4.2.
1 Contingent Valuation Method (CVM)
Perhitungan nilai ekonomi kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP)
menggunakan CVM adalah dengan cara mengnalisis Willingness to Pay (WTP) wisatawan dan
masyarakat Desa Ciloto, Desa Cimacan, Desa Ciputri dan Desa Sukatani. Analisis ini dilakukan
kepada 80 wisatawan dan 55 masyarakat sekitar sebagai responden mengenai ketersediaan
mereka untuk mengeluarkan biaya tambahan agar keberadaan dari TNGGP tetap terjaga
sehingga air yang dihasilkan TNGGP tersebut dapat digunakan dengan baik dan berkelanjutan.
Analisis WTP tersebut dilakukan dengan langkah kerja dalam pendekatan CVM sebagai berikut:
1. Membangun Pasar Hipotetis (Setting Up The Hypothetical Market)
Responden diberikan informasi mengenai perbandingan kawasan TNGGP dalam kondisi
baik dan dalam kondisi buruk. Kondisi kawasan TNGGP akan baik jika terdapat upaya konservasi
dan sebaliknya akan buruk jika dibiarkan begitu saja. Kondisi TNGGP yang buruk akan
menyebabkan manfaat ekonomi dari TNGGP tersebut berkurang. Oleh sebab itu, setiap
responden akan dinilai besarnya WTP mereka dalam berkontribusi menyisikan pendapatan
mereka untuk terlibat program konservasi TNGGP.
2. Memperoleh Nilai WTP (Obtaining Bids)
Nilai WTP diperoleh berdasarkan pertanyaan yang ditawarkan dalam kuisioner melalui
metode Referendum Choice. Nilai bid yang ditawarkan pada wisatawan sebagai responden
dibagi ke dalam lima kelompok yaitu Rp.5.000, Rp.10.000, Rp.15.000, Rp.20.000, dan
Rp.25.0000. Sedangkan nilai bid yang ditawarkan pada masyarakat sebagai responden dibagi
ke dalam lima kelompok yaitu Rp.10.000, Rp.20.000, Rp.30.000, Rp.40.000, dan Rp.50.0000.
Tabel. 4.x Pembagian Nilai Bid Tiap Responden Wisatawan
Nilai Bid Jumlah Responden
5000 16
10000 16
15000 16
20000 16
25000 16
Total Responden 80
Tabel. 4.x Pembagian Nilai Bid Tiap Responden Mayarakat
Nilai Bid Jumlah Responden
10000 11
20000 11
30000 11
40000 11
50000 11
Total Responden 55
3. Menghitung Nilai Rata-Rata WTP (Mean WTP) dengan Non-parametric
Pasar hipotetis yang dibuat dan dalam pelaksanaan penelitian hipotesis tersebut
dijelaskan kepada responden, maka akan didapat nilai penawaran atau lelang (bids). Nilai
penawaran inilah yang akan menjadi dasar penentuan nilai rataan WTP. Nilai rataan WTP
didasarkan pada nilai rataan (mean) dari distribusi besaran WTP responden wisatawan melalui
teknik perhitungan K-M-T dan Turnbull diperoleh nilai sebesar Rp.5313. Sedangkan Nilai rataan
WTP didasarkan pada nilai rataan (mean) dari distribusi besaran WTP responden masyarakat
melalui teknik perhitungan K-M-T dan Turnbull diperoleh nilai sebesar Rp.34.545.
Tabel 4.x. Perhitungan Mean WTP Wisatawan non-Parametric dengan Teknik Turnbull
Cumulative Frequency of Max
WTP
Bid 5000 10000 15000 20000 25000
Cum Frequency (reject) 0.06 0.13 0.19 0.31 0.44
fj = Fj+1 – Fj 0.06 0.06 0.13 0.125 -
Bid x Freq 313 625 1875 2500 -
Mean WTP non-Parametric untuk
semua kelas (total) 5313
Tabel x. Perhitungan Mean WTP Wisatawan non-Parametric dengan Median Class
Cumulative Frequency of Max
WTP
Median WTP setiap
class bid 2500 7500 12500 17500 22500
Cum Frequency (accept) 0.94 0.88 0.81 0.6875 0.5625
Mean WTP x Freq 2343.75 6562.5 10156.25 12031.25 12656.25
Mean WTP non-Parametric untuk
semua kelas (total) 43750
Tabel x. Perhitungan Mean WTP Wisatawan non-Parametric dengan Teknik K-M-T
Cumulative Frequency of Max
WTP
Bid 5000 10000 15000 20000 25000
Cum Frequency (accept) 0.94 0.88 0.81 0.69 0.56
fj = Fj - Fj+1 0.06 0.06 0.13 0.13 -
Bid x Freq 313 625 1875 2500 -
Mean WTP non Parametric untuk
semua kelas (total) 5313
Berdasarkan hasil perhitungan, diperoleh nilai rata-rata WTP wisatawan berdasarkan
masing-masing kelas adalah pada kelas dengan nilai WTP Rp5.000 sebesar Rp.313, pada kelas
dengan nilai WTP Rp10.000 adalah Rp.625, pada kelas dengan nilai WTP Rp15.000 sebesar
Rp.1875, pada kelas dengan nilai WTP Rp20.000 sebesar Rp.2500, dan pada kelas dengan nilai
WTP Rp.25000 sebesar 0. Total WTP pada setiap kelas sebesar Rp.5313. Nilai ini dapat
dijadikan sebagai bahan pertimbangan oleh pengelola dalam konservasi kawasan TNGGP.
