0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
13 tayangan50 halaman

Analisis Kolonialisme dan Perjuangan Indonesia

Unit pembelajaran ini membahas tentang kolonialisme dan imperialisme di Indonesia dengan menganalisis proses masuk dan perkembangan penjajahan bangsa Eropa seperti Portugis, Spanyol, Belanda, dan Inggris. Pembelajaran menggunakan model inquiry learning dengan kegiatan seperti mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasi, dan mengomunikasikan. Pembelajaran juga menanamkan nilai-nilai seperti religius, nasionalisme, kemandirian, dan

Diunggah oleh

Usep Doang
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
13 tayangan50 halaman

Analisis Kolonialisme dan Perjuangan Indonesia

Unit pembelajaran ini membahas tentang kolonialisme dan imperialisme di Indonesia dengan menganalisis proses masuk dan perkembangan penjajahan bangsa Eropa seperti Portugis, Spanyol, Belanda, dan Inggris. Pembelajaran menggunakan model inquiry learning dengan kegiatan seperti mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasi, dan mengomunikasikan. Pembelajaran juga menanamkan nilai-nilai seperti religius, nasionalisme, kemandirian, dan

Diunggah oleh

Usep Doang
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

LK 2 a Analisis Unit Pembelajaran

(Dr. U S E P, [Link]., [Link]. _ SMAN 15 Garut _ No UKG : 201510428378)

Nama Unit Pembelajaran ke 1 : Kolonialisme dan Imperialisme di Indonesia


Jenjang : SMA

Unsur HOTS pada Kegiatan Pembelajaran


Kegiatan Pembelajaran
KD IPK Materi HOTS
Critical Thinking,
Transfer Knowledge Problem Solving
Creativity
3.1 Menganalisis 3.1.1 mendireferensasikan  Pengertian Pertemuan ke-1 ini Pertemuan ke-1 ini Pemecahan Masalah:
proses masuk konsep imperialisme Kolonialisme menggunakan model menggunakan model Kemampuan memahami
dan dan kolonialisme dan pembelajaran Inquiry pembelajaran Inquiry interkoneksi antara satu
perkembangan 3.1.2 merinci 4 penyebab Imperialisme Learning dengan sintaks Learning dengan konsep dengan konsep
penjajahan terjadinya  Latar Belakang : sintaks : yang lain dalam mata
bangsa Eropa imperialisme dan Masuknya 1) Pemberian 3) Pengumpulan data pelajaran serta
kolonialisme bangsa Bangsa –Bangsa rangsangan (Data Collection); menggunakannya dalam
Barat terhadap Eropa ke (Stimulation); 4) Pengolahan data memilih solusi
bangsa lain. Indonesia 2) Pernyataan / (Data Processing);
3.1.3 mengaitkan (Akhir Abad -16 Identifikasi masalah 5) Pembuktian
pentingnya rempah-  Arti Penting (Problem Statement); (Verification), dan
rampah bagi Rempah-rempah 6) Menarik simpulan /
kehidupan bangsa generalisasi
Eropa (Generalization)
3.1.4 menelaah masing-  Penjelajahan
masing 2 tokoh Bangsa Spanyol
pelayaran dari dan Bangsa
Portugis dan Spanyol Portugis
beserta tindakan yang
dilakukannya.

1
3.1.5 mendeteksi kebijakan
bangsa Portugis dan
Spanyol di Indonesia
Aktivitas pembelajaran Aktivitas pembelajaran Aktivitas pembelajaran
3.1.6 mengaitkan latar  Kekebijakan ke-2 masih ke-2 ini akan ke-2 model Pembelajaran
belakang kedatangan Pemerintah menggunakan model mencapai indikator Inquiry Learning untuk
bangsa Belanda dan Kerajaan pembelajaran Inquiry 3.1.6 dan 3.1.7 yang LKPD 4. menganalisis
Inggris ke Indonesia Belanda (1808- Learning dilakukan dengan Materi : Proses Masuk
3.1.7 Mendiagnosis 1811) yang dilakukan dengan pembelajaran saintifik dan Perkembangan
kekuasaan bangsa  Kebijakan pembelajaran saintifik yang meliputi aktivitas Penjelajahan Belanda
Belanda dan Inggris di Pemerintah yang meliputi aktivitas : : dan
pulau Jawa Inggris (1811- 1) mengamati; 3) mengumpulkan Inggris di Indonesia
1816) 2) menanya; informasi;
 Kebijakan 4) mengasosiasi; dan
Pemerintah 5) mengomunikasikan,
Hindia Belanda dengan
(1816-1942) menggunakan
model pembelajaran
Inquiry Learning
untuk LKPD 3
4.1 Kompetensi 4.1.1 Membuat rancangan
Keterampilan: tulisan tentang
Mengolah proses masuk dan
informasi perkembangan
tentang proses penjajahan bangsa
masuk dan Portugis Spanyol,
perkembangan Belanda, Inggris ke
penjajahan Indonesia
bangsa Eropa 4.1.2 Membuat tulisan
(Portugis, hasil analisis tentang
Spanyol, proses masuk dan
Belanda, perkembangan

2
Inggris) ke penjajahan bangsa
Indonesia dan Portugis dan Spanyol,
menyajikannya Belanda, Inggris ke
dalam bentuk Indonesia
cerita sejarah

Unsur Keterampilan Abad 21 pada Kegiatan Pembelajaran


Kegiatan Pembelajaran
KD IPK Materi Keterampilan abad 21
PPK Literasi 4C
3.1 Menganalisis 3.1.1 mendireferensas  Pengertian 1. Religius 1. Literasi baca tulis [Link] Knowledge
proses masuk ikan konsep Kolonialisme 1) Pembelajaran diawali 1) Kegiatan [Link] Thinking,
dan imperialisme dan dengan salam dan mengecek mengumpulkan 3. Creativity
perkembangan dan Imperialisme kehadiran peserta didik. data sampai [Link] Solving
penjajahan kolonialisme 2) Berdoa dengan dipimpin dengan menarik
bangsa Eropa 3.1.2 merinci 4  Latar Belakang oleh salah satu peserta didik. kesimpulan
penyebab Masuknya 3) Pengarahan singkat dari 2) Menaanggapi
terjadinya Bangsa –Bangsa guru tentang pentingnya pertanyaan yang
imperialisme Eropa ke belajar, motivasi, harapan disampaikan
dan Indonesia dan ungkapan rasa syukur
kolonialisme (Akhir Abad -16 kepada Yang Maha Kuasa di 2. Literasi Digital
bangsa Barat dalam doa. Mencari berbagai
terhadap bangsa sumber dengan
lain. 2. Nasionalisme menggunakan media
3.1.3 mengaitkan  Arti Penting Menyanyikan lagu kebangsaan internet
pentingnya Rempah-rempah “Indonesia Raya” dengan
rempah-rampah dipimpin oleh salah satu
bagi kehidupan peserta didik
bangsa Eropa

3
3.1.4 menelaah  Penjelajahan [Link] 3. Literasi Sain
masing-masing Bangsa Spanyol 1) Disiplin dalam mengerjakan Membuat laporan
2 tokoh dan Bangsa tugas dari mulai
pelayaran dari Portugis 2) Rasa ingin tahu dengan mengidentifikasi
Portugis dan mencari sumber masalah sampai
Spanyol beserta 3) Kerja keras dalam menarik kesimpulan
tindakan yang mngerjakan tugas
dilakukannya.
3.1.5 mendeteksi 4. Gotong royong
kebijakan Kerja sama dengan
bangsa Portugis dibentuknya kelompok
dan Spanyol di
Indonesia
3.1.6 mengaitkan  Kekebijakan
latar belakang Pemerintah
kedatangan Kerajaan
bangsa Belanda Belanda (1808-
dan Inggris ke 1811)
Indonesia  Kebijakan
3.1.7 Mendiagnosis Pemerintah
kekuasaan Inggris (1811-
bangsa Belanda 1816)
dan Inggris di  Kebijakan
pulau Jawa Pemerintah
Hindia Belanda
(1816-1942)

Penilaian

4
Kesesuaian Penilaian
Pengembangan Soal HOTS
IPK Materi
3.1.1 mendireferensasikan konsep  Pengertian Kolonialisme dan
imperialisme dan kolonialisme Imperialisme

3.1.2 merinci 4 penyebab terjadinya  Latar Belakang Masuknya Bangsa –


imperialisme dan kolonialisme Bangsa Eropa ke Indonesia (Akhir
bangsa Barat terhadap bangsa Abad -16
lain.

