Penghitungan Kinerja Puskesmas 2023
Penghitungan Kinerja Puskesmas 2023
Skala
No Jenis Variabel Definisi Operasional
Nilai 0 Nilai 4 Nilai 7
(1) (2) (3) (4) (5) (6)
[Link] Umum
[Link] 5 (lima) Rencana 5 (lima) tahunan sesuai Tidak ada Ada, tidak sesuai Ada, sesuai visi,
tahunan visi, misi, tugas pokok dan fungsi rencana 5 (lima) visi, misi, tugas misi, tugas
Puskesmas bedasarkan pada tahunan pokok dan fungsi pokok dan fungsi
analisis kebutuhan masyarakat akan Puskesmas, tidak Puskesmas, tidak
pelayanan kesehatan sebagai upaya berdasarkan berdasarkan
untuk meningkatkan derajat pada analisis pada analisis
kesehatan masyarakat secara kebutuhan kebutuhan
optimal masyarakat masyarakat
2. RUK Tahun RUK (Rencana Usulan Kegiatan) Tidak ada Ada , tidak Ada, sesuai visi,
(N+1) Puskesmas untuk tahun yad ( N+1) sesuai visi, misi, misi, tugas
dibuat berdasarkan analisa situasi, tugas pokok dan pokok dan fungsi
kebutuhan dan harapan masyarakat fungsi Puskesmas, tidak
dan hasil capaian kinerja, prioritas Puskesmas,tidak berdasarkan
serta data 2 ( dua) tahun yang lalu berdasarkan pada analisis
dan data survei, disahkan oleh pada analisis kebutuhan
Kepala Puskesmas kebutuhan masyarakat dan
masyarakat dan kinerja
kinerja
[Link]/POA Dokumen Rencana Pelaksanaan Tidak ada Ada dokumen RPK dokumen RPK
bulanan/tahunan Kegiatan (RPK), sebagai acuan dokumen RPK tidak sesuai sesuai RUK,
pelaksanaan kegiatan yang akan RUK, Tidak ada tidak ada
dijadwalkan selama 1 (satu) tahun pembahasan pembahasan
dengan memperhatikan visi misi dengan LP dengan LP
dan tata nilai Puskesmas maupun LS, maupun LS
dalam penentuan dalam penentuan
jadwal jadwal
[Link] Mini Rapat Lintas Program (LP) Tidak ada Ada, dokumen Ada, dokumen
bulanan (lokmin membahas review kegiatan, dokumen tidak memuat corrective
bulanan) permasalahan LP,rencana tindak evaluasi bulanan action,dafar
lanjut (corrective action) , beserta pelaksanaan hadir, notulen
tindak lanjutnyasecara lengkap. kegiatan dan hasil
Dokumen lokmin awal tahun langkah koreksi lokmin,undanga
memuat penyusunan POA, briefing n rapat lokmin
penjelasan program dari Kapus dan tiap bulan
detail pelaksanaan program (target, lengkap
strategi pelaksana) dan kesepakatan
pegawai Puskesmas. Notulen
memuat evaluasi bulanan
pelaksanaan kegiatan dan langkah
koreksi.
Skala
No Jenis Variabel Definisi Operasional
Nilai 0 Nilai 4 Nilai 7
(1) (2) (3) (4) (5) (6)
[Link] Mini Rapat lintas program dan Lintas Tidak ada Ada, dokumen Ada Dokumen
tribulanan (lokmin Sektor (LS) membahas review dokumen tidak memuat corrective
tribulanan) kegiatan, permasalahan LP, evaluasi bulanan action,dafar
corrective action, beserta tindak pelaksanaan hadir, notulen
lanjutnya secara lengkap tindak kegiatan dan hasil
lanjutnya. Dokumen memuat langkah koreksi lokmin,undanga
evaluasi kegiatan yang memerlukan n rapat lokmin
peran LS lengkap
6. Survei Keluarga Survei meliputi: 1. KB 2. survei kurang Dilakukan survei Dilakukan survei
Sehat (12 Indikator Persalinan di faskes 3. Bayi dari 30% >30%, dilakukan >30%,dilakukan
Keluarga Sehat) dengan imunisasi dasar lengkap, intervensi awal intervensi awal,
bayi dengan ASI eksklusif dan dilakukan dilakukakan entri
4. Balita ditimbang entri data data apalikasi
5. Penderita TB, hipertensi dan aplikasi dan dilakukan
gangguan jiwa mendapat analisis hasil
pengobatan, tidak merokok, JKN, survei
air bersih dan jamban sehat yang
dilakukan oleh Puskesmas dan
jaringannya
Skala
No Jenis Variabel Definisi Operasional
Nilai 0 Nilai 4 Nilai 7
(1) (2) (3) (4) (5) (6)
[Link] Mawas Diri Kegiatan mengenali keadaan dan Tidak dilakukan Ada dokumen Ada dokumen
(SMD) masalah yang dihadapi masyarakat KA dan SOP KA dan SOP
serta potensi yang dimiliki SMD tapi belum SMD,
masyarakat untuk mengatasi dilaksanakan dilaksanakan
masalah [Link] identifikasi SMD, ada
dianalisis untuk menyusun upaya, rekapan hasil
selanjutnya masyarakat dapat SMD, tidak ada
digerakkan untuk berperan serta analisis dan jenis
aktif untuk memperkuat upaya kegiatan yang
perbaikannya sesuai batas dibutuhkan
kewenangannya.. masyarakat
8. Pertemuan dengan Pertemuan dengan masyarakat Tidak ada Ada pertemuan ada pertemuan
masyarakat dalam dalam rangka pemberdayaan pertemuan minimal 2 kali minimal 2 kali
rangka (meliputi keterlibatan dalam setahun setahun, ada
pemberdayaan perencanaan, pelaksanaan dan hasil
Individu, Keluarga evaluasi kegiatan) Individu, pembahasan
dan Kelompok Keluarga dan Kelompok. untuk
pemberdayaan
masyarakat
[Link] Tim mutu dan Surat Keputusan Kepala Puskesmas Tidak ada SK Ada SK Tim Ada SK Tim
uraian tugas dan uraian tugas Tim Mutu (UKM Tim, uraian Mutu, tidak ada Mutu dan uraian
Essensial, UKM pengembangan , tugas serta uraian tugas dan tugas, tidak ada
UKP, Administrasi Manajemen, evaluasi evaluasi evaluasi
Mutu, PPI, Keselamatan Pasien pelaksanaan pelaksanaan pelaksanaan
serta Audit Internal), serta uraian tugas uraian tugas uraian tugas
dilaksanakan evaluasi terhadap
pelaksanaan uraian tugas minimal
sekali setahun
[Link] program Rencana kegiatan Tidak ada Ada rencana Ada sebagian
mutu dan perbaikan/peningkatan mutu dan dokumen pelaksanaan dokumen
keselamatan pasien keselamatan pasien lengkap dengan rencana program kegiatan rencana
sumber dana dan sumber daya, mutu dan perbaikan dan pelaksanaan
jadwal audit internal,kerangka keselamatan peningkatan kegiatan
acuan kegiatan dan notulen serta pasien mutu, tidak ada perbaikan dan
bukti pelaksanaan serta evaluasinya bukti peningkatan
pelaksanaan dan mutu dan bukti
evaluasinya pelaksanaan dan
evaluasi belum
dilakukan
Skala
No Jenis Variabel Definisi Operasional
Nilai 0 Nilai 4 Nilai 7
(1) (2) (3) (4) (5) (6)
[Link] Melakukan identifikasi risiko dan Tidak ada Ada identifikasi Ada identifikasi
risiko di Puskesmas membuat register risiko Admin, dokumen risiko, register risiko dan
UKM dan UKP, membuat laporan identifikasi risiko Admin, membuat register
insiden KTD, KPC, KTC,KNC risiko, register UKM dan UKP, risiko admin,
,melakukan analisa, melakukan risiko admin, tidak ada laporan UKM dan UKP,
tindak lanjut dan evaluasi ,membuat UKM dan UKP, insiden , analisa, laporan insiden
pelaporan ke Dinkes Kab/Kota laporan insiden rencana tindak KTD, KPC,
KTD, KPC, lanjut, tindak KTC,KNC ,
KTC,KNC lanjut dan tidak ada
,analisa, rencana evaluasi serta analisa, rencana
tindak lanjut, pelaporan ke tindak lanjut
tindak lanjut dan Dinkes tindak lanjut ,
evaluasi serta Kab/Kota evaluasi dan
pelaporan ke pelaporan ke
Dinkes Dinkes
Kab/Kota Kab/Kota
[Link] Pengelolaan pengaduan meliputi tidak ada media Media dan data Media dan data
Pengaduan menyediakan media pengaduan, pengaduan, data tidak lengkap, ata
Pelanggan mencatat pengaduan (dari Kotak ada, analisa ada analisa , lengkap,analisa
saran, sms, email, wa, telpon dll), lengkap dengan rencana tindak sebagian ada ,
melakukan analisa, membuat rencana tindak lanjut , tindak rencana tindak
rencana tindak lanjut, tindak lanjut lanjut, tindak lanjut dan lanjut, tindak
dan evaluasi lanjut dan evaluasi belum lanjut dan
evaluasi ada evaluasi belum
ada .
Skala
No Jenis Variabel Definisi Operasional
Nilai 0 Nilai 4 Nilai 7
(1) (2) (3) (4) (5) (6)
[Link] Kepuasan Survei Kepuasan adalah kegiatan Tidak ada data Data tidak Data
Masyarakat dan yang dilakukan untuk mengetahui lengkap,analisa , lengkap,analisa
Survei Kepuasan kepuasan masyarakat/pasien rencana tindak sebagian ada ,
Pasien terhadap kegiatan/pelayanan yang lanjut , tindak rencana tindak
telah dilakukan Puskesmas lanjut dan lanjut, tindak
evaluasi serta lanjut dan
publikasi belum evaluasi serta
ada publikasi belum
ada
[Link] Tinjauan Rapat Tinjauan Manajemen (RTM) Tidak ada RTM, Dilakukan 1 kali Dilakukan 2 kali
Manajemen dilakukan minimal 2x/tahun untuk dokumen dan setahun, setahun, ada
meninjau kinerja sistem manajemen rencana dokumen notulen, daftar
mutu, dan kinerja pelayanan/ upaya pelaksanaan notulen, daftar hadir, ada
Puskesmas untuk memastikan kegiatan hadir lengkap, analisa, rencana
kelanjutan, kesesuaian, kecukupan, perbaikan dan ada analisa, tindak lanjut
dan efektifitas sistem manajemen peningkatan rencana tindak (perbaikan/penin
mutu dan sistem pelayanan, mutu lanjut gkatan mutu),
menghasilkan luaran rencana (perbaikan/penin tindak lanjut dan
perbaikan serta peningkatan mutu gkatan belum dilakukan
mutu),belum ada evaluasi
tindak lanjut dan
evaluasi
[Link] data Analisis data ASPAK berisi Tidak ada Ada analisis data Ada analisis data
ASPAK dan rencana ketersediaan Sarana , Prasarana dan analisis data , rencana tindak SPA , rencana
tindak lanjut alkes (SPA) di masing-masing lanjut , tindak tindak lanjut,
ruangan dan kebutuhan SPA yang lanjut dan tidak ada tindak
belum [Link] lanjut evaluasi belum lanjut dan
berisi upaya yang akan dilakukan ada evaluasi
dalam pemenuhan kebutuhan SPA.
[Link] Pemeliharaan prasarana terjadwal Tidak ada jadwal Ada jadwal Ada jadwal
prasarana serta dilakukan, dilengkapi dengan pemeliharaan pemeliharaan pemeliharaan
Puskesmas jadwal dan bukti pelaksanaan prasarana dan dan tidak dan dilakukan
tidak dilakukan dilakukan pemeliharaan.
pemeliharaan pemeliharaan Tidak ada bukti
pelaksanaan.
