0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
30 tayangan21 halaman

Prinsip Kerja Generator AC

Makalah ini membahas tentang generator listrik arus bolak-balik (AC) dengan menjelaskan pengertian generator, hukum yang berlaku pada generator, teori kerja generator AC, dan komponen utamanya. Generator AC bekerja dengan mengubah energi mekanik menjadi listrik AC melalui induksi elektromagnetik yang terjadi saat lilitan stator diputar di dalam medan magnet. Pemanfaatan generator AC meliputi sebagai sumber listrik primer di pembangkit listrik.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
30 tayangan21 halaman

Prinsip Kerja Generator AC

Makalah ini membahas tentang generator listrik arus bolak-balik (AC) dengan menjelaskan pengertian generator, hukum yang berlaku pada generator, teori kerja generator AC, dan komponen utamanya. Generator AC bekerja dengan mengubah energi mekanik menjadi listrik AC melalui induksi elektromagnetik yang terjadi saat lilitan stator diputar di dalam medan magnet. Pemanfaatan generator AC meliputi sebagai sumber listrik primer di pembangkit listrik.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

GENERATOR

MAKALAH
UNTUK MEMENUHI TUGAS MATA KULIAH
Teknik Tenaga Listrik
yang dibina oleh Bapak Marsono, [Link]., Ph.D

Oleh :

Hafid Ardiansyah 160514610041


Hardiansyah 160514610083
Harliadi Ilham 160514610079
Panatas Wahyu W 160514610082

UNIVERSITAS NEGERI MALANG


FAKULTAS TEKNIK
JURUSAN TEKNIK MESIN
Mei 2017
KATA PENGANTAR

Pertama-tama mari kita ucapkan rasa syukur dan terima kasih kepada Allah
SWT karena bantuan-Nya penulis dapat menyelesaikan menulis makalah dengan
judul “GENERATOR” tepat pada waktunya.

Tujuan dalam penulisan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas mata kuliah
Teknik Tenaga Listrik

Dalam menyusun makalah ini, penulis mendapatkan banyak tantangan dan


rintangan, namun dengan bantuan dari banyak individu tantangan dan rintangan
tersebut bisa teratasi. Oleh karena itu, penulis mengucapkan terima kasih kepada
semua individu yang telah membantu dalam proses penyusunan makalah ini.

Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kata sempurna, baik
dalam pengaturan maupun konten yang dibahas. Oleh karena itu, penulis
mengharapkan kritik dari pembaca agar dapat membantu penulis dalam
menyempurnakan makalah berikutnya. Terakhir namun bukan yang paling akhir,
mudah-mudahan makalah ini dapat membantu pembaca untuk memperoleh lebih
banyak pengetahuan tentang penerapan nilai-nilai toleransi dan pelanggarannya di
lingkungan sekitar.

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR .......................................................................................... i

DAFTAR ISI ........................................................................................................ ii

BAB I PENDAHULUAN .................................................................................... 1

A. Latar Belakang ................................................................................... 1


B. Rumusan Masalah .............................................................................. 1

BAB II PEMBAHASAN ..................................................................................... 2

A. Pengertian Generator .......................................................................... 2


B. Hukum pada Generator ...................................................................... 2
C. Teori Generator AC. ........................................................................... 3
D. Generator Listrik Arus bolak – balik ( AC ). ..................................... 4
E. Jenis Generator. .................................................................................. 6
F. Teori Timbulnya GGL Listrik Karena Lilitan Memotong Fluksi. ..... 6
G. Komponen Utama Generator. .......................................................... 10
H. Prinsip kerja Motor AC Satu Fasa.................................................... 13
I. Pemanfaatan Generator AC. ............................................................. 16

BAB II PENUTUP ............................................................................................ 17

Kesimpulan............................................................................................. 17