3.1.3 mengaitkan pentingnya rempah-  Arti Penting Rempah-rempah


rampah bagi kehidupan bangsa
Eropa

3.1.4 menelaah masing-masing 2  Penjelajahan Bangsa Spanyol dan


tokoh pelayaran dari Portugis Bangsa Portugis
dan Spanyol beserta tindakan
yang dilakukannya.
3.1.5 mendeteksi kebijakan bangsa
Portugis dan Spanyol di
Indonesia
3.1.6 mengaitkan latar belakang  Kekebijakan Pemerintah Kerajaan
kedatangan bangsa Belanda dan Belanda (1808-1811)
Inggris ke Indonesia  Kebijakan Pemerintah Inggris (1811-
3.1.7 Mendiagnosis kekuasaan bangsa 1816)
Belanda dan Inggris di pulau  Kebijakan Pemerintah Hindia
Jawa Belanda (1816-1942)

5
Nama Unit Pembelajaran ke 2 : Upaya Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia
Jenjang : SMA

Unsur HOTS pada Kegiatan Pembelajaran


Kegiatan Pembelajaran
KD IPK Materi HOTS
Critical Thinking,
Transfer Knowledge Problem Solving
Creativity
3.10. Menganalisis 3.10.1 Membandingkan 1. Perjanjian
strategi dan perjuangan Linggarjati
bentuk mempertahankan 2. Perjanjian Renvile
perjuangan kemerdekaan dari 3. Peran KTN
bangsa ancaman sekutu 4. Agresi Militer
Indonesia dan belanda: Belanda I
dalam upaya Perjanjian 5. Agresi Militer
mempertahan Linggarjati - Belanda II
kan serangan umum 6. Serangan Umum 1
kemerdekaan satu maret Maret
dari ancaman 6.10.1 Mengkatagorikan
Sekutu dan bentuk-bentuk
Belanda perjuangan bangsa
Indonesia dalam
bentuk diplomasi
dan konfrontasi;

6
perjanjian
Linggarjati-
serangan umum
satu maret
6.10.2 Mengkritisi
terjadinya
perjuangan bangsa
Indonesia melalui
diplomasi dan
konfrontasi

6.10.3 Menguraikan
sebab dan dampak
terjadinya
perlawanan
melaui diplomasi
dan konfrontasi
6.10.4 Menghubungkan
terjadinya Agresi
Militer Belanda I
dengan terjadinya
Perjanjian
Renville
3.10.6 Mengkritisi
dampak terjadinya
Agresi Militer
Belanda II dengan
adanya
Pemerintahan
Darurat Republik
Indonesia

7
Unsur Keterampilan Abad 21 pada Kegiatan Pembelajaran

Kegiatan Pembelajaran
KD IPK Materi Keterampilan abad 21
PPK Literasi 4C
3.10 Menganalisis 3.10.1 Membandingkan 1. Perjanjian Linggarjati
strategi dan perjuangan 2. Perjanjian Renvile
bentuk mempertahankan 3. Peran KTN
perjuangan kemerdekaan dari 4. Agresi Militer Belanda I
bangsa ancaman sekutu 5. Agresi Militer Belanda II
Indonesia dan belanda: 6. Serangan Umum 1 Maret
dalam upaya Perjanjian
mempertahan Linggarjati -
kan serangan umum
kemerdekaan satu maret
dari ancaman 3.10.2 Mengkatagorikan
Sekutu dan bentuk-bentuk
Belanda perjuangan
bangsa Indonesia
dalam bentuk
diplomasi dan
konfrontasi;
perjanjian
Linggarjati-
8
serangan umum
satu maret

3.10.3 Mengkritisi
terjadinya
perjuangan
bangsa Indonesia
melalui diplomasi
dan konfrontasi
3.10.4 Menguraikan
sebab dan dampak
terjadinya
perlawanan
melaui diplomasi
dan konfrontasi
3.10.5 Menghubungkan
terjadinya Agresi
Militer Belanda I
dengan terjadinya
Perjanjian Renville
3.10.6 Mengkritisi
dampak terjadinya
Agresi Militer
Belanda II dengan
adanya
Pemerintahan
Darurat Republik
Indonesia

9
Penilaian
Kesesuaian Penilaian
Pengembangan Soal HOTS
IPK Materi
3.10.1 Membandingkan perjuangan 1. Perjanjian Linggarjati
mempertahankan 2. Perjanjian Renvile
kemerdekaan dari ancaman 3. Peran KTN
sekutu dan belanda: 4. Agresi Militer Belanda I
Perjanjian Linggarjati - 5. Agresi Militer Belanda II
serangan umum satu maret 6. Serangan Umum 1 Maret
3.10.2 Mengkatagorikan bentuk-
bentuk perjuangan bangsa
Indonesia dalam bentuk
diplomasi dan konfrontasi;
perjanjian Linggarjati-
serangan umum satu maret
Mengkritisi terjadinya perjuangan
bangsa Indonesia melalui
diplomasi dan konfrontasi
3.10.4 Menguraikan sebab dan
dampak terjadinya
perlawanan melaui
diplomasi dan konfrontasi
10
3.10.5 Menghubungkan terjadinya
Agresi Militer Belanda I
dengan terjadinya Perjanjian
Renville
3.10.6 Mengkritisi dampak
terjadinya Agresi Militer
Belanda II dengan adanya
Pemerintahan Darurat
Republik Indonesia

11
LK-2b. Format Desain Pembelajaran Berdasarkan Model Pembelajaran
(Dr. U S E P, [Link]., [Link]. _ SMAN 15 Garut _ No UKG : 201510428378)

Perumusan kegiatan dibagi ke dalam beberapa pertemuan, disesuaikan dengan kebutuhan konten materi yang disajikan.

Tujuan Pembelajaran:

Pertemuan/Pembelajaran Unit Ke-1: Pertemuan ke 1/ Kolonialisme dan Imperialisme di Indonesia


No IPK Pengetahuan IPK Keterampilan Kegiatan Pembelajaran Sumber Belajar/Media Penilaian
1. 3.1.1 mendireferens 4.1.1 Membuat rancangan Pendahuluan: Sumber : Sikap:
asikan konsep tulisan tentang 1. Peserta didik mendengarkan, menjawab 1. Sumber Belajar: Buku Pengamatan
imperialisme proses masuk dan sapaan ketika diabsen, semua peserta didik Sejarah kelas XI,
dan perkembangan bertanggung jawab menjaga kebersihan kelas, Gunawan, Restu dkk.
kolonialisme penjajahan bangsa dan mewujudkan lingkungan kelas yang bersih 2013. Sejarah Pengetahuan:
3.1.2 merinci 4 Portugis Spanyol, dan rapi. Dan melanjutkan berdoa untuk Tes dan Penugasan
Indonesia Kelas X.
penyebab Belanda, Inggris ke memulai pelajaran, agar diberi kelancaran oleh
Jakarta : Politeknik
terjadinya Indonesia Tuhan YME.
imperialisme 4.1.2 Membuat tulisan 2. Peserta didik menyiapkan buku sumber dan Negeri Media Kreatif.
Keterampilan:
dan hasil analisis sumber belajar lainnya untuk mencapai 2. Soekmono, R. 2011.
Presentasi
kolonialisme tentang proses penguasaan kompetensi religius, sosial, Pengantar Sejarah
bangsa Barat masuk dan pengetahuan dan keterampilan kebudayaan Indonesia
terhadap perkembangan  Apersepsi: mengaitkan hubungan materi 2. Yogyakarta: PT
bangsa lain penjajahan bangsa sebelumnya, dengan materi yang akan dibahas Kanisius.
3.1.3 mengaitkan Portugis dan sekarang 3. Hapsari, Ratna 2006.
pentingnya Spanyol, Belanda,  Motivasi : Sejarah Indonesia dan
rempah- Inggris ke Indonesi 1) Menjelaskan tujuan pembelajaran Dunia untuk SMA
rampah bagi menyampaikan kompetensi yang akan kelas XI IPS. Jakarta:
kehidupan dicapai dan rencana kegiatan
Erlangga
pembelajaran yang akan dilaksanakan
bangsa 4. Referensi Lain;
2) Menyampaikan tujuan pembelajaran
Eropa. internet, lingkungan.
3) Menginformasikan manfaat belajar materi
3.1.4 menelaah pelajaran yang akan dibahas.
masing- 4) Peserta didik menyimak motivasi yang
masing 2 disampaikan guru untuk menghantarkan
tokoh pemahaman kepada materi pembelajaran.

