Mata Kuliah : AKUNTANSI MANAJEMEN
Dosen Pengampuh : Prof. Dr. Kartini, SE., Ak., [Link]., CA
TUGAS KELOMPOK :
“ PERILAKU BIAYA ”
OLEH:
RIDFAN RIFADLY ABADI NIM. A022181008
ANIS ANSHARI MAS’UD NIM. A022181009
SEKOLAH PASCASARJANA
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
PRODI MANAJEMEN DAN KEUANGAN
UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR
2019
1
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dalam sebuah Perusahaan, biaya digunakan untuk menentukan harga
pokok penjualan dan nilai persediaan akhir. Biaya – biaya ini penting dalam
menyiapkan Laporan Keuangan Eksternal, yaitu Laporan Laba Rugi dan
Neraca. Biaya – biaya yang disajikan dalam Laporan keuangan tersebut diatur
berdasarkan fungsi. Dalam hal ini, semua biaya Perusahaan dimasukkan
dalam satu dari tiga kategori berikut : Produksi atau Manufaktur (dalam Akun
Harga Pokok Penjualan), biaya pemasaran, dan biaya administrasi.
Pengaturan ini cocok untuk Pelaporan Eksternal, bahkan pelaporan tersebut
diwajibkan. Akan tetapi, pengelompokkan fungsional sama sekali tidak
membantu penganggaran, pengendalian, dan pengembalian keputusan. Untuk
tujuan-tujuan ini, kita perlu memahami perilaku biaya.
Kebanyakan keputusan taktis membutuhkan analisis yang lebih rumit
khususnya keputusan yang membutuhkan pertimbangan yang lebih ekstensif
menenai prilaku biaya. Perhitungan biaya relevan pada awalnya menekankan
pentingnya biaya relevan versus biaya tetap. Biasanya biaya variabel adalah
relevan sementara biaya tetap tidak.
Di dalam akauntansi manajerial, istilah biaya dapat digunakan untuk
berbagai hal. Alasannya adalah karena banyak jenis biaya, dan biaya-biaya
tersebut diklasifikasikan sesuai kebutuhan manajemen. Seperti, seorang
manajer yang ingin menyusun laporan keuangan eksternal, membuat
anggaran, atau mengambil keputusan, akan menggunakan data biaya. Setiap
penggunaan atas data yang berbeda membutuhkan klasifikasi dan definisi
biaya yang berbeda juga. Seperti contohnya, laporan keuangan eksternal
membutuhkan data biaya historis karena pengambilan keputusan memerlukan
perkiraan terhadap biaya di masa mendatang.
2
Ketika kita akan mengawali pembahasan mengenai konsep biaya
dengan berfokus pada perusahaan manufaktur, karena aktivitas perusahaan
tersebut terdapat dalam hampir sebagian besar aktivitas di organisasi lainnya.
Perusahaan manufaktur seperti Texas Instruments, Ford, dan DuPont
melakukan aktivitas seperti membeli bahan baku, memproduksi barang jadi,
memasarkan, mendistribusikan, mengirimkan tagihan, dan hampir semua
aktivitas bisnis lainnya.
Makalah ini berupaya untuk menghadirkan konsep perilaku biaya dalam
akuntansi manajerial, mengunakan metode pemusahan biaya, dan
penyusunan dalam laporan laba rugi format kontrbusi.
3
BAB II
PEMBAHASAN
A. Tipe-Tipe Perilaku Biaya
Perilaku biaya (cost behavior) mengacu pada reaksi biaya terhadap
aktivitas perusahaan. Jika aktivitas naik atau turun, maka biaya tertentu akan
naik atau turun juga atau mungkin tetap. Untuk tujuan perencanaan, manajer
harus dapat mengantisipasi situasi yang akan terjadi dan jika suatu biaya
diharapkan akan berubah, maka manajer harus dapat mengestimasi seberapa
besar perubahannya. Untuk membantu tugas manajer tersebut, biaya
biasanya dikategorikan sebagai variabel, tetap, atau semi variabel.
Ada tiga tipe pola perilaku biaya yaitu biaya Variabel, biaya Tetap, dan
biaya Semi Variabel. Ketiga pola perilaku biaya ini ditemukan dalam
kebanyakan organisasi. Proporsi relatif masing-masing tipe biaya tersebut
disebut sebagai struktur biaya (cost structur). Sebagai contoh, sebuah
perusahaan mungkin memiliki lebih banyak biaya tetap dari pada biaya
variabel dan biaya semivariabel. Ada juga perusahaan yang biaya variabelnya
lebih banyak dari pada dibandingkan biaya tetap dan biaya semivariabel.
