KEPERAWATAN GERONTIK ROM AKTIF dan ROM PASIF
Dosen pengampu : Eka Novitayanti, [Link], Ners, [Link]
Kelompok : 12
Nama Anggota :
1. Agustin Lisa Andriana 16.0.P.058
2. Arin Ariska 16.0.P.061
3. Devita Rindy Havisha 16.0.P.063
4. Dina Rista Pratiwi 16.0.P.067
5. Dina Subekti 16.0.P.068
PROGAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN MITRA HUSADA
KARANGANYAR
2019
Di sebuah panti jompo Mitra Husada terdapat seorang lansia yang menderita penyakit
stroke sedang (kaki dan tangan) yang bernama mbah sumi. Mbah sumi tidur sekamar dengan
mbah poni yang paling aktif dalam beraktivitas.
Pagi hari perawat Andri dan perawat Dina sampai di Panti Jompo dan segera menuju ke wisma
Perawat 1 & 2 : “Assalamu’alaikum” (sambil mengerutkan dahi karena melihat kondisi
wisma yang kotor dan bau pesing)
Mbah poni : “Waalaikumsalam, silahkan duduk sus” (menjawab salam dari ruang
tamu)
Perawat Andri : “Iya mbah terimakasih”
Perawat Dina : “Perkenalkan saya perawat andri dan ini perawat dina, loh mbah sumi
mana ya mbah?
Mbah poni : “Itu dia lagi dikamar sus, sedang sakit tidak bisa jalan”
Perawat Andri : “Loh tidak bisa jalan kenapa mbah ?”
Mbah poni : “Sakit stroke katanya sus”
Perawat Dina : “Mbah bisa antarkan kami ke kamar mbah sumi ?”
Mbah poni : “Iya sus, mari saya antarkan ke kamar mbah sumi”
Perawat Dina : “Iya mbah terimakasih”
Mbah ponipun mengantarkan Perawat Andri dan perawat Dina menuju ke kamar mbah sumi
Perawat Andri dan : “Assalamualaikum mbah sumi.”
perawat Dina
Mbah sumi : “Waalaikumsalam sus silahkan masuk”
Perawat Andri : “Bagaimana kabarnya hari ini mbah?”
Mbah sumi : “Ya gini gini aja sus, tidak ada perubahan. Maaf ya sus kalau kamarnya
pesing”
Perawat Dina : “Tidak apa-apa mbah. Kalau boleh tau mbah sumi sakit apa mbah kok
tidur terus dikamar ?”
Mbah sumi : “Dulu saya pernah jatuh di kamar mandi dan setelah diperiksa kata
dokter saya menderita stroke sus makanya susah jalan dan beraktivitas”
Perawat Andri : “Tidak apa-apa mbah yang sabar ya mbah, kami bantu merapikan kamar
mbah sumi boleh tidak mbah ?”
Mbah sumi : “Boleh sus silahkan”
Melihat kamar mbah sumi yang kotor dan bau pesing perawat pun segera merapikan kamar mbah
sumi
Setelah selesai merapikan kamar mbah sumi perawatpun berpamitan kembali ke ruang perawat.
Perawat Andri : “Mbah kami sudah selesai membersihkan kamar mbah. Kami pamit ke
ruang perawat ya mbah besok kami akan datang ke sini untuk
memeriksa keadaan mbah.”
Mbah sumi : “Iya sus terimakasih.”
Perawat Andri dan : “Sama-sama mbah”
perawat Dina
Perawat pun pergi ke ruang perawat sesampainya di ruang perawat
Perawat Andri : “Sus bagaimana kalau besok kita memberikan terapi rom pada mbah
sumi?”
Perawat Dina : “Iya sus saya setuju. Bagaimana kalau kita memberikan terapi rom aktif
kepada lansia yang lainnya dengan cara melakukan senam rom.”
Perawat Andri : “Baik sus.”
Keesokan harinya perawat datang memberikan terapi rom kepada mbah sumi
Perawat Andri dan : “Assalamualaikum mbah sumi .”
perawat Dina
Mbah sumi : “Waalaikumsalam sus.”