12
pelayaran 5) Peserta didik menyimak dan menanyakan Media :
dari Portugis jika ada penjelasan yang tidak dimengerti 1. Lembar Soal dan
dan Spanyol 6) Guru memutarkan Film Sejarah tentang Lembar observasi,
beserta Penjelajahan Samudera, yang berjudul : Lembar intrumen tugas
“Conquest of Paradise - The new world” 2. Pemutaran Film
tindakan
7) Peserta didik menyimak Video yang
yang Sejarah tentang
ditayangkan secata serius
dilakukanny. Penjelajahan
8) Peserta didik mengisi LK tayangan video
3.1.5 mendeteksi dengan teliti untuk mengkaji materi Samudera, yang
kebijakan pembelajaran berjudul : “YouTube -
bangsa 1492 - Conquest of
Portugis dan Paradise - The new
Spanyol di world”
Indonesia

13
3. Materi berupa Power
Point, yang disajikan
melalui In Focus :,
yang di dalamnya
meliputi :

14
4.1.2 Inti:
Dalam kegiatan literasi, Guru :
 memberi kesempatan kepada siswa untuk
mencari informasi tentang penjelajahan
samudera secara kritis
 memfasilitasi terjadinya interaksi antar peserta
didik serta antara peserta didik dengan guru,
lingkungan, dan sumber belajar lainnya,
terutama dalam menanggapi latar belakang
bangsa eropa melakukan tindakan kolonialisme
dan imperialisme dengan penuh tanggung jawab
 memfasilitasi peserta didik secara aktif dalam
membahas penjelajahan Samudera bangsa Eropa
ke Dunia Timur :
 Mengklarifikasi latarbelakang penjelajahan
Samudera, terutama Kontribusi Rempah-
rempah.
 Peserta didik mendiskusikan keterkaitan
Rempah-rempah, Perang Sabil. Salib,
Renaissance dengan Penjelajahan Samudera
serta Kolonialisme dan Imperialisme
 Peserta didik melakukan analisa pentingnya
rempah-rempah bagi kehidupan di Eropa
 Peserta didik mengemukakan pendapatnya
mengenai hasil analisa penyebab
penjelajahan Samudera yang berujung pada

15
praktek kolonolisme dan imperialisme
1. Peserta didik mengamati literatur guna
menemukan latar belakang kedatangan bangsa
Portugis dan Spanyol di Indonesia dan latar
belakang kedatangan bangsa Belanda dan
Inggris ke Indonesia
Misalnya:

Gambar Peta Dunia

2. Peserta didik mengamati literature gambar


peta pelayaran samudera bangsa Spanyol dan
Portugis, kemudian siswa menjelaskan proses
kekuasaan yang terjadi pada saat bangsa
spanyol dan Portugis bertemuan di kepulauan
Maluku serta kekuasaan bangsa Spanyol dan
Portugis di Indonesia.

3. Peserta didik menanyakan dan menjawab


pertanyaan-pertanyaan tentang kekuasaan
yang terjadi pada saat bangsa spanyol dan
Portugis bertemuan di kepulauan Maluku serta
kekuasaan bangsa Spanyol dan Portugis di

16
Indonesia.
4. Peserta didik mencoba untuk mengeksplorasi
dengan cara mencatat dan mengidentifikasi
baik sendiri maupun kelompok berbagai
permasalahan, kekuasaan yang terjadi pada
saat bangsa spanyol dan Portugis bertemuan di
kepulauan Maluku serta kekuasaan bangsa
Spanyol dan Portugis di Indonesia.
Misalnya:
Pada tahun 1511, bangsa Portugis berhasil
merebut dan menduduki Malaka. Kemudian
pada tahun 1512 Portugis datang di Maluku.
Tanpa diduga pada tahun 1521 Spanyol
muncul dari arah Filipina dengan kapal
Trinidad dan Victoria yang dipimpin oleh
Kapten Sebastian del Cano. Selanjutnya,
Spanyol menjalin hubungan dengan Tidore,
saingan berat Ternate.
Portugis merasa tidak senang ada saingan dari
Spanyol di Tidore. Persaingan antara Portugis
dan Spanyol kembali terjadi, namun pada
tahun 1529 berhasil diselesaikan melalui
Perjanjian Saragosa. Isi Perjanjian Saragosa
yaitu Spanyol kembali ke Filipina sedangkan
Portugis tetap di Maluku. Saat Portugis
bersitegang dengan Spanyol, hubungan
Ternate dan Tidore semakin memanas.
Ternate meminta jaminan dukungan terhadap
Portugis untuk menghadapi Tidore. Portugis
dengan senang hati menyanggupi, dengan
syarat mendapatkan hak monopoli
perdagangan rempah-rempah di Ternate.
Akibatnya rakyat Ternate sangat dirugikan,
mereka tidak lagi leluasa menjual rempah-
rempah. Harga cengkih dan pala ditetapkan

17
oleh Portugis dengan sangat rendah. Di
Maluku, selain monopoli perdagangan
Portugis juga bertindak sewenang-wenang
dan kejam terhadap rakyat. Bahkan cenderung
untuk menguasai wilayah. Keadaan ini
mengakibatkan hubungan yang semula
terjalin dengan baik berubah menjadi
hubungan permusuhan. Puncak pertentangan
terjadi setelah Portugis dengan licik
membunuh Sultan Hairun, Raja Ternate.
5. Peserta didik menganalisis dan mengevaluasi
pemecahan masalah selanjutnya
mengomunikasikan dengan cara memaparkan
hasil pengamatan dan eksplorasi tentang
berbagai permasalahan kekuasaan yang terjadi
pada saat bangsa spanyol dan Portugis
bertemuan di kepulauan Maluku serta
kekuasaan bangsa Spanyol dan Portugis di
Indonesia.
6. Misalnya:
Setelah kota Konstantinopel dikuasai oleh
Turki dan perdagangan rempah-rempah ke
wilayah Eropa dihentikan,Keinginan bangsa
Eropa untuk berlayar dan mencari sumber-
sumber penghasil rempah semakin [Link]-
orang Spanyol dapat dikatakan sebagai pelopor
pelayaran dan penjelajahan [Link]
diprakarsai oleh Crishtoper Collombus yang
terkenal karena berhasil menemukan benua
Amerika pada tahun
[Link],penjelajahannya belum bisa
mencapai dan menemukan wilayah penghasil
rempah-rempah.
Berita keberhasilan bangsa Spanyol dalam
menemukan daerah baru,mengihami raja

