ANALISING DAN REPORTING REKAM MEDIS
No. Dokumen: No. Revisi: Halaman:
702/445/SPO/RSUDWMX 00 1/3
RSUD WAMENA
Ditetapkan,
Tanggalterbit:
22 Oktober 2018 Direktur RSUD WAMENA
STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL
[Link] G. Sahureka, [Link]
NIP. 19700521 200212 2 002
Analising reporting adalah salah satu dari bagian rekam medis yang mempunyai tugas
PENGERTIAN pokok mengumpulkan data kegiatan rumah sakit dari sensus harian yang dicatat oleh
unit pelayanan, kemudian dilakukan langkah sebagai berikut:
1. Merekap sensus harian sebagai dasar pelaporan kegiatan rumah sakit (RL 1),
2. Mengumpulkan dan mengolah data penyakit rawat jalan dan rawat inap sebagai
dasar pelaporan morbiditas (RL 2),
3. Mengumpulkan dan mengolah data sebab kematian sebagai dasar laporan
mortalitas (RL 3),
4. Mengumpulkan dan mengolah data ketenagaan sebagai dasar laporan
ketenagaan (RL 4),
5. Mengumpulkan dan mengolah data inventarisi peralatan medis sebagai dasar
laporan inventarisasi peralatan medis (RL 5),
6. Mengolah data rekam medis itu semua untuk analisa statistik dirumah sakit
1. Menetapkan tatacara dalam membuat laporan kegiatan rumah sakit (RL 1), laporan
TUJUAN morbiditas pasien (RL 2), laporan mortalitas (RL 3), laporan ketenagaan (RL 4),
laporan inventarisasi peralatan medis (RL 5), penentuan laporan inveksi
nosokomial (RL 6), membuat BOR, LOS, TOI, BTO untuk mngetahui efektifitas
kinerja Rumah Sakit.
2. Menetapkan kebutuhan peningkatan berkelanjutan terhadap sistem manajemen
mutu secara terus menerus
SK Direktur No. 443/445/SK/RSUD WMX TAHUN 2018 tentang Kebijakan Pelayanan
KEBIJAKAN
Rekam Medis
1. Menerima sensus harian dari petugas administrasi ruang pelayanan yang kemudian
merekap sensus harian rawat inap menjadi rekapitulasi harian, bulanan, triwulan,
PROSEDUR untuk menyusun kegiatan rawat inap pada formulir RL1. mengolah data sensus
harian unit pelayanan klinis lainnya untuk menyusun kegiatan rawat jalan, gawat
darurat, kesehatan gigi, radiologi, pengujian kesehatan, rehabilitasi medik, latihan
kerja, keluarga berencana, imunisasi, pelayanan kesehatan jiwa, dan lain–lain
2. Membuat indeks penyakit rawat jalan dan rawat inap dari buku register untuk
membuat:
2.1. Mordibitas Rawat Inap (keadaan penyakit rawat inap) untuk membuat
laporan RL 2a.
2.2. Mordibitas rawat jalan (keadaan penyakit rawat jalan) untuk membuat
laporan RL 2b
2.3. Mordibitas khusus rawat inap (keadaan penyakit khusus rawat inap)
untuk membuat laporan RL 2a1.
2.4. Mordibitas khusus rawat jalan (keadaan penyakit khusus rawat jalan)
untuk membuat laporan RL 2b.1
2.5. Status imunisasi rawat inap pada formulir RL 2c sebagai lampiran RL
3. Bersama fungsi lain yang terkait
3.1. Mengumpulkan dan mengolah data inventaris rumah sakit sebagai dasar
pembuatan Laporan Inventaris Rumah Sakit
3.2. Mengumpulkan dan mengolah data ketenagaan sebagai dasar laporan
ketenagaan (RL 4)
3.3. Mengumpulkan data individual ketenagaan sebagai dasar laporan
individual ketenagaan (RL 4a)
3.4. Mengumpulkan dan mengolah data inventarisasi peralatan medis
sebagai dasar laporan inventarisasi peralatan medis (RL 5)
3.5. Mengumpulkan data morbiditas individual pasien rawat inap. (RL 2.1, RL
2.2, RL 2.3)
3.6. Mengolah data Rekam Medis untuk analisis statistik rumah sakit.
4. Menyusun dan menyiapkan laporan–laporan untuk dikirim ke Dinas Kesehatan
Propinsi, Departeman Kesehatan dan pihak manajemen Rumah Sakit
4.1. Morbiditas rawat inap (keadaan penyakit rawat inap) pada laporan RL 2a
yang dibuat tahunan.
4.2. Mordibitas rawat jalan (keadaan penyakit rawat jalan) pada laporan RL
2b yang dibuat tahunan.
4.3. Mordibitas khusus rawat jalan (keadaan penyakit khusus rawat jalan)
pada laporan RL 2a1 yang dibuat tahunan.
4.4. Mordibitas khusus rawat jalan (keadaan penyakit khusus rawat jalan)
pada laporan RL 2b1 yang dibuat tahunan.
4.5. Status imunisasi rawat inap pada formulir RL 2c sebagai lampiran RL 2a
yang dibuat setiap bulan.
4.6. Inventaris rumah sakit (RL 3) dibuat setiap tahun.
4.7. Ketenagaan (RL 4) dibuat setiap setahun.
4.8. Inventaris peralatan medis (RL 5) dibuat setiap tahun.
4.9. Melaporkan kejadian-kejadian luar biasa (KLB), laporan wabah
mingguan (W2)
5. Untuk mengetahui kinerja Rumah Sakit maka dibuat indikator
5.1. BOR (Bed Occuption Rate) yaitu persentase pemakaian tempat tidur
pada satuan waktu tertentu. Indikator ini memberi gambaran tinggi
rendahnya tingkat pemanfaatan tempat tidur rumah sakit, idealnya 60% -
85% (Depkes).
5.2. ALOS (Average Length Of Stay) yaitu rerata lama hari dirawatnya
seorang pasien yang mana memberikan gambaran tingkat efisiensi
rumah sakit, idealnya 6 – 9 hari.
5.3. TOI (Turn Over Internal) yaitu frekuensi pemakaian tempat tidur, berapa
hari jeda pemakaian tempat tidur antara satu pasien ke pasien
berikutnya, idealnya 1 – 3 hari.
5.4. BTO ( Bed Turn Over) yaitu frekuensi pemakaian tempat tidur berapa kali
dalam satuan waktu tertentu (biasanya dalam tahun) tempat tidur rumah
sakit harus terpakai. Indikator ini menunjukkan gambaran tingkat efisiensi
dari pemakaian tempat tidur di rumah sakit. Idealnya selama setahun
satu tempat tidur rata-rata dipakai 30 s/d 50 kali.
5.5. NDR (Net Death Rate) yaitu angka kematian > 48 jam setelah dirawat
tiap-tiap 1000 penderita keluar. Indikator ini dapat memberikan
gambaran mutu pelayanan di rumah sakit. Nilai GDR yang masih dapat
ditolerir adalah kurang dari 25 per 1000 penderita keluar.
5.6. GDR (Gross Death Rate) yaitu angka kematian tiap-tiap 1000 penderita
keluar. Nilai GDR sebaiknya tidak lebih dari 45 per 1000 penderita keluar
Administrasi Rekam Medik
UNIT TERKAIT