada uraian berikut akan dibahas mengenai jenis obat-obatan dan Cara
menghitung dosis maksium

a. Jenis Obat-Obatan
Pada umumnya, obat-obatan yang diproduksi dapat dikelompokkan ke dalam obat
analgesik, antibiotik, psikiatrik, dan hormon. Hampir setengah dari obat-obatan
yang telah diproduksi berasal dari tumbuhan dan mikroorganisme yang diolah
secara kimia. Sisanya berasal dari hasil racikan bahan kimia yang disebut obat
sintetik. Teknik pengobatan menggunakan prinsip kimia disebut chemoteraphy.
Selain obat-obatan yang dikembangkan secara kimia, terdapat obat-
obatan tradisonal.

1) Zat Analgesik
Analgesik adalah sejenis obat yang digunakan untuk mengurangi rasa sakit. Jika
Anda merasa sakit fisik, otak akan mengeluarkan zat kimia yang disebut analgesik.
Sebagaimana pula obat jenis analgesik opoid adalah golongan obat penghilang
nyeri alamiah, obat semi sintetik dan sintetik yang sebagian sifat-sifatnya sama
atau hampir sama dengan opium atau morfin. Penggunaan utama analgesik opoid
adalah untuk mengatasi rasa nyeri yang tidak hilang dengan analgesik biasa.
Bahaya penggunaan obat golongan opoid ini ialah terjadi terjadinya adiksi dan
ketergantungan obat yang dapat menimbulkan penyalahgunaan berat dengan
dampak negatifnya pada masalah sosial dalam masyarakat.
Obat analgesik dipasarkan dan dikemas dengan nama dagang tertentu, seperti
aspirin, parasetamol, dan kodeina.

a) Aspirin
Pada abad ke-19, asam salisilat berhasil diekstrak dari pohon willow. Asam ini
digunakan untuk menurunkan deman. Akan tetapi, karena rasanya pahit maka
perusahaan Bayer membuat obat yang sejenis yaitu asetil salisilat atau nama
dagangnya aspirin. Aspirin berfungsi mengurangi rasa sakit, seperti sakit kepala

68
KEGIATAN PEMBELAJARAN 2 KIMIA KOSMETIK DAN OBAT
KELOMPOK KOMPETENSI I
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA

atau sakit gigi. Aspirin juga dapat digunakan untuk menurunkan suhu tubuh. Akan
tetapi, untuk mengurangi rasa sakit, penggunaan aspirin harus hati-hati sebab
bahan ini dapat melukai dinding usus dan memiliki sifat candu (ketagihan).

b) Parasetamol
Parasetamol dipasarkan kali pertama dengan nama dagang panadol. Parasetamol
memiliki kegunaan yang sama seperti aspirin, yaitu mengurangi rasa sakit.
Namun, parasetamol tidak begitu berbahaya jika dibandingkan dengan aspirin
sebab parasetamol tidak melukai dinding usus.

c) Kodein
Kodein adalah salah satu bahan kimia aktif yang terdapat dalam madat atau
candu. Pengaruh kodeina sama seperti morfin, yaitu digunakan untuk mengurangi
rasa sakit, tetapi morfin dapat menimbulkan ketagihan, sedangkan kodein tidak
menimbulkan ketagihan. Kodein merupakan salah satu senyawa kimia yang
ditambahkan ke dalam obat sakit kepala atau obat batuk agar pasien menjadi
ngantuk. Pengaruh kodein lebih kuat dibandingkan aspirin. Selain itu,
kodein dapat juga bertindak sebagai depresan, yaitu dapat mengurangi
sebagian aktivitas otak dan saraf.

Pemakaian kodein dalam dosis tinggi dan dalam kurun waktu lama dapat
menyebabkan ketagihan, ini dapat mengancam kesehatan. Kodein dosis tinggi
menyebabkan penglihatan kurang terang, tingkah laku seperti orang mabuk, dan
bingung.

2) Zat Antibiotik
Antibiotik adalah bahan kimia yang dapat membunuh bakteri atau menghambat
pertumbuhan mikroorganisme yang berjangkit di dalam tubuh. Pada umumnya, zat
antibiotik yang dipakai berasal dari bakteri Penicilium dan bakteri Streptomyces.
Mikroorganisme yang dapat menghasilkan antibiotik umumnya hidup di dalam
tanah.

Ada beberapa jenis antibiotik yang beredar di pasaran, seperti antibiotik yang
dapat membunuh berbagai jenis bakteri (memiliki spektrum luas), tetapi ada juga
antibiotik yang bertindak secara khusus terhadap bakteri tertentu. Oleh sebab itu,
antibiotik tidak boleh dijual bebas, tetapi harus dengan resep dokter.

69
KEGIATAN PEMBELAJARAN 2 KIMIA KOSMETIK DAN OBAT
KELOMPOK KOMPETENSI I
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud

Antibiotik yang baik adalah antibiotik yang mampu membunuh bakteri, tetapi tidak
merusak jaringan sel dalam tubuh. Antibiotik dapat dikonsumsi secara langsung
melalui pencernaan (dalam bentuk pil atau tablet) atau dapat juga disuntikkan ke
dalam tubuh pasien

Zat antibiotik tidak baik dikonsumsi jika tidak sakit sebab bakteri memiliki
kemampuan untuk memproduksi zat yang kebal terhadap antibiotik itu.

a) Penisilin

Pada mulanya, penisilin hanya dapat dihasilkan dari mikroorganisme Penicilium.


Saat ini, beberapa jenis penisilin sudah dapat disintesis. Penisilin efektif untuk
membunuh bakteri Staphylococci. Penyakit yang dapat disembuhkan dengan
antibiotik ini di antaranya gonorhoe, sifilis, dan radang paru-paru (pneumonia).
Setelah dikaji cukup lama, akhirnya diketahui bahwa bagian aktif dari penisilin
adalah asam 6–amino–penicillamat, disingkat dengan 6-apa. Sejak ditemukan
bagian aktif ini, berbagai jenis antibiotik sintetik telah dibuat berdasarkan struktur
molekul 6–apa. Pada umumnya, penisilin merupakan obat antibiotik yang aman
untuk dikonsumsi, tetapi ada juga sebagian pasien yang alergi terhadap penisilin.
Pasien seperti ini biasanya setelah mengonsumsi penisilin merasa gatal-gatal dan
kulit menjadi bercak merah. Jika ini terjadi maka pengobatan dengan penisilin
harus dihentikan.

b) Streptomisin
Penisilin dapat membunuh berbagai jenis bakteri, tetapi penisilin
tidak berpengaruh terhadap bakteri seperti Tuberculosis dan beberapa
bakteri lainnya. Untuk mengatasi bakteri penyebab TBC digunakan antibiotik lain,
yaitu streptomisin. Streptomisin adalah antibiotik untuk mengobati penyakit
yang disebabkan oleh bakteri Tuberculosis (TBC). Streptomisin dihasilkan oleh
mikroorganisme genus Streptomyces.

Streptomisin tidak boleh dikonsumsi melalui pencernaan karena dapat melukai


dinding usus sehingga obat ini harus diberikan kepada pasien melalui
penyuntikan. Efek samping dari streptomisin umumnya demam, kulit bercak,
muntah, dan sakit tenggorokan.

70
KEGIATAN PEMBELAJARAN 2 KIMIA KOSMETIK DAN OBAT
KELOMPOK KOMPETENSI I
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA

Beberapa jenis bakteri mampu menyesuaikan diri dan kebal terhadap antibiotik,
yang dipakai selama pengobatan. Jika ini terjadi maka pengobatan dengan
antibiotik tersebut tidak akan sembuh. Gejala ini biasanya muncul pada penderita
yang tidak disiplin memakan obat.

3) Zat Psikiatris
Psikiatris adalah jenis obat-obatan yang dapat memengaruhi bagian tertentu dari
sistem saraf. Jika obat ini dikonsumsi maka orang yang mengonsumsinya akan
melakukan tindakan di luar kesadaran atau di luar kendali sistem saraf.
Kebanyakan obat psikiatris bertindak secara langsung kepada sistem saraf.
Terdapat berbagai jenis obat psikiatris seperti stimulan dan depresan.

a) Stimulan
Stimulan digunakan untuk mempercepat tindakan sistem saraf. Jadi, jika
seseorang mengonsumsi obat ini dapat menyebabkan orang tersebut merasa
lebih percaya diri. Zat stimulan yang berasal dari tubuh contohnya adalah
adrenalin, yaitu sejenis stimulan yang dihasilkan oleh kelenjar adrenal dalam
tubuh. Stimulan berkerja dengan cara memacu kerja jantung lebih kuat dan
cepat sehingga tubuh kita merasa lebih siap menghadapi berbagai
kecemasan. Dengan adanya stimulan maka organ-organ dalam tubuh
akan bertindak lebih tangkas dari biasanya. Terdapat beberapa jenis stimulan di
antaranya amfetamin, kokain, dan obat-obatan tergolong narkoba.

b) Amfetamin
Amfetamin digunakan untuk mengurangi rasa cemas yang berlebihan dan
mengurangi selera makan sehingga berat badan turun. Di samping itu, amfetamin
juga digunakan untuk menjaga gairah hidup. Dengan mengonsumsi amfetamin,
pengguna merasa lebih berenergi, lebih gembira, dan senang berbicara. Pasien
yang banyak mengonsumsi amfetamin dalam dosis tinggi akan menjadi agresif
dan ganas serta sering mengkhayal. Hal ini akan menimbulkan perasaan yang
tidak menentu serta sering mendengar suara-suara yang tidak jelas sumbernya.
Obat-obatan yang termasuk amfetamin di antaranya dextro-
amfetamin (dexedrina) dan metamfetamin (methedrina). Kedua obat ini sangat
efektif untuk mengobati penyakit kecemasan dan sering muram. Obat ini
juga dapat menimbulkan ketagihan.

71
KEGIATAN PEMBELAJARAN 2 KIMIA KOSMETIK DAN OBAT
KELOMPOK KOMPETENSI I
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud

c) Kokain
Kokain adalah sejenis alkaloid yang dapat diekstrak dari pohon koka (Erythroxylon
coca). Kokain merupakan stimulan yang kuat dan digunakan sebagai obat bius
dalam pembedahan lokal seperti mulut, mata, dan telinga. Namun, obat ini dapat
menimbulkan ketagihan dan tergolong narkoba Jenis alkaloid lain meliputi
sejumlah obat-obatan adalah morfin dan quinin (kina). Morfin diekstrak dari bunga
madat dan quinin diekstrak dalam kulit pohon kina. Senyawa lain yang sejenis
adalah heroin dan LSD (lysergic acid diethylamida).

d) Depresan
Depresan adalah jenis obat-obatan yang berfungsi mengurangi aktivitas sebagian
otak dan mengurangi aktivitas sistem saraf. Orang yang mengonsumsi obat jenis
ini akan merasa ngantuk dan merasa gembira. Ada beberapa jenis obat-obatan
yang tergolong obat depresan di antaranya adalah barbiturat dan trankuilizer.
Barbiturat dan trankuilizer bertindak sebagai sedatif dan juga hipnotik, yaitu obat
yang dipakai untuk penderita sakit jiwa. Sedatif bersifat sebagai obat penenang,
sedangkan hipotik menyebabkan pasien tidak tenang.

Pemakaian dosis tinggi barbiturat akan tampak berperilaku seperti orang mabuk
dan suara kurang jelas bahkan dapat mengakibatkan hilangnya keseimbangan
tubuh. Dosis yang terlampau tinggi dapat menimbulkan kematian karena
menyumbat saluran nafas.

Trankuilizer dipakai sebagai pengganti barbiturat. Reaktivitas obat ini sama


dengan barbiturat, keunggulannya tidak menyebabkan ketagihan. Trankuilizer
biasanya digunakan bagi pasien yang mengikuti program psikoterapi.

4) Hormon
Hormon merupakan salah satu senyawa karbon yang dihasilkan oleh kelenjar
tubuh. Hormon sintetik telah berhasil dikembangkan. Hormon sintetik digunakan
untuk menghasilkan hormon ketika kelenjar pasien yang memproduksi hormon
telah rusak, misalnya akibat pembedahan atau kelenjar tidak dapat berfungsi
secara normal.

Hormon dapat dikelompokkan ke dalam dua golongan, yaitu golongan peptida dan
golongan steroid. Golongan peptida terdiri atas molekul-molekul asam amino yang

72
KEGIATAN PEMBELAJARAN 2 KIMIA KOSMETIK DAN OBAT
KELOMPOK KOMPETENSI I
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA

larut dalam air, misalnya insulin. Steroid merupakan molekul besar yang dihasilkan
dari kolesterol. Hormon ini lebih larut dalam lemak daripada di dalam air. Contoh
hormon ini yaitu kortison.

a) Hormon Insulin
Insulin adalah sejenis hormon yang berperan mengendalikan keseimbangan
glukosa dalam darah. Insulin dihasilkan oleh sel pankreas. Hormon insulin
membiarkan sel tubuh menggunakan glukosa dalam darah. Tanpa insulin,
konsentrasi glukosa dalam darah akan meningkat. Jika hal ini dibiarkan maka
glukosa akan ditemukan dalam air seni. Keadaan ini dinamakan penyakit diabetes
mellitus. Pengobatan penyakit ini dilakukan dengan menyuntikkan insulin ke dalam
tubuh. Akan tetapi, jika insulin berada pada konsentrasi yang tinggi dalam darah
maka kadar gula dalam darah akan menjadi telampau rendah. Jika ini terjadi,
dapat menyebabkan keadaan hipoglikemia. Gejalanya, pasien akan
berkeringat, lemah, dan kabur penglihatan.
b) Kortison
Kortison merupakan salah satu obat steroid. Pada mulanya hormon ini diperoleh
dari korteks kelenjar adrenal. Pada 1946, pakar kimia telah berhasil menyintesis
kortison dari empedu. Kortison biasanya digunakan untuk mengobati penyakit
rheumatoid arthritis. Penyakit ini mengakibatkan persendian tulang menjadi
bengkak, sakit, dan kejang-kejang. Kortison juga digunakan mengobati
penyakit radang paru-paru, bengkak, asma, dan penyakit kulit yang
disebabkan alergi.

b. Pemakaian Obat

1) Dosis Maksimum Obat

Pemakaian obat yang digunakan untuk dimakan, diminum, disuntikan atau dengan
cara lain yang intinya untuk dimasukan ke dalam tubuh pasien atau konsumen,
menurut Ditjen POM, karena pertimbangan khasiat dan dampak jumlah
pemakaiannya perlu ditetapkan dosis pemakaian obat tersebut dalam dosis
maksimumnya.

Dosis maksimum obat yang tertera dalam Farmakope Indonesia adalah dosis
untuk orang dewasa untuk sekali dan sehari pemakaian, tidak boleh dilampaui
kecuali jika dibelakang jumlah obat dibubuhi tanda seru dan paraf dokter penulis

73
KEGIATAN PEMBELAJARAN 2 KIMIA KOSMETIK DAN OBAT
KELOMPOK KOMPETENSI I
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud

resep. Kecuali dinyatakan lain, dosis maksimum yang tertera dalam monografi
adalah dosis maksimum untuk pemakaian melalui mulut.

Bahan obat tertentu yang perlu ditetapkan dosis maksimumnya tercantum dalam
daftar obat pada Farmakope Indonesia. Contoh daftar tabel di bawah ini adalah
nama bahan obat tertentu yang mempunyai dosis maksimum.

