0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
371 tayangan6 halaman

Indeks Kebutuhan Perawatan Ortodonti

Index of Orthodontic Treatment Need (IOTN) digunakan untuk menilai kebutuhan perawatan ortodonti berdasarkan dua komponen yaitu Dental Health Component dan Aesthetic Component. Penelitian menunjukkan bahwa IOTN dapat mengukur penurunan kebutuhan perawatan secara signifikan setelah perawatan ortodonti.

Diunggah oleh

erin
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
371 tayangan6 halaman

Indeks Kebutuhan Perawatan Ortodonti

Index of Orthodontic Treatment Need (IOTN) digunakan untuk menilai kebutuhan perawatan ortodonti berdasarkan dua komponen yaitu Dental Health Component dan Aesthetic Component. Penelitian menunjukkan bahwa IOTN dapat mengukur penurunan kebutuhan perawatan secara signifikan setelah perawatan ortodonti.

Diunggah oleh

erin
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Index of Orthodontic Treatment Need (IOTN)

Ilmu ortodonsi dalam bidang kedokteran gigi semakin berkembang dan semakin banyak

orang ingin memperbaiki posisi gigi mereka yang tidak teratur. Kesadaran tentang penampilan

fisik meningkat selama anak-anak mendekati remaja, maka masa remaja dianggap sebagai

sebuah kelompok usia yang relevan untuk meneliti persepsi penampilan gigi pribadi. Pemakaian

kawat gigi atau dalam istilah kedokteran gigi disebut perawatan ortodonsi merupakan salah satu

jenis perawatan gigi yang banyak diminati anak remaja masa kini.1

Menurut World Health Organization (WHO) pada tahun 1995 telah mengukur prevalensi

kebutuhan perawatan ortodonsi di 10 negara industri, dimana kebutuhan perawatan ortodonsi


3
berkisar 21-64%. Penelitian mengenai kebutuhan akan perawatan ortodonsi telah dilakukan di

banyak negara dimulai pada tahun 1950 oleh Massler dan Frankel.1

Salah satu indeks yang menjadi acuan dalam perawatan ortodonti adalah Index of

Orthodontic Treatment Need (IOTN). IOTN berfungsi sebagai indeks untuk mengukur

kebutuhan perawatan, dapat juga dipakai untuk mengukur keberhasilan perawatan.2

Index of Orthodontic Treatment Need disusun oleh Brook dan Shaw dimodifikasi oleh

Richmond pada tahun 1989. Indeks ini telah mendapatkan pengakuan nasional dan internasional

sebagai metode yang sederhana, reliable dan valid, secara objektif menilai kebutuhan akan

perawatan. Selain itu juga Indeks ini dapat dipercaya, dan mudah digunakan.1

Index of Orthodontic Treatment Need digunakan untuk menilai kebutuhan dan kelayakan

untuk dilakukannya perawatan orthodonsi pada anak dibawah 18 tahun untuk pengobatan dengan

alasan kesehatan gigi. 3


Selain dari itu indeks IOTN ini yang digunakan dalam pemeriksaan keparahan maloklusi

ini sangat mudah dan praktis untuk dilakukan. Indeks ini memang belum bisa dikatakan ideal,

namun indeks ini memiliki keunggulan dalam waktu pemakaian dimana mampu diaplikasikan

selama 30 detik sampai 1 menit sehingga memudahkan peneliti untuk memeriksa sampel dalam

jumlah yang besar sehingga baik dipakai untuk survei epidemiologi.2

Pada Index of Orthodontics Treatment Need (IOTN), untuk gigitan terbuka anterior dan

lateral yang diukur dengan menggunakan penggaris transparan IOTN pada bagian terbuka

terbesar antara tepi insisal pada gigi insisif dan ujung puncak tonjol pada gigi posterior terhadap

bidang oklusal. Yang diukur hanya gigitan terbuka yang melibatkan dua gigi atau [Link]

indeks ini dimaksudkan bahwa indeks ini dapat mengindentifikasi seberapa parah kelainan

gigitan terbuka anterior.4

Pada Index of Orthodontic Treatment Need terdiri dari dua buah komponen yaitu Dental

Health Component (DHC) dan Aesthetic Component (AC). Dalam penggunaannya, Dental

Health Component dipergunakan terlebih dahulu, baru kemudian Aesthetic Component (AC).2

Dental Health Component diajukan untuk mengatasi subyektifitas pengukuran dengan

batas ambang yang jelas; tingkatan derajat DHC menunjukkan berapa besar prioritas untuk

perawatan, dengan perincian sebagai berikut: skor 1-2: tidak perlu perawatan/perawatan ringan,

skor 3: perawatan borderline/sedang, skor 4-5: sangat memerlukan perawatan. 2Dental Health

Component menilai beberapa jenis maloklusi seperti overjet, overbite, openbite, crossbite,

crowding, erupsi palatal yang terhalang, anomali palatal dan bibir, serta hypodonsia.5 Untuk

membantu pengukuran DHC digunakan penggaris plastik yang transparan dimana pada

penggaris tersebut berisi semua informasi yang diperlukan. 2


Aesthetic Component terdiri dari 10 foto berwarna yang menunjukkan tingkatan derajat

yang berbeda dari penampilan estetik susunan geligi. Dengan mengacu pada gambar ini, derajat

penampilan estetik gigi dari pasien dapat dinilai dalam salah satu tingkatan derajat tertentu.