Struktur biaya akan sangat mempengaruhi dalam pembuatan keputusan.
1. Biaya Variabel (Variable Cost)
Biaya Variabel adalah biaya yang jumlahnya berubah secara proporsional
terhadap perubahan tingkat aktivitas. Jika tingkat aktivitasnya dilipatduakan,
maka total biaya variabelnya juga akan berlipat dua. Jika aktivitas naik 10%
maka total biaya variabel akan naik sebesar 10% juga. Suatu biaya dikatakan
variable karena ada sesuatu hal yang disebut basis aktivitas. Basis aktivitas
(activity base) merupakan ukuran segala sesuatu yang menyebabkan adanya
biaya variabel atau biasa disebut dengan penggerak biaya atau pemicu biaya
(cost driver).
4
Contoh dari basis aktivitas yang umum yaitu: jam tenaga kerja langsung,
jam mesin, unit yang diproduksi, dan unit yang dijual. Porsi biaya variabel dan
tipe biaya variabel dalam organisasi sangat tergantung pada tujuan dan
struktur organisasi.
Ada juga biaya variabel per unit, yaitu biaya variabel yang selalu konstan
atau tetap. Contoh pembeda antara total biaya variabel dengan biaya variabel
per unit yaitu perusahaan Nooksack Expeditions yang memberikan jasa wisata
penelusuran sungai dengan menyediakan peralatan dan makanan kepada
tamunya. Makanan dibeli dari perusahaan yang ekslutif dengan harga $30
untuk setiap tamu. Biaya $30 per tamu tidak akan berubah dan tidak
dipengaruhi oleh berapapun jumlah tamu yang berpartisipasi dalam
penelusuran sungai. Perbandingan perilaku biaya variabel baik per unit
maupun secara total.
Biaya Variabel meningkat secara total sejalan dengan aktivitasnya,
sedangkan biaya variabel per unitnya konstan.
Contoh Biaya Variabel
5
Gambar Kurva Biaya Variabel
2. Biaya Tetap (Fixed Cost)
Biaya Tetap merupakan biaya yang selalu tetap secara keseluruhan tanpa
terpengaruh oleh tingkat aktivitas. Biaya tetap tidak terpengaruh oleh
perubahana aktivitas. Karena total biaya bersifat konstan, jumlah biaya tetap
per-unit akan semakin kecil bila tingkat aktivitasnya naik. Biaya rata-rata per
unit akan turun tetapi dengan tingkat penurunan yang semakin kecil. Aspek
biaya tetap ini dapat membingungkan. Meskipun demikian tetap penting untuk
menyajikan biaya tetap ini dengan basis rata-rata per-unit. Biaya per unit yang
terdiri atas elemen biaya tetap dan biaya variabel dasajikan untuk laporan
eksternal. Untuk kepentingan internal, biaya tetap tidak perlu disajikan perunit
karena dapt membingungkan. Berdasarkan pengalaman, untuk kepentingan
internal, untuk mudahnya (dan juga aman) biaya tetap disajikan secara total.
Biaya tetap biasanya disebut biaya kapaitas (capacity cost) sebab biaya
tersebut terjadi karena adanya gedung, peralatan, karyawan profesional yang
terlatih dan item lainnya yang dibutuhkan untuk menyediakan kapasitas pokok
untuk mempertahankan aktivitasnya. Untuk tujuan perencanaan, biaya tetap
dipilah menjadi biaya yang telah ditentukan (commited) dan biaya yang
dikeluarkan berdasarkan kebijakan manajemen (discretionary).
a. Biaya tetap yang telah ditentukan (Commited Fixed Cost)
Berkaitan dengan investasi fasilitas, peralatan, dan struktur organisasi
pokok dalam suatu perusahaan. Contoh biaya ini meliputi penyusutan
6
gedung dan peralatan, pajak bangunan, asuransi, dan gaji manajemen
puncak dan karyawan operasional. dua faktor yang berkaitan dengan biaya
tetap yang telah ditentukan adalah :
1) Biaya-biaya tersebut bersifat jangka panjang.
2) Tidak dapat dikurangi menjad nol meskipun pada jangka pendek
tanpa mengganggu tingkat profitabilitas atau tujuan jangka
panjang organisasi. Struktur organisasi dan fasilitas yang penting
dijaga keutuhannya. Biaya untuk merekrut mereka kembali akan
jauh lebih besar daripada penghematan jangka pendek yang
mungkin diperoleh.
Keputusan untuk mendapatkan peralatan dalam jumlah besar atau
aktivitas lain yang menyebabkan munculnya biaya tetap yang telah
ditentukan harus mempertimbangkan perencanaan jangka panjang.