18
Portugis (Raja Immanuel I) yang kemudian
memerintahkan Vasco Da Gamma untuk
melakukan ekspedisi menjelajahi samudera
mencari Tanah [Link] Da Gamma pun
berlayar dengan menyusuri jalur yang pernah
ditemukan oleh pendahulunya Bhartolomeuz
Diaz,yaitu orang Portugis yang berhasil
menemukan pintu gerbang menuju dunia
timur,yang disebut Tanjung [Link]
tahun 1498,rombongan Vassco Da Gamma
behasil mendarat di Kalikut dan Goa
[Link] beberapa tahun tinggal dan
mendirikan kantor dagang di India,Orang-
orang Portugis menyadari bahwa India
bukanlah penghasil [Link]
mendengar bahwa Malaka merupakan pusat
perdagangan rempah sehingga dikirimlah tim
ekspedisi lanjutan di bawah pimpinan Alfonso
de Alburquerque ke wilayah [Link]
karena Itu,Pada tahun 1511 daerah Malaka
berhasil dikuasai Oleh Portugis,dari sinilah
awal mula pendudukan bangsa Eropa di
indonesia.
Karena telah menguasai malaka, Portugis dapat
mengadakan perdagangan langsung dengan
daerah-daerah seperti: Hitu, Seram, Ternate,
Ambon, Banda dan Timor. Portugis pun
menjalin hubungan baik dengan Ternate.
Pada tahun 1521, Spanyol sampai ke Indonesia
dari arah Filipina dibawah pimpinan Sebastian
De [Link],Spanyol menjalin
hubungan baik dengan Tidore yang merupakan
saingan berat [Link] Ternate
memperkenankan Portugis membangun
benteng San [Link] ini ditujukan untuk

19
melindungi wilayah Ternate dari
[Link] itu,Portugis tidak senang
dengan adanya Spanyol yang merupakan
saingan yang akan merebut kekuasaan
maupun wilayah perdagangan perdagangan.
Saat Portugis bersitegang dengan Spanyol,
hubungan Ternate-Tidore pun makin
memanas. Ternate meminta dukungan Portugis
untuk menghadapi Tidore. Portugis dengan
senang hati menyanggupi permintaan tersebut
dengan imbalan hak monopoli perdagangan
rempah-rempah di [Link] rakyat
Ternate menjadi kesulitan karena harga
rempah-rempah yang ditetapkan Portugis
sangat rendah.
Di sisi lain, Portugis dan Spanyol terus
melakukan persaingan dan perebutan koloni
hingga hampir tak terkendali. Ketika itu, kedua
negara saling menyatakan kekuasaan atas
pulau-pulau di samudera Pasifik khususnya
Maluku.
Perselisihan Portugis dan Spanyol di Maluku
diakhiri dengan Perjanjian Saragossa yang
ditandatangani pada tanggal 22 April 1529.
Perjanjian ini dihadiri oleh Raja Jhon III dan
Kaisar Charles V. Perjanjian ini menentukan
bahwa belahan bumi bagian timur dibagi atas
kedua kerajaan tersebut dengan batas garis
bujur yang melalui 297,5 marine leagues atau
17’ sebelah timur Kepulauan Maluku.
Adapun isi dari perjanjian Saragossa antara lain
perluasan garis demarkasi sampai samudera
pasifik yang mengakibatkan Portugis
memperoleh Filipina ,namun kemudian ditukar
pada Spanyol dengan ganti wilayah di Amerika

20
Latin yaitu Brazil bagian [Link]
tindak lanjut berisi :
1. Pembagian wilayah perdagangan, Spanyol
kembali ke Filipina sedangkan Portugis
tetap di Maluku.
2. Bedasarkan isi perjanjian Tordesillas tahun
1494, Portugis memenuhi tuntutan Spanyol
membayar ganti rugi 350.000 crudazos.
Jauh Sebelum datang ke Indonesia,konflik
antara Portugis dan Spanyol sudah sering
[Link] ini dikarenakan Portugis dan
Spanyol sama-sama ingin menguasai
[Link] karena itu,Paus Julius II turun
tangan dan memprakarsai sebuah perjanjian
yang dinamakan perjanjian
[Link] Todessilas merupakan
perjanjian antara Potugis dan Spanyol yang
dibuat pada 7 Juni tahun 1498 di sebuah kota
di Spanyol bernama [Link] perjanjian
Tordesilas menetapkan bahwa dunia dibagi ke
dalam dua wilayah kekuasaan yang dibatasi
oleh garis [Link] tordesillas ini
membentang dari kutub utara ke kutub selatan
melewati titik 370 mil di sebelah barat Tanjung
Verde Benua [Link] dasar perjanjian
Tordesilas ini,Spanyol diberi hak untuk
melayari dan menguasai negeri-negeri di
sebelah barat garis Tordesillas sedangkan
Portugis dapat melayari dan menguasai negeri-
negeri di sebelah timur.
Jadi dapat disimpulkan bahwa perjanjian
Sarragosa merupakan ratifikasi atau
penyempurnaan dari perjanjian tordesillas
mengenai pembagian wilayah kekuasaan
Portugis dan Spanyol. Serta dengan adanya

21
perjanjian Saragossa, kekuasaan di wilayah
Maluku akhirnya jatuh ke tangan Portugis yang
mana hal tersebut menyebabkan pengaruh
budaya di wilayah timur Indonesia seperti
Manado atau Ambon masih kental budaya
Portugis. Selain budaya, penyebaran agama di
Indonesia bagian timur juga dipengaruhi oleh
bangsa Portugis karena agama merupakan
salah satu dari tiga tujuan pelayaran bangsa
Eropa, yaitu Gold (kekayaan), Glory
(kekuasaan), dan Gospel (penyebaran agama).
3.1.6 Penutup:
1. Menyimak penguatan konsep yang
disampaikan guru, dan mencatatnya di
buku catatan harian
2. Menjawab secara cepat pertanyaan guru
berkaitan dengan konsep-konsep penting
yang telah dipahami dalam kegiatan
pembelajara ini (postes)
3. Peserta didik menyimak evaluasi dan
kesimpulan yang dijelaskan guru
4. Mendengarkan dan mencatat pekerjaan
rumah yang akan dikaji pada kegiatan
pembelajaran yang akan datang.
5. Secara jujur peserta didik menyampaikan
nilai karakter apa saja yang diperoleh
setelah proses pembelajaran hari ini.

22
Pertemuan/Pembelajaran Unit Ke-2: Pertemuan ke 1/ Kolonialisme dan Imperialisme di Indonesia
No IPK Pengetahuan IPK Keterampilan Kegiatan Pembelajaran Sumber Belajar/Media Penilaian
1. 3.1.6 mengaitka 4.1.1 Membuat rancangan Pendahuluan: Sumber : Sikap:
n latar tulisan tentang 1. Peserta didik mendengarkan, menjawab 1. Sumber Belajar: Buku Pengamatan
belakang proses masuk dan sapaan ketika diabsen, semua peserta didik Sejarah kelas XI,
kedatanga perkembangan bertanggung jawab menjaga kebersihan Gunawan, Restu dkk.
penjajahan bangsa kelas, dan mewujudkan lingkungan kelas 2013. Sejarah Pengetahuan:
n bangsa
Portugis Spanyol, Tes dan Penugasan
Belanda yang bersih dan rapi. Dan melanjutkan Indonesia Kelas X.
Belanda, Inggris ke
dan berdoa untuk memulai pelajaran, agar Jakarta : Politeknik
Indonesia
Inggris ke 4.1.2 Membuat tulisan diberi kelancaran oleh Tuhan YME. Negeri Media Kreatif.
Keterampilan:
Indonesia hasil analisis 2. Peserta didik menyimak dan menanyakan 2. Soekmono, R. 2011.
Presentasi
3.1.7 Mendiagn tentang proses jika ada penjelasan yang tidak dimengerti Pengantar Sejarah
osis masuk dan 3. Peserta didik menyimak penjelasan guru kebudayaan Indonesia
kekuasaan perkembangan tentang materi pembelajaran, dan 2. Yogyakarta: PT
bangsa penjajahan bangsa mengajukan pertanyaan untuk hal-hal Kanisius.
Belanda Portugis dan yang belum jelas 3. Hapsari, Ratna 2006.
dan Spanyol, Belanda, 4. Peserta didik menyiapkan buku sumber Sejarah Indonesia dan
Inggris ke Indonesi dan sumber belajar lainnya untuk Dunia untuk SMA
Inggris di
pulau mencapai penguasaan kompetensi religius, kelas XI IPS. Jakarta:
Jawa sosial, pengetahuan dan keterampilan Erlangga
5. Peserta didik menyimak motivasi yang 4. Referensi Lain;
disampaikan guru untuk menghantarkan internet, lingkungan.
pemahaman kepada materi pembelajaran.
Media :
1. Lembar Soal dan
Lembar observasi,
Lembar intrumen tugas
2. Pemutaran Film
Sejarah tentang
Penjelajahan
Samudera, yang
berjudul : “YouTube -

