Prinsip Kerja Generator AC
Prinsip Kerja Generator AC
MAKALAH
UNTUK MEMENUHI TUGAS MATA KULIAH
Teknik Tenaga Listrik
yang dibina oleh Bapak Marsono, [Link]., Ph.D
Oleh :
Pertama-tama mari kita ucapkan rasa syukur dan terima kasih kepada Allah
SWT karena bantuan-Nya penulis dapat menyelesaikan menulis makalah dengan
judul “GENERATOR” tepat pada waktunya.
Tujuan dalam penulisan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas mata kuliah
Teknik Tenaga Listrik
Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kata sempurna, baik
dalam pengaturan maupun konten yang dibahas. Oleh karena itu, penulis
mengharapkan kritik dari pembaca agar dapat membantu penulis dalam
menyempurnakan makalah berikutnya. Terakhir namun bukan yang paling akhir,
mudah-mudahan makalah ini dapat membantu pembaca untuk memperoleh lebih
banyak pengetahuan tentang penerapan nilai-nilai toleransi dan pelanggarannya di
lingkungan sekitar.
i
DAFTAR ISI
Kesimpulan............................................................................................. 17
ii
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Dunia kelistrikan kita mengenal suatu alat yang di sebut motor listrik dan
generator listrik. Secara sederhana, generator listrik berfungsi untuk mengubah
energi mekanik menjadi energi listrik sedangkan motor listrik berfungsi untuk
mengubah energi listrik menjadi energi mekanik. Kedua fungsi dari masing-masing
alat tersebut terdapat hubungan. Sebuah generator akan bekerja dengan di bantu
motor listrik untuk menggerakkan generator tersebut.
Fungsi generator tersebut menjadikan alat ini sangat diperlukan dalam
kehidupan sehari-hari. Generator sendiri ada dua macam yaitu generator arus
searah (DC) dan generator arus bolak-balik (AC). Pembahasan kali ini, kami akan
mencoba menjelaskan tentang generator yaitu generator listrik arus bolak-balik,
untuk mendapatkan daya pada generator listrik arus bolak-balik (AC). Sistem
pembangkitan listrik yang sudah umum digunakan adalah mesin generator
tegangan AC, di mana penggerak utamanya bisa berjenis mesin turbin, mesin diesel
atau mesin baling-baling, dalam pengoperasian pembangkit listrik dengan
generator, karena faktor keandalan dan fluktuasi jumlah beban, maka disediakan
dua atau lebih generator yang dioperasikan dengan tugas terus-menerus, cadangan
dan bergiliran untuk generator-generator tersebut.
Penyediaan generator tunggal untuk pengoperasian terus menerus adalah
suatu hal yang riskan, kecuali bila bergilir dengan sumber PLN atau peralatan UPS,
untuk memenuhi peningkatan beban listrik maka generator-generator tersebut
dioperasikan secara paralel antar generator atau paralel generator dengan sumber
pasokan lain yang lebih
B. RUMUSAN MASALAH
1. Apa pengertian dari Generator Listrik Arus bolak – balik ( AC ) ?
2. Bagaimana Teori Timbulnya GGL Listrik ?
3. Apa saja Pemanfaatan Generator ?
1
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Generator
2
2) Hukum Lens, yaitu arus listrik yang diberikan pada stator akan
menimbulkan momen elektromagnetik yang bersifat melawan putaran
rotor sehingga menimbulkan EMF pada kumparan rotor
C. Teori Generator AC
Generator ini memperoleh energi mekanis dari prime mover atau penggerak
mula. Prinsip kerja dari generator sesuai dengan hukum Lens, yaitu arus listrik yang
diberikan pada stator akan menimbulkan momen elektromagnetik yang bersifat
melawan putaran rotor sehingga menimbulkan EMF pada kumparan rotor.
Tegangan EMF ini akan menghasilkan suatu arus jangkar, jadi diesel
sebagai prime mover akan memutar rotor generator, kemudian rotor diberi eksitasi
agar menimbulkan medan magnit yang berpotongan dengan konduktor pada stator
dan menghasilkan tegangan pada stator, karena terdapat dua kutub yang berbeda
yaitu utara dan selatan, maka pada 90o pertama akan dihasilkan tegangan
maksimum positif dan pada sudut 270o kedua akan dihasilkan tegangan maksimum
negatif, ini terjadi secara terus menerus/continue.
