LAPORAN PRAKTIKUM PENYEHATAN UDARA
PEMERIKSAAN ANGKA KUMAN UDARA BEBAS
Disusun oleh :
Nurul Fitriyana (P07133118016)
Hemida Wahyu Isramadhanti (P07133118027)
Ishlah Insani (P07133118036)
Yetty Dwi Kurniawati (P07133118037)
DIPLOMA TIGA SANITASI
POLITEKNIK KESEHATAN YOGYAKARTA
TAHUN 2018/2019
LAPORAN PRAKTIKUM PENYEHATAN UDARA
Hari, Tanggal : Kamis, 07 November 2019
Waktu : 11.05 - selesai WIB
Jenis Praktikum : Pengukuan angka kuman pada udara ambien
Tempat : Lab mikro biologi gedung biru
A. TUJUAN
Praktikum ini bertujuan untuk mengambil sampel udara ambien secara
mikrobiologis disalam suatu ruangan . Tujuan umum agar mahasiswa mampu mengambil
sampel udara secara mikrobiologis dengan menggunakan midget impinger, settling
plate,dan microbiological air sampler. Dapat juga bertujuan untuk mengetahui angka
kuman didalam laboratorium mikrobiologi.
B. ALAT DAN BAHAN
NO ALAT BAHAN
1. CAWAN PETRI PCA
2. MAS LABEL
3. MIDGET IMPINGER
3. LAMPU BUNSEN
4. PIPET
5. STOPWACH
C. PENDAHULUAN
Sampling kualitas udara dilihat dari lokasi pemantauanya dibagi menjadi dua
kategori yaitu sampling udara emisi dan udsara a,bien. Udara ambien merupakan udara
bebas di permukaan bumi yang dibutuhkan dan mempengaruhi kesehatan manusia,
makhluk hidup, dan unsur lingkungan lainnya. Udara didalam ruangan adalah udara yang
terperangkap sedikitnya satu jam yang dihuni manusia dengan status kesehatah yang
berbeda- beda. Salah satu parameter udara yaitu angka kuman. Salah satu penyebab
gangguan kesehatan yaitu banyaknya angka kuman didalam ruangan.
Laboratorium merupakan ruangan yang setidaknya terdapat sedikit angka kuman.
Pengambilan sampel udara yang bertujuan untuk menhitung angka kuman dilakukan
secara mikrobiologis. Oleh karena itu, herus menggunakan APD yang baik dan benar.
Alat yang digunakan dalam pengambilan sampel udara yaitu midged impinge, settling
plate ( cawan petri berisi PCA), dan microbiological air sampler. Keberadaan kuman
didalam udara juga akan mengganggu kesehatan terutama pada manusia.
D. CARA KERJA
1. Midged impinger
Tuang larutan penyerap (sesuai dengan parameter yang akan diambil)
sebanyak 15 ml ke dalam midged impinger apabila dengam 15 ml pipa/ selang
belum tercelup tambahkan hingga pipa/ selang tercelup dalam larutan
penyerap.
Rangkai alat secara berurutan, pompa hisap dihubungkan dengan midged
impinger selanjutnya pompa hisap dihibungkan dengan sumber listrik.
Hidupkan pompa dengan menggeser tombol ke ON dengan lpm 1,6
Paparkan selama 15 menit
Setelah selesai cabut pompa hisap dari sumber listrik
Tuang pada 2 cawan petri masing- masing sebanyak 1 ml
Tuangkan PCA pada kedua cawan petri tersebut secukupnya
Letakkan pada ingkubator
2. Settling plate
Letakkan PCA pada 2 cawan petri
Bukan cawan petri yang berisi PCA
Letakan pada 2 posisi yang berbeda
Tunggu hingga 15 menit
Tutup kembali cawan petri
Letakkan pada ingkiubator
3. Microbiological air sampler
Tempatkan alat pada titik pengambilan sampel
Lepaskan media agar strip dari kemasannya dan segera pasangkan pada
tempatnya (pelindung kipas) dengan posisi permukaan agar strip menghadap
kearah kipas
Hidupkan alat
Tekan tombol start pada remote stater (jarak petugas dengan alat minimal 3
meter) tinggalkan ruangan apabila alat sedang beroperasi
Alat akan berhenti secara otomatis sesuai dengan waktu (1 menit dalam 100
liter)
Petugas segera masuk dan matikan alat
Lepaskan media agar dan masukan kembali pada kemasan, beri label dan
segel
Simpan pada ingkubator selama 24 jam dalam suhu 30-35ºC
LAPORAN PRAKTIKUM PENYEHATAN UDARA
Hari, Tanggal : Kamis, 08 November 2019
Waktu : 16.00 - selesai WIB
Jenis Praktikum : Pengukuan angka kuman pada udara ambien
Tempat : Lab mikro biologi gedung biru
A. TUJUAN
Praktikum ini bertujuan untuk menghitung angka kuman udara ambien secara
mikrobiologis didalam suatu ruangan. Tujuan umum agar mahasiswa mampu menghitung
angka kuman pada sampel udara secara mikrobiologis dengan menggunakan midget
impinger, settling plate,dan microbiological air sampler.