Tabel 2. 7. Contoh daftar dosis maksimum bahan obat untuk orang dewasa

Dosis maksimum

No Nama zat (bahan obat) Sekali Sehari

1 Acidum acetylsalicylicum (asetosal) 1g 8g

2 Amphetamini Sulfas 20 mg 40 mg

3 Apomorphini HCl 10 mg 20 mg

4 Chloro pheniramini maleat (CTM) 8 mg 32 mg

5 Codein 3 mg 15 mg

6 Codein HCl 60 mg 300 mg

7 Coffein 500 mg 1500 mg

8 Phenobarbital 25 mg 80 mg

9 Quinin Sulfas 500 mg 2g

10 Theophylinum 500 mg 1g

2) Cara menghitung dosis maksium

Cara menghitung Dosis Maksimum (DM) obat untuk oral berdasarkan:


Young merumuskan cara menghitung dosis maksimum obat berdasarkan usia
pasien:
• Rumus Fried: Umur 0 – 1 tahun
𝑛
𝑥 𝐷𝑜𝑠𝑖𝑠 𝑀𝑎𝑘𝑠𝑖𝑚𝑢𝑚 𝑛 = 𝑢𝑚𝑢𝑟 𝑏𝑎𝑦𝑖 𝑡𝑎ℎ𝑢𝑛
150
atau Rumus Clark:
𝑋 (𝑏𝑒𝑟𝑎𝑡 𝑘𝑔)
𝑥 𝐷𝑜𝑠𝑖𝑠 𝑀𝑎𝑘𝑠𝑖𝑚𝑢𝑚 𝑋
70
= 𝑏𝑒𝑟𝑎𝑡 𝑏𝑎𝑑𝑎𝑛 𝑑𝑎𝑙𝑎𝑚 𝑘𝑖𝑙𝑜𝑔𝑟𝑎𝑚

74
KEGIATAN PEMBELAJARAN 2 KIMIA KOSMETIK DAN OBAT
KELOMPOK KOMPETENSI I
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA

• Rumus Young: Umur 1-8 tahun


𝑛
𝑛+12
𝑥 𝐷𝑜𝑠𝑖𝑠 𝑀𝑎𝑘𝑠𝑖𝑚𝑢𝑚 𝑛 = 𝑢𝑚𝑢𝑟 𝑑𝑎𝑙𝑎𝑚 𝑡𝑎ℎ𝑢𝑛

• Rumus Dilling: Umur > 8 tahun


𝑛
𝑥 𝐷𝑜𝑠𝑖𝑠 𝑀𝑎𝑘𝑠𝑖𝑚𝑢𝑚 𝑛 = 𝑢𝑚𝑢𝑟 𝑑𝑎𝑙𝑎𝑚 𝑡𝑎ℎ𝑢𝑛
20

Contoh perhitungan dosis maksimum.


Perhatikan contoh resep berikut.
Dokter anak memberikan resep obat kepada Margareta (6 tahun) yang didiagnosis
sakit demam disertai kejang.
R/ phenobarbital 30 mg
acetosal 250 mg
s.l q.s da in pulv. dtd 4 x 1pulv

Pro: Margareta (6 tahun)


Hitunglah berapa dosis maksimum obat yang diminum Margareta dalam satu kali
dan dalam satu hari!

Perhitungan dosis maksimum untuk Margareta, umur 6 tahun:


Obat berkhasiat yang berdosis maksimum:
a. Phenobarbital: zat berkhasiat sebagai obat anti kejang.
Lihat dalam daftar dosis maksimum untuk Phenobarbital pada Farmakope:
Dosis 1 kali pakai: 25 mg ; Dosis sehari: 80 mg.
Jadi untuk Margareta (6 tahun):

1 kali pakai:
𝑛
𝑥 𝐷𝑜𝑠𝑖𝑠 𝑀𝑎𝑘𝑠𝑖𝑚𝑢𝑚
𝑛 + 12

6
𝑥 25 𝑚𝑔 = 8,3 𝑚𝑔
6 + 12

Sehari pakai:
𝑛
𝑥 𝐷𝑜𝑠𝑖𝑠 𝑀𝑎𝑘𝑠𝑖𝑚𝑢𝑚
𝑛 + 12
6
𝑥 80 𝑚𝑔 26,6 𝑚𝑔
6 + 12

75
KEGIATAN PEMBELAJARAN 2 KIMIA KOSMETIK DAN OBAT
KELOMPOK KOMPETENSI I
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud

Jika Margareta dalam sekali makan obat tersebut sesuai dengan yang disarankan
dalam resep, berarti Phenobarbital:

1 kali yang dimakan Margareta: 30 mg > Dosis maksimum 8,3 mg

Sehari yang dimakan Margareta: 4 x 30 mg = 120 mg > 26,6 mg

Jadi dapat disimpulkan bahwa resep yang mencantumkan Phenobarbital dengan


dosis serti itu untuk Margareta untuk sekali dan sehari pakai dapat diprediksi
berbahaya. Jalan keluarnya, asisten apoteker yang bertugas meracik obat
berdasarkan resep tersebut harus memberi tahu dokter bahwa dosis
Phenobarbital 30 mg untuk sekali, dan sehari 4kali 30 mg =120 mg berbahaya bagi
Margareta (6 tahun). Sehingga untuk Phenobarbital dengan dosis seperti itu perlu
minta tanda seru dan paraf dokter. Dengan teknik perhitungan yang sama, coba
Anda hitung dosis maksimum untuk asetosal untuk Margareta sesuai resep
tersebut.

c. Penggolongan obat

Penggolongan obat terdiri atas obat bebas, obat bebas terbatas, obat wajib
apotek, obat keras, psikotropika dan narkotika. Obat bebas dan bebas
terbatas biasanya dipasarkan tanpa resep dokter (OTC-Over The Counter), yaitu
untuk menangani penyakit-penyakit simtomatis ringan yang banyak diderita
masyarakat, penderita sakit dapat menangani sendiri (self meditation)

Lambang obat Penjelasan

Obat bebas dapat dijual bebas. Dalam pemakaiannya, penderita dapat membeli
dalam jumlah sangat sedikit saat obat diperlukan, jenis zat aktif pada obat golongan
ini relatif aman sehingga pemakainnya tidak memerlukan pengawasan tenaga
medis selama diminum sesuai petunjuk yang tertera pada kemasan obat. Oleh
karena itu, sebaiknya golongan obat ini tetap dibeli bersama kemasannya. Di
Indonesia, obat golongan ini ditandai dengan lingkaran berwarna hijau dengan
garis tepi berwarna hitam. yaitu obat analgetik/pain killer (parasetamol), vitamin
dan mineral. Ada juga obat-obat herbal tidak masuk dalam golongan ini, namun
dikelompokkan sendiri dalam obat tradisional (TR)

Obat bebas terbatas adalah obat yang sebenarnya termasuk obat keras tetapi
masih dapat dijual atau dibeli bebas tanpa resep dokter, dan disertai dengan tanda
peringatan. Tanda khusus pada kemasan dan etiket obat bebas terbatas adalah
lingkaran biru dengan garis tepi berwarna hitam.

Tanda peringatan selalu tercantum pada kemasan obat bebas terbatas

76
KEGIATAN PEMBELAJARAN 2 KIMIA KOSMETIK DAN OBAT
KELOMPOK KOMPETENSI I
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA

Lambang obat Penjelasan

Contoh obat golongan ini adalah: pain relief, obat batuk, obat pilek dan krim
antiseptik

Obat Keras

Golongan obat yang hanya boleh diberikan atas resep dokter ditandai dengan
tanda lingkaran merah dan terdapat huruf K di dalamnya. Yang termasuk golongan
ini adalah beberapa obat generik dan Obat Wajib Apotek (OWA). Obat psikotropika
adalah obat keras baik alamiah maupun sintetis bukan narkotik, yang berkhasiat
psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan
perubahan khas pada aktivitas mental dan perilaku. Contoh : Diazepam,
Phenobarbital

Obat narkotika adalah obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik
sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan
kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri dan
menimbulkan ketergantungan

Contoh: Morfin dan Petidin

Obat Wajib Apotik (OWA) Selain memproduksi obat generik, untuk memenuhi
keterjangkauan pelayanan kesehatan khususnya akses obat pemerintah
mengeluarkan kebijakan OWA.

Tujuan OWA adalah memperluas keterjangkauan obat untuk masyarakat, maka


obat-obat yang digolongkan dalam OWA adalah obat yang diperlukan bagi
kebanyakan penyakit yang diderita pasien. Antara lain: obat anti inflamasi (asam
mefenamat), obat alergi kulit (salep hidrokotison), infeksi kulit dan mata (salep
oksitetrasiklin), antialergi sistemik (CTM), obat KB hormonal.

1. Apoteker wajib melakukan pencatatan yang benar mengenai data pasien


(nama, alamat, umur) serta penyakit yang diderita

77
KEGIATAN PEMBELAJARAN 2 KIMIA KOSMETIK DAN OBAT
KELOMPOK KOMPETENSI I
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud

Lambang obat Penjelasan

2. Apoteker wajib memenuhi ketentuan jenis dan jumlah yang boleh


diberikan kepada pasien. Contohnya hanya jenis oksitetrasiklin salep saja
yang termasuk OWA, dan hanya boleh diberikan 1 tube
3. Apoteker wajib memberikan informasi obat secara benar mencakup:
indikasi, kontra-indikasi, cara pemakaian, cara penyimpanan dan efek
samping obat yang mungkin timbul serta tindakan yang disarankan bila
efek tidak dikehendaki tersebut timbul

Contoh obat OWA

Obat Indikasi Jumlah yang boleh


diberikan

Asam mefenamat Antiinflamasi dan 10 tablet


Analgesik

Salep hidrokartison Antialegi tropical 1 tube

Obat KB Antifertilitas 1 siklus *28 hari)

Obat generik adalah obat yang mengandung zat aktif sesuai nama generiknya,
contoh parasetamol generik berarti obat yang dibuat dengan kandungan zat aktif
parasetamol, dipasarkan dengan nama parasetamol, bukan nama merek seperti
Panadol (Glaxo), Pamol (Interbat), Sanmol (Sanbe). Obat generik adalah obat
dengan nama resmi yang ditetapkan dalam Farmakope Indonesia untuk zat
berkhasiat yang dikandungnya.

Obat paten adalah obat dengan nama dagang dan menggunakan nama yang
merupakan milik produsen obat yang bersangkutan. Misal: Lipitor (Pfizer), produk
innovator/originator yaitu merek dagang untuk Atorvastatin

Sumber: Depkes RI 2006

D. Aktivitas Pembelajaran

1. Kegiatan IN 1
Setelah mengkaji materi tentang materi Kimia Kosmetik dan Obat, Anda dapat
mencoba mencari tambahan informasi, mengenai identifikasi bahan kimia yang
terkandung dalam kosmetik dan obat, manfaat dan efek sampingnya bisa melalui
sumber media, referensi/literatur, dan trend isu yang sedang berkembang di dunia
dan mendiskusikan desain eksperimen kualitatif mengenai identifikasi bahan kimia
yang terkandung dalam kosmetik dan obat. Untuk kegiatan IN 1 silakan Anda

78
KEGIATAN PEMBELAJARAN 2 KIMIA KOSMETIK DAN OBAT
KELOMPOK KOMPETENSI I
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA

saling berdiskusi dan mengerjakan LK 1 yang tersedia . Anda dapat bekerjasama


dalam kelompok masing-masing. Selanjutnya perwakilan kelompok
mempresentasikan hasil diskusi/percobaan, peserta lain menyimak presentasi
dengan cermat dan serius sebagai penghargaan kepada pembicara.

2. Kegiatan ON
Untuk meningkatkan kompetensi Anda dalam penyajian materi Kimia Kosmetk dan
Obat, silakan Anda mengerjakan LK 2 dan LK 3 secara mandiri di sekolah Anda
atau secara kelompok di kelompok kerja. Tunjukkan kreatifitas Anda dalam
menghasilkan laporan hasil eksperimen/tugas.

79
KEGIATAN PEMBELAJARAN 2 KIMIA KOSMETIK DAN OBAT
KELOMPOK KOMPETENSI I
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud

Lembar Kerja 1

Kimia Kosmetik

Tujuan :

a) Mengidentifikasi bahan-bahan kimia yang terkandung dalam kosmetik/kemasan

b) Mengelompokkan produk-produk berdasarkan penggolongan kimia kosmetika


(kosmetik tata rias, kosmetik perawatan atau kosmetik pengobatan)

Langkah kerja

1. Kumpulkanlah bermacam-macam kemasan/produk kosmetik secara kreatif yang


biasa digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Anda dapat bekerjasama dalam
mengumpulkan kemasan tersebut dan mengamati bahan kimia yang ada dalam
kemasan tersebut

2. Perhatikan seluruh bahan yang tertera pada kemasan/produk yang Anda miliki secara
teliti, silakan Anda bekerjasama untuk mengelompokkan produk berdasarkan
penggolongan kosmetik disertai bahan kimia yang terkandung pada produk tersebut.
Tentukan bahaya bahan kimia yang terkandung dalam produk kosmetik tersebut (jika
ada). Lakukan pengelompokan sesuai dengan hasil pengamatan secara jujur dan
tanggungjawab

3. Setelah Anda bekerjasama mengamati dan mengelompokkan produk kosmetik


tersebut, silakan Anda menjawab pertanyaan dengan tanggungjawab dan jujur
berdasarkan hasil pengamatan.

Format Pengamatan Kandungan Zat Kimia dalam Kosmetik

No Nama Penggolon Bahan Manfa Kandung Fungsi Dampak


Produk gan Sediaan at an Zat zat kimia Penggun
produk Kosmetik Produ kimia dalam aan zat
kosmetik k kosmetik kimia
1

dst

80
KEGIATAN PEMBELAJARAN 2 KIMIA KOSMETIK DAN OBAT
KELOMPOK KOMPETENSI I
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA

Pertanyaan:
1. Zat kimia dalam kosmetik apa sajakah yang memiliki fungsi baik pada tubuh?
2. Zat kimia dalam kosmetik apa sajakah yang berbahaya bagi tubuh?
3. Bagaimana cara bijak yang Anda lakukan dalam menggunakan produk-produk
kosmetik dalam kehidupan sehari-hari?
4. Buatlah kesimpulan yang diperoleh berdasarkan aktivitas pembelajaran yang telah
dilakukan dengan jujur dan percaya diri.
5. Carilah literatur/referensi/sumber media mengenai langkah-langkah eksperimen
cara menguji merkuri dalam kosmetik secara kualitatif dan kuantatif. Buatlah
laporannya!

81
KEGIATAN PEMBELAJARAN 2 KIMIA KOSMETIK DAN OBAT
KELOMPOK KOMPETENSI I
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud

Lembar Kegiatan 2.

Simbol Obat yang terdapat dalam Kemasan Obat

Tujuan : Memahami simbol obat yang terdapat dalam kemasan obat

Langkah Kerja
1. Kumpulkanlah bermacam-macam kemasan obat yang ditemukan di
lingkungan Anda
2. Amati simbol yang tertera pada kemasan/brosur yang Anda miliki dengan
teliti, misalnya

3. Lakukan pendataan kemasan berdasarkan format tabel di bawah ini


dengan rasa tanggungjawab dan jujur
No Nama obat Simbol Arti Simbol Kandungan Khasiat
Obat bahan utama kegunaan
obat bahan obat
utama
1
2
3

Pertanyaan
1. Kelompokkan obat-obatan berdasarkan kategori obat
2. Jelaskan arti simbol-simbol pada kemasan obat yang Anda teliti
3. Setelah mempelajari khasiat dan dampak obet-obatan, bagaimana cara
menggunakan obat-obatan ini dengan bijaksana dan tanggungjawab

82
KEGIATAN PEMBELAJARAN 2 KIMIA KOSMETIK DAN OBAT
KELOMPOK KOMPETENSI I
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA

Lembar Kegiatan 3

Tujuan : Menghitung dosis obat

Langkah Kerja

Seorang dokter memberikan resep obat kepada Buyung yang didiagnosis


sakit demam disertai batuk.

R/ codein HCl 30 mg
coffein 250 mg
s.l q.s da in pulv. dtd 3 x 1pulv
Pro: Buyung (10 tahun)

Hitunglah berapa dosis maksimum obat yang diminum Buyung dalam satu kali
dan dalam satu hari!

83
KEGIATAN PEMBELAJARAN 2 KIMIA KOSMETIK DAN OBAT
KELOMPOK KOMPETENSI I
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud

E. Latihan/Kasus/Tugas

E.1. Latihan Soal


Setelah mempelajari topik kimia kosmetika dan obat, silakan Anda mengerjakan
latihan soal secara mandiri selanjutnya lakukan diskusi dalam kelompok.
Kumpulkan hasil kerja tepat waktu sesuai jadwal yang ditentukan.
Pilihlah jawaban yang tepat
1. Perhatikan beberapa bahan kimia pada kosmetik berikut ini
Lemak Kunyit Cl 19140

Asam stearat Alkohol Air


BHT EDTA Bronopol

Bahan dasar sediaan kosmetik yang paling banyak digunakan adalah....