23
1492 - Conquest of
Paradise - The new
world”

24
Inti:
 Peserta didik mengamati literatur guna
menemukan kekuasaan bangsa Belanda
dan Inggris di pulau Jawa, Misalnya:

Gambar tokoh-tokoh Pemerintah Republik


Battaaf

 Materi yang dikembangkan seputar :


1. Kekebijakan Pemerintah Kerajaan
Belanda (1808-1811)
Daendels diangkat Raja Belanda,
Louis Bonaparte menjadi Gubernur
Jenderal Hindia Belanda. Pada tanggal 1
Januari 1808 Daendels tiba di Dermaga
Anyer, Banten dengan kapal Virginia.
Ada dua tugas pokok Daendels, yaitu
mempertahankan pulau Jawa dari
serangan Inggris dan membenahi sistem
administrasi. Kehadiran Dandels di Jawa
mencatat sejarah kolonial yang paling
spektakuler. Dia merancang
pembangunan proyek jalan sepanjang
1100 kilometer dari Anyer, Banten
sampai Panarukan, Situbondo, Jawa

25
Timur. Megaproyek itu tidak menyedot
anggaran karena dikerjakan oleh
ratusan ribu pekerja paksa. Dengan
membawa bekal sendiri mereka bekerja
selama berbulan-bulan. Di bawah jalan
De Grote Posweg atau Jalan Raya Pos itu
bersemayam ribuan rakyat yang tewas
menjadi korban. Daendels juga
memindahkan pusat kota ke
Weltevreden (Gambir dan lapangan
Banteng).
Kebijakan Daendels selama di Jawa
antara lain sebagai berikut :
a. Mempertahankan Pulau Jawa dari
serangan Inggris antara lain dengan
b. Menambah jumlah prajurit dari 4000
menjadi 18000
c. Meningkatkan kesejahteraan prajurit
d. Membuat benteng barn
e. Mendirikan pabrik senjata di
Semarang dan Surabaya
f. Membangun jalan raya sepanjang
1100 km dari Anyer (Banten)-
Panarukan (Jawa Timur)
g. Membangun armada laut di Ujung
Kulon (Banten Selatan) dan Merak
(Banten Utara)
h. Mengatur dan menata kembali
pemerintahan di Indonesia dengan
cara
i. Membagi Jawa menjadi Sembilan
perfektur

26
j. Merombak sistem pemerintahan
feudal
k. Menjadikan penguasa local sebagai
pegawai pemerintahan
c.
2. Kebijakan Pemerintah Inggris (1811-
1816)
Setelah Indonesia jatuh ke tangan
Inggris, Gubernur Jenderal East Indian
Coompany (EIC), Lord Minto,
mengangkat Thomas Stamford Raffles
sebagai penguasa di Indonesia dan
berkedudukan di Batavia pada tahun
1811. Raffles membagi wilayah
kekuasaannya menjadi empat wilayah
administrasi, yaitu Malaka, Bengkulu,
Jawa, dan Maluku.
Kebijakan Raffles selama berkuasa
antara lain menghapus kerja paksa rodi
yang pernah diterapkan VOC dan
Daendels, menghapus pelayaran hongi,
menghapus perbudakkan, menghapus
penyerahan wajib dan hasil bumi,
mengurangi kekuasaan para bupati, dan
menerapkan pengadilan dengan sistem
yuri. Dalam bidang ekonomi Raffles
menjalankan kebijakan ekonomi liberal.
Kebijakan ekonomi liberal berdasarkan
asas liberal yang disebut landrent
system (sistem sewa tanah) atau
landrente.
Raffles ingin menerapkan sistem

27
penarikan pajak bumi seperti yang
dipergunakan Inggris di India. Negara
menganggap dirinya sebagai super-
landlord sehingga berhak memungut
pajak kepada rakyatnya. Ia berpendirian
bahwa semua tanah adalah milik raja
yang berdaulat (Inggris). Selanjutnya,
sistem penarikan pajak bumi (landrente)
diterapkan, setiap petani diwajibkan
membayar pajak sebesar 2/5 dari hasil
tanah garapannya. Pada tahun 1813
Raffles mengambil alih tanah milik
Kesultanan Banten dan Cirebon. Sebagai
gantinya sultan diberi uang tahunan
sebesar 10.000 ringgit. Raffles juga
menganeksasi dan merampas kekayaan
Keraton Yogyakarta.
Pelaksanaan sistem landrente
mengalami kegagalan karena faktor-
faktor berikut :
a) Menentukan besar kecilnya pajak
untuk pemilik tanah yang luasnya
berbeda
b) Sulit menentukan luas-sempit dan
tingkat kesuburan tanah
c) Terbatasnya jumlah pegawai
d) Masyarakat pedesaan belum terbiasa
dengan sistem uang
Kesulitan uang tetap dialami
pemerintah sehingga mendorong Raffles
meniru Daendels, yaitu menerapkan
wajib kerja dan mewajibkan pungutan

28
yang pernah dihapus. Di Surakarta dan
Yogyakarta, Raffles memungut bea dari
gerbang-gerbang cukai dan penghasilan
pasar-pasar.
Pajak bumi yang diterapkan Raffles
besarnya 1/2, 2/5, 1/3, dan 1/4 dari
hasil sawah dan bisa dibayar berupa
padi atau uang. Untuk menghindari
pemerasan, pembayaran pajak langsung
diberikan kepada gubernemen dan tidak
melalui bupati. Orang yang tidak
memiliki tanah harus membayar uang
kepala.
Dalam bidang politik Raffles
membagi Pulau Jawa menjadi enam
belas keresidenan dan tiap-tiap
keresidenan dibentuk badan pengadilan
(landraad). Raffles menerapkan aturan
yuri dalam pengadilan. Yuri adalah
orang-orang luar yang diangkat untuk
menentukan terdakwa benar atau salah
menurut adat kebiasaan Inggris.
Kekuasaan para bupati dikurangi dan
sebagai gantinya mereka diberi tanah
jawatan, diberi hak memungut pajak,
dan diberi gaji. Sebaliknya, kekuasaan
residen diperbesar.
Dalam bidang ilmu pengetahuan
dan budaya Thomas Stamford Raffles
memberikan bantuan kepada para ahli
pengetahuan seperti Honfield, Crawford,
dan Mackensie untuk menyelidiki

29
peninggalan sejarah kuno di Indonesia.
Ia juga membantu lembaga-lembaga
kebudayaan Bataviassch Genootshap
dengan mendirikan Gedung Harmoni,
merintis pembentukan Kebun Raya
Bogor, dan menemukan bunga Bangkai
(Rafflesia Arnoldi). Pada tahun 1817
Raffles menerbitkan buku History of
Java.
3. Kebijakan Pemerintah Hindia
Belanda (1816-1942)
Pada tahun 1816 Kerajaan
Belanda kembali berkuasa di Hindia
Belanda berdasarkan Konvensi London
yang ditandatangani pada tanggal 13
Agustus 1814. Namun, penyerahan
kekuasaan bare dilaksanakan pada
tanggal 11 Desember 1816. Isi Konvensi
London antara lain sebagai berikut :
a) Semua bekas jajahan Belanda yang
dikuasai Inggris dikembalikan kepada
Belanda, kecuali Afrika Selatan,
Ceylon, dan beberapa tempat di India
b) Akan dibentuk komisi yang dipimpin
oleh Komisaris Jenderal Elout,
Buyskes, dan Van der Capellen.
Komisi ini bertugas memperbaiki
ekonomi Indonesia, mmbayar utang-
utang Belanda, dan mengambil
piutangnya
c) Pemerintah Belanda mendirikan
Nederlandsche Handels Maatschappij,