Tabel 4.x. Perhitungan Mean WTP Masyarakat non-Parametric dengan Median Class
Cumulative Frequency of Max
WTP
Median WTP setiap class
bid 5000 15000 25000 35000 45000
Cum Frequency (accept) 0.91 0.82 0.73 0.4545 0.5455
Mean WTP x Freq 4545.455 12,273 18,182 15,909 24,545
Mean WTP non Parametric untuk
semua kelas (total) 75455
Tabel 4.x. Perhitungan Mean WTP Masyarakat non Parametric dengan K-M-T
Cumulative Frequency of Max
WTP
Bid 10000 20000 30000 40000 50000
Cum
Frequency
(accept) 0.91 0.82 0.73 0.4545 0.55
fj = Fj - Fj+1 0.09 0.09 0.27 (0.10) 0.55
Bid x Freq 909 1,818 8,182 3,636 27272.73
Mean WTP non-Parametric
untuk semua kelas (total) 34,545.00
Tabel x. Perhitungan Mean WTP Masyarakat non Parametric dengan Turnbull
Cumulative Frequency of
Max WTP
Bid 10000 20000 30000 40000 50000
Cum
Frequency
(reject) 0.09 0.18 0.27 0.55 0.45
fj = Fj+1 - Fj 0.09 0.09 0.28 (0.09) 0.55
Bid x Freq 909.09 1,818.18 8,181.82 3,636.36 27,272.73
Mean WTP non-Parametric
untuk semua kelas (total) 34,545.45
Berdasarkan hasil perhitungan, diperoleh nilai rata-rata WTP masyarakat berdasarkan
masing-masing kelas adalah pada kelas dengan nilai WTP Rp10.000 sebesar Rp.909, pada kelas
dengan nilai WTP Rp20.000 adalah Rp.1.818, pada kelas dengan nilai WTP Rp.30.000 sebesar
Rp.8.818, pada kelas dengan nilai WTP Rp.40.000 sebesar Rp.3.636, dan pada kelas dengan
nilai WTP Rp.25000 sebesar Rp.27.272. Total WTP pada setiap kelas sebesar Rp.34.545. Nilai
ini dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan oleh pengelola dalam konservasi kawasan
TNGGP.
4. Menghitung Nilai Rata-Rata WTP (Mean WTP) dengan Parametric
Berdasarkan perhitungan nilai WTP wisatawan dengan parametric diperoleh nilai mean
WTP Rp.5313. Hasil perhitungan tersebut dengan asumsi tanpa mempertimbangkan karakteristik
responden lainnya.
5. Menganalisis Bid Curve
Kurva lelang (Bid Curve) WTP dapat dibentuk dengan beberapa cara, salah satu cara
untuk membuat kurva lelang (Bid Curve) WTP adalah dengan cara menggunakan persentase
dari nilai WTP yang ditanyakan pada para pengunjung. Bid Curve menggambarkan masyarakat
yang bersedia dan tidak bersedia membayar sejumlah nilai WTP yang ditawarkan. Sehingga
dengan cara ini, kurva lelang (Bid Curve) WTP dari pengunjung apabila terjadi program
konservasi TNGGP.
Gambar x. Kurva Lelang (Bid Curve) Wisatawan
Bid Curve Wisatawan
1.00
0.80
Persentase
0.60
0.40 Accept
Reject
0.20
0.00
5000 10000 15000 20000 25000
Bid
Gambar x. Kurva Lelang (Bid Curve) Masyarakat
Bid Curve Masyarakat
1.00
0.80
Persentase 0.60
0.40 Accept
Reject
0.20
0.00
10000 20000 30000 40000 50000
Bid