DAFTAR PUSTAKA ......................................................................................... 18

ii
BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Dunia kelistrikan kita mengenal suatu alat yang di sebut motor listrik dan
generator listrik. Secara sederhana, generator listrik berfungsi untuk mengubah
energi mekanik menjadi energi listrik sedangkan motor listrik berfungsi untuk
mengubah energi listrik menjadi energi mekanik. Kedua fungsi dari masing-masing
alat tersebut terdapat hubungan. Sebuah generator akan bekerja dengan di bantu
motor listrik untuk menggerakkan generator tersebut.
Fungsi generator tersebut menjadikan alat ini sangat diperlukan dalam
kehidupan sehari-hari. Generator sendiri ada dua macam yaitu generator arus
searah (DC) dan generator arus bolak-balik (AC). Pembahasan kali ini, kami akan
mencoba menjelaskan tentang generator yaitu generator listrik arus bolak-balik,
untuk mendapatkan daya pada generator listrik arus bolak-balik (AC). Sistem
pembangkitan listrik yang sudah umum digunakan adalah mesin generator
tegangan AC, di mana penggerak utamanya bisa berjenis mesin turbin, mesin diesel
atau mesin baling-baling, dalam pengoperasian pembangkit listrik dengan
generator, karena faktor keandalan dan fluktuasi jumlah beban, maka disediakan
dua atau lebih generator yang dioperasikan dengan tugas terus-menerus, cadangan
dan bergiliran untuk generator-generator tersebut.
Penyediaan generator tunggal untuk pengoperasian terus menerus adalah
suatu hal yang riskan, kecuali bila bergilir dengan sumber PLN atau peralatan UPS,
untuk memenuhi peningkatan beban listrik maka generator-generator tersebut
dioperasikan secara paralel antar generator atau paralel generator dengan sumber
pasokan lain yang lebih

B. RUMUSAN MASALAH
1. Apa pengertian dari Generator Listrik Arus bolak – balik ( AC ) ?
2. Bagaimana Teori Timbulnya GGL Listrik ?
3. Apa saja Pemanfaatan Generator ?

1
BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian Generator

Generator sebuah alat yang dapat mengubah energi mekanik menjadi


energi listrik, dengan kata lain generator dapat memproduksi energi listrik dari
sumber energi mekanik. Generator bekerja dengan menggunakan prinsip
induksi elektromagnetik, proses ini dikenal sebagai pembangkitan energi
listrik. Generator dan motor memang mempunyai banyak kesamaan, tapi
generator dan motor adalah alat yang berbeda. Generator adalah yang
mengubah energi mekanik menjadi energi listrik, sedangkan motor adalah alat
yang mengubah energi listrik menjadi energi mekanik.

Sumber energi mekanik generator

1. Resiprokat maupun turbin mesin uap


2. Turbin air maupun kincir air
3. Turbin angin
4. Mesin pembakaran dalam
5. Engkol tangan
6. Energi surya atau matahari
7. Udara yang dimampatkan
8. Sumber energi mekanik yang lain
Sebelum ditemukannya hubungan antaramagnet dan listrik, generator
bekerja menggunakan prinsip elektrostatik yaitu cabang ilmu fisika yang
berkaitandengan gaya yang dikeluarkan olehmedan listrik statik (tidak berubah /
bergerak) terhadap objek bermuatan yang lain.

B. Hukum Pada Generator

1) Hukum faraday, yaitu apabila suatu penghantar diputarkan


didalam sebuah medan magnet sehingga memotong garis garis
gaya magnet maka pada ujung penghantar tersebut akan
timbulkan ggl (garis gaya listrik) yang mempunyai satuan volt.

2
2) Hukum Lens, yaitu arus listrik yang diberikan pada stator akan
menimbulkan momen elektromagnetik yang bersifat melawan putaran
rotor sehingga menimbulkan EMF pada kumparan rotor

C. Teori Generator AC

Generator arus bolak-balik berfungsi mengubah tenaga mekanis menjadi


tenaga listrik arus bolak-balik. Generator Arus Bolak-balik sering disebut juga
seabagai alternator, generator AC (alternating current), atau generator sinkron.
Dikatakan generator sinkron karena jumlah putaran rotornya sama dengan jumlah
putaran medan magnet pada stator. Kecepatan sinkron ini dihasilkan dari kecepatan
putar rotor dengan kutub-kutub magnet yang berputar dengan kecepatan yang sama
dengan medan putar pada stator. Mesin ini tidak dapat dijalankan sendiri karena
kutub-kutub rotor tidak dapat tibatiba mengikuti kecepatan medan putar pada
waktu sakelar terhubung dengan jala-jala. Prinsip kerjanya dapat dipelajari dengan
teori medan elekronik. Poros pada generator dipasang dengan material
ferromagnetik permanen. Setelah itu disekeliling poros terdapat stator yang bentuk
fisisnya adalah kumparan-kumparan kawat yang membentuk loop. Ketika poros
generator mulai berputar maka akan terjadi perubahan fluks pada stator yang
akhirnya karena terjadi perubahan tegangan dan aruslistrik tertentu. Tegangan dan
arus listrik yang dihasilkan ini disalurkan melalui kabel jaringan listrik.