Generator arus bolak-balik sering disebut sebagai generator sinkron atau
alternator. Generator arus bolak-balik memberikan hubungan yang sangat penting
dalam proses perubahan energi dari batu bara, minyak, gas, atau uranium ke dalam
bentuk yang bermanfaat untuk digunakan dalam industri atau rumah tangga.
Generator arus bolak-balik bertegangan rendah yang kecil, medan diletakan pada
bagian yang berputar atau rotor dan lilitan jangkar pada bagian yang diam atau
stator dari mesin.
4
Eksitasi Generator AC
Sistem eksitasi secara konvensional dari sebuah generator arus bolak-balik
terdiri atas sumber arus searah yang dihubungkan ke medan generator ac melalui
cincin-slip dan sikat-sikat. Sumber dc biasanya diperoleh dari generator arus searah
yang digerakkan dengan motor atau penggerak mula yang sama dengan penggerak
mula generator bolak-balik, setelah datangnya zat padat, beberapa sistem eksitasi
yang berbeda telah dikembangkan dan digunakan.
Salah satunya adalah daya diambil dari terminal generator ac, diubah ke
daya dc oleh penyearah zat padat dan kemudian dicatu ke medan generator ac
dengan menggunakan cincin-slip konvensional dan sikat-sikat.
Sistem serupa yang digunakan oleh generator dengan kapasitas daya yang
lebih besar, daya dicatukan ke penyearah zat padat dari lilitan tiga fase terpisah
yang terletak diatas alur stator generator. Satu-satunya fungsi dari lilitan ini adalah
menyediakan daya eksitasi untuk generator. Sistem pembangkitan lain yang masih
digunakan baik dengan generator sinkron tipe kutub-sepatu maupun tipe
rotor-silinder adalah sistem tanpa sikat-sikat, yang mana generator ac kecil
dipasang pada poros yang sama sebagai generator utama yang digunakan untuk
pengeksitasi. Pengeksitasi ac mempunyai jangkar yang berputar, keluarannya
kemudian disearahkan oleh penyearah dioda silikon yang juga dipasang pada poros
utama.
Keluaran yang telah disearahkan dari pengeksitasi ac, diberikan langsung
dengan hubungan yang diisolasi sepanjang poros ke medan generator sinkron yang
berputar. Medan dari pengeksitasi ac adalah stasioner dan dicatu dari sumber dc
terpisah, berarti tegangan yang dibangkitkan oleh generator sinkron dapat
dikendalikan dengan mengubah kekuatan medan pengeksitasi ac, jadi sistem
pengeksitasi tanpa sikat tidak menggunakan komutator yang akan memperbaiki
keandalan dan menyederhanakan pemeliharaan umum.
5
E. JENIS GENERATOR
generator kutub dalam, medan magnet yang terletak pada bagian yang berputar
(rotor).
generator kutub luar, medan magnet yang terletak pada bagian yang diam
(stator)
Berdasarkan putaran medan
generator sinkron
generator asinkron
Berdasarkan jenis arus yang dibangkitkan
generator arus searah (DC)
generator arus bolak balik (AC)
Bentuk rotornya
generator rotor kutub menonjol (putaran rpm rendah seperti PLTA dan PLTD)
generator rotor kutub rata/silindris (putaran rpm tinggi seperti PLTG dan
PLTU)
6
a. Fluks magnetik
Fluks magnetik didefinisikan sebagai hasil kali antara komponen induksi
magnetik dengan luas bidang. Hukum Lenz : “ Arah arus induksi adalah
sedemikian sehingga medan magnetik yang ditimbulkannya berlawanan
dengan arah medan magnetik yang menimbulkan arus induksi itu”.
b. Penerapan Konsep Induksi Elektromagnetik
1. Dynamo/Generator AC
2. Generator DC
3. Transformator : Transformator adalah alat yang digunakan untuk mengubah
tegangan bolak-balik (AC) dari tegangan tinggi ke tegangan rendah
(Transformator Step –Down).
Rumus Transformator : V1/ V2 = N1 / N2, h = Ps/Pp x 100 %, P = V. I.
Jika tidak ada beban yang dipasang, maka tidak ada arus pada lilitan
sekunder. Tetapi kalau ada beban (resistansi) dihubungkan pada lilitan sekunder
maka arus akan timbul dengan fase yang samadengan tegangan terinduksi karena
reaktannya bukan merupakan induktor tetapi merupakan resistor.
7
Arus pada lilitan sekunder tidak menghasilkan perubahan fluks magnetik (jika
ya akan meningkatkan tegangan), akan tetapi menghasilkan gaya gerak magnetik.