Skala
No Jenis Variabel Definisi Operasional
Nilai 0 Nilai 4 Nilai 7
(1) (2) (3) (4) (5) (6)
[Link] alat Kalibrasi alkes dilakukan sesuai Tidak ada jadwal Ada jadwal Ada jadwal
kesehatan dengan daftar peralatan yang perlu kalibrasi dan kalibrasi dan kalibrasi dan
dikalibrasi, ada jadwal, dan bukti tidak dilakukan tidak dilakukan dilakukan
pelaksanaan kalibrasi. kalibrasi kalibrasi kalibrasiTidak
ada bukti
pelaksanaan.
[Link] dan Perbaikan dan pemeliharaan Tidak ada jadwal Ada jadwal Ada jadwal
pemeliharaan peralatan medis dan non medis pemeliharaan pemeliharaan pemeliharaan
peralatan medis dan terjadwal dan sudah dilakukan yang peralatan dan dan tidak dan dilakukan
non medis dibuktikan dengan adanya jadwal tidak dilakukan dilakukan pemeliharaan.
dan bukti pelaksanaan pemeliharaan pemeliharaan Tidak ada bukti
pelaksanaan.
[Link] keuangan dan Data pencatatan pelaporan Tidak ada data Data dan laporan Data/laporan
laporan pertanggung pertanggung jawaban keuangan ke tidak lengkap, lengkap,analisa
jawaban Dinkes Kab/Kota,penerimaan dan belum ada sebagian ada ,
pengeluaran , realisasi capaian analisa, rencana rencana tindak
keuangan yang disertai bukti tindak lanjut, lanjut, tindak
tindak lanjut dan lanjut dan
evaluasi evaluasi belum
ada
[Link], uraian tugas Surat Keputusan Penanggung Tidak ada SK Ada SK Ada SK
pokok (tanggung Jawab dengan uraian tugas pokok tentang SO dan Penanggung Penanggung
jawab dan dan tugas integrasi jabatan uraian tugas Jawab dan Jawab dan
wewenang ) serta karyawan uraian tugas 50% uraian tugas 75%
uraian tugas karyawan karyawan
integrasi
Skala
No Jenis Variabel Definisi Operasional
Nilai 0 Nilai 4 Nilai 7
(1) (2) (3) (4) (5) (6)
3. Data kepegawaian data kepegawaian meliputi Tidak ada data Data tidak Data
dokumentasi lengkap, tidak lengkap,analisa
STR/SIP/SIPP/SIB/SIK/SIPA dan ada analisa , sebagian ada ,
hasil pengembangan SDM rencana tindak rencana tindak
( sertifikat,Pelatihan, seminar, lanjut, tindak lanjut, tindak
workshop, dll),a nalisa pemenuhan lanjut dan lanjut dan
standar jumlah dan kompetensi evaluasi evaluasi belum
SDM di Puskesmas, rencana tindak ada
lanjut, tindak lanjut dan evaluasi
nya
2. Sarana Prasarana Sarana prasarana yang terstandar Tidak ada sarana Ada sarana Ada sarana
Pelayanan dalam pengelolaan sediaan farmasi prasarana prasarana, tidak prasarana,
Kefarmasian (adanya pallet, rak obat, lemari lengkap sesuai lengkap sesuai
obat, lemari narkotika psikotropika, kebutuhan kebutuhan
lemari es untuk menyimpan obat,
APAR, pengatur suhu,
thermohigrometer, kartu stok, dll)
dan sarana pendukung farmasi
klinik ( alat peracikan obat,
perkamen, etiket, dll)
3. Data dan Data dan informasi terkait Tidak ada data Data tidak Data lengkap,
informasi Pelayanan pengelolaan sediaan farmasi lengkap, tidak terarsip dengan
Kefarmasian (pencatatan kartu stok/sistem ada analisa, tidak baik, tidak ada
informasi data stok obat, laporan terarsip dengan analisa, tidak ada
narkotika/psikotropika, LPLPO, baik, rencana tindak lanjut dan
laporan ketersediaan obat) tindak lanjut dan evaluasi
maupun pelayanan farmasi evaluasi belum
klinik (dokumentasi Verifikasi ada
Resep, PIO, Konseling, EPO,
PTO (khusus untuk puskesmas
rawat inap) , MESO, laporan
POR, kesesuaian obat dengan
Fornas) secara lengkap, rutin
dan tepat waktu
Skala Nilai
Nilai 10 Semester 2 Semester 2
(7) (8)
..... .....
Skala Nilai
Nilai 10 Semester 2 Semester 2
(7) (8)
Nilai data ..... .....
kumulatif SPA
>60 % dan
kelengkapan
alat kesehatan
> 50%
berdasarkan
data ASPAK
yang sudah
diupdate dan
divalidasi
Dinkes
Kab/Kota
..... .....
..... .....
..... .....
Skala Nilai
Nilai 10 Semester 2 Semester 2
(7) (8)
..... .....
..... .....
..... .....
Lampiran
Definisi Operasional, Cara Penghitungan dan Target Indikator Kinerja UKM Esensial
Puskesmas
[Link] Institusi Pendidikan (SD/ MI , SLTP / MTs, Jumlah Institusi Pendidikan 50%
Pendidikan yang SLTA/ MA ) yang dikaji/dilaksanakan yang dikaji PHBS dibagi
dikaji survey PHBS tatanan Instistusi Pendidikan jumlah sasaran Institusi
di wilayah kerja Puskesmas pada kurun Pendidikan dikali 100%
waktu tertentu
[Link].Tatanan Sehat
[Link] Tangga Rumah Tangga (minimal yang dikaji adalah Jumlah Rumah Tangga yang 62%
Sehat yang 20% dari Total Rumah Tangga) yang memenuhi 10 indikator
memenuhi 10 memenuhi 10 indikator PHBS rumah PHBS rumah tangga dibagi
indikator PHBS tangga (persalinan ditolong oleh nakes, jumlah sasaran rumah
bayi diberi ASI eksklusif, menimbang tangga yang dikaji dikali
bayi/balita, menggunakan air bersih, 100%
mencuci tangan pakai air bersih dan sabun,
menggunakan jamban sehat, memberantas
jentik dirumah, makan buah dan sayur tiap
hari, aktivitas fisik tiap hari, tidak merokok
di dalam rumah) di wilayah kerja
Puskesmas pada kurun waktu tertentu
2. Institusi Institusi Pendidikan (minimal yang dikaji Jumlah Institusi Pendidikan 70%
Pendidikan yang adalah 50% dari institusi pendidikan yang yang memenuhi 7-8
memenuhi 7-8 ada ) yang memenuhi 7-8 indikator PHBS Indikator PHBS Institusi
indikator PHBS Institusi Pendidikan (mencuci tangan Pendidikan dibagi jumlah
(klasifikasi IV) dengan air yang mengalir & menggunakan sasaran Institusi Pendidikan
sabun, mengkonsumsi jajanan sehat di yang dikaji dikali 100%
kantin sekolah, menggunakan jamban
bersih dan sehat, melaksanakan olahraga
teratur, memberantas jentik, tidak merokok
di sekolah, mengukur BB dan TB 6 (enam)
bulan sekali, membuang sampah pada
tempatnya) di wilayah kerja Puskesmas
pada kurun waktu tertentu
Indikator UKM Target
No Definisi Operasional Cara Penghitungan
Esensial Th 2019
[Link].Intervensi/ Penyuluhan
[Link] Kelompok RT yang telah diintervensi Jumlah kegiatan penyuluhan 100%
intervensi pada terkait 10 indikator PHBS baik dengan kelompok /bentuk intervensi
Kelompok penyuluhan kelompok dan atau bentuk lain terkait 10 indikator
Rumah Tangga intervensi lain (dengan metode apapun) di PHBS pada rumah tangga
Posyandu Balita oleh petugas Puskemas di melalui Posyandu Balita
wilayah kerja Puskesmas pada kurun waktu yang ada di wilayah
tertentu Puskesmas selama 1 tahun
dibagi (6 kali jumlah
posyandu Balita yang ada di
wilayah kerja puskesmas)
dikali 100 %
[Link].Pengembangan UKBM
1. Posyandu Posyandu Balita yang berstrata Purnama Jumlah Posyandu Balita 74%
Balita PURI dan Mandiri di wilayah kerja Puskesmas Purnama dan Mandiri dibagi
( Purnama dalam waktu 1 tahun jumlah Posyandu Balita
Mandiri ) dikali 100%
Indikator UKM Target
No Definisi Operasional Cara Penghitungan
Esensial Th 2019
3. Promosi Jumlah SD dan SMP yang dilakukan Jumlah SD dan SMP yang 81%
kesehatan promosi kesehatan meliputi: Jiwa, dilakukan promosi
program kesehatan reproduksi, gizi seimbang, kesehatan minimal satu kali
prioritas di penyakit berpotensi wabah, Napza, dalam setahun dibagi
Sekolah ( SD penyakit menular ( HIV AIDS, TB, jumlah SD dan SMP yang
dan SMP ) Malaria, DBD) minimal satu kali dalam ada dikali 100 %
setahun
Indikator UKM Target
No Definisi Operasional Cara Penghitungan
Esensial Th 2019
[Link] yang SAB dimana hasil Inspeksi Sanitasi (IS) Jumlah SAB yang di IS dan 85%
memenuhi secara teknis sudah memenuhi syarat memenuhi syarat kesehatan
syarat kesehatan kesehatan (kategori resiko rendah dan dibagi jumlah SAB yang di
sedang), sehingga aman untuk dipakai inspeksi Sanitasi dikali 100
kebutuhan sehari-hari (termasuk untuk %
kebutuhan makan dan minum) di wilayah
kerja Puskesmas pada kurun waktu tertentu
[Link] Tangga RT yang memiliki akses terhadap SAB Jumlah RT yang memiliki 86%
yang memiliki (mudah mendapatkan air bersih yang akses SAB dibagi jumlah
akses terhadap berasal dari SAB terdekat, tidak harus RT yang ada dikali 100 %
SAB memiliki SAB sendiri, bisa dari SAB
umum, kerabat dekat, tetangga dll) di
wilayah kerja Puskesmas pada kurun waktu
tertentu
2. Rumah yang Kondisi rumah yang memenuhi syarat Jumlah rumah yang 75%
memenuhi kesehatan sesuai standart yang ditentukan memenuhi syarat kesehatan
syarat kesehatan meliputi media atau parameter : air, udara, tahun sebelumnya ditambah
pangan, tanah, sarana, bangunan dan vektor rumah yang memenuhi
penyakit syarat hasil IS/IKL tahun
ini dibagi jumlah rumah
yang ada dikali 100 %
[Link] Prioritas TTU prioritas yang memenuhi syarat Jumlah TTU Prioritas yang 63%
yang memenuhi kesehatan sesuai dengan pedoman yang memenuhi syarat kesehatan
syarat kesehatan ada, dimana secara teknis cukup aman dibagi jumlah TTU Prioritas
untuk dipergunakan dan tidak memiliki yang dibina/ yang diperiksa
resiko negatif terhadap pengguna, petugas dikali 100 %
dan lingkungan sekitar di wilayah kerja
Puskesmas pada kurun waktu tertentu
[Link] Sehat Jamban yang: dapat mencegah kontaminasi Jumlah jamban sehat yang 75%
ke badan air, dapat mencegah kontak antara memenuhi syarat kesehatan
manusia dan tinja, tinja di tempat yang dibagi jumlah rumah yang
tertutup, dapat mengurangi resiko ada dikali 100 %
terjadinya penularan penyakit akibat
terjadinya kontaminasi terhadap
lingkungan sekitar, tidak berbau dan mudah
dibersihkan, lubang kloset tidak
berhubungan langsung dengan kotoran
(sistem leher angsa, ada septic tank dll)
[Link] Ibu bersalin yang mendapat pertolongan Jumlah persalinan oleh tenaga 100%
Persalinan oleh persalinan oleh tenaga kesehatan yang kesehatan yang kompeten
tenaga kesehatan mempunyai kompetensi kebidanan pada kurun dibagi sasaran ibu bersalin
(Pn) waktu tertentu (Standar Pelayanan Minimal dikali 100%
ke 2)
[Link] Ibu bersalin yang mendapat pertolongan Jumlah persalinan oleh tenaga 100%
Persalinan oleh persalinan oleh tenaga kesehatan yang kesehatan yang kompeten di
tenaga kesehatan mempunyai kompetensi kebidanan di fasilitas fasilitas pelayanan kesehatan
di fasilitas pelayanan kesehatan pada kurun waktu tertentu dibagi jumlah sasaran ibu
kesehatan (Pf) bersalin dikali 100%
[Link] Ibu dengan komplikasi kebidanan yang Jumlah ibu hamil,bersalin dan 80%
komplikasi ditangani secara definitif (sampai selesai) di nifas dengan komplikasi
kebidanan (PK) fasyankes dasar dan rujukan pada kurun waktu kebidanan yang mendapatkan
tertentu. Komplikasi yang mengancam jiwa pelayanan sampai selesai
Ibu antara lain : abortus, hiperemisis dibagi 20% sasaran ibu hamil
gravidarum, perdarahan per vagina, hipertensi dikali 100%
dalam kehamilan, kehamilan lewat waktu,
ketuban pecah dini, kelainan letak/presentasi
janin, partus macet/distosia, infeksi berat,
sepsis, kontraksi dini/ persalinan prematur,
kehamilan ganda dan kasus non obstetri.