Perawat Dina : “Di sini kami akan memberikan terapi rom pada mbah sumi tujuannya
untuk menjaga kelenturan otot-otot. Nanti waktunya sekitar 10 menit ya
mbah. Apakah mbah bersedia?”
Mbah sumi : “Iya sus”
Perawat Dina : “Kita mulai ya mbah.”(sambil menutup privasi)
Perawat melakukan terapi rom kepada mbah sumi
a. Fleksi dan ekstensi bergelangan tangan
1. Atur posisi lengan pasien dengan menjauhi sisi tubuh dan siku menekuk dengan
lengan
2. Pegang tangan pasien dengan satu tangan dan tangan yang lain memegang
pergelangan tangan pasien
3. Tekuk tangan pasien sejauh mungkin
b. Fleksi dan ekstensi siku
4. Atur posisi lengan pasien dengan menjauhi sisi tubuh dengan telapak mengarah
ke tubuhnya
5. Letakkan tangan diatas siku pasien dan pegang tangan mendekat bahu
6. Lakukan dan kembalikan ke posisi sebelumnya
c. Pronasi dan supinasi lengan bawah
7. Atur posisi lengan bawah menjauhi tubuh pasien dengan siku menekuk
8. Letakkan satu tangan perawat pada pergelangan tangan pasien dan pegang tangan
pasien dengan tangan lainnya
9. Putar lengan bawah pasien sehingga telapaknya menjauhinya
10. Kembalikan ke posisi semula
d. Pronasi fleksi bahu
11. Atur posisi tangan pasien disisi tubuhnya
12. Letakkan satu tangan perawat diatas siku pasien dan pegang tangan pasien dengan
tangan lainnya
e. Abduksi dan adduksi bahu
13. Atur posisi lengan pasien disamping badannya
14. Letakkan satu tangan perawat diatas siku pasien dan pegang tangan pasien dengan
tangan lainnya
15. Gerakkan lengan pasien menjauh dari tubuhnya kearah perawat (abduksi)
16. Gerakkan lengan pasien mendekati tubuhnya (adduksi)
17. Kembalikan keposisi semula
f. Rotasi bahu
18. Atur posisi lengan pasien menjauhi tubuh dengan siku menekuk
19. Letakkan satu tangan perawat dilengan atas pasien dekat siku dan pegang tangan
pasien dengan tangan yang lain
20. Gerakkan lengan bawah ke bawah sampai menyentuh tempat tidur, telapak tangan
menghadap kebawa
21. Kembalikan posisi lengan ke posisi semula
22. Gerakkan lengan bawah ke belakang sampai menyentuh tempat tidur, telapak
tangan menghadap ke atas
23. Kembalikan lengan ke posisi semula
g. Fleksi dan ekstensi jari-jari
24. Tekan jari-jari kaki pasien dengan satu tangan sementara tangan yang lain
memegang kaki
25. Bengkokkan (tengkuk) jari-jari kaki ke bawah
26. Luruskan jari-jari kemudian dorong ke belakang
27. Kembalikan ke posisi semula
h. Infersi dan efersi kaki
28. Pegang separuh bagian atas kaki pasien dengan satu jari dan pegang pergelangan
kaki dengan satu tangan
29. Putar kaki ke dalam sehingga telapak kaki menghadap ke kaki lainnya
30. Kembalikkan ke posisi semula
31. Putar kaki sehingga bagia telapak kaki menjauhi kaki yang lain
32. Kembalikan ke posisi semula
i. Fleksi dan ekstensi pergelangan kaki
33. Letakkan satu tangan perawat pada telapak kaki pasien dan satu tangan yang lain
diatas pergelangan kaki. Jaga kaki lurus dan rileks
34. Tekuk pergelangan kaki, arahkan jari-jari kaki kearah dada pasien
35. Kembalikkan ke posisi semula
36. Tekuk pergelangan kaki menjauhi dada pasien
j. Fleksi dan ekstensi lutut
37. Letakkan satu tangan di bawah lutut pasien dan pegang tumit pasien dengan
tangan tangan yang lain