Perubahan gaya gerak magnetik tanpa perubahan fluks magnetik hanya
dimungkinkan bila gaya gerak magnetik yang dihasilkan adalah sama dan
berlawanan fase dari gaya gerak magnetik primer, ini berarti bahwa arus pada
lilitan sekunder terlambat 180o dari arus pada lilitan primer. Gaya gerak magnetik
sekunder ini akan menginduksi tegangan yang menghasilkan arus yang
berlawanan. Dengan demikian koil primer merupakan beban bagi sumber tegangan
AC dan koil sekunder merupakan sumber tegangan bagi resistor.
8
dalam sebuah rangkaian adalah sama dengan kecepatan perubahan fluks yang
melalui rangkaian tersebut. Jika kecepatan perubahan fluks tersebut dinyatakan
dalam weber/sekon, maka tegangan gerak elektrik dinyatakan dalam volt.
ε= - dϕB/ dt
Jika sebuah koil terdiri dari lilitan maka sebuah tegangan gerak elektrik
muncul di dalam setiap lilitan dan semua tegangan gerak elektrik dijumlahkan.
Apabila koil tersebut dililitkan dengan begitu erat, lilitan dapat dikatakan
menempati daerah yang sama dengan ruang maka fluks yang melewati setiap lilitan
akan sama besarnya. Fluks yang melewati setiap lilitan hanya untuk toroida dan
solenoida.
Untuk menghasilkan elektromagnetik yang lebih kuat dapat dilakukan dengan cara
:
1. Memperbesar kemagnetan inti electromagnet
2. Memperbesar jumlah lilitan kumparan
3. Memperbesar jumlah arus yang mengalir.
Medan magnet yang bergerak-gerak tersebut menginduksi beda potensial pada
kumparan. Beda potensial menyebabkan arus listrik mengalir sehingga ggl yang di
induksi pada kumparan disebut gaya gerak listrik induksi. Menurut hukum Faraday,
ggl induksi dapat diperbesar jika :
a. Gerak magnet dipercepat
b. Daya tarik atau tolak magnet lebih kuat.
c. Panjang kumparan lebih panjang dan jumlah lilitan lebih banyak (rapat).
9
G. Komponen Utama Generator
a) Stator
10
Stator terdiri dari badan generator yang terbuat dari baja yang berfungsi
melindungi bagian dalam generator, kotak terminal dan name plate pada generator.
Inti Stator yang terbuat dari bahan ferromagnetik yang berlapis-lapis dan terdapat
alur-alur tempat meletakkan lilitan stator. Lilitan stator yang merupakan tempat
untuk menghasilkan tegangan. Sedangkan, rotor berbentuk kutub sepatu (salient)
atau kutub dengan celah udara sama rata.
b) Rotor
11
1000 rpm), dipakai konstruksi rotor dengan kutub menonjol atau ”salient pole”
dengan jumlah kutub-kutub yang relatif banyak. Pada prinsipnya, salah satu
dari penghantar atau kutub-kutub ini dibuat sebagai bagian yang tetap
sedangkan bagian-bagian yang lainnya dibuat sebagai bagian yang berputar.
c) Brush sebagai penghubung kemotor listrik
Sikat atau Brush berfungsi untuk mengalir arus listrik dari regulator ke
rotor coil. Pada altenator terdapat dua sikat, yaitu :
Sikat patah dan pecahnya rumah sikat sering dijumpai akibat kesalahan saat
merakit altenator. Saat rotor dilepas sikat akan keluar akibat tekanan pegas,
pada kondisi tersebut bila seseorang merakit rotor, maka bearing rotor akan
menekan sikat sehingga sikat patah dan hal ini dapat pula menyebabkan rumah
sikat pecah, untuk menghindari hal tersebut maka sikat harus dimasukkan ke
rumahnya dan ditahan menggunakan kawat yang dimasukan melaui lubang
12
kecil yang sedah tersedia, bila sikat sudah tertahan oleh kawat maka rotor
dapat dimasukkan dengan aman.
13
Gambar : Prinsip Kerja Generator AC
1) Ketika kumparan diputar didalam medan magnet,satu sisi kumparan(biru)
bergerak ketas sedang lainnya(kuning)bergerak kebawah
3) Pada posisi sinusoid kumparan tidak mengalami perubahan garis gaya magnet
sehingga tidak ada listrik yang mengalir pada kumparan.
5) Kumparan terus berputar hingga sisi biri bergerak kebawah dan sisi kuning
bergerak keatas.