[Link] Bayi yang mendapatkan pelayanan Jumlah bayi usia 29 hari- 11 97%
kesehatan bayi paripurna sesuai standar minimal 4 (empat) bulan yang telah
29 hari - 11 kali yaitu 1 (satu) kali pada umur 29 hari – memperoleh 4 kali
bulan 2 bulan; 1 (satu) kali pada umur 3-5 bulan, pelayanan kesehatan sesuai
1 (satu) kali pada umur 6-8 bulan dan standar dibagi sasaran bayi
1( satu) kali pada umur 9-11 bulan sesuai dikali 100%
standar dan telah lulus KN lengkap pada
kurun waktu tertentu. Pelayanan kesehatan
tersebut meliputi pemberian injeksi Vitamin
K1 , pemberian Vitamin A 1 (satu) kali,
imunisasi dasar lengkap, SDIDTK 4 kali
bila sakit di MTBS.
4. Pelayanan Murid kelas 1 sampai dengan kelas 9 Jumlah murid kelas 1 100%
Kesehatan (SD/MI dan SMP/MTs) dan usia 7 -15 sampai dengan kelas 9
pada Usia tahun diluar sekolah (pondok pesantren, (SD/MI dan SMP/MTs) dan
Pendidikan panti/LKSA, lapas/LPKA dan lainnya) usia 7 -15 tahun diluar
Dasar kelas 1 yang mendapatkan pelayanan kesehatan sekolah (pondok pesantren,
sampai dengan sesuai standar di wilayah kerja tertentu panti/LKSA, lapas/LPKA
kelas 9 dan dalam kurun waktu satu tahun ajaran dan lainnya) yang
diluar satuan pendidikan. Pelayanan mendapat pelayanan
pendidikan kesehatan sesuai standar meliputi : skrining kesehatan sesuai standar di
dasar kesehatan (penilaian status gizi, penilaian wilayah kerja tertentu dalam
tanda vital, penilaian kesehatan gigi dan kurun waktu satu tahun
mulut dan penilaian ketajaman indera) dan ajaran pendidikan dibagi
tindak lanjut hasil skrining kesehatan jumlah semua murid kelas 1
(Standar Pelayanan sampai dengan kelas 9
Minimal ke 5) (SD/MI dan SMP/MTs) dan
usia 7 -15 tahun diluar
sekolah (pondok pesantren,
panti/LKSA, lapas/LPKA
dan lainnya) di wilayah
kerja tertentu dalam kurun
waktu satu tahun ajaran
pendidikan yang sama dikali
100%
Indikator UKM Target
No Definisi Operasional Cara Penghitungan
Esensial Th 2019
2. Peserta KB Pasangan Usia Subur (PUS) yang baru Jumlah peserta KB baru 10%
baru pertama kali menggunakan metode dibagi jumlah PUS dikali
kontrasepsi termasuk mereka yang pasca 100%
keguguran, sesudah melahirkan, atau pasca
istirahat minimal 3 (tiga) bulan pada kurun
waktu tertentu .
5. Peserta KB Peserta KB baru atau lama yang mengalami Jumlah peserta KB yang < 12,50%
mengalami efek gangguan kesehatan mengarah pada mengalami efek samping
samping keadaan fisiologis, sebagai akibat dari KB dibagi Jumlah peserta
proses tindakan/ pemberian/ pemasangan KB aktif dikali 100 %
alat kontrasepsi yang digunakan spooting,
amenore, pusing, sakit kepala, mual, Catatan untuk kinerja
muntah, perubahan berat badan, nyeri Puskesmas:
tempat insisi, erosi dan nyeri [Link] <12,50%
samping yang terjadi dalam periode 1 = 100%; 12,50
(satu) tahun kalender dihitung 1 (satu) kali -15% = 75%;
serta dihitung per metode IUD, implant, >15-17,5%=50%;
suntik, pil , MOP, MOW >17,5-20%=25%
>20% =0
6. PUS dengan 4 PUS dimana istrinya memiliki salah satu Jumlah PUS 4T ber KB 80%
T ber KB kriteria “4T” yaitu : 1) berusia kurang dibagi jumlah PUS dengan
dari 20 tahun; 2) berusia lebih 35 tahun; 4T dikali 100 %
3) telah memiliki anak hidup lebih dari 3
orang; atau 4) jarak kelahiran antara
satu anak dengan lainnya kurang dari 2
tahun.
7. KB pasca Ibu yang mulai menggunakan alat Jumlah ibu paska 60%
persalinan kontrasepsi langsung sesudah persalinan ber KB dibagi
melahirkan (sampai dengan 42 hari Jumlah sasaran ibu
sesudah melahirkan). bersalin x 100%
Indikator UKM Target
No Definisi Operasional Cara Penghitungan
Esensial Th 2019
[Link] Anak balita umur 12-59 bulan mendapat Jumlah anak balita umur 12- 85%
kapsul vitamin kapsul vitamin A merah (200.000 IU) 2 kali 59 bulan mendapat kapsul
A dosis tinggi pertahun di wilayah kerja Puskesmas pada vitamin A 2 ( dua) kali per
pada balita umur kurun waktu tertentu tahun dibagi jumlah anak
12-59 bulan 2 balita umur 12-59 bulan
(dua) kali yang ada di wilayah kerja
setahun Puskesmas dikali 100%
[Link] 90 Ibu hamil yang selama kehamilannya Jumlah ibu hamil dapat 90 95%
tablet Besi pada mendapat 90 (sembilan puluh) tablet Besi (sembilan puluh) tablet Besi
ibu hamil kumulatif di wilayah kerja Puskesmas pada kumulatif dibagi jumlah
kurun waktu tertentu sasaran bumil di wilayah
kerja Puskesmas kerja dikali
100%
[Link] Remaja Putri (SMP dan SMA) yang Jumlah remaja putri yang 30%
Tablet Tambah mendapat minimal 80% dari yang mendapat 1 (satu) tablet
Darah pada seharusnya diberikan 1 (satu) tablet tambah darah per minggu
Remaja Putri tambah darah per minggu sepanjang tahun dibagi jumlah remaja putri
di suatu wilayah kerja Puskesmas pada di suatu wilayah kerja
kurun waktu tertentu dikali 100%
2. Ibu Hamil Bumil KEK dengan LILA <23,5 cm yang Jumlah bumil KEK yang 80%
KEK yang ditemukan dan mendapat PMT pemulihan mendapat PMT pemulihan
mendapat PMT- di suatu wilayah kerja Puskesmas pada dibagi jumlah bumil KEK di
Pemulihan kurun waktu tertentu wilayah kerja Puskesams
pada kurun waktu tertentu
dikali 100%
Indikator UKM Target
No Definisi Operasional Cara Penghitungan
Esensial Th 2019
[Link] Bawah Balita yang grafik pertumbuhannya berada Jumlah balita yang grafik < 1,8%
Garis Merah di bawah garis merah pada Kartu Menuju pertumbuhannya berada di
(BGM) Sehat (KMS) pada kurun waktu tertentu bawah garis merah pada
KMS dibagi jumlah balita
yang ditimbang di wilayah
kerja Puskesmas pada kurun
waktu tertentu dikali 100%
[Link] Hamil Ibu hamil yang hasil pengukuran Lingkar Jumlah ibu hamil dengan < 19,7%
Kurang Energi Lengan Atas (LiLA) nya kurang dari 23,5 LiLA kurang dari 23,5 cm
Kronis (KEK) cm di wilayah kerja Puskesams Puskesmas dibagi jumlah ibu hamil
pada kurun waktu tertentu diukur LiLA dikali 100%
8 Balita pendek Keadaan balita gizi kurang yang diukur Jumlah balita stunting di < 25,2
(Stunting ) menurut indeks panjang badan atau tinggi bagi dengan jumlah balita
badan menurut umur kurang dari -2 standar yang di periksa dikali 100 %
deviasi (PB/U atau TB/U < -2 SD )
berdasarkan standar WHO Antro 2005 Catatan kinerja
Puskesmas:
< 25,2 = 100%
25.2 - <30 = 75%
30 - <35 =
50% 35 - <40
= 25%
>40 = 0%
Target =
(20% x 843/1000) x jumlah
balita (sesuai BPS) di
wilayah kerja Puskesmas
2. Proporsi Penderita diare balita yang berobat Jumlah penderita diare 100%
penggunaan mendapat oralit di fasilitas pelayanan balita yang diberi oralit di
oralit pada kesehatan dan kader di wilayah kerja fasilitas pelayanan
balita Puskesmas pada kurun waktu tertentu kesehatan dan kader
dibagi total penderita
diare balita dikali 100 %
3. Proporsi Penderita diare balita yang berobat Jumlah penderita diare 100%
penggunaan mendapat tablet Zinc difasilitas balita yang diberi tablet
Zinc pelayanan kesehatan di wilayah kerja Zinc di fasilitas pelayanan
Puskesmas pada kurun waktu tertentu kesehatan dibagi total
penderita diare balita
dikali 100 %
Indikator UKM Target
No Definisi Operasional Cara Penghitungan
Esensial Th 2019
2. Kasus Kusta Penderita Kusta yang diperiksa Jumlah penderita Kusta lebih
yang dilakukan Pemeriksaan Fungsi Syaraf (PFS) yang yang diperiksa PFS dalam 1 dari
PFS secara rutin masih berobat secara rutin (12 kali untuk tahun secara rutin dibagi 95%
MB/Multi Basiler dan 6 kali untuk jumlah seluruh penderita
PB/Pauci Basiler) diantara seluruh dalam 1 tahun dikali 100 %
penderita dalam 1 (satu) tahun di wilayah
kerja Puskesmas pada kurun waktu tertentu Catatan: tidak dihitung
sebagai pembagi bila
tidak ada kasus kusta,
diralat/dihilangkan
3. RFT penderita Release From Treatment (RFT) bila Jumlah penderita baru PB 1 lebih
Kusta penderita baru tipe PB 1 (satu) tahun (satu) tahun sebelumnya dan dari
MB 2 (dua) tahun sebelumnya
sebelumnya dan tipe MB 2 (dua) tahun menyelesaikan pengobatan 90%
sebelumnya menyelesaikan pengobatan dibagi jumlah penderita baru
tepat waktu di wilayah kerja Puskesmas PB 1 (satu) tahun sebelumnya
pada kurun waktu tertentu dan MB 2 (dua) tahun
sebelumnya yang mulai
pengobatan dikali 100%,
Indikator UKM Target
No Definisi Operasional Cara Penghitungan
Esensial Th 2019
5. Kasus Defaulter yaitu penderita Kusta yang tidak Jumlah kasus PB / MB yang Kurang
defaulter Kusta menyelesaikan pengobatan tepat waktu, tidak menyelesaikan dari 5%
meliputi penderita PB tidak ambil obat pengobatan dibagi jumlah
lebih dari 3 (tiga) bulan, MB tidak ambil kasus baru PB/MB yang
obat lebih dari 6 (enam) bulan, diantara mulai pengobatan pada
kasus baru yang mendapat pengobatan periode yang sama dikalikan
pada periode 1 (satu) tahun. 100%
Catatan untuk
kinerja Puskesmas:
<5% = 100%;
5 - 7,5% = 75%;
>7,5-10%=50%;
>10 -15%=25%
>15% = 0%
6. Proporsi Prosentase tenaga kesehatan yang ada Jumlah tenaga kesehatan lebih
tenaga kesehatan telah tersosialisasi Program P2 Kusta dari telah mendapat sosialisasi dari
Kusta seluruh tenaga kesehatan yang ada kusta dibagi jumlah seluruh 95%
tersosialisasi tenaga kesehatan dikali
100%
8. SD/ MI telah SD/ MI yang telah dilakukan screening Jumlah SD / MI telah 100%
dilakukan Kusta pada kurun waktu tertentu dilakukan screening Kusta
screening Kusta dibagi jumlah seluruh SD /
MI dikali 100%
[Link].TBC Paru
[Link] TBC Jumlah kasus TBC yang ditemukan, Jumlah kasus TBC yang 80%
yang ditemukan diobati secara baku dan dilaporkan ditemukan, diobati secara
dan diobati baku dan dilaporkan dibagi
jumlah kasus TBC yang
ditemukan dan diobati dikali
100%.