A. Lemak, air dan alkohol
B. EDTA, air dan alkohol
C. Asam stearat, alkohol dan air
D. Asam stearat, bronopol, dan lemak

2. Kosmetik bukan hanya untuk memperbaiki penampilan saja tetapi berfungsi


juga sebagai obat-obatan. Sifat bahan kimia dalam kosmetik yang dapat
membunuh bakteri atau jamur adalah....
A. antioksidan
B. humectants
C. preservatives
D. surfactants

84
KEGIATAN PEMBELAJARAN 2 KIMIA KOSMETIK DAN OBAT
KELOMPOK KOMPETENSI I
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA

3. Perhatikan kemasan kosmetik berikut ini

Bahan kimia pada kemasan tersebut yang berfungsi sebagai antioksidan


sintesis yang dapat menyebabkan awetnya produk lotion tetapi dapat
berpotensi alergi pada kulit...
A. alcohol denat dan gliserin
B. EDTA dan BHT
C. oryza sativa dan cetyl alcohol
D. silica dan Stearic acid

4. Berdasarkan keguanaannya kosmetik dibagi menjadi beberapa golongan,


Yang termasuk penggolongan kosmetik berdasarkan kegunaan bagi kulit
adalah....
A. kosmetik perawatan kulit dan kosmetik riasan
B. kosmetik rambut dan kosmetik krim
C. kosmetik obat dan kosmetik pelembut
D. kosmetik alami dan kosmetik sintesis

5. Perhatikan bahan kimia berikut ini


i. Asam retinoat
ii. Vitamin A
iii. Merkuri
iv. Hidrokuinon
v. Alkohol
Bahan kimia dalam kosmetik yang dilarang oleh BPOM dan Peraturan Menteri
Kesehatan RI, karena berbahaya bagi kesehatan adalah...

85
KEGIATAN PEMBELAJARAN 2 KIMIA KOSMETIK DAN OBAT
KELOMPOK KOMPETENSI I
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud

A. i, ii, iii
B. ii, iii, iv
C. i, iii, v
D. iii, iv, v

6. Asam formiat, adalah bahan yang ditambahkan ke dalam sediaan kosmetik


untuk kulit rambut karena memiliki manfaat, diantaranya....
A. Memicu tumbuhnya zat anti bakteri yang sering ada dalam kosmetik
B. Memiliki sifat untuk menstimulasi terjadinya reaksi oksidasi reduksi
C. Meningkatkan peredaran darah dan elastisitas pada kulit
D. Meningkatkan sirkulasi dan metabolisme pada kulit dalam merangsang
pertumbuhan rambut

7. Pada kosmetik pemutih kulit terdapat beberapa bahan kimia yang berbahaya
bagi kulit, salah satunya adalah hidrokuinon yang dapat memberikan efek
samping berupa....
A. toksik pada organ dalam tubuh
B. pemicu kanker kulit
C. iritasi kulit ringan, panas, merah, dan gatal.
D. penghambat saluran pernafasan

8. Perhatikan simbol obat yang ada dalam kemasan obat berikut ini

Sesuai pengelompokan obat, simbol tersebut memiliki makna...


A. obat keras yang bisa dibeli bebas di apotik tidak memerlukan resep dokter
B. obat keras yang yang hanya boleh diberikan atas resep dokter
C. obat yang aman digunakan dan boleh dibeli tanpa resep dokter
D. obat yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran

86
KEGIATAN PEMBELAJARAN 2 KIMIA KOSMETIK DAN OBAT
KELOMPOK KOMPETENSI I
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA

9. Selain obat generik dan obat paten ada juga produksi Obat Wajib Apotik
(OWA). Tujuan diproduksi OWA selain obat generik adalah....
A. memperluas keterjangkauan obat untuk masyarakat
B. menambahkan adanya obat yang bebas dijual kapan saja
C. memberikan tanda bahwa obat jenis ini milik produsen obat tertentu
D. menghindari penggunaan yang berlebihan dan terus menerus

10. Seorang anak bernama shinta berusia 8 tahun, diberikan obat phenobarbital
sebagai obat anti kejang. Diketahui daftar dosis maksimum untuk
phenobarbital pada farmakope:adalah dosis 1 kali pakai: 25 mg ; dosis sehari:
80 mg. Maka dosis maksimum obat yang diminum shinta dalam satu kali dan
dalam satu hari (3x sehari), adalah....
A. 1 kali makan dosis 5 mg; dosis satu hari 15 mg
B. 1 kali makan dosis 8 mg; dosis satu hari 24 mg
C. 1 kali makan dosis 10 mg; dosis satu hari 30mg
D. 1 kali makan dosis 12 mg; dosis satu hari 36 mg

87
KEGIATAN PEMBELAJARAN 2 KIMIA KOSMETIK DAN OBAT
KELOMPOK KOMPETENSI I
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud

E.2. Tugas Pengembangan Soal

Setelah Anda menjawab soal-soal pada latihan soal, buatlah soal-soal kategori
HOTS untuk topik Kimia Kosmetik dan Obat mengacu pada kisi-kisi UN/USBN
2017. Jumlah soal minimal 5 (lima) soal pilihan ganda dan 2 (dua) soal uraian
bervariasi untuk level kognitif Pengetahuan dan Pemahaman, Aplikasi dan
Penalaran. Gunakan modul pedagogik KK G yang berjudul Pengembangan
Instrumen Penilaian, Pedoman Penilaian SMA yang berlaku, serta buku pelajaran
kimia.

Kerjakan pada kegiatan ON. Lakukan telaah soal menggunakan instrumen telaah
soal HOTS, perbaiki soal berdasarkan hasil telaah. Setelah itu, Anda
mendokumenkan hasil pekerjaan Anda sebagai bahan portofolio dan bahan
laporan pada IN-2

F. Rangkuman

Kosmetik adalah campuran bahan kimia yang ditujukan untuk digunakan dengan
cara dioleskan, ditaburkan, dipercikkan, disemprotkan, atau dikenakan pada
bagian tubuh manusia atau bagian lainnya untuk membersihkan, mempercantik,
atau menambah daya tarik penampilan seseorang yang menggunakannya. Bahan
dasar sediaan kosmetik yang paling banyak digunakan adalah lemak/minyak, air,
dan alkohol

Obat baik alami ataupun sintetis adalah suatu bahan (zat) kimia yang diperoleh
dari hewan, tumbuhan atau air. Obat ada yang dapat mempengaruhi fisik, psikhis,
dan susunan syaraf pusat. Dapat bersifat penghilang rasa nyeri, menyegarkan,
membius, menenangkan, atau memperbaiki sel-sel tubuh.

Obat-obatan di pasaran diedarkan dengan nama paten (pabrik), generik kimia,


atau latin Untuk memperoleh obat yang diperlukan, konsumen di Indonesia
sekarang ini telah mudah misalnya dengan membeli di apotik, toko obat,
supermarket, bahkan di warung atau kios, terutama untuk obat yang termasuk
golongan daftar obat bebas dan terbatas. Sedangkan untuk obat yang termasuk
golongan daftar obat narkotik (daftar O) dan obat keras (daftar G) harus melalui
rekomendasi dokter berupa resep dokter. Tetapi kendati demikian penggunaannya

88
KEGIATAN PEMBELAJARAN 2 KIMIA KOSMETIK DAN OBAT
KELOMPOK KOMPETENSI I
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA

harus tetap waspada harus senantiasa memperhatikan/membaca brosur


/kemasan sehingga terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan.

Dosis maksimum obat yang tertera dalam Farmakope Indonesia adalah dosis
untuk orang dewasa untuk sekali dan sehari pemakaian, tidak boleh dilampaui
kecuali jika dibelakang jumlah obat dibubuhi tanda seru dan paraf dokter penulis
resep. Kacuali dinyatakan lain, dosis maksimum yang tertera dalam monografi
adalah dosis maksimum untuk pemakaian melalui mulut. Young merumuskan cara
perhitungan obat berdasarkan dosis maksimum untuk pasien: umur 0 -1 tahun;
usia 1-8 tahun; dan umur > 8 tahun.

89
KEGIATAN PEMBELAJARAN 2 KIMIA KOSMETIK DAN OBAT
KELOMPOK KOMPETENSI I
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud

G. Umpan Balik dan Tindak Lanjut

Setelah menyelesaikan soal latihan ini, Anda dapat memperkirakan tingkat


keberhasilan Anda dengan melihat kunci/rambu-rambu jawaban yang terdapat
pada bagian akhir modul ini. Jika Anda memperkirakan bahwa pencapaian Anda
sudah melebihi 80%, silakan Anda terus mempelajari Kegiatan Pembelajaran
berikutnya, namun jika Anda menganggap pencapaian Anda masih kurang dari
80%, sebaiknya Anda ulangi kembali kegiatan pembelajaran ini dengan
kerjakeras, kreatif, dan tanggung jawab

90
KEGIATAN PEMBELAJARAN 2 KIMIA KOSMETIK DAN OBAT
KELOMPOK KOMPETENSI I
KEGIATAN PEMBELAJARAN 3
TRIK AND TIPS DALAM MELAKSANAKAN
EKSPERIMEN KIMIA

Salah satu tujuan pembelajaran kimia adalah agar peserta didik memperoleh
pengalaman dalam menerapkan metode ilmiah melalui percobaan atau
eksperimen, dimana peserta didik melakukan pengujian hipotesis dengan
melakukan eksperimen, pengambilan data, pengolahan dan interpretasi data,
serta mengomunikasikan hasil eksperimen secara lisan dan tertulis. Untuk
mencapai tujuan tersebut seorang guru juga harus memiliki keterampilan seperti
yang dituntut pada peserta didik. Masih banyak guru kimia yang belum terampil
dalam melakukan beberapa eksperimen karena jarang menggunakan metode
eksperimen dalam penyajian pembelajarannya, sehingga mereka juga kurang
memberikan pembelajaran yang mendidik melalui kegiatan laboratorium bagi
siswanya misalnya melatih penerapan metode ilmiah melalui eksperimen.
Mengacu pada Permendiknas nomor 16 tahun 2007, Menguasai Trik dan Tips
dalam melaksanakan eksperimen kimia ini termasuk kompetensi inti guru “
20. Menguasai materi, struktur, konsep, dan pola pikir keilmuan yang mendukung
mata pelajaran kimia” dan kompetensi guru “20.13. Melaksanakan eksperimen
kimia dengan cara yang benar”. Selain itu setelah guru secara profesional dapat
melaksanakan eksperimen dengan benar, diharapkan menguasai kompetensi inti
pedagogik guru “4.4 Melaksanakan pembelajaran yang mendidik di kelas, di
laboratorium, dan dilapangan dengan memperhatikan standar keamanan yang
dipersyaratkan”. Untuk itu pada modul ini akan dibahas mengenai keterampilan
dalam melakukan eksperimen dan bagaimana melaksanakan kegiatan belajar di
laboratorium sesuai standar. Kompetensi ini dapat dicapai jika Anda belajar materi
ini dengan kerja keras, profesional, kreatif dan tanggung jawab dalam melakukan
tugas sesuai instruksi pada bagian aktivitas belajar yang tersedia, disiplin dalam
mengikuti tahap-tahap belajar serta bertanggung jawab dalam membuat tugas
atau hasil kerja.

KUNCI JAWABAN LATIHAN/KASUS/TUGAS


91
KELOMPOK KOMPETENSI I
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud

A. Tujuan

Setelah mempelajari modul ini diharapkan Anda dapat: merancang dan


melaksanakan eksperimen dengan prosedur kerja yang sistematis, mencatat data
dengan teliti dan melaporkan hasil eksperimen dan dapat menyajikannya dalam
pembelajaran yang mengitegrasikan nilai-nilai karakter dan keterampilan berpikir
tingkat tinggi.

B. Indikator Pencapaian Kompetensi

Indikator yang diharapkan dicapai adalah:


1. Menjelaskan Trik dan Tips pada eksperimen
2. Merancang prosedur kerja secara sistematis suatu eksperimen kimia
3. Melakukan eksperimen sesuai dengan prosedur kerja
4. Mencatat data dengan teliti dan akurat
5. Menyajikan hasil pengolahan data eksperimen dalam bentuk tabel, grafik atau
deskripsi
6. Menganalisis cara yang tepat untuk melaksanakan kegiatan belajar di
laboratorium sesuai topik kimia

C. Uraian Materi

Salah satu tuntutan kurikulum sekarang peserta didik harus memiliki pengalaman
belajar mengamati, mengumpulkan informasi, mengasosiasi dan
mengomunikasikan. Pengalaman belajar ini dapat dilatihkan melalui belajar kimia
terutama melalui kegiatan eksperimen. Penyajian belajar di laboratorium
memerlukan berbagai persyaratan sesuai dengan karakteristik metode
pembelajarannya misalnya metode eksperimen, juga persyaratan keamanan atau
keselamatan kerja. Untuk melengkapi kompetensi guru dalam melaksanakan
eksperimen dengan benar dan bagaimana menyajikannya ke peserta didik pada
uraian berikut dibahas beberapa Trik dan Tips dalam pembelajaran kimia.
Bacalah uraian materi sampai tuntas tahap demi tahap, Selanjutnya lakukan

92
KEGIATAN PEMBELAJARAN 3 TRIK AND TIPS DALAM MELAKSANAKAN EKSPERIMEN KIMIA
KELOMPOK KOMPETENSI I
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA

aktivitas sesuai instruksi pada modul, untuk menghasilkan hasil yang baik silahkan
bekerja sama dalam kelompok

1. Trik dan Tips Menyusun Prosedur Kerja Eksperimen Kimia


Prosedur kerja dalam eksperimen kimia harus dirancang sesuai karakteristik
eksperimen yang akan dilakukan dan pengalaman belajar yang akan dilatihan.
Sebelum merancang prosedur kerja Anda sebaiknya mengingat kembali salah
satu tuntutan kurikulum sekarang, yaitu pembelajaran menerapkan pendekatan
saintifik meliputi lima pengalaman belajar mengamati, menanya, mengumpulkan
informasi, mengasosiasi dan mengomunikasikan.

a. Prosedur kerja eksperimen kimia secara sistematis


Berdasarkan deskripsi kompetensi dasar mata pelajaran kimia baik di KI-3 maupun
KI-4 umumnya pembelajaran kimia dapat disajikan melalui kegiatan mengamati,
menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasi dan mengomunikasikan,
contohnya KD 4.4 Merancang sel Volta dengan mengunakan bahan di sekitar dan
4.7 Merancang, melakukan, dan menyimpulkan serta menyajikan hasil percobaan
faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi dan orde reaksi. Keterampilan
mengamati, mengumpulkan informasi, mengasosiasi dan mengomunikasikan,
pada pelaksanaan eksperimen kimia yang harus dikuasai guru dan peserta didik
adalah:
1) Mengamati
Mengamati dalam praktikum kimia dilakukan menggunakan indra penglihatan
misalnya:
a) mengamati dengan indra penglihatan : mengamati warna dan wujud zat,
gejala yang terjadi pada reaksi kimia dan membaca skala volume larutan
pada buret)
b) mengamati dengan indra pendengaran : mendegarkan suara letupan yang
berasal gas hidrogen yang didekatkan dengan api
c) mengamati dengan indra penciuman: mencium bau gas yang dihasilkan
suatu reaksi kimia dengan cara yang tepat sesuai aturan keselamatan kerja
di laboratorium.

93
KEGIATAN PEMBELAJARAN 3 TRIK AND TIPS DALAM MELAKSANAKAN EKSPERIMEN KIMIA
KELOMPOK KOMPETENSI I
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud

Mengamati dengan indra peraba dan pengecap pada praktikum kimia sangat
jarang dilakukan karena zat kimia ada yang bersifat racun dan berbahaya jika kena
bagian tubuh atau kulit.

2) Menanya
Keterampilan mengajukan pertanyaan perlu ditanamkan melalui kegiatan
pembelajaran. Banyak gejala-gejala yang timbul dari reaksi kimia yang
menimbulkan pertanyaan, oleh karena itu guru harus memfasilitasinya dengan
menampilkan percobaan yang memotivasi untuk bertanya dan memberi
kesempatan untuk bertanya.

3) Mengumpulkan informasi
Mengumpulkan informasi dalam pembelajaran kimia melalui kegiatan mencoba
mendemonstrasikan, melakukan eksperimen dan memodifikasi/ menambahi/
mengembangkan. Semua hasil pengamatan eksperimen kimia baik sebelum
pelaksanaan, sedang melakukan dan setelah melakukan eksperimen dikumpulkan
menjadi suatu data hasil pengamatan.