30
serikat dagang Belanda satu-satunya
yang berhak mengekspor hasil bumi
yang dihasilkan dari tanam paksa
yang mendapatkan bantuan dari
pemerintah Belanda dan Eropa
d) Belanda menerima kembali semua
jajahannya dari tangan Inggris dan
Inggris memperoleh wilayah India
dari Belanda.
Konvensi ini membawa
peribahan bagi kekuasaan Belanda di
Indonesia. Berdasarkan isi konvensi,
Indonesia kembali dikuasai oleh
Belanda. Belanda membuat Komisi
Jenderal untuk menerima penyerahan
wilayah Hindia Belanda. Komisi Jenderal
ini beranggotakan Van der Capellen,
Buyskes, dan Elout. Tugas Komisi
Jenderal antara lain memperbaiki
perekonomian dan mengurus
pemerintah di Indonesia.

Sistem Tanam Paksa (STP)


Pada tahun 1830 pemerintah
Kerajaan Belanda mengirimkan Van den
Bosch ke Indonesia sebagai gubernur
jenderal. Van den Bosch memiliki tugas
pokok mendapatkan dana sebanyak-
banyaknya untuk mengisi kas keuangan
negara Belanda yang kosong. Van den
Bosch mengusulkan kebijakan
cultuurstelsel (sistem tanam paksa) pada

31
tahun 1830. Kebijakan ini berdasar
asumsi bahwa desa di Jawa berutang
kepada pemerintah. Utang itu diukur
senilai 40% dari hasil panen desa yang
bersangkutan. Tanaman itu antara lain
nila, kopi, tembakau, teh, tebu, dan
kakao. Di Jawa Barat sistem tanam paksa
yang khusus menanam kopi disebut
preanger stelsel. Aturan dalam
cultuurstelsel dikenal dengan Stelsel Van
den Bosch. Kebijakan ini menandai
kembalinya sistem verplichte laveranties
yang dijalankan pada masa VOC.
Verplichte laveranties artinya kewajiban
rakyat untuk menjual hasil bumi hanya
kepada pemerintah Belanda dengan
harga yang telah ditentukan. Pada scat
itu juga diberlakukan politik pintu
terbuka, yaitu pemerintah Belanda
membuka kesempatan kepada pihak
swasta untuk menanamkan modalnya di
Indonesia.
Pada tahun 1854 dikeluarkan
Regerings Regelment (RR). Salah satu
pasalnya menyebutkan bahwa gubernur
jenderal boleh menyewakan tanah
dengan ketentuan yang akan ditetapkan
dengan ordonansi. Kelompok liberal
yang berperan sebagai pengusaha dan
pemilik modal berada di belakang
keluarnya undang-undang tersebut.
Tujuannya agar pemerintah

32
memberikan pengakuan terhadap
penguasaan tanah oleh pribumi sebagai
hak milik mutlak (eigendom). Dengan
demikian, dimungkinkan terjadinya
penjualan tanah dna penyewaan karena
tanah adat dan kas desa tidak dapat
diperjualbelikan atau disewakan. Selain
tujuan tersebut, pemerintah
memberikan kesempatan kepada
pengusaha swasta untuk dapat
menyewa tanah jangka panjang dan
murah.
Ketentuan Sistem Tanam Paksa
terdapat dalam Lembaran Negara Tahun
1843 No. 22 antara lain isinya sebagia
berikut :
1) Lahan yang disediakan untuk
tanaman wajib harus atas persetujuan
pendudu
2) Tanah pertanian yang disediakan
penduduk untuk tanaman wajib tidak
boleh melebihi seperlima bagian
3) Pekerjaan yang diperlukan untuk
menanam tanaman wajib tidak boleh
melebihi waktu menanam padi
4) Tanah yang digunakan menanam
tanaman wajib tidak melebihi luas
lahan menanam padi
5) Tanaman wajib yang dihasilkan harus
diberikan kepada pemerintah. Jika
hasil yang diperoleh lebih dari yang
ditaksir, lebihnya diserahkan kepada

33
penduduk
6) Gagal panen ditanggung pemerintah
asal penyebabnya bukan karena
kurang rajinnya penduduk
7) Penduduk desa mengerjakan tanah-
tanah mereka di bawah pengawasan
kepala desa, sedangakan pegawai
Eropa melakukan pengawasan
terbatas agar penanaman dan panen
berjalan baik dantepat pada
waktunya.

 Peserta didik menanyakan dan menjawab


pertanyaan-pertanyaan tentang kekuasaan
bangsa Belanda dan Inggris di pulau Jawa
 Peserta didik mencoba untuk
mengeksplorasi dengan cara mencatat dan
mengidentifikasi baik sendiri maupun
kelompok berbagai permasalahan,
kekuasaan bangsa Belanda dan Inggris di
pulau Jawa
Misalnya:
Pada tahun 1511, bangsa Portugis
berhasil merebut dan menduduki Malaka.
Kemudian pada tahun 1512 Portugis datang
di Maluku. Tanpa diduga pada tahun 1521
Spanyol muncul dari arah Filipina dengan
kapal Trinidad dan Victoria yang dipimpin
oleh Kapten Sebastian del Cano. Selanjutnya,
Spanyol menjalin hubungan dengan Tidore,
saingan berat Ternate.
Portugis merasa tidak senang ada

34
saingan dari Spanyol di Tidore. Persaingan
antara Portugis dan Spanyol kembali terjadi,
namun pada tahun 1529 berhasil
diselesaikan melalui Perjanjian Saragosa. Isi
Perjanjian Saragosa yaitu Spanyol kembali
ke Filipina sedangkan Portugis tetap di
Maluku. Saat Portugis bersitegang dengan
Spanyol, hubungan Ternate dan Tidore
semakin memanas.
Ternate meminta jaminan dukungan
terhadap Portugis untuk menghadapi Tidore.
Portugis dengan senang hati menyanggupi,
dengan syarat mendapatkan hak monopoli
perdagangan rempah-rempah di Ternate.
Akibatnya rakyat Ternate sangat
dirugikan, mereka tidak lagi leluasa menjual
rempah-rempah. Harga cengkih dan pala
ditetapkan oleh Portugis dengan sangat
rendah. Di Maluku, selain monopoli
perdagangan Portugis juga bertindak
sewenang-wenang dan kejam terhadap
rakyat. Bahkan cenderung untuk menguasai
wilayah.
Keadaan ini mengakibatkan
hubungan yang semula terjalin dengan baik
berubah menjadi hubungan permusuhan.
Puncak pertentangan terjadi setelah Portugis
dengan licik membunuh Sultan Hairun, Raja
Ternate.
 Peserta didik menganalisis dan
mengevaluasi pemecahan masalah
selanjutnya mengomunikasikan dengan cara

35
memaparkan hasil pengamatan dan
eksplorasi tentang berbagai permasalahan
kekuasaan yang terjadi pada saat bangsa
spanyol dan Portugis bertemuan di
kepulauan Maluku serta kekuasaan bangsa
Spanyol dan Portugis di Indonesia.
Misalnya:

Daendles membuat beberapa kebijakan, di


antaranya:
1) Membuat Grote Postweg (Jalan Raya Pos)
dari Anyer (Banten) sampai Panarukan
(Jawa Timur); jalan ini didirikan agar di
setiap kota/kabupaten yang dilaluinya
terdapat kantor-kantor pos; dengan
adanya pos-pos ini maka penyampaian
berita akan lebih cepat sehingga berita
apa pun akan lebih cepat diterima.
2) Mendirikan benteng-benteng pertahanan
sebagai antisipasi terhadap serangan dari
tentara Inggris yang juga ingin menguasai
Jawa.
3) Membangun pangkalan angkatan laut di
Merak dan Ujung Kulon.
4) Menambah jumlah pasukan dari 4.000
orang menjadi 18000 orang, yang
sebagian besar orang-orang Indonesia
(dari Maluku, Jawa)
5) Mendirikan pabrik senjata di Semarang
dan Surabaya.