Indikator UKM Target
No Definisi Operasional Cara Penghitungan
Esensial Th 2019
2. Orang yang Setiap orang yang beresiko terinfeksi HIV Jumlah orang yang beresiko 100%
beresiko (ibu hamil, TB, pasien Infeksi Menular terinfeksi HIV dibagi
terinfeksi HIV Sexual/IMS), waria, Warga Binaan jumlah orang beresiko
mendapatkan Pemasyarakatan (WBP), pengguna napza terinfeksi HIV yang
pemeriksaan mendapatkan pemeriksaan HIV oleh tenaga mendapatkan pemeriksaan
HIV (Standar kesehatan sesuai kewenangannya di HIV sesuai standar di
Pelayanan Puskesmas dan jaringannya serta Puskesmas dan jaringannya
Minimal ke 12) lapas/rutan narkotika dalam kurun waktu 1 tahun
dikali 100%
[Link] kasus DBD Penyelidikan epidemologi (PE) meliputi Jumlah kasus DBD yang 100%
kegiatan pemeriksaan jentik, pencarian dilakukan PE dibagi jumlah
kasus DBD yang lain serta menentukan seluruh kasus DBD di
tindakan penanggulangan fokus wilayah Puskesmas dikali
selanjutnya. yang dilakukan terhadap setiap 100%.
kasus DBD di wilayah kerja Puskesmas Catatan: tidak dihitung
pada kurun waktu tertentu sebagai pembagi bila tidak
ada kasus DBD
[Link]. Malaria
[Link] Kasus klinis malaria yang diperiksa Jumlah kasus klinis Malaria 100%
Malaria yang Sediaan Darah (SD) nya secara yang diperiksa SD nya
dilakukan laboratorium di wilayah kerja Puskesmas secara laboratorium dibagi
pemeriksaan SD pada kurun waktu tertentu jumlah kasus Malaria
dikali100%
[Link] Kasus malaria yang dilakukan follow up Jumlah kasus malaria yang 100%
positif Malaria pengobatannya pada hari ke 7, 14 dan 28 telah dilakukan follow up
yang di follow sampai hasil pemeriksaan laboratoriumnya pengobatannya pada hari ke
up negatif di wilayah kerja Puskesmas pada 7, 14 dan 28 sampai hasil
kurun waktu tertentu pemeriksaan
laboratoriumnya negatif
dibagi jumlah kasus malaria
dikali 100 %
[Link] Kasus gigitan HPR terindikasi yang Jumlah kasus gigitan HPR 100%
terhadap kasus mendapatkan vaksinasi di wilayah kerja terindikasi yang
gigitan HPR Puskesmas pada kurun waktu tertentu mendapatkan vaksinasi
yang berindikasi dibagi jumlah kasus gigitan
HPR terindikasi dikali 100%
Indikator UKM Target
No Definisi Operasional Cara Penghitungan
Esensial Th 2019
2. UCI desa Jumlah desa yang tercapai UCI Jumlah Desa UCI dibagi 100%
(Universal Child Immunization) adalah jumlah Desa di wilayah
suatu kelurahan telah tercapai minimal Puskesmas dikali 100 %
80 % bayi yang ada di desa tersebut
mendapatkan imunisasi dasar lengkap
di wilayah kerja Puskesmas selama
kurun waktu tertentu.
4. Imunisasi DT Hasil cakupan imunisasi DT ( Difteri Jumlah murid SD/MI klas I 95%
pada anak kelas Tetanus) pada anak SD/MI kelas 1 di yang mendapat DT dibagi
1 SD wilayah kerja Puskesmas pada kurun waktu jumlah murid SD/MI kelas I
tertentu yang ada dikali 100 %
5. Imunisasi Hasil cakupan imunisasi campak pada anak Jumlah murid SD/MI klas I 95%
Campak pada SD/MI kelas 1 di wilayah kerja Puskesmas yang mendpt campak dibagi
anak kelas 1 SD pada kurun waktu tertentu jumlah murid SD/MI kelas I
yang ada dikali 100 %
7. Imunisasi TT Hasil cakupan penapisan dan imunisasi Jumlah WUS yang status TT 85%
5 pada WUS TT pada WUS (Wanita Usia Subur) 5 dibagi Jumlah WUS tahun
(15-49 th) umur 15-49 tahun dengan status TT5 yang sama dikali 100 %
(Imunisasi TT ke 5) di wilayah kerja
Puskesmas pada kurun waktu tertentu
(Keterangan : laporan T5 WUS pada
tahun sebelumnya dimasukkan pada
bulan Januari tahun berikutnya setelah
dikurangi WUS usia > 50 tahun
ditambah dengan hasil imunisasi T5
pada bulan berjalan )
[Link] TT2 Hasil cakupan imunisasi TT pada ibu hamil Jumlah bumil yang status 85%
plus bumil (15- usia 15-49 tahun dengan status T2 ( Vaksin (T2 + T3 + T4 +T 5) dibagi
49 th) TT atau Td kedua) ditambah T3 ditambah jumlah bumil tahun yang
T4 ditambah T5 di wilayah kerja sama dikali 100 %
Puskesmas pada kurun waktu tertentu
Indikator UKM Target
No Definisi Operasional Cara Penghitungan
Esensial Th 2019
11. Laporan Laporan zero reporting KIPI / KIPI Jumlah laporan KIPI non 90%
KIPI Zero ( Kejadian Ikutan Paska Imunisasi) non serius dibagi jumlah laporan
reporting / KIPI serius yang lengkap di wilayah kerja 12 bulan dikali 100 %
Non serius Puskesmas pada kurun waktu tertentu
[Link] C1 Laporan C1 (Campak) yang tepat waktu Jumlah laporan C1 tepat >80%
tepat waktu sampai dengan tanggal 5 setiap bulan. waktu dibagi jumlah laporan
(12 bulan) dikali 100 %
[Link] Laporan C1 yang lengkap di wilayah kerja Jumlah laporan C1 lengkap > 90%
laporan C1 Puskesmas pada kurun waktu tertentu dibagi jumlah laporan (12
bulan) dikali 100 %
[Link] W2 Laporan W2 (Wabah Mingguan) yang tepat Jumlah laporan W2 tepat >80%
(mingguan) waktu tiap minggu waktu dibagi jumlah laporan
yang tepat waktu W2 dikali 100 %
[Link] Laporan W2 yang lengkap (52 minggu)di Jumlah laporan W2 yang > 90%
laporan W2 wilayah kerja Puskesmas pada kurun waktu diterima dibagi jumlah
(mingguan) tertentu laporan (52 minggu) dikali
100 %
[Link] Trend Grafik mingguan penyakit potensial wabah Jumlah grafik mingguan 100%
Mingguan yang digunakan untuk mengamati pola penyakit potensial wabah
Penyakit kecenderungan mingguan penyakit yang terjadi di wilayah kerja
Potensial Wabah potensial wabah di wilayah Puskesmas Puskesmas dikali 100%
pada kurun waktu tertentu. 17 Penyakit
Potensial Wabah menurut Permenkes
Nomor : 1501 Tahun 2010 yaitu : Kolera,
Pes, Demam Berdarah Dengue, Campak,
Polio/ AFP, Difteri, Pertusis, Rabies,
Malaria, Avian Influenza H5N1, Antraks,
Leptospirosis, Hepatitis, Influenza A baru
(H1N1)/Pandemi 2009, Meningitis, Yellow
Fever dan Chikungunya.
Indikator UKM Target
No Definisi Operasional Cara Penghitungan
Esensial Th 2019
[Link] yang Semua sekolah yang ada di wilayah Jumlah sekolah yang ada di 50%
ada di wilayah Puskesmas melaksanakan Kawasan Tanpa wilayah Puskesmas
Puskesmas atau Rokok (KTR) ( 100% bebas asap rokok), melaksanakan KTR dibagi
Puskesmas yaitu 1. jumlah sekolah di wilayah
melaksanakan Tidak ditemukan orang merokok di dalam Puskesmas dikali 100%
KTR gedung
2. Tidak
ditemukan ruang merokok di dalam gedung
4. Deteksi Dini Deteksi Dini Kanker leher rahim melalui Jumlah wanita usia 30 - 50 10%
Kanker Leher pemeriksaan IVA / papsmear / metode tahun yang telah dideteksi (akumul
rahim dan lainnya dan kanker payudara melalui dini kanker leher rahim dan asi
kanker Payudara pemeriksaan payudara klinis pada wanita payudara dibagi Wanita usia mulai
pada wanita usia usia 30 - 50 tahun sesuai data BPS 30 - 50 tahun yang ada di tahun
30 - 50 tahun wilayah puskesmas dikali 2015 -
100% 2019)
Lampiran 8
Sumber
Data
(6)
Laporan
Tahunan
Laporan
Tahunan
Laporan
Tahunan
Laporan
Tahunan
Laporan
Tahunan
Sumber
Data
(6)
Laporan
Tahunan
Laporan
Tribulanan
Laporan
Semesteran
Laporan
Semesteran
Laporan
Tahunan
Sumber
Data
(6)
Laporan
Tahunan
Sumber
Data
(6)
Laporan
Tahunan
Laporan
Tahunan
Laporan
Bulanan
Laporan
Bulanan
Laporan
Bulanan
Laporan
Tahunan
Sumber
Data
(6)
Profil
Promkes
Laporan
Bulanan
Laporan
Bulanan
Laporan
Bulanan
Sumber
Data
(6)
Laporan
Tribulan
Sumber
Data
(6)
Laporan
Tribulan
Laporan
Bulanan
Laporan
Bulanan
Laporan
Tribulan
Laporan
Tribulan
Laporan
Bulanan
Puskesmas
(LB1),
laporan/ju
mlah
pasien
kumulatif
Laporan
Bulanan
Puskesmas
Sumber
Data
(6)
Laporan
Bulanan
Puskesmas
Laporan
Bulanan
Puskesmas
Laporan
Bulanan
STBM
Laporan
Bulanan
STBM
Laporan
Bulanan
STBM.
Sumber
Data
(6)
Laporan
PWS KIA
Sumber
Data
(6)
Laporan
PWS KIA.
Laporan
PWS-KIA
Laporan
PWS-KIA
Laporan
PWS-KIA
Laporan
PWS-KIA
Laporan
PWS-KIA
Sumber
Data
(6)
Laporan
PWS KIA
Laporan
PWS-KIA
PWS-KIA
Laporan
PWS-KIA
Sumber
Data
(6)
Laporan
PWS-KIA
Laporan
PWS-KIA
Laporan
Penjaringan
Kesehatan
Sumber
Data
(6)
Laporan
Penjaringan
Kesehatan
Laporan
skrining/pe
njaringan
kesehatan
Laporan
skrining/pe
njaringan
kesehatan
Sumber
Data
(6)
Laporan
pelayanan
kesehatan
remaja,
Laporan
skrining/pe
njaringan
kesehatan.