4) Mengolah informasi
Pada eksperimen kimia mengolah data yang sudah dikumpulkan, menganalisis
data dalam bentuk membuat kategori, mengasosiasi atau menghubungkan
fenomena/ informasi yang terkait dalam rangka menemukan suatu pola, dan
menyimpulkan termasuk mengolah infornasi.

5) Mengomunikasikan
Pada eksperimen kimia mengomunikasikan hasil pengolahan data, biasanya
disajikan dalam bentuk bagan, diagram, atau grafik, menyusun laporan tertulis,
dan menyajikan laporan meliputi proses, hasil, dan kesimpulan secara lisan.

b. Contoh Prosedur Kerja Eksperimen Kimia


Prosedur kerja yang lengkap sebaiknya memuat petunjuk bagi peserta didik untuk
melakukan kegiatan sesuai pengalaman belajar mengamati, menanya,
mengumpulkan informasi, mengasosiasi dan mengomunikasikan. Langkah kerja

94
KEGIATAN PEMBELAJARAN 3 TRIK AND TIPS DALAM MELAKSANAKAN EKSPERIMEN KIMIA
KELOMPOK KOMPETENSI I
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA

yang sistematis akan memudahkan melakukan eksperimen. Berikut ini tiga contoh
prosedur kerja secara sistematis.

1. Eksperimen Elektrolisis Larutan


ELEKTROLISIS LARUTAN

I. Pendahuluan
Elektrolisis berarti penguraian suatu zat akibat arus listrik. Zat-zat yang terbentuk dapat
diketahui dari perubahan-perubahan yang terjadi dengan bantuan indikator. Dalam
percobaan ini kalian dapat menyelidiki zat-zat hasil elektrolisis larutan Na2SO4 dan
larutan KI dengan elektroda karbon. Kalian juga dapat berlatih mengamati, merangkai
alat, memprediksi, mengolah data dan menyimpulkan. Lakukan dengan teliti. dalam
kelompok.
II. Alat dan Bahan
Alat : Bahan :
- Tabung U 2 buah - Larutan Na2SO4 1 M
- Elektrode C dan Fe 2 buah - Larutan KI 1 M
- Batu Batere 4 buah - Larutan indikator universal
- Statif, klem boshead 1 set atau indikator alam
2 buah - Larutan Indikator
- Pipet tetes
2 set Fenolftalein
- Kabel & penjepit buaya
- Larutan Amilum 1 %

III. Cara Kerja dan Pengamatan

Pasang alat elektrolisis seperti terlihat


pada gambar. Selanjutnya lakukan
percobaan sesuai langah-langkah
kegiatannya

95
KEGIATAN PEMBELAJARAN 3 TRIK AND TIPS DALAM MELAKSANAKAN EKSPERIMEN KIMIA
KELOMPOK KOMPETENSI I
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud

A. Elektrolisis larutan Na2SO4


Langkah-langkah Kegiatan Pengamatan
1. Isi tabung U dengan larutan Na2SO4 Warna larutan Na2SO4 :
1 M hingga ¾ volume tabung. Amati …………………….............................
warna larutannya !
2. Masukkan elektroda karbón pada Di Katode ( - ) :
masing-masing mulut tabung U dan ...........................................................
teteskan 2 tetes larutan indikator Di Anode (+) :
universal. Amati warna yang terjadi! ...........................................................

3. Berikan sumber arus listrik pada di di anoda


elektrode tunggu kurang lebih selama katoda
2 menit. Gejala ............. .............
Amati gejala yang terjadi dan yang .. .....
perubahan warna indikator pada terjadi
elektroda (-) katoda dan elektroda ( Warna ............. .............
+ ) anoda ! Indikator .. .....

B. Elektrolisis Larutan KI

Langkah-langkah Kegiatan Pengamatan


1. Isi tabung U dengan larutan KI 1 M Warna Larutan KI :
hingga ¾ volume tabung. ......................................................
2. Celupkan kedua elektroda karbon ke Di Katode ( - ) :
dalam masing-masing tabung U dan ...........................................................
hubungkan elektroda itu dengan sumber
arus listrik selama kira-kira 2 menit. Catat Di Anode (+) :
perubahan yang terjadi pada tiap-tiap ..........................................................
elektroda !

3. Pipet larutan dari katode dan anoda ke Larutan dari dari


pelat tetes, kemudian uji masing-masing katoda anoda
dengan fenolftalein Fenolftalein ............. ............
4. Ulangi langkah no. 3 uji dengan larutan
amilum. Amati dan catat apa yang terjadi ! Amilum ............. .............

96
KEGIATAN PEMBELAJARAN 3 TRIK AND TIPS DALAM MELAKSANAKAN EKSPERIMEN KIMIA
KELOMPOK KOMPETENSI I
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA

IV. Pertanyaan

1. Untuk elektrolisis larutan Na2SO4 :

a. Berdasarkan gejala yang terjadi dan perubahan warna indikator di


katoda dan anoda, kesimpulan apa yang didapat dari elektrolisis
larutan ini?
b. Tuliskan reaksi redoks yang terjadi pada kedua elektrode tersebut!
2. Untuk elektrolisis larutan KI :

a. Berdasarkan gejala yang terjadi dan perubahan warna indikator di


katoda dan anoda, kesimpulan apa yang didapat dari elektrolisis
larutan ini?
b. Tuliskan reaksi redoks yang terjadi pada kedua elektroda tersebut!
Buatlah laporan dari percobaan ini dengan singkat dan benar

Pada prosedur kerja tersebut kegiatan mengamati dan mencatat data


diinstruksikan pada langkah-langkah kegiatan, salah satu tips pada prosedur kerja,
kolom pengamatan untuk mencatat data harus memuat data yang diperioleh.
Kegiatan mengasosiasi dan mengomunikasikan diarahkan melalui pertanyaan-
pertanyaan. Pertanyaan harus mengacu pada data praktikum sebaiknya tidak
mencantumkan pertanyaan yang jawabannya dapat diambil dari buku teks
misalnya suatu kesimpulan, sehingga data tidak dimanfaatkan. Berikut ini contoh
prosedur kerja pada topik yang lain.

97
KEGIATAN PEMBELAJARAN 3 TRIK AND TIPS DALAM MELAKSANAKAN EKSPERIMEN KIMIA
KELOMPOK KOMPETENSI I
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud

Penentuan Koefisien Reaksi pada Reaksi antara Timbal(Ii) Nitrat dan Kalium
Iodida

I. Pendahuluan
Untuk membuat suatu senyawa perlu perhitungan berapa jumlah zat yang harus disiapkan
sesuai dengan perbandingan mol zat yang bereaksi. Perbandingan ini didalam persamaan
reaksi dikenal dengan perbandingan koefisien reaksi. Koefisien reaksi dituliskan dalam bentuk
angka yang diletakkan didepan rumus kimia zat yang terlibat dalam reaksi. Bagaimana cara
menentukan koefisien reaksi dengan percobaan? Lakukan percobaan berikut dengan teliti.

II. Tujuan

Menentukan koefisien reaksi pada reaksi antara Pb(NO3)2 dengan KI.

III. Alat dan Bahan:

Alat: Bahan:
Tabung reaksi 5 buah Larutan Pb(NO3)2 1 M
Rak tabung reaksi Larutan KI 1 M
Gelas ukur ukuran 10 mL 1 buah
Pipet tetes
Penggaris

IV. Langkah Kerja

A. Prosedur Percobaan
1. Siapkan 5 buah tabung reaksi yang sudah diberi label A, B, C, D dan E.
2. Masukkan 5 mL larutan Pb(NO3)2 1 M ke dalam masing–masing tabung reaksi.
3. Tambahkan 1 mL larutan KI 1 M ke dalam tabung reaksi A. Amati gejala yang terjadi.
4. Ulangi langkah 3 di atas untuk tabung reaksi B, C, D dan E masing–masing dengan
menambahkan larutan KI 1 M sebanyak 2, 3, 4 dan 5 mL.
5. Ukur tinggi endapan yang diperoleh pada tiap tabung reaksi.
6. Buatlah grafik antara volume larutan KI yang ditambahkan dengan tinggi endapan pada
tiap tabung reaksi.
B. Hasil Pengamatan
Tabung Volume Pb(NO3)2 1 M Volume KI 1 M Tinggi endapan

98
KEGIATAN PEMBELAJARAN 3 TRIK AND TIPS DALAM MELAKSANAKAN EKSPERIMEN KIMIA
KELOMPOK KOMPETENSI I
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA

C. Grafik hubungan volume larutan KI dengan tinggi endapan

Tinggi
endapan
(mm)

0 1 2 3 4 5

mL larutan KI

V. Pertanyaan:

1. Gejala apa yang terjadi pada reaksi antara larutan Pb(NO3)2 dengan larutan KI ?

2. Berdasarkan grafik penambahan volume larutan KI, berapa mL larutan Pb(NO3)2 dan
larutan KI yang tepat bereaksi ?
3. Berapa perbandingan mol Pb(NO3)2 dan KI pada reaksi tersebut?
4. Tuliskan persamaan reaksi antara larutan Pb(NO3)2 dan larutan KI berdasarkan
percobaanmu!
5. Apakah koefisien reaksi pada hasil percobaanmu sesuai dengan persamaan reaksi
yang benar, kalau tidak carilah penyebabnya?

99
KEGIATAN PEMBELAJARAN 3 TRIK AND TIPS DALAM MELAKSANAKAN EKSPERIMEN KIMIA
KELOMPOK KOMPETENSI I
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud

Penentuan Laju Reaksi berdasarkan Perubahan Produk Reaksi

Pada eksperimen ini anda akan menentukan laju reaksi logam Mg dengan larutan asam
klorida dengan cara mengukur volum gas hidrogen yang dihasilkan pada selang waktu
tertentu

Alat dan Bahan

Alat-alat Bahan

Labu Saring (filter flask), Gelas Ukur Larutan HCl 1 M

Corong pisah Sumbat Logam Mg

Pipa Penyalur Bejana air Air

Stopwatch

Langkah kegiatan

1. Rangkaikan alat seperti gambar di


samping.
larutan HCl 2. Masukkan larutan HCl 1M ke dalam
corong pisah.
H2 3. Masukkan kira-kira 10 cm logam Mg
ke dalam labu saring.
4. Isi bejana dengan air.
5. Teteskan HCl dari corong pisah ke labu
saring.
serbuk Mg
6. Tutup labu dengan rapat oleh sumbat
sehingga gas yang terjadi akan keluar
melewati pipa penyalur
7. Catat volum gas yang terjadi pada
gelas ukur setiap 30 detik.
Kolom Pengamatan

Waktu (detik)

Volum H2 (mL)

a. Buat grafik antara volum gas yang dihasilkan dengan waktu!


b. Tentukan laju reaksi rata-rata berdasarkan data grafik!
c. Buatlah laporan eksperimen ini!

100
KEGIATAN PEMBELAJARAN 3 TRIK AND TIPS DALAM MELAKSANAKAN EKSPERIMEN KIMIA
KELOMPOK KOMPETENSI I
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA

Pada ke tiga contoh prosedur percobaan tersebut tertera pengalaman belajar


secara sistematis dari mengamati, mengumpulkan informasi, mengasosiasi dan
mengomunikasikan, sehingga contoh prosedur kerja ini memenuhi tuntutan
pembelajaran dengan pendekatan saintifik.
Walaupun Anda sudah melaksanakan eksperimen dengan benar sebagai guru
Anda harus memperhatikan berbagai tips agar pelaksanaan eksperimen secara
umum dapat berhasil, misalnya:
1) alat dan bahan percobaan harus cukup bagi tiap pesera didik karena dalam
eksperimen setiap siswa harus mengadakan percobaan
2) kondisi alat dan mutu bahan percobaan yang digunakan harus baik dan bersih
agar eksperimen itu tidak gagal dan siswa menemukan bukti yang
meyakinkan, atau mungkin hasilnya tidak membahayakan
3) waktu yang diberikan sesuai dengan waktu yang digunakan percobaan
sehingga dalam eksperimen peserta didik teliti dan konsentrasi dalam
mengamati proses percobaandan mereka menemukan pembuktian
kebenaran dari teori yang dipelajari itu
4) petunjuk dalam eksperimen harus jelas karena peserta didik sedang belajar
dan berlatih. Disamping memperoleh pengetahuan, pengalaman serta
ketrampilan, juga kematangan jiwa dan sikap perlu diperhitungkan oleh guru
dalam memilih obyek eksperimen itu.

2. Trik dan tips dalam melakukan eksperimen


Eksperimen dapat didefinisikan sebagai kegiatan terperinci yang direncanakan
untuk menghasilkan data untuk menjawab suatu masalah atau menguji suatu
hipotesis. Suatu eksperimen akan berhasil jika variabel yang dimanipulasi dan
jenis respon yang diharapkan dinyatakan secara jelas dalam suatu hipotesis, juga
penentuan kondisi-kondisi yang akan dikontrol sudah tepat. Untuk keberhasilan
ini, maka setiap eksperimen harus dirancang dulu kemudian diuji coba. Guru
harus terampil dalam melakukan eksperimen agar dalam menyajikan dan
melatihkan keterampilan melakukan eksperimen kepada peserta didiknya dengan
benar pula.

101
KEGIATAN PEMBELAJARAN 3 TRIK AND TIPS DALAM MELAKSANAKAN EKSPERIMEN KIMIA
KELOMPOK KOMPETENSI I
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud

a. Persiapan Eksperimen.

Untuk melakukan eksperimen ini guru harus melakukan tahap demi tahap mulai
dari mempersiapkan alat dan bahannya, pelaksanaan eksperimen dan
pengolahannya. Bagi guru mempersiapkan alat dan bahan eksperimen sangat
penting. Ada beberapa trik dan tips agar eksperimen ini berhasil.
Sebagai contoh akan diuraikan bagaimana persiapan pada pecobaan
“Menentukan laju reaksi antara logam magnesium dengan larutan asam klorida”

Pada persiapan ini ada beberapa yang harus diperhatikan yaitu:


1) menyiapkan larutan HCl 1M
2) menyiapkan pita logam magnesium yang belum teroksidasi. Umumnya logam
Mg yang ada di laboratorium sudah teroksidasi bagian permukaannya. Untuk
menghilangkannya dapat dilakukan dengan mengampleas permukaan logam
sampai mengkilat. Dapat pula dengan cara pita Mg dicelupkan sebentar pada
larutan HCl encer sampai permukaan hitam larut, setelah itu segera lap
dengan tisu.
3) menyiapkan labu erlenmeyer yang
ada pipa penyalurnya, memasang larutan HCl

selang plastik yang diameternya


Gas H2
sesuai dengan pipa penyalur pada
labu erlenmeyer. Selang tidak Air

bocor dan ukurannya disesuaikan


Pita Mg
dengan rancangan.

4) menyiapkan corong pisah untuk menuangkan HCl kedalam erlenmeyer yang


berisi logam Mg. Corong pisah dipasang pada sumbat labu erlenmeyer
dengan pas atau tidak longgar agar tidak ada gas yang keluar.
5) menyiapkan bejana air yang transparan dengan ukuran sedang agar dapat
mengamati skala dari gelas ukur yang dibalikkan didalam bejana air.

b. Pelaksanaan Eksperimen.
Berikut ini prosedur melakukan “Menentukan laju reaksi antara logam magnesium
dengan larutan asam klorida”

102
KEGIATAN PEMBELAJARAN 3 TRIK AND TIPS DALAM MELAKSANAKAN EKSPERIMEN KIMIA
KELOMPOK KOMPETENSI I
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA

Prosedur kerja

1. Rangkailah alat seperti gambar di samping. larutan HCl

2. Isi gelas ukur dengan air balikkan didalam bejana


dengan air. Gas H2
3. Masukkan larutan HCl 1M ke dalam corong pisah.
4. Masukkan kira-kira 10 cm logam Mg ke dalam Air
labu saring.
5. Teteskan HCl dari corong pisah ke labu saring.
Pita Mg
6. Catat volum gas yang terjadi pada gelas ukur
setiap 30 detik.