Generator AC merupakan komponen yang dapat mengubah energi gerak


menjadi energi listrik. Penggunaan generator saat ini dapat dimanfaakan sebagai
pembangkit listrik Generator AC atau altenator bekerja pada prinsip yang sama dari
induksi elektromagnetik sebagai generator [Link] bolak balik dapat dihasilkan
dari perputaran lilitan pada medan magnet atau perputaran medan magnet pada
lilitan stasioner (seimbang / tidak berubah). Nilai dari tegangan tergantung pada:
a) Jumlah perputaran pada lilitan
b) Kekuatan medan
c) Kecepatan rotasi lilitan / medan magnet
d) Generator arus bolak-balik sering disebut sebagai generator sinkron atau
alternator.
Generator arus bolak-balik memberikan hubungan yang sangat penting dalam
proses perubahan energi dari batu bara, minyak, gas, atau uranium ke dalam bentuk
yang bermanfaat untuk digunakan dalam industri atau rumah tangga, dalam
3
generator arus bolak-balik bertegangan rendah yang kecil, medan diletakan pada
bagian yang berputar atau rotor dan lilitan jangkar pada bagian yang diam atau
stator dari mesin Konstruksi Generator AC.

D. Generator Listrik Arus bolak – balik ( AC )

Generator ini memperoleh energi mekanis dari prime mover atau penggerak
mula. Prinsip kerja dari generator sesuai dengan hukum Lens, yaitu arus listrik yang
diberikan pada stator akan menimbulkan momen elektromagnetik yang bersifat
melawan putaran rotor sehingga menimbulkan EMF pada kumparan rotor.

Tegangan EMF ini akan menghasilkan suatu arus jangkar, jadi diesel
sebagai prime mover akan memutar rotor generator, kemudian rotor diberi eksitasi
agar menimbulkan medan magnit yang berpotongan dengan konduktor pada stator
dan menghasilkan tegangan pada stator, karena terdapat dua kutub yang berbeda
yaitu utara dan selatan, maka pada 90o pertama akan dihasilkan tegangan
maksimum positif dan pada sudut 270o kedua akan dihasilkan tegangan maksimum
negatif, ini terjadi secara terus menerus/continue.
Generator arus bolak-balik sering disebut sebagai generator sinkron atau
alternator. Generator arus bolak-balik memberikan hubungan yang sangat penting
dalam proses perubahan energi dari batu bara, minyak, gas, atau uranium ke dalam
bentuk yang bermanfaat untuk digunakan dalam industri atau rumah tangga.
Generator arus bolak-balik bertegangan rendah yang kecil, medan diletakan pada
bagian yang berputar atau rotor dan lilitan jangkar pada bagian yang diam atau
stator dari mesin.

4
Eksitasi Generator AC
Sistem eksitasi secara konvensional dari sebuah generator arus bolak-balik
terdiri atas sumber arus searah yang dihubungkan ke medan generator ac melalui
cincin-slip dan sikat-sikat. Sumber dc biasanya diperoleh dari generator arus searah
yang digerakkan dengan motor atau penggerak mula yang sama dengan penggerak
mula generator bolak-balik, setelah datangnya zat padat, beberapa sistem eksitasi
yang berbeda telah dikembangkan dan digunakan.
Salah satunya adalah daya diambil dari terminal generator ac, diubah ke
daya dc oleh penyearah zat padat dan kemudian dicatu ke medan generator ac
dengan menggunakan cincin-slip konvensional dan sikat-sikat.
Sistem serupa yang digunakan oleh generator dengan kapasitas daya yang
lebih besar, daya dicatukan ke penyearah zat padat dari lilitan tiga fase terpisah
yang terletak diatas alur stator generator. Satu-satunya fungsi dari lilitan ini adalah
menyediakan daya eksitasi untuk generator. Sistem pembangkitan lain yang masih
digunakan baik dengan generator sinkron tipe kutub-sepatu maupun tipe
rotor-silinder adalah sistem tanpa sikat-sikat, yang mana generator ac kecil
dipasang pada poros yang sama sebagai generator utama yang digunakan untuk
pengeksitasi. Pengeksitasi ac mempunyai jangkar yang berputar, keluarannya
kemudian disearahkan oleh penyearah dioda silikon yang juga dipasang pada poros
utama.
Keluaran yang telah disearahkan dari pengeksitasi ac, diberikan langsung
dengan hubungan yang diisolasi sepanjang poros ke medan generator sinkron yang
berputar. Medan dari pengeksitasi ac adalah stasioner dan dicatu dari sumber dc
terpisah, berarti tegangan yang dibangkitkan oleh generator sinkron dapat
dikendalikan dengan mengubah kekuatan medan pengeksitasi ac, jadi sistem
pengeksitasi tanpa sikat tidak menggunakan komutator yang akan memperbaiki
keandalan dan menyederhanakan pemeliharaan umum.