LB3 USUB
LB3 USUB
LB3 USUB
Sumber
Data
(6)
LB3 USUB
LB3 USUB
LB3USUB,
LB3USUB
Sumber
Data
(6)
LAPORAN
PPIA
LB3-Gizi
LB3-Gizi
LB3-Gizi
LB3-Gizi
LB3-Gizi
LB3-Gizi
Sumber
Data
(6)
LB3-Gizi
Sumber
Data
(6)
LB3-Gizi
LB3-Gizi
LB3-Gizi
Survei
LB3-Gizi
LB3-Gizi
Sumber
Data
(6)
LB3-Gizi
LB3-Gizi
dan bulan
timbang
[Link]
[Link]
(Rekapitula
si Kasus
Diare di
dalam dan
luar
Wilayah
Puskesmas)
Register
Diare
Register
Diare
Sumber
Data
(6)
Form 13 A,
13 B
( Register
harian
LROA dan
Laporan
bulanan
LROA)
Register
ISPA/Pneu
monia
Register
kohort PB
dan MB
Register
kohort PB
dan MB
Register
kohort PB
dan MB
Sumber
Data
(6)
Register
kohort PB
dan MB
Register
kohort PB
dan MB
Daftar
hadir
Daftar
hadir
Form
Surveilans
bercak
pada anak
SD
TB 01, TB
03 & TB
07 SITT
Online
Sumber
Data
(6)
TB 06
TB 01, TB
08 SITT
online
Data dari
laporan
kegiatan
penyuluhan
Data dari
SIHA
( Sistim
Informasi
HIV AIDS)
Laporan
PJB
Puskesmas
Sumber
Data
(6)
Kewaspada
an Dini
Rumah
Sakit
( KDRS)
Laporan
Form PE
Form
Rujukan
Pemeriksaa
n
Laboratoriu
m
Laporan E
Sismal
online
Register
penderita,
register
laboratoriu
m
Sumber
Data
(6)
Sumber
Data
(6)
Kohort
bayi
Kohort
bayi
Kohort
balita
Laporan
imunisasi
(BIAS)
Laporan
imunisasi
(BIAS)
Laporan
imunisasi
(BIAS)
Laporan
imunisasi
TT
Kohort ibu
dan laporan
imunisasi
TT
Sumber
Data
(6)
Buku
grafik suhu
per lemari
es
Sumber
Data
(6)
Buku stok
vaksin
Laporan
KIPI
Laporan
STP
Laporan
STP
Laporan C1
Laporan C1
Laporan
W2
Laporan
W2
Laporan
KLB/ W1
Sumber
Data
(6)
Laporan
KLB/ W1
Portal Web
PPTM/
Profil
Tahunan
Laporan
verifikasi
sekolah
KTR 2 kali
setahun
Layanan
puskesmas
dan
jaringannya
Layanan
Puskesmas
dan
jaringannya
Definisi Operasional, Cara Penghitungan dan Target Indikator Kinerja UKM Pengembangan Pus
Target
Indikator UKM
No Definisi Operasional Cara Penghitungan Th
Pengembangan
2019
[Link] Keperawatan Kesehatan Masyarakat
( Perkesmas)
1. Cakupan Keluarga yang dikunjungi dalam program Jumlah keluarga yang dikunjungi dalam 100%
Kunjungan Rumah Indonesia Sehat dengan pendekatan program pendekatan keluarga dibagi
keluarga berdasarkan 12 (dua belas) jumlah keluarga riil yang ada di wilayah
indikator utama penanda status kesehatan kerja Puskesmas dikali 100%.
sebuah keluarga yang terdapat pada
wilayah kerja Puskesmas
2. Individu dan Individu dan keluarganya yang termasuk Individu dan keluarganya mendapat 70%
keluarganya dari dalam keluarga rawan ( penderita keperawatan kesehatan masyarakat
keluarga rawan penyakit menular dan tidak menular dibagi jumlah keluarga rawan dikali 100
yang mendapat termasuk jiwa , ibu hamil resiko tinggi % Jumlah
keperawatan dan KEK, balita KEK, miskin) yang keluarga rawan adalah data
kesehatan mendapat keperawatan kesehatan jamkesmas di Kecamatan x 2,66%
masyarakat masyarakat oleh tim terpadu Puskesmas ( dihilangkan
( Home care) medis, paramedis, gizi, kesling dll sesuai
kebutuhan) untuk penilaian lingkungan
( keadaan rumah, keluarga, keuangan)
dan pemeriksaan fisik (menilai keadaan
awal, deteksi penyakit, respon terapi dll)
di wilayah kerja Puskesmas pada waktu
tertentu.
[Link] tingkat Kenaikan tingkat kemandirian keluarga Jumlah keluarga yang mengalami 50%
kemandirian KM I adalah Keluarga menerima kenaikan tingkat kemandirian dibagi
keluarga setelah keperawatan kesehatan masyarakat jumlah seluruh keluarga yang dibina
pembinaan KM II adalah dikali 100%
Keluarga tahu dan dapat mengungkapkan
masalahkesehatannya secara benar, dan
melakukan tindakan keperawatan
sederhana sesuai anjuran. KM III adalah
Keluarga memanfaatkan fasilitas
pelayanan kesehatan secara aktif dan
melakukan tindakan pencegahan secara
aktif.
KM IV adalah keluarga melakukan
tindakan promotif secara aktif
[Link] Pelayanan kesehatan pada ODGJ berat Jumlah ODGJ berat di wilayah kerja 100%
kesehatan jiwa sesuai standar bagi psikotik akut dan Kab/Kota yang mendapatkan pelayanan
ODGJ berat Skizofrenia meliputi: kesehatan jiwa sesuai standar dalam
sesuai standar 1. Pemeriksaan kurun waktu satu tahun dibagi Jumlah
kesehatan jiwa meliputi ODGJ berat berdasarkan proyeksi di
wilayah kerja Kab/Kota dalam kurun
a. Pemeriksaan status mental waktu satu tahun yang sama. Dikali
100%
b. Wawancara
2.
Edukasi kepatuhan minum obat
[Link] ODGJ Sisa kasus ODGJ berat dengan pasung Estimasi Kasus Pasung yang akan kurang
berat dengan maksimal 7 % dari total kasus ODGJ dicapai x target penurunan Kasus dari 7
pasung pada berat tahun berjalan .Estimasi kasus Contoh: %
penduduk usia 15 - pasung = (16,3 %x 0,22/100 x 70 % x Estinasi jumlah ODGJ berat 0,22/100 x
69 tahun jumlah penduduk) 38.052.879 Jiwa = 83.716 Jiwa x 70%
= 58.601 orang
Estimasi Kasus Pemasungan di Jatim =
16,3 % x 58.601 = 9.552 orang
Target Penurunan kasus pasung s/d
tahun 2019 adalah 7/100 x
9.552 Jiwa = 669 orang.
Catatan untuk
kinerja Puskesmas:
<7% = 100%;
7 -8% = 75%;
>8-9%=50%;
>9-10%=25%
>10% =0
5. Penanganan Kasus kesehatan jiwa Orang Dengan Schizophrenia/ psikosis/ bipolar yang 25 %
kasus kesehatan Gangguan Jiwa (ODGJ) Berat pasung dirujuk ke RSU/RSJ dibagi jumlah (Batas
jiwa melalui dan non pasung yang dirujuk ke Rumah seluruh kasus Orang Dengan Gangguan Maksi
rujukan ke Sakit / Spesialis kesehatan jiwa di Jiwa (ODGJ) pasung dan non pasung mal
Rumah Sakit wilayah kerjanya Puskesmas dalam yang berada di wiayah kerja Puskesmas rujuka
Umum /RSJ kurun waktu Januari sd Desember dalam kurun waktu satu tahun di kali n)
tahun sebelumnya 100% Catatan untuk kinerja
Puskesmas:
<30% = 100%; 30-35%
=75%; >35-40% = 50%;
>40-45% = 25%
>45% = 0%
Target
Indikator UKM
No Definisi Operasional Cara Penghitungan Th
Pengembangan
2019
[Link] Pasien jiwa ODGJ berat yang dikunjungi Jumlah total kunjungan rumah ODGJ 50%
rumah pasien jiwa rumahnya oleh petugas kesehatan/ kader berat yang mendapat kunjungan rumah
kesehatan dalam rangka dalam kurun waktu satu tahun (12 kali
konseling/edukasi/ pengobatan di wilayah dalam 1 tahun setiap pasien) dibagi
kerja Puskesmas periode Januari s/d Jumlah seluruh ODGJ berat (pasung dan
Desember tahun sebelumnya non pasung) yang ditangani dalam kurun
waktu satu tahun.
Catatan :
12 x adalah standar minimal kunjungan
dalam 1 tahun, atau 1 bulan 1 kali
Target
Indikator UKM
No Definisi Operasional Cara Penghitungan Th
Pengembangan
2019
[Link] Kesehatan Gigi Masyarakat
[Link] dan TK PAUD dan TK yang mendapat Jumlah PAUD dan TK yang mendapat 50%
yang mendapat penyuluhan/ pemeriksaan kesehatan gigi penyuluhan/ pemeriksaan kesehatan gigi
penyuluhan/pemer dan mulut di wilayah kerja Puskesmas dan mulut dibagi jumlah PAUD/TK di
iksaan gigi dan dalam waktu 1 tahun wilayah kerja Puskesmas dikali 100%
mulut
[Link] ke Kunjungan petugas Puskesmas terkait Jumlah kunjungan petugas Puskesmas 30%
Posyandu terkait kesehatan gigi dan mulut ke Posyandu di terkait kesehatan gigi dan mulut ke
kesehatan gigi dan wilayah kerja Puskesmas dalam waktu 1 Posyandu dibagi jumlah Posyandu di
mulut tahun wilayah kerja Puskesmas dikali 100%
[Link] ke Penyehat Tradisional yang ada di wilayah Jumlah Penyehat Tradisional yang 35%
Penyehat kerja Puskesmas yang mendapat mendapat pembinaan oleh petugas/ kader
Tradisional pembinaan oleh petugas/kader kesehatan kesehatan di bagi jumlah Penyehat
Tradisional yang ada di wilayah kerja
Puskesmas dikali 100%
[Link] Calon Jamaah Haji (CJH) yang Jumlah CJH yang dilakukan Pengukuran 70%
Kebugaran Calon dilakukan pengukuran kebugaran jasmani Kebugaran Jasmani oleh Puskesmas
Jamaah Haji sesuai dengan pedoman yang ada. pada tahun berjalan dibagi Jumlah CJH
(Pedoman Pembinaan Kebugaran Jemaah yang terdaftar di Puskesmas pada tahun
Haji bagi Petugas Kesehatan di berjalan dikali 100 %
Puskesmas, Depkes 2009)
[Link] Pengukuran Kebugaran jasmani Anak Jumlah anak Sekolah Dasar kelas 4-6 25%
kebugaran jasmani Sekolah ( SD kelas 4 - 6 berusia 10-12 berusia 10-12 tahun yang dilakukan
pada anak sekolah tahun) di wilayah Puskesmas sesuai pengukuran kebugaran jasmani dibagi
dengan pedoman yang ada selama kurun jumlah Anak Sekolah Dasar kelas 4 - 6
waktu tertentu yang berusia 10 -12 tahun yang ada di
wilayah Puskesmas dikali 100 %
[Link] kasus Kasus katarak yang ditemukan melalui Jumlah kasus katarak dibagi jumlah 30%
katarak pada usia pemeriksaan atau kegiatan screening penduduk usia lebih dari 45 tahun yang
diatas 45 tahun untuk usia diatas 45 (empat puluh lima) dilakukan skrening dikali 100%
tahun baik dalam gedung maupun luar
gedung di wilayah kerjanyapada kurun
waktu tertentu tahun sebelumnya.