Beberapa trick atau cara agar percobaan berhasil misalnya:


1) kegiatan eksperimen ini minimal dilakukan oleh 2 orang, seorang melakukan
percobaan, seorang lagi siap mencatat volume gas yang dihasilkan.
2) pastikan labu erlenmeyer tertutup rapat oleh sumbat gabus atau karet, dan
gas hidrogen yang dihasilkan keluar melewati pipa penyalur dan masuk ke
gelas ukur yang berisi air dalam keadaan terbalik.
3) pastikan gelas kimia yang berisi air dengan posisi terbalik dalam bejana air
tidak ada udara didalamnya
4) penambahan HCl ke dalam labu erlenmeyer yang berisi logam Mg dengan
cara membuka kran corong pisah dengan aliran yang pelan-pelan atau tetes
demi tetes secara konsisten. Jika tidak ada corong pisah bisa saja HCl
dituangkan langsung
5) diskusikan dalam kelompok jangka waktu pencatatan volume gas hidrogen
yang dihasilkan. Siapkan lembar pengamatan dengan kolom-kolom untuk
mencatat vol gas hidrogen. Cek stopwatch yang digunakan.
6) setelah HCl dituangkan akan timbul gas yang mengalir melalui pipa atau
selang menuju gelas ukur yang berisi air. Untuk memudahkan pengukuran
volum gunakan gelas ukur yang tinggi, misal 100 mL atau 250 mL.
Pengamatan volum gas pada setiap waktu yang telah ditentukan dapat pula
dengan cara memberi tanda pada skala gelas ukur dengan spidol permanent,
setelah reaksi berhenti baru gelas ukur diangkat dari bejana air dan catat
volume gas hidrogen yang ditunjukkan dengan tanda spidol tersebut.

103
KEGIATAN PEMBELAJARAN 3 TRIK AND TIPS DALAM MELAKSANAKAN EKSPERIMEN KIMIA
KELOMPOK KOMPETENSI I
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud

Pembelajaran topik laju reaksi dengan percobaan “Menentukan laju reaksi antara
logam magnesium dengan larutan asam klorida” bagi peserta didik dapat
dilakukan dengan metode eksperimen atau demonstrasi. Guru tetap harus
memahami trick-trick percobaan ini dan dapat menjelaskan kepada peserta didik
agar percobaan berhasil. Pada setiap eksperimen, sebenarnya ada trick-trick yang
harus dipelajari guru untuk keberhasilan pembelajaran dengan metode
eksperimen. Eksperimen kimia yang berbahaya umumnya dilakukan metode
demonstrasi. Misalnya reaksi logam natrium dengan air, pengaruh suhu pada
reaksi kesetimbangan gas nitrogen monoksida dan dinitrogen tetra oksida

c. Mencatat data dengan teliti dan akurat


Pada saat melakukan eksperimen atau percobaan kimia data hasil pengamatan
harus dicatat dalam berbagai bentuk sesuai prosedur percobaannya. Umumnya
data percobaan kimia dicatat dalam bentuk tabel tetapi ada juga yang dalam
bentuk gambar. Data hasil pengamatan merupakan sumber informasi yang akan
diolah dan disimpulkan. Oleh karena itu kualitas data praktikum harus memadai
dan lengkap sehingga cukup untuk diolah, data diperoleh dari pengamatan yang
dilakukan dengan teliti dan akurat. Data - data yang dapat dicatat dari percobaan
kimia dapat berupa perubahan wujud, perubahan warna, perubahan suhu, bau
gas, waktu reaksi, bentuk kristal, bentuk molekul, massa zat, volum dsb.
1) Data dalam bentuk tabel
Data pada bentuk tabel berupa tabel bentuk horizontal dan tabel bentuk vertikal
a) Tabel bentuk horizontal
Data percobaan penentuan laju reaksi berdasarkan perubahan produk reaksi
Tabel Volum gas Hidrogen pada waktu

Waktu 10 20 30 40 50 60 .... ...


(detik)

Volum H2 5 ...
(mL)

104
KEGIATAN PEMBELAJARAN 3 TRIK AND TIPS DALAM MELAKSANAKAN EKSPERIMEN KIMIA
KELOMPOK KOMPETENSI I
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA

Data Percobaan pengujian warna indikator

Tabel Warna indikator pada setiap harga pH larutan

pH 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14

Metil merah merah ...

Metil jinga

Bromtimol
biru

Fenolptalein

b) Tabel bentuk vertikal

Data percobaan penentuan orde reaksi antara Na2S2O3 dan HCl

Tabel Waktu reaksi antara natrium tiosulfat dengan asam klorida pada konsentrasi
natrium tiosulfat yang berbeda

Volum ( mL) [Na2S2O3] Waktu Laju


setelah (detik)
HCl 2 M Na2S2O3 0,2 M Air Campuran dicampur 1
t

20 20 - 20x 0,2
40

20 15 5

20 10 10

20 5 15

105
KEGIATAN PEMBELAJARAN 3 TRIK AND TIPS DALAM MELAKSANAKAN EKSPERIMEN KIMIA
KELOMPOK KOMPETENSI I
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud

Data percobaan sifat larutan garam

Tabel Perubahan warna lakmus dan indikator serta pH

Larutan Perubahan warna indikator Sifat


larutan
pH garam
Lakmus merah Lakmus biru Indikator
universal

KCl

NH4Cl

CH3COONa

Na2CO3

Na3PO4

c) Data dalam bentuk gambar atau foto


Data dalam bentuk gambar atau foto didalam pembelajaran kimia misalnya
menggambar bentuk molekul dan disain rangkaian alat percobaan

106
KEGIATAN PEMBELAJARAN 3 TRIK AND TIPS DALAM MELAKSANAKAN EKSPERIMEN KIMIA
KELOMPOK KOMPETENSI I
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA

Hasil percobaan teori VESPR

Foto bentuk molekul berdasarkan tolakan elektron berdasarkan teori VESPR yang
dibuat dari balon yang diikat

Linier Trigonal Tertahedral Bipiramid Oktahedral


planar trigonal

3. Pengolahan data hasil eksperimen


Setelah mendapatkan data eksperimen kegiatan selanjutnya adalah mengolah
data yang sudah dikumpulkan dan dicatat. Data tersebut dapat berupa angka-
angka dalam tabel, dskripsi dalam tabel atau dalam kalimat dan gambar atau foto.
Data diolah menjadi suatu kesimpulan dapat melalui perhitungan, deskripsi, atau
grafik. Pada pengolahan data kegiatan pembelajaran termasuk kegiatan yang
hanya berhubungan dengan teks yang dikenal dengan istilah DARTs (Directed
Activities Related to Text of Science). Ada beberapa model-model yang dapat
dikembangkan lagi untuk DARTs ini. Monk (1991) mengembangkan model
Translation. Model ini terdiri dari:

a. Mengubah data bentuk tabel ke grafik


b. Mengubah data bentuk tabel ke kata-kata atau kalimat.
c. Mengubah data bentuk grafik ke tabel data
d. Mengubah data bentuk grafik ke kata-kata kalimat.
e. Mengubah data gambar ke kata-kata atau kalimat
f. Mengubah data dalam kata-kata atau kalimat ke bentuk tabel atau grafik.

107
KEGIATAN PEMBELAJARAN 3 TRIK AND TIPS DALAM MELAKSANAKAN EKSPERIMEN KIMIA
KELOMPOK KOMPETENSI I
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud

1) Pengolahan data hasil eksperimen dalam pembelajaran kimia model translation


Pada pembelajaran kimia tidak semua model translation selalu digunakan,
bergantung dari karakteristik percobaan dan keterampilan berpikir yang akan
dilatihkan kepada peserta didik. Berikut ini contoh translation dalam
pembelajaran kimia.
a) Mengubah data dalam bentuk tabel ke dalam bentuk grafik misalnya sebagai
berikut

Data hasil titrasi Asam Kuat dengan basa kuat dan asam lemah dengan basa kuat
adalah sebagai berikut.

Tabel 3. 1. harga pH pada setiap penambahan NaoH 0,1 M ke dalam larutan HCl 0,1M
dan kedalam larutan CH3COOH 0,1M

108
KEGIATAN PEMBELAJARAN 3 TRIK AND TIPS DALAM MELAKSANAKAN EKSPERIMEN KIMIA
KELOMPOK KOMPETENSI I
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA

Grafik dari data tabel tersebut adalah:

Grafik Titrasi HCl dengan NaOH Grafik Titrasi CH3COOH dengan NaOH

b) Mengubah grafik ke tabel


Tidak semua model tersebut didapat melalui eksperimen yang dilakukan di
laboratorium, misalnya data grafik. Data grafik biasanya diperoleh dari hasil ploting
data-data dalam bentuk tabel. Tetapi untuk latihan mengolah data sevara akurat
dari grafik ke tabel dapat dilatihkan melalui beberapa contoh dalam pembelajaran
kimia. Contoh mengubah data dalam bentuk grafik ke dalam bentuk tabel adalah
sebagai berikut.

Data grafik energi ionisasi unsur-unsur pada Tabel Periodik

109
KEGIATAN PEMBELAJARAN 3 TRIK AND TIPS DALAM MELAKSANAKAN EKSPERIMEN KIMIA
KELOMPOK KOMPETENSI I
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud

Mengolah data dari grafik tersebut ke data dalam tabel pengamatan contohnya:

Harga Energi Ionisasi Tertinggi Terendah

- Periode ke 2 ...................... ......................

- Periode ke 3 ...................... ......................

- Periode ke 4 ...................... ......................

- Golongan I A ...................... ......................

- Golongan II A ...................... ......................

- Golongan V II A ...................... ......................

- Golongan V III A ...................... ......................

c) Mengubah bentuk grafik ke kata-kata kalimat


Berikut ini contoh data hasil eksperimen reaksi antara asam lemah dengan basa
kuat dan basa lemah dan asam kuat.

110
KEGIATAN PEMBELAJARAN 3 TRIK AND TIPS DALAM MELAKSANAKAN EKSPERIMEN KIMIA
KELOMPOK KOMPETENSI I
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA

Data grafik

Volume NaOH yang ditambahkan

Dari grafik tersebut jika diubah menjadi kata-kata atau kalimat oleh peserta didik
akan menghasilkan kalimat yang berbeda-beda walaupun maknanya sama.
Contoh hasil pengolahan data grafik diatas menjadi sebuah kalimat kesimpulan
adalah:
Pada titrasi asam lemah dengan basa kuat titik ekivalen berada pada pH lebih tinggi
dari 7, tepatnya terjadi pada pH 8,80. Indikator yang baik digunakan untuk titrasi ini
adalah phenolphthalein. Methyl merah tidak baik digunakan untuk indikator pada titrasi
ini karena trayek pH nya berada dibawah 7. pH sekitar 5 merupakan daerah terjadinya
larutan penyangga

2) Mengolah data melalui perhitungan

Contoh mengolah data melalui perhitungan pada penentuan kadar larutan


berdasarkan data titrasi. Pada percobaan ini titrasi minimal tiga kali. Setiap kali
tirasi data volum awal NaOH dan volum akhir dicatat. Setelah data lengkap baru
dihitung volum rata-ratanya. Jika ada data yang menyimpang biasanya data
tersebut diabaikan dan sebaiknya mengambil data lagi dengan melakukan
percobaan dengan hati-hati dan pengamatan yang teliti. Berikut ini data hasil titrasi
HCl oleh NaOH

111
KEGIATAN PEMBELAJARAN 3 TRIK AND TIPS DALAM MELAKSANAKAN EKSPERIMEN KIMIA
KELOMPOK KOMPETENSI I
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud

Volum NaOH ( mL)


No Volum HCl ( mL)
Mula-mula Akhir Titrasi

1 20 60 38,35

2 20 38,35 26,75

3 20 26,75 15,14

Untuk menghitung konsentrasi HCl dilakukan dengan cara menghitung dahulu


volum NaOH:

Pada percobaan 1: 50 mL – 38,35 mL = 11,65 mL

Pada percobaan 2: 38,35 mL – 26,75 mL = 11,60 mL

Pada percobaan 3: 26,75 mL – 15,14 mL = 11,60 mL

𝟏𝟏,𝟔𝟓 𝐦𝐋+𝟏𝟏,𝟔𝟎 𝐦𝐋+𝟏𝟏,𝟔𝟎 𝐦𝐋


Volum NaOH rata-rata = = 11,62 mL
𝟑

VA .MA = VB . MB

20 mL. MA = 11,62 mL. 0,1 M

𝟏𝟏,𝟔𝟐 𝐦𝐋 𝐱 𝟎,𝟏𝐌
MA = = 0,0581 M Jadi, konsentrasi HCl = 0,058 M
𝟐𝟎𝐦𝐋

Contoh mengolah data melalui perhitungan pada percobaan penentuan entalpi


reaksi menggunakan kalorimeter sederhana

112
KEGIATAN PEMBELAJARAN 3 TRIK AND TIPS DALAM MELAKSANAKAN EKSPERIMEN KIMIA
KELOMPOK KOMPETENSI I
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA

Percobaan ini dapat dilakukan oleh peserta


didik. Misalnya peserta didik mereaksikan
NaCl dengan NaOH dan mengukur
perubahan suhunya. Mula-mula mereka
mengukur suhu awal dari 50 mL larutan HCl
1M yang suhunya 22 OC dan 50 mL NaOH
O
1 M yang suhunya 22 C. Kemudian
mengukur suhu akhir reaksi misalnya
terjadi kenaikan suhu sampai 28,87 OC.

Setelah mengumpulkan data eksperimen ini, peserta didik akan menghitung ∆ HR.
Pada percobaan ini pengolahan data dilakukan melalui perhitungan. Contoh
pengolahan datanya adalah:
Penyelesaian:

Jumlah mol HCl = 50 mL x 1 M = 50 mmol = 0,05 mol

Jumlah mol NaOH = 50 mL x 1 M = 50 mmol = 0,05 mol

Volum larutan = volum air = 100 mL

Massa larutan = massa air = 100 mL x 1 gmL–1 = 100 g

q = m x c x ∆t

= 100 g x 4,2 J.g–1 C–1.(28,87 OC – 22 OC)


O

= 2885,4 J = 2,8854 kJ

∆HR = –q
∆HR untuk 0,05 mol H2O = –2,8854 kJ

–2,8854 kJ
∆HR reaksi untuk 1 mol H2O = = –57,71 kJ mol–1
0,05 mol

113
KEGIATAN PEMBELAJARAN 3 TRIK AND TIPS DALAM MELAKSANAKAN EKSPERIMEN KIMIA
KELOMPOK KOMPETENSI I
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud

D. Aktivitas Pembelajaran

1. Kegiatan IN- 1

Setelah mengkaji materi tentang Trik dan Tips dalam melaksanakan eksperimen
kimia, silahkan Anda dan peserta lainnya dalam kelompok mendiskusikan trick-
trick atau tips pada berbagai eksperimen kimia yang tertera pada gambar di LK-1.
Pada IN-1 yang dikerjakan adalah LK-1dengan judul Trik dan Tips untuk
Eksperimen Kimia. LK-2 dikerjakan pada ON.

2. Kegiatan ON

Pada kegiatan ON Anda diminta untuk mengidentifikasi berbagai eksperimen yang


dapat dilakukan sesuai kompetensi dasar dan karakteristik materi kimia setelah itu
mengembangkan prosedur kerja eksperimen bagi peserta didik. Kegiatan ON LK
yang dikerjakan adalah LK-2 dengan judul Pengembangan Prosedur Eksperimen
Kimia. Kumpulkan sebagai portofolio dan presentasikan pada saat IN 2

114
KEGIATAN PEMBELAJARAN 3 TRIK AND TIPS DALAM MELAKSANAKAN EKSPERIMEN KIMIA
KELOMPOK KOMPETENSI I
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA

Lembar Kegiatan 1

Trik dan Tips untuk Eksperimen Kimia


Tujuan: mengidentifikasi trick dan tips pada pelaksanaan eksperimen kimia untuk
trick dan tips
Langkah Kerja
1. Perhatikan gambar percobaan atau bahan untuk suatu percobaan!
2. Tuliskan judul percobaan berdasarkan gambar tersebut!
3. Tuliskan kompetensi dasar dari materi pada percobaaan tersebut!
4. Buat deskripsi singkat dari percobaan tersebut!
5. Jelaskan Trik dan Tips agar percobaan tersebut berhasil!
Gambar percobaan:
Judul: Reaksi antara logam natrium
dengan air

KD: ...............................