5
E. JENIS GENERATOR

Berdasarkan letak kutubnya

 generator kutub dalam, medan magnet yang terletak pada bagian yang berputar
(rotor).
 generator kutub luar, medan magnet yang terletak pada bagian yang diam
(stator)
Berdasarkan putaran medan

 generator sinkron
 generator asinkron
Berdasarkan jenis arus yang dibangkitkan
 generator arus searah (DC)
 generator arus bolak balik (AC)

Dilihat dari fasanya


 generator satu fasa
 generator tiga fasa

Bentuk rotornya
 generator rotor kutub menonjol (putaran rpm rendah seperti PLTA dan PLTD)
 generator rotor kutub rata/silindris (putaran rpm tinggi seperti PLTG dan
PLTU)

F. Teori Timbulnya GGL Listrik Karena Lilitan Memotong Fluksi


Induksi elektromagnetik dapat dikatakan sebagai proses perubahan energi
mekanik (energi kinetic) menjadi energi listrik. Proses perubahan energi ini,
berkaitan dengan konsep fluks magnetik. Kita mulai dengan mempelajari Fluks
magnetik dan Huhum Faraday secara kuantitatif.

6
a. Fluks magnetik
Fluks magnetik didefinisikan sebagai hasil kali antara komponen induksi
magnetik dengan luas bidang. Hukum Lenz : “ Arah arus induksi adalah
sedemikian sehingga medan magnetik yang ditimbulkannya berlawanan
dengan arah medan magnetik yang menimbulkan arus induksi itu”.
b. Penerapan Konsep Induksi Elektromagnetik
1. Dynamo/Generator AC
2. Generator DC
3. Transformator : Transformator adalah alat yang digunakan untuk mengubah
tegangan bolak-balik (AC) dari tegangan tinggi ke tegangan rendah
(Transformator Step –Down).
Rumus Transformator : V1/ V2 = N1 / N2, h = Ps/Pp x 100 %, P = V. I.

Sistem pengisian AC paling banyak digunakan, baik sistem pengisian dengan


regulator mekanik (konvensional) maupun dengan IC regulator. Komponen sistem
pengisian regulator mekanik terdiri dari :
a. Alternator yang berfungsi merubah energi gerak menjadi energi listrik. Listrik
yang dihasilkan merupakan arus bolak-balik (AC), untuk merubah arus AC
menjadi arus DC digunakan diode yang dipasang menjadi satu bagian dengan
alternator.
b. Regulator berfungsi untuk mengatur tegangan dan arus yang dihasilkan
alternator dengan cara mengatur kemagnetan pada rotor altenator. Regulator
juga berfungsi untuk mengatur hidup dan matinya lampu indikator pengisian.
c. Sekering untuk memutus aliran listrik bila rangkaian dialiri arus berlebihan
akibat hubungan singkat.
d. Kunci kontak untuk menghubungkan atau memutus aliran ke lampu indicator
dank e regulator. Aliran listrik ke regulator diteruskan ke altenator berfungsi
untuk menghasilkan magnet pada altenator.

Jika tidak ada beban yang dipasang, maka tidak ada arus pada lilitan
sekunder. Tetapi kalau ada beban (resistansi) dihubungkan pada lilitan sekunder
maka arus akan timbul dengan fase yang samadengan tegangan terinduksi karena
reaktannya bukan merupakan induktor tetapi merupakan resistor.

7
Arus pada lilitan sekunder tidak menghasilkan perubahan fluks magnetik (jika
ya akan meningkatkan tegangan), akan tetapi menghasilkan gaya gerak magnetik.
Perubahan gaya gerak magnetik tanpa perubahan fluks magnetik hanya
dimungkinkan bila gaya gerak magnetik yang dihasilkan adalah sama dan
berlawanan fase dari gaya gerak magnetik primer, ini berarti bahwa arus pada
lilitan sekunder terlambat 180o dari arus pada lilitan primer. Gaya gerak magnetik
sekunder ini akan menginduksi tegangan yang menghasilkan arus yang
berlawanan. Dengan demikian koil primer merupakan beban bagi sumber tegangan
AC dan koil sekunder merupakan sumber tegangan bagi resistor.