Manajemen harus melakukan analisis yang mendalam terhadap berbagai
alternatif yang tersedia sebelum mengambil keputusan. Sekali keputusan
kembali, biaya yang terjadi tidak dapat dihindarkan selama beberapa tahun
ke depan. Strategi manajemen harus diarahkan untuk memanfaatkan
sumber daya perusahaan seefektif mungkin.
b. Biaya tetap kebijakan
Biaya ini disebabkan oleh keputusan tahunan yang dibuat oleh
manajemen untuk membelanjakan biaya tetap tertentu. Contoh biaya tetap
kebijakan termasuk iklan, riset, hubungan masyarakat, program
pengembangan manajemen, dan magang untuk para mahasiswa. Ada dua
perbedaan pokok antara biaya tetap yang telah ditentukan dengan biaya
tetap kebijakan biasanya untuk jangka waktu yang lebih pendek.
Sebaliknya, seperti yang telah dijelaskan di atas, biaya tetap yang telah di
tentukan melibatkan perencanaan untuk beberapa tahun ke depan. Kedua,
biaya tetap kebijakan dapat dibuat untuk jangka pendek dengan pengaruh
negatif yang minimal terhadap tujuan perusahaan jangka panjang.
7
Suatu biaya akan diklasifikasikan sebagai biaya tetap yang telah
ditentukan atau biaya tetap kebijakan sangat tergantung pada strategi
manajemen. Karakteristik yang terpenting dari biaya tetap kebijakan
bahwa manajemen tidak terpaku pada keputusan yang berkaitan dengan
biaya terrsebut. Mereka masih dapat melakukan penyesuaian dari tahun
ke tahun atau mungkin dalam waktu kurang dari satu tahun karena kondisi
memang menuntut modifikasi keputusan manajemen.
Gambar Kurva Biaya Tetap
3. Biaya Semi Variabel (Mixed Cost)
Merupakan biaya yang terdiri atas elemen biaya variabel maupun biaya
tetap. Disebut juga dengan biaya campuran. Biaya semi variabel memiliki
karakteristik sebagai berikut :
a. Biaya semi variabel jumlah totalnya berubah sesuai dengan
perubahan volume kegiatan, akan tetapi sifat-sifat perubahannya
tidak sebanding. Semakin tinggi volume kegiatan semakin besar
jumlah total biaya, semakin rendah volume kegiatan semakin
rendah pula jumlah total biaya, tetapi perubahannya tidak
sebanding (not proportional).
b. Biaya semi variabel per satuan berubah terbalik dihubungkan
dengan perubahan volume kegiatan tetapi sifatnya tidak
8
sebanding. Sampai dengan tingkat kegiatan tertentu, semakin
tinggi volume kegiatan semakin rendah biaya satuan, semakin
rendah volume kegiatan semakin tinggi biaya satuan.
Contoh biaya semi variabel misalnya : biaya reparasi dan pemeliharaan
aktiva tetap, biaya kendaraan, biaya listrik, biaya telpon. Untuk tujuan
perencanaan, pembuatan keputusan, dan pengendalian biaya maka biaya
semi variabel harus dipisahkan ke dalam biaya tetap dan biaya variabel.
Pendekatan dan tehnik yang dapat digunakan untuk memisahkan biaya semi
variabel.
Hubungan antara biaya semivariabel dengan tingkat aktivitaas dalam
persamaan garis lurus adalah Y=a+bx
Dimana :
Y = total biaya semivariabel
a =total biaya tetap
b =biaya variabel per unit aktivitas
x =tingkat aktivitas
Persamaan ini membuat mudah perhitungan total biaya semivariabel untuk
setiap tingkat aktivitas dalam rentan yang relevan.
Gambar Kurva Biaya Semivariabel
9
B. Metode-Metode Dalam Pemisahan Komponen Biaya
Ada beberapa metode dalam pemisahan biaya variabel dengan biaya tetap
dari suatu biaya campuran, yaitu :
a. Metode Diagram Pencar (Scattergraph)
Metode scattergraph adalah suatu metode penentuan persamaan suatu
garis dengan memplot data dalam suatu grafik. Langkah pertama dalam
menerapkan metode scatterplot adalah memplot titik-titik data sehingga
hubungan antara biaya penyetelan dan aktivitas dapat dilihat. Plot ini disebut
dengan grafik scatter. Grafik scatter memungkinkan seseorang untuk secara
visual menyesuaikan suatu garis dengan titik-titik dalam grafik scatter. Dalam
melakukan hal ini, garis yang dipilih seharusnya adalah garis yang paling
sesuai dengan titik-titik tersebut. Keunggulan signifikan metode scatterplot
adalah memungkinkan kita untuk melihat data secara visual. Sedangkan
kelemahannya adalah tidak adanya kriteria objektif untuk memilih garis terbaik.