38. Angkat kaki, tekuk pada lutut dan pangkal paha
39. Lanjutkan menekuk lutut kea rah dad sejau mungkin
40. Ke bawahkan kaki dan luruskan lutut dengan mengangkat kaki ke atas
41. Kembali ke posisi semula
k. Rotasi pangkal paha
42. Letakkan satu tangan perawat pada pergelangan kaki dan satu tangan yang lain di
atas lutut
43. Putar kaki menjauhi perawat
44. Putar kaki ke arah perawat
45. Kembalikan ke posisi semula
l. Abduksi dan adduksi pangkal paha
46. Letakkan satu tangan perawat di bawah lutut pasien dan satu tangan pada lutut
47. Jaga posisi kaki pasien lurus, angkat kaki kurang lebih 8 cm dari tempat tidur,
gerakkan menjauhi badan pasien
48. Gerakkan kaki mendekati badan pasien
49. Kembalikkan ke posisi semula
m. Gerakkan leher
50. Ambil bantal dibawah klien
Fleksi dan ekstensi leher
51. Letakkan satu tangan di bawah kepala klien, dan tangan yang lainnya di atas dagu
klien
52. Gerakkan kepala ke depan sampai menyentuh dada, kemudian kembalikan ke
posisi semula tanpa disangga oleh bantal
Fleksi lateral leher
53. Letakkan kedua tangan pada pipi klien
54. Gerakkan kepala klien kearah kanan dan kiri
Perawat selesai melakukan rom dan segera berpamitan kepada mbah sumi
Perawat Dina : “Di sini kami sudah selesai melakukan rom kepada mbah sumi apakah
ada yang ingin di tanyakan mbah?”
Mbah sumi : “Tidak sus terimakasih.”
Perawat Dina : “Kalau tidak ada yang ditanyakan kami ijin pamit. Nanti 2 jam lagi
kami akan datang ke sini untuk mengecek keadaan mbah
[Link] [Link].”
Mbah sumi : “Waalaikumsalam”
Perawat keluar dari kamar mbah sumi dan segera melakukan senam rom aktif kepada lansia yang
lainnya
Perawat Andri dan : “Mbah…mbah…ayo kumpul kita lakukan senam bersama.”
perawat Dina
Mbah poni : “Senam apa ya sus?”
Perawat Dina : “Senam rom aktif mbah tujuannya untuk mempertahankan kekuatan
otot agar terhindar dari penyakit stroke mbah”
Mbah poni : “Oalah iya sus.”
Perawat Andri : “Kita mulai ya. Ikuti gerakan saya ya mbah”
Senam pun dimulai.
Selang beberapa menit senam pun selesai
Perawat Andri : “Mbah-mbah semuanya ini senamnya sudah selesai, gampang apa susah
mbah senamnya ?”
Mbah poni : “Gampang sus”
Perawat Andri : “Kalau gampang nanti bisa senam dengan teman-temannya yang lain ya
mbah, dan jangan lupa mbah sumi dibantu juga ya mbah”
Semua lansia : “Iya sus”
Perawat Dina : “Apakah ada yang ingin ditanyakan mbah ?”
Mbah poni : “Tidak ada sus”
Perawat Andri : “Kalau sudah tidak ada yang ditanyakan saya akhiri pertemuan kali ini
ya mbah, terimakasih sudah mau mengikuti senam dengan baik”
Semua lansia : “Iya sus sama-sama”
Perawat Andri dan : “Wasalamualaikum wr wb”
perawat Dina
Lansia : “Waalaikumsalam wr wb”
Kesimpulan dari role play ini
Perawat telah melakukan rom pasif pada lansia (mbah sumi) dan rom aktif pada semua
lansia yang berada di panti jompo Mitra Husada dan semua lansia sangat antusias mengikuti
latihan senam rom aktif yang di ajarkan oleh perawat Andri dan Perawat Dina, bagian-bagian
tubuh yang dapat dilakukan latihan rom adalah leher, jari, lengan, siku, bahu, tumit, kaki, dan
pergelangan kaki. Rom dapat di lakukan pada semua persendian atau hanya pada bagian-bagian
yang mengalami proses penyakit.