Pertanyaan bahwa medan magnetik dapat menimbulkan arus dijawab oleh


Faraday dan Henry melalui percobaan pada tahun 1830-an setelah percobaan pada
tahun 1820 dianggap gagal. Jika terdapat sebuah skema, maka menunjukkan
sebuah magnet batang yang dililit oleh sebuah kawat penghantar diharapkan
menimbulkan arus yang nantinya dapat diukur oleh sebuah alat ukur listrik, tetapi
Faraday dan Henry mengamati hal lain bahwa ketika magnet batang mulai
dimasukkan ke dalam lilitan kawat terjadi arus yang terukur, namun arus tersebut
beberapa saat kemudian menghilang saat magnet batang dikeluarkan dari lilitan.
Hal ini menimbulkan pertanyaan bagi Faraday dan Henry yang mengambil
keputusan bahwa perubahan medan magnetiklah yang menimbulkan arus, bukan
hanya medan magnet yang konstan. Fenomena perubahan medan magnet yang
menimbulkan arus listrik ini dinamakan induksi magnetik atau induksi
elektromagnetik.
Induktansi didefinisikan sebagai timbulnya arus dan tegangan pada suatu
konduktor karena perubahan arus pada konduktor lain terhadap waktu, sehingga
secara umum setiap kawat berarus dan rangkaian memiliki suatu induktansi sendiri
yang berpengaruh pada perilaku rangkaian yang sering kali diabaikan. Menurut
hukum Faraday, perubahan medan magnetik akan menghasilkan ggl menurut
persamaan :

Hukum induksi Faraday menyatakan bahwa sebuah tegangan gerak elektrik di

8
dalam sebuah rangkaian adalah sama dengan kecepatan perubahan fluks yang
melalui rangkaian tersebut. Jika kecepatan perubahan fluks tersebut dinyatakan
dalam weber/sekon, maka tegangan gerak elektrik dinyatakan dalam volt.
ε= - dϕB/ dt
Jika sebuah koil terdiri dari lilitan maka sebuah tegangan gerak elektrik
muncul di dalam setiap lilitan dan semua tegangan gerak elektrik dijumlahkan.
Apabila koil tersebut dililitkan dengan begitu erat, lilitan dapat dikatakan
menempati daerah yang sama dengan ruang maka fluks yang melewati setiap lilitan
akan sama besarnya. Fluks yang melewati setiap lilitan hanya untuk toroida dan
solenoida.
Untuk menghasilkan elektromagnetik yang lebih kuat dapat dilakukan dengan cara
:
1. Memperbesar kemagnetan inti electromagnet
2. Memperbesar jumlah lilitan kumparan
3. Memperbesar jumlah arus yang mengalir.
Medan magnet yang bergerak-gerak tersebut menginduksi beda potensial pada
kumparan. Beda potensial menyebabkan arus listrik mengalir sehingga ggl yang di
induksi pada kumparan disebut gaya gerak listrik induksi. Menurut hukum Faraday,
ggl induksi dapat diperbesar jika :
a. Gerak magnet dipercepat
b. Daya tarik atau tolak magnet lebih kuat.
c. Panjang kumparan lebih panjang dan jumlah lilitan lebih banyak (rapat).

Banyak sedikitnya lilitan pada kumparan dapat mempengaruhi besar- kecilnya


garis gaya magnetik. Secara umum, arus listrik dapat berubah menjadi magnet
karena kekuatan medan magnet bergantung pada kuat arus yang mengalir. Apabila
kuat arus berubah-ubah, maka kuat medan magnet juga dapat berubah-ubah. Gejala
induksi electromagnet dapat dijelaskan :ketika magnet digerakkan menjauhi dan
mendekati kumparan, jumlah garis gaya magnet terkurung dalam kumparan yang
mengalami perubahan. Arus listrik yang timbul akibat perubahan garis gaya
magnet disebut arus induksi.