Deskripsi Percobaan:.............................

Trick:.............................
Reaksi Na dengan air yang ditetesi
fenolptalein Tips: ..................................

Judul:............................

Deskripsi Percobaan: ................

Trick:.............................

Gas NO2 dalam es dan air panas Tips: ...........................................

115
KEGIATAN PEMBELAJARAN 3 TRIK AND TIPS DALAM MELAKSANAKAN EKSPERIMEN KIMIA
KELOMPOK KOMPETENSI I
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud

Judul:............................

Deskripsi Percobaan:: ................

Trick:.............................

Sel Volta dalam buah lemon Tips: ..............................

Judul:............................

Deskripsi Percobaan:: ................

Trick:.............................

Tips: .............................

Titrasi asam basa

Judul:............................

Deskripsi Percobaan:: ................

Trick:.............................

Tips: ..............................

Bunga kembang sepatu untuk


indikator alam

116
KEGIATAN PEMBELAJARAN 3 TRIK AND TIPS DALAM MELAKSANAKAN EKSPERIMEN KIMIA
KELOMPOK KOMPETENSI I
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA

Lembar Kegiatan 2

Pengembangan Prosedur Eksperimen Kimia


Tujuan: Mengidentifikasi eksperimen yang dapat dilakukan berdasarkan
karakteristik materi kimia dan kompetensi dasar dan mengembangkan prosedur
kerja eksperimen bagi peserta didik
Langkah Kerja
1. Siapkan kurikulum, buku teks Kimia SMA dan buku eksperimen Kimia
2. Analisislah kurikulum Kimia, identifikasi topik-topik yang dapat dilakukan
dengan eksperimen, tuliskan judul dan tujuan eksperimen
3. Setelah selesai, buatlah prosedur kerja untuk judul eksperimen yang
teridentifikasi
4. Laporkan hasil kerja dan perbaiki hasil kerja kelompok Anda jika ada yang
kurang sesuai berdasarkan masukan dari kelompok lain

Contoh format.
Kompetensi Dasar Kelas Topik Judul Tujuan
Eksperimen

3.5 Menjelaskan jenis entalpi XI Perubahan Hukum Hess Menentukan ∆H


reaksi, hukum Hess dan entalpi reaksi reaksi antara
konsep energi ikatan NaOH dengan
HCl
4.5 Membandingkan
berdasarkan
perubahan entalpi
hukum Hess
beberapa reaksi
berdasarkan data hasil
percobaan

....................

Prosedur Kerja
.................................................................................................................................
..........................................................................................................................

117
KEGIATAN PEMBELAJARAN 3 TRIK AND TIPS DALAM MELAKSANAKAN EKSPERIMEN KIMIA
KELOMPOK KOMPETENSI I
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud

E. Latihan/Kasus/Tugas

Setelah mempelajari materi trik dan tips ini, silahkan anda mencoba mengerjakan
soal secara mandiri selanjutnya kumpulkan hasil kerja tepat waktu sesuai jadwal
yang ditentukan
Pilihlah jawaban yang tepat
1. Pada saat peserta didik akan melaksanakan percobaan ada beberapa
kegiatan yang harus dilakukan :
i. Membaca pedoman percobaan
ii. Melaksanakan percobaan
iii. Mempersiapkan alat dan bahan
iv. Mencatat pengamatan
Prosedur kerja yang dilakukan secara sistimatis adalah ...
A. i, iii, ii,iv
B. i,ii, iii, iv
C. iii, ii, i, iv
D. iii, i, ii, iv

2. Prosedur kerja secara sistimatis dalam suatu eksperimen kimia harus


melibatkan keterampilan mengamati, menanya, mengumpulkan informasi,
mengolah informasi, dan mengomunikasikan. Mengamati umumnya
melibatkan beberapa indra. Beberapa keterampilan mengamati yang benar
dalam pembelajaran kimia adalah sebagai berikut, kecuali....
A. membaca skala volume larutan pada buret , mata sejajar dengan skala
B. mencium bau gas dengan cara mengibaskan gas dengan tangan kedekat
hidung
C. mengamati warna larutan pada tabung reaksi dengan memberikan kertas
putih sebagai back ground
D. menentukan temperatur larutan menggunakan termometer yang tercelup
sampai dasar wadah

118
KEGIATAN PEMBELAJARAN 3 TRIK AND TIPS DALAM MELAKSANAKAN EKSPERIMEN KIMIA
KELOMPOK KOMPETENSI I
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA

3.
Perhatikan gambar percobaan reaksi
antara logam Na dengan air
[Link] atau trik yang tepat untuk
percobaan ini adalah....

A. menggunakan logam natrium seukuran 1 Cm3


B. gelas kimia ditutup pada saat mereaksikan Na dengan air
C. siapkan air yang ditetesi fenolptalin baru masukkan logam Na
D. taruh dulu logam Na dalam gelas kimia, baru tambahkan air

4. Sekelompok peserta didik sedang melakukan praktikum titrasi penentuan


kadar HCl dengan larutan NaOH. Seorang peserta didik melakukannya
dengan cara sebagai berikut,
i. menggunakan corong untuk memasukan larutan NaOH ke dalam buret
ii. mengisi buret dengan NaOH sampai penuh
iii. memipet larutan HCl dengan pipet tetes
iv. mengamati volum NaOH dengan arah mata yang sejajar dengan skala
buret
Langkah yang tepat dilakukan siswa pada saat melakukan titrasi adalah....
A. i dan iv
B. i dan iii
C. ii dan iii
D. ii dan iv

119
KEGIATAN PEMBELAJARAN 3 TRIK AND TIPS DALAM MELAKSANAKAN EKSPERIMEN KIMIA
KELOMPOK KOMPETENSI I
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud

5. Perhatikan gambar percobaan berikut.


Diantara Trik dan tips agar percobaan
berhasil berikut yang kurang tepat
adalah....

A. menusukkan logam kedalam satu bagian buah yang tidak terhalang kulit
arinya
B. mengamplas dulu logam yang dijadikan elketroda
C. menstrandarkan gerakan jarum pada voltmeter
D. menggunakan satu logam sebagai anoda berkali-kali untuk logam
sebagai katoda yang berbeda

6. Pada percobaan laju reaksi antara,peserta didik mendata percobaan pada


tabel berikut.
Waktu
0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
(menit)
Volum Gas
0 12 20 .....
(mL)

Pada percobaan tersebut, peserta didik melengkapi tabel yang tersedia. Untuk
menyimpulkan percobaan konsep laju reaksi, data tabel tersebut kemudian
diubah menjadi ....
A. gambar
B. deskripsi
C. grafik
D. perhitungan

120
KEGIATAN PEMBELAJARAN 3 TRIK AND TIPS DALAM MELAKSANAKAN EKSPERIMEN KIMIA
KELOMPOK KOMPETENSI I
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA

7. Pada saat menimbang zat padat menggunakan neraca/timbangan (neraca


Ohauss), prosedur yang benar adalah ....
A. posisi neraca dalam keadaan setimbang, wadah dan massa zat ditimbang
massanya sampai keadaan neraca setimbang kembali
B. zat padat ditimbang setelah jarum penunjuk pada neraca di posisi yang
diperlukan, tambahkan zat padat sampai neraca setimbang
C. zat padat disimpan di kertas sebelum ditimbang sesuai dengan massa
yang diperlukan sehingga mempercepat penimbangan
D. posisi neraca dalam keadaan setimbang sebelum zat padat ditimbang,
baru kemudian zat padat ditimbang

8. Jika akan membuat larutan asam yang encer, maka larutan ini dapat dibuat
dengan cara mengencerkan larutan asam yang pekat. Pernyataan berikut yang
tepat untuk melakukannya adalah ….
A. air dimasukkan ke dalam wadah berisi asam pekat secara langsung
B. asam pekat dimasukkan ke dalam wadah berisi air secara perlahan-lahan
C. air dan asam pekat dimasukkan ke dalam satu wadah bersama-sama
D. air dimasukkan ke dalam wadah berisi asam pekat secara perlahan-lahan

9. Sekelompok siswa sedang melakukan eksperimen pembuatan indikator alam


dari bunga berwarna yang ada di halaman sekolah. Indikator yang dihasilkan
ternyata kurang memperlihatkan warna yang tajam jika diuji dengan larutan
asam atau basa. Setelah berdiskusi mereka memutuskan untuk mengulang
kembali dengan cara yang lebih tepat. Cara yang tepat yang dipilih agar
indikator alam lebih baik dari percobaan pertama adalah....
A. setelah kelopak bunga digerus dalam cawan, bunga ditambahkan air agar
ekstraknya larut sempurna
B. pada saat kelopak bunga digerus dalam cawan, ditambahkan alkohol
agar ekstraknya larut sempurna
C. sebelum digerus dalam cawan kelopak bunga direndam dalam alkohol
mudah hancur
D. setelah kelopak bunga digerus dalam cawan, ekstrak bunga ditambah
larutan cuka biar keluar warnanya

121
KEGIATAN PEMBELAJARAN 3 TRIK AND TIPS DALAM MELAKSANAKAN EKSPERIMEN KIMIA
KELOMPOK KOMPETENSI I
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud

10. Seorang guru sedang membuat tabel pengamatan untuk percobaan hidrolisis sebagai
berikut.
Data percobaan sifat larutan garam

Tabel Perubahan warna lakmus dan indikator serta pH

Larutan Perubahan warna indikator Sifat


larutan
pH garam
Lakmus merah Lakmus biru Indikator
universal

KCl

NH4Cl

CH3COONa

NaOH

Na2CO3

H2SO4

Kesalahan yang dilakukan guru pada pembuatan tabel pengamatan tersebut


adalah pada tabel pengamatan tercantum:
A. amonium klorida dan natrium karbonat sebagai larutan yang diuji
B. indikator universal untuk mengidentifikasi perubahan warna
C. asam sulfat dan natrium hidroksida sebagai larutan yang diuji
D. kolom sifat larutan garam dan pH

122
KEGIATAN PEMBELAJARAN 3 TRIK AND TIPS DALAM MELAKSANAKAN EKSPERIMEN KIMIA
KELOMPOK KOMPETENSI I
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA

F. Rangkuman

Eksperimen dapat didefinisikan sebagai kegiatan terperinci yang direncanakan


untuk menghasilkan data untuk menjawab suatu masalah atau menguji suatu
hipotesis. Dalam melakukan eksperimen, kadang-kadang mengalami kegagalan
karena hal hal penting terlewatkan. Ketelitian sangat diperlukan dalam
melaksanakan eksperimen. Tahap-tahap dalam melakukan eksperimen mulai
dari menentukan prosedur kerja secara sistematis, melakukan eksperimen sesuai
dengan prosedur kerja, mencatat data dengan teliti dan akurat, menyajikan hasil
pengolahan data eksperimen dalam bentuk tabel, grafik atau deskripsi. Tips dan
trick agar eksperimen yang dilakukan peserta didik berhasil, misalnya cara
menggunakan alat, cara menggunakan bahan kimia dan teknik melakukan
percobaannya sesuai dengan karakteristik konsep kimia yang dicoba.

123
KEGIATAN PEMBELAJARAN 3 TRIK AND TIPS DALAM MELAKSANAKAN EKSPERIMEN KIMIA
KELOMPOK KOMPETENSI I
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud

G. Umpan Balik dan Tindak Lanjut

Setelah Anda mempelajari modul dan mengikuti kegiatan pembelajaran tentang


Tips dan Trick pada eksperimen kimia ini, Anda dapat mengevaluasi diri dengan
Jika Anda memperkirakan bahwa pencapaian Anda sudah melebihi 85%, silahkan
Anda terus mempelajari Kegiatan Pembelajaran berikutnya, namun jika Anda
menganggap pencapaian Anda masih kurang dari 85%, sebaiknya Anda ulangi
kembali dengan kerjakeras, kreatif, dan tanggung jawab.

124
KEGIATAN PEMBELAJARAN 3 TRIK AND TIPS DALAM MELAKSANAKAN EKSPERIMEN KIMIA
KELOMPOK KOMPETENSI I
KUNCI JAWABAN LATIHAN/KASUS/TUGAS

KUNCI JAWABAN LATIHAN MAKROMOLEKUL

1. C
2. D
3. C
4. D
5. A
6. C
7. A
8. B
9. D
10. B

KUNCI JAWABAN LATIHAN KIMIA KOSMETIK DAN OBAT

1. A
2. C
3. B
4. A
5. B
6. D
7. C
8. B
9. A
10. C

KUNCI JAWABAN LATIHAN/KASUS/TUGAS


125
KELOMPOK KOMPETENSI I
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud

KUNCI JAWABAN LATIHAN KIMIA TRICK AND TIPS DALAM


MELAKSANAKAN EKSPERIMEN KIMIA
1. A
2. D
3. C
4. A
5. D
6. C
7. A
8. B
9. B
10. C

RAMBU-RAMBU JAWABAN TUGAS


Setelah Anda mencoba untuk mengerjakan tugas, silahkan Anda periksa apakah
tugas Anda sudah sesuai dengan rubrik berikut. Jika belum lengkapi lagi sehingga
mendapatkan nilai yang baik.

PERINGKAT NITLAI KRITERIA


Amat Baik 90 < AB ≤ 1. Terdapat identitas tugas.
( AB) 100 2. Terdapat prosedur kerja suatu eksperimen
dengan benar
3. Terdapat cara pengolahan datanya dengan benar
4. Terdapat Trick melakukan percobaan dengan
tepat
5. Terdapat Tips melakukan percobaan dengan
tepat
Baik (B) 80 < B ≤ 90 Ada 4 aspek sesuai dengan kriteria, 1 aspek kurang
sesuai
Cukup (C) 70 < C ≤ 80 Ada 3 aspek sesuai dengan kriteria, 2 aspek kurang
sesuai
Kurang (K) ≤ 70 Ada 1 aspek sesuai dengan kriteria, 3 aspek
kurang sesuai

126
KUNCI JAWABAN LATIHAN/KASUS/TUGAS
KELOMPOK KOMPETENSI I
EVALUASI

Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan memilih satu jawaban


yang saudara anggap benar, Anda mencoba mengerjakan soal secara
mandiri selanjutnya kumpulkan hasil kerja tepat waktu sesuai jadwal yang
ditentukan

1. Struktur galaktosa dan fruktosa termasuk karbohidrat yang memiliki


perbedaan pada strukturnya. Perhatikan tabel nama karbohidrat dan gugus
fungsinya. Pasangan karbohidrat dan gugus fungsinya yang tepat adalah....
Karbohidrat Gugus Fungsi Karbohidrat Gugus Fungsi
A Glukosa Aldehid Galaktosa Keton
B Galaktosa Aldehid Fruktosa Keton
C Fruktosa Keton Galaktosa Aldehid
D Galaktosa Keton Fuktosa Aldehid

2. Suatu senyawa karbohidrat dihirolisis menghasilkan dua buah senyawa.


Kedua senyawa tersebut diuji dengan pereaksi Fehling dan Tollens. Salah
satu senyawa hasil hidrolisis menghasilkan endapan merah dengan pereaksi
Fehling dan cermin perak dengan pereaksi Tollens. Sedangkan senyawa
satunya lagi negatif jika diuji dengan kedua pereaksi tersebut. Berdasarkan
data tersebut, senyawa karbohidrat yang dihidrolisis adalah....
A. glukosa
B. sukrosa
C. maltosa
D. laktosa

EVALUASI
127
KELOMPOK KOMPETENSI I
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud

3. Pernyataan berikut merupakan fungsi makromolekul dalam tubuh:


1) Komponen utama penyusun membran sel
2) Sebagai sumber energi utama bagi tubuh
3) Bahan dalam sintesis substansi penting seperti hormon dan enzim
4) Zat antibodi yang berperan penting dalam respon kekebalan tubuh
5) Gula dengan 5 atom karbon yang merupakan komponen DNA dan RNA
6) Membantu penyerapan kalsium
Yang termasuk fungsi protein dalam tubuh adalah ….

A. (1), (2), (5)

B. (2), (3), (6)

C. (1), (3), (4)

D. (3), (4), (6)

4. Diantara nama asam amino berikut yang sesuai dengan rumus strukturnya
adalah.....
Nama Struktur

A
leusin

alanin

glisin

D
valin

128
EVALUASI
KELOMPOK KOMPETENSI I
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA

5. Perhatikan data hasil pengujian kandungan protein dalam suatu bahan


pangan berikut.