8) Tegangan dan arus listrik yang dihasilkan ini disalurkan melalui kabel jaringan
listrik untuk akhirnya digunakan masyarakat
14
Generator AC bekerja berdasarkan atas prinsip dasar induksi
elektromagnetik. Tegangan bolak-balik akan dibangkitkan oleh putaran medan
magnetik dalam kumparan jangkar yang diam, dalam hal ini kumparan medan
terletak pada bagian yang sama dengan rotor dari generator. Nilai dari tegangan
yang dibangkitkan bergantung pada :
a. Jumlah dari lilitan dalam kumparan.
b. Kuat medan magnetik, makin kuat medan makin besar tegangan yang
diinduksikan.
c. Kecepatan putar dari generator itu sendiri.
Prinsip generator ini secara sederhana dapat dijelaskan bahwa tegangan
akan diinduksikan pada konduktor apabila konduktor tersebut bergerak pada
medan magnet sehingga memotong garis-garis gaya. Hukum tangan kanan berlaku
pada generator dimana menyebutkan bahwa terdapat hubungan antara penghantar
bergerak, arah medan magnet, dan arah resultan dari aliran arus yang terinduksi.
Apabila ibu jari menunjukkan arah gerakan penghantar, telunjuk menunjukkan arah
fluks, jari tengah menunjukkan arah aliran elektron yang terinduksi. Hukum ini
juga berlaku apabila magnet sebagai pengganti penghantar yang
digerakkan. Terdapat dua jenis konstruksi dari generator ac, jenis medan diam atau
medan magnet dibuat diam dan medan magnet berputar
15
I. Pemanfaatan Generator AC
Contoh generator AC yang akan sering kita jumpai dalam kehidupan
sehari-hari adalah dinamo sepeda. Bagian utama dinamo sepeda adalah sebuah
magnet tetap dan kumparan yang disisipi besi lunak. Jika magnet tetap diputar,
perputaran tersebut menimbulkan GGL induksi pada kumparan. Jika sebuah lampu
pijar (lampu sepeda) dipasang pada kabel yang menghubungkan kedua ujung
kumparan, lampu tersebut akan dilalui arus induksi AC, akibatnya lampu tersebut
menyala. Nyala lampu akan makin terang jika perputaran magnet tetap makin cepat
(laju sepeda makin kencang).
Generator AC (alternator) bervariasi ukurannya sesuai dengan beban yang
akan disuplai, sebagai contoh, alternator pada PLTA mempunyai ukuran yang
sangat besar, membangkitkan ribuan kilowatt pada tegangan yang sangat tinggi.
Contoh lainnya adalah alternator di mobil, yang sangat kecil sebagai
perbandingannya. Beratnya hanya beberapa kilogram dan menghasilkan daya
sekitar 100 hingga 200 watt, biasanya pada tegangan 12 volt.
Generator AC banyak kita jumpai pada pusat-pusat listrik (dengan kapasitas
yang relatif besar). Misalnya pada PLTA, PLTU, PLTD, PLTN, PLTG, dan lain
lain. Disini umumnya generator AC disebut dengan alternator atau generator saja.
Selain generator AC dengan kapasitas yang relatif besar tersebut, kita mengenal
pula generator dengan kapasitas yang relatif kecil, misalnya generator yang dipakai
untuk penerangan darurat, untuk penerangan daerah-daerah terpencil (yang belum
terjangkau PLN), dan sebagainya. Generator tersebut sering disebut home light atau
generator set.
16
BAB IV
PENUTUP
Kesimpulan
Generator listrik bolak balik (AC) adalah alat yang digunakan untuk
memproduksi listrik bolak balik (AC). Generator ini terdiri dari dua bagian, yaitu
rotor dan stator. Rotor adalah bagian genertor yang bergerak, seperti kumparan,
sedangkan Stator adalah bagian generator yang diam, seperti magnet permenen,
cincin, dan sikat/terminal.
Generator arus bolak-balik sering disebut sebagai generator sinkron atau
alternator. Generator arus bolak-balik memberikan hubungan yang sangat penting
dalam proses perubahan energi dari batu bara, minyak, gas, atau uranium ke dalam
bentuk yang bermanfaat untuk digunakan dalam industri atau rumah tangga, dalam
generator arus bolak-balik bertegangan rendah yang kecil, medan diletakan pada
bagian yang berputar atau rotor dan lilitan jangkar pada bagian yang diam atau
stator dari mesin.
17
DAFTAR PUSTAKA
[Link]
[Link]
[Link]
[Link]
[Link]
[Link]
mendasari_konsep
[Link]
18