CODE BLUE
No. Dokumen No. Revisi Halaman
RSUD KAJEN 29/IGD/X/2018 1 1/3
KAB. PEKALONGAN
Ditetapkan
Tanggal Terbit Direktur RSUD Kajen
STANDAR
Kabupaten Pekalongan
PROSEDUR 6 Oktober 2018
OPERASIONAL
dr. DWI ARIE GUNAWAN Sp.B
NIP. : 19700429 199903 1 002
Pengertian 1. Code Blue adalah suatu code/syarat terjadinya kegawatdaruratan
pernafasan dan jantung yang harus segera direspon oleh Tim Medis
Reaksi cepat Code Blue
2. Tim medis Reaksi Cepat Code Biru adalah tim yang memiliki
kewenangan dan tugas memberikan pertolongan segera pada pasien , staf
dan semua orang yang berada di lingkungan rumah sakit
Tujuan 1. Mengurangi angka kejadian morbiditas di RSUD Kajen
2. Meningkatkan respon tim RS terhadap kecurigaan kejadian henti nafas
atau henti jantung di RSUD Kajen
Kebijakan SK Direktur no 445/69/2018 tentang Pelayanan di RSUD Kajen
Prosedur 1. Setiap kecurigaan kegawatdaruratan henti nafas atau henti jantung pada
pasien,staf dan semua orang yang berada di lingkungan RS yang
memungkinkan dapat ditolong atau ditangani dengan mengaktifkan code
blue
2. Untuk pasien bangsal dengan skor EWS ≥7 jika diperlukan dapat
mengaktifkan code blue
3. Tim Medis Reaksi Cepat code biru meliputi;
a. Dokter Jaga IGD/Ponek sebagai leader, defibrilator
b. Perawat 1 yaitu Katim IGD/Ponek sebagai kompresor
c. Perawat 2 yaitu Katim ICU sebagai ventilator (bagging) dan pasang
ETT
d. Perawat 3 yaitu Katim bangsal (sesuai dengan hari yang sudah
ditentukan) sebagai dokumentasi, menyiapkan alat
e. Perawat 4 yaitu Duty Officer sebagai sirkulator (pasang infus, pasang
defibrilator, pasang DC) dan pengganti kompresor
CODE BLUE
No. Dokumen No. Revisi Halaman
RSUD KAJEN
KAB. PEKALONGAN 29/IGD/X/2018 1 2/3
Prosedur f. Bila Katim di unit tersebut sedang melakukan tindakan emergency di
unitnya, maka Katim dapat menunjuk anggota sebagai penggantinya
4. Pembagian hari petugas perawat bangsal
- Senin : R. Teratai
- Selasa : R. Melati
- Rabu : R. Mawar
- Kamis : R. Kenanga
- Jumat : R. Flamboyan
- Sabtu : R. Seroja
- Minggu : R. Anggrek
5. Penemu pertama pasien ancaman nafas dan sirkulasi dalam hal ini
disebut post station dapat melakukan tindakan BHD (Bantuan Hidup
Dasar), kemudian petugas lain mengaktifkan Code Blue
6. Post station segera melakukan tindakan sebagai berikut:
a. Memastikan aman diri, korban dan lingkungan
b. Cek respon korban, dengan cara memanggil, menepuk atau memberi
respon nyeri (menekan kuku jari, mencubit daerah tengah dada)
c. Cek nadi di daerah leher, dengan menempelkan 3 jari (telunjuk,
tengah, manis) di nadi leher korban (dari jakun 2-3 kesamping kanan
atau kiri)
d. Jika di daerah leher tidak teraba, minta tolong seseorang untuk
mengaktifkan code blue di area....(sebut tempat kejadian), dengan
menghubungi no extensi 110 (informasi)
e. Selanjutnya lakukan BHD sesuai protap resusitasi jantung paru
sampai bantuan Tim Medis Reaksi Cepat Code Blue tiba
7. Petugas lain yang mendengar atau menerima permintaan mengaktifkan
code blue dengan menghubungi nomer ekstensi 110 (informasi) dan
menyampaikan lokasi kejadian
8. Informasi memanggil Tim Medis Reaksi Cepat Code Blue melalui
pengeras suara ke seluruh ruangan “Mohon perhatian seluruh tim, ada
code blue di.....(sebutkan area kejadian)” diulang 3 kali
CODE BLUE
No. Dokumen No. Revisi Halaman
29/IGD/X/2018 1 3/3
RSUD KAJEN
KAB. PEKALONGAN
Prosedur 9. Petugas lain yang mendengar atau menerima permintaan mengaktifkan
code blue dengan menghubungi nomer ekstensi 110 (informasi) dan
menyampaikan lokasi kejadian
10. Informasi memanggil Tim Medis Reaksi Cepat Code Blue melalui
pengeras suara ke seluruh ruangan “Mohon perhatian seluruh tim, ada
code blue di.....(sebutkan area kejadian)” diulang 3 kali
11. Tim Medis Reaksi Cepat Code Blue datang ke lokasi kejadian dengan
membawa defibrilator, dan kit emergency oleh Katim IGD( kecuali
kejadian di ruang ICU, IGD, dan kamar operasi)
12. Respon time kedatangan Tim Medis Reaksi Cepat Code Blue 5 menit
13. Penanganan dan tanggung jawab pasien diambil alih oleh Tim Medis
Reaksi cepat
14. Setelah melakukan penanganan diputuskan untuk penanganan
selanjutnya di IGD/ ICU/IBS/Rumah Sakit lain atau pasien dinyatakan
meninggal
Unit Terkait Semua Unit