Metode pemisahan biaya tetap dan biaya variabel dengan cara
menggambarkan biaya setiap bulan pada sebuah grafik dan menarik satu garis
lurus di tengah titik-titik biaya [Link] ditentukan sebagai variabel
dependen karena besarnya biaya akan dipengarhui oleh tingkat aktivitas. Jika
aktivitas meningkat maka biaya juga akan meningkat.
Metode ini memungkinkan inspeksi data secara visual untuk menentukan
apakah biaya tersebut tampak terkait dengan aktivitas itu apakah
hubungannya mendekati linear. Meskipun demikian, suatu analisis perilaku
biaya menggunnakan metode scattergraph bisa saja menjadi bias karena garis
biaya yang digambar melalui plot data berdasarkan pada interprestasi visual.
b. Metode Tinggi Rendah
Metode tinggi rendah adalah suatu metode untuk menentukan persamaan
suatu garis lurus dengan terlebih dahulu memilih dua titik (titik tinggi dan
rendah) yang akan digunakan untuk menghitung parameter pemintas dan
kemiringan. Titik tinggi di definisikan sebagai titik dengan tingkat output atau
10
aktivitas tertinggi. Titik rendah di definisikan sebagai titik dengan tingkat output
atau aktivitas terendah.
Persamaan untuk penentuan biaya variabel per unit dan biaya tetap adalah
sebagai berikut:
Biaya variabel per unit = perubahan biaya / perubahan output (aktivitas)
atau
(Biaya tinggi−Biaya rendah)
Biaya variabel per unit =
(Output tinggi−Output rendah)
Biaya tetap = biaya total titik tinggi – (biaya variabel per unit x output tinggi)
atau
Biaya tetap = biaya total titik rendah (biaya variabel per unit x output rendah)
Metode Titik Tertinggi dan Titik Terendah (high and low point method)
memisahkan biaya variabel dan biaya tetap dalam periode tertentu dengan
mendasarkan kapasitas dan biaya pada titik tertinggi dengan titik terendah.
Perbedaan antara kedua titik disebabkan karena adanya perubahan kapasitas
dan besarnya tarif biaya variabel satuan.
Analisis biaya ini dimulai dengan mengidentifikasikan periode dengan
tingkat aktivitas yang paling rendah dan yang paling tinggi. Perbedaan biaya
pada kedua periode pada kedua periode tersebut dibagi dengan perubahaan
aktivitas antara kedua periode ekstrem tersebut untuk memperkirakan biaya
variabel per unit aktivitas.
c. Metode Regresi Kuadrat Terkecil
Metode pernisahan biaya variabel dan biaya tetap dengan cara
menentukan hubungan variabel tergantung (dependent variabel) dengan
variabel bebas (independent variabel) dari sekumpulan data. Dalam
hubungannya dengan pengukuran varialibitas biaya, maka yang dimaksud
variabel tergantung adalah besamya biaya, sedangkan variabel bebas adalah
tingkatan kapasitas, jadi besamya biaya tergantung tingkatan kapasitas. Jika
hanya digunakan dua variabel, satu variabel tergantung dan satu variabel
11
bebas, maka analisa regresi yang dipakai adalah regresi sederhana (simple
regression). Tetapi jika terdapat dua variabel bebas atau lebih, jadi terdapat
tiga variabel atau lebih, maka analisa regresi yang dipakai adalah regresi
berganda (multiple regression).
Tujuan garis regresi membuat garis yang jurnlah penyimpangan kuadrat
antara garis regresi danm observasi-obsrvasi adalah [Link] ini
memisahkan biaya semivariabel menjadi komponen biaya tetap dan biaya
variabel dengan menggunakan seluruh data.
Metode yang lebih obyektif dan tepat dibandingkan dengan metode
scattergraph. Garis yang ditarik dengan metode scattergraph ditentukan
berdasarkan inspeksi visual sedangkan dengan metode regresi kuadrat
terkecil garis tersebut ditentukan berdasarkan rumus matematis. Selain itu
metode regresi kuadrat terkecil menggunakan semua data yang tersedia untuk
menentukan rumus biaya.
d. Metode Regresi Berganda
Regresi berganda (multiple regresssion) adalah kuadrat terkecil yang
digunakan untuk membuat suatu persamaan yang melibatkan dua atau lebih
variabel penjelasDi dalam metode regresi sederhana hanya dipakai satu
variabel bebas.