Target
Indikator UKM
No Definisi Operasional Cara Penghitungan Th
Pengembangan
2019
[Link] Penderita penyakit mata yang dirujuk Jumlah penyakit mata yang dirujuk 25%
rujukan mata dengan menjalani dibagi jumlah penderita penyakit mata
pemeriksaan/pengobatan sebelumnya dikali 100%
atau tidak di wilayah Puskesmas pada
kurun waktu tertentu tahun sebelumnya.
[Link].Telinga
[Link] kasus Kasus penyakit telinga (antara lain : Jumlah kasus penyakit telinga dibagi 40%
penyakit telinga di serumen, presbycusis, hearing loss, jumlah pasien yang di screening dikali
puskesmas OMSK, congenital) yang ditemukan 100%
melalui pemeriksaan/kegiatan screening
baik yang dilakukan di dalam gedung dan
luar gedung di wilayah Puskesmas pada
kurun waktu tertentu tahun sebelumnya.
[Link] dan Kasus serumen prop yang ditemukan dan Jumlah kasus serumen prop yang 40%
ditangani Kasus ditangani pada saat screening/penjaringan ditemukan dan ditangani dibagi jumlah
Serumen Prop dan atau pada saat berobat di puskesmas kasus serumen prop dikali 100%
di wilayah Puskesmas pada kurun waktu
tertentu tahun sebelumnya.
2. Pelayanan Setiap warga negara usia 45 tahun sampai Jumlah warga negara usia 45 tahun 100%
Kesehatan pada 59 tahun yang mendapatkan pelayanan sampai 59 tahun yang mendapatkan
Pra usia lanjut (45 kesehatan sesuai standar di wilayah kerja pelayanan kesehatan sesuai standar di
- 59 tahun) dalam kurun waktu satu tahun. wilayah kerja tertentu dalam kurun
Pelayanan kesehatan sesuai standar waktu satu tahun di bagi Jumlah semua
meliputi : warga negara usia 45 tahun sampai 59
[Link] kesehatan tahun di wilayah kerja tertentu dalam
2. Skrining faktor resiko yang dilakukan kurun waktu satu tahun yang sama di
minimal 1 kali dalam setahun. kali 100 %.
3. Promotif dan Salah satu atau seluruh kegiatan promosi Jumlah promotif dan preventif yang 30%
preventif yang (penyuluhan, konseling, latihan olahraga dilakukan pada kelompok kesehatan
dilakukan pada dll) dan/atau preventif (imunisasi, kerja dibagi jumlah seluruh Pos UKK di
kelompok pemeriksaan kesehatan, APD, ergonomi, wilayah binaan dikali 100%
kesehatan kerja pengendalian bahaya lingkungan dll)
yang dilakukan minimal 1 (satu) kali tiap
bulan selama 12 (dua belas) bulan pada
kelompok kesehatan kerja.
an Puskesmas
Sumber Data
Survei KS kumulatif
sd 2019
Register Kohort
Keluarga Binaan
Perkesmas
Sumber Data
Laporan Tahunan
Laporan bulanan
Sumber Data
Lap puskesmas
Lap puskesmas
Laporan Tribulan
PKT (Pelayanan
Kesehatan
Tradisional)
Laporan Tribulan
PKT
Laporan Tribulan
PKT
Sumber Data
Laporan Tribulan
PKT
Sumber Data
Laporan Tribulan
PKT
Laporan Tribulan
PKT
Data dasar
Data dasar,
Kementerian agama
Data dasar
Data
penjaringan/screenin
g dan register rawat
jalan
Laporan Pelayanan
Kesehatan Usia
Lanjut
Laporan Pelayanan
Kesehatan Usia
Lanjut dan Pra Usia
lanjut
Sumber Data
Laporan online
Lampiran 10
Definisi Operasional, Cara Penghitungan dan Target Indikator Kinerja UKP Puskesmas
Target
No Indikator Definisi Operasional Cara Penghitungan
Th 2019
[Link] Rujukan Kasus non spesialistik adalah kasus terkait Jumlah rujukan kasus non < 5%
Non Spesialistik 144 diagnosa yang harus ditangani di spesialistik dibagi jumlah rujukan
(RRNS) Puskesmas serta kriteria Time-Age- dikali 100 %
Complication-Comorbidity (TACC). Catatan kinerja Puskesmas:
Kelayakan rujukan kasus tersebut < 5% = 100%
berdasarkan kesepakatan dalam bentuk 5- 7,5 % =75%
perjanjian kerjasama antara BPJS Kesehatan, >7,5-10 %=50%
Puskesmas, Dinkes Kabupaten/Kota dan >10-15
organisasi profesi dengan memperhatikan %=25%
kemampuan pelayanan Puskesmas serta >15% = 0%
progresifitas penyakit yang merupakan
keadaan khusus dan/atau kedaruratan medis
[Link] Prolanis Penyakit kronis masuk Prolanis yaitu Jumlah peserta Prolanis yang 50%
Rutin Berkunjung Diabetes Melitus dan Hipertensi. rutin berkunjung ke Puskesmas
ke FKTP (RPPB) Aktifitas Prolanis: dibagi jumlah Peserta Prolanis
(1) Edukasi terdaftar di Puskesmas dikali
Klub 100%
(2) Konsultasi Medis Catatan untuk kinerja
(3) Pemantauan Kesehatan Puskesmas:
melalui pemeriksaan penunjang 50% - 90% = 100%;
(4)
Senam Prolanis
(5) Home visit/kunjungan rumah
(6) Pelayanan Obat
secara rutin (obat PRB)
4. Pelayanan Pelayanan kesehatan sesuai standar Jumlah penderita hipertensi usia ≥ 100%
Kesehatan Penderita meliputi : 15 tahun di wilayah kerjanya
Hipertensi a. Pengukuran tekanan darah yang mendapatkan pelayanan
(Standar dilakukan minimal satu kali sebulan di kesehatan sesuai standar dibagi
Pelayanan fasilitas pelayanan kesehatan jumlah estimasi penderita
Minimal ke 8) b. Edukasi perubahan gaya hidup hipertensi usia ≥ 15 tahun yang
dan / atau kepatuhan minum obat berada didalam wilayah kerjanya
c. Melakukan rujukan jika berdasarkan angka prevalensi
diperlukan. Tekanan Darah Sewaktu Kab/Kota dalam kurun waktu
(TDS) lebih dari 140 mmHg ditambahkan satu tahun yang sama dikali
pelayanan terapi farmakologi 100%.
Target
No Indikator Definisi Operasional Cara Penghitungan
Th 2019
[Link] Rekam medik yang lengkap dalam 24 jam Jumlah rekam medik rawat jalan 100%
pengisian rekam setelah selesai pelayanan, diisi oleh tenaga yang diisi lengkap dibagi jumlah
medik medis dan atau paramedis (identitas, SOAP, rekam medik rawat jalan dikali
KIE, askep, diagnosis, kode ICD X, kajian 100%
sosial, pengobatan, tanda tangan) serta
pengisian identitas rekam medik lengkap
oleh petugas rekam medik (nama, nomor
rekam medik, tanggal lahir, jenis kelamin,
alamat, no kartu BPJS)
7. Rasio gigi tetap Pelayanan kuratif kesehatan gigi dan mulut Jumlah gigi tetap yang di tambal >1
yang ditambal yang dilakukan di Puskesmas, dinilai dengan permanen dibandingkan dengan
terhadap gigi tetap membandingkan perlakuan tambal/cabut gigi gigi tetap yang dicabut.
yang dicabut tetap Catatan kinerja
Puskesmas:
>1 = 100%
0,75 - 1 = 75 %,
0,5 - < 0,75= 50 %
0,25 - <0,5= 25 %
< 0,25
=0%
[Link] yang Pelayanan kesehatan gigi ibu hamil minimal Jumlah ibu hamil (minimal 1x 100%
mendapat pelayanan 1 kali selama kehamilan di Puskesmas selama kehamilan) yang
kesehatan gigi (konseling/pemeriksaan/perawatan) mendapat pelayanan kesehatan
gigi di Puskesmas dibagi jumlah
ibu hamil yang berkunjung ke
Puskesmas dikali 100%
[Link] Pelayanan konseling gizi untuk semua Jumlah konseling gizi pasien di 5%
konseling gizi pasien di Puskesmas tahun berjalan Puskesmas dibandingkan jumlah
kunjungan pasien ke Puskesmas
per tahun dikali 100%
Catatan untuk kinerja
Puskesmas:
> 5% = 100%;
> 4 - <5% = 75%;
>3 - 4%=50%;
>2 - 3%=25%
<1-2 % = 0%
Target
No Indikator Definisi Operasional Cara Penghitungan
Th 2019
2 . Ketersediaan Tersedianya obat dan vaksin untuk pelayanan Bila obat tersedia untuk pelayanan di 85%
obat dan vaksin kesehatan dasar terhadap 20 item obat indikator Puskesmas maka diberi angka 1, bila
(Albendazol, Amoxicillin 500 mg, Amoxicillin syr, obat tidak tersedia untuk pelayanan di
terhadap 20 item Dexamethason tab, Diazepam 5 mg/ml amp, Puskesmas maka diberi angka 0 (catatan
obat indikator Epinefrin (Adrenalin) 0,1% (sebagai HCL) amp, : bila obat tidak dibutuhkan oleh
Fitomenadion (Vitamin K) inj, Furosemide 40 Puskesmas dan tidak tersedia
mg/HCT, Garam Oralit, Glibenklamid/Metformin, (kosong) di Puskesmas tersebut maka
Captopril, Mg SO4 inj, Magnesium Maleat 0,200 mg dalam format pelaporannya ditulis
- 1 ml, Obat Anti TB Dewasa, Oksitosin amp, N/A, dan dalam perhitungan dianggap
Paracetamol 500 mg, Tablet Tambah Darah, Vaksin bernilai 1). Perhitungan diperoleh
BCG, Vaksin TT, Vaksin DPT/DPT-HB/DPT-HB- dengan cara = Jumlah kumulatif item
Hib), ditambah dengan keterangan Pemilihan obat obat indikator yang tersedia di
dan vaksin 20 item tersebut adalah sesuai dengan Puskesmas dibagi 20 dikali 100 %
pedoman Indikator Kinerja Kementerian pada
Direktorat Tata Kelola Obat Publik dan
Perbekkes Ditjen Farmalkes Kemkes RI.
Penilaian ketersediaan obat dan vaksin dilakukan
setiap bulan.
6. Rerata item obat rerata item obat per lembar resep terhadap seluruh Jumlah item obat per lembar resep ≤ 2,6
yang diresepkan kasus tersebut. Rerata item obat perlembar resep dibagi jumlah resep
dengan batas toleransi 2,6. Catatan kinerja Puskesmas:
≤ 2,6 = 100%
2,7 - 4 =75%
5 - 7 = 50%
8 - 9 = 25%
>9 = 0%
7. Penggunaan Obat Prosentase penggunaan antibiotika pada Jumlah % capaian masing-masing indikator 68%
peresepan dibagi jumlah komponen indikator
Rasional (POR) penatalaksanaan kasus ISPA non pneumoni, peresepan dengan rumus = {[(100-
diare non spesifik, injeksi pada a)x100/80]+[(100-b)x100/92]+[(100-
penatalaksanaan kasus myalgia dan rerata c)x100/99]+[(100-d)x4/1,4]}/4
Catatan :
item obat per lembar resep terhadap seluruh a) % Pengg. AB pada ISPA non Pneumonia =
kasus tersebut. Jumlah Pengg. AB pada ISPA non
Pneumonia/Jumlah kasus ISPA non
Pneumonia x 100 %
Jika a ≤ 20 %, maka persentase capaian
indikator kinerja POR untuk poin tersebut
adalah 100 %.
b) % Pengg. AB pada Diare non Spesifik =
Jumlah Pengg. AB pd diare non
spesifik/Jumlah kasus diare non spesifik x
100 %
Jika b ≤ 8 %, maka persentase capaian
indikator kinerja POR untuk poin tersebut
adalah 100 %.
c) % Pengg. Injeksi pada Myalgia =Jumlah
Pengg. Injeksi pada myalgia/Jumlah kasus
myalgia x 100 %
Jika c ≤ 1 %, maka persentase capaian
indikator kinerja POR adalah 100 %.
d) Poin d dihitung dengan cara
mempersentasekan rerata item dengan cara =
nilai rerata item obat yang diresepkan/4 x
100%.