Jenis Bahan Uji Identifikasi Hasil Identifikasi


Pangan Protein

1 Uji Biuret Terbentuk warna ungu

2 Uji Belerang Terbentuk endapan kuning

3 Uji Ninhidrin Terbentuk warna ungu

4 Uji Xantoproteat Terbentuk endapan berwarna


kuning

Bahan makanan yang mengandung protein adalah ...

A. (1), (2), (3)

B. (1), (2), (4)

C. (1), (3), (4)

D. (2), (3), (4)

129
EVALUASI
KELOMPOK KOMPETENSI I
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud

6. Perhatikan data asam lemak berikut

No Struktur

1)

2)

3)

4)

Yang termasuk ke dalam asam lemak jenuh adalah....

A. (1) dan (2) C. (2) dan (3)

B (1) dan (3) D. (3) dan (4)

7. Minyak sawit merupakan sumber bahan minyak goreng di Indonesia. Minyak


goreng dari kelapa sawitjuga baik untuk kesehatan, kecuali....
A. mengandung β-karoten yang merupakan sumber penting pembentukan
vitamin A
B. mengandung kolesterol dengan komposisi yang rendah
C. banyak mengandung asam lemak tidak jenuh
D. mencegah pembekuan darah

8. Dalam kemasan suatu kosmetik tertulis emollient sebagai salah satu bahan
kandungannya. Fungsi dari kandungan bahan kimia emollient pada kosmetik
tersebut adalah....

A. pembunuh bakteri
B. pemberi efek lembut dan halus
C. pengikat air
D. penyeimbang pH

130
EVALUASI
KELOMPOK KOMPETENSI I
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA

9. Salah satu bahan dasar bedak adalah seng oksida. Fungsi dari seng oksida
di dalam bedak ini adalah sebagai….

A. astringent, antiseptik, anti iritasi


B. pengikat, pelembut, antiseptik
C. pembunuh kuman, anti oksidan, pelembut
D. pelarut, pelembut, pengikat zat lain

10. Formaldehid termasuk bahan kimia berbahaya tetapi banyak digunakan


sebagai bahan tambahan pada kosmetik. Efek samping penggunaan kosmetik
yang mengandung bahan kimia folmadehid bila digunakan terus menerus
dapat menimbulkan ….

A. alergi
B. iritasi mata
C. kanker
D. penyakit kulit

11. Penggunaan kosmetik secara tidak bijaksana banyak menimbulkan efek


samping. Yang terparah adalah menimbulkan kanker kulit atau penyakit
dermatitis akut. Hal ini disebabkan karena pada kosmetik tersebut oleh
terkandungc bahan kimia….

A. raksa
B. squalen
C. asam borat
D. gliserin

12. Beberapa obat patent pada brosurnya bersimbol lingkaran dan palang merah
seperti gambar di bawah ini. Contoh obat yang memiliki simbol ini adalah
....

A. simbol obat bebas, contoh obat betadine


B. simbol obat bebas terbatas, contoh obat panadol
C. simbol obat keras, contoh obat valium
D. simbol obat bius, contoh codein

131
EVALUASI
KELOMPOK KOMPETENSI I
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud

13. Perhatikan kemasan obat berikut

Tanda bulatan khusus dengan warna hijau dalam lingkaran hitam menandakan
bahwa obat tersebut termasuk ke dalam kelompok :
A. obat keras
B. obat bebas terbatas
C. narkotika
D. obat bebas

14. Pada saat praktikum titrasi antara HCl dengan NaOH seorang siswa
melakukannya dengan cara-cara sebagai berikut,
i. menggunakan corong untuk memasukan larutan NaOH ke dalam buret
ii. mengisi buret dengan NaOH sampai penuh
iii. mengamati volum NaOH dengan arah mata yang sejajar dengan skala
buret
iv. membilas labu erlenmeyer dengan larutan HCl.
Dua langkah yang tidak tepat dilakukan siswa pada saat melakukan titrasi
adalah....

A. i dan ii
B. i dan iii
C. ii dan iii
D. ii dan iv

132
EVALUASI
KELOMPOK KOMPETENSI I
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA

15. Pada saat praktikum pengukuran suhu larutan menggunakan termometer


seorang siswa melakukannya dengan langkah-langkah berikut,
i. mengambil termometer dari tempatnya, dan memegang bagian atasnya.
ii. mengibas-ngibaskan termometer agar cairan termometer menunjukkan
pada skala 0o C
iii. mencelupkan termometer pada wadah berisi zat cair, sampai reservoir
(bola sensor) termometer menyentuh dasar wadah
iv. mencatat temperatur zat cair, dengan cara melihat skala sejajar mata
Dua langkah yang tidak tepat dilakukan siswa pada penggunaan
termometer tersebut adalah....

A. i dan ii
B. i dan iii
C. ii dan iii
D. ii dan iv

16. Umumnya data percobaan kimia dicatat dalam bentuk tabel.


Data percobaan penentuan laju reaksi berdasarkan perubahan produk reaksi
dibuat sebagai berikut
Tabel Volum gas Hidrogen pada waktu

Waktu 10 20 30 40 50 60 .... ...


(detik)

Volum H2 5 ...
(mL)

Bentuk tabel data tersebut adalah....

A. vertikal
B. horizontal
C. linier
D. Persegi

133
EVALUASI
KELOMPOK KOMPETENSI I
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud

17. Perhatikan data percobaan berikut.

Sekelompok siswa sedang mengolah


data percobaan titrasi. Berdasarkan grafik
yang mereka buat, kesimpulan yang tepat
yang mereka buat adalah....

A. Titik ekivalen pada titrasi asam kuat dan basa lemah tepat pada pH 7
B. Titik akhir titrasi asam lemah dan basa kuat tepat pada pH 7
C. Titik ekivalen pada titrasi asam kuat dan basa kuat tepat pada pH 7
D. Titik akhir titrasi asam kuat dan basa lemah tepat pada pH 7

18. Perhatikan gambar percobaan berikut


Gas untuk percobaan ini dapat diperoleh
dengan cara....
A. mereaksikan tembaga dengan asam
nitrat pekat
B. memanaskan timbal(ii) nitrat
C. memanaskan asam nitrat
D. mereaksikan asam nitrat dengan asam
sulfat

134
EVALUASI
KELOMPOK KOMPETENSI I
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA

19. Pada saat peserta didik akan melaksanakan percobaan ada beberapa
kegiatan yang harus dilakukan:

i. membaca pedoman percobaan


ii. melaksanakan percobaan
iii. mempersiapkan alat dan bahan
iv. mencatat pengamatan

Prosedur kerja yang dilakukan secara sistematis adalah dengan urutan ....

A. i, iii, ii, iv
B. i, ii, iii, iv
C. iii, ii, i, iv
D. iii, i, ii, iv

20. Sekelompok siswa sedang melakukan praktikum sel volta seperti pada foto
berikut dengan menggunakan logam tembaga dan seng
Setelah merangkai sel volta jarum volt
meter berputar kearah negatif. Mereka
melakukan verivikasi dengan menghitung
potensial selnya dan seharusnya positif.

Mereka mendiskusikan masalah pebedaan data pengamatan dengan hasil


perhitungandan mencoba kembali. Percobaan akhirnya berhasil karena
mereka melakukan ....

A. menghubungkan logam Cu ke kutub positif, Zn ke kutub negatif


B. menghubungkan logam Cu ke kutub negatif, Zn ke kutub positif
C. mengubah posisi logam Cu dan Zn pada buah lemon menjadi sejajar
D. mengampelas logam-logam sebelum ditusukkan kepada buah lemon

135
EVALUASI
KELOMPOK KOMPETENSI I
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud

136
EVALUASI
KELOMPOK KOMPETENSI I
PENUTUP

Modul Profesional Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) Guru Mata


Pelajaran Kimia Kelompok Kompetensi I yang berjudul Karbohidrat, Protein dan
Lemak, Kimia Kosmetika dan Obat disiapkan untuk guru pada kegiatan diklat baik
secara mandiri maupun tatap muka di lembaga pelatihan atau di MGMP. Materi
modul disusun sesuai dengan kompetensi pedagogik yang harus dicapai guru
pada Kelompok Kompetensi I. Guru dapat belajar dan melakukan kegiatan diklat
ini sesuai dengan rambu-rambu/instruksi yang tertera pada modul baik berupa
diskusi materi, praktik di laboratorium dan latihan dsb. Modul ini juga mengarahkan
dan membimbing peserta diklat dan para widyaiswara/fasilitator untuk
menciptakan proses kolaborasi belajar dan berlatih dalam pelaksanaan diklat.

Untuk pencapaian kompetensi pada Kelompok Kompetensi I ini, guru diharapkan


secara aktif menggali informasi, memecahkan masalah dan berlatih soal-soal
evaluasi yang tersedia pada modul.

Isi modul ini masih dalam penyempurnaan, masukan-masukan atau perbaikan


terhadap isi modul sangat kami harapkan.

PENUTUP
137
KELOMPOK KOMPETENSI I
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud

138
PENUTUP
KELOMPOK KOMPETENSI I
DAFTAR PUSTAKA

Chang, Raymond. 2006. General Chemistry, Fourth Edition. New York:The


McGraw–Hill Companies.

Chang Raymond.2008. General Chemistry :The EssensialConcepts.


FourthEdition, New York : Mc Graw- Hill

Chua S. 2000. Chemistry MCQ with HELPS, GCE ‘A’LEVEL. Singapore.


Redspot

Davis, Peck, et all. 2010. The Foundation of Chemistry. USA: Brooks/Cole


Cengage Learning.

Devi, Poppy, K., SitiKalsum., dkk. [Link] 3, Kelas X SMA dan MA.
Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Fessenden & Fessenden.1987. Kimia Organik. Jakarta: Erlangga.

Hart dan Suminar. 1983. Kimia Organik. Jakarta: Erlangga.

Kemdiknas. 2007. Permendikas No. 16 tentang Standar Kualifikasi Akademik


dan Kompetensi Guru. Jakarta: Kementerian Pendidikan Nasional

Kemdikbud. 2014. Permendikbud No. 59 Tahun 2014 tentang Kurikulum 2013


Sekolah Menengah Atas / Madrasah Aliyah. Jakarta: Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan

Lee Eet Fong.1996. Science Chemistry, Exel in O-Level. Singapore. EPB


Publisher

Lewis, Michael and Guy Waller. 1997. Thinking Chemistry. London: Great Britain
Oxford University Press.

Parlan dan Wahjudi. 2003. Kimia Organik I. Malang: Universitas Negeri Malang.

Ryan, Lawrie. 2001. Chemistry For You. London: Nelson Thornes.

DAFTAR PUSTAKA
139
KELOMPOK KOMPETENSI I
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud

Michael and Guy. 1997. Thinking Chemistry. GCSE Edition Great Britain,
Oxford, Scotprint Ltd.

Silberberg. 2010. Chemistry The Molecular Nature of Matter and Change. New
York: Mc Graw Hill Companies. Inc.

Sunarya, Yayan.,Setiabudi, Agus. 2009. Mudah dan Aktif Belajar Kimia. Untuk
kelas X Sekolah Menengah Atas / Madrasah Aliyah. Edisi BSE.
[Link].

Whitten, Kenneth W., Davis, Raymond E., Peck, M. Larry., Stanley, George G.
2010. Chemistry. Ninth Edition. International Edition. USA.
Brooks/Cole Cengange Learning.

Yayan sunarya dan Agus S, 2009. Mudah dan Aktif Belajar Kimia. Untuk kelas XI
SMA/MA. Jakarta: Puskurbuk Depdiknas

140
DAFTAR PUSTAKA
KELOMPOK KOMPETENSI I
GLOSARIUM

Kosmetik : Campuran bahan kimia yang ditujukan untuk digunakan


penampilan dengan cara dioleskan, ditaburkan, dipercikkan,
seseorang yang disemprotkan, atau dikenakan pada bagian tubuh manusia
menggunakannya atau bagian lainnya untuk membersihkan, mempercantik,
atau menambah daya tarik

Lemak : Suatu ester yang terbentuk dari hasil reaksi antara


asam lemak dan gliserol

Monosakarida : Karbohidrat paling sederhana yang tidak dapat


diuraikan menjadi lebih sederhana lagi melalui reaksi
hidrolisis.

Narkotika : Suatu zat/obat yang dapat menyebabkan penurunan


atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa dari
mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri serta
dapat menimbulkan ketergantungan

Over dosis : Kelebihan dosis dari yang dianjurkan/aturan

Polisakarida : Polimer alam yang terbentuk dari monomer berupa


monosakarida yang saling berikatan melalui ikatan
glikosida membentuk karbohidrat kompleks.

Protein : Polimer alam yang tersusun atas monomer berupa


asam-asam amino yang saling berikatan melalui ikatan
peptida. Protein disebut juga polipeptida.

GLOSARIUM
141
KELOMPOK KOMPETENSI I
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud

142
GLOSARIUM
KELOMPOK KOMPETENSI I
LAMPIRAN-LAMPIRAN

KISI-KISI UJIAN SEKOLAH BERSTANDAR NASIONAL

SEKOLAH MENENGAH ATAS / MADRASAH ALIYAH

KURIKULUM 2006 TAHUN PELAJARAN 2016/2017

MATA PELAJARAN: KIMIA

No Level Kognitif Kimia Dasar Kimia Analisis Kimia FIsik Kimia Organik Kimia Anorganik

1 Pengetahuan Siswa mampu Siswa mampu Siswa mampu Siswa mampu Siswa mampu
dan pemahaman memahami dan memahami dan memahami dan memahami dan memahami dan
menguasai menguasai menguasai menguasai menguasai
 Membuat pengetahuan pengetahuan pengetahuan pengetahuan pengetahuan
daftar/list mengenai struktur mengenai larutan mengenai mengenai mengenai ikatan
 Mendeskripsikan/ atom, sistem (non)-elektrolit, termokimia, laju senyawa karbon kimia (kristal dan
describe periodik unsur, asam-basa (sifat reaksi, (hidrokarbon), sifat-sifat fisiknya),
 Membuat tabulasi ikatan kimia (jenis asam-basa, reaksi kesetimbangan minyak bumi, dan Senyawa
 Memakai
ikatan), tata netralisasi, pH kimia, ikatan kimia makromolekul, kompleks, unsur-
 Merangkum
 Menginterpretasi nama senyawa asam-basa), (bentuk molekul), polimer, unsur kimia yang
 Memprediksi/ (anorganik dan stoikiometri gaya antar molekul, karbohidrat dan terdapat di alam
 Menentukan organik), larutan, larutan koloid, dan sifat protein, serta cara (termasuk unsur
 Mengeksekusi persamaan reaksi penyangga, koligatif larutan, analisis radioaktif), sifatnya,
sederhana, dan hidrolisis garam, reaksi redoks dan kuantitatifnya, manfaatnya,
hukum-hukum Ksp (bisa dalam elektrokimia (bisa lemak-minyak kereaktifannya,
dasar kimia kehidupan sehari- dalam kehidupan (bisa dalam produksinya (bisa
hari/industri) sehari-hari/industri) kehidupan sehari- dalam kehidupan
hari/ industri) sehari-hari/ industri)

2 Aplikasi Siswa mampu Siswa mampu Siswa mampu Siswa mampu Siswa mampu
mengaplikasikan mengaplikasikan mengaplikasikan mengaplikasikan mengaplikasikan
 Mengklasifikasi pengetahuan dan pengetahuan dan pengetahuan dan pengetahuan dan pengetahuan dan
 Bereksperimen pemahaman pemahaman pemahaman pemahaman pemahaman
(data) mengenai struktur mengenai larutan mengenai mengenai mengenai ikatan
 Menghitung
atom, sistem (non)-elektrolit, termokimia, laju senyawa karbon kimia (kristal dan
 Mengontrstrak
periodik unsur, asam-basa sifat reaksi, (hidrokarbon), sifat-sifatnya),
ikatan kimia (jenis asambasa, reaksi kesetimbangan minyak bumi, dan Senyawa
ikatan), netralisasi, pH kimia,ikatan kimia, makromolekul: kompleks, unsur-
asam-basa), (bentuk molekul), polimer, unsur
stoikiometri gaya antar karbohidrat dan
larutan, protein serta cara
analisis