9
G. Komponen Utama Generator
a) Stator

Stator merupakan bagian diam dari generator yang mengeluarkan tegangan


bolak-balik, antara lain:
a. Inti stator.
Bentuk dari inti stator ini berupa cincin laminasi-laminasi yang diikat
serapat mungkin untuk menghindari rugi-rugi arus eddy (eddy current
losses). Pada inti ini terdapat slot-slot untuk menempatkan konduktor dan
untuk mengatur arah medan magnetnya.
b. Belitan stator.
Bagian stator yang terdiri dari beberapa batang konduktor yang terdapat di
dalam slot-slot dan ujung-ujung kumparan. Masing-masing slot
dihubungkan untuk mendapatkan tegangan induksi.
c. Alur stator.
Merupakan bagian stator yang berperan sebagai tempat belitan stator
ditempatkan.
d. Rumah stator.
Bagian dari stator yang umumnya terbuat dari besi tuang yang berbentuk
silinder. Bagian belakang dari rumah stator ini biasanya memiliki
sirip-sirip sebagai alat bantu dalam proses pendinginan.

10
Stator terdiri dari badan generator yang terbuat dari baja yang berfungsi
melindungi bagian dalam generator, kotak terminal dan name plate pada generator.
Inti Stator yang terbuat dari bahan ferromagnetik yang berlapis-lapis dan terdapat
alur-alur tempat meletakkan lilitan stator. Lilitan stator yang merupakan tempat
untuk menghasilkan tegangan. Sedangkan, rotor berbentuk kutub sepatu (salient)
atau kutub dengan celah udara sama rata.

b) Rotor

Rotor merupakan bagian bergerak yang menghasilkan medan magnit yang


menginduksikan ke stator. Stator dipisahkan oleh celah udara (air gap). Rotor
terdiri dari dua bagian umum, yaitu Inti kutub dan Kumparan medan. Pada
bagian inti kutub terdapat poros dan inti rotor yang memiliki fungsi sebagai
jalan atau jalur fluks magnet yang dibangkitkan oleh kumparan medan. Pada
kumparan medan ini juga terdapat dua bagian, yaitu bagian penghantar sebagai
jalur untuk arus pemacuan dan bagian yang diisolasi. Isolasi pada bagian ini
harus benar-benar baik dalam hal kekuatan mekanisnya, ketahanannya akan
suhu yang tinggi dan ketahanannya terhadap gaya sentrifugal yang besar.
Konstruksi rotor untuk generator yang memiliki nilai putaran relatif tinggi
biasanya menggunakan konstruksi rotor dengan kutub silindris atau
”cylinderica poles” dan jumlah kutubnya relatif sedikit (2, 4, 6). Konstruksi ini
dirancang tahan terhadap gaya-gaya yang lebih besar akibat putaran yang
tinggi, untuk putaran generator yang relatif rendah atau sedang (kurang dari

11
1000 rpm), dipakai konstruksi rotor dengan kutub menonjol atau ”salient pole”
dengan jumlah kutub-kutub yang relatif banyak. Pada prinsipnya, salah satu
dari penghantar atau kutub-kutub ini dibuat sebagai bagian yang tetap
sedangkan bagian-bagian yang lainnya dibuat sebagai bagian yang berputar.
c) Brush sebagai penghubung kemotor listrik

Sikat atau Brush berfungsi untuk mengalir arus listrik dari regulator ke
rotor coil. Pada altenator terdapat dua sikat, yaitu :

a. Sikat positip yang berhubungan dengan terminal F alternator


b. Sikat negatip berhubungan dengan bodi altenator dan terminal E
Sikat selalu menempel dengan slip ring, saat rotor berputar maka akan
terjadi gesekan antara slip ring dengan sikat, sehingga sikat menjadi cepat
aus. Kontak sikat dengan slip ring harus baik agar listrik dapat mengalir
dengan baik, agar kontak sikat dengan slip ring baik maka sikat ditekan oleh
pegas.

Sikat merupakan bagian yang sering menjadi penyebab gangguan pada


altenator, karena cepat aus. Sikat yang sudah pendek dapat menyebabkan
aliran listrik ke rotor coil berkurang, akibat tekanan pegas yang melemah.
Berkurangnya aliran listrik ke rotor coil menyebabkan kemagnetan rotor
berkurang dan listrik yang dihasilkan altenator menurun. Bila sikat suda
pendek harus segera diganti, sebab kalau sampai sikat habis maka slip ring
akan bergesekan dengan pegas sikat sehingga menjadi aus. Sikat yang sudah
habis dapat menyebabkan liran listrik ke rotor coil terputus, kemgnetan rotor
hilang, altenator tidak dapat menghasilkan listrik, tidak terjadi proses
pengisian.