Tingkat 1 menunjukkan susunan gigi yang paling menarik dari sudut estetik geligi, sedangkan

tingkat 10 menunjukkan susunan geligi yang paling tidak tidak menarik. 2

Dengan demikian skor ini merupakan refleksi dari kelainan estetik susunan geligi.

Tingkatan derajat keparahan dari Aesthetic Component adalah sebagai berikut: skor 1-4: tidak

perlu perawatan/perawatan ringan, skor 5- 7: perawatan borderline/sedang, skor 8-10: sangat

memerlukan perawatan.2

Contoh dari suatu penelitian yang dilakukan terhadap 178 pasien sesuai dengan Index of

Orthodontic Treatment Need (IOTN).Dari Hasil perawatan ortodonti lepasan sebelum perawatan

dan progres perawatan dinilai dengan Index of Orthodontic Treatment Need (IOTN), yaitu :2

Tabel 1. Persentase DHC sebelum perawatan dan sesudah perawatan.2

Skor Perawatan IOTN DHC

Pre Post

1-2 41* 23% 52* 29%

3 42* 24% 60* 34%

4-5 95* 53% 66* 37%

TOTAL 178* 100% 178* 100%

Keterangan : *orang

Dari tabel 1 dapat diketahui bahwa sebelum perawatan,yang sangat memerlukan

perawatan awalnya ada sebanyak 95 orang (53%), perlu perawatan sedang 42 orang (24%) dan

tidak perlu perawatan atau perawatan ringan sebanyak 41 orang (23%). Setelah dilakukan
perawatan hasil DHC setelah perawatan menjadi, hanya 66 orang (37%) yang sangat

memerlukan perawatan, perlu perawatan sedang sebanyak 60 orang (34%) dan tidak perlu

perawatan atau perawatan ringan sebanyak 52 orang (29%).2

Tabel 1. Persentase AC sebelum perawatan dan sesudah perawatan.2

Skor Perawatan IOTN DHC

Pre Post

1-2 94* 53% 105* 59%

3 61* 34% 51* 29%

4-5 23* 13% 22* 12%

TOTAL 178* 100% 178* 100%

Keterangan : *orang

Dari tabel 2 diketahui bahwa sebelum perawatan yang sangat memerlukan perawatan

awalnya ada sebanyak 23 orang (13%), perlu perawatan sedang 61 orang (34%) dan tidak perlu

perawatan atau perawatan ringan sebanyak 94 orang (53%). Setelah dilakukan perawatan hasil

AC setelah perawatan menjadi hanya 22 orang (12%) yang sangat memerlukan perawatan, perlu

perawatan sedang sebanyak 51 orang (29%) dan tidak perlu perawatan atau perawatan ringan

sebanyak 105 orang (59%). 2

Dari perhitungan statistik didapatkan korelasi DHC sebelum perawatan dan sesudah

perawatan berdasarkan Pearson Correlation Test (Pearson Correlation Coeficient 0.202, p <

0.01), menunjukkan adanya korelasi yang bermakna. Begitu pula dengan korelasi AC sebelum

perawatan dan sesudah perawatan menurut Pearson Correlation Test (Pearson Correlation

Coeficient 0.409, p < 0.01), menunjukkan adanya korelasi yang bermakna.2


DAFTAR PUSTAKA
[Link] Monica A.V, Anindita P.S, Mintjelungan Christy. 2014. Kebutuhan perawatan ortodonsi
berdasarkan index of orthodontic treatment need pada siswa kelas II di smp negeri 2 bitung. Jurnal e-
Gigi (Eg). Vol. 2 No. 2.

2. Deddy D D, Thalca H, Mieke S. 2011. Penggunaan index of orthodontic treatment need (iotn)
sebagai evaluasi hasil perawatan dengan peranti lepasan. Orthodontic Dental Journal. Vol. 2 No. [Link]
46-8

[Link] L A, Rattu A.J.M, Mariati N W. 2014. Kebutuhan perawatan orthodonsi berdasarkan index of
orthodontic treatment need pada siswa smp negeri 1 tateran. Jurnal e-Gigi (Eg). Vol. 2 No. 2.

4. Yaakob A N B, Ida B N, Ari T. 2011. Keparahan gigitan terbuka anterior pada anak usia 8-12 tahun
di klinik ortodonti fakultas kedokteran gigi universitas airlangga (tahun 2008-2010). Orthodontic
Dental Journal. Vol. 2 No. 1. Pp 42-4

5. Christy H, Anindita P.S, Mariati N W. 2013. Kebutuhan perawatan ortodonsi berdasarkan index of
orthodontic treatment need di smp katolik theodorus kotamobagu. Jurnal e-GiGi (eG), Vol. 1 No. 2. pp
100.

Anda mungkin juga menyukai