Dalam keadaan tertentu variabilitas biaya atau Y dipengaruhi oleh
beberapa variabel bebas atau beberapa jenis kegiatan sehingga harus
dianalisa dengan metode regresi berganda agar diperoleh perhitungan yang
lebih akurat didalam menentukan prediksiMerupakan metode analitis yang
digunakan apabila variabel dependen (biaya) disebabkan oleh lebih dari satu
faktor. Meskipun menambah lebih banyak faktor atau variabel, akan
menambah kerumitan perhitungan tetapi prinsip sama dengan metode regresi
kuadrat terkecil sederhana. Karena kerumitan perhitungan regresi berganda
dapat dilakukan dengan bantuan komputer.
12
C. Penyusunan Laporan Laba Rugi Dalam Format Kontribusi
Tindakan manajer akan tergantung pada pemahaman atas perilaku biaya.
Penerapan ide yang telah dikembangkan tersebut ditemukan format laporan
laba rugi yang baru yang disebut pendekatan konstribusi (contribution
approach). Hal khusus yang ada dalam format ini adalah bahwa laporan
tersebut menyediakan informasi perilaku biaya dalam laporan tersebut.
Format ini dibuat karena pendekatan tradisional laporan laba rugi tidak
disusun berdasarkan perilaku biaya melainkan disusun berdasarkan format
fungsional yang klasifikasi data biayanya menekankan pada fungsi produksi,
administrasi, dan penjualan. Dimana laporan ini memiliki kelemahan pada saat
akan digunakan untuk tujuan internal yaitu manajer membutuhkan data biaya
yang disusun dalam format yang berguna untuk perencanaan, pengendalian,
dan pembuatan keputusan. Tugas ini akan lebih mudah dijalankan apabila data
biaya tersedia dalam format tetap dan variabel. Laporan laba-rugi yang disusun
dengan pendekatan kontribusi digunakan untuk menjawab kebutuhan
manajer.
Perbandingan laba rugi kontribusi dengan laba rugi tradisional
Pendekatan kontribusi membagi biaya ke kelompok tetap dan variabel.
Pertama mengurangi penjualan dengan biaya variabel dalam untuk
mendapatkan angka margin kontribusi yaitu jumlah yang tersisa dari penjualan
13
setelah dikurangi biaya variabel. Jumlah ini memberikan kontribusi untuk
menutup biaya tetap dan menghasilakn laba pada periode tertentu.
Pendekatan kontribusi digunakan dalam perencanaan internal dan
sebagai alat pembuatan keputuasan. Pendekatan yang menekankan pada
perilaku biaya akan menfasilitasi analisi biaya volume laba.
Pendekatan ini juga berguna untuk menilai kinerja manajemen, laporan
laba per segmen, dan dalamm penganggaran. Juga membantu manajer
mengorganisasikan data yang berkaitan dengan semua jenis pembuatan
keputusan seperti analisis lini produk, penentuan harga, menggunakan sumber
daya yang terbatas, dan analisi membuat atau membeli.
14
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Perilaku biaya adalah cara biaya berubah dalam hubungannya dengan
perubahan penggunaan aktivitas. Waktu merupakan salah satu faktor penting
dalam penentuan perilaku biaya. Ada tiga tipe pola perilaku biaay, Biaya
variabel merupakan biaya yang meningkat secara proporsional dengan
peningkatan aktivitas. Biaya tetap adalah biaya yang tidak berubah jumlah
totalnya ketika penggunaan aktivitas berubah, sedangkan biaya campuran
merupakan biaya yang mempunyai komponen tetap dan variabel.
Metode yang dipakai untuk analisis perilaku biaya yaitu Metode
Scattergraph, MetodeTinggi Rendah, Metode Regresi Kuadrat Terkecil, dan
Metode Regresi Berganda.
Format Kontribusi Laba Rugi dibuat karena pendekatan tradisional laporan
laba rugi tidak disusun berdasarkan perilaku biaya melainkan disusun
berdasarkan format fungsional yang klasifikasi data biayanya menekankan
pada fungsi produksi, administrasi, dan penjualan.
Penerapan ide yang telah dikembangkan tersebut ditemukan format
laporan laba rugi yang baru yang disebut pendekatan konstribusi (contribution
approach). Hal khusus yang ada dalam format ini adalah bahwa laporan
tersebut menyediakan informasi perilaku biaya dalam laporan tersebut.
15
DAFTAR PUSTAKA
Garrison dan Norren.2006. Managerial Accounting. Eleventh Edition. Mc Graw
Hill.
Hansen D.R. dan M.M. Mawon.2007. Akuntansi Manajerial edisi 7. Jakarta:
Salemba Empat.
16