B. ALAT DAN BAHAN
Coloni counter
Alat tulis
Media penanaman bakteri yang dilakukan pada tanggal 07 November 2019
C. PENDAHULUAN
Udara adalah suatu campuran gas yang terdapat pada lapisan yang mengelilingi
bumi dan komponen campuran gas tersebut tidak selalu konstan. Udara juga merupakan
atmosfir yang berada di sekeliling bumi yang fungsinya sangat penting bagi kehidupan
manusia di dunia ini.
Pencemaran umumnya disebabkan oleh kegiatan manusia (antropogenik)
(Soedomo, 2001). Adanya peningkatan populasi penduduk dankebutuhan sosial politik
yang meningkat merupakan faktor yang turut berperan dalam proses pencemaran
lingkungan pada negara-negara berkembang (Chen etal., 2008). Pada dasarnya
pencemaran udara dapat diartikan adanya suatu substansi atau bahan atau zat asing yang
masuk dalam atmosfir pada konsentrasi tinggi diatas batas udara ambien normal
(Seinfeld,1986). Sumber pencemaran udara dapatberasal dari berbagai kegiatan antara
lain industri, transportasi, perkantoran, dan perumahan.
D. CARA KERJA
Hitung angka kuman menggunakan coloni counter pada cawan petri dimana pada cawan
petri tersebut pada tanggal 07 November 2019 telah dilakukan pengambilan sampel dan
penanaman pada media PCA.
E. HASIL
1. MIDGET IMPINGER
Midget 1 = 250
Midget 2= 122
Control = 30
(250−30)+(122−30)
R(koloni/m3) = 2
= 202
𝑅×𝑉×1000
Jumlah koloni = 𝑄×𝑡
202×15×1000
= 1,6×15
= 137.500
Keterangan
R= jumlah koloni
V= lpm
t= waktu
2. SETTLING PLATE
3. MAS ( Micribiological Air Sampler)
𝑘𝑜𝑙𝑜𝑛𝑖 𝑝𝑎𝑑𝑎 𝑃𝐶𝐴
𝑘𝑜𝑙𝑜𝑛𝑖 𝑘𝑢𝑚𝑎𝑛 𝑚3 = ×1000
100𝐿𝑇 ×𝑊𝐴𝐾𝑇𝑈
80
= 100×1 × 1000
= 800
F. PEMBAHASAN
Pengambilan sampel angka kuman udara dilakukan dengan pemaparan selama 15 menit.
Selanjutnya pada pemeriksaan angka kuman, larutan yang sudah dipaparkan diambil 1ml
dengan pipet steril dan dimasukkan pada cawan petri kode 2 dan kode 3. Untuk cawan
petri kontrol sebagai kontrol. Kemudian dibekukan dan dilakukan pengeraman pada suhu
37oC selama 2x24 jam dalam inkubator. Langkah terakhir adalah dengan dilakukan
perhitungan jumlah koloni per petri dengan bantuan coloni counter.
Perhitungan koloni kuman didapatkan hasil pada kontrol sebanyak 30 koloni, cawan petri
kode 1 sebanyak 250 koloni, cawan petri kode 2 sebanyak 122 koloni dan cawan petri.
Selanjutnya dilakukan perhitungan rata-rata koloni, dan didapatkan hasil rata-rata koloni
adalah 800 koloni. Dari perhitungan rata-rata koloni tersebut dan data hasil percobaan
didapatkan jumlah koloni kuman per m3 yaitu 800CF/ m3. Bila hasil tersebut
dibandingkan dengan standar Baku Mutu Angka Kuman Udara (Kepmenkes RI No
1405/MENKES/SK/XI/2002 yaitu < 700 koloni/m3), maka bisa dilihat bahwa kuman
udara di ruangan jurusan ini melebihi baku mutu yang terkait.
G. KESIMPULAN
Dari hasil pemeriksaaan angka kuman udara di Ruangan jurusan kesehatan Lingkungan
Poltekkes Kemenkes Ykt didapatkan hasil bahwa angka kuman udara diruangan tersebut
adalah berada di bawah baku mutu dari Kepmenkes terkait. Kuman udara di ruangan
tersebut adalah 800 CF/ m3, melebihi tandar yaitu < 700 koloni/m3. Oleh karena itu
harus tetap dijaga agar kuman udara tidak menjadi lebih dari baku mutu yang ada dengan
cara di rawat dan di jaga kebersihan dari ruangan tersebut.
Namun, tentunya masih terdapat kuman di udara ruangan, maka perlu adanya penelitian
lebih lanjut tentang jenis kuman apa yang terdapat di udara. Karena bisa saja terdapat
kuman udara yang patogen dan adapat menyebabkan gangguan kesehatan jika masuk ke
dalam tubuh manusia.