Sikat patah dan pecahnya rumah sikat sering dijumpai akibat kesalahan saat
merakit altenator. Saat rotor dilepas sikat akan keluar akibat tekanan pegas,
pada kondisi tersebut bila seseorang merakit rotor, maka bearing rotor akan
menekan sikat sehingga sikat patah dan hal ini dapat pula menyebabkan rumah
sikat pecah, untuk menghindari hal tersebut maka sikat harus dimasukkan ke
rumahnya dan ditahan menggunakan kawat yang dimasukan melaui lubang

12
kecil yang sedah tersedia, bila sikat sudah tertahan oleh kawat maka rotor
dapat dimasukkan dengan aman.

H. Prinsip kerja Motor AC Satu Fasa


Motor AC satu fasa berbeda cara kerjanya dengan motor AC tiga fasa,
dimana pada motor AC tiga fasa untuk belitan statornya terdapat tiga belitan yang
menghasilkan medan putar dan pada rotor sangkar terjadi induksi dan interaksi torsi
yang menghasilkan putaran. Sedangkan pada motor satu fasa memiliki dua belitan
stator, yaitu belitan fasa utama (belitan U1-U2) dan belitan fasa bantu (belitan
Z1-Z2).
Belitan utama menggunakan penampang kawat tembaga lebih besar sehingga
memiliki impedansi lebih kecil. Sedangkan belitan bantu dibuat dari tembaga
berpenampang kecil dan jumlah belitannya lebih banyak, sehingga impedansinya
lebih besar dibanding impedansi belitan utama.
Grafik arus belitan bantu Ibantu dan arus belitan utama Iutama berbeda fasa
sebesar φ, hal ini disebabkan karena perbedaan besarnya impedansi kedua belitan
tersebut. Perbedaan arus beda fasa ini menyebabkan arus total, merupakan
penjumlahan vektor arus utama dan arus bantu. Medan magnet utama yang
dihasilkan belitan utama juga berbeda fasa sebesar φ dengan medan magnet bantu.
Belitan bantu Z1-Z2 pertama dialiri arus Ibantu menghasilkan fluks magnet
Φ tegak lurus, beberapa saat kemudian belitan utama U1-U2 dialiri arus utama
Iutama. yang bernilai positip. Hasilnya adalah medan magnet yang bergeser sebesar
45° dengan arah berlawanan jarum jam. Kejadian ini berlangsung terus sampai satu
siklus sinusoida, sehingga menghasilkan medan magnet yang berputar pada belitan
statornya.
Rotor motor satu fasa sama dengan rotor motor tiga fasa yaitu berbentuk
batang-batang kawat yang ujung-ujungnya dihubung singkatkan dan menyerupai
bentuk sangkar tupai, maka sering disebut rotor sangkar.
Belitan rotor yang dipotong oleh medan putar stator, menghasilkan tegangan
induksi, interaksi antara medan putar stator dan medan magnet rotor akan
menghasilkan torsi putar pada rotor.
Prinsip Kerja Generator AC

13
Gambar : Prinsip Kerja Generator AC
1) Ketika kumparan diputar didalam medan magnet,satu sisi kumparan(biru)
bergerak ketas sedang lainnya(kuning)bergerak kebawah

2) Kumparan mengalami perubahan garis gaya magnet yang semakin sedikit,


sehingga pada kedua sisi kumparan mengalir arus listrik mengitari kumparan
mengalir arus listrik mengitari kumparan hingga kumparan sinusoid.

3) Pada posisi sinusoid kumparan tidak mengalami perubahan garis gaya magnet
sehingga tidak ada listrik yang mengalir pada kumparan.

4) Pada posisi ini kumparan mendapat garis – garis magnet maksimum.

5) Kumparan terus berputar hingga sisi biri bergerak kebawah dan sisi kuning
bergerak keatas.

6) Kumparan mengalami perubahan garis gaya magnet yang bertambah banyak,


sehingga pada setiap sisi kumparan mengalir arus listrik yang berlawanan
hingga posisi kumparan sinusoidal. Kumparan terus berputar hingga sisi biru
bergerak ketas dan sisi kuning bergerak kebawah.

7) Agar menimbulkan medan magnet yang berpotongan dengan konduktor pada


stator rator diberi eksitasi. Karena ada dua kutub yang berbeda, utara dan
selatan, maka tegangan yang dihasilkan pada stator adalah tegangan bolak
balik dengan gelombang sinusoidal.