36
Pemerintah kolonial Belanda terpaksa
menandatangani perjanjian yang disebut
Kapitulasi Tuntang tahun 1811, yang berisi:
 Seluruh kekuatan militer Belanda yang
berada wilayah asia tenggara harus
diserahkan kepada Inggris
 Utang pemerintah Belanda tidak diakui
oleh Inggris
 Pulau Jawa, Madura dan semua pangkalan
militer Belanda di luar Jawa menjadi
wilayah kekuasaan Inggris.

Kebijaksanaan Raffles.
1. Dalam bidang Politik
(pemerintahan)
 membagi Jawa menjadi 16
keresidenan
 membuat sisitem pengadilan
berdasarkan pengadilan Inggris
 menghapus rodi dan perbudakan
2. Dalam bidang pengetahuan
Raffles sangat tertarik pada sejarah,
seni, dan kebudayaan Jawa. Raffles
menjadi salah satu peletak dasar
pengetahuan di Indonesia.
Penyelidikannya dikumpulkan dalam
bukunya History of Java.
3. Dalam bidang keuangan pemerintah
Inggris
untuk menambah keuangan

37
pemerintah Inggris Rafflesmengadkan
peraturan Landrente. Ia menjual tanah
kepada swasta atau pribadi khususnya
orang-orang Inggris. Ia juga memegang
monopolo penjualan garam.
4. Dalam bidang perekonomian
Raffles menciptakan sistem ekonomi
yang bebas tanpa ada unsur paksaan. Ia
dipengaruhi oleh cit-cita revolusi
Perancis dengan semboyannya,
kebebasan, persamaan, dan
persaudaraan. Kebijaksanaannya
dalam bidang ekonomi adalah:
 Rakyatdiberi kebebasan penuh
untuk menentukan jenis tanaman
apa yang hendak mereka tanam.
 Peranan Bupati sebagai pemungut
pajak dihapuskan dan mereka
dijadikan gagian dari pemerintahan
kolonial Inggris.
 Pemerintah kolonial adalah pemilik
tanah maka para petani yang
menggarap tanah dianggap sebagai
penyewa tanah milik pemerintah.
Petani diwajibkan membayar sewa
tanah atau pajak atas pemakaian
tanah. Seawa tanah inilah yang
dijadikan dasar kebijaksanaan
ekonomi pemerintahan Inggris di
bawah Raffles.

38
Sistem Tanam Paksa
Sistem ini dijalankan atas saran Van Den
Bosch yang kemudian diangkat jadi
gubernur jenderal di Indonesia.

Akibat Tanam Paksa


›Dampak Tanam Paksa bagi Belanda:
 Kas belanda yang semula kosong dapat
dipenuhi
 Penerimaan pendapatan melebihi
anggaran belanja
 Belanda tidak mengalami kesulitan
keuangan lagi dan mampu melunasi
utang-utang Indonesia.
 Menjadikan Amsterdam sebagai pusat
perdagangan hasil tanaman tropis.
›Dampak tanam paksa bagi Indonesia
 Menyebabkan tekanan fisik maupun
mental yang berkepanjangan bagi rakyat
Indonesia
 Jumlah penduduk di Pulau jawa
menurun drastic dikarenakan
banyaknya kelaparan dan kematian
karena system tanam paksa ini
 Pertanian terutama hasil padi
mengalami banyak kegagalan.

39
Aturan-Aturan Tanam Paksa
o Penduduk desa yang punya tanah diminta
menyediakan seperlima dari tanahnya
untuk ditanami tanaman yang laku di
pasaran dunia.
o Tanah yang disediakan bebas dari pajak.
o Hasil tanaman itu harus diserahkan
kepada pemerintah Belanda. Apabila
harganya melebihi pembayaran pajak
maka kelebihannya akan dikembalikan
kepada petani.
o Waktu untuk menanam tidak boleh
melebihi waktu untuk menanam padi.
o Kegagalan panenan menjadi tanggung
jawab pemerintah.
o Wajib tanam dapat diganti dengan
penyerahan tenaga untuk dipekerjakan di
pengangkutan, perkebunan, atau di
pabrik-pabrik selama 66 hari.
Penggarapan tanaman di bawah
pengawasan langsung oleh kepalakepala
pribumi, sedangkan pihak Belanda
bertindak sebagai pengawas secara umum.
Penutup:
1. Menyimak penguatan konsep yang
disampaikan guru, dan mencatatnya di
buku catatan harian
2. Menjawab secara cepat pertanyaan guru
berkaitan dengan konsep-konsep penting
yang telah dipahami dalam kegiatan
pembelajara ini (postes)
3. Peserta didik menyimak evaluasi dan

40
kesimpulan yang dijelaskan guru
4. Mendengarkan dan mencatat pekerjaan
rumah yang akan dikaji pada kegiatan
pembelajaran yang akan datang.
5. Secara jujur peserta didik menyampaikan
nilai karakter apa saja yang diperoleh
setelah proses pembelajaran hari ini.

41
42
Pertemuan/Pembelajaran Unit Ke-2: Pertemuan ke-1/Upaya Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia

No IPK Pengetahuan IPK Keterampilan Kegiatan Pembelajaran Sumber Belajar/Media Penilaian


1.10.1 Membandingkan 4.10.1 Membuat laporan hasil Pendahuluan: Sumber belajar Sikap:
perjuangan analisis dalam bentuk 1. Memberi salam dan berdoa 1. Habib Mustopo,
mempertahankan cerita sejarah tentang 2. Mengkondisikan suasana belajar yang Hermawan, Agus
kemerdekaan dari bentuk dan strategi menyenangkan Suprijono.
ancaman sekutu dan perjuangan bangsa 3. Menanyakan kehadiran siswa [Link] SMA Pengetahuan:
belanda: Perjanjian Indonesia dalam 4. Mendiskusikan kompetensi yang Kelas [Link]:
Linggarjati - serangan menghadapi ancaman sudah dipelajari dan dikembangkan Yudhistira
umum satu maret Belanda sebelumnya berkaitan dengan materi 2. Herimanto &
1.10.2 Mengkatagorikan 4.10.2 membuat pemetaan yang akan dipelajari Tagrgiatmi, eko. 2014. Keterampilan:
bentuk-bentuk strategi perjuangan 5. Menyampaikan kompetensi yang akan Sejarah; Pembelajaran
perjuangan bangsa Diplomasi dan Geriliya dicapai dan manfaatnya dalam Sejarah Interaktif XI.
Indonesia dalam dalam upaya kehidupan sehari-hari berkaitan Solo: Tiga Serangkai
bentuk diplomasi dan mempertahankan dengan materi individu, kelompok, dan 3. Poesponegoro,
konfrontasi; perjanjian kemerdekaan dari hubungan sosial dalam masyarakat; Marwati Djoened&
Linggarjati- serangan ancaman Sekutu dan 6. Menyampaikan garis besar cakupan Notosutanto, Nugroho.
umum satu maret Belanda dalam bentuk materi dan 2008. Sejarah Nasional
1.10.3 Mengkritisi terjadinya [Link] Indonesia Jilid III.
perjuangan bangsa 4.10.3 menempelkan dan Inti: Jakarta: Balai Pustaka.
Indonesia melalui mempresentasikan QR.  Peserta didik melakukan Searching 4. Referensi Lain;
diplomasi dan Code hasil kajian secara literatur (berupa Film, E-book, Web atau internet, lingkungan.
konfrontasi kritis dan sistematis Situs Sejarah, jurnal sejarah) berbentuk
1.10.4 Menguraikan sebab dan QR. Code yang telah disiapkan dan Media Pembelajaran
dampak terjadinya disebar guru di taman sekolah Alat: Laptop, LCD, Slide
perlawanan melaui power point tentang
diplomasi dan bentuk dan strategi
konfrontasi perlawanan terhadap
1.10.5 Menghubungkan Belanda
terjadinya Agresi
Militer Belanda I
dengan terjadinya
Perjanjian Renville
1.10.6 Mengkritisi dampak