LAMPIRAN-LAMPIRAN
143
KELOMPOK KOMPETENSI I
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud

No Level Kognitif Kimia Dasar Kimia Analisis Kimia FIsik Kimia Organik Kimia Anorganik

Tata nama larutan molekul, koloid, kualitatifnya, kimia yang


senyawa penyangga, dan sifat koligatif lemak-minyak terdapat di alam
anorganik dan hidrolisis garam, larutan, reaksi (bisa dalam (termasuk unsur
organik), Ksp (bisa dalam redoks dan kehidupan sehari- radioaktif),
persamaan reaksi kehidupan sehari- elektrokimia (bisa hari/industri) sifatnya,
sederhana, dan hari/industri) dalam kehidupan manfaatnya,
hukum-hukum sehari-hari/industri) kereaktifannya,
dasar kimia produksinya (bisa
dalam kehidupan
sehari-hari/ industri

3 Penalaran Siswa mampu Siswa mampu Siswa mampu Siswa mampu Siswa mampu

Mengurutkan/ menggunakan menggunakan menggunakan menggunakan menggunakan


order nalar dalam hal nalar dalam hal nalar dalam hal nalar dan logika nalar dalam
struktur atom, termokimia, laju dalam hal
Menjelaskan sistem periodik asam-basa (sifat reaksi, senyawa karbon hal ikatan kimia
asambasa, kesetimbangan (hidrokarbon), (kristal dan
Membedakan unsur, ikatan reaksi kimia, ikatan minyak bumi,
kimia (jenis netralisasi, kimia (bentuk dan sifat-sifat
Mendapatkan ikatan), tata molekul), gaya makromolekul, fisiknya),
nama senyawa pH asam-basa), antar molekul, polimer, Senyawa
Mengurutkan/ (anorganik dan stoikiometri koloid, dan sifat karbohidrat dan kompleks, unsur-
rank organik), larutan, larutan koligatif larutan, protein, serta unsur
persamaan penyangga, reaksi redoks dan cara analisis
Menilai/menguji reaksi hidrolisis garam, elektrokimia (bisa kualitatifnya, kimia yang
sederhana, Ksp (bisa dalam dalam kehidupan lemakminyak terdapat di alam
Menyimpulkan kehidupan sehari- (bisa dalam (termasuk unsur
dan sehari- hari/industri)
Bertindak hari/industri) kehidupan radioaktif),
hukum-hukum seharihari/ sifatnya,
Menggabungkan dasar kimia
industri) manfaatnya,
Merencanakan kereaktifannya,
produksinya (bisa
Menyusun dalam

Mengaktualisasi kehidupan
seharihari/

industri)

144
LAMPIRAN-LAMPIRAN
KELOMPOK KOMPETENSI I
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA

KISI-KISI UJIAN SEKOLAH BERSTANDAR NASIONAL

SEKOLAH MENENGAH ATAS / MADRASAH ALIYAH

KURIKULUM 2013 TAHUN PELAJARAN 2016/2017

MATA PELAJARAN: KIMIA

No Level Kognitif Kimia Dasar Kimia Analisis Kimia FIsik Kimia Organik Kimia Anorganik

1 Pengetahuan Siswa mampu Siswa mampu Siswa mampu Siswa mampu Siswa mampu
dan pemahaman memahami dan memahami dan memahami dan memahami dan memahami dan
menguasai menguasai menguasai menguasai menguasai
 Membuat pengetahuan pengetahuan pengetahuan pengetahuan pengetahuan
daftar/list mengenai struktur mengenai larutan mengenai mengenai mengenai ikatan
 Mendeskripsikan/ atom, sistem (non)-elektrolit, termokimia, laju senyawa karbon kimia (kristal dan
describe periodik unsur, asam-basa (sifat reaksi, (hidrokarbon), sifat-sifat fisiknya),
 Membuat tabulasi ikatan kimia (jenis asambasa, reaksi kesetimbangan minyak bumi, dan unsur-unsur kimia
 Memakai ikatan), tata nama netralisasi, pH kimia, ikatan kimia makromolekul, yang terdapat di
 Merangkum senyawa asam-basa), (bentuk molekul), polimer, alam, sifatnya
 Menginterpretasi (anorganik dan stoikiometri gaya antar molekul, karbohidrat dan manfaatnya
 Memprediksi/ organik), larutan, larutan koloid, dan sifat protein, serta cara kereaktifannya,
 Menentukan persamaan reaksi penyangga, koligatif larutan, analisis produksinya (bisa
 Mengeksekusi sederhana, dan hidrolisis garam, reaksi redoks dan kuantitatifnya, dalam kehidupan
hukum-hukum Ksp (bisa dalam elektrokimia (bisa lemak, minyak sehari-hari/
dasar kimia kehidupan sehari- dalam kehidupan (bisa dalam industri)
hari/industri) sehari-hari/industri) kehidupan sehari-
hari/ industri)

Aplikasi Siswa mampu Siswa mampu Siswa mampu Siswa mampu Siswa mampu
2
mengaplikasikan mengaplikasikan mengaplikasikan mengaplikasikan mengaplikasikan
 Mengklasifikasi pengetahuan dan pengetahuan dan pengetahuan dan pengetahuan dan pengetahuan dan
 Bereksperimen pemahaman pemahaman pemahaman pemahaman pemahaman
 (data) mengenai struktur mengenai larutan mengenai mengenai mengenai ikatan
 Menghitung
atom, sistem (non)-elektrolit, termokimia, laju senyawa karbon kimia (kristal dan
 Mengontrstrak
 Menentukan periodik unsur, asam-basa sifat reaksi, (hidrokarbon), sifat-sifatnya),
ikatan kimia (jenis asambasa, reaksi kesetimbangan minyak bumi, dan unsur- unsur kimia
ikatan), tata nama netralisasi, pH kimia, ikatan kimia, makromolekul: yang terdapat di
senyawa asam-basa), (bentuk molekul), polimer, alam sifatnya
(anorganik dan stoikiometri gaya antar molekul, karbohidrat dan manfaatnya
organic), larutan, larutan koloid, dan sifat protein serta cara kereaktifannya,
persamaan reaksi penyangga, koligatif larutan, analisis produksinya (bisa
sederhana dan hidrolisis garam, (bisa dalam kualitatifnya, dalam kehidupan
hokum-hukum Ksp (bisa dalam kehidupan sehari- lemak-minyak sehari-hari/
dasar kimia kehidupan sehari- hari/industri) (bisa dalam industri)
hari/industri) kehidupan sehari-
hari/ industri)

Penalaran Siswa mampu Siswa mampu Siswa mampu Siswa mampu Siswa mampu
3
menggunakan menggunakan menggunakan menggunakan menggunakan
 Mengurutkan/ nalar dalam hal nalar dalam hal nalar dalam hal nalar dalam hal nalar dalam hal
order struktur atom, asam-basa (sifat termokimia, laju senyawa karbon ikatan kimia (kristal
 Menjelaskan sistem periodik asambasa, reaksi reaksi, (hidrokarbon), dan sifat-sifatnya),
 Membedakan unsur, ikatan netralisasi, pH kesetimbangan minyak bumi, dan unsur- unsur kimia
 Mendapatkan kimia (jenis asam-basa), kimia, ikatan kimia, makromolekul: yang terdapat di
ikatan), tata nama stoikiometri (bentuk molekul), polimer, alam sifatnya

145
LAMPIRAN-LAMPIRAN
KELOMPOK KOMPETENSI I
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud

No Level Kognitif Kimia Dasar Kimia Analisis Kimia FIsik Kimia Organik Kimia Anorganik

 Mengurutkan/ senyawa larutan, larutan gaya antar molekul, karbohidrat dan manfaatnya
rank (anorganik dan penyangga, koloid, dan sifat protein serta cara kereaktifannya,
 Menilai/ menguji organic), hidrolisis garam, koligatif larutan, analisis produksinya (bisa
 Menyimpulkan persamaan reaksi Ksp (bisa dalam (bisa dalam kualitatifnya, dalam kehidupan
 Bertindak sederhana dan kehidupan sehari- kehidupan sehari- lemak-minyak sehari-hari/
 Menggabungkan hokum-hukum hari/industri) hari/industri) (bisa dalam industri)
 Merencanakan dasar kimia kehidupan sehari-
 Menyusun hari/ industri)

146
LAMPIRAN-LAMPIRAN
KELOMPOK KOMPETENSI I
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA

KISI-KISI PENULISAN SOAL TES PRESTASI AKADEMIK

A. Kurikulum 2006
Jenis Sekolah : SMA

Mata Pelajaran : Kimia

No. Standar Kompetensi Bahan


Materi Indikator Bentuk Soal
Urut Kompetsi Dasar Kelas

PG Level
1 Pengetahuan dan
Pemahaman

2 PG Level Aplikasi

3 PG Level Penalaran

B. Kurikulum 2013
Jenis Sekolah : SMA

Mata Pelajaran : Kimia

No. Kompetensi Bahan


Materi Indikator Bentuk Soal
Urut Dasar Kelas

PG Level
1 Pengetahuan dan
Pemahaman

2 PG Level Aplikasi

3 PG Level Penalaran

1. Berdasarkan kisi-kisi diatas, buatlah soal UN/USBN pada lingkup materi yang dipelajari
pada modul ini.
2. Kembangkan soal-soal yang sesuai dengan konsep HOTs.
3. Kembangkan soal Pilhan Ganda (PG) sebanyak 3 Soal
4. Kembangkan soal uraian (Essay) sebanyak 3 Soal.

147
LAMPIRAN-LAMPIRAN
KELOMPOK KOMPETENSI I
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud

Kartu Soal Pilihan Berganda (PG)

KARTU SOAL
Jenjang : Sekolah Menengah Atas (SMA)

Mata Pelajaran : Kimia

Kelas :

Kompetensi :

Level : Pengetahuan dan Pemahaman

Materi :

Bentuk Soal : Pilihan Ganda

BAGIAN SOAL DISINI

Kunci Jawaban/Pembahasan :

148
LAMPIRAN-LAMPIRAN
KELOMPOK KOMPETENSI I
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA

Kartu Soal Bentuk Uraian

KARTU SOAL

(URAIAN)

Mata Pelajaran : .Kimia

Kelas/Semester :

Kurikulum : 2006/ 2013

BAGIAN SOAL DISINI

Kompetensi Dasar :

Materi :

Indikator Soal :

Level Kognitif :

149
LAMPIRAN-LAMPIRAN
KELOMPOK KOMPETENSI I
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud

PEDOMAN PENSKORAN

No. Uraian Jawaban/Kata Kunci Skor

Total Skor

Keterangan:

Soal ini termasuk soal HOTS karena:

1. .....................................
2. .....................................

150
LAMPIRAN-LAMPIRAN
KELOMPOK KOMPETENSI I
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA

INSTRUMEN TELAAH SOAL HOTS

BENTUK TES PILIHAN GANDA


Nama Pengembang Soal : ......................

Mata Pelajaran : ......................

Kls/Prog/Peminatan : ......................
Butir Soal
No. Aspek yang ditelaah
1 2 3 4 5

A. Materi

1. Soal sesuai dengan indikator.

2. Soal tidak mengandung unsur SARAPPPK (Suku, Agama, Ras, Anatargolongan,


Pornografi, Politik, Propopaganda, dan Kekerasan).

3. Soal menggunakan stimulus yang menarik (baru, mendorong peserta didik untuk
membaca).

4. Soal menggunakan stimulus yang kontekstual (gambar/grafik, teks, visualisasi, dll,


sesuai dengan dunia nyata)*

5. Soal mengukur level kognitif penalaran (menganalisis, mengevaluasi, mencipta).


Sebelum menentukan pilihan, peserta didik melakukan tahapan-tahapan tertentu.

6. Jawaban tersirat pada stimulus.

7. Pilihan jawaban homogen dan logis.

8. Setiap soal hanya ada satu jawaban yang benar.

B. Konstruksi

8. Pokok soal dirumuskan dengan singkat, jelas, dan tegas.

9. Rumusan pokok soal dan pilihan jawaban merupakan pernyataan yang diperlukan
saja.

10. Pokok soal tidak memberi petunjuk ke kunci jawaban.

11. Pokok soal bebas dari pernyataan yang bersifat negatif ganda.

12. Gambar, grafik, tabel, diagram, atau sejenisnya jelas dan berfungsi.

13. Panjang pilihan jawaban relatif sama.

151
LAMPIRAN-LAMPIRAN
KELOMPOK KOMPETENSI I
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud

Butir Soal
No. Aspek yang ditelaah
1 2 3 4 5

14. Pilihan jawaban tidak menggunakan pernyataan "semua jawaban di atas salah”
atau “semua jawaban di atas benar" dan sejenisnya.

15. Pilihan jawaban yang berbentuk angka/waktu disusun berdasarkan urutan besar
kecilnya angka atau kronologisnya.

16. Butir soal tidak bergantung pada jawaban soal lain.

C. Bahasa

17. Menggunakan bahasa yang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia, untuk
bahasa daerah dan bahasa asing sesuai kaidahnya.

18. Tidak menggunakan bahasa yang berlaku setempat/tabu.

19. Soal menggunakan kalimat yang komunikatif.

20. Pilihan jawaban tidak mengulang kata/kelompok kata yang sama, kecuali merupakan
satu kesatuan pengertian.

*) Khusus mata pelajaran bahasa dapat menggunakan teks yang tidak kontekstual
(fiksi, karangan, dan sejenisnya).

**) Pada kolom nomor soal diisikan tanda silang (X) bila soal tersebut tidak
memenuhi kaidah.

.................,........................

Penelaah

..........................................

NIP.

152
LAMPIRAN-LAMPIRAN
KELOMPOK KOMPETENSI I
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Mata Pelajaran Kimia SMA

INSTRUMEN TELAAH SOAL HOTS

BENTUK TES URAIAN


Nama Pengembang Soal : ......................

Mata Pelajaran : ......................

Kls/Prog/Peminatan : ......................

Butir Soal
No. Aspek yang ditelaah
1 2 3 4 5

A. Materi

1. Soal sesuai dengan indikator (menuntut tes tertulis untuk bentuk Uraian).

2. Soal tidak mengandung unsur SARAPPPK (Suku, Agama, Ras,


Anatargolongan, Pornografi, Politik, Propopaganda, dan Kekerasan).

3. Soal menggunakan stimulus yang menarik (baru, mendorong peserta didik


untuk membaca).

4. Soal menggunakan stimulus yang kontekstual (gambar/grafik, teks, visualisasi,


dll, sesuai dengan dunia nyata)*

5. Soal mengukur level kognitif penalaran (menganalisis, mengevaluasi,


mencipta). Sebelum menentukan pilihan, peserta didik melakukaan tahapan-
tahapan tertentu.

6. Jawaban tersirat pada stimulus.

B. Konstruksi

6. Rumusan kalimat soal atau pertanyaan menggunakan kata-kata tanya atau


perintah yang menuntut jawaban terurai.

7. Memuat petunjuk yang jelas tentang cara mengerjakan soal.

8. Ada pedoman penskoran/rubrik sesuai dengan kriteria/kalimat yang


mengandung kata kunci.

9. Gambar, grafik, tabel, diagram, atau sejenisnya jelas dan berfungsi.

10. Butir soal tidak bergantung pada jawaban soal lain.

C. Bahasa

153
LAMPIRAN-LAMPIRAN
KELOMPOK KOMPETENSI I
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud

Butir Soal
No. Aspek yang ditelaah
1 2 3 4 5

11. Menggunakan bahasa yang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia, untuk
bahasa daerah dan bahasa asing sesuai kaidahnya.

12. Tidak menggunakan bahasa yang berlaku setempat/tabu.

13. Soal menggunakan kalimat yang komunikatif.

*) Khusus mata pelajaran bahasa dapat menggunakan teks yang tidak kontekstual (fiksi,
karangan, dan sejenisnya).
**) Pada kolom nomor soal diisikan tanda silang (X) bila soal tersebut tidak memenuhi
kaidah.

................., .......................

Penelaah

..........................................

NIP.

154
LAMPIRAN-LAMPIRAN
KELOMPOK KOMPETENSI I
155
LAMPIRAN-LAMPIRAN
KELOMPOK KOMPETENSI I
Daftar Pustaka

Anda mungkin juga menyukai