Rumus rerata item obat yang diresepkan =
Jumlah item obat/jumlah lembar resep.
Jika d ≤ 2,6 item, maka persentase capaian
indikator kinerja POR adalah 100 %
Jika d ≥ 4 item, maka persentase capaian
indikator kinerja POR adalah 0 %.
Target
No Indikator Definisi Operasional Cara Penghitungan
Th 2019
[Link] laboratorium
[Link] jenis 50 Jenis pelayanan meliputi: [Link], Jumlah jenis pelayanan yang 60%
pelayanan Hematokrit, Hitung eritrosit, Hitung trombosit, tersedia dibagi Jumlah standar jenis
laboratorium dengan Hitung lekosit, Hitung jenis lekosit, LED, Masa pelayanan (50) dikali 100%
standar perdarahan dan Masa pembekuan.
b. Kimia klinik: Glukosa, Protein, Albumin, Bilirubin
total, Bilirubin direk, SGOT, SGPT, Alkali fosfatase,
Asam urat,Ureum/BUN, Kreatinin, Trigliserida,
Kolesterol total, Kolesterol HDL dan Kolesterol LDL.
c. Mikrobiologi dan Parasitologi: BTA, Diplococcus
gram negatif, Trichomonas vaginalis, Candida
albicans, Bacterial vaginosis, Malaria, Microfilaria
dan Jamur permukaan.
d. Imunologi: Tes kehamilan, Golongan darah, Widal,
VDRL, HbsAg, Anti Hbs, Anti HIV dan
Antigen/antibody dengue.
e. Urinalisa: Makroskopis (Warna, Kejernihan, Bau,
Volume), pH, Berat jenis, Protein, Glukosa, Bilirubin,
Urobilinogen, Keton, Nitrit, Lekosit, Eritrosit dan
Mikroskopik (sedimen).
f. Tinja: Makroskopik, Darah samar dan Mikroskopik.
[Link] waktu Waktu mulai pasien diambil sample sampai Jumlah pasien dengan waktu tunggu 100%
tunggu penyerahan dengan menerima hasil yang sudah diekspertisi penyerahan hasil pelayanan
hasil pelayanan sesuai jenis pemeriksaan dan kebijakan tentang laboratorium sesuai jenis
laboratorium waktu tunggu penyerahan hasil pemeriksaan dan kebijakan dibagi
jumlah seluruh pemeriksaan dikali
100%
[Link] hasil Pemeriksaan mutu pelayanan laboratorium Jumlah pemeriksaan mutu internal 100%
pemeriksaan baku oleh Tenaga Puskesmas yang kompeten, yang memenuhi standar minimal 1
mutu internal (PMI) dilakukan evaluasi, analisa dan tindak lanjut (satu) parameter dari hematologi,
Kimia Klinik, serologi, dan
bakteriologi dibagi jumlah
pemeriksaan dalam 1 (satu) bulan
dikali 100%
4. Pemeriksaan Pemeriksaan Hemoglobin pada ibu hamil Jumlah pemeriksaan Hemoglobin 100%
Hemoglobin pada ibu minimal 1 (satu) kali selama kehamilan oleh minimal 1 (satu) kali pada ibu hamil
hamil tenaga yang kompeten dibagi jumlah ibu hamil yang
berkunjung ke Puskesmas dikali
100%
mas
Sumber Data
(6)
Catatan
rujukan
dalam P-care
Register
rujukan, P-
Care.
Aplikasi P-
Care.
Sumber Data
(6)
Rekam
Medik
Rekam
Medik
Register gigi
Register gigi
Rekam
medis
Sumber Data
(6)
Rekam
Medik
UGD/ruang
tindakan
Data stok
obat
Data stok
obat/LPLPO
Resep,
diagnosa
pasien
Sumber Data
(6)
Resep,
diagnosa
pasien
Sumber Data
(6)
Resep,
diagnosa
pasien
Resep,
diagnosa
pasien
Resep,
diagnosa
pasien
Sumber Data
(6)
Surat
Keputusan
Kepala
Puskesmas
tentang Jenis
Layanan
Survey,
register
Hasil
pemeriksaan
baku mutu
internal
Register
pemeriksaan
laboratorium,
Pedoman KIA
Rekam medik
Sumber Data
(6)
Rekam Medik
Lampiran 11
Target Th
No Jenis Variabel Definisi Operasional Cara Penghitungan Sumber Data
2019
2.52 Survei kepuasan Survei kepuasan pasien tentang ketanggapan petugas, Jumlah kumulatif hasil penilaian kepuasan > 80 % Dokumen Survei
pasien keramahan, kejelasan memberikan informasi, dari pasien yang disurvei (dalam prosen) Kepuasan Pasien,
kecepatan pelayanan, kelengkapan alat/obat, dibagi jumlah total pasien yang disurvei Jadwal survei
kenyamanan ruang, ketersediaan brosur/leaflet/poster dikali 100%
dengan gradasi jawaban sangat puas, puas dan tidak
puas (Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 74 Tahun
2016 tentang Pelayanan Kefarmasian)
2. Kepatuhan Prinsip pinsip sterilisasi dilaksanakan dengan Jumlah prosentase kepatuhan petugas 100% Ceklis kepatuhan
prosedur tahapan pemilahan alat kotor dan bersih, terhadap prosedur desinfeksi dan prosedur desinfeksi
desinfeksi dan proses precleaning, cleaning, desinfeksi, dan sterilisasi alat medis berrisiko tinggi dan sterilisasi alat
sterilisasi alat sterilisasi sesuai dengan regulasi yang (kritis) dibagi jumlah petugas yang setelah tindakan
setelah tindakan ditetapkan dan klasifikasi Spaulding tentang diamati (UGD/ruang tindakan,
penanganan alat medis berisiko tinggi (kritis). persalinan, gigi, KIA-KB)
4. Kebersihan Halaman dan seluruh ruangan Puskesmas terawat Jumlah ruangan dan halaman pelayanan 100% Ceklis pemantauan
lingkungan dengan 5 R meliputi rapi, ringkas, resik, rawat, yang terawat dengan 5 R dibagi jumlah kebersihan
pelayanan rajin. Seluruh permukaan lingkungan datar, bebas seluruh ruangan/halaman Puskesmas ruang/halaman
berdasarkan 5 R debu, bebas sampah, bebas serangga (semut, dikali 100% pelayanan
kecoa, lalat, nyamuk) dan binatang pengganggu
(kucing, anjing, tikus) dan dibersihkan secara
terus menerus
5 Pembuangan Pembuangan limbah benda tajam/pecahan kaca Jumlah safety box dengan jarum suntik 100% Ceklis monitoring
limbah benda memenuhi standar bila jarum suntik habis pakai yang tidak ditekuk, dipatahkan, tidak pembuangan limbah
tajam memenuhi tidak ditekuk, dipatahkan, tidak disarungkan disarungkan kembali dibagi jumlah benda tajam
standar kembali (recapping), dibuang dalam wadah safety box yang diamati dikali 100%.
penampung limbah benda tajam/safety box dekat
lokasi,wadah ditutup dan diganti setelah ¾ bagian
terisi dengan limbah
Standar Pelayanan Minimal Kabupaten/Kota Tahun 2019
Sumber
No Indikator SPM Definisi Operasional Cara Penghitungan 2019
data
(1) (2) (3) (4) (5) (6)
1 Pelayanan kesehatan Pelayanan kepada ibu hamil minimal 4 kali selama kehamilan dengan jadwal 1 Jumlah ibu hamil yang mendapatkan 100% Laporan
ibu hamil sesuai (satu) kali pada trimester I, 1 (satu) kali pada trimester II dan 2 (dua) kali pada pelayanan antenatal sesuai standar di wilayah PWS KIA.
standar trimester III yang dilakukan Dokter/ dokter spesialis kebidanan, atau Bidan, kerja kabupaten/kota tersebut dalam kurun
atau Perawat , serta pelayanan antenatal yang memenuhi 10 T, meliputi: waktu satu tahun (Nominator) dibagi Jumlah
a. Pengukuran berat badan dan tinggi badan sasaran ibu hamil di wilayah kerja
b. Pengukuran tekanan darah. kabupaten/kota tersebut dalam kurun waktu
c. Pengukuran Lingkar Lengan Atas (LILA). satu tahun yang sama (denominator) dikali
d. Pengukuran tinggi puncak rahim (fundus uteri). 100%
e. Penentuan Presentasi Janin dan Denyut Jantung Janin (DJJ).
f. Pemberian imunisasi Vaksin Tetanus Difteri (Td)
g. Pemberian tablet tambah darah minimal 90 tablet.
h. Tes Laboratorium ( Tes kehamilan, Hemoglobin, Golongan Darah,
Glukoprotein urin)
i. Tatalaksana/penanganan kasus.
j. Temu wicara (konseling).
2 Pelayanan Asuhan persalinan normal yang dilakukan di fasilItas pelayanan kesehatan di Jumlah ibu bersalin yang mendapatkan 100% Laporan
Kesehatan Ibu wilayah kerja oleh tenaga penolong, minimal 2 orang yang terdiri dari : Dokter pelayanan persalinan sesuai standar di PWS-KIA
Bersalin sesuai dan bidan ; atau 2 orang bidan; atau bidan dan perawat . fasilitas pelayanan kesehatan di wilayah
standar Pelayanan persalinan sesuai standar meliputi: kerja kabupaten/kota dalam kurun waktu satu
1. Persalinan normal tahun dibagi jumlah sasaran ibu bersalin di
2. Persalinan komplikasi wilayah kerja kabupaten/kota tersebut dalam
kurun waktu satu tahun yang sama dikali
100%
3 Pelayanan kesehatan Pelayanan kesehatan pada bayi baru lahir usia 0-28 hari berupa kunjungan Jumlah bayi baru lahir usia 0-28 hari yang 100% Laporan
bayi baru lahir (usia minimal 3 kali selama periode neonatal, dengan ketentuan: mendapatkan pelayanan kesehatan bayi baru PWS KIA
0-28 hari)sesuai a) Kunjungan Neonatal 1 (KN1) 6 - 48 jam lahir sesuai dengan standar dalam kurun
standar b) Kunjungan Neonatal 2 (KN2) 3 - 7 hari waktu satu tahun dibagi jumlah sasaran bayi
c) Kunjungan Neonatal 3 (KN3) 8 - 28 hari baru lahir di wilayah kerja kabupaten/kota
Perawatan neonatal esensial saat lahir ( 0-6 jam) meliputi: tersebut dalam kurun waktu satu tahun yang
(1) Pemotongan dan perawatan tali pusat. sama dikali 100%
(2) Inisiasi Menyusu Dini (IMD).
(3) Injeksi vitamin K1.
(4) Pemberian salep/tetes mata antibiotic.
(5) Pemberian imunisasi (injeksi vaksin Hepatitis B0).
Pelayanan Neonatal Esensial setelah lahir (6 jam –
28 hari) meliputi:
(1) Konseling perawatan bayi baru lahir dan ASI eksklusif.
(2) Memeriksa kesehatan dengan menggunakan pendekatan MTBM.
(3) Pemberian vitamin K1 bagi yang lahir tidak di fasyankes atau belum
mendapatkan injeksi vitamin K1.
(4) Imunisasi Hepatitis B injeksi untuk bayi usia < 24 jam yang lahir tidak
ditolong tenaga kesehatan.
