0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
69 tayangan3 halaman

Langkah-langkah Pembelajaran Inkuiri

Dokumen tersebut membahas karakteristik peserta didik dan langkah-langkah proses pembelajaran model inkuiri menurut beberapa ahli. Karakteristik peserta didik meliputi rasa ingin tahu, berani berpendapat, suka membuat sesuatu, dan mengekspresikan kemampuan. Langkah-langkahnya meliputi orientasi, merumuskan masalah, menyusun hipotesis, mengumpulkan data, menguji hipotesis, dan merumuskan kesimp

Diunggah oleh

robert samosir
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
69 tayangan3 halaman

Langkah-langkah Pembelajaran Inkuiri

Dokumen tersebut membahas karakteristik peserta didik dan langkah-langkah proses pembelajaran model inkuiri menurut beberapa ahli. Karakteristik peserta didik meliputi rasa ingin tahu, berani berpendapat, suka membuat sesuatu, dan mengekspresikan kemampuan. Langkah-langkahnya meliputi orientasi, merumuskan masalah, menyusun hipotesis, mengumpulkan data, menguji hipotesis, dan merumuskan kesimp

Diunggah oleh

robert samosir
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Menurut Suryanti (2010) dalam Wisudawati dan Eka (2014), karakteristik yang harus

dimiliki peserta didik dalam melaksanakan model ini adalah :


a. Secara intuitif peserta didik selalu ingin tahu
b. Di dalam percakapan, peserta didik selalu ingin berbicara dan mengungkapkan
idenya
c. Dalam mengonstruksi pengetahuan, peserta didik selalu ingin membuat sesuatu
d. Peserta didik selalu mengekspresikan kemampuannya.

Sintaks atau Langkah-langkah Proses Pembelajaran Inquiry


Menurut Suryanti (2010), langkah-langkah pembelajaran inkuiri adalah :
a) Orientasi
b) Merumuskan masalah
c) Menyusun hipotesis
d) Mengumpulkan data
e) Menguji hipotesis
f) Merumuskan kesimpulan

Kinsvatter,Wilen, dan Isler (1996), dalam Wisudawati dan Eka (2014), merumuskan
langkah-langkah pembelajaran inquiri sebagai berikut :
a) Identifikasi dan klarifikasi persoalan : persoalan dapat diajukan oleh guru
maupun peserta didik. Persoalan yang akan dikaji disesuaikan dengan
kurikulum 2013, masalah nyata atau real, dan masalah terbaru yang menarik.
Permasalahan yang diajukan harus disesuaikan dengan karakteristik peserta
didik, tidak terlalu mudah, dan tidak terlalu sulit.
b) Membuat hipotesis : peserta didik berkolaborasi dengan guru dalam
menyusun hipotesis.
c) Mengumpulkan data untuk menjawab hipotesis yang dibuat maka langkah
berikutnya adalah mengumpulkan data. Pengumpulan data pada materi IPA
mempunyai karakterisitik yang khas untuk masing-masing bidang kajian.
d) Menganalisis data: data dianalisis untuk dapat menjawab hipotesis yang
diajukan. Proses analisis data sebaiknya didampingi atau dibantu oleh guru.
Bantuan yang diberikan guru ditujukan untuk membimbing memperoleh
konsep IPA yang benar
e) Mengambil kesimpulan kesimpulan diambil setelah proses-proses sebelumnya
diselesaikan semua sehingga dapat merumuskan kesimpulan yang sesuai
dengan hipotesis yang diajukan.

Tipe-tipe Model Pembelajaran Inkuiri


Menurut Bonnstetter (2000) dalam Wisudawati (2014: 83-84), membedakan inkuiri
menjadi lima tingkatan :
a) Praktikum (traditional hand-on): tingkatan ini merupakan inkuiri yang paling
sederhana, dimana semua perlengkapan untuk inkuiri sudah disediakan oleh
guru, mulai dari buku petunjuk, alat, dan bahan praktikum. Guru memberikan
selalu memberikan bimbingan pada peserta didik
b) Pengalaman sains terstruktur (structured science experiences): pada tingkatan
ini, guru berperan menentukan menentukan topic dan pertanyaan,
memberikan petunjuk atau proses praktikum, alat dan bahan praktikum,
sedangkan analisis hasil penelitian dan kesimpulan dilaksanakan oleh peserta
didik
c) Inkuiri terbimbing (guided inquiry): pada tingkat ini peserta didik diberi
kesempatan untuk merumuskan prosedur praktikum, menganalisis hasil, dan
membuat kesimpulan. Sedangkan dalam menentukan topic, pertanyaan, serta
alat dan bahan praktikum guru hanya sebagai fasilitator.
d) Inkuiri peserta didik mandiri (student directed inquiry): pada tingkat ini
peserta didik telah diberikan tanggung jawab penuh terhadap proses
belajarnya, guru hanya berperan membimbing dalam menentukan topic dan
pengembangan pertanyaan.
e) Penelitian peserta didik merupakan tipe inkuiri yang paling kompleks dan
peserta didik bertanggung jawab secara penuh
Kindsvatter,dkk dalam Wisudawati (2014: 84-85) membedakan dua macam
inkuiri berdasarkan peran guru dalam penyelidikan, yaitu :
I. Guided Inquiry (penyelidikan terarah), yaitu peran guru dalam
melaksanakan proses pembelajaran sangat besar.
II. Open inquiry (inkuiri terbuka atau bebas), yaitu guru sebagai
fasilitator dalam proses pembelajaran IPA

Anda mungkin juga menyukai