43
terjadinya Agresi
Militer Belanda II
dengan adanya
Pemerintahan Darurat
Republik Indonesia

 Adapun materinya yang diQR. Code kan


adalah sebagai berikut :
KONDISI AWAL INDONESIA MERDEKA
Secara politis, keadaan Indonesia
pada awal kemerdekaan belum begitu
mapan. Ketegangan, kekacauan, dan
berbagai insiden masih terus terjadi. Hal
ini tidak lain karena masih ada kekuatan
asing yang tidak rela kalau Indonesia
merdeka. Bangsa Indonesia harus
berhadapan dengan tentara Inggris atas
nama Sekutu, dan juga NICA yang
berhasil datang kembali ke Indonesia
dengan membonceng sekutu.

44
Gambar 1. Kedatangan tentara Sekutu
Perjanjian Linggarjati merupakan
langkah-langkah yang diambil oleh
pemerintah Republik Indonesia untuk
memperoleh pengakuan kedaulatan
dari pemerintah Belanda dengan jalan
diplomatik. Perjanjian itu melibatkan
pihak Indonesia dan Belanda, serta
Inggris sebagai penengah. Tokoh-
tokoh dalam perundingan itu adalah
Letnan Jenderal Sir Philip Christison
dari Inggris, seorang diplomat senior
serta mantan duta besar Inggris di Uni
Soviet, yang kemudian diangkat
sebagai duta istimewa Inggris untuk
Indonesia. Wakil dari Belanda adalah
Dr. H.J. Van Mook. Indonesia diwakili
Perdana Menteri Republik Indonesia
Sutan Sjahrir.

45
Gambar 2. Rumah yang dijadikan tempat
Perundingan Linggarjati
Di tengah-tengah upaya mencari
kesepakatan dalam pelaksanaan isi
Persetujuan Linggarjati, ternyata
Belanda terus melakukan tindakan yang
justru bertentangan dengan isi
Persetujuan Linggarjati. Di samping
mensponsori pembentukan
pemerintahan boneka, Belanda juga
terus memasukkan kekuatan tentaranya.
Pada tanggal 21 Juli 1947 tengah malam,
pihak Belanda melancarkan ‘aksi
polisional’ mereka yang pertama.
Pasukan-pasukan bergerak dari Jakarta
dan Bandung untuk menduduki Jawa
Barat, dan dari Surabaya untuk
menduduki Madura dan Ujung Timur.
Gerakan-gerakan pasukan yang lebih
kecil mengamankan wilayah Semarang.
Dengan demikian Belanda menguasai
semua pelabuhan di Jawa. Di Sumatera,
perkebunan-perkebunan di sekitar
Medan, instalasi-instalasi minyak dan
batu bara di sekitar Palembang dan

46
Padang diamankan. Pasukan-pasukan
Republik bergerak mundur dalam
kebingungan dan menghancurkan apa
saja yang dapat mereka hancurkan. Ibu
kota RI dapat dikurung Belanda.
Hubungan ke luar bagi Indonesia juga
mengalami kesulitan, karena pelabuhan-
pelabuhan telah dikuasai Belanda.
Secara ekonomis, Belanda juga berhasil
menciptakan kesulitan bagi RI. Daerah-
daerah penghasil beras jatuh ke tangan
Belanda. Hubungan ke luar juga
terhambat karena blokade Belanda.
Tetapi Belanda belum berhasil
menghancurkan mental dan kekuatan
Tentara Indonesia yang didukung oleh
kekuatan rakyat.

Gambar 3. Agresi Militer Belanda


Perundingan Renville secara
resmi dimulai pada tanggal 8 Desember
1947 di kapal Renville yang sudah
berlabuh di pelabuhan Tanjung Priok.
Delegasi Indonesia dipimpin oleh Amir
Syarifuddin, sedangkan delegasi Belanda
dipimpin oleh R. Abdulkadir
Wijoyoatmojo, orang Indonesia yang

47
memihak Belanda. Isi Perjanjian Renville
mendapat tentangan sehingga muncul
mosi tidak percaya terhadap Kabinet
Amir Syarifuddin dan pada tanggal 23
Januari 1948, Amir menyerahkan
kembali mandatnya kepada Presiden.
Dengan demikian perjanjian Renville
menimbulkan permasalahan baru, yaitu
pembentukan pemerintahan peralihan
yang tidak sesuai dengan yang terdapat
dalam perjanjian Linggarjati.

Gambar 4. Suasana diselenggarakannya

Perjanjian Renville
 Peserta didik menanyakan dan
menjawab pertanyaan-pertanyaan yang
ada di LK tentang permasalahan dan
latar belakang perjuangan
mempertahankan kemerdekaan dari
ancaman sekutu dan Belanda melalui
kegiatan kelompok
Penutup:
 rangkuman/simpulan pelajaran;
 siswa diberi soal-soal evaluasi
 memberikan umpan balik terhadap
proses dan hasil pembelajaran;

48
 merencanakan kegiatan tindak lanjut
dalam bentuk pembelajaran remedial,
program pengayaan, layanan konseling
dan/atau memberikan tugas baik tugas
individual maupun kelompok sesuai
dengan hasil belajar peserta didik;
 menyampaikan Rencana pembelajaran
pada pertemuan berikutnya.
 Berdo’a (Jika Jam terakhir)

49
R-2. Rubrik Desain Pembelajaran Berorientasi HOTS

Rubrik ini digunakan fasilitator untuk menilai hasil kerja analisis KD,
rumusan IPK, dan kegiatan pembelajaran sesuai model pembelajaran.

Langkah-langkah penilaian hasil kajian:


1. Cermati tugas yang diberikan kepada peserta pembekalan pada LK-2a, dan LK-2b!
2. Berikan nilai berdasarkan penilaian anda terhadap hasil kerja peserta sesuai rubrik
berikut!

Kriteria Penilaian:
1. Menuliskan Unsur HOTS, Keterampilan Abad 21, dan penilaian pada analisis unit
pembelajaran 1 dengan tepat.
2. Menuliskan Unsur HOTS, Keterampilan Abad 21, dan penilaian pada analisis unit
pembelajaran 2 dengan tepat.
3. Merumuskan kegiatan pembelajaran sesuai IPK pengetahuan dan keterampilan hasil
analisis unit ke dalam desain pembelajaran unit ke-1 dan uniit ke-2 dengan tepat.
4. Merumuskan sumber belajar sesuai IPK pengetahuan dan keterampilan hasil analisis
unit ke dalam desain pembelajaran unit ke-1 dan unit ke-2 dengan tepat.
5. Merumuskan penilaian sesuai IPK pengetahuan dan keterampilan hasil analisis unit
ke dalam desain pembelajaran unit ke-1 dan unit ke-2 dengan tepat.

Rubrik Penilaian:
Nilai Rubrik
90  nilai  100 Lima aspek sesuai dengan kriteria
80  nilai  90 Empat aspek sesuai dengan kriteria, satu aspek kurang sesuai
70  nilai  80 Tiga aspek sesuai dengan kriteria, dua aspek kurang sesuai
60  nilai  70 Dua aspek sesuai dengan kriteria, tiga aspek kurang sesuai
<60 Satu aspek sesuai dengan kriteria, empat aspek kurang sesuai

50

Anda mungkin juga menyukai