(5) Penanganan dan rujukan kasus neonatal
4 Pelayanan kesehatan Pelayanan kesehatan balita berusia 0-59 bulan sesuai standar meliputi Jumlah Balita usia 12-23 bulan yang 100% Laporan
Balita (usia 0-59 pelayanan kesehatan balita sehat dan balita sakit mendapat Pelayanan Kesehatan sesuai PWS-KIA
bulan) sesuai standar 1. Pelayanan kesehatan Standar 1 + Jumlah Balita usia 24-35 bulan
balita usia 0-11 bulan sehat meliputi: mendapatkan
a). Penimbangan minimal 8 pelayanan kesehatan sesuai standar 2 +
kali setahun Balita usia 36-59 bulan mendapakan
b).pengukuran panjang/tinggi badan minimal 2 kali/tahun. pelayanan sesuai standar 3 sesuai standar
c). dalam kurun waktu satu tahun dibagi Jumlah
Pemantauan perkembangan minimal 2 kali/tahun. balita usia 12 –59 bulan di wilayah kerja
Kabupaten/Kota pada kurun waktu satu
d).Pemberian kapsul vitamin A pada tahun yang sama dikali 100%
fusia 6-11 bulan 1 kali setahun.
e) Pemberian imunisasi dasar lengkap.
Pelayanan kesehatan Balita usia 12-23
bulan:
(1) Penimbangan minimal 8 kali setahun (minimal 4 kali dalam kurun waktu 6
bulan).
(2) Pengukuran panjang/tinggi badan minimal 2 kali/tahun (3) Pemantauan
perkembangan minimal 2 kali/tahun (4).Pemberian kapsul vitamin A sebanyak 2
kali setahun.
(5) Pemberian Imunisasi Lanjutan.
Pelayanan kesehatan Balita usia 24-59
bulan:
(1) Penimbangan minimal 8 kali setahun (minimal 4 kali dalam kurun waktu 6
bulan).
(2) Pengukuran panjang/tinggi badan minimal 2 kali/tahun.
(3) Pemantauan perkembangan minimal 2 kali/ tahun.
(4) Pemberian kapsul vitamin A sebanyak 2 kali setahun.
d) Pemantauan perkembangan balita.
e) Pemberian kapsul vitamin A.
f) Pemberian imunisasi dasar lengkap.
g) Pemberian imunisasi lanjutan.
h) Pengukuran berat badan dan panjang/tinggi badan.
i) Edukasi dan informasi.
3) Pelayanan kesehatan balita sakit adalah pelayanan balita menggunakan
pendekatan manajemen terpadu balita sakit (MTBS)
5 Pelayanan Murid kelas 1 sampai dengan kelas 9 (SD/MI dan SMP/MTs) dan usia 7 -15 Jumlah murid kelas 1 sampai dengan kelas 9 100% Laporan
Kesehatan pada Usia tahun diluar sekolah (pondok pesantren, panti/LKSA, lapas/LPKA dan lainnya) (SD/MI dan SMP/MTs) dan usia 7 -15 tahun skrining/penj
Pendidikan Dasar yang mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar di wilayah kerja tertentu diluar sekolah (pondok pesantren, aringan
kelas 1 sampai dalam kurun waktu satu tahun ajaran. Pelayanan kesehatan sesuai panti/LKSA, lapas/LPKA dan lainnya) yang kesehatan
dengan kelas 9 dan standar meliputi : skrining kesehatan (penilaian status gizi, penilaian tanda vital, mendapat pelayanan kesehatan sesuai
diluar satuan penilaian kesehatan gigi dan mulut dan penilaian ketajaman indera) dan tindak standar di wilayah kerja tertentu dalam kurun
pendidikan dasar lanjut hasil skrining kesehatan waktu satu tahun ajaran dibagi jumlah semua
(Standar Pelayanan Minimal ke 5) murid kelas 1 sampai dengan kelas 9 (SD/MI
dan SMP/MTs) dan usia 7 -15 tahun diluar
sekolah (pondok pesantren, panti/LKSA,
lapas/LPKA dan lainnya) di wilayah kerja
tertentu dalam kurun waktu satu tahun ajaran
yang sama dikali 100%
6 Pelayanan Skrining yang dilakukan minimal sekali setahun untuk penyakit menular dan Jumlah orang usia 15 - 59 tahun di 100%
Kesehatan Usia penyakit tidak menular meliputi : a. puskesmas yang mendapat pelayanan
Produktif Pengukuran tinggi badan, berat badan dan lingkar perut skrining kesehatan sesuai standar dalam
b. Pengukuran tekanan darah kurun waktu satu tahun dibagi jumlah orang
c. Pemeriksaan gula darah d. Anamnesa usia 15 - 59 tahun di wilayah kerja
perilaku beresiko Keterangan : wanita usia 30- puskesmas dalam kurun waktu satu tahun
50 tahun yang sudah menikah atau mempunyai riwayat berhubungan seksual yang sama dikali 100%
berisiko dilakukan pemeriksaan SADANIS dan cek IVA
(Standar Pelayanan Minimal Ke 6)
7 Skrining Kesehatan Warga negara indonesia usia 60 tahun keatas mendapatkan skrining kesehatan Jumlah warga negara berusia 60 tahun atau 100% Laporan
Warga negara minimal 1 kali setahun sesuai standar meliputi : lebih yang mendapat skrining kesehatan pelayanan
indonesia usia 60 1) Edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di fasyankes dan atau UKBM sesuai standar minimal 1 kali yang ada di kesehatan
tahun keatas dan/atau kunjungan rumah suatu wilayah kerja kabupaten/kota dalam usia lanjut
2) Skrining faktor risiko penyakit menular dan penyakit tidak menular minimal kurun waktu satu tahun (Nominator) dibagi
1 kali dalam setahun, meliputi: Jumlah semua warga negara berusia 60 tahun
a) Pengukuran tinggi badan, berat badan atau lebih yang ada di suatu wilayah kerja
dan lingkar perut kabupaten/kota dalam kurun waktu satu
b) Pengukuran tekanan darah tahun yang sama (Denominator) dikali 100%
c) Pemeriksaan gula darah
d) Pemeriksaan gangguan mental
e) Pemeriksaan gangguan kognitif
f) Pemeriksaan tingkat kemandirian usia lanjut
g) Anamnesa perilaku berisiko
4) Tindaklanjut hasil skrining kesehatan meliputi:
a) Melakukan rujukan jika diperlukan
b) Memberikan penyuluhan kesehatan
8 Pelayanan Pelayanan kesehatan sesuai standar meliputi: Jumlah penderita hipertensi usia ≥ 15 tahun 100%
Kesehatan Penderita b) Pengukuran tekanan darah dilakukan minimal satu kali sebulan di fasilitas di wilayah kerjanya yang mendapatkan
Hipertensi pelayanan kesehatan pelayanan kesehatan sesuai standar dibagi
c) Edukasi perubahan gaya hidup dan/atau kepatuhan minum obat jumlah estimasi penderita hipertensi usia ≥
d) Melakukan rujukan jika diperlukan 15 tahun yang berada didalam wilayah
Keterangan: kerjanya berdasarkan angka prevalensi
Tekanan Darah Sewaktu (TDS) lebih dari 140 mmHg ditambahkan pelayanan Kab/Kota dalam kurun waktu satu tahun
terapi farmakologi yang sama dikali 100%.
9 Pelayanan Pelayanan kesehatan penderita diabetes melitus sesuai standar meliputi: Jumlah penderita diabetes mellitus usia ≥15 100% Rekam
Kesehatan Penderita 1) Pengukuran gula darah minimal 1 tahun di dalam wilayah kerjanya yang Medik
Diabetes Mellitus kali sebulan di fasyankes 2) Edukasi mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai
perubahan gaya hidup dan/atau nutrisi standar dalam kurun waktu satu tahun dibagi
3) Terapi Farmakologi, bila Gula Darah sewaktu ( GDS) lebih dari 200 Jumlah estimasi penderita diabetes mellitus
mg/dl. 4). Melakukan rujukan bila diperlukan usia ≥15 tahun yang berada di dalam wilayah
kerjannya berdasarkan angka prevalensi
kab/kota dalam kurun waktu satu tahun yang
sama dikali 100%
10 Pelayanan kesehatan Pelayanan kesehatan pada ODGJ berat sesuai standar bagi psikotik akut dan Jumlah ODGJ berat di wilayah kerja 100% Data dasar
jiwa ODGJ berat Skizofrenia meliputi: 1. Kab/Kota yang mendapatkan pelayanan kunjungan
Pemeriksaan kesehatan jiwa meliputi kesehatan jiwa sesuai standar dalam kurun pasien jiwa
a. Pemeriksaan status mental waktu satu tahun dibagi Jumlah ODGJ berat ke puskesmas
b. Wawancara berdasarkan proyeksi di wilayah kerja dan
2. Edukasi kepatuhan Kab/Kota dalam kurun waktu satu tahun Buku/Lapora
minum obat 3. yang sama dikali 100% n Kegiatan
Melakukan rujukan jika diperlukan Luar Gedung
11 Orang terduga TBC Pelayanan orang terduga TBC sesuai standar bagi orang terduga TBC meliputi : Jumlah orang terduga TBC yang dilakukan 100% TB 06
mendapatkan 1. Pemeriksaan klinis terduga TBC dilakukan pemeriksaan penunjang dalam kurun waktu
pelayanan TBC minimal 1 kali setahun, adalah pemeriksaan gejala seseorang dengan batuk satu tahun dibagi Jumlah orang yang terduga
sesuai standar lebih dari 2 minggu disertai dengan gejala lainnya dan tanda TBC dalam kurun waktu satu tahun yang
2. Pemeriksaan penunjang , adalah pemeriksaan dahak sama dikalli 100%
dan/atau bakteriologis dan/atau radiologis
3. Edukasi perilaku beresiko dan pencegahan penularan
4. Melakukan rujukan jika diperlukan
12 Orang dengan risiko Pelayanan kesehatan yang diberikan kepada orang dengan risiko terinfeksi HIV Jumlah orang dengan risiko terinfeksi HIV 100% Data dari
terinfeksi HIV sesuai standar meliputi: yang mendapatkan pelayanan sesuai standar SIHA
mendapatkan 1,Edukasi perilaku berisiko dan pencegahan penularan dalam kurun waktu satu tahun dibagi Jumlah ( Sistim
pelayanan deteksi orang dengan risiko terinfeksi HIV Informasi
dini HIV sesuai [Link] dilakukan dengan pemeriksaan test cepat HIV minimal 1 kali dikab/kota dalam kurun waktu satu tahun HIV AIDS)
standar dalam setahun yang sama dikali 100%
Orang dengan risiko terinfeksi virus HIV yaitu :
1) Ibu hamil, yaitu setiap perempuan yang sedang hamil.
2) Pasien TBC, yaitu pasien yang terbukti terinfeksi TBC dan sedang mendapat
pelayanan terkait TBC
3) Pasien Infeksi Menular Seksual (IMS), yaitu pasien yang terbukti terinfeksi
IMS selain HIV dan sedang mendapat pelayanan terkait IMS
4) Penjaja seks, yaitu seseorang yang melakukan hubungan seksual dengan
orang lain sebagai sumber penghidupan utama maupun tambahan, dengan
imbalan tertentu berupa uang, barang atau jasa
5) Lelaki yang berhubungan seks dengan lelaki (LSL), yaitu lelaki yang pernah
berhubungan seks dengan lelaki lainnya, sekali, sesekali atau secara teratur
apapun orientasi seksnya (heteroseksual, homoseksual atau biseksual)
6) Transgender/Waria, yaitu orang yang memiliki identitas gender atau ekspresi
gender yang berbeda dengan jenis kelamin atau seksnya yang ditunjuk saat lahir,
kadang disebut juga transeksual.
7) Pengguna napza suntik (penasun), yaitu orang yang terbukti memiliki riwayat
menggunakan narkotika dan atau zat adiktif suntik lainnya.
8) Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), yaitu orang yang dalam pembinaan
pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM dan telah mendapatkan vonis
tetap. 3. Melakukan
rujukan jika diperlukan
Sasaran
(7)
Sasaran ibu hamil di wilayah kabupaten/kota
dalam satu tahun menggunakan data
proyeksi BPS atau data riil yang diyakini
benar, dengan mempertimbangkan estimasi
dari hasil survei/ riset yang terjamin
validitasnya, yang ditetapkan oleh Kepala
Daerah