8) Tegangan dan arus listrik yang dihasilkan ini disalurkan melalui kabel jaringan
listrik untuk akhirnya digunakan masyarakat

14
Generator AC bekerja berdasarkan atas prinsip dasar induksi
elektromagnetik. Tegangan bolak-balik akan dibangkitkan oleh putaran medan
magnetik dalam kumparan jangkar yang diam, dalam hal ini kumparan medan
terletak pada bagian yang sama dengan rotor dari generator. Nilai dari tegangan
yang dibangkitkan bergantung pada :
a. Jumlah dari lilitan dalam kumparan.
b. Kuat medan magnetik, makin kuat medan makin besar tegangan yang
diinduksikan.
c. Kecepatan putar dari generator itu sendiri.
Prinsip generator ini secara sederhana dapat dijelaskan bahwa tegangan
akan diinduksikan pada konduktor apabila konduktor tersebut bergerak pada
medan magnet sehingga memotong garis-garis gaya. Hukum tangan kanan berlaku
pada generator dimana menyebutkan bahwa terdapat hubungan antara penghantar
bergerak, arah medan magnet, dan arah resultan dari aliran arus yang terinduksi.
Apabila ibu jari menunjukkan arah gerakan penghantar, telunjuk menunjukkan arah
fluks, jari tengah menunjukkan arah aliran elektron yang terinduksi. Hukum ini
juga berlaku apabila magnet sebagai pengganti penghantar yang
digerakkan. Terdapat dua jenis konstruksi dari generator ac, jenis medan diam atau
medan magnet dibuat diam dan medan magnet berputar

15
I. Pemanfaatan Generator AC
Contoh generator AC yang akan sering kita jumpai dalam kehidupan
sehari-hari adalah dinamo sepeda. Bagian utama dinamo sepeda adalah sebuah
magnet tetap dan kumparan yang disisipi besi lunak. Jika magnet tetap diputar,
perputaran tersebut menimbulkan GGL induksi pada kumparan. Jika sebuah lampu
pijar (lampu sepeda) dipasang pada kabel yang menghubungkan kedua ujung
kumparan, lampu tersebut akan dilalui arus induksi AC, akibatnya lampu tersebut
menyala. Nyala lampu akan makin terang jika perputaran magnet tetap makin cepat
(laju sepeda makin kencang).
Generator AC (alternator) bervariasi ukurannya sesuai dengan beban yang
akan disuplai, sebagai contoh, alternator pada PLTA mempunyai ukuran yang
sangat besar, membangkitkan ribuan kilowatt pada tegangan yang sangat tinggi.
Contoh lainnya adalah alternator di mobil, yang sangat kecil sebagai
perbandingannya. Beratnya hanya beberapa kilogram dan menghasilkan daya
sekitar 100 hingga 200 watt, biasanya pada tegangan 12 volt.
Generator AC banyak kita jumpai pada pusat-pusat listrik (dengan kapasitas
yang relatif besar). Misalnya pada PLTA, PLTU, PLTD, PLTN, PLTG, dan lain
lain. Disini umumnya generator AC disebut dengan alternator atau generator saja.
Selain generator AC dengan kapasitas yang relatif besar tersebut, kita mengenal
pula generator dengan kapasitas yang relatif kecil, misalnya generator yang dipakai
untuk penerangan darurat, untuk penerangan daerah-daerah terpencil (yang belum
terjangkau PLN), dan sebagainya. Generator tersebut sering disebut home light atau
generator set.

16
BAB IV
PENUTUP

Kesimpulan
Generator listrik bolak balik (AC) adalah alat yang digunakan untuk
memproduksi listrik bolak balik (AC). Generator ini terdiri dari dua bagian, yaitu
rotor dan stator. Rotor adalah bagian genertor yang bergerak, seperti kumparan,
sedangkan Stator adalah bagian generator yang diam, seperti magnet permenen,
cincin, dan sikat/terminal.
Generator arus bolak-balik sering disebut sebagai generator sinkron atau
alternator. Generator arus bolak-balik memberikan hubungan yang sangat penting
dalam proses perubahan energi dari batu bara, minyak, gas, atau uranium ke dalam
bentuk yang bermanfaat untuk digunakan dalam industri atau rumah tangga, dalam
generator arus bolak-balik bertegangan rendah yang kecil, medan diletakan pada
bagian yang berputar atau rotor dan lilitan jangkar pada bagian yang diam atau
stator dari mesin.

17
DAFTAR PUSTAKA

 Drs. Daryanto. 1995. Pengetahuan Teknik Listrik . Jakarta: PT Bumi aksara

 [Link]

 [Link]

 [Link]

 [Link]
[Link]

 [Link]
mendasari_konsep

 [Link]

18

Anda mungkin juga menyukai